RKS Pembangunan Pusat Literasi
Topik yang dibahas
RKS Pembangunan Pusat Literasi
Topik yang dibahas
B PEKERJAAN DINDING
1 Bata Merah Batu bata merah (dari tanah liat) daerah Produk Lokal
setempat dari kualitas yang baik dengan
ukuran 5 x 10,5 x 22 cm yang dibakar
dengan baik, warna merah merata, keras
dan tidak mudah patah, bersudut
runcing dan rata tanpa cacat
2 Bata Ringan Ukuran yang dipakai 200 x 600 x 100 Hebel, Celcon, Grand
mm, 8.8 buah per m2 Elephant
3 Mortar/ Plester Adukan terdiri dari bahan Dry-Mix dan Mortar Nasional, TOP
air dipakai untuk pemasangan dinding Mortar, Mortar Utama
batu bata ringan. Komposisi adukan
sesuai dengan yang disyaratkan oleh
fabrikan.
4 Dinding Partisi 1. Panel Gypsum Tahan Api T. 12 mm Jayaboard, Royal Board
- 16 mm Fire Rating Hard
2. Papan Gypsum T. 12 mm
5 Rangka Rangka metal untuk pemasangan dan Jayabord, Royal Board
penumpu panel partisi harus terbuat
dari bahan baja ringan lapis seng dan
1
NO. PEKERJAAN SPESIFIKASI TEKNIS PRODUK/MERK
alumunium seperti Zincalume atau
Galvalum.
6 Cubical Toilet Bahan yang digunakan adalah panel Panel solid phenolic
solid phendic berkualitas tinggi yang berkualitas tinggi setara
diperuntukan untuk daerah basah / produk Matrix Cubicles
tingkat kelembaban tinggi setara produk seri 30-50 atau I-Cubix
type SCL 13
2
NO. PEKERJAAN SPESIFIKASI TEKNIS PRODUK/MERK
standar untuk masing-masing pintu
lengkap dengan handle
3
NO. PEKERJAAN SPESIFIKASI TEKNIS PRODUK/MERK
struktural harus merupakan produk
yang dibuat dari bahan silikon dengan
formula khusus sehingga mampu
menahan beban struktural seperti angin
3 Fire Stop (Pada Penetrasi) Pengadaan dan pemasangan Firestop / Lockwell, Carboline
Penyekat Api pada bukaan / penetrasi
jalur kabel power, jalur pipa plumbing,
jalur pipa ducting, dan jalur pipa hydrant
antar lantai dan atau antar ruangan
F PENUTUP PLAFOND
1. Plafond Gypsum Panel Produk yang sesuai daerah tropis, Jayaboard, Royal Board
ketebalan minimal 9 mm, plafond dan 12
mm ,untuk dinding dan ukuran modul
sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja,
atau setara.
Rangka Plafon Metal Furing Galvalum
Rangka Jayaboard, Royal Board
0,45 BMT
2. Plafond Metal Ceilling Tile Aluminium non perforated tile powder AMF Mondena, Dampa,
coating finish 0,6 mm tick (Clip In Tile) Armstrong Tiles
Rangka Rangka Plafon Metal C Chanel Carrier & AMF Mondena, Dampa,
DP 12 Carrier Armstrong Tiles
3. Plafond Calsiboard Panel GRC 9 mm APlus, Royal Board
Rangka Plafond Metal Furing Galvalum
Rangka Jayaboard, Royal Board
0,45 BMT
G PELAPIS LANTAI
1 Homogenous Tile Ukuran 60 x 60 cm Polish, Ukuran 60 x Granito, Niro Granite,
60 cm Unpolish Sierra Tile
2 Floor Hardener Heavy Duty; Fin. Waterproofing + Seperti Sika Grout 214-
Screed 11, Conbextra GPXtra
dari Fosroc
3 Carpet Tile 100% Nylon, Fibre nonwoven fabric for Nora, Tajima, DIM
(backing), Fire Resistance E 1150154
4 Polymer Flooring
Type : Epoxy Coating System (tebal ±500
mic) Propan, Stoneshield, BASF
4
NO. PEKERJAAN SPESIFIKASI TEKNIS PRODUK/MERK
- Good Chemical Resistance
- Slip Resistance
- Dust Proof and Easy to Clean
- Gloss Finish
- Solvent Free
Tahap Aplikasi :
1. Beton Grinding
2. Sealer : CA 0,2 kg/m2
3. Seal Coat : CA 0,2 kg/m2
Top Coat : CA 0,75 kg/m2
H PELAPIS DINDING
1 Homogenous Tile Ukuran 30 x 60 cm, sesuai gambar Granito, Niro Granite,
perencanaan Sierra Tile
2 Alumunium Composite Panel Aluminium Composite Panel (ACP) Fire Seven, Maco, Dekkson
Retardant (FR) / Corrugated, alloy 5005
PVDF dengan skin tick 0,5 mm atas dan
bawah (tertulis dibelakang lembaran
ACP nya)
3 Batu Alam Granit 300 x 300 mm, 300 x 600 mm Nero Assoluto, Imperial
red
4 Granit (Untuk meja counter) 2 cm tick original stone 600 x 600, 1200 Produk Lokal
x 600 (polish)
5 Batu buatan pabrik Batu Goa . 20 x 20 cm Ex. Cisangkan
I PEKERJAAN CAT
1 Cat Dasar - Water-based sealer alkaline resistant Dulux Professional,
untuk permukaan pelesteran, beton, Propan, Mowilex
papan gipsum dan panel kalsium
silikat
- Masonry sealer untuk permukaan
pelesteran yang akan menerima cat
akhir berbahan dasar minyak
- Wood primer sealer good adhesion
untuk permukaan kayu yang akan
5
NO. PEKERJAAN SPESIFIKASI TEKNIS PRODUK/MERK
menerima cat akhir berbahan dasar
minyak
- Solvent-based anti - corrosive zinc
phosphate untuk permukaan
besi/baja
2 Cat Akhir - Economy Acrylic Emulsion Untuk Dulux Professional,
permukaan plafond interior Propan, Mowilex
pelesteran, beton, papan gipsum dan
panel kalsium silikat
- Special Acrylic Emulsion untuk
permukaan dinding interior
pelesteran, beton, papan gipsum dan
panel kalsium silikat
- Acrylic solvent-based finish untuk
permukaan interior pelesteran beton,
papan gipsum dan panel kalsium
silikat
- Alkyd solvent-based gloss/semi gloss
finish untuk permukaan kayu, besi,
dan baja
- Polyurethane solvent - based anti-
corrosive untuk permukaan besi dan
baja
J PEKERJAAN KACA
1 Kaca Canopy Tempred Glass 12 mm clear glass Asahimas, Mulia
2 Kaca Eksterior Stopsol Glass 8 mm mm Asahimas, Mulia
(Supersilvergreen)
3 Kaca Jendela Interior Kaca Tempered Glass 10 mm, Kaca Polos Asahimas, Mulia
6 mm
4 Kaca Cermin Mirror Glass 5 mm Asahimas, Mulia
5 Glass Block Type: Diamond Mulia/ setara
K PEKERJAAN SANITAIR
1 Water Closet Duduk Bahan porselen, lengkap dengan stop TOTO type CW 668J/
kran dan peralatan lain (warna SW 668J, ROCA
standard)
6
NO. PEKERJAAN SPESIFIKASI TEKNIS PRODUK/MERK
2 Water Closet Jongkok Bahan porselen (warna standard) TOTO type CE 6, ROCA
3 Wastafel Meja Porselen lengkap dengan keran, siphon TOTO atau ROCA
dan lain (warna standard)perlengkapan
7
NO. PEKERJAAN SPESIFIKASI TEKNIS PRODUK/MERK
7 Keran Air TOTO type T30ARQ13N,
ROCA
8
NO. PEKERJAAN SPESIFIKASI TEKNIS PRODUK/MERK
11 Soap Holder TOTO type S 156N,
ROCA
L SITE DEVELOPMENT
1 DPT dan Pagar (Precast) Indonusa, BEP
2 Jalan dan Parkir Asphalt
3 Saluran U - DITCH Indonusa, BEP
9
OUTLINE SPESIFIKASI MATERIAL
PEKERJAAN PEMBANGUNAN GEDUNG PUSAT PELAYANAN LITERASI
KEAGAMAAN ISLAM
PEKERJAAN STRUKTUR
1 Pondasi Bore Pile Ø600 - Penulangan tiang menggunakan besi Krakatau Steel, Master Steel
tulangan ulir D19 sebagai tulangan atau setara dengan acuan
utama dengan mutu minimal BJTS- mutu fy 420 Mpa dan sesuai
dengan SNI Baja Tulangan
42 dan Tulangan Ulir D 13- 150
Beton
untuk penulangan sengkang dengan
mutu baja BJTS-42 (Detail Gambar)
- Mutu Beton Ready Mix f’c = 22,5 MPa SCG Jayamix, Dynamix,
Adhimix (Memenuhi Syarat
Sesuai RKS)
2 Pile Cap - Mutu Beton Ready Mix f’c = 25 MPa SCG Jayamix, Dynamix,
Adhimix (Memenuhi Syarat
Sesuai RKS)
D22 mm dan D16 sebagai tulangan utama atau setara dengan acuan
dan D13 mm untuk penulangan badan mutu fy 420 Mpa dan sesuai
B PEKERJAAN UP STRUKTUR
1 Kolom - Mutu Beton Ready Mix f’c = 25 MPa SCG Jayamix, Dynamix,
Adhimix (Memenuhi Syarat
Sesuai RKS)
1
OUTLINE SPESIFIKASI MATERIAL
PEKERJAAN PEMBANGUNAN GEDUNG PUSAT PELAYANAN LITERASI
KEAGAMAAN ISLAM
PEKERJAAN STRUKTUR
2 Sloof, Balok - Mutu Beton Ready Mix f’c = 25 MPa SCG Jayamix, Dynamix,
Adhimix (Memenuhi Syarat
Sesuai RKS)
3 Pelat Lantai - Mutu Beton Ready Mix f’c = 25 MPa SCG Jayamix, Dynamix,
Adhimix (Memenuhi Syarat
Sesuai RKS)
- Penulangan pelat lantai menggunakan Krakatau Steel, Master Steel
besi D10 mm dan D16 atau setara dengan acuan
mutu fy 420 Mpa dan sesuai
dengan SNI Baja Tulangan
Beton
C MATERIAL POKOK
1 Semen PC Type IV Gresik, Tigaroda, Dynamix
3 Besi Tulangan Tulangan ulir dengan tegangan leleh 4200 Krakatau Steel, Master Steel
kg/cm2 dan Tulangan Polos dengan tegangan atau setara dengan acuan
leleh 2800 kg/cm2 mutu fy 420 MPa dan fy 280
MPa atau sesuai dengan SNI
Baja Tulangan Beton
2
OUTLINE SPESIFIKASI MATERIAL
PEKERJAAN PEMBANGUNAN GEDUNG PUSAT PELAYANAN LITERASI
KEAGAMAAN ISLAM
PEKERJAAN STRUKTUR
4 Baja Profil Mutu baja profil beserta tegangan leleh baja Gunung Steel Group (GSG),
yang disyaratkan adalah ST-37 dengan Krakatau Steel, atau sesuai
tegangan leleh baja sebesar 2400 kg/cm2 dengan RKS
sesuai SII
3
OUTLINE SPESIFIKASI MATERIAL
PEKERJAAN PLUMBING & MEKANIKAL
PEMBANGUNAN GEDUNG UNIT PERCETAKAN AL,QUR,AN
1
OUTLINE SPESIFIKASI MATERIAL
PEKERJAAN PLUMBING & MEKANIKAL
PEMBANGUNAN GEDUNG UNIT PERCETAKAN AL,QUR,AN
Daikin, Panasonic,
1 Air Conditioning (AC) Umum Split Unit Sesuai gambar
Toshiba, LG
CONEXA, Panasonic,
2 Exhaust/ Intake Fan Propeller Fan
Kruger
3 Plat Seng BjLs 30,40,50,60,80 Gajah Tunggal, Lokfom
Insulflex , K-Flex,
4 Isolasi Ducting / Pipa Freon XLPE atau NBR
Maxflex
5 Aluminium Foil Double side Polyfoil, Insfoil
6 Ductape Double side PPC, Lenden
Toyooda, Mueller, Apic,
7 Pipa tembaga (Refrigrant) ASTM B2 80 Klas L
DSP
9 Suply Air Diffuser, Grille Aluminium finish catbakar Comfort Aire, Polar Grill
2
OUTLINE SPESIFIKASI MATERIAL
PEMBANGUNAN GEDUNG UNIT PERCETAKAN AL,QUR,AN
PEKERJAAN ELEKTRIKAL
LL
Panel TM 20 KV Incoming : V.C.B Schneider
ABB
Outgoing : V.C.B / LBS Fuse
ULUSOY
Type : Air Insulated
- Breaking Capacity : 16KA – 3 detik
5. Automatic Transfer ATS harus mampu mentransfer antara dua sumber - ASCO
Switch (ATS)
melakukan transfer “brake before make” secara - Onan
otomatis
- Thomson
1
OUTLINE SPESIFIKASI MATERIAL
PEMBANGUNAN GEDUNG UNIT PERCETAKAN AL,QUR,AN
PEKERJAAN ELEKTRIKAL
LS Electric
Terasaki
LS Electric
3. Contactor/Relay Socomec,
Schneider
LS Electric
Kabelindo,
2. Kabel LV Jenis/kapasitas: Sesuai gambar (NYA, NYM, NYY,
Kabelmetal,
NYFGbY)
Supreme
2
OUTLINE SPESIFIKASI MATERIAL
PEMBANGUNAN GEDUNG UNIT PERCETAKAN AL,QUR,AN
PEKERJAAN ELEKTRIKAL
3
OUTLINE SPESIFIKASI MATERIAL
PEMBANGUNAN GEDUNG UNIT PERCETAKAN AL,QUR,AN
PEKERJAAN ELEKTRIKAL
Trias/Legrand,
8. Under Floor Duct
Double-H,Tri abadi
Socomec,
9. Relay Switch Sesuai Gambar
Schneider
LS Electric
Riello, Vektor,
10. UPS Efisiensi > 96%
Delta
Power Factor > 0,96
Thdi < 3%
4
OUTLINE SPESIFIKASI MATERIAL
PEMBANGUNAN GEDUNG UNIT PERCETAKAN AL,QUR,AN
PEKERJAAN ELEKTRIKAL
Schneider, ABB,
13. Box Listrik Unit Box Fiber
Legrand,
LS Electric
EF, KURN,
14. Peredam Petir Bola bergulir, Coverage Area sesuai gambar
Thomas, LPI
perencana
EF, KURN,
15. Arrester Spesifikasi & jumlah : sesuai gambar
Thomas, LPI
CU Rod masip 20 cm
16. Pentanahan Lokal
BC conductor 70 mm
17. Panel Maker Sub Distribution, Power Panel, Lighting Panel CRT, DJE, ICSL,
LS.Electric
18.
19. LVMDP, MDP LVMDP & MDP Type Test Panel, dengan form CRT, DJE, ICSL,
agregasi 3B LS Electric
5
OUTLINE SPESIFIKASI MATERIAL
PEMBANGUNAN GEDUNG UNIT PERCETAKAN AL,QUR,AN
PEKERJAAN ELEKTRIKAL
3 Master Key Telepon C/W disply dan DSS Alcatel, NEC, Siemen,
Panasonic
4 Unintrrupptible Sealed Lead Acid Vektor,Riello, Delta
Power Supply (UPS)
6
OUTLINE SPESIFIKASI MATERIAL
PEMBANGUNAN GEDUNG UNIT PERCETAKAN AL,QUR,AN
PEKERJAAN ELEKTRIKAL
4. Multi Transit Cable Fire rating 2 (dua) jam Pyrotex ,First Cable,
Betaflame
Chrystalized in high temperature at ≥ 800 C
1. Peralatan Utama Sesuai uraian dalam buku RKS TOA, Bosch, Auduc
7
OUTLINE SPESIFIKASI MATERIAL
PEMBANGUNAN GEDUNG UNIT PERCETAKAN AL,QUR,AN
PEKERJAAN ELEKTRIKAL
8
OUTLINE SPESIFIKASI MATERIAL
PEMBANGUNAN GEDUNG UNIT PERCETAKAN AL,QUR,AN
PEKERJAAN ELEKTRIKAL
1. Closed Distribution Frame untuk terminasi OLT Fiber Optik di Ruang Data CISCO, D-LINK,
(CDF) Center. LINKSYS
2. Kotak CDF di setiap Kotak CDF di setiap bangunan merupakan CISCO, D-LINK,
bangunan kotak terminsi kabel UTP ke ONU dengan tipe LINKSYS
dan kapasitas sesuai petunjuk dalam Gambar
Perencanaan, harus memiliki karakteristik
minimal sebagai berikut:
Dapat dipasang Flooer Standng di setiap
gedung,
Mudah di pasang,
Ringan dan Kuat,
Kotak dibuat dari resin daur ulang,
Bagian metal dibuat dari bahan baja anti
karat AISI 304,
Dapat dibuka sampai 90°,
Tahan terhadap UV dengan proteksi
indeks IP 53/54,
Dapat dikunci
9
OUTLINE SPESIFIKASI MATERIAL
PEMBANGUNAN GEDUNG UNIT PERCETAKAN AL,QUR,AN
PEKERJAAN ELEKTRIKAL
3. Kabel Serat Optik Kabel Serat Optik dalam gedung yang keluar MMC, PANDUIT,
atau masuk dari Kotak CDF merupakan serat HELUKABEL
optic jenis Multi Mode.
31.25MHz : 42dB
62.5MHz : 38dB
100MHz : 35dB
10
OUTLINE SPESIFIKASI MATERIAL
PEMBANGUNAN GEDUNG UNIT PERCETAKAN AL,QUR,AN
PEKERJAAN ELEKTRIKAL
Thdi < 3%
11
OUTLINE SPESIFIKASI MATERIAL
PEMBANGUNAN GEDUNG UNIT PERCETAKAN AL,QUR,AN
PEKERJAAN ELEKTRIKAL
12
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
DAFTAR ISI
BAB I
PENJELASAN UMUM
Daftar Isi - i
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
SPESIFIKASI TEKNIS
BAB I
I. URAIAN UMUM
1.1. PEKERJAAN
a. Pekerjaan ini adalah Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi
Keagamaan Islam
Bab 1 - 1
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
Bab 1 - 2
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
Bab 1 - 3
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
Bab 1 - 4
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
Air
Air yang digunakan sebagai media untuk adukan pasangan plesteran, beton
dan penyiraman guna pemeliharaan harus air tawar, tidak mengandung
minyak, garam, asam dan zat organik lainnya yang telah dikatakan
memenuhi syarat, sebagai air untuk keperluan pelaksanaan konstruksi oleh
laboratorium tidak lagi diperlukan rekomendasi laboratorium.
Bab 1 - 5
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
Pasir (Ps)
Pasir yang digunakan adalah pasir sungai, berbutir keras, bersih dari
kotoran, lumpur, asam, garam, dan bahan organik lainnya, yang terdiri atas.
1. Pasir untuk urugan adalah pasir dengan butiran halus, yang lazim
disebut pasir urug.
2. Pasir untuk pasangan adalah pasir dengan ukuran butiran sebagian
terbesar adalah terletak antara 0,075 sampai 1,25 mm yang lazim
dipasarkan disebut pasi pasang
3. Pasir untuk pekerjaan beton adalah pasir cor yang gradasinya
mendapat rekomendasi dari laboratorium.
Bab 1 - 6
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
Bab 1 - 7
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
Kontraktor bisa menggunakan kembali pagar yang sudah ada dengan melakukan
perbaikan-perbaikan terlebih dahulu bila diperlukan.
Bab 1 - 8
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
3.12. PENGUKURAN
a. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi semua pekerjaan pengukuran batas / garis dan elevasi
persiapan lahan dan pekerjaan pengukuran lainnya yang ditentukan dalam
Gambar Kerja dan / atau yang ditentukan Konsultan Pengawas Lapangan/MK
dan termasuk penyediaan team ukur yang berpengalaman dan peralatan
pengukuran lengkap dan akurat yang memenuhi ketentuan spesifikasi ini.
b. Prosedur Umum
a) Data Standar Pengukuran
Standar pengukuran berdasarkan poligon tertutup tiga titik koordinat dan
patok akan disediakan Pemilik Proyek dan akan menjadi patokan
pengukuran yang dilakukan Kontraktor.
Bila Kontraktor berkeberatan atas penentuan sistem koordinat tersebut,
maka dalam 1 (satu) minggu setelah penentuan, Kontraktor dapat
mengajukan keberatan secara tertulis beserta data pendukung untuk
kemudian akan dipertimbangkan oleh Konsultan Pengawas Lapangan/MK.
b) Persyaratan Pengukuran
Kontraktor harus melaksanakan perhitungan pengukuran dan pemeriksaan
untuk mendapatkan lokasi yang tepat sesuai Gambar Kerja dan harus
disetujui Konsultan Pengawas Lapangan/MK.
Setiap kali melakukan pengukuran, pemeriksaan ketepatan harus dilakukan
dengan Poligon tertutup. Kesalahan maksimal yang diijinkan dari Poligon
tertutup adalah sebagai berikut :
Kerangka Horizontal (Poligon) :
Salah pentutup sudut = 10 n
(n = banyak titik / sudut)
Salah relatif 1 /10000
Kerangka Vertikal (Sipat Datar) :
Salah pentutup beda tinggi = 10 D km (mm)
(D = total jarak terpendek)
Semua jarak kemiringan harus dikurangkan ke jarak tegak.
Bab 1 - 9
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
d) Pelaksanaan Pekerjaan
Perhitungan dan Catatan Pengukuran
Catatan lengkap harus mencakup semua pengukuran lapangan, rapih dan
teratur. Pengukuran harus dengan jelas menyebutkan nama proyek, lokasi,
tanggal, nama. Buku yang dijilid harus digunakan untuk catatan.
Catatan lapangan yang terpisah harus dibuat untuk setiap kategori berikut :
o Pemeriksaan melintang
o Ketinggian patok
o Lokasi pengukuran
o Konstruksi pengukuran
o Potongan melintang
e) Pemeriksaan Ketepatan
Semua elemen pengukuran, pemeriksaan dan penyetelah harus diperiksa
Konsultan Pengawas Lapangan/MK pada waktu – waktu tertenu selama
pelaksanaan proyek. Kontraktor harus membantu Konsultan MK selama
pemeriksaan pengukuran lapangan.
Perhitungan berikut harus digunakan untuk memeriksa catatan lapangan:
Kesalahan sudut menyilang e1 = 1’ n
Kesalahan garis menyilang e2 = (L2 + D2)
L = perbedaan antara garis lintang utara dan garis lintang selatan
D = perbedaan antara titik keberangkatan timur dan titik keberangkatan
barat
e
Ketepa tan
perimeter
Pengukuran yang tidak sempurna yang dikerjakan Kontraktor, harus
diperbaiki dan diulang tanpa tambahan biaya.
Kontraktor harus menjaga semua tanda dan garis yang dibutuhkan agar
tetap terlihat jelas selama pemeriksaan.
Setiap pemeriksaan yang dilakukan Konsultan Pengawas Lapangan/MK
tidak membebaskan Kontraktor dari seluruh tanggung jawabnya membuat
pengukuran yang tepat untuk kerataan, elevasi, kemiringan, dimensi dan
posisi setiap struktur atau fasilitas.
Bab 1 - 10
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
b. Konsultan manajemen konstruksi berhak pada setiap waktu yang dianggap perlu
tanpa memberitahukan sebelumnya, untuk mengadakan inspeksi/pemeriksaan :
- Terhadap jenis pekerjaan yang dipersiapkan didalam atau diluar site.
- Terhadap gudang penyimpanan bahan- bahan.
- Terhadap pengolahan material maupun sumber - sumbernya.
c. Bagian-bagian pekerjaan yang telah dilaksanakan tetapi luput dari pengawasan
konsultan manajemen konstruksi tetap menjadi tanggungjawab kontraktor. Jika
diperlukan harussegera dibuka sebagian atau seluruhnya untuk kepentingan
pemeriksaan.
d. Jam kerja normal yang berlaku diproyek ini adalah pukul 07.00 sampai pukul
18.00. Dalam hal kontraktor memerlukan waktu lebih dari yang ditetapkan diatas,
maka harus dimintakan izin tertulis dari konsul- tan manajemen konstruksi, biaya
pengawa- san akibat lembur diluar jam kerja diatas menjadi tanggung-jawab
kontraktor.
Bab 1 - 11
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
yang terjadi sebelumnya. Tindakan tersebut dapat berupa dialihkan nya tugas
termaksud kepada pihak lain dengan biaya dibebankan kepada kontraktor.
c. Apabila ternyata kontraktor tersebut mengalami kebangkrutan (bankrupt) atau
telah terjadi pengambil-alihan oleh pihak lain atas perusahaannya secara hukum
atau tindakan-tindakan lain yang senada dengan tindakan tersebut diatas, maka
pekerjaan kontraktor dibawah kontrak ini akan diadakan tindakan lebih lanjut.
Pekerjaan tersebut dapat dilanjutkan sesuai dengan kontrak tersendiri, hanya
apabila telah terdapat persetujuan antara pemberi tugas dengan pihak lain yang
telah mengambil-alih semua kegiatan kontraktor tersebut.
d. Apabila dengan tindakan seperti tercantum diatas ternyata pekerjaan tidak dapat
berjalan dengan baik dan lancar, maka :
1) Pemberi tugas akan menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan memberikan
kepada pihak lain, dengan menggunakan semua fasiltas dan peralatan yang
telah berada di lapangan seperti bangunan-bangunan darurat, gudang,
peralatan-peralatan kerja, barang- barang, material, termasuk barang-
barang yang telah dibeli (tetapi belum sampai ditempat) yang akan digunakan
untuk mnyelesaikan pekerjaan dilapangan.
2) Bila dipandang perlu oleh pemberi tugas / konsultan manajemen konstruksi
maka dalam waktu 10 (sepuluh) hari sesudah dikenakannya suatu tindakan,
kontraktor harus tetap menyerahkan barang-barang dan material yang
diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan dilapangan sesuai dengan isi
kontrak ini, melalui supplier atau sub-kontraktor yang menyerahkan barang-
barang dan material sesuai dengan kontrak ini, yang mana ternyata sebegitu
jauh belum dibayar oleh kontraktor yaitu dengan memotong bagian yang
harus dibayarkan kepada kontraktor sesuai penilaian prestasi.
3) Apabila dianggap perlu oleh pemberi tugas maka semua barang yang masih
tinggal di lapangan seperti peralatan- peralatan kerja, barangbarang material
dan barang-barang yang disewanya, harus segera dikeluarkan dari lapangan
dan semua biaya untuk hal tersebut menjadi beban kontraktor. Apabila dalam
waktu 7 (tujuh) hari ternyata hal tersebut diatas tidak dilaksanakan, maka
akan diselesaikan menurut kebijaksanaan pemberi tugas, dengan tidak
bertanggung-jawab atas kerusakan atau hilangnya barang-barang tersebut.
Ketentuan tersebut juga berlaku bagi kontraktor yang karena satu dan lain
hal ternyata dihentikan kontrak kerjanya oleh pemberi tugas.
Bab 1 - 12
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
Bab 1 - 13
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
nyata. Untuk itu syarat-syarat yang diwajibkan agar dapat dimulainya pekerjaan,
harus segera dipenuhi.
b. Kontraktor harus mempunyai dan menyediakan atas biayanya sendiri semua
tenaga dan peralatan yang dibutuhkan untuk terlaksananya pekerjaan sesuai
dengan kontrak.
c. Kontraktor harus menyerahkan
Daftar / susunan Staf Pelaksana yang ditempatkan dilapangan.
Daftar dan schedule peralatan yang akan digunakan untuk pelaksanaan.
Detail rencana waktu penyelesaian pekerjaan (time schedule).
Schedule pengadaan meterial.
Dan lain-lain yang diperlukan.
d. Kontraktor harus mematuhi segala peraturan dan ketentuan-ketentuan hukum
yang berlaku, serta instruksi-instruksi tertulis yang dikeluarkan oleh Pemerintah /
Penguasa setempat sehubungan dengan pekerjaan yang akan dilaksanakan.
e. Kontraktor wajib berkoordinasi dengan pihak lainnya dalam kelancaran
pelaksanaan pekerjaan proyek terutama berkoordinasi dengan pihak Sub-
kontraktor langsung dari kontraktor.
f. Sub-kontraktor harus melaksanakan pekerjaannya diselaraskan dengan jadwal
pelaksanaan pekerjaan kontraktor, yang telah disetujui konsultan manajemen
konstruksi dan pemberi tugas. Dalam hal sub-kontraktor tidak mengindahkan
teguran tertulis dari kontraktor dalam hal penyelarasan jadwal dengan
pelaksanaan pekerjaan sub-kontraktor dapat dikenakan sanksi denda/teguran.
g. Kontraktor harus mematuhi segala peraturan dan ketentuan-ketentuan yang
berlaku serta instruksi-instruksi tertulis yang dikeluarkan oleh pemerintah /
penguasa setempat sehubungan dengan pekerjaan yang dilaksanakan
h. Didalam melaksanakan pekerjaan ini, kontraktor harus :
Memperhatikan, melaksanakan dan mengikuti semua ketentuan yang
dikeluarkan oleh kontraktor utama sehubungan dengan fungsinya sebagai
koordinator pelaksanaan pekerjaan sepanjang ketentuan tersebut berhubungan
dengan pelaksanaan kontrak ini.
Bekerjasama dan saling tidak mengganggu dengan pihak lainnya
(kontraktor utama, sub-kontraktor lainnya dan pihak-pihak lain
yang disetujui oleh pemberi tugas untuk melaksanakan pekerjaan
tertentu) didalam melaksanakan pekerjaan yang merupakan bagian
dari pembangunan proyek ini
Menjamin pihak-pihak lainnya sebagai mana tersebut diatas dari
segala macam kerugian yang diderita oleh pihak lain tersebut didalam
melaksanakan pekerjaannya yang disebabkan oleh kelalaian dan
kesalahan sub-kontraktor.
Bab 1 - 14
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
Bab 1 - 15
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
pekerjaan yang harus segera dilaksanakan. Oleh karena itu apabila dalam waktu
2 (dua) hari tidak dikeluarkan instruksi tertulis, hal tersebut tidak perlu ditanggapi
kontraktor. Tetapi sebaliknya kontraktor bertanggung-jawab penuh atas biayanya
sendiri untuk segala pekerjaan yang telah dilaksanakannya tanpa adanya
instruksi tertulis dari konsultan manajemen konstruksi.
c. Instruksi tertulis dari konsultan manajemen konstruksi tersebut dapat berupa :
Teguran atas sesuatu cara pelaksanaan yang salah sehingga
membahayakan bagi keteguhan konstruksi, atau pekerjaan finishing yang
kurang baik atau hal - hal lain yang menyimpang dari persyaratan-
peryaratan teknis dalam Rencana Kerja dan Syarat-syarat pelaksanaan
(RKS) dan gambar pelaksanaan.
Instruksi untuk menyingkirkan material / bahan yang tidak memenuhi syarat
dan harus diangkut keluar areal proyek.
Instruksi untuk mengganti Pelaksana (foreman) dari kontraktor yang
dianggap kurang mampu (un-skilled).
Instruksi untuk suatu pekerjaan perubahan (pengurangan dan penambahan
pekerjaan) yang sudah waktunya dilaksanakan dengan segera.
Instruksi untuk mengganti sub-kontraktor yang dianggap kurang mampu,
baik dari segi mutu kerja maupun kecepatan kerja.
Instruksi untuk mempercepat pelaksanaan suatu bagian pekerjaan.
Dan instruksi-instruksi lainnya yang Termasuk dalam lingkup tugas
kontraktor.
d. Bilamana ada instruksi lisan, kontraktor berhak untuk melaksanakan pekerjaan
tersebut, atau mengadakan konfirmasi kepada konsultan manajemen konstruksi.
Tetapi sebaliknya kontraktor bertanggung jawab penuh atas segala pekerjaan
yang telah dilaksanakan tanpa adanya instruksi tertulis dari konsultan
manajemen konstruksi.
3.21. LAPORAN-LAPORAN
Kontraktor diwajibkan membuat :
a. Laporan Harian yang berisi :
Tahap berlangsungnya pekerjaan.
Pekerjaan-pekerjaan yang dilaksanakan oleh sub-kontraktor (jika diizinkan).
Catatan dan instruksi konsultan manajemen konstruksi yang
disampaikan tertulis maupun lisan.
Hal ikhwal mengenai bahan-bahan (yang masuk dan yang ditolak).
Keadaan cuaca.
Jumlah tenaga kerja dan alat.
Masalah yang terjadi.
Setiap laporan harian pada tanggal yang sama harus diperiksa dan disetujui oleh
konsultan manajemen konstruksi.
b. Laporan Mingguan.
Laporan mingguan dibuat berdasarkan laporan harian dan disampaikan
langsung kepada Konsultan Manajemen Konstruksi. Penugasan-penugasan
dan instruksi dari konsultan manajemen konstruksi baru dianggap berlaku dan
mengikat apabila telah dimuat dalam laporan harian dan telah diperiksa dan
disetujui oleh konsultan manajemen konstruksi.
Bab 1 - 16
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
d. Laporan Bulanan
Laporan bulanan yang dibuat berdasarkan laporan mingguan.
Bab 1 - 17
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
Bab 1 - 18
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
DAFTAR ISI
BAB II
PERSYARATAN TEKNIS ARSITEKTUR
I. PEKERJAAN PASANGAN DINDING BATU BATA .............................................................. 1
1.1. LINGKUP PEKERJAAN ............................................................................................ 1
1.2. STANDAR / RUJUKAN ........................................................................................... 1
1.3. PROSEDUR UMUM ............................................................................................... 1
1.4. BAHAN .................................................................................................................. 1
1.5. PELAKSANAAN ...................................................................................................... 2
1.6. PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN........................................................................... 3
II. DINDING PARTISI ......................................................................................................... 4
2.1. LINGKUP PEKERJAAN ............................................................................................ 4
2.2. STANDAR / RUJUKAN ........................................................................................... 4
2.3. PROSEDUR UMUM ............................................................................................... 4
2.4. BAHAN - BAHAN ................................................................................................... 4
2.5. PELAKSANAAN PEKERJAAN................................................................................... 5
2.6. PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN........................................................................... 5
III. DINDING PARTISI CUBIKAL TOILET................................................................................ 5
3.1. LINGKUP PEKERJAAN ............................................................................................ 5
3.2. STANDAR YANG DIGUNAKAN ............................................................................... 5
3.3. KOMPONEN .......................................................................................................... 6
3.4. BAHAN – BAHAN .................................................................................................. 6
3.5. PERSIAPAN ........................................................................................................... 6
3.6. PELAKSANAAN PEKERJAAN................................................................................... 6
3.7. PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN........................................................................... 7
IV. PEKERJAAN PAGAR PANEL BETON PRECAST ................................................................. 7
4.1. PENDAHULUAN .................................................................................................... 7
4.2. BAGIAN DARI PAGAR PANEL BETON ..................................................................... 7
4.3. SPESIFIKASI DAN KEUNGGULAN PAGAR PANEL BETON........................................ 7
Daftar Isi - i
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
Daftar Isi - ii
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
Daftar Isi - iv
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
Daftar Isi - v
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
Daftar Isi - vi
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
SPESIFIKASI TEKNIS
BAB II
1.4. BAHAN
1.4.1. Bata Batu Merah
1) Batu bata merah (dari tanah liat) yang dipakai adalah produksi dalam negeri eks
daerah setempat dari kualitas yang baik dengan ukuran 5 x 10,5 x 22 cm yang
dibakar dengan baik, warna merah merata, keras dan tidak mudah patah, bersudut
runcing dan rata, tanpa cacat atau mengandung kotoran. Meskipun ukuran bata yang
Bab 2 - 1
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
bisa diperoleh di suatu daerah mungkin tidak sama dengan ukuran tersebut diatas,
harus diusahakan supaya ukuran bata yang akan dipakai tidak terlalu menyimpang.
Kualitas bata harus sesuai dengan pasal 81 dari A.V. 1941. Kontraktor harus
menunjukkan contoh terlebih dahulu kepada Pengawas Lapangan/MK. Pengawas
Lapangan berhak menolak bata dan menyuruh bongkar pasangan bata yang tidak
memenuhi syarat. Bahan-bahan yang ditolak harus segera diangkut keluar dari
tempat pekerjaan.
2) Bata merah yang digunakan harus mempunyai kuat tekan minimal 25 kg/cm2, sesuai
ketentuan SNI 15-2094-2000.
1.4.3. Mortar/Plester
Adukan terdiri dari bahan Dry-Mix dan air dipakai untuk pemasangan dinding batu bata
ringan. Komposisi adukan sesuai dengan yang disyaratkan oleh Fabrikan.
Bahan Dry-Mix yang dipakai adalah produk GE Mortar, Dry Mix, Mortar Nasional
(Monas).
1.4.4. Adukan
Adukan terdiri dari semen, pasir dan air dipakai untuk pemasangan dinding batu
bata. Komposisi adukan adalah 1 pc : 5 pasir untuk dinding biasa, 1 Pc : 3 pasir untuk
tasram
Semen PC yang dipakai adalah produk dalam negeri yang terbaik Gresik, Tigaroda
yang mempunyai kualitas standar konstruksi).
Adukan harus dibuat dalam alat tempat mencampur, diatas permukaan yang keras,
bukan langsung diatas tanah. Bekas adukan yang sudah mulai mengeras tidak boleh
digunakan kembali.
Semen PC yang dipakai adalah produk dalam negeri yang terbaik (satu merek
untuk seluruh pekerjaan). Pasir beton harus bersih, bebas dari tanah/lumpur dan zat-
zat organik lainnya. Kerikil/split dari pecahan batu keras dengan ukuran 1 - 2 cm,
bebas dari kotoran.
1.5. PELAKSANAAN
Dinding harus dipasang (uitzet dengan peralatan yang memadai) dan didirikan menurut
masing-masing ukuran ketebalan dan ketinggian yang disyaratkan seperti yang ditunjukkan
dalam gambar.
1.5.1. Sloof, kolom praktis dan ringbalk
Ukuran rangka penguat dinding bata (non struktural) : sloof 15 x 20 cm, kolom
praktis 12 x 12 cm atau 10 x 10, ringbalk 15 x 12 dan balok latai 10 x 15 cm. Kolom
praktis, balok latai dan ringbalk diplester sekaligus dengan dinding bata sehingga
mencapai tebal 15 cm dan 11 cm untuk bata ringan. Bekisting terbuat dari kayu
Bab 2 - 2
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
terentang/kayu hutan lainnya dengan tebal minimum 2 cm yang rata dan berkualitas
papan baik.
Pemasangan bekisting harus rapi dan cukup kuat. Celah-celah papan harus rapat
sehingga tidak ada air adukan yang keluar. Bekisting baru boleh dibongkar setelah
beton mengalami proses pengerasan.
Kecuali ditentukan lain pemasangan balok latai dipasang tepat diatas kusen pintu
maupun jendela.
Bata dipasang tegak lurus dan berada pada garis-garis yang seharusnya dengan
bentang benang yang sipat datar. Kayu penolong harus cukup kuat dan benar-benar
dipasang tegak lurus.
Dinding yang menempel pada kolom beton harus diberi angker besi setiap jarak 40 cm.
Permukaan beton harus dibuat kasar. Pemasangan bata diatas kusen harus dibuat balok
lantai 12/12 atau dilengkapi dengan pasangan rollaag. Pemasangan harus dijaga
kerapihannya, baik dalam arah vertikal maupun horizontal. Sela-sela disekitar kusen-
kusen harus diisi dengan aduk.
Dinding yang menempel pada kolom beton harus diberi angker besi setiap jarak 40 cm.
Permukaan beton harus dibuat kasar. Pemasangan bata ringan diatas kusen harus
dibuat balok latei 10/10. Pemasangan harus dijaga kerapihannya, baik dalam arah
vertikal maupun horizontal. Sela-sela disekitar kusen-kusen harus diisi dengan aduk
Bab 2 - 3
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
memberi kemudahan kepada Pengawas Lapangan/ MK untuk dapat mengambil contoh pada
bagian yang telah diselesaikan.
Bagian yang ditemukan tidak memuaskan harus diperbaiki dan dikerjakan dengan cara yang
sama dengan sebelumnya tanpa biaya tambahan dari Pemilik Proyek.
Bab 2 - 4
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
2.5.2. Pemasangan.
2.5.2.1. Kecuali ditentukan lain dalam Gambar Kerja, semua panel partisi dari papan
gipsum dan kaca akan terdiri dari :
- Rangka Metal :
- Batang tegak,
- Batang tepi atas, bawah dan tengah/pembagi.
Dengan bentuk, dimensi dan ketebalan sesuai standar pabrik pembuat.
- Alat pengencang.
2.5.3. Penyelesaian.
2.5.3.1. Panel Partisi.
Panel partisi harus diselesaikan dengan cara-cara yang direkomendasikan
pabrik pembuat papan.
Kecuali ditentukan lain, semua permukaan panel partisi harus diberi lapisan cat
dalam warna yang sesuai ketentuan Skema Warna yang diterbitkan kemudian,
atau sesuai petunjuk Pengawas Lapangan/MK.
Bahan cat dan cara pelaksanaannya harus sesuai ketentuan Spesifikasi Teknis
Pengecatan.
e. NF : Norme Francaise
f. NEMA : National Electrical Manufactures Association
g. ISO 9001 dan ISO 14001
3.3. KOMPONEN
1. Pintu Cubicle lengkap dengan aksesoris.
2. Kaki alumunium.
3. Mohair strip
4. Head section alumunium.
5. Alumunium U-Channel
6. Skrup
3.5. PERSIAPAN
1. Pengajuan dan persetujuan gambar shop drawing pekerjaan cubicle toilet phenolic panel.
2. Approval material yang akan digunakan.
3. Persiapan lahan kerja.
4. Persiapan material kerja, antara lain : panel phenolic, pedestal atau kaki, engsel grafity,
hookatau gantungan baju, pengunci dll.
5. Persiapan alat bantu kerja, antara lain : waterpass, meteran, steiger, unting-unting, gerinda,
borscrew driver, cutter, selang air, dll
Bab 2 - 6
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
Frekuensi pembersihan dan perawatan serta pemilihan bahan pembersih yang cocok sangat
tergantung pada penggunaan. Pembersihan dapat dilaksanakan dengan air dan spons atau
sikat lembut Apabila pengotoran lebih berat bisa ditambahkan dengan aceton.
Daun panel beton biasanya berbentuk segi empat solid. Namun untuk menyesuaikan
kebutuhan masyarakat, terdapat juga daun panel beton tembus pandang. Jenis ini adalah
panel beton berongga sehingga tidak menghalangi pandangan.
Dibandingkan dengan pagar beton konvensional, pagar panel beton memiliki kelebihan pada
banyak hal, di antaranya :
a. Praktis
Seperti produk beton siap pakai lainnya, pagar panel lebih praktis digunakan. Pagar beton
Bab 2 - 7
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
Yang perlu Anda lakukan hanya sekadar menyiapkan komponen pagar, membuat pondasi,
dan menyusunnya. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan seluruh susunan pagar
terbilang cukup singkat daripada pagar konvensional.
b. Hemat
Sedikitnya proses persiapan pada pagar panel beton, membuatnya lebih hemat dalam
pengeluaran. Anda bisa lebih berhemat lagi dengan memanfaatkan jasa pemasangan pagar
panel ini seperti yang disediakan oleh ASIACON. Biaya yang dikeluarkan untuk
pembangunan pagar beton ini dihitung berdasarkan panjang pemasangan pagar panel beton
per meter. Biaya ini jauh lebih murah dibandingkan pembelian komponen secara satuan.
3. Pemasangan pondasi
Proses selanjutnya adalah membuat pondasi pada lubang pondasi dengan proses cast
in situ. Pertama ditancapkan dulu logam pengaku dari bahan metal yang telah tergalvanis
sebagai perkuatan. Peletakannya harus ditengah agar tepat tertancap pada lubang kolom
panel precast. Agar peletakannya lurus sebaiknya menggunakan waterpass. Setelah
logam lurus, maka adukan agregat dimasukkan sampai dengan ketinggian yang
diinginkan. Pondasi ditunggu hingga mengeras.
Bab 2 - 8
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
ketika dimasukkan. Perlakuan selanjutnya adalah pengisian agregat beton pada lubang
kolom dan dilakukan setelah pemasangan panel.
6. Pemasangan caping (jika ada Kemudian dipasang penutup diatas kolom. Saat bagian
tengah kolom diberi adukan agregat maka agregat diisi hingga melebihi kolom sebagai
bantalan dan penyambung penutup dengan kolom. Fungsi caping ini juga dapat sebagai
penyambung kolom dengan panel.
7. Grouting
Setelah seluruh bagian-bagian panel terpasang maka saatnya untuk melapisi bagian
yang kurang sempurna (grouting). Proses ini di lakukan dengan menggunakan bahan
campuran air, semen dan pasir ataupun abu batu.
8. Pelapisan
Setelah proses pelapisan untuk memperbaiki bagian-bagian yang kuransempurna
selesai dan semen telah kering. Proses selanjutnya adalah pengecatan panel sesuai
dengan desain yang diinginkan. Biasanya jika ada desain-desain yang berwarna-warni
dapat langsung dibuat secara pracetak. Proses terakhir adalah pelapisan agar pagar
panel beton yang telah terpasang aman terhadap cuaca. Tahapan diatas adalah cara
pemasangan pagar panel beton dengan cepat, sehingga diperoleh pagar yang kuat dan
tahan terhadap cuaca. Dan dari tahapan tersebut tergambar kemudahan dan cepatnya
pemasangan pagar panel beton.
Bab 2 - 9
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
5.4.1.2. Pasir.
Pasir harus bersih, keras, padat dan tajam, tidak mengandung lumpur atau
kotoran lain yang merusak.
Perbandingan butir – butir harus seragam mulai dari yang kasar sampai pada
yang halus, sesuai dengan ketentuan ASTM C 33.
5.4.3. Air.
Air harus bersih, bebas dari asam, minyak, alkali dan zat – zat organik yang bersifat
merusak.
Air dengan kualitas yang diketahui dan dapat diminum tidak perlu diuji. Pada dasarnya
semua air, kecuali yang telah disebutkan di atas, harus diuji sesuai ketentuan AASHTO
T26 dan / atau disetujui Pengawas Lapangan/ MK.
