0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
70 tayangan36 halaman

Asuhan Kebidanan Persalinan Normal 19 Tahun

Dokumen ini membahas tentang asuhan kebidanan pada Ny. A usia 19 tahun dengan kehamilan 40 minggu yang mengalami persalinan kala I fase aktif di PMB. Dokumen ini menjelaskan konsep dasar persalinan normal, tanda-tanda permulaan dan masuknya persalinan serta manfaat laporan ini bagi perkembangan ilmu kebidanan.

Diunggah oleh

fritanti afriani
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
70 tayangan36 halaman

Asuhan Kebidanan Persalinan Normal 19 Tahun

Dokumen ini membahas tentang asuhan kebidanan pada Ny. A usia 19 tahun dengan kehamilan 40 minggu yang mengalami persalinan kala I fase aktif di PMB. Dokumen ini menjelaskan konsep dasar persalinan normal, tanda-tanda permulaan dan masuknya persalinan serta manfaat laporan ini bagi perkembangan ilmu kebidanan.

Diunggah oleh

fritanti afriani
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ASUHAN KEBIDANAN PADA NY.

A USIA 19 TAHUN G1P0Ab0


UK 40 MINGGU JANIN T/H/I DENGAN INPARTU KALA I FASE AKTIF DI
PMB ODRIKA PUSPA ANGGRAENI, S.Tr.Keb.
KABUPATEN MALANG

STASE PERSALINAN

OLEH :
ODRIKA PUSPA ANGGRAENI
NIM 2282B1040

INSTITUT ILMU KESEHATAN STRADA INDONESIA

FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN

PRODI S1 KEBIDANAN DAN PROFESI BIDAN

TAHUN AKADEMIK 2022


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam
uterus ke dunia luar. Persalinan mencakup proses fisiologis yang memungkinkan
serangkaian perubahan yang besar pada ibu untuk dapat melahirkan janinnya melalui
jalan lahir. Persalinan dan kelahiran normal merupakan proses pengeluaran janin yang
terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu), lahir spontan dengan presentasi
belakang kepala yang berlangsung 18 jam, tanpa komplikasi baik ibu maupun janin
(Nurul Jannah, 2017: 1).
Persalinan normal juga dapat dikatakan sebagai suatu fenomena alam yang mengarah
pada penciptaan kehidupan baru, hal tersebut merupakan momen paling menyentuh dan
spesial dalam kehidupan seorang wanita dan merupakan pengalaman unik yang bisa
mereka dapatkan dan pada persalinan normal ini seorang ibu dilatih untuk
menghilangkan rasa takut dan kegelisahannya dalam menghadapi persalinannya (Eun-
Young Choi, dkk, 2015: 233).
Kematian dan kesakitan ibu masih merupakan masalah kesehatan yang serius di
Negara berkembang. Menurut laporan World Health Organization (WHO) tahun 2014
Angka Kematian Ibu (AKI) di dunia yaitu 289.000 jiwa per 100.000 kelahiran hidup.
Beberapa Negara memiliki AKI cukup tinggi seperti Afrika Sub-Sahata 179.000 jiwa per
100.000 kelahiran hidup, Asia Selatan 69.000 jiwa per 100.000 kelahiran hidup, dan
Asia Tenggara 16.000 jiwa per 100.000 kelahiran hidup. Angka kematian ibu di Negara-
Negara Asia Tenggara yaitu Indonesia 190 per 100.000 kelahiran hidup, Vietnam 49 per
100.000 kelahiran hidup, Thailand 26 per 100.000 kelahiran hidup, Brunei 27 per
100.000 kelahiran hidup, dan Malaysia 29 per 100.000 kelahiran hidup (WHO, 2014).
Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik untuk mengambil kasus dengan judul
“Asuhan Kebidanan Pada Ny. A Usia 19 Tahun G1P0Ab0 UK 40 Minggu Janin T/H/I
Inpartu Kala I Fase Aktif di PMB Odrika Puspa Anggraeni, S.Tr.Keb”.
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas dapat di ambil perumusan masalah “ Bagaimana Asuhan
Kebidanan Pada Ny.A Usia 19 Tahun G1P0Ab0 UK 40 Minggu Janin T/H/I Inpartu
Kala I Fase Aktif di PMB Odrika Puspa Anggraeni, S.Tr.Keb”.

C. Tujuan
1) Tujuan Umum
Mahasiswa dapat memberikan Asuhan Kebidanan Pada Ny. A Usia 19 Tahun
G1P0Ab0 UK 40 Minggu Janin T/H/I Inpartu Kala I Fase Aktif di PMB Odrika
Puspa Anggraeni, S.Tr.Keb.
2) Tujuan Khusus
a) Mampu melakukan pengkajian pada Asuhan Kebidanan Pada Ny.A Usia 19
Tahun G1P0Ab0 Uk 40 Minggu Janin T/H/I Inpartu Kala I Fase Aktif di PMB
Odrika Puspa Anggraeni, S.Tr.Keb.
b) Menginterpretasi data yang meliputi diagnosa kebidanan, masalah, dan kebutuhan
ibu bersalin pada Ny.A Usia 19 Tahun G1P0Ab0 UK 40 Minggu Janin T/H/I
Inpartu Kala I Fase Aktif di PMB Odrika Puspa Anggraeni, S.Tr.Keb.
c) Mengidentifikasi kebutuhan segera pada Ny. A Usia 19 Tahun G1P0Ab0 UK 40
Minggu Janin T/H/I Inpartu Kala I Fase Aktif di PMB Odrika Puspa Anggraeni,
S.Tr.Keb.
d) Melakukan tindakan segera pada Ny. A Usia 19 Tahun G1P0Ab0 UK 40 Minggu
Janin T/H/I Inpartu Kala I Fase Aktif di PMB Odrika Puspa Anggraeni, S.Tr.Keb.
e) Merencanakan tindakan yang akan dilakukan sesuai dengan pengkajian Ny. A
Usia 19 Tahun G1P0Ab0 UK 40 Minggu Janin T/H/I Inpartu Kala I Fase Aktif di
PMB Odrika Puspa Anggraeni, S.Tr.Keb.
f) Melaksanakan tindakan sesuai dengan tindakan yang di rencakan pada Ny.A Usia
19 Tahun G1P0Ab0 UK 40 Minggu Janin T/H/I Inpartu Kala I Fase Aktif di PMB
Odrika Puspa Anggraeni, S.Tr.Keb.
g) Mengevaluasi tindakan yang sudah diberikan pada Ny. A Usia 19 Tahun
G1P0Ab0 UK 40 Minggu Janin T/H/I Inpartu Kala I Fase Aktif di PMB Odrika
Puspa Anggraeni, S.Tr.Keb.
D. Manfaat
1) Manfaat Teoritis
Hasil laporan ini dapat digunakan sebagai bahan informasi bagi perkembangan ilmu
kebidanan, khususnya dalam pemberian asuhan kebidanan persalinan normal pada
ibu bersalin fisiologis di PMB Odrika Puspa Anggraeni, S.Tr.Keb di Kabupaten
Malang.
2) Manfaat Praktis
a) Manfaat bagi Institusi
Sebagai bahan informasi bagi rekan-rekan mahasiswa kebidanan Universitas IIK
Strada Indonesia dalam Penerapan Asuhan Persalinan Normal.
b) Manfaat Ilmiah
Diharapkan hasil penulisan ini dapat menjadi sumber informasi dan menambah
pengetahuan serta bahan acuan bagi penulis selanjutnya.
c) Manfaat Bagi Penulis
Hal ini merupakan pengalaman yang dapat meningkatkan dan menambah
pengetahuan dalam penerapan pada Asuhan Kebidanan Pada Ny. A Usia 19
Tahun G1P0Ab0 UK 40 Minggu Janin T/H/I Inpartu Kala I Fase Aktif di PMB
Odrika Puspa Anggraeni, S.Tr.Keb.
d) Manfaat bagi Pembaca
Sebagai sumber informasi dan menambah pengetahuan bagi para pembaca tentang
Asuhan Persalinan Normal
BAB II
TINJAUAN TEORI

2.1 KONSEP DASAR PERSALINAN


A. Pengertian
Persalinan adalah proses membuka dan menipisnya serviks, dari janin turun ke
dalam jalan lahir. Kelahiran adalah proses dimana janin dan ketuban didorong keluar
melalui jalan lahir.
Persalinan normal adalah persalinan yang terjadi pada kehamilan aterm (bukan
prematur dan postmatur), mempunyai onset yang spontan, selesei setelah 4 jam dan
sebelum 24 jam sejak saat awitannya (bukan partus presipitatus atau partus lama),
mempunyai janin (tunggal) dengan presentasi verteks (puncak kepala) dan oksiput
pada bagian anterior pelvis, terlaksana tanpa bantuan seperti vorsep, tidak
mencangkup komplikasi (seperti perdarahan hebat), dan mencangkup pelahiran
plasenta yang normal.
Definisi persalinan normal menurut WHO adalah persalinan yang dimulai secara
spontan, beresiko rndah pada awal persalinan dan tetap demikian selama proses
persalinan. Bayi dilahirkan secara spontan dalam presentasi belakang kepala pada usia
kehamilan antara 37 hingga 42 minggu lengkap. Setelah persalinan ibu maupun bayi
berada di dalam kondisi sehat (Eka, 2014).

