Anda di halaman 1dari 11

Makalah

KAJIAN PENGGUNAAN CLOUD COMPUTING PADA UNIVERSITAS


DOSEN PEMBIMBING: Mrs. Debby Sondakh M.T.

Diusulkan oleh:

08520076 08510007

UNIVERSITAS KLABAT FAKULTAS ILMU KOMPUTER AIRMADIDI 2011

KAJIAN PENGGUNAAN CLOUD COMPUTING PADA UNIVERSITAS


Matthew Marthin Sigar1, Mira Stivana Takaweian2 xboosterx@gmail.com, shamee_sweetgbol@yahoo.com

ABSTRACT Cloud computing is a technology that utilizes the Internet to become a virtual storage center. This paper aims to provide a concept of using cloud computing in universities. Cloud computing facilities used to support academic activities and lectures at the university. In this case the use of the website, e-mail servers, e-learning, and e-library. Cloud computing is used in order to solve the problems with the amount of data storage on a website, e-mail servers, e-learning, and elibrary. Also much greater bandwidth capacity for online enrollment at the beginning of each semester. Keywords : cloud computing, university, virtual storage, bandwith

INTISARI Cloud computing merupakan teknologi yang memanfaatkan internet untuk menjadi pusat penyimpanan secara virtual. Malakah ini bertujuan untuk memberikan gambaran konsep penggunaan cloud computing pada universitas. Fasilitas cloud computing digunakan untuk menunjang kegiatan akademik dan perkuliahan pada universitas. Dalam hal ini penggunaan pada website, server e-mail, e-learning, dan e-library. Cloud computing digunakan agar dapat mengatasi permasalahan pada besarnya penyimpanan data pada website, server e-mail, e-learning, dan elibrary. Juga kapasistas bandwith yang lebih besar saat saat melakukan pendaftaran online setiap awal semester. KataKunci : cloud computing, universitas, penyimpanan virtual, bandwith

1 2

Program Studi Teknik Informatika Universitas Klabat Program Studi Sistem Informasi Universitas Klabat

PENDAHULUAN Perkembangan teknologi membuat universitas memanfaatkan teknologi internet untuk membuat website. Melalui website yang menjadi portal utama dalam penyebaran informasi kepada mahasiswa, dosen, staf maupun orang lain yang berhubungan dengan universitas. Informasi yang yang disebarkan berhubungan dengan universitas, dalam hal ini berupa kegiatan yang telah terjadi dan perencanaan dalam kegiatan perkuliahaan yang akan datang, contohnya: berita kegiatan mahasiswa dalam menjalankan aktifitas perkuliahan di kampus dan jadwal dari kegiatan universitas pada semester mendatang. Pada universitas yang cukup besar dan memiliki mahasiswa yang banyak dapat menggunakan website untuk masing masing fakultas, contohnya: Universitas Indonesia dan Universitas Gajah Mada Tujuannya. Penggunaan website pada masing masing fakultas

bertujuan agar informasi yang didapatkan lebih akurat dan spesifik. Website juga digunakkan untuk menerima masukkan dan saran bagi universitas dan fakultas untuk melakukan perbaikan dan pelayanan yang lebih baik kepada mahasiswa. Website juga digunakan untuk sebagai portal untuk pendaftaran mahasiswa secara online, server e-mail, e-learning dan e-library. Penggunaan server sebagai media penyimapanan data dapat dilihat pada gambar 1.

Client

Internet

Client

Client

Gambar 1. Arsitektur menggunakan server untuk penyimpanan data pada universitas. Namun permasalahan yang muncul adalah media penyimpanan data pada server memiliki kapasitas penampungan yang terbatas, ketika ada pertambahan data maka media penyimpanan data akan ditambah kapasistasnya atau dengan mengganti media penyimpanan data yang baru. Begitu juga dalam hal bandwith pada saat pendaftaran yang dilakukan oleh universitas secara online hanya dilakukan pada awal semester, Sehingga penggunaan bandwith yang lebih besar hanyalah pada saat dilakukan pendaftaran online. Dalam hal ini penambahan bandwith tidak

dilakukan saat pendaftaran online tidak dilakukan. Server yang digunakan untuk menyimpan semua data tersebut juga memerlukan biaya untuk melakukan perawatan dan pemeliharan. Cloud computing merupakan sebuah arsitektur tekhnologi yang dapat digunakan untuk membantu menyelesaikan masalah dalam hal penggunaan media penyimpanan data dan bandwith pada saat pendaftaran online. Cloud computing menyediakan layanan yang dapat disewa bersifat virtual dan memiliki kapasitas penampungan yang jauh lebih besar dan dapat menyelesaikan permasalah yang timbul tersebut. Melihat dari kesempatan dalam memanfaatkan teknologi Cloud computing untuk membantu kegiatan akademis dan pendidikan terutama pada universitas, maka selanjutnya penulis akan menjelakannya dalam makalah ini.

