0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan48 halaman

Navigasi Radar Elektronik

Modul ini membahas tentang navigasi radar elektronik pada kapal penangkap ikan. Modul ini menjelaskan tentang identitas modul, model pembelajaran, materi ajar, tujuan pembelajaran, dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang mencakup penggunaan radar, fish finder, dan perangkat navigasi lainnya untuk mencegah terjadinya tabrakan kapal di laut.

Diunggah oleh

weldi hada
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan48 halaman

Navigasi Radar Elektronik

Modul ini membahas tentang navigasi radar elektronik pada kapal penangkap ikan. Modul ini menjelaskan tentang identitas modul, model pembelajaran, materi ajar, tujuan pembelajaran, dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang mencakup penggunaan radar, fish finder, dan perangkat navigasi lainnya untuk mencegah terjadinya tabrakan kapal di laut.

Diunggah oleh

weldi hada
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR

NAUTIKA KAPAL PENANGKAP IKAN


ELEMEN (C) : NAVIGASI RADAR
ELEKTRONIK

Oleh :
KURNIAWAN ADI WIBOWO, S.Kel
Guru Mata Pelajaran
SMK NEGER 1 PURING
2022

Man jadda wa jadda

MODUL AJAR
1 IDENTITAS MODUL AJAR
NAMA SEKOLAH : SMK NEGERI 1 PURING
BIDANG KEAHLIAN : KEMARITIMAN
PROGRAM KEAHLIAN : NAUTIKA KAPAL PENANGKAP IKAN
KONSENTRASI KEAHLIAN : NAUTIKA KAPAL PENANGKAP IKAN

NAMA MATA PELAJARAN : NAUTIKA KAPAL PENANGKAP IKAN


NAMA ELEMEN CP : NAVIGASI RADAR ELEKTRONIK
FASE CP : F (KELAS XI)
KELAS YANG DIAMPU : XI NKPI 1 ; XI NKPI 2
ALOKASI WAKTU : 4 PERTEMUAN X 6 JP @45 menit

NAMA GURU : KURNIAWAN ADI WIBOWO


ALAMAT email : wwn_smkn1prg@yahoo.co.id
CONTACT PERSON : 085225847909

2 MODA DAN MODEL PEMBELAJARAN


MODEL PEMBELAJARAN : DISCOVERY LEARNING
DIRECT INSTRUCTION
METODE PEMBELAJARAN : CERAMAH
DISKUSI
TANYA JAWAB
PENUGASAN
DEMONSTRASI (TAMPIL MENGERJAKAN SOAL)
PRESENTASI
SUMBER BELAJAR : BUKU NKPI KELAS XI
PENERBIT
PENGARANG
TAHUN
MODUL AJAR ELEMEN C
ARTIKEL INTERNET
ALAT DAN MEDIA : LCD
PEMBELAJARAN
VIDEO/ YOUTUBE
ANIMASI
SIMULATOR KAPAL
HP ANDROID
BAHAN : LEMBAR KERJA
PEMBELAJARAN/PRAKTIK
3 ASESMEN/ PENILAIAN
ASESMEN KOGNITIF : TES TERTULIS BERBASIS ONLINE
TES TERTULIS BERBASIS KERTAS
TES WAWANCARA
ASESMEN KETRAMPILAN : TES PRAKTIK
KEMAMPUAN MENDEMOSNTRASIKAN
PORTOPHOLIO HASIL PRODUK
PORTOPHOLIO SERTIFIKASI KOMPETENSI
ASESMEN SIKAP (SOFT : Pengamatan sikap dalam proses pembelajaran
SKILL dan HARD SKILL) Pengamatan sikap dalam proses mencari informasi
Pengamatan sikap dalam interaksi dengan siswa yang
lain
Pengamatan dalam menerapkan SOP praktik
4 TUJUAN PEMBELAJARAN
Kemampuan akhir fase 1 : Peserta didik mampu mengoperasikan Radar
1.1 Siswa dapat memahami prinsip kerja radar
1.2 Siswa dapat menjelaskan fungsi radar dan tombol tombol radar, EBL dan VRM
1.3 Siswa dapat menjelaskan gangguan gangguan radar
Kemampuan akhir fase 2 : Peserta didik mampu mengoperasikan radar untuk mencegah
terjadi nya tubrukan
2.1 Siswa dapat memahami adanya potensi tubrukan kapal di laut dengan menggunakan
radar plotting
2.2 Siswa dapat menghitung CPA dan TCPA
2.3 Siswa dapat menghitung haluan dan kecepatan target
2.4 Siswa dapat menghitung aspek ratio kapal target
Siswa dapat menerapkan P2TL untuk mengambil tindakan menghindari tubrukan

Kemampuan akhir fase 3 : Peserta didik mampu mengoperasikan Global Position System
(GPS)
3.1. siswa dapat memahami prinsip kerja GPS
3.2.Siswa dapat menjelaskan fungsi GPS
3.3. Siswa dapat menjelaskan gangguan GPS
3.4. Siswa dapat memasukkan titik fishing ground di GPS
3.5. Siswa dapat membuat rute pelayaran
3.6. Siswa dapat merencanakan pelayaran dari data di GPS

Kemampuan akhir fase 4 : Peserta didik mampu mengoperasikan fish finder


4.1. Siswa dapat memahami prinsip kerja fishfinder
4.2. Siswa dapat menjelaskan fungsi fishfinder
4.3. Siswa dapat menganalisis spectrum warna pada tampilan fish finder
4.4. Siswa dapat menganalisis bentuk 2 dimensi pada tampilan fish finder
4.5. Siswa dapat menganalisis potensi ikan dari tampilan fishfinder
4.6. Siswa dapat menerapkan hasil pembacaan fish finder untuk menentukan area fishing
ground

Kemampuan akhir fase 5 : Peserta didik mampu mengoperasikan RDF


5.1. Siswa dapat memahami prinsip kerja Radio Direction Finder
5.2. Siswa dapat menjelaskan fungsi RDF
5.3. Siswa dapat memahami pemanfaatan buku daftar station radio pantai
5.4. Siswa dapat mensetting peralatan RDF dan Radio Buoy
5.5. Siswa dapat mencari arah baringan radio buoy dengan RDF

5 INTEGRASI NILAI-NILAI LUHUR PROFIL PELAJAR PANCASILA


- Mampu berinteraksi dengan akhlak yang baik kepada Guru, teman dan lingkungan dalam
proses belajar
- Dapat mengenal dan menghargai budaya yang berbeda antara masing-masing dalam
proses belajar mengajar dan pergaulan di lingkungan sekolah
- Memiliki kepedulian yang tinggi dan berbagi dengan sesama teman yang membutuhkan
bantuan
- Dapat membiasakan, melatih, dan memproses informasi yang diperoleh dari kegiatan
belajar mengajar (bernalar kritis)
- Dapat membiasakan, melatih, dan merefleksikan pengalaman belajar yang diperoleh
(bernalar kritis)
- Dapat membiasakan, melatih, dan menganalisa permasalahan yang terkait dengan materi
sedang dipelajari, baik yang diberikan oleh Guru maupun yang dihadapi dalam kehidupan
sehari-hari (bernalar kritis)
6. PERTANYAAN PEMANTIK
Apakah di laut ada jalannya? Dengan luasnya laut mengapa kita masih sering melihat
adanya tubrukan di laut ?
7. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1 – 4
a. PENDAHULUAN
- Guru dan siswa memulai kegiatan pembelajaran dengan salam dan berdoa 30 menit
- Guru menanyakan keadaan siswa
- Guru menyiapkan alat, bahan, dan media pembelajaran yang diperlukan
- Guru menanyakan mengenai kemajuan belajar siswa
- Guru meminta siswa mengajukan pertanyaan jika terdapat kesulitan dalam
belajar matematika
- Guru memberikan tanggapan mengenai kesulitan belajar siswa
- Guru dan siswa menarik refleksi dari kegiatan pembelajaran pada pokok
bahasan pertemuan sebelumnya

- Guru menyampaikan rencana kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan


- Guru menyampaikan sasaran tujuan pembelajaran yang diinginkan
- Guru melakukan konfirmasi kepada siswa mengenai rencana kegiatan yang
akan dilakukan
- Guru dan siswa membahas manfaat yang diperoleh dari kegiatan
pembelajaran yang akan dilakukan
b. KEGIATAN INTI
Pertemuan 1
Stimulus 135 menit
- Siswa dibagi dalam 6 kelompok yang heterogen
- Kelompok tersebut diberikan lembar kerja
- Guru menginginkan siswa siswa dapat menemukan cara untuk
menyelesaikan permasalahan yang diberikan pada lembar kerja
- Dalam lembar kerja terdapat permasalahan “sering kita dengar diberbagai
media massa adanya kecelakaan tubrukan kapal, padahal seperti kita
ketahui lautan begitu luasnya. Nah kira kira hal apa yang menjadi
penyebabnya ”
- Siswa diminta mencari buku diperpustakaan sebagi sumber literasi atas
masalah yang ada
- Siswa diminta diskusi dengan alokasi waktu yang ditentukan
- Guru memantau keaktifan kelompok dalam diskusi
- Guru memberikan bimbingan pada kelompok yang memerlukan
- Setelah selesai alokasi waktu diskusi, salah satu kelompok diminta untuk
presentasi

- Guru menanyakan kepada siswa apakah permasalahan yang diberikan


dapat menemukan strategi penyelesaiannya
- Guru menjelaskan mengenai solusi penyelesaian masalah tersebut
- Guru mengaitkan permasalahan tersebut dengan

- Guru menjelaskan pengertian Radar


- Guru menjelaskan bagaimana radar bekerja
- Guru menjelaskan pentingnya radar dalam kapal

- Guru mendemonstrasikan animasi bagaimana radar bekerja

Refleksi kegiatan pembelajaran pertemuan 1: 15 menit


- Kendala apa sajakah yang ditemui saat diskusi ?
- Apakah ada kendala ketika melakukan riset data yang diperlukan ?
- Guru memberikan apresiasi kepada kelompok atau individu yang aktif dalam
diskusi dan demonstrasi penyelesaian masalah
- Guru dan siswa menarik kesimpulan pengertian Radar
- Guru dan siswa menarik kesimpulan prinsip kerja radar
- Guru dan siswa menarik kesimpulan pentingnya radar di kapal

- Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran pertemuan 1


KEGIATAN INTI
Pertemuan 2
- Guru melakukan kuis atas materi sebelumnya
- Guru menjelaskan kepada siswa materi cara pengoperasian Radar dari
mulai setting, menyalakan, membaca tampilan radar, fungsi EBL (Electronic
Bearing Line) dan VRM (Variable range marker)
- Guru membagi siswa menjadi 6 kelompok
- Setiap kelompok bergiliran untuk mendengarkan demonstrasi cara
pengoperasian radar
- Guru menjelaskan cara pembacaan tampilan radar, dan fungsi fungsi
tombol radar
- Siswa mempraktekkan cara pengoperasian radar dari menghidupkan dr
posisi stand by ke posisi TX, mengamati kapal kapal yang berada di sekitar
kita, serta menemukan nama kapal kapal tersebut
- Siswa mempraktekkan cara mencari EBL dan VRM kapal lain

Refleksi kegiatan pembelajaran pertemuan 2:


