Identifikasi Blok Rem Kereta Api
II. Hasil
Berikut aktivitas yang kami buat :
A. Kereta Api
Salah satu bagian terpenting dari kehidupan adalah transportasi. Hal ini dikarenakan
setiap individu manusia memiliki mobilitas tersendiri. Mobilitas tersebut membutuhkan
suatu media yang dinamakan alat transportasi. Salah satu contoh alat transportasi publik
adalah kereta api. Defenisi kereta api adalah suatu kendaraan bergerak sepanjang jalur
tertentu (guide) untuk mengangkut barang atau penumpang dari suatu tempat ke tempat
yang lain (wikipedia. 2007). Klasifikasi kereta api menurut sistem propulsinya dapat dibagi
menjadi dua bagian, yaitu penggerak tunggal dan multiple unist. Kereta api penggerak
tunggal adalah rangkaian kereta api yang digerakkan satu lokomotif ketika beroperasi.
Gambar 1. Kereta api berpenggerak tunggal
Gambar 2. Kereta api multiple units
Sedangkan multiple units adalah rangkaian kereta yang digerakkan oleh beberapa mesin
propulsi. Contoh dari multiple units adalah Kereta Rel Diesel (KRD) dan Kereta Rel Listrik
(KRL).
Blok rem kereta api adalah bagian yang penting dalam sistem pengereman kereta
api. Blok rem kereta api terdiri dari dua jenis, yaitu blok rem metalik dan blok rem
1
komposit. Blok rem komposit mempunyai beberapa keunggulan dibanding blok rem metalik
antara lain yaitu:
1. Jauh lebih ringan sehingga mudah dalam pemasangan
2. Umur pemakaian rem jauh lebih lama
3. Tingkat keausan rem yang rendah, dan
4. Perbandingan harga terhadap umur pemakaian yang lebih baik.
Blok rem
Gambar 3. Blok rem kereta api
Gambar 4. Blok rem komposit matrik polimer
Tabel 1. Perkembangan material untuk rem
Material Aplikasi Tahun
Cast iron Kendaraan rel 1870
Kendaraan wagon dan
Cotton belting 1897
perkembangan awal mobil
Woven asbestos dengan kuningna dan kawat
Mobil dan truk 1908
untuk meningkatkan kekuatan dan performa
2
Molded brake lining dengan serat chrysotile,
Mobil dan truk 1926
partikel kuningan dan low ash bituminous coal
Kendaraan rel bawah tanah
Dry-mix molded material 1930
di London
Material komposit dengan matriks resin Brake drum 1930
Resin bonded metallic brake lining Industri penerbangan 1950
Glass fiber, mineral fiber, metal fiber, carbon
Mobil dan truk 1980
fiber dan synthetic fiber
Non –asbestos (fiber glass) Brake drum 1980
Industri penerbangan,
Carbon fiber 1991
mobil dan kereta api
Kanvas rem (blok rem) merupakan salah satu komponen kereta api yang habis pakai.
Umumnya material blok rem kereta api yang digunakan adalah besi cor kelabu. Pemakaian
blok rem komposit menggantikan blok rem berbahan besi cor untuk kanvas kereta api di
Indonesia sudah dimulai sejak dasa warsa terakhir. Blok rem komposit pada mulanya
diperkenalkan di Indonesia oleh para importir asing dengan blok rem merk Fituris
(Australia), Ferodo (Inggris), Marquist (China), Nabco (Jepang) dan dari Sideria. Baru sejak
tahun 2002 blok rem komposit diproduksi di tanah air, dan saat ini sudah ada sekurang-
kurangnya 3 (tiga) pabrikan blok rem komposit lokal dan 2 (dua) pabrikan telah mendapat
sertifikasi dari PT. KAI. Blok rem yang materialnya menggunakan besi cor mempunyai
berat 11-12 kg, sehingga mempersulit proses pemasangan atau biaya pemasangan cukup
besar. Umur pemakaian hanya mencapai satu bulan dan nilai jual bahan bekasnya masih
relatif tinggi. Berbagai macam usaha dilakukan untuk mencari alternatif material yang
mempunyai sifat ringan, keras dan tahan aus sebagai pengganti blok rem berbahan besi cor.
Namun demikian hasil yang diperoleh belum bisa seperti yang diharapkan. Salah satu upaya
yang telah ditempuh adalah menggabungkan dua material penyusunnya, yaitu matriks dan
penguat. Logam aluminium (Al) sebagai matriks, bila ditinjau dari sifat mekanik, seperti
nilai kekerasan (hardness) sangat rendah. Oleh karena itu logam Al sebagai material
monolotik memiliki banyak kelemahan, seperti: kekuatan mekanik, kekakuan, dan koefisien
muainya. Kelebihan logam Al, antara lain memiliki: bobot yang ringan, tahan terhadap
korosi, dan mudah dibentuk . Material yang ulet tahan korosi, seperti: Al dan material yang
kuat dan tangguh, seperti: keramik SiC. Merupakan pemikiran yang tepat untuk
menggabungkan kedua material tersebut menjadi material baru, yaitu: komposit. Material
komposit yang diharapkan dengan proses pembuatannya mempunyai kekuatan mekanik
yang tinggi, daya tahan vibrasi dan konduktivitas panas baik seperti: kekakuan, tahan aus
dan stabil pada temperatur tinggi.
3
B. Sistem Pengereman Kereta Api
Pada subbab ini akan dijelaskan tentang sistem pengereman yang diaplikasikan pada
kereta api serta komponen-komponen yang terdapat pada sistem pengereman tersebut.