B. Sebab mulainya persalinan


Menurut Ina & Fitria (2014), sebab mulainya persalinan adalah:
1) Penurunan hormone progesterone
Progesteron meimulkan relaksasi otot-otot rahim, sebaliknya estrogen
meninggikan kerenggangan otot rahim, selama kehamian terdapat keseimbangan
antara kadar progesterone dan estrogen di dalam darah, teapi pada akhir
kehamilan kadar progesterone menurun sehingga timbul his.
2) Teori oxytocin
Pada akhir kehamilan kadar oxytocin berambah oleh karena itu timbul kontraksi
otot-otot rahim.
3) Ketegangan otot-otot
Seperti halnya dengan kandung kencing dan lambung, bila dindingnya terenggang
oleh karena isinya.
4) Pengaruh janin/fetal cortisol
Hypofise dan kelenjar suprarenal pada janin memegang peranan dalam proses
persalinan, oleh karena itu pada anencepalus kehamilan lebih lama dari biasanya.
5) Teori Prostaglandin
Prostaglandin yang dihasilkan dari desidua meningkat saat umur kehamilan 15
minggu. Hasil percobaan menunjukan bahwa prostaglandin menimbulkan
kontraksi myometrium pada setiap umur kehamilan.

C. Permulaan persalinan
Tanda persalinan sudah dekat :
1) Lightening
Menjelang minggu ke-36 pada primigravida, terjadi penurunan fundus uterus
karena kepala bayi sudah masuk ke dalam panggul. Penyebab dari proses ini
adalah sebagai berikut:
a) kontraksi Braxton Hiks
b) ketegangan dinding perut
c) ketegangan ligamentum rotundum
d) gaya berat janin, kepala kearah bawah uterus
Masuknya kepala janin ke dalam panggul dapat dirasakan oleh wanita hamil
dengan tanda-tanda sebagai berikut:
a) terasa ringan di bagian atas dan rasa sesak berkurang
b) di bagian bawah terasa penuh dan mengganjal
c) kesulitan saat berjalan
d) sering berkemih
gambaran Lightening pada primigravida menunjukkan hubungan normal antara ke
tiga P, yaitu power (his), passage (jalan lahir), dan passanger (bayi dan plasenta).
Pada multipara gambarannya menjadi tidak jelas pada primigravida, karena
masuknya kepala janin ke dalam panggul terjadi bersamaan dengan proses
persalinan.

2) Terjadinya his permulaan


His permulaan ini sering diistilahkan sebagai his palsu. Dengan ciri-ciri sebagai
berikut:
a) Rasa nyeri ringan di bagian bawah
b) Datang tidak teratur
c) Tidak ada perubahan pada serviks atau tidak ada tanda-tanda kemajuan
persalinan.

D. Tanda masuk dalam persalinan


1) Terjadinya his persalinan
Karakter dari his persalinan.
a) Pinggang terasa sakit menjalar ke depan
b) Sifat his teratur, interval makin pendek, dan kekuatan makin besar.
c) Terjadi perubahan pada serviks
d) Jika pasien menambah aktivitasnya, misalnya dengan berjalan, maka
kekuatannya bertambah.
2) Pengeluaran lendir dan darah (penanda persalinan)
Dengan adanya his persalinan, terjadi perubahan pada serviks yang menimbulkan:
a) Pendataran dan pembukaan
b) Pembukaan menyebabkan selaput lendir yang terdapat pada kanalis servikalis
terlepas.
c) Terjadi perdarahan karena kapiler pembuluh darah perih
3) Pengeluaran cairan
Sebagian pasien mengeluarkan air ketuban akibat pecahnya selaput ketuban. Jika
ketuban sudah pecah, maka ditargetkan persalinan dapat berlangsung dalam 24
jam. Namun jika ternyata tidak tercapai, maka akhirnya persalinan akhirnya
diakhiri dengan tindakan tertentu, misalnya ekstraksi vakum, atau sectio caesarea
(sulistyawati & Nugraheny, 2010)
E. Faktor-faktor yang mempengaruhi persalinan
1) Power / tenaga
Power atau tenaga untuk mendorong anak dibagi menjadi dua yakni:
a) His : Kontraksi pada otot-otot rahim pada persalinan menyebabkan pendataran
dan pembukaan serviks.his terdiri dari his pembukaan, his pengeluaran dan his
pelepasan uri.
b) Tenaga Mengejan : Terjadi karena adanya kontraksi otot-otot dinding perut
dan juga karena kepala yang sudah berada pada dasar panggul, mengejan
paling bagus dilakukan saat ada ontraksi atau his.
2) Passage/Panggul/jalan lahir
Faktor paling penting dalam menentukan proses persalinan salah satunya adalah
pelvis minor yang tersusun dari tulang-tulang yang
3) Passager/fetus
Janin dapat mempengaruhi jalannya persalinan dengan besar dan juga karena
posisi janin atau bagian janin yang terletak pada bagian depan jalan lahir.
4) Psikologis Ibu
Keadaan psikologis adalah keadaan baik secara emosional, jiwa, pengalaman, adat
istiadat, dan dukungan dari orang-orang tertentu yang dapat mempengaruhi proses
persalinan. Kondisi psikologis ibu melibatkan emosi dan persiapan intelektual,
pengalaman bayi sebelumnya dan dukungan orang terdekat. Keadaan stres dan
cemas dan depresi dapat mempengaruhi persalinan karena dapat mempengaruhi
kontraksi yang dapat mempengaruhi proses persalinan, untuk itu sangat penting
bagi bidan dalam mempersiapkan mental ibu menghadapi proses persalinan.
5) Penolong
Penolong persalinan bertugas mengantisipasi dan menangani komplikasi yang
mungkin terjadi pada ibu dan janin dan proses persalinan sangat tergantung dari
kemampuan,keterampilan,dan kesiapan penolong dalam menghadapi proses
persalinan.
Seorang bidan harus bekerja sesuai dengan standar yang telah ditentukan dan
untuk pertolongan persalinan ditetapkan stadar asuhan persalinan normal (APN) yang
terdiri dari 58 langkah dengan tetap memperhatikan 5 aspek benang merah asuhan
persalinan normal yakni,membuat keputusan klinik,asuhan sayang ibu dan sayang
bayi,pencegahan infeksi, pencatatan atau rekamedik asuhan persalinan dan rujukan
(Liliyana, 2011).

