Anda di halaman 1dari 25

Pada fase pematangan buah terjadi :

 Perubahan karbohidrat menjadi gula


 Perubahan hemiselulose menjadi sakarida sederhana
 Perubahan warna buah
 Terbentuknya enzim2 pendegradasi senyawa senyawa
dalam buah
Sortasi Panen

 Menentukan kualitas buah yang masuk ke pabrik


 Sebaiknya dilakukan pada setiap buah yang masuk-------kurang
ekonomis
 Sortasi dilakukan dengan sampling (10% dari truk yang masuk
secara acak)
 Evaluasi terhadap sortasi panen
 Nilai Sortasi Panen NSP
 NSP = -5(Fr00) -1(Fr0) + (Fr.1 +2 + 3) +1/2 (Fr.4)-1/3(Fr.5)
 NSP ideal 80-100%
 % Berondolan (standar) =(1/2 x (Fr.4 + Fr.5)) + 7
 IPB = Indeks Pengutipan Berondolan
 IPB = % Berondolan sebenarnya/ % Berondolan (standar)
 IPB ideal 80-100%
Pengertian Fraksi2 TBS
 Golongan Mutu TBS berdasarkan tingkat kematangan
 Ditandai dengan jumlah berondolan di
piringan/jumlah buah membrondol pada buah
Pengertian-Pengertian
 Rendemen minyak/inti) = jumlah (persen)
minyak/inti yang diperoleh dari sejumlah TBS yang
diolah selama proses pengolahan
 Rendemen (OER)(%) Minyak/TBS olah x 100%
 Losses = Jumlah (%) minyak/inti yang hilang terhadap
TBS olah selama proses pengolahan
 Losses (%) (thd contoh) : minyak/contoh x 100%
 Losses (%) (thd TBS) = minyak/contoh x contoh/TBS
x 100%
CONTOH PERBEDAAN
JENIS BUAH SAWIT
Transmission electron micograph penampang
mesocap sawit perbesaran 6600
TEM Sterilised Fruit
PERUBAHAN KOMPONEN DAGING BUAH PADA PERIODE
PEMATANGAN BUAH
Hari setelah Kandungan Kandungan Kandungan
anthesis Minyak (%) Bahan Kering Air (%)
Non Minyak (%)

90 1,4 14,9 83,7


110 2,2 16,8 81,0
130 12,4 18,0 69,6
150 37,4 18,8 43,8
160 *) 43,2 16,0 40,8
180 51,0 16,6 32,4

*) Awal membrondolnya buah


Anthesis : Kedaan putik bunga betina yang siap utk diserbuki
tepung sari (waktunya ± 3 hari)

Sumber : Henson, 1996


PPKS
PPKS
KRITERIA MATANG PANEN

FRAKSI JUMLAH BUAH LEPAS DERAJAT


(% DARI BUAH LUAR *) KEMATANGAN
00 Tidak ada, masih hitam Sangat mentah
0 1 buah – 12,5% (1 – 25 butir) Mentah
1 > 12,5% - 25% (26 – 50 butir) Kurang matang
2 > 25% - 50% (51 – 100 butir) Matang 1
3 > 50% - 75% (101 – 150 butir) Matang 2
4 > 75% (151 butir – lebih) Lewat matang 1
5 Buah dalam ikut memberondol Lewat matang 2
Sumber: Adlin U. Lubis, 1993
Diadopsi Ditjenbun, 1997
*) untuk TBS 10 - 15 kg, buah luar dapat mencapai 200 butir

PPKS
Kriteria Kematangan Buah

Umur Berat rerata TBS Kriteria minimal


panen*
0 – 6 tahun 6 – 9 kg 2 berondolan per
tandan
7 – 10 tahun 14 – 18 kg 5 berondolan per
tandan
Lebih dari 10 18 – 35 kg 10 berondolan
tahun per tandan
*Jumlah berondolan yg lepas dari tandannya diketahui berdasarkan jumlah kantung (sockets)
Berondolan yang sudah kosong. (Berondolan akan mengelupas dari kantungnya jika sudah
Mencapai kematangan maksimal)
STANDARD KEMATANGAN BUAH SAWIT
Kriteria % Buah Luar Kadar ALB Rendemen Persyaratan
Memberondol % % %
F 00 0 1,60 16 0,0

