Anda di halaman 1dari 24

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMA N 1 Kelas/Semester : XI / 1 KD : 3.4 dan 4.4


Watumalang Alokasi Waktu : 4 x 45 menit Pertemuan ke : 1
Mata Pelajaran : KIMIA
Materi : Hidrokarbon

A. TUJUAN
 Mengidentifikasi senyawa hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari
 Memahami kekhasan atom karbon yang menyebabkan banyaknya senyawa karbon.
 Menganalisis jenis atom C berdasarkan jumlah atom C yang terikat pada rantai atom dengan
menggunakan molimod, bahan alam, atau perangkat lunak kimia(ChemSketch, Chemdraw, atau lainnya).
 Memahami rumus umum alkana, alkena, alkuna berdasarkan analisis rumus struktur dan rumus molekul.
 Menghubungkan rumus struktur dan rumus molekul dengan rumus umum senyawa hidrokarbon
 Memahami cara memberi nama senyawa alkana, alkena dan alkuna sesuai dengan aturan IUPAC
 Menganalisis keteraturan sifat fisik (titik didih dan titik leleh) senyawa alkana, alkena dan alkuna
 Menentukan isomer senyawa hidrokarbon
 Memprediksi jenis isomer (isomer rangka, posisi, fungsi, geometri) dari senyawa hidrokarbon.
 Membedakan jenis reaksi alkana, alkena dan alkuna.
 Membuat model visual berbagai struktur molekul hidrokarbon yang memiliki rumus molekul yang sama

B. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Media : Alat/Bahan :

 Lembar Kerja Peserta Didik  Penggaris, spidol, papan tulis


 Slide presentasi (ppt)  Laptop
 Molimood

PENDAHULUAN  Peserta didik memberi salam, berdoa, menyanyikan lagu nasional ( PPK)
 Guru mengecek kehadiran peserta didik dan memberi motivasi
 Guru menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran tentang topik yang akan
diajarkan
 Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan langkah pembelajaran

Kegiatan Literasi Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan
menuliskannya kembali. Mereka diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi
Kekhasan Atom Karbon dan Posisi Atom karbon dalam Rantai Karbon
Critical Thinking Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang
belum dipahami, dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat
KEGIATAN INTI

hipotetik. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi Kekhasan atom
karbon
Collaboration Peserta didik bekerja secara individu atau kelompok untuk mendiskusikan,
mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi
mengenai Kekhasan Atom Karbon dan Posisi Atom karbon dalam Rantai Karbon
Communication Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal,
mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi
kembali oleh kelompok atau individu yang mempresentasikan
Creativity Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari
terkait Kekhasan Atom Karbon dan Posisi Atom karbon dalam Rantai Karbon
Peserta didik kemudian diberi kesempatan untuk menanyakan kembali hal-hal yang
belum dipahami
PENUTUP  Guru bersama peserta didik merefleksikan pengalaman belajar
 Guru memberikan penilaian lisan secara acak dan singkat
 Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya dan
berdoa

C. PENILAIAN
- Sikap : Jurnal, - Pengetahuan : Penugasan, - Ketrampilan: Proyek

Mengetahui, Watumalang, Juli 2020


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
Dra. SRI WURYANTI SRI WAHYUNINGSIH, S.Pd.Si.
NIP 19640717 198601 2 003 NIP 19870720 201001 2 013
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMA N 1 Kelas/Semester : XI / 1 KD : 3.4 dan 4.4


Watumalang Alokasi Waktu : 4 x 45 menit Pertemuan ke : 2
Mata Pelajaran : KIMIA
Materi : Hidrokarbon

A. TUJUAN
 Mengidentifikasi senyawa hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari
 Memahami kekhasan atom karbon yang menyebabkan banyaknya senyawa karbon.
 Menganalisis jenis atom C berdasarkan jumlah atom C yang terikat pada rantai atom dengan
menggunakan molimod, bahan alam, atau perangkat lunak kimia(ChemSketch, Chemdraw, atau lainnya).
 Memahami rumus umum alkana, alkena, alkuna berdasarkan analisis rumus struktur dan rumus molekul.
 Menghubungkan rumus struktur dan rumus molekul dengan rumus umum senyawa hidrokarbon
 Memahami cara memberi nama senyawa alkana, alkena dan alkuna sesuai dengan aturan IUPAC
 Menganalisis keteraturan sifat fisik (titik didih dan titik leleh) senyawa alkana, alkena dan alkuna
 Menentukan isomer senyawa hidrokarbon
 Memprediksi jenis isomer (isomer rangka, posisi, fungsi, geometri) dari senyawa hidrokarbon.
 Membedakan jenis reaksi alkana, alkena dan alkuna.
 Membuat model visual berbagai struktur molekul hidrokarbon yang memiliki rumus molekul yang sama

B. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Media : Alat/Bahan :

 Lembar Kerja Peserta Didik  Penggaris, spidol, papan tulis


 Petunjuk pelaksanaan proyek  Laptop
 Slide presentasi (ppt)  Molimood

PENDAHULUAN  Peserta didik memberi salam, berdoa, menyanyikan lagu nasional ( PPK)
 Guru mengecek kehadiran peserta didik dan memberi motivasi
 Guru menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran tentang topik yang akan
diajarkan
 Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan langkah pembelajaran

Kegiatan Literasi Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan
menuliskannya kembali. Mereka diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi
Struktur dan tata nama alkana, alkena dan alkuna
Critical Thinking Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang
belum dipahami, dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat
KEGIATAN INTI

hipotetik. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi Struktur dan tata
nama alkana, alkena dan alkuna
Collaboration Peserta didik bekerja secara individu atau kelompok untuk mendiskusikan,
mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi
mengenai Struktur dan tata nama alkana, alkena dan alkuna
Communication Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal,
mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi
kembali oleh kelompok atau individu yang mempresentasikan
Creativity Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari
terkait Struktur dan tata nama alkana, alkena dan alkuna Peserta didik kemudian
diberi kesempatan untuk menanyakan kembali hal-hal yang belum dipahami
PENUTUP  Guru bersama peserta didik merefleksikan pengalaman belajar
 Guru memberikan penilaian lisan secara acak dan singkat
 Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya dan
berdoa

C. PENILAIAN
- Sikap : Jurnal, - Pengetahuan : Penugasan, - Ketrampilan: Proyek
Mengetahui, Watumalang, Juli 2020
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Dra. SRI WURYANTI SRI WAHYUNINGSIH, S.Pd.Si.