F. Perubahan Fisiologis persalinan


1) Perubahan Sistem Reproduksi
a) Segmen atas rahim dan segmen bawah rahim
Dalam persalinan segmen atas rahim sangat berperan aktif karena berkontraksi
dan dindingnya bertambah tebal dengan majunya persalinan dan mendorong
anak keluar. Sebaliknya segmen bawah rahim memegang peranan pasif makin
tipis dengan majunya persalinan karena meregang sebagai persiapan jalan untuk
dilalui bayi.
b) Bentuk rahim
Pada tiap kontraksi sumbu panjang rahim bertambah panjng sedangkan ukuran
melintang berkurang. Hal ini mengakibatkan tulang punggung menjadi lebih
lurus sehingga bagian atas janin tertekan pada fundus dan bagian bawah janin
masuk ke PAP dan juga otot-otot memanjang diregang dan menarik pada SBR
dan serviks.
c) Vagina dan dasar panggul
Dalam kala I ketuban kut meregangkan bagian atas vagina yang sejak awal
mengalami perubahan sehingga dapat dilalui bayi.perubahan pada dasar panggul
terjadi bila kepala bayi sudah maju yang menyebabkan adanya penipisan.
d) Perubahan Serviks
Perubahan serviks yang terjadi adalah adanya pendataran atau pemendekan dari
kanalis servikalis yang semula panjang namu sekarang menjadi satu lubang saja
dengan tepi yang tipis. Perubahan ini juga ditandai dengan adanya pembukaan
yang disebabkan oleh pembesaran ostiumeksternum yang dipersiapkan untuk
menjadi jalan lahir bayi.
2) Kardiovaskuler
Tekanan darah meningkat karena adanya kontraksi uterus yakni sistol meningkat
10-20 mmHg dan diastol meningkat 5-10 mmHg.
3) Metabolisme
Selama persalinan metabolisme karbohidrat aerobik maupun anaerobik akan
meningkat secara terus menerus karena kecemasan serta kegiatan otot
tubuh.kenaikan metabolisme tercermin dengan kenaikan suhu badan, denyut
jantung, pernafasan, curah antung dan kehilangan cairan.
4) Ginjal
Selama persalian terjadi peningkatan produksi urin karena peingkatan filtrasi
glomerulus serta aliran plasma ginjal.
5) Gastrointestinal
Gerakan lambung dan penyerapan makanan berkurang selama persalinan. Terjadi
peningkatan asam lambung menyebabkan aktivitas pencernaan hampir berhenti
dan juga pengosongan lambung menjadi sangat lamban.
6) Hematologi
Selama persalinan terjadi peningkatan hemoglobin 1,2 mg/100ml dan sel darah
putih sebesar 5000-15000, dan gula drah akan berkurang semua ini dikarenakan
ada peningkatan kontraksi uterus dan otot-otot tubuh.
7) Endokrin
Sistem endokrin akan diaktifkan selama persalinan karena terjadi penurunan kadar
progesterone dan peningkatan estrogen, prostaglandin dan oksitosin.

G. Tahapan persalinan (kala Persalinan)


1) Kala I (Pembukaan)
Merupakan waktu untuk pembukaan servik sampai menjadi pembukaan lengkap
10 cm. Inpartu (partus mulai) ditandai dengan keluarnya lendir bercampur darah
(bloody show),karena serviks mulai membuka (dilatasi) dan mendatar
(efficcement). Darah berasal dari pecahnya pembuluh darah kapiler sekitar kanalis
servikalis karena pergeseran ketika serviks mendatar dan terbuka. Kala
pembukaan dibagi atas 2 fase, yaitu :
a) Fase Laten
Dimana pembukaan serviks berlangsung lambat, sampai pembukaan 3 cm
berlangsung dalam 7-8 jam.
b) Fase Aktif
 Periode akselerasi: berlangsung 2 jam, pembukaan menjadi 4 cm.
 Periode dilatasi maksimal (steady)
Selama 2 jam pembukaan beerlangsung cepat menjadi 9 cm.
c) Periode Deselerasi
Berlangsung lambat, dalam waktu 2 jam pembukaan menjadi 10 cm atau
lengkap. Frekuensi dan lama kontraksi uterus akan meningkat secara bertahap
(kontraksi dianggap adekuat/memadai jika terjadi tiga kali atau lebih dalam
waktu 10 menit, dan berlangsung selama 40 detik atau lebih). Dari
pembukaan 4 cm hingga mencapai pembukaan lengkap atau 10 cm, akan
terjadi dengan rata-rata 1 cm per jam 9 (nulipara atau primigravida) atau lebih
dari 1 cm hingga 2 cm (multipara). Terjadinya penurunan bagian terbawah
janin.

2) Kala II (Kala Pengeluaran Janin)


Merupakan kala pengeluaran janin, waktu uterus dengan kekuatan his ditambah
kekuatan mengedan mendorong janin keluar hingga lahir. Pada kala pengeluaran
janin, his terkoordinir, kuat, cepat, dan lebih lama, kira-kira 2-3 menit sekali.
Kepala janin telah turun masuk ruang panggul sehingga terjadilah tekanan pada
otot-otot dasar panggul yang secara reflektoris menimbulkan rasa mengedan.
Karena tekanan pada rectum, ibu merasa seperti mau buang air besar dengan tanda
anus terbuka. Pada waktu his, kepala janin mulai kelihatan, vulva membuka dan
peerinium meregang. Dengan his mengedan yang terpimpin, akan lahirlah kepala,
diikuti oleh seluruh badan janin. Kala II pada primi: 1 ½ jam – 2 jam, pada multi
½ jam – 1 jam.

3) Kala III (Kala Pengeluaran Uri)


Menurut Lailiyana (2011), Kala tiga dimulai setelah lahirnya bayi dan berakhirnya
dengan lahirnya plasenta dan selaput janin.
a) Tujuan manajemen aktif kala III. Untuk menghasilkan kontraksi uterus yang
lebih efektif, sehingga dapat memperpendek waktu kala III persalinan dan
mengurangi kehilangan darah di bandingkan dengan penatalaksanaan
fisiologis.
b) Keuntungan manajemen aktif kala III
 Kala III persalinan lebih singkat
 Mengurangi jumlah kehilangan darah
 Mengurangi kejadian retensio plasenta
c) Manajemen aktif kala III
Melakukan peregangan tali pusat terkendali. Tanda-tanda lepasnya plasenta:
 Perubahan ukuran dan bentuk uterus
 Tali pusat memanjang
 Semburan darah tiba-tiba
d) Pemijatan fundus uteri (Masase)
Segera lakukan massase pada fundus uteri minimal 15 kali dalam 15 detik
setelah plasenta lahir.
4) Kala IV
Merupakan masa 1-2 jam setelah plasenta lahir. Dalam klinik, atas pertimbangan-
pertimbangan praktis masih diakui adanya kala IV persalinan meskipun masa
setelah plasenta lahir adalah masa dimulainya masa nifas (puerperium), mengingat
pada masa ini sering timbul perdarahan.

H. Penapisan Ibu Bersalin


Rujuk ibu, apabila didapati salah satu atau lebih gejala penyulit seperti berikut :
1) Pernah di operasi seksio sesaria (ada riwayat bedah sesar),
2) Perdarahan pervagina( jalan lahir) selain lender bercampur darah,

3) Persalinan kurang bulan (usia kehamilan kurang dari 37 minggu),

4) Ketuban pecah dengan mekonium yang kental (cairan berwarna keruh),

5) Ketuban pecah sudah lama (lebih dari 24 jam),

6) Ketuban pecah pada persalinan kurang bulan (kurang dari 37 minggu),

7) Ikterus,
8) Anemia berat,

9) Tanda/gejala infeksi

10) Preeklampsia/hipertensi dalam kehamilan (tekanan darah lebih 160/110),

11) Tinggi fundus  40 cm/lebih (perut bumil lebih besar dari pada orang hamil biasanya),

12) Gawat janin ( ada tanda gerakan janin berkurang dari 10 gerakan dalam 1 hari),

13) Primipara dalam fase aktif persalinan dengan palpasi kepala janin masih 5/5,

14) Presentasi bukan kepala (letak bayi sungsang),

15) Presentasi ganda,

16) Kehamilan ganda (bayinya kembar)