F 0 0 - 12,5 1,65 18 Maks. 3,0

F 1 12,5 - 25 1,70 21,40

F 2 25 - 50 1,80 22,10 Min. 85,0

F 3 50 - 75 2,10 22,20

F 4 75 - 100 2,60 22,20 Maks. 10

F 5 Buah dalam sudah 3,80 21,90 Maks. 2,0


memberondol
Brondolan 9,5

Tandan Kosong 0,0


Panjang Tangkai T B S Maks. 2,5 cm
13
KRITERIA MATANG PANEN
Komposisi Buah:
RBT  20 kg Berondolan luar: 30%
Berondolan tengah: 22%
Berondolan dalam: 18%

PPKS
Composition
KRITERIA PANEN

Kriteria umum untuk tandan buah yang dapat dipanen adalah


berdasarkan jumlah brondolan yang terlepas dari tandannya dan
jatuh ke tanah (piringan) secara alami atau dengan istilah lain
menghasilkan brondolan dalam jumlah tertentu. Buah dapat
dipanen jika dipenuhi kriteria sebagai berikut :

" Untuk tiap 1 kg berat tandan terdapat 2 brondolan normal lepas


(bukan brondolan parthenokarpi atau brondolan muda karena
serangan tikus atau penyakit), misalnya BJR (berat janjang rata-
rata) blok adalah 10 kg maka buah yang dapat dipanen pada blok
tersebut apabila brondolan yang lepas ada 20 butir"

Untuk mempermudah pelaksanaan dilapangan dan sebagai


pedoman dalam menentukan layak atau tidaknya TBS untuk
dipotong, berdasarkan ketentuan tersebut diatas ditentukan
sebagai berikut :
KRITERIA MATANG PANEN
 Ditentukan oleh buah yang membrondol (lepas)
dari tandan
 Tandan > 10 kg (2 brondolan/kg tandan), untuk
tandan < 10 kg (1 brondolan/kg tandan)
 Tandan yang dipanen masuk fraksi 1, 2 dan 3
 Untuk areal bergelombang/berbukit 5 brondolan/
tandan
Buah Mentah
KRITERIA BUAH Tandan Kosong

SAWIT INTI
(KEBUN SENDIRI)

Buah Matang
Buah Tangkai Panjang > 2,5cm Buah Busuk
Cm

Kriteria Fraksi TBS Kebun Inti & Kebun sendiri : Hubungan Antara Fraksi TBS dengan
Buah Mentah : TBS membrondol < 10 brondolan. ALB Minyak Sawit
Buah Matang : TBS membrondol > 10 brondolan. Buah : Rendemen : % ALB :
Buah Busuk : TBS yang buah dalam ikut membrondol. 1. Mentah 14 - 18 1,6 – 2,8
Tandan Kosong : TBS tanpa brondolan.
2. Matang 24 - 30 1,8 - 4,9
Tangkai Panjang : TBS dengan panjang tangkai > 2,5 Cm
dari pangkal tandan. 3. Busuk < 20 > 5,0%
KUALITAS TANDAN

TANDAN MENTAH TANDAN MATANG

TANDAN MATANG TANDAN BUSUK


Long Bunch Stalks

10.2 kg

0.45 kg
stalk

Bunches from second year of harvest


SORTASI PANEN
Parameter Standard (%)
Buah sangat mentah (fraksi 00) 0,0
Buah mentah (fraksi 0) 3 maks
Buah kurang matang (fraksi 1)
Buah matang I (fraksi 2) 85
Buah matang II (fraksi 3)
Buah lewat matang (fraksi 4) 10,0 maks
Buah sangat matang (fraksi 5) 2,0 maks
IPB (Indeks Pengutipan Brondolan) 80 min
NSP (Nilai Sortasi Panen) 85 min
Tandan kosong 0
Buah busuk 0
Tandan bertangkai panjang > 2,5 cm 0
Jumlah brondolan - lahan rata 10 % min
- lahan bergelombang 8 % min
CONTOH TANDAN FRAKSI MATANG
Perbedaan Buah Masih Mentah (Fr. 0)
Dengan Sudah matang

Buah masih mentah Buah dinyatakan


Sudah masak
Perbedaan Buah Masih Mentah
(Fr. 0) Dengan Sudah Masak

Buah masih mentah Buah dinyatakan


Sudah masak