TINJAUAN PUSTAKA Cloud computing adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer dan pengembangan berbasis internet, cloud computing memanfaatkan layanan internet menggunakan server yang bersifat virtual untuk mengolah data, layanan tersebut dapat diakses oleh user melalui internet tanpa mengetahi infrastrukturnya [8]. Cloud pada Istilah cloud computing merupakan metafora dari internet. Tujuan utama dari cloud computing sendiri agar lebih efisiensi pada biaya operasional, sehingga setiap institusi yang menggunakan cloud computing ini tidak perlu lagi melakukan pengembangan, pembelian suatu aplikasi maupun perangkat keras karena tekhnologi cloud computing ini dilakukan secara virtual. Menurut Furht dan escalante(2010) cloud computing

merupakan suatu gaya baru dalam komputing dimana sumber secara dinamis sumber daya yang virtual terstrukur disediakan sebagai layanan melalui internet [2]. Pada gambar berikut ini merupakan gambar yang mengilustrasikan cloud computing.

Gambar 2. Arsitektur teknologi Cloud Computing [3]

Terdapat lima karakteristik dari cloud computing yaitu [5]: 1. On-demand self services : sebuah layanan cloud computing harus dapat dimanfaatkan oleh pengguna untuk dapat memesan dan mengolah layanan tanpa interaksi dari penyedia layanan. 2. Broad Network Access : sebuah layanan cloud computing dapat diakses kapan saja dan dari mana saja melalui jaringan internet baik menggunakan smartphone atau media lainnya. 3. Resouce Pooling : layanan cloud computing tersedia secara terpusat,namun karena pelanggannya banyak maka penyedia layanan cloud computing memberikan layanan sumber daya yang terpisah secara efisien sehingga sistem dapat dimanfaatkan secara maximal. Dengan demikian pengguna tidak perlu tahu bagaimana dan dari mana penyedia memenuhi kebutuhan dari pengguna, yang penting setiap permintaan dapat dipenuhi. 4. Rapid Elasticity : kapasitas komputasi yang disediakan harus elastis , dapat ditambahkan atau dikurangi sesuai dengan kebutuhan pengguna. 5. Measured Services : jumlah sumber daya diukur, sehingga bisa menjadi dasar bagi pengguna untuk membayar sesuai jumlah pemakaian yang digunakan. Kelima karakteristik ini yang membedakan antara cloud computing dengan hosting tradisional yang lainnya, dan memicu ketertarikan pelanggan untuk beralih menggunakan cloud computing. Beberapa manfaat dari cloud computing adalalah [4]: 1. Penghematan Biaya Dengan menggunakan teknologi ini bisa menghemat biaya karena menggunakan anggaran yang rendah karena tidak perlu membangun perangkat dan teknologi yang lain serta membantu menekan biaya operasi yang dikeluarkan oleh pihak yang menggunakannya untuk meningkatkan reliability. 2. Peningkatan Kapasitas Penyimpanan Bisa meningkatkan kapasitas sesuai kebutuhan sehingga dapat menyimpan data lebih banyak dibandingkan dengan private computer. 3. Mudah diotomatisasi Software ter-update karena dikembangkan oleh pengguna penyedia layanan cloud computing. 4. Mobilitas Yang Lebih Jangkauan akses cloud computing ini tidak terbatas untuk mengakses informasi kapanpun dan dimanapun melalui jaringan internet. Cloud dapat membuat menejemen

dan operasional lebih mudah karena terkoneksi dalam satu cloud sehingga dapat dengan mudah mengatur dan memonitornya. 5. Mengubah titik fokus Suatu organisasi tidak perlu khawatir dengan server yang harus di up-date dan komputasi lainnya, sehingga bisa lebih fokus pada hal yang lain. 6. Fleksibel Teknologi ini menawarkan lebih banyak fleksibilitas dibandingkan dengan metode komputing yang lama dan bisa dengan mudah berorientasi pada profit dan perkembangan yang cepat berubah. Terdapat tiga model layanan pada teknologi cloud computing yaitu [1]:

