POA Pelayanan Kesehatan Gigi SLB Aisyiyah
POA Pelayanan Kesehatan Gigi SLB Aisyiyah
diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah pelayanan asuhan
keperawatan gigi dan mulut pada kelompok berkebutuhan khusus
Disusun oleh :
DINE ALIA
P2.06.25.0.12.010
Mengetahui,
A. Latar Belakang
Pembangunan kesehatan merupakan bagian pembangunan bidang sosial
budaya dan kehidupan beragama yang diarahkan untuk mencapai sasaran
peningkatan kualitas sumber daya manusia yang ditandai dengan meningkatnya
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Pembangunan Gender (IPG),
yang didukung oleh tercapainya penduduk tumbuh seimbang serta makin kuatnya
jati diri dan karakter bangsa (Kemenkes R.I, 2010).
Undang Undang Dasar 1945 dan konstitusi organisasi kesehatan dunia
(WHO) serta Undang Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang kesehatan
merupakan bahwa setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh
derajat kesehatan yang optimal (Depkes R.I, 2009). Visi Kementrian Kesehatan
yaiu “Masyarakat Sehat Yang Mandiri dan Berkeadilan”, dengan tujuan
terselenggaranya pembangunan kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya
(Kemenkes R.I, 2010).
Kesehatan adalah hak asasi manusia dan sekaligus merupakan investasi
sumber daya manusia serta memiliki konstribusi yang besar untuk meningkatkan
Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM) oleh karena itu menjai suatu keharusan
bagi suatu pihak untuk memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatan
demi kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia. Guna mewujudkan hal tersebut,
pembangunan kesehatan Indonesia diarahkan untuk mencapai visi ”Indonesia
sehat 2010”, yaitu masa depan dimana bangsa Indonesia hidup dalam lingkungan
sehat, mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu, adil dan merata
sehingga memiliki derajat kesehatan yang optimal (Depkes R.I, 2005).
Kesehatan merupakan investasi untuk mendukung pembangunan
ekonomi serta memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan.
Pembangunan kesehatan harus dipandang sebagai suatu investasi untuk
meningkatkan kualitas sumber daya manusia sesuai dengan Undang-Undang
Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan. Pembangunan kesehatan pada
hakekatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa
Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan
kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan
masyarakat yang setinggi-tingginya.
Derajat kesehatan masyarakat suatu negara dipengaruhi oleh keberadaan
sarana kesehatan. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
menyatakan bahwa fasilitas pelayanan kesehatan adalah suatu alat dan/atau tempat
yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik
promotif, preventif, kuratif, maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh pemerintah,
pemerintah daerah, dan masyarakat. Pelayanan upaya kesehatan di puskesmas
tertuang dalam berbagai kegiatan pokok puskesmas, diantaranya yaitu kegiatan
kunjungan puskesmas, kegiatan KIA, perencanaan kesehatan masyarakat,
kegiatan kesehatan mata, pelayanan medik dasar kesehatan gigi, kesehatan
lingkungan, laboratorium dan masalah penyakit yang ada di masyarakat, termasuk
didalamnya usaha kesehatan sekolah serta kesehatan gigi dan mulut.
Pelayanan kesehatan gigi dan mulut sebagai bagian integral dari pelayanan
kesehatan secara keseluruhan telah menetapkan indikator status kesehatan gigi
dan mulut masyarakat yang mengacu pada Global Goals for Oral Health 2020
yang dikembangkan oleh FDI, WHO dan IADR. Salah satu program teknis dari
Departemen of Non-communicable Disease Prevention and Health Promotion
yang mewadahi program kesehatan gigi dan mulut secara global adalah WHO
Global Oral Health Programme (GOHP). Program ini menyarankan negara-
negara di dunia untuk mengembangkan kebijakan pencegahan penyakit gigi dan
mulut serta promosi kesehatan gigi dan mulut. Kebijakan ini juga mendukung
integrasi program kesehatan gigi dan mulut dengan program kesehatan umum.
