Asuhan Kebidanan Persalinan Normal 19 Tahun
Asuhan Kebidanan Persalinan Normal 19 Tahun
STASE PERSALINAN
OLEH :
ODRIKA PUSPA ANGGRAENI
NIM 2282B1040
A. Latar Belakang
Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam
uterus ke dunia luar. Persalinan mencakup proses fisiologis yang memungkinkan
serangkaian perubahan yang besar pada ibu untuk dapat melahirkan janinnya melalui
jalan lahir. Persalinan dan kelahiran normal merupakan proses pengeluaran janin yang
terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu), lahir spontan dengan presentasi
belakang kepala yang berlangsung 18 jam, tanpa komplikasi baik ibu maupun janin
(Nurul Jannah, 2017: 1).
Persalinan normal juga dapat dikatakan sebagai suatu fenomena alam yang mengarah
pada penciptaan kehidupan baru, hal tersebut merupakan momen paling menyentuh dan
spesial dalam kehidupan seorang wanita dan merupakan pengalaman unik yang bisa
mereka dapatkan dan pada persalinan normal ini seorang ibu dilatih untuk
menghilangkan rasa takut dan kegelisahannya dalam menghadapi persalinannya (Eun-
Young Choi, dkk, 2015: 233).
Kematian dan kesakitan ibu masih merupakan masalah kesehatan yang serius di
Negara berkembang. Menurut laporan World Health Organization (WHO) tahun 2014
Angka Kematian Ibu (AKI) di dunia yaitu 289.000 jiwa per 100.000 kelahiran hidup.
Beberapa Negara memiliki AKI cukup tinggi seperti Afrika Sub-Sahata 179.000 jiwa per
100.000 kelahiran hidup, Asia Selatan 69.000 jiwa per 100.000 kelahiran hidup, dan
Asia Tenggara 16.000 jiwa per 100.000 kelahiran hidup. Angka kematian ibu di Negara-
Negara Asia Tenggara yaitu Indonesia 190 per 100.000 kelahiran hidup, Vietnam 49 per
100.000 kelahiran hidup, Thailand 26 per 100.000 kelahiran hidup, Brunei 27 per
100.000 kelahiran hidup, dan Malaysia 29 per 100.000 kelahiran hidup (WHO, 2014).
Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik untuk mengambil kasus dengan judul
“Asuhan Kebidanan Pada Ny. A Usia 19 Tahun G1P0Ab0 UK 40 Minggu Janin T/H/I
Inpartu Kala I Fase Aktif di PMB Odrika Puspa Anggraeni, S.Tr.Keb”.
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas dapat di ambil perumusan masalah “ Bagaimana Asuhan
Kebidanan Pada Ny.A Usia 19 Tahun G1P0Ab0 UK 40 Minggu Janin T/H/I Inpartu
Kala I Fase Aktif di PMB Odrika Puspa Anggraeni, S.Tr.Keb”.
C. Tujuan
1) Tujuan Umum
Mahasiswa dapat memberikan Asuhan Kebidanan Pada Ny. A Usia 19 Tahun
G1P0Ab0 UK 40 Minggu Janin T/H/I Inpartu Kala I Fase Aktif di PMB Odrika
Puspa Anggraeni, S.Tr.Keb.
2) Tujuan Khusus
a) Mampu melakukan pengkajian pada Asuhan Kebidanan Pada Ny.A Usia 19
Tahun G1P0Ab0 Uk 40 Minggu Janin T/H/I Inpartu Kala I Fase Aktif di PMB
Odrika Puspa Anggraeni, S.Tr.Keb.
b) Menginterpretasi data yang meliputi diagnosa kebidanan, masalah, dan kebutuhan
ibu bersalin pada Ny.A Usia 19 Tahun G1P0Ab0 UK 40 Minggu Janin T/H/I
Inpartu Kala I Fase Aktif di PMB Odrika Puspa Anggraeni, S.Tr.Keb.
c) Mengidentifikasi kebutuhan segera pada Ny. A Usia 19 Tahun G1P0Ab0 UK 40
Minggu Janin T/H/I Inpartu Kala I Fase Aktif di PMB Odrika Puspa Anggraeni,
S.Tr.Keb.
