Anda di halaman 1dari 162

MODEL SISTEM INFORMASI INDEKS KEPUASAN

MASYARAKAT DENGAN METODE PERBANDINGAN


EKSPONENSIAL (MPE) DAN SKALA ORDINAL
PADA UNIT PELAYANAN MASYARAKAT

TESIS

Oleh :
Yudo Devianto
1311601049

PROGRAM STUDI: MAGISTER ILMU KOMPUTER (MKOM)


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS BUDI LUHUR

JAKARTA
2015

MODEL SISTEM INFORMASI INDEKS KEPUASAN


MASYARAKAT DENGAN METODE PERBANDINGAN
EKSPONENSIAL (MPE) DAN SKALA ORDINAL
PADA UNIT PELAYANAN MASYARAKAT

TESIS

Diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar


Magister Ilmu Komputer (MKOM)

Oleh :
Yudo Devianto
1311601049

PROGRAM STUDI: MAGISTER ILMU KOMPUTER (MKOM)


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS BUDI LUHUR

JAKARTA
2015

PROGRAM STUDI: MAGISTER ILMU KOMPUTER (MKOM)


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS BUDI LUHUR
LEMBAR PERNYATAAN
Saya yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama Mahasiswa
Nomor Induk Mahasiswa
Program Studi
Konsentrasi
Fakultas/Program

: ....................................................................
: ....................................................................
: ....................................................................
: ....................................................................
: ....................................................................

Menyatakan bahwa Tesis yang berjudul :


....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
1. Merupakan hasil karya tulis ilmiah sendiri dan bukan merupakan karya yang
pernah diajukan untuk memperoleh gelar akademikoleh pihak lain,
2. Saya ijinkan untuk dikelola oleh Universitas Budi Luhur sesuai dengan norma
hukum dan etikayang berlaku.
Pernyataan ini saya buat dengan penuh tanggung jwab dan saya bersedia
menerima konsekuensi apapun sesuai aturan yang berlaku apabila dikemudian
hari pernyataan ini tidak benar.

Jakarta, ......................

Materai 6000

(......................................)

PROGRAM STUDI: MAGISTER ILMU KOMPUTER (MKOM)


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS BUDI LUHUR

LEMBAR PENGESAHAN

Nama Mahasiswa
Nomor Induk Mahasiswa
Konsentrasi
Judul Proposal Tesis

: Yudo Devianto
: 1311601049
: Teknologi Sistem Informasi
: MODEL
SISTEM
INFORMASI
INDEKS
KEPUASAN MASYARAKAT DENGAN METODE
PERBANDINGAN EKSPONENSIAL (MPE) DAN
SKALA ORDINAL PADA UNIT PELAYANAN
MASYARAKAT

Jakarta, 8 Agustus 2015


Tim Penguji:

Tanda Tangan:

Ketua,
(Prof. Dr. Moedjiono, M.Sc)

.....................

Anggota,
(Dr. Ir. Nazori AZ, M.T)

.....................

Pembimbing,
(Dr. Krisna Adiyarta M.)

.....................

Ketua Program Studi

(Dr. Ir. Nazori AZ, M.T)

ABSTRAK
Sebagai penyedia layanan masyarakat, unit pelayanan masyarakat dihadapkan
pada banyak permasalahan berkaitan dengan peningkatan kualitas pelayanan
masyarakat melalui kinerja pelayanan yang baik dan produk-produk layanan yang
berkualitas. Untuk mengukur kinerja unit pelayanan masyarakat tersebut,
dibutuhkan unsur sebagai acuan untuk memberikan penilaian terhadap hasil
kinerja unit pelayanan masyarakat, atas hal tersebut dibutuhkan suatu sistem
informasi untuk memunculkan hasil penilaian terhadap kinerja unit pelayanan
tersebut. Pembuatan sistem informasi tersebut adalah menggunakan metode
perbandingan eksponensial (MPE) dan skala ordinal, 1. Tidak Baik, 2. Kurang
Baik, 3. Baik, 4. Sangat Baik. Dalam pelayanan kepada masyarakat yang
diselenggarakan oleh unit pelayanan masyarakat, pengukuran kinerja unit
pelayanan masyarakat ini menggunakan pedoman keputusam MENPAN ( Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara ) No : KEP/25/M.PAN/2/2004 tentang pedoman
umum penyusunan indeks kepuasan masyarakat unit pelayanan instansi
pemerintah. Hasil dari penelitian ini adalah terbentuknya sebuah model Sistem
Informasi Indeks Kepuasan Masyarakat untuk dapat memberikan informasi
tentang kualitas kinerja dari unit pelayanan masyarakat tersebut.
Kata Kunci : layanan masyarakat, unit pelayanan masyarakat, indeks kepuasan
masyarakat, keputusan menpan, pedoman umum penyusunan
indeks kepuasan masyrakat.

ABSTRACT
As a provider of public services, community services unit faced with many issues
related to improving the quality of public services through the performance of
good service and products quality services. To measure the performance of the
public service units, required elements / indicators as a reference to provide an
assessment of the results of the performance of public service units, above it
needed an information system to bring the results of an assessment of the
performance of the service unit. Making the information system is to use
exponential comparison method (MPE) and the ordinal scale, "1. No Good, 2.
Less Good, 3. Good 4. Very Good ". In service to the community organized by
community services unit, community service performance measurement unit is
using the guidelines keputusam MENPAN (Minister of Administrative) No: KEP /
25 / M.PAN / 2/2004 on general guidelines for the preparation of community
satisfaction index agency services unit government. Results from this study is the
formation of a model of Information System for Public Satisfaction Index can
provide information about the quality of the performance of the public service
unit.
Keywords: community services, community services unit, community satisfaction
index, the minister's decision, general guidelines indexing society
satisfaction.

ii

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena
berkat rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan tesis yang berjudu Model Sistem
Informasi Indeks Kepuasan Masyarakat Dengan Metode Perbandingan
Eksponensial (MPE) Dan Skala Ordinal Pada Unit Pelayanan Masyarakat.
Tujuan dari penulisan tesis ini adalah sebagai salah satu syarat untuk menyusun
tesis pada Program Studi Magister Ilmu Komputer, Universitas Budi Luhur
Jakarta.
Rasa dan ucapan terima kasih penulis persembahkan kepada semua pihak
yang telah membantu penulis dalam menyusun proposal penelitian tesis ini:
1. Dr. Krisna Adiyarta M, selaku dosen pembimbing tesis yang telah
membimbing dan memotivasi penulis dalam mengerjakan tesis ini.
2. Bapak Dr. Ir. Nazori AZ, M.T selaku Kaprodi MKom beserta Bapak dan Ibu
Dosen pengampu mata kuliah di Program Studi Magister Ilmu Komputer
Universitas Budi Luhur yang telah dengan sabar memberikan ilmu
pengetahuan, pencerahan, dan bimbingan dalam belajar.
3. Rekan-rekan mahasiswa MKOM Universitas Budi Luhur, terima kasih atas
kebersamaan, kerja keras dan dukungan semangatnya.
4. Kepada Istri-ku tercinta yang selalu setia menunggu dan memberikan
motivasi yang sangat besar.
Penulis menyadari masih banyak kekurangan dari tesis ini, oleh karena itu
penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi
kesempurnaan penelitian tesis nantinya. Semoga tesis ini masih dapat memberikan
manfaat dari keterbatasannya.
Jakarta, Agustus 2015

Yudo Devianto

iii

DAFTAR ISI
Halaman
ABSTRAK ........................................................................................................... i
KATA PENGANTAR ........................................................................................ iii
DAFTAR ISI ...................................................................................................... iv
DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... ix
DAFTAR TABEL .............................................................................................. xi
DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... xii
BAB I

PENDAHULUAN ............................................................................... 1
1.1. Latar Belakang ............................................................................ 1
1.2. Masalah Penelitian ...................................................................... 2
1.2.1. Identifikasi Masalah .............................................................. 2
1.2.2. Pembatasan Masalah ............................................................. 2
1.2.3. Rumusan Masalah ................................................................. 3
1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian .................................................... 4
1.3.1. Tujuan Penelitian .................................................................. 4
1.3.2. Manfaat Penelitian ................................................................ 4
1.4. Tata Urut Penulisan .................................................................... 5
1.5. Daftar Pengertian ........................................................................ 6

BAB II

LANDASAN TEORI DAN KERANGKA KONSEP ........................... 9


2.1. Tinjauan Pustaka......................................................................... 9
2.1.1. Landasan Teori ...................................................................... 9
2.1.2. Pengertian Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) .............. 10
2.1.3. Unsur-unsur yang digunakan untuk mengukur kinerja unit
pelayanan masyarakat ......................................................... 10
2.1.4. Metode Perbandingan Eksponensial .................................. 17
2.1.4.1. Prosedur MPE....................................................... 17
2.1.4.2. Keuntungan Metode MPE ................................... 18
2.1.5. Skala Ordinal ....................................................................... 18
2.1.6. Analisis Dan Perancangan Berorientasi Obyek Dengan
Unified Modeling Language............................................... 19

iv

2.1.6.1. Konsep Dasar Analisis Dan Perancangan


Berorientasi Obyek............................................... 19
2.1.6.2. Unified Modeling Language................................ 19
2.1.6.2.1. Use Case Diagram............................... 21
2.1.6.2.2. Class Diagram ..................................... 23
2.1.6.2.3. Activity Diagram................................. 24
2.1.6.2.4. Sequence Diagram .............................. 25
2.1.7. Pengujian Validitas Dan Kualitas Sistem Informasi......... 26
2.1.7.1. Pengujian Validitas Focus Group Discussion .... 26
2.1.7.2. Pengujian Kualitas Model Sistem Informasi ..... 30
2.3. Tinjauan Studi .......................................................................... 32
2.4. Tinjauan Obyek Penelitian ........................................................ 36
2.5. Kerangka Konsep...................................................................... 36
2.6. Hipotesis ................................................................................... 39
BAB III METODOLOGI DAN RANCANGAN .............................................. 41
3.1. Jenis Penelitian ......................................................................... 41
3.2. Metode Pemilihan Sampel ........................................................ 41
3.3. Metode Pengumpulan Data ....................................................... 42
3.4. Instrumentasi ............................................................................ 42
3.5. Teknik Analisis, Perancangan Dan Pengujian ........................... 43
3.5.1. Teknik Analisis ................................................................... 43
3.5.2. Teknik Perancangan ............................................................ 43
3.5.3. Teknik Pengujian ................................................................ 44
3.5.3.1. Pengujian Validasi ............................................... 44
3.5.3.1.1. Instrumen Pengujian FGD .................. 44
3.5.3.1.2. Teknik Pemilihan Informan................ 45
3.5.3.1.3. Teknik Pelaksanaan FGD ................... 45
3.5.3.2. Pengujian Kualitas ............................................... 45
3.5.3.2.1. Instrumen Pengujian ........................... 46
3.5.3.2.2. Pengujian Validitas Instrumen ........... 47
3.5.3.2.3. Pengujian Reliabilitas Instrumen ....... 48
v

3.5.3.2.4. Pengolahan Data Pengujian ................ 48


3.6. Langkah-langkah Penelitian ...................................................... 49
3.7. Jadwal Penelitian ...................................................................... 53
BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN ............................................ 54
4.1. Analisis Sistem ......................................................................... 54
4.1.1. Analisis Proses Bisnis Sistem Berjalan ............................. 54
4.1.1.1. Proses Mengirim Kuisioner ................................. 55
4.1.1.2. Proses Pengisian Data Kuisioner......................... 55
4.1.1.3. Proses Pengolahan Master Data .......................... 55
4.1.1.4. Proses Pengolahan Transaksi .............................. 55
4.1.1.5. Proses Pengolahan Laporan ................................. 55
4.1.2. Analisis Kebutuhan Fungsional, Nonfungsional, dan
Pengguna ............................................................................. 56
4.1.2.1. Analisis Kebutuhan Fungsional........................... 56
4.1.2.2. Analisis Kebutuhan Non Fungsional .................. 57
4.1.2.3. Analisis Kebutuhan Pengguna............................. 57
4.1.2.4. Use Case Diagram ................................................ 58
4.2. Analisis Perilaku Sistem ........................................................... 60
4.2.1. Activity Diagram................................................................. 60
4.2.1.1. Activity Diagram Entry Master Nomor .............. 61
4.2.1.2. Activity Diagram Entry Master User .................. 62
4.2.1.3. Activity Diagram Entry Master Pekerjaan ......... 63
4.2.1.4. Activity Diagram Entry Master Pendidikan ....... 65
4.2.1.5. Activity Diagram Entry Data Kuisioner ............. 67
4.2.1.6. Activity Diagram Pengolahan Laporan .............. 68
4.2.2. Sequence Diagram .............................................................. 70
4.2.2.1. Sequence Diagram Entry Master Nomor ............ 70
4.2.2.2. Sequence Diagram Entry Master User................ 73
4.2.2.3. Sequence Diagram Entry Master Pekerjaan ....... 75
4.2.2.4. Sequence Diagram Entry Master Pendidikan ..... 77
4.2.2.5. Sequence Diagram Entry Data Kuisioner ........... 79
vi

4.2.2.6. Sequence Diagram Pengolahan Laporan ............ 81


4.3. Perancangan Sistem .................................................................. 83
4.3.1. Deployment Diagram.......................................................... 83
4.3.2. Perancangan Infrastruktur Arsitektur................................. 84
4.4. Konstruksi Sistem ..................................................................... 86
4.4.1. Lingkungan Konstruksi ...................................................... 86
4.4.2. Konstruksi Database ........................................................... 86
4.4.3. Kontruksi Antarmuka ......................................................... 87
4.4.3.1. Tampilan Menu Login ......................................... 87
4.4.3.2. Tampilan Menu Utama Pengguna Admin .......... 88
4.4.3.3. Tampilan Menu Utama Pengguna User .............. 88
4.4.3.4. Tampilan Entry Master Nomor ........................... 89
4.4.3.5. Tampilan Entry Master User ............................... 89
4.4.3.6. Tampilan Entry Master Pekerjaan....................... 90
4.4.3.7. Tampilan Entry Master Pendidikan .................... 90
4.4.3.8. Tampilan Entry Data Kuisioner .......................... 91
4.4.3.9. Tampilan Laporan Mutu Pelayanan .................... 91
4.5. Pengujian Sistem ...................................................................... 92
4.5.1. Lingkungan Pengujian ........................................................ 92
4.5.1.1. Hardware............................................................... 92
4.5.1.2. Software ................................................................ 92
4.5.2. Pengujian Validasi .............................................................. 92
4.5.2.1. Karakteristik Responden ...................................... 93
4.5.2.2. Proses Pelaksanaan FGD ..................................... 93
4.5.2.3. Hasil Pengujian Validasi...................................... 94
4.5.2.3.1. Hasil Pengujian Validasi Jenis
Pengguna Admin ................................. 94
4.5.2.3.2. Hasil Pengujian Validasi Jenis
Pengguna User..................................... 95
4.5.2.4. Kesimpulan Hasil Pengujian Validasi Dan
Pembuktian Hipotesis .......................................... 96

vii

4.5.3. Pengujian Kualitas .............................................................. 96


4.5.3.1. Karakteristik Responden ...................................... 96
4.5.3.1.1. Karakteristik Responden Berdasarkan
Jabatan ................................................. 96
4.5.3.1.2. Karakteristik Responden Berdasarkan
Jenis Kelamin ...................................... 97
4.5.3.1.3. Karakteristik Responden Berdasarkan
Masa Kerja........................................... 97
4.5.3.1.4. Karakteristik Responden Berdasarkan
Pendidikan ........................................... 97
4.5.3.2. Uji Validitas Dan Reliabilitas Instrumen............ 98
4.5.3.2.1. Uji Validitas Instrumen....................... 98
4.5.3.2.2. Uji Reliabilitas Instrumen................. 101
4.5.3.3. Pengujian ISO 9126 ........................................... 102
4.5.3.3.1. Tingkat Kualitas Perangkat Lunak Per
Aspek Kualitas .................................. 102
4.5.3.3.2. Tingkat Kualitas Perangkat Lunak
Keseluruhan ....................................... 105
4.5.3.4. Kesimpulan Hasil Pengujian Kualitas Dan
Pembuktian Hipotesis ........................................ 106
4.6. Implikasi Penelitian ................................................................ 106
4.6.1. Aspek Sistem ..................................................................... 106
4.6.2. Aspek Manajerial .............................................................. 107
4.6.3. Aspek Penelitian Lanjut .................................................... 107
4.7. Rencana Implementasi ............................................................ 107
BAB V

PENUTUP ....................................................................................... 110


5.1. Kesimpulan............................................................................. 110
5.2. Saran ...................................................................................... 110

DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 112


LAMPIRAN-LAMPIRAN ............................................................................... 115
DAFTAR RIWAYAT HIDUP ......................................................................... 145

viii

DAFTAR GAMBAR
Gambar
Halaman
II-1 Actor Dan Use Case .................................................................................... 21
II-2 Use Case Diagram....................................................................................... 22
II-3 Simbol Class ............................................................................................... 23
II-4 Simbol Association ..................................................................................... 23
II-5 Simbol Composition.................................................................................... 24
II-6 Simbol Dependency .................................................................................... 24
II-7 Simbol Aggregation .................................................................................... 24
II-8 Simbol Activity Diagram ............................................................................ 25
II-9 Simbol Sequence Diagram .......................................................................... 25
II-10 Model Kualitas Perangkat Lunak Model ISO 9126 .................................... 30
II-11 Kerangka Konsep ..................................................................................... 38
III-1 Langkah-Langkah Penelitian ...................................................................... 50
IV-1 Actor Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan Masyarakat ..................... 58
IV-2 Use Case Diagram Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan Masyarakat . 59
IV-3 Activity Diagram Entry Master Nomor ...................................................... 62
IV-4 Activity Diagram Entry Master User.......................................................... 63
IV-5 Activity Diagram Entry Master Pekerjaan .................................................. 65
IV-6 Activity Diagram Entry Master Pendidikan................................................ 66
IV-6 Activity Diagram Entry Data Kuisioner ..................................................... 68
IV-7 Activity Diagram Pengolahan Laporan ...................................................... 69
IV-8 Sequence Diagram Entry Master Nomor .................................................... 72
IV-9 Sequence Diagram Entry Master User ....................................................... 74
IV-10 Sequence Diagram Entry Master Pekerjaan.............................................. 76
IV-11 Sequence Diagram Entry Master Pendidikan............................................ 78
IV-12 Sequence Diagram Entry Data Kuisioner ................................................. 80
IV-13 Sequence Diagram Pengolahan Laporan .................................................. 82
IV-14 Deployment Diagram Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan
Masyarakat ............................................................................................. 84
IV-15 Perancangan Infrastruktur ........................................................................ 85

ix

IV-16 Kontruksi Database Dengan phpMyAdmin .............................................. 87


IV-17 Tampilan Menu Login ............................................................................. 87
IV-18 Tampilan Menu Utama Pengguna Admin ................................................ 88
IV-19 Tampilan Menu Utama Pengguna User .................................................... 88
IV-20 Tampilan Entry Master Nomor ................................................................ 89
IV-21 Tampilan Entry Master User .................................................................... 89
IV-22 Tampilan Entry Master Pekerjaan ............................................................ 90
IV-23 Tampilan Entry Master Pendidikan .......................................................... 90
IV-24 Tampilan Entry Data Kuisioner ............................................................... 91
IV-25 Tampilan Laporan Mutu Pelayanan.......................................................... 91
IV-26 Grafik Pilihan Rata-Rata Pengguna ........................................................ 102

DAFTAR TABEL
Tabel
Halaman
I-1 Daftar Pengertian Istilah ................................................................................. 6
II-1 Aspek Pengujian Perangkat Lunak Model ISO 9126 ................................... 31
II-2 Ringkasan Tinjauan Studi............................................................................ 35
III-1 Skala Pengukuran ...................................................................................... 46
III-2 Kisi-kisi Pengukuran Kualitas Perangkat Lunak dan Indikator ................... 47
III-3 Kriteria Presentase Tanggapan Responden ................................................. 49
III-4 Jadwal Penelitian ....................................................................................... 53
IV-1 Tingkatan Pengguna dan Hak Akses .......................................................... 58
IV-2 Deskripsi Use Case Diagram Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan
Masyarakat ............................................................................................. 60
IV-3 Software Yang Digunakan ......................................................................... 85
IV-4 Karakteristik Responden ............................................................................ 93
IV-5 Hasil Pengujian Validasi Admin ................................................................ 94
IV-6 Hasil Pengujian Validasi User.................................................................... 95
IV-7 Deskripsi Responden Berdasarkan Jabatan................................................. 96
IV-8 Deskripsi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ...................................... 97
IV-9 Deskripsi Responden Berdasarkan Masa Kerja .......................................... 97
IV-10 Deskripsi Responden Berdasarkan Pendidikan ......................................... 97
IV-11 Hasil Uji Validitas Aspek Functionality ................................................... 99
IV-12 Hasil Uji Validitas Aspek Reliability ....................................................... 99
IV-13 Hasil Uji Validitas Aspek Usability ....................................................... 100
IV-14 Hasil Uji Validitas Aspek Efficiency ...................................................... 100
IV-15 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen ............................................................. 101
IV-16 Tanggapan Responden Berdasarkan Aspek Functionality ...................... 103
IV-17 Tanggapan Responden Berdasarkan Aspek Reliability ........................... 103
IV-18 Tanggapan Responden Berdasarkan Aspek Usability ............................. 104
IV-19 Tanggapan Responden Berdasarkan Aspek Efficiency............................ 105
IV-20 Hasil Pengujian Kualitas ........................................................................ 105
IV-21 Rencana Implementasi Sistem................................................................ 108
xi

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran

Halaman

1 Potongan Script Menu Login......................................................................... 115


2 Daftar Hadiri Focus Group Discussion.......................................................... 118
3 Kuisioner Validasi Focus Group Discussion ................................................. 119
4 Kuisioner Kualitas ISO 9126......................................................................... 127
5 Rekapitulasi Skor Data Mentah Hasil Kuesioner ........................................... 139
6 Output SPSS Pengujian Validitas Instrumen ................................................. 140
7 Output SPSS Pengujian ReliabilitasInstrumen ............................................... 143

xii

BAB I
PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Kepuasan masyarakat merupakan faktor yang sangat penting dan

menentukan keberhasilan suatu badan usaha karena masyarakat adalah konsumen


dari produk yang dihasilkannya. hal ini didukung oleh pernyataan K. Douglas
Hoffman dan Jhon E.G Beteson, yaitu: without costumers the service firm has no
reason to exist. [Hoffman 2001]
Di sisi lain, peperangan terbesar dalam dunia pemasaran sebenarnya
adalah peperangan memperebutkan heart share konsumen. [Murdono 2003]
Namun, merebut heart share konsumen membutuhkan kerja keras dan
komitmen semua staf instansi dalam memberikan produk atau pelayanan yang
berkualitas dan mampu memberikan kepuasan kepada konsumen. Kondisi tersebut
tentunya tidak hanya berlaku di sektor pemerintah saja, disektor swasta pun dapat
berlaku. Pada sektor publik, konsumen pelayanan adalah masyarakat yang
notabene merupakan stakeholder pelayanan publik itu sendiri. Kebijakan untuk
mewujudkan birokrasi yang netral dalam penyelenggaraan administrasi dan
pemerintahan negara, ternyata dalam praktiknya memang banyak menghadapi
rintangan. Padahal di tengah rintangan itu, masyarakat sangat merindukan
pelayanan publik yang baik, dalam arti proporsional dengan kepentingan, yaitu
birokrasi yang berorientasi kepada penciptaan keseimbangan antara kekuasaan
(power) yang dimiliki dengan tanggung jawab (accountability) yang mesti
diberikan kepada masyarakat yang dilayani.[Mulyadi 2004]
Masyarakat sangat merindukan pelayanan publik yang baik, dalam arti
proporsional dengan kepentingan, yaitu birokrasi yang berorientasi kepada
penciptaan keseimbangan antara kekuasaan (power) yang dimiliki dengan
tanggung jawab (accountability) yang harus diberikan kepada masyarakat yakni
masyarakat mempunyai harapan untuk mendapatkan pelayanan publik yang baik,
aparat birokrasi memang sangat diharapkan memiliki jiwa pengabdian dan
pelayanan kepada masyarakat.

Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik


sebagaimana diamanatkan dalam UU RI Nomor 25 Tahun 2000 tentang Program
Pembangunan Nasional, Kepmenpan RI No. 63/KEP/M.PAN/7/2003 tentang
Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan Publik dan Keputusan Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara KEP/25/M.PAN/2/2004 tentang Pedoman
Umum Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi
Pemerintah adalah mengetahui sejauh mana kualitas pelayanan yang telah
diberikan aparatur kepada masyarakat.
1.2.

Masalah Penelitian
Mengacu kepada UU RI Nomor 25 Tahun 2000 tentang Program

Pembangunan Nasional Kepmenpan RI No. 63/KEP/M.PAN/7/2003 tentang


Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan Publik dan Keputusan Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara KEP/25/M.PAN/2/2004 tentang Pedoman
Umum Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi
Pemerintah adalah mengetahui sejauh mana kualitas pelayanan yang telah
diberikan aparatur kepada masyarakat. Hal tersebut juga berlaku kepada istansi
swasta yang memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Dengan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat, tentunya harus
diperhatikan kualitas yang baik dari pemberian pelayanan tersebut.
1.2.1. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang permasalahan dalam penelitian ini, maka
permasalahan dapat diidentifikasi adalah :
1.

Adanya kesulitan dalam mengetahui/mengukur kualitas kinerja dari


unit pelayanan masyarakat dalam memberikan pelayanan kepada
masyarakat.

2.

Tidak adanya sistem informasi yang dapat digunakan untuk mengukur


kualitas kinerja dari unit pelayanan masyarakat tersebut.

1.2.2. Pembatasan Masalah


Adapun yang menjadi ruang lingkup masalah tersebut adalah sebagai
berikut:

1.

Penelitian difokuskan pada pembuatan model sistem informasi agar


dapet memberikan informasi kualitas kinerja dari unit pelayanan
masyarakat .

2.

Penelitian

difokuskan

menggunakan

Metode

Perbandingan

Eksponensial (MPE) dan Skala Ordinal untuk mengukur kualitas


kinerja dari unit pelayanan masyarakat.
3.

Pada tahap analisis dan perancangan menggunakan metode analisis


dan perancangan berorientasi obyek (object oriented analysis and
design) menggunakan unified modelling language (UML) dengan
proses implementasi sistem dilakukan pada jaringan lokal unit
pelayanan masyarakat.

4.

Penelitian ini difokuskan pada pengujian software quality Model


Sistem Informasi Indeks Kepuasan Masyarakat Dengan Metode
Perbandingan Eksponensial (MPE) Dan Skala Ordinal.