Bab 2 - 10
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
beton yang terlihat dan tempat – tempat lain seperti ditunjukkan dalam Gambar
Kerja.
5.5.1.2. Campuran 1 semen dan 5 pasir untuk semua pekerjaan adukan dan plesteran
selain tersebut di atas.
5.5.1.3. Bahan tambahan untuk menambah daya lekat dan meningkatkan kekedapan
terhadap air harus digunakan dalam jumlah yang sesuai dengan petunjuk
penggunaan dari pabrik pembuat.
5.5.2. Pencampuran.
5.5.2.1. Umum.
Semua bahan kecuali air harus dicampur dalam kotak pencampur atau alat
pencampur yang disetujui sampai diperoleh campuran yang merata, untuk
kemudian ditambahkan sejumlah air dan pencampuran dilanjutkan kembali.
Adukan harus dibuat dalam jumlah tertentu dan waktu pencampuran minimal 1
sampai 2 menit sebelum pengaplikasian.
Adukan yang tidak digunakan dalam jangka waktu 45 menit setelah
pencampuran tidak diijinkan digunakan.
5.5.4. Pemasangan.
5.5.4.1. Plesteran Permukaan Bata Merah.
Pekerjaan plesteran dapat dimulai setelah pekerjaan persiapan dan
pembersihan selesai.
Untuk memperoleh permukaan yang rapi dan sempurna, bidang plesteran
dibagi – bagi dengan kepala plesteran yang dipasangi kelos – kelos
sementara dari bambu.
Kepala plesteran dibuat pada setiap jarak 100 cm, dipasang tegak dengan
menggunakan kepingan kayu lapis tebal 6 mm untuk patokan kerataan
bidang.
Setelah kepala plesteran diperiksa kesikuannya dan kerataannya,
permukaan dinding baru dapat ditutup dengan plesteran sampai rata dan
tidak kepingan – kepingan kayu yang tertinggal dalam plesteran.
Seluruh permukaan plesteran harus rata dan rapi, kecuali bila pasangan
akan dilapis dengan bahan lain.
Sisa – sisa pekerjaan yang telah selesai harus segera dibersihkan.
Tali air (naad) selebar 4 mm digunakan pada bagian-bagian pertemuan
dengan bukaan dinding atau bagian lain yang ditentukan dalam Gambar
Kerja, dibuat dengan menggunakan profil kayu khusus untuk itu yang telah
diserut rata, rapi dan siku. Tidak diperkenankan membuat tali air dengan
menggunakan baja tulangan.
Bab 2 - 11
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
Permukaan beton harus bersih dari bahan – bahan cat, minyak, lemak,
lumur dan sebagainya sebelum pekerjaan plesteran dimulai.
Permukaan beton harus dibersihkan menggunakan kawat baja. Setelah
plesteran selesai dan mulai mengeras, permukaan plesteran dirawat
dengan penyiraman air.
Plesteran yang tidak sempurna, misalnya bergelombang, retak – retak,
tidak tegak lurus dan sebagainya harus diperbaiki.
5.5.6. Pengacian.
Pengacian dilakukan setelah plesteran disiram air sampai jenuh sehingga plesteran
menjadi rata, halus, tidak ada bagian yang bergelombang, tidak ada bagian yang retak
dan setelah plesteran berumur 8 (delapan) hari atau sudah kering betul.
Selama 7 (tujuh) hari setelah pengacian selesai dilakukan, Kontraktor harus selalu
menyiram bagian permukaan yang diaci dengan air sampai jenuh, sekurang – kurangnya
dua kali setiap harinya.
Bagian yang ditemukan tidak memuaskan harus diperbaiki dan dikerjakan dengan cara yang
sama dengan sebelumnya tanpa biaya tambahan dari Pemilik Proyek.
Bab 2 - 12
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
b. Modifikasi
Dapat dimungkinkan tanpa merubah profil atau merubah penampilan, kekuatan
atau ketahanan dari material dan harus tetap memenuhi kriteria perencanaan.
d. Persyaratan Struktur
Defleksi : AAMA = Defleksi yang diijinkan maksimum L / 175 atau 2 cm.
Beban Hidup : Pada bagian – bagian yang menerima hidup terutama pada waktu
perawatan, seperti : meja (stool) dan cladding diharuskan disediakan penguat dan
angkur dengan kemampuan menahan beban terpusat sebesar 62 kg tanpa terjadi
kerusakan.
e. Kebocoran Udara
ASTM E – 283 – Kebocoran udara tidak melebihi 2,06 m3/hari pada setiap m’ unit
panjang penampang bidang bukaan pada tekanan 75 Pa.
f. Kebocoran Air
ASTM E – 331 – Tidak terlihat kebocoran air masuk ke dalam interior bangunan
sampai tekanan 137 Pa dalam jangka waktu 15 menit, dengan jumlah air minimum
3,4 L/m2/minimal.
Bab 2 - 13
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
Keseragaman warna,
Berat,
Karat,
Ketahanan terhadap air dan angin minimal 100 kg/m2 untuk masing-masing
tipe.
Ketahanan terhadap udara minimal 15 m3/jam,
Ketahanan terhadap tekanan air minimal 15 kg/m2.
3. Biaya pengadaan contoh bahan menjadi tanggung jawab Kontraktor.
6.4.4. Garansi
Kontraktor harus memberikan kepada Pemilik Proyek, garansi tertulis yang meliputi
kesempurnaan pemasangan, pengoperasian dan kondisi semua pintu, jendela dan
lainnya seperti ditunjukkan dalam spesifikasi ini untuk periode selama 1 tahun setelah
pekerjaan yang rusak dengan biaya Kontraktor.
Bab 2 - 14
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
6.5.3. Gasket
Nomor Produk : 9K-20216, 9K-20219
Bahan : EPDM
Sifat Material : Tahan terhadap perubahan cuaca
6.5.5. Screw
Nomor Produk : K-6612A, CP-4008, dan lain – lain
Bahan : Stainless Steel (SUS)
6.5.7. Pengisi daun pintu rangka aluminium kecuali kaca 8 mm adalah panel MDF 8 mm finish
cat duco.
Bab 2 - 15
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
24. Kecuali disebutkan atau ditunjukkan dalam gambar detail, pemasangan kusen
aluminium dipasang pada posisi tengah/center terhadap tebal dinding.
Bagian yang ditemukan tidak memuaskan harus diperbaiki dan dikerjakan dengan cara yang
sama dengan sebelumnya tanpa biaya tambahan dari Pemilik Proyek.
7.2. DESKRIPSI
A. Daun Pintu Baja (Steel Door)
1. Penutup terbuat dari bahan plat baja. Ketebalan daun pintu 50 mm. Di bagian dalam daun
pintu diisi Honey Comb Paper. Konstruksi daun pintu dengan sistem penangkupan tanpa
las.
2. Pintu baja adalah produksi Marks, Bostinco, Lion dengan ketebalan frame/kusen: min 1.5
mm, daun pintu: min 0.8 mm.
Bab 2 - 16
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
7.3. REFERENSI
1) American Society for Testing and Materials (ASTM)
2) American Welding Society (AWS)
3) American Institute of Steel Construction (AISC)
4) American National Standard Institute (ANSI)
5) MPA dengan standar Jerman (DIN), yaitu DIN 4102 : Part 5.
6) LPC Laboratories dengan standar Inggris (BS), yaitu BS 476 : Part 22, yang juga setara ISO.
Bab 2 - 17
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
b. Daun pintu terbuat dari lembaran pelat baja (cold rolled steel sheet).
1. Ketebalan plat 1.5 mm untuk Fire door. Berbentuk Rebated Door dilengkapi dengan
bibir pintu selebar 24 mm di sekeliling daun pintu yang merupakan satu kesatuan plat
dengan plat permukaan pintu, sehingga permukaan pintu menjadi rata. Ketebalan
daun pintu untuk seluruh tingkatan fire rating 1, 2 atau 3 jam adalah 55 mm. Bagian
dalam daun pintu disi Rock Wool dengan density 110 kg/m3 sebagai isolator panas
(sesuai DIN 4102 : Part 1), agar pada saat terjadi
2. kebakaran, kenaikan suhu permukaan plat pintu pada sisi yang tidak terbakar tidak
melebihi 450oF (232oC) pada 30 menit pertama yang telah melalui pengujian dan
dinyatakan memenuhi persyaratan sebagai pintu tahan api oleh lembaga-lembaga
pengujian dengan standar internasional antara lain Underwriters Laboratories (UL)
dengan standar Amerika (ASTM), yaitu UL 10B.
3. Ketebalan plat 0.8 mm untuk Steel door Doralux series dibuat dengan sistem
penangkupan tanpa las sehingga permukaan pintu sangat rata dan kaku tanpa ada
bekas las. Ketebalan daun pintu adalah 40 mm. Bagian dalam daun pintu disi
Injection Polyurethane dengan kepadatan 33-35 kg/m3 sebagai isolator suara dan
panas
4. Angkur baja 15 mm sebagai pengikat kusen ke kolom.
5. Semua pintu metal harus di finishing dengan powder coating minimal 200 micron.
Warna akan ditentukan kemudian.
c. Perlengkapan pintu seperti engsel, flushbolt, handle dan lockset yang digunakan pada
telah melalui pengujian dan dinyatakan memenuhi persyaratan tahan api oleh lembaga-
lembaga pengujian dengan standar internasional antara lain Underwriters Laboratories
(UL) dengan standar Amerika (ASTM), yaitu UL 10B. Sebagai berikut :
1. Engsel BQ-H04 merek SIMONSWERK tipe KO 5-F/13, terbuat dari bahan baja
digalbani dengan hardened steel axial ball bearing, dengan diameter knuckle 22
mm dan diameter security pin 14 mm, sistem pemasangan yaitu dilas pada sisi kusen
maupun daun pintu. Sesuai dengan DIN 18082.
Untuk Doralux menggunakan engsel tipe V 8087 N terbuat dari bahan baja digalbani
dengan hardened steel axial ball bearing, dengan diameter knuckle 15 mm dan
diameter pin 10 mm, sistem pemasangan yaitu dilas pada sisi kusen dan di-skrup
pada sisi daun pintu.
2. Flushbolt merek GRIMM tipe P/N 5259, dipasang di daun pintu non-aktif pada
pintu ganda dengan satu penguncian untuk menggerakkan stang ke atas dan bawah
pintu.
Bab 2 - 18
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
Flushbolt panic device untuk fire door menggunakan merk Corbin tipe PFS 200.
3. Handleset Fire Door menggunakan type Panic Bar Handle Corbin Handleset Airttight
door, Acoustic door, Radiation door menggunakan setara Griff 7201.10-F1.
Handleset Doralux menggunakan setara merk Griff 1205/2012-F1.
4. Lockcase Fire door menggunakan system anti panic dengan setara merk Griff
2202.X4R.
Lockcase Radiation door menggunakan lubang tempat cylinder tidak simetris untuk
menghindari kebocoran radiasi.
5. Cylinder menggunakan jenis yang dapat dibuat system masterkey untuk menjamin
keamanan dan kepraktisan sesuai bagan organisasi.
d. Pabrikan
Pabrik yang membuat pintu-pintu diatas harus memiliki ISO minimal ISO 2001- 2000,
dan khusus pintu anti radiasi harus melampirkan salinan sertfikan rekomendasi layak
fungsi dari BATAN atau yang sudah dikalibrasi oleh Badan Metrologi. Pintu yang
digunakan adalah produk BOSTINCO, MARKS, LION.
Bab 2 - 19
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
Bab 2 - 20
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
7. Semua ukuran harus sesuai gambar dan merupakan ukuran jadi. Pemotongan dan
pembuatan profil kayu dilakukan dengan mesin diluar tempat pekerjaan/pemasangan.
Bagian yang ditemukan tidak memuaskan harus diperbaiki dan dikerjakan dengan cara yang
sama dengan sebelumnya tanpa biaya tambahan dari Pemilik Proyek.
Semua bahan kaca yang didatangkan harus dilengkapi dengan merek pabrik dan data
teknisnya.
Bahan kaca tersebut harus disimpan di tempat yang aman dan terlindung sehingga terhindar
dari keretakan, pecah, cacat atau kerusakan lainnya yang tidak diinginkan.
Pekerjaan kaca meliputi pengisian bidang-bidang kusen (kaca mati), daun pintu dan jendela,
jendela bovenli. Contoh kaca yang akan dipakai harus diperlihatkan kepada Pengawas/ MK
paling lambat 2 (dua) minggu sebelum dipasang.
9.4. BAHAN
a. Kaca Polos.
Kaca polos harus merupakan lembaran kaca bening jenis clear float glass yang datar
dan ketebalannya merata, tanpa cacat dan dari kualitas yang baik yang memenuhi
ketentuan SNI 15-0047 – 1987 dan SNI 15-0130 – 1987, seperti tipe Indoflot buatan
Asahimas
Ukuran dan ketebalan kaca sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja.
Bab 2 - 21
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
sampai temperatur sekitar 700ºC dan kemudian didinginkan secara mendadak dengan
seprotan udar secar merata pada kedua permukaannya, seperti tipe Temperlite dari
Asahimas
Ukuran dan ketebalan kaca sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja.
c. Kaca Panasap.
Kaca panasap adalah kaca jenis berwarna harus merupakan kaca jenis figured glass
warna yang datar dan ketebalannya merata, tanpa cacat dan dari kualitas yang baik yang
memenuhi ketentuan SNI, seperti buatan Asahimas Ukuran dan ketbalan kaca sesuai
petunjuk dalam Gambar Kerja.
d. Cermin.
Cermin harus merupakan jenis clear mirror dengan ketebalan 5 mm merata, tanpa cacat
dan dari kualitas baik seperti Miralux dari Asahimas Ukuran da
n ketebalan cermin sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja.
e. Kaca Reflective.
Kaca reflective merupakan kaca yang diberi lapisan pelindung untuk merefleksikan sinar
matahari, seperti stopsol supersilver glass produk Asahimas
f. Neoprene/Gasket.
Neoprene/Gasket atau bahan sintetis lainnya yang setar untuk perlengkapan
pemasangan kaca pada rangka alumunium.
Dimennsi Neoprene/Gasket yang dibutuhkan disesuaikan dengan ketebalan kaca dan jenis
profil alumunium yang digunakan.
9.5. PELAKSANAAN
9.5.1. Umum.
a. Ukuran-ukuran kaca dan cermin yang tertera dalam Gambar Kerja adalah ukuran
yang mendekati sesungguhnya. Ukuran kaca yang sebenarnya dan besarnya
toleransi harus diukur ditempat oleh Kontraktor berdasarkan ukuran di tempat
kaca atau cermin tersebut akan dipasang, atau menurut petunjuk dari Konsultan
Pengawas /MK, bila dikehendaki lain.
b. Setiap kaca harus tetap ditempeli merek pabrik yang menyatakan tipe kaca,
ketebalan kaca dan kualitas kaca.
c. Merek-merek tersebut baru boleh dilepas setelah mendapatkan persetujuan dari
Konsultan Pengawas /MK.
d. Semua bahan harus dipasang dengan rekomendasi dari pabrik.
e. Pemasangan harus dilakukan oleh tukang-tukang yang ahli dalam bidang
pekerjaannya.
Bab 2 - 22
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
Segala hal yang diakibatkan karena hal di atas menjadi tanggung jawab Kontraktor.
10.3. BAHAN
10.3.1. Umum
Semua bahan/alat yang tertulis dibawah ini harus seluruhnya baru, kualitas baik,
buatan pabrik yang dikenal dan disetujui.
Semua bahan harus anti karat untuk semua tempat yang memiliki nilai kelembapan
lebih dari 70%.
Kecuali ditentukan lain, semua alat penggantung dan pengunci yang didatangkan
harus sesuai dengan tipe-tipe tersebut dibawah.
c. Engsel.
- Kecuali ditentukan lain, engsel untuk daun pintu alumunium tipe ayun dengan
bukaan satu arah, harus dari tipe kupu-kupu berukuran 102mm x 76mm x 3mm
dengan ball bearings.
- Kecuali ditentukan adanya penggunaan engsel kupu-kupu, engsel untuk semua
jendela harus dari tipe friction stay 20” dari ukuran yang sesuai dengan ukuran
dan berat jendela.
- Engsel tipe kupu-kupu untuk jendela harus berukuran 76mm x 64mm x 2mm.
- Ketentuan Bahan dan finishing engsel adalah dari bahan Nikel Stainless steel
dengan finish stainless steel hair line.
d. Hak Angin.
Hak angin untuk jendela yang menggunakan engsel tipe kupu-kupu.
e. Pengunci Jendela.
Pengunci jendela untuk jendela dengan engsel atau tipe friction stay menggunakan
jenis rambuncis.
h. Pull Handle
Pegangan pintu yang memakai floor hing atau semi frame less menggunakan
handle buka model hollow panjang 900 mm setara produk Cisa, BRS, Wilka
Bab 2 - 24
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
i. Lever Handle
Pegangan kunci pintu yang memakai engsel kupu-kupu menggunakan handle
setara produk Cisa, BRS, Wilka.
j. Warna/Lapisan.
Semua alat penggantung dan pengunci harus berwarna stainless steel hair line,
kecuali bila ditentukan lain.
Bab 2 - 25
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
Fireproof
Smokeproof
Soundproof
Weatherproof
Bagian yang ditemukan tidak memuaskan harus diperbaiki dan dikerjakan dengan cara yang
sama dengan sebelumnya tanpa biaya tambahan dari Pemilik Proyek.
11.2. BAHAN
a. Mutu pipa yang digunakan adalah mild steel yang memenuhi persyaratan ASTM A-36
Bahan-bahan pelengkap harus dari jenis yang sama dengan barang yang dipasangkan
dan yang paling cocok untuk maksud yang bersangkutan.
b. Railing tangga utama serta fasilitas penyandang cacat menggunakan hand railling pipa
stainles steel 3”, Hollow Stainles Steel Uk. 20 x 40 mm untuk pengaman, produk PPI,
Bakrie
Semua kelengkapan yang perlu demi kesempurnaan pemasangan harus diadakan,
walaupun tidak secara khusus diperlihatkan dalam gambar atau RKS ini.
c. Railing tangga darurat menggunakan pipa stainles steel 3”, Hollow Stainles Steel
Uk. 20 x 40 mm untuk pengaman, produk PPI, Bakrie finish cat duco.
Semua kelengkapan yang perlu demi kesempurnaan pemasangan harus diadakan,
walaupun tidak secara khusus diperlihatkan dalam gambar atau RKS ini.
d. Semua pekerjaan besi untuk railling harus dikerjakan oleh kontraktor specialis
sehingga didapatkan hasil yang baik, rapi dan maksimal.
Bab 2 - 26
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
11.3. PELAKSANAAN
a. Contoh bahan-bahan yang akan dipakai harus diperlihatkan kepada Pengawas untuk
disetujui. Contoh itu harus memperlihatkan kualitas pengelasan dan penghalusan untuk
standar dalam pekerjaan ini.
b. Pengerjaan harus yang sebaik-baiknya. Semua pengerjaan harus diselesaikan bebas dari
puntiran, tekukan dan hubungan terbuka.
c. Pengerjaan di bengkel ataupun di lapangan harus mendapat persetujuan Pengawas.
Semua pengelasan, kecuali ditunjukkan lain, harus memakai las listrik. Tenaga kerja yang
melakukan hal ini harus benar-benar ahli dan berpengalaman.
d. Semua bagian yang dilas harus diratakan dan difinish sehingga sama dengan
permukaan sekitarnya. Bila memakai pengikat-pengikat lain seperti clip keling dan lain-
lain yang tampak harus sama dalam finish dan warna dengan bahan yang diikatnya.
e. Penyambungan dengan baut harus dilakukan dengan cara terbaik yang sesuai dengan
maksudnya termasuk perlengkapannya. Lubang-lubang untuk baut harus dibor dan di-
punch.
f. Pemasangan (penyambungan dan pemasangan accesorise) harus dilakukan oleh
tukang yang ahli dan berpengalaman. Semua railling tangga utama harus terbungkus
crome/stainles steel kecuali disebutkan lain.
g. Semua untuk pekerjaan ini harus mengacu pada gambar rencana, kecuali ditentukan
lain.
Bab 2 - 27
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
Tipe Struktural.
Bahan penutup dan pengisi celah untuk bagian – bagian bangunan yang sifatnya struktural
harus merupakan produk yang dibuat dari bahan silikon dengan formula khusus sehingga
mampu menahan beban struktural seperti angin, dapat diaplikasikan pada berbagai jenis
bahan, seperti GE Ulgraglaze 4400.
Tipe Akrilik.
Bahan penutup dan pengisi celah untuk bagian – bagian bangunan yang akan dicat harus
dari tipe akrilik yang dapat dicat setelah 2 jam pengeringan, tahan terhadap air, jamur dan
lumur, memiliki daya rekat yang baik pada segala jenis bahan, seperti IKA Glazing Acrylic
atau yang setara yang disetujui Pengawas Lapangan/MK.
Desain Pertemuan.
Desain pertemuan pada lokasi bahan penutup celah akan ditempatkan tidak lebih lebar dari
12,7 mm dan tidak lebih sempit dari 4 mm, dengan kedalaman tidak lebih besar dari 6,4 mm
dan tidak lebih kecil dari 4 mm.
Cara Pengaplikasian.
Batang penyangga dari bahan polyethylene closed cell foam dipasang pada dasar celah /
tempat yang akan diberi bahan penutup atau pengisi celah untuk mendapatkan
kedalaman celah yang tepat.
Daerah di sekitar tempat yang akan diberi bahan penutup celah harus dilindungi dengan
lembaran pelindung. Lembaran pelindung ini tidak boleh menyentuh bagian permukaan yang
akan diberi bahan penutup celah. Lembaran pelindung harus segera dibuka setelah bahan
penutup celah selesai diaplikasikan.
Pelapis dasar harus diaplikasikan terlebih dahulu pada permukaan yang berpori, agar bahan
penutup dan pengisi celah dapat melekat dengan baik.
Bahan penutup celah harus diaplikasikan secara menerus (tidak terputus – putus)
Lembaran pelindung harus segera dibuka setelah bahan penutup celah selesai
diaplikasikan.
Bahan penutup celah yang baru saja terpasang tidak boleh diganggu paling sedikit selama
48 (empat puluh delapan) jam.
Lapisan Pelindung.
Penumpu talang datar yang dibuat dari bahan baja harus diberi lapisan cat dasar anti karat
dan cat akhir dalam warna sesuai ketentuan Skema Warna.
Bahan cat dan cara pengecatan harus memenuhi ketentuan Spesifikasi Teknis.
Bab 2 - 28
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
Bagian yang ditemukan tidak memuaskan harus diperbaiki dan dikerjakan dengan cara yang
sama dengan sebelumnya tanpa biaya tambahan dari Pemilik Proyek.
13.2. BAHAN
a. Bahan yang dipakai pada pekerjaan ini adalah panel gypsum standart 9 mm sesuai
pada gambar perencanaan, produk Jaya Board, Gyproc. Papan gipsum harus dari tipe
standar yang memenuhi ketentuan AS 2588, BS 1230 atau ASTM C 36.
b. Rangka plafond menggunakan sistem metal furing chanel terbuat dari bahan galvalume
tebal 0,55 mm, full system sesuai gambar rancangan pelaksanaan produk Jaya Board,
Gyproc.
13.3. PELAKSANAAN
a. Rangka penggantung dipasang berjarak maksimum 120 cm sesuai gambar rancangan
sedangkan untuk rangka pembagi berjarak 40 cm untuk papan gypsum 9 mm dan 60 cm
untuk papan gypsum 12 mm sesuai persyaratan teknis dari pabrik dan gambar
rancangan pelaksanaan
b. Pemasangan paku atau sekrup harus diberi jarak 10 mm (minimal) dan maksimal 16 mm
dari pinggir bahan penutup. Jarak antara paku sekrup pada bagian tepi gypsum berjarak
20 cm sedangkan pada bagian tengah penutup langit-langit jarak antara paku sekrup
adalah 30 cm.
c. Sambungan pada pemasangan penutup langit-langit antara satu dengan lainnya adalah
serapat mungkin tanpa jarak yang pemasangannya dilakukan zig zag.
d. Untuk mendapatkan hasil permukaan yang benar-benar rata pada setiap sambungan
harus dilapisi dengan base bond dan paper tape dari produk yang sama dengan papan
penutup langit-langit dengan lubang dan garis tengah pelaksanaan sesuai brosur petunjuk.
e. Untuk pekerjaan plafond dengan menggunakan gypsum datar tanpa nat, tebal minimal
9 mm produksi Jaya Board atau setara.
f. Pemasangan penutup langit-langit harus ditimbang rata air agar mendapatkan
permukaan yang benar rata.
g. Langit-langit tanpa penutup/exposed beton di ruang-ruang yang tidak tertutup harus
dirapikan.
Pekerjaan ini mencakup pembuatan dan pemasangan langit-langit dengan berbagai bahan
penutup langit-langit sesuai dengan gambar dan RKS, meliputi penyediaan alat, bahan dan
tenaga untuk keperluan pekerjaan ini.
Bab 2 - 29
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
memberi kemudahan kepada Pengawas Lapangan/ MK untuk dapat mengambil contoh pada
bagian yang telah diselesaikan.
Bagian yang ditemukan tidak memuaskan harus diperbaiki dan dikerjakan dengan cara yang
sama dengan sebelumnya tanpa biaya tambahan dari Pemilik Proyek.
14.4. BAHAN
14.4.1. Umum.
Ubin harus dari kualitas yang baik dan dari merek yang dikenal yang memenuhi
ketentuan SNI.
Ubin yang tidak rata permukaan dan warnanya, sisinya tidak lurus, sudut-sudutnya
tidak siku, retak atau cacat lainnya, tidak boleh dipasang.
14.4.2. Keramik
a. Ubin keramik yang dipakai ukuran 30 x 30 cm Glazuur, 20 x 20 Matt, 10 x 20 atau
10 x 30 cm semua bahan buatan dalam negeri merek Roman, Asia Tile, Mulia
terdiri dari beberapa jenis seperti tersebut berikut :
- Ubin keramik berglasur untuk tempat-tempat lain seperti ditunjukkan dalam
Gambar Kerja.
- Step nosing dari keramik bergaris degan ukuran sesuai standar dari pabrik
pembuat untuk area yang seperti di tunjukan dalam Gambar Kerja.
Bab 2 - 30
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
Homogeneus Tile
- Homogeneus Tile yang dipakai ukuran 60 x 60 mm, 30 x 30 cm produk Granito
Tiles, Niro Granit, Indogress dan digunakan untuk ruangan yang telah
ditentukan dalam schedule finishing.
b. Tipe dan warna masing-masing ubin keramik harus sesuai Skema Warna yang
sudah ditentukan pada pembangunan tahap sebelumnya.
14.4.3. Adukan.
a. Adukan terdiri dari campuran semen dan pasir yang diberi bahan tambahan
penguat dalam jumlah penggunaan sesuai petunjuk dari pabri pembuat.
Bahan-bahan adukan dan bahan-bahan tambahan harus memenuhi ketentuan
Spesifikasi Teknis - Adukan & Plesteran.
b. Adukan perekat khusus untuk memasang ubin, jika ditunjukkan dalam Gambar
Kerja atau sesuai petunjuk Pengawas Lapangan/MK, harus memenuhi ketentuan
AS 2356, ANSI 118.1, 118.4 dan BS 5385, seperti Lemkra FK 101 dan Lemkra FK
103 (khusus daerah basah), AM 30 Mortarflex, ASA Fixall.
14.5.2. Pemasangan.
a. Sebelum pemasangan ubin pada dinding dimulai, plesteran siap pakai (mortar)
harus dalam keadaan kering, padat dan bersih, seperti yang tertera dalam
Spesifikasi Adukan & Plesteran.
Tebal adukan untuk semua pasangan tidak kurang dari 25mm, kecuali bila
ditentukan lain dalam Gambar Kerja.
b. Adukan untuk pasangan ubin pada dinding harus diberikan pada permukaan
plesteran dan permukaan belakang ubin, kemudian diletakkan pada tempat yang
sesuai dengan yang direncanakan atau sesuai petunjuk Gambar Kerja.
c. Adukan untuk pasangan ubin pada lantai harus ditempatkan diatas lapisan pasir
dengan ketebalan sesuai Gambar Kerja.
d. Ubin harus kokoh menempel pada alasnya dan tidak boleh berongga. Harus
dilakukan pemeriksaan untuk menjaga agar bidang ubin yamg terpasang tetap
lurus dan rat.
Ubin yang salah letaknya, cacat atau pecah harus dibongkar dan diganti.
e. Ubin mulai dipasang dari salah satu sisi agar pola simetri yang dikehendaki dapat
terbentuk dengan baik.
f. Sambungan atau celah-celah antar ubin harus lurus, rat dan seragam, saling tegak
lurus. Lebar celah tidak boleh lebih dari 1,6mm, kecuali bila ditentukan lain.
Adukan harus rapi, tidak keluar dari celah sambungan.
g. Pemotongan ubin harus dikerjakan dengan keahlian dan dilakukan hanya pada
satu sisi, bila tidak terhindarkan.
Pada pemasangan khusus seperti pada sudut-sudut pertemuan, pengakhiran dan
bentuk-bentuk yang lainnya harus dikerjakan serapi dan sesempuna mungkin.
h. Siar antar ubin dicor dengan semen pengisi/grout yang berwarna sama dengan
warna keramiknya dan disetujui Pengawas Lapangan/MK.
Bab 2 - 31
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
b. Pengalaman
- Pekerjaan ini dilaksanakan oleh perusahaan yang memiliki tempat pembuatan dan
peralatan yang memadai, serta tenaga kerja yang terlatih. Perusahaan telah dikenal dan
memiliki pengalaman yang cukup untuk melaksanakan pekerjaan sejenis setidaknya
dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir.
d. Lingkup Pekerjaan
- Pekerjaan ini meliputi tenaga kerja, bahan-bahan dan peralatan yang dipergunakan untuk
melaksanakan pekerjaan pemasangan panel alumunium composite seperti yang
ditunjukkan dalam gambar rencana.
- Pekerjaan ini di laksanakan pada tempat-tempat seperti yang ditunjukan dalam gambar.
e. Pengendalian Pekerjaan
- Semua pekerjaan yang disebutkan dalam bab ini harus dikerjakan sesuai dengan
standard dari pabrik
- Bahan-bahan yang harus memenuhi standar-standar antara lain:
AA The Alumunium Association
AAMA Architectural Alumunium Manufacture Association
Bab 2 - 32
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
f. Komponen
- Bracket/angkur dari material besi finish galvanish atau material alumunium ekstrusion
- Rangka Vertikal dan Horizontal dari material alumunium ekstrusion
- Rangka tepi panel alumunium composite panel dan reinforce dari material alumunium
ekstrusion.
- Infill dari sealant warna ditentukan kemudian
- Sealant
Untuk pekerjaan luar, lihat bab sealant
Warna akan ditentukan kemudian berdasarkan color chart dari pabrik
Lokasi Sealant antara panel alumunium dengan komponen lain.
i. Koordinasi
- Lakukan koordinasi dengan pelaksana pekerjaan lain untuk memastikan kepuasan dan
ketepatan waktu dari penyelesaian pekerjaan.
- Kontraktor pelaksana pekerjaan ini bertanggung jawab atas koordinasi dan
keterkaitannnya dengan pekerjaan lain sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai.
- Jika tidak ada tanda khusus soal dimensi/ukuran namun jaraknya dianggap ’sama’
Kontraktor harus menentukan ukuran yang tepat dengan cara membagi jumlah unit yang
dibutuhkan ke dalam dimensi/ukuran keseluruhan grid/bay.
- Kontraktor harus bertanggung jawab menjamin terkoordinasinya semua dimensi/ukuran
komponen untuk memberi jarak pada unit-unit tersebut, dan bahwa rakitan/komponen
dan elemen juga harus diukur untuk menjaga agar lebar sambungan yang dihasilkan
sesuai dengan spesifikasi.
- Kontraktor harus menjamin bahwa pengukuran seluruh komponen telah dikoordinasi
agar benar-benar pas dan sesuai dengan syarat kinerja.
- Kontraktor harus melakukan survei terukur terhadap struktur yang telah selesai, sebelum
pemfabrikasian elemen-elemen, sehingga jika ada penyimpangan antara nilai toleransi
dengan struktur, hal itu bisa segera dikenali. Setelah diidentifikasi, Kontraktor harus
menyiapkan proposal bergambar untuk mengatasi penyimpangan tersebut dan
mempresentasikan hal ini ke pada Pemberi Tugas/Konsultan Perencana/Konsultan MK
untuk disetujui, sebelum fabrikasi.
15.2. MATERIAL
a. Bahan – Bahan
- Bahan : Aluminium Composite Panel
- Tebal : 4 mm
- Berat : 5-6 kg/m2
- Bending strength : 45 – 60 kg/ 4mm
- Heat Deformation : 200 derajat Celcius
Bab 2 - 33
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
-Sound Insulation : 24 – 39 dB
-Finished : Flourocarbond factory finished
-Warna : lihat gambar / sesuai approval.
-Aluminium skin thickness : 0,3 mm bagian atas dan bawah, untuk bagian tengah
3,4mm
- Aluminium alloy : 5005
- Coating type : PVDF Self Cleaning
- Garansi : 15 Tahun Sertifikat PPG Factory
b. Bahan composite tidak mengandung racun / non toxic
c. Bahan yang digunakan dari produksi ex. Seven, Larson, Dekkson dengan PVDF 0.3 alloy
5005 Self Cleaning
15.3. PELAKSANAAN
a. Pemasangan dilakukan oleh tenaga ahli yang khusus dalam pekerjaan ini dengan
menunjukkan surat keterangan referensi pekerjaan-pekerjaan yang pernah dikerjakan
kepada Direksi Lapangan untuk mendapatkan persetujuan.
b. Aluminium Composite yang digunakan untuk seluruh proyek harus dari satu macam produk
saja.
c. Pelaksanaan pemasangan harus lengkap dengan peralatan bantu untuk mempermudah
serta mempercepat pemasangan dengan hasil pemasangan yang akurat, teliti dan tepat
pada posisinya.
d. Rangka-rangka pemegang harus dipersiapkan dengan teliti, tegak lurus dan tepat pada
posisinya.
e. Setelah pemasangan, dilakukan penutupan celah-celah antara panel dengan bahan caulking
dan sealant hingga rapat dan tidak bocor sesuai dengan uraian Bab Caulking dan Sealant
dalam persyaratan ini.
f. Kontraktor harus melindungi pekerjaan yang telah selesai dari hal-hal yang dapat
menimbulkan kerusakan. Bila hal ini terjadi, Kontraktor harus memperbaiki tanpa biaya
tambahan.
g. Hasil pemasangan pekerjaan Aluminium Panel Composite harus merupakan hasil pekerjaan
yang rapi dan tidak bergelombang.
h. Kontraktor harus dapat menyertakan jaminan mutu selama 15 tahun dari PPG Factory
terhadap warna dan kualitas aluminium berupa Sertifikat Jaminan sesuai dengan volume
yang dibutuhkan.
15.4. PEMASANGAN
a. Pekerjaan Persiapan
Tahap awal dalam Sistem kerja pemasangan pekerjaan ACP (Alumunium Composite
Panel) adalah sebagai berikut:
- Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan ACP (Alumunium
Composite Panel)
Dalam hal ini kita dapat mengajukan ukuran-ukuran modul ACP yang akan
digunakan tanpa merubah bentuk desain dari segi perencanaan. Hal ini berguna
untuk memperkecil waste ACP / sisa ACP yang tidak terlalu banyak, sehingga dapat
mengurangi penggunaan ACP yang berlebihan. Contoh ukuran modul ACP yang
terpasang yang dapat memperkecil waste ACP adalah:
Ukuran modul 118 x 240 cm
Ukuran modul 118 x 118 cm
Ukuran modul 57 x 240 cm
Ukuran modul 57 x 118 cm
Ukuran modul 57 x 57 cm , dsb
- Approval material yang akan digunakan, Approval material berupa warna dan type
dari ACP itu sendiri dan juga warna sealant yang akan digunakan.
- Persiapan lahan kerja
- Persiapan untuk pabrikasi ACP dan juga penempatan material ACP di lokasi
pekerjaan agar benar-benar dipersiapkan, sehingga aman dari segi keamanan lokasi
pekerjaan dan juga benturan-benturan dari pekerjaan lainnya.
Bab 2 - 34
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
Bab 2 - 35
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
Gambar 2
Setelah itu kita mulai pabrikasi modul ACP yang sudah dipotong pada bidang ACP bagian
belakang. Setiap modul ACP yang hendak kita pakai wajib diberikan kupingan ACP 2cm
keliling modul ACP yang mau dipasang.
Fungsi dari kupingan itu sendiri adalah untuk memasang bracket stifener alumunium dan
dari bereket stifener alumunium itu modul ACP disekrup ke rangka dudukan ACP yang
telah kita buat pada tahap ke 1 (satu). (Gambar 3)
Gambar 3
Bab 2 - 36
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
Gambar 4
Sistem pekerjaannya rekatkan lakban kertas dipermukaan ACP yang menjadi cela /
nat bidang ACP, yang berfungsi meratakan permukaan sealent dan juga agar waktu
pekerjaan perapihan sealant tidak mengenai permukaan ACP tersebut.
Kemudian masukkan busa hati / backup yang telah kita siapkan sesuai dengan
kebutuhan lebar nat ACP, yang berfungsi sebagai meratakan bagian dalam nat dan
menjadi dudukan yang akan di sealent. Kedalaman busa hati harus disesuaikan agar
dapat memberi ruang untuk sealent yang akan dimasukan diatasnya.
Pekerjaan sealent dapat dilakukan pada cela / nat pasangan ACP yang telah
dipasang busa hati tersebut, dengan menggunakan bantuan Gun Sealant agar
pekerjaan lebih mudah, terjangkau dan lebih cepat.
Lalu rapikan permukaan sealent tersebut menggunakan busa hati yang telah dibuat
berbentuk persegi empat agar mudah merapikan sealent.
Setelah proses perapihan sealent segera lepaskan lakban kertas dari permukaan
ACP tersebut. Agar mempermudah proses pelepasan lakaban kertas pada
permukaan ACP dapat dilakukan pada selaent dalam kondisi basah (setengah
kering).
Setelah pekerjaan sealent selesai dan sudah kering merekat terhadap permukaan
ACP, maka lakukan pembersihan baik sisa-sisa ACP, pembersihan permukaan ACP
dan juga pelepasan proteksi / sticker pada permukaan ACP tersebut maksimal 45hari
dari ACP terpasang. (Gambar 5)
Bab 2 - 37
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
Gambar 5
- Pemasangan dilakukan oleh tenaga ahli yang khusus dalam pekerjaan ini dengan
menunjukkan surat keterangan referensi pekerjaan-pekerjaan yang pernah
dikerjakan kepada Direksi Lapangan untuk mendapat persetujuan.
- Alumunium Composite Panel yang digunakan untuk seluruh proyek harus dari satu
macam saja.
- Pelaksanaan pemasangan harus lengkap dengan peralatan bantu untuk
mempermudah serta mempercepat pemasangan dengan hasil pemasangan yang
akurat, teliti dan tepat pada posisinya.
- Rangka-rangka Panel Composite harus di persiapkan dengan teliti, tegak lurus dan
tepat pada posisinya.
- Metode pemasangan antara lain:
Dijepit diantara bagian-bagian sungkup puncak ganda
Panel-panel baki menggantung pada pin-pin dan dipasang dengan skrup
Dinding pelapis yang dijadikan satu unit, sistim ikatan pinggir.
15.5. PEMBERSIHAN
a. Frekuensi pembersihan dan perawatan serta pemilihan bahan pembersih yang cocok
sangat tergantung pada lokasi gedung dan kondisi dipermukaan.
b. Pembersihan dapat dilaksanakan dengan air dan spons atau sikat lembut.
c. Apabila pengotoran labih berat bisa ditambahkan deterjen netral.
Bagian yang ditemukan tidak memuaskan harus diperbaiki dan dikerjakan dengan cara yang
sama dengan sebelumnya tanpa biaya tambahan dari Pemilik Proyek.
Bab 2 - 38
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
cetak/ornament+ rangka hollow yang dipasang tegak lurus dari lantai sampai lantai dag atau
balok. Dengan rangka penguat seperti ditunjukkan dalam gambar. Untuk ruang-ruang dalam
seperti yang ditunjukkan dalam gambar rencana Fasade.
16.2. SPESIFIKASI
16.2.1. Material dan Kecakapan Kerja
a. Partisi dinding dan ornament GRC Cetak dan akan mencakup seluruh komponen,
perangkat keras, dan kepingan untuk menyetel, yang perlu untuk menyelesaikan
system dan mengkaitkan ke lantai.
b. Beton cetak yang disesuaikan dengan bentuk atau motif sesua desain
c. Jarak dan ketebalan rangka disesuaikan dengan gambar teknis.
d. Bila system partisi pemilik ditentukan dalam gambar, pemborong akan sepenuhnya
mematuhi rekomendasi pabrikan atas material yang digunakan dan cara
pemasangan pembetulan dari pemasangan yang cacat atau penggantian material
yang tidak sesuai dengan spesifikasi fabrikan akan menjadi tanggung jawab
Penyedia Barang dan Jasa dan atas biayanya sendiri.
17.2. BAHAN
Umum.
Ubin harus dari kualitas yang baik dan dari merek yang dikenal yang memenuhi ketentuan
SNI.
Ubin yang tidak rata permukaan dan warnanya, sisinya tidak lurus, sudut-sudutnya tidak
siku, retak atau cacat lainnya, tidak boleh dipasang.
Bab 2 - 39
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
Homogeneus Tile
- Homogeneus Tile yang dipakai ukuran 60 x 60 cm, 30 x 30 cm produk Granito Tiles,
Niro Granit, Indogress dan digunakan untuk ruangan yang telah ditentukan dalam
schedule finishing.
Tipe dan warna masing-masing ubin keramik harus sesuai Skema Warna yang sudah
ditentukan pada pembangunan tahap sebelumnya.
Adukan.
Adukan terdiri dari campuran semen dan pasir yang diberi bahan tambahan penguat dalam
jumlah penggunaan sesuai petunjuk dari pabri pembuat.
Bahan-bahan adukan dan bahan-bahan tambahan harus memenuhi ketentuan Spesifikasi
Teknis.
Adukan perekat khusus untuk memasang ubin, jika ditunjukkan dalam Gambar Kerja atau
sesuai petunjuk Pengawas Lapangan, harus memenuhi ketentuan AS 2356, ANSI 118.1,
118.4 dan BS 5385, seperti Lemkra FK 101 dan Lemkra FK 103 (khusus daerah basah), AM
30 Mortarflex, ASA Fixall atau yang setara.
17.3. PELAKSANAAN
a. Pemasangan lantai keramik dan homogeneus tile
Pemasangan keramik lantai sebaiknya pada tahap akhir, untuk menghindari
kerusakan akibat pekerjaan yang belum selesai. Permukaan lantai yang akan dipasang
keramik maupun Homogeneous Tile/Granit Tile harus bersih, cukup kering dan rata
air. Tentukan tulangan/kepalaan dengan mempertimbangkan tata letak ruangan / lantai
yang ada. Pemasangan keramik lantai dimulai dari tulangan ini. Sebelum dipasang,
keramik lantai agar direndam dalam air terlebih dahulu. Setiap jalur pemasangan
sebaiknya ditarik benang dan rata air. Adukan semen untuk pemasangan keramik harus
penuh, baik permukaan dasar maupun di badan belakang keramik lantai yang
terpasang. Perbandingan adukan dan ketebalan rata – rata yang dianjurkan adalah
Semen : Pasir = 1 : 4, dengan ketebalan rata – rata 2 - 4 cm. Lebar nat yang dianjurkan
untuk lantai adalah 2 - 3 mm kecuali untuk keramik type cuting dan homogeneus tile lebar
nat maximum adalah 1,5 mm, dengan campuran pengisi nat (Grout) bahan khusus
AM 50 dengan warna sama dengan penutup lantaiyang dipasang. Bagi area yang luas
dianjurkan untuk diberi expansion joint. Bersihkan segera bekas adukan dari
permukaan keramik, dapat digunakan bahan pembersih yang ada di pasar dengan kadar
asam tidak lebih dari 5 %, setelah itu segera bersihkan dengan air bersih. Karena sifat
alamiah dari produk keramik, yang disebabkan proses pembakaran pada temperatur
tinggi, dapat terjadi perbedaan warna dan ukuran, untuk ini periksa dan pastikan keramik
lantai yang akan dipasang mempunyai seri dan golongan ukuran yang sama.
b. Pemasangan
Pekerjaan ini harus dilakukan dengan serapi-rapinya oleh tukang yang benar- benar ahli
dan berpengalaman, sesuai dengan petunjuk pabrik bahan yang bersangkutan.
Bab 2 - 40
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
Bagian yang ditemukan tidak memuaskan harus diperbaiki dan dikerjakan dengan cara yang
sama dengan sebelumnya tanpa biaya tambahan dari Pemilik Proyek.
b. Area parkir yang menggunakan flooring system Polydeckote PS adalah Parking Lot,
Driveway, dan Ramp dengan masing – masing ketebalan sebagai berikut:
c. Material yang digunakan pada masing-masing area parkir adalah sebagai berikut :
- Parking Lot
Surface Preparation
1st Primer Coat : Polyfloor PFP 241 – 2K SB 0.20 kg/m²
2nd Seal Coat : Polyfloor PFT 215 – 2K SF 0.20 kg/m²
3rd Top Coat : Polyfloor PFT 215 – 2K SF 0.75 kg/m²
Bab 2 - 41
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
- Ramp
Surface Preparation
1st Primer Coat : Polyfloor PFP 241 – 2K SB 0.20 kg/m²
2nd Top Coat : Polyfloor PFT 215 – 2K SF 0.50 kg/m²
Sand Scatter : Sand 20/30 mesh 2,00 kg/m²
3rd Top Coat : Polyfloor PFT 215 – 2K SF 0.55 kg/m²
4th Top Coat : Polyfloor PFT 215 – 2K SF 0.45 kg/m²
b. Driveway
Aplikasi lapisan primer Polyfloor PFP 241 – 2K SB pada substrate beton yang sudah
digrinda dan bebas dari kontaminasi kotoran dan minyak, tunggu hingga 12 jam sebelum
melanjutkan ketahap berikutnya.