d) Melakukan tindakan segera pada Ny. A Usia 19 Tahun G1P0Ab0 UK 40 Minggu
Janin T/H/I Inpartu Kala I Fase Aktif di PMB Odrika Puspa Anggraeni, S.Tr.Keb.
e) Merencanakan tindakan yang akan dilakukan sesuai dengan pengkajian Ny. A
Usia 19 Tahun G1P0Ab0 UK 40 Minggu Janin T/H/I Inpartu Kala I Fase Aktif di
PMB Odrika Puspa Anggraeni, S.Tr.Keb.
f) Melaksanakan tindakan sesuai dengan tindakan yang di rencakan pada Ny.A Usia
19 Tahun G1P0Ab0 UK 40 Minggu Janin T/H/I Inpartu Kala I Fase Aktif di PMB
Odrika Puspa Anggraeni, S.Tr.Keb.
g) Mengevaluasi tindakan yang sudah diberikan pada Ny. A Usia 19 Tahun
G1P0Ab0 UK 40 Minggu Janin T/H/I Inpartu Kala I Fase Aktif di PMB Odrika
Puspa Anggraeni, S.Tr.Keb.
D. Manfaat
1) Manfaat Teoritis
Hasil laporan ini dapat digunakan sebagai bahan informasi bagi perkembangan ilmu
kebidanan, khususnya dalam pemberian asuhan kebidanan persalinan normal pada
ibu bersalin fisiologis di PMB Odrika Puspa Anggraeni, S.Tr.Keb di Kabupaten
Malang.
2) Manfaat Praktis
a) Manfaat bagi Institusi
Sebagai bahan informasi bagi rekan-rekan mahasiswa kebidanan Universitas IIK
Strada Indonesia dalam Penerapan Asuhan Persalinan Normal.
b) Manfaat Ilmiah
Diharapkan hasil penulisan ini dapat menjadi sumber informasi dan menambah
pengetahuan serta bahan acuan bagi penulis selanjutnya.
c) Manfaat Bagi Penulis
Hal ini merupakan pengalaman yang dapat meningkatkan dan menambah
pengetahuan dalam penerapan pada Asuhan Kebidanan Pada Ny. A Usia 19
Tahun G1P0Ab0 UK 40 Minggu Janin T/H/I Inpartu Kala I Fase Aktif di PMB
Odrika Puspa Anggraeni, S.Tr.Keb.
d) Manfaat bagi Pembaca
Sebagai sumber informasi dan menambah pengetahuan bagi para pembaca tentang
Asuhan Persalinan Normal
BAB II
TINJAUAN TEORI
C. Permulaan persalinan
Tanda persalinan sudah dekat :
1) Lightening
Menjelang minggu ke-36 pada primigravida, terjadi penurunan fundus uterus
karena kepala bayi sudah masuk ke dalam panggul. Penyebab dari proses ini
adalah sebagai berikut:
a) kontraksi Braxton Hiks
b) ketegangan dinding perut
c) ketegangan ligamentum rotundum
d) gaya berat janin, kepala kearah bawah uterus
Masuknya kepala janin ke dalam panggul dapat dirasakan oleh wanita hamil
dengan tanda-tanda sebagai berikut:
a) terasa ringan di bagian atas dan rasa sesak berkurang
b) di bagian bawah terasa penuh dan mengganjal
c) kesulitan saat berjalan
d) sering berkemih
gambaran Lightening pada primigravida menunjukkan hubungan normal antara ke
tiga P, yaitu power (his), passage (jalan lahir), dan passanger (bayi dan plasenta).
Pada multipara gambarannya menjadi tidak jelas pada primigravida, karena
masuknya kepala janin ke dalam panggul terjadi bersamaan dengan proses
persalinan.