5.

Aspek software quality yang digunakan meliputi aspek functionality,


aspek reliability, aspek efficiency, dan aspek usability. Pemilihan
keempat aspek tersebut didasari telah terakomodasikannya pengujian
untuk aspek internal aplikasi (functionality, reliability, dan efficiency)
serta aspek eksternal aplikasi yang melibatkan pengguna akhir
(usability).

1.2.3. Rumusan Masalah


Masalah utama yang akan dikaji dalam tesis ini adalah:
1.

Bagaimana membangun sebuah Model Sistem Informasi Indeks


Kepuasan Masyarakat Pada Unit Pelayanan Masyarakat agar dapat
digunakan untuk memberikan informasi tentang kualitas kinerja dari
unit pelayanan masyarakat tersebut ?

2.

Bagaimana kelayakan Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan


Masyarakat Dengan Metode Perbandingan Eksponensial (MPE) Dan
Skala Ordinal pada aspek functionality ?

3.

Bagaimana kelayakan Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan


Masyarakat Dengan Metode Perbandingan Eksponensial (MPE) Dan
Skala Ordinal pada aspek reliability ?

4.

Bagaimana kelayakan Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan


Masyarakat Dengan Metode Perbandingan Eksponensial (MPE) Dan
Skala Ordinal pada aspek usability ?

5.

Bagaimana kelayakan Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan


Masyarakat Dengan Metode Perbandingan Eksponensial (MPE) Dan
Skala Ordinal pada aspek efficiency ?

1.3.

Tujuan dan Manfaat Penelitian

1.3.1. Tujuan Penelitian


Berdasarkan rumusan masalah, maka tujuan penelitian ini adalah :
1.

Membuat Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan Masyarakat Pada


Unit Pelayanan Masyarakat yang diharapkan dapat memberikan
informasi yang akurat tentang kualitas kinerja dari unit pelayanan
masyarakat tersebut.

2.

Mengetahui kelayakan Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan


Masyarakat Dengan Metode Perbandingan Eksponensial (MPE) Dan
Skala Ordinal pada aspek functionality ?

3.

Mengetahui kelayakan Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan


Masyarakat Dengan Metode Perbandingan Eksponensial (MPE) Dan
Skala Ordinal pada aspek reliability ?

4.

Mengetahui kelayakan Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan


Masyarakat Dengan Metode Perbandingan Eksponensial (MPE) Dan
Skala Ordinal pada aspek usability ?

5.

Mengetahui kelayakan Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan


Masyarakat Dengan Metode Perbandingan Eksponensial (MPE) Dan
Skala Ordinal pada aspek efficiency ?

1.3.2. Manfaat Penelitian


Manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat :

1.

Mengetahui kekurangan atau kelebihan dari masing-masing unsur


dalam unit pelayanan masyarakat.

2.

Mengetahui kualitas kinerja dari unit pelayanan masyarakat dalam


memberikan pelayanan kepada masyarakat.

3.

Sebagai bahan penetapan kebijakan yang perlu diambil dan upaya


yang perlu dilakukan.

4.

Masyarakat dapat mengetahui gambaran tentang kualitas kinerja unit


pelayanan masyarakat tersebut.

5.

Dapat mengetahui tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan


yang mereka terima.

6.

Mendapatkan hasil uji kelayakan penggunaan Model Sistem Informasi


Indeks

Kepuasan

Masyarakat

Dengan

Metode

Perbandingan

Eksponensial (MPE) Dan Skala Ordinal.


1.4.

Tata Urut Penulisan


Naskah penelitian ini disusun dengan tata urut penulisan sebagai berikut:

BAB I

PENDAHULUAN
Membahas latar belakang penelitian, ruang lingkup model sistem
informasi indeks kepuasan masyarakat yang diteliti, identifikasi
masalah,batasan masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat
penelitian, sistematika penulisan, dan daftar istilah yang digunakan
dalam penulisan.

BAB II

LANDASAN TEORI DAN KERANGKA KONSEP


Membahas tinjauan pustaka yang berkaitan dengan topik bahasan
mengenai model sistem informasi indeks kepuasan masyarakat
dengan Metode Perbandingan Eksponensial (MPE) dan Skala
Ordinal, tinjauan studi berdasarkan penelitian sebelumnya, tinjauan
obyek penelitian yaitu unit pelayanan masyarakat, kerangka konsep
penulis dalam melakukan penelitian, dan hipotesis.

BAB III

METODOLOGI DAN RANCANGAN PENELITIAN


Membahas mengenai analisis yang digunakan sebagai awal
pembuatan model sistem informasi indeks kepuasan masyarakat

dengan Metode Perbandingan Eksponensial (MPE) dan Skala


Ordinal. Analisis dimulai dengan langkah penelitian, sampai
dengan pengujian.
BAB IV

PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN


Pada bab ini akan dibahas mengenai analisis kebutuhan sistem,
model fungsional yang ada, model fungsional yang dikembangkan,
perancangan basisdata, perancangan arsitektur, perancangan sistem,
implementasi sistem serta pengujian hipotesis.

BAB V

PENUTUP
Bab ini terdiri dari kesimpulan dan saran dan merupakan penutup
dari tesis, dimana penulis menjabarkan hasil yang diperoleh dari
penelitian ini berdasarkan perumusan masalah, hipotesis dan hasil
pengujian hipotesis dan saran dirangkum dari implikasi penelitian.

1.5.

Daftar Pengertian
Beberapa pengertian istilah yang dipergunakan di dalam penelitian ini

sebagai definisi kamus maupun definisi operasional, sebagai berikut:


Tabel I-1 Daftar Pengertian Istilah
IKM

Indeks Kepuasan Masyarakat

MPE

Metode Perbandingan Eksponensial

Aktor

Aktor merupakan semua yang ada di luar ruang lingkup


sistem perangkat lunak dan berinteraksi dengan sistem
perangkat lunak tersebut.

Berorientasi Merupakan paradigma baru dalam rekayasa perangkat lunak


obyek

yang memandang sistem sebagai kumpulan obyek-obyek


diskrit yang saling berinteraksi satu sama lain.

Diagram

Diagram yang menggambarkan aliran fungsionalitas sistem.

aktivitas

Bisa digunakan untuk workflow atau untuk menggambarkan

alur dalam flow of events.


Diagram

Diagram yang menunjukkan interaksi antar kelas dalam

kelas

sistem.

Diagram

Diagram yang digunakan untuk menunjukkan aliran

kolaborasi

fungsionalitas dalam masing-masing use case yang disusun


untuk menunjukkan kolaborasi antar obyek-obyek

SIIKM

Sistem Informasi Indeks Kepuasan Masyarakat

Diagram

Diagram yang digunakan untuk menunjukkan aliran

sekuensial

fungsionalitas dalam masing-masing use case yang disusun


dalam urutan waktu.

Diagram

Diagram yang digunakan untuk menggambarkan interaksi

Use case

antara aktor dan use case pada sistem perangkat lunak yang
akan dikembangkan.

Extend

Relasi antar use case yang memungkinkan satu use case


secara

opsional

menggunakan

fungsionalitas

yang

disediakan oleh use case lainnya.


Flow of

Alur dalam use case yang menjelaskan secara rinci apa yang

events

dilakukan aktor dan apa yang sistem itu sendiri lakukan.

Include

Relasi include memungkinkan satu use case menggunakan


fungsionalitas yang disediakan oleh use case lainnya.

UML

Unified Modeling Language. Bahasa pemodelan berorentasi


obyek yang secara defacto sebagai bahasa standar
pemodelan berorientasi obyek.

Use Case

Fungsionalitas atau persyaratan-persyaratan sistem dari

sudut pandang pengguna sistem.


Workflow

Alur kerja yang ada dalam setiap proses bisnis.

BAB II
LANDASAN TEORI DAN KERANGKA KONSEP
BAB II
2.1.

LANDASAN TEORI DAN KERANGKA KONSEP

Tinjauan Pustaka

2.1.1. Landasan Teori


Davis dan Olson mengemukakan bahwa sistem merupakan keseluruhan
yang kompleks dan teratur, suatu rancangan atau gabungan dari bagian yang
membentuk suatu kesatuan menyeluruh.[Davis

2009]

Untuk memberikan gambaran

konseptual komunikasi informasi yang berkualitas, perlu memiliki ukuran tentang


informasi itu sendiri. Seperti dikemukakan Supriyono bahwa ukuran untuk
mengetahui berkualitas atau tidaknya informasi bersifat: akurat benar dan sesuai
realitas, tepat waktu tidak terlambat dan baru serta masih segar, relevan
informasi yang bermanfaat bagi pemakainya merupakan koreksi terhadap
informasi sebelumnya. [Supriyono 2008]
Dalam setiap organisasi, informasi merupakan bahan pokok bagi
pembuatan keputusan. Informasi dapat menyokong penuh bagi pembuatan
keputusan apabila berlangsung dalam sebuah sistem. Kebutuhan organisasi dalam
sistem

informasi

berkaitan

dengan

teknik

pengumpulan,

pengolahan,

penyimpanan, dan dengan mudah menemukan kembali saat diperlukan serta


penyaluran informasi. Sebuah sistem informasi melakukan semua pengolahan
transaksi yang perlu untuk organisasi serta memberikan dukungan informasi dan
pengolahan untuk fungsi manajemen termasuk dalam hal pengambilan keputusan.
Sistem informasi yang terintegrasi merupakan sebuah sistem yang menghubungan
layanan front office dan back office dalam satu mata ratai sistem. Manfaat sebuah
sistem yang teintegrasi adalah menurunkan biaya koordinasi, biaya proses,
kecepatan waktu pemrosesan dan keakuratan serta kehandalan data yang diproses.
Hasil keluaran dari sebuah implementasi pengembangan sistem informasi
manajemen (SIM) dapat ditinjau melalui sisi proses pengembangan, biaya
pengembangan, kegunaan dan fitur-fitur yang disediakan oleh sebuah SIM, sistem
operasi pendukung sistemnya, dan keterintegrasian sistem. Terintegrasinya sistem
informasi menjadi kunci agar peningkatan kualitas pelayanan dapat dicapai secara

berkesinambungan. Oleh karena itu, dengan pengembangan sistem infomasi


manajemen diharapkan meningkatkan kinerja pelayanan pemerintah ataupun
swasta dari waktu ke waktu.
Menurut Tse dan Wilton dalam disebutkan bahwa kepuasan atau
ketidakpuasan

pelanggan

adalah

respon

pelanggan

terhadap

evaluasi

ketidaksesuaian yang dirasakan antara harapan sebelumnya dan kinerja aktual


produk setelah pemakaiannya. [Tjiptono 2004] Salah satu tolak ukur penilaian kualitas
layanan adalah dengan mendengarkan atau mengumpulkan persepsi dari
responden mengenai kualitas pelayanan pada unit pelayanan masyarakat yang
telah diterimanya. Sedangkan unsur-unsur yang dapat digunakan untuk mengukur
kinerja unit pelayanan masyarakat mengacu pada Kepmen PAN Nomor :
KEP/25/M.PAN/2004.
2.1.2. Pengertian Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)
Secara umum indeks adalah petunjuk yang sistematik kepada satuansatuan yang terkandung di dalam, atau konsep yang diturunkan dari koleksi entitas
atau basis data. Disamping itu, dalam pengertian praktis indeks juga dapat
didefinisikan sebagai daftar referensi secara alfabetis yang biasanya terdapat pada
bagian akhir sebuah buku. Dalam ilmu perpustakaan indeks mempunyai arti yang
luas, yang secara umum dapat diartikan sebagai catatan mengenai nilai-nilai dari
berbagai atribut yang diharapkan dapat digunakan sebagai dasar pencarian
informasi.
Sedangkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) adalah data dan informasi
tentang tingkat kepuasan masyarakat yang diperoleh dari hasil pengukuran secara
kuantitatif dan kualitatif atas kinerja sumber daya manusia pada unit
penyelenggara pelayanan masyarakat.
2.1.3. Unsur-unsur yang digunakan untuk mengukur kinerja unit pelayanan
masyarakat
Berdasarkan prinsip pelayanan ada 14 unsur minimal yang harus ada untuk
dasar pengukuran kinerja unit pelayanan masyarakat pada unit pelayanan
masyarakat adalah sebagai berikut :
1.

Prosedur pelayanan, yaitu kemudahan tahapan pelayanan yang


diberikan kepada masyarakat dilihat dari sisi kesederhanaan alur
10

pelayanan. Sehubungan dengan hal di atas, dalam sendi-sendi


pelayanan

prima

seperti

yang

dikutip

[Warella

Warella

1997]

menyebutkan bahwa untuk menilai pelayanan publik yang berkualitas


dapat digunakan kriteria-kriteria antara lain

[Barata 2003]

kesederhanaan

yaitu bahwa prosedur atau tata cara pelayanan diselenggarakan secara


mudah, lancar, cepat, tidak berbelit-belit, mudah dipahami dan
dilaksanakan oleh yang meminta pelayanan,

[Bryson 1995]

Adanya

kejelasan dan kepastian mengenai prosedur atau tatacara pelayanan,


[Cascio 1992]

Adanya keterbukaan dalam prosedur pelayanan. Kemudian

menurut Carlson dan Schwartz

[Denhardt 2003]

menyatakan bahwa

ukuran komprehensif untuk servqual sektor publik antara lain


2003]

[Barata

Convenience (kemudahan) yaitu ukuran dimana pelayanan

pemerintah adalah mudah diperoleh dan dilaksanakan masyarakat.


Salah satu unsur pokok dalam menilai kualitas jasa yang
dikembangkan Tjiptono [Tjiptono 2002] antara lain [Barata 2003] Accessibility
and Flexibility dalam arti system operasional atau prosedur pelayanan
mudah diakses dan dirancang fleksibel menyesuaikan permintaan dan
keinginan pelanggan.
2.

Persyaratan pelayanan, yaitu persyaratan teknis dan administratif


yang diperlukan untuk mendapatkan pelayanan sesuai dengan jenis
pelayanannya. Sehubungan dengan hal di atas, dalam sendi-sendi
pelayanan

prima

seperti

yang

dikutip

[Warella

Warella

1997]

menyebutkan bahwa untuk menilai pelayanan publik yang berkualitas


dapat digunakan kriteria-kriteria antara lain

[Barata

2003]

Adanya

kejelasan persyaratan pelayanan baik teknis maupun administrasi,


[Bryson 1995]

Keterbukaan mengenai persyaratan pelayanan,

[Cascio 1992]

Efisiensi persyaratan dalam arti bahwa dibatasi pada hal-hal yang


berkaitan

langsung

dengan

pelayanan

serta

dicegah

adanya

pengulangan pemenuhan persyaratan.


3.

Kejelasan petugas pelayanan, yaitu keberadaan dan kepastian


petugas

yang

memberikan

11

pelayanan

(nama,

jabatan,

serta

kewenangan dan tanggung jawab). Sehubungan dengan hal di atas,


menurut Gaspersz

[Gaspersz 1997]

atribut atau dimensi yang harus

diperhatikan dalam perbaikan kualitas pelayanan antara lain [Barata 2003]


Kemudahan mendapatkan pelayanan yang berkaitan dengan kejelasan
dan kemudahan petugas yang melayani,

[Bryson 1995]

Tanggung jawab

yang berkaitan dengan penerimaan pelayanan dan penanganan


keluhan dari pelanggan eksternal. Kemudian Morgan dan Murgatroyd
[Colin

1994]

mengemukakan beberapa kriteria persepsi pelanggan

terhadap kualitas pelayanan antara lain

[Barata 2003]

Responsiveness

yaitu kesediaan untuk membantu pelanggan dengan menyediakan


pelayanan yang cocok seperti yang mereka inginkan,

[Bryson 1995]

Access yaitu mudah melakukan kontak dengan penyedia jasa.


4.

Kedisiplinan petugas pelayanan, yaitu kesungguhan petugas dalam


memberikan pelayanan terutama terhadap konsistensi waktu kerja
sesuai ketentuan yang berlaku. Sehubungan dengan hal di atas,
menurut Morgan dan Murgatroyd [Colin 1994], beberapa kriteria persepsi
pelanggan terhadap kualitas pelayanan antara lain

[Barata

2003]

Reliability yaitu kemampuan untuk melaksanakan pelayanan yang


telah dijanjikan dengan tepat waktu, [Bryson 1995] Credibility yaitu dapat
dipercaya,

jujur

dan

mengutamakan

kepentingan

Kemudian menurut Carlson dan Schwarz

[Denhardt

pelanggan.
2003]

yang

mengatakan bahwa ukuran yang komprehensif untuk servqual sektor


publik antara lain

[Barata 2003]

Reliability (keandalan) yaitu menilai

tingkat dimana pelayanan pemerintah disediakan secara benar dan


tepat waktu,

[Bryson 1995]

Personal attention (perhatian kepada orang)

yaitu ukuran tingkat dimana aparat menyediakan informasi kepada


masyarakat dan bekerja sungguh-sungguh dengan mereka untuk
memenuhi kebutuhan mereka.
5.

Tanggung jawab petugas pelayanan yaitu kejelasan wewenang dan


tanggung jawab dalam penyelenggaraan dan penyelesaian pelayanan.
Sehubungan dengan hal di atas, dalam sendi-sendi pelayanan prima

12

[Warella 1997]

seperti yang dikutip Warella

menyebutkan bahwa untuk

menilai pelayanan publik yang berkualitas dapat digunakan kriteriakriteria antara lain

[Barata 2003]

Kejelasan dan kepastian unit kerja atau

pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab dalam memberikan


pelayanan,

[Bryson 1995]

Keterbukaan mengenai satuan kerja/ pejabat

penanggungjawab pemberi pelayanan.


6.

Kemampuan petugas pelayanan, yaitu tingkat keahlian dan


keterampilan yang dimiliki petugas dalam memberikan/menyelesaikan
pelayanan kepada masyarakat. Sehubungan dengan hal di atas,
menurut Tjiptono

[Tjiptono 2002]

mengemukakan beberapa unsur untuk

menilai kualitas jasa yang antara lain


Skill;

yang

[Barata 2003]

Profesionalism and

berkaitan dengan pengetahuan dan keterampilan

(intelektual, fisik, administrasi maupun konseptual) yang dibutuhkan


untuk memecahkan masalah pelanggan secara profesional. Kemudian
Morgan dan Murgatroyd

[Colin 1994]

mengemukakan beberapa criteria

persepsi pelanggan terhadap kualitas pelayanan antara lain

[Barata 2003]

Competence, yaitu menyangkut pengetahuan dan keterampilan yang


diperlukan untuk melaksanakan pelayanan.
7.

Kecepatan
diselesaikan

pelayanan,
dalam

yaitu

waktu

target

yang

waktu

telah

pelayanan

ditentukan

oleh

dapat
unit

penyelenggara pelayanan. Sehubungan dengan hal di atas, menurut


Gaspersz

[Gaspersz 1997]

atribut atau dimensi yang harus diperhatikan

dalam perbaikan kualitas pelayanan antara lain

[Barata 2003]

Ketepatan

waktu pelayanan, dimana hal yang perlu diperhatikan berkaitan


dengan waktu tunggu dan waktu proses. Kemudian dalam sendi-sendi
pelayanan

prima

seperti

yang

dikutip

Warella

[Warella

1997]

menyebutkan bahwa untuk menilai pelayanan publik yang berkualitas


dapat digunakan kriteriakriteria antara lain
waktu penyelesaian,

[Bryson

1995]

[Barata 2003]

Keterbukaan

Ketepatan waktu yaitu bahwa

pelaksanaan pelayanan publik dapat diselesaikan dalam kurun waktu


yang telah ditentukan.

13

8.

Keadilan mendapatkan pelayanan, yaitu pelaksanaan pelayanan


dengan tidak membedakan golongan/status masyarakat yang dilayani.
Sehubungan dengan hal di atas, menurut Carlson dan Schwartz
[Denhardt 2003]

menyatakan bahwa ukuran komprehensif untuk servqual

sektor publik antara lain

[Barata 2003]

Fairness (keadilan) yaitu ukuran

tingkat dimana masyarakat percaya bahwa pelayanan pemerintah


disediakan sama untuk semua orang. Selanjutnya dalam sendi-sendi
pelayanan

prima

seperti

yang

dikutip

Warella

[Warella

1997]

menyebutkan bahwa untuk menilai pelayanan publik yang berkualitas


dapat digunakan kriteria-kriteria antara lain

[Barata 2003]

Keadilan yang

merata yaitu bahwa cakupan/jangkauan pelayanan harus diusahakan


seluas mungkin dengan distribusi yang merata dan diberlakukan.
9.

Kesopanan dan keramahan petugas, yaitu sikap dan perilaku


petugas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat secara
sopan dan ramah serta saling menghargai dan menghormati.
Sehubungan dengan hal di atas, menurut Gaspersz [Gaspersz 1997] atribut
atau dimensi yang harus diperhatikan dalam perbaikan kualitas
pelayanan antara lain kesopanan dan keramahan dalam memberikan
khususnya interaksi langsung. Kemudian Morgan dan Murgatroyd
[Colin 1994]

mengemukakan kriteria persepsi pelanggan terhadap kualitas

pelayanan yaitu Courtessy, yaitu sikap sopan, menghargai orang lain,


penuh pertimbangan dan persahabatan. Selain itu, menurut Zeithaml
dkk salah satu dimensi untuk mengukur kepuasan pelanggan antara
lain

[Barata 2003]

Assurance yaitu kemampuan dan keramahan serta

sopan sanun pegawai dalam meyakinkan kepercayaan konsumen,


[Bryson 1995]

Emphaty yaitu sikap tegas tetapi penuh perhatian dari

pegawai terhadap konsumen.


10. Kewajaran biaya pelayanan, yaitu keterjangkauan masyarakat
terhadap besarnya biaya yang ditetapkan oleh unit pelayanan.
Sehubungan dengan hal di atas, dalam pelayanan prima seperti yang
dikutip Warella

[Warella 1997]

14

menyebutkan bahwa untuk menilai

pelayanan publik yang berkualitas dapat digunakan kriteria-kriteria


antara lain

[Barata

2003]

Ekonomis yaitu biaya pelayanan harus

ditetapkan secara wajar dengan memperhatikan. Kemudian Tjiptono


[Tjiptono 2002]

mengemukakan beberapa unsur untuk menilai kualitas jasa

yang antara lain [Barata 2003] Reputation and Credibility yaitu pelanggan
menyakini bahwa operasi dari penyedia jasa dapat dipercaya dan
memberikan nilai atau imbalan yang sesuai dengan pengorbanannya
atau biayanya.
11. Kepastian biaya pelayanan, yaitu kesesuaian antara biaya yang
dibayarkan dengan biaya yang telah ditetapkan. Sehubungan dengan
hal di atas, dalam pelayanan prima seperti yang dikutip Warella [Warella
1997]

menyebutkan bahwa untuk menilai pelayanan publik yang

berkualitas dapat digunakan kriteriakriteria antara lain

[Barata 2003]

Kejelasan dan kepastian mengenai rincian biaya/tariff pelayanan dan


tatacara pembayarannya,

[Bryson 1995]

Keterbukaan mengenai rincian

biaya/tarif pelayanan.
12. Kepastian jadwal pelayanan, yaitu pelaksanaan waktu pelayanan,
sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Sehubungan dengan
hal di atas, dalam pelayanan prima seperti yang dikutip Warella [Warella
1997]

menyebutkan bahwa untuk menilai pelayanan publik yang

berkualitas dapat digunakan kriteria-kriteria antara lain

[Barata 2003]

Kejelasan dan kepastian yaitu yang menyangkut jadwal waktu


penyelesaian pelayanan. Kemudian Carlson dan Schwartz [Denhardt 2003]
menyatakan bahwa ukuran komprehensif untuk servqual sektor publik
antara lain

[Barata 2003]

Reability (keandalan) yaitu menilai tingkat

dimana pelayanan pemerintah disediakan secara benar dan tepat


waktu.
13. Kenyamanan lingkungan, yaitu kondisi sarana dan prasarana
pelayanan yang bersih, rapi dan teratur sehingga dapat memberikan
rasa nyaman kepada penerima pelayanan. Sehubungan dengan hal di
atas, menurut Gaspersz

[Gaspersz 1997]

15

atribut atau dimensi yang harus

diperhatikan dalam perbaikan kualitas pelayanan antara lain [Barata 2003]


Kenyamanan dalam memperoleh pelayanan yang berkaitan dengan
lokasi, ruang tempat pelayanan, kemudahan menjangkau, ketersediaan
informasi dan lain-lain,

[Bryson 1995]

Atribut pendukung pelayanan

lainnya yang berkaitan dengan lingkungan, kebersihan, ruang tunggu,


fasilitas musik dan lain-lain. Kemudian menurut Zeithaml dkk salah
satu dimensi untuk mengukur kepuasan pelanggan antara lain
2003]

[Barata

Tangibles yaitu yang berupa sarana fisik perkantoran,

komputerisasi administrasi, ruang tunggu, tempat informasi dan lainlain. Selanjutnya di dalam pelayanan prima seperti yang dikutip
Warella

[Warella 1997]

menyebutkan bahwa untuk menilai pelayanan

publik yang berkualitas dapat digunakan kriteria-kriteria antara lain


[Barata 2003]

penilaian fisik lainnya antara lain kebersihan dan kesejukan

lingkungan.
14. Keamanan pelayanan, yaitu terjaminnnya tingkat

keamanan

lingkungan unit penyelenggara pelayanan ataupun sarana yang


digunakan, sehingga masyarakat merasa tenang untuk mendapatkan
pelayanan terhadap resiko-resiko yang diakibatkan dari pelaksanaan
pelayanan. Sehubungan dengan hal di atas, menurut Morgan dan
Murgatroyd

[Colin 1994]

mengemukakan beberapa kriteria persepsi

pelanggan terhadap kualitas pelayanan antara lain

[Barata 2003]

Security

yaitu bebas dari resiko, bahaya dan keragu-raguan. Kemudian Carlson


dan Schwartz

[Denhardt 2003]

menyatakan bahwa ukuran komprehensif

untuk servqual sektor publik antara lain


ukuran tingkat

[Barata 2003]