- Kendala apa sajakah yang ditemui saat demonstrasi dan praktek?
- Apakah ada kendala ketika melakukan praktek radar ?
- Guru memberikan apresiasi kepada kelompok atau individu yang aktif dalam
demonstrasi
- Guru dan siswa menarik kesimpulan cara pengoperasian radar
- Guru dan siswa menarik kesimpulan cara mencari EBL dan VRM

Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran pertemuan 2


KEGIATAN INTI
Pertemuan 3
Pertemuan ketiga dilakukan sama seperti pertemuan kedua, yakni melakukan
demonstrasi dan praktek kepada kelompok lain yang belum mendapatkan
kesempatan di pertemuan sebelumnya

KEGIATAN INTI
Pertemuan 4
- Guru melakukan kuis atas materi sebelumnya
- Guru menjelaskan kepada siswa materi cara berbagai gangguan radar dan
cara mengatasinya
- Guru membagi siswa menjadi 6 kelompok
- Setiap kelompok bergiliran untuk mendengarkan demonstrasi cara
pengoperasian radar untuk mengatasi gangguan
- Guru menjelaskan tampilan radar dengan mengubah settingan gain, anti
clutter rain, anti clutter sea
- Siswa mempraktekkan cara pengoperasian tombol gain, anti clutter rain,
anti clutter sea dan pengaruhnya terhadap tampilan radar

Refleksi kegiatan pembelajaran pertemuan 2:


- Kendala apa sajakah yang ditemui saat demonstrasi dan praktek?
- Apakah ada kendala ketika melakukan praktek radar ?
- Guru memberikan apresiasi kepada kelompok atau individu yang aktif dalam
demonstrasi
- Guru dan siswa menarik kesimpulan cara pengoperasian tombol anti clutter
rain dan anti clutter sea
- Guru dan siswa menarik kesimpulan cara mengatasi gangguan didalam
radar

Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran pertemuan 4

c. PENUTUP
- Dengan tanya jawab, guru dan siswa merefleksi kegiatan-kegiatan 30 menit
pembelajaran yang sudah dilakukan
- Guru memberikan apresiasi kepada kelompok terbaik dalam rangkaian
diskusi pertemuan 1 sampai 4
- Guru memberikan penekanan pada hal-hal yang penting pada setiap
pertemuan sesuai tujuan-tujuan pembelajaran pada fase 1
- Guru memberikan rancangan kegiatan penilaian pada akhir fase 1 pada
pertemuan yang akan dating
.8. ASESMEN
LEMBAR KERJA 1

Nomor Kelompok Diskusi/Kerja : ……………………………


Mata Pelajaran : Nautika Kapal Penangkap Ikan
Materi Pembelajaran : Radar
Kelas : XI NKPI
Nama Kelompok Diskusi/Kerja : ……………………………
Anggota Kelompok : 1. …………………………………………..
2. …………………………………………..
3. …………………………………………..
4. …………………………………………..
5. …………………………………………..

TOPIK DISKUSI : Prinsip Kerja Radar dan Pentingnya Radar di Kapal

Permasalahan yang harus ditemukan penyelesaiannya :


1. Mencegah terjadinya tubrukan kapal di laut
2. Faktor penyebab terjadinya tubrukan dilaut

Ilustrasi Permasalahan
Langkah Kerja :
1. Mengumpulkan infomasi/ literasi
Sumber Data : ………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
Uraian hasil pencarian/ riset data :
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
2. Pengolahan Data dan Pembahasan (associating)
Berdasarkan hasil riset data maka uraian langkah kerja penyelesaian masalah di atas
adalah sebagai berikut :
a. ……………………………………………………………………………………………………..
b. ……………………………………………………………………………………………………..
c. ……………………………………………………………………………………………………..
d. ……………………………………………………………………………………………………..
e. ……………………………………………………………………………………………………..
f. ……………………………………………………………………………………………………..
g. ……………………………………………………………………………………………………..

3. Simpulan (generalisasi)
a. ……………………………………………………………………………………………………..
b. ……………………………………………………………………………………………………..
c. ……………………………………………………………………………………………………..

Evaluasi Pelaksanaan dan Hasil Diskusi


……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
Puring, Juni 2022
Guru Mata Pelajaran Perwakilan Kelompok 1

……………………………. ……………………………
NIP. NIS.

LEMBAR KERJA 2, dst

ASESMEN FASE AKHIR 1:


ATP Soal
A1 1. Jelaskan menurut anda bagaimana radar bekerja?
2. Menurut anda bagaimana peran pesawat radar dalam mencegah tubrukan kapal di
laut

A2 3. Perhatikan gambar berikut dengan seksama


Dari gambar diatas, jika ada menjadi perwira kapal apa yang akan anda
lakukan
A3 Dan seterusnya
ASESMEN KETRAMPILAN
Uji kompetensi pengoperasian radar
1. menyalakan radar dari posisi stand by ke posisi TX
2. mencari EBL dan VRM kapal lain
3. mengoperasikan gain, A/C rain dan A/C sea untuk mengatasi gangguan radar
9. MATERI PEMBELAJARAN
Pengertian RADAR
RADAR merupakan kepanjangan dari “RADIO DETECTION AND RANGING”
Jadi pengertian Radar adalah alat navigasi yang dapat mendeteksi kapal lain,
buoy, daratan, hingga mengukur baringan dan jaraknya menggunakan sistem
layaknya radio (transmit and received signal).

Fungsi RADAR
1. DETECTION : Mendeteksi yakni mendeteksi keberadaan “objek” yang berada
disekitar kapal/pesawat kita.
2. RANGING : Mengukur yakni Mengukur jarak “objek” yang berada disekitar
kapal/pesawat kita

Di dalam Navigasi Kapal Fungsi RADAR adalah :


Digunakan sebagai alat pencegah tubrukan di laut yang sangat penting,
khususnya pada kondisi berkabut dan atau malam hari. Karena radar mampu
memberikan informasi yang sama di setiap kondisi. Dengan demikian, pada malam
hari pun kita dapat dapat melihat kapal dan pergerakannya seperti layaknya pada
siang hari.

BAGAIMANA RADAR BEKERJA


Radar bekerja dengan memancarkan gelombang electromagnetic/Gelombang Radio,
gelombang tersebut ketika mengenai sebuah objek akan memantul dan di tangkap
kembali oleh antenna radar, untuk kemudian diperkuat dan ditampilkan dalam layar
display

Radar di atas kapal dibagi menjadi dua, yaitu X band dan S band.
1. X band disebut juga sebagai short wave /gelombang pendek .adalah radar yang
memiliki antena pendek dengan rentang frekuensi 8.0 – 12.0 GHz dan panjang
gelombang 2.5 – 3.75 cm.
2. S band disebut juga long wave / gelombang panjang antenanya lebih panjang, rentang
frekuensinya 2 – 4 GHz dan panjang gelombang 7.5 – 15 cm.

Apa perbedaan penggunaan antara x band & s band

- Karena ukuran dan frekuensi radar S band / long wave lebih besar maka produksi
gelombang radio dengan kekuatan penetrasi juga lebih besar. Radar jenis ini mampu
menjangkau jarak yang lebih jauh. Dengan demikian radar S band dapat digunakan untuk
observasi objek ataupun cuaca dengan jarak yang jauh.
- Sebaliknya, X band /short wave yang memiliki antena pendek, lebih sensitif dan cocok untuk
mendeteksi objek yang kecil. Objek yang di tampilkan di layar radar juga lebih detail, hal ini
cocok apabila di gunakan area pelayaran yang ramai /saling berdekatan

GANGGUAN RADAR DAN CARA MENGATASINYA


Gangguan Radar :
1. false echoes : terjadinya banyangan benda yang nampak lebih dari satu pada layar radar,
false echoes terdiri dari :
a. multiple echoes : gambaran dari target menjadi beberapa target dengan baringan yang sama
yang di sebabkan oleh kuatnya daya pantul echo serta gain yang terlalu besar
b. inderect echoes : terjadinya gambar benda suatu target di posisi target dan pada arah
berlawanan dari target yang di sebabkan oleh adanya pantulan body kapal itu sendiri
c. side echoes : terjadinya gambar palsu di sekitar target yang di sebabkan oleh pengaruh side
lobe yang kuat

cara mengatasinya gangguan false echoes : dengan menyetel pada tombol tunning dan gain
sampai gangguan itu hilang

2. sea and rain clutter


a. sea clutter adalah gangguan yang di sebabkan oleh pantulan pulsa pada layar radar
cara mengatasi sea clutter : aktifkan tombol sea clutter sampai bayangan di radar bersih
sehingga yang nampak pada layar radar hanya banyangan objek yang bisa di jadikan pantulan

b. rain clutter adalah gangguan yang di sebabkan oleh adanya benda-benda dari pantulan air
hujan . cara mengatasi rain clutter : aktifkan tombol rain clutter sampai gangguan itu hilang

3. radar interreference
gangguan yang di sebabkan adanya dua target, dengan jarak dan baringan yang sama di dalam
layar radar akan nampak bayangan dan hanya nampak satu target saja cara mengatasi
gangguan radar interreference stel tombol running dan gain, hingga bayangan itu hilang

4. shadow factor
tidak terdeteksinya suatu target yang di sebabkan tertutupnya target tersebut oleh target di luar
kapal yang lebih tinggi, target tersebut mempunyai jarak yang dekat dengan kapal yang sama.
hal ini juga menyebabkan adanya bayangan pada layar radar
cara mengatasinya shadow factor : atur tombol tombol running, gain dan range sampai target
dapat di lihat jelas dan kurangi sensitivitas hingga bayangan target pada layar radar hilang

10. VERIFIKASI MODUL AJAR


Puring, 23 Juni 2022
Verifikator 1 Penyusun Modul
Ketua Program Keahlian Guru Mata Pelajaran

ARDHYA WIRATOMO SAPUTRO KURNIAWAN ADI WIBOWO, S.Kel


NIP. NIP.19820629 200604 1 009
Mengesahkan Verifikator 2
Kepala Sekolah Waka 1 Bidang Kurikulum dan Pengajaran

Mudiharso, S.Pd.
Umi Rokhayatun, S.Pd., M.Si., Ak., CA. NIP. 9760528 200903 1 003
NIP. 19710509 199903 2 006
MODUL AJAR
1 IDENTITAS MODUL AJAR
NAMA SEKOLAH : SMK NEGERI 1 PURING
BIDANG KEAHLIAN : KEMARITIMAN
PROGRAM KEAHLIAN : NAUTIKA KAPAL PENANGKAP IKAN
KONSENTRASI KEAHLIAN : NAUTIKA KAPAL PENANGKAP IKAN

NAMA MATA PELAJARAN : NAUTIKA KAPAL PENANGKAP IKAN


NAMA ELEMEN CP : NAVIGASI RADAR ELEKTRONIK
FASE CP : F (KELAS XI)
KELAS YANG DIAMPU : XI NKPI 1 ; XI NKPI 2
ALOKASI WAKTU : 4 PERTEMUAN X 6 JP @45 menit