7) Ikterus,
8) Anemia berat,
9) Tanda/gejala infeksi
11) Tinggi fundus 40 cm/lebih (perut bumil lebih besar dari pada orang hamil biasanya),
12) Gawat janin ( ada tanda gerakan janin berkurang dari 10 gerakan dalam 1 hari),
13) Primipara dalam fase aktif persalinan dengan palpasi kepala janin masih 5/5,
18) Syok
3.1 PENGKAJIAN
A. Data Subyektif
Tanggal : 16 Desember 2022 Jam 06.00 WIB
Biodata
Nama Istri : Ny.A Nama Suami : Tn. N
Usia : 19 th Usia : 27 th
Agama : Islam Agama : Islam
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Kary. Swasta
Pendidikan : SMP Pendidikan : SMA
Alamat : Dusun Wotgalih 04/01, Desa Rejoyoso, Kec. Bantur
1. Alasan Kunjungan
Ibu mengeluh perut terasa kenceng-kenceng dan mules-mules.
2. Keluhan Utama
Kenceng-kenceng sejak tadi malam jam 23.30 dan keluar lendir darah.
3. Data Kebidanan
a) Riwayat Menstruasi
Menarche : 11 tahun
Banyaknya : 4-5 kali ganti pembalut
Siklus : 28 hari
b) Siklus Perkawinan
Kawin/tidak kawin : Kawin ke 1
Usia Kawin : 18 tahun
Lama Perkawinan : 1 tahun
c) Riwayat kehamilan, persalinan, dan nifas yang lalu
Ibu mengatakan ini kehamilannya yang pertama
d) Riwayat Keluarga Berencana
Ibu belum pernah menggunakan KB
e) Riwayat Kehamilan Sekarang
Hamil ke berapa :1
HPHT : 7-3-2022
HPL : 14-12-2022
UK : 40 Minggu
ANC berapa kali : 8 Kali
Trimester I : 2 x di Puskesmas. 1 x di Dokter, keluhan mual
Trimester II : 1 x di Puskesmas, 1 x di Bidan, keluhan tidak ada
Trimester III : 3 x di Bidan, 1 x di Dokter, keluhan tidak ada
Riwayat Penyakit Keturunan : tidak ada
4. Data Kesehatan
a) Data Kesehatan Sekarang
Ibu sedang tidak menderita penyakit berat seperti penyakit jantung, ginjal,
kanker, tidak menderita penyakit menurun seperti kencing manis, cacat, ayan,
penyakit kuning, tekanan darah tinggi, penyakit jiwa, sesak napas, tidak
menderita penyakit menular seperti batuk lama, tidak memiliki riwayat kembar
dan tidak pernah terkena malaria.
b) Data Kesehatan Keluarga
Dalam keluarga tidak ada yang menderita penyakit berat seperti penyakit
jantung, ginjal, kanker, tidak ada yang menderita penyakit menurun seperti
kencing manis, cacat, ayan, penyakit kuning, tekanan darah tinggi, penyakit
jiwa, tidak ada yang menderita penyakit menular seperti batuk lama, tidak
memiliki riwayat kembar.
c) Data Kesehatan Yang Lalu
Ibu tidak pernah menderita penyakit berat seperti penyakit jantung, ginjal,
kanker, tidak pernah menderita penyakit menurun seperti kencing manis, cacat,
ayan, penyakit kuning, tekanan darah tinggi, penyakit jiwa, sesak napas, tidak
menderita penyakit menular seperti batuk lama, tidak memiliki riwayat kembar
dan tidak pernah terkena malaria.
5. Riwayat Pemenuhan Kebutuhan Dasar
a) Kebutuhan nutrisi Kebiasaan:
Pola makan : nasi, sayur, lauk
Frekuensi : 3 kali sehari
Kebutuhan minum : 6-8 gelas per hari
Selama inpartu:
Ibu makan, tetapi hanya sedikit dan lebih banyak minum
b) Kebutuhan Eliminasi Kebiasaan:
BAK : 5-6 kali sehari, warna kuning muda, bau amoniak.
BAB : 1 kali sehari, konsistensi padat, warna kuning.
c) Personal hygiene Kebiasaan:
Mandi, 2 kali sehari (pagi dan sore) dengan menggunakan sabun mandi.
