0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
52 tayangan10 halaman

Panduan Lengkap DBMS dan SQL

Dokumen tersebut membahas tentang Database Management System (DBMS) dan penggunaannya dalam manajemen database. Secara singkat, DBMS digunakan untuk mengelola database secara bersama-sama oleh banyak pengguna, menyimpan dan mengakses data secara lebih mudah dan cepat, serta mencegah duplikasi dan inkonsistensi data. Dokumen tersebut juga menjelaskan bahasa-bahasa yang digunakan untuk berinteraksi dengan DBMS seperti SQL

Diunggah oleh

indah thamrin
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Topik yang dibahas

  • Data Warehouse,
  • Data Definition Language,
  • Proses Restore,
  • Neo4J,
  • Kesalahan Integrasi,
  • DELETE,
  • GROUP BY,
  • UPDATE,
  • Proses Pemulihan,
  • FULL JOIN
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
52 tayangan10 halaman

Panduan Lengkap DBMS dan SQL

Dokumen tersebut membahas tentang Database Management System (DBMS) dan penggunaannya dalam manajemen database. Secara singkat, DBMS digunakan untuk mengelola database secara bersama-sama oleh banyak pengguna, menyimpan dan mengakses data secara lebih mudah dan cepat, serta mencegah duplikasi dan inkonsistensi data. Dokumen tersebut juga menjelaskan bahasa-bahasa yang digunakan untuk berinteraksi dengan DBMS seperti SQL

Diunggah oleh

indah thamrin
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Topik yang dibahas

  • Data Warehouse,
  • Data Definition Language,
  • Proses Restore,
  • Neo4J,
  • Kesalahan Integrasi,
  • DELETE,
  • GROUP BY,
  • UPDATE,
  • Proses Pemulihan,
  • FULL JOIN

TUGAS

DATABASE MANAGEMENT SYSTEM (DBMS)

PROGRAM PJJ S2 TEKNIK INFORMATIKA

ANDI NURLINDA THAMRIN

NPM. 19.77.1202

indahthamrin0688@gmail.com

UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

2019
DBMS (Database Management System)
DBMS (Database Management System) adalah suatu sistem atau software yang
dirancang khusus untuk mengelola suatu database dan menjalankan operasi terhadap data yang
diminta oleh banyak pengguna.
Tujuan penggunaan DBMS pada jaringan komputer perusahaan:
 Agar basis data dapat digunakan secara bersama
 Agar proses akses data lebih mudah dan cepat
 Untuk menghemat ruang penyimpanan data
 Membantu menjaga keamanan data
 Mencegah dan menghilangkan duplikasi dan inskonsistentsi data
 Menangani data dalam jumlah yang besar
Ada dua jenis bahasa komputer yang dapat digunakan dalam berinteraksi dengan DBMS, yaitu:
1. Data Definition Language (DDL) digunakan untuk menggambarkan desain dari
basis data secara keseluruhan, mulai dari membuat tabel baru, memuat indeks,
maupun mengubah tabel.
Contohnya adalah:
 CREATE digunakan untuk membuat database atau objeknya (seperti
tabel, indeks, fungsi, tampilan, prosedur penyimpanan, dan pemicu).
 DROP digunakan untuk menghapus objek dari database.
 ALTER digunakan untuk mengubah struktur database.
 TRUNCATE digunakan untuk menghapus semua catatan dari sebuah
tabel, termasuk semua ruang yang dialokasikan untuk catatan dihapus.
 KOMENTAR –digunakan untuk menambahkan komentar ke kamus data.
 RENAME –digunakan untuk mengubah nama objek yang ada dalam
database.
2. Data Manipulation Language (DML) digunakan untuk memanipulasi dan
mengambil data dari database, menghapus data dari database, dan mengubah data
pada suatu database. Contoh dari DML, yaitu:
 INSERT digunakan untuk memasukkan data ke dalam tabel
 UPDATE digunakan untuk mengubah data yang ada dalam table
 DELETE digunakan untuk menghapus data yang ada dalam table
DCL atau Data Control Language, biasa digunakan untuk merubah hak akses, memberikan
roles, dan isu lain yang berhubungan dengan keamanan database.

