3.
Proses pembuatan LVP
a. Menurut Journal Of Drug Delivery and Therapeutics (Shientadkk., 2018 : 83-85)
Berdasarkan persyaratan sterilisasi produksi jadi, proses pembuatan produk parenteral
dipertimbangkan.
Proses filtrasi digunakan untuk mengklasifikasi larutan dan menghasilkan partikel
hingga ukuran 0,2 nm akan menghilangkan mikroorganisme, ini dilakukan
dengan sterilisasi dingin.
Pengisian larutan – larutan yang disterilkan melalui penyaringan di isi dalam
kondisi aseptic. Saat mengisi produk ke wadah, harus mencegah kontaminasi,
terutama produk tersebut disterilkan dengan penyaringan dan tidak akan
disterilkan ke dalam wadah terakhir.
Penyegelan : wadah diisi segera mungkin untuk pencegahan kontaminasi
(mewakili prosedur aseptic akhir)
Sterilisasi : sterilisasi produk parenteral harus dilakukan setelah menyegelkan ke
wadah akhir yang disebut terminal sterilisasi.
Pengemasan sediaan parenteral.
b. Menurut uji Kesesuaian Aseptis Dispensing berdasarkan pedoman dasar Dispensing
Sediaan Steril ( Departemen Kesehatan RI di ICU dan NICU Dr.Saiful Anwar, Malang,
2017 :33-38)
1) Kesesuaian petugas menggunakan APD sesuai dengan SPO.
- pakaian steril disimpan dan ditangani sedemikian rupa setelah disterilkan.
- Arloji, perhiasan dilepas dan disimpan ke lemari penyimpanan.
- Pakaian dan sepatu dilepas, disimpan di tempat yang telah disediakan.
- Penutup kepala menutup rambut diselipkan ke leher baju, masker, penutup kaki sampai
ujung kaki, celana/baju terusan diselipkan ke penutup kaki dan menggunakan kacamata
pelindung.
- Sarung tangan dibasahi dengan alkohol 70% atau larutan desinfektan lainnya.
-Membuka pintu untuk memasuki ruang penyaringan dan memasuki ruang steril
hendaknya dengan siku tangan.
- Setelah bekerja melepaskan APD dan diletakkan pada wadah yang ditentukan,
mengganti pakaian sebelum keluar dari ruang steril.
2). Kesesuaian Prosedur Pencampuran Secara Aseptis (Barang khusus tidak terdapat AF –
BSC)
- Memakai alat pelindung diri
- Membersihkan meja kerja dengan alkohol 70% dengan kain lap tidak terserap secara
searah
- Menutup permukaan meja kerja dengan alas kemotrapi, siapkan seluruh peralatan
- Sikat seluruh alat kesehatan dan wada obat yang digunakan sebelum digunakan dengan
alkohol 70%.
- Dilakukan pencampuran secara aseptis
- Sikat seluruh alat kesehatan dan wadah obat yang sudah digunakan dengan alkohol 70%
- Buang seluruh bahan yang terkontaminasi ke dalam kantung penutup
- Membersihkan area kerja dengan mencuci menggunakan deterjen dan dibilas dengan
aquadest, diulangi sebanyak 3 kali, terakhir dibilas dengan aquadest.
- Buang seluruh kasa ke dalam kantong tertutup dan tinggal alat pelindung diri
3). Kesesuaian prosedur pelepasan APD sesuai SPO :
Meninggalkan sarung tangan luar dengan menempatkan jari-jari sarung tangan di luar
manset. Angkat sarung tangan luar dengan menarik kearah telapak tangan. Diulangi
prosedur ini.
Meninggalkan baju pelindung dengan membuka ikatan baju pelindung, tarik keluar
dari bahu dan lipat sehingga bagian bagian luar tertletak didalamnya, disimpan di
kantung tertutup.
Meninggalkan penutup kepala dan buang kantong tertutup.
Meninggalkan sarung tangan dalam, bagian luar tidak boleh menyentuh kulit dan
buang di kantong tertutup.
Kantung berisi bekas APD dibuang ke kontainer buangan sisa.
Cuci tangan sesuai prosedur awal
4). kesesuaian prosedur pembuangan sesuai / SPO
Menggunakan APD
Tempatkan limbah pada kontainer buangan tertutup
Diberi label peringatan pada luar kantung
Membawa limbah ke pembuangan dengan troli tertutup
Cuci tangan
DAFTAR PUSTAKA
Achmad, A., 2017.,UjiKesesuaianAseptik Dispensing BerdasarkanPedomanDasar Dispensing
SediaanSteri; DepartemenKesehatan di ICU da NIU RSUD. Saiful Anwar Malang,
Pharmaceutical Journal Of Indonesia.,Vol 5(1).
Shienta, J., MalunjamdanSelvalinar., 2018., Formulation and Evaluation Of An injective solution
as a dosage form., journal og drug delivery and therapeutics, Vol 8(5).