Security yaitu

dimana pelayanan yang disediakan membuat

masyarakat merasa aman dan yakin ketika menerimanya. Selain itu,


dalam pelayanan prima seperti yang dikutip Warella

[Warella 1997]

menyebutkan bahwa untuk menilai pelayanan publik yang berkualitas


dapat digunakan kriteria-kriteria antara lain [Barata 2003] Keamanan yaitu
proses

serta

hasil

pelayanan

dapat

memberikan

keamanan,

kenyamanan dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

16

2.1.4. Metode Perbandingan Eksponensial


Metode Perbandingan Eksponensial (MPE) merupakan salah satu metode
untuk menentukan urutan prioritas alternatif keputusan dengan kriteria jamak.
Teknik ini digunakan sebagai pembantu bagi individu pengambilan keputusan
untuk menggunakan rancang bangun model yang telah terdefinisi dengan baik
pada tahap proses. Berbeda dengan metode Bayes, MPE akan menghasilkan nilai
alternatif yang perbedaannya lebih kontras. [Marimin 2011]
2.1.4.1. Prosedur MPE
Dalam menggunakan metode perbandingan eksponensial, ada beberapa
tahapan yang harus dilakukan, yaitu menyususn alternatif-alternatif keputusan
yang akan dipilih, menentukan kriteria atau perbandingan kriteria keputusan yang
penting untuk dievaluasi, menentukan tingkat kepentingan dari setiap kriteria
keputusan atau pertimbangan kriteria, melakukan penilaian terhadap semua
alternatif pada semua kriteria, menghitung skor atau nilai total setiap alternatif,
dan menentukan urutan prioritas keputusan didasarkan pada skor atau nilai total
masing-masing alternatif.
Formulasi perhitungan skor untuk setiap alternatif dalam metode
perbandingan eksponensial adalah sebagai berikut :
m

Total nilai (TNi) = (RKij) TKKj


j=1

dengan :
TNi

= Total nilai alternatif ke i

RKij

= derajat kepentingan relatif kriteria ke-j pada


pilihan

keputusan i

TKKj = derajat kepentingan kriteria keputusan ke-j; TKKj


>0;bulat
n

= jumlah pilihan keputusan

= jumlah kriteria keputusan

17

2.1.4.2. Keuntungan Metode MPE


Metode perbandingan eksponensial mempunyai keuntungan dalam
mengurangi bias yang mungkin terjadi dalam analisa. Nilai skor yang
menggambarkan urutan prioritas menjadi besar (fungsi eksponensial) ini,
mangakibatkan urutan prioritas alternatif keputusan lebih nyata.
2.1.5. Skala Ordinal
Ukuran ini digunakan untuk mengurutkan objek dari yang terendah hingga
teringgi dan sebaliknya. Artinya, peneliti sudah melakukan pengukuran terhadap
variabel yang diteliti. Jika kita ingin membeda-bedakan suatu objek berdasarkan
sangat disukai, disukai, tidak disukai, dan sangat tidak disukai, maka dibutuhkan
skala pengukuran yang lebih tinggi dari skala nominal, yaitu dengan skala ordinal.
Skala ini selain membedakan juga menunjukkan tingkatan. Pengukuran dengan
skala ordinal memungkinkan segala sesuatu disusun menurut peringkatnya.
Sabagai contoh, pada uji organoleptik suatu makanan dan minuman, peneliti akan
menanyakan kepada responden sebagai pencicip makanan tersebut untuk
mengurutkan tingkat rasa, warna, dan aroma.
Menurut pendapat Anda, bagaimana rasa produk makanan ini?
1. Sangat Tidak Suka
2. Tidak Suka
3. Biasa
4. Suka
5. Sangat Suka
Skala diatas disebut sebagai skala ordinal karena pada skala ini skor tidak
hanya dipergunakan untuk pengklasifikasian semata, akan tetapi telah memiliki
makna peringkat (contoh: skor 5 memiliki makna lebih baik dari skor
dibawahnya).
Pemakaian skala ordinal mengungkapkan suatu pernyataan mengenai
lebih daripada atau kurang daripada tanpa menyatakan besar jarak antar
urutan. Jarak antara urutan 1 dan 2 dapat saja lebih atau kurang daripada jarak
antara urutan 2 dan 3. Ukuran ordinal tidak saja mengenai tingkat kesukaan, tetapi
dapat dibuat hubungan-hubungan lain, seperti tingkat kepentingan, tingkat
persetujuan, tingkat kepuasan, dll. [Marimin 2011]

18

2.1.6. Analisis Dan Perancangan Berorientasi Obyek Dengan Unified


Modeling Language
2.1.6.1. Konsep Dasar Analisis Dan Perancangan Berorientasi Obyek
Menurut Allen dan Terry, object oriented design merupakan metodologi
campuran yang mengubah sistem menjadi objek, menggabungkan karakteristik
data dalam bentuk atribut dan karakteristik proses dalamb entuk metode.

([Allen

2005], 78)

Object

oriented

design

menggabungkan

elemenelemen

teknik

perancangan orientasi data dan orientasi fungsi, dan sistem model sebagai
kumpulan objekobjek yang bekerja bersamasama. Rancangan sistem objek,
termasuk didalamnya fungsi dan kebutuhan data, kemudian dilanjutkan dengan
perancangan piranti lunak.
Kelebihan dari object oriented design antara lain, membangun objek
model dengan tepat, penggunaan kembali dan pertukaran objek menjadi lebih
mudah.
2.1.6.2. Unified Modeling Language
Model data yang akan digunakan untuk pembuatan tools adalah model
data UML.
Menurut Ponniah united modeling language adalah bahasa spesifikasi
standar untuk mendokumentasikan, menspesifikasikan, dan membangun sistem
perangkatlunak.([Ponniah 2007], 61)
Unified

modeling

languange

tidak

berdasarkan

pada

bahasa

pemrograman tertentu. Standar spesifikasi unified modeling languange dijadikan


standar defacto oleh OMG (object management group) pada tahun1997. Unified
modeling l anguange yang berorientasikan object mempunyai beberapa notasi
standar. Unified modeling languange menggabungkan teknik terbaik dari
pemodelan data (entity relationship diagram / ERD), pemodelan bisnis (work
flows), pemodelan objek, dan pemodelan komponen. Unified modeling languange
bertujuan untuk menjadi standar bahasa pemodelan (modeling) yang dapat
membentuk sistem yang sama dan yang terbagi bagi (shared).
Spesifikasi ini menjadi populer dan standar karena sebelum adanya

19

unified modeling languange, telah ada berbagai macam spesifikasi yang berbeda.
Hal ini menyulitkan komunikasi antar pengembang piranti lunak. Untuk itu
beberapa pengembang spesifikasi yang sangat berpengaruh berkumpul untuk
membuat standar baru. Dengan menggunakan unified modeling language, model
dapat dibuat untuk semua jenis aplikasi piranti lunak, dimana aplikasi tersebut
dapat berjalan pada piranti keras, sistem operasi dan jaringan apapun, serta ditulis
dalam bahasa pemrograman apapun. Karena unified modeling languange
menggunakan class dan operation dalam konsep dasarnya, maka unified modeling
languange lebih cocok untuk penulisan piranti lunak dalam bahasabahasa
berorientasi objek seperti C++, Java, C# atau VB.NET. Walaupun demikian,
unified modeling languange tetap dapat digunakan untuk pemodelan aplikasi
procedural dalamVB atau C.
Simbol simbol unified modeling language yang digunakan :
Sebuah class bernama B
1. B
2.

B Garis menghubungkan class A dan B secara


asosiatif

3.

0..* Interval nomor yang diperkenalkan untuk objekobjek asosiasi (1= tepat satu; 0..*= no; atau lebih)

4.

Aggregation : Class B merupakan bagian dari A


Inheritance : Class C merupakan class turunan

dari B

Berikut beberapa diagram dalam unified modeling languange dan


penjelasannya :
1. Use

case

diagram

use

case

diagram

digunakan untuk

mengidentifikasi elemen primer dan proses yang membentuk sistem.


2. Class diagram : class diagram digunakan untuk menyempurnakan
use case diagram dan menjelaskan rancangan sistem secara detail.
3. Object diagram : object diagram merupakan spesialisasi dari class

diagram. Sebuah objek adalah instance dari sebuah class.


4. State diagram : state diagram menggambarkan state dari objek dalam

sistem. Objek dalam sistem mengubah state sebagai respon dari

20

event. Sebagai tambahan, sebuah state diagram juga menggambarkan


transisi dari state object mulai dari awal sampai akhir sebagai respon
terhadap event yang berdampak pada sistem.

5. Activity diagram : activity diagram menggambarkan aliran proses


dalam sistem.
6. Sequence diagram : sequence diagram menggambarkan interaksi
antar objek dalam sistem berdasarkan waktu.
7. Collaboration diagram : collaboration diagram mengelompokkan
interaksi antar objek berbeda.
8. Component diagram : component diagram menggambarkan gabungan

high level yang membangun sistem.


9. Deployment

diagram :

deployment diagram menggambarkan

konfigurasi elemen runtime dari aplikasi.


2.1.6.2.1. Use Case Diagram
Menurut Terry, use case diagram adalah diagram yang menggambarkan
fungsionalitas yang disediakan sistem yang disebut dengan aktor (actor), fungsi
(digambarkan sebagai use case), dan ketergantungan antara use case
tersebut.([Terry 2005], 24)
Use case diagram menunjukkan posisi atau konteks dari suatu use case
diantara use case lainnya. Use case memperlihatkan diagram dari sudut pandang
perilaku sistem. Relasi dalam use case diagram harus antara aktor dengan sistem,
namun ada relasi yang diperbolehkan antara aktor dengan aktor yang digambarkan
dengan notasi garis lurus dengan ujung segitiga kosong dari aktor khusus menuju
aktor umum.
Actor

Use Case
Use Case

Gambar II-1 Actor Dan Use Case.[Terry 2005]

21

Ada beberapa relasi yang terdapat pada use case diagram:


1. Association, menghubungkan link antar element.
2. Generalization, disebut juga inheritance (pewarisan), sebuah elemen
dapat merupakan spesialisasi dari elemen lainnya.
3. Dependency, sebuah element bergantung dalam beberapa cara ke
element lainnya.
4. Aggregation, bentuk assosiation dimana sebuah elemen berisi
elemen lainnya.
Tipe relasi/ stereotype yang mungkin terjadi pada use case diagram:
1. <<include>> , yaitu kelakuan yang harus terpenuhi agar sebuah
event dapat terjadi, dimana pada kondisi ini sebuah use case adalah
bagian dari use case lainnya.
2. <<extends>>, kelakuan yang hanya berjalan di bawah kondisi
tertentu seperti menggerakkan alarm.
3. <<communicates>>, mungkin ditambahkan untuk asosiasi yang
menunjukkan asosiasinya adalah communicates association . Ini
merupakan pilihan selama asosiasi hanya tipe relationship yang
dibolehkan antara actor dan use case.

Login

<<Include>>

Melihat Laporan
Laporan

Admin
Melihat Laporan

Pimpinan
Gambar II-2 Use Case Diagram.[Terry 2005]

22

2.1.6.2.2. Class Diagram


Menurut Whitten et al dalam unified modeling language, class diagram
adalah tipe dari static structure diagram yang menggambarkan struktur dari
sebuah sistem dengan menunjukkan kelaskelas sistem, atributnya, dan relasi
antar kelas.([Whitten 2004], 441)
Class diagram bisa berisi tampilan dari suatu package dan bisa berisi
simbol untuk nested package. Class diagram berisi elemen tingkah laku tertentu,
sepert ioperasi, tetapi dinamikanya digambarkan pada diagram lain, seperti state
chart diagram dan collaboration diagram.
Simbol-simbol class diagram :
1. Class: Class adalah blok - blok pembangun pada pemrograman
berorientasi obyek.Sebuah class digambarkan sebagai sebuah kotak
yang terbagi atas 3 bagian. Bagian atas adalah bagian nama dari
class. Bagian tengah mendefinisikan property/atribut class. Bagian
akhir mendefinisikan methodmethod dari sebuah clas.

Gambar II-3 Simbol Class


2. Association : Sebuah asosiasi merupakan sebuah relationship paling
umum antara 2 class dan dilambangkan oleh sebuah garis yang
menghubungkan antara 2 class. Garis ini bisa melambangkan tipetipe relationship dan juga dapat menampilkan hukum-hukum
multiplisitas pada sebuah relationship.(Contoh: One-to-one, one-tomany,many-to-many).

Gambar II-4 Simbol Association

23

3. Composition: Jika sebuah class tidak bisa berdiri sendiri dan harus
merupakan bagian dari class yang lain, maka class tersebut memiliki
relasi Composition terhadap class tempat dia bergantung tersebut.
Sebuah relationship composition digambarkan sebagai garis dengan
ujung berbentuk jajaran genjang berisi/solid.

Gambar II-5 Simbol Composition


4. Dependency : Kadangkala sebuah class menggunakan class yang lain.
Hal ini disebut dependency. Umumnya penggunaan dependency
digunakan untuk menunjukkan operasi pada suatu class yang
menggunakan class yang lain. Sebuah dependency dilambangkan
sebagai sebuah panah bertitik-titik.
Gambar II-6 Simbol Dependency
5. Aggregation : Aggregation mengindikasikan keseluruhan bagian
relationship dan biasanya disebut sebagai relasi.

Gambar II-7 Simbol Aggregation


2.1.6.2.3. Activity Diagram
Menurut Whitten et al Activity diagram adalah sebuah diagram yang
berisi aktifitas dan aksi untuk menggambarkan alur kerja.([Whitten 2004], 442)
Sebuah activity diagram bisa menunjukkan aliran nilai objek, seperti
halnya dengan aliran kontrol. Aliran state object (object flow state)
menggambarkan objek yang merupakan input dan output dari suatu activity.
Untuk nilai output, anak panah putusputus digambarkan dari activity
ke object flowstate.
Untuk nilai input, garis putusputus digambarkan dari object flowstate
ke activity.
Jika activity punya lebih dari satu nilai output atau penerus dari control
flow, maka anak panah digambarkan dari simbol fork.

24

Gambar II-8 Simbol Activity Diagram [Whitten 2004]


2.1.6.2.4. Sequence Diagram
Menurut Terry, sequence diagram adalah salah satu diagram interaksi
dalam unified modeling language, yang menunjukkan bagaimana proses
beroperasi satu sama lain dan bagaimana urutannya. ([Terry 2005], 29)
Sequence diagram digambarkan sebagai interaksi dari dua grafik
dimensional. Dimensi vertikal merupakan sumbu waktu, yang berjalan makin ke
bawah.
Dimensi

horisontal

menggambarkan

peranan

classifier

yang

menampilkan objek individual didalam kolaborasi.


Tiap peranan classifier digambarkan dengan kolom vertikal sebagai
lifeline. Selama objek ada, peranan dari objek tersebut digambarkan dengan garis
putus putus. Selama aktivasi prosedur pada sebuah objek masih aktif, lifeline
digambarkan dengan garis ganda (doubleline).

Gambar II-9 Simbol Sequence Diagram[Terry 2005]

25

2.1.7. Pengujian Validitas Dan Kualitas Sistem Informasi


Pengujian validasi bertujuan melakukan penilaian apakah spesifikasi
kebutuhan telah diakomodasi dalam sistem/perangkat lunak yang dikembangkan,
pengujian validitas menggunakan Focus Group Discussion (FGD), sedang
pengujian kualitas sistem dilakukan untuk menguji tingkat kualitas perangkat
lunak yang dihasilkan, pengujian kualitas ini mengadopsi ISO 9126 aspek-aspek
pengujian yang diadopsi adalah aspek Functionality (Fungsionalitas), Reliability
(Kehandalan), Efficiency (Efisiensi).[Al-Qutaish 2010]
Sedang aspek usability (Kegunaan) diadopsi dari IBM Computer Usability
Satisfaction Questionnaires: Psychometric Evaluation and Instructions for
Use.[Lewis 1995]
2.1.7.1. Pengujian Validitas Focus Group Discussion
FGD adalah suatu metode riset yang oleh Irwanto didefinisikan sebagai
suatu proses pengumpulan informasi mengenai suatu permasalahan tertentu yang
sangat spesifik melalui diskusi kelompok. Pengambilan data kualitatif melalui
FGD dikenal luas karena kelebihannya dalam memberikan kemudahan dan
peluang bagi peneliti untuk menjalin keterbukaan, kepercayaan, dan memahami
persepsi, sikap, serta pengalaman yang dimiliki informan. ([Irwanto 2006], 1)
FGD memungkinkan peneliti dan informan berdiskusi intensif dan tidak
kaku dalam membahas isu-isu yang sangat spesifik. FGD juga memungkinkan
peneliti mengumpulkan informasi secara cepat dan konstruktif dari peserta yang
memiliki latar belakang berbeda-beda. Di samping itu, dinamika kelompok yang
terjadi selama berlangsungnya proses diskusi seringkali memberikan informasi
yang penting, menarik, bahkan kadang tidak terduga.
Melalui FGD, peneliti bisa mengetahui alasan, motivasi, argumentasi
atau dasar dari pendapat seseorang atau kelompok. FGD merupakan salah satu
metode penelitian kualitatif yang secara teori mudah dijalankan, tetapi praktiknya
membutuhkan ketrampilan teknis yang tinggi.Sesuai namanya, pengertian focus
group discussion mengandung tiga kata kunci yaitu: diskusi(bukan wawancara
atau obrolan), kelompok(bukan individual), fokus/terarah(bukan bebas). Artinya,

26

FGD adalah diskusi yang dilakukan ditujukan untuk mencapai kesepakatan


tertentu mengenai suatu permasalahan yang dihadapi oleh para peserta.
Di luar fungsinya sebagai metode penelitian ilmiah, Krueger & Casey
menyebutkan, FGD pada dasarnya juga dapat digunakan dalam berbagai ranah
dan tujuan, misalnya pengambilan keputusan, pengembangan produk atau
program, mengetahui kepuasan pelanggan, dan sebagainya. ([Krueger 1998], 12-18)
Menurut Koentjoro kegunaan FGD antara lain: sebagai alat pengumpul
data, sebagai alat untuk meyakinkan pengumpul data (peneliti) sekaligus alatrecheckterhadap berbagai keterangan/informasi yang didapat melalui berbagai
metode penelitian yang digunakan atau keterangan yang diperoleh sebelumnya,
baik keterangan yang sejenis maupun yang bertentangan. ([Koentjoro 2005], 7)
Sedangkan

persiapan

yang

perlu

dilakukan

adalah

sebagai

berikut:membentuk tim,memilih tempat dan mengatur tempat, menyiapkan


logistik,menentukan jumlah peserta, dan rekruitmen peserta.
Tujuan dari focus group discussion adalah untuk memperoleh persepsi
dan sikap mengenai isu yang didiskusikan. Diskusi berlangsung secara terbuka,
sehingga setiap individu yang terlibat dapat mengekspresikan pendapatnya dengan
bebas dan terbuka. Alasan penulis memilih metode focus group discussion adalah
agar memperoleh informasi yang akurat mengenai persepsi pegawai di direktorat
pembinaan PK dan LK Dikmen mengenai penerapan knowledge management.
Focus group discussion (FGD) memiliki lima (5) karakteristik yang
berkaitan dengan unsur-unsur kelompok diskusi, sebagai berikut:
1. Jumlah peserta focus group discussion sebaiknya empat (4) sampai
dengan dua belas (12) orang. Bila jumlah peserta kurang dari empat
(4) orang, dikhawatirkan anggota kelompok cepat memperoleh giliran
berbicara dan tidak terjadi penggalian ide. Situasi ini akan mengurangi
keragaman dan terjadi kekuasaan ide. Jumlah peserta lebih dari dua
belas (12) orang akan mengakibatkan diskusi sulit dikendalikan,
karena peserta terlalu banyak pandangan/ide atau bosa menunggu
giliran bicara.

27

2. Peserta mempunyai karakteristik yang homogen. Homogenitas


menjadi salahsatu dasar pemilihannya. Peserta diskusi dipilih karena
mempunya persamaan pengalaman, profesi, gender, usia, status dan
sebagainya. Disamping itu peserta mempunyai kepentingan dengan
permasalahan yang akan dibahas.
3. Informasi yang diambil dalam diskusi bukan yang bersifat konsensus
atau rekomendasi untuk mengambil keputusan, melainkan informasi
mengenai sikap, persepsi dan perasaan peserta yang berkaitan dengan
topik diskusi yang diperlukan penulis.
4. Data yang dihasilkan adalah data kualitatif yang dapat memberikan
gambaran dan pemahaman atas sikap, persepsi dan perasaan peserta.
Hasil

ini

akan

diperoleh

melalui

pertanyaan

terbuka

yang

memungkinkan peserta merespon dengan cara mereka sendiri. Disini


peneliti dapat berperan sebagai moderator, pendengar, pengamat dan
akhirnya menganalisis secara induktif.
5. Pertanyaan diajukan dengan cara yang mudah dimengerti oleh peserta,
spontan, logis dengan menekankan pemahaman atas proses berpikir
dari peserta atas topik yang didiskusikan.
Kelebihan dari focus group discussion (FGD) ([Krueger 1998]):
1. Focus group discussion (FGD) merupakan salahsatu prosedur
penelitian yang berorientasi sosial dengan menempatkan manusia
pada posisi dan situasi yang sesungguhnya. Dalam diskusi, pendapat
peserta saling mempengaruhi dan dapat membuat keputusan setelah
mendengar peserta lain serta berinteraksi secara dinamis.
2. Bentuk diskusi memberikan keleluasaan bagi pemandu untuk
menggali pendapat peserta yang lebih mendalam dan luas.
Fleksibilitas ini dapat menggali hal-hal yang tidak dapat dilakukan
dalam wawancara terstruktur.
3. Memiliki validitas tatap muka yang tinggi dan mudah dilakukan
dengan biaya yang tidak terlalu besar.

28

4. Hasil dari focus group discussion (FGD) dapat diperoleh dengan


cepat. Pemandu yang memiliki keterampilan baik dapat melaksanakan
3-4 kelompok diskusi, menganalisis hasil focus group discussion
(FGD) dan menyiapkan laporan dengan segera (kurang dari satu
minggu).
5. Focus group discussin (FGD) memungkinkan peneliti meningkatkan
ukuran-ukuran dan jumlah sampel tanpa meningkatkan kebutuhan
waktu untuk wawancara.
Kelemahan dari focus group discussion (FGD) ) ([Krueger 1998]):
1. Peneliti mempunyai kontrol yang kurang dalam wawancara focus
group discussion dibandingkan dengan wawancara perorangan.
Karena pada saat berlangsungnya FGD harus membagi konsentrasi
kepada seluruh peserta. Para peserta FGD dapat saling mempengaruhi,
akibatnya

peserta

dapat

mempengaruhi

pembicaraan

dan

menimbulkan pembicaraan yang kurang relevan dengan topic yang


dibahas.
2. Data yang masuk lebih sulit dianalisis, karena diskusi dikondisikan
seperti

lingkungan

sosial.

Seluruh

komentar

peserta

harus

dihubungkan dengan topik diskusi saat itu, sehingga perlu hati-hati


dalam mengomentari atau mengambil kesimpulan.
3. FGD memerlukan pemandu yang terampil dengan kemampuan dapat
membuka dan menutup sesi tanya-jawab, memilih waktu jeda dan
perpindahan satu topic ke topic yang lain.
4. Setiap kelompok dalam FGD memiliki karakteristik yang berbeda,
misalnya: kelompok pasif yang membosankan atau kelompok yang
terlalu aktif yang mendominasi seluruh pembicaraan dalam diskusi.
5. Kesulitan dalam menyusun waktu pelaksanaan diskusi dan diskusi
harus diadakan dalam kondisi yang kondusif, sehingga diskusi
menghasilkan point-point kesimpulan yang baik.

29

2.1.7.2. Pengujian Kualitas Model Sistem Informasi


Pengujian kualitas Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan Masyarakat
Dengan Metode Perbandingan Eksponensial (MPE) Dan Skala Ordinal
mengadopsi pada model pengujian ISO 9126, adapun aspek-aspek pengujian
yang diadopsi adalah sebagai berikut :([Al-Qutaish 2010],171)
1. Functionality

(Fungsionalitas).

untukmenyediakan

fungsi

Kemampuan

perangkat

lunak

sesuai kebutuhan pengguna,

ketika

digunakan dalam kondisi tertentu.


2. Reliability (Kehandalan).

Kemampuan perangkat

lunak untuk

mempertahankan tingkat kinerja tertentu, ketika digunakan dalam


kondisi tertentu.
3. Usability(Kebergunaan).

Kemampuan

perangkat

lunak

untuk

dipahami, dipelajari, digunakan, dan menarik bagi pengguna, ketika


digunakan dalam kondisi tertentu.
4. Efficiency

(Efisiensi).

Kemampuan

perangkat

lunak

untuk

memberikan kinerja yang sesuai dan relatif terhadap jumlah sumber


daya yang digunakan pada saat keadaan tersebut.

Gambar II-10 Model Kualitas Perangkat Lunak Model ISO 9126

30

Masing-masing aspek kualitas perangkat lunak model ISO 9126 dibagi


menjadi beberapa sub-aspek kualitas, yaitu:
Tabel II-1 Aspek Pengujian Perangkat Lunak Model ISO 9126
Karakteristik

Sub-karakteristik

Functionality

Suitability

Deskripsi
Kemampuan

perangkat

lunak

untuk

menyediakan serangkaian fungsi yang sesuai


untuk

tugas-tugas

tertentu

dan

tujuan

pengguna.
Accuracy

Kemampuan

perangkat

lunak

dalam

memberikan hasil yang presisi dan benar


sesuai dengan kebutuhan.
Security

Kemampuan

perangkat

lunak

untuk

mencegah akses yang tidak diinginkan,


menghadapi

penyusup

(hacker)

maupun

otorisasi dalam modifikasi data.


Interoperability

Kemampuan

perangkat

lunak

untuk

berinteraksi dengan satu atau lebih sistem


tertentu.
Compliance

Kemampuan

perangkat

lunak

dalam

memenuhi standar dan kebutuhan sesuai


peraturan yang berlaku.
Reliability

Maturity

Kemampuan

perangkat

lunak

untuk

menghindari kegagalan sebagai akibat dari


kesalahan dalam perangkat lunak.
Fault tolerance

Kemampuan

perangkat

mempertahankan

kinerjanya

lunak

untuk

jika

terjadi

lunak

untuk

kesalahan perangkat lunak


Recoverability

Kemampuan

perangkat

membangun kembali tingkat kinerja ketika


terjadi kegagalan sistem, termasuk data dan

31

koneksi jaringan.
Usability

Understandibility

Kemampuan

perangkat

lunak

dalam

lunak

dalam

lunak

dalam

kemudahan untuk dipahami.


Learnability

Kemampuan

perangkat

kemudahan untuk dipelajari.


Operability

Kemampuan

perangkat

kemudahan untuk dioperasikan.


Attractiveness

Kemampuan perangkat lunak dalam menarik


pengguna.

Efficiency

Time behavior

Kemampuan

perangkat

lunak

dalam

memberikan respon dan waktu pengolahan


yang sesuai saat melakukan fungsinya.
Resource behavior

Kemampuan

perangkat

lunak

dalam

menggunakan sumber daya yang dimilikinya


ketika melakukan fungsi yang ditentukan.
Pengadopsian beberapa aspek pengujian dari model ISO 9126 dilakukan
oleh peneliti dikarenakan peneliti tidak memiliki sertifikat sebagai penguji ISO.
2.3.