17) Tali pusat menumbung,

18) Syok

2.2 MANAJEMEN KEBIDANAN


Langkah – langkah asuhan kebidanan menurut varney (1997), yaitu sebagai berikut :
A. Langkah I : Pengumpulan Data Dasar
Langkah pertama merupakan awal yang akan menentukan langkah berikutnya.
Mengumpulkan data adalah menghimpun informasi tentang klien/orang yang
meminta asuhan. Kegiatan pengumpulan data dimulai saat klien masuk dan
dilanjutkan secara terus menerus selama proses asuhan kebidanan berlangsung,
data dapat dikumpulkan dari berbagai sumber. Sumber yang dapat memerikan
informasi paling akurat yang dapat diperoleh secepat mungkin dan upaya sekecil
mungkin.Pasien adalah sumber informasi yang akurat dan ekonomis, yang di
sebut sebagi sumber data primer. Sumber data alternatif atau sumber data skunder
adalah data yang sudah ada, praktikan kesehatan lain dan anggota keluarga.
Tekhnik pengumpulan data ada tiga yaitu ; Observasi, dimana pengumpulan data
melalui indra penglihatan (perilaku, tanda fisik, kecacatan, ekspresi wajah),
pendengaran (bunyi batuk, bunyi nafas), penciuman (bau nafas, bau luka),
perdaban (suhu badan, nadi). Wawancara, dimana pembicaraan terarah yang
umumnya dilakukan pada pertemuan tatap muka.
Dalam wawancara yang penting di perhatikan adalah data yang ditanyakan di
arahkan data yang relefan, dan Pemeriksaan, dimana pengumpulan data yang
dilakukan dengan memakai instrument/alat mengukur. Dengan tujuan untuk
memastikan batas dimensi angka, irama kuantitas. Misalnya pengukuran tinggi
badan dengan meteran, berat badan dengan timbangan, tekanan darah dengan
tensimeter. Data secara garis besar diklasifikasikan sebagai data subyektif dan
data obyektif. Pada waktu mengumpulkan data subyektif harus mengembangkan
hubungan antar personalyang efektif dengan pasien/klien/yang diwawancarai,
lebih diperhatikan hal-hal yang menjadi keluhan utama pasien dan mencemaskan,
berupa pendapatan data/fakta yang sangat bermakna dalam kaitan dengan masalah
pasien (Mufdillah, dkk 2012: 111-113).
Untuk memperoleh data dilakukan dengan cara, anamneses dengan melakukan
tanya jawab untuk memperoleh data meliputi : riwayat kesehatan, riwayat
reproduksi : riwayat haid, riwayat obstetri, riwayat kehamilan, persalinan dan
nifas, riwayat ginekologi, riwayat KB, riwayat pemenuhan kebutuhan dasar, data
sosial ekonomi dan psikologi.Dan pemeriksaan fisik, yang meliputi keadaan
umum klien, tanda-tanda vital dan pemeriksaan fisik dilakukan secara inspeksi,
palpasi, perkusi, auskultasi dan dilakukan pemeriksaan penunjang bila perlu.
Tahap ini merupakan langkah yang menentukan langkah berikutnya. Kelengkapan
data yang sesuai dengan kasus yang dihadapi akan menentukan proses interpretasi
yang benar atau tidak dalam tahap selanjutnya, sehingga dalam pendekatan ini
harus komprehensif meliputi data subjektif, objektif dan hasil pemeriksaan
sehingga dapat menggambarkan kondisi atau masukan klien yang sebenarnya.
Pada persalinan kala I umumnya klien akan mengeluh tentang keadaannya dimana
klien merasakan mules pada perut bagian bawah yang menjalar kepinggang, dan
klien juga mengatakan bahwa terdapat pengeluaran lender bercampur dengan
darah, serta sifat nyeri yang dirasakan semakin lama semakin sering dan
bertambah kuat.
Pada persalinan kala II umumnya ibu akan merasakan adanya dorongan kuat
untuk meneran, adanya tekanan pada anus dan tampak perineum menonjol, vulva,
dan spingter ani membuka. Pada persalinan kala III akan tampak pengeluaran
plasenta dimana tali pusat akan bertambah panjang yang di sertai dengan adanya
semburan darah dan terjadi perubahan bentuk dan tinggi fundus uteri. Serta pada
persalinan kala IV atau kala obserfasi akan di tandai dengan kontraksi uterus yang
baik, dan tanda-tanda vital dalam batas normal pada 2 jam post partum, dengan
pemantauan 15 menit pada jam pertama dan 30 menit pada jam kedua post
partum.
B. Langkah II : Interpretasi Diagnosa atau Masalah Aktual
Pada langkah ini dilakukan identifikasi yang benar terhadap diagnose atau
masalah dan kebutuhan klien berdasarkan interpretasi yang benar atas data - data
yang di kumpulkan. Data dasar yang sudah dikumpulkan di interpretasikan
sehingga di temukan masalah atau diagnose yang spesifik. Langkah awal dari
perumusan masalah/diagnosa kebidanan adalah pengelolahan/analisa data yang
menggabungkan dan menghubungkan satu dengan lainnya sehingga tergambar
fakta (Mufdillah, dkk 2012: 113).
Pada kala I persalinan, lama pembukaan yang berlangsung pada primigravida
yaitu berlangsung selama 12 jam sedangkan pada multigravida berlangsung
selama 8 jam yang dimulai dari pembukaan 0 cm sampai pembukaan 10 cm.
Pada fase laten persalinan yang dimulai sejak awal kontraksi menyebabkan
penipisan dan pembukaan serviks secara bertahap yang berlangsung hingga
serviks membuka kurang dari 4 cm yang umumnya berlangsung selama 8 jam.
Kemudian pada fase aktif persalinan frekuensi dan kontraksi uterus meningkat
secara bertahap (kontraksi dianggab adekuat/memadai jika terjadi tiga kali atau
lebih dalam 10 menit, dan berlangsung selama 40 detik atau lebih), dari
pembukaan 4 cm hingga mencapai pembukaan 10 cm dengan kecepatan rata-rata
1 cm per jam pada multigravida dan primigravida, atau lebih dari 1 sampai 2 cm
multigravida. Pada kala I persalinan juga perlu adanya pemeriksaan tanda-tanda
vital sekitar 2 atau 3 jam dan memperhatikan agar kandung kemih selalu kosong,
serta pemantauan denyut jantung janin ½ jam sampai 1 jam.
Pada kala II persalinan, dimulai dari pembukaan serviks sudah lengkap (10 cm)
dan berakhir dengan lahirnya bayi, pada kala II his menjadi lebih kuat, lebih
sering dan semakin lama. Proses ini berlangsung selama ± 1,5 jam pada
primigarvida dan ± 0,5 jam pada multigravida. Ibu akan merasakan adanya
dorongan kuat untuk meneran bersama dengan adanya kontraksi, adanya tekanan
pada anus dan tampak perineum menonjol, vulva dan sfingter ani membuka, serta
meningktnya produksi pengeluaran lender bercampur darah. tanda pasti kala II di
tentukan melalui pemeriksaan dalam yang hasilnya pembukaan serviks telah
lengkap dan terlihatnya bagian kepala bayi melalui introitus vagina. Pada kala III
persalinan, dimulai sejak lahirnya bayi hingga lahirnya plasenta yang berlangsung
tidak lebih dari 30 menit setelah penyuntikan oksitosin. Pada manajemen aktif
kala III ini bertujuan untuk menghasilkan kontraksi uterus yang lebih efektif
sehingga mencegah terjadinya perdarahan dan mengurangi kehilangan
darah.Tanda-tanda pelepasan plasenta yaitu terjadinya perubahan bentuk dan
tinggi fundus, tali pusat memanjang, dan terjadinya semburan darah secara
mendadak dan singkat. Pada kala IV persalinan, dimulai dari lahirnya plasenta
sampai 2 jam pertama post partum, dimana pemantauan dilakukan dengan
mengobservasi tanda-tanda vital pasien, kontrasi uterus, perdarahan dan kandung