NIP 19640717 198601 2 003 NIP 19870720 201001 2 013
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMA N 1 Kelas/Semester : XI / 1 KD : 3.4 dan 4.4


Watumalang Alokasi Waktu : 4 x 45 menit Pertemuan ke : 3
Mata Pelajaran : KIMIA
Materi : Hidrokarbon

A. TUJUAN
 Mengidentifikasi senyawa hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari
 Memahami kekhasan atom karbon yang menyebabkan banyaknya senyawa karbon.
 Menganalisis jenis atom C berdasarkan jumlah atom C yang terikat pada rantai atom dengan
menggunakan molimod, bahan alam, atau perangkat lunak kimia(ChemSketch, Chemdraw, atau lainnya).
 Memahami rumus umum alkana, alkena, alkuna berdasarkan analisis rumus struktur dan rumus molekul.
 Menghubungkan rumus struktur dan rumus molekul dengan rumus umum senyawa hidrokarbon
 Memahami cara memberi nama senyawa alkana, alkena dan alkuna sesuai dengan aturan IUPAC
 Menganalisis keteraturan sifat fisik (titik didih dan titik leleh) senyawa alkana, alkena dan alkuna
 Menentukan isomer senyawa hidrokarbon
 Memprediksi jenis isomer (isomer rangka, posisi, fungsi, geometri) dari senyawa hidrokarbon.
 Membedakan jenis reaksi alkana, alkena dan alkuna.
 Membuat model visual berbagai struktur molekul hidrokarbon yang memiliki rumus molekul yang sama

B. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Media : Alat/Bahan :

 Lembar Kerja Peserta Didik  Penggaris, spidol, papan tulis


 Petunjuk pelaksanaan proyek  Laptop
 Slide presentasi (ppt)  Molimood

PENDAHULUAN  Peserta didik memberi salam, berdoa, menyanyikan lagu nasional ( PPK)
 Guru mengecek kehadiran peserta didik dan memberi motivasi
 Guru menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran tentang topik yang akan
diajarkan
 Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan langkah pembelajaran

Kegiatan Literasi Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan
menuliskannya kembali. Mereka diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi
Sifat-sifat fisik alkana, alkena dan alkuna
Critical Thinking Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang
belum dipahami, dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat
KEGIATAN INTI

hipotetik. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi Sifat-sifat fisik
alkana, alkena dan alkuna
Collaboration Peserta didik bekerja secara individu atau kelompok untuk mendiskusikan,
mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi
mengenai Sifat-sifat fisik alkana, alkena dan alkuna
Communication Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal,
mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi
kembali oleh kelompok atau individu yang mempresentasikan
Creativity Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari
terkait Sifat-sifat fisik alkana, alkena dan alkuna Peserta didik kemudian diberi
kesempatan untuk menanyakan kembali hal-hal yang belum dipahami
PENUTUP  Guru bersama peserta didik merefleksikan pengalaman belajar
 Guru memberikan penilaian lisan secara acak dan singkat
 Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya dan
berdoa

C. PENILAIAN
- Sikap : Jurnal, - Pengetahuan : Penugasan, - Ketrampilan: Proyek

Mengetahui, Watumalang, Juli 2020


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Dra. SRI WURYANTI SRI WAHYUNINGSIH, S.Pd.Si.


NIP 19640717 198601 2 003 NIP 19870720 201001 2 013
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMA N 1 Kelas/Semester : XI / 1 KD : 3.4 dan 4.4


Watumalang Alokasi Waktu : 4 x 45 menit Pertemuan ke : 4
Mata Pelajaran : KIMIA
Materi : Hidrokarbon

A. TUJUAN
 Mengidentifikasi senyawa hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari
 Memahami kekhasan atom karbon yang menyebabkan banyaknya senyawa karbon.
 Menganalisis jenis atom C berdasarkan jumlah atom C yang terikat pada rantai atom dengan
menggunakan molimod, bahan alam, atau perangkat lunak kimia(ChemSketch, Chemdraw, atau lainnya).
 Memahami rumus umum alkana, alkena, alkuna berdasarkan analisis rumus struktur dan rumus molekul.
 Menghubungkan rumus struktur dan rumus molekul dengan rumus umum senyawa hidrokarbon
 Memahami cara memberi nama senyawa alkana, alkena dan alkuna sesuai dengan aturan IUPAC
 Menganalisis keteraturan sifat fisik (titik didih dan titik leleh) senyawa alkana, alkena dan alkuna
 Menentukan isomer senyawa hidrokarbon
 Memprediksi jenis isomer (isomer rangka, posisi, fungsi, geometri) dari senyawa hidrokarbon.
 Membedakan jenis reaksi alkana, alkena dan alkuna.
 Membuat model visual berbagai struktur molekul hidrokarbon yang memiliki rumus molekul yang sama

B. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Media : Alat/Bahan :

 Lembar Kerja Peserta Didik  Penggaris, spidol, papan tulis


 Petunjuk pelaksanaan proyek  Laptop
 Slide presentasi (ppt)  Molimood

PENDAHULUAN  Peserta didik memberi salam, berdoa, menyanyikan lagu nasional ( PPK)
 Guru mengecek kehadiran peserta didik dan memberi motivasi
 Guru menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran tentang topik yang akan
diajarkan
 Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan langkah pembelajaran
KEGIATAN INTI

Kegiatan Literasi Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan
menuliskannya kembali. Mereka diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi
Isomer dan Reaksi senyawa hidrokarbon
Critical Thinking Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang
belum dipahami, dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat
hipotetik. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi Isomer dan Reaksi
senyawa hidrokarbon
Collaboration Peserta didik bekerja secara individu atau kelompok untuk mendiskusikan,
mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi
mengenai Isomer dan Reaksi senyawa hidrokarbon
Communication Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal,
mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi
kembali oleh kelompok atau individu yang mempresentasikan
Creativity Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari
terkait Isomer dan Reaksi senyawa hidrokarbon Peserta didik kemudian diberi
kesempatan untuk menanyakan kembali hal-hal yang belum dipahami
PENUTUP  Guru bersama peserta didik merefleksikan pengalaman belajar
 Guru memberikan penilaian lisan secara acak dan singkat
 Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya dan
berdoa

C. PENILAIAN
- Sikap : Jurnal, - Pengetahuan : Penugasan, - Ketrampilan: Proyek

Mengetahui, Watumalang, Juli 2020


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Dra. SRI WURYANTI SRI WAHYUNINGSIH, S.Pd.Si.