INSERT
Perintah INSERT INTO digunakan untuk menambahkan baris baru dalam sebuah tabel. Ada dua
cara untuk menggunakan perintah INSERT INTO dalam Sql, yaitu:
1. Only Value: Menentukan hanya nilai data yang akan disisipkan tanpa nama kolom.
Sintaks:
INSERT INTO nama_tabel VALUES (nilai1,nilai2,nilai3…);
Contoh:
INSERT INTO mahasiswa VALUES (‘12345’,’Kayla’,’Palopo’);

2. Nama dan nilai kolom keduanya: Pada metode kedua kita akan menentukan kolom mana
yang ingin kita isi dan nilainya sesuai dengan yang ditunjukkan di bawah ini:
Sintaks:
INSERT INTO table_name (column1, column2, column3,..) VALUES ( value1,
value2, value3,..);
Contoh:
INSERT INTO mahasiswa (Nim, Nama) VALUES (‘12345’, ‘Kayla’);

UPDATE
Perintah Update UPDATE merupakan perintah dasar SQL yang di gunakan untuk
memperbarui atau mengubah nilai suatu record berdasarkan kriteria tertentu.
Sintaks:
UPDATE nama_tabel SET kolom1 = nilai1, kolom2 = nilai2, ... WHERE kondisi;
Contoh:
UPDATE mahasiswa SET nama = 'Kayla', alamat = 'Belopa' WHERE Nim = '12345';
DELETE
Perintah DELETE juga merupakan perintah dasar SQL yang di gunakan untuk menghapus nilai
suatu record berdasarkan kriteria tertentu.
Sintaks:
DELETE FROM table_name WHERE condition;
Contoh:
DELETE FROM mahasiswa WHERE Nim = ‘12345’;

SELECT
Perintah SELECT merupakan perintah dasar SQL yang di gunakan untuk memilih data dari
database.
Sintaks:
SELECT kolom1, kolom2,…. FROM nama_tabel;
Atau
SELECT * FROM nama_tabel;
Contoh:
SELECT Nama,Alamat FROM mahasiswa;
Atau
SELECT * FROM mahasiswa

DISTINCT
Perintah SELECT DISTINCT merupakan perintah dasar SQL yang di gunakan untuk
mengembalikan hanya nilai yang berbeda dari dalam sebuah tabel, dengan kata lain semua
record duplikat (record dengan nilai yang sama) yang terdapat pada tabel akan di anggap sebagai
satu record/nilai.
Sintaks:
SELECT DISTINCT kolom1,kolom2,…… FROM nama_tabel;
Contoh:
SELECT DISTINCT alamat from mahasiswa;
JOIN
Join adalah penggabungan table yang dilakukan melalui kolom / key tertentu yang memiliki nilai
terkait untuk mendapatkan satu set data dengan informasi lengkap.
Lengkap disini artinya kolom data didapatkan dari kolom-kolom hasil join antar table tersebut.
 INNER JOIN
Tipe join ini akan mengambil semua row dari table asal dan table tujuan dengan kondisi
nilai key yang terkait saja, dan  jika tidak maka row tersebut tidak akan muncul. 
Sintaks:
SELECT table1.column1,table1.column2,table2.column1,....
FROM table1
INNER JOIN table2
ON table1.matching_column = table2.matching_column;

 LEFT JOIN merupakan perintah join untuk menampilkan semua data sebelah kiri dari
table yang di joinkan dan menampilkan data sebelah kanan yang cocok dengan kondisi
join. Jika tidak ditemukan kecocokan, maka akan di set NULL secara otomatis.
Sintaks:
SELECT table1.column1,table1.column2,table2.column1,....
FROM table1
LEFT JOIN table2
ON table1.matching_column = table2.matching_column;