kemih pada15 menit pada jam pertama dan 30 menit pada jam kedua post partum.
C. Langkah III : Mengidentifikasi Diagnosa Atau Masalah Potensial
Pada langkah ini kita mengidentifikasi masalah atau diagnosa potensial lain
berdasarkan rangakaian masalah dan diagnose yang sudah diidentifikasi. Langkah
ini membutuhkan antisipasi, bila memungkinkan dilakukan pencegahan, sambil
mengamati klien bidan diharapkan dapat bersiap – siap bila diagnose/masalah
potensial ini benar – benar terjadi(Mufdillah, dkk 2012: 117).
Pada langkah ini kita mengidentifikasi masalah atau diagnosis potensial lain
berdasarkan rangkaian masalah dan diagnosis yang sudah diidentifikasi. Langkah
ini membutuhkan antisipasi, bila memungkinkan dilakukan pencegahan, sambil
mengamati klien, bidan dapat diharapkan bersiap-siap bila diagnose/masalah
potensial ini benar-benar terjadi. Pada langkah ini penting sekali melakukan
asuhan yang aman.
Dalam mengidentifikasi diagnose atau masalah potensial dilakukan
pengantisipasian penanganan yang kemungkinan muncul pada kala I yaitu
terjadinya kala I lama, peningkatan atau penurunan tanda-tanda vital, DJJ kurang
dari 100 atau lebih dari 180 kali/menit, terjadinya perdarahan pervaginam selain
dari lender dan darah, ketuban pecah yang bercampur dengan mekonium kental
yang di sertai dengan tanda gawat janin, kontraksi uterus kurang dari 2 kontraksi
dalam 10 menit dan berlangsung kurang dari 20 detik serta tidak di temukan
perubahan serviks dalam 1-2 jam, pembukaan serviks mengarah ke sebelah kanan
garis waspada pada partograf.
Pada kala II persalinan, kemungkinan masalah yang dapat terjadi yaitu, terjadinya
kala II lama yang di sertai dengan partus macet/kasep, dimana partograf melewati
garis waspada, terjadinya distosia bahu, kontraksi tidak teratur dan kurang, tanda-
tanda vital meningkat, dan ibu tampak kelelahan.
Pada manajemen aktif Kala III persalinan, masalah yang dapat terjadi yaitu
diantaranya terjadinya perdarahan pervaginam dikarenakan terjadinya laserasi
jalan lahir, atonia uteri karena kontraksi uterus yang tidak baik, dan terjadinya
retensio plasenta dimana plasenta belum lahir 30 menit setelah bayi lahir.
Dan pada Kala IV persalinan, masalah yang dapat terjadi yaitu terjadinya
perdarahan pervaginam dengan pembekuan darah yang banyak, tanda-tanda vital
melawati batas normal dimana tekanan darah dan suhu tubuh meningkat, kontraksi
uterus yang tidak baik.
D. Langkah IV : Mengidentifikasi dan Menetapkan Kebutuhan Yang Memerlukan
Penanganan Segera.
Beberapa data menunjukan situasi emergensi dimana bidan perlu bertindak segera
demi keselamatan ibu dan bayi, beberapa data menunjukan situasi yang
memerlukan tindakan segera sementara menunggu intruksi dokter. Mungkin juga
memerlukan konsultasi dengan tim kesehatan lain. Bidan mengevaluasi situasi
setiap pasien untuk menetukan asuhan pasien yang paling tepat. Langkah ini
mencerminkan kesinambungan dari proses manajemen kebidanan (Mufdillah, dkk
2012: 117-178). Dalam persalinan tindakan yang memerlukan penanganan segera
diantaranya: Pada kala I persalinan yaitu terjadinya kala I lama yang
mengakibatkan tanda gawat janin, ketuban pecah yang bercampur mekonium
kental, dan kontraksi uterus kurang dari 2 kontraksi dalam 10 menit dan
berlangsung dari 20 detik serta tidak di temukan perubahan serviks dalam 1-2 jam
atau pembukaan serviks mengarah ke sebelah kanan garis waspada pada partograf.
Pada kala II persalinan, kemungkinan masalah yang dapat terjadi yaitu, terjadinya
kala II lama yang di sertai dengan partus macet/kasep, dimana partograf melewati
garis waspada, terjadinya distosia bahu, kontraksi tidak teratur dan kurang, tanda-
tanda vital meningkat, dan ibu tampak kelelahan. Pada manajemen aktif Kala III
persalinan, masalah yang dapat terjadi yaitu diantaranya terjadinya perdarahan
pervaginam dikarenakan terjadinya laserasi jalan lahir, atonia uteri karena
kontraksi uterus yang tidak baik, dan terjadinya retensio plasenta dimana plasenta
belum lahir 30 menit setelah bayi lahir. Dan pada Kala IV persalinan masalah
yang dapat terjadi yaitu terjadinya perdarahan pervaginam dengan pembekuan
darah yang banyak, tanda-tanda vital melawati batas normal dimana tekanan darah
dan suhu tubuh meningkat, kontraksi uterus yang tidak baik.
E. Langkah V : Merencanakan Asuhan Yang Komprehensif/Menyeluruh
Pada langkah ini di rencanakan asuhan yang menyeluruh ditentukan oleh langkah
sebelumnya. Langkah ini merupakan kelanjutan manajemen terhadap diagnose
atau masalah yang telah diidentiikasi atau antisipasi, pada langkah ini
informasi/data dasar yang tidak lengkap di lengkapi (Mufdillah, dkk 2012). Setiap
rencana asuhan haruslah disetujui oleh kedua belah pihak, yaitu oleh bidan dan
klien agar dapat dilaksanakan dengan efektif karena klien merupakan bagian dari
pelaksanaan rencana tersebut.
Rencana yang dibuat harus rasional dan benar-benar valid berdasarkan
pengetahuan dan teori yang up to date serta evidance terkini serta sesuai dengan
asumsi tentang apa yang akan dilakukan klien. Adapun penatalaksanaan yang
diberikan pada persalinan normal yaitu, memantau perubahan tubuh ibu untuk
menentukan apakah persalinan dalam kemajuan yang normal, memeriksa perasaan
ibu dan respon fisik terhadap persalinan, membantu ibu memahami apa yang
sedang terjadi sehingga ia berperan serta aktif dalam menentukan asuhan.
Membantu keluarga dalam merawat ibu selama persalinan, menolong kelahiran
dan memberikan asuhan pasca persalinana dini, dan mengenali masalah
secepatnya dan mengambil keputusan yang tepat guna dan tepat waktu (efektif
dan efisien).
Perencanaan asuhan tindakan yang perlu dilakukan juga dapat berupa,
pemantauan terus menerus kemajuan persalinan mengunakan partograf,
pemantauan TTV ibu dan keadaan janin, memenuhi kebutuhan nutrisi dan
dehidrasi ibu, menganjurkan ibu perubahan ambulasi dan posisi ibu,
menganjurkan tindakan yang memberikan pada rasa nyaman, serta menganjurkan
keluarga member dukungan.
F. LangkahVI : Melaksanakan Perencanaan dan Penatalaksanaan
Pada langkah keenam ini rencana asuhan menyeluruh seperti yang telah diuraikan
pada langkah ke 5 dilaksankan secara efisien dan aman. Perencanaan ini bisa
dilakukan seluruhnya oleh bidan atau sebagian dilakukan oleh bidan dan sebagian
oleh klien atau anggota tim kesehatan lainnya.
G. Langkah VII : Evaluasi Pada langkah ini dilakukan evaluasi keevektifan dari
asuhan yang sudah diberikan meliputi pemenuhan kebutuhan akan bantuan
apakah benar – benar telah terpenuhi sesuai dengan kebutuhan sebagaimana telah
diidentifikasi di dalam masalah dan diagnose. Rencana tersebut dapat dianggab
efektif jika memang benar efektif dalam pelaksanaannya.Ada kemungkinan
bahwa sebagian rencana tersebut telah efektif sedangkan sebagian belum efektif
(Mufdillah, dkk 2012: 118-119).
BAB III
TINJAUAN KASUS

