Anda di halaman 1dari 10

UJIAN AKHIR SEMESTER

SPK DAN SISTEM PAKAR INFRASTRUKTUR

Nama : Amsor Chairuddin


NPM : 93218003
Program : Magister Teknik Sipil – Manajemen Rekayasa Infrastruktur
Dosen : Dr. Heri Suprapto

I. MULTIPLE CHOICE
1. Tujuan dari sebuah sistem pakar adalah untuk mentransfer kepakaran yang
dimiliki seorang pakar kedalam komputer, dan kemudian kepada orang lain (non-
expert), langkah-langkah yang diperlukan sesuai urutan adalah:
(A) Knowledge Acquisition – Knowledge Inferencing – Knowledge Representation
– Knowledge Transfering
(B) Knowledge Representation – Knowledge Acquisition – Knowledge Transfering
– Knowledge Inferencing
(C) Knowledge Acquisition – Knowledge Representation – Knowledge Inferencing
– Knowledge Transfering
(D) Knowledge Representation – Knowledge Acquisition – Knowledge Inferencing
– Knowledge Transfering
Jawab:
(C) Knowledge Acquisition – Knowledge Representation – Knowledge Inferencing
– Knowledge Transfering

2. Alasan mendasar mengapa Sistem Pakar dikembangkan untuk menggantikan


seorang pakar adalah:
(A) Dapat menyediakan kepakaran setiap waktu dan diberbagi lokasi
(B) Seorang Pakar akan pensiun atau pergi
(C) Seorang Pakar adalah mahal
(D) Kepakaran tidak dibutuhkan juga pada lingkungan yang tidak bersahabat
(hostile environtment)
Jawab:
(A) Dapat menyediakan kepakaran setiap waktu dan diberbagi lokasi

3. Pada Analitical Hierarki Proses, salah satu langkah yang ada adalah Knowledge
Aquiction yaitu:
(A) Meliputi proses pengumpulan, pemindahan, dan perubahan dari kemampuan
pemecahan masalah seorang pakar ke program computer
(B) Proses pengembangan suatu sistem pakar
(C) Menentukan sebab malfungsi dalam situasi kompleks yang didasarkan pada
gejala-gejala yang teramati
(D) memproyeksikan akibat-akibat yang dimungkinkan dari situasi-situasi tertentu
Jawab:
(A) Meliputi proses pengumpulan, pemindahan, dan perubahan dari kemampuan
pemecahan masalah seorang pakar ke program komputer.
4. Berikut ini adalah termasuk Domain Expert, kecuali:
(A) Memiliki pengetahuan kepakaran
(B) Memiliki keterampilan problem solving yang efesien
(C) Tidak dapat mengkomunikasikan pengetahuannya
(D) Dapat menyediakan waktu
Jawab:
(D) Dapat menyediakan waktu

5. Antara pemrograman konvensional dengan pengembangan Sistem Pakar


mempunyai perbedaan yang nyata, berikut ini merupakan sifat-sifat yang ada pada
sistem pakar, kecuali:
(A) Fokus pada masalah
(B) Sequential
(C) Hasil kerja tim
(D) Iterarive
Jawab:
(B) Sequential

6. Pernyataan berikut ini yang merupakan karakteristik Sistem Pakar adalah:


(A) Memiliki fasilitas informasi yang kurang handal yang dapat membantu user
dalam menyelesaikan masalah
(B) Sistem diharapkan memiliki subsistem yang memungkinkan tidak ada
perubahan atau modifikasi dapat dikerjakan tanpa melalui proses yang sulit
(C) Dapat digunakan dalam satu jenis computer
(D) Memiliki kemampuan untuk belajar beradaptasi
Jawab:
(B) Sistem diharapkan memiliki subsistem yang memungkinkan tidak ada
perubahan atau modifikasi dapat dikerjakan tanpa melalui proses yang sulit

7. Kategori Problema Sistem Pakar secara umum adalah sebagai berikut, kecuali:
(A) Interpretasi – membuat kesimpulan atau deskripsi dari sekumpulan data
mentah
(B) Hitungan – melakukan perhitungan persamaan liniers
(C) Prediksi – memproyeksikan akibat-akibat yang dimungkinkan dari situasi-
situasi tertentu
(D) Diagnosis – menentukan sebab malfungsi dalam situasi kompleks yang
didasarkan pada gejala-gejala yang teramati
Jawab:
(B) Hitungan – melakukan perhitungan persamaan linier