 RIGHT JOIN akan menampilkan semua data yang ada di table sebelah kanan dan
mencari kecocokan key pada table sebelah kiri, jika tidak ditemukan kecocokan, maka
akan di set NULL secara otomatis pada table sebelah kiri.
Sintaks:
SELECT table1.column1,table1.column2,table2.column1,....
FROM table1
RIGHT JOIN table2
ON table1.matching_column = table2.matching_column;
 FULL JOIN
menggabungkan hasil dari kedua LEFT JOIN dan RIGHT JOIN. Rangkaian hasil akan
berisi semua baris dari kedua tabel.
Sintaks:
SELECT table1.column1,table1.column2,table2.column1,....
FROM table1
RIGHT JOIN table2
ON table1.matching_column = table2.matching_column;

UNION
Perintah UNION digunakan untuk menggabungkan isi dari 2 (dua) tabel atau lebih.
Perintah ini terdiri dari dua jenis, yaitu UNION dan UNION ALL. Seperti biasanya untuk
menghasilkan suatu dataset perintah UNION ini harus disisipkan diantara perintah SELECT.
 UNION
SELECT* FROM tabel_A UNION SELECT* FROM tabel_B
 UNION ALL
SELECT* FROM tabel_A UNION ALL SELECT* FROM tabel_B

CASE
CASE sering digunakan untuk menampilkan nilai tertentu dari beberapa barisan data
dengan syarat-syarat atau kondisi yang kita berikan, dalam sql perintah CASE disisipkan dalam
perintah SELECT jadi yang dihasilkan langsung berupa DATASET dan langsung bisa dilihat
hasilnya.

LIMIT
Perintah Limit digunakan untuk membatasi baris tabel yang akan ditampilkan.
Sintaks:
SELECT * FROM nama_tabel LIMIT jumlah_record;
Contoh:
SELECT * FROM product LIMIT 5;
GROUP BY
Perintah Group By digunakan untuk mengelompokan beberapa data pada perintah
SELECT;
Sintaks:
SELECT * FROM nama_tabel GROUP BY atribut;
Contoh:
SELECT * FROM krs GROUP BY Nim;

HAVING
Fungsi Having terkait dengan GROUP BY dan AGREGASI. Biasanya digunakan untuk
menentukan kondisi tertentu pada group by dan kondisi tersebut berkaitan dengan fungsi agrgasi.
Fungsi HAVING sebenarnya memiliki kemiripan dengan WHERE dalam penggunaannya.
HAVING digunakan dalam SQL karena WHERE tidak dapat digunakan dengan fungsi agregasi.
Sintaks:
SELECT atribut FROM nama_tabel GROUP BY atribut HAVING fungsi
agregasi;
Contoh:
SELECT Nim, Nilai FROM krs GROUP BY nilai HAVING AVG(nilai)>3;

BIG DATA
Big Data adalah sebuah teknologi baru di dunia teknologi informasi dimana memungkinan
proses pengolahan, penyimpanan dan analisis data dalam beragam bentuk/format, berjumlah
besar dan pertambahan data yang sangat cepat. Pengolahan dan analisis data dalam jumlah
sangat besar ini memerlukan waktu yang relatif jauh lebih singkat dengan menggunakan Big
Data dibanding teknologi data sebelumnya, misalnya. database relational seperti MySQL.
Ciri-ciri data yang ditangani oleh Big Data:
1. Jumlah nya sangat besar (Volume). Biasanya ukuran total data dalam terabytes keatas.
2. Pertumbuhan data sangat cepat (Velocity) sehingga data bertambah dalam jumlah yang
sangat banyak dalam kurun waktu relatif singkat.
3. Bentuk atau format datanya beraneka ragam (Variety). Format disini bisa berupa data dalam
tabel-tabel relasional database seperti MySQL, file text biasa, File Excel atau bentuk apapun.

Manfaat yang bisa diberikan dari Big Data antara lain bisa memberikan gambaran yang lebih
lengkap dari sebelumnya karena biasanya data yang dianalisis adalah data terstruktur misalnya
data relasional database.