NIP 19640717 198601 2 003 NIP 19870720 201001 2 013
Lampiran 1
Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
1. Teknik Penilaian
a. Sikap
JURNAL PENILAIAN SIKAP

Satuan Pendidikan : SMA Negeri 1 Watumalang


Tahun Pelajaran : 2020/2021
Kelas/Semester : XI / Gasal
Mata Pelajaran : Kimia

Kejadian/ Butir Positif/ Tindak


No Waktu Nama
perilaku sikap negatif lanjut
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
b. Pengetahuan
Penugasan dangan Lembar Kerja Peserta Didik

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK


HIDROKARBON

Karbon merupakan unsur unik yang bisa berikatan dengan unsur lain untuk
membentuk berbagai senyawa baru. Kelompok terbesar ikatan karbon adalah dengan
hidrogen yang kemudian membentuk senyawa yang disebut hidrokarbon. Setidaknya sekitar
1 juta komponen organik terbentuk dari hidrokarbon.
Karbon juga membentuk ikatan dengan senyawa lain yang dianggap sebagai
anorganik, meskipun dalam jumlah yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan senyawa
organik. Unsur karbon terdapat dalam dua bentuk kristal alotrofik yaitu berlian dan grafit.
Bentuk lain dengan sedikit kristalinitas adalah karbon tumbuhan dan jelaga.
Senyawa karbon dapat berupa senyawa yang tersusun atas unsur karbon (C) dan unsur
hidrogen dan juga ada yang mengandung unsur oksigen (O). Jika hanya mengandung unsur
C dan H disebut senyawa hidrokarbon (CxHy)

KEGIATAN 1 :
Atom karbon memiliki simbol atom: 126C
Tuliskan konfigurasi elektron atom karbon?

Berapakah jumlah elektron valensi atom karbon?

Bagaimana cara atom karbon untuk mencapai kestabilan?

Lengkapilah tabel berikut!


Rumus Biloks Atom
Struktur Lewis
molekul C

CH4

CO2

C2H4

C2H2

Berdasarkan struktur lewis dan biloks atom C dalam suatu senyawa, apakah
kelebihan atom C dibandingkan dengan atom yang lain?
KEGIATAN 2:

Info:

Atom karbon dapat membentuk rantai atom karbon dengan berbagai bentuk dan
kemungkinan. Berdasarkan bentuk rantainya, senyawa karbon dibedakan menjadi:

- Rantai terbuka (alifatis), yaitu rantai yang antar ujung-ujung atom karbonnya tidak
saling berhubungan
- Rantai Tertutup (siklis), yaitu rantai yang terdapat pertemuan antara ujung-ujung
rantai karbonnya.
Tentukanlah jenis rantai pada senyawa karbon berikut!
(i) (iii)
H2
C
H2C CH2
H2 H2
H2C CH2 C C
C H3C C CH3
H2 H2

(ii) (iv)
H2 CH3
H3C C
CH H2 H2
CH2
C C C
CH3
H3C C C
H2C CH2 H2 H

Apakah yang dimaksud dengan senyawa hidrokarbon jenuh dan tak jenuh?

KEGIATAN 3:
Perhatikan gambar berikut beserta keterangannya!

Keterangan:
No Jenis No Jenis
Atom Atom
C C
1 Primer 7 Primer
2 Kuarterner 8 Primer
3 Tersier 9 Primer
4 Tersier 10 Primer
5 Sekunder 11 Sekunder
6 Sekunder 12 Primer
Berdasarkan gambar dan keterangan pada tabel, maka dapat diketahui bahwa:
Atom C primer yaitu ___________________________________________
Atom C sekunder yaitu _________________________________________
Atom C tersier yaitu ___________________________________________
Atom C kuarterner yaitu ________________________________________

KEGIATAN 4:
Perhatikan penamaan senyawa alkana berikut, kemudian lengkapilah bagian yang masih
kosong pada kegiatan di bawah ini!

4-etil-3,5,6-trimetilnonana
Penentuan Tatanama Alkana
a. Menentukan rantai utama (induk) yaitu, _______________. Jika ada lebih dari satu
kemungkinan rantai utama, utamakan rantai yang mengandung _______ ________
cabang.
b. Lengkapilah deret homolog alkana berikut!

Jumlah
Rumus Struktur Nama
atom C
1 CH4 Metana

2 CH3CH3 ....

3 CH3CH2CH3 ....

4 CH3(CH2)2CH3 ....

5 CH3(CH2)3CH3 ....

6 CH3(CH2)4CH3 ....

7 CH3(CH2)5CH3 ....

8 CH3(CH2)6CH3 ....

9 CH3(CH2)7CH3 ....

10 CH3(CH2)8CH3 ....

c. Menentukan gugus cabang (alkil), yaitu gugus yang terikat pada _____ _______
d. Lengkapilah nama gugus alkil berikut!

Gugus Alkil Nama

CH3- Metil

CH3 –CH2- ....

CH3 –CH2 –CH2- ....

CH3 –CH- ....

CH3
CH3 –CH2 –CH2 – . . . .
Gugus Alkil Nama

CH3-
CH3 –CH2 –CH- ....

CH3
CH3 –CH –CH2- ....

CH3
CH3 ....

CH3 – C –

CH3
e. Penomoran rantai utama, dimulai dari atom C yang terletak _______ ______ dengan
cabang.
f. Jika terdapat lebih dari satu gugus cabang yang sama, nama cabang tersebut diberi
awalan:
2 = di- 5 = penta- 8 = okta-
3 = tri- 6 = heksa- 9 = nona-
4 = tetra- 7 = hepta- 10 = deka-
g. Penulisan urutan gugus cabang berdasarkan abjad
h. Urutan penamaan alkana: nomor cabang-nama cabang-nama rantai utama.

