FINTECH DI ERA 5.
Makalah Ini Dibuat Untuk Memenuhi Persyaratan Orientasi
Studi Pengenalan Kampus Universitas Darussalam Gontor
Disusun Oleh:
Dhafina Avriani
Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2
UNIVERSITAS DARUSSALAM GONTOR
DIVISI MANTINGAN
1443/2022
FINTECH DI ERA 5.0
PENDAHULUAN
1. Pengertian financial technology (fintech)
2. Latar belakang dan sejarah munculnya financial technology
3. Macam-macam financial technology
4. Mengapa harus financial technology?
PEMBAHASAN
1. Kelebihan pengaplikasian fintech di era 5.0
2. Apakah fintech dapat menggantikan fungsi bank di masa depan?
3. Dampak negatif yang ditimbulkan fintech
4. Penyebab kasus penipuan fintech dan pencegahannya.
KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
FINTECH DI ERA 5.0
PENDAHULUAN
1. PENGERTIAN FINANCIAL TECHNOLOGY
Fintech adalah singkatan dari financial technology yang berarti teknologi
keuangan. Jadi sebenarnya fintech adalah inovasi teknologi yang dikembangkan
dalam bidang finansial atau keuangan sehingga transaksi keuangan bisa dilakukan
dengan mudah, praktis, dan efektif.
Fintech merupakan cakupan bisnis keuangan digital yang menyediakan
jasa keuangan dengan memanfaatkan perangkat lunak dan teknologi modern.
Fintech bergerak dalam berbagai bidang seperti pembayaran, investasi
pembayaran, dan riset keuangan. Fintech muncul di tengah masyarakat untuk
mendukung inklusi keuangan di Indonesia, serta dapat menjadi solusi keuangan
bagi mayarakat yang memiliki masalah keluarga.
2. LATAR BELAKANG DAN SEJARAH MUNCULNYA FINTECH
Istilah financial technology atau yang lebih dikenal dengan fintech
semakin marak terdengar di Indonesia. Sesuai dengan namanya, istilah ini
merujuk pada aktivitas financial atau keuangan dengan sentuhan inovasi
teknologi. Hal ini sangat sesuai dengan perkembangan zaman yang menuntut
aktivitas serba cepat, mudah, dan efisien.
Fintech muncul di era ini ketika terjadi suatu masalah dalam masyarakat
yang tidak dapat di atasi oleh industri keuangan dengan berbagai kendala.
Diantaranya adalah peraturan yang terlau ketat seperti halnya di bank serta
keterbatasan industri perbankan dalam melayani masyarakat di daerah tertentu.
Meskipun kemajuan fintech yang ditandai dengan jual beli saham yang
sudah bisa dilakukan secara online juga beberapa bank yang sudah menyediakan
online banking di tahun 1990-an, perkembangan fintech di Indonesia bisa dibilang
cukup telat. Meski sejak tahun 2006 sudah mulai berkembang, namun baru di
tahun 2015 Organisasi Fintech Indonesia (OFI) dibentuk. Setelah tahun 2015
itulah perkembangan fintech mulaia menunjukkan tren positif.
Dalam prosesnya, fintech ini berjalan dibawah pengawasan Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) sehingga pengguna harus memperhatikan perizinan dari suatu
fintech sebelum menggunakan sistem yang mereka tawarkan.
3. JENIS-JENIS FINTECH
Diantara aplikasi fintech yang cukup banyak digunakan adalah:
a) Peer to Peer (P2P) Lending
Fintech ini merupakan fintech paling populer di Indonesia. Awalnya
digunakan untuk mendanai bisnis UMKM. Namun saat ini lebih banyak
digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
b) Microfinancing.
Jenis yang satu ini mememberikan solusi kepada masyarakat kelas bawah
yang perlu mendapatkan dana segar namun terkendala oleh sistem bank. Tugasnya
adalah menejembatani antara masyarakat yang membutuhkan dana dan investor
secara digital.
c) Digital payment system.
Fintech yang satu ini menyediakan layanan pembayaran digital tanpa
melalui bank. Mulai dari tagihan listrik, tagihan pulsa, pembelian barang secara
online, dll.
d) Management resiko dan investasi.
Fintech ini memberikan layanan untuk mengeola keuangan dengan benar.
Juga membimbing untuk membuat perencanaan keuangan yang baik serta
mewujudkan impian finansial di masa depan.
e) Equity Crowdfunding.