8. Jika menghadapi masalah kita bisa memilih menggunakan expert system dari
pada Decision Support System, alasannya sebagai berikut, kecuali:
(A) Masalah tersebut melibatkan diagnosis situasi yang kompleks
(B) Ada tingkat ketidaktentuan dalam aspek masalah tertentu
(C) Aspek masalah yang dihadapi sudah pasti
(D) Ada kemungkinan bagi ahli manusia untuk memecahkan masalah tersebut
dalam jangka waktu yang wajar
Jawab:
(C) Aspek masalah yang dihadapi sudah pasti

9. Yang termasuk dalam kegiatan pemahaman dan perumusan masalah pada proses
pembuatan keputusan adalah:
(A) Menentukan data yang relevan
(B) Identifikasi gejala yang muncul
(C) Mengumpulkan data
(D) Mencari pola dari data yang terkumpul
Jawab:
(B) Identifikasi gejala yang muncul

10. Kegiatan yang dilakukan dalam pengumpulan dan analisis daya yang relevan
adalah:
(A) Mencari pola dari data yang terkumpul
(B) Cari penyebab/masalah utama
(C) Cari bagian-bagian yang perlu dipecahkan
(D) Identifikasi gejala yang muncul
Jawab:
(A) Mencari pola dari data yang terkumpul

11. Dalam pembuatan keputusan dapat dilakukan secara berkelompok maupun


sendiri. Keunggulan Pembuatan keputusan secara berkelompok adalah sebagai
berikut, kecuali:
(A) Pencarian alternative keputusan lebih luas
(B) Adanya kerangka pandangan yang lebar
(C) Keputusan kelompok dapat merupakan kompromi atau bukan sepenuhnya
keputusan kelompok
(D) Resiko keputusan ditanggung kelompok
Jawab:
(C) Keputusan kelompok dapat merupakan kompromi atau bukan sepenuhnya
keputusan kelompok

12. Analytical Hierarchy Proses dapat memberikan solusi yang optimal dengan cara
yang transparan melalui:
(A) Analisis keputusan secara kuantitatif saja
(B) Evaluasi dan representasi solusi secara sederhana melalui model hirarki
(C) Argument yang logis
(D) Pengujian kualitas keputusan
Jawab:
(B) Evaluasi dan representasi solusi secara sederhana melalui model hirarki
13. Keuntungan dalam menggunakan AHP sebagai alat analisis adalah:
(A) AHP memadukan rancangan deduktif dan rancangan berdasarkan sistem
dalam memecahkan persoalan kompleks
(B) AHP tidak dapat menangani saling ketergantungan elemen-elemen dalam
suatu sistem dan tidak memaksakan pemikiran linier
(C) AHP mencerminkan kecenderungan alami pikiran untuk memilah-milah
elemen-elemen dalam suatu sistem dalam berbagai tingkat berlainan dan
mengelompokkan unsur yang serupa dalam setiap tingkat
(D) AHP memberi suatu skala dalam mengukur hal-hal yang tidak terwujud untuk
mendapatkan prioritas
Jawab:
Pilihan A, C, dan D benar.

14. Dalam penggunaan AHP, terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan
responden memberikan jawaban yang tidak konsisten, yaitu:
(A) Keterbatasan informasi
(B) Kurang konsentrasi
(C) Struktur model yang memadai
(D) Ketidakkonsistenan dalam dunia nyata
Jawab:
(D) Ketidakkonsistenan dalam dunia nyata

15. Manfaat yang bisa didapatkan dalam Analitical Hierarki Proses adalah sebagai
berikut, kecuali:
(A) Pencapaian tujuan yang akan menghasilkan keputusan yang tidak rasional
(B) Digunakan dalam pengambilan keputusan yang melibatkan perbandingan
elemen keputusan yang sulit untuk dinilai secara kuantitatif
(C) AHP merupakan sebuah metode sistematis untuk membandingkan
seperangkat tujuan atau lternative
(D) Mengurangi kerumitan suatu keputusan
Jawab:
(A) Pencapaian tujuan yang akan menghasilkan keputusan yang tidak rasional

16. Bentuk-bentuk sistem pakar yang sudah dibuat mempunyai bentuk sebagai
berikut, kecuali:
(A) Berdiri sendiri, yaitu sistem pakar yang berupa software yang berdiri sendiri
(B) Tergabung sistem pakar ini merupakan bagian p-rogram yang terkandung di
dalam suatu algoritma
(C) Menghubungkan ke software lain, yaitu sistem pakar yang menghubungkan
ke suatu paket program tertentu, missal DBMS
(D) Bentuk umum, dapat dipergunakan untuk berbagai macam persoalan
Jawab:
(D) Bentuk umum, dapat dipergunakan untuk berbagai macam persoalan
17. Yang termasuk dalam lingkungan pengembangan dalam sistem pakar adalah,
kecuali:
(A) Basis pengetahuan
(B) Rekayasa pengetahuan
(C) Pengetahuan ahli
(D) Aksi yang direkomendasikan
Jawab:
(D) Aksi yang direkomendasikan

