Anda di halaman 1dari 11

BUKU JAWABAN UJIAN (BJU)

UAS TAKE HOME EXAM (THE)


SEMESTER 2020/21.1 (2020.2)

Nama Mahasiswa : Muhammad Rizky

Nomor Induk Mahasiswa/NIM : 042163183

Tanggal Lahir : 27 Desember 1995

Kode/Nama Mata Kuliah : EKSI4204 / Analisis Informasi Keuangan

Kode/Nama Program Studi : 83 / Akuntansi - S1

Kode/Nama UPBJJ : 24 / Bandung

Hari/Tanggal UAS THE : Kamis / 17 Desember 2020

Tanda Tangan Peserta Ujian

Petunjuk

1. Anda wajib mengisi secara lengkap dan benar identitas pada cover BJU pada halaman ini.
2. Anda wajib mengisi dan menandatangani surat pernyataan kejujuran akademik.
3. Jawaban bisa dikerjakan dengan diketik atau tulis tangan.
4. Jawaban diunggah disertai dengan cover BJU dan surat pernyataan kejujuran akademik.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS TERBUKA
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

Surat Pernyataan Mahasiswa


Kejujuran Akademik

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama Mahasiswa : Muhammad Rizky


NIM : 042163183
Kode/Nama Mata Kuliah : EKSI4204 / Analisis Informasi Keuangan
Fakultas : Ekonomi
Program Studi : 83 / Akuntansi - S1
UPBJJ-UT : 24 / Bandung

1. Saya tidak menerima naskah UAS THE dari siapapun selain mengunduh dari aplikasi THE pada
laman https://the.ut.ac.id.
2. Saya tidak memberikan naskah UAS THE kepada siapapun.
3. Saya tidak menerima dan atau memberikan bantuan dalam bentuk apapun dalam pengerjaan soal ujian
UAS THE.
4. Saya tidak melakukan plagiasi atas pekerjaan orang lain (menyalin dan mengakuinya sebagai
pekerjaan saya).
5. Saya memahami bahwa segala tindakan kecurangan akan mendapatkan hukuman sesuai dengan
aturan akademik yang berlaku di Universitas Terbuka.
6. Saya bersedia menjunjung tinggi ketertiban, kedisiplinan, dan integritas akademik dengan tidak
melakukan kecurangan, joki, menyebarluaskan soal dan jawaban UAS THE melalui media apapun,
serta tindakan tidak terpuji lainnya yang bertentangan dengan peraturan akademik Universitas
Terbuka.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya. Apabila di kemudian hari terdapat pelanggaran
atas pernyataan di atas, saya bersedia bertanggung jawab dan menanggung sanksi akademik yang ditetapkan oleh
Universitas Terbuka.
Bandung, 17 Desember 2020

Yang Membuat Pernyataan

Muhammad Rizky
1. Analisis Laporan Keuangan dan Tujuan!

5 langkah Menganalisis Laporan Keuangan:

1. Meyakini bahwa laporan keuangan telah disusun sesuai standar


Laporan keuangan yang anda miliki itu mesti Anda yakini, mengingat laporan keuangan ini dapat
disusun dengan berbagai asumsi, metode, professional adjustment yang menghasilkan laporan
keuangan berbeda-beda. Laporan keuangan yang mesti anda yakini seperti laporan neraca,
laporan laba rugi, laporan arus kas, laporan perubahan modal dan catatan atas laporan
keuangan.

2. Menentukan rasio analisis

Anda dapat menentukan dimensi kerja apa yang akan dipakai, dimensi kerja yang sering
digunakan, sebagai berikut:
a. Rasio Likuiditas, seberapa mampu perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya?
b. Rasio Solvabilitas, seberapa mampu perusahaan memenuhi semua kewajiban baik jangka
pendek maupun jangka panjangnya?
c. Rasio Profitabilitas,seberapa mampu perusahaan menghasilkan laba dalam periode tertentu?
d. Rasio Aktivitas, sebarapa mampu perusahaan dalam memanfaatkan sumber daya yang
dimilikinya?