Salah satu aksi prioritas dari GOHP, khususnya untuk anak sekolah dan remaja
adalah promosi kesehatan gigi di sekolah.
Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) adalah upaya kesehatan
masyarakat yang ditujukan untuk memelihara, meningkatkan kesehatan gigi dan
mulut seluruh peserta didik di sekolah binaan yang ditunjang dengan upaya
kesehatan perorangan berupa upaya kuratif bagi individu (peserta didik) yang
memerlukan perawatan kesehatan gigi dan mulut.Untuk kesehatan gigi dan mulut,
Riskesdas 2018 mencatat proporsi masalah gigi dan mulut sebesar 57,6% dan
yang mendapatkan pelayanan dari tenaga medis gigi sebesar 10,2% (Riskesdas,
2018). Adapun proporsi perilaku menyikat gigi dengan benar sebesar 2,8%. SD
UKGS adalah suatu SD yang melaksanakan kegiatan UKGS yaitu perawatan,
kegiatan penyuluhan kesehatan gigi untuk seluruh murid, pencegahan serta
pemeriksaan kebersihan gigi dan mulut.
Tujuan UKGS: 1.Tujuan Umum: Tercapainya derajat kesehatan gigi dan
mulut peserta didik yang optimal. 2.Tujuan Khusus: a). Meningkatnya
pengetahuan, sikap dan tindakan peserta didik dalam memelihara kesehatan gigi
dan mulut. b). Meningkatnya peran serta guru, dokter kecil, orang tua dalam
upaya promotif-preventif. c). Terpenuhinya kebutuhan pelayanan medik gigi dan
mulut bagi peserta didik yang memerlukan.
Pelaksanaan UKGS dapat dilakukan beberapa tahap yaitu: 1) Tahap I
UKGS merupakan upaya kesehatan gigi dan mulut pada anak SD yang belum
terjangkau oleh tenaga kesehatan gigi tetapi dilakukan oleh tenaga kesehatan lain
dan staf pengajar pada sekolah tersebut, 2) Tahap II UGKS dilakukan oleh tenaga
kesehatan gigi dengan menggunakan sarana kesehatan gigi yang terbatas dan 3)
Tahap III UKGS merupakan pelayanan kesehatan gigi dan mulut bagi siswa yang
sudah terjangkau oleh tenaga kesehatan gigi dan sarana yang memadai.
Pemerintah menargetkan UKGS jangka panjang 2020 yaitu : a). Angka
bebas karies (gigi bercampur) umur 6 tahun =>50% b). Angka bebas karies kelas
6 =>70%. C). DMF-T usia 12 tahun =< 1 d. PTI =50% e. Angka Dentally Fit
kelas 6 =>85% (Kemenkes RI, 2012).
B. Rumusan Masalah
Sejauh mana peranan Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut Sekolah (UKGS)
dalam menurunkan angka karies gigi di SLB Aisyiyah Singaparna Kabupaten
Tasikmalaya.
C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Mengetahui status kebersihan gigi dan mulut, def-t, DMF-T dan status
mempertahankan gigi pada murid SLB Aisyiyah Singaparna Kabupaten
Tasikmalaya.
2. Tujuan Khusus
1) Promotif
Mengetahui pengaruh perubahan kemandirian menyikat gigi murid SLB
Aisyiyah Singaparna setelah diberikannya penyuluhan pentingnya menjaga
kesehatan gigi dan mulut.
2) Preventif
Mengetahui perubahan nilai kebersihan gigi dan mulut pada murid SLB
Aisyiyah Singaparna Kabupaten Tasikmalaya.
3) Kuratif Sederhana
1. Mengetahui perubahan nilai rata-rata def-t sebelum dan sesudah
dilakukannya pelayanan asuhan.