Tinjauan Studi
Penelitian mengenai Indeks Kepuasan Masyarakat telah menarik perhatian

bagi lingkungan perguruan tinggi maupun perusahaan untuk melakukan


penelitian.
Erlina Purnamawati,

Teknik Industri FTI-UPN

Veteran Jatim

melakukan penelitian untuk mengetahui indikator kualitas layanan yang menjadi


prioritas untuk ditingkatkan kualitas layanannya dan mengetahui tingkat
segmentasi pelanggan dengan menggunakan metode Servqual yang meliputi 5
dimensi utama yaitu Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance dan
Emphaty dan Analytic Hierarchy Process. Berdasarkan tingkat segmentasi
pelanggan diperoleh hasil bahwa rata-rata tingkat harapan cluster 2 lebih tinggi
dari cluster 1. Dari hasil analisis Servqual terbobot diketahui indikator yang harus
ditingkatkan kualitas layanannya adalah Lay Out / tata letak ruangan Dinas
Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Luas ruangan yang memadai , Jumlah loket
32

yang tersedia, Fasilitas ruang tunggu yang nyaman, Keramahan. Kesopanan, dan
rasa bersahabat pihak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil terhadap
pelanggan, Karyawan dapat mengenali pelanggan dengan baik, Karyawan dapat
memahami dan mengantisipasi kebutuhan khusus pelanggan.[Erlina 2008]
Tiena G. Amran1, Ponti Ekadeputra, Jurusan Teknik Industri, FTI,
Universitas Trisakti melakukan penelitian pengukuran kepuasan pelanggan
menggunakan metode kano dan root cause analysis. Tujuan penelitian
mengidentifikasi jenis-jenis pelayanan yang dianggap penting oleh pelanggan dan
mengukur tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan yang diberikan PLN.
Model Kano merupakan suatu model yang bertujuan mengkategorikan atributatribut dari produk atau jasa berdasarkan seberapa baik produk/jasa tersebut
mampu memuaskan keperluan pelanggan. Model ini dikembang kan Profesor
Noriaki Kano (CQM, 1993) dari Universitas Tokyo Rika. [Tien 2010]
Fathoni, Dosen pada Jurusan Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer
Universitas Sriwijaya melakukan penelitian kebutuhan kualitas layanan terhadap
pelanggan dengan metode Servqual. Kepuasan pelanggan merupakan salah satu
faktor atau ukuran keberhasilan bagi setiap pengembangan dan implementasi
sistem informasi pada suatu perusahaan. Citra kualitas layanan yang baik
bukanlah berdasarkan sudut pandang atau persepsi pihak penyedia layanan,
melainkan berdasarkan sudut pandang atau persepsi pelanggan. Pelanggan yang
menikmati layanan perusahaan yang menentukan kualitas layanan. Persepsi
pelanggan terhadap kualitas layanan merupakan penilaian menyeluruh atas
keunggulan suatu layanan. Makalah ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan
metode servqual dalam mengukur kualitas layanan sistem informasi yang ada.
[Fathoni 2007]

Juniartono, Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, STMIK


Budidarma Medan melakukan penelitian analisis tingkat kepuasan pelayanan
konsumen pengguna jasa transportasi pada cv. delta trans dengan menggunakan
metode servqual. [Juniartono 2013]
Wanda Fathoni Putra, Program Studi Ilmu Informasi dan Perpustakaan,
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga Surabaya melakukan

33

penelitian Analisis Indeks Kepuasan Masyarakat Terhadap Layanan Di Badan


Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Lamongan. [Wanda 2014]

34

Tabel II-2 Ringkasan Tinjauan Studi


Penulis

Judul Penelitian

Metode

[Erlina 2008]

Analisis Kualitas Layanan


dengan Metode Servqual dan
AHP di Dinas Kependudukan
dan Pencatatan Sipil di
Surabaya

[Tien 2010]

Pengukuran
Kepuasan
Pelanggan
Menggunakan
Metoda Kano dan Root Cause
Analysis (Studi Kasus PLN
Tangerang)

Metoda Kano
dan
Root
Cause Analysis

[Fathoni 2007]

Analisis Kualitas Layanan


Sistem
Informasi
Menggunakan
Metode
Servqual

Metode
Servqual

[Juniartono 2013]

Analisis Tingkat Kepuasan


Pelayanan
Konsumen
Pengguna Jasa Transportasi
Pada CV. Delta Trans Dengan
Menggunakan
Metode
Servqual

Metode
Servqual

[Wanda 2014]

Analisis Indeks Kepuasan


Masyarakat Terhadap Layanan
Di Badan Perpustakaan dan
Arsip
Daerah
Kabupaten
Lamongan

Metode
Servqual

Metode
Purposive
Sampling

Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa nilai servqual yang terbobot harus dilakukan peningkatan
kualitas layanannya maka indikator kualitas layanan yang harus ditingkatkan kualitas pelayanannya adalah
Lay Out / tata letak ruangan, Luas ruangan yang memadai, Jumlah loket yang tersedia, Fasilitas ruang
tunggu yang nyaman, Keramahan. Kesopanan, dan rasa bersahabat terhadap pelanggan, sehingga antara
kenyataan yang diterima oleh pelanggan sesuai dengan harapan yang dimiliki oleh pelanggan.
Hasil yang diperoleh dari tingkat kepuasan Pelanggan mengguna kan model Kano diperoleh grade pada tiap
atribut: grade attractive adalah: Permintaan penambahan daya dapat dilakukan secara on-line dengan
tingkat kepuasan (3.6); Pengaduan pelanggan dapat dilakukan melalui SMS center dengan tingkat kepuasan
(3.0); Call center juga dapat berfungsi sebagai sarana permintaan tambah daya dan pasang baru; Kecepatan
dalam menanggapi gangguan dan keluahan pelanggan; Kepastian waktu pemulihan gangguan; Jaminan
memperoleh daya sesuai permintaan; Tidak membedakan pelayanan antar pelanggan; Ketepatan waktu
buka/tutup loket pembayaran rekening; Pembayaran dapat dilakukan secara online.
Metode Servqual dapat digunakan untuk mengetahui tingkat kualitas layanan sistem informasi yang telah di
jalankan. Metode Servqual memiliki kelebihan yaitu memiliki kemampuan diagnostik yang tinggi dan
memiliki konsep yang sesuai dengan dimensi atau setting sistem informasi. Untuk mendukung hasil
pengukuran kualitas layanan sistem informasi menggunakan metode servqual, diperlukan pembuktian yang
empiris dengan menggunakan metode statistik.

Pengukurannya metode ini dengan mengukur kualitas layanan dari atribut masing-masing dimensi, sehingga
akan diperoleh nilai gap yang merupakan selisih antara persepsi konsumen terhadap layanan yang diterima
dengan harapan konsumen terhadap layanan yang akan diterima.

Secara keseluruhan memang Indeks Kepuasan Masyarakat di Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah
Kabupaten Lamongan adalah baik, tapi hal tersebut bukanlah menjadi jaminan kepuasan bagi pengguna
Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Lamongan lainya apabila tidak ada perbaikan terhadap
hal hal yang dikeluhkan oleh masyarakat yang telah penulis jelaskan di bab sebelumnya. Oleh karena itu
penting bagi Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Lamongan untuk segera membenahi
pelayanan atau fasilitas yang masih kurang memuaskan pengguna perpustakaan serta tetap mempertahankan
pelayanan dan fasilitas yang telah memberikan kepuasan bagi pengguna perpustakaan.

Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian ini adalah pada Metode penelitian yang digunakan, obyek penelitian, ruang
lingkup, dan tujuan penelitiannya.
35

2.4.

Tinjauan Obyek Penelitian


Obyek utama penelitian adalah unit pelayanan masyarakat dalam

memberikan pelayanannya kepada masyarakat.


Penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah berdasarkan informasi yang
didapat dari internet, informasi yang pernah diteliti sebelumnya dan berdasarkan
kuisioner yang disebarkan sebagai acuan untuk mengukur kinerja obyek utama
dalam memberikan pelayanannya kepada masyarakat tersebut.
Dari hasil kuisioner yang dikumpulkan akan digunakan oleh peneliti untuk
mengukur kinerja dari obyek utama.
2.5.

Kerangka Konsep
Berdasarkan identifikasi masalah, tujuan penelitian, kajian teori, studi dari

penelitian sebelumnya, dan tinjauan obyek penelitian, maka dapat dibangun


kerangka konsep penelitian tentang Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan
Masyarakat Dengan Metode Perbandingan Eksponensial (MPE) dan Skala
Ordinal Pada Unit pelayanan masyarakat untuk meningkatkan mutu pelayanan.
Penelitian mengenai Indeks Kepuasan Masyarakat biasanya terpusat pada
sistem kinerja pelayanan. Adapun unsur-unsur sebagai acuan dalam mengukur
kinerja unit pelayanan masyarakat sebagai berikut :
1.

Prosedur Pelayanan

2.

Persyaratan Pelayanan

3.

Kejelasan Petugas Pelayanan

4.

Kedisiplinan Petugas pelayanan

5.

Tanggung jawab Petugas Pelayanan

6.

Kemampuan Petugas Pelayanan

7.

Kecepatan Pelayanan

8.

Keadilan Mendapatkan Pelayanan

9.

Kesopanan dan Keramahan Petugas

10. Kewajaran Biaya Pelayanan


11. Kepastian Biaya Pelayanan
12. Kepastian Jadwal Pelayanan
13. Kenyamanan Lingkungan

36

14. Keamanan Pelayanan

37

Kerangka Konsep : Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan Masyarakat Dengan MPE dan Skala Ordinal Pada Unit Pelayanan
Masyarakat
Pembuatan Model SIIKM

Instrument Pendukung (Instrumental Input)


-

Kondisi saat ini :

1. Sulitnya
mengukur
kualitas
kinerja unit
pelayanan
masyarakat.
2. Tidak
adanya
sistem
informasi
yang
digunakan
untuk
mengukur
kualitas
kinerja unit
pelayanan
masyarakat.

P
E
R
M
A
S
A
L
A
H
A
N

Keputusan MENPAN No. : KEP/25/M.PAN/2/2004


Keputusan MENPAN No. : 63/KEP/M.PAN/7/2003
UU RI Nomor 25 Tahun 2000
Hasil Kuisioner & Studi Pustaka

Model Sistem Informasi Indeks


Kepuasan Masyarakat Dengan
MPE dan Skala Ordinal Pada
Unit Pelayanan Masyarakat

Pembuatan Model
Unsur-unsur / Indikator Pengukur Kinerja
Unit Pelayanan Masyarakat

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.

Prosedur Pelayanan
Persyaratan Pelayanan
Kejelasan Petugas Pelayanan
Kedisiplinan Petugas pelayanan
Tanggung jawab Petugas Pelayanan
Kemampuan Petugas Pelayanan
Kecepatan Pelayanan
Keadilan Mendapatkan Pelayanan
Kesopanan dan Keramahan Petugas
Kewajaran Biaya Pelayanan
Kepastian Biaya Pelayanan
Kepastian Jadwal Pelayanan
Kenyamanan Lingkungan
Keamanan Pelayanan

Pembuatan Model Sistem Informasi Indeks


Kepuasan Masyarakat

Metode yang digunakan :


MPE & Skala Ordinal
m

Pengujian Validitas & Kualitas Model

Total nilai (TNi) = (RKij) TKKj


j=1

Skala Ordinal
1.
Tidak Baik
2.
Kurang Baik
3.
Baik
4.
Sangat Baik

Metode Focus Group Discussion (FGD)


Mengadopsi ISO 9126 : functionality, reliability,
Usability dan efficiency.

Kondisi Yang Diharapkan


Dapat mengukur kualitas kinerja unit pelayanan
masyarakat.
Dapat mengatasi permasalahan yang ada.

Gambar II-11 Kerangka Konsep


38

Berdasarkan kerangka konsep tersebut dapat dijelaskan tahapan kerangka


konsep sebagai berikut:
Akar permasalahan yang dihadapai adalah sulitnya mengukur kualitas
kinerja unit pelayanan masyarakat dan tidak adanya sistem informasi yang
digunakan untuk mengukur kualitas kinerja unit pelayanan masyarakat.
Berpedoman kepada keputusan MENPAN No. : KEP/25/M.PAN/2/2004,
keputusan MENPAN No. : 63/KEP/M.PAN/7/2003, UU RI Nomor 25 Tahun
2000, hasil kuesioner, studi pustaka, unsur-unsur pengukur kinerja serta Metode
Perbandingan Eksponesial dan Skala Ordinal sebagai metode pengukur kinerja.
Selanjutnya untuk mengimplementasikan Model Sistem Informasi Indeks
Kepuasan Masyarakat perlu dibuatkan sebuah model dari Sistem Informasi Indeks
Kepuasan Masyarakat dengan merancang sistem menggunakan metode analisis
dan perancangan berorientasi obyek (object oriented analysis and design)
menggunakan unified modelling language (UML).
Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan Masyarakat yang sudah dibuat
akan diuji validitasnya dengan menggunakan metode Focus Group Discussion
(FGD), dan diuji kualitasnya dengan mengadopsi ISO 9126 aspek-aspek
pengujian yang diadopsi adalah aspek Functionality (Fungsionalitas), Reliability
(Kehandalan), usability (Kegunaan), Efficiency (Efisiensi).[Al-Qutaish 2010]
Dari hasil pengujian tersebut diharapkan Model Sistem Informasi Indeks
Kepuasan Masyarakat yang dibuat dapat digunakan untuk mengukur kualitas
kinerja unit pelayanan masyarakat serta dapat mengatasi permasalahan yang ada.
2.6.

Hipotesis
Berdasarkan kerangka konsep yang telah dikemukakan maka peryataan

penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :


1. Diduga Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan Masyarakat yang
dibuat akan bisa mengatasi permasalahan yang ada, sehingga informasi
kualitas kinerja dari unit pelayanan masyarakat dapat disajikan.
2. Diduga kualitas Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan Masyarakat
yang dihasilkan jika diukur validitasnya menggunakan metode FGD
adalah baik.

39

3. Diduga kualitas Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan Masyarakat


yang dihasilkan apabila diukur menggunakan adopsi dari ISO 9126
hasilnya adalah baik.

40

BAB III
METODOLOGI DAN RANCANGAN
BAB III
3.1.

METODOLOGI DAN RANCANGAN

Jenis Penelitian
Penelitian Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan Masyarakat Dengan

Metode Perbandingan Eksponensial ( MPE ) Dan Skala Ordinal Pada Unit


Pelayanan Masyarakat yang kami buat merupakan jenis penelitian terapan
(Applied Research).

Hasil penelitian dapat

langsung diterapkan untuk

memecahkan permasalahan yang dihadapi.[Moedjiono 2012]


Dalam penelitian ini akan dibuat Model Sistem Informasi Indeks
Kepuasan Masyarakat dengan Metode Perbandingan Eksponensial ( MPE ) dan
Skala Ordinal.
Hasil penelitian berupa Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan
Masyarakat diharapkan dapat dipergunakan untuk mengukur kinerja dari unit
pelayanan masyarakat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
3.2.

Metode Pemilihan Sampel


Pemilihan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling, yang

merupakan salah satu teknik pengambilan sampel yang sering digunakan dalam
penelitian. Secara bahasa, kata purposive berarti = sengaja. Jadi, kalau
sederhannya, purposive sampling berarti teknik pengambilan sampel secara
sengaja.
Maksudnya, pengambilan sampel dengan purposive sampling merupakan
teknik pengambilan sampel dengan mengambil responden yang terpilih betul oleh
peneliti menurut ciri-ciri spesifik yang dimiliki oleh sampel tersebut. ([Nasution 2009],
98)

Adapun kriteria pemilihan responden sebagai sampel penelitian ini adalah


responden dewasa yang pernah menerima pelayanan dari unit pelayanan
masyarakat.
Dari teknik sampling ini diharapkan akan dapat memberikan masukan
yang menyeluruh dan menggambarkan kondisi pelayanan dari unit pelayanan

41

masyarakat sehingga akan menggambarkan kinerja dari unit pelayanan


masyarakat tersebut dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
3.3.

Metode Pengumpulan Data


Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Metode Kuesioner adalah daftar pertanyaan tertulis yang telah disusun
sebelumnya. Isikan pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner, atau
daftar pertanyaan tersebut cukup terperinci yang dibagikan kepada
responden. Peneliti akan memperoleh data atau fakta yang memiliki
hubungan dengan permasalahan.
2. Metode observasi. Observasi atau pengamatan langsung terhadap obyek
penelitian. Teknik observasi dilakukan dengan observasi berstruktur
dengan menyiapkan daftar kebutuhan data dan sumber data
3. Metode studi pustaka. Metode pengumpulan data yang diperoleh
dengan mempelajari, meneliti, dan membaca buku, informasi dari
internet, jurnal, skripsi, tesis yang berhubungan dengan tingkat
kepuasan masyarakat.

3.4.

Instrumentasi
Dalam penelitian ini, instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan

data adalah:
1. Instrumen untuk pengumpulan data dengan metode kuesioner adalah
daftar pertanyaan tertulis yang telah disusun sebelumnya. Isikan
pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner, atau daftar pertanyaan
tersebut cukup terperinci yang dibagikan kepada responden. Peneliti
akan memperoleh data atau fakta yang memiliki hubungan dengan
permasalahan.
2. Instrumen untuk pengumpulan data dengan metode observasi.
Instrumen observasi ini adalah peneliti yang melakukan pengamatan
pada unit pelayanan masyarakat. Daftar kebutuhan data dan sumber
data observasi.
3. Instrumen untuk pengumpulan data dengan metode studi pustaka.
Instrumen studi pustaka ini adalah peneliti yang mempelajari literatur

42

tentang konsep dasar model sistem informasi Indeks Kepuasan


Masyarakat.
3.5.

Teknik Analisis, Perancangan Dan Pengujian

3.5.1. Teknik Analisis


Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini menggunakan
pendekatan object oriented analysis (OOA) atau analisis berorientasi obyek
dengan UML. Proses analisis dilakukan terhadap hasil tahapan pengumpulan data
dengan kuesioner dan studi pustaka untuk mendapatkan spesifikasi kebutuhan
sistem yang akan dikembangkan. Pada proses analisis, teknik analisis yang
dilakukan adalah:
1. Analisis data dan informasi yang didapat dari kuesioner dan studi
pustaka.
2. Analisis

kebutuhan

fungsional,

non-fungsional,

dan

pengguna.

Pemodelan kebutuhan fungsional untuk menggambarkan fungsi sistem


dan pengguna yang terlibat serta fungsi-fungsi apa saja yang bisa
didapatkan oleh masing-masing pengguna dimodelkan dengan use case
diagram.
3. Analisis perilaku sistem. Pada tahapan ini, dilakukan analisis perilaku
sistem yang dikembangkan dan dimodelkan dengan activity diagram
dan sequence diagram. activity diagram untuk memodelkan proses use
case yang berjalan di dalam sistem, sedangkan sequence diagram untuk
memodelkan

pengiriman

pesan

(message)

antar

object

dan

kronologinya.
4. Dalam penelitian teknik pengukuran kinerja unit pelayanan masyarakat
menggunakan Metode Perbandingan Eksponensial (MPE) dan Skala
Ordinal.
3.5.2. Teknik Perancangan
Teknik perancangan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan
pendekatan metode object-oriented design (OOD) atau perancangan berorientasi
obyek

menggunakan unified modelling language (UML).

perancangan, teknik perancangan yang dilakukan adalah:

43

Pada proses

1. Perancangan

struktur

statis

program

atau

spesifikasi

sistem.

Dimodelkan dengan class diagram.


2. Perancangan physical architecture untuk memodelkan distribusi
aplikasi. Dimodelkan dengan deployment diagram.
3. Perancangan antarmuka pengguna. Meliputi perancangan navigasi,
form input, dan form output.
4. Perancangan database. Untuk memodelkan struktur data dan hubungan
antar data. Dimodelkan dengan entity relationship diagram.
5. Perancangan infrastructure architecture (hardware, software, dan
jaringan).
3.5.3. Teknik Pengujian
3.5.3.1. Pengujian Validasi
Pengujian validasi bertujuan melakukan penilaian apakah spesifikasi
kebutuhan telah diakomodasi dalam sistem/perangkat lunak yang dikembangkan.
Selain itu juga menilai apakah aplikasi sistem informasi Indeks Kepuasan
Masyarakat berfungsi menyediakan data penilaian kinerja unit pelayanan
masyarakat.
Pengujian validasi akan menyediakan jaminan akhir bahwa perangkat
lunak memenuhi semua persyaratan informasi, fungsional, perilaku dan
persyaratan kinerja sebelum diserahkan ke pengguna. Pengujian validasi dalam
penelitian ini dilakukan untuk menguji hipotesis pertama dalam penelitian ini.
Teknik pengujian validasi sistem dalam penelitian ini dilakukan dengan
pendekatan blackbox testing dengan metode Focus Group Discussion. FGD
merupakan diskusi kelompok yang pesertanya terbatas dan dipilih menurut
kriteria tertentu dan pembahasannya memfokuskan pada topik tertentu.
3.5.3.1.1. Instrumen Pengujian FGD
Peneliti menyiapkan form berisi daftar spesifikasi kebutuhan
fungsional sistem yang dibangun. Fokus diskusi adalah memvalidasi kebutuhan
fungsional perangkat lunak yang dikembangkan apakah telah sesuai dengan
spesifikasi kebutuhan yang sudah ditentukan dalam tahapan analisis.

44

3.5.3.1.2. Teknik Pemilihan Informan


Kriteria pemilihan karakteristik responden sebagai informan untuk
pengujian validasi ini berdasarkan kelompok diskusi yang akan melakukan
pengujian terhadap aplikasi Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan
Masyarakat. Teknik pemilihan informan dalam FGD dilakukan dengan pemilihan
informan atau peserta diskusi berdasarkan kriteria sebagai berikut:
1. Memiliki pengetahuan teknik pemograman.
2. Memiliki pengalaman mengenai pengolahan data.
3. Memahami persoalan yang dikaji, yaitu memvalidasi spesikasi
kebutuhan fungsional aplikasi Model Sistem Informasi Indeks
Kepuasan Masyarakat yang dikembangkan.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah aplikasi Model Sistem
Informasi Indeks Kepuasan Masyarakat sudah sesuai dengan spesifikasi
kebutuhan fungsional dan berfungsi menyediakan data penilaian kinerja unit
pelayanan masyarakat. Oleh karena itu peneliti memilih informan untuk
penelitian adalah orang yang mengerti tentang teknik pemograman dan
pengolahan data.
3.5.3.1.3. Teknik Pelaksanaan FGD
PelaksanaanFocus Group Discussionatau diskusi terfokus dalam
penelitian ini dihadiri oleh peserta terpilih berdasarkan kriteria yang disebutkan
sebelumnya. Fungsi moderator dan notulis dilakukan oleh peneliti. Pada awal
FGD, peneliti melakukan presentasi dan demo aplikasi Model Sistem Informasi
Indeks Kepuasan Masyarakat yang sudah dikembangkan dan menjelaskan setiap
fungsi yang ada berdasarkan instrumen yang sudah disiapkan. Selanjutnya peserta
FGD memberikan informasi, tanggapan dan persetujuan. Untuk keperluan analisis
hasil pengujian, selanjutnya peneliti membuat kesimpulan berdasarkan hasil FGD.
3.5.3.2. Pengujian Kualitas
Pengujian kualitas sistem dilakukan untuk menguji tingkat kualitas
perangkat lunak Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan Masyarakat yang
dihasilkan berdasarkan empat aspek pengujian kualitas perangkat lunak, yaitu
functionality, reliability, usability, dan efficiency.

45

Untuk 4 (empat) aspek pengujian kualitas functionality, reliability,


usability, efficiency mengadopsi dari ISO 9126.
Pengujian hanya dilakukan pada penggunaan aplikasi Model Sistem
Informasi Indeks Kepuasan Masyarakat dari sisi client dan tidak masuk dalam
lingkup server. Pengujian kualitas perangkat lunak dilakukan untuk menguji
hipotesis ketiga dalam penelitian ini.
Teknik pengujian kualitas yang dilakukan dalam penelitian ini dengan
pendekatan black-box testing menggunakan kuesioner. Kriteria pemilihan
karakteristik responden sebagai sampel penelitian untuk pengujian kualitas
perangkat lunak ini berdasarkan tingkatan pengguna yang akan mengakses
aplikasi Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan Masyarakat. Responden
tersebut yaitu peneliti sendiri dan beberapa rekan peneliti.
3.5.3.2.1. Instrumen Pengujian
Instrumen pengujian berupa kuesioner akan digunakan untuk
melakukan pengukuran dengan tujuan menghasilkan data kuantitatif yang
akurat. Dalam penelitian ini skala pengukuran yang digunakan adalah skala
Likert untuk pernyataan positif. Skala Likert merupakan skala yang didesain
untuk menilai sejauh mana subjek atau responden setuju atau tidak setuju dengan
pernyataan pada skala 5 titik dengan susunan berikut:
Tabel III-1 Skala Pengukuran
Jawaban
Skor
Sangat Setuju
5
Setuju
4
Ragu-ragu
3
Tidak Setuju
2
Sangat Tidak Setuju
1
Dengan skala Likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan
menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik
tolak untuk menyusun instrumen-instrumen berupa pernyataan. ([Sugiyono 2012], 94)

46

Tabel III-2 Kisi-kisi Pengukuran Kualitas Perangkat Lunak dan Indikator


Variabel

Functionality

Sub-variabel

Kesesuaian sistem dengan kebutuhan

1, 2

Accuracy

Keakuratan informasi yang dihasilkan oleh sistem

3, 4

Security

Keamanan data dan pengguna

5, 6

Integritas dan akses sistem dengan perbedaan

7, 8

Efficiency

teknologi yang digunakan

Compliance

Kesesuaian sistem dengan peraturan yang berlaku

Maturity

Rendahnyatingkat kesalahan dalam sistem

10, 11

Kemampuan untuk berfungsi seperti biasa setelah

12, 13

Fault tolerance

Recoverability

Usability

Butir Uji

Suitability

Interoperability

Reliability

Indikator Pengukuran

terjadi kesalahan
Kemampuan sistem untuk mengatasi kesalahan yang

14

terjadi

Understandibility

Kemudahan sistem untuk dipahami

15, 16

Learnability

Kemudahan sistem untuk dipelajari

17, 18

Operability

Kemudahan sistem untuk dioperasikan

19, 20

Attractiveness

Kenyamanan pengguna dalam menggunakan sistem

21, 22

Time behavior

Kecepatan respon dan waktu pengolahan

23, 24

Resource behavior

Kesesuaian penggunaan sumber daya

25

Sebelum hasil kuesioner dianalisis, terlebih dahulu dilakukan uji


validitas dan reliabilitas instrumen. Pengujian dilakukan untuk mengetahui tingkat
kesahihan (validitas) dan kekonsistenan (reliabilitas) alat ukur penelitian.
Kuesioner pengujian kualitas disertakan dalam Lampiran.
3.5.3.2.2. Pengujian Validitas Instrumen
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat
kevalidan atau kesahihan sesuatu instrumen Sebuah instrumen dikatakan valid
apabila mampu mengukur apa yang diinginkan dan dapat mengungkap data dari
variabel yang diteliti secara tepat. Tinggi rendahnya validitas instrumen
menunjukkan

sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari

gambaran tentang validitas yang dimaksud.