Menurut jenisnya, sistem pengereman pada kereta api dapat diklasifikasikan menjadi 2,
yaitu:
1. Rem yang mengalami keausan pada komponennya, yaitu :
Rem Tangan (hand brake)
Rem Udara Tekan (compressed air brake)
Rem Vakum (vacum brake)
Rem gesek mekanis
2. Rem yang bebas keausan pada komponennya, yaitu :
Rem Elektrodinamis (electrodynamic brake)
Rem Elektromagnetis (elektromagnetic brake)
Rem hidrodinamik (hydrodinamic brake)
Berikut ini adalah penjelasan tentang sistem pengereman yang masih digunakan pada kereta
api di Indonesia:
1. Rem Tangan (hand brake)
Rem tangan masih banyak digunakan pada gerbong barang, terutama gerbong dua
gandar (two axle wagon). Gaya rem antara blok rem dengan permukaan bidang jalan roda,
dibangkitkan dengan memutar roda tangan. Roda tangan akan mempunyai batang yang
mempunyai roda gigi untuk meneruskan momen yang akan menimbulkan gaya tarik pada
batang rem. Batang rem akan menggerakkan tuas-tuas rem untuk menarik blok rem
sehingga menekan roda. Gerbong dengan rem tangan dalam rangkaian Kereta Api dibatasi
kecepatannya sampai maksimum 45 km/jam, mengingat kapasitas gaya rem dan reaksi
pengereman tergantung pada jumlah dan kondisi petugas rem. Rem tangan juga
dipergunakan sebagai rem parkir (parking brake) pada kereta penumpang, gerbong barang,
lokomotif yang menggunakan rem udara tekan. Rem parkir dioperasikan pada waktu
kendaraan rel berhenti di emplasemen tanpa udara tekan untuk menghindari peluncuran,
namun fungsinya dapat digantikan dengan pengganjal atau stop block pada rel
2. Rem Udara Tekan
Rem udara tekan (compressed air brake) merupakan jenis rem standar pada kendaraan
rel di Indonesia. Pada pengadaan kendaraan rel baru seperti kereta penumpang dan gerbong
barang, diisyaratkan pengunaan rem udara tekan yang tercantum dalam spesifikasi teknis
4
PT. KAI. Pada masa lalu pernah digunakan jenis rem vakum sampai sekitar tahun 1960
kemudian digantikan dengan jenis rem udara tekan dengan pertimbangan berbagai
keunggulan seperti dimensi lebih kecil, gaya pengereman atau tekanan yang dibangkitkan
lebih besar, masalah kebocoran udara dan keandalan dalam operasional. Lokomotif yang
menarik kereta penumpang atau gerbong barang dilengkapi dengan peralatan rem udara
tekan agar dapat memberi komando pengereman dan pelepasan pada rangkaian kereta api.
Pada kereta rel diesel hidrolik (DMU), digunakan rem udara tekan murni sebagai sistem
pengereman. Sedangkan pada Kereta Rel Listrik digunakan kombinasi antara rem
elektrodinamik dan rem udara tekan. Berikut ini adalah cara kerja dari sistem rem udara
tekan pada saat kereta melakukan pengereman:
a. Posisi Pengisian/Rem Lepas
Posisi pengisian terjadi pada saat pertama rangkaian KA disambung dengan lokomotif
atau setiap melepas rem (release). Saat pelepasan rem, udara tekan dari tangki udara utama
yang bertekanan 10 kg/cm2 pada lokomotif disalurkan melalui handel rem masinis ke pipa
udara utama pada rangkaian kereta api. Udara tekan ini akan mengisi tabung udara
pembantu pada setiap kereta penumpang atau gerbong barang melalui katup pengatur,
sehingga mencapai tekanan 5 kg/cm2 termasuk dalam pipa udara utama. Pada posisi
pengisian ini balok rem dalam posisi lepas dan tidak menekan roda. Udara pada silinder rem
akan berhubungan dengan udara luar
b. Posisi Pengereman/Rem terikat
Pengereman terjadi pada saat masinis menggerakkan handel rem ke posisi mengerem,
sehingga udara dalam pipa utama rangkaian KA akan mengalir ke udara luar di kabin
lokomotif. Tekanan udara pada pipa turun dari 5 kg/cm 2 ke suatu tekanan tertentu. Pada saat
tersebut, katup pengatur akan bekerja menghubungkan tangki udara pembantu ke silinder
rem, sehingga tercapai tekanan untuk mendorong piston dan batang rem yang selanjutnya
terjadi pengereman.
Referensi :
No. 02/LKj/BRKML/4/3/2012
5
Raharjo E. Nugroho, 2010, Karakterisasi Sifat Mekanik Komposit Matriks Logam
Al/SiC Pada Bahan Rem Kereta Api, Universitas Diponegoro, Semarang.
1. Santoso Adi Khristian, 2009, Sintesis Komposit Matriks Logam Al/SiC Pada Bahan
Rem Kereta Api, Universitas Diponegoro, Semarang.
2. Singla Manoj, dkk, 2009, Development of Aluminium Based Silicon Carbide
Particulate Metal Matrix Composite, Journal of Minerals & Materials
Characterization & Engineering, Vol. 8, No.6, pp 455-467.
3. Zhongliang Shi, 2001, The Oxidation of SiC Particle and Its Interfacial
Characteristics in Al-Matrix Composites, Journal of Material Science 36, pp. 2441-
2449, Kluwer Academic Publiser
4. LAPI-ITB & PT.Kereta Api Indonesia. Studi, Penelitian, Pengembangan dan
Implementasi Material Komposit untuk Blok Rem Kereta Api. 2005