Seperti namanya,, crowdfunding adalah layanan fintech dalam
penggalangan dana. Nantinya dana tersebut dapat didonasikan kepada sebuah
organisasi sosial ataupun diinvestasikan kepada sebuah bisnis.
Itulah beberapa contoh fintech yang menyebarkan dampak positif di
Indonesia. Menurut data dari Darmin Nasution selaku Menko Perekonomian,
diantara banyaknya fintech yang berkembang, Lending adalah jenis fintech yang
mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan beberapa jenis fintech
lainnya. Namun, peningkatan yang diperlihatkan oleh fintech di Indonesia juga
tidak terlepas dari tantangan untuk pengembangannya di industri finansial
Indonesia seperti penyalahgunaan data pribadi pengguna layanan.
4. MENGAPA HARUS FINTECH?
Di zaman sekarang, semua bisa dilakukan dengan cara online
menggunakan smartphone. Berbagai kemudahan yang diberikan perusahaan
financial technology tentunya menjadi suatu kelebihan tersendiri. Namun perlu
juga diketahui bahwa perusahaan teknoogi finansial juga memiliki sejumlah
kekurangan.
Seperti yang dijelaskan oleh redaksi OCBC NISP, perkembangan fintech
di Indonesia memang membawa banyak dampak baik. Salah satunya adalah
mempercepat perputaran ekonomi. Akses keuangan dan kemudahan bertransaksi
mendorong arus perputaran ekonomi semakin cepat dan praktis. Selain itu, fintech
membantu pelaku usaha untuk mendapatkan modal dengan mudah melalui
pinjaman online sebagai produk fintech. Manfaat fintech yang tidak dapat
dipungkiri yaitu memberikan kemudahan layanan finansial kepada masyarakat
luas.
PEMBAHASAN
1. KELEBIHAN PENGAPLIKASIAN FINTECH DIERA 5.0
Di era society 5.0 sekarang ini, masyarakat sedang berpusat pada manusia
yang menyeimbangkan kemajuan ekonomi dengan penyelesaian masalah sosial,
melalui sistem yang sangat mengintegrasikan ruang maya (virtual space) dan
ruang fisik (nyata). Perkembangan dunia finansial juga tumbuh begitu cepat
dengan adanya financial technology atau yang biasa kita sebut dengan fintech.
Munculnya teknologi finansial ini memang mempermudah mereka yang
membutuhkan dana, mengelola dana hingga melakukan transaksi lainnya. Semua
proses transaksi dapat dilakukan hanya dengan menggunakan smartphone.
Kemudahan dan kecepatan dari proses inilah yang ditawarkan oleh teknologi
finansial di era sekarang untuk menarik orang-orang untuk lebih memanfaatkan
fintech dalam proses transaksi sehari-hari. Oleh karenanya, inilah beberapa
manfaat fintech yang bisa dirasakan dalam proses transaksinya:
a. Fintech dapat Meningkatkan Perkembangan Perusahaan Baru (Startup).
Munculnya fintech ini adalah salah satu bukti berkembangnya
para startup baru yang memiliki produk finansial yang benar-benar berguna untuk
masyarakat. Tidak sedikit Kemunculan perusahaan baru ini memiliki dampak
besar terhadap proses transaksi terhadap suatu daerah, namun perusahaan yang
memiliki produk terbaik lah yang akan terus bertahan dan berkembang.
b. Fintech dapat Mengurangi Jumlah Pinjaman yang Memiliki Bunga Tinggi
Tidak sedikit masyarakat yang khawatir terhadap kehadiran yang mengaku
sebagai penolong namun malah akhirnya memberikan kesulitan. Namun
kehadiran fintech yang benar-benar dapat membantu memberikan kemudahan
terhadap permasalah keuangan inilah yang dicari masyarakat.
Mereka yang sudah menggunakan fintech, tentunya memiliki pengalaman
yang baik dan buruk, untuk pengalaman yang buruk ini mungkin dirasakan karena
beberapa fintech yang digunakan tidak memiliki regulasi dari Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) sedangkan untuk yang memiliki pengalaman baik, sudah pasti
sangat terbantu. Baik itu dari segi pengelolaan keuangan maupun pengajuan
pinjamannya.
c. Mempermudah Layanan Finansial
Kemudahan dalam layanan finansial adalah salah satu manfaat fintech
yang selalu ditawarkan fintech untuk para calon penggunanya. Hal ini memang
terbukti, jika kita lihat beberapa tahun ke belakang dimana kita harus melakukan
transfer, pengajuan untuk pinjaman modal, maupun melakukan investasi, semua
harus dilakukan dengan datang ke tempat dimana mereka ingin menggunakan
layanan tersebut.
