0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
39 tayangan21 halaman

Matkul SIM Kelompok4

Diunggah oleh

Rafael Raheal
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
39 tayangan21 halaman

Matkul SIM Kelompok4

Diunggah oleh

Rafael Raheal
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Sistem

Kelompok 4.

Informasi
Manajemen
Nama Kelompok:
• Angeline Mediana Kause (2261101246)
• Cindy Clara (2261101146)
• Dania Ayu Lestari (2261101234)
• Jasnida (2261101247)
• Jessy Wulansari (2261101148)
• Wilson Tang (2261101252)
Mengenal Keuangan Digital
1 Sejarah

2 Definisi

3 Jenis

4 Manfaat

5 Kesimpulan
Sejarah Fintech

Lahirnya teknologi komputer dan koneksi internet pada


era 1960 – 1970, menjadi gerbang awal mula dalam peningkatan dalam
bermacam sektor, tidak kecuali sektor keuangan. Kolaborasi di antara
teknologi komputer dan koneksi internet dengan finansial diawali 10
tahun kemudian tepatnya pada periode tahun 1980. Pada waktu ini,
perbankan dunia mulai mengaplikasikan mekanisme pendataan data
keuangan yang bisa dijangkau lewat komputer. Disini pertama kali
panggilan financial technology (fintech) muncul.
Pada era 1986
Mulai berkembang
kabel trans atlantik untuk
membuka lajur mekanisme
transfer dana elektronik pertama
dengan memakai telegraf dan Pada era 1967
kode morse.
Dunia keuangan
lakukan transformasi dari
mekanisme analog ke digital. Di
tahun 1998, perbankan dunia
mulai memperkenalkan online
banking sebagai produk baru ke
nasabahnya.

Pada Era 2005


Tersedianya sistem online
banking, semua wujud transaksi bisnis
semakin praktis dan gampang. Serta
menjadikan salah satunya perusahaan di
Inggris yang bernama Zopa menjadi
perusahaan peer-to-peer lending pertama
di dunia.
Pada era 2021
Dunia juga makin bersicepat terhitung dari
tahun 2018 sampai Februari 2021, jumlah start up fintech
dunia mencapai lebih dari 35.000 perusahaan yang
beroperasi di penjuru dunia. Ini menjukkan jika financial
technology sudah jadi ekosistem digital keuangan yang tidak
bisa terpisahkan dari kehidupan manusia di era tehnologi
yang serbadigital
Definisi Fintech
Fintech merupakan singkatan dari financial technology.
Berdasarkan National Digital Research Center (NDRC) mendefinisikan
sebagai istilah yang dapat digunakan untuk menyebut inovasi dalam bidang
jasa keuangan atau finansial. Inovasi yang dimaksud adalah inovasi finansial
yang diberikan sentuhan teknologi modern. Sederhananya, fintech adalah
jenis perusahaan di bidang jasa keuangan yang digabungkan dengan
teknologi.
Sehingga, mulai dari metode pembayaran, transfer dana,
pinjaman, pengumpulan dana, sampai dengan pengelolaan aset bisa
dilakukan secara cepat dan singkat berkat penggunaan teknologi modern
tersebut. Maka tidak heran jika kemudian financial technology menjadi
kebutuhan yang bisa mengubah gaya hidup seseorang, khususnya mereka
yang familiar atau bergelut di bidang keuangan dan teknologi.
Perkembangan
Fintech Di Indonesia

Pada Tahun 2017


Tercatat 440 perusahaan Fintech.

Pada Tahun 2018


Tercatat 583 perusahaan Fintech.

Pada Tahun 2019


Tercatat 691 perusahaan Fintech.

Pada Tahun 2020


Tercatat 758 perusahaan Fintech.

Pada Tahun 2021


Tercatat 785 perusahaan Fintech.
Perbankan
Fintech perbankan adalah bank konvensional yang
mulai menggarap dunia digital. Ada mobile dan internet banking
yang bisa kamu manfaatkan dengan mudah dengan melibatkan
internet. Saat ini, bank-bank di Indonesia juga memiliki mobile
banking yang memudahkan transaksi penggunanya. Contohnya
BCA Mobile dari Bank BCA serta BRImo milik Bank BRI.

Pembayaran
Mirip dengan fintech perbankan, namun fintech
pembayaran adalah layanan keuangan hanya untuk menerima dan
mengirimkan uang secara digital. Untuk menggunakan layanan ini,
kamu tidak perlu memiliki rekening bank. Contoh fintech ini adalah
PayPal. Selain PayPal, aplikasi pembayaran lain seperti GoPay dari
Gojek dan ShopePay dari Shopee juga termasuk fintech
pembayaran yang sering digunakan.

Pinjaman Keuangan P2P


Melalui fintech, bisa mendapatkan berbagai
pinjaman keuangan, terutama fintech P2P lending. Untuk
pinjaman keuangan P2P, seorang calon peminjam uang akan
“dipertemukan” secara virtual dengan investor yang berniat
meminjamkan uang. Contoh dari fintech P2P di Indonesia yang
mungkin sering didengar adalah KoinWorks dan Modalku. Model
P2P yang dibawa oleh KoinWorks terbuka untuk siapa saja yang
ingin mengalokasikan dana untuk membantu peminjam.
Crowdfunding
Biasanya ada dua jenis tujuan crowdfunding,
untuk amal (uang akan disumbangkan), atau untuk donasi
uang kepada pengusaha (uang digunakan untuk membuat
konten, berkarya, dan lain-lain). Salah satu contoh dari fintech
crowdfunding adalah Kitabisa.com. Berdiri sejak tahun 2013,
aplikasi Kitabisa menjadi wadah menghimpun donasi dengan
berbagai macam tujuan.