Aplikasikan Polyfloor PFT 215 – 2K SF pada permukaan Polyfloor PFP 241 – 2K SB yang
sudah kering menggunakan squeeze dan roll. Tunggu beberapa menit setelah material
merata, taburkan pasir silica 30/50 mesh menutupi seluruh permukaan Polyfloor PFT 215
– 2K SF yang masih basah. Biarkan kering estimasi 12 jam (tergantung termperatur)
sebelum melanjutkan ketahap berikutnya.
Setelah kering, bersihkan pasir yang tidak menempel sempurna menggunakan vacuum.
Aplikasi Polyfloor PFT 215 – 2K SF menggunakan squeegee dan rol untuk meratakan.
Tunggu 12 jam sebelum melanjutkan ketahap berikutnya.
Bab 2 - 42
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
Aplikasikan top coat Polyfloor PFT 215 – 2K SF menggunakan squeegee dan rol untuk
meratakan. Tunggu hingga kering minimum 24 jam sebelum dipakai untuk traffic pejalan
kaki, 48 jam untuk traffic kendaraan.
c. Ramp
Aplikasi lapisan primer Polyfloor PFP 241 – 2K SB pada substrate beton yang sudah
digrinda dan bebas dari kontaminasi kotoran dan minyak, tunggu hingga 12 jam sebelum
melanjutkan ketahap berikutnya.
Aplikasikan Polyfloor PFT 215 – 2K SF pada permukaan Polyfloor PFP 241 – 2K SB yang
sudah kering menggunakan squeeze dan roll. Tunggu beberapa menit setelah material
merata, taburkan pasir silica 20/30 mesh menutupi seluruh permukaan Polyfloor PFT 215
– 2K SF yang masih basah. Biarkan kering estimasi 12 jam (tergantung termperatur)
sebelum melanjutkan ketahap berikutnya.
Setelah kering, bersihkan pasir yang tidak menempel sempurna menggunakan vacuum.
Aplikasi Polyfloor PFT 215 – 2K SF menggunakan squeegee dan rol untuk meratakan.
Tunggu 12 jam sebelum melanjutkan ketahap berikutnya.
Aplikasikan top coat Polyfloor PFT 215 – 2K SF menggunakan squeegee dan rol untuk
meratakan. Tunggu hingga kering minimum 24 jam sebelum dipakai untuk traffic pejalan
kaki, 48 jam untuk traffic kendaraan.
Bab 2 - 43
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
Air .
Air sebagai bahan pencampur / pengencer harus air yang bersih seperti disyaratkan dalam
Spesifikasi Teknis.
Cetakan / Acuan.
Bahan cetakan / acuan dibuat dari bahan besi pelat atau kayu lapis dengan ketebalan
yang sesuai, yang dibentuk sedemikian rupa sesuai dengan ukuran dan bentuk yang
ditunjukkan dalam Gambar Kerja.
Cetakan / acuan harus sama pada semua tempat yang menhendaki ukuran dan bentuk
yang sama.
Cuaca.
Cuaca pada saat akan melaksanakan pekerjaan ini harus sesuai dengan persyaratan
dari pabrik pembuat adukan encer bersangkutan.
Pelaksanaan.
Adukan encer dapat dituangkan atau dipompakan ke dalam cetakan / acuan atau
sesuai petunjuk pabrik pembuat. Penggetaran halus akan memperlancar aliran.
Penggunaan tali atau rantai akan memperlancar aliran pada bagian yang berjarak lebih
dari 100 cm (gerakan menggergaji dari tali atau rantai melancarkan aliran adukan encer
– cara ini harus dilakukan sedemikian rupa agar tidak terbentuk ruang kosong).
Aliran adukan encer harus tetap terjaga sampai adukan encer mengisi rongga cetakan
dan telah memenuhi seluruh panjang cetakan pada sisi lainnya. Penempatan adukan
encer harus dilakukan dari salah satu sisi saja.
Bab 2 - 44
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
20.3. BAHAN
a. Umum.
1. Cat harus dalam kaleng/kemasan yang masih tertutup patri/segel, dan masih jelas
menunjukkan nama/merek dagang, nomor formula atau Spesifikasi cat, nomor takaran
pabrik, warna, tanggal pembuatan pabrikpetunjuk dari pabrik dan nama pabrik
pembuat, yang semuanya harus masih absah pada saat pemakaiannya. Semua
bahan harus sesuai dengan Spesifikasi yang disyaratkan pada daftar cat. Pemakaian
bahan-bahan pengering atau bahan- bahan lainnya tanpa persetujuan Pengawas tidak
diperbolehkan. Selambat-lambatnya sebulan sebelum pekerjaan pengecatan dimulai,
Kontraktor harus mengajukan daftar tertulis dari semua bahan yang akan dipakai untuk
disetujui oleh Konsultan Pengawas Lapangan/MK. Konsultan Pengawas Lapangan/MK
berhak menguji contoh-contoh sebelum memberikan persetujuan.
Untuk menetapkan suatu standar kualitas, disyaratkan bahwa semua cat yang
dipakai harus berdasarkan/mengambil acuan pada cat-cat hasil produksi Jotun,
Nippon Paint.
b. Cat Dasar.
Cat dasar yang digunakan harus sesuai dengan daftar berikut atau setara :
- Water-based sealer untuk permukaan pelesteran, beton, papan gipsum dan panel
kalsium silikat.
- Masonry sealer untuk permukaan pelesteran yang akan menerima cat akhir berbahan
dasar minyak.
- Wood primer sealer untuk permukaan kayu yang akan menerima cat akhir berbahan
dasar minyak.
- Solvent-based anti-corrosive zinc chomate untuk permukaan besi/baja.
c. Undercoat.
Undercoat digunakan untuk permukaan bidang baru yang belum pernah dicat
sebelumnya.
d. Cat Akhir.
Cat akhir yang digunakan harus sesuai dengan daftar berikut, atau yang setar :
- Emulsion untuk permukaan interior pelesteran, beton, papan gipsum dan panel
kalsium silikat.
- Emulsion khusus untuk permukaan eksterior pelesteran, beton, papan gipsum
dan panel kalsium silikat.
- High quality solvet-based high quality gloss finish untuk permukaan interior pelesteran
dengan cat dasar masonry sealer, kayu dan besi/baja.
- Khusus untuk bagian luar yang tidak terlindung atap dipakai jenis
Bab 2 - 45
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
Weathershield
20.4. PELAKSANAAN
a. Pelaksanaan Pekerjaan
Pembersihan, Persiapan dan Perawatan Awal Permukaan.
1. Umum.
- Semua peralatan gantung dan kunci serta perlengkapan lainnya, permukaan
polesan mesin, pelat, instalasi lampu dan benda-benda sejenisnya yang
berhubungan langsung dengan permukaan yang akan dicat, harus dilepas, ditutupi
atau dilindungi, sebelum persiapan permukaan dan pengecatan dimulai.
- Pekerjaan harus dilakukan oleh orang-orang yang memang ahli dalam bidang
tersebut.
- Permukaan yang akan dicat harus bersih sebelum dilakukan persiapan permukaan
atau pelaksanaan pengecatan. Minyak dan lemak harus dihilangkan dengan
memakai kain bersih dan zat pelarut/pembersih yang berkadar racun rendah dan
mempunyai titik nyala diatas 38oC.
- Pekerjaan pembersihan dan pengecatan harus diatur sedemikian rupa sehingga
debu dan pecemar lain yang berasal dari proses pembersihan tersebut tidak jauh
diatas permukaan cat yang baru dan basah.
2. Permukaan Pelesteran dan Beton.
Permukaan pelesteran umumnya hanya boleh dicat sesudah sedikitnya selang waktu
4 (empat) minggu untuk mengering di udara terbuka. Semua pekerjaan pelesteran
atau semen yang cacat harus dipotong dengan tepi- tepinya dan ditambal dengan
pelesteran baru hingga tepi-tepinya bersambung menjadi rata dengan pelesteran
sekelilingnya.
Permukaan pelesteran yang akan dicat harus dipersiapkan dengan menghilangkan
bunga garam kering, bubuk besi, kapur, debu, lumpur, lemak, minyak, aspal, adukan
yang berlebihan dan tetesan-tetesan adukan. Sesaat sebelum pelapisan cat dasar
dilakukan, permukaan pelesteran dibasahi secara menyeluruh dan seragam dengan
tidak meninggalkan genangan air. Hal ini dapat dicapai dengan menyemprotkan air
dalam bentuk kabut dengan memberikan selang waktu dari saat penyemprotan
hingga air dapat diserap.
3. Permukaan Gypsum.
Permukaan gipsum harus kering, bebas dari debu, oli atau gemuk dan permukaan
yang cacat telah diperbaiki sebelum pengecatan dimulai.
Kemudian permukaan gipsum tersebut harus dilapisi dengan cat dasar khusus
untuk gipsum, untuk menutup permukaan yang berpori.
Setelah cat dasar ini mengering dilanjutkan dengan pengecatan sesuai ketentuan
Spesifikasi ini.
4. Permukaan Kayu.
Permukaan kayu harus bersih dari minyak, lemak dan serbuk kayu gergajian, sisa
pengamplasan serta kotoran lainnya, sebelum pelapisan cat dimulai.
Bab 2 - 46
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
dengan cat akhir yang akan diaplikasikan dilokasi proyek dan memenuhi
ketentuan dalam butir 4.2. dari Spesifikasi Teknis ini.
Barang besi/baja yang telah dilapis dasar di pabrik/bengkel harus dilindungi
terhadap karat, baik sebelum atau sesudah pemasangan dengan cara segera
merawat permukaan karat yang terdeteksi.
Permukaan harus dibersihkan dengan zat pelarut untuk menghilangkan debu,
kotoran, minyak, gemuk.
Bagian-bagian yang tergores atau berkarat harus dibersihkan dengan sikat kawat
sampai bersih, sesuai standar St 2/SP-2, dan kemudian dicat kembali (touch-
up) dengan bahan cat yang sama dengan yang telah disetujui, sampai mencapai
ketebalan yang disyaratkan.
Besi/Baja Lapis Seng/Galvanized.
Permukaan besi/baja berlapis seng/galvanized yang akan dilapisi cat warna
harus dikasarkan terlebih dahulu dengan bahan kimia khsus yang diproduksi untuk
maksud tersebut, atau disikat dengan sikat kawat. Bersihkan permukaan dari
kotoran-kotoran, debu dan sisa-sisa pengasaran, sebelum pengaplikasian cat
dasar.
c. Pelaksanaan Pengecatan.
Umum.
- Permukaan yang sudah dirapikan harus bebas dari aliran punggung cat, tetesan
cat, penonjolan, pelombang, bekas olesan kuas, perbedaan warna dan tekstur.
- Usaha untuk menutupi semua kekurangan tersebut harus sudah sempurna dan semua
lapisan harus diusahakan membentuk lapisan dengan ketebalan yang sama.
- Perhatian khusus harus diberikan pada keseluruhan permukaan, termasuk bagian
tepi, sudut dan ceruk/lekukan, agar bisa memperoleh ketebalan lapisan yang sama
dengan permukaan-permukaan di sekitarnya.
- Permukaan besi/baja atau kayu yang terletak bersebelahan dengan permukaan yang
akan menerima cat dengan bahan dasar air, harus telah diberi lapisan cat dasar
terlebih dahulu.
Proses Pengecatan.
- Harus diberi selang waktu yang cukup di antara pengecatan berikutnya untuk
memberikan kesempatan pengeringan yang sempurna, disesuaikan dengan kedaan
cuaca dan ketentuan dari pabrik pembuat cat dimaksud.
Penecatan harus dilakukan dengan ketebalan minimal (dalam keadaan cat kering),
sesuai ketentuan berikut.
a. Permukaan Interior Pelesteran, Beton, Gipsum.
Cat Dasar : 1 (satu) lapis water-based sealer.
Cat Akhir : 2 (dua) lapisan emulsion.
Bab 2 - 47
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
d. Permukaan Kayu
Cat Dasar : 1 (satu) lapis wood primer sealer.
Cat Akhir : 2 (dua) lapisan high quality solvent-based high
quality gloss finish.
e. Permukaan Besi/Baja.
Cat Dasar : 1 (satu) lapis solvent-based anti-corrosive zinc
chromate primer.
Undercoat : 1 (satu) lapis undercoat.
Cat Akhir : 2 (dua) lapisan high quality solvent-based high
quality gloss finish.
- Bila disyaratkan oleh kedaan permukaan, suhu, cuaca dan metoda pengecatan,
maka cat boleh diencerkan sesaat sebelum dilakukan pengecatan dengan mentaati
petunjuk yang diberikan pembuat cat dan tidak melebihi jumlah 0,5 liter zat pengencer
yang baik untuk 4 liter cat.
- Pemakaian zat pengencer tidak berarti lepasnya tanggung jawab kontraktor untuk
memperoleh daya tahan cat yang tinggi (mampu menutup warna lapis di bawahnya).
Metode Pengecatan.
- Cat dasar untuk permuakaan beton, plesteran, gypsum board diberikan dengan
kuas dan lapisan berikutnya boleh dengan kuas atau rol.
- Cat dasar untuk permukaan papan gipsum deberikan dengan kuas dan dan lapisan
berikutnya boleh dengan kuas atau rol.
- Cat dasar untuk permukaan kayu harus diaplikasikan dengan kuas dan lapisan
berikutnya boleh dengan kuas, rol atau semprotan.
- Cat dasar untuk permukaan besi/baja diberikan dengan kuas atau disemprotkan
dan lapisan berikutnya boleh menggunakan semprotan.
e. Pengerjaan melamin
Permukaan kayu yang dipertahankan corak naturalnya seperti yang dijelaskan dalam
gambar atau keterangan lainnya (daun pintu, Clading Teakwood, Nurse station counter,
dll sesuai gambar rencana) dimelamin dengan bahan dari produk yang baik.
Pekerjaan harus dilakukan oleh tukang yang ahli dan berpengalaman. Bagian yang
akan dimelamin harus benar-benar bersih dan kering. Bagian yang retak harus ditutup
dulu dengan dempul yang khusus untuk melamin. Sebelum pengecatan dimulai kayu
harus digosok dulu dengan batu kambang sampai rata kemudian dihaluskan dengan
ampelas.
Pengecatan dilakukan setelah permukaan kayu benar-benar telah bersih dan kering.
Tingkat lapisan melamin yang dikehendaki adalah dof.
Bab 2 - 48
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
Bagian yang ditemukan tidak memuaskan harus diperbaiki dan dikerjakan dengan cara yang
sama dengan sebelumnya tanpa biaya tambahan dari Pemilik Proyek.
Kualitas Pekerjaan.
- Semua pekerjaan ini harus dikerjakan oleh perusahaan yang memiliki
spesialisasi dalam pekerjaan ini selama minimal 10 tahun dan dengan hasil
yang memuaskan.
- Hanya pekerja yang benar – benar ahli untuk pekerjaan ini yang boleh
Bab 2 - 49
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
dipekerjakan, dan yang benar – benar mengenal dengan baik semua ketentuan
- ketentuan yang disyaratkan dalam Spesifikasi Teknis ini.
Pengawetan.
Semua jenis kayu dan kayu lapis yang dipasang tetap dalam bangunan atau struktur
harus sudah diberi bahan pengawet.
Bila kayu yang telah diawetkan dipotong, maka bagian permukaan yang dipotong
tersebut harus diulas dengan bahan pengawet yang sama.
Pengerjaan.
Pekerjaan kayu yang telah selesai harus diamplas, bebas dari bekas mesin dan alat,
kikisan, serta kayu yang timbul atau cacat lain di permukaan yang terlihat. Sambungan
harus rapat sedemikian rupa untuk mencegah penyusutan. Sambungan pasak harus
disetel dengan lem dan diberi baji dan untuk pekerjaan interior harus disemat.
Lapisan Pelindung.
Penyelesaian untuk semua permukaan kayu harus menggunakan cat duko atau melamic
sesuai ketentuan gambar perencanaan. Lapisan pelindung untuk meja (top
Bab 2 - 50
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
Susut (Mengkerut).
Persiapan, penyambungan dan pemasangan semua pekerjaan kayu halus sedemikian
rupa, hingga susut di bagian mana saja dan ke arah manapun tidak akan mengurangi /
mempengaruhi kekuatan dan bentuk dari pekerjaan kayu yang sudah jadi. Juga tidak
menyebabkan rusaknya bahan – bahan yang bersentuhan.
Pembersihan.
Semua tatal, puntung kayu dan kayu bekas harus dibersihkan secara teratur dan pada
waktu penyelesaian pekerjaan.
Semua bekas yang sudah tidak dapat digunakan lagi dan sampah – sampah harus
disingkirkan dan dimusnahkan.
2) Roller Blind
Roller Blind digunakan sebagai penutup jendela masing – masing ruang kerja staff /
karyawan produk TOSO, Soraton atau setara.
1) Buka tutup dengan sistem Spring Type
2) Bahan / fabric blind type HLB – 11, Primera atau setara
22.2. BAHAN
a. Water Closet dan Wastafel
Barang-barang yang akan dipakai adalah sebagai berikut :
1. Water Closet Duduk
Bab 2 - 51
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
Bahan porselen, produk dalam negeri (setara TOTO type CW 688 J/ SW 668 J,
American Standar, Triliunware), lengkap dengan stop kran dan peralatan lain (warna
standard).
3. Wastafel
Wastafel Gantung (Wall Hung) lengkap dengan kran, siphon, warna standar produk
dalam negeri (setara TOTO tipe LW 246 J, American Standar, Triliunware), lengkap
dengan keran, siphon dan perlengkapan lainnya (warna standard).
4. Sink dapur (TOTO, American Standar, Triliunware)
Semua wastafel dan Sanitary yang lainnya sudah lengkap dengan keran, siphon
dan perlengkapan lainnya yang diperlukan.
6. Sekat Urinoir
Toto type A100
22.3. PELAKSANAAN
Pemasangan semua peralatan/perlengkapan saniter harus dilakukan oleh ahli pemasangan
barang sanitair yang berpengalaman. Pengerjaan harus dilakukan dengan hati-hati dan
sangat rapi.
a. Semua sambungan harus kedap air dan udara. Bahan penutup sambungan tidak
diijinkan.
Cat, vernis, dempul dan lainnya tidak diijinkan dipasang pada bidang-bidang
pertemuan sambungan sampai semua sambungan dipasang kuat dan diuji.
Semua saluran ekspos ke perlengkapan sanitasi harus diselesaikan sedemikian rupa
sehingga tampak bersih dan rapih dan sesuai ketentuan Gambar Kerja dan petunjuk
pemasangan dari pabrik pembuat.
b. Pemipaan dari perlengkapan sanitasi ke pipa distribusi utama harus dilaksanakan sesuai
ketentuan Spesifikasi Teknis.
c. Bak cuci tangan tipe dinding ahrus dipasang sedemikian rupa sehingga puncak bagian
luar alat-alat tersebut berada 800mm di atas lantai, kecuali bila ditunjukkan lain dalam
Gambar Kerja.
Bak cuci tangan tipe pemasangan di meja harus dipasang pada ketinggian sesuai
petunjuk dalam Gambar Kerja.
d. Bak cuci dari bahan stainless steel harus dipasang sedemikian rupa pada meja/kabinter
seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja.
e. Urinoir harus dipasang sedemikian rupa sehingga puncak tepi bagian depan alat ini
berada 530mm diatas lantai untuk orang dewasa dan 330mm untuk anak-anak, atau
Bab 2 - 52
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
Bagian yang ditemukan tidak memuaskan harus diperbaiki dan dikerjakan dengan cara yang
sama dengan sebelumnya tanpa biaya tambahan dari Pemilik Proyek.
bebas dari minyak, debu serta tonjolan-tonjolan tajam yang permanen dari tumpahan
atau cipratan adukan dan dalam kondisi kering (baik dalam arti kata kering leveling
screed maupun kering permukaan) serta beton berumur minimum 28 hari.
b). Semua pertemuan 90° atau sudut yang lebih tajam harus dibuat tumpul, yaitu penutup
sepanjang sudut tersebut dengan adukan ex PENTENS T-805 Non-Shrink Grout /
setara atau seperti tercantum dalam gambar kerja.
Bagian yang ditemukan tidak memuaskan harus diperbaiki dan dikerjakan dengan cara yang
Bab 2 - 54
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
24.2.3. Penyimpanan
Bahan penutup atap metal harus disimpan dalam keadaan tetap kering, tidak boleh
berhubungan dengan tanah/lantai dan ditempatkan dalam tempat beratap.
Bila terpaksa disimpan di tempat terbuka, bahan-bahan tersebut harus diselimuti
dengan terpal atau plastik untuk mencegah masuknya air hujan/embun ke dalam. Air
yang masuk dapat menimbulkan cacat terhadap permukaan bahan metal akibat
terjadinya kondensasi.
Bahan penutup atap metal harus ditumpuk dengan bagian luar tetap menghadap ke
atas.
1. Penutup atap metal dibuat dari bahan lembaran metal bergelombang yang
diberi lapisan seng dan aluminium (zincalume) dengan sistem pelapisan celup
panas menerus (continuous hot dip method) yang memenuhi standar AS 1397
dan diberi lapisan akhir Pelangi, seperti Kharisma Indodek produksi PT
BlueScope Lysaght Indonesia, Union atau Mahaspam atau yang
setara yang disetujui Manajer Proyek, dalam warna sesuai Skema Warna.
2. Lembaran metal bergelombang tersebut harus memiliki tebal metal dasar
(base metal thickness) 0,40mm.
3. Bentuk gelombang harus sama dan tidak berubah sepanjang lembaran metal.
4. Mutu baja lembaran metal bergelombang harus memenuhi nilai tegangan
leleh minimal 5500kg/cm².
Bab 2 - 55
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
Penutup bubungan dan lembaran pelindung untuk penutup atap harus dibuat dari
bahan lembaran metal dengan ketebalan, warna serta pabrik pembuat yang sama
dengan pabrik pembuat lembaran penutup atap metal. Penutup bubungan dan
lembaran pelindung harus sudah dibentuk/ditekuk sesuai bentuk dalam Gambar Kerja,
di pabrik pembuatnya
Alat pengencang harus dari jenis sekrup baja lapis seng yang dilengkapi neoprene
washer, seperti merek Teks tipe self-drilling hexagonal head, sesuai rekomendasi
pabrik pembuat lembaran metal. Diameter dan panjang sekrup harus sesuai standar
pabrik pembuat penutup atap metal.
Untuk mencegah kebocoran atau tempias yang diakibatkan oleh hujan, celah
pertemuan antara lembaran penutup atap/dinding dengan lembaran pelindung harus
ditutup dengan bahan penutup dan pengisi celah yang memenuhi
persyaratanpersyaratan berikut:
- tidak berkarat,
- kedap air,
- tahan panas
- tahan sinar ultra violet
Sebelum pelaksanaan dimulai, Gambar Detail Pelaksanaan harus telah disetujui oleh
Manajer Proyek. Gambar Detail Pelaksanaan harus dibuat dengan memperhatikan
petunjuk dari pabrik pembuatnya dan persyaratan-persyaratan berikut:
- Lembaran metal bergelombang harus disusun sedemikian rupa sehingga dapat
menahan beban angin sesuai dengan jarak gording dalam Gambar Kerja.
- Jarak gording harus sesuai persyaratan dari pabrik pembuat dan/atau sesuai
petunjuk dalam Gambar Kerja.
Ukuran lembaran penutup atap harus sedemikian rupa sehingga memudahkan
pengangkutan dan pemasangannya di lokasi. Ukuran lembaran harus sudah
memperhitungkan panjang tumpangan samping dan akhir.
24.4.2. Pemasangan
1. Sebelum lembaran metal penutup atap dipasang, semua rangka atap harus telah
terpasang dengan baik sesuai ketentuan dan telah disetujui Manajer Proyek.
2. Sebelum pemasangan lembaran penutup atap dimulai, semua permukaan bahan
baja yang berhubungan langsung dengan lembaran penutup atap tersebut harus
sudah diberi lapisan cat anti karat sesuai ketentuan dalam warna sesuai Skema
Warna.
3. Semua lembaran metal untuk penutup atap harus dipasang mengikuti persyaratan
pemasangan dari pabrik pembuat dan sesuai petunjuk Gambar Kerja dan Gambar
Detail Pelaksanaan yang telah disetujui Manajer Proyek.
4. Persetujuan yang telah diberikan tidak membebaskan Kontraktor dari tanggung
jawab untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik.
lembaran harus dibersihkan dari segala kotoran dan dalam keadaan kering.
Bahan penutup dan pengisi celah harus diaplikasikan pada hari yang sama dengan
persiapan permukaan lembaran.
Contoh dan data teknis/brosur bahan yang akan digunakan harus diserahkan kepada
Manajer Proyek untuk mendapatkan persetujuan.
Semua bahan yang didatangkan harus segera disimpan di tempat yang kering dan
terlindung dari kerusakan, baik sebelum dan selama pemasangan.
Saringan talang/pembuangan tipe dome grate dari bahan besi tuang, ukuran dan bentuk
lubang yang sesuai dengan talang tegak, atau sesuai Gambar Kerja, seperti buatan
Batur Artha Yulis atau Sanwell Austindo.
Talang tegak harus dibuat dari pipa PVC standar SNI 06-0084-2002 dengan kelas
tekanan kerja 10kg/cm², seperti Wavinsafe buatan Wavin, Vinilon, Poly Unggul, Unilon,
atau yang setara. Pipa harus dari jenis sambungan solvent cement. Perekat untuk PVC
harus sesuai rekomendasi dari pabrik pembuat pipa PVC. Diameter dan panjang pipa
yang dibutuhkan harus sesuai ketentuan dalam Gambar Kerja.
Talang datar dari bahan zincalume atau galvalume sheet dengan penyangga besi strip
dan rangka besi hollow yang dilas bersatu dengan struktur bangunan harus memiliki
dimensi dan bentuk sesuai ketentuan dalam Gambar Kerja.
Untuk mencegah kebocoran atau tempias yang diakibatkan oleh hujan, celah
pertemuan antara lembaran penutup atap/dinding dengan lembaran pelindung harus
ditutup dengan bahan penutup dan pengisi celah yang memenuhi
persyaratanpersyaratan berikut:
- tidak berkarat,
Bab 2 - 57
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
- kedap air,
- tahan panas
- tahan sinar ultra violet
Pekerjaan fabrikasi dan pemasangan talang harus dilaksanakan sesuai ketentuan dalam
Gambar Kerja dan harus dikerjakan oleh tukang yang ahli dalam bidangnya.
Pekerjaan fabrikasi dan pemasangan talang tegak dari bahan PVC harus sesuai
petunjuk dari pabrik pembuat pipa PVC.
1. Hubungan antara talang datar dan talang tegak harus dikerjakan dengan cara yang
sesuai dan disetujui sehingga rapi, kuat dan tidak bocor.
2. Talang datar harus dibuat sedemikian rupa sehingga terjadi kemiringan ke arah
lubang talang tegak dan air dapat mengalir dengan lancar ke talang tegak tanpa
menimbulkan genangan air.
3. Pembuatan talang datar dari bahan beton dengan bentuk dan dimensi seperti
ditunjukkan dalam Gambar Kerja harus dilaksanakan sesuai ketentuan
4. Setiap lubang menuju talang tegak harus dilengkapi dengan saringan talang yang
ditanam dengan baik ke dalam lubang talang tegak dan setiap belokan talang tegak
harus dilengkapi elbow dari bahan yang sama dengan bahan talang tegak.
5. Pemasangan dan penempatan talang tegak harus sesuai ketentuan Gambar Kerja
dan harus diikatkan ke struktur bangunan dengan cara yang disetujui seperti
ditunjukkan dalam Gambar Detail Pelaksanaan.
Bab 2 - 58
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam
Galian untuk pondasi pinggiran beton harus dipadatkan, diberi lapisan beton mutu K-175
dengan tebal minimal 30 mm atau sesuai petunjuk Gambar Kerja. Kedalaman pondasi
harus dibuat sesuai petunjuk Gambar Kerja.
Bahan – bahan asing yang mengganggu harus disingkirkan dari pondasi
Bab 2 - 59
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
DAFTAR ISI
BAB III
PERSYARATAN TEKNIS STRUKTUR
I. URAIAN PEKERJAAN DAN SITUASI ........................................................................................ 1
II. UKURAN TINGGI DAN UKURAN POKOK ............................................................................... 2
III. PEKERJAAN PEMBERSIHAN DAN PEMBONGKARAN ........................................................ 2
IV. O B S T A C L E.............................................................................................................................. 2
V. PEKERJAAN PERBAIKAN KONDISI TANAH GALIAN/URUGAN ....................................... 3
5.1. LINGKUP PEKERJAAN.................................................................................................. 3
5.2. PERSYARATAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PEMADATAN TANAH DI DAERAH
'FILL' ................................................................................................................................ 3
5.3. PERSYARATAN PELAKSANAAN PEKERJAAN TANAH DI DAERAH 'CUT' ........... 4
VI. PEKERJAAN PEMBUATAN SUB BASE COURSE DAN BASE COURSE .............................. 4
6.1. LINGKUP PEKERJAAN.................................................................................................. 4
6.2. PEKERJAAN PEMBUATAN SUB BASE COURSE DAN BASE COURSE ................... 4
VII. PEKERJAAN PONDASI BORE PILE .......................................................................................... 6
7.1. UMUM ............................................................................................................................. 6
7.2. MATERIAL ..................................................................................................................... 7
7.3. PENGEBORAN ............................................................................................................... 8
7.4. PELAKSANAAN PENGEBORAN DAN PENGECORAN ............................................ 10
7.5. LAPORAN ..................................................................................................................... 11
7.6. GANGGUAN-GANGGUAN .......................................................................................... 11
7.7. PENGAMBILAN DAN PENGUJIAN SILINDER BETON ........................................... 11
7.8. TANGGUNG JAWAB PELAKSANA PEKERJAAN / PEMBORONG .......................... 12
7.9. PENGUJIAN PEMBEBANAN (LOADING TEST) DENGAN METODA GROUND
ANCHOR (TIANG JANGKAR). ( REFERENSI : SNI 03-6475-2000)........................... 12
VIII. PEKERJAAN BETON SITE MIX. .............................................................................................. 21
8.1. UMUM ........................................................................................................................... 21
8.2. PENYERAHAN-PENYERAHAN .................................................................................. 22
8.3. PERCOBAAN BAHAN DAN CAMPURAN BETON .................................................... 22
8.4. BAHAN-BAHAN/PRODUK .......................................................................................... 24
IX. PELAKSANAAN BETON READY-MIXED............................................................................... 27
X. PEKERJAAN BETON BERTULANG ........................................................................................ 42
10.1. PEKERJAAN ................................................................................................................. 42
10.2. BAHAN-BAHAN/PRODUK .......................................................................................... 47
XI. PEMBESIAN................................................................................................................................. 50
11.1. PERCOBAAN DAN PEMERIKSAAN (TEST AND INSPECTIONS) ........................... 50
11.2. BAHAN-BAHAN / PRODUK ........................................................................................ 51
11.3. JAMINAN MUTU .......................................................................................................... 51
11.4. PERSIAPAN PEKERJAAN/PERAKITAN TULANGAN ............................................... 52
11.5. PENGIRIMAN, PENYIMPANAN DAN PENANGANANNYA .................................... 52
XII. PELAKSANAAN PEMASANGAN TULANGAN, PEMBENGKOKAN DAN PEMOTONGAN
52
12.1. PERSIAPAN .................................................................................................................. 52
12.2. PEMASANGAN TULANGAN....................................................................................... 52
12.3. PEMASANGAN WIRE MESH ...................................................................................... 55
12.4. PEMASANGAN BONDEK ............................................................................................ 55
12.5. LAS ................................................................................................................................ 55
Daftar Isi - i
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
Daftar Isi - ii
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
SPESIFIKASI TEKNIS
BAB III
4. Situasi
Bab 3 - 1
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
Semua benda dan permukaan seperti pohon akar dan tonjolan serta rintangan-
rintangan bangunan beserta pondasinya dan lain-lain yang berada di dalam batas
daerah pembangunan yang tercantum dalam gambar harus dibersihkan dan
dibongkar kecuali untuk hal-hal di bawah ini :
1. Sisa-sisa pohon yang tidak mengganggu dan akar-akar serta benda-benda
yang tidak mudah rusak yang letaknya minimum ± 1 meter di bawah dasar
pondasi.
2. Pembongkaran tiang-tiang saluran-saluran dan selokan-selokan hanya sedalam
yang diperlukan dalam penggalian ditempat tersebut.
3. Kecuali pada tempat-tempat yang harus digali lubang-lubang bekas pepohonan
dan lubang-lubang lain harus diurug kembali dengan bahan-bahan yang baik
dan dipadatkan.
4. Kontraktor bertanggung jawab untuk membuang sendiri tanaman-tanaman dan
puing-puing ketempat yang ditentukan oleh pengawas lapangan.
IV. OBSTACLE
1. Kriteria obstacle berupa konstruksi beton pasangan batu kali, pasangan dinding
tembok besi-besi tua dan lain-lain. Bekas perlindungan maupun bekas kontruksi
bangunan lama (bila ada) yang cara pembongkarannya memerlukan metoda
khusus dengan menggunakan peralatan yang lebih khusus pula (misalnya :
concrete breaker, compressor, mesin potong) dibandingkan dengan peralatan
yang digunakan pada pekerjaan galian tanah.
Bab 3 - 2
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
Yang termasuk pekerjaan perbaikan kondisi tanah adalah semua pekerjaan yang
berhubungan dengan pekerjaan tanah meliputi :
Land Screeding
Pemadatan Tanah
Penggalian, perataan, pengurugan (Pematangan lahan)
Penimbunan dilakukan sampai pada peil dan kemiringan yang ditentukan sesuai
Gambar Kerja.
Sebelum penimbunan, daerah kawasan harus dibersihkan dari semua kotoran,
rumput, humus dan akar tanaman.
Penimbunan baru dilakukan setelah tanah yang selesai dibersihkan itu
dipadatkan mencapai 90% kepadatan maksimum modified proctor.
Pelaksanaan pemadatan dilakukan lapis demi lapis, tiap lapisan tidak boleh lebih
dari 20 cm tebal sebelum dipadatkan atau 15 cm setelah dipadatkan.
Pemadatan tanah dan pembentukan permukaan (shaping) dilakukan dengan
blade graders dan 3 wheel power rollers yang beratnya 8 ton sampai 10 ton atau
pneumatic rollers lainnya dengan mendapatkan persetujuan dari Pengawas
Lapangan. Sebelumnya tanah harus digaru dengan sheep foot rollers.
Tanah yang dipadatkan harus mencapai 90 % kepadatan maksimum yang dapat
dicapai pada kadar air optimum yang ditentukan dengan Modified AASHTO T-99,
kecuali tanah setebal 30 cm di bawah sub base course harus mencapai 90%
compacted (dari modified proctor).
Selama pemadatan harus dikontrol terus kadar airnya, sebelum pemadatan
kadar air dari fill material harus sama dengan kadar air optimum dari hasil test
Compaction Modified Proctor dari contoh fill material.
Apabila kadar air bahan timbunan/fill material lebih kecil dari bahan optimum,
maka fill material harus diberi air sehingga menyamai kadar air optimum.
Sebaliknya bila kadar air bahan timbunan/fill material lebih besar dari kadar air
optimum, maka fill material harus dikeringkan terlebih dahulu atau ditambah
dengan bahan timbunan yang lebih kering.
Bab 3 - 3
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
Pemadatan harus dilakukan pada cuaca baik, bila hujan dan air tergenang,
pemadatan dihentikan. Diusahakan air dapat mengalir dengan membuat saluran-
saluran drainage sehingga daerah pemadatan selalu kering.
Setiap lapis dari daerah yang dipadatkan harus ditest dengan 'Field Dry Density
Test' untuk mengetahui kepadatan tanah yang dicapai serta Moisture Content.
Satu test untuk setiap 400 m 2 untuk tanah yang dipadatkan.
Apabila tanah yang dipadatkan < 1,6 ton/m3, maka tanah tersebut harus diganti
dengan tanah lain atau dicampur pasir sehingga tanah tersebut
3
menjadi >1,6 ton/m .
Apabila tanah yang dipadatkan telah mencapai nilai 90% compacted dari
modified proctor (untuk lapisan sub grade setebal 30 cm di bawah base) tetapi
tidak mencapai soaked CBR minimum = 4, maka tanah (sub grade) tersebut
harus diganti dengan fill material yang pada 90% maksimum compacted
mencapai nilai soaked CBR = 4.
Yang termasuk pekerjaan ini ialah semua pekerjaan dalam kawasan bangunan
tersebut, meliputi :
Pekerjaan pembuatan sub base course dan base course.
Pekerjaan pembuatan lantai kerja adukan 1pc : 3ps : 5kr.
Lingkup Pekerjaan
Yang dimaksud dengan pekerjaan pembuatan sub base course dan base course
ialah pembuatan lapisan sirtu yang terdiri dari agregat kasar (kerikil keras dan
batu-batu bulat) yang bercampur dengan pasir clay, sesuai Gambar Kerja serta
Persyaratan Pelaksanaan dan Uraian Pekerjaan.
Persyaratan Umum
- Semua bahan-bahan yang dipergunakan harus memenuhi peraturan-
peraturan / normalisasi-normalisasi yang berlaku di Indonesia.
Bab 3 - 4
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
- Sirtu dipergunakan dalam lapisan sub base course dan base course ini harus
disetujui oleh Konsultan Pengawas Lapangan/Manajemen Konstruksi dan
Perencana.
- Agregat-agregat sub base course harus mempunyai persyaratan gradasi
sebagai berikut :
Agregat kasar
Bab 3 - 5
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
Apabila kadar lumpur melebihi 1%, maka agregat kasar harus dicuci terlebih
dahulu, agregat kasar tidak boleh mengandung zat-zat yang merusak beton
seperti zat-zat yang reaktif alkali.
Bab 3 - 6
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
Pekerjaan ini termasuk pembuatan pondasi Bor Pile, termasuk pekerjaan beton
seperti yang disyaratkan dalam spesifikasi ini. Pelaksana Pekerjaan /
Pemborong harus menyediakan semua peralatan, material, tenaga kerja
Konsultan MK, alat-alat pengangkutan, alat-alat Bor dan alat-alat lain yang
diperlukan untuk terlaksananya pekerjaan ini.
7.2. MATERIAL
a. Bahan-bahan :
Harus memenuhi syarat-syarat yang tercantum dalam code PERSYARATAN
BETON STRUKTURAL UNTUK BANGUNAN GEDUNG (SNI 2847 : 2019).
b. Portland Cement
Digunakan portland cement jenis fly ash, Type I menurut ASTM atau minimal
memenuhi menurut ketentuan yang digariskan oleh Asosiasi Semen
Indonesia.Semen yang digunakan harus keadaan Fresh dan tidak terdapat
gumpalan-gumpalan.Merek yang dipakai tidak boleh ditukar-tukar kecuali
mendapat persetujuan dari Konsultan MK dan Konsultan Perencana.
c. Agregates
Agregates kasar batu pecah (split) dengan diameter max 3 cm . Agregates
halus (pasir) beton biasa dengan kebersihan yang memenuhi KETENTUAN
YANG BERLAKU Dalam hal gradasi,dapat sedikit menyimpang dari kriteria
normal menurut PERSYARATAN BETON STRUKTURAL UNTUK
BANGUNAN GEDUNG (SNI 2847 : 2019).dengan catatan beton harus
massif (padat, tanpa rongga, pori-pori).
d. Besi Beton
Besi beton biasa (normalround steel bars ),dimana besi yang digunakan
mengacu pada ASTM A 706M,1993. Pada jenis besi yang digunakan ini
pada masa produksinya mengandung elemen paduan (alloys) yaitu niobium
dan Vanadium yang dimaksudkan untuk menambah kemampuan kuat leleh
dan tidak getas. Untuk jenis BJTS 420B untuk diameter 10 mm ke atas,
harus masuk dalam percobaan lengkung 180 derajat tidak menunjukkan
tanda-tanda getas .Pelaksana harus melaksanakan Pengujian tarik dan
lengkung untuk setiap 25 ton besi di laboratorium yang disetujui pihak
Konsultan MK. Disamping itu harus menyerahkan jaminan /sertifikat kwalitas
besi yang dikeluarkan oleh Pabrik.
Bab 3 - 7
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
7.3. PENGEBORAN
a. Pelaksana Pekerjaan harus menggunakan mesin bor atau crane bor sesuai
dengan kondisi tanah , karena ada kandungan pasir dan gravel perlu
disiapkan auger (mata bor yang sesuai), serta melampirkan usulan teknis
pelaksanaan pembuatan Tiang Bor . Usulan teknis harus mencangkup :
Cara penanganan Proyek
Pengaturan lokasi kerja
Metode kerja dan urutan pelaksanaan dengan alat standart crane bor
Diameter 800 mm
Cara/metodequality control dan pengukuran kedalaman bor yang akan
diterapkan
Cara pembersihan lubang bor
Cara pengontrolan adanya necking
Cara pengontrolan homogenitas pile
Cara mengatasi adanya Blow up dan ground loss akibat pengeboran
Cara pengontrolan dimensi pile
Cara mengatasi adanya lumpur yang terjebak diujung bawah lubang
Cara mengatasi bila terjadi kemacetan tremi
Batasan-batasan toleransi pelaksanaan.
Posisi casing setinggi 4 m dari muka tanah
Bab 3 - 8
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
Bab 3 - 9
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
a. Sebelum pembetonan dimulai dasar lubang harus dibersihkan dari lumpur dan
sisa-sisa pengeboran serta mendapat persetujuan tertulis dari pengawas.lubang
yang telah dibersihkan harus segera di cor 20 menit setelah lubang di cleaning,
untuk memperkecil terjadinya endapan lumpur.
b. Pembetonan harus dilakukan dengan sistim tremi,sebelum pembetonan dimulai
tremi harus bersih.
c. Slump beton yang diperbolehkan 16 - 18 cm. Tidak diperkenankan
menggunakan vibrator.
d. Kedudukan ujung pipa tremi maximum 5 cm diatas dasar galian sebelum beton
dilepaskan dari dasar tremi. Kedudukan tremi terhadap muka beton pada setiap
phase pembetonan minimum 200 cm . Pembetonan harus dilaksanakan tanpa
interupsi (dilakukan Kontinyu) hingga selesai. Pembetonan dan pembesian
harus ditambah minimal 1,00 m diatas cut out of level (lihat Detail Gambar Tiang
Bor)
e. Jika pada pelaksanaan pembetonan terjadi kemacetan pada tremidan pipa tremi
tidak bisa dicabut,maka pile tersebut dianggap gagal. Dan sebagai pengaganti
titik pile perlu ditentukan oleh Perencana dan dengan persetujuan Konsultan
MK.
Bab 3 - 10
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
7.5. LAPORAN
Laporan dari pelaksanaan pembetonan harus meliputi :
Nomor tiang,dimensi tiang
Jenis alat,dimensi alat bor
Dalamnya lubang ,dalamnya Casing
Dimulainya dan selesainya pembetonan
Pembesian yang terpasang
Ketebalan lumpur sebelum pengecoran
Slump dan kwalitas beton
Jam keberangkatan Truk mixer
Volume adukan yang masuk untuk setiap truk mixer
Tinggi pembetonan yang dicapai tiap satu truk mixer
Posisi besi sebelum dan sesudah pembetonan
Warna air yang keluar dari lubang bor saat pembetonan
Elevasi permukaan beton setelah pembetonan
Jumlah dan nomor kubus yang diambil
Photo pelaksanaan/kegiatan penting
Catatan dari kejadian-kejadian penting.
7.6. GANGGUAN-GANGGUAN
a. Jika terjadi kerusakan pada bangunan sekitarnya sebagai akibat
pelaksanaan bore-piles dan soldier pile ,seluruhnya menjadi tanggungjawab
Pelaksana.
b. Jika ada gangguan dalam pelaksanaan bore-piles atau soldier pile yang dari
segi pelaksanaan tidak bisa diatasi menurut pertimbangan konsultan MK,
maka dimintakan satu atau lebih Tiang Bor tambahan berdasarkan evaluasi
konsultant perencana.Penambahan ini akan diperhitungkan sebagai kerja
tambah.
Bab 3 - 11
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
a. Umum
1. Pelaksana Pekerjaan harus melaksanakan Pile load test pada 1 titik Tiang
Bor dia 40 cm yang meliputi 1 titik untuk test Initial load test pada awal
pengeboran untuk test tekan dengan sistim Ground Anchors (Tiang Jangkar)
dan 1 titik test lateral, lokasinya akan ditentukan oleh Konsultan Manajemen
Konstruksi (MK) dan Perencana dari hasil pengamatan pelaksanaan dan
data tanah
2. Pengujian pembebanan harus dilakukan sesuai dengan persyaratan yang
ditentukan dalam spesifikasi ini. Kontraktor harus mempersiapkan segala
perlengkapan yang dibutuhkan untuk dapat melakukan pengujian
pembebanan, termasuk mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan
dengan pekerjaan ini, seperti izin, mengamankan lokasi di sekitar titik
pengujian dll.
3. Pengujian harus dilakukan di bawah Direksi Pekerjaanan tenaga ahli yang
berpengalaman di dalam pekerjaan ini. Semua personal yang terlibat harus
sudah betul-betul berpengalaman dan harus sudah terlatih, agar pekerjaan
dapat dilakukan dengan baik.
4. Pengujian tersebut menggunakan Tiang Jangkar (Ground Anchors) , dan
Kontraktor harus mempersiapkan pondasi untuk Tiang Jangkar tersebut,
sedemikian rupa sehingga tidak terjadi perbedaan penurunan di antara
pondasi tersebut.
5. Ground anchor ataupun tiang tarik, maka harus dipastikan bahwa semua
beban benar-benar tersalurkan dengan baik melalui angkur ataupun alat
penyambung lain.
Bab 3 - 12
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
5. Reference Beam
Semua reference beam harus ditunjang secara mandiri dengan dukungan
yang kokoh didalam tanah. Jarak bebas antara kaki Reference Beam dengan
tiang percobaan harus lebih besar atau sama dengan 2,5 meter. Salah satu
kaki dari tiap reference beam harus fixed (dilas), dan yang lainnya harus
bebas memuai dan menyusut. Reference beam harus cukup kaku untuk
mencegah lendutan yang berlebihan dan harus ada hubungan melintang
untuk menambah kekakuan.
