Anda di halaman 1dari 4

a.

Iklim

Iklim adalah keadaan rata-rata cuaca dalam suatu periode

tertentu sepanjang lebih dari 10 tahun. Berikut adalah parameternya:

1) Curah Hujan

Data curah hujan yang dikumpulkan adalah data curah

hujan stasiun Allukeke selama sepuluh tahun, yakni tahun 2008-

2017 yang didapatkan dari Dinas PU Direktorat SDA bagian

Hidrologi dan Kualitas Air BBWS-PJ. Dari data tersebut,

diperoleh jumlah curah hujan rata-rata tahunan sebesar 302,471

mm/tahun, dengan jumlah curah hujan maksimum sebesar

605,167 mm/tahun pada bulan Desember dan jumlah curah hujan

minimum sebesar 57,4 mm/tahun pada bulan Agustus.

Tabel 4.1. Curah Hujan Rata-rata Tahunan Stasiun Allukeke Tahun 2008-2017
Curah Hujan (mm)
Bula
n 200 201 201 201 201 201 Jumlah Rata2
2009 2012 2014 2016
8 0 1 3 5 7 CH (mm) CH (mm)
Jan 422 - 896 - 871 572 748 - 304 198 4011 573,000
Feb 868 - 429 - 484 369 403 - 365 234 3152 450,286
Mar 437 - 435 - 520 201 239 - 427 160 2419 345,571
Apr 232 - 258 - 365 159 335 - 749 167 2265 323,571
Mei 101 - 373 - 137 253 264 - 732 122 1982 283,143
Jun 55 - 162 - 103 186 170 - 205 112 993 141,857
Jul 13 - 92 - 43 128 55 - 276 100 707 101,000
Agt - - 96 - - 18 90 - 58 25 287 57,400
Sept - - 190 - 1 4 - - 1104 10 1309 261,800
Okt 85 - 135 - 35 32 20 - 207 178 692 98,857
Nov 753 - 556 - 208 - 248 - 341 222 2328 388,000
Des 654 - 468 - 256 - 1005 - 925 323 3631 605,167
BB 7 - 10 - 8 7 8 - 11 10 61 6,1
BL 4 - - - - - 1 - - - 5 0,5
BK 1 - 2 - 4 5 3 - 1 2 18 1,8
Sumber: Hasil perhitungan rata-rata curah hujan tahun 2008-2017, Dinas PU Direktorat
Sumber Daya Air bagian Hidrologi dan Kualitas Air BBWS-PJ, tahun 2019
Data hasil perhitungan curah hujan rata-rata stasiun

Allukeke, kemudian disajikan dalam Peta Isohyet DAS

Jenerakikang (Gambar 4.3) yang dibantu dengan data curah hujan

beberapa stasiun pembantu yang berada di sekitar Sub DAS

Jenerakikang, dengan jumlah intensitas curah hujan tahunan,

sebagai berikut:

Tabel 4.2. Jumlah Intensitas Curah Hujan Tahunan DAS


Jenerakikang, Tahun 2008-2017
Curah Hujan Rata-Rata
Stasiun Curah Hujan
(mm/tahun)
Allukeke 302,472
Puca 364,137
Malakaji 277,113
Malino 310,553
Senre 341,355
Sumber: Hasil perhitungan rata-rata curah hujan tahun 2008-2017

2) Tipe Curah Hujan

Klasifikasi tipe curah hujan ditentukan menurut Schmidt

dan Ferguson (1951), dengan menggunakan data curah

hujan.Penentuan tipe curah hujan suatu daerah ditetapkan

berdasarkan nilai Q yang merupakan perbandingan antara rata-

rata jumlah bulan kering dengan rata-rata bulan basah. Bulan

basah adalah bulan dengan curah hujan lebih besar dari 100 mm,

sedangkan bulan kering adalah bulan dengan curah hujan kurang

dari 60 mm. Bulan dengan curah hujan yang diperoleh antara 60 –

100 mm disebut bulan lembab. Pembagian tipe curah hujan

menurut Schmidt dan Ferguson tersebut diformulasikan sebagai

berikut :
Jumla h Rata−RataBulanKering
Q= x 100 %
Jumla h Rata−RataBulanBasa h

Hasil perhitungan nilai Q tersebut disesuaikan dengan

kriteria tipe curah hujan pada tabel berikut ini :

Tabel 4.3 Kriteria Tipe Curah Hujan Menurut Schmidt Dan


Ferguson
Tipe Iklim Kriteria Nilai Q Keterangan
A 0,00 – 14,3 Sangat Basah
B 14,3 – 33,3 Basah
C 33,3 – 60,0 Agak Basah
D 60,0 – 100,0 Sedang
E 100,0 – 167,0 Agak Kering
F 167,0 – 300,0 Kering
G 300,0 – 700,0 Sangat Kering
H Di Atas 700,0 Luar Biasa Kering
Sumber : Schmidt dan Ferguson (1951)

Berdasarkan data stasiun Allukeke diperoleh rata-rata

bulan kering 1,8 dan rata-rata bulan basah 6,1 sehingga nilai Q

adalah 0,3 %. Ini berarti lokasi penelitian bertipe iklim sangat

basah (Tipe A) dengan curah hujan rata-rata bulanan berkisar

antara 57,4 mm – 605,2 mm.

Gambar 4.2 Diagram Tipe Curah Hujan Schmidt dan Fergson


Hasil perhitungan tersebut diplot dalam gambar tipe

curah hujan (Schmidt dan Ferguson, 1951) maka nampak seperti

pada Gambar 4.3. Gambar tersebut menunjukkan bahwa daerah

arsiran adalah tipe iklim sangat basah yang berada pada nilai Q

antara 0,00 % - 14,3 %.