Sikat gigi, 2 kali (setelah makan dan sebelum tidur) dengan menggunakan
pasta gigi
Keramas, 3 kali seminggu dengan menggunakan shampo.
Ganti pakaian, 2 kali sehari
Selama inpartu:
Ibu sudah mandi dan sikat gigi
d) Kebutuhan istirahat dan tidur Kebiasaan
Tidur siang tidak teratur, tidur malam 6-8 jam
Selama inpartu :
Ibu belum tidur
B. Data Obyektif
1. Pemeriksaan Umum
a) Keadaan Umum : Baik
b) Kesadaran : Composmentis
c) Vital Sign
Tekanan Darah : 100/70 mmHg
Nadi : 86 x/m
Suhu : 36,60C
Pernafasan : 24 x/m
BB : 53 kg
TB : 153 cm
LILA : 23 cm
2. Pemeriksaan Fisik
a) Abdomen
Striae : livida
Linea : nigra
Gerakan Janin : aktif
Mc. Donald : TFU 31 cm
Pemeriksaan palpasi :
Leopold I : TFU 2 jari dibawah PX, teraba lunak, bulat (bokong)
Leopold II : Teraba keras memanjang seperti papan disebelah kiri (PUKI)
Leopold III : Teraba bulat, keras, bulat tidak dapat digoyangkan (kepala)
Leopold IV : kepala sudah masuk panggul (divergen)
DJJ : 144 x/m
Kontraksi : 3 x 10’ lamanya 30”
b) Genetalia Eksterna
Oedem : -/-
Varises ` : -/-
Infeksi : -/-
Kelenjar bartolini : -
Anus : tidak ada hemoroid
Focus pengkajian inpartu :
Pengeluaran Pervaginam
Lendir Darah :+
Air Ketuban :-
Mekonium :-
Periksa Dalam
Pukul : 06.00
Pembukaan : 6 cm
Eff : 50%
Ketuban :+
Bagian Terendah : Kepala
Bagian Terdahulu : UUK Jam 1
Hodge :I
Mollase :0
Penurunan Kepala : 3/5
Tidak ada
3.5 INTERVENSI
Tanggal : 16 Desember 2022 Jam : 06.15 WIB
1) Jelaskan pada ibu tentang hasil pemeriksaan
2) Anjurkan ibu untuk makan nasi dan minum (teh, susu, air putih) untuk menambah
energi saat meneran, ibu bersedia minum susu
3) Anjurkan ibu untuk mobilisasi dengan berjalan-jalan, kemudian menggoyangkan
panggul ke kanan dan kekiri jika ingin istirahat dengan tidur miring kiri supaya
kenceng-kencengnya semakin sering dan pembukaannya semakin cepat, ibu
mengerti dan mau melakukan salah satu dari gerakan tersebut
4) Ajarkan teknik bernafas saat timbul nyeri yaitu tarik nafas dari hidung dikeluarkan
dari mulut agar O2 dari ibu ke janin tetap baik, ibu mengerti dan menirukan apa
yang diajarkan bidan.
5) Anjurkan ibu untuk kencing karena kandung kemih yang penuh dapat
memperlambat penurunan kepala janin.
6) Diskusikan dengan ibu untuk siapa yang mendampingi saat persalinan apakah
suami atau keluarga yang lain, ibu sepakat untuk didampingi ibunya dan suami
7) Lakukan observsasi kemajuan persalinan dengan partograf, hasil terlampir di
partograf.
8) Siapkan alat yang akan digunakan untuk persiapan persalinan yaitu partus set yang
terdiri dari amniotomi, gunting episiotomi, 2 klem, gunting tali pusat, klem tali
pusat, kassa, dan spuit berisi oksitosin, penghisap lendir, pengikat tali pusat, serta
heating set.
9) Observasi tanda-tanda kala II seperti dorongan meneran, tekanan anus, perineum
menonjol, vulva membuka.