NAMA GURU : KURNIAWAN ADI WIBOWO


ALAMAT email : wwn_smkn1prg@yahoo.co.id
CONTACT PERSON : 085225847909

2 MODA DAN MODEL PEMBELAJARAN


MODEL PEMBELAJARAN : DISCOVERY LEARNING
DIRECT INSTRUCTION
METODE PEMBELAJARAN : CERAMAH
DISKUSI
TANYA JAWAB
PENUGASAN
DEMONSTRASI (TAMPIL MENGERJAKAN SOAL)
PRESENTASI
SUMBER BELAJAR : BUKU NKPI KELAS XI
PENERBIT
PENGARANG
TAHUN
MODUL AJAR ELEMEN C
ARTIKEL INTERNET
ALAT DAN MEDIA : LCD
PEMBELAJARAN
VIDEO/ YOUTUBE
ANIMASI
SIMULATOR KAPAL
HP ANDROID
BAHAN : LEMBAR KERJA
PEMBELAJARAN/PRAKTIK
3 ASESMEN/ PENILAIAN
ASESMEN KOGNITIF : TES TERTULIS BERBASIS ONLINE
TES TERTULIS BERBASIS KERTAS
TES WAWANCARA
ASESMEN KETRAMPILAN : TES PRAKTIK
KEMAMPUAN MENDEMOSNTRASIKAN
PORTOPHOLIO HASIL PRODUK
PORTOPHOLIO SERTIFIKASI KOMPETENSI
ASESMEN SIKAP (SOFT : Pengamatan sikap dalam proses pembelajaran
SKILL dan HARD SKILL) Pengamatan sikap dalam proses mencari informasi
Pengamatan sikap dalam interaksi dengan siswa yang
lain
Pengamatan dalam menerapkan SOP praktik
4 TUJUAN PEMBELAJARAN
Kemampuan akhir fase 2 : Peserta didik mampu mengoperasikan radar untuk mencegah
terjadi nya tubrukan
2.5 Siswa dapat memahami adanya potensi tubrukan kapal di laut dengan menggunakan
radar plotting
2.6 Siswa dapat menghitung CPA dan TCPA
2.7 Siswa dapat menghitung haluan dan kecepatan target
2.8 Siswa dapat menghitung aspek ratio kapal target
Siswa dapat menerapkan P2TL untuk mengambil tindakan menghindari tubrukan

5 INTEGRASI NILAI-NILAI LUHUR PROFIL PELAJAR PANCASILA


- Mampu berinteraksi dengan akhlak yang baik kepada Guru, teman dan lingkungan dalam
proses belajar
- Dapat mengenal dan menghargai budaya yang berbeda antara masing-masing dalam
proses belajar mengajar dan pergaulan di lingkungan sekolah
- Memiliki kepedulian yang tinggi dan berbagi dengan sesama teman yang membutuhkan
bantuan
- Dapat membiasakan, melatih, dan memproses informasi yang diperoleh dari kegiatan
belajar mengajar (bernalar kritis)
- Dapat membiasakan, melatih, dan merefleksikan pengalaman belajar yang diperoleh
(bernalar kritis)
- Dapat membiasakan, melatih, dan menganalisa permasalahan yang terkait dengan materi
sedang dipelajari, baik yang diberikan oleh Guru maupun yang dihadapi dalam kehidupan
sehari-hari (bernalar kritis)
6. PERTANYAAN PEMANTIK
Apakah di laut ada jalannya? Dengan luasnya laut mengapa kita masih sering melihat
adanya tubrukan di laut ?
7. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1 – 4
d. PENDAHULUAN
- Guru dan siswa memulai kegiatan pembelajaran dengan salam dan berdoa 30 menit
- Guru menanyakan keadaan siswa
- Guru menyiapkan alat, bahan, dan media pembelajaran yang diperlukan
- Guru menanyakan mengenai kemajuan belajar siswa
- Guru meminta siswa mengajukan pertanyaan jika terdapat kesulitan dalam
belajar matematika
- Guru memberikan tanggapan mengenai kesulitan belajar siswa
- Guru dan siswa menarik refleksi dari kegiatan pembelajaran pada pokok
bahasan pertemuan sebelumnya

- Guru menyampaikan rencana kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan


- Guru menyampaikan sasaran tujuan pembelajaran yang diinginkan
- Guru melakukan konfirmasi kepada siswa mengenai rencana kegiatan yang
akan dilakukan
- Guru dan siswa membahas manfaat yang diperoleh dari kegiatan
pembelajaran yang akan dilakukan
-

e. KEGIATAN INTI
Pertemuan 1
Stimulus 135 menit
- Siswa dibagi dalam 6 kelompok yang heterogen
- Kelompok tersebut diberikan lembar kerja
- Guru menginginkan siswa siswa dapat menemukan cara untuk
menyelesaikan permasalahan yang diberikan pada lembar kerja
- Dalam lembar kerja terdapat permasalahan “apakah kita bisa memprediksi
adanya potensi tubrukan kapal ? “
- Siswa diminta mencari buku diperpustakaan sebagi sumber literasi atas
masalah yang ada
- Siswa diminta diskusi dengan alokasi waktu yang ditentukan
- Guru memantau keaktifan kelompok dalam diskusi
- Guru memberikan bimbingan pada kelompok yang memerlukan
- Setelah selesai alokasi waktu diskusi, salah satu kelompok diminta untuk
presentasi

- Guru menanyakan kepada siswa apakah permasalahan yang diberikan


dapat menemukan strategi penyelesaiannya
- Guru menjelaskan mengenai solusi penyelesaian masalah tersebut
- Guru mengaitkan permasalahan tersebut dengan

- Guru menjelaskan apa itu Radar Plotting

Refleksi kegiatan pembelajaran pertemuan 1: 15 menit


- Kendala apa sajakah yang ditemui saat diskusi ?
- Apakah ada kendala ketika melakukan riset data yang diperlukan ?
- Guru memberikan apresiasi kepada kelompok atau individu yang aktif dalam
diskusi dan demonstrasi penyelesaian masalah
- Guru dan siswa menarik kesimpulan tentang Radar Plotting

- Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran pertemuan 1


KEGIATAN INTI
Pertemuan 2
- Guru melakukan kuis atas materi sebelumnya
- Guru menjelaskan dan mendemonstrasikan kepada siswa materi Radar
plotting , cara mencari CPA dan TCPA
- Guru membagi siswa menjadi 6 kelompok
- Setiap kelompok ada seorang pemimpin yang sebelumnya sudah di training
/dilatih terlebih dahulu untuk memandu teman lainnya
- Guru menjelaskan tiap tahapan dalam mencari CPA dan TCPA
- Siswa mempraktekkan tahapan tahapan mencari CPA dan TCPA di kertas
plotting

Refleksi kegiatan pembelajaran pertemuan 2:


- Kendala apa sajakah yang ditemui saat demonstrasi dan praktek?
- Apakah ada kendala ketika melakukan praktek radar plotting ?
- Guru memberikan apresiasi kepada kelompok atau individu yang aktif dalam
demonstrasi
- Guru dan siswa menarik kesimpulan cara pengoperasian radar
- Guru dan siswa menarik kesimpulan cara mencari CPA dan TCPA

Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran pertemuan 2

KEGIATAN INTI
Pertemuan 3
- Guru membagi siswa menjadi 6 kelompok diskusi
- Guru memberikan Lembar kerja siswa
- Guru memberikan sebuah permasalahan ada tidaknya potensi tubrukan
dari 2 kapal melalui sebuah soal
- Siswa menghitung potensi tubrukan yang mungkin terjadi
- Guru membimbing proses diskusi dan perhitungan
- Siswa mempresentasikan hasil perhitungannya dan analisis terhadapa
tindakan yang akan dilakukan
Refleksi kegiatan pembelajaran pertemuan 3:
- Kendala apa sajakah yang ditemui saat diskusi ?
- Apakah ada kendala ketika melakukan riset data yang diperlukan ?
- Guru memberikan apresiasi kepada kelompok atau individu yang aktif dalam
diskusi dan demonstrasi penyelesaian masalah
- Guru dan siswa menarik kesimpulan tentang hasil diskusi

Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran pertemuan 3

KEGIATAN INTI
Pertemuan 4
- Guru melakukan kuis atas materi sebelumnya
- Guru menjelaskan kepada siswa materi cara mengetahui haluan, kecepatan
target, aspect ratio dan tindakan yang diperlukan
- Guru membagi siswa menjadi 6 kelompok
- Setiap kelompok ada seorang pemimpin yang sebelumnya sudah di training
/dilatih terlebih dahulu untuk memandu teman lainnya
- Guru menjelaskan tiap tahapan dalam mencari haluan, kecepatan target
dan aspek ratio
- Siswa mempraktekkan tahapan tahapan mencari haluan, kecepatan target
dan aspek ratio

Refleksi kegiatan pembelajaran pertemuan 2:


- Kendala apa sajakah yang ditemui saat demonstrasi dan praktek?
- Apakah ada kendala ketika melakukan praktek ?
- Guru memberikan apresiasi kepada kelompok atau individu yang aktif dalam
demonstrasi
- Guru dan siswa menarik kesimpulan cara mengetahui haluan, kecepatan
target, aspect ratio dan tindakan yang diperlukan

Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran pertemuan 4

f. PENUTUP
- Dengan tanya jawab, guru dan siswa merefleksi kegiatan-kegiatan 30 menit
pembelajaran yang sudah dilakukan
- Guru memberikan apresiasi kepada kelompok terbaik dalam rangkaian
diskusi pertemuan 1 sampai 4
- Guru memberikan penekanan pada hal-hal yang penting pada setiap
pertemuan sesuai tujuan-tujuan pembelajaran pada fase 1
- Guru memberikan rancangan kegiatan penilaian pada akhir fase 1 pada
pertemuan yang akan dating
.8. ASESMEN
LEMBAR KERJA 1

Nomor Kelompok Diskusi/Kerja : ……………………………


Mata Pelajaran : Nautika Kapal Penangkap Ikan
Materi Pembelajaran : Radar
Kelas : XI NKPI
Nama Kelompok Diskusi/Kerja : ……………………………
Anggota Kelompok : 1. …………………………………………..
2. …………………………………………..
3. …………………………………………..
4. …………………………………………..
5. …………………………………………..

TOPIK DISKUSI : RADAR PLOTTING

Permasalahan yang harus ditemukan penyelesaiannya :

1. Sebuah kapal berlayar dengan haluan 3400 pada pukul 08.00 tampak sebuah kapal lain
berada pada baringan 200 , pada jarak 12 mil. Pada pukul 08.12 kapal tersebut dibaring
kembali dengan baringan 170 pada jarak 09 mil.
Pertanyaan :
Adakah potensi tubrukan antara kedua belah kapal tersebut ?
Metode apa yg akan kalian gunakan untuk memprediksi potensi tubrukan tersebut

Ilustrasi Permasalahan
Langkah Kerja :
4. Mengumpulkan infomasi/ literasi
Sumber Data : ………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
Uraian hasil pencarian/ riset data :
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
5. Pengolahan Data dan Pembahasan (associating)
Berdasarkan hasil riset data maka uraian langkah kerja penyelesaian masalah di atas
adalah sebagai berikut :
a. ……………………………………………………………………………………………………..
b. ……………………………………………………………………………………………………..
c. ……………………………………………………………………………………………………..
d. ……………………………………………………………………………………………………..
e. ……………………………………………………………………………………………………..
f. ……………………………………………………………………………………………………..
g. ……………………………………………………………………………………………………..

6. Simpulan (generalisasi)
a. ……………………………………………………………………………………………………..
b. ……………………………………………………………………………………………………..
c. ……………………………………………………………………………………………………..