Sementara di era sekarang semua itu dapat dipermudah hanya dengan
menggunakan smartphone. Ditambah beberapa hal seperti melakukan pembayaran
listrik, telepon, BPJS hingga membeli pulsa semua dapat dilakukan hanya dengan
1 aplikasi yang disediakan oleh beberapa fintech. Hal-hal tersebut dapat lebih
mengefisienkan waktu serta tenaga karena tidak perlu keluar rumah untuk
melakukan sebuah transaksi.
d. Fintech Dapat Meningkatkan Taraf Hidup
Fintech dapat meningkatkan taraf hidup melalui pengembangan dana yang
kamu lakukan maupun dengan beberapa cara lainnya. Salah satu contohnya, ada
perusahaan startup yang kemudian membuat inovasi untuk membantu perusahaan
kecil untuk memiliki sebuah usaha dimana untuk meningkatkan daya beli dari
konsumen atau masyarakat. Lebih dari itu, manfaat fintech yang satu ini memang
terbukti memiliki peranan yang penting dalam upaya pengentasan kemiskinan
yang ada di asia tenggara.
e. Membantu UKM Mendapatkan Modal Usaha Berbunga Rendah
kemunculan fintech ini juga akhirnya membuat para UKM memiliki
alternatif untuk menawarkan pinjaman modal usaha dengan bunga yang relatif
lebih rendah dan proses yang lebih singkat. Salah satu sistem yang memiliki peran
ini adalah Peer-to-Peer (P2P) Lending dimana sebuah platform yang
mempertemukan mereka yang membutuhkan pinjaman modal usaha dan mereka
yang ingin melakukan pengembangan dana atau ingin meminjamkan dana yang
mereka miliki.
Diantara kelebihan pengaplikasian fintech yang sudah tersebut diatas, kita
masih saja menemukan kecurangan kecurangan yang dilakukan para oknum yang
tidak peduli terhadap kepentingan masyarakat yang membutuhkan dana segar
dengan segera. Diantara kecurangan itu adalah penyalahgunaan data pengguna
juga penyelewengan dana nasabah.
2. APAKAH FINTECH DAPAT MENGGANTIKAN FUNGSI BANK DI
MASA DEPAN?
Pada zaman yang sudah mengalami kemajuan seperti saat ini, perbankan
dan fintech didorong untuk berkolaborasi dan saling mengisi kekurangan masing-
masing sehingga bisa semakin menumbuhkan ekonomi digital. Kolaborasi itu
akan menciptakan keuntungan baik bagi bank, fintech, maupun nasabah. Manfaat
bagi bank misalnya, bisa mempermudah dalam penyelesaian transaksi digital,
mempermudah dalam melakukan inovasi produk sesuai dengan tren yang ada dan
menciptakan efisiensi, sedangkan nasabah akan mendapatkan pengalaman yang
berbeda dari layanan bank konvensional.
Namun, kolaborasi tersebut juga diiringi dengan resiko. Tony Plt Deputi,
Direktur Arsitektur Perbankan Indonesia OJK mengatakan, resiko yang
membuntuti kolaborasi bank dan fintech ada 4:
a. Perlindungan dan pertukaran data pribadi nasabah belum dijamin
Undang-Undang.
b. Resiko kebocoran data nasabah.
c. Resiko serangan siber.
d. Resiko outsourcing atau pengalihan data pengguna.
Dengan adanya resiko ini, perusahaan teknologi finansial atau fintech
dianggap tak akan dapat menggantikan peran bank sebagai Lembaga Keuangan
utama. Karena ruang gerak Lembaga berjenis teknologi financial terbatas.
3. DAMPAK NEGATIF YANG DITIMBULKAN FINTECH.
Sudah banyak berita seputar fintech yang justru menimbulkan dampak
negatif bagi para penggunanya. Untuk itu, wajib bagi kita yang ingin
menggunakan aplikasi ini agar memahami juga mendalami seluk beluk aplikasi
fintech yang akan kita gunakan. Jangan sampai kita malah merugikan diri sendiri.
Dengan ini, terdapat beberapa dampak negatif dari fintech. Diantaranya :
a. Penyelewengan Dana Nasabah.