3.1 PENGKAJIAN
A. Data Subyektif
Tanggal : 16 Desember 2022 Jam 06.00 WIB
Biodata
Nama Istri : Ny.A Nama Suami : Tn. N
Usia : 19 th Usia : 27 th
Agama : Islam Agama : Islam
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Kary. Swasta
Pendidikan : SMP Pendidikan : SMA
Alamat : Dusun Wotgalih 04/01, Desa Rejoyoso, Kec. Bantur

1. Alasan Kunjungan
Ibu mengeluh perut terasa kenceng-kenceng dan mules-mules.
2. Keluhan Utama
Kenceng-kenceng sejak tadi malam jam 23.30 dan keluar lendir darah.
3. Data Kebidanan
a) Riwayat Menstruasi
Menarche : 11 tahun
Banyaknya : 4-5 kali ganti pembalut
Siklus : 28 hari
b) Siklus Perkawinan
Kawin/tidak kawin : Kawin ke 1
Usia Kawin : 18 tahun
Lama Perkawinan : 1 tahun
c) Riwayat kehamilan, persalinan, dan nifas yang lalu
Ibu mengatakan ini kehamilannya yang pertama
d) Riwayat Keluarga Berencana
Ibu belum pernah menggunakan KB
e) Riwayat Kehamilan Sekarang
Hamil ke berapa :1
HPHT : 7-3-2022
HPL : 14-12-2022
UK : 40 Minggu
ANC berapa kali : 8 Kali
Trimester I : 2 x di Puskesmas. 1 x di Dokter, keluhan mual
Trimester II : 1 x di Puskesmas, 1 x di Bidan, keluhan tidak ada
Trimester III : 3 x di Bidan, 1 x di Dokter, keluhan tidak ada
Riwayat Penyakit Keturunan : tidak ada

4. Data Kesehatan
a) Data Kesehatan Sekarang
Ibu sedang tidak menderita penyakit berat seperti penyakit jantung, ginjal,
kanker, tidak menderita penyakit menurun seperti kencing manis, cacat, ayan,
penyakit kuning, tekanan darah tinggi, penyakit jiwa, sesak napas, tidak
menderita penyakit menular seperti batuk lama, tidak memiliki riwayat kembar
dan tidak pernah terkena malaria.
b) Data Kesehatan Keluarga
Dalam keluarga tidak ada yang menderita penyakit berat seperti penyakit
jantung, ginjal, kanker, tidak ada yang menderita penyakit menurun seperti
kencing manis, cacat, ayan, penyakit kuning, tekanan darah tinggi, penyakit
jiwa, tidak ada yang menderita penyakit menular seperti batuk lama, tidak
memiliki riwayat kembar.
c) Data Kesehatan Yang Lalu
Ibu tidak pernah menderita penyakit berat seperti penyakit jantung, ginjal,
kanker, tidak pernah menderita penyakit menurun seperti kencing manis, cacat,
ayan, penyakit kuning, tekanan darah tinggi, penyakit jiwa, sesak napas, tidak
menderita penyakit menular seperti batuk lama, tidak memiliki riwayat kembar
dan tidak pernah terkena malaria.
5. Riwayat Pemenuhan Kebutuhan Dasar
a) Kebutuhan nutrisi Kebiasaan:
 Pola makan : nasi, sayur, lauk
 Frekuensi : 3 kali sehari
 Kebutuhan minum : 6-8 gelas per hari
Selama inpartu:
 Ibu makan, tetapi hanya sedikit dan lebih banyak minum
b) Kebutuhan Eliminasi Kebiasaan:
 BAK : 5-6 kali sehari, warna kuning muda, bau amoniak.
 BAB : 1 kali sehari, konsistensi padat, warna kuning.
c) Personal hygiene Kebiasaan:
 Mandi, 2 kali sehari (pagi dan sore) dengan menggunakan sabun mandi.
 Sikat gigi, 2 kali (setelah makan dan sebelum tidur) dengan menggunakan
pasta gigi
 Keramas, 3 kali seminggu dengan menggunakan shampo.
 Ganti pakaian, 2 kali sehari
Selama inpartu:
 Ibu sudah mandi dan sikat gigi
d) Kebutuhan istirahat dan tidur Kebiasaan
 Tidur siang tidak teratur, tidur malam 6-8 jam
Selama inpartu :
 Ibu belum tidur

B. Data Obyektif
1. Pemeriksaan Umum
a) Keadaan Umum : Baik
b) Kesadaran : Composmentis
c) Vital Sign
Tekanan Darah : 100/70 mmHg
Nadi : 86 x/m
Suhu : 36,60C
Pernafasan : 24 x/m
BB : 53 kg
TB : 153 cm
LILA : 23 cm

2. Pemeriksaan Fisik
a) Abdomen
 Striae : livida
 Linea : nigra
 Gerakan Janin : aktif
 Mc. Donald : TFU 31 cm
 Pemeriksaan palpasi :
Leopold I : TFU 2 jari dibawah PX, teraba lunak, bulat (bokong)
Leopold II : Teraba keras memanjang seperti papan disebelah kiri (PUKI)
Leopold III : Teraba bulat, keras, bulat tidak dapat digoyangkan (kepala)
Leopold IV : kepala sudah masuk panggul (divergen)
DJJ : 144 x/m
Kontraksi : 3 x 10’ lamanya 30”
b) Genetalia Eksterna
 Oedem : -/-
 Varises ` : -/-
 Infeksi : -/-
 Kelenjar bartolini : -
 Anus : tidak ada hemoroid
Focus pengkajian inpartu :
 Pengeluaran Pervaginam
Lendir Darah :+
Air Ketuban :-
Mekonium :-
 Periksa Dalam
Pukul : 06.00
Pembukaan : 6 cm
Eff : 50%
Ketuban :+
Bagian Terendah : Kepala
Bagian Terdahulu : UUK Jam 1
Hodge :I
Mollase :0
Penurunan Kepala : 3/5

3.2 IDENTIFIKASI MASALAH/DIAGNOSA


Data Dasar
Diagnosa: Ny. A Usia 19 Tahun G1P0Ab0 UK 40 Minggu Dengan Inpartu Kala I
Fase Aktif Keadaan Ibu dan Janin Baik.
Masalah : Tidak Ada

3.3 ANTISIPASI MASALAH

Tidak ada masalah

3.4 IDENTIFIKASI TINDAKAN SEGERA

Tidak ada

3.5 INTERVENSI
Tanggal : 16 Desember 2022 Jam : 06.15 WIB
1) Jelaskan pada ibu tentang hasil pemeriksaan
2) Anjurkan ibu untuk makan nasi dan minum (teh, susu, air putih) untuk menambah
energi saat meneran, ibu bersedia minum susu
3) Anjurkan ibu untuk mobilisasi dengan berjalan-jalan, kemudian menggoyangkan
panggul ke kanan dan kekiri jika ingin istirahat dengan tidur miring kiri supaya
kenceng-kencengnya semakin sering dan pembukaannya semakin cepat, ibu
mengerti dan mau melakukan salah satu dari gerakan tersebut
4) Ajarkan teknik bernafas saat timbul nyeri yaitu tarik nafas dari hidung dikeluarkan
dari mulut agar O2 dari ibu ke janin tetap baik, ibu mengerti dan menirukan apa
yang diajarkan bidan.
5) Anjurkan ibu untuk kencing karena kandung kemih yang penuh dapat
memperlambat penurunan kepala janin.
6) Diskusikan dengan ibu untuk siapa yang mendampingi saat persalinan apakah
suami atau keluarga yang lain, ibu sepakat untuk didampingi ibunya dan suami
7) Lakukan observsasi kemajuan persalinan dengan partograf, hasil terlampir di
partograf.
8) Siapkan alat yang akan digunakan untuk persiapan persalinan yaitu partus set yang
terdiri dari amniotomi, gunting episiotomi, 2 klem, gunting tali pusat, klem tali
pusat, kassa, dan spuit berisi oksitosin, penghisap lendir, pengikat tali pusat, serta
heating set.
9) Observasi tanda-tanda kala II seperti dorongan meneran, tekanan anus, perineum
menonjol, vulva membuka.