Penentuan Tatanama Alkena dan Alkuna


a. Penamaan alkena dimulai dengan menentukan rantai induk alkena yaitu rantai karbon
terpanjang yang mengandung _______ _______ _____ .
b. Penamaan alkena rantai lurus, yaitu dengan mengganti akhiran –ana pada alkana
menjadi ____ dan diberi awalan nomor yang menunjukkan letak ______ ______ _____.
c. Penomoran rantai utama dimulai dari atom C ____ ______ dengan ikatan rangkap tanpa
memperhatikan letak rantai cabang. Kemudian diikuti tanda (-) dan nama dari rantai
induk.
d. Jika ada dua atau lebih jenis cabang yang sama diberi awalan di, tri, dst.
e. Jika jenis cabang berbeda, maka nama alkil disusun berdasarkan abjad.
f. Jika dalam senyawa terdapat lebih dari satu ikatan rangkap, maka akhiran -ena diberi
awalan di, tri, dsb.
g. Penamaan alkuna, sama dengan penamaan pada alkena. Bedanya, rantai induk alkuna
yaitu rantai karbon terpanjang yang mengandung _____ ______ _____.

KEGIATAN 5:
Isomer Kerangka/Rantai
Lengkapilah tabel dibawah ini dengan menuliskan rumus struktur dan rumus molekul dari
senyawa-senyawa hidrokarbon dibawah ini !
Nama Senyawa Rumus Struktur Rumus Molekul
n-heksana
2-metilpentana

3-metilpentana
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat !
1. Dari hasil pengisian tabel diatas, apakah rumus molekul senyawa-senyawa diatas sama
atau berbeda ?
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………

2. Dari hasil penulisan rumus struktur senyawa-senyawa di atas, bagaimanakah bentuk


rantainya, apakah sama atau berbeda ?
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
3. Jika berbeda, apakah perbedaannya ?
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
4. Jadi apakah yang dimaksud dengan isomer kerangka ?
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………

Isomer Posisi
Lengkapilah tabel dibawah ini dengan menuliskan rumus struktur dan rumus molekul dari
senyawa-senyawa hidrokarbon dibawah ini !
Nama Rumus
Rumus Struktur
Senyawa Molekul

1-heksena

2-heksena

3-heksena

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat !


1. Dari hasil pengisian tabel diatas, apakah rumus molekul senyawa-senyawa diatas sama
atau berbeda ?
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
2. Dari hasil penulisan rumus struktur senyawa-senyawa di atas, bagaimanakah bentuk
rantainya ?
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
3. Bagaimana posisi ikatan rangkap pada senyawa-senyawa di atas ?
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
4. Jadi apakah yang dimaksud dengan isomer posisi ?
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………

Isomer Geometri
Lengkapilah tabel dibawah ini dengan menuliskan rumus struktur dan rumus molekul dari
senyawa-senyawa hidrokarbon dibawah ini !
Nama Rumus
Rumus Struktur
Senyawa Molekul

3-heksena

cis 3-heksena

trans 3-heksena

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat !


1. Dari hasil pengisian tabel diatas, apakah rumus molekul senyawa-senyawa diatas sama
atau berbeda ?
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
2. Dari hasil penggambaran rumus struktur senyawa-senyawa di atas, bagaimanakah
bentuk strukturnya ?
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
3. Apakah ada perbedaan ? Jika ada apakah perbedaannya ?
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
4. Jadi apakah yang dimaksud dengan isomer geometri?
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………

KEGIATAN 6:
Amati tabel berikut.
Tuliskan struktur-struktur senyawanya dan hitunglah massa molekul relatifnya!
Titik
Jumla
Alkana Mr Struktur Didih
hC
(°C)
Metana 1 -164
Etana 2 -89
Propana 3 -42
Butana 4 -0,4
Pentana 5 36
Isopentana 5 28
(2-metilbutana)
Neopentana 5 9
(2,2-dimetil
propana)

Jawablah pertanyaan berikut untuk menyimpulkan fakta


Buatlah grafik antara Mr dan Titik Didih untuk senyawa-senyawa berikut: metana, etana,
propana, butana, pentana.

Hubungan antara Mr dengan Titik Didih


40
20
0
10 15 20 25 30 35 40 45 50 55 60 65 70 75 80
-20
-40
Titik Didih

-60
-80
-100
-120
-140
-160
-180
Massa Molekul Relatif (Mr)
1. Berdasarkan grafik di atas, bagaimana hubungan antara Mr senyawa alkana dengan titik
didihnya?
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
2. Jelaskan persamaan dan perbedaan antara pentana, isopentana dan neopentana?
Persamaan
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
Perbedaan
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
3. Buatlah grafik antara banyaknya cabang dan titik didih untuk senyawa-senyawa berikut:
pentana, isopentana dan neopentana.

Hubungan antara Banyaknya Cabang dengan


Titik Didih
40
35
30
25
Titik Didih

20
15
10
5
0
0 0.5 1 1.5 2 2.5
Banyaknya Cabang

4. Berdasarkan grafik di atas, bagaimana hubungan antara banyaknya cabang pada


senyawa alkana dengan titik didihnya?
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………

KEGIATAN 7:
Setelah kalian belajar tentang Sifat Fisik Senyawa Hidrokarbon pada kegiatan belajar 6,
pada kegiatan berikutnya ini kalian akan mempelajari tentang “Reaksi pada Senyawa
Hidrokarbon”. Cermatilah persamaan reaksi dalam tabel berikut. Persamaan reaksi
menjadi pedoman dalam menjawab pertanyaan tentang reaksi pada senyawa hidrokarbon.

Reaksi Hidrogenasi Alkena:

Contoh :
CH3 CH2 CH CH2 +H2 CH3 CH2 CH2 CH3

1-butena n-butana

Jelaskan pengertian reaksi hidrogenasi alkena menurut pemahamanmu!


………………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………
Reaksi pembentukan 1,2-dikoloetana merupakan contoh reaksi adisi alkena.

Contoh :

CH2 CH2 + Cl2 Cl CH2 CH2Cl

etilena etilenadiklorida

Jelaskan pengertian reaksi halogenasi alkena menurut pemahamanmu!


………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Reaksi Hidrogenasi Alkuna:

Pt
CH3 CH2 C CH +2H2 CH3 CH2 CH2 CH3

1-butuna n-butana
Pt
CH3 C C CH3 +2H2 CH3 CH2 CH2 CH3

2-butuna n-butana

Jelaskan pengertian reaksi halogenasi alkuna menurut pemahamanmu!


