67% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
11K tayangan3 halaman

True Experimental Design

Metode eksperimen sungguhan adalah metode penelitian yang mengkontrol semua variabel luar dan membandingkan hasil antara kelompok perlakuan dan kontrol secara ketat untuk menyelidiki hubungan sebab akibat. Metode ini memiliki validitas internal dan eksternal yang kuat karena menggunakan desain dengan kelompok kontrol dan perlakuan yang dipilih secara acak.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
67% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
11K tayangan3 halaman

True Experimental Design

Metode eksperimen sungguhan adalah metode penelitian yang mengkontrol semua variabel luar dan membandingkan hasil antara kelompok perlakuan dan kontrol secara ketat untuk menyelidiki hubungan sebab akibat. Metode ini memiliki validitas internal dan eksternal yang kuat karena menggunakan desain dengan kelompok kontrol dan perlakuan yang dipilih secara acak.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

True Experimental Design

Dikatakan true experimental (eksperimen yang sebenarnya/betul-betul) karena dalam desain


ini peneliti dapat mengontrol semua variabel luar yang mempengaruhi jalannya eksperimen.
Dengan demikian validitas internal (kualitas pelaksanaan rancangan penelitian) dapat
menjadi tinggi. Ciri utama dari true experimental adalah bahwa, sampel yang digunakan
untuk eksperimen maupun sebagai kelompok kontrol diambil secara random (acak) dari
populasi tertentu. Jadi cirinya adalah adanya kelompok kontrol dan sampel yang dipilih
secara random. Desain true experimental terbagi atas:
a) Posstest-Only Control Design
Dalam desain ini terdapat dua kelompok yang masing-masing dipilih secara random
(R). Kelompok pertama diberi perlakuan (X) dan kelompok lain tidak. Kelompok
yang diberi perlakuan disebut kelompok eksperimen dan kelompok yang tidak diberi
perlakuan disebut kelompok kontrol.
b) Pretest-Posttest Control Group Design
Dalam desain ini terdapat dua kelompok yang dipilih secara acak/random, kemudian
diberi pretest untuk mengetahui keadaan awal adakah perbedaan antara kelompok
eksperimen dan kelompok kontrol.
c) The Solomon Four-Group Design
Dalam desain ini, dimana salah satu dari empat kelompok dipilih secara random. Dua
kelompok diberi pratest dan dua kelompok tidak. Kemudian satu dari kelompok
pratest dan satu dari kelompok nonpratest diberi perlakuan eksperimen, setelah itu
keempat kelompok ini diberi posttes tidak. Oleh karena itu, untuk mengatasi kesulitan
dalam menentukan kelompok kontrol.

Metode eksperimen sungguhan adalah menyelidiki kemungkinan hubungan sebab-akibat


dengan desain di mana secara nyata ada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol dan
membandingkan hasil perlakuan dengan kontrol secara ketat. Validitas internal dan eksternal
cukup utuh.
Menurut Sumadi Suryabrata (1990:32-36) bertujuan untuk menyelidiki kemungkinan
hubungan sebab akibat dengan desain dimana secara nyata ada kelompok perlakuan dan
kelompok control dan membandingkan hasil perlakuan dengan kontrol yang tidak dikenai
kondisi perlakuan.
Contoh:
Penelitian untuk menyelidiki pengaruh dua metode mengajar sejarah pada murid-murid kelas
III SMA sebagai fungsi ukuran kelas dan taraf intelegensi murid, dengan cara menempatkan
guru secara random berdasarkan inteligensi, ukuran kelas, dan metode mengajar.
Rancangan eksperimental sungguhan yang cukup dikenal adalah:
1. Postest-only Control group design, Dalam model rancangan ini, kelompok eksperimen dan
kelompok kontrol dibentuk dengan prosedur random, sehingga keduanya dapat dianggap
setara. Selanjutnya kelompok eksperimen diberikan perlakuan. Setelah perlakuan telah
diberikan dalam jangka waktu tertentu, maka setelah itu dilakukan pengukuran variabel
terikat pada kedua kelompok tersebut, dan hasilnya dibandingkan perbedaannya.
Desainnya adalah sebagai berikut:
(R)     X O1
(R)        O2
Maksud dari desain tersebut ialah ada dua kelompok yang dipilih secara random. Kelompok
pertama diberi perlakuan sedang kelompok dua tidak. Kelompok pertama diberi perlakuan
oleh peneliti kemudian dilakukan pengukuran; sedang kelompok kedua yang digunakan
sebagai kelompok pengontrol tidak diberi perlakukan tetapi hanya dilakukan pengukuran
saja.
R                  X1       O2
O2
2.   Pretest – Posttest Control Group Design
yaitu suatu rancangan penelitian yang menggunakan dua kelompok subjek.  Dua kelompok
subjek tes tersebut diberi nama kelompok kontrol dan eksperimen.
Kelompok eksperimen diberi perlakuan, sementara itu kelompok kontrol tidak. Sebelum dan
sesudah pemberian perlakuan kedua kelompok tersebut diukur variabelnya. Desain ini
merupakan pengembangan desain di atas. Perbedaannya terletak pada baik kelompok pertama
dan kelompok pengontrol dilakukan pengukuran didepan (pre-test). Desainnya adalah sebagai
berikut:
(R)     O1 X O2
(R)      O3 O4