18. Yang termasuk dalam lingkungan konsultasi pada pengembangan sistem pakar
adalah:
(A) Basis pengetahuan
(B) Rekayasa pengetahuan
(C) Antar muka pengguna
(D) Aksi yang direkomendasikan
Jawab:
(C) Antar muka pengguna

19. Yang termasuk basis pengetahuan dalam pengembangan sistem pakar adalah:
(A) Ilmu
(B) Teori
(C) Aturan-aturan
(D) Pengguna
Jawab:
(C) Aturan-aturan

20. Manakah pernyataan yang benar


(A) Decomposition adalah membuat penilaian tentang kepentingan relatif dua
elemen pada suatu tingkat tertentu
(B) Comparative Judgement adalah melakukan sintesa di antara prioritas daerah
(C) Decomposition adalah memecah persoalan yang utuh menjadi unsur-
unsurnya
(D) Comparative Judgement adalah pemecahan terhadap unsur-unsurnya
dilakukan hingga tidak memungkinkan dilakukan pemecahan lebih lanjut
Jawab:
(C) Decomposition adalah memecah persoalan yang utuh menjadi unsur-
unsurnya
II. ESSAY
Dinas pekerjaan umum kota AA akan mengadakan perbaikan jalan sepanjang 3
km. Ruas jalan tersebut merupakan ruas jalan yang arus lalu lintasnya tinggi dan
menghubungkan ke daerah perdagangan. Jalan tersebut sebelumnya menggunakan
perkerasan lentur, dan sering mengalami kerusakan. Anggaran yang tersedia sangat
terbatas. Anda diminta untuk melakukan pengambilan keputusan dengan AHP apakah
perbaikan jalan yang akan dilakukan menggunakan perkerasan lentur lagi atau diubah
menjadi perkerasan kaku.
Soal:
a. Lakukan proses Dekomposisi (Decomposition) dari permasalahan di kota AA
tersebut
b. Lakukan proses Penilaian Komparasi (Comparative Judgment) dari permasalahan
di kota AA
c. Lakukan proses Penentuan Prioritas (Synthesis of Priority) dari permasalahan di
kota AA tersebut

Jawab:
a. Dekomposisi masalah merupakan langkah untuk menguraikan suatu tujuan (goal),
proses pemecahan masalah yang mencakup sejumlah karakteristik, seperti
memesan dan menganalisa data secara logis dan menciptakan solusi dengan
menggunakan serangkaian langkah terurut (atau algoritme), seperti kemampuan
untuk menangani kompleksitas dan masalah terbuka dengan percaya diri. dengan
kata lain dekomposisi itu adalah membuat masalah yang awalnya besar menjadi
lebih kompleks atau lebih ringan.

Pada proses dekomposisi masalah dari permasalahan perbaikan jalan di Kota AA


sebagai berikut:

Hierarchy I
TUJUAN  Memilih metode perbaikan menggunakan perkerasan lentur atau
mengubahnya menjadi perkerasan kaku
Hierarchy II
KRITERIA  1. Teknis (kekuatan, keawetan, kondisi arus lalulintas,
ketahanan)
2. Non Teknis (metode pelaksanaan, maintenance,
kenyamanan)
3. Biaya (biaya pembangunan dan pemeliharaan selanjutnya)
Hierarchy III
ALTERNATIF  1. Perkerasan Lentur
2. Perkerasan Kaku

b. Prinsip ini membuat penilaian tentang kepentingan relatif dua elemen pada
suatu tingkat tertentu yang berkaitan dengan tingkat di atasnya. Penilaian ini
merupakan inti dari AHP karena berpengaruh terhadap prioritas elemen-
elemen. Hasil penilaian ini tampak lebih baik bila disajikan dalam bentuk
matriks perbandingan berpasangan (pairwise comparison). Penilaian komparasi
(comparative judgement) dilakukan pada hierarki II (kriteria) dan hierarki III
(alternatif). Prosedur penilaian mengacu pada skor penilaian dari Thomas L
Saaty pada tabel berikut.