3. Menentukan komponen dari setiap rasio analisis

Anda harus menentukan penggunaan komponen mana dari setiap rasio analisis keuangan yang
mana yang akan dipakai. Adapun komponen dari setiap rasio analisis, sebagai berikut:

a. Rasio likuiditas, ada beberapa komponen rasio likuiditas antara lain:


Current Ratio = Aktiva Lancar / Hutang Lancar x 100%
Cash Ratio = Kas / Hutang Lancar x 100%
Quick Ratio = Kas + Efek + Piutang / Hutang Lancar x 100%
b. Rasio Solvabilitas, ada beberapa komponen rasio solvabilitas antara lain:
Total Debt to Assets Ratio = Total Hutang / Total Aktiva x 100%
Total Debt to Equity Ratio = Total Hutang / Modal Sendiri x 100%
c. Rasio Profitabilitas,ada beberapa komponen rasio profitabilitas antara lain:
Gross Profit Margin = (Laba Kotor/ Total Penjualan) x 100%
Net Profit Margin = (Laba Bersih / Total Penjualan) x 100%
Operating Profit Margin = (Laba Bersih sebelum Pajak/ Total Penjualan) x 100%
Return on Asset = (Laba Bersih setelah Pajak/ Total Aktiva) x 100%
Return on Equity = (Laba Bersih setalah Pajak/ Total Equity) x 100%
Earning Per Share (EPS) = Laba Bersih Setelah Pajak – Dividen Saham Preferen / Jumlah
Saham Biasa yang Beredar.
d. Rasio Aktivitas,ada beberapa jenis rasio Solvabilitas antara lain:
Total Assets Turn Over = Penjualan / Total Aktiva x 100%
Working Capital Turn Over = Penjualan / Modal Kerja x 100%
Fixed Assets Turn Over = Penjualan / Aktiva Tetap x 100%
Inventory Turn Over = Penjualan / Persediaan x 100%
Average Collection Period Ratio = Piutang X 365/ Penjualan x 100%
Receivable Turn Over = Penjualan / Piutang Rata-Rata x 100%
4. Menentukan Batasan Nilai
Menyepakati batasan nilai yang di terima, anda harus menentukan batasan nilai bersifat
subyektif. Adapun contoh menentukan batasan nilai pada setiap rasio analisis, sebagai berikut :

5. Membuat kesimpulan analisis

Anda harus menjumlahkan masing-masing komponen dari setiap rasio analisis, sehingga dapat
menciptakan nilai total keseluruhan.

Identifikasi Karakteristik Ekonomi Industri

Tentukan analisis untuk rantai nilai dalam industry. Rantai ini dalam artian kegiatan yang terlibat
dalam penciptaan produk, pembuatan produk, hingga distribusi produk. Layanan perusahaan
juga termasuk ke dalamnya. Langkah ini biasanya menggunakan Teknik lima kekuatan porter
atau biasa disebut analisis atribut ekonomi.

Dengan menguasai langkah yang pertama, kamu pasti bisa melanjutkannya ke tahap
selanjutnya. Kuasai dan lakukan analisis secara teliti dan berulang-ulang, jangan sampai ada
kesalahan di dalamnya.

Identifikasi Strategi Perusahaan

Setelah kamu mengetahui apa saja karakterisitik ekonomi industry pada perusahaan kamu, maka
kini saatnya untuk mengidentifikasi strategi yang digunakan oleh perusahaan. Lihat dan pahami
semua sifat dari produk serta layanan yang ditawari oleh perusahaan. Semua itu juga termasuk
keunikan produknya, tingkat margin laba tiap produk, penciptaan loyalitas merek, hingga
pengendalian biaya yang dilakukan oleh perusahaan.

Tak hanya itu, setiap faktor penting seperti integrasi rantai pasokan, diversifikasi geografis hingga
diversifikasi industri juga wajib untuk kamu pertimbangkan. Setiap perusahaan tentu saja memiliki
strateginya masing-masing dalam beragam hal yang salah satunya adalah bagian keuangan.
Pahami terlebih dahulu strategi tersebut agar kamu tidak salah kaprah ketika menganalisis
keuangan dalam perusahaan. Hal ini cukup penting, termasuk juga dalam pengetahuan dan
dedikasi kamu terhadap perusahaan ini.

Menilai Kualitas Laporan Keuangan Perusahaan

Kali ini waktunya kamu untuk meninjau laporan keuangan utama. Maksudnya, kamu harus
meninjau dari segala konteks stkamur akuntansi yang relevan, terutama dalam memeriksa akun
neraca. Dalam akun neraca, beragam masalah seperti pengakuan, klarifikasi, hingga penilaian
bisa menjadi kunci untuk evaluasi yang sangat tepat.