3.6 IMPLEMENTASI
1) Menjelaskan pada ibu tentang hasil pemeriksaan
Tekanan Darah : 100/70 mmHg
Nadi : 86 x/m
Suhu : 36,60c
Pernafasan : 24 x/m
BB : 53 kg
TB : 153 cm
LILA : 23 cm
Pembukaan : 6 cm
DJJ : 144 x/m
2) Menganjurkan ibu untuk makan nasi dan minum (teh, susu, air
putih) untuk menambah energi saat meneran, ibu bersedia minum susu
3) Menganjurkan ibu untuk mobilisasi dengan berjalan-jalan,
kemudian menggoyangkan panggul ke kanan dan kekiri jika ingin istirahat dengan
tidur miring kiri supaya kenceng-kencengnya semakin sering dan pembukaannya
semakin cepat, ibu mengerti dan mau melakukan salah satu dari gerakan tersebut
4) Mengajarkan teknik bernafas saat timbul nyeri yaitu tarik nafas dari
hidung dikeluarkan dari mulut agar O2 dari ibu ke janin tetap baik, ibu mengerti
dan menirukan apa yang diajarkan bidan.
5) Menganjurkan ibu untuk kencing karena kandung kemih yang
penuh dapat memperlambat penurunan kepala janin.
6) Mendiskusikan dengan ibu untuk siapa yang mendampingi saat
persalinan apakah suami atau keluarga yang lain, ibu sepakat untuk didampingi
ibunya dan suami
7) Melakukan observsasi kemajuan persalinan dengan partograf, hasil
terlampir di partograf.
8) Menyiapkan alat yang akan digunakan untuk persiapan persalinan
yaitu partus set yang terdiri dari amniotomi, gunting episiotomi, 2 klem, gunting
tali pusat, klem tali pusat, kassa, dan spuit berisi oksitosin, penghisap lendir,
pengikat tali pusat, serta heating set.
9) Mengobservasi tanda-tanda kala II seperti dorongan meneran,
tekanan anus, perineum menonjol, vulva membuka.
3.7 EVALUASI
Tanggal : 16 Desember 2022 Jam : 06.45 WIB
1. Ibu mengerti dengan keadaannya sekarang
2. Ibu melakukan teknik pernafasan dalam untuk mengurangi nyeri
3. Ibu bersedia untuk makan dan minum
4. Ibu bersedia untuk jalan-jalan agar pembukaan berjalan lancar.
CATATAN PERKEMBANGAN
(PERSALINAN KALA II)
A. DATA SUBYEKTIF
Kenceng semakin sering dan ingin meneran seperti ingin BAB.
B. DATA OBYEKTIF
Keadaan Umum : Baik
Kesadaran : Composmentis
TD : 120/80 mmHg
Nadi : 88 x/m
Pernafasan : 24 x/m
S : 36,80 c
Abdomen : His 4 x 45”
Genetalia :
Pemeriksaan Dalam
Vulva/vagina : lendir darah
Pembukaan : 10 cm
Eff : tidak teraba
Ketuban : utuh
Bagian terendah: kepala
Bagian terdahulu: Ubun-ubun kecil
Hodge : III +
Mollase :0
C. ANALISA DATA
G1P0Ab0 dengan Inpartu Kala II
D. PENATALAKSANAAN
16-12-2022 09.30 1. Sudah ada tanda gejala kala II
Adanya dorongan ingin meneran
Adanya tekanan pada anus
Perineum menonjol
Vulva membuka
2. Mengecek kelengkapan alat
3. Menggunakan celemek
4. Menyimpan perhiasan
5. Memakai sarung tangan DTT
6. Memasukkan oksigen
7. Membersihkan vulva dan perineum
8. Lakukan pemeriksaan dalam
9. DTT sarung tangan
10. Mengobservasi DJJ dan kontraksi
Evaluasi : Sudah di lakukan
11. Menjelaskan hasil pemeriksaan kepada ibu dan
keluarga bahwa pembukaan sudah lengkap dan bayi akan segera
lahir
Evaluasi : Ibu dan keluarga memahami dan mengetahui hasil
pemeriksaan
12. Membantu pasien mengambil posisi yang nyaman
Evaluasi : Pasien dalam posisi litotomi
Melakukan pertolongan persalinan sesuai APN dengan cara
13. Membimbing ibu meneran
14. Meletakkan handuk di atas perut ibu
15. Lipat 1/3 bagian kain bersih, letakkan di baah
bokong ibu
16. Buka partus set
17. Pakai sarung tangan DTT
18. Jika kepala sudah tampak 5-6 cm di vulva, lindungi
perineum dan kepala bayi sambil tetap menganjurkan ibu untuk
meneran saat ada kontraksi
19. Dengan lembut menyeka muka, mulut dan hidung
bayi dengan kain atau kasa yang bersih.