6. Dial Gauge
Bab 3 - 13
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
Pada pengujian pembebanan statik, kecuali sudah lebih dulu terjadi keruntuhan,
pengujian tiang harus dilakukan untuk beban maksimum 200% dari beban
desain berdasarkan pada standard prosedur pembebanan pada ASTM D3966.
Hasil pengujian tiang bor harus disampaikan kepada Direksi Pekerjaan dalam
waktu 24 jam setelah pengujian selesai, kecuali ditentukan lain oleh Direksi
Pekerjaan.
Hasil-hasil tersebut harus mengikuti sertakan data-data sebagai berikut :
Nomor Referensi Tiang Bor.
Kedalaman ujung tiang bor.
Nomor referensi lubang bor Penyelidikan Tanah terdekat.
Tanggal pemancangan tiang.
Bab 3 - 14
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
2. Prosedur Pembebanan
Resultant beban-beban percobaan harus segaris dengan sumbu memanjang
tiang bor. Jika hal tersebut belum terpenuhi maka pembebanan tidak boleh
dilakukan, karena akan menimbulkan eksentrisitas pada tiang bor yang diuji.\
Bab 3 - 15
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
Keterangan :
Bab 3 - 16
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
Bab 3 - 17
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
a. Metode Davisson
- Plot grafik kurva beban vs penurunan
L
- Hitung penurunan elastis (immediate) Si = P dimana A = luas
AE
dasar tiang, E = modulus tiang, L = panjang tiang dan P = beban uji.
- Buat persamaan di atas menjadi persamaan garis sehingga didapat
garis OA.
- Tarik garis BC sejajar garis OA dengan jarak X dimana
D
X = 0.15 + inci.
120
- Titik perpotongan grafik kurva dengan garis BC adalah Qu.
P ( to n )
0 100 200 300 400 500 600 700 800 900
Qu
10
S e ttle m e n t ( m m )
20 X A
B
30
40
C
50
b. Metode Mazurkiewick
- Plotkan grafik kurva penurunan vs beban.
Bab 3 - 18
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
P (to n )
100
0
10 20 30 40 50
S e ttle m e n t (m m )
Qu
10
S e ttle m e n t ( m m )
20
30
40
50
Bab 3 - 19
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
P (to n )
c1
Q u = 1 / c1
0
10 20 30 40 50
S e ttle m e n t (m m )
3. Pengujian Lateral
Seperti yang dilakukan untuk evaluasi atas pengujian aksial, maka untuk
pengujian lateral juga akan digunakan metode yang berlaku umum. Dan jika
tidak dijumpai penyimpangan, maka secara umum dapat ditentukan bahwa
daya dukung lateral izin ditentukan berdasarkan pergeseran lateral sebesar
6,25 mm pada beban 200 % dari gaya horisontal izin.
7. LAPORAN TEKNIS
Laporan mengenai hasil loading test harus mencakup hal-hal sebagai berikut
Nomor Referensi Tiang bor.
Kedalaman ujung Tiang bor.
Nomor referensi lubang pemboran penyelidikan tanah terdrkat.
Tanggal pengecoran tiang bor.
Kedudukan akhir dari tiang bor.
Data tentang lapisan pendukung yang dapat diperkirakan.
Grafik beban/lendutan pampat (settlement).
Grafik beban waktu.
Grafik lendutan pampat (settlement)/waktu.
Beban kerja yang disyaratkan untuk tiang bor.
Lendutan pampat (settlement) total pada ujung tiang bor akibat beban kerja
(dari data pengujian).
Bab 3 - 20
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
Lendutan pampat (settlement) sisa pada ujung tiang bor akibat beban kerja
(dari data pengujian).
Faktor keamanan terhadap kegagalan geser umum (dari data pengujian).
Faktor keamanan terhadap lendutan pampat (settlement) sisa tertentu (dari
data pengujian).
Laporan teknis percobaan beban tiang hanya dapat diterima apabila
ditandatangani oleh seorang Ahli Geoteknik yang bersertifikat.
Bab 3 - 21
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
Laboratorium.
7. Pekerjaan-pekerjaan lain yang termasuk adalah :
- Semua pekerjaan beton yang tidak terperinci di luar ini
- pemeliharaan dan finishing, termasuk grouting
- mengatur benda-benda yang ditanam di dalam beton, kecuali tulangan beton
- koordinasi dari pekerjaan ini dengan pekerjaan dari lain bagian
- sparing dalam beton untuk instalasi M/E
- penyediaan dan penempatan stek tulangan pada setiap pertemuan dinding
bata dengan kolom/dinding beton struktural dan dinding bata dengan pelat
beton struktural seperti yang ditunjukkan oleh Pengawas Lapangan/MK.
8.2. PENYERAHAN-PENYERAHAN
Penyerahan-penyerahan berikut harus dilaksanakan oleh Kontraktor kepada
Pengawas Lapangan/MK sesuai dengan jadwal yang telah disetujui untuk
menyerahkan dan dengan segera sehingga tidak menyebabkan keterlambatan pada
pekerjaan sendiri maupun pada pekerjaan kontraktor lain.
Gambar pelaksanaan
Merupakan gambar tahapan pelaksanaan yang harus diserahkan oleh
Kontraktor kepada Pengawas Lapangan/MK untuk mendapat persetujuan ijin.
Penyerahan harus dilakukan sekurang-kurangnya 7 (tujuh) hari kerja sebelum
jadwal pelaksanaan pekerjaan beton.
Data dari pabrik/sertifikat
Untuk mendapat jaminan atas mutu beton ready-mix, maka sebelum
pengiriman; Kontraktor harus sudah menyerahkan kepada Pengawas
Lapangan/MK sedikitnya 5 hari kerja sebelum pengiriman; hasil-hasil
percobaan laboratorium, baik hasil percobaan bahan maupun hasil percobaan
campuran (Mix Design dan Trial Mix) yang diperuntukan proyek ini.
Harus diajukan minimal 2 (dua) supplier beton ready-mix untuk memperlancar
pelaksanaan dan mendapat persetujuan Pengawas Lapangan sebelum
memulai pengecoran.
Adukan/campuran beton
Adukan beton harus didasarkan pada trial mix dan mix design masing-masing
untuk umur 7, 14 atau 21 dan 28 hari yang didasarkan pada minimum 20 hasil
pengujian atau lebih sedemikian rupa sehingga hasil uji tersebut dapat disetujui
oleh Pengawas Lapangan/MK.
Bab 3 - 22
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
Ukuran-ukuran
Campuran desain dan campuran percobaan harus proporsional semen
terhadap agregat berdasarkan berat, atau proporsi yang cocok dari ukuran
untuk rencana proposional atau perbandingan yang harus disetujui oleh
Pengawas Lapangan/MK.
Untuk perincian minimum dan maximum slump untuk setiap jenis dan kekuatan
dari berat normal beton, dibuat empat (4) adukan campuran dengan memakai
nilai faktor air-semen yang berbeda-beda.
Pengujian mutu beton ditentukan melalui pengujian sejumlah benda uji silinder
beton diameter 15 cm x tinggi 30 cm sesuai Persyaratan Beton Struktural
untuk Bangunan Gedung dan Penjelasan SNI 2847: 2019, ACI Committee -
304, ASTM C 94-98.
Benda uji (setiap pengambilan terdiri dari 3 buah dengan pengetesan dilakukan
pada hari yang tercantum pada item 6) dari satu adukan dipilih acak yang
mewakili suatu volume rata-rata tidak lebih dari 10 m3 atau 10 adukan atau 2
truck drum (diambil yang volumenya terkecil). Disamping itu jumlah maximum
dari beton yang dapat terkena penolakan akibat setiap satu keputusan adalah
30 m3, kecuali bila ditentukan lain oleh Pengawas Lapangan/MK.
Hasil uji untuk setiap pengujian dilakukan masing-masing untuk umur 7, 14 atau
21 dan 28 hari.
Pembuatan benda uji harus mengikuti ketentuan Persyaratan Beton
Struktural untuk Bangunan Gedung dan Penjelasan SNI 2847: 2019,
dilakukan di lokasi pengecoran dan harus disaksikan oleh Pengawas
Lapangan/MK. Apabila digunakan metoda pembetonan dengan
menggunakan pompa (concrete pump), maka pengambilan contoh segala
macam jenis pengujian lapangan harus dilakukan dari hasil adukan yang
diperoleh dari ujung pipa "concrete-pump" pada lokasi yang akan dilaksanakan.
Pengujian bahan dan beton harus dilakukan dengan cara yang ditentukan
dalam Standard Industri Indonesia (SII) dan Persyaratan Beton Struktural
untuk Bangunan Gedung dan Penjelasan SNI 2847: 2019 atau metoda uji
bahan yang disetujui oleh Pengawas Lapangan/MK.
Rekaman lengkap dari hasil uji bahan dan beton harus disediakan dan disimpan
dengan baik oleh tenaga pengawas ahli, dan selalu tersedia untuk keperluan
pemeriksaan selama pelaksanaan pekerjaan dan selama 5 tahun sesudah
Bab 3 - 23
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
Pengujian slump
Rekomendasi slump untuk variasi beton konstruksi pada keadaan atau kondisi
normal :
Untuk beton dengan bahan tambahan plasticizer, slump dapat dinaikkan sampai
maksimum 1,5 cm.
Percobaan tambahan
Kontraktor, tanpa membebankan biaya kepada pemilik, harus mengadakan
percobaan laboratorium selaku percobaan tambahan pada bahan-bahan beton
dan membuat desain adukan baru bila sifat atau pemilihan bahan diubah atau
apabila beton yang ada tidak dapat mencapai kekuatan spesifikasi.
Hasil pengujian beton harus diserahkan sesaat sebelum tahapan pelaksanaan
akan dilakukan, yaitu khususnya untuk pekerjaan yang berhubungan dengan
pelepasan perancah/acuan. Sedangkan untuk pengujian di luar ketentuan
pekerjaan tersebut, harus diserahkan kepada Pengawas Lapangan/MK..
dalam jangka waktu tidak lebih dari 3 hari setelah pengujian dilakukan.
8.4. BAHAN-BAHAN/PRODUK
Sedapat mungkin, semua bahan dan ketenagaan harus disesuaikan dengan
peraturan-peraturan Indonesia.
Bab 3 - 24
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
1. SEMEN
a. Mutu semen
b. Penyimpanan Semen
Penyimpanan semen harus dilaksanakan dalam tempat penyimpanan
dan dijaga agar semen tidak lembab, dengan lantai terangkat bebas
dari tanah dan ditumpuk sesuai dengan syarat penumpukan semen
dan menurut urutan pengiriman. Semen yang telah rusak karena
terlalu lama disimpan sehingga mengeras ataupun tercampur bahan
lain, tidak boleh dipergunakan dan harus disingkirkan dari tempat
pekerjaan. Semen harus dalam zak-zak yang utuh dan terlindung baik
terhadap pengaruh cuaca, dengan ventilasi secukupnya dan
dipergunakan sesuai dengan urutan pengiriman. Semen yang telah
disimpan lebih 60 hari tidak boleh digunakan untuk pekerjaan.
Curah semen harus disimpan di dalam konstruksi silo secara tepat
untuk melindungi terhadap penggumpalan semen dalam
penyimpanan.
Semua semen harus baru, bila dikirim setiap pengiriman harus
disertai dengan sertifikat test dari pabrik.
Semen harus diukur terhadap berat untuk kesalahan tidak lebih dari
2,5 %.
"Kontraktor" harus hanya memakai satu merek dari semen yang
telah disetujui untuk seluruh pekerjaan. "Kontraktor" tidak boleh
mengganti merk semen selama pelaksanaan dari pekerjaan, kecuali
dengan persetujuan tertulis dari Pengawas Lapangan/MK.
2. AGREGAT
Agregat untuk beton harus memenuhi ketentuan dan persyaratan dari SII
0052-80 "Mutu dan Cara Uji Agregat Beton" dan bila tidak tercakup dalam SII
0052-80, maka harus memenuhi spesifikasi agregat untuk beton.
a. Agregat halus (Pasir)
Mutu pasir untuk pekerjaan beton harus terdiri dari : butir-butir tajam,
keras, bersih, dan tidak mengandung lumpur dan bahan-bahan organis.
Bab 3 - 25
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
Pasir laut tidak boleh dipakai sebagai agregat halus untuk semua mutu
beton.
Yang dimaksud dengan agregat kasar yaitu kerikil hasil desintegrasi alami
dari batu-batuan atau batu pecah yang diperoleh dari pemecahan batu,
dengan besar butir lebih dari 5 mm sesuai Persyaratan Beton Struktural
untuk Bangunan Gedung dan Penjelasan SNI 2847: 2019.
Mutu koral : butir-butir keras, bersih dan tidak berpori, batu pecah jumlah
butir-butir pipih maksimum 20 % bersih, tidak mengandug zat-zat alkali,
bersifat kekal, tidak pecah atau hancur oleh pengaruh cuaca.
Tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 1 % (terhadap berat kering)
yang diartikan lumpur adalah bagian-bagian yang melalui ayakan 0.063
mm apabila kadar lumpur melalui 1 % maka agregat kasar harus dicuci.
Tidak boleh mengandung zat-zat yang reaktif alkali yang dapat merusak
beton.
Ukuran butir : sisa diatas ayakan 31,5 mm, harus 0 % berat; sisa diatas
ayakan 4 mm, harus berkisar antara 90 % dan 98 %, selisih antara sisa-
sisa kumulatif di atas dua ayakan yang berurutan, adalah maksimum 60
% dan minimum 10 % berat.
Kekerasan butir-butir agregat kasar diperiksa dengan bejana penguji dari
Rudeloff dengan beban penguji 20 t, harus memenuhi syarat-syarat
sebagai berikut :
Bab 3 - 26
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
3. AIR
Air untuk pembuatan dan perawatan beton harus bersih, tidak boleh
mengandung minyak, asam alkali, garam-garam, bahan organis atau bahan-
bahan lain yang dapat merusak beton serta baja tulangan atau jaringan
kawat baja. Untuk mendapatkan kepastian kelayakan air yang akan
dipergunakan, maka air harus diteliti pada laboratorium yang disetujui oleh
Pengawas Lapangan/MK.
c. Pemeriksaan.
Bagi Pengawas Lapangan/MK diadakan jalan masuk ke proyek dan
Bab 3 - 27
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
d. Persetujuan.
Periksa areal dan kondisi pada mana pekerjaan di bawah bab ini yang
akan dilaksanakan. Perbaiki kondisi yang terusak oleh waktu dan
perlengkapan/penyelesaian pekerjaan. Jangan memproses sampai
keadaan perbaikan memuaskan. Jangan memulai pekerjaan beton
sampai hasil percobaan, adukan beton dan contoh-contoh benda uji
disetujui oleh Pengawas Lapangan/MK. Lagipula, jangan memulai
pekerjaan beton sampai semua penyerahan disetujui oleh Pengawas
Lapangan/MK.
h. Kendaraan Pengangkut
Kendaraan pengangkut beton ready-mix harus dilengkapi dengan
peralatan pengukur air yang tepat.
i. Pelaksanaan Pengadukan
Pelaksanaan pengadukan dapat dimulai dalam jangka waktu 30 menit
setelah semen dan agregat dituangkan dalam alat pengaduk.
j. Penuangan Beton
Proses pengeluaran beton ready-mix di lapangan proyek dari alat
pengaduk di kendaraan pengangkut harus sudah dilaksanakan dalam
jangka waktu 1,5 jam atau sebelum alat pengaduk mencapai 300
putaran. Dalam cuaca panas, batas waktu tersebut di atas harus
diperpendek sesuai petunjuk Pengawas Lapangan/MK.
Bab 3 - 28
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
k. Keadaan Khusus
Apabila temperatur atau keadaan lainnya yang menyebabkan perubahan
slump beton maka Kontraktor harus segera meminta petunjuk atau
keputusan Pengawas Lapangan/MK dalam menentukan apakah adukan
beton tersebut masih memenuhi kondisi normal yang disyaratkan. Tidak
dibenarkan untuk menambah air ke dalam adukan beton dalam kondisi
tersebut.
l. Penggetaran
Penggetaran beton agar diperoleh beton yang padat harus sesuai
dengan ACI 309R-87 (Recommended Practice for Consolidation of
Concrete). Sedapat mungkin penggetaran beton dilakukan dengan
concrete-vibrator (engine/electric).
Bab 3 - 29
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
6) Penutup Beton
Bila tidak disebutkan lain, tebal penutup beton harus sesuai dengan
persyaratan SNI 2847:2019
b. Pengangkutan
Pengangkutan dan pengecoran beton harus sesuai dengan Persyaratan
Beton Struktural untuk Bangunan Gedung dan Penjelasan SNI 2847:
2019, ACI Committe 304 dan ASTM C94-98.
Apabila diperlukan jangka waktu yang lebih panjang lagi, maka harus
dipakai bahan-bahan penghambat pengikatan yang berupa bahan
pembantu yang ditentukan dalam Persyaratan Beton Struktural
untuk Bangunan Gedung dan Penjelasan SNI 2847: 2019.
Bab 3 - 30
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
c. Pengecoran
1) Beton harus dicor sesuai persyaratan dalam Persyaratan Beton
Struktural untuk Bangunan Gedung dan Penjelasan SNI 2847:
2019, ACI Committee 304, ASTMC 94-98.
2) Beton yang akan dituang harus ditempatkan sedekat mungkin
kecetakan akhir dalam posisi lapisan horizontal kira-kira tidak lebih
dari ketebalan 30 cm.
3) Tinggi jatuh dari beton yang dicor jangan melebihi 1,50 m bila tidak
disebutkan lain atau disetujui Pengawas Lapangan.
4) Untuk beton expose, tinggi jatuh dari beton yang dicor tidak boleh
lebih dari 1,0 m. Bila diperlukan tinggi jatuh yang lebih besar, belalai
gajah, corong pipa cor ataupun benda-benda lain yang disetujui harus
diperiksa, sedemikian sehingga pengecoran beton efektif pada
lapisan horisontal tidak lebih dari ketebalan 30 cm dan jarak dari
corong haruslah sedemikian sehingga tidak terjadi
segregasi/pemisahan bahan-bahan.
5) Beton yang telah mengeras sebagian atau yang telah dikotori oleh
bahan asing tidak boleh dituang ke dalam struktur.
6) Tempatkan adukan beton, sedemikian sehingga permukaannya
senantiasa tetap mendatar, sama sekali tidak diijinkan untuk
pengaliran dari satu posisi ke posisi lain dan tuangkan secepatnya
serta sepraktis mungkin setelah diaduk.
7) Bila pelaksanaan pengecoran akan dilakukan dengan cara atau
metoda di luar ketentuan yang tercantum di dalam SNI termasuk
pekerjaan yang tertunda ataupun penyambungan pengecoran, maka
"Kontraktor" harus membuat usulan termasuk pengujiannya untuk
mendapatkan persetujuan dari Pengawas Lapangan paling lambat 3
minggu sebelum pelaksanaan di mulai.
d. Pemadatan beton
1) Segera setelah dicor, setiap lapis beton digetarkan dengan alat
penggetar/vibrator, untuk mencegah timbulnya rongga-rongga kosong
dan sarang-sarang kerikil.
2) Alat penggetar harus type electric atau pneumatic power driven, type
"immersion", beroperasi pada 7000 RPM untuk kepala penggetar
lebih kecil dari diameter 180 mm dan 6000 RPM untuk kepala
penggetar berdiameter 180 mm, semua dengan amlpitudo yang
cukup untuk menghasilkan kepadatan yang memadai.
3) Alat penggetar cadangan harus dirawat selalu untuk persiapan pada
keadaan darurat di lapangan dan lokasi penempatannya sedekat
mungkin mendekati tempat pelaksanaan yang masih memungkinkan.
4) Hal-hal lain dari alat penggetar yang harus diperhatikan adalah :
Pada umumnya jarum penggetar harus dimasukkan ke dalam
adukan kira-kira vertikal, tetapi dalam keadaan-keadaan khusus
boleh miring sampai 45oC.
Selama penggetaran, jarum tidak boleh digerakkan ke arah
horisontal karena hal ini akan menyebabkan pemisahan bahan-
bahan.
Bab 3 - 31
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
Bab 3 - 32
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
Bab 3 - 33
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
Pindahkan atau perbaiki, semua pelat yang tidak memenuhi peraturan ini
seperti yang dicantumkan. Kemiringan lantai beton untuk pengaliran seperti
tercantum. Apabila pelat gagal mengalir, alihkan aliran dari bagian lantai yang
salah lalu akhiri lagi dengan lapisan atas sehingga kemiringan pengaliran
sesuai dengan gambar.
Buat kesempatan untuk lendutan dari sistem lantai, pelat atau balok untuk
mengadakan pengaliran dari aliran.
Bab 3 - 34
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
1. Umum
Adakan pemeliharaan penutup selama pengecoran dan perawatan
dari beton untuk melindungi beton terhadap hujan dan terik matahari.
2. Dalam Cuaca Panas
Adakan dan pelihara keteduhan, penyemprotan kabut, ataupun
membasahi permukaan dari warna terang/muda, selama pengecoran
dan pemeliharaan beton untuk melindungi beton dari
kerugian/kehilangan bahan terhadap panas, matahari atau angin
yang berlebihan.
3. Kelebihan Perubahan Suhu
Lindungi beton sedemikian sehingga terjamin perubahan suhu yang
seragam di dalam beton, tidak lebih dari 3oC dalam setiap jamnya.
4. Perlindungan Bahan-bahan
Peliharalah bahan-bahan dan peralatan yang memadai untuk
perlindungan di lapangan dan siap untuk digunakan.
Bab 3 - 35
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
c. Penambalan Beton
Bab 3 - 36
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
Bab 3 - 37
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
Bahan-bahan.
Semen
Semen haruslah semen ordinary, moderate-heat atau semen
portland yang tahan terhadap sulfat.
Agregat
Ukuran maksimum dari agregat kasar harus seperti telah
diperinci sebelumnya. Kecuali dinyatakan lain pada catatan,
agregat harus mengikuti ketentuan tentang bentuk dan ukuran
dari potongan melintang serta jarak bersih dari tulangan-
tulangan beton, dan seperti disetujui oleh Pengawasan
Lapangan.
Bahan Tambahan (Admixture) Pozzolanic
Bahan tambahan (admixtures) Pozzolanic harus seperti
diuraikan pada ASTM C 618 (Specification for Fly Ash and
Raw or Calcined Natural Pozzolan for Use as a Mineral
Admixture in Portland Cement Concrete).
Bahan Tambahan untuk Permukaan (Surface-active Agent)
Bahan tambahan untuk permukaan harus memenuhi
spesifikasi khusus. Kecuali yang tercantum dalam catatan,
suatu retarder type air entraining dan bahan "pereduce" air
(water reducing agent) atau harus digunakan retarder type
Bab 3 - 38
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
i. Proporsi/Perbandingan Campuran.
j. Penulangan
Pemasangan tulangan harus sedemikian rupa sehingga posisi dari
bentuk tulangan tidak berubah selama pengecoran.
Peraturan lain tentang penulangan harus sesuai dengan bab ini pasal
C.4. tentang pembesian.
Bab 3 - 39
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
b. Percobaan Laboratorium.
Contoh-contoh untuk test kekuatan harus diambil sesuai dengan SNI,
ASTM C-172, ASTM C-31.
Bab 3 - 40
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
9.15. Lain-lain
c. Installation/Pengerjaan
Basahkan permukaan sebelum digrout dan taburi (slush) dengan semen
murni. Tekankan grout sedemikian agar mengisi kekosongan/celah-celah
dan membentuk lapisan seragam dibawah pelat. Haluskan penyelesaian
pada permukaan beton expose dan adakan perawatan dengan
pembasahan/pelembaban sedikitnya 3 hari.
Non-Shrink Grout
Campurkan dan tepatkan dibawah pelat dasar baja struktur dan ditempat lain
dimana non-shrink grout diperlukan, sesuai dengan instruksi dan
rekomendasi yang tercantum dari pabrik. Technical service harus dikerjakan
oleh perusahaan/pabrik.
Perusahaan/pabrik yang bahan groutnya dipakai, harus mengerjakan
percobaan hasil yang memperlihatakan bahwa grout non-shrink tidak ada
penyusutan sejak awal pengecoran atau sambungan setelah pemasangan
sesuai CRD-C621-80 (susut); mempunyai kekuatan tekan 1 hari tidak kurang
dari 3000 psi dan 8000 psi pada 28 hari sesuai ASTM C109; mempunyai
waktu pengikatan awal tidak kurang dari 45 menit sesuai ASTM C191,
memperlihatkan luasan bearing effective (EBA = Effective Bearing Area)
sebesar 90 sampai 100 persen.
Grout yang terdiri dari accelatator inorganis, pengurangan air, atau "fluidifiers"
harus tidak boleh mempunyai penyusutan kering lebih besar dari persamaan
semen pasir dan campuran air seperti percobaan di bawah ASTM C 596.
Semua grout harus menurut syarat petunjuk dari CRD-C611-80 (flow cone).
Bab 3 - 41
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
Bab 3 - 42
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
i. ASTM - C231 Standard Test Method for Air Content of Freshly Mixed
Concrete by the Pressure Method
j. ASTM - C171 Standard Specification for Sheet Materials for Curing
Concrete
Bab 3 - 43
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
s. ASTM - A185 Standard Specification for Welded Steel Wire Fabric for
Concrete Reinforcement.
Penyerahan-penyerahan
Penyerahan-penyerahan berikut harus dilaksanakan oleh Kontraktor kepada
Pengawas Lapangan sesuai dengan jadwal yang telah disetujui untuk
menyerahkan dan dengan segera sehingga tidak menyebabkan
keterlambatan pada pekerjaan sendiri maupun pada pekerjaan kontraktor
lain.
a. Gambar pelaksanaan
Bab 3 - 44
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
d. Adukan/campuran beton
Adukan beton harus didasarkan pada trial mix dan mix design
masing-masing untuk umur 7, 14 atau 21 dan 28 hari yang
didasarkan pada minimum 20 hasil pengujian atau lebih sedemikian
rupa sehingga hasil uji tersebut dapat disetujui oleh Pengawas
Lapangan.
Hasil uji yang disetujui tersebut sudah harus disertakan selambat-
lambatnya 3 minggu sebelum pengerjaan dimulai, dan selain itu mutu
betonpun harus sesuai dengan mutu Persyaratan Beton Struktural
untuk Bangunan Gedung dan Penjelasan SNI 2847: 2019.
Pekerjaan tidak boleh dimulai sebelum diperiksa Pengawas Lapangan
tentang kekuatan/kebersihannya.
Semua pembuatan dan pengujian trial mix dan design mix serta
pembiayaannya adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab
Kontraktor. Trial mix dan design mix harus diadakan lagi bila agregat
yang dipakai diambil dari sumber yang berlainan, merk semen yang
berbeda atau supplier beton yang lain.
Ukuran-ukuran
Campuran desain dan campuran percobaan harus proporsional
semen terhadap agregat berdasarkan berat, atau proporsi yang
cocok dari ukuran untuk rencana proposional atau perbandingan yang
harus disetujui oleh Pengawas Lapangan.
Untuk perincian minimum dan maximum slump untuk setiap jenis dan
kekuatan dari berat normal beton, dibuat empat (4) adukan campuran
dengan memakai nilai faktor air-semen yang berbeda-beda.
Bab 3 - 45
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
e. Pengujian slump
Bab 3 - 46
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
f. Percobaan tambahan
10.2. BAHAN-BAHAN/PRODUK
Sedapat mungkin, semua bahan dan ketenagaan harus disesuaikan dengan
peraturan-peraturan Indonesia.
1. Semen
a. Mutu semen
Semen portland harus memenuhi persyaratan standard
Internasional atau Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian A SK SNI
3-04-1989-F atau sesuai SII-0013-82, Type-1 atau NI-8 untuk butir
pengikat awal kekekalan bentuk, kekuatan tekan aduk dan
susunan kimia. Semen yang cepat mengeras hanya boleh
dipergunakan dimana jika hal tersebut dikuasakan tertulis secara
tegas oleh Pengawas Lapangan.
Bab 3 - 47
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
b. Penyimpanan Semen
Penyimpanan semen harus dilaksanakan dalam tempat
penyimpanan dan dijaga agar semen tidak lembab, dengan lantai
terangkat bebas dari tanah dan ditumpuk sesuai dengan syarat
penumpukan semen dan menurut urutan pengiriman. Semen
yang telah rusak karena terlalu lama disimpan sehingga mengeras
ataupun tercampur bahan lain, tidak boleh dipergunakan dan
harus disingkirkan dari tempat pekerjaan. Semen harus dalam
zak-zak yang utuh dan terlindung baik terhadap pengaruh cuaca,
dengan ventilasi secukupnya dan dipergunakan sesuai dengan
urutan pengiriman. Semen yang telah disimpan lebih 60 hari tidak
boleh digunakan untuk pekerjaan.
Curah semen harus disimpan di dalam konstruksi silo secara tepat
untuk melindungi terhadap penggumpalan semen dalam
penyimpanan.
Semua semen harus baru, bila dikirim setiap pengiriman harus
disertai dengan sertifikat test dari pabrik.
Semen harus diukur terhadap berat untuk kesalahan tidak lebih
dari 2,5 %.
"Kontraktor" harus hanya memakai satu merek dari semen yang
telah disetujui untuk seluruh pekerjaan. "Kontraktor" tidak boleh
mengganti merk semen selama pelaksanaan dari pekerjaan,
kecuali dengan persetujuan tertulis dari Pengawas Lapangan.
2. Agregat
Agregat untuk beton harus memenuhi ketentuan dan persyaratan dari SII
0052-80 "Mutu dan Cara Uji Agregat Beton" dan bila tidak tercakup dalam
SII 0052-80, maka harus memenuhi spesifikasi agregat untuk beton.
a. Agregat halus (Pasir)
Mutu pasir untuk pekerjaan beton harus terdiri dari : butir-butir tajam,
keras, bersih, dan tidak mengandung lumpur dan bahan-bahan
organis.
Agregat halus harus terdiri dari distribusi ukuran partikel-partikel
seperti yang ditentukan di pasal 3.5. dari.
Agregat halus tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5 %
(ditentukan terhadap berat kering). Yang diartikan dengan lumpur
adalah bagian-bagian yang dapat melalui ayakan 0.063 mm. Apabila
kadar lumpur melampaui 5 %, maka agregat halus harus dicuci.
Sesuai Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung
dan Penjelasan SNI 2847: 2019.
Ukuran butir-butir agregat halus, sisa di atas ayakan 4 mm harus
Bab 3 - 48
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
Mutu koral : butir-butir keras, bersih dan tidak berpori, batu pecah
jumlah butir-butir pipih maksimum 20 % bersih, tidak mengandug zat-
zat alkali, bersifat kekal, tidak pecah atau hancur oleh pengaruh
cuaca.
Ukuran butir : sisa diatas ayakan 31,5 mm, harus 0 % berat; sisa
diatas ayakan 4 mm, harus berkisar antara 90 % dan 98 %, selisih
antara sisa-sisa kumulatif di atas dua ayakan yang berurutan, adalah
maksimum 60 % dan minimum 10 % berat.
3. Air
Bab 3 - 49
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
Air untuk pembuatan dan perawatan beton harus bersih, tidak boleh
mengandung minyak, asam alkali, garam-garam, bahan organis atau
bahan-bahan lain yang dapat merusak beton serta baja tulangan atau
jaringan kawat baja. Untuk mendapatkan kepastian kelayakan air yang
akan dipergunakan, maka air harus diteliti pada laboratorium yang
disetujui oleh Pengawas Lapangan.
4. Bahan Campuran Tambahan (Admixture)
Admixture harus disimpan dan dilindungi untuk menjaga kerusakan dari
container. Admixture harus sesuai dengan ACI 212.2R-71 dan ACI 212
2R-64. Segala macam admixture yang akan digunakan dalam pekerjaan
harus disetujui oleh Pengawas Lapangan. Admixture yang mengandung
chloride atau nitrat tidak boleh dipakai.
XI. PEMBESIAN
Setiap jumlah pengiriman 20 ton baja tulangan harus diadakan pengujian periodik
minimal 4 contoh yang terdiri dari 3 benda uji untuk uji tarik, dan 1 benda uji untuk uji
lengkung untuk setiap diameter batang baja tulangan. Pengambilan contoh baja
tulangan akan ditentukan oleh Pengawas Lapangan/MK.
Semua pengujian tersebut di atas meliputi uji tarik dan lengkung, harus dilakukan di
laboratorium Lembaga Uji Konstruksi BPPT atau laboratorium lainnya
direkomendasi oleh Pengawas Lapangan/MK dan minimal sesuai dengan SII-0136-
84 salah satu standard uji yang dapat dipakai adalah ASTM A-615. Semua biaya
pengetesan tersebut ditanggung oleh Kontraktor.
Segala macam kotoran, karat, cat, minyak atau bahan-bahan lain yang merugikan
terhadap kekuatan rekatan harus dibersihkan.
Tulangan harus ditempatkan dan dipasang cermat dan tepat dan diikat dengan
kawat dari baja lunak.
Bab 3 - 50
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
Sertifikat :
Untuk mendapatkan jaminan atas kualitas atau mutu baja tulangan, maka pada saat
pemesanan baja tulangan kontraktor harus menyerahkan sertifikat resmi dari
Laboratorium. Khusus ditujukan untuk keperluan proyek ini.
Tulangan ulir dengan diameter lebih besar atau sama dengan 10 mm harus baja
tegangan tarik tinggi, batang berulir dengan tegangan leleh 4200 kg/cm2.
Sertifikat dari percobaan (percobaan giling atau lainnya) harus diperlihatkan untuk
semua tulangan yang dipakai. Percobaan-percobaan ini harus memperlihatkan hasil-
hasil dari semua kom- posisi kimia dan sifat-sifat fisik.
Bab 3 - 51
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
12.1. PERSIAPAN
a. Pembersihan
Tulangan harus bebas dari kotoran, lemak, kulit giling (mill steel) dan karat lepas,
serta bahan-bahan lain yang mengurangi daya lekat. Bersihkan sekali lagi
tonjolan pada tulangan atau pada sambungan konstruksi untuk menjamin
rekatannya.
b. Pemilihan/seleksi
Tulangan yang berkarat harus ditolak dari lapangan.
b. Pemasangan
Bab 3 - 52
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
Tulangan harus dipasang sedemikian rupa diikat dengan kawat baja, hingga
sebelum dan selama pengecoran tidak berubah tempatnya.
1. Tulangan pada dinding dan kolom-kolom beton harus dipasang pada posisi
yang benar dan untuk menjaga jarak bersih digunakan spacers/penahan
jarak.
Bab 3 - 53
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
Bab 3 - 54
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
Pemasangan bondek diefektifkan terpasang pada arah pendek bentang panel lantai.
12.5. LAS
Bila diperlukan atau disetujui, pengelasan tulangan beton harus sesuai dengan
Reinforcement Steel Welding Code (AWS D 12.1). Pengelasan tidak boleh dilakukan
pada pembengkokan di suatu batang, pengelasan pada persilangan (las titik) harus
diijinkan kecuali seperti di anjurkan atau disahkan oleh Pengawas Lapangan/MK.
ASTM specification harus dilengkapi dengan keperluan jaminan kehandalan
kemampuan las dengan cara ini.
13.1. UMUM
A. Persyaratan Umum
Bab 3 - 55
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
Kecuali ditentukan lain pada gambar atau seperti terperinci disini, Cetakan dan
Perancah untuk pekerjaan beton harus memenuhi persyaratan dalam
Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung dan Penjelasan SNI
2847: 2019, NI-2, ACI 347, ACI 301, ACI 318.
Kontraktor harus terlebih dahulu mengajukan perhitungan-perhitungan serta
gambar-gambar rancangan cetakan dan perancah untuk mendapatkan
persetujuan Pengawas Lapangan sebelum pekerjaan tersebut dilaksanakan.
Dalam gambar-gambar tersebut harus secara jelas terlihat konstruksi
cetakan/acuan, sambungan-sambungan serta kedudukan serta sistem
rangkanya, pemindahan dari cetakan serta perlengkapan untuk struktur yang
aman.
B. Lingkup Pekerjaan
1. Pekerjaan-pekerjaan yang termasuk
Bab ini termasuk perancangan, pelaksanaan dan pembongkaran dari semua
cetakan beton serta penunjang untuk semua beton cor seperti diperlukan
dan diperinci berikut ini.
2. Pekerjaan yang berhubungan
Pekerjaan Pembesian
Pekerjaan Beton
C. Referensi-Referensi
Pekerjaan yang terdapat pada bab ini, kecuali ditentukan lain pada gambar atau
diperinci berikut, harus mengikuti peraturan-peraturan, standard-standard atau
spesifikasi terakhir sebagai berikut :
1. Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung dan Penjelasan SNI
2847: 2019
2. SII Standard Industri Indonesia
3. ACI-301 Specification for Structural Concrete Building
4. ACI-318 Building Code Requirement for Reinforced Concrete
5. ACI-347 Recommended Practice for Concrete Formwork
D. Penyerahan
Penyerahan-penyerahan berikut harus dilakukan oleh "Kontraktor" sesuai
dengan jadwal yang telah disetujui untuk penyerahannya dengan segera, untuk
menghindari keterlambatan dalam pekerjaannya sendiri maupun dari kontraktor
lain.
1. Kwalifikasi Mandor Cetakan Beton (Formwork Foreman)
"Kontraktor" harus mempekerjakan mandor untuk cetakan beton yang
berpengalaman dalam hal cetakan beton. Kwalifikasi dari mandor harus
diserahkan kepada Pengawas Lapangan untuk diperiksa dan disetujui,
selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum memulai pekerjaan.
2. Data Pabrik
Bab 3 - 56
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
3. Gambar kerja
4. Contoh
Lengkapi cetakan dengan "cone" untuk mengencangkan cetakan.
13.2. BAHAN-BAHAN/PRODUK
Bahan-bahan dan perlengkapan harus disediakan sesuai keperluan untuk cetakan
dan penunjang pekerjaan, juga untuk menghasilkan jenis penyelesaian permukaan
beton seperti terlihat dan terperinci.
A. Perancangan Perancah
1. Definisi Perancah
Perancah adalah konstruksi yang mendukung acuan dan beton yang belum
mengeras. Kontraktor harus mengajukan rancangan perhitungan dan
gambar perancah tersebut untuk disetujui oleh Pengawas Lapangan. Segala
biaya yang perlu sehubungan dengan perancangan perancah dan
pengerjaannya harus sudah tercakup dalam perhitungan biaya untuk harga
satuan perancah.
2. Perancangan/Desain
Perancangan/desain dari acuan dan perancah harus dilakukan oleh
tenaga ahli resmi yang bertanggungjawab penuh kepada kontraktor.
Beban-beban untuk perancangan perancah harus didasarkan pada
ketentuan ACI-347.
Perancah dan acuan harus dirancang terhadap beban dari beton waktu
masih basah, beban-beban akibat pelaksanaan dan getaran dari alat
penggetar. Penunjang-penunjang yang sepadan untuk penggetar dari
luar, bila digunakan harus ditanamkan kedalam acuan dan
diperhitungkan baik-baik dan menjamin bahwa distribusi getaran-getaran
tertampung pada cetakan tanpa konsentrasi berlebihan.
3. Acuan
Acuan harus menghasilkan suatu struktur akhir yang mempunyai bentuk,
garis dan dimensi komponen yang sesuai dengan yang ditunjukkan
Bab 3 - 57
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
1. Cetakan dengan jenis ini (papan) harus terdiri dari papan-papan yang kering
dioven dengan lebar nominal 8 cm dan tebal min. 2.5 cm. Semua papan
harus bebas dari mata kayu yang besar, takikan, goncangan kuat, lubang-
lubang dan perlemahan-perlemahan lain yang serupa.
2. Denah dasar dari papan haruslah tegak seperti tercantum pada gambar.
Cetakan dari papan haruslah penuh setinggi kolom-kolom, dinding dan
permukaan-permukaan pada bidang yang sama tanpa sambungan mendatar
dengan sambungan ujung yang terjadi hanya pada sudut-sudut dan
perubahan bidang.
Bab 3 - 58
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
1. Cetakan untuk beton terlindung haruslah dari logam (metal), plywood atau
bahan lain yang disetujui, bebas dari lubang-lubang atau mata kayu yang
besar. Kayu harus dilapis setidak-tidaknya pada satu sisi dan kedua
ujungnya.
F. Jalur Kayu
Jalur kayu diperlukan untuk membentuk sambungan jalur dan chamfer.
G. Melapis Cetakan
H. Pengikat Cetakan
1. Pengikat cetakan haruslah batang-batang yang dibuat di pabrik atau jenis
jalur pelat, atau model yang dapat dilepas dengan ulir, dengan kapasitas tarik
yang cukup dan ditempatkan sedemikian sehingga menahan semua beban
hidup dari pengecoran beton basah dan mempunyai penahan bagian luar
dari luasan perletakan yang memadai.
2. Untuk beton-beton yang umum, penempatannya menurut pendapat
Pengawas Lapangan.
3. Pengikat untuk dipakai pada beton dengan permukaan yang diekspose,
harus dari jenis dengan kerucut (cone snap off type). Kemiringan kerucut
haruslah 2.5 cm maximum diameter pada permukaan beton dengan 3.8 cm
tebal/tingginya ke pengencang sambungan. Pengikat haruslah lurus ke dua
arah baik mendatar maupun tegak di dalam cetakan seperti terlihat pada
gambar atau seperti disetujui oleh Pengawas Lapangan.
I. Penyisipan Besi
Penanaman/penyisipan besi untuk angker dari bahan lain atau peralatan pada
pelaksanaan beton haruslah dilengkapi seperti diperlukan pada pekerjaan.
1. Penanaman/Penyisipan Benda-benda Terulir.
Bab 3 - 59
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
Pengunci harus diisi dengan bahan pengisi yang mudah dipindahkan untuk
mengeluarkan gangguan dari mortar/adukan.
Pemasangan pipa saluran listrik dan lain-lain yang akan tertanam di dalam beton:
1. Penempatan saluran/pemimpaan harus sedemikian rupa sehingga tidak
mengurangi kekuatan struktur dengan memperhatikan persyaratan di dalam
Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung dan Penjelasan
SNI 2847: 2019.
2. Tidak diperkenankan untuk menanam pipa dan lain-lain di dalam bagian-
bagian struktur beton bila tidak ditunjuk secara detail di dalam gambar. Di
dalam beton perlu dipasang sleeve/selongsong pada tempat-tempat yang
dilewati pipa.
3. Bila tidak ditentukan secara detail atau ditunjukkan didalam gambar, tidak
dibenarkan untuk menanam saluran listrik di dalam struktur beton.
4. Apabila dalam pemasangan pipa-pipa, saluran listrik, bagian-bagian yang
tertanam dalam beton dan lain-lain terhalang oleh adanya baja tulangan yang
terpasang, maka kontraktor segera mengkonsultasikan hal ini dengan
Pengawas Lapangan.
5. Tidak dibenarkan untuk membengkokkan/memindahkan baja tulangan
tersebut dari posisinya untuk memudahkan dalam melewatkan pipa-pipa
saluran tersebut tanpa ijin tertulis dari Pengawas Lapangan.
6. Semua bagian-bagian/peralatan tersebut yang ditanam dalam beton seperti
angkur-angkur, kait dan pekerjaan lain yang ada hubungannya dengan
pekerjaan beton, harus sudah dipasang sebelum pengecoran beton
dilaksanakan.
7. Bagian-bagian/peralatan tersebut harus dipasang dengan tepat pada
posisinya dan diusahakan agar tidak bergeser selama pengecoran dilakukan.
8. Kontraktor Utama harus memberitahukan serta memberikan kesempatan
kepada pihak lain untuk memasang bagian-bagian/peralatan tersebut
sebelum pelaksanaan pengecoran beton.
9. Rongga-rongga kosong atau bagian-bagian yang harus tetap kosong pada
Bab 3 - 60
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
benda/peralatan yang akan ditanam dalam beton yang mana rongga tersebut
diharuskan tidak terisi beton harus ditutupi dengan bahan lain yang mudah
dilepas nantinya setelah pelaksanaan pengecoran beton.
13.3. PELAKSANAAN
A. Umum
Perancah harus merupakan suatu konstruksi yang kuat, kokoh dan terhindar dari
bahaya kemiringan dan penurunan, sedangkan konstruksinya sendiri harus juga
kokoh terhadap pembebanan yang akan ditanggungnya, termasuk gaya-gaya
prategang dan gaya-gaya sentuhan yang mungkin ada.
Perancah harus dibuat dari baja atau kayu yang bermutu baik dan tidak mudah
lapuk. Pemakaian bambu untuk hal ini tidak diperbolehkan. Bila perancah itu
sebelum atau selama pekerjaan pengecoran beton berlangsung menunjukan
tanda-tanda penurunan > 10 mm sehingga menurut pendapat Pengawas
Lapangan hal ini akan menyebabkan kedudukan (peil) akhir sesuai dengan
gambar rancangan tidak akan dapat dicapai atau dapat membahayakan dari
segi konstruksi, maka Pengawas Lapangan dapat memerintahkan untuk
membongkar pekerjaan beton yang sudah dilaksanakan dan mengharuskan
kontraktor untuk memperkuat perancah tersebut sehingga dianggap cukup kuat.
Biaya sehubungan dengan itu sepenuhnya menjadi tanggungan kontraktor.
Gambar rancangan perancah dan sistem pondasinya atau sistem lainnya secara
detail (termasuk perhitungannya) harus diserahkan kepada Pengawas Lapangan
untuk disetujui dan pekerjaan pengecoran beton tidak boleh dilakukan sebelum
gambar tersebut disetujui.
Bab 3 - 61
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
B. Pemasangan
Perancah dan cetakan harus sesuai dengan dimensi, kelurusan dan kemiringan
dari beton seperti yang ditunjukkan pada gambar; dilengkapi untuk bukaan
(openings), celah-celah, pengunduran (recesses), chamfers dan proyeksi-
proyeksi seperti diperlukan.
Cetakan-cetakan harus dibuat dari bahan dengan kelembaban rendah, kedap air
dan dikencangkan secukupnya dan diperkuat untuk mempertahankan posisi dan
kemiringan serta mencegah tekuk dan lendutan antara penunjang-penunjang
cetakan.
C. Pengikat Cetakan
Pengikat cetakan harus dipasang pada jarak tertentu untuk ketepatannya
memegang/menahan cetakan selama pengecoran beton dan untuk menahan
berat serta tekanan dari beton basah.