Jadi, pertanyaannya adalah apakah neraca ini menjadi representasi lengkap dari segala posisi
ekonomi dalam perusahaan? Akhirnya, kamu harus mengevaluasi laporan laba rugi, yaitu dengan
cara meilai dengan benar dan teliti dari segi kualitas laba sebagai representasi lengkap dari
kinerha ekonomi dalam perusahaan. Hal ini penting karena evaluasi laporan arus kas akan
membantu kamu dalam memahami dampak dari posisi likuiditas perusahaan. Hal ini dapat dilihat
dari investasi, operasi, serta aktivitas keuangan perusahaan dalam periode tersebut.

Dasarnya, sumber dari dana berasal, kemana dana itu akan digunakan, atau bagaimana likuiditas
tersebut berpengaruh termasuk dalam keuangan selama periode tersebut.

Analisis Profitabilitas dan Resiko Saat Ini

Selain menilai kualitas dari laporan keuangan perusahaan, dengan menganalisis profitabilitas
sekaligus resiko yang terjadi atau akan terjadi bisa menjadi nilai tambah bagi kamu untuk
mengevaluasi perusahaan serta laporan keuangan. Tingkat profesionalitas kamu akan meningkat
di mata perusahaan. Salah satu alat untuk menganalisis paling umum adalah dengan rasio
keuangan utama yang ada kaitannya dengan manajemen aset, likuiditas, profitabilitas,
manajemen serta cakupan utang, serta terakhir adalah penilaian resiko atau pasar.

Karena ini berhubungan dengan profitabilitas, ada dua pertanyaan besar yang harus kamu atasi.
Pertama adalah seberapa menguntungkan kah operasi perusahaan yang relative terhadap
asetnya. Terlepas dari itu, bagaimana perusahaan dapat membiayai asset tersebut, serta
seberapa menguntungkan sebuah perusahaan dari perspektif seorang pemegang saham
ekuitas.

Pertanyaan tersebut harus kamu pahami atau bisa juga kamu pecahkan menurut pemikiran dan
sudut pkamung kamu. Penting untuk belajar cara memisahkan tindakan pengembalian yang
menjadi dampak utamanya. Penting pula bagi kamu untuk dapat menganalisis rasio laporan
keuangan dengan komparatif.

Menyiapkan Perkiraan Laporan Keuangan

Memang sering menantang, namun seorang professional keuangan harus dapat membuat
asumsi masuk akal mengenai masa depan dari perusahaan atau industry yang ia kerjakan.
Profesional keuangan juga harus tau untuk menentukan bagaimana asumsi tersebut akan
berdampak pada bagian arus kas serta pendanaan perusahaan.

kamu dapat mengambil laporan keuangan berbentuk pro-forma, dengan Teknik biasa seperti
persentase pendekatan penjualan. Dengan ini, strategi keuangan kamu akan tertata rapi sesuai
dengan tujuan dan dampak yang akan dirasakan.

Nilai Perusahaan

Setelah mendekati banyak sekali penilaian, namun jangan lewatkan penilaian paling umum
dengan jenis metodologi arus kas discounted. Dengan ini kamu bisa membuatnya ke bentuk
dividen dan diproyeksikan, atau bisa juga dengan teknik arus kas bebas ke pemegang saham
atas dasar perusahaan.

Pendekatan lainnya mungkin menggunakan penilaian relative, atau bisa juga dengan tindakan
berbasis akuntansi, contohnya nilai tambah ekonomis.

Setelah kamu melakukan analisis perusahaan serta laporan keuangan secara tertata, maka mari
selesaikan pertanyaan, “Apakah nilai – nilai pada laporan keuangan sudah akurat dan bisa
dipertanggungjawabkan?”

Mengapa ini dipertanyakan? Ada banyak sekali penyimpangan akuntansi yang kini dilaporkan ke
pihak berwajib, seperti akuntansi agresif, manajemen laba, hingga kecurangan dalam laporan
keuangan.

Tidak sedikit orang yang berakhir dengan laporan hukum karena ketidak-jelasan
pertanggungjawaban dalam pelaporan keuangan. Untuk mengatasi hal ini, setiap pengusaha
atau pebisnis, harus benar – benar memahami segala jenis manipulasi yang dilakukan dan
bagaimana cara mendeteksinya.