20. Periksa adanya lilitan tali pusat
21. Tunggu kepala bayi putar paksi luar
22. Setelah janin menghadap paha ibu, tempatkan
kedua telapak tangan biparietal kepala janin, tarik secara hati –
hati ke arah bawah sampai bahu anterior/depan lahir, kemudian
tarik secara hati – hati ke atas sampai bahu posterior / belakang
lahir. Bila terdapat lipatan tali pusat yang telalu erat hingga
menghambat putaran paksi luar atau lahirnya bahu, minta ibu
berhenti meneran, denga perlindungan tangan kiri, pasang klem
di dua tempat pada tali pusat dan potong tali pusat di antara dua
klem tersebut
23. Setelah bahu lahir, tangan kanan menyangga
kepala, leher dan bahu janin bagian posterior dengan posisi ibu
jari pada leher (bagian bawah kepala) dan ke empat jari pada
bahu dan dada / punggung janin, sementara tangan kiri
memegang lengan dan bahu janin bagian anterior saat badan
dan lengan lahir
24. Setelah badan dan lengan lahir, tangan kiri
menyusuri pinggang ke arah bokong dan tungkai bawah janin
untuk memegang tungkai bawah (selipkan jari telunjuk tangan
kiri di antara kedua lutut janin)
25. Setelah seluruh badan bayi lahir pegang bayi
bertumpu pada lengan kanan sedemikian rupa sehingga bayi
menghadap kea rah penolong. Nilai bayi, kemudian letakkan
bayi diatas perut ibu dengan posisi kepala lebih rendah dari
badan (bila tali pusat terlalu pendek, letakkan bayi di tempat
yang memungkinkan)
26. Segera mengeringkan bayi, membungkus kepala
bayi dan badan bayi kecuali bagian tali pusat
27. Menjepit tali pusat dengan klem kira – kira 3 cm
dari umbilicus bayi. Melakukan urutan tali pusat ke arah ibu
dan memasang klem di antara kedua 2 cm dari klem pertama
28. Memegang tali pusat di antara 2 klem
menggunakan tangan kiri, dengan perlindungan jari – jari
tangan kiri, memotong tali pusat diantara kedua klem. Bila bayi
tidak bernapas spontan lihat penanganan khusus bayi baru lahir
29. Mengganti pembungkus bayi denga kain kering
dan bersih, membungkus bayi hingga kepala
30. Memberikan bayi pada ibu untuk disusui bila ibu
menghendaki
Evalusai : Bayi lahir spontan, pukul 10.25 WIB, Jenis kelamin
laki-laki, menangis spontan, warna kulit kemerahan, dan tonus
otot baik, apgar 8-9
CATATAN PERKEMBANGAN
(PERSALINAN KALA III)
A. DATA SUBYEKTIF
Ibu senang atas kelahiran bayinya, Perut terasa Mules.
B. DATA OBYEKTIF
Keadaan Umum : Baik
Kesadaran : Composmentis
Uterus : Globuler
Terdapat Semburan darah
TFU : Setinggi pusat
C. ANALISA DATA
P1Ab0 dengan Inpartu Kala III
D. PENATALAKSANAAN
Tanggal / Tindakan
jam
16-12-2022 1. Meletakkan kain yang bersih dan kening. Melakukan
Jam : 10.25 palpasi abdomen untuk menghilangkan kemungkinan adanya bayi
kedua.