Bab 3 - 62
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
E. Chamfers
Garis/lajur chamfers haruslah hanya dimana ditunjukkan pada gambar-gambar
arsitek saja.
G. Pekerjaan Sambungan
Untuk mencegah kebocoran oleh celah-celah dan lubang-lubang pada cetakan
beton ekspose, perlu dilengkapi dengan gasket, plug, ataupun caulk joints.
Cetakan sambungan-sambungan hanya diijinkan dimana terlihat pada gambar
kerja. Dimana memungkinkan, tempatkan sambungan ditempat yang
tersembunyi. Laksanakan perawatan sambungan dalam 24 jam setelah jadwal
pengecoran.
H. Pembersihan
Untuk beton pada umumnya (termasuk cetakan untuk permukaan terlindung dari
beton yang dicat). Lengkapi dengan lubang-lubang untuk pembersihan
secukupnya pada bagian bawah dari cetakan-cetakan dinding dan pada titik-titik
lain dimana diperlukan untuk fasilitas pembersihan dan pemeriksaan dari bagian
dalam dari cetakan utama untuk pengecoran beton. Lokasi/tempat dari bukaan
pembersihan berdasar kepada persetujuan Pengawas Lapangan.
Untuk beton ekspose sama dengan beton pada umumnya, kecuali bahwa
pembersihan pada lubang-lubang tidak diijinkan pada cetakan beton ekspose
untuk permukaan ekspose tanpa persetujuan Pengawas Lapangan.
Dimana cetakan-cetakan mengelilingi suatu potongan beton ekspose dengan
permukaan ekspose pada dua sisinya, harus disiapkan cetakan yang bagian-
bagiannya dapat dilepas sepenuhnya seperti disetujui oleh Pengawas Lapangan.
Bab 3 - 63
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
J. Dinding-dinding
Buatlah dinding-dinding beton mencapai ketinggian, ketebalan dan profil seperti
diperlihatkan pada gambar-gambar. Lengkapi bukaan/lubang-lubang sementara
pada bagian bawah dari semua cetakan-cetakan untuk kemudahan
pembersihan dan pemeriksaan. Tutuplah bukaan/lubang-lubang tersebut
setepatnya, segera sebelum pengecoran beton ke dalam cetakan-cetakan dari
dinding. Lengkapi dengan keperluan pengunci di dalam dinding untuk menerima
tepian dari lantai-lantai beton.
K. Waterstops
Untuk setiap sambungan pengecoran yang mempunyai selisih waktu
pengecoran lebih dari 4 (empat) jam dan sambungan tersebut berhubungan
langsung dengan tanah atau air di bawah lapisan tanah dan dimana diperlihatkan
pada gambar-gambar, harus dilengkapi dengan waterstop.
Letak/posisi waterstop harus akurat dan ditunjang terhadap penurunan.
Penampang sambungan kedap air sesuai dengan rekomendasi dari
perusahaan. Untuk tipe waterstop dapat digunakan ” Expandable Water Stop “
berbahan dasar “ Bentonite Clay “ ex. Fosroc atau yang setara.
Bab 3 - 64
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
Secara hati-hati lepaslah seluruh bagian dari cetakan yang sudah dapat
dibongkar tanpa menambah tegangan atau tekanan terhadap sudut-sudut,
offsets ataupun bukaan-bukaan (reveals). Hati-hati lepaskan dari pengikat.
Pengikatan terhadap segi arsitek atau permukaan beton ekspose dengan
menggunakan peralatan ataupun description ataupun tidak diijinkan. Lindungi
semua ujung-ujung dari beton yang tajam dan secara umum pertahankan
keutuhan dari desain.
Bersihkan cetakan-cetakan beton ekspose secepatnya setelah pembongkaran
untuk mencegah kerusakan pada bidang kontak.
Bab 3 - 65
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
Agar supaya cetakan yang dipakai ulang tidak akan ada tambalannya yang
diakibatkan oleh perubahan-perubahan, cetakan untuk beton ekspose pada
bagian yang terlihat hanya boleh dipakai ulang hanya pada potogan-potongan
yang identik.
Cetakan tidak boleh dipakai ulang bila nantinya mempengaruhi mutu dan hasil
pada bagian permukaan yang tampak dari beton ekspose akibat cetakan akan
ada bekas jalur akibat dari plywood yang robek atau lepas seratnya.
Sehubungan dengan beban pelaksanaan, maka beban pelaksanaan harus
didukung oleh struktur-struktur penunjangnya dan untuk itu kontraktor harus
melampirkan perhitungan yang berkaitan dengan rancangan pembongkaran
perancah.
R. Hal Lain-lain
Buatlah cetakan untuk semua bagian pekerjaan beton yang diperlukan dalam
hubungan dengan kelengkapan pekerjaan proyek, meskipun setiap bagian
diperlihatkan secara terperinci atau dialihkan ke "Referred to" ataupun tidak.
Dilarang menanamkan pipa di dalam kolom atau balok kecuali pipa-pipa tersebut
diperlihatkan pada gambar-gambar struktur atau pada gambar kerja.
Bab 3 - 66
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
14.2. BAHAN
b. Untuk pelat atap dan daerah basah lainnya seperti toilet dan sebagainya
menggunakan lembaran dari Produk Bituthene 2000 atau sejenisnya yang
setara.
Bab 3 - 67
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
Bab 3 - 68
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
14.5. CONTOH
1. Kontraktor wajib mengajukan contoh dari semua bahan, disertai brosur lengkap
dan jaminan keaslian material dari pabrik.
2. Contoh bahan harus diserahkan minimal sebanyak 2 (dua) buah yang setara
mutunya.
3. Keputusan bahan jenis, warna, tekstur dan merk akan diberitahukan oleh
pengawas dalam jangka waktu tidak lebih dari 7 (tujuh) hari kalender terhitung
sejak penyerahan contoh-contoh bahan tersebut.
4. Pengawas mempunyai hak untuk meminta kontraktor mengadakan mock-up
guna memperjelas usulan material yang diajukannya.
14.6. PELAKSANAAN
a. Persiapan permukaan yang dilapis waterproofing lantai beton harus bebas dari
kotoran yang melekat seperti bitumen, oli, bercak-bercak cat, lemak dan lain-lain.
b. Lapisan dasar primer untuk meratakan permukaan lantai beton dan membuat
kemiringan dengan screeding beton campuran 1 : 2 ditambahkan 0,5 kg/m2
dengan semen slurry bonding agent lain yang setara. Kemiringan screeding
Bab 3 - 69
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
Bab 3 - 70
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
Baja terlapis seng harus memenuhi ASTM A123. Lapisan seng untuk produksi
uliran sekrup harus memenuhi ASTM A153.
Baut dan mur yang tidak terlapis (unfinished) harus memenuhi ASTM A307 dan
type segi enam (hexagon-bolt type).
Semua bahan baja yang dipergunakan harus merupakan bahan baru, yaitu bahan
yang belum pernah dipergunakan untuk konstruksi lain sebelumnya dan harus
disertai sertifikat dari pabrik.
Bab 3 - 71
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
a. Gambar Kerja
Sebelum pekerjaan di pabrik dimulai, Kontraktor harus menyiapkan gambar-
gambar kerja yang menunjukan detail-detail lengkap dari semua komponen,
panjang, ukuran, dan tempat baut-baut serta detail-detail lain yang lazimnya
diperlukan untuk fabrikasi.
b. Ukuran-ukuran
Kontraktor wajib meneliti kebenaran dan bertanggung jawab terhadap semua
ukuran yang tercantum pada gambar kerja.
c. Kelurusan
Toleransi dari kelurusan tidak lebih dari L/1000 untuk semua komponen.
d. Pemeriksaan dan lain-lain.
Seluruh pekerjaan di pabrik harus merupakan pekerjaan yang berkualitas
tinggi, seluruh pekerjaan harus dilakukan dengan ketepatan sedemikian rupa
sehingga semua komponen dapat dipasang dengan tepat di lapangan.
Pemberi Tugas mempunyai hak untuk memeriksa pekerjaan di pabrik pada
saat yang dikehendaki, dan tidak ada pekerjaan yang boleh dikirim ke
lapangan sebelum diperiksa dan disetujui Pemberi Tugas. Setiap pekerjaan
yang kurang baik atau tidak sesuai dengan gambar atau spesifikasi ini akan
ditolak dan bila terjadi demikian, harus diperbaiki dengan segera.
15.7. PENGELASAN
a. Pengelasan konstruksi baja harus sesuai dengan gambar konstruksi, dan
harus mengikuti prosedur yang berlaku seperti AWS atau AISC Spesification.
b. Pekerjaan pengelasan harus di bawah pengawasan personil yang memiliki
persiapan teknis untuk pekerjaan tersebut.
c. Penyambungan bagian-bagian konstruksi baja harus dilakukan dengan las
listrik serta pengelasannya sudah melalui ujian (test) dan harus memiliki ijasah
yang menetapkan kualifikasi serta jenis pengelasan yang diperkenankan
kepadanya.
d. Bagian konstruksi yang segera akan dilas harus dibersihkan dari bekas-bekas
cat, karat, lemak dan kotoran-kotoran lainnya.
e. Pengelasan konstruksi baja, baik secara keseluruhan maupun merupakan
pengelasan-pengelasan bagian-bagiannya hanya boleh dilakukan setelah
diperiksa bahwa hubungan-hubungan yang akan dilas sudah sesuai dengan
ketentuan-ketentuan yang berlaku untuk konstruksi itu.
f. Kedudukan konstruksi baja yang segera akan dilas harus menjamin situasi
yang paling aman bagi pengelas dan kualitas hasil pengelasan yang dilakukan.
g. Pada pekerjaan las, maka sebelum mengadakan las ulangan, baik bekas
lampiran pertama, maupun bidang-bidang benda keras harus dibersihkan dari
kerak (slag) dan kotoran lainnya.
h. Pada pekerjaan, dimana akan terjadi banyak lapisan las, maka lapisan yang
terdahulu harus dibersihkan dari kerak (slag) dan percikan-percikan logam
sebelum memulai dengan lapisan las yang baru. Lapisan las yang berpori-pori,
rusak atau retak harus dibuang sama sekali.
i. Tempat pengelasan dan juga bidang konstruksi yang dilas, harus terlindung
dari hujan dan angin kencang.
Bab 3 - 72
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
15.9. SAMBUNGAN.
Untuk sambungan konstruksi baja yang tidak dapat dihindarkan berlaku ketentuan
sebagai berikut:
a. Hanya diperkenankan satu sambungan
b. Semua penyambungan profil baja harus dilaksanakan dengan las tumpul / full
penetra-tion butt weld.
Komponen yang tidak cocok atau yang tidak sesuai dengan gambar dan spesi-
fikasi dapat ditolak oleh Wakil Pemberi Tugas dan pemasangan percobaan tidak
boleh dibongkar tanpa persetujuan Wakil Pemberi Tugas.
15.11. PENGECATAN
a. Semua bahan konstruksi baja harus dicat
b. Cat dasar adalah cat zink chromate buatan ICI, Danapaint atau setara, fan
pengecatan dilakukan satu kali di pabrik dan satu kali dilapangan. Baja yang
akan ditanam didalam beton tidak boleh dicat.
c. Untuk lubang baut kekuatan tinggi/high strength bolt permukaan baja tidak
boleh dicat. Pengecatan harus dilakukan setelah baut selesai dipasang.
d. Cat akhir adalah cat gloss enamel paint buatan ICI, Danapaint atau setaraf dan
pengecatan dilakukan dua kali di lapangan, kecuali bila dinyatakan lain dalam
gambar atau spesifikasi arsitektur.
e. Dibagian lain dari base plate harus digrout dengan bahan setara "Master Flow
713 Grout", dengan tebal minimum 2,5 cm. Cara pemakaian harus sesuai
spesifikasi pabrik.
Bab 3 - 73
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
c. Bagian profil baja harus diangkat dengan baik dan ikatan-ikatan sementara
harus digunakan untuk mencegah tegangan-tegangan yang melewati
tegangan izin. Ikatan-ikatan itu dibiarkan sampai konstruksi selesai.
Sambungan-sambungan sementara dari las maupun baut harus diberikan
kepada bagian konstruksi untuk menahan beban mati, angin dan tegangan-
tegangan selama pembangunan.
d. Setelah satu kuda-kuda baik system single beam atau rangka batang sudah
terpasang, segera dipasang system tahanan lateral dengan kuda-kuda lainnya
sehingga kestabilan struktur secara keseluruhan tetap terjaga selama
konstruksi.
e. Baut-baut, baut angker, baut hitam, baut kekuatan tinggi dan lain-lain harus
disediakan dan harus dipasang sebagaimana mestinya sesuai dengan gambar
detail. Baut kekuatan tinggi harus dikencangkan dengan kunci momen (torque
wrench).
f. Pelat dasar kolom untuk penunjang dan pelat perletakan untuk balok, balok
penunjang dan yang sejenisnya harus dipasang dengan luas perletakan penuh
setelah bagian pendukung ditempatkan secara baik dan tegak. Daerah
dibawah pelat harus diberi adukan lembab/kering yang tidak susut dan disetujui
oleh Pemberi Tugas.
Bab 3 - 74
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
Bab 3 - 75
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
DAFTAR ISI
BAB IV
PERSYARATAN TEKNIS MEKANIKAL
Daftar Isi - i
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
Daftar Isi - ii
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
SPESIFIKASI TEKNIS
BAB IV
Bab 4 - 1
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
- Gambar kerja hanya berupa diagram pemipaan dan menunjukkan secara gars
besar tata letak bahan dan peralatan. Gambar kerja harus diikuti secara seksama.
Gambar Arsitektural, Struktural dan lainnya yang terkait dan semua elemen yang
akan dipasang harus diperiksa dimensi dan kebutuhan ruang geraknya sebelum
pemasangan dimulai.
- Gambar Detali Pelaksanaan harus diserahkan kepada Pengawas Lapangan se-
segera mungkin sebelum pengadaan bahan sehingga diperoleh cukup waktu untuk
memeriksa, dan tidak ada tambahan waktu bagi Kontraktor bila mengabaikan hal
ini.
Gambar Detail pelaksanaan harus lengkap dan berisi detail-detail yang diperlukan.
- Kontraktor harus membuat Gambar Kerja yang dibutuhkan untuk mendapatkan,
atas biayanya, ijin-ijin tertentu yang diperlukan yang berhubungan dengan sistem
pemipaan yang disebutkan dalam Spesifikasi Teknis ini.
d. Ketidaksesuaian.
- Kontraktor wajib memeriksa Gambar Kerja yang ada terhadap kemungkinan
kesalahan/ketidaksesuaian, baik dari segi dimensi, kapasitas, jumlah maupun
pemasangan dan lain-lain.
- Semua bahan yang didatangkan atau dipasang ternyata tidak memiliki tanda-tanda
yang sesuai harus disingkirkan dan diganti dengan bahan yang memebuhi
persyaratan, tanpa tambahan biaya kepada Pemilik Proyek.
e. Jaminan.
Kontraktor harus memberikan kepada Pemilik Proyek surat jaminan yang menyatakan
bahwa sistem plambing telah bekerja dengan baik untuk jangka waktu 1 (satu) tahun
sejak tanggal penyerahan terakhir. Selama periode tersebut Kontraktor harus
memperbaiki atau mengganti kerusakan dan membayar biaya setiap perbaikan atau
penggantian.
- Sambungan Pipa.
Sambungan-sambungan p[ipa seperti socket, elbow, reducer, knee, nipple, tee dan
sebagainya, harus terbuat dari bahan PPr yang sesuai untuk pipa PPr kelas
10kg/cm2, serta berasal dari merek yang sama dengan merek pipa.
Bab 4 - 2
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
- Sistem Sambungan.
Sistem sambungan terdiri dari compression fitting, butt-fussion welding,
electrofunction atau sesuai petunjuk dari pabrik pembuat pipa PP. Sistem
sambungan yang dipilih harus disetujui Pengawas Lapangan / Manajemen
Konstruksi.
- Sambungan Pipa.
Sambungan-sambungan pipa seperti socket, elbow, reducer, knee, nipple, tee dan
sebagainya, harus terbuat dari bahan PPr yang sesuai untuk pipa PPr PN 20 kelas
10kg/cm2, serta berasal dari merek yang sama dengan merek pipa.
- Sistem Sambungan
Sistem sambungan terdiri dari compressioan fitting, but-fussion welding,
electrifusion atau sesuai petunjuk dari pabrik pembuat pipa PP. Sistem sambungan
yang dipilih harus disetujui Pengawas Lapangan / Manajemen Konstruksi.
d. Perlengkapan Pemipaan.
- Katup/Valve.
Katup bertekanan kerja 125psi, dengan jenis katup dan diameter sesuai Gambar
Kerja, harus dibuat dari bahan kuningan
Katup harus memiliki tanda tekanan kerja, diameter dan arah aliran yang diterakan
pada badan katup.
Katup dengan diameter sampai dengan 65mm harus memiliki ulir untuk
enyambungan dengan pipa, sedang katup dengan diamter lebih besar dari 65mm
harus memiliki flens yang bersatu dengan badan katup.
- Flensa.
Flens harus memenuhi standar ANSI B 16.5 kelas 150 jenis raised face. Flens tipe
slip-on harus memiliki diameter yang sesuai dengan pipa atau peralatan yang akan
disambung.
- Paking.
Paking harus dari ANSI kelas 150, terbuat dari karet gulungan spiral tebal minimal
3mm.
Diameter paking harus sesuai dengan diameter dan jenis flens yang akan
digunakan.
Jumlah pengadaan paking harus dilebihkan 10% dari jumlah yang seharusnya
diadakan.
Diameter dan panjang baut harus sesuai dengan dimensi flens. Sisa ulir setelah
pemasangan minimal 3 (tiga) ulir.
Jumlah pengadaan baut dan mur dilebihkan 10% dari jumlah yang seharusnya
diadakan.
Bab 4 - 3
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
- Pipa.
Pipa air buangan harus dari pipa PVC standar SNI 06-0084-1987 dengan kelas
tekanan kerja 8kg/cm2 . Pipa harus dari jenis sambungan solvent cement.
Diameter dan panjang pipa yang dibutuhkan harus sesuai ketentuan dalam Gambar
Kerja.
- Sambungan Pipa.
Sambungan-sambungan pipa dengan jenis sambungan solven cement seperti
elbow, reducer, knee, tee dan sebagainya, harus terbuat dari bahan dan kelas yang
sama dengan pipa PVC dan memenuhi standar SNI 06-0135-1989, dari merek yang
sama dengan merek pipa yang disetujui digunakan.
- Perekat.
Perekat untuk penyambungan pipa PVC harus dari merek yang direkomendasikan
oleh pabrik pembuat pipa PVC.
b. Pemasangan.
1) Pemipaan.
- Semua sistem pemipaan yang akan dipasang harus dijaga tetap bersih dan
tetap teratur serta bekerja dengan baik melalui pengujian berkala yang
dilakukan Kontraktor sampai pekerjaan diserahkan dan diterima Pemilik
Proyek.
- Semua pipa harus dipasang sesuai koordinat yang ditentukan.
- Kontraktor bertanggung-jawab mengadakan bagian sambungan yang
diperlukan untuk melengkapi pemasangan. Semua sambungan yang harus
diperiksai dengan teliti untuk memastikan bagian-bagian yang harus disediakan
untuk melengkapi pemasangan.
- Semua pemipaan yang disambung dan yang akan dihubungkan dengan
peralatan, harus dilengkapi dengan sambungan pipa atu flensa yang sesuai
seperti diebutkan dalam Spesifikasi ini.
- Pipa harus digunakan dalam panjang penuh jika memungkinkan.
- Perubahan ukuran pipa harus dilengkapi dengan alat sambungan reducer atau
increaser.
- Katup yang disediakan untuk kesempurnaan sistem kontrol harus ditempatkan
pada lokasi yang mudah dicapai dengan ruang gerak yang cukup untuk bukaan
penuh, pembongkaran, penggantian dengan batang pengoperasian ke arah
horisontal atau vertikal.
Bab 4 - 4
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
- Setiap peralatan harus dilengkapi dengan katup penutup air yang ditempatkan
sesuai Gambar Kerja, sehingga setiap peralatan dapat diperiksa secara
terpisah tanpa mengganggu peralatan lainnya.
- Semua sambungan peralihan antara pipa baja dan pipa PVC, sambungan-
sambungan atau belokan dan aksesori peralatan harus dilengkapi dengan
adaptor yang dibuat khusus untuk maksud tersebut.
- Pekerjaan pemipaan yang membutuhkan penggalian dan pengurukan harus
dilaksanakan sesuai ketentuan dalam Spesifikasi Teknis Galian, Urugan
Kembali dan Pemadatan.
5) Lapisan Pelindung.
- Semua pipa, sambungan dan penumpu pipa yang terlihat harus dicat dalam
warna sesuai Skema Warna yang akan diterbitkan kemudian. Semua pipa
yang terlihat juga harus diberi tanda arah aliran.
- Bahan cat dan pekerjaan pengecatan harus sesuai ketentuan Spesifikasi
Teknis – Pengecatan.
Bab 4 - 5
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
Penawar harus menyediakan dan mensuplai “pumping station” dalam keadaan berjalan
sempurna sesuai dengan gambar dan perlengkapannya. Di dalam penawaran, penawar
harus menyertakan paling sedikit hal-hal berikut ini :
a. Gambar secara keseluruhan lengkap, pandangan, suku cadang dan daftar material,
buatan mana dan jenis-jenisnya.
b. Karakteristik pompa selengkapnya, meliputi :
- Kurva Q – H
- Kurva efisiensi
- Kurva NPSH yang diminta/diperlukan
- Kurva NPSH yang tersedia
- Kedalaman benam minimal dan maksimal (untuk sumbersible pump)
c. Penjelasan mengenai patokan penawar untuk menentukan NPSH yang diperlukan
d. Diagram yang menunjukkan operasi paralel pompa
e. Karakteristik motor listrik yaitu :
- Diagram Torsi – putaran
- Diagram daya – putaran
- Diagram arus listrik – putaran
- Efisiensi motor – power factor (Cos Phi)
f. GD2 terperinci untuk impeller, kopling dan rotor motor listrik
g. Rencana pelumasan dan perawatan
h. Suatu uraian tentang prosedur bongkar pasang, termasuk daftar alat-alat kerja khusus
berikut perlengkapan pembantunya.
i. Uraian prosedur untuk penanganan dan instalasi termasuk daftar alat kerja khusus dan
perlengkapan pembantunya.
j. Daftar suku cadang yang dianjurkan, nama dan alamat lengkap suplier suku cadang
yang terdekat.
k. Daftar sertifikat pengujian jenis barang-barang utama yang diberikan oleh badan penguji
di negeri asal.
l. Semua mesin-mesin yang disuplai harus dalam bentuk kesatuan dan tidak terpisahkan.
Bab 4 - 6
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
- Effisiensi :
Harus tinggi (lebih besar dari 60%) dan luas, pada kondisi kerja yang diminta.
2) Motor
- Jenis :
Motor listrik AC, tiga phasa squiral cage motor dan dapat berfungsi dengan
baik didalam maupun diluar ruangan. Sedangkan temperatur udara
maksimum 400 C dan kelembaban udara relatif dapat mencapai 100% (RH
100%).
- Tingkat proteksi : IP 55 (tropicalized) /IEC 34,5/144.
- Tingkat isolasi : B atau H (IEC pulb 85).
- Tegangan : 220/380 Volt, 50 Hz
- Power Factor : Lebih dari 0,8
- Efisiensi : Lebih dari 0,9
- Putaran poros/rotor : Tidak lebih dari 1500 rpm
- Konstruksi : Sistem pendinginan udara dan pada rotor harus
balans dinamis.
- Kondisi kerja : Terhenti-henti (intermitent S2)
- Sistem start : Star Delta (Y) atau menggunakan Auto
Transformer.
3) Material
- Rumah impeller : Besi cor mutu tinggi (GG 25)
- Impeller : Ni-AL-Bronze
- Poros pompa : Baja tahan karat (AISI 316 atau AISI 324)
- Seal poros : Gland packing (grafite asbestos) atau mekanikal
seal (karbon keramik)
- Motor Casing : Besi cor mutu tinggi atau paduan alumunium.
Bab 4 - 7
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
- Satu buah tangki tekan Diafragma dengan volume 300 liter dengan ukuran sesuai
dengan gambar dan ketebalan pelat 12 mm serta mampu bekerja pada tekanan
kerja 8 bar untuk air bersih.
- Dilengkapi dengan perpipaan inlet-outlet, valve, check valve.
- Tangki tekan harus dilengkapi dengan plat nama (name plate) yang meliputi
volume, tekanan kerja, nama pemilik, pembuat, tahun pembuatan, dll. yang
dianggap perlu.
- Tangki tekan ( Diafragma ) harus dilengkapi dengan pipa (dan check valve) masuk
udara tekan untuk setting tekanan kerja, dimana tekanan pompa hidup adalah 4,5
bar dan tekanan pompa mati adalah 5,5 bar, pada volume efektif air, yakni selisih
antara switching level, sebesar 1 sampai dengan 1,5 meter kubik.
c. Suku Cadang
Minimal suku cadang yang harus disuplai untuk pompa adalah sebagai berikut :
1) Pompa Sentrifugal Air Bersih
- Satu unit impeller
- Gland packing yang menggunakan konstruksi stuffing box atau mechanical seal
- Bantalan berikut wearing rings
- Poros berikut penguncinya
- Gasket.
Semua tenaga kerja, peralatan tes dan kalibrasi peralatan/alat ukur yang dipakai
pada pegnetesan (di pabrik/di lokasi) maupun biaya pengetesan merupakan
tanggung jawab atau disediakan oleh Kontraktor.
Bab 4 - 8
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
- Semua pompa harus dites pada 4 atau lebih kondisi kerja, yaitu:
- Kapasitas nol
- Kapasitas nominal
- Kapasitas maksimal yang diperbolehkan
- Kapasitas minimal yang diperbolehkan
- Karakteristik masing-masing pompa yang harus meliputi :
- Kapasitas aliran air
- Head
- Efisiensi
- Daya listrik yang diserap
- NPSH
- Semua motor listrik harus dites sebelum dikirim, sedangkan prosedur tes motor
listrik di pabrik, sesuai dengan standar yang berlaku di negara asal (pembuat
motor listrik). Sertifikat tes pabrik tentang performance dan manual motor listrik
harus diserahkan pad direksi/tenaga ahli. Semua motor listrik yang bekerja atas
dasar otomatis harus dites kefungsiannya. Kontraktor harus melakukan tes
tentang tahanan isolasi motor pada masing-masing phasanya dengan arde (IEC
34).
Bab 4 - 9
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
b. Koordinasi
1) Kontraktor instalsi ini hendaknya bekerja sama dengan Kontraktor instalasi lainnya,
agar seluruh pekerjaan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan waktu yang
telah ditetapkan.
2) Koordinasi yang baik perlu ada, agar instalasi yang satu tidak menghalangi
kemajuan instalasi yang lain.
3) Apabila pelaksanaan instalasi ini menghalangi instalasi yang lain, maka semua
akibatnya tanggung jawab Kontraktor.
Bab 4 - 10
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
Berita Acara Serah Terima Kedua yang menyatakan bahwa instalasi ini dalam
keadaan baik, ditandatangani bersama Kontraktor dan Konsultan pengawas.
Kontraktor telah menyerahkan semua Surat Ijin Pemakaian dari Instansi
Pemerintah yang berwenang, misalnya Instansi Keselamatan Kerja, dan lain-
lain, sehingga instalasi tanpa menyalahi peraturan instansi yang bersangkutan.
Semua gambar instalasi terpasang beserta operating, instruction, technical dan
maintenance manual rangkap 6 (enam) termasuk 1 (satu) set asli telah
diserahkan kepada Konsultan pengawas.
e. Laporan-laporan
Kontraktor wajib membuat laporan harian dan laporan mingguan yang memberikan
gambaran mengenai:
1) Kegiatan fisik
2) Catatan dan perintah Konsultan pengawas yang disampaikan secar lisan maupun
secara tertulis
3) Jumlah material masuk/ditolak
4) Jumlah tenaga kerja
5) Keadaan cuaca dan
6) Pekerjaan tambah/kurang
f. Penanggungjawab Pelaksanaan
Kontraktor instalasi ini harus menempatkan seorang penanggungjawab pelaksanaan
yang ahli dan berpengalaman yang harus selalu berada di lapangan, yang bertindak
sebagai wakil dari Kontraktor dan mempunyai kemampuan untuk memberikan keputusan
teknis dan yang bertanggungjawab penuh dalam menerima segala instruksi yang akan
diberikan oleh pihak Konsultan pengawas.
Penanggungjawab tersebut diatas juga harus berada ditempat pekerjaan pada saat
dipelukan/dikehendaki oleh pihak Konsultan pengawas.
g. Penambahan/Pengurangan/Perubahan Instalasi
1) Pelaksanaan instalasi yang menyimpang dari rencana yang disesuaikan dengan
kondisi lapangan, harus mendapat persetujuan tertulis dahulu dari Konsultan
pengawas.
2) Kontraktor instalasi ini harus menyerahkan setiap gambar perubahan yang ada
kepada pihak Konsultan pengawas dalam rangkap 3 (tiga).
3) Perubahan material, dan lain-lainnya, harus diajukan oleh Kontraktor kepada
Konsultan pengawas secara tertulis dan pekerjaan tambah/kurang. Perubahan yang
ada harus disetujui oleh Konsultan pengawas secara tertulis.
Bab 4 - 11
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
2) Kalau terjadi hal yang saling bertentangan antar gambar atau terhadap spesifikasi,
maka yang diambil sebagai patokan adalah yang mempunyai bobot teknis dan atau
yang mempunyai bobot biaya yang paling tinggi.
3) Pemilik bebas dari segala claim atau tuntutan terhadap hak-hak khusus seperti
paten dan lain-lain.
m. Suku Cadang
Minimal suku cadang yang harus disuplai untuk pompa adalah sebagai berikut :
1) Pompa Sentrifugal Air Bersih
Satu unit impeller
Gland packing yang menggunakan konstruksi stuffing box atau mechanical
seal
Bantalan berikut wearing rings
Poros berikut penguncinya
Gasket.
Bab 4 - 12
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
Semua tenaga kerja, peralatan tes dan kalibrasi peralatan/alat ukur yang dipakai
pada pegnetesan (di pabrik/di lokasi) maupun biaya pengetesan merupakan
tanggung jawab atau disediakan oleh Kontraktor.
4.3.4. BAHAN-BAHAN
Seluruh bahan dan alat yang akan dipasang harus benar-benar baru dengan kualtias yang
dapat diterima.
a. Daftar Material
Pada waktu mengajukan penawaran Kontraktor harus menyertakan/melampirkan Daftar
Material yang lebih diperinci daris emua bahan yang akan dipasang pada proyek ini
nantinya, dan yang sesuai dengan dipersyaratkan dalam spesifikasi.
Dalam daftar material ini harus disebut pabrik, merk, manufacturer, type, lengkap dengan
brosur/katalog.
Dalam brosur/katalog atau keterangan-keterangan lain yang harus dimasukkan pada
waktu penawaran harus dinyatakan:
o Kapasitas peralatan
o Cara pemasangan
o Karakteristik cara kerjanya
Bab 4 - 13
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
o Dimensi
o Dan lain-lain
c. Contoh Bahan
1) Apabila dianggap perlu oleh Konsultan pengawas dan hal itu memungkinkan, maka
Kontraktor wajib memperlihatkan contoh pada Konsultan pengawas Lapangan dan
Perencana. Apabila contoh-contoh tersebut ditolak oleh Konsultan pengawas
Lapangan dan Perencana, maka Kontraktor harus mengganti dan memperlihakan
yang sesuai dengan spesifikasi untuk disetujui.
2) Kualitas teknis/listrik, merk/pabrik, karakteristik kerja, besar fisik dan kualitas
estetika dari contoh material/bahan maupun instalasi yang telah disetujui adalah
mengikat.
3) Biaya mengadakan contoh material adalah menjadi tanggungan dan biaya
Kontraktor.
Spesifikasi dan gambar menunjukkan diameter nominal dari pipa dan letak serta
arah dari masing-masing sistem pipa.
Seluruh pekerjaan, terlihat pada gambar dan/atau spesifikasi dipasang terintegrasi
dengan kondisi bangunan dan menghindari gangguan dengan bagian lainnya.
Bahan pipa maupun perlengkapan harus terlindung dari kotoran, air karat dan
stress sebelum, selama dan sesudah pemasangan.
Semua orang yang dipergunakan harus jelas menunjukkan identitas pabrik
pembuat.
Bab 4 - 14
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
4) Persyaratan Pemasang
- Umum
Perpipaan harus dikerjakan dengan cara yang benar untuk menjamin
kebersihan, kerapihan, ketinggian yang benar, serta memperkecil
banyaknya penyilangan.
Pekerjaan harus ditunjang dengan suatu ruang yang longgar, tidak kurang
dari 50 mm diantara pipa-pipa atau dengan bangunan dan peralatan.
Semua pipa dan fitting harus dibersihkan dengan cermat dan teliti sebelum
dipasang, membersihkan semua kotoran, benda-benda tajam atau runcing,
serta penghalan lainnya.
Pekerjaan perpipaan harus dilengkapi dengan semua katup-katup yang
diperlukan antara lain katup penutup, pengatur, katup balik dan sebagainya,
sesuai dengan fungsi system dan yang diperlukan digambar.
Semua perpipaan yang akan disambung dengan peralatan, harus
dilengkapi dengan UNION atau FLANGE.
Sambungan lengkung, reducer dan expander dan sambungan-sambungan
pada pekerjaan perpipaan harus mempergunakan fitting buatan pabrik.
Semua pekerjaan perpipaan harus dipasang secara menurun kearah titik
buangan. Drains dan vents harus disediakan guna mempermudah
pengisian maupun pengurasan.
Bab 4 - 15
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
Ukuran baja bulat untuk penggantung pipa datar adalah sebagai berikut :
- Diameter Batang
- Bentuk gantungan
- Split ring type atau clevis type
Penggapit pipa baja yang digalvanis harus disediakan untuk pipa tegak.
Semua gantungan dan penumpu harus dicat dengan cat dasar zinchromat
sebelum dipasang.
Bab 4 - 16
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
- Pemasangan Katup-Katup
Katup-katup harus disediakan sesuai yang diminta dalam gambar, spesifikasi
dan untuk bagian-bagian berikut ini:
Sambungan masuk dan keluar peralatan
Sambungan ke saluran pembuangan pada titik-titik rendah.
Di ruang mesin:
Ukuran pipa Ukuran katup
Sampai 75 mm 20 mm
100 mm s/d 200 mm 40 mm
250 mm atau lebih besar 50 mm
- Pemasangan strainer
Strainer harus disediakan sesuai dengan gambar, spesifikasi dan untuk alat-
alat berikut ini :
Katup-katup pengontrol
Katup-katup pengurang tekanan
- Pemasangan Katup-katup
Katup-katup pelepasan tekanan harus disediakan ditempat-tempat yang
mungkin timbul kelebihan tekanan.
Katup-katup pengaman harus disediakan di tempat-tempat yang dekat dengan
sumber tekanan.
Katup-katup pengurangan tekanan harus disediakan ditempat-tempat dimana
tekanan pemakai lebih rendah dari tekanan suplai.
- Penyambungan pipa-pipa
Sambungan Ulir
Penyambungan antara pipa dan fitting mempergunakan sambungan ulir
berlaku untuk ukuran sampai dengan 40 mm
Kedalaman ulir pada pipa harus dibuat sehingga fitting dapat masuk pada
pipa dengan diputar tangan sebanyak 3 ulit
Semua sambungan ulir harus menggunakan perapat Henep dan zinkwite
dengan campuran minyak
Semua sambungan pipa harus memakai pipe cutter dengan pisau roda.
Sambungan Las
Sambungan las ini berlaku antara pipa baja dan fitting las.
Kawat las atau elektroda yang dipakai harus sesuai dengan jenis pipa yang
dilas
Sebelum pekerjaan las dimulai Kontraktor harus mengajukan kepada direksi
contoh hasil las untuk mendapatkan persetujuan tertulis
Tukang las harus mempunyai sertifikat dan hanya boleh bekerja sesudah
mempunyai ijin tertulis dari Konsultan pengawas.
Setiap bekas sambungan las harus segera dicat dengan cat khusus untuk
ini
Sleeves
Sleeves untuk pipa-pipa harus dipasang dengan baik
Rongga antara pipa dan sleeve harus dibuat kedap air dengan rubber
sealed atau Caulk.
Bab 4 - 17
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
- Pembersihan
Setelah pemasangan dan sebelum uji coba pengoperasian dilaksanakan,
pemipaan di setiap service harus dibersihkan dengan seksama, menggunakan
cara/metoda yang disetujui sampai semua benda-benda asing disingkirkan.
5) Pengecatan
- Umum
Barang-barang yang harus dicat adalah sebagai berikut :
Pipa service
Support pipa dan peralatan
Konstruksi besi
Flange
Peralatan yang belum dicat dari pabrik
Peralatan yang catnya harus diperbaharui
- Pengecatan
Pengecatan harus dilakukan seperti berikut :
- Peralatan-peralatan Hidrant
Hidrant box dalam/luar gedung terdiri dari:
Steel box indoor tebal plat mm
Hose rack
Linen hose dia 40 mm, panjang 30 mm
Hidrant valve dia 40 mm dan 65 mm kombinasi
Hidrant nozzle, short straight type 1 ½” x ½”.
Hidrant pillar dia 100 mm
Siamese dia 100 mm
b. Mesin Diesel
1) Tipe
Mesin diesel empat langkah, vertikal sebaris atau bentuk Vee, aspirasi natural atau
Turbo Charge, Stasioner, berpendingin udara (air cooled) dengan radiator.
Power : 3 phase-380/660 volt
2) Putaran mesin
Putaran mesin tidak boleh melebihi 2950 rpm (sesuai standar NFPA 20)
Bab 4 - 18
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
3) Kapasitas
Kapasitas sesuai gambar perencanaan
4) Total Head
Kapasitas sesuai gambar perencanaan
5) Sistem Pendinginan
Sistem pendinginan mesin menggunakan udara (radiator air cooled) dan sistem
pendinginan ini merupakan satu unit kesatuan (tidak terpisahkan). Dilengkapi
dengan saluran udara fleksibel yang dipasang di antara unit pendingin dan dinding
rumah diesel genset. Dimensi ventilasi dan saluran udara fleksibel harus sesuai
dengan kapasitas pendinginan mesin yang diperlukan. Pada beban penuh
temperatur udara pada sekeliling genset tidak boleh naik melebihi 10 derajat
Celsius dari temperatur udara ambien. Setiap genset harus dilengkapi dengan alat
pengaman yang berfungsi untuk mematikan mesin pada saat temperatur mesin
berlebih.
6) Sistem Pelumasan
Menggunakan pompa roda gigi yang dilengkapi dengan duplex filter dan
pendinginan minyak pelumas. Pompa tangan minyak pelumas, yang dapat
berfungsi untuk mengeluarkan minyak pelumas dari dalam panci (oil pan). Setiap
genset harus dilengkapi dengan alat pengaman yang berfungsi untuk mematikan
mesin pada saat tekanan minyak pelumas terlalu rendah.
9) Sistem Aspirasi
Tipe filter udara yang dipakai tipe kering atau tipe basah (oil bath air filter) dan
lengkap berikut Air Intake Manifold.
Bab 4 - 19
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
2. Indikator
- Water jacket temperature meter/silinder head temperatur meter
- Temperatur minyak pelumas
- Manometer minyak pelumas
- Signal lamps indicating shut down by overspeed, high waterjacket
temperature, low lub oil pressure
- Signal lamp battery charger failure
- Volt meter 380/220 Volt yang dilengkapi dengan selector switch 3 phase
- Jam meter
- DC volt meter 10 – 30 Volt
- Frekuensi meter 47-50-53 Hz
c. Kondisi Lingkungan
Kondisi lingkungan untuk lokasi adalah sebagai berikut :
- Temperatur : 330 C
- Kelembaban : 70 s/d 80% RH
- Ketinggian : 25 s/d 50 m diatas laut
d. Pondasi
Mesin diesel harus disatukan/dikopel di fleksibel kopling. Mesin tersebut harus ditumpu
dengan peredam getaran yang diletakkan diatas batang baja (base frame), dan batang
baja tersebut, diletakkan diatas lantai dasar. Kontraktor harus membuat dan
menyerahkan gambar tentang instalasi genset lebih dulu pada Direksi sebelum
pelaksanaan instalasi diesel hydrant dimulai.
e. Garansi
Genset harus dites di pabrik sebelum dikirim ke lokasi. Sertifikat laporan tentang hal
tersebut diatas harus diserahkan oleh pabrik pada tenaga ahli untuk membuktikan
guaranteed performance. Setelah genset dipasang, Kontraktor harus melakukan tes di
lapangan/di lokasi.
f. Suku Cadang
Sesuai dengan sub bagian 9.6.2.a., suku cadang umumnya, suku cadang genset paling
sedikit (tetapi tidak dibatasi) terdiri dari beberapa bagian yaitu:
- Penyaring udara
- Penyaring minyak pelumas
- Penyaring bahan bakar
- Piston ring set
- Connecting rod bearing
- Main bearing
- Connecting rod boult
Bab 4 - 20
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
b. Kapasitas
Kapasitas sesuai gambar perencanaan
c. Total Head
Kapasitas sesuai gambar perencanaan
d. Jenis Pompa
Horizontal Split casing.
e. Standar
Refer to NFPA 20.
b. Kapasitas
Kapasitas sesuai gambar perencanaan
c. Total Head
Kapasitas sesuai gambar perencanaan
d. Jenis Pompa
Vertical Multistages.
e. Standar
Refer to NFPA 20.
Bab 4 - 21
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
- Permukaan luar dan dalam tangki tekan harus di cat dasar dan top coat (cat luar) epoxy
yang tahan karat. Tebal lapisan cat luar minimal 400 mikron untuk bagian dalam dan 200
mikron untuk bagian luar. Warna cat bagian luar tangki adalah abu-abu.
- Tangki tekan harus dilengkapi dengan plat nama (name plate) yang meliputi volume,
tekanan kerja, nama pemilik, pembuat, tahun pembuatan, dll. yang dianggap perlu.
- Tangki tekan harus dilengkapi dengan pipa (dan check valve) masuk udara tekan untuk
setting tekanan kerja, dimana tekanan pompa hidup adalah 4,5 bar dan tekanan pompa
mati adalah 5,5 bar, pada volume efektif air, yakni selisih antara switching level, sebesar
1 sampai dengan 1,5 meter kubik.
- Instalasi tangki tekan ini harus dilengkapi dengan pompa udara manual (portable,
operasi dengan kaki) untuk setting tekanan udara di dalam tangki tekan dalam daerah
tekanan kerja 0-10 bar.
- Tangki tekan harus dites hidrostatik sebesar 1,5 kali tekanan kerja selama waktu 2 jam
penuh.
Bab 4 - 22
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
b. Umum
Spesifikasi berikut ini menjelaskan hanya ketentuan-ketentuan dasar saja. Untuk
ketentuan dari kapasitas dan lain-lainnya lihat gambar skedul peralatan/unit mesin.
Pemborong harus melaksanakan pekerjaan pengadaan, pemasangan dan
pengujian (testing & balancing) dari seluruh peralatn utama yang akan dipasang
dalam proyek ini dengan lengkap dan berfungsi dengan baik sehingga keseluruhan
sistem tata udara dapat memberikan performansi yang diinginkan.
Keseluruhan peralatan utama harus dari kualitas yang terbaik dan baru (bukan
bekas pakai).
Dalam memasukan penawaran untuk peralatan utama, pemborong harus
menyatakan dan melampirkan hal-hal berikut dengan jelas :
Mencantumkan merk dan type unit yang ditawarkan pada BQ. Melampirkan
brosur asli dari unit yang ditawarkan dan pada brosur tersebut diberi tanda
yang menjelaskan mengenai pemilihan unit, kapasitas daya dimensi, berat
kerja, suhu dan volume air/udara dan lain-lain spesifikasi teknik ini.
Melampirkan pemilihan unit Splite Duct, sehingga dapat dibaca dengan jelas
semua spesifikasi teknis unit-unit tersebut.
Melampirkan format-format unit yang ditawarkan sesuai skedul dan telah diisi
secara lengkap oleh pemborong.
Setiap kekurangan dari butir diatas akan mengurangi penilaian evaluasi atas
penawaran pemborong dimana bobot hal-hal tersebut di atas sangat menentukan
dalam evaluasi penawaran.
Standar yang harus dipenuhi adalah ASHRAE, ARI STANDAR, ASTM & UL.
Bab 4 - 23
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
Bab 4 - 24
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
g. Semua bagian dinding dan rangka peralatan ini hendaknya telah diproses anti karat dan
sesuai untuk pemakaian diluar bangunan / ruang. Pada bagian dalam peralatan, harus
disediakan bahan isolasi yang baik untuk mengurangi penambahan beban terhadap
mesin, sedangkan untuk bagian Condenser harus dilengkapi dengan Anti Corrison
Treatment.
h. Bagian penyaring udara adalah jenis yang dapat dicuci dan mempunyai efisiensi
penahan debu tidak kurang dari 65 % dan memberikan tahanan pada aliran udara tidak
lebih dari 2,5mm tekanan air pada kecepatan udara 2 MPS.
i. Alat pengatur operasi mesin / Remote Controller harus dilengkapi dengan pengatur
temperatur kerja dan pengatur kecepatan Fan (3 tingkat). Alat ini harus mampu
menjalankan peralatan tanpa mengakibatkan kompresor bekerja.
j. Coil Condenser harus terbuat dari bahan tembaga yang dilengkapi dengan sirip sirip
yang terbuat dari bahan alumunium yang direkatkan secara mekanis.
k. Coil Condenser harus telah diuji terhadap kebocoran dan telah diproses Dehidrated
serta telah diisi dengan gas Refrigerant secukupnya dipabrik.
l. Fan Condenser adalah jenis propeler dengan arah pembuangan tegak keatas atau
kesamping, dimana fan ini dihubungkan langsung dengan motor penggeraknya.
m. Motor penggerak fan adalah jenis Permanent Split Capacitor dengan perlindungan
secara Inherent dan memakai bantalan peluru yang dilumasi secara tetap.
n. Pemborong wajib menyediakan peredam getaran pada setiap kaki sesuai dengan
petunjuk Manajemen Konstruksi.
o. Evaporator Fan untuk ceiling type atau wall adalah tipe Forward Curve digerakkan
secara langsung oleh suatu motor listrik tanpa mempergunakan Belt.
p. Evaporator Fan untuk duct type adalah tipe Forward Curve digerakkan oleh suatu motor
listrik secara tidak langsung dengan mempergunakan Belt dan dilengkapi dengan
Flexible Pulley guna penyesuaian volume udara yang diperlukan.
q. Fan harus dibuat sedemikian rupa sehingga merupakan suatu beban mekanis yang
balans baik secara statis maupun secara dinamis terhadap motor penggeraknya.
r. Motor fan hendaknya diperlengkapi suatu dudukan yang dapat diatur untuk
menyesuaikan jarak antara fan dan motor.
s. Setiap bagian yang bergerak dari alat ini hendaknya diperlengkapi dengan bantalan
peluru yang dapat dilumasi dari bagian luar dengan mudah.
t. Setiap bagian pada dinding yang merupakan bagian persambungan hendaknya
diberikan bahan pencegah kebocoran udara dan dapat dibuka dengan mudah dan cepat.
u. Dibagian bawah dari alat ini hendaknya mempunyai kemampuan untuk menampung air
kondensasi yang mungkin timbul dan diisolasi sedemikian rupa sehingga tidak
menimbulkan kondensasi dibagian luarnya.
v. Pemborong harus melengkapi Mounting Plate untuk Fan Coil Unit (Evaporator) dan
Remote Controller.