Gambar 3. Model layanan pada cloud computing [6] 1. Software as a Services (SaaS) : Merupakan model yang paling sering digunakan dalam cloud computing karena model ini memungkinkan seluruh software dapat dijalankan via web browser. Contoh : yahoo yang merupakan suatu software yang dapat diakses via web browser. 2. Platform as a Services (PaaS) : Pada model ini vendor menyediakan virtualized server, melalui virtualized server ini memungkinkan para pengguna dapat menjalankan aplikasi yang tersedia atau dapat menjalankan aplikasi yang baru tanpa harus memikirkan bagaimana me-maintain sistem operasinya, server atau kapasitas cloud computing. Contohnya force.com yang merupakan milik dari salesforce 3. Infrastruktur as a Service ( IaaS) : Memiliki konsep yang mirip dengan PaaS, yaitu vendor yang menyedian klaster server, jaringan, dan sistem penyimpanan yang didesain khusus untuk menggantikan fungsi data center. Contohnya Elastic compute cloud (E2C) dan simple storage service milik amazon.

HASIL DAN PEMBAHASAN Dengan adanya karakteristik dan manfaat yang diberikan oleh teknologi cloud computing seperti yang telah di jelaskan pada tinjauan pustaka, maka cloud computing juga dapat digunakan oleh universitas atau perguruan tinggi lainnya. Selanjutnya akan dideskripsikan penggunaan cloud computing yang digunakan pada website universitas, pendaftaran mahasiswa, server e-mail, elearning, dan e-library. Website merupakan portal penting yang digunakan dalam mendukung kegiatan universitas website tersebut akan berdampak pada penggunaan tempat penyimpanan data dan seiring berjalannya waktu dan peningkatan terhadap bertambahnya jumlah mahasiswa maka penyimpanan data yang dibutuhkan akan semakin banyak. Portal e-learning membutuhkan tempat penyimpanan data yang paling banyak. Karena semua materi kuliah yang berbentuk slide presentasi dan catatan yang disimpan oleh dosen dan akan bertambah setiap hari. E-mail juga membutuhkan tempat penyimpanan yang akan semakin banyak untuk menampung semua pesan yang dikirimkan oleh dosen atau mahasiswa. Fasilitas elibrary yang menyiman daftar buku mapun buku elektronik yang bertambah setiap tahun memerlukan penyimpanan yang besar. Pada setiap awal semester maka universitas akan melakukan pendaftaran online kepada mahasiswa, baik itu mahasiswa baru maupun mahasiswa lama. Pada saat pendaftaraan online ini membutuhkan bandwith yang besar. Karena hampir semua mahasiswa akan melakukan pendaftaran secara bersamaan.

Client
Virtual Server dan Storage Private Cloud Universitas: - Website - E-mail - E-learning - E-library - Pendaftaran

Client

Client

Gambar 4. Arsitektur layanan cloud computing untuk penyimpanan pada universitas. Melihat dari masalah yang telah dideskripsikan di atas, memberikan peluang bagi penulis untuk membuat konsep penggunaan cloud computing pada universitas. Konsep penggunaan cloud computing pada universitas yang ditunjukan pada gambar 4. Universitas melakukan hosting untuk website, server e-mail, e-learning dan e-library menggunakan virtual server dan virtual storage dari

penyedia layanan cloud computing. Pihak universitas atau perguruan tinggi dapat menyewa layanan cloud computing sesuai dengan ukuran kapasitas penyimpanan yang dibutuhkan. Penyedia layanan juga menyediakan ukuran bandwith yang dapat digunakan oleh pelanggan cloud computing. Pihak universitas dapat menyewa ukuran bandwith yang lebih besar pada penyedia layanan cloud computing saat pendaftaran mahasiswa setiap awal semester. Data yang disimpan oleh universitas merupakan data rahasia yang tidak dapat diganggu oleh pihak lain, maka konsep penggunaan cloud computing pada universitas harus menggunakan layanan pelayanan secara private. Data yang disimpan pada cloud computing juga lebih aman jika terjadi bencana alam. Pihak universitas tidak perlu takut akan kehilangan data saat bencana alam terjadi. Karena penyedia layanan cloud computing akan melakukan backup pada data yang disimpan. Namun konsep penggunaan cloud computing pada universitas juga memiliki kendala dan hambatan, yaitu [7]: a. Masih terdapat keraguan dalam menggunakan cloud computing. Apakah data yang disimpan penyedia layanan cloud computing dapat dijamin kerahasiaannya? Masih perlu dipelajari aturan yang berlaku pada penyedia layanan cloud computing. b. Tingkatan layanan yang ditawarkan oleh cloud computing masih belum dapat diukur tingkat konsistensinya terhadap performa aplikasi atau transaksi. Selain itu perlu mempelajari tingkatan layanan yang ditawarkan meliputi waktu respon transaksi, perlindungan data, dan kecepatan pada recovery data. c. Performa dari cloud computing belum dapat diukur secara tepat dalam memberikan keuntungan bagi penggunannya. Terutama pada pemilik usaha kecil menengah (UKM).