2. Memberi tahu ibu akan di suntik
3. Menyuntikkan oksitosin 10 unit secara intra muskuler
pada bagian luar paha kana 1/3 atas setelah melakukan aspirasi
terlebih dahulu untuk memastikan bahwa ujung jarum tidak mengenai
pembuluh darah
4. Memindahkan klem pada tali pusat hingga jarak 5-10 cm dari vulva
5. Meletakkan tagan kiri di atas shympisis menahan bagian
bawah uterus, sementara tangan kanan memegang tali pusat
menggunakan klem atau kain kasa dengan jarak 5-10 cm dari vulva
6. Saat kontraksi, memegang tali pusat dengan tangan
kanan sementara tangan kiri menekan uterus dengan hati – hati ke
arah dorso cranial. Bila uterus tidak segera berkontraksi, minta ibu
atau keluarga untuk melakukan stimulasi putting susu
7. Minta ibu untuk meneran sedikit sementara tangan kanan
menarik tali pusat ke rah bawah kemudian ke atas sesuai dengan
kurva jalan lahir hingga plasenta tampak pada vulva
8. Setelah plasenta tampak di vulva, teryskan melahirkan
plasenta degan hati – hati. Bila perlu (terasa ada tahanan), pegang
plasenta dengan kedua tangan dan melakukan putaran searah untuk
membantu pengeluaran plasenta dan mencegah robeknya selaput
ketuban
9. Segera setelah plasenta lahir, melakukan masase pada
fundus uteri dengan menggosok fundus secara sirkuler menggunakan
bagian palmar 4 jari tagan kiri hingga kontraksi uterus baik ( fundus
uteri keras)
10. Memeriksa kedua sisi plasenta baik yang menempel ke
ibu maupun janin dan selaput ketuban untuk memastik bahwa selaput
ketuban lengkap dan utuh. Meletakkan plasenta di dalam kantung
plastik atau tempat khusus.
11. Mengevaluasi adanya aserasi pada vagina dan perineum
dan segera menjahit laserasi yang mengalami perdarahan aktif.
Evaluasi : Plasenta lahir lengkap pada pukul 10.30 WIB
CATATAN PERKEMBANGAN
(PERSALINAN KALA IV)
A. DATA SUBYEKTIF
Perut terasa Mules.
B. DATA OBYEKTIF
Keadaan Umum : Baik
Kesadaran : Composmentis
Kontraksi Uterus : Baik
TFU : 2 jari bawah pusat
Genetalia : Tidak ada luka robekan perineum
C. ANALISA DATA
P1Ab0 dengan Inpartu Kala IV
D. PENATALAKSANAAN
Tanggal/Jam Tindakan
16-12-2022 1. Menilai ulang uterus dan memastikannya berkontraksi
Jam 10.40 dengan baik. Mengevaluasi perdarahan per vaginam.
2. Mencelupkan kedua tangan yang memakai sarung tangan
ke dalam larutan klorin 0,5%, membilas kedua tangan yang masih
bersarung tangan tersebut dengan air disinfeksi tingkat tinggi dan
mengeringkannya dengan kain yang bersih dan kering.
3. Menempatkan klem tali pusat disinfeksi tingkat tinggi
atau steril atau mengikatkan tali disinfeksi tingkat tinggi dengan
simpul mati di sekeliling tali pusat sekitar 1 cm dan pusat
4. Mengikat satu lagi simpul mati di bagian tali pusat yang
berseberangan dengan simpul mati yang pertama.
5. Melepaskan klem bedah dan meletakkannya di dalam
larutan klorin 0,5%
6. Menyelimuti kembali bayi dan menutupi bagian
kepalanya. Memastikan handuk atau kainnya bersih dan kering.
7. Menganjur ibu untuk memulai pemberian ASI.
8. Lanjutkan pemantauan terhadap kontraksi uterus, tanda
perdarahan pervaginam dan tanda vital ibu
9. Mengajarkan ibu / keluarga untuk memeriksa uterus
yang memiliki kontraksi baik dan mengajarkan masase uterus apabila
kontraksi uterus tidak baik
10. Mengevaluasi jumlah perdarahan yang terjadi
11. Memeriksa tekanan darah, nadi dan keadaan kandung
kemih setiap 15 menit selama satu jam pertama pascapersalinan dan
setiap 30 menit selama jam kedua pascapersalinan.