Uji validitas instrumen yang dilakukan dengan menggunakan uji
validitas konstrak. Uji validitas konstrak yaitu menyusun indikator pengukuran
berdasarkan kerangka teori konsep yang akan diukur. Secara sederhana dapat

47

dikemukakan, bahwa validitas konstrak dari sebuah instrumen ditentukan dengan


jalan mengkorelasikan antara skor masing-masing item dengan total skor masingmasing item.
Pengujian validitas konstrak dilakukan dengan menghitung korelasi
diantara masing-masing pernyataan dengan skor total. Dalam pengujian validitas
instrumen penelitian ini, menggunakan korelasi Product Moment Pearson dengan
tool software IBM SPSS Statistics 20.
3.5.3.2.3. Pengujian Reliabilitas Instrumen
Suatu alat pengukur dikatakan reliable bila alat itu dalam mengukur
suatu gejala pada waktu yang berlainan senantiasa menunjukkan hasil yang sama.
Reliabilitas alat ukur menunjuk pada adanya konsistensi dan stabilitas nilai hasil
skala pengukuran tertentu yang diperoleh dari alat ukur yang kita buat.
Reliabilitas berkonsentrasi pada masalah akurasi pengukuran dan hasilnya.
Dalam uji reliabilitas yang digunakan dalam penelitian adalah metode
Alpha Cronbach, karena metode Alpha Cronbach ini sangat cocok digunakan
pada nilai berbentuk skala. Dalam penelitian ini, uji reliabilitas dilakukan dengan
menggunakan teknik Formula Alpha Cronbach dan dengan menggunakan tool
software IBM SPSS Statistics 20. Peneliti melakukan uji reliabilitas dengan
menghitung Alpha Cronbach dari masing-masing item dalam suatu variabel.
Instrumen yang dipakai dalam variabel dikatakan handal (reliable) apabila
memiliki Alpha Cronbach lebih dari 0,60.[Sekaran 2006]
3.5.3.2.4. Pengolahan Data Pengujian
Dalam pelaksanaan pengolahan data adposi dari model ISO 9126
penelitian ini menggunakan jenis atau alat bentuk analisis statistik deskriptif.
Analisis statistik deskriptif adalah jenis penelitian yang menggambarkan faktafakta yang ada untuk selanjutnya diolah menjadi data. Data tersebut kemudian
dianalisis untuk memperoleh suatu kesimpulan. Analisis statistik deskriptif
digunakan untuk menggambarkan bagaimana tingkat kualitas model sistem
informasi Indeks Kepuasan Masyarakat yang dibuat.

48

Langkah-langkah yang dilakukan dalam analisis statistik deskriptif


tersebut adalah sebagai berikut:
a. Setiap indikator yang dinilai oleh responden, diklasifikasikan
dalam lima alternatif jawaban dengan menggunakan skala ordinal
yang menggambarkan peringkat jawaban.
b. Dihitung total skor setiap variabel/subvariabel = jumlah skor dari
seluruh unsur/indikator variabel untuk semua responden.
c. Dihitung skor setiap variabel/subvariabel = rata-rata dari total skor.
d. Untuk mendeskripsikan jawaban responden, juga digunakan
statistik deskriptif seperti distribusi frekuensi dan tampilan dalam
bentuk tabel ataupun grafik.
e. Untuk menjawab deskripsi tentang variabel penelitian ini,
digunakan rentang kriteria penilaian sebagai berikut:
% Skor Aktual =

x 100%

Skor aktual adalah jawaban seluruh responden atas kuesioner yang


telah diajukan. Skor ideal adalah skor atau bobot tertinggi atau semua responden
diasumsikan memilih jawaban dengan skor tertinggi. [Narimawati 2007]
Penjelasan bobot nilai skor aktual dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel III-3 Kriteria Presentase Tanggapan Responden
% Jumlah Skor
20.00% 36.00%
36.01% 52.00%
52.01% 68.00%
68.01% 84.00%
84.01% 100%
3.6.

Kriteria
Tidak Baik
Kurang Baik
Cukup
Baik
Sangat Baik

Langkah-langkah Penelitian
Dalam penelitian ini keseluruhan proses yang dilalui harus melalui

beberapa tahapan. Tahapan yang dilakukan meliputi: masalah penelitian, tinjauan


studi, metodelogi, perancangan sistem, pembuatan model, dan pengujian sistem.
Langkah-langkah pada tahapan pelaksanaan penelitian sebagai berikut:

49

MASALAH PENELITIAN
Identifikasi Masalah

RumusanMasalah

TINJAUAN STUDI
METODELOGI
Jenis Penelitian

Metode Pemilihan Sampel

Metode Pengumpulan Data

Instrumentasi

PERANCANGAN SISTEM

PEMBUATAN MODEL
Membuat Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan Masyarakat

PENGUJIAN SISTEM
Uji Validitas Metode Focus Group Discussion (FGD)
Uji Kualitas Mengadopsi ISO 9126 : functionality, reliability, usability dan efficiency

Gambar III-1 Langkah-Langkah Penelitian


Berikut ini adalah penjelasan mengenai langkah-langkah diatas:
1.

Identifikasi masalah
Langkah awal dari penelitian ini adalah dengan mengidentifikasi masalah
yang ada pada unit pelayanan masyarakat. Hasil dari langkah ini adalah
rumusan masalah.

2.

Rumusan masalah

50

Berdasarkan identifikasi masalah, rumusan masalah dalam penelitian ini


adalah bagaimana membangun sebuah Model Sistem Informasi Indeks
Kepuasan Masyarakat Pada Unit Pelayanan Masyarakat agar dapat
digunakan untuk memberikan informasi tentang kualitas kinerja dari unit
pelayanan masyarakat tersebut.
Bagaimana menguji kelayakan Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan
Masyarakat Dengan Metode Perbandingan Eksponensial (MPE) Dan Skala
Ordinal pada aspek functionality, reliability, efficiency, dan aspek usability.
3.

Tinjauan studi
Tinjauan studi ini dilakukan untuk mendapatkan teori Indeks Kepuasan
Masyarakat yang terkait dengan rumusan masalah. Metode yang dilakukan
penulis adalah dengan membaca berbagai referensi terkait Indeks Kepuasan
Masyarakat. Hasil dari langkah ini adalah literatur yang terkait dengan
rumusan masalah.

4.

Jenis Penelitian
Pada tahap ini akan dilakukan pemilihan jenis penelitian yang digunakan
dalam penelitian ini.

5.

Metode Pemilihan Sampel


Pada tahap ini akan dilakukan pemilihan teknik yang akan dipakai dalam
pengambilan sampel dan nantinya sampel tersebut akan digunakan dalam
penelitian ini.

6.

Metode Pengumpulan Data


Pada tahap ini dilakukan pemilihan metode pengumpulan data yang akan
digunakan dalam penelitian ini.

7.

Instrumen
Pada tahap ini dilakukan pemilihan instrumen yang akan digunakan dalam
pengumpulan data.

8.

Teknik Perancangan Sistem


Pada tahap ini dilakukan perancangan terhadap sistem informasi yang akan
dibuat.

9.

Pembuatan Model

51

Pada tahap ini akan dibuatkan Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan
Masyarakat ( SIIKM ) berdasarkan perancangan sistem yang telah dibuat.
10. Teknik Pengujian Sistem
Pada tahap ini dilakukan pengujian validitas terhadap sistem menggunakan
metode Focus Group Discussion (FGD) dan uji kualitas mengadopsi ISO
9126 : functionality, reliability, usability dan efficiency.

52

3.7.

Jadwal Penelitian
Tabel III-4 Jadwal Penelitian

No

Kegiatan

1
2
3
4
5
6
7

Pencarian dan Pemilihan Obyek Penelitian


Studi melalui media internet//Obyek Penelitian
Perumusan Masalah Penelitian
Penentuan Topik dan Pembimbing Tesis
Pengumpulan Bahan Literatur/Referensi
Penyerahan Formulir Pendaftaran Penulisan Tesis
Penyusunan Kerangka/Landasan Pemikiran (Tinjauan
Pustaka/Studi/sampai dengan Kerangka Konsep dan Hipotesis)
Penyusunan MetodologiPenelitian (Jenis Penelitian, Metode Sampling,
Metode Pengumpulan Data, Instrumentasi, Teknik Analisis, Perancangan,
Implementasi dan UjiSistem
Penyusunan Naskah Proposal Tesis
Penyerahan Formulir Pendaftaran Sidang Proposal Tesis
Sidang Proposal Tesis
Pelaksanaan Pengumpulan Data Sampel
Analisis Data, Perancangan, Pengujian Data, Pengolahan Data Pengujian
Penyusunan Naskah Akhir Tesis
Penyerahan Formulir Pendaftaran Sidang Akhir Tesis
Sidang Akhir Tesis
Penyempurnaan Naskah Akhir Tesis
Pembuatan Paper Ringkasan Tesis
Penggandaan Naskah Akhir Tesis dan Paper
Pembuatan CD berisi Naskah Akhir Tesis, Paper, dan Slide Presentasi
Penyerahan Naskah Akhir Tesis, Paper dan CD

9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21

53

Bulan1
2 3

Bulan2
2 3

Bulan3
2 3

Bulan4
2 3

BAB IV
PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
BAB IV
4.1.

PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

Analisis Sistem
Pada proses analisis sistem harus mendeskripsikan apa yang harus

dilakukan oleh sistem untuk memenuhi kebutuhan informasi pengguna.


Analisis sistem akan menjawab pertanyaan apa yang akan dikerjakan oleh
sistem, siapa yang akan menggunakan sistem, dan dimana serta kapan sistem
tersebut akan digunakan. Kegiatan analisis sistem yang berjalan dilakukan dengan
pendekatan analisis berorientasi objek untuk sistem yang dirancang, dimaksudkan
untuk menitik beratkan kepada fungsionalitas sistem yang berjalan. Selanjutnya
dari hasil analisis akan divisualisasi dan didokumentasikan dengan Unified
Modeling Language (UML) melalui Use Case Diagram, Activity Diagram, dan
Sequence Diagram dengan pertimbangan diagram tersebut dianggap mewakili
secara keseluruhan sistem yang berjalan yang dapat dimengerti oleh pengguna.
4.1.1. Analisis Proses Bisnis Sistem Berjalan
Analisis proses bisnis dari sistem yang sedang berjalan untuk keperluan
pengembangan model sistem informasi dilakukan untuk mendapatkan informasi
tentang bagaimana proses penilaian kinerja dilakukan pada unit pelayanan
masyarakat. Analisis ini diperlukan untuk perancangan dan pengembangan sistem
informasi yang akan menghasilkan set model sebagai salah satu output dari
penelitian ini. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, diperoleh data dan
dokumen terkait proses sistem yang akan dikembangkan.
Hasil wawancara dan observasi menunjukkan bahwa para responden
menginginkan sebuah sistem informasi yang dapat memberikan informasi kualitas
kinerja dari unit pelayanan masyarakat tersebut. Untuk keperluan pengembangan
model yang dimaksud, proses-proses yang disebutkan sebelumnya adalah yang
berkaitan dengan proses pengolahan data kuisioner dari masyarakat, dan
pengolahan laporan kinerja unit pelayanan masyarakat.

54

4.1.1.1. Proses Mengirim Kuisioner


Proses mengirim kuisioner adalah proses pemberian lembaran formulir
kuisioner kepada masyarakat yang mendapatkan pelayanan dari unit pelayanan
masyarakat, yang memberikan formulir kuisioner adalah petugas dari unit
pelayanan masyarakat yang bertugas untuk mengurusi pengukuran kualitas
kinerja, petugas tersebut dapat disebut admin.
4.1.1.2. Proses Pengisian Data Kuisioner
Proses pengisian data kuisioner adalah proses menjawab pertanyaan yang
terdapat pada formulir kuisioner tersebut, pengisian jawaban tersebut dilakukan
oleh masyarakat yang menerima pelayanan dari unit pelayanan masyarakat
tersebut.
Dan data kuisioner tersebut nantinya yang akan digunakan untuk
mengukur kualitas kinerja dari unit pelayanan masyarakat tersebut.
4.1.1.3. Proses Pengolahan Master Data
Proses pengolahan master data adalah proses pengelolaan data master
penunjang dari model sistem informasi indeks kepuasan masyarakat.
4.1.1.4. Proses Pengolahan Transaksi
Proses pengolahan transaksi adalah proses pengelolaan data kuisioner
yang didapat dari jawaban kuisioner yang disebarkan kepada responden yang
menerima pelayanan dari unit pelayanan masyarakat tersebut.
Batasan model yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah pada
pengelolaan data kuisioner, dan model tidak dikembangkan sampai pada proses
validitas dan reliabilitas dari data kuisioner tersebut.
4.1.1.5. Proses Pengolahan Laporan
Proses pengolahan laporan adalah proses pengelolaan laporan kualitas
unit pelayanan masyarakat berdasarkan data kuisioner yang telah diolah.
Laporan yang dihasilkan oleh model ini adalah sebagai berikut :
1. Laporan Data Kuisioner.
2. Laporan Mutu Pelayanan.

55

4.1.2. Analisis Kebutuhan Fungsional, Nonfungsional, dan Pengguna


4.1.2.1. Analisis Kebutuhan Fungsional
Pada analisis kebutuhan fungsional Model sistem informasi Indeks
Kepuasan Masyarakat didasarkan pada data kuisioner terhadap unit pelayanan
masyarakat. Tahap selanjutnya adalah menyusun kebutuhan fungsional yang
didasarkan pada kebutuhan user dan juga bertujuan untuk mengeliminasi
permasalahan yang ada.
Tahap analisis kebutuhan fungsional sistem akan membahas mengenai
fungsi-fungsi yang diperlukan dalam pembangunan sistem. Hal ini dilakukan
untuk memenuhi kebutuhan data dan informasi yang diperlukan oleh pengguna
berdasarkan analisis kebutuhan pengguna.
Berdasarkan hasil analisis proses bisnis, identifikasi kebutuhan data dan
informasi, maka dianalisis juga beberapa fungsi yang harus tersedia di dalam
sistem. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan data dan informasi yang
diperlukan oleh pengguna. Setiap fungsi yang diusulkan diberi kode sehingga
dapat mempermudah identifikasi pada saat implementasi dan penyusunan
dokumen. Dari hasil analisis kebutuhan tersebut, dibutuhkan suatu sistem
informasi untuk mengukur kinerja unit pelayanan masyarakat.
Berikut ini adalah daftar kebutuhan fungsional sistem yang dibutuhkan:
1. Aplikasi berbasis desktop untuk mengukur kinerja unit pelayanan
masyarakat.
2. Login admin mempunyai username dan password, untuk dapat
mengubah isi dari aplikasi tersebut, mengedit data, menginputkan
data, dan mengupdate semua informasi.
3. Melihat informasi pada aplikasi. Yaitu, melihat responden yang sudah
mengisi kuisioner, melihat pendapat responden, melihat data-data
pendapat responden terhadap setiap unsur-unsur pelayanan yang
terdapat pada unit pelayanan masyarakat.
4. Sistem dapat mengatur otorisasi pengguna aplikasi.
5. Sistem harus dapat mencetak laporan.

56

4.1.2.2. Analisis Kebutuhan Non Fungsional


Berikut ini adalah daftar kebutuhan nonfungsional sistem. Kebutuhan ini
adalah tipe kebutuhan yang berisi properti perilaku yang dimiliki oleh sistem:
1. Kebutuhan Operasional
Sistem yang dibangun bisa digunakan pada platform sistem operasi
Microsoft Windows.
2. Kebutuhan Keamanan
Aplikasi hanya bisa diakses oleh pengguna yang berhak. Sistem
aplikasinya dilengkapi password. Sistem seharusnya aman digunakan.
3. Kebutuhan Performance
Sistem dapat menampung data dalam jumlah yang besar. Sistem
seharusnya dapat diakses oleh banyak user secara bersamaan. Sistem
seharusnya cepat diakses.
4. Kebutuhan Portability
Sistem bisa dijalankan pada platform windows dengan kebutuhan
Microsoft Access database dan MySql Database.
5. Kebutuhan Kemudahan Penggunaan
Sistem seharus mudah digunakan dan mudah dipelajari. Sistem harus
menggunakan bahasa yang mudah dimengerti serta sistem seharusnya
memiliki tampilan menarik.
4.1.2.3. Analisis Kebutuhan Pengguna
Dari hasil identifikasi kebutuhan fungsional melalui observasi didapatkan
spesifikasi pengguna dan fungsi yang diperoleh oleh masing-masing pengguna.
Tingkatan pengguna ditujukan untuk mengamankan database dari pengguna yang
tidak diijinkan serta membatasi hak akses. Untuk mendapatkan hak akses sesuai
dengan tingkatan pengguna dilakukan dengan Login pada Model Sistem Informasi
Indeks Kepuasan Masyarakat menggunakan username dan password yang
diberikan.
Analisis pengguna dan hak akses untuk masing-masing pengguna
terdapat pada tabel berikut ini:

57

Tabel IV-1 Tingkatan Pengguna dan Hak Akses


No Tingkatan Pengguna

Hak Akses Pengguna

Admin

Dapat mengakses seluruh kegiatan dalam sistem

Users

Dapat mengakses kegiatan dan laporan dalam sistem

4.1.2.4. Use Case Diagram


Berdasarkan spesifikasi kebutuhan fungsional dan actor yang terlibat
dalam sistem, maka dapat dimodelkan dengan use case diagram. Use case
diagram menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah system. use
case mempresentasikan interaksi antara actor dengan sistem.
a.

Actor
Actor adalah segala sesuatu yang berinteraksi langsung dengan

sistem aplikasi komputer, seperti orang, benda atau lainnya. Tugas actor
adalah memberikan informasi kepada sistem dan dapat memerintahkan
sistem agar melakukans sesuatu tugas.
Berdasarkan identifikasi pengguna, maka actor yang terlibat dalam
Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan Masyarakat ini adalah:
Actor

Masyarakat

Admin

Pimpinan

Gambar IV-1 Actor Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan Masyarakat


b.

Use Case Diagram


Use case adalah deskripsi fungsi dari sebuah sistem dari perspektif

pengguna. Use case bekerja dengan cara mendeskripsikan tipikal


interaksi antara pengguna sebuah sistem dengan sistemnya sendiri
melalui sebuah cerita bagaimana sebuah sistem dipakai. Pada analisis dan
pemodelan kebutuhan fungsional membutuhkan pemecahan menjadi

58

beberapa

subsistem

untuk

memudahkan

dalam

mendeskripsikan

pemahaman setiap proses dalam sistem.


Use Case

Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan Masyarakat


Mengirim
Kuisioner
Menjawab
Kuisioner

Masyarakat

Entry Master
Nomor

<<Include>>
Entry Master
User

<<Include>>
Admin

Entry Master
Pekerjaan

<<Include>>

Login

<<Include>>

Entry Master
Pendidikan

<<Include>>
<<Include>>

Entry Data
Kuisioner

Melihat Laporan

Pimpinan
Melihat Laporan

Pengolahan
Laporan

Gambar IV-2 Use Case Diagram Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan
Masyarakat

59

Tabel IV-2 Deskripsi Use Case Diagram Model Sistem Informasi Indeks
Kepuasan Masyarakat

4.2.

Bisnis Case
Mengirim Kuisioner

Actor/Pekerja Bisnis
Admin

Mengisi Kuisioner

Masyarakat

Entry Master Nomor


Entry Master User

Admin
Admin

Entry Master Pekerjaan


Entry Master Pendidikan
Entry Data Kuisioner

Admin
Admin
Admin

Pengolahan Laporan

Admin, Pimpinan

Keterangan
Mengirimkan/memberikan
kuisioner kepada
masyarakat
Mengisi kuisioner yang
diberikan oleh admin
Entry Master Nomor
Entry master user, berisi
id user dan otoritas
pengguna aplikasi
Entry Master Pekerjaan
Entry Master Pendidikan
Entry data kuisioner yang
telah diisi masyarakat
Mengolah laporan

Analisis Perilaku Sistem

4.2.1. Activity Diagram


Activity Diagram adalah diagram yang menjelaskan tentang alir aktifitas di
dalam sistem yang sedang dirancang, bagaimana alir berawal, bagaimana
keputusan-keputusan dapat terjadi dan terakhir bagaimana sistem berakhir.
Activity diagram digunakan untuk menyajikan detail proses bisnis yang
menunjukkan bagaimana proses bisnis dilakukan. Dalam penelitian ini peneliti
menggambarkan activity diagram tersebut melalui interaksi antara aktor/pekerja
bisnis dengan sistem yang akan dibangun. Dengan demikian, activity diagram
diturunkan dari use case diagram yang sudah dibuat sebelumnya, untuk
menggambarkan masing-masing prosedur dalam mengukur kinerja unit pelayanan
masyarakat.
Activity Diagram merupakan model analisis yang digunakan atau
menggambarkan sebuah proses aktivitas. Dalam penelitian ini, activity diagram
digunakan untuk memodelkan suatu proses atau operasi. Untuk menggambarkan
sebuah fungsi sistem, Dalam sebuah operasi yang spesifik, diagram ini dipakai
untuk menggambarkan logika dari sebuah proses atau operasi.

60

4.2.1.1. Activity Diagram Entry Master Nomor


Pada Activity Diagram Entry Master Nomor terdapat beberapa
langkah/step yang di tempuh oleh sistem dan pengguna di mulai dari tahap login
dan pengecekan validasi pengguna sampai di lanjutkan ke tahap entry master
nomor. Berikut ini langkah-langkah yang menggambarkan activity diagram entry
master nomor :
1.

Pengguna membuka sistem.

2.

Sistem akan menampilkan form login.

3.

Pengguna memasukkan User ID dan Password.

4.

Sistem akan memverifikasi User ID dan Pasword, jika tidak valid,


maka sistem akan meminta untuk memasukkan kembali user ID dan
Password.

5.

Jika User ID dan Password sudah valid maka pengguna langsung


masuk ke sistem ( Menu Utama ).

6.

Pengguna memilih Menu Master Data

7.

Pengguna memilih Entry Master Nomor

8.

Pengguna memasukan data nomor

9.

Pengguna menyimpan data nomor

10. Data nomor akan tersimpan ke dalam database


11. Pengguna keluar dari entry master nomor
12. Pengguna keluar dari menu utama
13. Pengguna keluar/logout dari sistem

61

Login

Verifikasi User ID & Password

Login Tidak Valid

Pilih Menu Master Data

Menu Utama

Login Valid
Pilih Master Nomor
Keluar Menu Utama
Masukan Data Nomor
Logout
Simpan Data Nomor

Keluar Dari Master Nomor

Gambar IV-3 Activity Diagram Entry Master Nomor


4.2.1.2. Activity Diagram Entry Master User
Pada Activity Diagram Entry Master User terdapat beberapa langkah/step
yang di tempuh oleh sistem dan pengguna di mulai dari tahap login dan
pengecekan validasi pengguna sampai di lanjutkan ke tahap entry master user.
Berikut ini langkah-langkah yang menggambarkan activity diagram entry master
user :
1.

Pengguna membuka sistem.

2.

Sistem akan menampilkan form login.

3.

Pengguna memasukkan User ID dan Password.

4.

Sistem akan memverifikasi User ID dan Pasword, jika tidak valid,


maka sistem akan meminta untuk memasukkan kembali user ID dan
Password.

62

5.

Jika User ID dan Password sudah valid maka pengguna langsung


masuk ke sistem ( Menu Utama ).

6.

Pengguna memilih Menu Master Data

7.

Pengguna memilih Entry Master User

8.

Pengguna memasukan data user

9.

Pengguna menyimpan data user

10. Data user akan tersimpan ke dalam database


11. Pengguna keluar dari entry master user
12. Pengguna keluar dari menu utama
13. Pengguna keluar/logout dari sistem

Login

Verifikasi User ID & Password

Login Tidak Valid

Pilih Menu Master Data

Menu Utama

Login Valid
Pilih Master User
Keluar Menu Utama
Masukan Data User
Logout
Simpan Data User

Keluar Dari Master User

Gambar IV-4 Activity Diagram Entry Master User


4.2.1.3. Activity Diagram Entry Master Pekerjaan
Pada Activity Diagram Entry Master Pekerjaan terdapat beberapa
langkah/step yang di tempuh oleh sistem dan pengguna di mulai dari tahap login

63

dan pengecekan validasi pengguna sampai di lanjutkan ke tahap entry master


pekerjaan. Berikut ini langkah-langkah yang menggambarkan activity diagram
entry master pekerjaan :
1.

Pengguna membuka sistem.

2.

Sistem akan menampilkan form login.

3.

Pengguna memasukkan User ID dan Password.

4.

Sistem akan memverifikasi User ID dan Pasword, jika tidak valid,


maka sistem akan meminta untuk memasukkan kembali user ID dan
Password.

5.

Jika User ID dan Password sudah valid maka pengguna langsung


masuk ke sistem ( Menu Utama ).

6.

Pengguna memilih Menu Master Data

7.

Pengguna memilih Entry Master Pekerjaan

8.

Pengguna memasukan data pekerjaan

9.

Pengguna menyimpan data pekerjaan

10. Data pekerjaan akan tersimpan ke dalam database


11. Pengguna keluar dari entry master pekerjaan
12. Pengguna keluar dari menu utama
13. Pengguna keluar/logout dari sistem

64

Login

Verifikasi User ID & Password

Login Tidak Valid

Pilih Menu Master Data

Menu Utama

Login Valid
Pilih Master Pekerjaan
Keluar Menu Utama
Masukan Data Pekerjaan

Logout
Simpan Data Pekerjaan

Keluar Dari Master Pekerjaan

Gambar IV-5 Activity Diagram Entry Master Pekerjaan


4.2.1.4. Activity Diagram Entry Master Pendidikan
Pada Activity Diagram Entry Master Pendidikan terdapat beberapa
langkah/step yang di tempuh oleh sistem dan pengguna di mulai dari tahap login
dan pengecekan validasi pengguna sampai di lanjutkan ke tahap entry master
pendidikan. Berikut ini langkah-langkah yang menggambarkan activity diagram
entry master pendidikan :
1.

Pengguna membuka sistem.

2.

Sistem akan menampilkan form login.

3.

Pengguna memasukkan User ID dan Password.

4.