KESIMPULAN Telah dijelaskan konsep penggunaan maupun hambatan dari penggunaan cloud computing pada universitas. Perlu dilakukan beberapa langkah untuk menerapkan cloud computing pada universitas, yaitu: a. Tahap Pertama, perlu dilakukan peninjauan terhadap syarat dan peraturan dari penyedia layanan cloud computing. Sehingga tidak akan merugikan bagi pihak universitas dikemudian hari.

b. Tahap Kedua, mengidetifikasi layanan yang dapat digunakan dalam cloud computing dalam hal proses internal. Dalam hal ini pada data universitas yang disimpan agar tetap terjaga kerahasiaannya. c. Tahap ketiga, mengikuti aturan yang telah disetujui dan ditetapkan oleh penyedia layanan cloud computing. Sehingga kepercayaan antara universitas dan penyedia layanan cloud computing tetap terjaga. Juga kelancaran dalam proses bisnis yang dijalankan oleh keduanya. Dapat disimpulkan bahwa banyaknya keuntungan yang diberikan bagi universitas jika konsep diatas dapat diterapkan pada universitas. Terutama pada universitas yang menggunakan website, server e-mail, e-learning dan e-library. Tempat penyimpanan data, sumber daya, dan bandwith dapat digunakan dengan efesien dan sesuai kebutuhan melalui layanan cloud computing.

DAFTAR PUSTAKA

1. Pambudi, S. (2010). Riding The Wave : Strategi Andal Menaklukkan Industri Software. Jakarta : PT Elex Media Kompetindo Kelompok Gramedia. ISBN : 978-979-27-7914-1 2. Furht, Escalante (2010). Handbook Of Cloud Computing. New York : Springer-Verlag. 3. Service Of Cloud Computing. (2011). Retrieved July 6, 2011, from Momohum: http://momohum.com/main/detailblog/10/services_of_cloud_computing 4. Khamidah, N., Sulistianingsih, N., & Paputungan,I. (2010). Wacana Cloud Computing pada Universitas Islam Indonesia. ISSN: 1907-5002 . 5. Enterprise, J. (2010). Trik Mengoperasikan PC Tanpa Software. Jakarta : PT Elex Media Kompetindo Kelompok Gramedia. ISBN : 978-979-27-7853-2. 6. Saas, Paas, and Iaas. (2011). Retrieved July 3, 2011, from Cloudbusinessreview: http://www.cloudbusinessreview.com/2010/12/23/saas-paas-and-iaas-cloud-computingjargons-explained.html 7. Antonopoulos, N. & Gilliam, L. (2010). Cloud Computing: Principles, Systems and Applications. New York : Springer 8. Komputasi_awan. (2011). Retrieved July 3, 2011, from Wikipedia: http://id.wikipedia.org/wiki/Komputasi_awan

BIODATA PENULIS Penulis 1. Nama Lengkap : Matthew Marthin Sigar Tempat / Tanggal Lahir : Bontang / 19 Januari 1990 Alama : Kel. Sukur - Lingkungan II, Kec. Airmadidi, Sulawesi Utara E-mail : xboost3rx@gmail.com Spesialisasi dan minat keilmuan : Mahasiswa fakultas ilmu komputer jurusan teknologi informasi. Penulis 2 Nama Lengkap : Mira Stivana Takaweian Tempat / Tanggal Lahir : Balikpapan / 18 April 1990 Alamat : Kel. Madidir Ure Lingkungan II, Kab. Bitung, Sulawesi Utara E-mail : shamee_sweetgbol@yahoo.com Spesialisasi dan minat keilmuan : Mahasiswa fakultas ilmu komputer jurusan sistem informasi

10