………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Reaksi Adisi Alkuna:

CH3 (CH2)2 Br
C C

CH3 (CH2)2 C C Br CH3


CH3 +Br2
trans-2,3-dibromoheksena
2-heksuna

CH3 (CH2)2 CH3


C C
Br Br
cis-2,3-dibromoheksena

Jelaskan pengertian reaksi halogenasi alkuna menurut pemahamanmu!


………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………
Reaksi Adisi Markovnikov:
Info :
Pada tahun 1993, M.S.Kharas dan F.W.Mayo, keduanya ilmuwan dari universitas Chicago
berhasil membalikkan aturan Markovnikov. Hal ini ditemukan setelah menambahkan katalis
hidrogen peroksida (H2O2) pada reaksi adisi dengan asam bromida tersebut.
H H H H
H H H2O2
C C + HBr H C C C C H
H CH2CH3
Br H H
1-butena H
1-bromobutana
Berdasarkan reaksi di atas, jelaskan aturan anti-Markovnikov
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
……………………………………

Reaksi Substitusi:

Berdasarkan contoh reaksi di atas, tuliskan pengertian reaksi substitusi menurut


pemahamanmu!

............................................................................................................................................................
Evaluasi
1. Tuliskan rumus struktur dari senyawa-senyawa berikut, kemudian tentukan jumlah atom
C primer, sekunder, tersier, dan kuarterner dari:
a. 3,6-dietil-2,4,4-trimetiloktana
b. 4-etil-2,3-dimetil-2,4-heksadiena
c. 1,3-pentadiuna
2. Tentukan isomer dari heksena!
3. Sebutkan sifat-sifat dari alkena!
4. Tuliskan persamaan reaksi dari reaksi-reaksi berikut:
a. Adisi 2-pentuna dengan asam klorida
b. Adisi 1-butena dengan asam bromida
5. Apakah yang dimaksud dengan reaksi eliminasi dehidrohalogenasi? Jelaskan dengan
contoh!
6. Berapakah volume oksigen yang diperlukan untuk pembakaran sempurna 6 liter gas
propuna?
Pedoman Penskoran Tugas
Skor
No Aspek yang Dinilai
Baik Cukup Kurang

1. Kesesuaian dengan konsep dan prinsip 3 2 1

2. Ketepatan memilih sumber belajar 3 2 1

3. Kreativitas 3 2 1

4. Ketepatan waktu pengumpulan tugas 3 2 1

5. Kerapihan hasil 3 2 1

Skor maksimum 15

Nilai = jumlah skor x 2 dibagi 3


c. Keterampilan
Penilaian Proyek
Kompetensi Dasar
Membuat model visual berbagai struktur molekul hidrokarbon yang memiliki rumus
molekul yang sama
Orientasi Masalah
Hidrokarbon dapat saling berisomer, yaitu memiliki rumus molekul yang sama, tetapi
memiliki struktur yang berbeda. Manfaatkanlah bahan alam di sekitar Anda untuk
membuat molimood sederhana yang menunjukkan model visual berbagai struktur
molekul hidrokarbon yang saling berisomer yaitu sebanyak dua rumus molekul. Buatlah
laporan pelaksanaan proyek disertai video dokumentasinya.
Rubrik Penilaian Proyek:
Skor
N Aspek Yang
o Dinilai
1 2 3 4

1 Perencanaan
Tujuan Tidak ada Tidak tepat Kurang tepat Tepat
Dasar Teori Tidak ada Tidak relevan Kurang Relevan
relevan
2 Pelaksanaan
Alat dan Bahan Tidak ada Tidak sesuai Kurang Sesuai
sesuai
Cara Kerja Tidak ada Tidak sesuai Kurang Sesuai
sesuai
Informasi Bahan Tidak ada Tidak Kurang Lengkap
lengkap lengkap
Pembahasan Tidak ada Tidak relevan Kurang Relevan
relevan
3 Pelaporan
Sistematika Tidak Tidak Kurang Sistematis
Laporan menyusun sistematis sistematis
laporan
Tampilan Tidak Tidak Kurang Menarik
menyusun menarik menarik
laporan
Penggunaan Tidak Sesuai Kurang Sesuai kaidah Sesuai kaidah
Bahasa kaidah dan sesuai kaidah atau EYD dan EYD
EYD dan EYD
Dokumentasi Tidak Ada Tidak relevan Kurang Relevan
Hasil relevan

Skor maksimal = 40
Nilai proyek = (nilai perolehan/40) x 100
Lampiran 2
Materi Ajar
HIDROKARBON

A. SENYAWA KARBON
Senyawa karbon adalah senyawa yang mengandung unsur karbon sebagai unsur utamanya
dan unsur lain yaitu H, O, N, S, dan P.
Contoh :
alkohol (C2H5OH)
glukosa (C6H12O6)
metana (CH4)
sukrosa (C12H22O11)
asam Cuka (CH3COOH) dll
Untuk membuktikan adanya karbon (C) dalam suatu senyawa karbon, maka cara yang dapat kita
lakukan adalah dengan membakar zat tersebut, misalnya gula, kertas, kayu dll. Jika diperoleh
zat berwarna hitam berarti zat tersebut adalah karbon atau arang.
Untuk membuktikan adanya hidrogen (H) dalam suatu senyawa karbon (misalnya gula),
maka gula tersebut dimasukan dalam tabung reaksi kemudian dipanaskan. Apabila didalam
dinding tabung reaksi sebelah dalam muncul bintik-bintik cairan berarti didalam gula tersebut
ada senyawa air (H2O tersusun oleh unsur H dan unsur O). Untuk lebih memastikan bahwa
cairan tersebut adalah air, maka dapat kita uji dengan kertas kobalt(II)klorida yang akan berubah
warnanya dari biru menjadi merah. Berdasarkan proses terbentuknya, senyawa karbon dapat
dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu :
1. Senyawa karbon organic : yaitu senyawa karbon yang berasal dari makhluk hidup
Contoh : glukosa (C6H12O6), sukrosa (C12H22O11), etanol (C2H5OH) dll
2. Senyawa Karbon anorganik : bukan berasal dari makhluk hidup, yaitu senyawa karbon yang
berasal bukan dari makhluk
Contoh : CO2; Na2CO3, CO, CaCO3 dll.