Bab 4 - 25
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
standard ASHRAE 57-76 amosphere dust spot pada keadaan low velocity 300 fpm initial
resistance 0,18 WG.
Bab 4 - 26
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
a. Umum
- Bab ini melengkapi seluruh pekerjaan pemipaan dan adalah tanggung jawab
pemborong untuk mengikuti gambar dan spesifikasi bagian-bagian serta jenis
pemipaan mana yang sesuai untuk proyek ini secara khusus.
- Standar yang digunakan adalah Peraturan Plumbing Indonesia.
- Gambar-gambar menunjukan secara umum ukuran dan lokasi pipa. Karena keadaan
setempat, ketinggian langit-langit dan lain-lain tidak boleh dirubah tanpa persetujuan
dari Direksi Lapangan / Manajemen Konstruksi.
b. Bahan Pipa Dan Peralatan Pipa
- Untuk pipa AC Split Duct dari “Pipa Tembaga” . Sebagai pipa pengembunan (drain
kondensat) dipergunakan pipa PVC jenis AW dengan diisolasi bilamana tidak
dinyatakan lain. Merk pabrik : Westfex, Rucika, Lesso, Supramas, Vinilon yang
disetujui sedangkan untuk pipa Refrigeran yang perlu dibuat atau dirakit di lapangan
dari jenis hard cooper type K kecuali ditentukan lain oleh pabriknya.
Bab 4 - 27
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
Bab 4 - 28
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
untuk menentukan dari gambar spesifikasi, job description, schedule peralatan serta
dokumen tender, bagian-bagian mana dalam spesifikasi ini yang berlaku untuk proyek ini.
4.6.2. UMUM
a. Pemborong harus melaksanakan pengadaan bahan isolasi dan pemasangan sesuai
dengan yang tertera dalam gambar dan spesifikasi. Semua bahan isolasi untuk duct pipa
dan peralatan lainnya harus disediakan dan dipasang oleh pemborong dengan cara
pelaksanaan terbaik.
b. Pemborong harus menyerahkan semua contoh bahan isolasi serta brosurnya yang akan
digunakan dalam proyek ini kepada Direksi Lapangan/Konsultan atau Pejabat yang
ditunjuk dalam waktu 14 hari. Direksi Lapangan/Konsultan berhak untuk
menerima/menolak bahan contoh tersebut, menurut pendapatnya, untuk digunakan
dalam proyek ini. Serta berhak menolak pemasangan isolasi yang telah terpasang bila
menurut pendapatnya hal tersebut tidak memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan,
baik bahan dan metode instalasinya.
Merk produk yang dapat diterima adalah sebagai berikut : Thermofoil 730/731, silition.
Untuk duct foil tape, yang dapat diterima adalah produk ; Saba Idenden.
Bab 4 - 29
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
4.7.2 STANDARD
Sebagai pegangan pelaksanaan pekerjaan ini digunakan standar dari THE GUIDE dari
ASHRAE, SMACNA dan NFPA No. 90A.
4.7.3 UMUM
a. Gambar dan spesifikasi hanya menunjukkan panjang tiap ukuran cerobong, peralatan
dalam ducting dan susunan jalur sistem cerobong udara. Bila ada penyimpangan dan
gambar kontrak yang dirasa perlu untuk diperbaiki oleh Pemborong, maka detail
penyimpangan serta alasannya diserahkan secara tertulis untuk disutujui oleh Konsultan
MK dan Konsultan Perencana.
b. Penyimpangan yang telah disetujui harus dilaksanakan oleh Pemborong tanpa
tambahan biaya kecuali bila hal tersebut menyebabkan perubahan desain atau
kebutuhan.
c. Pemborong diwajibkan membuat gambar kerja (shop drawing) yang disetujui Konsultan
sebelum pelaksanaan pekerjaan instalasi cerobong udara dimulai.
4.7.4 MATERIAL
a. Ketentuan Teknis Cerobong Saluran Udara
01. Semua cerobong aliran udara catu dan aliran balik harus terbuat dari baja lapis
seng sesuai dengan SII, dimana ketebalan bahan yang dipergunakan harus
mengikuti ketentuan sebagai berikut :
02. Bahan baja lapis seng yang dipergunakan adalah tipe bahan yang lapisannya
tidak dapat terkelupas dan pecah pada waktu diadakan pembentukan cerobong.
03. Cerobong aliran udara harus dibentuk sedemikian rupa sehingga mampu
menahan kecepatan aliran udara sampai dengan 2.500 feet per menit dengan
tekanan statis minimum 125 mm tekanan air.
04. Penyambungan cerobong harus dibuat sedemikian rupa sehingga tidak
memungkinkan terjadinya kebocoran dengan memberikan bahan penyekat seal
dan ukuran persambungan harus sama dikedua sisinya.
05. Perubahan arah pada cerobong aliran udara harus dibuat dengan tipe Long
Radius Elbow dan dilengkapi sudu sudu pengarah aliran.
06. Setiap percabangan cerobong harus dilengkapi dengan Adjustable Splitter Volume
Damper yang sesuai dengan kebutuhannya. Panjang Damper ini harus 1,5 kali
lebar cerobong tapi tidak lebih dari 24". Damper ini harus dilengkapi dengan
tangkai pengaturnya yang dapat dikunci. Lubang tangkai pengaturan harus dibuat
rapat kecerobong tapi tidak menghalangi pergerakannya.
07. Setiap Supply Air Diffusser, Fresh Air Grille, Louver, Linier Bar Grille, Exhaust Air
Grille, Return Air Grille harus dilengkapi dengan Multi Blade Volume Damper yang
dapat diatur dan dikunci, jenis Opposed Blade dengan bahan minimum BJLS 80
sedangkan untuk SAR untuk FCU Guest Room harus dilengkapi dengan blade
pengarah dengan bahan BJLS 100.
Bab 4 - 30
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
08. Semua Supply Air Diffusser, Grille, Louver, Linier Bar Grille, Linier Slot diffuser,
SAR harus terbuat dari bahan Anodized Alumunium Profil dan dilengkapi dengan
bahan peredam getaran sehingga tidak menimbulkan kebisingan lebih dari NC 35
dan dicat finish powder coating.
09. Persambungan cerobong udara dengan mesin harus mempergunakan
persambungan fleksibel dengan kain kanvas rangkap dua yang diisolasi
sepanjang 100 mm atau lebih.
10. Cerobong aliran udara yang berukuran lebih dari 24" pada sisi terbesarnya, harus
diberikan Cross kecuali pada cerobong yang diberikan isolasi dalam.
11. Cerobong aliran udara yang ukurannya lebih besar dari 30" pada sisi terbesarnya,
harus diberikan penguat pada sisi tersebut dengan baja siku 30x30x3mm pada
setiap jarak 4 Feet, kecuali untuk cerobong yang lebih besar dari 42" pada sisi
terbesarnya, ukuran penguat adalah 40x40x4mm setiap jarak 3 Feet dan untuk
cerobong yang lebih besar dari 84" pada sisi terbesarnya ukuran penguat adalah
50x50x5mm pada setiap jarak 3 Feet.
12. Penguat cerobong juga harus disediakan pada cerobong aliran udara yang
berukuran lebih kecil dari ketentuan diatas, tetapi setelah dipasang ternyata
cerobong mengalami perubahan bentuk.
13. Pemborong wajib membuat penggantung dan penyanggah cerobong dari bahan
baja siku didekat setiap belokan dan percabangan serta pada setiap jarak berikut :
14. Khusus untuk cerobong yang berada didekat Air Handling Unit sampai jarak batas
6 meter, pada plenum supply / return pada bagian dalamnya juga harus dilapis
dengan bahan isolasi sesuai dengan ketentuan isolasi dalam demikian juga untuk
ducting supply FCU Guest Room.
15. Semua sambungan dan ujung cerobong harus dibuat tanpa adanya kebocoran
dengan mempergunakan Mastic / Plastic Compound.
16. Seluruh ducting harus dilengkapi pintu kontrol / acces door pada setiap jarak 3m,
dengan ukuran acces 18"x28" dan pada setiap ada belokan dan harus air tight
dengan sealant tahan api.
17. Fire Dampers dipasang sesuai dengan gambar dan dari type horizontal / vertical
multi blade yang dilengkapi dengan fusible link bar dan fusiblelink frame dan blade
dari bahan 1,6 mm BJLS dan Fuse yang digunakan mempunyai titik cair 70°C,
dan konstruksi blade sedemikian rupa sehingga dalam keadaan horizontal titik
berat blade akan secara otomatis jatuh dan menutup bila fuse link putus. Frame
dan blade lengkap dengan angle stop, spring catch dan lain-lain.
18. Untuk ducting yang berhubungan dengan control fire, smoke (smoke duct, ducting
yang melewati Firewall, ducting Exhaust dan Fresh Air Parkir, Ducting kitchen,
exhaust & Fresh Air) harus tahan terhadap api selama 2 jam dimana bahan dari
duct yang diginkaan harus BJLS dengan tebal minimum 1,375 mm dengan
sambungan las menerus untuk sambungan memanjang dan sambungan
melintang dengan memakai asbestors sebagai gasket dan dibungkus dengan
promatec’s board (Duct insulation fire rated) 9,5 mm thick lengkap dengan steel
Bab 4 - 31
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
channel & hangers steel angles, sedangkan sambungan duct ke fan tidak
dibenarkan memakai canvas joint tetapi memakai flexible joint yang tahan api.
19. Allumunium Flexible round duct dari jenis 2 lapis allumunium laminate
dincapsulating dengan steel spring helix dan wire spacing 25 mm dan fire
resistance. Tekanan kerja max 10 inch H2O, sedangkan pemasangan keperalatan
memakai klem khusus (quick klem) dari bahan plastik.
20. Seluruh ducting harus ditest kebocoran dengan asap atau dry es dengan
tekanaan pengujian sesuai tekanan kerja fan selama 30 menit.
21. Untuk Kitchen Exhaust Duct harus :
a. Material duct harus BJLS 140,
b. Semua sambungan memanjang harus sambungan las luar yang terus
menerus dan rapat air (liquid tight),
c. Sambungan melintang memakai flens dari besi siku 50x50x5 mm dengan
sealant (tahan api) dengan tebal minimum 2 mm. Sambungan Duct pada
flens harus juga dilas,
d. Pintu kontrol (access door) harus dilengkapi pada jaluar ducting setiap jarak
max 2,5 mm dan pada setiap adanya belokan, ukuran access door 18"x28",
material dari bahan yang sama dengan duct dan konstruksi memakai rangka
penguat sedemikian rupa sehingga Grease Tight dengan memakai sealant
(tahan api) dan mudah dibuka / dipasang.
e. Duct horizontal dipasang dengan kemiringan tidak kurang dari 0,5 %,
f. Suatu Greae Trap dipasang pada titik terendah dari ducting vertikal dan
horizontal serta dilengkapi dengan plug drain untuk pembuangan dan access
door untuk pembersihan.
b. Ketentuan Teknis Pelaksanaan Pekerjaan Ducting
01. Pemborong wajib menyesuaikan ukuran cerobong udara bila ternyata keadaan
lapangan tidak memungkinkan pelaksanaan sesuai dengan gambar rencana.
Penyesuaian tersebut harus disetujui oleh Manajemen Konstruksi sebelum
dilaksanakan.
02. Pemborong harus mempergunakan lem sebagai perekat bahan isolasi Glasswool
dengan cerobong aliran udara dan isolasi dengan Alumunium Foil. Pemakaian lem
sebagai perekat Glasswool dengan Alumunium Foil harus dibatasi supaya tidak
merusak bahan.
03. Untuk cerobong aliran udara dengan sisi terbesarnya lebih besar dari 30 cm,
Pemborong wajib melilit isolasi dengan tali sebelum pemasangan Alumunium Foil.
04. Penggantung / penyangga cerobong aliran udara dipasangkan ke plat lantai
diatasnya dengan mempergunakan Insert, Dynabolt atau yang sejenis, dimana
ukuran peralatan bantu ini harus sesuai dengan bebannya dan harus disetujui
oleh Manajemen Konstruksi.
05. Pemborong wajib menyediakan beberapa lubang lengkap dengan penutupnya
pada cerobong aliran udara untuk keperluan pemeliharaan dan pengukuran, yaitu
pada tempat didekat saringan udara, Volume Damper dan tempat lainnya sesuai
dengan petunjuk Manajemen Konstruksi.
06. Pemborong wajib memberikan lapisan antikarat pada bahan yang terbuat dari baja
lapis seng dengan mempergunakan Zinchromate buatan ICI sebanyak 2 lapis.
07. Khusus untuk penyambungan pipa dengan Flange, Pemborong hendaknya
menyediakan gasket, mur, baut lengkap dengan Lockwashernya.
08. Khusus untuk pemasangan isolasi dalam, Pemborong harus mempergunakan Self
Adhesive Pin.
09. Pemborong wajib menyediakan rangka kayu untuk alat sirkulasi udara lengkap
dengan Grille yang terbuat dari bahan Anodized Alumunium Profile bersirip ganda
sesuai dengan petunjuk dari Manajemen Konstruksi.
10. Ketentuan lain mengenai pemasangan apabila ada akan diberikan oleh
Manajemen Konstruksi selama periode pelaksanaan.
Bab 4 - 32
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
koefisien konduksi panas tidak kurang dari 0,23 BTU.CM/ft².H.F pada temperatur
23,9°C. Bahan isolasi ini harus bersifat Fire Retardant.
02. Khusus untuk bahan isolasi cerobong yang terletak dilantai teratas (dibawah lantai
atap), ketebalan minimum adalah 2" dengan kepadatan bahan sama seperti pada
butir 01 diatas, demikian juga untuk lantai atap dipakai isolasi atap dengan
ketebalan 2" dengan kepadatan sama seperti pada butir 01 diatas.
03. Pemborong wajib memberikan isolasi dalam bagi semua cerobong aliran udara
yang dekat dengan mesin sepanjang 6 m atau lebih dan atau plenum supply dan
return, box diffuser / grille / linier bar grill supply dan ducting expose (kecuali untuk
AHU 3-2 s/d 3-8). Pemborong wajib menyesuaikan ukuran cerobong yang
mempergunakan isolasi dalam ini (ukuran ducting yang tertera dalam gambar
adalah ukuran bersih belum termasuk isolasi luar dan dalam).
04. Alumunium Foil sebagai Vapour Barrier wajib dipakai sebagai lapisan yang
ditempatkan dibagian luar bahan isolasi. Bahan ini harus mempunyai dua lapisan
muka dengan penguatan serat Fibre. Koefisien pantulan radiasi tidak kurang dari
95% dan harus bersifat tahan api (Fire Retardant) serta beratnya tidak kurang dari
200 Gram/m². Tensile strength ASTM 828 11,2 kN/m.
05. Pemborong wajib mempergunakan alat penyambung Alumunium Foil yang
bersifat sama dengan alumunium foil itu sendiri dan mempunyai sifat perekat yang
keras (bahan acrilic) serta bersifat tahan api dan tahan karat. Bahan ini harus
selebar 4" atau lebih tebal minimum 0,13 mm.
06. Khusus untuk isolasi dalam, Pemborong wajib mempergunakan bahan isolasi
dengan ketebalan tidak kurang dari 2" dan ke padatan bahan 48 kg/m³. Setelah
lapisan isolasi, harus ditempatkan lapisan Black Neoprene Compound dan
Perforated Alumunium Foil yang mempunyai berat 300 Gram/m² yang bersifat Fire
Retardant diluarnya, atau dilapisi dengan glass cloth fire retardant. Pemegang
lapisan ini harus cukup kuat dan disetujui Direksi Pengawas.
07. Isolasi Flexible Round Duct sama dengan isolasi ducting.
08. Seluruh atap yang ruang dibawahnya di AC, harus diisolasi atap dengan urutan
sebagai berikut, Aluminium Foil double sided, Glasswool 2", aluminium foil double
sided dan kawat ayam.
4.7.5 PEMIPAAN
a. Ketentuan Teknis Pemipaan
01. Pemborong wajib mempergunakan pipa penyalur air dingin yang terbuat dari
bahan Black Steel Pipe kelas Medium BS 1387 yang diproduksi sesuai dengan
ketentuan dalam Standard Industri Indonesia Nomor 016181 dan tidak
bertentangan dengan ketentuan dalam BRITISH STANDARD 1387/1967 dimana
peralatan bantunya yang dipakai dari kelas 150 LBS.
02. Pipa condenser terbuat dari pipa baja galvanized kelas menengah yang diproduksi
sesuai dengan ketentuan dalam Standard Industri Indonesia No. 016181 dan
British Standard No. 1386/1967 dan peralatan bantunya yang dipakai dari kelas
150 LBS.
03. Pipa pembuangan air kondensasi adalah pipa PVC class AW beserta semua
peralatan bantu pemipaan yang mampu menahan tekanan kerja sebesar 10
kg/cm², dan untuk pipa yang menembus lantai, dinding harus diberi sleeve pipa
dengan diameter 1,5 kali diameter pipa lalu disealant sebagai anti bocor dan pipa
kondensasi dipasang kurang lebih 5cm dari dinding atau lantai serta
kemiringannya 1mm.
04. Pipa Refrigerant yang dipergunakan untuk split unit adalah pipa tembaga jenis K/L
yang telah diproses Dehydrated dan Sealed, khusus untuk AC Split dengan
kapasitas sampai dengan 46.000 BTUH dipakai pipa Copper Tube yang pair coil
lengkap dengan isolasi. Diameter pipa harus ditentukan sesuai standard pabrik
pembuat mesin AC dengan memperhatikan perbedaan ketinggian dan jarak
antara evaporator dan condenser sehingga kapasitas pendingin yang dihasilkan
tidak kurang dari kapasitas yang diminta (schedule).
Bab 4 - 33
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
Bab 4 - 34
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
0,6 mm, dan juga dilengkapi dengan alat-alat bantu seperti venting udara, over
flow, drain, glass pengukur level air dalam tanki dan lobang periksa.
Bab 4 - 35
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
20. Pipa baja yang berdiameter 2½" atau lebih besar harus disambung dengan cara
las dan flange. Bidang persambungan hendaknya dibuat sedemikian rupa
sehingga merupakan bidang yang tegak lurus terhadap batang pipa. Khusus pada
persambungan las antara pipa baja galvanis dan alat bantunya, seluruh bagian las
harus diberikan lapisan anti karat dengan Zinchromate sebanyak 2 lapis.
21. Sebelum diadakan penyambungan tipe las, Pemborong wajib menyampaikan
contoh hasil pengelasan untuk mendapatkan persetujuan dari Manajemen
Konstruksi.
22. Dalam hal pemasangan pipa, penempatan yang diperkenan adalah yang sejajar
dengan dinding bangunan baik untuk pemasangan yang mendatar maupun yang
tegak terhadap bidang mendatar. Sudut belokan yang diperkenankan adalah
tegak lurus atau 45 derajat.
23. Dalam hal pemasangan pipa yang tidak dapat dilaksanakan sekaligus, maka
bagian ujung pipa harus ditutup sementara sesuai dengan petunjuk Manajemen
Konstruksi.
24. Pada pemasangan pipa yang sangat panjang dan atau didekat katup operasi,
maka Pemborong wajib mepergunakan alat bantu berupa sambungan union bagi
pipa berukuran diameter 2,5" atau kurang dan sambungan flange bagi pipa
berukuran diameter 3" atau lebih. Sambungan seperti disebutkan dalam butir ini
harus dipergunakan dalam pemasangan pipa yang lebih panjang dari 12 meter,
sedangkan untuk pipa tegak disetiap lantai dipakai sambungan flange.
25. Pada setiap bagian dari pipa yang akan dipasangkan menembus lantai, kolom,
balok atau bagian kontruksi lainnya, Pemborong wajib meminta persetujuan
tertulis dari Manajemen Konstruksi terlebih dahulu. Pada Bagian tersebut harus
diberikan pelindung berupa Sleeve yang terbuat dari bahan pipa baja galvanis dan
dipasang sebelum pengecoran bagian yang bersangkutan.
26. Pada pemasangan pipa yang melintas jalan, pada bagian atas jalur pipa harus
ditempatkan pelindung dari pipa beton yang kuat menahan beban mekanis yang
mungkin timbul.
27. Penyangga dan pengantung pipa harus dibuat sedemikian rupa sehingga
memudahkan pengaturan ketinggian. Pemborong wajib membentuk bagian
penggantungan atau penyangga tersebut sedemikian rupa sehingga bagian
tersebut cukup kuat untuk menjalan getaran pompa pada waktu akan berhenti.
28. Jarak pengantung dan atau penyangga pipa harus ditemapat pada jarak yang
tidak lebih dari 2 meter untuk yang berukuran sampai dengan diameter 2,5 dan
untuk pipa yang berdiameter 3" atau lebih jarak penggantung / penyangga adalah
3 meter.
29. Pemborong wajib mempergunakan alat peredam getaran pada setiap pipa,
pengantung dan atau penyangga, dimana alat peredam getaran tersebut harus
disetujui oleh Manajemen Konstruksi terlebih dahulu.
30. Dalam hal pemasangan bahan dan peralatan listrik khusus dalam pekerjaan ini,
Pemborong wajib mengikuti semua ketentuan yang berlaku dalam pekerjaan
listrik.
31. Pemborong wajib melapis semua pemipaan memakai cat buatan ICI sebanyak 2
lapis, dimana warnanya akan ditentukan kemudian, termasuk pemberian arah dan
jalur alirannya.
32. Semua ujung pemipaan harus ditutup dengan bahan yang disetujui oleh
Manajemen Konstruksi.
33. Seluruh pemipaan yang tidak terletak didalam dinding harus ditempatkan pada
penyangga yang disetujui oleh Manajemen Konstruksi dan diklem serta diberikan
penutup yang cukup kuat untuk menahan semua gangguan mekanis yang
mungkin timbul.
34. Pemborong wajib memberikan lapisan antikarat pada bahan yang terbuat dari baja
dengan mempergunakan Zinchromate buatan ICI sebayak 2 lapis.
35. Ketentuan lain mengenai pemasangan apabila ada akan diberikan oleh
Manajemen Konstruksi selama periode pelaksanaan.
36. Penyambungan pipa tembaga secara las harus memakai bahan perak, dengan
diisi gas Nitrogen kering untuk menghilangkan kerak oksida didalam pipa, solder
Bab 4 - 36
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
tin antimonyatau tin lead 95 - 5" boleh dipergunakan, kecuali pada discharge gas
panas. Penyambungan pipa tembaga tanpa las yang diijinkan adalah dengan
perantara Wrought Copper Fitting atau Non Poreus Brass Fitting.
37. Setelah penyambungan dan pemasangan mesin, Pemborong wajib
membersihkan seluruh instalasi dengan gas Nitrogen sebelum seluruh pemipaan
dihampakan.
38. Pipa refrigerant harus disangga atau digantung dengan baik untuk mencegah
lenturan dan meneruskan getaran kompressor ke bagunan.
39. Alat pengering refrigerant (filter drier) dengan kapasitas yang sesuai serta sight
glass moisture indicator harus dipasang untuk seluruh Air Cooled Split Unit.
40. Perbedaan ketinggian dan jarak antara condensing unit dengan evaporator blower
harus diperhitungkan dalam penentuan diameter pipa tembaga untuk Air Cooled
Split tersebut dan memenuhi persyaratan pabrik, kapasitas mesin dan
pemasangan dari pabrik.
41. Setelah pekerjaan instalasi pipa selesai, maka seluruh rangkaian harus diuji
terhadap kebocoran atau per bagian.
42. Sebelum pengisian refrigerant, sistim harus dihampakan terlebih dahulu dengan
memakai vacum pump yang baik, penghampaan sampai pada tekanan 300
mikron dan tekanan sistim setelah diisi tidak lebih dari 500 mikron, dan pengisian
refrigent tidak diijinkan memakai kompressor.
Bab 4 - 37
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
11. Pemborong wajib memperbaiki setiap gangguan dan kerusakan yang terjadi
selama pengujian dan seluruh biaya perbaikan tersebut merupakan tanggung
jawab Pemborong
01. Alat monitor aliran air atau Flow Switch yang dipergunakan harus sesuai dengan
diameter pipa yang terhubung dimana kerugian tekanan aliran kerja yang
melewatinya harus serendah mungkin.
02. Alat pengatur keseimbangan aliran air pendingin atau Pressure Differential Valve
(type balancing / globe valve) yang dipergunakan harus sesuai dengan diameter
pipa yang terhubung dan harus mampu menahan tekanan aliran air yang mungkin
timbul.
03. Motor Starter / Inverter pada Fan selain berguna untuk mengurangi besarnya arus
mula motor, juga harus dilengkapi dengan alat pengatur putaran motor sedemikian
rupa sehingga mampu menyeseuiakan pemakaian daya listrik dan jumlah aliran
udara yang diperlukan sesuai dengan informasi dari sensor thermostat pada ruang
tersebut atau pressure sensor / flow sensor pada ducting utama.
04. Thermostat yang dipergunakan didalam ducting harus dapat mengoperasikan Two
Way Valve pada saluran pipa air dingin, sedemikian rupa sehingga posisi Two
Way Valve harus sesuai dengan kondisi ruang yang dikondisikan.
05. Alat pengatur jumlah aliran air dingin agar supaya temperatur ruang dipertahankan
sesuai set point adalah Two Way Modulating Motorized Valve dimana sensornya
adalah thermostat dengan PI control sedangkan Controller untuk FCU hanya
dengan Two Way Motorized Valve dari control 2 posisi dengan dilengkapi manual
speed control (3 speed) yang ditempatkan diruangan yang dikondisikan.
Bab 4 - 38
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
06. Untuk penggunaan motorized damper maka ditambahkan alat pengatur duct
pressure sensor yang diletakkan di Ducting Supply sehingga Pressure Differential
Controller, akan mengontrol kecepatan motor melaui variable speed motor
controller / inverter (frequency changer) sedangkan untuk mengatur besar kecilnya
bukaan dari Motorized Damper dilakukan oleh thermostat yang diletakkan didalam
ruangan.
Sedangkan Pressure sensor yang dipasang pada ducting supply sehingga
Pressure Differential Controller akan mengontrol kecepatan motor melalui variable
speed motor controller / inverter (frequency changer) controller (sebagai akibat
perubahan pressure pada filter).
07. Khusus untuk motor starter dan speed adjuster yang dipergunakan adalah tipe
frequency changer, dimana alat ini harus dapat mengurangi besarnya arus mula
motor pada waktu mulai dijalankan selain itu alat ini atas dasar informasi yan
didapat dari tekanan aliran udara didalam saluran uama udara dingin (Duct
Pressure Sensor, Pressure Differential Controller dan atau dari thermostat dalam
ruang) harus dapat mengurangi jumlah putaran motor sedemikian rupa sehinga
jumlah aliran udara adalah sesuai dengan kebutuhan.
08. Untuk Fresh Air supply masing-masing akan melalui ducting fan, demikian juga
untuk exhaust dari toilet melaui exhaust fan sebelum keluar ke udara luar melaui
Air to Heat Exchanger dan pada waktu system Fresh Air Fan on, maka Exhaust
Fan dan Air to Air Heat Exchanger juga on dengan interlock system secara
otomatis dan dapat dirubah secara manual. Sedangkan Fan untuk Fresh Air dari
type variable speed (inverter) yang diatur akibat duct pressure sensor, Pressure
Differential Controller menyensor perubahan dari tekanan didalam ducting akibat
perubahan tekanan static dari filter agar supply udara fresh air oleh fan menjadi
constant volume.
09. Untuk seluruh Fresh Air yang disupply oleh Fan Fresh Air melaui Filter sesuai
yang ditetapkan dalam gambar perencanaan.
10. Exhaust parkir dalam keadaan normal dan kebakaran harus Fire Rated Duct.
11. Pada waktu terjadi kebakaran, unit-unit Fan, Pompa, dll mati sedangkan
Pressurized Fan jalan, semuanya itu berjalan secara otomatis akibat adanya
indikasi dari Fire Alarm dan kontraktor VAC harus menghubungkan antara kontrol
unit AC / Fan dengan konrol Fire Alarm dengan kabel kontrolnya.
12. Pressurisasi Fan bekerja secara otomatis apabila mendapatkan indikasi / deteksi
kebakaran dari fire alarm ataupun adanya sinyal secara manual dari break glass
karena itu kontraktor VAC harus menghubungkan antara kontrol pressurisasi Fan
dan Fire Alarm. Selain itu kontrakator VAC harus memasang smoke detektor pada
ducting masuknya udara dari pressurisasi Fan sehingga apabila pressurisasi Fan
bekerja akibat indikasi dari Fire Alarm dan kebutuhan udara yang dihisap tersebut
mengandung asap maka pressurisasi Fan tersebut secara otomatis akan mati.
Pressurisasi Fan harus dilengkapi dengan variable speed (Inverter) dengan
sensor, pressure difference yang diletakkan ditangga paling bawah dan diset pada
tekanan 0,35 "WG, sehingga apabila tekanan pada tangga kebakaran telah
tercapai, maka sensor akan memerintahkan Fan untuk menurunkan kecepatan
melalui inverter pressurisai Fan dimatikan secara manual.
4.8.2. STANDARD
Sebagai pegangan pelaksanaan pekerjaan ini digunakan standar dan THE GUIDE dari
ASHRAE, SMACNA dan NFPA No. 90A.
Bab 4 - 39
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
4.8.3. UMUM
a. Gambar dan spesifikasi hanya menunjukkan dimensi, peralatan, dan susunan dan
diffuser, grille atau register yang harus dipasang. Bila ada penyimpangan serta
alasannya harus diserahkan secara tertulis pada Direksi Lapangan dan Konsultan untuk
persetujuannya. Penyimpangan yang telah disetujui dilaksanakan oleh Pemborong tanpa
tambahan biaya kecuali hal tersebut menyebabkan perubahan desain atau kebutuhan.
b. Pemborong diwajibkan membuat gambar kerja (shop drawing) yang disetujui Direksi
sebelum pelaksanaan pekerjaan instalasi dilaksanakan.
c. Baik diffuser, grill maupun light troffer sebelum dipasang terlebih dsplit ductlu harus dites
di laboratorium mengamati noise level, profil kecepatan dan distribusi udara dan lain-lain
dan diminta persetujuannya kepada Direksi.
4.8.4. MATERIAL
Bahan diffuser, grille dan register yang dapat diterima adalah dari alumunium anodized profile
dengan ketebalan minimum 18 US Gauge.
4.8.5. PEMASANGAN
a. Pemborong ini harus menyediakan semua duct register boxes, duct adapters grilles,
diffuser dan peralatan tambahan lainnya, sehingga instalasi lengkap terpasang dan
dapat bekerja dengan baik. Seluruh unit diffuser, grille dan register harus mempunyai
noise level criteria tidak lebih dari NC 40.
b. Pemasangan diffuser dan grille harus tepat berdasarkan gambar. Seluruh diffuser dan
grille yang dipasang pada dinding tembok dan lain-lain harus mempunyai rangka
plesteran (plaster frame) agar dapat dipasang rata dan tidak retak. Seluruh diffuser dan
grille harus dipasang rapat dan diberi karet gasket.
c. Seluruh adjustable volume damper yang terpasang, harus dapat diatur dan dikunci dari
luar. Untuk jenis diffuser yang digabungkan dengan armature lampu (integrated light air
troffer), Pemborong hanya mengerjakan penyambungan ducting flexible round saja ke
troffer tersebut.
d. Semua diffuser harus dari jenis aspirating dan memiliki diffusing cone minimal 4 (empat)
buah. Diffuser yang dapat diterima adalah buatan lokal.
e. Di belakang dan bagian dalam semua diffuser, grille dan register dicat warna hitam
enamel setelah dilapis dengan cat mual (prime coat).
4.8.6. DIMENSI.
a. Ukuran diffuser, grille dan register yang ada hendaknya disesuaikan dengan keadaan.
Ukuran dapat dirubah asalkan luas penampang sama atau lebih besar.
b. Ukuran yang didapat dari register boxes atau plenum harus menunggu ukuranukuran
terakhir dari grilee yang telah disetujui Arsitek. Penempatan yang tepat/sesungguhnya
dari diffuser dan grilee harus mendapatkan persetujuan Arsitek. Diffuser harus dipasang
dengan equalizing deflector dan damper.
4.9.2. UMUM.
a. Berikut ini adalah penjelasan secara umum mengenai ventilasi dan ventilator, untuk
spesifikasi teknis yang khusus, disesuaikan dengan spesifikasi yang tertera pada
gambar schedule mesin.
Bab 4 - 40
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
b. Peralatan ventilasi harus dipasang sesuai dengan yang tertera dalam gambar dan atau
yang dipersyaratkan di bawah ini. Seluruh pemasangan ventilasi mekanik harus
memenuhi persyaratan setempat, ordonansi dan atau peraturan yang berlaku.
c. Pemborong harus menyediakan dan memasang kipas angin sesuai dengan gambar
dan spesifikasi. Semua fan dari jenis centrifugal in line duct atau ditentukan sesuai
spesifikasi di bawah ini yang telah dibalance statis maupun dinamis dan diuji oleh
pabriknya.Setelah terpasang fan tidak boleh menimbulkan suara yang berlebihan.
Semua fan dipasang karet sekelilingnya (peredam getaran) sebelum dipasang.
d. Seluruh fan harus disetujui penggunaannya oleh Konsultan MK sebelum pekerjaan
pemasangan dilakukan.
4.9.4. DUCTING.
Seluruh ducting ventilasi mekanik yang dibutuhkan harus sesuai dengan bab ducting
(cerobong udara), baik dimensi, bentuk, maupun bahannya. Seluruh ducting ventilasi
mekanik dan tidak perlu diisolasi.
Pemborong diwajibkan untuk mengajukan persetujuan terlebih dsplit ductlu kepada
Konsultan mengenai produk, type dan spesifikasi peralatan yang akan digunakan dalam
proyek ini.
Bab 4 - 41
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
- Pengukur listrik
Voltmeter
Ampermeter
- Pengukurtekanan
Manometer/pressure gauge
b. Pelaksanaan TAB
- Secara detail TAB harus dilaksanakan terhadap seluruh sistem dan bagian--
bagiannya, sehingga didapatkan besaran pengukuran yang sesuai dengan
besaran yang ditentukan dalam rencana.
Bab 4 - 42
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
- Temperatur
Pengukuran dan pengujian temperatur dan kelembaban pada setiap ruangan,
diffuser, grille, register, fresh air intake, exhaust.
d. Listrik
- Pengukuran dan pengujian kuat arus dengan tegangan RPM, setiap phase pada
unit compressor, motor dan sistem pengaturan listrik yang ada. Harus
dibandingkan dengan besaran/kapasitas yang direncanakan atau data
pabriknya.
- Tes berikut ini harus dilaksanakan oleh Kontraktor dengan dihadiri oleh seorang
ahli yang ditunjuk Direksi :
Tahanan isolasi - section dan overall
Pentahanan
Tahanan kontinyu pada konduktor dan sheating section and overall
Phasing, termasuk keseimbangan phase tidak lebih dari 10%
Full load (bila disyaratkan)
Seluruh thermal overload pada starter harus diperiksa dan settingnya dicatat
Seluruh jaringan / circuit harus di-mergered
Seluruh instalasi harus disetujui oleh PLN dan Konsultan
Bab 4 - 43
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
Suatu salinan daftar recomended spare parts harus diarsipkan dan diberikan kepada
Direksi dan Pemberi Tugas sebelum diberikan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan
secara lengkap. Seluruh peralatan khusus yang disupply oleh pabrik harus diserahkan
pada staff operasi Pemberi Tugas.
Semua dokumen harus digambar sesuai dengan model yang telah disetujui Pengawas
Lapangan
Bab 4 - 44
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
b. Exhaust Fan.
Exhaust Fan harus dari tipe Centrifugal In Line yang memiliki kapasitas sesuai
petunjuk dalam Gambar Kerja.
c. Bahan-bahan Elektrikal
Bahan-bahan elektrikal seperti kabel daya, sklar atau soket, konduit dan lainnya, harus
memenuhi ketentuan Spesifikasi Teknis 16400.
b. Pekerjaan Elektrikal.
Semua sistem elektrikal seperti pengkabelan dan lainnya yang dibutuhkan dalam
pekerjaan ini harus dipasang sesuai ketentuan Spesifikasi Teknsi 16400.
c. Pengujian.
- Pengujian dilokasi harus dilaksanakan sesuai standar terbaik yang disetujui
Pengawas Lapangan.
Semua pengujian yang diminta harus dibuat atas biaya Kontraktor yang harus
melengkapi semua bahan dan peralatan pengujian yang diperlukan.
- Semua peralatan harus diuji keamanan sistem listriknya.
- Setelah pengujian dinyatakan berhasil, sistem harus dioperasikan perlahan tanpa
segala jenis kegagalan selama sebulan, sebelum Pengawas Lapangan
memberikan pernyataan selesainya pekerjaan.
d. Pemeliharaan.
- Setiap peralatan yang memerlukan perawatan atau pemeriksaan harus dilengkapi
dengan :
Spesifikasi teknis detail yang dipersiapkan oleh pabrik pembuat yang
mencakup deskripsi dan karakteristik.
Kartu pemeliharaan yang menyebutkan:
Nama pabrik pembuat atau pemasok.
Jenis pelaksanaan perawatan (elektrikal, mekanikal dan lainnya) dan
selang waktu (kalender atau sebagai fungsi waktu pengoperasian).
Periode pemeriksaan yang direkomendasikan.
- Dokumen yang harus diserahkan Kontraktor adalah :
Desikripsi prinsip pengoperasian peralatan.
Diagram setiap pemasangan.
Bab 4 - 45
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Gedung Unit Percetakan Al Qur,an Bogor
Bab 4 - 46
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
DAFTAR ISI
BAB V
PERSYARATAN TEKNIS ELEKTRIKAL & ELEKTRONIKA
5.1. SISTEM PENYALUR PETIR DAN PEMBUMIAN ..................................................... 1
5.1.1. LINGKUP PEKERJAAN ............................................................................... 1
5.1.2. STANDAR /RUJUKAN ................................................................................. 1
5.1.3. PROSEDUR UMUM ..................................................................................... 1
Daftar Isi - i
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
Daftar Isi - ii
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
SPESIFIKASI TEKNIS
BAB V
Bab V - 1
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
- Detail dan tata letak instalasi penangkal petir sesuai dengan Gambar Kerja.
- Air termination harus terbuat dari bahan yang tahan untuk dialiri arus listrik yang
cukup besar tanpa terjadi kerusakan.
- Elektroda penangkal petir harus dihubungan dengan hantaran turun.
- Pemasangan penangkal petir harus diatur sedemikian rupa, sehingga semua
bagian atau benda yang berada di atap sampai dengan lantai basement harus
dapat terlindung oleh sistem instalasi penangkal petir.
b. Hantaran Turun
- Hantaran turun berfungsi untuk mengalirkan muatan listrik petir yang diterima /
ditangkap oleh elektroda penangkal petir ke konduktor pembumian, oleh karena itu
hantaran turun harus dihubungkan secara sempurna baik dengan elektroda
penangkal petir maupun elektroda pembumian.
- Hantaran turun terbuat dari coaxial cable, NYA yang dirancang khusus untuk
hantaran turun sistem penangkal petir.
- Coaxial cable, NYA yang digunakan harus mendapat rekomendasi dari pabrik
pembuatnya yang menyatakan bahwa kabel tersebut dapat digunakan untuk sistem
penangkal petir.
- Coaxial cable, NYA yang digunakan mempunyai ukuran minimal 70 mm2.
- Hantaran turun harus dipasang dengan baik, lurus dan mempunyai kekuatan yang
cukup sehingga mampu menahan gangguan mekanis.
c. Elektroda Pembumian
- Elektroda pembumian terbuat dari pipa GIP 1 ½“ dan plat tembaga serta lilitan
kawat timah dengan konstruksi seperti tercantum di dalam Gambar Kerja.
- Elektroda pembumian harus ditanam langsung di dalam tanah dengan panjang
bagian yang tertanam minimal sepanjang 6 m dan mempunyai tahanan pentanahan
sebesar 2 Ohm.
- Terminal penyambungan untuk menghubungkan elektroda pembumian dengan
hantaran turun harus dilakukan di dalam bak kontrol. Penyambungan tersebut harus
menggunakan mur baut berukuran M-10 sebanyak tiga titik.
- Sistem pembumian untuk penangkal petir ini harus terpisah dari sistem pembumian
untuk sistem elektrikal lainnya.
Bab V - 2
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
b. Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan ini termasuk pengadaan dan pemasangan semua material,
peralatan, tenaga kerja dan lain-lain untuk pemasangan, pengetesan, commissioning
dan pemeliharaan yang sempurna untuk seluruh instalasi listrik seperti dipersyaratkan
dalam buku ini dan seperti ditunjukkan dalam gambar-gambar perencanaan listrik.
Dalam Pekerjaan ini harus termasuk sertifikat pabrik dari peralatan yang akan
dipakai dan pekerjaan-pekerjaan kecil lain yang berhubungan dengan pekerjaan ini
yang tidak mungkin disebutkan secara terinci di dalam buku ini tetapi dianggap perlu
untuk keselamatan dan kesempurnaan fungsi dan operasi sistem distribusi listrik.
Bab V - 3
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
b. Data Teknis
1) Jenis kabel : N2XSYGbY multi core atau single core sesuai dengan
gambar perencanaan.
2) Bahan konduktor : Tembaga
3) Isolasi : XLPE
4) Tegangan nominal : 24 kV
5) Ukuran kabel : Sesuai gambar perencanaan.
c. Persyaratan Pemasangan
1) Pemasangan kabel instalasi tegangan menengah harus memenuhi peraturan
PLN dan PUIL atau peraturan lain yang diakui di negara Republik Indonesia.
2) Kabel harus diatur dengan rapi dan terpasang dengan kokoh sehingga tidak akan
lepas atau rusak oleh gangguan gangguan mekanis.
3) Pembelokan kabel harus diatur sedemikain rupa sehingga jari-jari pembelokan
tidak boleh kurang dari 15 kali diameter luar kabel tersebut atau sesuai dengan
rekomendasi dari pabrik pembuat kabel.
4) Setiap ujung kabel harus dilengkapi dengan sepatu kabel tipe press, ukuran
sesuai dengan ukuran luas penampang kabel serta dililit dengan excelciortape dan
difinish dengan bahan isolasi ciut panas yang sesuai.
5) Kabel yang menghubungkan antara gardu PLN dengan MVMDP dan antara
MVMDP dengan Trafo tidak boleh ada sambungan.
Bab V - 4
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
f. Persyaratan listrik
1) Komponen komponen MVMDP mempunyai persyaratan teknis sebagai berikut:
- Tegangan kerja nominal : 24 kV
- Tingkat ketahanan isolasi (untuk 1 menit) : 50 kV
Bab V - 5
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
g. Transformator Daya
1) Ketentuan Umum
- Transformator daya yang digunakan harus memenuhi IEC standar dan SPLN
atau standard-standard lain yang diakui di negara Republik Indonesia serta
mendapat rekomendasi dari LMK.
- Transformator yang digunakan harus mempunyai rekomendasi untuk
dipasang di daerah tropis.
- Transformator yang digunakan harus dari jenis Trafo Kering dengan bahan
belitan dirancang dari jenis tembaga dengan isolasi jenis cat resin.
- Index Proteksi IP 20 dan dilengkapi dengan fan.
h. Konstruksi
1) Inti besi harus kokoh sehingga dijamin tidak akan bergetar dan memiliki rugi-rugi inti
kecil.
2) Kumparan terbuat tembaga harus mempunyai ketahanan dielektrik dan mekanik
yang cukup kuat.
3) Selungkup (housing) terbuat dari pelat baja yang di cat dasar tahan karat dan cat
finish berwarna putih.
4) Bushing isolator terbuat dari porcelin.
5) Kelengkapan-kelengkapan Trafo dilengkapi dengan komponen-komponen sebagai
berikut:
- Nameplate.
- Alat memonitor temperatur yang dihubungkan ke:
Alarm system,
Fancontrolsystem,
Trippingsystem.
- Kuping pengangkat,
- Tap changer,
- Roda,
- Terminal pengebumian.
- Internal fan.
Bab V - 6
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
5) Persyaratan listrik
a. Kapasitas : sesuaigambarperencanaandanharusmampudibebanisampai 150
% selama 2 jam.
b. Tegangankerja nominal
- Sisi primer : 20 kV,
- Sisi sekunder : 400/230 Volt.
- Jumlah phasa :3
- Frekwensi : 50 Hz.
- Hubunganbelitan : DYn-5
- Bahan : Copper
- Test voltage for 1 minute :
* Primary Winding : 50 KV
- Isolasi : Klass A
- Kenaikan temperaturpada winding oil : max. 65º
c. Perlengkapan
Tranformator dilengkapi dengan:
- Thermometer
- RTS
- Roda
- Lifting eye
- Elastimold bushing
- Grounding
6) Persyaratan Pemasangan.
a. Trafo ditempatkan pada ruang trafo seperti terlihat dalam gambar
perencanaan.
b. Trafo dipasang pada dudukan setempat dengan perkuatan sedemikian rupa
tidak akan bergeser oleh gangguan mekanis.