Banyak sekali produk keuangan yang dikeluarkan oleh perusahaan fintech.
Salah satu produk yang dikeluarkan adalah produk penggalangan dana yang
memungut bunga dalam jumlah besar. Hal yang membahayakan adalah sejumlah
produk penggalangan dana ini justru tidak memiliki izin yang jelas dan tidak
terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga bisa dikatakan illegal.
Sudah banyak pemberitaan di mana-mana yang menyebutkan bahwa
sejumlah nasabah mengalami kerugian akibat penyelewengan dana nasabah yang
dilakukan oleh sejumlah perusahaan fintech yang tidak berizin tersebut sehingga
justru menyebabkan nasabah kehilangan dana yang sudah diinvestasikan tersebut.
b. Penipuan Berkedok Investasi
Perusahaan fintech sebenarnya memberikan kemudahan investasi bagi
masyarakat di mana saja dan kapan saja. Akan tetapi, sejumlah perusahaan fintech
justru mendirikan usaha dengan tingkat risiko yang tinggi, tidak memiliki
kejelasan arah kerjanya, dan bahkan illegal. Oleh karena itu, pihak Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) berusaha berperan dalam melindungi para masyarakat dan
mengimbau untuk selalu berhati-hati dalam menggunakan berbagai kemudahan
yang ditawarkan oleh sejumlah perusahaan fintech. Sebaiknya, kita jangan mudah
tergiur dan langsung percaya terhadap tawaran dari perusahaan fintech yang
belum jelas kredibilitasnya.
c. Kasus Penipuan Berkedok Pinjaman.
Saat ini cukup marak kasus penipuan yang dibalut dalam wadah pinjaman.
Kemudahan meminjam uang secara sistem online menyebabkan banyak
masyarakat terjerumus ke dalam lingkaran fintech yang tak berkesudahan. Tak
sedikit pelaku penyedia pinjaman uang online yang melakukan manipulasi kepada
penggunanya untuk terus mengajukan pinjaman uang. Banyak yang kemudian
memanfaatkan KTP orang yang tidak mengajukan pinjaman, akan tetapi tiba-tiba
mengirimkan uang ke rekening orang tersebut dengan mematok pengembalian
bunga yang tinggi sehingga membuat orang terlilit hutang di fintech.
d. Mengancam Usaha Perbankan untuk Gulung Tikar
Akibat maraknya perusahaan fintech, hal ini dapat menyebabkan usaha
sejumlah perbankan menjadi gulung tikar. Dunia perbankan yang masih
konvensional ini perlahan mulai ditinggalkan. Karena kemudahan yang
ditawarkan sejumlah perusahaan fintech menyebabkan sejumlah nasabah memilih
beralih ke fintech dibandingkan memanfaatkan perbankan yang padahal jauh lebih
aman. Akibat penggunaan sistem yang menggeser peran manusia, menyebabkan
sejumlah karyawan yang dulunya bekerja di perusahaan perbankan menjadi
kehilangan pekerjaannya karena banyaknya perusahaan fintech yang berkembang
di masyarakat saat ini.
e. Ketergantungan terhadap Internet
Akibat penggunaan fintech yang sangat bergantung pada internet, maka
mau tidak mau masyarakat menjadi ketergantungan terhadap keberadaan internet.
Padahal, penggunaan internet yang berlebihan juga memberikan dampak buruk
bagi masyarakat. Jika sewaktu-waktu ada masalah pada jaringan internet, maka
transaksi keuangan yang dilakukan bisa saja terhambat. Hal ini tentu akan
berimbas buruk pada perekonomian.
f. Menumpuknya Aplikasi Fintech di Ponsel
Akibat mudahnya penggunaan aplikasi fintech, maka banyak orang yang
justru menumpuk aplikasi fintech di ponselnya sehingga akan membuat
ketergantungan terhadap fintech semakin nyata adanya. Hal ini tentu akan rawan
meningkatkan stres seseorang ketika harus dikejar oleh ketakutan pembayaran
tagihan di sejumlah aplikasi fintech yang digunakan.
4. PENYEBAB KASUS PENIPUAN FINTECH DAN
PENCEGAHANNYA
Banyak penyebab terjadinya kasus penipuan oleh sejumlah perusahaan
fintech, antara lain sebagai berikut:
1. Kurangnya Pengawasan dan Regulasi
Akibat menjamurnya perusahaan fintech, ternyata masih banyak juga yang
kurang dalam segi pengawasan dan regulasinya sehingga cenderung berbahaya.