Saat ini, sudah banyak beberapa jenis perangkat lunak akuntansi atau perangkat lunak keuangan
yang bisa mengotomatisasi masalah perhitungan dan laporan keuangan yang rumit menjadi lebih
sederhana dan praktis.

Tujuan utama dilakukannya analisis laporan keuangan adalah sebagai berikut ini:

1. Analisis laporan keuangan dijadikan sebagai tolak ukur untuk memproyeksikan posisi
keuangan di masa yang akan datang.
2. Untuk mengamati kondisi perusahaan, permasalahan dalam manajemen, operasional
maupun keuangan.
3. Sebagai alat ukur untuk melakukan efisiensi di semua departemen perusahaan.
4. Sumber informasi untuk mengambil keputusan strategis sebuah perusahaan.
5. Membandingkan kondisi perusahaan, baik dengan perusahaan lain ataupun kondisi
perusahaan lintas periode akuntansi.

2. PT Maju Mundur

Indikator 2017 2018 2019


Laba Bersih 30.500 31.050 31.200
Arus Kas Operasi 29.500 29.050 28.750

a. & b.
Laba bersih mengalami peningkatan dan arus kas operasi mengalami penurunan terjadi terjadi
setiap tahunnya mulai dari tahun 2018 hingga ke tahun 2019 sebagaimana tertera pada tabel di
atas. Peningkatan pada laba bersih dan penurunan pada arus kas operasi dipengaruhi beberapa
fakktor sebagaimana dijelaskan di bawah ini
Ada 3 aktivitas utama yang menyebabkan penurunan arus kas operasi pada PT Maju
Mundur, antara lain:
Aktivitas Operasi
Dalam hal ini, aktivitas operasi berisi segala kegiatan dan beban operasional perusahaan secara
langsung. Atau, dengan kata lain, aktivitas ini berupa segala bentuk transaksi yang dapat
berpengaruh secara langsung pada kas dalam penentuan laba bersih. Di antaranya meliputi:
penggajian karyawan, penjualan barang/jasa, pembelian persediaan dan perlengkapan, utang ke
supplier, serta berbagai beban operasional lainnya.

Contoh:

ada nya penurunan arus kas operasi pada aktivitas operasi karena PT Maju Mundur telah
melakukan perpindahan proses pengerjaan dari padat karya ke padat modal sehingga PT Maju
Mundur melakukan efisiensi karyawan yang membuat berpengaruh pada berkurang penggajian
karyawan.

PT Maju Mundur berhasil menemukan metode baru dalam pembuatan hasil produksi sehingga
terdapat efisiensi penggunaan bahan baku dan persediaan

Aktivitas Investasi
Berbeda dengan aktivitas operasi yang cenderung langsung, aktivitas yang satu ini justru lebih
pada transaksi aset. Entah itu transaksi pembelian atau penjualan aktiva tetap, investasi jangka
panjang, ataupun investasi aset dalam rentang waktu lebih dari satu tahun. Yang jelas, laporan
keuangan ini akan berisi arus kas dari perolehan penjualan atau pembelian tersebut.

Contoh:

Berkaitan dengan contoh pada aktivitas operasi di atas, PT Maju Mundur melakukan investasi
pada Mesin guna efisiensi arus kas jangka panjang

Aktivitas Pendanaan
Berbeda dengan dua aktivitas sebelumnya, laporan satu ini berkaitan erat dengan urusan modal.
Tepatnya, berupa pengurangan atau penambahan kas yang berasal dari ekuitas pemilik ataupun
kewajiban jangka panjang dan investasi yang dilakukan olehnya. Misalnya, utang bank atau
peminjaman dana, obligasi, penerbitan saham, dan penambahan/pengambilan uang oleh pemilik.