Hierarchy II
KRITERIA  1. Teknis (kekuatan, keawetan, kondisi arus lalulintas,
ketahanan)
2. Non Teknis (metode pelaksanaan, maintenance,
kenyamanan)
3. Biaya (biaya pembangunan dan pemeliharaan selanjutnya)

Matriks Pairwise Comparison untuk Kriteria


  Teknis Non Teknis Biaya
Teknis 1/1 2/1 1/5
Non Teknis 1/2 1/1 1/7
Biaya 5/1 7/1 1/1

Matriks pairwise comparison dalam bentuk desimal kemudian dikuadratkan:

1/1 2/1 1/5 1/1 2/1 1/5 3/1 27 /5 17/ 25

[ ][ ][
1/2 1/1 1/7 x 1/2 1/1 1/7 = 17/10 149 /50 19/ 50
5/1 7 /1 1/1 5/1 7 /1 1/1 27/2 24 /1 149/50 ]
Menjumlahkan setiap baris dari matriks hasil penguadratan, kemudian
dinormalisasi hingga didapat nilai eigenvector:

3/ 1 27 / 5 17 / 25 9,086

[ 27 / 2 24 /1 149 / 50]
17 / 10 149 / 50 19 / 50  5,100
40,500

9,086+5,100+ 40,500 = 54,686

9,086 /54,686 0,166


5,100 /54,686 = 0,093 = 0,166+ 0,093+ 0,741=1,000
40,500/54,686 0,741

Mengecek ulang nilai eigenvector dengan menguadratkan kembali matriks hasil


penguadratan, kemudian dibandingkan antara nilai eigenvector pertama dan
kedua.

3/ 1 27 / 5 17 / 25 3/ 1 27 / 5 17 / 25

[ 27 / 2 24 /1 149 / 50][
17 / 10 149 / 50 19 / 50 x 17 / 10 149 / 50 19 / 50 =
27 / 2 24 /1 149 / 50 ]
27,360 48,612 6,118 82,090
⌊ 15,296 27,180 3,421 ⌋  45,897
121,530 215,940 27,180 364,650

82,090+ 45,897+364,650=492,637

82,090/ 492,637 0,167


45,897 /492,637 = 0,093 = 0,16 7+ 0,093+ 0,74 0=1,000
364,650/ 492,637 0,740

Perbedaan eigenvector 1 dan eigenvector 2 = 1 – 1 = 0


Sehingga didapat peringkat kriteria sebagai berikut:
Pertama : Biaya (0,741)
Kedua : Teknis (0,166)
Ketiga : Non Teknis (0,093)

Hierarchy III
ALTERNATIF  1. Perkerasan Lentur
2. Perkerasan Kaku
# Teknis
Matriks Pairwise Comparison untuk Kriteria
  Lentur Kaku
Lentur 1/1 1/4
Kaku 4/1 1/1

Nilai Eigenvector

5/2
[ 1/1
4 /1
1/4 1/1 1/4
][
x
1 /1 4 /1 1 /1
=
2 1 /2
] [
8 2
 ]
10
 5/2 + 10 = 25/2

5/2 : 25/2 1/5


=  1/5 + 4/5 = 1
10:25 /2 4 /5

# Non Teknis
Matriks Pairwise Comparison untuk Kriteria
  Lentur Kaku
Lentur 1/1 3/1
Kaku 1/3 1/1

Nilai Eigenvector

8
[ 1/1 3/1
1/3 1/1 ] [x
1/1 3/1
1/3 1/1 ] [ 2 6
2/3 2 ]
= 
8 /3
 8 + 8/3 = 32/3

8 :32/3 3/ 4
=  3/4 + 1/4 = 1
8 /3 :32/3 1/4

# Biaya
Matriks Pairwise Comparison untuk Kriteria
  Lentur Kaku
Lentur 1/1 1/5
Kaku 5/1 1/1
Nilai Eigenvector

12/5
[ 1/1 1/5
5/1 1/1 ] [ 1/1 1/5
x
5/1 1/1 ] [ 2 2/5
10 2 ]
= 
12
 12/5 + 12

12/5 :72/5 1/6


=  1/6 + 5/6 = 1
12:72/5 5/6

Rekapitulasi

Teknis Non Teknis Biaya


Peringkat
Eigenvector Alternatif Eigenvector Alternatif Eigenvector Alternatif
1 4/5 Kaku 3/4 Lentur 5/6 Kaku
2 1/5 Lentur 1/4 Kaku 1/6 Lentur

c. Penentuan prioritas dilakukan dengan mengalikan nilai eigenvector alternative


dengan nilai eigenvector kriteria

0,741
[ 1/5 3 / 4 1/6
4 /5 1/ 4 5/6 ] [ ]
x 0,166 =
0,093
0,288 LENTUR
0,712 KAKU