Anda di halaman 1dari 9

METODE PENELITIAN GEOGRAFI

Jenis-jenis Penelitian

NURUL AFDAL HARIS


1415141002
1. Penelitian Survey

Kerlinger (1996) mengatakan bahwa “penelitian survey


adalah penelitian yang dilakukan pada populasi besar
maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data dari
sampel yang diambil dari populasi tersebut, sehingga
ditemukan kejadian-kejadian relative, distribusi, dan
hubungan antar variabel sosologis maupun psikologis.”
• Contoh:
Pengaruh kemampuan dan motivasi kerja pegawai
terhadap kualitas pelayanan masyarakat di Dinas
Kebersihan Kota Surabaya
2. Penelitian Ex Post Facto

Sugiyono (1999:7) mengemukakan bahwa “penelitian


ex post facto adalah suatu penelitian yang dilakukan untuk
meneliti peristiwa yang telah terjadi dan kemudian melihat
ke belakang untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat
menimbulkan kejadian tersebut.” Lebih lanjut dikatakan
penelitian ini menggunakan logika dasar yang sama dengan
penelitian eksperimen yaitu jika X, maka Y, hanya saja pada
penelitian ini tidak ada manipulasi langsung terhadap
variabel bebas (independen).
Contoh:
• Penelitian yang bertujuan untuk mengungkapkan sebab-
sebab terjadinya kerusakan instalasi reactor nuklir di
India
3. Penelitian Eksperimen

Penelitian dengan pendekatan eksperimen adalah


suatu penelitian yang berusaha mencari pengaruh
variabel tertentu terhadap variabel yang lain dalam
kondisi yang terkontrol secara ketat. Terdapat empat
bentuk metode yaitu pre experimental, true
eksperimental, factorial, dan quasi experimental.
(Tuckman, 1982:128).
Contoh:
• Pengaruh kecepatan sepeda motor merek Honda,
Yamaha, Suzuki dan Beijing terhadap beban kerja
4. Penelitian Naturalistik

Metode penelitian ini sering disebut dengan metode


kualitatif. Metode kualitatif adalah metode penelitian yang
digunakan untuk meneliti pada kondisi objek alamiah
(sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti
adalah sebagai instrument kunci. Teknik pengumpulan data
dilakukan secara induktif (penarikan kesimpulan
berdasarkan keadaan-keadaan yang khusus untuk
diperlakukan secara umum). Hasil penelitian kualitatif lebih
menekankan makna dari pada generalisasi.
Contoh:
• Perspektif Jabatan Fungsional Widyaiswara dalam
Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Negeri Sipil
5. Penelitian Kebijakan
(Policy Research)
Menurut Majchrzak (1984) penelitian kebijakan adalah
suatu proses penelitian uang dilakukan pada masalah-
masalah sosial yang mendasar, sehingga hasil temuannya
dapat direkomendasikan kepada pembuat keputusan untuk
bertindak secara praktis dalam menyelesaikan kasus-kasus
ditempat kerjanya.
Contoh:
• Pengaruh Implementasi Kebijakan Sistem Informasi
Manajemen Kepegawaian terhadap Efektifitas
Pelayanan Administrator Kepegawaian pada Biro
Kepegawaian
6. Penelitian Tindakan

Penelitian tindakan adalah sautu proses yang dilalui oleh


perorangan atau kelompok yang menghendaki perubahan
dalam situasi tertentu untuk menguji prosedur yang
diperkirakan akan menghasilkan perubahan tersebut dan
kemudian, setelah sampai pada tahap kesimpula yang dapat
dipertanggungjawabkan, melaksanakan prosedur tersebut.
Tujuan utama penelitian tindakan adalah untuk mengubah:
situasi, perilaku, organisasi dan termasuk struktur
mekanisme kerja, iklim kerja serta sarana & prasarana.
Contoh:
• Implementasi Pelayanan Persampahan dalam
Perencanaan Tata Kota
7. Penelitian Evaluasi

Penelitian evaluasi dapat dinyatakan juga sebagai evaluasi,


tetapi dalam hal lain juga dapat dinyatakan sebagai penelitian.
Sebagai evaluasi berarti hal ini merupakan bagian dari proses
pembuatan keputusan, yaitu untuk membandingkan suatu
kejadian, kegiatan, produk dengan standar program yang telah
ditetapkan. Evaluasi sebagai penelitian berarti akan berfungsi
untuk mejelaskan fenomena. Ada dua jenis dalam penelitian
evaluasi yaitu: Penelitian evaluasi formatif yang menekankan
pada proses dan penelitian evaluasi sumatif yang menekankan
pada produk (Kidder, 1981:84)
Contoh:
• Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Pos Yandu di Daerah
Sidomukti Sidoarjo
8. Penelitian Sejarah

Penelitian sejarah berekenaan dengan analisis yang logis


terhadap kejadian-kejadian yang berlangsung di masa lalu.
Penelitian tidak mungkin lagi mengamati kejadian yang akan
diteliti. Walaupun demikian sumber datanya bisa primer, yaitu
orang terlibat langsung dalam kejadian tersebut atau sumber-
sumber dokumentasi yang berkenaan dengan kejadian tersebut.
Tujuan penelitian sejarah menurut Isaac (1983) adalah untuk
merekonstruksi berkenaan dengan analisis yang logis terhadap
kejadian-kejadian yang berlangsung di masa lalu secara
sistematis dan objektif melalui pengumpulan data, evaluasi,
verifikasi dan sintesa data yang diperoleh sehingga dapat
ditetapkan fakta-fakta untuk membuat suatu kesimpulan.
Contoh:
• Perkembangan Penuyebaran Agama Islam di Indonesia