RANGKAIAN REGISTER
Nama Kelompok : 1. Ari Efendi (04)
2. Febi Mauna Ari Pritama (10)
3. Joela Cataluna Virginia Fouk (11)
4. Luqyano Joefan Sanjaya (12)
5. Putri Karimatul Qolby (19)
I. PENGERTIAN REGISTER
Register adalah suatu rangkaian logika yang dibentuk oleh beberapa flip-flop (JK flip
atau D flip-flop) yang disusun sedemikian rupa sehingga mampu menyimpan dan memproses
informasi dalam bentuk biner. Jumlah flip-flop yang digunakan bergantung pada banyaknya
bit dari informasi yang akan disimpan atau diproses. Register pada peralatan komputer
berfungsi melakukan operasi aritmatik, menyimpan perintah-perintah dan mentrasnfer data
dari satu bagian ke bagian lainnya. Pada peralatan ukur digital, register berfungsi menyimpan
data yang akan ditampilkan sehingga counter bisa melanjutkan tugasnya tanpa kehilangan
informasi sebelumnya. Dengan register kita dapat mengirim data dari suatu unit ke unit lain.
II. JENIS REGISTER
Menurut fungsinya register dapat dibedakan menjadi dua macam:
A. Storage Register
Storage register berfungsi untuk menyimpan informasi untuk sementara waktu. Untuk
membuat storage register kita dapat memanfaatkan flip flop jenis D Flip flop dan JK flip-flop.
Karena D flip flop dan JK flip flop kerjanya dapat menyimpan 1 bit bilangan biner, maka kedua
jenis flip flop ini dapat kita gunakan untuk storage register. Untuk membentuk rangkaian
register yang mampu menyimpan 4 bit diperlukan empat buah flip flip dalam jenis yang sama.
Berikut ini adalah contoh pengunaan D Flip - flop untuk membuat rangkaian storage register.
Pada rangkaian di atas, informasi atau data yang masuk pada input D0, D1, D2, dan D3
biasanya datang dari rangkaian counter atau pencacah. Jika input clock diberika harga 0, maka
informasi apapun yang berada pada input D tidak akan mempengaruhi nilai pada output Q.
Akan tetapi, jika input clock (CLK) diberi nilai 1 maka output Q akan sama nilainya dengan
input D dan seterusnya. Jika input clock (CLK) kembali menjadi 0, maka informasi terakhir
akan tetap tersimpan pada output Q walaupun input D nilainya berubah-ubah. Untuk
membersihkan (refresh) isi memory dapat digunakan input clear.
Sedangkan untuk membentuk storage register dari JK flip flop, maka kita dapat
menyusun rangkaian JK flip-flip seperti terlihat pada gambar berikut ini.
Pada gambar di atas nilai dari input J dan K tergantung pada output Q dan not Q pada
rangkaian counter. Jika input C (clock) = 1, maka informasi yang berada pada output counter
(yang masuk ke input register J dan K) akan berpindah ke output storage register (Q0, Q1, Q2,
Q3). Selanjutnya jika input C (clock) berubah menjadi 0, maka informasi tadi akan tetap
tersimpan walaupun output counter (yang masuk ke input register J dan K) berubah nilainya.
B. Shift Register
Shift register berfungsi untuk memproses informasi. Seperti yang sudah dijelaskan di
atas bahwa register dibentuk dari beberapa buah flip-flop yang mampu menyimpan informasi
dalam bilangan biner (0 atau 1). Setiap bit informasi akan diwakili oleh satu buah flip flop atau
bistabil multivibrator ( D flip-flop atau JK flip-flop). Dengan menghubungkan flip-flop
sedemikian rupa kita dapat membuat informasi bisa dimasukkan untuk disimpan sementara dan
bisa dikeluarkan juga bilamana diperlukan. Register yang bisa melakukan fungsi seperti di atas
deisebut dengan shift register. Shift register dapat dibedakan menjadi empat macam yaitu:
1. Serial In - Serial Out (SISO)
2. Serial In-Parallel Out (SIPO)
3. Parallel In - Serial Out (PISO)
4. Parallel In-Parallel Out (PIPO)
Pada serial paralel shift register, informasi biner yang berbentuk seri dimasukkan dan
disimpan dalam bentukparalel secara bertahap bit per bit. Jika kita ingin menyimpan informasi
4 bit, maka diperlukan 4 pulsa clock yang dimasukkan satu persatu sesuai dengan urutan bit
yang akan disimpan. Rangkaiannya dapat dilihat seperti gambar berikut.
Selain dengan JK flip-flop rangkaian serial paralel shift register juga dapat dibangun
dari D flip-flop.
1. Serial In - Serial Out (SISO)
Dasar register geser empat-bit dapat dirangkai dengan menggunakan empat D
flip flop, seperti yang diperlihatkan di bawah ini.
Data diangkut pada resistor, saat garis kontrol tinggi (HIGH dengankata lain WRITE).
Data dapat digeser keluar dari register saat garis kontrol rendah ( LOW dengan kata
lain READ).
2. Serial In-Parallel Out (SIPO)
Dari jenis register ini, bit-bit data dimasukan secara serial sama artinya sama denga
SISO. Perbedaannya adalah cara dimana bit-bit data dipindahkan dari register. Sekali
data disimpan, setiap bit muncul pada masing-masing baris keluarannya, dan semua bit-
bitnya mampu secara simultan. Contoh sebuah susunan empat bit register SIPO
3. Parallel In - Serial Out (PISO)
D), D1, D2, dan D3 adalah parallel input, dimana D0 adalah most significant bit (MSB)
dan D3 adalah least significantbit (LSB). Untulk menulis data masuk, baris
pengontrolan mode diambil pada rendah dan data di-clock masuk. Data dapat digeser
saat baris control mode tinggi bersamaan SHIFT aktif tinggi. Register menampilkan
operasi geser kanan pada aplikasi satu pulse clock.
4. Parallel In-Parallel Out (PIPO)
Untuk register parallel ini - parallel out, semua bit-bit data muncuk pada keluaran -
keluaran paralel secara mendadak mengikuti masukan yang simultan dari bit-bit data.
Masukan-masukan D dan keluaran Q adalah paralel. Sekali register di-clock, semua
data di D input muncul pada keluaran Q yang berhubungan secara simultan. Contoh dari
register PIPO.