3.6 IMPLEMENTASI
1) Menjelaskan pada ibu tentang hasil pemeriksaan
 Tekanan Darah : 100/70 mmHg
 Nadi : 86 x/m
 Suhu : 36,60c
 Pernafasan : 24 x/m
 BB : 53 kg
 TB : 153 cm
 LILA : 23 cm
 Pembukaan : 6 cm
 DJJ : 144 x/m
2) Menganjurkan ibu untuk makan nasi dan minum (teh, susu, air
putih) untuk menambah energi saat meneran, ibu bersedia minum susu
3) Menganjurkan ibu untuk mobilisasi dengan berjalan-jalan,
kemudian menggoyangkan panggul ke kanan dan kekiri jika ingin istirahat dengan
tidur miring kiri supaya kenceng-kencengnya semakin sering dan pembukaannya
semakin cepat, ibu mengerti dan mau melakukan salah satu dari gerakan tersebut
4) Mengajarkan teknik bernafas saat timbul nyeri yaitu tarik nafas dari
hidung dikeluarkan dari mulut agar O2 dari ibu ke janin tetap baik, ibu mengerti
dan menirukan apa yang diajarkan bidan.
5) Menganjurkan ibu untuk kencing karena kandung kemih yang
penuh dapat memperlambat penurunan kepala janin.
6) Mendiskusikan dengan ibu untuk siapa yang mendampingi saat
persalinan apakah suami atau keluarga yang lain, ibu sepakat untuk didampingi
ibunya dan suami
7) Melakukan observsasi kemajuan persalinan dengan partograf, hasil
terlampir di partograf.
8) Menyiapkan alat yang akan digunakan untuk persiapan persalinan
yaitu partus set yang terdiri dari amniotomi, gunting episiotomi, 2 klem, gunting
tali pusat, klem tali pusat, kassa, dan spuit berisi oksitosin, penghisap lendir,
pengikat tali pusat, serta heating set.
9) Mengobservasi tanda-tanda kala II seperti dorongan meneran,
tekanan anus, perineum menonjol, vulva membuka.

3.7 EVALUASI
Tanggal : 16 Desember 2022 Jam : 06.45 WIB
1. Ibu mengerti dengan keadaannya sekarang
2. Ibu melakukan teknik pernafasan dalam untuk mengurangi nyeri
3. Ibu bersedia untuk makan dan minum
4. Ibu bersedia untuk jalan-jalan agar pembukaan berjalan lancar.
CATATAN PERKEMBANGAN
(PERSALINAN KALA II)

Tanggal : 16 Desember 2022 Jam : 09.30 WIB


Tempat : PMB Odrika Puspa Anggraeni, S.Tr.Keb.

A. DATA SUBYEKTIF
Kenceng semakin sering dan ingin meneran seperti ingin BAB.

B. DATA OBYEKTIF
Keadaan Umum : Baik
Kesadaran : Composmentis
TD : 120/80 mmHg
Nadi : 88 x/m
Pernafasan : 24 x/m
S : 36,80 c
Abdomen : His 4 x 45”
Genetalia :
Pemeriksaan Dalam
 Vulva/vagina : lendir darah
 Pembukaan : 10 cm
 Eff : tidak teraba
 Ketuban : utuh
 Bagian terendah: kepala
 Bagian terdahulu: Ubun-ubun kecil
 Hodge : III +
 Mollase :0

C. ANALISA DATA
G1P0Ab0 dengan Inpartu Kala II
D. PENATALAKSANAAN
16-12-2022 09.30 1. Sudah ada tanda gejala kala II
 Adanya dorongan ingin meneran
 Adanya tekanan pada anus
 Perineum menonjol
 Vulva membuka
2. Mengecek kelengkapan alat
3. Menggunakan celemek
4. Menyimpan perhiasan
5. Memakai sarung tangan DTT
6. Memasukkan oksigen
7. Membersihkan vulva dan perineum
8. Lakukan pemeriksaan dalam
9. DTT sarung tangan
10. Mengobservasi DJJ dan kontraksi
Evaluasi : Sudah di lakukan
11. Menjelaskan hasil pemeriksaan kepada ibu dan
keluarga bahwa pembukaan sudah lengkap dan bayi akan segera
lahir
Evaluasi : Ibu dan keluarga memahami dan mengetahui hasil
pemeriksaan
12. Membantu pasien mengambil posisi yang nyaman
Evaluasi : Pasien dalam posisi litotomi
Melakukan pertolongan persalinan sesuai APN dengan cara
13. Membimbing ibu meneran
14. Meletakkan handuk di atas perut ibu
15. Lipat 1/3 bagian kain bersih, letakkan di baah
bokong ibu
16. Buka partus set
17. Pakai sarung tangan DTT
18. Jika kepala sudah tampak 5-6 cm di vulva, lindungi
perineum dan kepala bayi sambil tetap menganjurkan ibu untuk
meneran saat ada kontraksi
19. Dengan lembut menyeka muka, mulut dan hidung
bayi dengan kain atau kasa yang bersih.
20. Periksa adanya lilitan tali pusat
21. Tunggu kepala bayi putar paksi luar
22. Setelah janin menghadap paha ibu, tempatkan
kedua telapak tangan biparietal kepala janin, tarik secara hati –
hati ke arah bawah sampai bahu anterior/depan lahir, kemudian
tarik secara hati – hati ke atas sampai bahu posterior / belakang
lahir. Bila terdapat lipatan tali pusat yang telalu erat hingga
menghambat putaran paksi luar atau lahirnya bahu, minta ibu
berhenti meneran, denga perlindungan tangan kiri, pasang klem
di dua tempat pada tali pusat dan potong tali pusat di antara dua
klem tersebut
23. Setelah bahu lahir, tangan kanan menyangga
kepala, leher dan bahu janin bagian posterior dengan posisi ibu
jari pada leher (bagian bawah kepala) dan ke empat jari pada
bahu dan dada / punggung janin, sementara tangan kiri
memegang lengan dan bahu janin bagian anterior saat badan
dan lengan lahir
24. Setelah badan dan lengan lahir, tangan kiri
menyusuri pinggang ke arah bokong dan tungkai bawah janin
untuk memegang tungkai bawah (selipkan jari telunjuk tangan
kiri di antara kedua lutut janin)
25. Setelah seluruh badan bayi lahir pegang bayi
bertumpu pada lengan kanan sedemikian rupa sehingga bayi
menghadap kea rah penolong. Nilai bayi, kemudian letakkan
bayi diatas perut ibu dengan posisi kepala lebih rendah dari
badan (bila tali pusat terlalu pendek, letakkan bayi di tempat
yang memungkinkan)
26. Segera mengeringkan bayi, membungkus kepala
bayi dan badan bayi kecuali bagian tali pusat
27. Menjepit tali pusat dengan klem kira – kira 3 cm
dari umbilicus bayi. Melakukan urutan tali pusat ke arah ibu
dan memasang klem di antara kedua 2 cm dari klem pertama
28. Memegang tali pusat di antara 2 klem
menggunakan tangan kiri, dengan perlindungan jari – jari
tangan kiri, memotong tali pusat diantara kedua klem. Bila bayi
tidak bernapas spontan lihat penanganan khusus bayi baru lahir
29. Mengganti pembungkus bayi denga kain kering
dan bersih, membungkus bayi hingga kepala
30. Memberikan bayi pada ibu untuk disusui bila ibu
menghendaki
Evalusai : Bayi lahir spontan, pukul 10.25 WIB, Jenis kelamin
laki-laki, menangis spontan, warna kulit kemerahan, dan tonus
otot baik, apgar 8-9
CATATAN PERKEMBANGAN
(PERSALINAN KALA III)

A. DATA SUBYEKTIF
Ibu senang atas kelahiran bayinya, Perut terasa Mules.

B. DATA OBYEKTIF
Keadaan Umum : Baik
Kesadaran : Composmentis
Uterus : Globuler
Terdapat Semburan darah
TFU : Setinggi pusat