NOSQL
Sesuai dengan namanya basis data NoSQL adalah jenis basis data yang tidak
menggunakan perintah SQL dalam memanipulasi (menyimpan maupun mengambil data) basis
data tersebut. Kebanyakan basis data NoSQL digunakan dalam dunia aplikasi web waktu nyata
(real-time web app). Berbeda dengan basis data SQL dimana meskipun berbeda-beda pembuat
namun cara kerja maupun cara penggunaannya relatif sama. Contohnya sama-sama
menggunakan tabel yang dihubungkan oleh relasi-relasi, manipulasi data dengan bahasa SQL,
dsb. Basis data NoSQL bisa sangat berbeda satu sama lain. Dilihat dari cara penyimpanan data
saja basis data NoSQL tersebar dari cara penyimpanan:
 Key-Value based (disimpan dalam bentuk kunci-isi berpasangan)
 Document based (disimpan dalam dokumen-dokumen)
 Column based (disimpan dalam kolom-kolom)
 Graph based (disimpan dalam bentuk graf)
Jenis Basis Data NOSQL yang paling sering digunakan, yaitu:
 MongoDB
 CouchDB
 Cassandra
 Redis
 Neo4J
 OrientDB
 Database NoSQL sangat cocok untuk digunakan dengan berbagai aplikasi modern seperti
aplikasi seluler, web, dan gaming yang memerlukan database yang fleksibel, dapat
diskalakan, berkinerja tinggi, dan memiliki fungsionalitas tinggi untuk memberikan
pengalaman pengguna yang baik.

STRATEGI BACKUP DAN RECOVERY


Backup adalah Proses Penyalinan file asli dari database, mulai dari penyalinan system,
data dan aplikasi. Sehingga ketika terjadi kerusakan kita bisa mengatasinya dengan
mengembalikan data yang sudah menjadi cadangan tadi.
Restore adalah Proses Pengembalian Data dari proses backup file database yang
dilakukan terakhir kali. Jadi ketika terjadi kerusakan data, kita dapat menggantikan yang rusak
atau hilang ke dalam database.
Recovery adalah Proses Pemulihan Data saat terjadi crash pada saat merestore data dari
file backup yang telah dibuat dari database.

Strategi backup meliputi:


 Tipe dan frekuensi backup,
 Kecepatan hardware,
 Bagaimana backup diuji
 Dimana dan bagaimana media backup disimpan.
Strategi restore meliputi:
 Siapa yang melakukan restore
 Disarankan untuk mendokumentasikan prosedur backup dan restore
Yang perlu diperhatikan dalam Strategi backup, adalah:
 Berapa jam per hari aplikasi mengakses database? Bila ada prediksi masa off-peak
(benar-benar/ puncak luang), jadwalkan full database backup pada masa itu.
 Berapa sering perubahan dan update terjadi? Bila sering: Simple recovery model.
 Jadwalkan differential backup antara full database backup. Differential backup
menangkap hanya perubahan sejak full database backupFull recovery model
 Jadwalkan log backup yang sering. Penjadwlan differential backup antara full backup
dapat mengurangi waktu restore dengan menggurangi jumlah log backup untuk merestore
STRATEGI INTEGRASI DATA
Integrasi data merupakan proses mengkombinasikan dua atau lebih set data agar
mempermudah dalam berbagi dan analisis, dalam rangka mendukung manajemen informasi di
dalam sebuah lingkungan kerja. Integrasi data menggabungkan data dari berbagai sumber
database yang berbeda ke dalam sebuah penyimpanan seperti gudang data (data warehouse).
Alasan perlunya dilakukan integrasi data adalah:
 Data yang sama (misalnya: data penduduk) dapat dipakai bersama antar bagian organisasi
(antar instansi).
 Meskipun fokus integrasi adalah data, tapi perlu juga integrasi hal-hal lain yang terkait.

 Integrasi data perlu dilakukan secara cermat karena kesalahan pada integrasi data bisa
menghasilkan ouput/keluaran yang menyimpang dan bahkan menyesatkan pengambilan
keputusan nantinya.

Common questions

Didukung oleh AI

A DBMS helps maintain data integrity and security through several mechanisms. Firstly, it centralizes data storage, allowing controlled access to data and operations on it, thereby preventing unauthorized data manipulation . By supporting Data Control Language (DCL), DBMS can define and enforce data access policies, assign roles, and ensure that only authorized users can execute specific database actions . Additionally, DBMS minimizes inconsistencies and duplication, ensuring that data maintained is consistent and reliable . These features, combined with regular backups and recovery strategies, enhance the security and integrity of the database .