Contoh:

PT Maju Mundur melakukan Initiation Public Offering (IPO) dan resmi melantai di bursa efek
indonesia untuk mendapatkan dana segar dan modal dari investor/

Berkaitan dengan penurunan arus kas operasi di atas, akan sangat berdampak pada laba bersih
yang semakin meningkat karena PT Maju Mundur berhasil melakukan efisiensi dan mendapat
kepercayaan publik, sehingga pasar mereka semakin dikenal dan mendapatkan lebih banyak
profit yang berimbas pada laba bersih yang semakin meningkat.
3. PT Hijau Lestari (PT HL)

CR 𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠 254.950 1.56x Current Ratio yang baik memiliki


= = 1.5877
nilai > 1 x, apabila CR<1 x
𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝐿𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑒𝑠 160.570
X terdapat risiko mismatch
financing. Berdasarkan data
disamping, PT HL memiliki
current ratio yang lebih baik
dibanding rata-rata industri
lainnya.
QR 𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠−𝐼𝑛𝑣𝑒𝑛𝑡𝑜𝑟𝑦 0.80x Jika quick ratio yang dihasilkan
= berada di bawah 1 (satu), maka
𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝐿𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑒𝑠
254.950−110.350 perusahaan tersebut dianggap
= 0.9 X
160.570 tidak mampu menunaikan atau
membayar hutang lancar yang
harus dipenuhi dalam satu siklus
operasional tertentu. Adapun jika
quick ratio yang dihasilkan
adalah 1 (satu), maka itu cukup
bisa diterima. Sementara quick
ratio yang berada di atas 1 (satu)
mengartikan bahwa kondisi
keuangan perusahaan sangat
baik. Quick ratio sebesar 0.9
menunjukkan bahwa perusahaan
tidak sanggup membayar hutang
lancarnya dengan menggunakan
aset yang dimiliki dan
mengindikasikan lebih PT HL
lebih buruk di banding rata-rata
industri lainnya.
ITO 𝐶𝑂𝐺𝑆 459.500 2.85x omset PT HL adalah 4.16. Ini
= = 4.16 X berarti bahwa PT HL dapat
𝐼𝑛𝑣𝑒𝑛𝑡𝑜𝑟𝑦 110.350
menjual 4x dari persediaannya
selama tahun ini. Ini juga
menyiratkan bahwa PT HL akan
membutuhkan waktu kurang
lebih 3 bulan untuk menjual
seluruh inventarisnya atau
menyelesaikan satu putaran.
Dengan kata lain, PT HL lebih
baik dibanding rata – rata industri
lainnya.
TATO 𝑆𝑎𝑙𝑒𝑠 630.445 1.20x rasio perputaran aset ini
= = 1.35 digunakan untuk seberapa
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠 527.250
efisiennya sebuah perusahaan
menggunakan asetnya untuk
menghasilkan penjualan. Ini
artinya, semakin tinggi rasionya
semakin efisien perusahaan
tersebut menggunakan asetnya
untuk menghasilkan penjualan.
Sebaliknya Rasio Perputaran
Aset yang rendah menandakan
kurang efisiennya manajemen
dalam menggunakan asetnya
dan kemungkinan besar adanya
masalah manajemen ataupun
produksinya. Dengan kata lain,
PT HL lebih baik dibanding rata –
rata industri lainnya.
TIE 𝐸𝐵𝐼𝑇 47.110 3.0x Rasio ini menunjukan berapa kali
= = 3.07 X perusahaan dapat membayar
𝐵𝑒𝑏𝑎𝑛 𝐵𝑢𝑛𝑔𝑎 15.310
beban bunga dengan
pendapatan sebelum pajaknya.
Jadi sangat jelas bahwa semakin
besar rasionya semakin baik dan
menguntungkan. Dengan kata
lain, apabila rasionya adalah 3.07
kali maka ini berarti pendapatan
atau laba operasi perusahaan
mampu membayar total beban
bunga hingga 3.07 kali lipat atau
dapat juga dikatakan bahwa
pendapatan perusahaan ini 5 kali
lebih tinggi daripada biaya beban
Bunga pada tahun yang
bersangkutan. Dengan kata lain,
PT HL lebih baik dibanding rata –
rata industri lainnya
PM 𝑆𝑎𝑙𝑒𝑠−𝐶𝑂𝐺𝑆 170.945 2.25% Semakin besar nilai profit margin,
= = 27.11% maka semakin baik pula operasi
𝑆𝑎𝑙𝑒𝑠 630.445
suatu perusahaan tersebut.
𝐸𝐴𝐼𝑇 37.452 Dengan kata lain, PT HL lebih
= = 5.94% baik dibanding rata – rata industri
𝑆𝑎𝑙𝑒𝑠 630.445
lainnya
ROI 𝐸𝐴𝐼𝑇 37.452 5.01% ROI juga dapat mengukur
= = 7.1% efisiensi penggunaan modal
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑒𝑡 527.250
kerja, produksi, hingga penjualan
dalam perusahaan. Analisis
tingkat pengembalian ini akan
memudahkan anda dalam
memahami kelemahan dan
kekuatan perusahaan dibanding
perusahaan lain yang bergerak di
bidang sejenis ROI yang bernilai
positif menunjukkan keuntungan,
sedangkan jika bernilai negatif
menunjukkan kerugian. Dengan
kata lain, PT HL lebih baik
dibanding rata – rata industri
lainnya
ROE 𝐸𝐴𝐼𝑇 37.452 15.50% Return on equity (ROE) adalah
= = 16.82% jumlah imbal hasil dari laba
𝐸𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦 222.700
bersih terhadap ekuitas dan
dinyatakan dalam bentuk persen.
ROE digunakan untuk mengukur
kemampuan suatu badan usaha
dalam menghasilkan laba
dengan bermodalkan ekuitas
yang sudah diinvestasikan
pemegang saham Hasil
perhitungan ROE mendekati 1
menunjukkan semakin efektif dan
efisiennya penggunaan ekuitas
perusahaan untuk menghasilkan
pendapatan, demikian
sebaliknya jika ROE mendekati 0
berarti perusahaan tidak mampu
mengelola modal yang tersedia
secara efisien untuk
menghasilkan pendapatan.
Dengan kata lain, PT HL lebih
baik dibanding rata – rata industri
lainnya