Bab V - 7
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
Bab V - 8
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
3) Semua bahan dan peralatan harus disimpan dalam kemasannya pada tempat yang
aman dan terlindung dari kerusakan.
4) Unit Genset yang akan digunakan harus sudah lulus uji di pabrik pembuatnya, dan
saat didatangkan ke lokasi harus dilengkapi dengan sertifikat pengujian pabrik, yang
minimal mencantumkan data berikut :
Tipe motor diesel
Nomor seri/nomor produksi
Daya
Tegangan kerja dan frekuensi
Putaran
Pengujian daya dan beban
Sistem pendinginan
Faktor daya dan kelas isolasi
Dimensi dan berat
d. Ketidaksesuaian
1) Pengawas Lapangan berhak menolak semua bahan yang didatangkan atau
dipasang yang tidak memenuhi ketentuan dalam Gambar Kerja dan/atau Spesifikasi
Teknis.
2) Kontraktor harus segera memperbaiki dan/atau mengganti setiap pekerjaan yang
tidak sesuai, tanpa tambahan biaya dari Pemilik Proyek.
3) Bila bahan-bahan yang akan didatangkan ternyata menyimpang atau berbeda
dengan yang ditentukan, Kontraktor harus terlebih dahulu membuat pernyataan
tertulis yang menjelaskan usulan penggantian, dengan maksud bila diterima, akan
segera diadakan penyesuaian. Bila Kontraktor mengabaikan hal di atas, Kontraktor
bertanggung jawab melaksanakan pekerjaan sesuai Gambar Kerja.
5.3.4. BAHAN-BAHAN
a. Umum
1) Unit Genset yang terdiri dari ENGINE dan AC GENERATOR / ALTERNATOR,
harus berkualitas baik, baru, tidak rusak dan dari merek yang dikenal seperti merek
sesuai outline spek.
2) Unit Genset harus didatangkan langsung dari Pabrik pembuatnya secara lengkap
berikut segala sertifikat uji dan kelengkapan lainnya yang merupakan standar pabrik
dan optional, yang juga memberikan Layanan Purna Jual untuk Perawatan,
Perbaikan, dan Penggantian Suku Cadang.
3) Sebelum dikirim ke lokasi Proyek, terlebih dahulu harus dilakukan Factory Test
(dengan menggunakan Dummy Load / Load Bank) yang dilaksanakan di
Warehouse Pabrik pembuatnya dan disaksikan oleh Pengawas Lapangan.
4) Sebelum dikirim ke lokasi Proyek, terlebih dahulu harus dilakukan Factory Test
(dengan menggunakan Dummy Load / Load Bank) yang dilaksanakan di
Warehouse Pabrik pembuatnya dan disaksikan oleh Pengawas Lapangan.
5) Jenis, Rating dan Klasifikasi
a) Unit Genset harus dari jenis Packaged Diesel-Electric Generating Set dengan
Jacket Water Cooled Radiator Mounted Diesel Engine.
b) Rating Genset adalah Continuous Output pada kondisi kerja sebagai berikut:
Duty : stand-by,
Drive : directly coupled,
Speed : 1500 rpm nominal,
Engine Power : minimal 650 kVA pada 1500 rpm,
Altitude : 0 m di atas muka laut,
Suhu Udara : 30 - 45 °C-grade,
Kelembaban Udara : 70 - 95%
c) Generator Output
Tegangan : 400 V/231 V ± 5%,
Phasa :3
Frekuensi : 50 Hz,
Bab V - 9
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
b. Diesel Engine
1) Engine harus dari jenis high speed stationery diesel engine khusus untuk penggerak
sistem pembangkit listrik.
2) Engine Features, harus mengikuti ketentuan berikut:
Heavy Duty Diesel Engine
Jacket Water Cooled
2 atau 4 Strokes Engine Type
Turbocharged dengan Aftercooled.
Replaceable Cylinder Liners.
Replaceable Valve Seat Inserts.
Main Bearing Caps harus diikat secara Cross-tie terhadap Crankcase.
3) Base frame diperbolehkan menggunakan produk lokal dengan konstruksi sesuai
dengan konstruksi asal dari pabrik pembuat unit mesin diesel, tetapi harus disertai
surat pernyataan yang menjamin kekuatannya, dan dilengkapi dengan peralatan
tambahan untuk peredaman getaran (Vibration Mounting).
c. Sistem Pendingin
1) Pendinginan menggunakan sistem cylinder jacket water cooled dengan bantuan
penukar panas radiator.
2) Harus mampu mendinginkan bagian-bagian engine secara baik.
3) Air pendingin disirkulasikan dengan cooling water pump dari jenis Neoprene
Impeller Pump atau setara yang digerakkan langsung dari putaran poros engkol
atau melalui transmisi roda gigi.
4) Sistem dilengkapi dengan cooling water flow control yang akan memberikan
peringatan bila terjadi kondisi aliran air pendingin terhenti dan kontrol tersebut
mematikan mesin.
5) Water temperature pada sisi engine outlet tidak boleh melebihi 93ºC (200º
Fahrenheit).
d. Radiator
1) Harus dari Heavy Duty Heat Exchanger.
2) Dilengkapi dengan “Jacket Water Heater”, dikontrol oleh “Adjustable Thermostat”.
3) Dilengkapi Silencer dan Attenuator.
e. Sistem Start
1) Sistem starter menggunakan DC electric motor.
2) Sistem pengisian batere menggunakan dua cara yaitu pengisian dari altenator
mesin bila diesel dalam keadaan operasi dan sistem pengisian secara otomatis dari
batere charger.
3) Kapasitas batere harus disesuaikan dengan kebutuhan untuk starting, dan
dilengkapi dengan Automatic Battery Charger dan Voltage Regulator.
Bab V - 10
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
h. Muffler
1) Muffler harus dari jenis Multi Chamber Reactive Muffler kelas residential.
2) Muffler harus dipasang sedekat mungkin terhadap engine exhaust port.
3) Pemipaan yang menembus dinding atau lantai dan semacamnya harus tidak
menyebabkan atau mendapat tekanan/tarikan dan getaran.
4) Pemipaan, penggantung, penjepit dan semacamnya harus dicat dengan cat
alumunium khusus tahan temperatur sampai dengan 500ºC.
Bab V - 11
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
n. Alternator
1) Konstruksi
Merupakan generator sinkron dengan rotor silinder yang dilengkapi dengan
damper cage dan reactive current compensator.
Direncanakan untuk daerah tropis sehingga mampu beroperasi normal di atas
suhu 35ºC dan kelembaban udara sampai 90%.
2) Penguatan medan excitation dari exciter yang dipasang satu as dengan rotor.
Catuan arus medan secara brushless, dapat dikontrol secara otomatis dari
rangkaian elektronik
o. Data Teknis
1) Daya output nominal (sesuai dengan skedul).
2) Tegangan output 380 V, 3 phasa dengan minimum 4 kawat dan tegangan dapat
diatur dalam batas kecepatan 5%.
3) Frekuensi 50 Hz.
4) Isolasi kelas F.
5) Effisiensi di atas 90% pada variasi beban 50% hingga 110% pembebanan nominal.
6) Pengatur tegangan tidak lebih dari 1% baik pada saat alternator dingin maupun
panas, pada saat PF = 0,8 maupun PF = 1.
7) Response pada beban penuh dan PF = 0,8 tegangan output mencapai steady pada
toleransi +2% dapat dipenuhi dalam waktu 0,25 detik.
8) Overload secara kontinyu maupun sesaat, harus dapat menahan overload curent
sampai 110% selama 1 jam dan 150% selama 120 detik.
9) Pendinginan harus secara axial dengan suatu fan dan dilengkapi filter udara dan
alarm atau peralatan generator tripping dalam hal filter jenuh atau terjadi kenaikan
temperatur pada stator.
10) Exciter ditempatkan dalam arah aliran udara pendingin.
5) Fungsi
o Panel kontrol generator harus dapat melakukan fungsi-fungsi kontrol sebagai
berikut:
o Pengaturan start-stop mesin diesel
o Pengaturan kecepatan, beban dan lainnya sesuai Spesifikasi Teknis.
o Mengindikasikan tipe gangguan yang terjadi.
Bab V - 12
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
b. Pemasangan
1) Motor diesel harus dipasang sesuai dengan petunjuk pemasangan dari pabrik
pembuatnya.
2) Pembuatan landasan/pondasi khusus untuk motor diesel harus disesuaikan dengan
dimensi motor diesel tersebut dan telah memperhitungkan jarak bersih yang
dibutuhkan untuk pengoperasian dan pemeliharaan sesuai dengan petunjuk pabrik
pembuatnya.
3) Pembuatan landasan/pondasi beton harus sesuai ketentuan Spesifikasi Teknis
Beton cor ditempat.
c. Pengujian Pengoperasian
1) Bila pemasangan motor diesel beserta kelengkapannya telah selesai, Kontraktor
harus melakukan semua pengujian dan pengukuran yang dianggap perlu untuk
mengetahui bahwa keseluruhan instalasi motor diesel berfungsi dengan baik dan
memenuhi persyaratan / ketentuan pengujian yang telah dilaksanakan di pabrik
pembuat.
2) Pengujian harus disaksikan Pengawas Lapangan.
3) Kontraktor harus menyerahkan kepada pemilik Proyek melalui Pengawas Lapangan
o Buku Manual Pengoperasian dan Pemeliharaan Peralatan berikut salinannya
dalam jumlah tertentu
Bab V - 13
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
2. Integrasi yang dimaksud meliputi operasi On/Off untuk pemadaman maupun penyalaan
secara Remote, Pengukuran secara remote baik untuk pengukuran energi listrik, daya,
arus, tegangan sampai pada tingkat mengetahui besarnya harmonisa arus dan tegangan
Bab V - 14
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
bahkan di tingkat Panel LVMDP, MDP dan SDP harus terdapat fasilitas untuk melakukan
remote setting tentang selektifitas serta karakteristik seluruh Circuit Breaker yang
dipasang.
3. Panel Distribusi Tegangan Rendah (LVMDP / MDP, SDP & PP/LP), seperti yang tertera
pada gambar perencanaan, kecuali ditunjuk lain. Seluruh Assembly termasuk housing,
busbar, alat – alat pelindung harus direncanakan, dibuat, dicoba dan dimana perlu
diperbaiki sesuai dengan persyaratan. Panel Distribution Tegangan Rendah dan Panel
Penerangan & Daya harus dari jenis indoor type terbuat dari plat baja, dimana
mempunyai kekuatan Mekanikal dengan IK10 dan dibuat mengikuti standar SNI-IEC
61439-1&2
4. Form Segregasi dari Panel Distribusi Tegangan Rendah untuk Panel LVMDP dan MDP
harus Form 3B (minimum) dan untuk Panel PP dan LP harus minimum Incoming &
Outgoing Form 2B Non Type Tested mengikuti standar SNI-IEC 6139-1&2. Indeks
Proteksi pada Panel Distribusi Tegangan Rendah (PDTR) harus memenuhi standar IP
54.
5. Kontruksi harus terbuat dari rangka baja struktur yang kaku, yang bisa mempertahankan
strukturnya oleh stress mekanis pada waktu hubungan singkat. Rangka ini secara
lengkap di bungkus pada bagian bawah, atas dari sisi dengan plat-plat.
6. Penutup harus cukup louvers untuk ventilasi dimana perlu untuk mengatasi kenaikan
suhu dari bagian-bagian yang mengalirkan arus dan bagian-bagian yang bertegangan
sesuai dengan persyaratan PUIL-2011 dan SNI-IEC 61439-1&2 untuk peralatan yang
tertutup.
8. Setiap panel yang akan di remote dari sistem BMS atau BAS harus dilengkapi fasilitas
dry contact.
Bab V - 15
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
1) Semua bahan dan peralatan yang didatangkan dan akan dipasang harus dalam
keadaan baru, tidak rusak, bukan barang bekas dan tidak bercacat dan harus
dilengkapi dengan data teknis yang jelas yang menyebutkan bahwa bahan-bahan
tersebut sesuai dengan yang telah disetujui.
2) Semua bahan dan peralatan harus disimpan dalam kemasannya pada tempat yang
aman dan terlindung dari kerusakan.
Bab V - 16
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
d. Ketidaksesuaian.
1) Bila bahan-bahan yang didatangkan ternyata menyimpang atau tidak sesuai dengan
yang telah disetujui, maka Kontraktor wajib menggantinya dengan bahan yang
sesuai dan yang disetujui Pengawas Lapangan.
2) Biaya yang ditimbulkan karena hal di atas menjadi tanggung jawab Kontraktor
sepenuhnya dan tanpa tambahan waktu.
e. Persyaratan Lainnya.
Bab V - 17
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
b. Kabel.
1) Kabel-kabel feeder untuk penanaman langsung pada 600V/1kV atau lebih rendah,
harus dari Jenis NYFGbY (SNI 04-2700-1992), dengan ukuran yang sesuai
ketentuan Gambar Kerja.
2) Kecuali ditentukan lain dalam Gambar Kerja, kabel daya dan penerangan yang
dipasang di dalam conduit untuk tegangan kerja 600V/1kV atau lebih rendah, harus
dari tipe NYY (SNI 04-2701-1992) atau NYM (SNI 04-2699-1992) seperti
ditunjukkan dalam gambar perencanaan.
3) Kecuali ditentukan lain, standar warna kabel yang digunakan adalah sebagai
berikut:
- Netral : Biru
- Ground : Hijau – Kuning
- Fasa : Merah, Hitam, Kuning
4) Alat penyambung kabel/mof harus dari merek atau 3M yang dikenal atau dari jenis
yang sesuai dengan tipe kabel yang akan disambung.
c. Konduit.
1) Konduit untuk kabel-kabel yang menuju stop kontak, saklar, titik lampu dan
peralatan harus terbuat dari pipa high impact uPVC tipe high impact dengan kode
angka 332112 yang memenuhi standar BS 6099, dengan diameter sesuai petunjuk
Gambar Kerja.
2) Kabel yang ditanam dalam tanah, dibawah atau melintang jalan dan perkerasan
harus ditempatkan dalam konduit yang terbuat dari pipa baja lapis galvanis kelas
medium standar SNI 07-0039-1987 atau pipa PVC kelas 8kg/cm2 yang memenuhi
standar SNI 06-0084-1987, dengan diameter sesuai Gambar Kerja.
3) Konduit fleksibel harus terbuat dari pipa lentur uPVC yang memenuhi standar BS
4607, digunakan pada tempat-tempat tertentu sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja.
Konduit fleksibel ini harus tahan cuaca, panas, tidak mudah pecah, serta kedap air
dan debu.
d. Rak Kabel.
Rak kabel harus terbuat dari baja lembaran berlubang lapis seng/galvanis, dengan tipe
lengkap tutup, bentuk dan dimensi sesuai Gambar Kerja.
Bab V - 18
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
2) Prinsip Distribusi.
- Distribusi secara radial dari panel distribusi utama ke panel-panel.
- Distribusi daya untuk penerangan, dipisahkan dari distribusi daya untuk
peralatan lainnya.
3) Prinsip Proteksi.
- Sistem listrik harus dilengkapi dengan proteksi terhadap hubung singkat di
setiap panel, proteksi terhadap beban lebih dan hubung singkat untuk panel
distribusi utama dan panel daya, kecuali bila ditentukan lain dalam Gambar
Kerja.
- Semua bagian metal dari peralatan listrik harus dihubungkan ke kabel PE
seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja.
- Termasuk dalam hal ini adalah, tetapi tidak terbatas pada kolom bangunan,
konduit, peralatan elektrikal, rangka motor dan lainnya.
- Sistem pembumian sesuai Peraturan Umum Instalasi Penangkal Petir (PUIPP
– 1983).
Bab V - 19
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
c. Pemasangan Kabel.
1) Luar Bangunan.
- Pemasangan kabel didalam tanah harus dilakukan dengan cara sedemikian rupa
sehingga kabel itu cukup terlindung terhadap kerusakan mekanis dan kimiawi
yang mungkin timbul pada tempat kabel tersebut dipasang.
- Kabel ditanam minimal 800mm dari permukaan tanah dan harus diletakkan di
dalam pasir, diatas galian tanah yang stabil, kuat, rata dan bebas dari batu-
batuan dengan ketentuan tebal lapisan pasir tidak kurang dari 10cm. Sebagai
timbunan perlindungan, diatas urukan pasie harus dipasang beton atau batu
bata pelindung.
- Kabel-kabel yang ditanam melintang jalan harus ditempatkan dalam konduit pipa
baja lapis galbani atau PVC, seperti ditentukan dalam Spesifikasi Teknis ini,
dengan diameter sesuai Gambar Kerja.
- Pemasangan dan jenis konduit yang dipilih sesuai petunjuk dalam Gambar
Kerja.
- Pekerjaan galian, urukan kembali dan pemadatan yang dibutuhkan untuk
penanaman kabel harus dilaksanakan sesuai ketentuan Spesifikasi Teknis
Pekerjaan Galian, Urugan Kembali dan Pemadatan.
- Letak penanaman kabel harus ditandai dengan patok tanda kabel yang kuat dan
jelas.
- Setiap tarikan kabel feeder yang memerlukan sambungan harus dilengkapi
dengan alat penyambung kabel.
2) Dalam Bangunan.
- Pembengkokan dan pengukuran harus seragam dan simetris tanpa memipihkan
atau merusak permukaan konduit. Pembengkokan harus dibuat dengan alat dan
perlengkapan standar yang dibuat khusus untuk maksud tersebut. Jari-jari
pembengkokan konduit minimal 15 (lima belas) kali diameter konduit.
- Sistem konduit harus diadakan dan dipasang sesuai ketentuan Gambar kerja.
Sistem ini harus menghubungkan semua kotak keluaran (termasuk soket dan
saklar), kotak penghubung, perlengkapan penerangan, panel dan lainnya seperti
ditunjukkan dalam Gambar Kerja.
- Konduit harus memenuhi ketentuan butir 4.3 dari Spesifikasi Teknis ini.
- Jalur konduit harus terpasang sesuai ketentuan dalam Gambar Kerja. Konduit
harus vertikal, horisontal atau sejajar dengan garis struktur.
- Semua konduit horisontal harus diarahkan ke arah konduit vertikal untuk
dihubungkan.
- Semua konduit yang dipasang di bawah lantai harus terdiri dari pipa PVC seperti
ditunjukkan dalam Gambar Kerja. Tipe pipa PVC harus memenuhi ketentuan
butir 4.3 dari Spesifikasi Teknis ini.
- Konduit yang dipasang di bawah lantai harus memiliki penutup minimal 50mm.
- Penyambungan kabel harus diusahakan se-minimal mungkin.
- Semua sambungan harus dibuat dengan junction box atau kotak terminal yang
disetujui.
- Hubungan kabel pada terminal busbar panel harus menggunakan sepatu kabel.
d. Pengujian dan Commissioning/testing.
1) Kontraktor harus melakukan semua pengujian dan pengukuran yang dianggap perlu
oleh Pengawas Lapangan untuk memastikan bahwa seluruh instalasi dapat
berfungsi dengan baik dan memenuhi semua persayaratan.
2) Peralatan, fasilitas pengujian, pengawasan pengujian dan pemeliharaan peralatan
agar tetap dalam kondisi baik, harus diadakan oleh Kontraktor.
Bab V - 20
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
3) Catatan pengujian harus dibuat oleh Kontraktor dan diserahkan secara resmi
kepada Pengawas Lapangan sebelum serah terima pekerjaan.
4) Pengujian dan uji pengoperasian akan ditentukan oleh Pengawas Lapangan.
5) Seluruh peralatan harus lulus uji fungsional.
6) Kabel-kabel feeder sebelum dan sesudah dipasang harus lulus uji tahanan isolasi.
Tahanan isolasi dari semua bagian yang tidak diketanahkan baik anatara hantaran
maupun antara hantaran dan tanah, sekurang-kurangnya 1000ohm untuk setiap
satu volt tegangan nominal.
7) Kabel-kabel feeder sebelum dan sesudah dipasang harus lulus uji kontiunitas.
8) Dalam masa pemeliharaan pekerjaan sistem elektrikal ini, kontraktor wajib
mengatasi segala kerusakan dan kekurangan.
9) Kontraktor bertanggung-jawab mengganti setiap peralatan/perlengkapan yang rusak
sampai pada saat pemeriksaan terakhir dan penyerahan kepada Pengawas
Lapangan.
10) Kontraktor harus menyerahkan kepada Pengawas Lapangan semua buku asli
petunjuk/manual pemeliharaan dan cara pengoperasiannya dalam bahasan Inggris
dan Indonesia, yang selanjutnya akan diteruskan kepada Pemilik Proyek.
Bab V - 21
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
2. Sistem pembumian yang diterapkan untuk instalasi kelistrikan gedung adalah system
TN-S, untuk instalasi listrik di ruang OK adalah Sistem IT, dimana systemini menuntuk
instalasinya harus terpisah dari sistem-sistem yang lain.
3. Sistem pembumian ini bertujuan untuk keamanan/keselamatan manusia dari bahaya
tegangan sentuh pada saat terjadinya gangguan.
4. Semua badan peralatan atau benda-benda di sekitar peralatan yang bersifat konduktif
harus dihubungkan dengan sistem pembumian ini.
5. Ketentuan ketentuan lain harus sesuai dengan PUIL, SPLN dan standard lain yang
diakui di Negara Republik Indonesia.
5.5.3. KONSTRUKSI
1. Sistem pembumian terdiri dari grounding rod, kabel penghubung antara benda-benda
yang diketanahkan dan peralatan bantu lain yang dibutuhkan untuk kesempurnaan
sistem ini.
2. Grounding rod dari sistem pembumian terbuat dari pipa GIP dan tembaga dengan
konstruksi seperti Gambar Perencanaan.
3. Konduktor penghubung antara peralatan (yang digrounding) dengan grounding rod
terbuat dari 'bare copper conductor' atau kabel berisolasi sesuai dengan Gambar
Perencanaan.
4. Tahanan sistem pembumian sedemikian rupa sehingga tahanan sentuh yang terjadi
harus lebih kecil dari 50 Volt.
5.5.4. PEMASANGAN
1. Grounding rod harus ditanam langsung dalam tanah dengan bagian grounding rod
yang tertanam di dalam tanah minimum sepanjang 6 M dan masing masing titik
grounding rod mempunyai tahanan tidak lebih dari 1 Ohm.
2. Grounding rod harus ditempatkan di dalam bak kontrol yang tertutup. Tutup bak kontrol
harus mudah dibuka dan dilengkapi dengan handle. Bak kontrol ini mempunyai fungsi
sebagai tempat terminal penyambungan dan tempat pengukuran tahanan pembumian
grounding rod.Ukuran bak kontrol harus sesuai dengan Gambar Perencanaan.
3. Hantaran pembumian harus dipasang sempurna dan cukup kuat menahan gangguan
mekanis.
4. Penyambungan bagian bagian hantaran pembumian yang tertanam di dalam tanah
harus menggunakan sambungan las sedangkan penyambungan dengan peralatan
yang diketanahkan harus menggunakan mur-baut atau sesuai dengan Gambar
Perencanaan.
5. Penyambungan hantaran pembumian dengan grounding rod harus menggunakan mur
baut berukuran M-10 sebanyak tiga titik. Penyambungan ini dilakukan di dalam bak
kontrol.
6. Ukuran hantaran pembumian harus sesuai dengan yang tercantum di dalam Gambar
Perencanaan.
7. Sistem pembumian harus terpisah dari masing-masing sistem :
a. Pembumian jaringan tegangan menengah,
b. Pembumian instalasi sistem penangkal petir,
c. Pembumian sistem tegangan rendah,
d. Pembumian sistem telepon,
e. Pembumian sistem tata suara,
f. Pembumian system pengindra kebakaran
g. Pembumian sistem Komputer.
h. Pembumian peralatan elektronik dan peralatan medis yang memerlukannya
Bab V - 22
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
Bab V - 23
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
d. Ketidaksesuaian.
- Pengawas Lapangan / Manajemen Konstruksi berhak menolak setiap bahan yang
didatangkan atau dipasang yang tidak memenuhi ketentuan Gambar Kerja dan/atau
Spesifikasi Teknis.
Kontraktor harus segera memperbaiki dan/atau mengganti setiap pekerjaan yang
dinilai tidak sesuai, tanpa tambahan biaya dari Pemilik Proyek.
- Bila bahan-bahan yang didatangkan ternyata menyimpang atau berbeda dari yang
ditentukan, Kontraktor harus membuat pernyataan tertulis yang menjelaskan usulan
penggantian berikut alasan penggantian, dengan maksud bila diterima, akan segera
diadakan penyesuaian. Bila Kontraktor mengabaikan hal diatas, Kontraktor
bertanggung jawab melaksanakan pekerjaan sesuai dengan Gambar Kerja.
b. Penerangan.
- Lampu
Untuk memastikan kemampuan distribusi cahaya, semua produk lampu yang akan
dipasang harus disertai dengan perhitungan pencahayaan dengan sampling area
untuk menunjukkan kontur isoline dari penyebaran distribusi cahaya, kurva fotometrik
termasuk Light Output Ratio – LOR, DLOR, ULOR & TLOR juga harus disertakan.
Untuk produk indoor, kesilauan diindikasikan dengan UGR - Unified Glare Rating
(mengacu kepada standar dan rumus CIE) harus disertakan untuk setiap armature
indoor untuk menunjukkan pengukuran terhadap gangguan yang diakibatkan oleh
kesilaun dengan skala penilaian dari 10(unnoticeable) to 30 (unbearable).
Semua armature lampu harus dibuat oleh satu pabrikan dengan kualitas yang sesuai
dengan Standar IEC.
1) Lampu TL-LED (LED PANEL)
Lampu TL-LED standar warna putih (Cool Daylight) memiliki indeks colour
rendering (C.R.I>80) yang dilengkapi dengan komponen bawaan pabrik pembuat
seperti built-in ballast, kapasitor yang menghasilkan factor daya minimal 0,9 dan
memiliki nilai Efikasi minimal 100 Lumen/Watt, semuanya buatan PHILIPS,
OSRAM, OPPLE, ARTOLITE.
2) Lampu Down Light LED
Lampu Down Light LED standar warna putih (white.84) merupakan lampu built-
up buatan PHILIPS, OSRAM, OPPLE, ARTOLITE yang di dalamnya sudah
dilengkapi dengan balas dan kapasitor secara built-in sehingga menghasilkan
factor daya minimal 0.9. Dengan nilai Efikasi minimal 80 Lumen/Watt.
- Armature Lampu
1) Armature Lampu TL LED (LED PANEL) & DOWN LIGHT
a) Lampu dan armaturnya harus sesuai dengan yang dimaksudkan, seperti
yang dilukiskan dalam gambar-gambar detail Elektrikal.
Produk lampu yang ditawarkan harus dilengkapi dengan jaminan atas
tersedianya barang dalam jangka waktu minimal 5 tahun kedepan
sehingga apabila ada beberapa produk membutuhkan penggantian
maka barang tersebut masih tersedia dan terjamin kontinuitasnya.
Pabrikan lampu yang dipilih adalah dari pabrikan yang dapat
memberikan garansi atas produk yang dikeluarkanya minimal 1 tahun
sejak barang terpasang di proyek.
Semua armatur lampu yang terbuat dari metal harus mempunyai
terminal pentanahan (grounding).
Bab V - 24
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
Bab V - 25
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
- Bahan Elektrikal.
Bahan-bahan elektrikal seperti kabel daya, conduit, saklar, soket dan lainnya harus
memenuhi ketentuan Spesifikasi Teknis - Distribusi Tegangan Rendah.
- Penumpu / Penopang.
Semua penumpu/penopang yang dibutuhkan peralatan dalam Spesifikasi Teknis ini
harus disediakan.
Penumpu/penopang dapat terdiri dari rangka baja, pelat, rak dan bentuk lain dengan
ukuran yang memadai, dan harus dipasang dengan baut, sekrup atau las. Semua
penumpang/penopang baja dan/atau metal harus memenuhi ketentuan Gambar
Kerja.
Bab V - 26
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
kepada Pengawas Lapangan untuk disetujui dengan mengacu pada ketentuan dalam
Spesifikasi Teknis ini. Informasi tambahan seperti cara menggantung, penyelesaian
dan/atau contoh bahan perlengkapan harus diserahkan atas permintaan.
c. Pembersihan.
Kontraktor dari waktu ke waktu harus menjaga agar tempat kerja dan sekitarnya bersih
dari segala bahan-bahan terbuang atau kotoran yang diakibatkan oleh pekerjaan.
Pada akhir pekerjaan, Kontraktor harus menyingkirkan semua kotoran, alat-alat,
perancah dan bahan sisa dari lokasi pekerjaan, sehingga pekerjaan terlihat bersih dan
siap untuk digunakan.
d. Lapisan Pelindung.
Kecuali ditentukan lain, semua bahan metal yang terlihat, seperti penopang/penumpu,
conduit dan lainnya, harus diberi lapisan pelindung cat anti karet dalam warna sesuai
Skema Warna.
Bahan cat dan cara pengecatan harus memenuhi ketentuan dalam Spesifikasi Teknis
Pekerjaan Pengecatan.
Bab V - 27
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
Bab V - 28
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
b. Annunciator Panel
1) Yang dimaksud dengan annunciator adalah bagian sistem yang
menghubungkan antara peralatan input (peralatan deteksi) dan output unit
(alarm system, actuator unit) dan lainnya dengan pusat kontrol.
2) Annunciator panel bertujuan untuk memonitor apabila ada kejadian fire atau fault
alarm pada zoning mana saja terjadinya gangguan tersebut.
c. Peralatan Pendeteksi
Peralatan pendeteksi dapat dikelompokkan menjadi :
1) Pendeteksi kondisi area/ruang/tempat yang terdiri dari :
a) Heat detector, Smoke detector dan manual station untuk mendeteksi
kebakaran dalam ruangan.
b) Water level kontrol untuk mendeteksi kondisi air dalam reservoar dan bahan
bakar dalam tanki bahan bakar.
c) Flow switch untuk mendeteksi adanya aliran air dalam pipa.
2) Pendeteksi operasi peralatan yang disupervisi yang disesuaikan dengan jenis dan
kerja dari peralatannya.
3) Wiring system menggunakan kelas 'A'.
Bab V - 29
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
c. Self Diagnostic
1) Pusat kontrol harus mampu melakukan System Self Diagnostic, yaitu penyampaian
indikasi adanya gangguan / ketidak normalan kondisi yang terjadi pada pusat
kontrol atau sistem itu sendiri.
2) Gangguan yang dapat diindikasikan yaitu :
o Gangguan pada jaringan
o Terputusnya jalur kabel ke detector
o Terputusnya fuse untuk Alarm Bell
o Terputusnya suplai daya dari battery
Bab V - 30
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
b. Power Supply
1) Catu Daya Primer menggunakan sistem tegangan 220V - AC, 50 Hz, 1 phasa,
sistem 3 kawat dan dilengkapi dengan 'Electronics Voltage Stabilizer' sehingga
fluktuasi tegangan sumber berada pada batas kerja Pusat Kontrol dan interface unit.
2) Pusat Kontrol dan interface unit dilengkapi dengan standby battery unit (24V-
DC) jenis Sealed Acid Battery, rechargeable yang dilengkapi dengan Chargernya.
3) Jika Primary Supply mengalami kegagalan, maka secara otomatis beban akan
dilayani oleh Stand by Battery.
Bab V - 31
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
4) Stand by Battery harus mampu melayani sistem selama 24 jam dalam Normal
Operation dan ditambah 30 menit dalam keadaan alarm (terjadi bahaya kebakaran).
Bab V - 32
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
b. Detektor Asap
1) Smoke Detector yang digunakan harus jenis Completely Solid State,
pengionisasiannya menggunakan bahan radioaktif berkadar rendah dengan sistem
2 ruang ionisasi (two ionization chamber) sehingga sensitivity deteksinya stabil
walaupun terjadi perubahan kondisi lingkungan.
2) Ionization Smoke Detector harus mempunyai switch untuk mengatur tingkat
sensitivitas (2 posisi) dan mempunyai indikator alarm (LED) yang menyala jika
kondisi alarm.
3) Ionization Smoke Detector harus mampu mendeteksi daerah kebakaran (detector
coverage area) minimal seluas 80 M2 pada ketinggian ceiling 4,5 M.
4) Smoke Detector bekerja pada tegangan nominal sebesar 24 Volt dan tetap bekerja
normal pada tegangan kerja + 25% di atas nominal.
5) Smoke Detector harus mampu bekerja dengan normal pada kondisi temperatur
kerja 0-60 oC, Air Velocity 90 M/menit dan Relative Humidity 95%.
6) Kontraktor harus mengatur posisi pemasangan Ionization Smoke Detector sehingga
sistem pendeteksi kebakaran bekerja dengan tepat dan LED Alarm terlihat dengan
jelas dari arah pintu masuk.
c. Detektor Manual
1) Manual Initiating Devices atau Manual Alarm Station yang digunakan jenis Pre
Signal Alarm dimana Manual Initiating ini juga dilengkapi dengan kunci untuk
General Alarm.
2) Manual Initiating Devices yang digunakan jenis Pulling Handle dengan Break glass
Cover atau jenis lain sesuai dengan merk yang dipilih.
3) Kontraktor harus menyediakan Glass Cover sebanyak 20% dari jumlah Manual
Initiating Devices yang terpasang untuk spare.
4) Manual Initiating Devices harus tetap dapat dioperasikan dengan baik pada
temperatur operasi 0 – 60 oC dan pada Relative Humidity 95%.
5) Manual Initiating Devices dari bahan metal difinish dengan cat merah enamel,
dipasang pada dinding secara inbow dengan menggunakan metal doos (sesuai
dengan Rekomendasi dari pabrik). Sedangkan yang dipasang pada kolom-kolom
beton menggunakan Surface Mounting Box menggunakan box khusus untuk
Manual Initiating Devices sesuai dengan merk yang dipilih.
d. Detektor Panas
1) Heat Detector yang digunakan mempunyai Rate of Rise Setting sebesar 8o
C/menit dan fixed temperature setting 56 oC.
2) Heat Detector harus mampu men deteksi di dalam suatu ruangan minimal seluas
40M2 pada ketinggian ceiling 4,5 M.
e. Persyaratan Pemasangan
Pemasangan Initiating Devices harus menggunakan metal doos.
1) Heat Detector,
Pemasangan Heat Detector setiap 40 M, minimum 1 (satu) buat detector dan jarak
maximum dari dinding 4,4 M. Pemasangan Heat Detector langsung menempel pada
plafond/beton.
2) Smoke Detector,
Pemasangan Smoke Detector setiap 80 M, minimum 1 (satu) detector dan jarak
maximum ke dinding 6,7M. Jarak pemasangan Smoke Detector ke plafond min.
30 mm dan max. 200 mm.
Bab V - 33
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
e. Persyaratan Pemasangan
1) Dalam pemasangan, Visual Alarm Devices dipasang di bawah Audible Alarm
Devices (Horn) atau bersebelahan.
2) Pemasangan Alarm Devices harus menggunakan Metal Doos.
3) Ukuran 119 x 119 x 54 (mm) atau ukuran lain sesuai dengan produk yang dipilih.
Bab V - 34
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
7) Persyaratan teknis mengenai instalasi penunjang seperti konduit, sparing, rak kabel
dan lainnya sama dengan persyaratan penunjang untuk instalasi daya listrik.
Bab V - 35
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
b. Semua barang dan peralatan yang diadakan oleh Kontraktor harus disertai dengan surat
jaminan keaslian barang (Letter of Origin) dan mempunyai jaminan serta garansi
(Warranty).
c. Semua bahan dan peralatan harus disimpan dalam kemasannya pada tempat yang
aman dan terlindung dari kerusakan.
5.7.13. KETIDAKSESUAIAN
a. Konsultan MK berhak menolak semua bahan yang didatangkan atau dipasang yang
tidak memenuhi ketentuan dalam Gambar Kerja dan/atau Spesifikasi Teknis.
b. Kontraktor harus segera memperbaiki dan/atau mengganti setiap pekerjaan yang tidak
sesuai, tanpa tambahan biaya dari Pemilik Proyek.
c. Bila bahan-bahan yang akan didatangkan ternyata menyimpang atau berbeda dengan
yang ditentukan, Kontraktor harus terlebih dahulu membuat pernyataan tertulis yang
menjelaskan usulan penggantian, dengan maksud bila diterima, akan segera diadakan
penyesuaian. Bila Kontraktor mengabaikan hal di atas, Kontraktor bertanggung jawab
melaksanakan pekerjaan sesuai Gambar Kerja.
5.7.14. BAHAN-BAHAN.
a. Umum
1) Detector, Manual Alarm Station, dan Alarm Bell harus berasal dari merek yang
dikenal luas seperti merek Siemens, Notifier, Honeywell
2) Sistem harus sesuai untuk daerah dengan temperatur sekeliling maksimal 40 C.
Bab V - 36
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
3. Ruang Server yang dimaksud adalah Ruang Server yang hemat energi dan berkonsep
"hijau".
4. Sistem pengkondisian udara di dalam Ruang Server yang dimaksud mengacu kepada
metoda pengaliran udara dingin supaya tetap bersuhu rendah.
5. Dalam hal ini metode yang digunakan adalah “cara membuang udara panas”, karena
tidak tertampungnya udara panas akan menimbulkan sirkulasi di bagian dalam peralatan
yang akhirnya membuat server terlalu panas dan dapat menyebabkan terjadinya
kerusakan.
6. Prinsip yang diterapkan adalah mengarahkan udara dingin ke sumber panas dan
melakukan pengaturan Relative Humidy secara presisi hingga 35%.
Bab V - 37
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
ruang server, dan pemasangan kaca setebal 10 mm sebagai pemisah antara ruang server &
ruang penunjangnya.
Bab V - 38
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
6) System UPS
a) UPS : Concept Power Conditioning Modular
b) Kapasitas : 10Kva/16Kw (per module)
c) Minimal 3 (tiga) module per frame
d) Topologi : On Line Double Conversion, VFI
e) Parallel Technology : Distributed Parallel Architecture (in one module included
rectifier, inverter, control logic and display)
f) Construction : Modular (Expandable Vertical and Horizontal), Hot Swapable,
No need bypass or shutdown system when adding or replacing modules.
g) Input Power Factor: 0.98
h) Output Power Factor: 0.8
Bab V - 39
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
i) Input Frequency: 35 - 70 Hz
j) Input Current Form: Sinewave
k) Redundancy n + 1: High Reliability
l) Efficiency(double conversion) : Up to 97%
m) Standards: EN 50091, Part 1, 2 and 3, IEC 62040, Part 1, 2 and 3
n) Input Voltage (V) : 3x380V/220V+N, 3x400V/230V+N, 3x415V/240V+N
o) Input Voltage Tolerance: For Loads <100%(-23%,+15%), <80%(-30%,+15%),
<60%(-40%,+15%)
p) Output Voltage (V) : 3x380V/220V+N, 3x400V/230V+N, 3x415V/240V+N
tolerance + 1%
q) Crest Factor: 3 : 1
r) Overload : 150% for 1 min., 125% for 10 min.
s) Power Management Display: With LCD, Mimic Diagram, Control
t) Communication Port: Serial RS - 232
u) SNMP
v) SMS Alert + Probe Temp
w) Battery untuk back-up 30 menit pada load 20Kva.
7) Rack System
a) Ukuran Rak Server 19 “
b) Tinggi : 42 U
c) Depth : 1100mm
d) Pintu Depan & belakang Perforated, dengan engsel bukaan mencapai 1300
e) Terdapat pre-cut untuk lobang masuk kabel di roof
f) Lavelling feet
g) 1 unit Horizontal kabel management
h) unit vertical kabel management
i) Tiap rak dilengkapi 2 PDU minimal outlet 12 port,
j) rak server & 1 rak network yang masing masing memiliki 1 IP monitoring PDU
k) Warna rak adalah Dasar (un finished)
Bab V - 40
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
9) Smoke Detector
a) HSSD, Very Early Smoke Detector apparatus
b) Sensivity range 0.005 to 20% obs/m
c) Dual Stage Filter
d) Laser detection system
e) stage configure alarm (alert, action, fire1, fire 2)
f) Automatic adjustable system
g) Bar Graph/Indicator LED display (20 segment)
b. Closed Distribution Frame (CDF) untuk terminasi Core Switch di Ruang Data
Center.
Kotak CDF di Core Switch harus dari tipe pasangan dalam dengan kapasitas sesuai
petunjuk dalam Gambar Kerja, dan harus memiliki karakteristik minimal sebagai berikut :
- Rumah dibuat dari reinforced polyester,
- Dilengkapi dengan pintu yang dapat dilepas untuk terminasi kabel.
- Dilengkapi dengan ventilasi pada bagian atas dan bawah untuk sirkulasi udara dan
mencegah kelembaban,
- Disetujui oleh Telkom,
Bab V - 41
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
e. Kabel UTP
1) Kecuali ditentukan lain dalam Gambar Perencanaan, Kabel UTP yang digunakan
harus sesuai dengan produk unit komponen aktif yang terpilih baik dengan tipe
kabel spesifikasi PoE (Power over Ethernet) atau non PoE baik untuk UTP Cat 6.
2) Kabel data pada system jaringan komputer yang akan digunakan direkomendasikan
dari buatan LS Cable , MMC, PANDUIT dengan karakteristik minimal sebagai
berikut:
- Diameter 0,6mm.
- Berisi 4 pasang UTP untuk setiap data.
- Atenuasi maksimal (dB yang hilang per 100m) :
1MHz : 1.8dB
4MHz : 3.2dB
10MHz : 5dB
16MHz : 6.2dB
20MHz : 7dB
31.25MHz : 8.8dB
62.5MHz : 12.5dB
100MHz : 16Db
- Near end crosstalk loss minimal (dB yang hilang per 100m):
1MHz : 65dB
4MHz : 55dB
10MHz : 50dB
16MHz : 47dB
20MHz : 45dB
31.25MHz : 42dB
62.5MHz : 38dB
100MHz : 35dB
g. Pipa konduit
Diameter pipa conduit harus sesuai dengan ketentuan dalam Gambar Kerja atau
disesuaikan dengan jumlah kabel yang akan ditempatkan didalamnya.
Bab V - 42
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
3) Patch Cord FO
- Patch Cord adalah buatan pabrik (factory fabrication)
- Tipe Patch Cord adalah SC/APC-SC/APC
- Panjang Patch Cord : 3mtr dan 5 mtr
- Jaket Patch Cord adalah Low Smoke Zero Halogen
- Tipe Fiber adalah G.652d
- Same brand with Fiber Optic
- Warranty End to end : 25 tahun
Bab V - 43
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
l. Switch PoE
Spesifikasi Teknis untuk Switch PoE :
1) Merupakan Manageable switch yang bersifat dapat stackable dan merupakan
switch dengan kemampuan L2+
2) Mendukung 24PoE+ atau 48PoE+
3) Switch Fabric capacity (full duplex) minimum 172 Gbps
4) Forwarding rate capacity minimum 128 Mpps
5) Link Aggregation minimum 128 LAG group, 144 dynamic ports
6) Remote Switch port Analyzer (RSPA) monitor port
7) Mendukung OSPF Routing
8) Mendukung Spaning Tree Protocol
9) Mendukung fitur IPv6
10) Memiliki fitur ACL (Access Control Lists) yang dapat diaplikasikan di level port,
VLAN, dan Router
11) Memiliki fitur port based QoS
12) Memiliki fitur Management CLI (command-line interface)
13) Mendukung VLAN Tagging; Spanning Tree
14) Memiliki fitur SNMP v1/v2/v3
15) Memiliki Lifetime Warranty Support
16) Memiliki Service Support 3x24x7
Bab V - 44
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
b. Pemasangan CDF
1) Unit kotak CDF unit harus dipasang pada ruangan seperti yang ditunjukkan dalam
Gambar Perencanaan.
2) Setiap kotak CDF harus diberikan cadangan titik terminalsi harus memiliki cadangan
sekurang-kurangnya 20% dari total kapasitas.
3) Kabel yang akan ditanam di dalam bagian bangunan (di lantai atau di dinding) harus
ditempatkan di dalam konduit tahan karat seperti disebutkan dalam Spesifikasi
Teknis 16400.
4) Untuk ruangan tanpa langit-langit, kabel harus ditempatkan di dalam konduit atau
rak kabel ( Kabel Try ) dan diklem ke beton pelat pada setiap jarak 100cm.
5) Seluruh kabel harus diberi tanda dengan tanda kabel.
6) Soket telepon dan data harus ditempatkan pada lokasi yang ditunjukkan dalam
Gambar Kerja atau sesuai petunjuk dari Pengawas Lapangan.
7) UTP Category 5 atau Category 6 harus dipasang pada tempat-tempat seperti
ditunjukkan dalam gambar Kerja, dengan tetap memperhatikan batasan jarak yang
diisyaratkan. Total panjang satu segmen dibatasi sampai 90meter.
8) Kontraktor harus menyiapkan diagram pemasangan kotak terminal data CDF.
9) Semua kabel data harus ditempatkan di dalam konduit.
10) Tinggi maksimal pemasangan kotak terminal sambung ± 90 cm dan tinggi minimal ±
30 cm.
c. Peralatan
Koordinat tempat setiap peralatan akan ditentukan kemudian.
1) Kabel Konduit
- Semua kabel yang dipasang mendatar harus dipasang Trunking Kabel.
- Semua kabel yang dipasang di shaft secara vertikal harus di pasang pada
tangga kabel.
- Konduit harus diklem ke struktur bangunan dengan sadle klem dan warna
sesuai spesifikasi.
- Kabel fiber optic dan kabel UTP memakai PVC high impact conduit.
- Kabel data tidak boleh ada sambungan.
- Instalasi yang berada pada plan room menggunakan Steel Conduit.
2) Kabel Trunking (Kabel Tray) dan Tangga Kabel
- Kabel tray harus terbuat dari Galvanized finishing dengan lebar
sesuai gambar perencanaan, dimana untuk panjang dari masing-masing
ukuran tersebut disesuaikan dengan gambar rencana.
- Cara pemasangan kabel tray harus digantung pada dak beton dengan besi
bundar berulir (iron rod diameter 10mm) dengan jarak antar besi penggantung
maksimum 150 cm.
- Pada setiap belokan atau pencabangan bentuk kabel tray harus dibuat
sedemikian rupa sehingga kabel sesuai dengan bending yang diperkenankan.