2. Mengetahui perubahan nilai rata-rata DMF-T sebelum dan sesudah
dilakukannya pelayanan asuhan.
3. Mengetahui perubahan banyaknya gigi goyang sebelum dan sesudah
dilakukannya pelayanan asuhan.
D. Kegiatan
Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan dalam pelayanan asuhan
kesehatan gigi dan mulut di SLB Aisyiyah Singaparna, adalah:
1. Pemberitahuan kepada PKM Singaparna dalam rangka kegiatan pemeriksaan
kesehatan gigi dan mulut
2. Perizinan Kepala Sekolah SLB Aisyiyah Singaparna, perizinan stap Guru
pengajar dan Wali kelas, persiapan alat dan bahan.
3. Survei awal
4. Promotif (standar penyuluhan kesehatan gigi dan mulut)
5. Preventif (standar sikat gigi massal, standar rujukan pembersihan karang gigi
dan standar ART)
6. Kuratif (standar rujukan dan pencabutan pada gigi sulung grade 3 sampai 4)
7. Evaluasi berupa survei akhir
E. Asumsi
1. Asumsi positif
a. Kerjasama antara mahasiswa dengan pihak guru
b. Menjalin hubungan baik dengan guru dan para siswa
c. Meningkatkan pengetahuan yang cukup untuk pemberian penyuluhan tentang
kesehatan gigi
d. Menciptakan suasana yang menyenangkan.
2. Asumsi negatif
a. Siswa dan orang tua yang akan dilakukan tindakan tidak mengunjungi PKM
b. Penyuluhan kurang berjalan dengan baik karena siswa tidak bisa focus dalam
penerimaan materi penyuluhan.
c. Sarana dan prasarana kurang memadai
F. Sasaran
1. Sasaran langsung : Siswa anak asuh 3 orang dari kelas 2C dan 5 orang dari
kelas 5C di SLB Aisyiyah Singaparna Kabupaten Tasikmalaya.
2. Sasaran tidak langsung : seluruh siswa SLB Aisyiyah Singaparna.
G. Waktu
Lamanya rencana kegiatan yang akan dilaksanakan dirinci dalam tabel
“Schedule Time” agar pelaksanaannya sesuai tepat waktu yang telah ditentukan.
Organisasi dalam struktur organisasi kegiatan Pelayanan Asuhan Kesehatan Gigi
dan Mulut SLB Aisyiyah Singaparna adalah pihak yang bersangkutan seperti
Kepala Sekolah di dukung oleh guru-guru. Tenaga pelaksana adalah mahasiswa
Keperawatan Gigi.
H. Pengumpulan Data
1. Data Umum
a. Keadaan Geografis
Nama Sekolah : : SLB Aisyiyah Singaparna
NIS / NSS : : 1102150002 / 802021224001
NPSN : : 20268131
Status Sekolah : : Swasta
Nomor/ Tanggal Akte Notaris : 23628/MPK/74 Tanggal 24-07-1974
Tahun Berdiri : 1986
Nomor/ Tanggal Ijin Operasional
: 009/SLB/JB/I/1986 Tanggal 30-01-
1986
Nomor/ Tanggal Akreditasi : 02.00. Lb. 0015. 06 Tanggal 26-01-
1. SDLB 2006 (B)
2. SMPLB : Lb. 002838 Tanggal 19 Oktober 2016
(A)
3. SMALB : Belum Diakreditasi
NPWP : 20.015.206.4-425.000
Telepon : (0265) 541537
E-mail : Slbaisyiyah2020@gmail.com
Website -
:Tunanetra, Tunarungu, Tunagrahita,
Jenis Kelainan ditangani
Tunadaksa dan Autis
Nama Kepala Sekolah : Tini Surtini, M.Pd
NIP : 196912111997022002
Alamat Sekolah : Kampus Pendidikan Muhammadiyah
Cikedokan