Evaluasi Pelaksanaan dan Hasil Diskusi


……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
Puring, Juni 2022
Guru Mata Pelajaran Perwakilan Kelompok 1

……………………………. ……………………………
NIP. NIS.

LEMBAR KERJA 2, dst

ASESMEN FASE AKHIR 1:


ATP Soal
A1 1. Sebuah kapal berlayar dengan haluan 3400 pada pukul 08.00 tampak sebuah kapal
lain berada pada baringan 200 , pada jarak 12 mil. Pada pukul 08.12 kapal tersebut
dibaring kembali dengan baringan 170 pada jarak 09 mil.
a. hitung CPA dan TCPA
b. hitung haluan dan kecepatan target
c. hitung aspek ratio
d. tindakan apa yang dilakukan sesuai dengan aturan p2tl

A2
A3 Dan seterusnya
ASESMEN KETRAMPILAN
Uji kompetensi radar plotting
1. mencari CPA dan TCPA
2. mencari haluan dan kecepatan target
3. mencari aspek ratio dan tindakan yang diperlukan
9. MATERI PEMBELAJARAN
1. Fungsi plotting
Menurut Supriyono (2005), bagi seorang navigator, tujuan utama
melakukan plotting adalah untuk menentukan ada/tidaknya resiko tubrukan dengan kapal
lain. Oleh karena itu fungsi utama Radar-plotting adalah untuk mencegah sedini mungkin
resiko tubrukan di laut. Aturan-aturan dalam PIMTL 1972 yang erat kaitannya
dengan Radar-plotting terutama terdapat pada Bagian B (Mengemudikan dan Melayarkan
Kapal), antara lain:
- Seksi I:
 Aturan 5 (Pengamatan keliling),
 Aturan 6 (Kecepatan aman),
 Aturan 7 (Menentukan resiko tubrukan), dan
 Aturan 8 (Menghindari tubrukan).
- Seksi II:
 Aturan 13 (Penyusulan),
 Aturan 14 (Berhadap-hadapan),
 Aturan 15 (Bersilangan),
 Aturan 16 (Tindakan kapal yang menyimpang), dan
 Aturan 17 (Tindakan kapal yang bertahan)
- Seksi III
 Aturan 19 (Tindakan kapal-kapal dalam tampak terbatas)
Selain itu, radar-plotting juga dapat digunakan untuk memperkirakan arah dan kuat
arus di suatu perairan, serta dapat memberikan kontribusi pengambilan keputusan
Nakhoda dalam kaitannya dengan analisa arah dan kecepatan pergerakan relatif awan.

1. Jenis-jenis plotting
Radar plotting ada 2 macam yaitu:
1) True plotting (plotting sejati) atau juga disebut Geographical Radar plotting
Yaitu plotting dengan melukiskan seolah-olah kapal sendiri bergerak dari satu titik ke titik
lain di layar Radar. Ini akan lebih efektif apabila Radar memiliki fungsi ‘True Motion
Display’ (Tampilan Gerakan Sejati). Apabila tidak, maka plotting sebaiknya dilakukan
diatas kertas lembar kerja plotting (Plotting Sheet)
Dengan ‘true-plotting’ ini haluan dan kecepatan target dapat diketahui secara langsung.
Namun untuk menentukan ada dan tidaknya resiko tubrukan dan kapan waktu pendekatan
antara kapal sendiri dengan target, kurang dapat diperoleh informasi yang rinci seketika,
yaitu masih dengan menggunakan perkiraan. Plotting sejati ini lebih banyak
dikembangkan dalam navigasi angkatan laut (navy-plotting) yang bertujuan untuk
pengejaran (pursuit) atau memperkirakan sudut tembakan peluru kendali dan sejenisnya.

2). Relative plotting (Plotting Relatif)


Plotting ini juga ada 2 model, yaitu sering dikatakan sebagai:
1. Plotting dengan segitiga besar
Plotting model ini dikembangkan oleh US Navy (Angkatan Laut Amerika Serikat) di
awal era dikenalkannya teknik plotting. Dasar pemikiran plotting ini adalah berasal dari
‘true-plotting’.
Teknik plotting segitiga besar paling efektif bila menggunakan ‘Manoeuvering Board’
yang dipublikasi oleh US Hydrographic Office. Teknik ini tidak berkembang dalam dunia
maritime secara meluas karena terdapat keterbatsan-keterbatasan, apalagi setelah
berkembangnya tehnologi maritime dengan dikenalkannya ARPA. Para navigator yang
pernah menggunakan tehnik plotting segitiga besar mengakui bahwa tehnik plotting ini
lebih teliti dari pada tehnik plotting segitiga kecil. Sebenarnya yang dimaksud adalah lebih
rinci untuk satu target, karena tiap satu lembar manoeuvering-board hanya dapat
digunakan untuk satu target.
Kelemahan dari tehnik plotting segitiga besar adalah:
 Plotting lebih dari satu target dalam satu lembar plotting-sheet sulit dilaksanakan (Satu
target satu lembar ‘manoeuvering-board’)
 Waktu yang diperlukan untuk mendapatkan C.P.A dan t.C.P.A lebih lama disbanding
dengan plotting segitiga kecil karena harus memindahkan garis-garisnya ke pusat
lingkaran kertas plotting.
 Bila menggunakan plotting-sheet selain ‘manoeuvering-board’ terdapat kesulitan
pelaksanaannya, berkaitan dengan skala jarak.
 Tidak terdapat korelasi dengan prinsip yang dikembangkan pada ARPA

1. Plotting dengan segitiga kecil


Teknik plotting segitiga kecil menggunakan azas kesederhanaan (simplicity). Pada awal
dikenalkannya teknik plotting ini, beberapa ahli navigasi menanggapi dengan sinis dan
menentang karena dinilai ‘kusut’, apalagi bila melakukan plotting lebih dari 2 target
sekaligus. Dinilai dapat membuat ‘ambiguity’ dan pengambilan keputusan yang keliru
dalam menghindari tubrukan.
Namun setelah dipraktekkan berulang-ulang dan dikaji, ternyata teknik plotting ini banyak
diterima berbagai fihak karena:
 Tidak harus menggunakan ‘Manoeuvering Board’. Lebih dari itu, teknik plotting ini dapat
dibuat pada kertas kosong (plain paper).
 Beberapa target dapat di-plot pada satu lembar kertas kerja
 Tidak perlu pemindahan garis-garis atau, penentuan CPA dan TCPA lebih cepat dibanding
dengan teknik plotting lainnya
 Perobahan Haluan dan Kecepatan oleh kapal sendiri atau oleh kapal target dapat
dilukiskan tanpa merobah struktur plotting
 Menjadi dasar pembuatan program-program ARPA.

10. VERIFIKASI MODUL AJAR


Puring, 23 Juni 2022
Verifikator 1 Penyusun Modul
Ketua Program Keahlian Guru Mata Pelajaran

ARDHYA WIRATOMO SAPUTRO KURNIAWAN ADI WIBOWO, S.Kel


NIP. NIP.19820629 200604 1 009
Mengesahkan Verifikator 2
Kepala Sekolah Waka 1 Bidang Kurikulum dan Pengajaran

Umi Rokhayatun, S.Pd., M.Si., Ak., CA. Mudiharso, S.Pd.


NIP. 19710509 199903 2 006 NIP. 9760528 200903 1 003
MODUL AJAR
1 IDENTITAS MODUL AJAR
NAMA SEKOLAH : SMK NEGERI 1 PURING
BIDANG KEAHLIAN : KEMARITIMAN
PROGRAM KEAHLIAN : NAUTIKA KAPAL PENANGKAP IKAN
KONSENTRASI KEAHLIAN : NAUTIKA KAPAL PENANGKAP IKAN

NAMA MATA PELAJARAN : NAUTIKA KAPAL PENANGKAP IKAN


NAMA ELEMEN CP : NAVIGASI RADAR ELEKTRONIK
FASE CP : F (KELAS XI)
KELAS YANG DIAMPU : XI NKPI 1 ; XI NKPI 2
ALOKASI WAKTU : 4 PERTEMUAN X 6 JP @45 menit

NAMA GURU : KURNIAWAN ADI WIBOWO


ALAMAT email : wwn_smkn1prg@yahoo.co.id
CONTACT PERSON : 085225847909

2 MODA DAN MODEL PEMBELAJARAN


MODEL PEMBELAJARAN : DISCOVERY LEARNING
DIRECT INSTRUCTION
METODE PEMBELAJARAN : CERAMAH
DISKUSI
TANYA JAWAB
PENUGASAN
DEMONSTRASI (TAMPIL MENGERJAKAN SOAL)
PRESENTASI
SUMBER BELAJAR : BUKU NKPI KELAS XI
PENERBIT
PENGARANG
TAHUN
MODUL AJAR ELEMEN C
ARTIKEL INTERNET
ALAT DAN MEDIA : LCD
PEMBELAJARAN
VIDEO/ YOUTUBE
ANIMASI
SIMULATOR KAPAL
HP ANDROID
BAHAN : LEMBAR KERJA
PEMBELAJARAN/PRAKTIK
3 ASESMEN/ PENILAIAN
ASESMEN KOGNITIF : TES TERTULIS BERBASIS ONLINE
TES TERTULIS BERBASIS KERTAS
TES WAWANCARA
ASESMEN KETRAMPILAN : TES PRAKTIK
KEMAMPUAN MENDEMOSNTRASIKAN
PORTOPHOLIO HASIL PRODUK
PORTOPHOLIO SERTIFIKASI KOMPETENSI
ASESMEN SIKAP (SOFT : Pengamatan sikap dalam proses pembelajaran
SKILL dan HARD SKILL) Pengamatan sikap dalam proses mencari informasi
Pengamatan sikap dalam interaksi dengan siswa yang
lain
Pengamatan dalam menerapkan SOP praktik
4 TUJUAN PEMBELAJARAN
Kemampuan akhir fase 3 : Peserta didik mampu mengoperasikan Global Position System
(GPS)
3.1. siswa dapat memahami prinsip kerja GPS
3.2.Siswa dapat menjelaskan fungsi GPS
3.3. Siswa dapat menjelaskan gangguan GPS
3.4. Siswa dapat memasukkan titik fishing ground di GPS
3.5. Siswa dapat membuat rute pelayaran
3.6. Siswa dapat merencanakan pelayaran dari data di GPS

5 INTEGRASI NILAI-NILAI LUHUR PROFIL PELAJAR PANCASILA


- Mampu berinteraksi dengan akhlak yang baik kepada Guru, teman dan lingkungan dalam
proses belajar
- Dapat mengenal dan menghargai budaya yang berbeda antara masing-masing dalam
proses belajar mengajar dan pergaulan di lingkungan sekolah
- Memiliki kepedulian yang tinggi dan berbagi dengan sesama teman yang membutuhkan
bantuan
- Dapat membiasakan, melatih, dan memproses informasi yang diperoleh dari kegiatan
belajar mengajar (bernalar kritis)
- Dapat membiasakan, melatih, dan merefleksikan pengalaman belajar yang diperoleh
(bernalar kritis)
- Dapat membiasakan, melatih, dan menganalisa permasalahan yang terkait dengan materi
sedang dipelajari, baik yang diberikan oleh Guru maupun yang dihadapi dalam kehidupan
sehari-hari (bernalar kritis)
6. PERTANYAAN PEMANTIK
Apakah di laut ada jalannya? Dengan luasnya laut mengapa kita masih sering melihat
adanya tubrukan di laut ?
7. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1 – 4
g. PENDAHULUAN
- Guru dan siswa memulai kegiatan pembelajaran dengan salam dan berdoa 30 menit
- Guru menanyakan keadaan siswa
- Guru menyiapkan alat, bahan, dan media pembelajaran yang diperlukan
- Guru menanyakan mengenai kemajuan belajar siswa
- Guru meminta siswa mengajukan pertanyaan jika terdapat kesulitan dalam
belajar matematika
- Guru memberikan tanggapan mengenai kesulitan belajar siswa
- Guru dan siswa menarik refleksi dari kegiatan pembelajaran pada pokok
bahasan pertemuan sebelumnya