Sistem akan memverifikasi User ID dan Pasword, jika tidak valid,


maka sistem akan meminta untuk memasukkan kembali user ID dan
Password.

65

5.

Jika User ID dan Password sudah valid maka pengguna langsung


masuk ke sistem ( Menu Utama ).

6.

Pengguna memilih Menu Master Data

7.

Pengguna memilih Entry Master Pendidikan

8.

Pengguna memasukan data pendidikan

9.

Pengguna menyimpan data pendidikan

10. Data pendidikan akan tersimpan ke dalam database


11. Pengguna keluar dari entry master pendidikan
12. Pengguna keluar dari menu utama
13. Pengguna keluar/logout dari sistem

Login

Verifikasi User ID & Password

Login Tidak Valid

Pilih Menu Master Data

Menu Utama

Login Valid
Pilih Master Pendidikan
Keluar Menu Utama
Masukan Data Pendidikan

Logout
Simpan Data Pendidikan

Keluar Dari Master Pendidikan

Gambar IV-6 Activity Diagram Entry Master Pendidikan

66

4.2.1.5. Activity Diagram Entry Data Kuisioner


Pada Activity Diagram Entry Data Kuisioner terdapat beberapa
langkah/step yang di tempuh oleh sistem dan pengguna di mulai dari tahap login
dan pengecekan validasi pengguna sampai di lanjutkan ke tahap entry data
kuisioner. Berikut ini langkah-langkah yang menggambarkan activity diagram
entry data kuisioner :
1.

Pengguna membuka sistem.

2.

Sistem akan menampilkan form login.

3.

Pengguna memasukkan User ID dan Password.

4.

Sistem akan memverifikasi User ID dan Pasword, jika tidak valid,


maka sistem akan meminta untuk memasukkan kembali user ID dan
Password.

5.

Jika User ID dan Password sudah valid maka pengguna langsung


masuk ke sistem ( Menu Utama ).

6.

Pengguna memilih Menu Transaksi

7.

Pengguna memilih Entry Data Kuisioner

8.

Pengguna memasukan data kuisioner

9.

Pengguna menyimpan data kuisioner

10. Data kuisioner akan tersimpan ke dalam database


11. Penggunakan keluar dari entry data kuisioner
12. Pengguna keluar dari menu utama
13. Pengguna keluar/logout dari system

67

Login

Verifikasi User ID & Password

Login Tidak Valid

Pilih Menu Transaksi

Menu Utama

Login Valid
Pilih Entry Data Kuisioner

Keluar Menu Utama


Masukan Data Kuisioner

Logout
Simpan Data Kuisioner

Keluar Dari Entry Data Kuisioner

Gambar IV-6 Activity Diagram Entry Data Kuisioner


4.2.1.6. Activity Diagram Pengolahan Laporan
Pada Activity Diagram Pengolahan Laporan terdapat

beberapa

langkah/step yang di tempuh oleh sistem dan pengguna di mulai dari tahap login
dan pengecekan validasi pengguna sampai di lanjutkan ke tahap pengolahan
laporan. Berikut ini langkah-langkah yang menggambarkan activity diagram
pengolahan laporan :
1.

Pengguna membuka sistem.

2.

Sistem akan menampilkan form login.

3.

Pengguna memasukkan User ID dan Password.

4.

Sistem akan memverifikasi User ID dan Pasword, jika tidak valid,


maka sistem akan meminta untuk memasukkan kembali user ID dan
Password.

68

5.

Jika User ID dan Password sudah valid maka pengguna langsung


masuk ke sistem ( Menu Utama ).

6.

Pengguna memilih Menu Laporan

7.

Didalam menu laporan ada beberapa laporan yaitu : Laporan Data


Kuisioner, Laporan Mutu Pelayanan

8.

Pengguna memilih jenis laporan

9.

Pengguna memasukan periode tanggal

10. Pengguna memunculkan laporan dan cetak


11. Pengguna keluar dari laporan
12. Pengguna keluar dari menu utama
13. Pengguna keluar/logout dari sistem

Login

Verifikasi User ID & Password

Login Tidak Valid

Pilih Menu Laporani

Menu Utama

Login Valid
Laporan Data Kuisioner
Keluar Menu Utama

Laporan Mutu Pelayanan

Logout
Pilih Jenis Laporan

Masukan Periode Tanggal

Memunculkan Laporan Dan Cetak

Keluar Dari Laporan

Gambar IV-7 Activity Diagram Pengolahan Laporan

69

4.2.2. Sequence Diagram


Pada Sequence Diagram menjelaskan aliran fungsionalitas dalam use case.
Sebuah diagram menunjukkan urutan interaksi object yang disusun dalam urutan
waktu. Ini menggambarkan object dan class-class yang terlibat dalam skenario
dan urutan pesan yang dipertukarkan antara object yang dibutuhkan untuk
melaksanakan fungsi scenario. Kegunaannya untuk menunjukkan rangkaian pesan
yang dikirim antara object juga interaksi antara object, sesuatu yang terjadi pada
titik tertentu dalam eksekusi sistem. Komponen utama sequence diagram terdiri
atas object yang dituliskan dengan kotak segi empat bernama pesan diwakili oleh
garis dengan tanda panah dan waktu yang ditunjukkan dengan proses vertikal.
4.2.2.1. Sequence Diagram Entry Master Nomor

Pada Sequence Diagram Entry Master Nomor terdapat beberapa


langkah/step yang di tempuh oleh sistem dan pengguna di mulai dari tahap login
dan pengecekan validasi pengguna sampai di lanjutkan ke tahap entry master
nomor. Berikut ini langkah-langkah yang menggambarkan sequence diagram
entry master nomor :
1.

Pengguna membuka sistem.

2.

Sistem akan menampilkan form login.

3.

Pengguna memasukkan User ID dan Password.

4.

Sistem akan memverifikasi User ID dan Pasword, jika tidak valid,


maka sistem akan meminta untuk memasukkan kembali user ID dan
Password.

5.

Jika User ID dan Password sudah valid maka pengguna langsung


masuk ke sistem ( Menu Utama ).

6.

Pengguna memilih Menu Master Data

7.

Pengguna memilih Entry Master Nomor

8.

Pengguna memasukan data nomor

9.

Pengguna menyimpan data nomor

10. Data nomor akan tersimpan ke dalam database


11. Pengguna keluar dari entry master nomor

70

12. Pengguna keluar dari menu utama


13. Pengguna keluar/logout dari sistem

71

Pengguna

Menu Login

1: Open

Menu Utama

2: Open

Master Data

3: Open

6: Input Data Baru

Master Nomor

4: Open

Control

Code_Desc

nomor_survey

nomor_responden

5: Open

7: Input Data

8: Get ()
9: Get ()
10: Get ()

11: simpan ()

12: simpan ()

13: simpan ()
14: simpan ()
15: simpan ()

16: ubah ()

17: ubah ()

18: ubah ()
19: ubah ()
20: ubah ()

21: hapus ()

22: hapus ()

23: hapus ()
24: hapus ()
25: hapus ()

26: keluar ()
27: keluar ()
28: keluar ()

Gambar IV-8 Sequence Diagram Entry Master Nomor

72

4.2.2.2. Sequence Diagram Entry Master User


Pada Sequence Diagram Entry Master User terdapat beberapa
langkah/step yang di tempuh oleh sistem dan pengguna di mulai dari tahap login
dan pengecekan validasi pengguna sampai di lanjutkan ke tahap entry master
user. Berikut ini langkah-langkah yang menggambarkan sequence diagram entry
master user :
1.

Pengguna membuka sistem.

2.

Sistem akan menampilkan form login.

3.

Pengguna memasukkan User ID dan Password.

4.

Sistem akan memverifikasi User ID dan Pasword, jika tidak valid,


maka sistem akan meminta untuk memasukkan kembali user ID dan
Password.

5.

Jika User ID dan Password sudah valid maka pengguna langsung


masuk ke sistem ( Menu Utama ).

6.

Pengguna memilih Menu Master Data

7.

Pengguna memilih Entry Master User

8.

Pengguna memasukan data user

9.

Pengguna menyimpan data user

10. Data user akan tersimpan ke dalam database


11. Pengguna keluar dari entry master user
12. Pengguna keluar dari menu utama
13. Pengguna keluar/logout dari sistem

73

Pengguna

Menu Login

1: Open

Menu Utama

2: Open

Master Data

3: Open

6: Input Data Baru

Master User

4: Open

Control

IngEmpID

strEmpName

strEmpPassword

5: Open

7: Input Data

8: Get ()
9: Get ()
10: Get ()
11: Get ()

12: simpan ()

13: simpan ()

14: simpan ()
15: simpan ()
16: simpan ()

17: simpan ()

18: ubah ()

19: ubah ()

20: ubah ()
21: ubah ()
22: ubah ()

23: ubah ()

24: hapus ()

25: hapus ()

26: hapus ()
27: hapus ()
28: hapus ()

29: hapus ()

30: keluar ()
31: keluar ()
32: keluar ()

Gambar IV-9 Sequence Diagram Entry Master User

74

strAccess

4.2.2.3. Sequence Diagram Entry Master Pekerjaan


Pada Sequence Diagram Entry Master Pekerjaan terdapat beberapa
langkah/step yang di tempuh oleh sistem dan pengguna di mulai dari tahap login
dan pengecekan validasi pengguna sampai di lanjutkan ke tahap entry master
pekerjaan. Berikut ini langkah-langkah yang menggambarkan sequence diagram
entry master pekerjaan :
1.

Pengguna membuka sistem.

2.

Sistem akan menampilkan form login.

3.

Pengguna memasukkan User ID dan Password.

4.

Sistem akan memverifikasi User ID dan Pasword, jika tidak valid,


maka sistem akan meminta untuk memasukkan kembali user ID dan
Password.

5.

Jika User ID dan Password sudah valid maka pengguna langsung


masuk ke sistem ( Menu Utama ).

6.

Pengguna memilih Menu Master Data

7.

Pengguna memilih Entry Master Pekerjaan

8.

Pengguna memasukan data pekerjaan

9.

Pengguna menyimpan data pekerjaan

10. Data pekerjaan akan tersimpan ke dalam database


11. Pengguna keluar dari entry master pekerjaan
12. Pengguna keluar dari menu utama
13. Pengguna keluar/logout dari sistem

75

Pengguna

Menu Login

1: Open

Menu Utama

2: Open

Master Data

3: Open

Master Pekerjaan

4: Open

Control

id_pekerjaan

nama_pekerjaan

5: Open

6: Input Data Baru

7: Input Data

8: Get ()
9: Get ()

10: simpan ()

11: simpan ()

12: simpan ()
13: simpan ()

14: ubah ()

15: ubah ()

16: ubah ()
17: ubah ()

18: hapus ()

19: hapus ()

20: hapus ()
21: hapus ()

22: keluar ()
23: keluar ()
24: keluar ()

Gambar IV-10 Sequence Diagram Entry Master Pekerjaan

76

4.2.2.4. Sequence Diagram Entry Master Pendidikan


Pada Sequence Diagram Entry Master Pendidikan terdapat beberapa
langkah/step yang di tempuh oleh sistem dan pengguna di mulai dari tahap login
dan pengecekan validasi pengguna sampai di lanjutkan ke tahap entry master
pendidikan. Berikut ini langkah-langkah yang menggambarkan sequence diagram
entry master pendidikan :
1.

Pengguna membuka sistem.

2.

Sistem akan menampilkan form login.

3.

Pengguna memasukkan User ID dan Password.

4.

Sistem akan memverifikasi User ID dan Pasword, jika tidak valid,


maka sistem akan meminta untuk memasukkan kembali user ID dan
Password.

5.

Jika User ID dan Password sudah valid maka pengguna langsung


masuk ke sistem ( Menu Utama ).

6.

Pengguna memilih Menu Master Data

7.

Pengguna memilih Entry Master Pendidikan

8.

Pengguna memasukan data pendidikan

9.

Pengguna menyimpan data pendidikan

10. Data pendidikan akan tersimpan ke dalam database


11. Pengguna keluar dari entry master pendidikan
12. Pengguna keluar dari menu utama
13. Pengguna keluar/logout dari sistem

77

Pengguna

Menu Login

1: Open

Menu Utama

2: Open

Master Data

3: Open

Master Pendidikan

4: Open

6: Input Data Baru

Control

id_pendidikan

nama_pendidikan

5: Open

7: Input Data

8: Get ()
9: Get ()

10: simpan ()

11: simpan ()

12: simpan ()
13: simpan ()

14: ubah ()

15: ubah ()

16: ubah ()
17: ubah ()

18: hapus ()

19: hapus ()

20: hapus ()
21: hapus ()

22: keluar ()
23: keluar ()
24: keluar ()

Gambar IV-11 Sequence Diagram Entry Master Pendidikan

78

4.2.2.5. Sequence Diagram Entry Data Kuisioner


Pada Sequence Diagram Entry Data Kuisioner terdapat beberapa
langkah/step yang di tempuh oleh sistem dan pengguna di mulai dari tahap login
dan pengecekan validasi pengguna sampai di lanjutkan ke tahap entry data
kuisioner. Berikut ini langkah-langkah yang menggambarkan sequence diagram
entry data kuisioner :
1.

Pengguna membuka sistem.

2.

Sistem akan menampilkan form login.

3.

Pengguna memasukkan User ID dan Password.

4.

Sistem akan memverifikasi User ID dan Pasword, jika tidak valid,


maka sistem akan meminta untuk memasukkan kembali user ID dan
Password.

5.

Jika User ID dan Password sudah valid maka pengguna langsung


masuk ke sistem ( Menu Utama ).

6.

Pengguna memilih Menu Transaksi

7.

Pengguna memilih Entry Data Kuisioner

8.

Pengguna memasukan data kuisioner

9.

Pengguna menyimpan data kuisioner

10. Data kuisioner akan tersimpan ke dalam database


11. Penggunakan keluar dari entry data kuisioner
12. Pengguna keluar dari menu utama
13. Pengguna keluar/logout dari sistem

79

Gambar IV-12 Sequence Diagram Entry Data Kuisioner

80

4.2.2.6. Sequence Diagram Pengolahan Laporan


Pada Sequence Diagram Pengolahan Laporan terdapat beberapa
langkah/step yang di tempuh oleh sistem dan pengguna di mulai dari tahap login
dan pengecekan validasi pengguna sampai di lanjutkan ke tahap pengolahan
laporan. Berikut ini langkah-langkah yang menggambarkan sequence diagram
pengolahan laporan :
1.

Pengguna membuka sistem.

2.

Sistem akan menampilkan form login.

3.

Pengguna memasukkan User ID dan Password.

4.

Sistem akan memverifikasi User ID dan Pasword, jika tidak valid,


maka sistem akan meminta untuk memasukkan kembali user ID dan
Password.

5.

Jika User ID dan Password sudah valid maka pengguna langsung


masuk ke sistem ( Menu Utama ).

6.

Pengguna memilih Menu Laporan

7.

Didalam menu laporan ada beberapa laporan yaitu : Laporan Data


Kuisioner, Laporan Mutu Pelayanan

8.

Pengguna memilih jenis laporan

9.

Pengguna memasukan periode tanggal

10. Pengguna memunculkan laporan dan cetak


11. Pengguna keluar dari laporan
12. Pengguna keluar dari menu utama
13. Pengguna keluar/logout dari sistem

81

Pengguna

Menu Login

1: Open

Menu Utama

2: Open

Laporan

Jenis Laporan
4: Open

3: Open

Control

5: Open

7: view

6: proses laporan

Data Kuisioner

8: Get ()

9: menampilkan hasil proses laporan


10: keluar ()

11: keluar ()
12: keluar ()

Gambar IV-13 Sequence Diagram Pengolahan Laporan

82

4.3.

Perancangan Sistem
Perancangan sistem menentukan bagaimana sistem akan memenuhi tujuan

tersebut, dalam hal ini: perangkat keras, perangkat lunak, infrastruktur jaringan;
antarmuka pengguna, formulir dan laporan, serta program-program khusus,
database, dan file yang akan dibutuhkan. Perancangan sistem merupakan tahap
lanjutan dari analisis sistem dimana pada perancangan sistem digambarkan sistem
yang akan dibangun sebelum dilakukan pengkodean dalam suatu bahasa
pemrograman. Dalam perancangan suatu sistem tidak lepas dari hasil analisis
4.3.1. Deployment Diagram
Deployment diagram merupakan suatu diagram yang dapat memberikan
penjelasan tentang bagaimana berbagai elemen fisik menyusun dan menjalankan
sistem di dalam suatu jaringan yang dibentuk. Arsitektur jaringan yang dibentuk
merupakan kumpulan dari node-node yang berupa hardware dan software yang
mengkonfigurasikan komponen-komponen software runtime dengan processor
dan peralatan lainnya. Deployment menggambarkan detail bagaimana komponen
di-deploy dalam infrastruktur sistem, di mana komponen akan terletak (pada
mesin, server atau pc), bagaimana kemampuan jaringan pada lokasi tersebut,
spesifikasi server, dan hal-hal lain yang bersifat fisikal. Sebuah node adalah
server, workstation, atau piranti keras lain yang digunakan untuk men-deploy
komponen dalam lingkungan sebenarnya. Hubungan antar node (misalnya
TCP/IP) dan requirement dapat juga didefinisikan dalam diagram ini. Dalam
sistem informasi ini terdapat komponen-komponen yang mendukung jalannya
Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan Masyarakat adalah:
1.

Microsoft Access, aplikasi yang digunakan untuk membuat Model


Sistem Informasi Indeks Kepuasan Masyarakat

2.

MySql database yang digunakan untuk menyimpan data-data

3.

Client Workstation sebagai device yang berupa PC yang digunakan


untuk

mengakses

Model

Sistem Informasi

Masyarakat tersebut.
4.

Printer yang digunakan untuk mencetak laporan

83

Indeks Kepuasan

Database
MySql Server

Microsoft Access
Main Program
Jaringan Lokal (LAN)

Jaringan Lokal (LAN)

PC

PC

Printer

Printer

Gambar IV-14 Deployment Diagram Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan


Masyarakat
Gambar di atas adalah gambar deployment diagram untuk Model Sistem Informasi
Indeks Kepuasan Masyarakat. Model yang dibangun adalah berbasis desktop
menggunakan Microsoft Access dan database menggunakan MySql. Node yang
digunakan adalah Server dan Client Workstation, sedangkan koneksi untuk Client
Workstation PC yang digunakan Admin dan Pimpinan unit pelayanan masyarakat
ke Server dapat menggunakan jaringan lokal.
4.3.2. Perancangan Infrastruktur Arsitektur
Tahapan ini akan menjelaskan bentuk atau rancangan sistem informasi
yang akan dikembangkan. Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan Masyarakat
merupakan suatu sistem yang berbasis komputer yang berfungsi mengumpulkan,
menyimpan, dan mengolah data sehingga dapat menyajikan informasi yang
berkaitan dengan penilaian kinerja pada unit pelayanan masyarakat tersebut.

84

Perancangan infrastruktur sistem untuk Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan


Masyarakat ini adalah sebagai berikut:

Switch Hub

User

Database Server & Aplikasi Server

Gambar IV-15 Perancangan Infrastruktur


Infrastruktur hardware menggunakan koneksi jaringan lokal (LAN),
dimana user dalam mengakses aplikasi harus terhubung dengan jaringan lokal
terlebih dahulu.
Beberapa software yang digunakan untuk mengembangkan Model Sistem
Informasi Indeks Kepuasan Masyarakat adalah sebagai berikut:
Tabel IV-3 Software Yang Digunakan
No
1

Software
AppServ
2.5.10

MySQL
5.0.51b

Deskripsi
AppServ
merupakan
aplikasi
webserver yang
bersifat
opensource
MySQL
merupakan
aplikasi DBMS
dengan lisensi
community

85

Fungsi dan Alasan Penggunaan


AppServ
digunakan
sebagai
database server

MySQL karena bersifat free dan


dapat menangani data dengan
jumlah besar. Selain itu merupakan
produk opensource yang terkenal
dengan
kehandalan
dan

(open source)

4.4.

Microsoft
Access 2013

MySQL
Connector/O
DBC 3.51

kecepatannya.

MS
Access
digunakan untuk
membuat
aplikasi
sederhana

MS Access dalah sebuah program


aplikasi basis data komputer
relasional, dengan MS Access ini
dapat digunakan untuk membangun
aplikasi yang sederhana, MS
Access program berlisensi, namun
untuk menjalankan aplikasi yang
telah dibuat dapat menggunakan
Runtime Access yang tak berbayar.
MySQL
My SQL Connector digunakan
Connector
untuk menghubungkan MS Access
digunakan untuk dengan database MySQL , MySQL
terhubung
Connector
ini
gratis
yang
dengan database disediakan oleh MySQL sendiri.

Konstruksi Sistem
Tahapan konstruksi sistem dilakukan setelah hasil analisis dan

perancangan sudah dibuat.


4.4.1. Lingkungan Konstruksi
1.

Hardware
Hardware yang digunakan untuk mengkonstruksi atau membangun

Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan Masyarakat dalam penelitian ini


adalah laptop Acer TravelMate P245-M, Processor Intel(R) Core(TM) i34010U CPU@1.70GHz 1.70GHz, Memory(RAM) 4.00Gb, System 64Bit.
2.

Software
Software yang digunakan untuk mengkonstruksi atau membangun

Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan Masyarakat dalam penelitian ini


adalah Microsoft Access 2013 (berlisensi), AppServ 2.5.10, MySQL
Connector/ODBC 3.51, dengan database MySQL 5.0.51b.
4.4.2. Konstruksi Database
Konstruksi database dilakukan menggunakan phpMyAdmin Manager.
Dengan tool tersebut dapat dikelola database MySQL, dari pembuatan database,
tabel-tabel, dan otorisasi pengguna database.

86

Gambar IV-16 Kontruksi Database Dengan phpMyAdmin


4.4.3. Kontruksi Antarmuka
Bagian ini akan menjelaskan implementasi atau kontruksi tampilan dari
Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan Masyarakat. Untuk menjelaskan hasil
konstruksi tersebut akan diberikan model dari masing-masing tampilan, baik itu
tampilan input, output, navigasi maupun halaman pada aplikasi yang dibangun.
4.4.3.1. Tampilan Menu Login

Gambar IV-17 Tampilan Menu Login

87

4.4.3.2. Tampilan Menu Utama Pengguna Admin


Pada menu utama otoritas admin dapat mengakses semua menu.

Gambar IV-18 Tampilan Menu Utama Pengguna Admin


4.4.3.3. Tampilan Menu Utama Pengguna User
Pada menu utama otoritas user hanya dapat mengakses menu laporan
saja.

Gambar IV-19 Tampilan Menu Utama Pengguna User

88

4.4.3.4. Tampilan Entry Master Nomor

Gambar IV-20 Tampilan Entry Master Nomor


4.4.3.5. Tampilan Entry Master User

Gambar IV-21 Tampilan Entry Master User

89

4.4.3.6. Tampilan Entry Master Pekerjaan

Gambar IV-22 Tampilan Entry Master Pekerjaan


4.4.3.7. Tampilan Entry Master Pendidikan

Gambar IV-23 Tampilan Entry Master Pendidikan

90

4.4.3.8. Tampilan Entry Data Kuisioner

Gambar IV-24 Tampilan Entry Data Kuisioner


4.4.3.9. Tampilan Laporan Mutu Pelayanan

Gambar IV-25 Tampilan Laporan Mutu Pelayanan

91

4.5.

Pengujian Sistem

4.5.1. Lingkungan Pengujian


Lingkungan

pengujian

memberikan

gambaran

tentang

spesifikasi

hardware, dan software yang digunakan oleh pengguna dalam proses pengujian
sistem, baik pengujian validasi maupun pengujian kualitas. Spesifikasi tersebut
diperoleh dalam proses observasi berdasarkan aspek sistem. Berikut ringkasan
singkat spesifikasi perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan oleh
pengguna untuk proses pengujian:
4.5.1.1. Hardware
Hardware yang digunakan untuk melakukan pengujian Model Sistem
Informasi Indeks Kepuasan Masyarakat dalam penelitian ini adalah laptop Acer
TravelMate P245-M, Processor Intel(R) Core(TM) i3-4010U CPU@1.70GHz
1.70GHz, Memory(RAM) 4.00Gb, System 64-Bit.
4.5.1.2. Software
Software yang digunakan untuk melakukan pengujian Model Sistem
Informasi Indeks Kepuasan Masyarakat dalam penelitian ini adalah Sistem
Operasi Microsoft Windows 7, Microsoft Access 2013.
4.5.2. Pengujian Validasi
Tahap pengujian yang pertama adalah pengujian validasi, proses pengujian
ini dilakukan untuk memastikan perangkat lunak yang telah dibuat apakah sesuai
dengan spesifikasi kebutuhan fungsional yang diharapkan. Hal ini juga menguji
hipotesis pertama dalam penelitian ini, yaitu Diduga Model Sistem Informasi
Indeks Kepuasan Masyarakat yang dibuat akan bisa mengatasi permasalahan yang
ada, sehingga informasi kualitas kinerja dari unit pelayanan masyarakat dapat
disajikan.