12. Menempatkan semua peralatan di dalam larutan klorin
0,5% untuk dekontaminasi (10 menit).Mencuci dan membilas
peralatan setelah didekontaminasi
13. Menempatkan semua peralatan di dalam larutan klorin
0,5% untuk dekontaminasi (10 menit).Mencuci dan membilas
peralatan setelah didekontaminasi
14. Membersihkan ibu dengan menggunakan air disinfeksi
tingkat tinggi.Membersihkan cairan ketuban, lendir dan darah.
Membantu ibu memakai pakaian yang bersih dan kering
15. Memastikan bahwa ibu nyaman. Membantu ibu
memberikan ASI. Menganjurkan keluarga untuk memberikan ibu
minuman dan makanan yang diinginkannya
16. Mendekontaminasi daerah yang digunakan untuk
melahirkan dengan larutan klorin 0,5% dan membilasnya dengan air
bersih.
17. Mencelupkan sarung tangan kotor ke dalam larutan
klorin O, membalikkan bagian dalam ke luar dan merendamnya
dalam larutan klorin 0,5% selarna 10 menit
18. Mencuci kedua tangan dengan sabun dan air mengalir.
19. Melengkapi partograf
4.1 KESIMPULAN
Persalinan Ny. A terjadi pada tanggal 16-12-2022 mulai pukul 06.00 WIB di PMB
Odrika Puspa Anggraeni, S.Tr. Keb. Pada saat pengkajian data didapatkan Ny.A dalam
pembukaan 6 cm, efficment 50%, Ketuban (+), kepala, UUK jam 1, Hodge I, molase 0
dan hasil dicatat dalam lembar observasi partograf. Pada tanggal 16-12-2022 pukul
10.25 WIB bayi lahir. Berdasarkan hasil pengkajian dapat disimpulkan proses
persalinan Ny.A berlangsung normal. Lama kala I pada Ny. A berlangsung 3 jam, kala
II 55 menit, kala III 5 menit, dan kala IV dilakukan pemantauan selama 2 jam post
partum.
4.2 SARAN
a. Bagi Penulis
Memberikan asuhan secara tepat dan sesuai dengan kebutuhan.
b. Bagi Klien
Meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan selama hamil sampai penggunaan
kontrasepsi terutama mengenai tanda bahaya dan komplikasi persalinan.
c. Bagi Lahan Praktek
Lahan praktek sebaiknya dapat memberikan asuhan sesuai dengan standar
pelayanan kesehatan selama masa hamil
d. Bagi Institusi Pendidikan
Diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan bagi mahasiswa dengan
menyediakan fasilitas sarana dan prasarana yang mendukung peningkatan
kompetensi mahasiswa sehingga dapat menghasilkan bidan yang berkualitas.
DAFTAR PUSTAKA
Dinkes. 2013. Profil Kesehatan Kota Malang. Malang: DINKES. Kota Malang.
__________. 2014. Infodatin Pusat Data dan informasi Kesehatan Republik Indonesia.
Jakarta selatan: Kemenkes RI.
Hidayat, A., & Sujiatini. 2010. Asuhan Kebidanan Persalinan . Yogyakarta: Nuha Medika.
Nurasiah, A., Ani, R., & Dewi, L. B. 2014. Asuhan persalinan Normal Bagi Bidan.
Bandung: Revika Aditama.
Oxorn, H & Wiliiam, R. 2010. Ilmu Kebidanan Patologi dan Fisiologi Persalinan.
Yogyakarta: Yayasan essentia Medika.
Purwati, A & Sulistiyah. 2017. Buku Ajar Asuhan Kebidanan Persalinan dan Bayi Baru
Lahir. Malang: CV. IRDH.
Sondakh, J,J. 2013. Asuhan Kebidanan Persalinan & Bayi Baru Lahir. Jakarta: Erlangga.