Anda di halaman 1dari 1

Nama : Lesti Merdalina

NIRM : 2007 – 11 – 109

TUGAS SP PEDODONSIA

Mekanisme fluor dapat mencegah karies gigi belum dapat ditemukan secara jelas, namun
pada intinya fluor dapat berikatan dengan enamel dengan membentuk ikatan fluoroapatit
yang lebih stabil dibandingkan dengan hidroksiapatit yang kurang stabil terutama bila
terpapar asam. Namun, dalam penemuan terbaru, selain pembentukan fluoroapatit, ditemukan
pula adanya CaF2 setelah pemberian topikal aplikasi fluoride. CaF2 dapat menyediakan ion
bebas fluor yang dapat digunakan untuk membentuk ikatan fluoroapatit atau juga untuk
menghadapi proses kariogenik.

Terdapat tiga prinsip perlekatan Fluor dengan permukaan enamel yakni sebagai berikut :

• Perpindahan ion antara F- dengan OH- dalam apatit sehingga membentuk lapisan
fluorapatit.
• Adanya pertumbuhan pembentukan kristal fluoropatit dari larutan supersaturasi.
• Pelarutan apatit dengan pembentukan CaF2

Fluorapatit memiliki mekanisme pencegahan terhadap karies, sebagai berikut :

1. Sistemik : Fluor bergabung dengan gigi pada waktu kalsifikasi à bila sejumlah besar fluor
terdapat dalam iar minum pada waktu kalsifikasi gigi à gigi tersebut kandungan fluornya
akan meningkat setelah erupsi.

2. Lokal / Topikal

Mencegah demineralisasi

Gigi yang diberi fluor memiliki penurunan daya larut enamel dalam asam rongga mulut.
Dengan cara mengurangi permeabilitas enamel maka mineral yang terkandung dalam gigi
tidak cepat terlarut dalam saliva, melainkan digantikan oleh ion-ion F bebas pada permukaan
enamel.

Memiliki sifat antibakteri

Pada keadaan ph rendah, fluoride akan berdifusi ke dalam Hydrofluoric Acid. Hal ini
menyebabkan fluoride menghambat metabolisme karbohidrat oleh bakteri kariogenik
sehingga menghalangi pembentukan asam dari karbohidrat oleh mikroorganisme dalam
mulut. Ini berlaku pula terhadap gigi yang mendapat fluor secara sistemik.

Mempercepat remineralisasi

Dengan cara mengubah lingkungan permukaan enamel sehingga transfer ion antara saliva
dan enamel dipercepat ke arah enamel. Keadaan ini mengakibatkan reionisasi pada
permukaan yang terdemineralisasi menjadi lebih cepat.