Rancangan penelitian eksperimen sungguhan (True experiment design) merupakan rancangan


penelitian eksperimental yang meneliti tentang kemungkinan sebab-akibat antara kelompok
yang diberi perlakukan (kelompok eksperimen) dengan kelompok kontrol (tidak diberi
perlakuan) lalu kemudian membandingkan antara keduanya (Sani K, 2016).
Penelitian eksperimen sungguhan adalah penelitian yang secara penuh mengontrol  semua
faktor yang kemungkinan mengganggu validitas internal sehingga hal ini dapat memberikan
kemantapan hasil yang dicapai sebagai efek perlakuan. Ada dua faktor yang kemungkinan
mengganggu validitas internal yaitu faktor intrinsik yang meliputi perubahan pada diri
individu atau unit yang dipelajari yang berlangsung selama penelitian
(misalnya: history, kematangan, pengetesan, instrumentasi, mortalitas eksperimental, regresi
statistika) dan yang kedua adalah faktor ekstrinsik yakni kemungkinan kecondongan hasil
penelitian sebagai akibat perbedaan pemilihan  peserta dalam kelompok eksperimen dan
kelompok kontrol (Yusuf, 2014).
Adanya kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yang dipilih secara acak atau rambang
merupakan ciri utama dari penelitian eksperimen sungguhan (Sugiyono, 2017). Rambang
atau randomisasi merupakan salah satu cara yang dapat meminimalkan pengaruh faktor
ekstrinsik, cara yang lainnya disebut matching. Randomisasi dan matching ini maksudnya
adalah melakukan kontrol terhadap variabel terdahulu yang sudah diketahui, caranya adalah
dengan memilij kelompok eksperimen berdasarkan karakteristik yang sama. selain itu dapat
pula dilakukan dengan membuat kelompok kontrol dan eksperimen sama dalam variabel
yang relevan.  Sedangkan pada faktor ekstrinsik dapat dilakukan dengan mengadakan
kelompok kontrol (Yusuf, 2014).
Ada dua jenis rancangan penelitian eksperimen sungguhan  yang sering digunakan
yaitu posttest-Only control design dan pretest-posttest control group design.
posttest-Only control design

R       X     O1
R              O2

Menurut Sugiyono (2017), dalam desain ini terdapat dua kelompok yang masing-masing
dipilih secara random (R). Kelompok pertama diberi perlakuan  (X) dan kelompok kedua
tidak diberi perlakuan. Kelompok yang diberi perlakuan disebut sebagai kelompok
eksperimen dan kelompok yang tidak diberi perlakuan disebut sebagai kelompok kontrol.
Pengaruh adanya perlakuan adalah (O1 : O2). Dalam penelitian yang sesungguhnya pengaruh
perlakuan dianalisis dengan uji beda, dengan menggunakan statistik t –test. Misalnya
seperti Apabila terdapat perbedaan yang sigifikan antara kelompok eksperimen dengan
kelompok kontrol, maka perlakuan yang diberikan berpengaruh secara signifikan. Akan tetapi
karena dalam desain ini tidak dilakukan pretest maka tidak dapat diketahui berapa besar
pengaruh perlakuan yang diberikan.
pretest-posttest control group design

R               O1     X         O2
R              O3                   O4

Rancangan ini berbeda dengan one group pretest-posttest design, karena dalam pola
eksperimen sesungguhnya selalu ada kelompok kontrol dan penentuan  subjek secara random.
Selain itu, keadaan lingkungan baik untuk kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen
selalu sama (Yusuf, 2014). Menurut Sugiyono (2017), adanya pretest bertujuan untuk
mengetahui keadaan awal adakah perbedaan antara kelompok eksperimen dengan kelompok
kontrol. Hasil pretest yang baik adalah jika nilai kelompok eksperimen dan kelompok kontrol
tidak berbeda secara signifikan. Pengaruh perlakuan adalah (O2 – O1) - (O4 – O3).

Anda mungkin juga menyukai