0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
101 tayangan3 halaman

Prosedur Penanganan Code Blue RS

Dokumen ini menjelaskan prosedur operasional standar penanganan keadaan darurat pasien (Code Blue) di rumah sakit. Tim Code Blue terdiri dari berbagai tenaga medis yang akan melakukan tindakan resusitasi jantung paru seperti pembebasan saluran napas, kompresi jantung, defibrilasi, dan pemberian obat. Maksudnya untuk menyelamatkan pasien dalam keadaan kritis dalam waktu 5 menit sejak dilaporkan.

Diunggah oleh

rscl pengadaan19
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
101 tayangan3 halaman

Prosedur Penanganan Code Blue RS

Dokumen ini menjelaskan prosedur operasional standar penanganan keadaan darurat pasien (Code Blue) di rumah sakit. Tim Code Blue terdiri dari berbagai tenaga medis yang akan melakukan tindakan resusitasi jantung paru seperti pembebasan saluran napas, kompresi jantung, defibrilasi, dan pemberian obat. Maksudnya untuk menyelamatkan pasien dalam keadaan kritis dalam waktu 5 menit sejak dilaporkan.

Diunggah oleh

rscl pengadaan19
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

CODE BLUE

No. Dokumen No. Revisi Hal

0 1/3

Ditetapkan Tgl.
DIREKTUR
Standar Prosedur
Operasional Tgl. Terbit

Pengertian Code Blue adalah penangaan pasien yang jatuh pada kegawat daruratan
di lingkungan rumah sakit.
Tujuan Mengatasi kegawat daruratan medis pasien di sekitar RS dalam 24 jam
selama 7 hari.
Kebijakan
1. Tim Code Blue terdiri dari :
a. Dokter jaga ruangan : Leader
b. Perawat lnt. 7: Pembawa dan Operator Defibrilator
c. Perawat lnt 6 : Kompresi
d. Perawat Perina : Sirkulasi dan Obat
e. Bidan Rawat Bersalin : Dokumentasi
f. Perawat IGD : Airway dan Breathing
2. Memastikan pasien memang membutuhkan pertolongan segera demi
menyelamatkan hidupnya.
3. Petugas yang menemukan segera menghubungi operator untuk
mengumumkan status code blue dengan menekan tombol code blue
di setiap ruangan untuk di dalam gedung, bila di luar gedung security
yang berjaga akan melaporkan ke ruang admisi dengan handy talky
menyebutkan “CODE BLUE, CODE BLUE” Serta menyebutkan
tempatnya dengan jelas. Setelah dikabarkan, petugas admisi akan
mengumumkan menggunakan intercom sama seperti yang
disebutkan security”
4. Waktu respon tim sejak diumumkan sampai seluruh tim datang ke
tempat kejadian adalah ≤ 5 menit.
5. Code Blue tidak diaktifkan di ruang IGD, HCU, dan Ruang OK.
6. Team akan dipimpin oleh dokter jaga.

CODE BLUE
No. Dokumen No. Revisi Hal

0 2/3

PROSEDUR 7. Team medis lain berasal dari IGD dan emergency datang
dengan membawa tas emergency
8. Lakukan RJP pada pasien sesuai dengan ACLS
9. Membebaskan jalan nafas :
a. Buka mulut pasien dengan teknik cross finger, lihat
adanya benda – benda asing, bersihkan.
b. Posisi kepala extensi dengan teknik head thil chin lift
10. Melakukan observasi pernafasan dengan cara
melihat,mendengar dan merasakan (5-10detik), bila tidak
ada tanda – tanda nafas spontan lakukan ventilasi buatan
dengan 2x dengan ambu bag
11. Melakukan cek nadi karotis dengan waktu 3-5 detik, bila
tidak teraba denyut nadi, lakukan kompresi jantung luar
dengan cara 30 kompresi dan 2x ventilasi dengan
kecepatan komresi 100x per menit (dengan 1 atau 2
penolong)
12. Melakukan cek nadi karotis ulang setelah 5 siklus komresi
jantung dan paru
13. Memasang monitor EKG dan lihat nilai irama jantung,
jika:
a. VT/VF tanpa nadi, lakukan defibrilasi dengan hitungan
jaule : 6joule/kgBB
b. Asistole /PEA/EMD lanjutkan dengan kompresi
14. Melakukan evaluasi tindakan diatas, jika belum berhasil,
lakukan intubasi dan pemasangan infuse jika belum
terpasang
15. Jika pasien sudah terintubasi maka kompresi jantung dan
ventilasi berjalan masing – masing dengan kecepatan
kompresi 100x/menit, kecepatan bagging 1x/6detik atau
10x/menit
16. Member terapi sesuai sesuai dosis/instruksi dokter :
adrenalin 0,1 cc/kgBB dengan konsentrasi 1/10.000
CODE BLUE
No. Dokumen No. Revisi Hal

0 3/3

17. Melakukan CPR/resusitasi maksimal 30 menit, jika


tidak berhasil atau setelah ada tanda kematian, hentikan
CPR, jika berhasil observasi tanda vital, kesadaran,pupil
dan warna kulit. Jika memungkinkan pasien
dipindahkan ke ICU.
18. Membereskan pasien dan alat – alat.
19. Mencuci tangan
20. Mendokumentasikan dalam rekam medis pasien
V. UNIT TERKAIT 1. IGD
2. Ruang rawat inap
3. Ruang rawat bersalin
4. Ruang Perina
5. Petugas Keamanan

Anda mungkin juga menyukai