Perbedaan senyawa karbon organik dan senyawa karbon anorganik


Perbedaan Senyawa Karbon Organik Senyawa Karbon Anorganik
Kestabilan Mudah terurai atau berubah Stabil pada pemanasan
terhadap panas strukturnya
Kelarutan Umumnya sukar larut dalam Mudah larut dalam pelarut polar
pelarut polar, tetapi mudah larut
dalam pelarut non polar
Titik lebur dan Umumnya relatif rendah Ada yang sangat tinggi tetapi ada
titik didih yang sangat rendah
Kereaktifan Kurang reaktif (sukar bereaksi) Reaktif dan umumnya
dan jika bereaksi cenderung berlangsung cepat
lambat
Struktur Mempunyai rantai atom karbon Tidak mempunyai rantai atom
karbon

B. KEKHASAN ATOM KARBON


1. Atom Karbon Mampu Membentuk Empat Ikatan Kovalen
12
Atom Karbon ( 6 C ) memiliki konfigurasi elektron 2 4, sehingga mempunyai 4 elektron
valensi. Untuk mencapai kestabilan seperti gas mulia atau struktur oktet, maka atom karbon
membutuhkan 4 elektron lagi. Hal ini dapat dipenuhi dengan membentuk 4 buah ikatan kovalen.
Oleh Lewis digambarkan sbb:
a. Misalkan Atom C berikatan dengan 4 buah atom H

H ∘⋅ H
|
¿
¿ ⋅∘H ¿¿ ¿¿¿ H− C −H

H∘⋅ ¿ H
¿ C ¿ |
¿ + 4 ∘H ⃗ atau ditulis H atau
CH4
b. Misalkan Atom C berikatan dengan satu atom C lainnya dan 6 buah atom H

H ∘⋅ H ∘⋅
¿ ¿
¿ ⋅¿¿ ¿¿ ¿ ⋅∘H¿¿ ¿¿¿
H∘⋅ ¿ H ¿ ¿ H
¿ C ¿ ¿ C ¿
¿ + ¿ + 6 ∘H ⃗
H H
| |
H− C − C −H
| |
atau ditulis H H atau ditulis H3C – CH3 atau ditulis C2H6

2. Atom Karbon Dapat Membentuk Rantai


Salah satu keistimewaan dari atom karbon yang tidak dimiliki oleh unsur-unsur lainnya
adalah kemampuannya berikatan dengan atom karbon lainnya sampai panjang sehingga mampu
membentuk rantai karbon dan akhirnya akan memunculkan banyak variasi senyawa yang bisa
dibentuk oleh atom karbon.
Macam – macam rantai karbon sebagai berikut :
a. Rantai karbon berdasarkan jumlah ikatan
1) Ikatan tunggal yaitu ikatan antara atom-atom karbonnya berupa ikatan tunggal
—C—C—C—C—C—C—C—C—
2) Ikatan rangkap dua yaitu ikatan antara atom-atom karbonnya mengandung sebuah ikatan
rangkap dua
—C—C = C—C—C—C—C—
3) Ikatan rangkap tiga yaitu ikatan antara atom-atom karbonnya mengandung sebuah ikatan
rangkap tiga
—C—C  C—C—C—C—C—

b. Rantai karbon berdasarkan bentuk rantai


1) Rantai karbon terbuka (Alifatis), yaitu rantai karbon yang antara ujung-ujung atom C-
nya tidak saling berhubungan. Pada rantai jenis ini dikenal ada dua jenis yaitu :
a) Rantai bercabang
C C C C C C
C C

b) Rantai lurus
C C C C C C

2) Rantai karbon tertutup / melingkar (Siklis), yaitu rantai karbon yang ujung atom C-nya
saling menutup. Terdapat dua macam rantai ini, yaitu :
a) Rantai siklis
C C C C C C C C
C C C C C C C C
C C

b) Rantai aromatis
C
C C
C C
C
C. MACAM-MACAM ATOM KARBON
Berdasarkan posisinya, atom karbon dibedakan menjadi empat macam, yaitu :
1. Atom Karbon Primer : yaitu atom C yang hanya terikat oleh satu atom C yang lain
2. Atom Karbon Sekunder : yaitu atom C yang terikat oleh dua atom C yang lain
3. Atom Karbon Tersier : yaitu atom C yang terikat oleh tiga atom C yang lain
4. Atom Karbon Kuarterner : yaitu atom C yang terikat oleh empat atom C yang lain

KETERANGAN :
C 1 1. Atom C Primer
2. Atom C Sekunder
C 1
C2 C 3 C 2 C 4 C 1 3. Atom C Tersier
4. Atom C Kuarterner
C 2 C
1
C 1
D. HIDROKARBON
1. ALKANA
Alkana disebut juga sebagai Parafin, termasuk senyawa hidrokarbon alifatik jenuh (ikatan
tunggal) dengan rumus umum CnH2n+2. Tabel suku alkana dari suku ke 1–10 sebagai berikut
Nama Rumus Titik Didih
Rumus Struktur o
Senyawa Molekul ( C)
Metana CH4 CH4 -161
Etana C2H6 CH3-CH3 - 89
Propana C3H8 CH3-CH2-CH3 - 44
Butana C4H10 CH3-CH2-CH2-CH3 - 0,5
Pentana C5H12 CH3-CH2-CH2-CH2-CH3 3,6
Heksana C6H14 CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 68
Heptana C7H16 CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 98
CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-
Oktana C8H18 125
CH3
CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-
Nonana C9H20 151
CH2-CH3
CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-
Dekana C10H22 174
CH2-CH2-CH3

Dari tabel di atas terlihat, bahwa dari satu suku ke suku berikutnya bertambah sebanyak
CH2, deret semacam ini disebut Deret Homolog atau deret sepancaran. Juga terlihat dari
tabel tersebut bahwa semakin banyak jumlah atom C-nya (Mr semakin besar), maka titik
didih semakin tinggi.