4.
Pilih alternatif 2 (Pembiayaan Ekuitas)
Modal hutang mengacu pada dana pinjaman yang harus dibayar kembali di kemudian hari. Ini
adalah segala bentuk pertumbuhan modal yang diperoleh perusahaan dengan mengambil
pinjaman. Pinjaman ini bisa bersifat jangka panjang atau jangka pendek.
Modal hutang tidak mencairkan minat pemilik perusahaan di perusahaan. Tetapi mungkin
merepotkan untuk membayar kembali bunga sampai pinjamannya dilunasi — terutama ketika
suku bunga naik.
Perusahaan secara hukum diharuskan membayar bunga atas modal utang secara penuh
sebelum menerbitkan dividen kepada pemegang saham. Ini membuat modal utang lebih tinggi
dalam daftar prioritas perusahaan dibandingkan pengembalian tahunan.
Sementara utang memungkinkan perusahaan memanfaatkan sejumlah kecil uang menjadi
jumlah yang jauh lebih besar, pemberi pinjaman biasanya meminta pembayaran bunga sebagai
imbalannya. Tingkat bunga ini adalah biaya modal hutang. Modal hutang juga bisa sulit diperoleh
atau mungkin memerlukan jaminan, terutama untuk bisnis yang bermasalah.
modal ekuitas biasanya berasal dari dana yang diinvestasikan pemegang saham, biaya modal
ekuitas sedikit lebih kompleks. Dana ekuitas tidak memerlukan bisnis untuk mengambil utang
yang berarti tidak perlu dilunasi. Tetapi ada beberapa tingkat pengembalian investasi yang bisa
diharapkan pemegang saham secara wajar berdasarkan kinerja pasar secara umum dan
volatilitas saham yang dipermasalahkan.
Perusahaan harus dapat menghasilkan pengembalian, penilaian saham yang sehat dan dividen,
yang memenuhi atau melampaui level ini untuk mempertahankan investasi pemegang saham.
The capital asset princing model (CAPM) memanfaatkan tingkat bebas risiko, premi risiko pasar
yang lebih luas, dan nilai beta saham perusahaan untuk menentukan tingkat pengembalian yang
diharapkan atau biaya ekuitas.
Modal ekuitas mencerminkan kepemilikan sedangkan modal utang mencerminkan kewajiban.
Biasanya, biaya ekuitas melebihi biaya hutang. Risiko untuk pemegang saham lebih besar
daripada pemberi pinjaman karena pembayaran utang diwajibkan oleh hukum terlepas dari
margin laba perusahaan.
Dengan memilih pembiayaan ekuitas (alternatif 2), PT Kencana Ungu tidak akan menambah
liabilitasnya sehingga akan berdampak positif pada ratio yang ada di perusahaan. Ratio yang
baik mencerminkan tingkat likuiditas yang baik bagi perusahaan.