Asuransi Tabungan Dan Investasi


Ada juga perusahaan fintech yang
Melalui fintech ini, kamu bisa
bergerak di bidang tabungan dan investasi. Jenis-jenis
mendaftar asuransi hanya dalam hitungan menit.
investasi online yang bisa kamu lakukan di startup ini
Jenis asuransi yang ditawarkan pun bermacam-
adalah P2P lending, reksa dana, emas, hingga bitcoin.
macam, mulai dari kendaraan hingga kesehatan.
Contoh fintech dalam investasi yang sedang naik daun
Contoh fintech asuransi di Indonesia ada
yaitu Bibit. Bibit merupakan aplikasi reksa dana yang
Asuransiku.id dan PasarPolis. PasarPolis merupakan
membantu pemula untuk berinvestasi dan disesuaikan
fintech penyedia asuransi digital, mulai dari asuransi
dengan level risikonya.
kesehatan hingga perjalanan. Asuransiku.id adalah
layanan pialang asuransi berbasis teknologi e-
commerce yang membantu pengguna untuk
berhubungan dengan agen asuransi.
Layanan AI Finansial
Fintech layanan AI adalah fintech yang akan
membantumu membuat keputusan finansial. Kamu bisa
memasukkan portfolio saham ke fintech ini, dan risiko serta
preferensimu akan dikalkulasi menggunakan algoritma. Layanan
ini juga sering disebut dengan roboadvisor atau penasihat robot.
Salah satu penggunaan AI dalam layanan finansial telah
diterapkan oleh BCA. Perusahaan memiliki AI yang disebut
“Vira” yang merupakan virtual assistant untuk melayani segala
kebutuhan informasi nasabah. $
Microfinancing
Sudah menjadi rahasia umum jika akses ke institusi
keuangan seperti perbankan kadang sulit diraih oleh masyarakat
kecil di pedesaan. Nah, tugas microfinancing adalah
menjembatani antara masyarakat yang membutuhkan dana dan
investor secara digital. Dana tersebut bisa digunakan sebagai
modal usaha maupun untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Manfaat Fintech

Membantu UMKM Dengan Menyediakan Layanan Mendukung Inklusi Mengurangi Jumlah

Pinjaman Bunga Rendah Finansial Keuangan Pinjaman Berbunga Tinggi

Pelaku UMKM Tidak hanya Fintech dapat Dianggap dapat


transfer dana/uang, fintech menjawab permintaan sistem
pun akhirnya mendapatkan menjadi alternatif solusi untuk
juga memungkinakan Anda
solusi untuk mendapatkan membantu mencapai target peminjaman uang yang
untuk menyetorkan berbagai
modal melalui fintech. Sistem ini tagihan seperti tagihan inklusi keuangan yang sampai transparan dan dapat dinikmati
disebut juga dengan peer-to- telepon, listrik, air, bahkan saat ini baru mencapai 49%. masyarakat. Selain itu, jika
peer (P2P) lending yang berarti BPJS Jadi, Anda tidak perlu lagi Sedangkan pada 2019 ini, dibandingkan dengan sistem
keluar rumah untuk melakukan
praktik berbasis online platform Dewan Nasional Keuangan pinjam uang/dana lainnya, fintech
segala transaksi tersebut.
yang mempertemukan pelaku Inklusi (DKNI) menargetkan memberikan pinjaman dengan
UMKM yang butuh dana atau inklusi sebesar 75%. bunga yang tidak terlalu tinggi.
modal dengan orang-orang
yang bersedia berinvestasi
meminjamkan uang mereka.
Fintech Dan
Wabah Corona
Fintech adalah salah satu industri yang terdampak wabah
corona. Akan tetapi, dampak yang dialami oleh fintech adalah
meroketnya pengguna. Dilansir dari Detik, startup fintech OVO
mengalami peningkatan transaksi online. Kenaikan untuk transaksi
jual-beli adalah lebih dari 100%, dan untuk lending distribution sebesar
50%. GoPay juga mengalami kenaikan transaksi di situasi ini. Hal ini
disampaikan oleh Managing Director GoPay. Transaksi itu di
antaranya adalah pembayaran tagihan bulanan, pembelian pulsa
pembelian voucher game online dan belanja daring lainnya. Hal ini
juga terjadi pada fintech pinjaman online. Dilansir dari Tempo, Asosiasi
Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyatakan naiknya
layanan fintech P2P lending.
Fintech adalah layanan yang berawal dari belakang layar
perbankan dan saham konvensional. Layanan pengiriman uang secara
elektronik, ATM, hingga kartu kredit merupakan salah satu contohnya.
Dengan majunya teknologi, fintech mulai maju ke depan dan melayani
pengguna secara langsung. Pemodal bisnis alias venture capitalist
awalnya tidak melirik fintech sama sekali. Akan tetapi, seiring
berjalannya waktu, masa depan fintech mulai gemilang.

Saat itu, fintech akhirnya mulai dilirik dan terus


berkembang. Selain memiliki tren di mata investor, fintech adalah salah
satu layanan keuangan yang melek customer experience. Ini bisa menjadi
nilai tambah tersendiri, fintech merupakan industri yang fleksibel dalam
melayani dan memahami kebutuhan pelanggan.

Sementara itu, bank konvensional merupakan institusi


yang konservatif dan kurang mampu mengejar perubahan customer
experience, sinergi antara fintech dan perbankan konvensional tidak dapat
dihindari. Selain itu, hal ini bisa menjadi pilihan solusi untuk masa depan
finansial Indonesia yang lebih inklusif atau menyeluruh.

Anda mungkin juga menyukai