Isomer Alkana
Isomer adalah senyawa dengan rumus molekul sama, namun rumus struktur / rumus
bangunnya berbeda.
Contoh :
a. Butana (C4H10) mempunyai 2 isomer, yaitu :
 n-butana C H 3 C H 2 C H2 C H3

 2-metil propana / isobutana C H 3


CH CH 3

CH 3

b. Pentana (C5H12) mempunyai 3 isomer yaitu :


 n pentana C H 3 C H 2 CH 2 C H2 C H 3

 2-metil butana / Isopentana CH 3 C H 2 C H C H 3

C H 3
CH 3
 2,2-dimetil propana / neopentana
C H 3
C C H 3

CH 3

Semakin banyak jumlah atom C, maka akan semakin banyak juga isomernya.

Tata Nama Alkana


Aturan pemberian nama alkana mengikuti aturan IUPAC sebagai berikut :
a. Untuk alkana yang tidak bercabang :
 Namanya sesuai jumlah atom C dan diberi awalan “n” (normal)
 Contoh : n-pentana C H3 CH 2 C H2 CH2 CH 3

b. Untuk Alkana yang bercabang


1) Cari rantai terpanjang (rantai utama) dan berikan nama alkananya
2) Berikan nomor di rantai utama dimulai dari ujung yang paling dekat dengan cabang.
3) Cari cabang dan berikan nama cabang tersebut (gugus alkil) sbb :
Gugus Alkil (cabang) Nama
- CH3 Metil
- CH2 – CH3 Etil
- CH2 -- CH2 – CH3 propil
C H CH 3
isopropil
CH 3

CH CH 2
CH 2
CH 3 butil
2

C H 2
C H C H 3
isobutil
C H 3

C H C H 2
C H 3
sekunder butil
C H 3

CH 3

C CH tersier butyl
3
(neo butil)
C H 3

4) Urutan nama alkana : nomor gugus alkil – nama gugus alkil – alkana rantai utama
5) Jika ada dua atau lebih cabang yang sama di rantai utama, maka
Untuk cabang yang sama diberi awalan di ; tri ; tetra ; penta dll, untuk cabang yang
berbeda, maka urutkan sesuai abjad nama cabang
Contoh :
2-metil butana 2,2-dimetil butana
4 3
C H3
2 1 4 3 1
2
C H 3 CH 2 CH C H 3 CH 3
CH 2
C C H 3

C H 3 C H 3

C H 3
3
3-etil-2-metil pentana
C H CH CH CH CH
3 2 3
5 4 2 1

CH 2

CH 3

Sifat – sifat alkana


a. Sifat Fisis
1). Pada suhu kamar, suku rendah ( C1 – C4) berwujud gas, suku sedang ( C5 – C15)
berwujud cair, dan C16 keatas berwujud padat
2). Merupakan senyawa nonpolar, sukar larut dalam air.
3). Makin bertambah Mr-nya, makin tinggi titik didih dan titik lebur serta massa
jenisnya.
4). Untuk jumlah atom C yang sama, semakin banyak rantai cabangnya, maka titik
didihnya semakin berkurang.
b. Sifat Kimia
1). Sukar bereaksi, sehingga sering disebut sebagai Parafin artinya daya gabung rendah.
2). Mudah terbakar, pada pembakaran tidak sempurna akan menghasilkan gas CO dan
H2O. Sedangkan pada pembakaran sempurna menghasilkan gas CO2 dan H2O
3). Mengalami reaksi Substitusi :
CH4 + Cl2 ⃗
Sinar Matahari CH3-Cl + HCl

2. ALKENA
Alkena merupakan hidrokarbon tak jenuh yang mengandung sebuah ikatan rangkap dua
pada rantai karbonnya. Alkena mempunyai rumus umum CnH2n. Alkena disebut juga Olefin
(pembentuk minyak).
Berdasarkan rumus umum alkena, maka deret homolog dari alkena sebagai berikut :
Suku Ke Nama Senyawa Rumus Rumus Struktur
Molekul
2 Etena C2H4 CH2=CH2
3 Propena C3H6 CH2=CH-CH3
4 Butena C4H8 CH2=CH-CH2-CH3
5 Pentena C5H10 CH2=CH-CH2-CH2-CH3
6 Heksena C6H12 CH2=CH-CH2-CH2-CH2-CH3

Isomer Alkena
Alkena juga menunjukan gejala keisomeran. Keisomeran dalam alkena disebabkan oleh
letak ikatan rangkap dan adanya cabang
Contoh : Rumus molekul C4H8 (butena)
Rumus strukturnya : CH 3 C CH 2
C H2 C H C H2 C H3 CH 3

1 – butena 2 – metil – 1- propena


C H 3 C H C H C H 3

2 - butena

Tata nama alkena


a. Carilah rantai karbon terpanjang dan mengandung ikatan rangkap
b. Berilah nomor rantai utama dari yang paling dekat dengan ikatan rangkap
c. Urutan nama alkena : nomor gugus alkil – nama gugus alkil – nomor ikatan rangkap –
alkena rantai utama. (nomor ikatan rangkap diambil dari nomor atom C terkecil yang
mengandung ikatan rangkap)
d. Aturan lain seperti alkana 1 3 4
4 2
Contoh : C H C H C H C H C H C H 3
3 C H CH 3 C H3
3 2 1
5 CH 2
C H 3

6 CH 3

4-metil-2-heksena 2-metil-2-butena
Sifat- Sifat alkena
a. Sifat fisis : hampir sama dengan sifat fisis alkana. Makin bertambah Mr-nya, maka
massa jenis, titik leleh dan titik didihnya semakin tinggi
b. Sifat kimia :
1). Alkena lebih reaktif dari pada alkana
2). Dapat mengalami reaksi ADISI, yaitu reaksi pengikatan atom atau gugus atom pada
ikatan rangkap sehingga berubah menjadi ikatan tunggal.

