Anda di halaman 1dari 2

Nama : Salsabila Maharani Dika Putri

Nim : 03021381924080
Kelas : B Indralaya
Rangkuman Kuliah 1 Ekstraksi Metalurgi ( 23 September 2022 )
Dosen Pengajar : Ir. A. Taufik Arief, M.Sc

DASAR-DASAR EKSTRAKSI METALURGI

Mineral utama adalah Main Mineral sedangkan mineral pengotor adalah Gangue Mineral.
Thin mineral merupakan mineral utama yang membawa mineral lain.

Ekstraksi Metalurgi adalah Ilmu dan teknologi untuk memperoleh sampai pengolahan
logam mulai dari processing bijih mineral sampai pemerolehan (ekstraksi) sesuai sifat dan
karakteristik logam melalui proses-proses kimia, baik melalui temperatur rendah (pelindian)
maupun temperatur tinggi (piro metalurgi/peleburan). Dalam pengolahan bahan galian
berharga dikenal konsentrat yaitu mineral utama dalam suatu bijih dan tailing yang merupakan
mineral buangan dalam suatu bijih.

Coal metalurgy adalah sama saja sebagai kegiatan hilirisasi batubara. Provinsi sumatera
selatan sendiri merupakan pusat hilirisasi batubara, contoh kegiatan hilirisasi nya adalah coal
gasification.

Keterikatan ekstraksi metalurgi dengan tahapan pertambangan, jika proses pendapatan


cadangan besar maka harus dilakukan geometalurgi.

Didalam tahap eksplorasi dapat diketahui sifat khusus endapan mineral/ karakteristik dari
endapan mineral dan di tahap pencairan mineral terdapat :
1. Teknologi yang tinggi
2. Modal yang besar
3. Beresiko terhadap lingkungan, sosial/politik serta ekonomi dan budaya
4. Sumberdaya yang terbatas
Jika diketahui di tahap eksplorasi dan penyelidikan mineral dan dinyatakan mineral tersebut
dalam kategori High grade ore maka harus dilakukan metalurgi, dikarenakan jika dijual mentah
nilai jual nya murah sedangkan dilakukan metalurgi tadi maka nilai jual nya akan bertambah.
Permen ESDM No.1 tahun 2014 melarang ekspor mineral mentah dan mewajibkan mineral
harus di olah menjadi barang jadi atau setengah jadi agar dapat meningkatkan nilai tambah,

Metalurgi saat ini menjadi andalan dan tantangan, Unieropa dan Indonesia berkolaborasi
membuat smelter-smelter, dengan studi kelayakan yang bagus membuat kurva instansinya
bagus pula. Metalurgi ini menjadi potensi Indonesia sebagai Top 10 Gold Producing in 2019,
kegiatan metalurgi ini sangat dibutuhkan memahami karakteristik mineral dan dapat
memisahkan mineral yang akan diolah.

Terdapat 2 bentuk senyawa bijih di bumi yaitu :


1. Bentuk oksida
2. Bentuk sulfida

Sifat fisik dan kimia untuk kegiatan ekstraksi metalurgi didasarkan oleh :
1. Sifat fisik dan kimia logam
2. Teori perubahan fase dan muai (expansi)
3. Teori termodinamika
4. Teori gas ideal
5. Teori gibbs free energy (diagram Eleingham)

Anda mungkin juga menyukai