- Tangga kabel terbuat dari hot dip Galvanized finishing dengan lebar
sesuai gambar perencanaan, dimana untuk panjang dari masing-masing ukuran
tersebut disesuaikan dengan gambar rencana.
Bab V - 45
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
- Tangga kabel digunakan untuk keperluan instalasi kabel feeder sistem elektronik
(untuk instalasi : Fire Alarm, Telephone/Kabel Data, Sound System, Security,
CATV dan BMS)
- Kabel feeder yang dipasang pada tangga kabel atau cable ladder harus diklem
(diikat) dengan klem-klem kabel (pengikat/kabel tie).
- Tangga kabel di pasang ke dinding dengan memakai 3 buah dynabolt
berukuran ½“ x 2” pada tiap kelipatan maksimum 75 cm.
- Kabel tray dan tangga kabel untuk instalasi sistim elektronik menggunakan kabel
tray Sound System.
5.8.9. PENGUJIAN
Pengujian terhadap sistem kerja peralatan harus dilakukan oleh pihak agen penjualan
peralatan dan pihak tersebut harus menyiapkan surat-surat jaminan pemasangan yang baik.
b. Mengadakan testing & trial run secara menyeluruh semua sistem sehingga diperoleh
sistem dengan performance yang berfungsi tepat dan benar.
5.9.4. UMUM
Ketentuan-ketentuan umum seperti standard gambar koordinasi pekerjaan built in insert,
daftar bahan, contoh bahan, nama pabrik/merk yang ditentukan, klausal yang disebutkan
kembali, shop drawing dan lain-lain disesuaikan dengan pasal 1 (pasal umum dari pekerjaan
instalasi ini).
Bab V - 46
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
5.9.6. SISTEM
Sistem MATV dengan fungsi menerima sinyal gambar melalui antena / video equipment dan
menguatkan sinyal gambar tersebut sehingga sampai di outlet TV set yang hasilnya dapat
memberikan gambar yang baik.
Siaran MATV yang dikehendaki adalah siaran – siaran sebagai berikut :
1. Overseas Channel dari Satelite Asiasat-III 10ch
Phoenix, V – Channel, NOW , TV – 5, DW – TV, Aljajerah, Sahara, Arirang.,Fashion,
Chanell new asia
2. Siaran berbayar (Premium channel) dari Provider
CNN, CNBC, Discovery, Cartoon , HBO, NHK Premium , National geographic, Animal
Planet,ESPN, Starsport 30ch
3. Lokal Channel dari Terrestrial antenna :
TVRI, TV ONE, Trans – TV, Indosiar, RCTI, SCTV, ANTV, TV – Global, Trans – 7, NET,
Metro – TV, Spacestoon. 15 channel
Disesuaikan dengan kondisi daerah proyek untuk jumlah siaran local yg bs diterima
melalui antenna terrestrial, jika lokasi tsb blm bs melalui terrestrial disarankan
penerimaan melalui parabola
Bab V - 47
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
2. Antenna UHF
Element : 44 Element
Channel : 21 – 69
Frekuensi : 470 – 862 Mhz
Gain : 10 – 14 Db
a. Satelite Input
Frequency band : 950 – 2150 MHz
Impedance : 75 ohm
AFC Range : 5 MHz
input level bandwidth : 48-85 dBmicrovolt
Symbol Rate DVB-S : 2-40 Msymb/sec
Symbol Rate DVB-S2 : 2-30 Msymb/sec
c. COFDM Modulator
Transport stream input : 48 pins on the back panel, type parallel
Max Bite rate : 100 Mbit/s
Output frequency : 108-862 MHz
Frequency step : 10 KHz
Outpur Carier : 2K, 8K
Output signal modulation : QPSK, 16QAM, 64QAM
RF Output : 40-60 dbmicrovolt
Video Input : 4 XHDMI
Ref : 4SATPro6
4. Combiner
Input : 16Ch
Insertion loss : +/- 10db
Ref : E-16
5. Headend Amplifier
Input Frekuensi : 47-860 Mhz
Gain : 50 dB
Output Level : 120 dbyv
Ref : FA-50
6. HD /SD Modulator
Input Frekuensi : 47-862 Mhz
Output Level : +/-95 Db microvolt with 30db adjustment
Modulation type : DVB-T COFDM/ DVB-C QAM
Video Encoder : H.264 1.0-4.0 Up to 1080p@ 30fps
Input : HDMI & CVBS
Network : 10M Ethernet via RJ45 connection
Ref : MD-892
Bab V - 48
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
7. Receiver Digital
Input Frekuensi : 950-2150Mhz Mhz
Signal Level : -65dbm – 5dbm
LNB supply : 13/18V max 300mA
Video Encoder : MPEG4 AVC H.264
AV output : HDMI & RCA left &right
8. Splitter
Frekuensi Range : 5 – 2400 Mhz
Available Port : 2W,3W, 4W, 6W, 8W
Through Loss : 3,6 – 10dB
Ref : KS series
9. Directional Coupler
Frekuensi Range : 5 – 2400 Mhz
Frekuensi : 2W, 4W, 6W
Through Loss : 0,5 – 3 dB
Ref : KT series
11. TV Outlet
Model : Single
Losses : 0,4 dB – 1,2 dB
Bab V - 49
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
b. Penempatan spliter, coupler, booster harus disesuaikan dengan losses & output
level Ke tv outlet yang seharusnya diantara 50-60db
c. Pemasangan instalasi kabel distribusi dari spliter ke outlet tv, dihindari berdekatan
dengan kabel power bertegangan tinggi, yang akan berakibat induksi yang
berpengaruh pada kualitas gambar tv.
Secara garis besar, pekerjaan Sistem Telekomunikasi & Data Internet dapat dibedakan
atas beberapa bagian sebagai berikut:
01. Peralatan utama terdiri dari sentral telepon tipe digital PABX (Hybrid) dan data
internet, dimana bagian kontrol dan penyambungannya dilengkapi dengan
Microproccessor lengkap dengan 2 set Operator Console.
02. Outlet telepon & data internet.
03. Kotak Hubung Utama (KUHT) dan Kotak Hubung tiap lantai dan kotak TELKOM,
seperti ditunjukkan dalam Gambar Rencana.
04. Pengkabelan dari Operator Console ke Key Telepon, dari KHUT ke setiap KHT,
dari setiap KHT ke setiap Outlet Telepon dan pesawat cabang.
05. Sumber daya cadangan lengkap dengan peralatan pengisian muatan yang bekerja
secara otomatis.
06. Pekerjaan sipil sehubungan dengan pekerjaan ini.
07. Peralatan bantu.
08. Pengurusan semua jenis ijin yang diperlukan sesuai dengan Peraturan Pemerintah
yang berlaku.
09. Pembuatan program operasi peralatan dan penomoran pesawat cabang sesuaikan
dengan kebutuhan.
10. Membuat gambar kerja, gambar hasil pelaksanaan termasuk semua revisinya
yang mungkin terjadi.
11. Melakukan pemeliharaan peralatan, melatih operator dan memberikan jaminan
peralatan.
01. Pekerjaan yang sehubungan dengan lingkup pekerjaan paket ini dan dilaksanakan
oleh Pemborong pekerjaan Listrik adalah sebagai berikut:
a. Pengadaan catu daya sampai Sentral Telepon.
b. Pengadaan catu daya untuk pesawat telephone kartu.
Bab V - 50
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
02. Pekerjaan yang sehubungan dengan lingkup pekerjaan paket ini dan dilaksanakan
oleh Pemborong pekerjaan Tanda Bahaya Kebakaran dan Pemadam Kebakaran
adalah penyediaan indikasi kebakaran ke Sentral Telepon.
02. Semua peralatan yang membutuhkan catu daya listrik, harus dipilih yang sesuai
dengan catu daya di Indonesia.
03. Semua peralatan yang membutuhkan catu daya listrik, harus dipilih yang dapat
bekerja secara normal dengan besaran faktor daya tidak kurang dari 0,9 atau
Pemborong wajib menambahkan kapasitor.
04. Apabila ternyata peralatan yang diajukan Pemborong mempunyai kapasitas yang
lebih besar dari yang direncanakan, Pemborong wajib menyesuaikan semua
perubahan komponen yang berhubungan dengan perubahan kapasitas.
01. Sistem sentral telepon yang dikehendaki adalah jenis Fully Digital, dengan
teknologi Distributed Proccess with Stored Program Control CMOS Logic yang
terdiri atas beberapa bagian, antara lain:
a. Central Control System, antara lain berguna untuk melaksanakan
pengumpulan informasi baik dari Extension maupun Trunk Line, membaca
program dan data serta melaksanakan penyambungan baik berupa
penyambungan antar Extension maupun antara Extension dan Trunk.
b. Memory System, antara lain berguna untuk menyimpan program dan data.
Penyimpanan program hendaknya dilakukan pada EPROM dan penyimpanan
data hendaknya dilakukan pada RAM yang dilengkapi Batere tipe kering
NICAD, sehingga tak bergantung pada kondisi catu daya setempat.
c. Switching Network, yang berguna untuk melaksanakan hubungan baik antar
Extension maupun hubungan antara Trunk Line dan Extension, serta
hubungan antar alat pengolah data dan antara Trunk Line keperalatan
pengolah data (tidak lebih dari dua alat).
02. Sentral Telepon ini hendaknya dipilih yang mampu melakukan Switching Network
jenis Time Division dengan sistem Multiplexer. Jenis Switching Network lainnya
tidak akan dipertimbangkan.
03. Sentral Telepon ini harus bersifat modular dalam arti bisa dikembangkan dengan
mudah dari kapasitas maupun fasilitas yang diinginkan seperti penambahan
pesawat cabang atau saluran PTT cukup dengan menambahkan modul-modul.
04. Sentral Telepon ini harus telah mempunyai sertifikat dari TELKOM.
06. Sentral harus dilengkapi dengan perlindungan terhadap petir, hubungan singkat /
short circuit (Lightning Protection).
07. Sentral Telepon yang dikehendaki harus dapat menerima sambungan TELKOM
masing-masing sebanyak 6 PTT dan 16 extention.
Bab V - 51
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
08. Sentral Telepon yang dikehendaki harus dilengkapi dengan beberapa peralatan,
antara lain :
a. Sumber daya cadangan berupa batere NICAD yang mampu mengoperasikan
seluruh peralatan selama enam jam atau lebih,
b. Rectifier/Baterry Charger yang bekerja secara otomatis dengan pembatas
arus pengisian,
c. Station Message Detail System berupa satu set PC klas Petir IV dengan
kecepatan 24 MHz dilengkapi :
- VGA adapter dengan memory 32 Mbyte
- HDD kapasitas 40 GB dengan kecapatan 7.200 RPM
- Printer Dot Matrix 9 pin 80 kolom 360 garis
d. Operator Console sebanyak 2 set.
09. Sentral Telepon yang diinginkan harus dapat dilengkapi dengan dua set RS-232
Paralel untuk keperluan hubungan dengan alat pengolah data lainnya, baik secara
Remote maupun secara lokal dalam bangunan.
10. Station Message Detail System yang dipergunakan harus dapat mencatat nomor
Extension, nomor Trunk, waktu pembicaraan, lama pembicaraan dalam detik dan
mampu menghitung biaya pembicaraan.
Selain itu, perlengkapan ini harus dapat menghasilkan cetakan catatan tersebut
atas dasar kode panggilan dari petugas yang akan ditentukan kemudian.
11. Sentral Telepon yang dinginkan harus dapat dihubungkan pada dua jenis pesawat
cabang, seperti diuraikan dalam ketentuan ini.
01. Kemampuan operasi sistem telepon ini dibedakan atas tiga kelompok, yaitu:
a. Kemampuan operasi sistem sentral,
b. Kemampuan operasi pesawat cabang,
c. Kemampuan operasi operator console.
02. Kemampuan operasi pesawat cabang dibedakan untuk setiap jenis pesawat
cabang.
03. Kemampuan operasi sistem sentral yang diinginkan untuk disediakan adalah
beberapa operasi dibawah ini:
a. Pengaturan fasilitas penyambungan pesawat cabang, baik untuk
internasional, interlokal, lokal dalam kota, lokal dalam gedung ataupun hanya
sebagai penerima saja (Toll Restriction).
b. Pemakaian sarana Back Ground Music selama Holding (Music on Hold).
c. Pengalihan fungsi operator pada saat saat yang dikehendaki termasuk pada
malam hari (Night Service).
d. Pemberian informasi pada operator, apabila terjadi penempatan Handset
kurang baik (Off Hook Alarm).
e. Pemberian informasi secara periodik pada pembicaraan pesawat cabang
sehubungan dengan lamanya waktu pembicaraan (Periodic Time Indication
Tone).
f. Memberikan panggilan kepada semua pesawat cabang dengan kemampuan
prioritas operasi (Piority Call).
g. Pemakaian gabungan antara pesawat DTMF dan Rotary Dial (DTMF
Pushbutton Calling & DTMF to Decadic Conversion).
h. Dan lain lain kemampuan standard yang telah disediakan oleh pabrik
pembuatnya.
04. Kemampuan operasi pesawat cabang yang diinginkan untuk disediakan adalah
beberapa operasi dibawah ini:
Bab V - 52
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
05. Kemampuan operasi Operator Console yang diinginkan untuk disediakan adalah
beberapa operasi dibawah ini:
a. Pengadaan hubungan secara otomatis dengan pesawat yang sedang dipakai,
setelah pesawat tersebut selesai dipergunakan (Attendant Camp on with tone
indication).
b. Melepaskan hubungan antara Operator Console dengan Trunk Line setelah
pesawat cabang menerima hubungan tersebut (Attendant Lockout).
c. Memasuki pembicaraan yang sedang berlangsung, baik pembicaraan antar
pesawat cabang maupun pembicaraan antara pesawat cabang dengan Trunk
Line (Attendant Override).
d. Hubungan kembali dengan Trunk Line yang tidak diterima oleh pesawat
cabang setelah jangka waktu tertentu (Automatic Recall).
e. Melayani panggilan masuk secara berurutan sesuai dengan waktu
diterimanya panggilan tersebut (Call Quering).
f. Dan lain lain kemampuan standard yang telah disediakan oleh pabrik
pembuatnya.
01. Pesawat Telepon yang diinginkan terdiri atas dua jenis yaitu:
a. Jenis standard kantor, sebanyak sesuai yang ditunjukkan dalam gambar
rencana.
b. Jenis khusus, untuk setiap ruang seperti Manager, Receptionis dan lain-
lainnya.
02. Pesawat Telepon jenis standard, hendaknya merupakan tipe PUSHBUTTON
DTMF dengan 12 tombol operasi dan sebuah lampu tanda.
03. Pada pesawat telepon jenis standard, harus diberikan perlengkapan berupa
Speaker untuk keperluan Paging dan alat pengatur kuat suara bel panggilan.
04. Pesawat Telepon jenis khusus, hendaknya merupakan tipe PUSHBUTTON DTMF
dengan tombol operasi sesuai dengan kemampuan dan kegunaan pesawat
tersebut. Pada tombol tombol operasi hendaknya diberikan tanda untuk keperluan
hubungan fungsionilnya. Ketentuan mengenai tanda tersebut akan diberikan ke-
mudian.
05. Pada pesawat telepon jenis khusus, harus diberikan perlengkapan berupa Speaker
untuk keperluan Paging, Microphone untuk keperluan operasi secara TOTAL
HANDS FREE, alat pengatur kuat suara bel panggilan dan kuat suara
pembicaraan, LED Display Screen sebanyak 16 karakter, dan lain lain
perlengkapan standard pengadaan dari pabrik pembuatnya.
Bab V - 53
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
02. Kotak Hubung hendaknya dilengkapi dengan kunci yang sama dan jumlah kunci
yang disediakan Pemborong adalah sebanyak Kotak Hubung tersebut.
03. Peralatan terminasi yang dipasangkan didalam Kotak Hubung hendaknya sesuai
dengan yang peraturan yang berlaku, khususnya di Bandung dan disetujui oleh
Manajemen Konstruksi.
04. Pengaturan terminal dalam Kotak Hubung harus sedemikian rupa sehingga sesuai
dengan peraturan yang berlaku.
02. Kabel penghantar yang dipergunakan dari setiap Kotak Hubung ke Kotak Hubung
Utama adalah kabel berinti banyak dan setiap intinya terbuat dari tembaga
berbentuk serabut berisolasikan PVC dan secara keseluruhan diisolasi dengan
bahan PVC dimana inti kabel ditempatkan secara TWISTED sesuai untuk pe-
makaian didalam saluran.
03. Kabel penghantar yang akan ditanam tanpa perlindungan khusus hendaknya
merupakan tipe kabel khusus untuk ditanam yang dilengkapi dengan lapisan pelin-
dung.
02. Apabila tidak ditentukan lain, Pemborong wajib mempergunakan pipa pelindung
kabel yang terbuat dari bahan PVC khusus tipe SUPER HIGH IMPACT HEAVY
GAUGE untuk pemakaian dalam bangunan sesuai dengan Standar BSI.
03. Pipa pelindung kabel yang dipergunakan hendaknya mempunyai sifat sebagai
berikut:
a. Tidak mudah terbakar,
b. Tidak merambatkan api,
c. Dapat memadamkan api dengan sendirinya,
d. Tidak mengeluarkan gas beracun bila terbakar,
e. Dan ketentuan ketentuan lainnya sesuai dengan persyaratan International.
05. Pemborong wajib mempergunakan alat bantu pemipaan yang sesuai dengan
kegunaannya dan disetujui oleh Manajemen Konstruksi.
Bab V - 54
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
01. Pemborong wajib mempergunakan rak kabel untuk semua kabel yang ditempatkan
didalam pipa pelindung kabel sebanyak 6 jalur atau lebih dan untuk semua kabel
yang tidak ditempatkan didalam pipa pelindung kabel, bila dipasangkan secara
mendatar dan atau tegak.
02. Rak kabel harus terbuat dari bahan besi anti karat yang diproses dengan Hot Dip
galvanised, ukuran dan tebal plat harus sedemikian rupa sehingga dapat
menampung beban kabel yang ditempatkan pada rak kabel tersebut.
03. Konstruksi rak kabel yang dipergunakan harus sedemikian rupa sehingga
memungkinkan dibentuk dalam arah lengkung sesuai dengan keperluan di
lapangan.
04. Rak kabel harus dilengkapi dengan penggantung yang dibuat dari bahan besi siku
40x40x4 mm dibagian bawah, tiang penggantung dari bahan besi beton berukuran
diameter 10 mm dan kanal baja UNP 10 pada bagian atasnya. Tiap persambungan
pada bagian penggantung ini harus dilengkapi dengan mur dan kontra mur disetiap
sisinya.
05. Penggantung rak kabel harus ditempatkan pada setiap jarak yang tidak lebih dari
200 cm.
07. Apabila ternyata lebar rak kabel yang dibutuhkan lebih dari 75 cm, Manajemen
Konstruksi akan menentukan konstruksinya.
08. Semua bagian baja pada rak kabel harus dilapisi oleh bahan anti karat berupa
Zinchromate buatan ICI sebanyak 2 lapis atau lebih sebelum dipasang.
09. Pada hubungan antara kabel dan peralatan, Pemborong harus mempergunakan
sepatu kabel/klem yang sesuai ukurannya dan disetujui oleh Manajemen
Konstruksi.
02. Kotak Hubung hendaknya ditempatkan secara tegak dilengkapi dengan dudukan
dan atau tempat pemasangan terbuat dari bahan besi siku 50x50x5 mm bila
dipasang pada dinding ruangan atau UNP 10 bila dipasang pada lantai ruangan.
03. Apabila tidak ada ketentuan lain, maka Kotak Hubung harus ditempatkan pada
ketinggian 150 cm dari permukaan lantai ruangan yang bersangkutan.
04. Lokasi yang tepat dari semua bahan dan peralatan akan ditentukan kemudian
dilapangan oleh Manajemen Konstruksi.
05. Semua kabel penghantar harus ditempatkan dalam pipa pelindung kabel.
06. Pemborong wajib mempergunakan peralatan bantu pipa pelindung kabel sesuai
dengan fungsinya tanpa tidak mengadakan perubahan.
Bab V - 55
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
07. Pipa pelindung kabel hendaknya dipasangkan pada bagian bawah plat lantai
diatas lantai yang bersangkutan dan di klem pada setiap jarak tidak lebih dari 100
cm. Pemborong wajib memberikan klem disetiap belokan arah, di dekat kotak
percabangan dan ditempat lain yang akan ditentukan kemudian oleh Manajemen
Konstruksi.
08. Kotak percabangan dari pipa pelindung kabel apabila diperlukan harus
ditempatkan pada bagian bawah plat lantai diatas lantai yang bersangkutan. Kotak
percabangan harus dipasang dengan mempergunakan FISHER tipe S5 sebanyak
2 buah ke plat lantai yang bersangkutan.
10. Penyambungan kabel pada terminal, baik pada setiap Kotak Hubung maupun
pada setiap peralatan, hendaknya dilakukan dengan solder atau klem khusus
sesuai persetujuan Manajemen Konstruksi.
11. Dalam pemasangan kabel penghantar yang ditanam, Pemborong wajib mengikuti
ketentuan mengenai cara penanaman kabel yang berlaku.
12. Setiap bagian dalam pekerjaan yang terbuat dari bahan baja harus diberikan
lapisan antikarat dengan ZINCHROMATE buatan ICI sebanyak 2 lapis.
13. Pemborong hendaknya memberikan tanda jalur kabel untuk mengetahui hubungan
kabel.
14. Hal lainnya mengenai cara pemasangan bahan dan peralatan akan ditentukan
oleh Pengawas selama periode pelaksanaan pekerjaan.
05. Penyerahan pekerjaan kepada Pemberi Tugas hanya dapat dilaksanakan setelah
diadakannya pemeriksaan oleh Lembaga Pemerintah yang berwenang, dimana
hasil pelaksanaan dapat disetujui oleh Lembaga Pemerintah yang berwenang
dengan memberikan sertifikatnya.
Bab V - 56
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
Bab V - 57
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
- Recording
Recording Mode Continuous/manual/ schedule recording Alarm
recording/ multiple alarm recording schedules
Bab V - 58
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
- Playback
Playback Mode Play, pause, stop, reverse play, next/previous
frame, next/previous video file, different speed control
Search Mode By date & time, timeline, event, and intelligent
video analytics (IVA)
- Security
Operation System Linux-embedded
On-line Users List Record of the users currently logged on and
previously logged on to the NVR
Host Access Control Specify the connections to be allowed and
denied to access NVR
User Management The right to monitor and playback each camera can
be separately, defined for each user
Event Logs Detailed event logs of system warning, hard disk
error, network disconnection, and users’ networking service, and data access.
Bab V - 59
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
- Monitor colour
- Grounding sistem, terinterkoneksi dengan grounding arus lemah.
b. System Controller
- Dapat mengontrol jauh dan auto iris room lens
- Mengkontrol kamera ON/OFF, Housing, zoom lens.
c. Monitor Colour
- Ukuran 32 inch LED
- Resolusi 1920 x 1080 pixel
- Mempunyai USB & HDMI connector
4. Ketentuan Teknis Network Video Recorder
a. Minimum 16 Channel Camera
b. Mempunyai port PoE
c. Siap Smartphone Aplikasi
d. Memiliki sertifikasi UL, CE, FCC & RCM sekaligus
e. HDMI & VGA output
f. Kompresi rekaman menggunakan format H.265/H.264/MJPEG
g. Kapasitas storage maksimum 2 slot HDD, dimana satu slot HDD mampu
menampung 6TB HDD
h. Display resolusi : 3840 x 2160, 1920 x 1080, 1280 x 1024, 1280 x 720, 1024 x 768
i. Memiliki minimal Mic input 1Ch
j. Temperature operasi alat +0° sampai 40°C
k. Ethernet port RJ45
l. Protocols : HTTP, HTTPS, TCP/IP, IPv4/IPv6, UpnP, RTSP, UDP, SMTP, NTP,
DHCP, DDNS/DNS, IP Filter, PPPoE & FTP
Bab V - 60
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
b. Spesifikasi Produk
- Kamera harus mempunyai specs sebagai berikut :
1) Dirancang untuk menyediakan video di HDTV minimal 1080p
(1920x1080) resolusi pada 30 frame per detik dengan menggunakan
H.265/H.264 atau Motion JPEG.
2) Beroperasi pada open source, platform berbasis Windows, dan web
server built-in.
3) Dapat beroperasi di suhu antara -30C sampai +70C (-22F sampai
158F).
4) Beroperasi dalam rentang kelembaban 0-90% RH
c. Spesifikasi Hardware
- Kamera harus mempunyai specs sebagai berikut :
1) Kamera menggunakan lensa berkualitas tinggi 1/2.7 inch
2) Dilengkapi dengan lensa fixed 3.6mm dengan fungsi iris otomatis.
3) Terdapat slot untuk memory card dengan kapasitas microSDHC sampai
dengan 32Gb & microSXDC sampai dengan 2TB
d. Spesifikasi Video
Kamera harus mempunyai specs sebagai berikut :
- Resolusi :
1) Kamera harus mampu memberikan video frame rate penuh resolusi
minimal 1080p HDTV melalui jaringan IP.
2) Resolusi video yang didukung meliputi: 144p, 288p, 240p, 432p, 480p,
720p, 1080p
3) Mendukung sampai 30 FPS
- Encoding :
1) Support Motion JPEG encoding
2) Support H.264 encoding
3) Mampu secara independen dikonfigurasi H.264 simultan dan Motion
JPEG streaming (dual streaming)
4) Support estimasi gerak dalam H.264 (motion detection).
- Transmisi Protokol
Kamera harus mempunyai specs sebagai berikut :
Kamera harus mampu berjalan pada protocol sebagai berikut:
1) HTTP
2) HTTPS
3) RTP
4) FTP
5) RTSP
Bab V - 61
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
- Kontrol Gambar
Kamera harus mempunyai specs sebagai berikut :
1) Support konfigurasi Otomatis dan Manual White Balance.
2) Support shuter elektronik otomatis antara 1/30 and 1/15.000.
3) Support Wide Dynamic Range.
e. Fungsionitas Umum
- WEB SERVER
1) Kamera harus built-in web server sehingga membuat video dan
konfigurasi yang tersedia untuk beberapa klien dalam sistem operasi
standar dan lingkungan browser menggunakan HTTP, tanpa
membutuhkan software tambahan.
2) Opsional komponen download dari kamera untuk tugas-tugas tertentu.
- IP Address
1) Kamera akan mendukung kedua alamat IP tetap dan alamat IP yang
ditetapkan secara dinamis disediakan oleh Dynamic Host Control
Protocol (DHCP).
2) Kamera support untuk IPv4 dan IPv6.
f. Fungsionitas Kejadian
- Kamera harus dilengkapi dengan fungsi kejadian yang terintegrasi, yang bisa
dipicu oleh:
1) Deteksi gerakan.
2) Jadwal yang telah di konfigurasi.
3) Kamera yang dipukul.
- Respon untuk pemicu meliputi:
1) Pemberitahuan, menggunakan TCP, SMTP atau HTTP
2) Upload gambar, menggunakan FTP, SMTP atau HTTP
- Kamera harus menyediakan setidaknya 10 detik memori untuk pra & pasca
rekaman alarm.
- Fungsi kejadian akan dikonfigurasi melalui antarmuka web.
g. Dukungan Protokol
- Kamera harus mampu mendukung untuk setidaknya IP, HTTP, HTTPS, SSL
/ TLS, TCP, ICMP, RTSP, RTP, UDP, IGMP, RTCP, SMTP, FTP, DHCP,
UPnP , ARP, DNS, DynDNS, Dropbox, SOAP dan CHAP.
- Implementasi SMTP harus mencakup dukungan untuk otentikasi SMTP.
h. Tulisan
Kamera harus:
- Menyediakan teks pada layar dengan dukungan untuk tanggal & waktu, dan
teks- pelanggan yang spesifik, nama kamera, setidaknya 45 karakter ASCII.
- Untuk memastikan akurasi, kamera akan menerima sinkronisasi waktu
eksternal dari server NTP (Network Time Protocol).
- Mempunyain kemampuan untuk menerapkan masker privasi untuk gambar.
i. Keamanan
Kamera harus:
- Mendukung penggunaan HTTPS dan SSL / TLS, menyediakan kemampuan
untuk mengenkripsi dan otentikasi aman dan komunikasi baik data
administrasi dan video stream.
Bab V - 62
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
j. Dukungan Api
Kamera harus didukung sepenuhnya oleh API terbuka dan diterbitkan
(Programmer Application Interface), yang akan memberikan informasi yang
diperlukan untuk integrasi fungsionalitas ke aplikasi pihak ketiga.
- Kamera harus sesuai dengan standar jaringan video seperti yang
didefinisikan oleh organisasi ONVIF.
l. Log Pengguna
Kamera harus:
- Menyediakan file log, yang berisi informasi tentang koneksi terbaru dan akses
upaya sejak me-restart unit. File harus mencakup informasi tentang alamat IP
menghubungkan dan waktu menghubungkan.
- Menyediakan daftar koneksi dari semua viewer saat terhubung dengan
kamera. File harus mencakup informasi tentang cara menyambungkan
alamat IP, waktu menghubungkan dan jenis aliran diakses.
m. Diagnostik Kamera
Kamera harus:
- Dilengkapi dengan LED, mampu memberikan informasi status terlihat. LED
akan menunjukkan status operasional kamera dan memberikan informasi
tentang kekuatan, komunikasi dengan penerima, status jaringan dan status
kamera.
- Dipantau oleh fungsi Watchdog, yang akan secara otomatis kembali memulai
proses atau restart unit jika kerusakan yang terdeteksi.
n. Koneksi Jaringan
Kamera harus :
Kamera harus dilengkapi dengan satu 100BASE-TX Fast Ethernet port,
menggunakan standar RJ-45 socket dan akan mendukung negosiasi auto
kecepatan jaringan (100 MBit / s dan 10 Mbit / s) dan modus transfer (full duplex
dan setengah).
o. Perlindungan
Kamera harus :
IP66-rating
Bab V - 63
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
p. Power
Kamera harus :
Power over Ethernet sesuai dengan IEEE 802.3af Kelas 1.
- Ketentuan Teknis Kamera Indoor Low Light
a. Spesifikasi Umum
- Persyaratan Umum
1) Kamera harus merupakan produk resmi produsen, dirancang untuk /
penggunaan industri komersial.
2) Kamera harus didasarkan pada komponen standar dan teknologi terbukti
menggunakan protokol terbuka dan dapat dipublikasikan.
3) Semua peralatan (CCTV) yang disediakan harus didukung oleh minimal
satu tahun garansi produsen.
b. Spesifikasi Produk
- Kamera harus mempunyai specs sebagai berikut :
1) Dirancang untuk menyediakan video di HDTV minimal 1080p
(1952x1092) resolusi pada 30 frame per detik dengan menggunakan
H.264 atau Motion JPEG.
2) Beroperasi pada open source, platform berbasis Windows dan web
server built-in.
3) Kamera akan beroperasi dalam rentang suhu dari -30 ° C hingga +70 ° C
(-22 ° F sampai 158 ° F).
4) Beroperasi dalam rentang kelembaban 20-90% RH (kondensasi).
c. Spesifikasi Hardware
- Kamera harus mempunyai specs sebagai berikut :
1) Kamera harus dilengkapi dengan sensor progressive scan megapixel IR-
sensitif.
2) Kamera akan memberikan gambar dalam warna saat cukup
pencahayaan dan B / W tanpa pencahayaan saat IR aktif.
3) Kamera harus dilengkapi dengan lensa yang mempunyai auto iris.
4) Dilengkapi dengan infra merah, memiliki jangkauan minimal sekitar 10m
(33ft)
Bab V - 64
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
d. Spesifikasi Video
- Kamera harus mempunyai specs sebagai berikut :
1) Resolusi :
a) Kamera harus mam
b) pu memberikan video frame rate penuh resolusi minimal 1080p
HDTV melalui jaringan IP.
c) Resolusi video yang didukung meliputi:
400x720
704x480
768x432
854x480
1280x720
1920x1080
d) Mendukung sampai 30 FPS
2) Encoding :
a) Support Motion JPEG encoding
b) Support H.264 encoding
c) Mampu secara independen dikonfigurasi H.264 simultan dan Motion
JPEG streaming (dual streaming)
d) Support estimasi gerak dalam H.264 (motion detection).
3) Transmisi Protokol
1) Kamera harus mempunyai specs sebagai berikut :
a) Kamera harus mampu berjalan pada protocol sebagai berikut:
(1). HTTP
(2). HTTPS
(3). RTP
(4). FTP
b) Kamera mampu mendukung Quality of Service (QoS) untuk
dapat memprioritaskan lalu lintas bandwitdh.
4) Kontrol Gambar
Kamera harus mempunyai specs sebagai berikut :
a) Support konfigurasi Otomatis dan Manual White Balance.
b) Support shuter speed otomatis dan manual antara 1/12 dan 1/15000.
c) Support Wide Dynamic Range.
e. Fungsionitas Umum
- WEB SERVER
1) Kamera harus built-in web server sehingga membuat video dan
konfigurasi yang tersedia untuk beberapa klien dalam sistem operasi
standar dan lingkungan browser menggunakan HTTP, tanpa
membutuhkan software tambahan.
2) Opsional komponen download dari kamera untuk tugas-tugas tertentu
- IP Address
1) Kamera akan mendukung kedua alamat IP tetap dan alamat IP yang
ditetapkan secara dinamis disediakan oleh Dynamic Host Control
Protocol (DHCP).
2) Kamera support untuk IPv4 dan IPv6.
f. Fungsionitas Kejadian
- Kamera harus dilengkapi dengan fungsi kejadian yang terintegrasi, yang bisa
dipicu oleh:
1) Deteksi gerakan.
Bab V - 65
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
g. Dukungan Protokol
- Kamera harus mampu mendukung untuk setidaknya IP, HTTP, HTTPS, SSL
/ TLS, TCP, RTSP, RTP, UDP, IGMP, RTCP, SMTP, FTP, DHCP, UPnP ,
ARP, DNS, DynDNS, Dropbox, SOAP dan CHAP.
- Implementasi SMTP harus mencakup dukungan untuk otentikasi SMTP.
h. Tulisan
Kamera harus:
- Untuk memastikan akurasi, kamera akan menerima sinkronisasi waktu
eksternal dari server NTP (Network Time Protocol).
- Mempunyain kemampuan untuk menerapkan masker privasi untuk gambar.
i. Keamanan
Kamera harus:
- Mendukung penggunaan HTTPS dan SSL / TLS, menyediakan kemampuan
untuk mengenkripsi dan otentikasi aman dan komunikasi baik data
administrasi dan video stream.
- Memberikan dukungan untuk membatasi akses ke alamat IP yang telah
ditetapkan saja, yang disebut alamat IP filtering.
- Membatasi akses ke web server built-in dengan username dan password
pada tingkat yang berbeda.
- Mendukung otentifikasi IEEE 802.1X.
j. Dukungan Api
- Kamera harus didukung sepenuhnya oleh API terbuka dan diterbitkan
(Programmer Application Interface), yang akan memberikan informasi yang
diperlukan untuk integrasi fungsionalitas ke aplikasi pihak ketiga.
- Kamera harus sesuai dengan ONVIF Profil S atau ONVIF Profile Q atau
ONVIF profil G.
Bab V - 66
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
- Semua pengaturan akan disimpan dalam memori non-volatile dan tidak akan
hilang selama kamera restart atau soft reset.
l. Log Pengguna
Kamera harus:
- Menyediakan file log, yang berisi informasi tentang koneksi terbaru dan akses
upaya sejak me-restart unit. File harus mencakup informasi tentang alamat IP
menghubungkan dan waktu menghubungkan.
- Menyediakan daftar koneksi dari semua viewer saat terhubung dengan
kamera. File harus mencakup informasi tentang cara menyambungkan
alamat IP, waktu menghubungkan dan jenis aliran diakses.
m. Diagnostik Kamera
Kamera harus:
- Dilengkapi dengan LED, mampu memberikan informasi status terlihat. LED
akan menunjukkan status operasional kamera dan memberikan informasi
tentang kekuatan, komunikasi dengan penerima, status jaringan dan status
kamera.
- Dipantau oleh fungsi Watchdog, yang akan secara otomatis kembali memulai
proses atau restart unit jika kerusakan yang terdeteksi.
n. Koneksi Jaringan
Kamera harus :
- Kamera harus dilengkapi dengan satu 100BASE-TX Fast Ethernet port,
menggunakan standar RJ-45 socket dan akan mendukung negosiasi auto
kecepatan jaringan (100 MBit / s dan 10 Mbit / s) dan modus transfer (full
duplex dan setengah).
o. Perlindungan
Kamera harus :
- Dirancang untuk penggunaan indoor
- Wall Bracket sudah termasuk ke dalam unit.
p. Power
Kamera harus :
Kamera akan mendukung Power over Ethernet menurut IEEE 802.3af/802.3at
Type 1
q. Media Penyimpanan
Kamera harus :
Kamera harus mendukung penyimpanan local menggunakan micro SDHC sampai
memori 32GB / microSDXC sampai memori 2TB.
Bab V - 67
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
a. Kabel instalasi yang digunakan harus dari produk unit yang terpilih dengan
type cabel data terbaik.
b. Semua kabel instalasi harus dimasukkan ke dalam conduit/sparing yang sesuai
(minimal 3/4").
c. Semua instalasi harus dilengkapi dengan kabel supervisi atau harus memenuhi
instalasi CCTV system.
d. Hal ini harus diperhatikan dalam pemilihan jumlah kabel untuk setiap titik
instalasi.
Bab V - 68
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
Bab V - 69
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
4. Kabel Instalasi
a. Pengawatan instalasi kabel power didalam tembok bangunan dilakukan
secara inbouw (tertanam) dengan sparing kabel menggunakan pipa PVC
high impact-heavy gauge yang memenuhi standar Sll atau di dalam partisi antar
ruang.
b. Pengawatan instalasi kabel data/signal gambar dipasang diluar tembok bangunan
dilakukan secara outbouw (ditempel pada tembok) dengan sparing kabel
menggunakan PVC high impact-heavy gauge yang memenuhi standar Sll.
c. Kabel signal yang digunakan adalah kabel UTP Category 6 diletakan di dalam
conduit PVC heavy/high-impact yang dipasang outbouw pada dinding atau langit-
langit ruangan/selasar.
d. Tidak diperkenankan ada sambungan kabel antara kamera IP CAMERA sampai
ke switching.
e. Kabel instalasi yang digunakan harus dari produk unit yang terpilih dengan type
cabel UTP CAT 5E atau Cat 6 sesuai dengan gambar peencanaan.
f. Semua kabel instalasi harus dimasukkan ke dalam conduit/sparing yang sesuai
(minimal 3/4").
g. Semua instalasi harus dilengkapi dengan kabel supervisi atau harus memenuhi
instalasi CCTV system.
h. Hal ini harus diperhatikan dalam pemilihan jumlah kabel untuk setiap titik instalasi.
i. Persyaratan teknis mengenai instalasi penunjang seperti konduit, sparing, dan lain
lain sama dengan persyaratan penunjang untuk instalasi daya listrik.
Bab V - 70
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
g. Penggantung rak kabel harus ditempatkan pada setiap jarak yang tidak lebih dari
200 cm.
h. 08. Pemborong wajib membuat rak kabel selebar kebutuhan dengan
memperhitungkan cara pemasangan kabel yang baik.
i. 09. Apabila ternyata lebar rak kabel yang dibutuhkan lebih dari 75 cm,
Manajemen Konstruksi akan menentukan konstruksinya.
j. 10. Semua bagian baja pada rak kabel harus dilapisi oleh bahan antikarat
berupa Zinchromate buatan ICI sebanyak 2 lapis atau lebih sebelum dipasang.
k. 11. Pada hubungan sesama kabel kontrol, Pemborong harus memakai
LASDOOP merk 3M.
l. 12. Pada hubungan antara pipa pelindung kabel dengan rak peralatan utama
dan kotak hubung, Pemborong wajib mempergunakan Cable Gland yang sesuai
dan disetujui oleh Manajemen Konstruksi.
a. Pemborong wajib melaksanakan pengujian baik untuk setiap bagian dari sistem
maupun untuk sistem secara keseluruhan sesuai dengan permintaan Manajemen
Konstruksi.
b. Pemborong wajib memberitahukan rencana pengujian kepada Manajemen
Konstruksi. Pengujian yang tidak dihadiri oleh Manajemen Konstruksi dan wakil
dari Pemberi Tugas dinilai tidak sah dan harus diulang.
c. Pengujian hasil pelaksanaan terutama ditujukan untuk memeriksa hal hal sebagai
berikut:
- Kuat penerimaan sinyal dari kamera CCTV sampai dengan Centrail System.
- Operasi peralatan secara keseluruhan,
- Lain-lain yang akan ditentukan oleh Manajemen Konstruksi.
d. Apabila ditemukan adanya ketidakberesan dalam pemasangan, maka Manajemen
Konstruksi berhak untuk menolak adanya penyerahan pekerjaan kepada Pemberi
Tugas.
e. Penyerahan pekerjaan kepada Pemberi Tugas hanya dapat dilaksanakan setelah
hasil pengujian dinyatakan dapat diterima baik oleh Manajemen Konstruksi
maupun oleh Pemberi Tugas, dimana semua kewajiban Pemborong telah
diselesaikan secara keseluruhan.
Bab V - 71
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
g. Peralatan, bahan dan pengerjaan yang tidak baik, rusak ataupun cacat harus
diganti dan diperbaiki oleh Pemborong untuk dicoba (di-tes) dan didemonstrasikan
kembali.
Bab V - 72
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
a. Pengecekan instalasi secara parsial yang terpasang di setiap lantai dari sub TBT
sampai titik instalasi speaker yang berada pada tiap ruangan untuk tahanan isolasi
(merger = 6 MΩ) dan fungsi jaringan sesuai gambar rancangan.
b. Pengecekan instalasi dari sub TBS ke sub TBS dan dari M-TBS ke peralatan
utama Tata Suara dengan metoda yang sama seperti tersebut diatas.
c. Akhirnya, pengecekan menyeluruh secara lengkap untuk kepentingan operasional
seperti yang ditunjukan dalam gambar rancangan dan spesifikasi teknis ini.
d. Setiap tahapan pengecekan harus sepengetahuan/diketahui DIREKSI
PENGAWAS / MK.
5. Sistem Pembumian Pengaman,
Yang termasuk di dalam pekerjaan sistem pengebumian meliputi batang
elektrodapengebumian dan bare copper conductor atau kabel yang menghubungkan
peralatan yang harus dikebumikan dengan elektroda pembumian termasuk seluruh
peralatan-peralatan bantu yang dibutuhkan untuk kesempurnaan sistem ini.
Bab V - 73
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
2. Carcall
Untuk perangkat tata suara area carcall perangkat harus terintegrasi dengan paging
system gedung.
Paging carcall dapat dilakukan tiap gedung melalui paging remote microphone. Juga
dapat dilakukan paging dari pusat gedung ke seluruh area parkir baik secara individual
paging ataupun all call.
Speaker yang digunakan adalah type horn speaker dengan sensitifity 107dB atau lebih
besar.
Horn speaker merupakan hi-impedance type dengan operational signal voltage100volt
atau 70volt.
Speaker dapat di mounting menggunakan tiang ataupun wall bracket.
5.12.4. INSTALASI
1. Spesifikasi seluruh instalasi Sistem Tata Suara untuk bangunan ini menggunakan
kabel yang mempunyai tegangan kerja 100 Volt.
2. Kabel instalasi untuk ke speaker dipergunakan kabel jenis NYMHY yang dilengkapi
PVC Insulated dengan jumlah inti dan luas penampang kabel seperti tercantum di
dalam gambar rancangan
3. Kabel yang digunakan untuk attenuator dihubungkan sedemikian rupa sehingga sistem
dapat bekerja dengan baik dan benar.
4. Kabel instalasi yang digunakan dimasukkan dalam conduit atau sparing dan setiap pipa
hanya boleh diisi dengan satu pasang kabel.
5. Jika pemasangan kabel ini paralel dengan kabel daya listrik, maka harus mempunyai
jarak minimum 30 cm.
6. Pada dasarnya pipa untuk kabel sistem tata suara dipasang pada rak kabel atau
ditanam di dalam dinding.
7. Sistem Tata Suara di dalam gambar rancangan tidak mengikat dan penambahan
alat diperbolehkan. Penambahan alat harus disesuai-kan dengan kemampuan
peralatan yang ada pada setiap produk yang dipilih, sehingga pengoperasian dari
Sistem Tata Suara tersebut tetap berada kemampuan puncak.
8. Kontraktor Sistem Tata Suara berkewajiban men-chek dan menyesuaikan kabel
instalasi agar dapat berfungsi dan bekerja dengan baik dan sesuai dengan persyaratan
teknis dan rekomendasi dari produk sistem tata suara yang terpilih.
9. Pipa instalasi tata suara harus dibedakan dengan pipa-pipa untuk keperluan utilitas
lainnya.
Bab V - 74
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
10. Persyaratan teknis mengenai instalasi penunjang seperti conduit, sparing, rak kabel
dan lain lain sama dengan persyaratan penun-jang untuk instalasi sistem daya
listrik dan penerangan.
Bab V - 75
Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis
Pekerjaan Pembangunan Unit Percetakan Al,Qur,an Bogor
BAB VI
PENUTUP
1. Uraian pekerjaan yang belum termuat dalam ketentuan dan syarat-syarat ini tetapi didalam
pelaksanaannya harus ada, maka pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan setelah ada perintah
tertulis dari Pemimpin Proyek dan akan diperhitungkan dalam pekerjaan tambahan.
2. Apabila terdapat jenis pekerjaan yang semula diestimasi oleh Konsultan Perencana perlu
dikerjakan dan sudah termuat dalam Daftar Rencana Anggaran Biaya, tetapi menurut
pertimbangan Pemberi Tugas yang dapat dipertanggungjawabkan tidak perlu lagi dilaksanakan,
maka atas perintah tertulis dari Pemberi Tugas pekerjaan tersebut tidak dilaksanakan dan akan
diperhitungkan sebagai pekerjaan kurangan.
3. Apabila terdapat perbedaan antara gambar, spesifikasi teknis, dan Rencana Anggaran Biaya,
maka sebelum pekerjaan tersebut dilaksanakan harus diadakan rapat terlebih dahulu untuk
mendapatkan kepastian.
Bab 6 - 1