Contoh :
CH2 = CH2 + Cl2 ⃗CH2 – CH
| |
Cl Cl
etena 1, 2 - dikloroetena
3). Dapat mengalami reaksi POLIMERISASI, yaitu reaksi penggabungan monomer-
monomer menjadi polimer.
Contoh : n CH2=CH2 ⃗
po lim erisasi (- CH2 – CH2 )n
Etena polietena

Selain alkena, dikenal juga senyawa ALKADIENA (senyawa yang mempunyai dua ikatan
rangkap dua) dan 2 ALKATRIENA (senyawa yang memiliki tiga ikatan rangkap dua).
1 3 4 5 4 3 2 1
Contoh :
CH 2 C H C H C H 2 CH 2 C H C H C C H 2

1,3-butadiena 1,2,4-pentatriena

3. ALKUNA
Alkuna merupakan senyawa hidrokarbon tak jenuh yang mempunyai satu ikatan rangkap 3.
Rumus umum alkuna CnH2n-2. Deret Homolog Alkuna
Suku Ke Nama Senyawa Rumus Rumus Struktur
Molekul
2 Etuna C2H2 CH CH
3 Propuna C3H4 CH C- CH3
4 Butuna C4H6 CH C- CH2-CH3
5 Pentuna C5H8 CH C- CH2-CH2-CH3
6 Heksuna C6H10 CH C- CH2-CH2-CH2-CH3

Isomer Alkuna
Alkuna juga menunjukan gejala keisomeran. Keisomeran dalam alkuna juga disebabkan
oleh letak ikatan rangkap dan adanya cabang
Contoh :
Rumus molekul : C5H8 (pentuna)
Rumus strukturnya : CH C CH C H3
CH C C H2 CH 2 CH 3
C H3
1- pentuna 3 – metil 1 – butuna
CH 3
C C C H 2
CH 3

2 – pentuna

Tata nama alkuna


Tata nama alkuna sama dengan alkena hanya akhiran “ena” diganti “una”
1 2 3 4 5

Contoh : 1-pentuna C H C C H 2 C H 2 C H 3
1 2 3 4 5

2-pentuna C H 3
C C C H 2
C H 3

1 2 3 4
3-metil-1-butuna C H C CH CH 3

C H 3
C H 3 C H 3
3-etil-3,4-dimetil-1-heksuna
C H C C C H C H 2 C H 3
3
1 2 4 5 6
C H 2

C H 3
Sifat- sifat alkuna
a. Sifat fisis :
1). Hampir sama dengan sifat fisis alkana. Makin bertambah Mr-nya, maka massa jenis,
titik leleh dan titik didihnya semakin tinggi
2). Pada suhu kamar, alkuna (C2 – C4) berwujud gas dan C5 – C10 berwujud cair
3). Sifat yang lain hampir sama dengan alkena
b. Sifat Kimia :
1). Alkuna lebih reaktif dari pada alkana dan alkena
2). Dapat mengalami reaksi ADISI.
Contoh :
CH2 = CH2 + H2 ⃗ CH2 = CH2 + ⃗
H2
CH3 – CH3
Etuna etena etana

Kegunaan alkuna
Alkuna yang banyak digunakan adalah etuna atau asetilena, yang berupa gas yang apabila
dibakar akan menghasilkan suhu yang sangat tinggi (2500 – 3000 oC), dan digunakan untuk
mengelas besi atau baja.Gas asetilena diperoleh dari reaksi antara batu karbid (kalsium
karbida) dengan air. Persamaan reaksinya :
CaC2 (s) + 2 H2O (l) → Ca(OH)2 (s) + C2H2 (g)

E. ISOMER
Suatu gejala dimana untuk rumus molekul yang sama, dapat diperoleh 2 atau lebih senyawa
yang berbeda disebut keisomeranatau ISOMERI. Jenis-jenis isomer yang ada pada senyawa
hidrokarbon antara lain :
1. Isomer rangka (isomer rantai)
Pada keisomeran rangka, isomer-isomernya mempunyai rangka atom C yang berbeda.
Contoh :

CH3 ─ CH2 ─ CH2 ─ CH3 dengan CH3 ─ CH ─ CH3


I
CH3
n - butana 2 - metil propana

2. Isomer posisi
Pada keisomeran posisi, isomer-isomer mempunyai gugus fungsi yang sama tetapi posisinya
yang berbeda. Gugus fungsi dalam senyawa alkena dan alkuna adalah ikatan rangkap C = C
dan C  C
Contoh :

CH3 ═ CH2 ─ CH2 ─ CH3 dengan CH3 ─ CH2 ═ CH2 ─ CH3


1 - butena 2 - butena

3. Isomer fungsi
Isomer fungsi terjadi karena adanya perbedaan gugus fungsi. Isomer fungsi terjadi pada
pasangan senyawa alkadiena dengan alkuna
Contoh :

CH3 ═ CH2 ─ CH2 ═ CH3 dengan CH3 ─ CH2 ≡ CH2 ─ CH3


1,3 - butadiena 2 - butuna

4. Isomer geometri
Keisomeran geometri terdapat pada senyawa-senyawa dengan ikatan C = C dimana setiap
atom C tersebut mengikat dua atom / gugus atom yang berbeda.Isomer geometri dibedakan
menjadi dua, yaitu :Isomer Cis yaitu isomer dimana atom/gugus atom yang sejenis berada
pada sisi yang sama, Isomer Trans yaitu isomer dimana atom/gugus atom yang sejenis
berada pada sisi yang bersebrangan atau posisi silang
Contoh : H
H H C H 3
C C C C
C H CH 3 H C H 3
3
Cis-2-butena Trans-2-butena

F. REAKSI HIDROKARBON
Berdasarkan jenis reaksinya, reaksi yang terjadi pada senyawa hidrokarbon ada 3 jenis, yaitu :
1. Reaksi Substitusi adalah reaksi penggantian suatu atom/gugus atom pada suatu senyawa
dengan atom /gugus atom lain.
Contoh :
CH4 + Cl2  CH3 – Cl + HCl
metana klorometana/metilklorida

CH3-Cl + Cl2  CH2-Cl2 + HCl


diklorometana

2. Reaksi Adisi adalah reaksi pengikatan atom / gugus atom pada ikatan rangkap sehingga
berubah menjadi ikatan tunggal.
Contoh :
CH2 = CH – CH3 + H2 CH3 – CH2 – CH3
1-propena n-propana

CH  C – CH2 + H2  CH2 = CH – CH3 ⃗


+H 2
CH3 – CH2 – CH3
1-propuna 1-propena n-propana

3. Reaksi Eliminasi adalah reaksi pelepasan molekul dari suatu senyawa sehingga terjadi
perubahan dari ikatan tunggal menjadi ikatan rangkap.
Contoh :
CH3 – CH3 CH2 = CH2 + H2
etana etena