- Guru menyampaikan rencana kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan


- Guru menyampaikan sasaran tujuan pembelajaran yang diinginkan
- Guru melakukan konfirmasi kepada siswa mengenai rencana kegiatan yang
akan dilakukan
- Guru dan siswa membahas manfaat yang diperoleh dari kegiatan
pembelajaran yang akan dilakukan

h. KEGIATAN INTI
Pertemuan 1
Stimulus 135 menit
- Siswa dibagi dalam 6 kelompok yang heterogen
- Kelompok tersebut diberikan lembar kerja
- Guru menginginkan siswa siswa dapat menemukan cara untuk
menyelesaikan permasalahan yang diberikan pada lembar kerja
- Dalam lembar kerja terdapat permasalahan “bagaimanan orang dahulu bisa
menentukan posisinya ditengah tengah laut?”
- Siswa diminta mencari buku diperpustakaan sebagi sumber literasi atas
masalah yang ada
- Siswa diminta diskusi dengan alokasi waktu yang ditentukan
- Guru memantau keaktifan kelompok dalam diskusi
- Guru memberikan bimbingan pada kelompok yang memerlukan
- Setelah selesai alokasi waktu diskusi, salah satu kelompok diminta untuk
presentasi

- Guru menanyakan kepada siswa apakah permasalahan yang diberikan


dapat menemukan strategi penyelesaiannya
- Guru menjelaskan mengenai solusi penyelesaian masalah tersebut
- Guru mengaitkan permasalahan tersebut dengan

- Guru menjelaskan pengertian sejarah sextant


- Guru menjelaskan bagaimana sextant bekerja
- Guru menjelaskan pentingnya radar dalam kapal

- Guru mendemonstrasikan cara penggunaan sextant

Refleksi kegiatan pembelajaran pertemuan 1: 15 menit


- Kendala apa sajakah yang ditemui saat diskusi ?
- Apakah ada kendala ketika melakukan riset data yang diperlukan ?
- Guru memberikan apresiasi kepada kelompok atau individu yang aktif dalam
diskusi dan demonstrasi penyelesaian masalah
- Guru dan siswa menarik kesimpulan bagaimana sextant bekerja

- Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran pertemuan 1


KEGIATAN INTI
Pertemuan 2
- Guru melakukan kuis atas materi sebelumnya
- Guru menjelaskan kepada siswa materi tentang GPS
- Guru membagi siswa menjadi 6 kelompok
- Setiap kelompok bertugas mencari literasi tentang bagaimana GPS bekerja
- Siswa melakukan diskusi tentang bagaimana GPS bekerja
- Guru membimbing jalannya diskusi tersebut
- Siswa menyampaikan hasil diskusi di depan kelas

Refleksi kegiatan pembelajaran pertemuan 2:


- Kendala apa sajakah yang ditemui saat diskusi?
- Apakah ada kendala ketika melakukan diskusi ?
- Guru memberikan apresiasi kepada kelompok atau individu yang aktif dalam
demonstrasi
- Guru dan siswa menarik kesimpulan bagaimana cara GPS bekerja
- Guru dan siswa menarik kesimpulan apa fungsi GPS

Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran pertemuan 2

KEGIATAN INTI
Pertemuan 3
- Guru melakukan kuis atas materi sebelumnya
- Guru menjelaskan kepada siswa materi cara Pengoperasian GPS Furuno
GP 32
- Guru membagi siswa menjadi 6 kelompok
- Setiap kelompok bergiliran untuk mendengarkan demonstrasi cara
pengoperasian GPS Furuno GP 32 dengan memasukkan titik fishing ground
di GPS
- Guru menjelaskan cara pembacaan tampilan GPS Furuno GP 32
- Siswa mempraktekkan cara pengoperasian GPS Furuno GP 32

Refleksi kegiatan pembelajaran pertemuan 2:


- Kendala apa sajakah yang ditemui saat demonstrasi dan praktek?
- Apakah ada kendala ketika melakukan praktek GPS Furuno GP 32
- Guru memberikan apresiasi kepada kelompok atau individu yang aktif dalam
demonstrasi
- Guru dan siswa menarik kesimpulan cara pengoperasian GPS Furuno GP
32
- Guru dan siswa menarik kesimpulan cara mengatasi gangguan didalam
radar

Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran pertemuan 3

KEGIATAN INTI
Pertemuan 4
- Guru melakukan kuis atas materi sebelumnya
- Guru menjelaskan kepada siswa materi cara berbagai gangguan GPS
- Guru membagi siswa menjadi 6 kelompok
- Setiap kelompok bertugas mencari literasi penyebab gangguan GPS
- Siswa berdiskusi tentang penyeabab gangguan GPS dan akibatnya
terhadap GPS
- Guru membimbing jalannya diskusi
- Siswa menyampaikan hasil diskusi ke depan kelas

Refleksi kegiatan pembelajaran pertemuan 2:


- Kendala apa sajakah yang ditemui saat diskusi?
- Apakah ada kendala ketika melakukan diskusi ?
- Guru memberikan apresiasi kepada kelompok atau individu yang aktif dalam
diskusi
- Guru dan siswa menarik kesimpulan berbagai gangguan GPS
- Guru dan siswa menarik kesimpulan cara mengatasi gangguan GPS

Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran pertemuan 4

i. PENUTUP
- Dengan tanya jawab, guru dan siswa merefleksi kegiatan-kegiatan 30 menit
pembelajaran yang sudah dilakukan
- Guru memberikan apresiasi kepada kelompok terbaik dalam rangkaian
diskusi pertemuan 1 sampai 4
- Guru memberikan penekanan pada hal-hal yang penting pada setiap
pertemuan sesuai tujuan-tujuan pembelajaran pada fase 1
- Guru memberikan rancangan kegiatan penilaian pada akhir fase 1 pada
pertemuan yang akan dating
.8. ASESMEN
LEMBAR KERJA 1

Nomor Kelompok Diskusi/Kerja : ……………………………


Mata Pelajaran : Nautika Kapal Penangkap Ikan
Materi Pembelajaran : Radar
Kelas : XI NKPI
Nama Kelompok Diskusi/Kerja : ……………………………
Anggota Kelompok : 1. …………………………………………..
2. …………………………………………..
3. …………………………………………..
4. …………………………………………..
5. …………………………………………..

TOPIK DISKUSI : Prinsip Kerja Radar dan Pentingnya Radar di Kapal

Permasalahan yang harus ditemukan penyelesaiannya :


1. bagaimana cara orang terdahulu menentukan posisinya ditengah laut
2. apa yang kalian ketahui dari gambar dibawah

Langkah Kerja :
7. Mengumpulkan infomasi/ literasi
Sumber Data : ………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
Uraian hasil pencarian/ riset data :
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
8. Pengolahan Data dan Pembahasan (associating)
Berdasarkan hasil riset data maka uraian langkah kerja penyelesaian masalah di atas
adalah sebagai berikut :
a. ……………………………………………………………………………………………………..
b. ……………………………………………………………………………………………………..
c. ……………………………………………………………………………………………………..
d. ……………………………………………………………………………………………………..
e. ……………………………………………………………………………………………………..
f. ……………………………………………………………………………………………………..
g. ……………………………………………………………………………………………………..

9. Simpulan (generalisasi)
a. ……………………………………………………………………………………………………..
b. ……………………………………………………………………………………………………..
c. ……………………………………………………………………………………………………..

Evaluasi Pelaksanaan dan Hasil Diskusi


……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
Puring, 23 Juni 2022
Guru Mata Pelajaran Perwakilan Kelompok 1

……………………………. ……………………………
NIP. NIS.

LEMBAR KERJA 2, dst

ASESMEN FASE AKHIR 1:


ATP Soal
A1 1. Jelaskan menurut anda bagaimana GPS bekerja?
2. Jika melihat tampilan / display GPS Furuno GP 32 , data apa saja yang bisa kalian
peroleh

A2 3. Perhatikan gambar berikut dengan seksama


Pindahkan data di atas di GPS Furuno GP 32
A3 Dan seterusnya
ASESMEN KETRAMPILAN
Uji kompetensi pengoperasian radar
1. memasukkan way point titik fishing ground
2. membuat rute pelayaran di GPS
PROGRAM REMIDIAL DAN PENGAYAAN
Remidial
1. Remidial dilakukan dengan mengerjakan soal kembali yang telah diberikan
2. Remidial ketrampilan dilakukan dengan mengulangi uji kompensi yang belum
lulus.
Pengayaan :
Siswa yang telah kompeten dapat diberikan soal dan kompentesi yang lebih tinggi utk
diselesaikan

9. MATERI PEMBELAJARAN
Apa itu GPS?
Global Positioning System (GPS) adalah sistem navigasi berbasis satelit yang terdiri dari
setidaknya 24 satelit. GPS berfungsi dalam segala kondisi cuaca, di mana pun di dunia, 24 jam
sehari, tanpa biaya berlangganan atau biaya penyiapan. Departemen Pertahanan AS (USDOD)
awalnya menempatkan satelit ke orbit untuk penggunaan militer, tetapi mereka dibuat tersedia
untuk digunakan sipil pada 1980-an.

Cara kerja GPS


Satelit GPS mengelilingi Bumi dua kali sehari dalam orbit yang tepat. Setiap satelit
mengirimkan sinyal unik dan parameter orbital yang memungkinkan perangkat GPS untuk
memecahkan kode dan menghitung lokasi tepat dari satelit. Penerima GPS menggunakan
informasi dan trilaterasi ini untuk menghitung lokasi pasti pengguna. Pada dasarnya, penerima
GPS mengukur jarak ke masing-masing satelit dengan jumlah waktu yang diperlukan untuk
menerima sinyal yang dikirimkan. Dengan pengukuran jarak dari beberapa satelit lagi,
penerima dapat menentukan posisi pengguna dan menampilkannya secara elektronik untuk
mengukur rute lari Anda, memetakan lapangan golf, menemukan jalan pulang atau
petualangan di mana saja.
Untuk menghitung posisi 2-D Anda (garis lintang dan garis bujur) dan gerakan lintasan,
penerima GPS harus dikunci pada sinyal minimal 3 satelit. Dengan 4 atau lebih satelit dalam
pandangan, penerima dapat menentukan posisi 3-D Anda (garis lintang, garis bujur dan
ketinggian). Umumnya, penerima GPS akan melacak 8 atau lebih satelit, tetapi itu tergantung
pada waktu dan di mana Anda berada di bumi. Beberapa perangkat dapat melakukan semua
itu dari pergelangan tangan Anda.