Data integration consolidates data from various sources into a single, comprehensive view, facilitating easier data sharing and analysis . This process is crucial for organizations as it reduces data silos and ensures that decision-makers have access to complete and accurate information. By integrating data effectively, organizations can enhance the quality of insights derived, improve operational efficiency, and make informed, timely decisions. This integrative approach also helps in maintaining data consistency across different business units, supporting strategic alignment and coherence in decision-making processes.

RIGHT JOIN returns all rows from the right table and the matched rows from the left table. If no matching rows are found in the left table, the result is NULL on the left side . Conversely, LEFT JOIN returns all rows from the left table and the matched rows from the right table, with NULLs appearing on the right side when there's no match . RIGHT JOIN provides comprehensive access to the right table's data, while LEFT JOIN emphasizes data from the left table.

The SELECT DISTINCT command is used to retrieve unique values from a table by filtering out duplicates . Its primary advantage in managing data redundancy is that it reduces the dataset to only those entries that are unique, ensuring clarity and avoiding redundancy-related errors in data processing and analysis. This is particularly useful in reporting and analytics, where duplications can skew results and interpretations. By extracting distinct records, databases become more efficient and data-driven decisions become more reliable.

Implementing a data backup strategy in a DBMS requires careful consideration of several factors: the type and frequency of backups (full, differential, log), the capability and speed of the hardware used, and the location and protection of backup storage . It's crucial to schedule full backups during off-peak hours to minimize system disruption . Documentation of backup and restore procedures is essential to ensure efficient data recovery in case of a failure . Additionally, the strategy should address the data growth rate and the frequency of data changes to select appropriate backup types, such as differential backups for frequent changes .

NoSQL databases offer flexibility, scalability, and high performance, making them well-suited for modern applications like real-time web and mobile apps . They support varied data models—key-value, document-based, columnar, and graph-based—allowing storage of unstructured and semi-structured data . However, challenges include the lack of a standard query language, potential issues with data consistency, and the complexity of managing more complex data relationships compared to traditional SQL databases, which are more structured and support ACID transactions . NoSQL systems can be more difficult to understand and may require specific expertise for setup and management.

CASE statements in SQL are used to apply conditional logic within a SELECT statement to derive specific outputs based on the conditions specified . For instance, one might use a CASE statement to classify grades in a student database, like so: `SELECT Nim, CASE WHEN Nilai >= 85 THEN 'A' WHEN Nilai >= 70 THEN 'B' ELSE 'C' END as Grade FROM mahasiswa`. This example assigns a grade category based on the 'Nilai' column, allowing a high degree of customization and flexibility in output generation directly from database queries.

Big Data technologies handle vast volumes of data (terabytes and beyond), rapid data growth, and a variety of data formats, surpassing the capabilities of traditional relational databases . Relational databases are often limited to structured data and less suited for handling large-scale, varied, and fast-moving data streams efficiently. Big Data platforms, in contrast, are optimized for scalability and speed in processing and analyzing unstructured and semi-structured data, enabling more comprehensive and timely analytics. This capability allows businesses to capture insights from non-traditional data sources, like social media or IoT devices, broadening the scope and depth of analytics and driving data-driven decision-making.

INNER JOIN takes rows from two tables where there is a match between the key columns, discarding rows without matching entries in either table . FULL JOIN, on the other hand, combines the results of both LEFT and RIGHT JOINs, meaning it returns all records when there is a match in one of the tables and also includes unmatched rows as NULL on the side that lacks data . This results in INNER JOIN providing only mutually matching data, whereas FULL JOIN provides a comprehensive view, including all available data, matched or not, from both tables.

The LIMIT command is used in SQL to restrict the number of records returned by a query, which is particularly useful for improving query performance and managing large datasets . By limiting the dataset returned, it reduces memory and processing requirements on the server, thereby speeding up response time. This is especially beneficial for applications needing only a subset of data for immediate processing, making it a critical tool in optimizing query execution in large-scale databases.

Anda mungkin juga menyukai