C. ANALISA DATA
P1Ab0 dengan Inpartu Kala III

D. PENATALAKSANAAN

Tanggal / Tindakan
jam
16-12-2022 1. Meletakkan kain yang bersih dan kening. Melakukan
Jam : 10.25 palpasi abdomen untuk menghilangkan kemungkinan adanya bayi
kedua.
2. Memberi tahu ibu akan di suntik
3. Menyuntikkan oksitosin 10 unit secara intra muskuler
pada bagian luar paha kana 1/3 atas setelah melakukan aspirasi
terlebih dahulu untuk memastikan bahwa ujung jarum tidak mengenai
pembuluh darah
4. Memindahkan klem pada tali pusat hingga jarak 5-10 cm dari vulva
5. Meletakkan tagan kiri di atas shympisis menahan bagian
bawah uterus, sementara tangan kanan memegang tali pusat
menggunakan klem atau kain kasa dengan jarak 5-10 cm dari vulva
6. Saat kontraksi, memegang tali pusat dengan tangan
kanan sementara tangan kiri menekan uterus dengan hati – hati ke
arah dorso cranial. Bila uterus tidak segera berkontraksi, minta ibu
atau keluarga untuk melakukan stimulasi putting susu
7. Minta ibu untuk meneran sedikit sementara tangan kanan
menarik tali pusat ke rah bawah kemudian ke atas sesuai dengan
kurva jalan lahir hingga plasenta tampak pada vulva
8. Setelah plasenta tampak di vulva, teryskan melahirkan
plasenta degan hati – hati. Bila perlu (terasa ada tahanan), pegang
plasenta dengan kedua tangan dan melakukan putaran searah untuk
membantu pengeluaran plasenta dan mencegah robeknya selaput
ketuban
9. Segera setelah plasenta lahir, melakukan masase pada
fundus uteri dengan menggosok fundus secara sirkuler menggunakan
bagian palmar 4 jari tagan kiri hingga kontraksi uterus baik ( fundus
uteri keras)
10. Memeriksa kedua sisi plasenta baik yang menempel ke
ibu maupun janin dan selaput ketuban untuk memastik bahwa selaput
ketuban lengkap dan utuh. Meletakkan plasenta di dalam kantung
plastik atau tempat khusus.
11. Mengevaluasi adanya aserasi pada vagina dan perineum
dan segera menjahit laserasi yang mengalami perdarahan aktif.
Evaluasi : Plasenta lahir lengkap pada pukul 10.30 WIB
CATATAN PERKEMBANGAN
(PERSALINAN KALA IV)

A. DATA SUBYEKTIF
Perut terasa Mules.

B. DATA OBYEKTIF
Keadaan Umum : Baik
Kesadaran : Composmentis
Kontraksi Uterus : Baik
TFU : 2 jari bawah pusat
Genetalia : Tidak ada luka robekan perineum

C. ANALISA DATA
P1Ab0 dengan Inpartu Kala IV

D. PENATALAKSANAAN

Tanggal/Jam Tindakan
16-12-2022 1. Menilai ulang uterus dan memastikannya berkontraksi
Jam 10.40 dengan baik. Mengevaluasi perdarahan per vaginam.
2. Mencelupkan kedua tangan yang memakai sarung tangan
ke dalam larutan klorin 0,5%, membilas kedua tangan yang masih
bersarung tangan tersebut dengan air disinfeksi tingkat tinggi dan
mengeringkannya dengan kain yang bersih dan kering.
3. Menempatkan klem tali pusat disinfeksi tingkat tinggi
atau steril atau mengikatkan tali disinfeksi tingkat tinggi dengan
simpul mati di sekeliling tali pusat sekitar 1 cm dan pusat
4. Mengikat satu lagi simpul mati di bagian tali pusat yang
berseberangan dengan simpul mati yang pertama.
5. Melepaskan klem bedah dan meletakkannya di dalam
larutan klorin 0,5%
6. Menyelimuti kembali bayi dan menutupi bagian
kepalanya. Memastikan handuk atau kainnya bersih dan kering.
7. Menganjur ibu untuk memulai pemberian ASI.
8. Lanjutkan pemantauan terhadap kontraksi uterus, tanda
perdarahan pervaginam dan tanda vital ibu
9. Mengajarkan ibu / keluarga untuk memeriksa uterus
yang memiliki kontraksi baik dan mengajarkan masase uterus apabila
kontraksi uterus tidak baik
10. Mengevaluasi jumlah perdarahan yang terjadi
11. Memeriksa tekanan darah, nadi dan keadaan kandung
kemih setiap 15 menit selama satu jam pertama pascapersalinan dan
setiap 30 menit selama jam kedua pascapersalinan.
12. Menempatkan semua peralatan di dalam larutan klorin
0,5% untuk dekontaminasi (10 menit).Mencuci dan membilas
peralatan setelah didekontaminasi
13. Menempatkan semua peralatan di dalam larutan klorin
0,5% untuk dekontaminasi (10 menit).Mencuci dan membilas
peralatan setelah didekontaminasi
14. Membersihkan ibu dengan menggunakan air disinfeksi
tingkat tinggi.Membersihkan cairan ketuban, lendir dan darah.
Membantu ibu memakai pakaian yang bersih dan kering
15. Memastikan bahwa ibu nyaman. Membantu ibu
memberikan ASI. Menganjurkan keluarga untuk memberikan ibu
minuman dan makanan yang diinginkannya
16. Mendekontaminasi daerah yang digunakan untuk
melahirkan dengan larutan klorin 0,5% dan membilasnya dengan air
bersih.
17. Mencelupkan sarung tangan kotor ke dalam larutan
klorin O, membalikkan bagian dalam ke luar dan merendamnya
dalam larutan klorin 0,5% selarna 10 menit
18. Mencuci kedua tangan dengan sabun dan air mengalir.
19. Melengkapi partograf

HASIL PEMANTAUAN KALA IV


Jam TFU UC Kandung Pendarahan
Waktu TD N S
ke kemih
1 10.45 120/80 86 2 jari bawah pusat Baik Kosong ± 5 CC
11.00 110/80 84 2 jari bawah pusat Baik Kosong ± 10 CC
369
11.15 110/70 84 2 jari bawah pusat Baik Kosong ± 25 CC
11.30 100/70 85 2 jari bawah pusat Baik Kosong ± 30 CC
2 12.00 100/70 82 2 jari bawah pusat Baik Kosong ± 45 CC
367
13.30 100/70 80 2 jari bawah pusat Baik Kosong ± 50 CC
BAB IV
PENUTUP

4.1 KESIMPULAN
Persalinan Ny. A terjadi pada tanggal 16-12-2022 mulai pukul 06.00 WIB di PMB
Odrika Puspa Anggraeni, S.Tr. Keb. Pada saat pengkajian data didapatkan Ny.A dalam
pembukaan 6 cm, efficment 50%, Ketuban (+), kepala, UUK jam 1, Hodge I, molase 0
dan hasil dicatat dalam lembar observasi partograf. Pada tanggal 16-12-2022 pukul
10.25 WIB bayi lahir. Berdasarkan hasil pengkajian dapat disimpulkan proses
persalinan Ny.A berlangsung normal. Lama kala I pada Ny. A berlangsung 3 jam, kala
II 55 menit, kala III 5 menit, dan kala IV dilakukan pemantauan selama 2 jam post
partum.

4.2 SARAN

a. Bagi Penulis
Memberikan asuhan secara tepat dan sesuai dengan kebutuhan.
b. Bagi Klien
Meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan selama hamil sampai penggunaan
kontrasepsi terutama mengenai tanda bahaya dan komplikasi persalinan.
c. Bagi Lahan Praktek
Lahan praktek sebaiknya dapat memberikan asuhan sesuai dengan standar
pelayanan kesehatan selama masa hamil
d. Bagi Institusi Pendidikan
Diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan bagi mahasiswa dengan
menyediakan fasilitas sarana dan prasarana yang mendukung peningkatan
kompetensi mahasiswa sehingga dapat menghasilkan bidan yang berkualitas.
DAFTAR PUSTAKA

Dinkes. 2013. Profil Kesehatan Kota Malang. Malang: DINKES. Kota Malang.

__________. 2014. Infodatin Pusat Data dan informasi Kesehatan Republik Indonesia.
Jakarta selatan: Kemenkes RI.

Hidayat, A., & Sujiatini. 2010. Asuhan Kebidanan Persalinan . Yogyakarta: Nuha Medika.

Notoatmodjo, S. 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nurasiah, A., Ani, R., & Dewi, L. B. 2014. Asuhan persalinan Normal Bagi Bidan.
Bandung: Revika Aditama.

Nursalam. 2013. Metodelogi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Oxorn, H & Wiliiam, R. 2010. Ilmu Kebidanan Patologi dan Fisiologi Persalinan.
Yogyakarta: Yayasan essentia Medika.

Prawirohardjo, S. 2010. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Bina Pustaka.

Purwati, A & Sulistiyah. 2017. Buku Ajar Asuhan Kebidanan Persalinan dan Bayi Baru
Lahir. Malang: CV. IRDH.

Sondakh, J,J. 2013. Asuhan Kebidanan Persalinan & Bayi Baru Lahir. Jakarta: Erlangga.

Anda mungkin juga menyukai