Setelah posisi Anda ditentukan, unit GPS dapat menghitung informasi lain, seperti:

 Kecepatan Arah
 Jalur
 Jarak Perjalanan
 Jarak ke tujuan
 Matahari Terbit & Matahari Terbenam
 dan lebih lagi

Sistem GPS Lainnya

Ada sistem lain yang serupa dengan GPS di dunia, yang semuanya diklasifikasikan sebagai
Sistem Satelit Navigasi Global (GNSS). GLONASS adalah sistem konstelasi satelit yang
dibangun oleh Rusia. Badan Antariksa Eropa menciptakan Galileo, sementara Cina
menciptakan BeiDou. Kebanyakan penerima Garmin melacak GLONASS dan GPS, dan
beberapa bahkan melacak BeiDou. Anda dapat mengharapkan solusi yang lebih andal ketika
Anda melacak lebih banyak satelit. Anda bisa melacak hampir 20 dengan produk Garmin yang
lebih baru.

Sistem Satelit GPS

31 satelit yang saat ini membentuk segmen ruang GPS mengorbit bumi sekitar 12.000 mil di
atas kita. Satelit-satelit ini terus bergerak, membuat dua orbit lengkap dalam waktu kurang dari
24 jam. Mereka melakukan perjalanan dengan kecepatan kira-kira 7.000 mil per jam. Penguat
roket kecil menjaga setiap satelit terbang di jalur yang benar.

Berikut adalah beberapa fakta menarik lainnya tentang satelit GPS:

 Nama USDOD resmi untuk GPS adalah NAVSTAR


 Satelit GPS pertama diluncurkan pada tahun 1978.
 Konstelasi penuh 24 satelit dicapai pada tahun 1994.
 Setiap satelit dibangun untuk bertahan sekitar 10 tahun. Penggantian terus-menerus dibangun
dan diluncurkan ke orbit.
 Sebuah satelit GPS beratnya sekitar 2.000 pon dan sekitar 17 kaki di seluruh dengan panel
surya diperpanjang.
 Satelit GPS didukung oleh energi matahari, tetapi mereka memiliki baterai cadangan onboard,
dalam kasus gerhana matahari.
 Daya pemancar hanya 50 Watt atau kurang.

Sumber Kesalahan Sinyal GPS

Faktor-faktor yang dapat memengaruhi sinyal dan akurasi GPS meliputi hal-hal berikut:

 Penundaan ionosfer dan troposfer: Sinyal satelit lambat saat melewati atmosfer. Sistem GPS
menggunakan model built-in untuk sebagian benar untuk jenis kesalahan ini.
 Signal multipath: Sinyal GPS dapat memantulkan objek seperti gedung tinggi atau permukaan
batu besar sebelum mencapai penerima, yang akan meningkatkan waktu perjalanan sinyal dan
menyebabkan kesalahan.
 Kesalahan clock receiver: Jam built-in receiver mungkin memiliki sedikit kesalahan pengaturan
waktu karena kurang akurat dibandingkan jam atom pada satelit GPS.
 Kesalahan orbital: Lokasi yang dilaporkan satelit mungkin tidak akurat.
 Jumlah satelit yang terlihat: Semakin banyak satelit, penerima GPS dapat "melihat", semakin
baik akurasinya. Ketika sinyal diblokir, Anda mungkin mendapatkan kesalahan posisi atau
mungkin tidak ada posisi membaca sama sekali. Unit GPS biasanya tidak akan bekerja di bawah
air atau di bawah tanah, tetapi penerima sensitivitas tinggi baru dapat melacak beberapa sinyal
ketika berada di dalam gedung atau di bawah penutup pohon.
 Geometri satelit / bayangan: Sinyal satelit lebih efektif ketika satelit berada pada sudut lebar
relatif satu sama lain, bukan dalam garis atau pengelompokan yang ketat.
 Ketersediaan selektif: Departemen Pertahanan AS sekali menerapkan Selective Availability
(SA) untuk satelit, membuat sinyal kurang akurat untuk menjaga 'musuh' dari menggunakan
sinyal GPS yang sangat akurat. Pemerintah mematikan SA pada Mei 2000, yang meningkatkan
akurasi penerima GPS sipil.
10. VERIFIKASI MODUL AJAR
Puring, 23 Juni 2022
Verifikator 1 Penyusun Modul
Ketua Program Keahlian Guru Mata Pelajaran

ARDHYA WIRATOMO SAPUTRO KURNIAWAN ADI WIBOWO, S.Kel


NIP. NIP.19820629 200604 1 009
Mengesahkan Verifikator 2
Kepala Sekolah Waka 1 Bidang Kurikulum dan Pengajaran

Umi Rokhayatun, S.Pd., M.Si., Ak., CA. Mudiharso, S.Pd.


NIP. 19710509 199903 2 006 NIP. 9760528 200903 1 003
MODUL AJAR
1 IDENTITAS MODUL AJAR
NAMA SEKOLAH : SMK NEGERI 1 PURING
BIDANG KEAHLIAN : KEMARITIMAN
PROGRAM KEAHLIAN : NAUTIKA KAPAL PENANGKAP IKAN
KONSENTRASI KEAHLIAN : NAUTIKA KAPAL PENANGKAP IKAN

NAMA MATA PELAJARAN : NAUTIKA KAPAL PENANGKAP IKAN


NAMA ELEMEN CP : NAVIGASI RADAR ELEKTRONIK
FASE CP : F (KELAS XI)
KELAS YANG DIAMPU : XI NKPI 1 ; XI NKPI 2
ALOKASI WAKTU : 4 PERTEMUAN X 6 JP @45 menit

NAMA GURU : KURNIAWAN ADI WIBOWO


ALAMAT email : wwn_smkn1prg@yahoo.co.id
CONTACT PERSON : 085225847909

2 MODA DAN MODEL PEMBELAJARAN


MODEL PEMBELAJARAN : DISCOVERY LEARNING
DIRECT INSTRUCTION
METODE PEMBELAJARAN : CERAMAH
DISKUSI
TANYA JAWAB
PENUGASAN
DEMONSTRASI (TAMPIL MENGERJAKAN SOAL)
PRESENTASI
SUMBER BELAJAR : BUKU NKPI KELAS XI
PENERBIT
PENGARANG
TAHUN
MODUL AJAR ELEMEN C
ARTIKEL INTERNET
ALAT DAN MEDIA : LCD
PEMBELAJARAN
VIDEO/ YOUTUBE
ANIMASI
SIMULATOR KAPAL
HP ANDROID
BAHAN : LEMBAR KERJA
PEMBELAJARAN/PRAKTIK
3 ASESMEN/ PENILAIAN
ASESMEN KOGNITIF : TES TERTULIS BERBASIS ONLINE
TES TERTULIS BERBASIS KERTAS
TES WAWANCARA
ASESMEN KETRAMPILAN : TES PRAKTIK
KEMAMPUAN MENDEMOSNTRASIKAN
PORTOPHOLIO HASIL PRODUK
PORTOPHOLIO SERTIFIKASI KOMPETENSI
ASESMEN SIKAP (SOFT : Pengamatan sikap dalam proses pembelajaran
SKILL dan HARD SKILL) Pengamatan sikap dalam proses mencari informasi
Pengamatan sikap dalam interaksi dengan siswa
yang lain
Pengamatan dalam menerapkan SOP praktik
4 TUJUAN PEMBELAJARAN
Kemampuan akhir fase 4 : Peserta didik mampu mengoperasikan fish finder
4.1. Siswa dapat memahami prinsip kerja fishfinder
4.2. Siswa dapat menjelaskan fungsi fishfinder
4.3. Siswa dapat menganalisis spectrum warna pada tampilan fish finder
4.4. Siswa dapat menganalisis bentuk 2 dimensi pada tampilan fish finder
4.5. Siswa dapat menganalisis potensi ikan dari tampilan fishfinder
4.6. Siswa dapat menerapkan hasil pembacaan fish finder untuk menentukan area fishing
ground
5 INTEGRASI NILAI-NILAI LUHUR PROFIL PELAJAR PANCASILA
- Mampu berinteraksi dengan akhlak yang baik kepada Guru, teman dan lingkungan dalam
proses belajar
- Dapat mengenal dan menghargai budaya yang berbeda antara masing-masing dalam
proses belajar mengajar dan pergaulan di lingkungan sekolah
- Memiliki kepedulian yang tinggi dan berbagi dengan sesama teman yang membutuhkan
bantuan
- Dapat membiasakan, melatih, dan memproses informasi yang diperoleh dari kegiatan
belajar mengajar (bernalar kritis)
- Dapat membiasakan, melatih, dan merefleksikan pengalaman belajar yang diperoleh
(bernalar kritis)
- Dapat membiasakan, melatih, dan menganalisa permasalahan yang terkait dengan materi
sedang dipelajari, baik yang diberikan oleh Guru maupun yang dihadapi dalam kehidupan
sehari-hari (bernalar kritis)
6. PERTANYAAN PEMANTIK
Pernahkah terbesit dibenak kalian bagaimana cara mengetahui tempat mana yang
ikannya berlimpah, shg hasil tangkapan kita bisa berlimpah
7. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1 – 4
a. PENDAHULUAN
- Guru dan siswa memulai kegiatan pembelajaran dengan salam dan berdoa 30 menit
- Guru menanyakan keadaan siswa
- Guru menyiapkan alat, bahan, dan media pembelajaran yang diperlukan
- Guru menanyakan mengenai kemajuan belajar siswa
- Guru meminta siswa mengajukan pertanyaan jika terdapat kesulitan dalam
belajar matematika
- Guru memberikan tanggapan mengenai kesulitan belajar siswa
- Guru dan siswa menarik refleksi dari kegiatan pembelajaran pada pokok
bahasan pertemuan sebelumnya

- Guru menyampaikan rencana kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan


- Guru menyampaikan sasaran tujuan pembelajaran yang diinginkan
- Guru melakukan konfirmasi kepada siswa mengenai rencana kegiatan
yang akan dilakukan
- Guru dan siswa membahas manfaat yang diperoleh dari kegiatan
pembelajaran yang akan dilakukan

b. KEGIATAN INTI
Pertemuan 1
Stimulus 135 menit
- Siswa dibagi dalam 6 kelompok yang heterogen
- Kelompok tersebut diberikan lembar kerja
- Guru menginginkan siswa siswa dapat menemukan cara untuk
menyelesaikan permasalahan yang diberikan pada lembar kerja
- Dalam lembar kerja terdapat permasalahan “bagaimana cara kita
mengetahui ikan yang berada di kapal kita?
- Siswa diminta mencari buku diperpustakaan sebagi sumber literasi atas
masalah yang ada
- Siswa diminta diskusi dengan alokasi waktu yang ditentukan
- Guru memantau keaktifan kelompok dalam diskusi
- Guru memberikan bimbingan pada kelompok yang memerlukan
- Setelah selesai alokasi waktu diskusi, salah satu kelompok diminta untuk
presentasi

- Guru menanyakan kepada siswa apakah permasalahan yang diberikan


dapat menemukan strategi penyelesaiannya
- Guru menjelaskan mengenai solusi penyelesaian masalah tersebut
- Guru mengaitkan permasalahan tersebut dengan