92

4.5.2.1. Karakteristik Responden


Tabel IV-4 Karakteristik Responden

No

Kode

RN

Nama

Lama

Jabatan

Jenis Kelamin

Ratna

HRD

Perempuan

5 tahun

S1

NW

Nurus Wahidayati

Finance

Perempuan

8 tahun

DIII

LN

Lili Nurlaili

Finance

Perempuan

3 tahun

S1

IM

Ismaniar

Finance

Perempuan

10 tahun

SMA

Bekerja

Pend

4.5.2.2. Proses Pelaksanaan FGD


Kegiatan Focus Group Discussion dilaksanakan di ruang kerja pada
tanggal 24 Juli 2015 pukul 12.30 - 13.30 WIB, dengan dihadiri oleh 4 peserta
sebagai responden, yakni dari bagian HRD sebanyak 1 orang dan dari pihak
Finance sebanyak 3 orang. Untuk memulai diskusi terfokus, peneliti melakukan
presentasi dan demo aplikasi yang sudah dikembangkan dan menjelaskan setiap
fungsi yang ada berdasarkan instrumen yang sudah disiapkan. Setelah
memperhatikan dan mengetahui cara mengoperasikan aplikasi sistem ini,
kemudian responden diberi kesempatan untuk mencoba langsung menggunakan
aplikasi tersebut. Selanjutnya peserta FGD memberikan informasi, tanggapan dan
persetujuan melalui formulir yang sudah diberikan oleh peneliti sebelum
responden mencoba aplikasi tersebut. Formulir Pengujian Requirement dengan
FGD disertakan dalam Lampiran Formulir FGD.
Berdasarkan uji coba yang dilakukan oleh responden, maka akan
diperoleh hasil pengujian terhadap fungsional sistem berdasarkan kebutuhan
masing-masing pengguna. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah
semua fungsi yang terdapat pada prototipe sistem ini sudah dapat dioperasikan
dengan baik atau belum. Pengujian fungsional sistem ditujukan kepada Admin
dan User. Dalam proses pengujian ini juga dilakukan pengujian untuk meminta
tanggapan terhadap hipotesis dalam penelitian ini, yang menunjukkan fungsi

93

sistem secara keseluruhan bahwa sistem dapat membantu proses pengolahan data
kuisioner seperti transaksi Entry Data Kuisioner.
4.5.2.3. Hasil Pengujian Validasi
Berdasarkan Focus Group Discussion, selanjutnya dapat direkapitulasi
hasil pengujian berdasarkan jenis pengguna dari responden dalam FGD.
4.5.2.3.1. Hasil Pengujian Validasi Jenis Pengguna Admin
Pengujian validasi untuk jenis pengguna admin dilakukan oleh 2
responden sebagai informan yaitu dengan kode RN (HRD) dan NW (Finance).
Berikut hasil pengujian selengkapnya :
Tabel IV-5 Hasil Pengujian Validasi Admin

No

Kebutuhan Fungsi

Login Kedalam Aplikasi

Mengelola Master Nomor

Mengelola Master User

Mengelola Master Pekerjaan

Mengelola Master Pendidikan

Mengelola Data Kuisioner

7
8

Modul

Tanggapan
Responden
Diterima Ditolak

Login

Kesimpulan

Setuju

Setuju

Setuju

Setuju

Setuju

Setuju

Mencetak Laporan Data Kuisioner Laporan

Setuju

Mencetak Laporan Mutu


Pelayanan

Setuju

Master
Data
Master
Data
Master
Data
Maste
Data
Transaksi

Laporan

Hasil Pengujian validasi jenis pengguna administrator adalah sebagai


berikut :
R = Jumlah responden = 2 orang
P = Jumlah pertanyaan = 8 butir
N = Total jawaban setuju = 16 butir
x = Total jawaban tidak setuju = 0 butir

94

( N x)
100

R
P
(16 0)
100
% =

2
8
16
100
% =
2
8
% =

% = 8 12,5
% = 100% (kategori Sangat Baik)
4.5.2.3.2. Hasil Pengujian Validasi Jenis Pengguna User
Pengujian validasi untuk jenis pengguna user dilakukan oleh 2
responden sebagai informan yaitu dengan kode LN (Finance) dan IM (Finance).
Berikut hasil pengujian selengkapnya :
Tabel IV-6 Hasil Pengujian Validasi User

No

Kebutuhan Fungsi

Modul

Login Kedalam Aplikasi

Mencetak Laporan Data Kuisioner Laporan

Tanggapan
Responden
Diterima Ditolak

Login

Mencetak Laporan Mutu


Laporan
Pelayanan
R = Jumlah responden = 2 orang

Setuju

Setuju

Setuju

P = Jumlah pertanyaan = 3 butir


N = Total jawaban setuju = 6 butir
x = Total jawaban tidak setuju = 0 butir
( N x)
100

R
P
(6 0)
100
% =

2
3
6
100
% =
2
3
% =

% = 3 33,3
% = 100% (kategori Sangat Baik)

95

Kesimpulan

Berdasarkan hasil-hasil pengujian FGD di atas, secara keseluruhan


responden menyatakan bahwa Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan
Masyarakat ini dapat diterima fungsinya dan menyetujui hasil pengujian yang
dilakukan. Hal ini dibuktikan dengan hasil pengujian sebesar 100 % dalam
kategori Sangat Baik.
4.5.2.4. Kesimpulan Hasil Pengujian Validasi Dan Pembuktian Hipotesis
Berdasarkan hasil FGD, maka dapat disimpulkan bahwa Model Sistem
Informasi Indeks Kepuasan Masyarakat tersebut sudah sesuai dengan spesifikasi
kebutuhan fungsional yang dibutuhkan pengguna. Dengan demikian berdasarkan
hasil analisis, perancangan dan kontruksi perangkat lunak untuk pembuatan Model
Sistem Informasi Indeks Kepuasan Masyarakat pada unit pelayanan masyarakat
dapat berfungsi dengan baik dan menghasilkan validasi yang baik, sehingga
hipotesis kedua dalam penelitian ini sudah terbukti kebenarannya.
4.5.3. Pengujian Kualitas
Pengujian kualitas untuk mengetahui tingkat kualitas perangkat lunak
Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan Masyarakat dilakukan dengan
mengadopsi model ISO 9126 yang terdiri dari 4 (empat) aspek pengujian kualitas
yaitu functionality, reliability, usability, dan efficiency.
4.5.3.1. Karakteristik Responden
Responden dalam penelitian ini adalah 2 (dua) bertindak sebagai admin,
dan 2 (dua)bertindak sebagai user hingga total sebanyak 4 responden.
Karakteristik responden dikategorikan berdasarkan Jabatan, Jenis Kelamin, Masa
Kerja dan Pendidikan terakhir. Berikut deskripsi responden selengkapnya :
4.5.3.1.1. Karakteristik Responden Berdasarkan Jabatan
Tabel IV-7 Deskripsi Responden Berdasarkan Jabatan
Jabatan
HRD
FINANCE
Total

Jumlah Responden
1
3
4

96

Persentase %
25%
75%
100%

Pada tabel di atas dapat diketahui bahwa responden yang paling banyak
adalah dengan jabatan FINANCE, dengan persentase 75%, sedangkan responden
paling sedikit dengan jabatan HRD, dengan persentase sebesar 25%.

4.5.3.1.2. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin


Tabel IV-8 Deskripsi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis Kelamin
Laki-laki
Perempuan
Total

Jumlah Responden
0
4
4

Persentase %
0%
100%
100%

Pada tabel di atas dapat diketahui bahwa responden yang paling


dominan adalah dengan jenis kelamin Perempuan, dengan persentase 100%,
sedangkan sisanya dengan persentase 0% adalah responden dengan jenis kelamin
Laki-laki.
4.5.3.1.3. Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja
Tabel IV-9 Deskripsi Responden Berdasarkan Masa Kerja
Masa Kerja
1 - 5 Tahun
> 5 Tahun
Total

Jumlah Responden
2
2
4

Persentase %
50%
50%
100%

Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa masa kerja responden


dengan persentase sama besar yaitu 50% baik yang memiliki masa kerja 1-5
tahun, maupun masa kerja > 5 tahun. Dengan demikian dapat diasumsikan
responden cukup memiliki pengalaman terkait sistem informasi.
4.5.3.1.4. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan
Tabel IV-10 Deskripsi Responden Berdasarkan Pendidikan
Pendidikan Terakhir
SMA Sederajat
D3
S1
Total

97

Jumlah Responden
1
1
2
4

Persentase %
25%
25%
50%
100%

Berdasarkan tabel diatas diketahui pendidikan terakhir responden


terbanyak adalah jenjang S1 sebesar 50%, selanjutnya D3 dan SMA Sederajat
sebanyak 25%.
4.5.3.2. Uji Validitas Dan Reliabilitas Instrumen
Dalam penelitian ini, peneliti melakukan pengujian validitas dan
reliabilitas instrumen terhadap responden berjumlah 4 orang. Responden dalam
pengujian diambil dari sampel penelitian.
4.5.3.2.1. Uji Validitas Instrumen
Uji validitas adalah untuk mengetahui tingkat kesahihan tiap butir
pertanyaan dalam kuesioner. Uji validitas dilakukan terhadap seluruh butir
pernyataan dalam instrumen, yaitu dengan cara mengkorelasikan skor tiap butir
dengan skor totalnya pada masing-masing konstruk. Teknik korelasi yang
digunakan adalah korelasi Product Moment Pearson dengan pengujian dua arah
(two tailed test). Analisis ini dengan cara mengkorelasikan masing-masing skor
item dengan skor total. Skor total adalah penjumlahan dari keseluruhan item.
Item-item pertanyaan yang berkorelasi signifikan dengan skor total menunjukkan
item-item tersebut mampu memberikan dukungan dalam mengungkap apa yang
ingin diungkap.[Sugiyono 2012]
Pengujian menggunakan uji dua arah dengan taraf signifikansi 0,05
(tingkat kepercayaan 95%). Kriteria pengujian adalah sebagai berikut:
1. Jika rhitung rtabel (uji 2 sisi dengan sig. 0,05) maka instrumen atau
item-item pertanyaan berkorelasi signifikan terhadap skor total
(dinyatakan valid).
2. Jika rhitung<rtabel (uji 2 sisi dengan sig. 0,05) maka instrumen atau
item-item pertanyaan tidak berkorelasi signifikan terhadap skor
total (dinyatakan tidak valid).
Dari hasil uji validitas terhadap 4 orang responden dengan
menggunakan tabel korelasiPearson Product Moment didapatkan nilai korelasi
antara skor item dengan skor total. Nilai ini kemudian dibandingkan dengan nilai

98

rtabel, rtabel dicari pada signifikansi 0,05 dengan uji dua arah dan jumlah data (N) =
4, maka didapat rtabel sebesar 0,950 (Berdasarkan pada tabel r).[Sugiyono 2012]
Berikut adalah hasil uji validitas dengan menggunakan korelasi
Product Moment Pearson terhadap 4 orang responden :

1. Hasil Uji Validitas Aspek Functionality


Tabel IV-11 Hasil Uji Validitas Aspek Functionality
No. Butir Uji
1
2
3
4
5
6
7
8
9

r hi tung

r tabel

Keterangan

1.000
1.000
1.000
1.000
1.000
1.000
1.000
1.000
1.000

0.950
0.950
0.950
0.950
0.950
0.950
0.950
0.950
0.950

Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid

Berdasarkan tabel hasil uji validitas butir uji untuk aspek


Functionality memperlihatkan nilai rhitung setiap butir uji lebih besar
dibandingkan nilai rtabel. Dengan demikian semua butir ujipada aspek
Functionality dinyatakan valid untuk digunakan sebagai alat ukur.
2. Hasil Uji Validitas Aspek Reliability
Tabel IV-12 Hasil Uji Validitas Aspek Reliability
No. Butir Uji
10
11
12
13
14

r hi tung

r tabel

Keterangan

1.000
1.000
1.000
1.000
1.000

0.950
0.950
0.950
0.950
0.950

Valid
Valid
Valid
Valid
Valid

Berdasarkan tabel hasil uji validitas butir uji untuk aspek


Reliability memperlihatkan nilai rhitung setiap butir uji lebih besar
dibandingkan nilai rtabel. Dengan demikian semua butir uji pada aspek
Reliability dinyatakan valid untuk digunakan sebagai alat ukur.

99

3. Hasil Uji Validitas Aspek Usability


Tabel IV-13 Hasil Uji Validitas Aspek Usability
No. Butir Uji

r hi tung

r tabel

Keterangan

1.000
1.000
1.000
1.000
1.000
1.000
1.000
1.000

0.950
0.950
0.950
0.950
0.950
0.950
0.950
0.950

Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid

15
16
17
18
19
20
21
22

Berdasarkan tabel hasil uji validitas butir uji untuk aspek Usability
memperlihatkan nilai rhitung setiap butir uji lebih besar dibandingkan
nilai rtabel. Dengan demikian semua butir uji pada aspek Usability
dinyatakan valid untuk digunakan sebagai alat ukur.
4. Hasil Uji Validitas Aspek Efficiency
Tabel IV-14 Hasil Uji Validitas Aspek Efficiency
No. Butir Uji
23
24
25

r hi tung

r tabel

Keterangan

1.000
1.000
1.000

0.950
0.950
0.950

Valid
Valid
Valid

Berdasarkan tabel hasil uji validitas butir uji untuk aspek Efficiency
memperlihatkan nilai rhitung setiap butir uji lebih besar dibandingkan
nilai rtabel. Dengan demikian semua butir uji pada aspek Efficiency
dinyatakan valid untuk digunakan sebagai alat ukur.

100

Dari hasil uji validitas seperti yang disajikan pada empat tabel
menunjukkan bahwa semua nilai rhitung lebih besar dari rtabel (0,950).
Artinya tiap pernyataan berkorelasi dengan skor totalnya dan didapat
nilai korelasi untuk item-item lainnya nilainya lebih dari 0,950 maka
dapat disimpulkan bahwa item-item tersebut berkorelasi signifikan
dengan skor total dan dapat disimpulkan bahwa semua butir instrumen
tersebut valid.
4.5.3.2.2. Uji Reliabilitas Instrumen
Uji reliabilitas digunakan untuk mengukur konsistensi konstruk /
variabel penelitian. Reliabilitas dapat diartikan sebagai suatu karakteristik terkait
dengan keakuratan, ketelitian dan kekonsistenan. Uji reliabilitas dilakukan dengan
tujuan untuk mengetahui konsistensi dari instrumen sebagai alat ukur, sehingga
hasil pengukuran dapat dipercaya. Suatu variabel dikatakan reliable (handal) jika
jawaban responden terhadap pertanyaan konsisten atau stabil. Tingkat
reliabilitassuatu konstruk / variabel penelitian dapat dilihat dari hasil statistik
Alpha Cronbach (). Instrumen yang dipakai dalam variabel dikatakan handal
(reliable) apabila memiliki Alpha Cronbach lebih dari 0,60.([Sekaran 2006], 173)
Berikut adalah hasil uji reliabilitas dengan menggunakan uji
statistikAlpha Cronbach dengan menggunakan IBM SPSS Statistics 20 :
Tabel IV-15 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen
Variabel

Functionality
Reliability
Usability
Efficiency

Alpha Cronbach Kriteria


1.000
Alpha
1.000 Cronbach >
1.000 0,60 maka
1.000
reliabel

Keterangan

Reliabel
Reliabel
Reliabel
Reliabel

Seperti yang terlihat pada tabel di atas semua pernyataan pada


kuesioner dinilai reliabel jika nilai Nilai Alpha Cronbach pada setiap variabel >
0,60. Hasil uji reliabilitas untuk empat variabel memperoleh nilai koefisien
reliabilitas yang lebih besar dari 0,60. Sesuai dengan pendapat Sekaran([Sekaran 2006],
173)

bahwa pernyataan dinyatakan reliabel (handal) jika nilai Alpha Cronbach

lebih besar dari 0,60. Jadi dapat dinyatakan bahwa seluruh pernyataan dalam

101

kuesioner adalah reliabel (dapat diandalkan). Berdasarkan uji validitas dan


reliabilitas diatas dapat disimpulkan bahwa instrumen penelitian untuk semua
variabel yang berbentuk kuesioner sudah Valid dan Reliabel.
4.5.3.3. Pengujian ISO 9126
Hasil pengujian kualitas ini terdiri dari dua bagian, yaitu: tingkat kualitas
masing-masing aspek berdasarkan empat karakterik ISO 9126, dan tingkat
kualitas secara keseluruhan dari empat karakteristik ISO 9126. Dari 4 responden
yang mengisi kuesioner untuk pengujian kualitas perangkat Model Sistem
Informasi Indeks Kepuasan Masyarakat, semua memberikan jawaban kuesioner
dengan valid. Tanggapan responden terhadap tingkat kualitas software menurut
ISO 9126.
Berdasarkan data kuesioner yang telah diisi oleh responden, maka hasil
dari pengguna menyatakan Sangat Setuju yaitu sebanyak 25%, Setuju sebesar
75%, Ragu-ragu sebesar 0%, Tidak Setuju sebesar 0% dan Sangat Tidak Setuju
0%. Jadi mayoritas pengguna memilih Setuju.
R, 0%

TS, 0%

STS, 0%

SS, 25%

S, 75%

Gambar IV-26 Grafik Pilihan Rata-Rata Pengguna


Hasil tersebut diolah dan dihitung dengan kriteria yang telah ditetapkan
dalam rancangan penelitian, yaitu :
4.5.3.3.1. Tingkat Kualitas Perangkat Lunak Per Aspek Kualitas
a. Tanggapan Responden Berdasarkan Aspek Functionality

102

Aspek functionality merupakan kemampuan perangkat lunak untuk


menyediakan fungsi sesuai kebutuhan pengguna, ketika digunakan
dalam kondisi tertentu.
Tabel IV-16 Tanggapan Responden Berdasarkan Aspek Functionality
Kriteria
Jawaban

bobot

SS
5
S
4
R
3
TS
2
STS
1
Jumlah Responden
Skor Aktual
Skor Ideal

Suitability
1
2
1
1
3
3
0
0
0
0
0
0
4
4
17
17
17
17

% Skor Aktual =
=

Functionality
Security
5
6
1
1
3
3
0
0
0
0
0
0
4
4
17
17
17
17

Accuracy
3
4
1
1
3
3
0
0
0
0
0
0
4
4
17
17
17
17

Interoperability
7
8
1
1
3
3
0
0
0
0
0
0
4
4
17
17
17
17

Compliance
9
1
3
0
0
0
4
17
17
100%

Total
9
27
0
0
0
153
153

x 100%

x 100% = 100% (kriteria Sangat Baik)

Hasil tanggapan pada tabel di atas dapat dilihat mayoritas


responden setuju bahwa Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan
Masyarakat memiliki fungsionalitas yang baik Persentase skor
tanggapan responden sebesar 100% berada dalam kriteria Sangat
Baik.
b. Tanggapan Responden Berdasarkan Aspek Reliability
Aspek Reliability merupakan kemampuan perangkat lunak untuk
mempertahankan tingkat kinerja tertentu, ketika digunakan dalam
kondisi tertentu.
Tabel IV-17 Tanggapan Responden Berdasarkan Aspek Reliability
Kriteria
Jawaban

bobot

SS
5
S
4
R
3
TS
2
STS
1
Jumlah Responden
Skor Aktual
Skor Ideal

Maturity
10
11
1
1
3
3
0
0
0
0
0
0
4
4
17
17
17
17

103

Reliability
Fault Tolerance
12
13
1
1
3
3
0
0
0
0
0
0
4
4
17
17
17
17

Recoverability
14
1
3
0
0
0
4
17
17
100%

Total
5
15
0
0
0
85
85

% Skor Aktual =
=

x 100%

x 100% = 100% (kriteria Sangat Baik)

Hasil tanggapan pada tabel di atas dapat dilihat mayoritas


responden setuju bahwa Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan
Masyarakat memiliki reliabilitas yang baik sesuai fungsi-fungsi yang
dimilikinya. Persentase skor tanggapan responden sebesar 100%
berada dalam kriteria Sangat Baik.
c. Tanggapan Responden Berdasarkan Aspek Usability
Tabel IV-18 Tanggapan Responden Berdasarkan Aspek Usability
Kriteria
Jawaban

bobot

SS
5
S
4
R
3
TS
2
STS
1
Jumlah Responden
Skor Aktual
Skor Ideal

Usability
Learnability
Operability
17
18
19
20
1
1
1
1
3
3
3
3
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
4
4
4
4
17
17
17
17
17
17
17
17

Understandibility
15
16
1
1
3
3
0
0
0
0
0
0
4
4
17
17
17
17

Attractiveness
21
22
1
1
3
3
0
0
0
0
0
0
4
4
17
17
17
17

Total
8
24
0
0
0
136
136
100%

% Skor Aktual =
=

x 100%

x 100% = 100% (kriteria Sangat Baik)

Hasil tanggapan pada tabel di atas dapat dilihat mayoritas


responden setuju bahwa Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan
Masyarakat memiliki usability yang baik sesuai fungsi-fungsi yang
dimilikinya. Persentase skor tanggapan responden sebesar 99% berada
dalam kriteria Sangat Baik.
d. Tanggapan Responden Berdasarkan Aspek Efficiency
Aspek Efficiency merupakan kemampuan perangkat lunak untuk
memberikan kinerja yang sesuai dan relatif terhadap jumlah sumber
daya yang digunakan pada saat keadaan tersebut.

104

Tabel IV-19 Tanggapan Responden Berdasarkan Aspek Efficiency


Kriteria
Jawaban

Effeciency
Time behaviour
Resource behaviour
23
24
25
1
1
1
3
3
3
0
0
0
0
0
0
0
0
0
4
4
4
17
17
17
17
17
17
100%

bobot

SS
5
S
4
R
3
TS
2
STS
1
Jumlah Responden
Skor Aktual
Skor Ideal

% Skor Aktual =
=

Total
3
9
0
0
0
51
51

x 100%

x 100% = 100% (kriteria Sangat Baik)

Hasil tanggapan pada tabel di atas dapat dilihat mayoritas


responden setuju bahwa Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan
Masyarakat memiliki efficiency yang baik sesuai fungsi-fungsi yang
dimilikinya. Persentase skor tanggapan responden sebesar 100%
berada dalam kriteria Sangat Baik.
4.5.3.3.2. Tingkat Kualitas Perangkat Lunak Keseluruhan
Berdasarkan analisis data yang diperoleh dari kuesioner, berikut
rekapitulasi hasil pengujian kualitas berdasarkan empat aspek pengujian kualitas
perangkat lunak yang diadopsi dari model ISO 9126 :
Tabel IV-20 Hasil Pengujian Kualitas
Aspek
Functionality
Reliability
Usability
Effeciency
Total

Skor
Aktual
153
85
136
51
425

Skor Ideal
153
85
136
51
425

% Skor
Aktual
100%
100%
100%
100%
100%

Kriteria
Sangat Baik
Sangat Baik
Sangat Baik
Sangat Baik
Sangat Baik

Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa tingkat kualitas


perangkat lunak Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan Masyarakat secara
keseluruhan dalam kriteria kualitas tertinggi adalah berdasarkan aspek
Functionality, Reliability, Usability dan Efficiency dengan persentase sebesar

105

100%. Jadi hasil akhir dari pengujian ini adalah sebesar 100% berada dalam
kriteria Sangat Baik.
4.5.3.4. Kesimpulan Hasil Pengujian Kualitas Dan Pembuktian Hipotesis
Berdasarkan hasil pengujian kualitas yang diadopsi dari model ISO 9126
di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan
Masyarakat tersebut sudah sesuai dengan spesifikasi kebutuhan fungsional yang
dibutuhkan pengguna. Dengan demikian berdasarkan hasil analisis, perancangan
dan kontruksi perangkat lunak untuk pembuatan Model Sistem Informasi Indeks
Kepuasan Masyarakat pada unit pelayanan masyarakat dapat berfungsi dengan
baik dan menghasilkan validasi yang baik, sehingga hipotesis ketiga dalam
penelitian ini sudah terbukti kebenarannya.
4.6.

Implikasi Penelitian
Berdasarkan hasil dalam penelitian ini, maka dapat disusun implikasi

penelitian yang ditinjau dari aspek sistem, manajerial, dan aspek penelitian lanjut.
Implikasi dari aspek sistem terkait dengan konsep strategik, taktis sampai dengan
teknis operasional, desain hardware, software, dan infrastruktur yang diperlukan.
Implikasi dari aspek manajerial berkaitan dengan terkait organisasi yang mungkin
perlu

disempurnakan,

sumber

daya

manusia

yang

perlu

ditingkatkan

kompetensinya, strategi/kebijakan serta aturan-aturan yang perlu dibuat untuk


mengatasi masalah atau meningkatkan pengelolaan obyek penelitian berdasarkan
temuan-temuan dan interpretasi hasil penelitian. Dan implikasi dari aspek
penelitian lanjut berkaitan dengan penelitian lanjutan yang diperlukan untuk
meningkatkan kualitas penelitian sebelumnya, termasuk diantaranya memperluas
scope/ruang lingkup, memperbanyak variabel, memperbanyak responden/sampel,
dengan menjelaskan secara rinci apa saja yang diperluas/diperbanyak dan
maksud/tujuan/sasaran masing-masing.
4.6.1. Aspek Sistem
Berkaitan dengan pokok permasalahan penelitian yang dibahas pada Bab I
sebelumnya, penelitian ini dilakukan berdasarkan temuan bahwa belum ada suatu
sistem informasi untuk mengukur kinerja dari unit pelayanan masyarakat tersebut,
dan hal tersebut berkaitan dengan tidak adanya lingkungan sistem yang

106

mendukung pada obyek penelitian. Jaringan komputer yang berada di dalam


lingkungan unit pelayanan masyarakat sudah baik, dan harus ada pengadaan
lisensi Microsoft Access 2013 sebagai pendukung aplikasi.
4.6.2. Aspek Manajerial
Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh pihak unit pelayanan masyarakat.
Berkaitan dengan permasalahan yang dibahas pada Bab I serta latar belakang
penelitian ini, hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diimplementasikan
sebagai alat bantu untuk mengukur kualitas kinerja, sehingga permasalahan
tersebut dapat diatasi melalui implementasi sistem ini. Hasil penelitian ini dapat
dijadikan basis atau cetak biru untuk pengembangan sistem yang lebih baik lagi di
masa mendatang, dan hal tersebut membutuhkan kerja tim yang tak kunjung
berhenti. Keberadaan tim dianggap perlu untuk menjaga sistem serta
mengembangkan sistem sesuai dengan perubahan-perubahan kebijakan unit
pelayanan masyarakat tersebut, kebijakan tuntutan pengguna layanan serta
perubahan-perubahan teknologi di masa depan. Demikian pula dibutuhkan
sosialisasi-sosialisasi untuk para stakeholders agar memudahkan penggunaan
sistem dalam proses pengukuran kualitas kinerja unit pelayanan masyarakat
tersebut.
4.6.3. Aspek Penelitian Lanjut
Dengan adanya penelitian ini maka para pihak akademis bisa
menggunakan hasil penelitian sebagai referensi untuk penelitian yang sejenis dan
bisa lebih mengembangkan lagi penelitian yang akan digunakan.
Secara khusus, hasil penelitian ini dalam membuat Model Sistem Informasi
Indeks Kepuasan Masyarakat menggunakan bahasa pemograman yang sederhana,
diharapkan dimasa akan datang dapat dikembangkan dengan bahasa pemograman
yang lebih baik.
4.7.

Rencana Implementasi
Rencana implementasi sistem merupakan tahap awal dari penerapan sistem

dan tujuan dari kegiatan implementasinya adalah agar sistem yang baru dapat
beroperasi sesuai dengan yang diharapkan. Dapat dijelaskan bahwa implementasi

107

sistem merupakan tahap akhir dalam siklus pengembangan sistem menggunakan


metode prototipe.
Proses ini meliputi tahap-tahap yang berisi kegiatan-kegiatan yang
berkaitan dengan aspek teknis dan manajerial implementasi sistem, yang
digambarkan di dalam tabel berikut ini:
Tabel IV-21 Rencana Implementasi Sistem

No

Kegiatan

Pemilihan Operator

Konstruksi Sistem

Instalasi Sistem
Pembuatan Program
Dan User Guide
Pelatihan Pengguna

Uji Coba Sistem

Evaluasi Sistem

Bulan 1
Bulan 2
Bulan 3
Bulan 4
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

Rencana Aktivitas Implementasi


Kegiatan implementasi dilakukan dengan dasar kegiatan yang telah
direncanakan dalam kegiatan implementasi antara lain. Langkah-langkah kegiatan
implementasi sistem adalah sebagai berikut :
1. Pemilihan Operator. Salah satu faktor yang mempunyai perenan penting
dalam penerapan sistem baru, yaitu operator. Dimana tanpa adanya
operator dan Programmer, sistem baru yang telah dirancang tidak dapat
diimplementasikan.
2. Konstruksi Sistem yaitu Persiapan tempat, hardware dan software.
a. Tempat dimana aplikasi di tanamkan (di server mana).
b. Hardware yang di siapkan berupa pc, keyboard, mouse, monitor dan
printer.
c. Software yang di persiapkan adalah : Microsoft Access 2013,
AppServ, MySQL Connector.