Padahal, sedang marak tindak kejahatan yang mengatasnamakan fintech sehingga
sangat perlu adanya pengawasan dan regulasi yang jelas.
2. Minimnya Pengetahuan Masyarakat terhadap Keamanan Data
Meski terkesan mudah, jangan salah jika sejumlah perusahaan fintech
justru memungkinkan untuk melakukan pencurian data pribadi Anda. Padahal,
keamanan data sangat penting untuk Anda jaga agar tidak disalahgunakan oleh
orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
3. Rendahnya Kesadaran Masyarakat akan Legalitas
Banyak dari masyarakat yang belum mengetahui secara jelas seputar
pentingnya legalitas. Dengan maraknya perusahaan fintech yang tidak
mengantongi surat legalitas, tentunya akan sangat membahayakan para
penggunannya bukan? Tak jarang akibat tidak adanya legalitas tersebut, membuat
sejumlah perusahaan fintech memanfaatkan data kamu secara sembarangan.
Dengan adanya kasus seperti diatas, tentu mulai dari sekarang kita harus
mulai waspada terhadap tawaran yang diberikan oleh sejumlah perusahaan
fintech. Terlebih saat ini iklan-iklan produk fintech sudah banyak bertebaran di
mana-mana sehingga akan mempermudah masyarakat untuk tergiur dengan
tawaran tersebut
KESIMPULAN
Berdasarkam uraian diatas, dapat kita ambil kesimpulan bahwa financial
technology (fintech) yang merupakan aplikasi inovasi teknologi keuangan, masih
belum optimal pemberlakuan pengaplikasiannya di Indonesia. Walaupun
Sebagian aplikasi fintech menunjukkan keberhasilan, namun kita masih dapat
melihat bahwa beberapa aplikasi fintech masih cenderung melakukan kecurangan
dalam melayani pengguna ataupun nasabah.
Kecurangan-kecurangan tersebut disebabkan banyaknya apikasi fintech
yang bahkan belum mendapatkan izin resmi dari pihak yang berwenang, seperti
OJK. Oleh karena itu, jika kita memang perlu menggunakan aplikasi fintech,
sebaiknya kita harus benar-benar memastikan apakah aplikasi tersebut
mendapatkan izin dari OJK atau tidak. Dengan begitu kita akan terhindar dari
kecurangan yang terjadi kepada beberapa korban penipuan.
DAFTAR PUSTAKA
Accurate.id. “Fintech adalah: Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya untuk
Masyarakat.” https://accurate.id/ekonomi-keuangan/fintech-adalah/.
(Diakses Oktober 21, 2020).
Landx.id. “Apa Itu Fintech: Definisi, Sejarah, dan Jenis Fintech di Indonesia.”
https://landx.id/blog/fintech-aman-dan-berizin-ojk-di-indonesia/. (Diakses
November 18, 2021).
Modal Rakyat. “Inilah 5 Manfaat Fintech bagi Masyarakat di Era Modern.”
https://www.modalrakyat.id/blog/inilah-5-manfaat-fintech-bagi-
masyarakat-di-era-modern. (Diakses Januari 7, 2021).
Merdeka.com. “Fintech adalah Gabungan Jasa Keuangan dan Teknologi, Ketahui
Dampak dan Keuntungannya.” https://www.merdeka.com/jatim/fintech-
adalah-gabungan-jasa-keuangan-dan-teknologi-ketahui-dampak-dan-
keuntungannya-kln.html. (Diakses September 7, 2020).
OCBC NISP. “Apa Itu Fintech: Pengertian, Manfaat, Jenis dan Dasar
Hukumnya.” https://www.ocbcnisp.com/en/article/2021/07/12/fintech-
adalah. (Diakses Juli 12, 2021).
Republika.co.id. “Ini Sebab Maraknya Kasus Penipuan Fintech.”
https://www.republika.co.id/berita/pf4ykr368/ini-sebab-maraknya-
penipuan-fintech. (Diakses September 16, 2018).
Tempo.co. “ Ini Penyebab Fintech Tak Bisa Gantikan Peran Perbankan.”
https://bisnis.tempo.co/read/1260655/ini-penyebab-fintech-tak-bisa-
gantikan-peran-perbankan. (Diakses Oktober 17, 2019).