- Guru menjelaskan pengertian Radar


- Guru menjelaskan bagaimana radar bekerja
- Guru menjelaskan pentingnya radar dalam kapal

- Guru mendemonstrasikan animasi bagaimana radar bekerja

Refleksi kegiatan pembelajaran pertemuan 1: 15 menit


- Kendala apa sajakah yang ditemui saat diskusi ?
- Apakah ada kendala ketika melakukan riset data yang diperlukan ?
- Guru memberikan apresiasi kepada kelompok atau individu yang aktif
dalam diskusi dan demonstrasi penyelesaian masalah
- Guru dan siswa menarik kesimpulan penggunaan energy akustik untuk
dalam perikanan
- Guru dan siswa menarik kesimpulan prinsip kerja fish finder
- Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran pertemuan 1

KEGIATAN INTI
Pertemuan 2
- Guru melakukan kuis atas materi sebelumnya
- Guru menjelaskan kepada siswa materi cara pengoperasian fish finder
- Guru membagi siswa menjadi 6 kelompok
- Setiap kelompok bergiliran untuk mendengarkan demonstrasi cara
pengoperasian fish finder
- Guru menjelaskan cara pembacaan tampilan fish finder dari kedalaman,
spectrum warna di fish finder, gerombolan ikan
- Siswa mempraktekkan cara pengoperasian fish finder dan pembacaan fish
finder

Refleksi kegiatan pembelajaran pertemuan 2:


- Kendala apa sajakah yang ditemui saat demonstrasi fish finder?
- Apakah ada kendala ketika melakukan praktek fish finder ?
- Guru memberikan apresiasi kepada kelompok atau individu yang aktif
dalam demonstrasi
- Guru dan siswa menarik kesimpulan cara pengoperasian fish finder
- Guru dan siswa menarik kesimpulan cara mencari fish finder

Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran pertemuan 2

KEGIATAN INTI
Pertemuan 3

- Guru melakukan kuis atas materi sebelumnya


- Guru menjelaskan kepada siswa materi cara pembacaan fish finder
- Guru membagi siswa menjadi 6 kelompok
- Guru membagikan gambar tampilan fish finder pada masing masing
kelompok
- Setiap kelompok berdiskusi untuk menganalisis tampilan fish finder
tersebut
- Siswa mempresentasikan hasil diskusinya ke depan kelas

Refleksi kegiatan pembelajaran pertemuan 3:


- Kendala apa sajakah yang ditemui saat diskusi?
- Apakah ada kendala ketika melakukan diskusi ?
- Guru memberikan apresiasi kepada kelompok atau individu yang aktif
dalam demonstrasi
- Guru dan siswa menarik kesimpulan cara membaca tampilan fish finder

Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran pertemuan 3


KEGIATAN INTI
Pertemuan 4
- Guru melakukan kuis atas materi sebelumnya
- Guru menjelaskan kepada siswa tentang ciri ciri fishing ground
- Guru membagi siswa menjadi 6 kelompok
- Setiap kelompok diberi peta daerah perkiraan penangkapan ikan
- Guru memberi masalah kepada siswa bagaimana menentukan daerah
penangkapan ikan yang optimal dari peta tersebut
- Siswa mendiskusikan masalah bersama kelompoknya
- Guru membimbing jalannya diskusi
- Siswa mempresentasikan hasil diskusi ke depan kelas

Refleksi kegiatan pembelajaran pertemuan 2:


- Kendala apa sajakah yang ditemui saat diskusi?
- Apakah ada kendala ketika melakukan diskusi ?
- Guru memberikan apresiasi kepada kelompok atau individu yang aktif
dalam diskusi
- Guru dan siswa menarik kesimpulan cara penentuan daerah penangkapan
ikan yang optimal

Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran pertemuan 4

mene c. PENUTUP
- Dengan tanya jawab, guru dan siswa merefleksi kegiatan-kegiatan 30 menit
pembelajaran yang sudah dilakukan
- Guru memberikan apresiasi kepada kelompok terbaik dalam rangkaian
diskusi pertemuan 1 sampai 4
- Guru memberikan penekanan pada hal-hal yang penting pada setiap
pertemuan sesuai tujuan-tujuan pembelajaran pada fase 1
- Guru memberikan rancangan kegiatan penilaian pada akhir fase 1 pada
pertemuan yang akan dating
.8. ASESMEN
LEMBAR KERJA 1

Nomor Kelompok Diskusi/Kerja : ……………………………


Mata Pelajaran : Nautika Kapal Penangkap Ikan
Materi Pembelajaran : Radar
Kelas : XI NKPI
Nama Kelompok Diskusi/Kerja : ……………………………
Anggota Kelompok : 1. …………………………………………..
2. …………………………………………..
3. …………………………………………..
4. …………………………………………..
5. …………………………………………..

TOPIK DISKUSI : penggunaan metode akustik dalam perikanan

Permasalahan yang harus ditemukan penyelesaiannya :


1. Bagaimanakah fish finder bekerja ?

Ilustrasi Permasalahan
Langkah Kerja :
1. Mengumpulkan infomasi/ literasi
Sumber Data : ………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
Uraian hasil pencarian/ riset data :
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
2. Pengolahan Data dan Pembahasan (associating)
Berdasarkan hasil riset data maka uraian langkah kerja penyelesaian masalah di atas
adalah sebagai berikut :
a. ……………………………………………………………………………………………………..
b. ……………………………………………………………………………………………………..
c. ……………………………………………………………………………………………………..
d. ……………………………………………………………………………………………………..
e. ……………………………………………………………………………………………………..
f. ……………………………………………………………………………………………………..
g. ……………………………………………………………………………………………………..

3. Simpulan (generalisasi)
a. ……………………………………………………………………………………………………..
b. ……………………………………………………………………………………………………..
c. ……………………………………………………………………………………………………..

Evaluasi Pelaksanaan dan Hasil Diskusi


……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
Puring, 23 Juni 2022
Guru Mata Pelajaran Perwakilan Kelompok 1

……………………………. ……………………………
NIP. NIS.

LEMBAR KERJA 2, dst

ASESMEN FASE AKHIR 1:


ATP Soal
A1 1. Jelaskan menurut anda bagaimana fish finder bekerja?
2. Menurut anda bagaimana fish finder sangat berguna dalam perikanan tangkap

A2 3. Perhatikan gambar berikut dengan seksama


Analisis maksud dari tampilan fish finder diatas
A3 Dan seterusnya
ASESMEN KETRAMPILAN
Uji kompetensi pengoperasian fish finder
1. mengoperasikan fish finder
2. membaca kedalaman
3. membaca tampilan fish finder
REMIDIAL DAN PENGAYAAN
Remidial dilakukan bagi siswa yang mendapatkan nilai dibawah KKM untuk ujian
tulis/lisan atau blm kompeten dalam uji praktik
Remedial dilakukan dengan melakukan ujian ulang utk uji tulis/lisan dan
mengulang praktik hingga kompeten
Pengayaan dilakukan bagi siswa yang sudah kompeten dengan mempelajari
pembacaan tampilan fish finder lebih lanjut
9. MATERI PEMBELAJARAN
Menggunakan Fish Finder

Oke sob...kita lanjutkan pertemuan 1 ini membahas balik tentang fish finder pada pertemuan2
sebelumnya. nah.. Fish finder ini akan mendeteksi gerombolan ikan dan menampilkan berbagai
informasi hal hal yang berada dibawah air sob... seperti kedalaman air, distribusi gerombolan
ikan, dan kondisi dasar laut pun ketika kalian berenang dibawah fish finder akan terdeteksi
lho...

Nah...Fish Finder ini bekerja dengan mengirimkan gelombang ultrasonik ke laut dan menerima
pantulannya. Bagian dari gelombang sonik atau ultrasonik,
yang telah ditransmisikan, dipantulkan kembali ke sumbernya ketika mengenai suatu objek
(misalnya gerombolan ikan atau dasar laut).
Setiap gelambang ultrasonik yang dipantulkan memiliki karakteristik tersendiri sob...misal akan
jelas beda pantulan yang dihasilkan antara benda padat (misal besi, batu dll dan benda lunak
(seperti ikan , plankton dll).

Gelombang ultrasonik dari fish finder ditransmisikan langsung di bawah perahu. Jika mereka
menabrak gerombolan ikan, pantulan yang sangat lemah akan kembali ke tempat gelombang
ultrasonik awalnya ditransmisikan. Pantulan yang diterima diubah menjadi sinyal listrik dan
selanjutnya dikirim ke rangkaian penerima fish finder.
Kemudian Sirkuit penerima memperkuat sinyal yang lemah, dan unit prosesor memprosesnya
untuk menghasilkan gambar yang akan ditampilkan di layar. Hasilnya, gambar akan
ditampilkan pada LCD berwarna.
Refleksi yang lebih kuat ditampilkan dalam warna oranye atau merah, dan pantulan yang lebih
lemah ditampilkan dalam warna hijau atau biru di layar. Kumpulan ikan dengan kepadatan
tinggi atau bebatuan di dasar laut mengembalikan sinyal yang lebih kuat, sehingga akan
ditampilkan dalam warna kemerahan, sedangkan kumpulan ikan dengan kepadatan rendah
atau ikan kecil akan ditampilkan dalam warna kebiruan. Penyajian warna dapat dengan jelas
menggambarkan kondisi bawah laut.

Fish Finder ini terdiri dari dua bagian yakni : unit utama (dengan layar) dan transduser.
Unit utama harus ditempatkan di tempat yang dapat diakses dengan mudah di kabin atau ruang
kemudi, dll.
Sedangkan Transduser harus dipasang di bagian bawah kapal baik di lambung kanan atau di
lambung kiri kapal. Harap diingat bahwa kinerja fish finder sangat bergantung pada apakah
transduser dipasang dengan benar di dasar kapal. Transduser yang tidak dipasang dengan
benar dapat mengakibatkan kegagalan dalam menangkap gelombang pantul atau cacat serius
lainnya.

Pada gambar diatas Fish Finder mentransmisikan gelombang ultrasonik dari transduser yang
dipasang di bagian bawah kapal. Gelombang ultrasonik yang ditransmisikan maju lurus ke arah
dasar laut, namun ketika ada objek, yaitu gerombolan ikan atau batu, maka gelombang
tersebut akan dipantulkan. Sebagian dari gelombang tsb akan dipantulkan kembali ke kapal,
yang kemudian akan ditangkap oleh transduser. Dengan mengukur waktu yang berlalu antara
transmisi dan penerimaan ultrasound, kedalaman dan jarak gerombolan ikan akan dihitung.