Kelurahan : Singaparna
Kecamatan : Singaparna
Kabupaten/ Kota : Kab. Tasikmalaya
Provinsi : Jawa Barat
Nama Yayasan : Aisyiyah
Alamat Yayasan : Kampus Pendidikan Muhammadiyah
:
Cikedokan
Kode Pos : : 4641
b. Keadaan Demografi
Tabel 1
Satuan Pendidikan SDLB
Kelas Kelas Kelas Kelas Kelas Kelas
Jenis
I II III IV V VI Jumlah
Kelainan
L P L P L P L P L P L P
A 1 1 2
B 1 5 6 2 1 15
C
C1 4 3 14 6 8 4 13 3 8 1 6 6 75
D
Autis
Kesulitan
Belajar
5 3 20 13 10 5 13 3 8 1 6 6
Jumlah 92
8 33 15 16 9 12
Tabel 2
Satuan Pendidikan SMPLB
Jenis Kelas VII Kelas VIII Kelas IX
Jumlah
Kelainan L P L P L P
A
B 2 4 6
C
C1 8 4 5 5 2 6 30
D
Autis
10 4 9 5 2 6
Jumlah 36
14 14 8
Tabel 3
Satuan Pendidikan SMALB
Jenis Kelas X Kelas XI Kelas XI
Jumlah
Kelainan L P L P L P
A
B 1 2 1 1 5
C
C1 5 5 1 1 5 3 20
D
Autis
5 6 3 1 6 4
Jumlah 25
11 4 10
2. Data Khusus
a. Ketenagaan
Tabel 4
PENDIDIKAN
PENDIDIK/ TENAGA STATUS
NO JML TERAKHIR
KEPENDIDIKAN
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 6 7 8
1 Kepala Sekolah 1 1 1
1
2 Guru 18 8 18
0
3 Psikolog
4 Pekerja Sosial
6 Pustakawan
7 Terapis
Tenaga Administrasi
8 1 1 1
Sekolah / Operator Sekolah
9 Penjaga Sekolah/ Caraka 1 1 1
10 Instruktur/ Tutor
11 Tenaga lainnya
JUMLAH 21 9 12 1 18 2
Tabel 6
b. Sarana Pendidikan
1) Sarana Ruang Kelas
Tabel 7
18) Sarana
No. Gudang Nama Sarana Jumlah Keterangan
Tabel
1 Meja Pimpinan 2 buah Baik
24
2 kursi pimpinan 4 buah Baik
3 Meja 30 buah Baik
No. Nama Sarana Jumlah Keterangan
4 Kursi 60 buah Baik
15 Peralatan
In focus dan barang-barang 1 buah Rusak
Baik berat
6 yang
Soundsudah tidak terpakai
system 2 buah Baik
7 Keyboard 1 buah Baik
8 Kursi tamu 1 set Baik
9 Kipas angin 2 buah Baik
10 Jam dinding 1 buah Baik
I. Pengolahan Data
Berdasarkan hasil survei diperoleh data sebagai berikut :
Jumlah siswa SD Negeri 3 Cigugur : 94
Jumlah Siswa yang diperiksa : 8
a. Prevalensi Karies
Prevalensi Karies =
∑ Anak terkena karies ×100 %
∑ anak diperiksa
7
Prevalensi kelas1−6= ×100 %=87,5 %
8
b. OHI-S Rata-rata
Rata−RataOHI −S=
∑ OHI −S
∑ Orang diperiksa
12,2
Rata−RataOHI −S= =¿
8
OHI-S = 1,5 (Sedang)
c. DMF-T Rata-rata
Rata−Rata DMF−T =
∑ DMF−T
∑ Orang diperiksa
22
Rata−Rata DMF−T = =2,7
8
Rata−Rata≝−t =
∑ ¿−t
∑ Orang diperiksa
12
Rata−Rata≝−t = =¿1,5
8
def-t = 1,5 (Rendah)
J. Identifikasi Masalah
Masalah yang ditemukan:
1. Prevalensi karies : 87 %
2. OHI-S Rata-rata : 1,5 (sedang)
3. def-t Indeks : 1,5 (rendah)
4. DMF-T Indeks : 2,7 (sedang)
5. PTI : 0%
Tabel 25
Temuan Target
No Masalah Kesenjangan % Ranking
Kasus 2020
1. Prevalensi III
Karies 87% <50% 37% 74%
b)Memberik
an
perlindunga
n khusus
pada gigi
tetap yang
sudah
erupsi
supaya
tidak
terbentuk
karies
b)Memberik
an
penyuluha
n tentang
cara
menyikat
gigi
dengan
teknik
yang baik
dan benar
dengan
waktuyang
tepat.