108

3. Instalasi Sistem, yaitu instalasi software. Setelah software-nya tersedia


maka selanjutnya adalah proses penginstalan software. Kegiatan
instalasi software diawali dengan persiapan tempat dan instalasi
perangkat lunak dilakukan lokasi unit pelayanan masyarakat tersebut.
4. Pembuatan program dan User guide. Kegiatan pembuatan program
yaitu kegiatan menterjemahkan hasil rancangan ke dalam bentuk yang
dapat

dibaca

oleh

komputer.

Kemudian

membuat

petunjuk

pengoperasian berupa video tutorial, agar program yang dibuat dapat


dimengerti oleh User dan penggunaannya sesuai dengan yang telah
ditentukan dan mudah untuk digunakan.
5. Pelatihan Pengguna. Pengguna yang telah dipilih akan mengikuti
pelatihan agar memahami sistem yang baru tersebut dan dapat
menjalankannya dengan baik dan tepat. Pelatihan personil dilakukan
untuk mengoperasikan sistem, termasuk kegiatan mempersiapkan input,
memproses data, mengoperasikan sistem, merawat dan menjaga sistem.
6. Uji Coba Sistem. Pengujian sistem harus dilakukan untuk mengetahui
apakah sistem tersebut dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan
atau tidak.
7. Evaluasi Sistem dan perbaikan. Kegiatan evaluasi ini bertujuan untuk
mengetahui hasil dari sistem yang dibuat apakah sistem berjalan dengan
baik atau tidak.

109

BAB V
PENUTUP
BAB V
5.1.

PENUTUP

Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan hasil penelitian yang telah dibahas di bab

sebelumnya, maka dalam penelitian Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan


Masyarakat Pada Unit Pelayanan Masyarakat ini dapat diambil kesimpulan sebagai
berikut:

1. Berdasarkan penelitian yang telah di lakukan maka dapat di ambil


kesimpulan bahwa hipotesis peneliti telah terbukti yaitu :

a. Diduga Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan Masyarakat yang


dibuat akan bisa mengatasi permasalahan yang ada, sehingga
informasi kualitas kinerja dari unit pelayanan masyarakat dapat
disajikan.
b. Diduga

kualitas Model

Sistem Informasi

Indeks Kepuasan

Masyarakat yang dihasilkan jika diukur validitasnya menggunakan


metode FGD adalah baik.
c. Diduga

kualitas Model

Sistem Informasi

Indeks Kepuasan

Masyarakat yang dihasilkan apabila diukur menggunakan adopsi


dari ISO 9126 hasilnya adalah baik.
2. Hasil dari penelitian ini adalah Model Sistem Informasi Indeks Kepuasan

Masyarakat yang dapat di terapkan langsung sebagai solusi pemecahan


masalah yang terjadi pada unit pelayanan masyarakat.
3. Metode yang digunakan untuk uji validasi dan uji kualitas menggunakan
teknik Forum Group Discussion (FGD), dan ISO 9126 dapat diterima
dengan baik serta disetujui oleh responden yang terlibat dalam pengujian
dan diterima sepenuhnya dengan baik oleh unit pelayanan masyarakat.
5.2.

Saran
Berdasarkan hasil penelitian, implikasi dan kesimpulan, selanjutnya

peneliti dapat memberikan beberapa saran yang relevan dengan hasil penelitian.
Saran ini berupa masukan-masukan yang ditujukan ke obyek penelitian dan untuk
penelitian selanjutnya.

110

1. Penelitian dapat dilanjutkan dengan metode yang berbeda dalam


mengukur kinerja, dan model sistem informasi dapat dikembangkan
lebih baik lagi.
2. Pada penelitian selanjutnya mengukur kinerja bukanhanya untuk unit
pelayanan masyarkat saja, tetapi untuk unit lainnya.
3. Unit pelayanan masyarakat dapat memberikan masukan dan saran
perbaikan atas penelitian yang telah dilakukan.

111

DAFTAR PUSTAKA

[Allen 2005] Allen, JP. Applying Object Oriented Programming, A Practical


Guide. Massachusettes: Addison Wesley Inc, 2005
[Al-Qutaish 2010] R. E. Al-Qutaish, Quality Models in Software Engineering
Literature: An Analytical and Comparative Study. Journal of American
Science, 2010
[Arikunto 1993] Arikunto, Suharsimi, Manajemen Penelitian, Jakarta: Rineka
Cipta, 1993
[Barata 2003] Barata, Atep Adya, Dasar-dasar Pelayanan Prima, PT. Elex Media
Komputindo, Jakarta, 2003
[Bryson 1995] Bryson, John M., Strategic Planning for Public and Non Profit
Organizations, A Guide to Strengthening and Sustainin Organizational
Achievement, Revisied Edition, Josey-Bass Publisher, San-Francisco, 1995
[Cascio 1992] Cascio, Wayne F., Managing Human Resources : Produktivity,
Quality, of Work life, Profits, McGraw-Hill, Inc, New York, 1992
[Colin 1994] Colin Morgan and Stephen Murgatroyd, Total Quality Management
in the Public Sector. Open University Press, 1994
[Davis 2009] Davis, G. B. & Olson, M. H, Management Information Systems:
Conceptual, Foundation, Structure and Development. New York: Mc
Graw Hill, 2009
[Denhardt 2003] Denhardt, Janet V. and Denhardt, Robert B., The New Public
Service : Serving, not Steering, New York, M.E. Sharpe, Inc.,2003
[Erlina 2008 ]Erlina Purnamawati, Analisis Kualitas Layanan dengan Metode
Servqual dan AHP di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di
Surabaya, Teknik Industri FTI-UPN Veteran Jatim, 2008
[Fathoni

2007]

Fathoni,

Analisis

Kualitas

Layanan

Sistem

Informasi

Menggunakan Metode Servqual, Dosen pada Jurusan Sistem Informasi


Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sriwijaya, 2007
[Gaspersz 1997] Gaspersz (eds.,) Indonesia, Manajemen Kualitas dalam Industri
Jasa. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.,1997

112

[Hoffman Bateson 2001] K. Douglas Hoffman, John E. G. Bateson, Essentials of


Services Marketing: Concepts, Strategies and Cases, South-Western, 2001
[Irwanto 2006] Irwanto, J. Focused, Group Discussion (FGD) : Sebuah Pengantar
Praktis. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2006
[Juniartono 2013] Juniartono, Analisis Tingkat Kepuasan Pelayanan Konsumen
Pengguna

Jasa

Transportasi

Pada

CV.

Delta

Trans

Dengan

Menggunakan Metode Servqual, Mahasiswa Program Studi Teknik


Informatika, STMIK Budidarma Medan, 2013
[Koentjoro 2005] Koentjoro, N. Metode-Metode Penelitian Masyarakat. Jakarta:
PT Gramedia Pustaka Utama, 2005
[Krueger 1998] Krueger, Richard A, Focus Group A Practical Guide for Applied
Research, California: Sage PublicationInc, Newbury Park, 1998
[Marimin 2011] Prof. Dr. Marimin, M.Sc, Nurul Maghfiroh, Aplikasi Teknik
Pengambilan Keputusan Dalam Manajemen Rantai Pasok, IPB Press,
Bogor, 2011
[MENPAN25 2004] Keputusan MENPAN No. 25 Tahun 2004.
[MENPAN63 2003 ] Keputusan MENPAN Nomor 63 Tahun 2003
[Moedjiono 2012] Moedjiono. Pedoman Penelitian, Penyusunan dan Penilaian
Tesis

(V.5),

http://pascasarjana.budiluhur.ac.id/2012/10/pedoman-tesis-

pps-ubl-v5-010112/, Jakarta: Universitas Budi Luhur, 2012


[Mulyadi 2004] Deddy Mulyadi, Artikel Pikiran Rakyat, 15 Mei 2004
[Murdono 2003] Danang Joko Murdono, Kualitas Pelayanan, 2003
[Narimawati 2007] Umi Narimawati, Riset Manajemen Sumber Daya Manusia,
Agung Media, Jakarta, 2007
[Nasution 2009] Nasution. Metode Research. Jakarta: PT Bumi Aksara, 2009
[Ponniah 2007] Ponniah, S. Analisis dan Perancangan Berorientasi Obyek.
Bandung: Muara Indah, 2007
[Sekaran 2006] Uma Sekaran, Metodologi Penelitian untuk Bisnis, Edisi 4, Buku
1, Jakarta: Salemba Empat, 2006
[Sudijono 1987] Sudijono, Anas, Pengantar Statistik Pendidikan, Jakarta:
Rajawali Pers, 1987

113

[Sugiyono 2012] Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.


Bandung: Alfabeta, 2012
[Supriyono 2008] Supriyono, Analisis Pengaruh Kompetensi Tenaga Penjualan
dan Kualitas Jasa Logistik Terhadap Loyalitas Pelanggan. Semarang:
Universitas Diponegoro, 2008
[Terry 2005] Terry, C. Systems Analysis and Design with UML. John Wiley &
Sons, Inc, 2005
[Tien 2010] Tiena G. Amran, Ponti Ekadeputra, Pengukuran Kepuasan
Pelanggan Menggunakan Metoda Kano dan Root Cause Analysis (Studi
Kasus PLN Tangerang), 2010
[Tjiptono 2002] Tjiptono, Fandy, Manajemen Jasa, Cetkan ketiga, Penerbit Andi,
Yogyakarta, 2002
[Tjiptono 2004] Fandy Tjiptono, Strategi Pemasaran, Edisi 2.Yogyakarta: Andi
Offset, 2004
[UU25 2000] Undang-Undang No.25 Tahun 2000
[Wanda 2014] Wanda Fathoni Putra,

Analisis Indeks Kepuasan Masyarakat

Terhadap Layanan Di Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten


Lamongan, Program Studi Ilmu Informasi dan Perpustakaan, Fakultas
Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga Surabaya, 2014
[Warella 1997] Warella, Y, Administrasi Negara dan Kualitas Pelayanan Publik.
Pidato Pengukuhan Guru Besar Madya, Universitas Diponegoro.
Semarang, 1997
[Whitten 2004] Whitten, Jeffrey, A, et.al. Systems Analysis and Design Methods,
1st ed. Dialihbahasakan oleh Tim Penerjemah ANDI. Yogyakarta: ANDI,
2004

114

LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 1 Potongan Script Menu Login
Option Compare Database
Private intLogonAttempts As Integer
Private Sub Form_Open(Cancel As Integer)
'On open set focus to combo box
Me.cboEmployee.SetFocus
End Sub
Private Sub cboEmployee_AfterUpdate()
'After selecting user name set focus to password field
Me.TxtPassword.SetFocus
End Sub
Private Sub cmdLogin_Click()
Dim strAccess As String
'Check to see if data is entered into the UserName combo box
If IsNull(Me.cboEmployee) Or Me.cboEmployee = "" Then
MsgBox "You must enter a User Name.", vbOKOnly, "Required Data"
Me.cboEmployee.SetFocus
Exit Sub
End If
'Check to see if data is entered into the password box
If IsNull(Me.TxtPassword) Or Me.TxtPassword = "" Then
MsgBox "You must enter a Password.", vbOKOnly, "Required Data"
Me.TxtPassword.SetFocus
Exit Sub
End If
'Check value of password in m_user to see if this matches value chosen in combo
box
If

Me.TxtPassword.Value

DLookup("strEmpPassword",

"[lngEmpID]=" & Me.cboEmployee.Value) Then

115

"m_user",

strAccess

DLookup("strAccess",

"m_user",

"[lngEmpID]="

&

Me.cboEmployee.Value)
'****Admin****
If strAccess = "Admin" Then
lngMyEmpID = Me.cboEmployee.Value
DoCmd.Close acForm, "frmLogon1", acSaveNo
DoCmd.OpenForm "main_menu", acNormal
'****USERS****
ElseIf strAccess = "Users" Then
lngMyEmpID = Me.cboEmployee.Value
DoCmd.Close acForm, "frmLogon1", acSaveNo
DoCmd.OpenForm "main_menu", acNormal
Forms![main_menu]![MASTER_DATA].Enabled = False
Forms![main_menu]![TRANSAKSI].Enabled = False
End If
Else
MsgBox "Password Invalid. Please Try Again", vbOKOnly, "Invalid Entry!"
Me.TxtPassword.SetFocus
'If User Enters incorrect password 3 times database will shutdown
intLogonAttempts = intLogonAttempts + 1
If intLogonAttempts > 3 Then
MsgBox "You do not have access to this database. Please contact your
system administrator.", vbCritical, "Restricted Access!"
Application.Quit
End If
End If
End Sub
Private Sub Exit_app_Click()
On Error GoTo Err_Exit_app_Click
DoCmd.Quit
Exit_Exit_app_Click:

116

Exit Sub
Err_Exit_app_Click:
MsgBox Err.Description
Resume Exit_Exit_app_Click
End Sub

117

Lampiran 2 Daftar Hadiri Focus Group Discussion

118

Lampiran 3 Kuisioner Validasi Focus Group Discussion


Jenis Pengguna Admin

119

120

121

122

Jenis Pengguna User

123

124

125

126

Lampiran 4 Kuisioner Kualitas ISO 9126


A. Responden 1

127

128

129

B. Responden 2

130

131

132

C. Responden 3

133

134

135

D. Responden 4

136

137

138

Lampiran 5 Rekapitulasi Skor Data Mentah Hasil Kuesioner

1. Aspek Functionality
Responden
1
2
3
4

Suitability
1
2
4
4
5
5
4
4
4
4

Accuracy
3
4
4
4
5
5
4
4
4
4

Jawaban Butir Uji


Security
Interoperability
5
6
7
8
4
4
4
4
5
5
5
5
4
4
4
4
4
4
4
4

Maturity
10 11
4
4
5
5
4
4
4
4

Jawaban Butir Uji


Fault tolerance Recoverability
12
13
14
4
4
4
5
5
5
4
4
4
4
4
4

Compliance
9
4
5
4
4

2. Aspek Reliability
Responden
1
2
3
4

3. Aspek Usability
Responden
1
2
3
4

Understandibility
15
16
4
4
5
5
4
4
4
4

Jawaban Butir Uji


Learnability
Operability
17
18
19
20
4
4
4
4
5
5
5
5
4
4
4
4
4
4
4
4

4. Aspek Efficiency
Responden
1
2
3
4

Jawaban Butir Uji


Time behavior Resource behavior
23
24
25
4
4
4
5
5
5
4
4
4
4
4
4

139

Attractiveness
21
22
4
4
5
5
4
4
4
4

Lampiran 6 Output SPSS Pengujian Validitas Instrumen

A. Output Uji Validitas Butir Uji Aspek Functionality


Correlations
Butir1
Pearson Correlation
Butir1

Butir2

Butir3

Butir4

Butir5

Butir6

Butir7

Butir8

Butir9

Total

Sig. (2-tailed)
N

Pearson Correlation

**

Sig. (2-tailed)

1.000

Butir2

Butir3

Butir4

Butir5

Butir6

Butir7

Butir8

Butir9

Total

1.000**

1.000**

1.000**

1.000**

1.000**

1.000**

1.000**

1.000**

1.000**

.000

.000

.000

.000

.000

.000

.000

.000

.000

**

**

**

**

**

**

**

1.000**

.000

Pearson Correlation

**

**

Sig. (2-tailed)

1.000

1.000

1.000

.000

.000

.000

**

**

**

**

**

**

1.000**

Pearson Correlation

**

**

1.000

1.000

.000

.000

**

**

**

**

**

1.000**

Pearson Correlation

**

**

**

**

1.000

1.000

.000

.000

**

**

**

**

1.000**

Pearson Correlation

**

**

**

**

**

1.000

1.000

.000

.000

**

**

**

1.000**

.000

.000

Pearson Correlation

**

**

**

**

**

**

Sig. (2-tailed)

1.000

1.000

.000

.000

**

**

1.000**

.000

.000

.000

**

1.000**

.000

.000

.000

.000

.000

.000

Pearson Correlation

**

**

**

**

**

**

**

Sig. (2-tailed)

1.000

1.000

1.000

1.000

1.000

.000

.000

1.000

1.000

.000

.000

1.000

1.000

.000

.000

1.000

1.000

.000

.000

1.000

1.000

.000

.000

1.000

1.000

.000

.000

1.000

1.000

.000

.000

1.000

1.000

.000

.000

1.000

1.000

.000

.000

Sig. (2-tailed)

1.000

.000

1.000

1.000

.000

1.000

1.000

.000

.000

1.000

1.000

.000

.000

1.000

1.000

.000

.000

Sig. (2-tailed)

1.000

.000

**

1.000

1.000

.000

1.000

1.000

.000

Sig. (2-tailed)

1.000

.000

.000

1.000

1.000

.000

.000

1.000

1.000

1.000

1.000

1.000

1.000

.000

.000

.000

.000

.000

.000

.000

Pearson Correlation

**

**

**

**

**

**

**

**

1.000**

Sig. (2-tailed)

1.000

1.000

1.000

1.000

1.000

1.000

1.000

1.000

.000

.000

.000

.000

.000

.000

.000

.000

Pearson Correlation

**

**

**

**

**

**

**

**

**

Sig. (2-tailed)
N

1.000

1.000

1.000

1.000

1.000

1.000

1.000

1.000

.000

1.000

.000

.000

.000

.000

.000

.000

.000

.000

.000

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

140

B. Output Uji Validitas Butir Uji Aspek Reliability


Correlations
Butir10

Sig. (2-tailed)

Butir12

Sig. (2-tailed)

1.000**

.000

.000

.000

.000

.000

1.000**

1.000**

1.000**

1.000**

1.000**

.000

.000

.000

.000

.000
4

1.000**

1.000**

1.000**

1.000**

1.000**

.000

.000

.000

.000

.000

1.000**

1.000**

1.000**

1.000**

1.000**

.000

.000

.000

.000

.000

1.000**

1.000**

1.000**

1.000**

1.000**

.000

.000

.000

.000

1.000**

1.000**

1.000**

1.000**

1.000**

.000

.000

.000

.000

.000

N
Pearson Correlation
Butir13

Sig. (2-tailed)
N
Pearson Correlation

Butir14

Sig. (2-tailed)
N
Pearson Correlation

Total

Sig. (2-tailed)

Total

1.000**

N
Pearson Correlation

Butir14

1.000**

Butir11

Butir13

1.000**

Sig. (2-tailed)

Pearson Correlation

Butir12

1.000**

Pearson Correlation
Butir10

Butir11

.000

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

C. Output Uji Validitas Butir Uji Aspek Usability


Correlations

Pearson Correlation
Butir15

Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N
Pearson Correlation
Butir17

Sig. (2-tailed)
N
Pearson Correlation

Butir18

Butir16

Butir17

Butir18

Butir19

Butir20

Butir21

Butir22

Total

1.000**

1.000**

1.000**

1.000**

1.000**

1.000**

1.000**

1.000**

.000

.000

.000

.000

.000

.000

.000

.000

Sig. (2-tailed)
N

Butir16

Butir15

Sig. (2-tailed)
N

1.000**

1.000**

1.000**

1.000**

1.000**

1.000**

1.000**

1.000**

.000

.000

.000

.000

.000

.000

.000

.000
4

1.000**

1.000**

1.000**

1.000**

1.000**

1.000**

1.000**

1.000**

.000

.000

.000

.000

.000

.000

.000

.000

1.000**

1.000**

1.000**

1.000**

1.000**

1.000**

1.000**

1.000**

.000

.000

.000

.000

.000

.000

.000

.000

141

1.000**

1.000**

1.000**

1.000**

.000

.000

.000

.000

Pearson Correlation

**

**

**

**

**

Pearson Correlation
Butir19

Butir20

Butir21

Butir22

Total

Sig. (2-tailed)

Sig. (2-tailed)

1.000

1.000

1.000

1.000

1.000

.000

.000

.000

.000

**

**

1.000**

.000

.000

.000

**

1.000**

.000

.000

.000

.000

Pearson Correlation

**

**

**

**

**

**

Sig. (2-tailed)

1.000

1.000

1.000

1.000

1.000

1.000

1.000

1.000

1.000

.000

.000

.000

.000

.000

.000

Pearson Correlation

**

**

**

**

**

**

**

1.000**

Sig. (2-tailed)

1.000

1.000

1.000

1.000

1.000

1.000

1.000

.000

.000

.000

.000

.000

.000

.000

Pearson Correlation

**

**

**

**

**

**

**

**

Sig. (2-tailed)

1.000

1.000

1.000

1.000

1.000

Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N

1.000

.000

.000

.000

.000

.000

.000

Butir24

Butir25

Total

1.000**

1.000**

1.000**

.000

.000

.000

1.000**

1.000**

1.000**

.000

.000

Sig. (2-tailed)
N

1.000

.000

Butir23
Pearson Correlation

1.000

.000

.000

Correlations

Total

1.000**

.000

D. Output Uji Validitas Butir Uji Aspek Efficiency

Butir25

1.000**

.000

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Butir24

1.000**

.000

Butir23

1.000**

.000
4

1.000**

1.000**

1.000**

.000

.000

1.000**

1.000**

1.000**

.000

.000

.000

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

142

.000

Lampiran 7 Output SPSS Pengujian ReliabilitasInstrumen

A. Output Uji Reliabilitas Butir Uji Aspek Functionality


Case Processing Summary
N

Cases

Valid

100.0

Excludeda

.0

Total

100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the


procedure.
Reliability Statistics
Cronbach's

N of Items

Alpha
1.000

B. Output Uji Reliabilitas Butir Uji Aspek Reliability


Case Processing Summary
N

Cases

Valid

100.0

Excludeda

.0

Total

100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the


procedure.
Reliability Statistics
Cronbach's

N of Items

Alpha
1.000

143

C. Output Uji Reliabilitas Butir Uji Aspek Usability


Case Processing Summary
N

Cases

Valid

100.0

Excludeda

.0

Total

100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the


procedure.

Reliability Statistics
Cronbach's

N of Items

Alpha
1.000

D. Output Uji Reliabilitas Butir Uji Aspek Efficiency


Case Processing Summary
N

Cases

Valid

100.0

Excludeda

.0

Total

100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the


procedure.

Reliability Statistics
Cronbach's

N of Items

Alpha
1.000

144

DAFTAR RIWAYAT HIDUP


Name
Gender
Place, Date of Birth
Address
City
Country
Home Phone
Mobile

:
:
:
:
:
:
:
:
:

E-mail

Yudo Devianto
Male
Jakarta, December 15,1973
Rebana V/ No.37
Depok II Tengah
Indonesia
021- 8661 0528
0811848457
yudo_dev@yahoo.com,
marketing@bardjansp.com,
info@ydevianto.com

Education
Name of school
Major
Graduation year
Diploma or Degree

:
:
:
:

Universitas Pembangunan Nasional Veteran JKT


Manajemen Informatika
1996
Diploma III

Name of school
Major
Graduation year
Diploma or Degree

:
:
:
:

Universitas Budi Luhur


Sistem Informasi
2002
Strata 1

Company
Title
Dates Employed
Outline of Job Description

:
:
:
:

PT. Anugerah Pharmindo Lestari


IT Supervisor
5 thn (1997 2002)
Memelihara data untuk dipakai oleh prinsipal (vendor) dan pihak
kantor
pusat/cabang,baik
memelihara
database
powerplay,memberikan pelayanan terhadap user/vendor bagaimana
menggunakan teknologi/program yang disediakan oleh perusahaan.

Company
Title
Dates Employed
Outline of Job Description

:
:
:
:

PT. Laplasindo Pratama


EDP Manager
2 Thn ( 2002-2004)
Mengembangkan sistem IT diperusahaan serta memelihara agar
sistem berjalan dengan baik.

Company
Title
Dates Employed
Outline of Job Description

:
:
:
:

PT. Kemang Nusantara Travel


Programmer Freelance
Bila ada kebutuhan
Membuat program sesuai keinginan dan kebutuhan.

Company
Title
Dates Employed
Outline of Job Description

:
:
:
:

Lembaga Pendidikan Pariwisata Nusantara


Guru Paruh Waktu
4 Thn ( 2002 2006 )
Mengajarkan pengenalan computer, Office program.

Experience Record

145

Company
Title
Dates Employed
Outline of Job Description

:
:
:
:

PT. Global Sejahtera Pratama


Director
2 Thn ( 2004 2006 )
Mengatur jalannya perusahaan, mengembangkan perusahaan,
negosiasi dengan supplier, dll.

Company
Title
Dates Employed
Outline of Job Description

:
:
:
:

PT. Idealinx
IT Manager
1 Thn ( 2006 2007 )
Mengembangkan sistem IT diperusahaan serta memelihara agar
sistem berjalan dengan baik dan bertanggung jawab atas kepuasan
pelanggan dalam hal service/teknik.( Bergerak dalam bidang
Security System ).

Company
Title
Dates Employed
Outline of Job Description

:
:
:
:

Akademi Sekretaris Saint. Theresa


Dosen Komputer
2 Thn ( 2006 2008 )
Memberikan pengajaran pengenalan Komputer, pengajaran program
pengolahan kata yang berhubungan dengan sekretaris.

Company
Title
Dates Employed
Outline of Job Description

:
:
:
:

PT. Bardjan Sejahtera Pratama


Marketing Freelane
Tahun 2007 2013
Menjual produk dibidang IT & Security System, seperti Program
Absensi, Program Accounting, Alat Absensi Sidik Jari, Alat Access
Control Door Lock, CCTV, Guard Tour System.

Company
Title
Dates Employed
Outline of Job Description

:
:
:
:

P2M, Tehnik Mesin Universitas Indonesia


Instructur Computer
Tahun 2010 2012
Mengajarkan programmer dasar basis visual basic6, pengenalan
internet.

Company
Title
Dates Employed
Outline of Job Description

:
:
:
:

YDevianto Personal Consultant (www.ydevianto.com)


Personal Consultant
2003 - Now
Memberikan solusi terbaik untuk kebutuhan pelanggan dalam
bidang : Security System (Alarm, Door Lock Security, CCTV/IP
Camera), Parking Management Solusion, Sistem Antrian,
Pengukuran Indeks Kinerja ( Software & Hardware), Software
Develop ( Desktop & Webbase),dll.

146