0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
251 tayangan15 halaman

Perencanaan Struktur Batang Tarik Kayu

Dokumen tersebut membahas tentang struktur kayu dan bambu khususnya batang tarik. Secara singkat, dokumen menjelaskan tentang perencanaan batang tarik yang meliputi penentuan luas penampang minimum, analisis tegangan pada daerah sambungan, dan contoh perhitungan dimensi batang tarik untuk struktur truss.

Diunggah oleh

Ferrina p.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
251 tayangan15 halaman

Perencanaan Struktur Batang Tarik Kayu

Dokumen tersebut membahas tentang struktur kayu dan bambu khususnya batang tarik. Secara singkat, dokumen menjelaskan tentang perencanaan batang tarik yang meliputi penentuan luas penampang minimum, analisis tegangan pada daerah sambungan, dan contoh perhitungan dimensi batang tarik untuk struktur truss.

Diunggah oleh

Ferrina p.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Struktur Kayu Dan Bambu

Sartika Dewi Usman


Pertemuan 4
Batang Tarik
 Komponen struktur yang mendukung beban aksial tarik
maupun desak sering dijumpai padas struktur rangka kuda-
kuda.
 Gaya aksial tarik maupun desak memiliki garis kerja gaya
yang sejajar dan berhimpit dengan sumbu panjang batang
 Perencanaan komponen struktur tarik bertujuan untuk
mengetahui luas penampang batang minimum yang
diperlukan
 Apabila dimensi komponen struktur tarik telah diitetapkan,
maka analisis berupa check terhadap luas tampang yang telah
dipilih dapat dilakukan
 Pada daerah sambungan, dimana terjadi pengurangan luas tampang
kayu akibat penempatan alat sambung, distribusi tegangan tarik
terjadi tidak secara merata.
 Tegangan tarik pada daerah dekat lubang bisa tiga kali lebih besar
dari pada tegangan tarik netto seperti pada gambar di bawah ini

 Oleh karena itu perencanaan batang tarik harus berdasarkan pada


luas penampang neto ( luas tampang kayu yang telah dikurangi alat
sambung)
 Pada nilai banding luas lubang terhadap luas penampang kayu
( Ah/Ag) yang sama, penurunan kekuatan tarik akibat
beberapa lubang berdiameter kecil ternyata lebih kecil dari
pada batang tarik dengan lubang yang besar tetapi jumlahnya
sedikit
Perencanaan batang tarik
 Batang tarik harus direncanakan untuk memenuhi ketentuan
sebagai berikut :
Tu ≤ λ ϕt T’
Dimana :
Tu : gaya tarik terfaktot,
λ : faktor waktu
Φ : faktor tahanan tarik sejajar serat = 0.8
T’ : tahanan Tarik
Tahanan tarik sejajar serat
 Tahanan tarik komponen struktur tarik terkonsentrasi ( T’)
ditentukan pada penampang neto seperti pada persamaan di
bawah ini :

 Ft adalah kuat tarik sejajar serat terkoreksi dan A adalah luas


penampang neto
 Kuat tarik sejajar serat terkoreksi diperoleh dengan cara
mengalikan kuat tarik sejajar serat acuan dengan nilai faktor
koreksi masa layan seperti pada Persamaan 4.3
 Pengurangan luas tampang kayu akibat penempatan alat sambung
paku dapat diabaikan sehinggaluas penampang bruto sama dengan
luas penampang neto.
 Sedangkan untuk alat sambung baut, pengurangan luas penampang
kayu harus didasarkan pada diameter lubang penuntun (diameter
baut ditambah kelonggaran)
 Diameter lubang penuntun pada alat sambung baut tidak boleh
lebih besar daripada D+0,8mm bila diameter baut (D) kurang dari
12,7 mm, dan tidak boleh lebih besar daripada D+1,6mm untuk
baut berdiameter lebih besar atau sama dengan 12,7 mm
 Bilamana, akibat adanya alat pengencang, letak titik berat
penampang neto menyimpang dari titik berat penampang bruto
sebesar 5% dari ukuran lebar atau lebih maka eksentrisitas lokal
harus ditinjau sesuai dengan prinsip baku mekanika
2. Tahanan tarik tegak lurus serat
 Apabila gaya tarik tegak lurus serat tidak dapat dihindari
maka perkuatan mekanis harus diadakan untuk mampu
memikul gaya tarik yang terjadi
II. Batang Tarik Tersusun
 Komponen struktur tersusun, termasuk batang majemuk rangka
atap, batang diafragma, batang penyokong, dan komponen struktur
serupa, adalah komponen struktur yang terdiri dari dua atau lebih
elemen sejajar yang digabungkan dari bahan dengan tahanan dan
kekakuan yang sama.
 Tahanan komponen struktur tersusun tersebut harus ditentukan
sebagai jumlah dari tahanan elemen masing-masing selama tahanan
sambungannya juga dapat menjamin terjadinya distribusi gaya tarik
aksial di antara elemen-elemen tersebut yang sebanding dengan
luas masing-masing elemen.
 Pengaruh perlemahan akibat sambungan antar elemen harus
ditinjau dalam perencanaan.

III.Contoh perencanaan batang tarik
 Contoh 1

 Rencanakan dimensi batang tarik AB dari struktur truss


seperti pada Gambar di atas. Elemen batang AB terbuat dari
kayu kelas mutu A dengan kode mutu E21, dan alatsambung
yang dipergunakan pada buhul adalah baut. Pembebanan
diperoleh berdasarkan kombinasi 1,4D. Asumsikan semua
nilai faktor koreksi bernilai 1,0
Penyelesaian
 Keseimbangan pada buhul A:

 Menghitung kuat tarik sejajar serat acuan (Ft)


Ft=0,8.Ft(rasio tahanan kayu kelas mutu A = 0,8)
Ft= 0,8x47 = 37,6 MPa
 Menghitung tahanan tarik terkoreksi (T’)
T’ =Ft’.An
T’ =CM.Ct.Cpt.CF.CrtFtAn’
T’ = 1,00x1,00x1,00x1,00x1,00x37,6xAn
 Menghitung kebutuhan luas neto (An)
Tu ≤ λϕT’
66 ≤0,6x0,8x37,6xAn
An≥66.000/18,05
An≥3656 mm2
 Menentukan luas penampang bruto (Ag) Penampang kritis
terjadi pada daerah sambungan. Pengurangan luas penampang
akibat penempatan alat sambung baut diperkirakan sekitar
25%, jadi luas penampang bruto yang diperlukan adalah
Ag= 1,25.An= 4571 mm2
Jadi Dimensi batang AB dipilih 50/120 mm2dengan Ag=
6000 mm2
Contoh 2
 Apabila batang AC pada soal 1 disambungkan ke batang AB
dengan sistem takikan, check kembali apakah dimensi batang
AB 50/120 mm2 masih dapat dipergunakan

Anda mungkin juga menyukai