Keterangan :
U = Urgent (bobot masalah berdasarkan waktu)
S = Serioussnes (bobot masalah berdasarkan kesungguhan/ keseriusan)
G = Growth (Daya ungkit masalah terhadap masalah / pertumbuhan)
M = Magnitude ( besarnya masalah yang dapat diselesaikan)
V = Venerability ( Sensitifitas jalan keluar)
I = Importance ( Pentingnya jalan keluar)
C = Cost/Biaya (efisiensi)
R = Ranking
Dengan demikian alternatif pemecahan masalah diatas diprioritaskan
dengan memberikan perlindungan khusus pada gigi tetap yang sudah erupsi
supaya tidak terbentuk karies.
Setelah data berhasil dikumpulkan, dilanjutkan dengan pengolahan data.
Data tersebut disusun sedemikian rupa sehingga jelas sifat-sifat yang dimilikinya
dan dikelompokan kedalam data umum dan data khusus.
L. Analisa Masalah
Tabel 27
Analisa Masalah Kesehatan Gigi dan Mulut
Rumusan Penyebab Masalah Rumusan Penyebab
Masalah Masalah
Nilai rata-rata a. Input Kurangnya pemahaman
angka PTI siswa 1) SDM orang tua dalam menjaga
SLB Aisyiyah 2) Dana Kesehatan gigi dan mulut
Singaparna 3) Material anaknya
Kabupaten b. Proses
Tasikmalaya c. Lingkungan
1) Geografis
2) Transformasi
1 Mengusulkan 5 4 4 4 20
pengangkatan tenaga
perawat gigi
2 Melatih tenaga 4 3 3 4 9
kesehatan gigi
1. Persiapan
a. Promotif
1. Model Rahang Rp. 282.000,-
Rp. 135.000,-
2. Model sikat gigi
b. Preventif
1. Disclosing
2. Sikat gigi Rp. 387.500,-
Rp. 105.500,-
3. Pasta gigi
c. Kuratif
1. Bahan ART
Rp. 725.500,-
2. Betadine Rp. 338.000,-
3. Kapas
4. Kasa gulung
5. Tissue
6. Alcohol 70%
7. Eugenol
3. Sterilisasi
Rp. 200.000,- Rp. 925.500,-
a. Benicide
b. Aquades
c. Pemeliharaan alat dan sarana
Keterangan :
Program pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut masyarakat ini
dilaksanakan sebagai wujud praktek lapangan di bawah naungan jurusan
keperawatan gigi poltekkes kemenkes tasikmalaya.
