Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Keberhasilan proses pembelajaran sebagai proses pembelajaran dikelas
pada suatu mata pelajaran dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor yang
dimaksud seperti guru, murid, metode pengajaran, ketersediaan media
pembelajaran, dan lain-lain. Faktor-faktor tersebut sangatlah berpengaruh
terhadap pencapaian tujuan pembelajaran.
Salah satu cara untuk mencapai keberhasilan dalam proses pembelajaran
yang dilakukan guru di dalam kelas ialah menggunakan media pembelajaran,
sebab kegiatan beajar mengajar pada hakekatnya adalah komunikasi, dalam proses
komunikasi ini guru berperan sebagai komunikator yang akan menyampaikan
pesan kepada siswa, agar pesan itu dapat diterima dengan baik oleh siswa, maka
perlu suatu alat yaitu media pembelajaran.
Pengetahuan dan pemahaman tentang media pendidikan harus dimiliki
oleh seorang guru. Dr. Oemar Hamalk (1989), mengemukakan bahwa media
pendidikan adalah alat, metode dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih
mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses
pendidikan dan pengajaran di sekolah.
Dari beberapa mata pelajaran yang ada di Sekolah Dasar,matematika
merupakan salah satu mata pelajaran yang menjadi kebutuhan dalam melatih
penalaran khusus yang diharapkan akan menambah kemampuan, mengembangkan
keterampilan dan aplikasinya serta sarana berpikir dalam mengembangkan ilmu
pengetahuan dan teknologi.Pada kenyataannya dalam pembelajaran matematika
siswa masih sukar menerima dan mempelajari matematika bahkan banyak yang
mengeluh bahwa pelajaran matematika membosankan, tidak menarik dan susah
untuk di pahami.Hal ini dapat di lihat dari hasil belajar siswa yang masih kurang
memuaskan.

1.1. Identifikasi Masalah


Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti di kelas 1 MI
Islamiyah Rogojampi ditemukan masalah bahwa sebagian siswa Kelas 1 masih
belum mampu memahami tentang penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai
20. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil tes yang dilakukan peneliti pada Tanggal
13 Oktober 2018. Nilai dari 38 siswa sebagai berikut: (1) 80-100 amat baik ada 4
siswa = 11%. (2) 60-79 cukup baik ada 19 siswa = 50%. (3) 0-59 ada 15 siswa
=39%.

1
Berdasarkan identifikasi masalah diatas muncul berbagai masalah
antaranya ialah banyaknya siswa yang belum memahami tentang materi tersebut,
banyak siswa yang kurang konsentrasi. Beberapa dari mereka berbicara dengan
temannya, selain itu ada beberapa siswa lain yang sibuk dengan mainanya sendiri
dan ada juga yang mengantuk ketika pembelajaran berlangsung.

1.2. Analisis Masalah


Selama ini peneliti sudah menggunakan beberapa macam metode untuk
mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Tetapi hasilnya masih belum
memuaskan. Nampaknya strategi yang dilakukan oleh peneliti kurang tepat
sehingga hasilnya kurang memuaskan. Selama ini peneliti masih menggunakan
metode ceramah tanpa menggunakan media pembelajaran. Dengan hanya
menggunakan metode ceramah memungkinkan siswa merasa bosan, sehingga
mereka kurang fokus dan berkonsentrasi. Pembelajaran yang monoton hanya
dengan ceramah tanpa melibatkan siswa berperan langsung juga menyebabkan
kegagalan pembelajaran.

1.3. Alternatif dan Prioritas Pemecahan Masalah


Berdasarkan analisa masalah diatas, maka peneliti mengambil alternatif
pemecahan masaah dalam mengatasi siswa yang masih kurang paham tentang
penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai 20 dengan menggunakan metode
demonstrasi dan media pembelajaran berupa benda-benda konkret. Dengan
metode demonstrasi dimana siswa mengamati secara langsung akan memiliki
kesempatan untuk membandingkan antara teori dan kenyataan dan praktek
langsung dengan menggunakan benda-benda konkret maka besar harapan peniliti
agar siswa lebih mudah memahami dan mampu menjumlahkan dan mengurangi
bilangan sampai 20.
Bertitik tolak dari latar belakang masalah di atas peneliti ingin
meningkatkan hasil belajar siswa kelas 1 MI Islamiyah Rogojampi, Banyuwangi
dalam pelajaran matematika pokok materi penjumlahan dan pengurangan bilangan
sampai 20 dengan metode demonstrasi dan media pembelajaran benda-benda
konkret.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka perumusan masalahnya


sebagai berikut :

1. Bagaimana cara meningkatkan hasil belajar siswa kelas 1 MI Islamiyah


Rogojampi, Banyuwangi dalam pelajaran matematika pokok materi

2
penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai 20 dengan metode
demonstrasi?
2. Bagaimanakah hasil belajar siswa kelas I MI Islamiyah Rogojampi pada mata
pelajaran matematika materi penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai
20 deng media benda-benda konkret?

C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan identifikasi masalah yang telah disebutkan diatas, maka
tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Mendeskripsikan penggunaan metode demonstrasi pada mata pelajaran
matematika materi penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai 20 yang
dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas I MI Islamiyah Rogojampi.
2. Mendeskripsikan penggunaan media benda-benda konkret pada mata
pelajaran matematika materi penjumlahan dan pengurangan bilangan
sampai 20 yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas I MI
Islamiyah Rogojampi.

D. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian tindakan kelas yang dilakukan peneliti ini adalah:

1. Bagi Siswa
a. Meningkatkan motivasi belajar siswa.
b. Siswa mengalami variasi belajar.
c. Meningkatkan pemahaman dan hasil belajarnya.
2. Bagi Guru
a. Sebagai upaya memperbaiki dan meningkatkan kualitas mengajar.
b. Menemukan alat peraga,metode dan strategi yang tepat dalam
meningkatkan proses belajar mengajar yang maksimal.
c. Meningkatkan profesionalisme dalam bidang pendidikan.
3. Bagi Lembaga
a. Meningkatkan mutu pendidikan di sekolah MI Islamiyah Rogojampi.
b. Meringankan beban lembaga karena benda-benda yang digunakan dapat di
temukan disekitar dan tidak membutuhkan biaya yang mahal untuk
membelinya.
c. Menjadi solusi terjadinya pembelajaran yang efektif dan efisien