Berdasarkan penelitian awal pelayanan asuhan keperawatan gigi dan mulut
di SLB Aisyiyah Singaparna Kabupaten Tasikmalaya tahun 2021 ditemukan
kasus kesehatan gigi dan mulut sebagai berikut:
Hasil Survei Awal Kelas 2C di SLB Aisyiyah Singaparna
Kriteia DMF- Kriteria OHI
No. Nama L/P Umur Kelas d e f def-t D M F DI CI Kriteria
T -S
Sangat Sangat
1 Ainun Nur Asifa P 8 2C 0 0 0 0 4 0 0 4 1,3 0 1,3 Sedang
rendah rendah
Sangat Sangat
2 Alif Nugraha L 8 2C 0 1 0 1 0 0 0 0 1,1 0 1,1 Baik
rendah rendah
Rendah Sangat
3 Muhamad Dikri L 9 2C 0 7 0 7 4 0 0 4 1,6 0 1,6 Sedang
rendah
Jumlah 0 8 0 8 8 0 0 8 4 0 4
Rendah 2, Rendah
Rata rata 0 2,7 0 2,7 0 0 2,7 1,3 0 1,3 Sedang
7
Hasil Survei Awal Kelas 5C di SLB Aisyiyah Singaparna
L/ Kriteri DMF- Kriteria OHI
No. Nama Umur Kelas d e f def-t D M F DI CI Kriteria
P a T -S
Sangat Rendah
1 Nur Ibrahim Siddiq L 11 5C 0 1 0 1 7 0 0 7 2 0,3 2,3 Sedang
rendah
Sangat Sangat
2 Fabian Putra Nugraha L 12 5C 0 2 0 2 2 0 0 2 1,1 0,3 1,4 Sedang
rendah rendah
Rizki Alhakam Sangat Sangat
3 L 11 5C - - - - 0 0 0 0 1,1 0 1,1 Baik
Aonillah rendah rendah
Sangat Sangat
4 Muhammad Sidik L 15 5C - - - - 4 0 0 4 1,6 0 1,6 Sedang
rendah rendah
Rido Alfian Sangat Sangat
5 L 11 5C 0 1 0 1 1 0 0 1 1,8 0 1,8 Sedang
Hidayatulloh rendah rendah
Jumlah 0 4 0 4 14 0 0 14 7,6 0,6 8,2
Sangat Sedang
Rata rata 0 0,8 0 0,8 2,8 0 0 2,8 1,5 0,12 1,64 Sedang
rendah
RENCANA PERAWATAN
No. Nama L/P Umur Prevdent Konservasi Exodontia Observasi Rujukan Ket
2 Alif Nugraha L 8 - V - - 51
No Nama
1 Naufal Hanif
2 Nur Ibrahim Siddiq
4 Rizki Alhakam
Aonillah
14
15
16
17
18
Kesimpulan :
Berdasarkan hasil kegiatan PKL yang dilaksanakan mulai tanggal 03
September sampai tanggal 22 Oktober 2021 telah terdapatnya perubahan pada
tingkat kebersihan gigi dan mulut siswa yaitu terbukti dari hasil servey awal
menunjukan nilai OHI-S 1,5 kriteria sedang menjadi OHI-S 0,5 kriteria baik.
Bebasnya siswa dari karang gigi hal ini terbukti dari hasil scalling
(pembersihan karang gigi) pada siswa yang awalnya nilai CI 0,6 kriteria baik
menjadi CI 0.
Terdapat perubahan nilai D (decay) menjadi F (filling) yaitu sebanyak 12 gigi.
Berkurangnya siswa dari masalah gigi goyang terbukti dari banyaknya gigi
goyang hasil survey awal adalah 12 gigi dan hasil survey akhir adalah 10 gigi.
Adanya kemandirian dan kesadaran siswa dalam pelaksanaan menyikat gigi
dengan baik tanpa bantuan orang lain
03 SEPTEMBER 2021
(Acara Pembukaan PKL)
(Penyuluhan)
24 SEPTEMBER 2021
Kegiatan Penyuluhan Melalui Nyanyian dan Gerak
Pembagian Hasil Pemeriksaan Awal kepada Orang Tua Siswa
01 OKTOBER 2021
Kegiatan Bimbingan PKL Online oleh Dosen Poltekkes Kemenkes
Tasikmalaya
08 OKTOBER 2021
Kegaiatan Perawatan Gigi
15 OKTOBER 2021
Kegiatan Sikat Gigi Masal
22 OKTOBER 2021
Penutupan PKL