Baik suara dan ultrasound, pada prinsipnya, adalah jenis gelombang. Mereka seperti riak-riak
di permukaan air yang Anda lihat ketika Anda menjatuhkan kerikil ke dalam air. Riak air
biasanya menyebar 360 derajat, karena karakteristiknya yang omni-directional.
Fish Finder menggunakan frekuensi tinggi dari ultrasound yang terfokus tajam, yang
ditransmisikan dengan tegangan tinggi untuk menentukan arah pergerakan gerombolan ikan.
Menemukan objek di udara berbeda dengan menemukan objek di bawah air. Untuk
menemukan objek di udara, kita dapat memanfaatkan cahaya, gelombang radio atau suara.
Namun, ketika menemukan objek di bawah air, cahaya dan gelombang radio dilemahkan
dengan cepat saat bergerak melalui air, itulah sebabnya ultrasound adalah pilihan paling tepat
untuk menemukan objek bawah air. Ultrasound memiliki tingkat toleransi yang tinggi terhadap
redaman bawah air.
Kecepatan rambat ultrasound di bawah air kira-kira 1.500 meter/detik, yang lima kali lebih cepat
dari kecepatan rambat ultrasound di udara (340 meter/detik). Kecepatan rambat ultrasound ini
digunakan untuk menghitung kedalaman di mana gerombolan ikan berada. Misalnya, jika
gema kembali dari sekolah ikan diamati satu detik setelah transmisi, dapat ditafsirkan bahwa
sekolah ikan terletak di kedalaman 750 meter di bawah perahu (USG yang ditransmisikan
mengenai objek bawah air dan kembali dalam satu kedua, ketika mempertimbangkan
kecepatan rambat ultrasound, yaitu 1500 meter/detik, Anda mendapatkan kedalaman di mana
sekolah ikan berada). Ini adalah prinsip dasar echo-sounding dari pencari ikan.

Sumber : https://www.furuno.com/special/en/fishfinder/topic3.html

Gelombang Ultrasonic dalam fish finder dipancarkan langsung di bawah transduser, yang
dipasang di bagian bawah kapal. Transduser memiliki karakteristik arah sendiri, yaitu
karakteristik sinar yang dipancarkan akan berpeengaruhi kemampuan deteksi di bawah air.
Karakteristik arah transduser sangat ditentukan oleh frekuensi ultrasound yang ditransmisikan
dan diterima oleh transduser, dan ini memengaruhi sudut dan area yang dapat dicari.

Frekuensi yang biasa digunakan oleh pencari ikan konvensional untuk perahu rekreasi adalah
50 kHz (frekuensi rendah) dan 200 kHz (frekuensi tinggi). Frekuensi yang lebih rendah memiliki
sudut dan area pencarian yang lebih luas. Umumnya, sudut pencarian sinar 50 kHz kira-kira
50 derajat dan sudut 200 kHz kira-kira 15 derajat. Area yang dapat dicari oleh kedua jenis sinar
diilustrasikan di bawah ini. Seperti yang Anda lihat, pancaran frekuensi yang lebih rendah
cocok untuk pencarian area luas pada satu contoh, dan pancaran frekuensi yang lebih tinggi
cocok untuk pencarian area sempit. Pemancing dapat memanfaatkan karakteristik ini untuk
menemukan sekolah ikan.

Nelayan komersial juga memanfaatkan karakteristik ini. Mereka melakukan pencarian dengan
frekuensi rendah (yaitu, 15 kHz) terlebih dahulu untuk menangkap lokasi umum kumpulan ikan
di sekitar kapal. Selanjutnya, mereka mempersempit area pencarian gerombolan ikan,
menggunakan sinar frekuensi tinggi (200 kHz), untuk mendeteksi lokasi gerombolan ikan yang
tepat dan mengoperasikan perahu tepat di atas gerombolan ikan yang ditargetkan.

Mari kita lihat informasi seperti apa yang ditampilkan di layar pencari ikan. Gambar di bawah
menunjukkan layar pencari ikan yang khas. Layar pencari ikan biasanya menampilkan
permukaan laut, dasar laut, dan kumpulan ikan di antaranya. Berdasarkan data yang diterima
oleh pencari ikan dan pengaturan pencari ikan, tampilan permukaan laut, dasar laut dan
gerombolan ikan akan bervariasi dalam bentuk, konsentrasi, rona dan distribusi.
Pertama-tama, di bagian paling atas grafik kita melihat penanda menit, garis kuning tipis. Garis
kuning ini dikombinasikan dengan garis kosong yang mengikutinya mewakili tepat satu menit.
Tepat di bawah penanda menit kami menemukan saluran transmisi. Saluran transmisi sesuai
secara kasar dengan permukaan laut, sehingga selanjutnya dapat dianggap sebagai
permukaan laut. Sebenarnya, ini menunjukkan posisi transduser yang mentransmisikan
gelombang pulsa ultrasonik yang dipasang di bagian bawah kapal. Ukuran saluran transmisi
bervariasi tergantung pada jenis transduser yang digunakan dan frekuensi transmisi
transduser. Jika garisnya tebal, ada risiko tumpang tindih gerombolan ikan di dekat permukaan
laut, sehingga sulit dibedakan.
Di bawah saluran transmisi adalah kolom air, di mana gerombolan ikan berenang di sekitar
dapat terlihat. Ketika kumpulan ikan terdeteksi oleh pencari ikan, mereka dapat ditampilkan
dalam berbagai cara; seperti awan yang menggumpal, formasi berbentuk gunung atau bulat,
atau sebagai titik sporadis. Salah satu fitur yang berguna dari pencari ikan adalah kemampuan
untuk membedakan antara tonjolan normal di dasar laut dan kumpulan ikan yang
dikelompokkan dekat dengan dasar laut. Dimungkinkan juga untuk menentukan lokasi tali
pancing yang tergantung dari perahu Anda sendiri, seperti yang ditunjukkan di sisi kiri ilustrasi.
Dekat dengan permukaan laut di sisi kanan ilustrasi, kita dapat melihat plankton dan seperti
apa gelembung udara (aerasi) dari baling-baling di layar pencari ikan.
Pencari ikan juga dapat menampilkan jarak ke dasar laut, skala jangkauan, frekuensi
gelombang pulsa ultrasonik, mode A-scope dan banyak lagi. Tergantung pada jenis pencari
ikan, ada juga fungsi yang memungkinkan penentuan posisi GPS, menyediakan data bujur dan
lintang kapal sendiri di layar.

Biasanya ketika kita melihat ikan di layar fish finder , ikan tersebut membentuk gerombolan
ikan besar. Kelompok ikan ini menunjukkan banyak variasi saat ditampilkan. Bentuknya bisa
dikatakan menyerupai awan berbulu halus, awan petir yang menjulang tinggi dan formasi
buram yang tipis.
Pola seperti awan ini tergantung pada spesies ikan, perilaku dan cara gerombolan ikan
berenang di air. Cara individu ikan dan gerombolan ikan ditampilkan di layar sangat berbeda,
membuatnya mudah bahkan bagi nelayan pemula untuk melihat perbedaannya.
Misalnya, ikan sarden cenderung berkelompok bersama dalam kelompok ikan yang sangat
besar dan kompak. gerombolan ikan ini kemudian akan ditampilkan sesuai, besar dengan
intensitas warna yang menunjukkan konsentrasi. Ikan tenggiri berenang pada kedalaman yang
berbeda dibandingkan dengan ikan sarden, tetapi cara mereka membentuk gerombolan sangat
mirip. Spesies ikan yang membentuk gerombolan sangat bervariasi dalam hal bentuk dan
ukuran, tetapi elemen umumnya adalah tampilan fish finder menunjukkan gerombolan ikan
berupa lekukan yang menggembung.
Ikan yang berenang tunggal sangat mudah dikenali karena mereka memiliki bentuk bumerang
atau bulan sabit yang sangat berbeda. Saat mengamati ikan tunggal, orang dapat melihat
bahwa mereka bergerak tanpa tujuan di mana mereka mencari makanan yang mungkin
ditemukan.

https://www.sportfishingmag.com/answers-to-your-top-fish-finder-questions/
10. VERIFIKASI MODUL AJAR
Puring, 23 Juni 2022
Verifikator 1 Penyusun Modul
Ketua Program Keahlian Guru Mata Pelajaran

ARDHYA WIRATOMO SAPUTRO KURNIAWAN ADI WIBOWO, S.Kel


NIP. NIP.19820629 200604 1 009
Mengesahkan Verifikator 2
Kepala Sekolah Waka 1 Bidang Kurikulum dan
Pengajaran

Umi Rokhayatun, S.Pd., M.Si., Ak., CA. Mudiharso, S.Pd.


NIP. 19710509 199903 2 006 NIP. 9760528 200903 1 003
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. Alat-alat Navigasi. OFCF – Jakarta. Jakarta.

Anonim. Furuno Operators Manual of GPS Navigator. Model GP – 37 / GP - 32 . Furuno Electric


Co., Ltd. Nishinomiya. Japan. 2003.

Anonim. Furuno Operators Manual of Marine Radar. Model 1721 Mark-2. Nishinomiya Japan. 2002.

Anonim. Koden Operation Manual of Color LCD Fish Finder. Model CVS – 118. Koden Electronics
Co., Ltd. Japan.

Anonim. Furuno Operators of Color Video Sounder. Model FCV – 667. Furuno Eltric Co., LTD.
Nishinomiya. Japan. 1999.

Martopo, Arso. Capt. 1992. Navigasi Elektronik I. Balai Pendidikan dan Latihan Pelayaran.
Semarang.

Palumian, M.L. 1992. Intisari Alat-alat Navigasi. Yayasan Pendidikan Pelayaran “Djadajat” 1963.
Jakarta.

Tim BPLP Semarang. Ilmu Pelayaran Elektronik untuk Perwira Pelayaran Niaga. Balai Pendidikan
dan Latihan Pelayaran Semarang. Semarang.

Tim FIP – IKIP Semarang. Pesawat Navigasi. Fakultas Ilmu Pendidikan Institut Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Semarang. Semarang.

Tim Penyusun PIP. Peralatan Navigasi. Politeknik Ilmu Pelayaran. Semarang.


GLOSSARY
Antenna (scanner) adalah salah satu bagian penting Radar yang berfungsi untuk menghantarkan
proses pemancaran tenaga frekuensi radio (r-f) yang dikirim dari transmitter unit ke sekeliling kapal
secara horizontal dalam bentuk alur (beam) dan seterusnya menerima kembali gema radio yang
dipantulkan oleh sasaran untuk diteruskan ke receiver unit.

Briliance Control adalah kontrol yang berfungsi untuk mengatur kecerahan skrin radar.

Course-up stabilization adalah penampilan radar dimana haluan dikemudikan menunjukkan pada
angka 0 dari skala kursor layar radar bukan arah utara.

Diskriminasi baringan (Bearing discrimination) adalah kemampuan sebuah radar untuk


memisahkan sasaran yang terletak pada jarak yang sama dan satu sama lain berdekatan.

Diskriminasi jarak (Range discrimination) adalah kemampuan sebuah radar untuk membedakan
jarak pemisahan sasaran yang terletak pada baringan yang sama dan satu sama lain berdekatan.

Display unit adalah bagian dari Radar yang berfungsi untuk menampilkan data yang diterima oleh
receiver unit.

Gangguan Radar (Radar Jamming, Radar Interference) adalah gangguan yang terjadi apabila
ada kapal lain yang berdekatan menggunakan jalur radar yang sama. Gangguan ini akan
menimbulkan bintik-bintik cerah (bright dots) bertaburan diseluruh permukaan skrin radar.

Gelombang bumi (Ground wave) adalah gelombang radio yang dipancarkan bergerak sejajar
dengan permukaan bumi. Gelombang ini terbagi dua yaitu gelombang ruang (space wave) dan
gelombang permukaan (surface wave).

Gelombang langit (Sky wave) adalah gelombang radio yang bergerak ke langit pada sudut-sudut
tertentu. Gelombang ini ini terpancar dari permukaan bumi ke langit yang dibiaskan dan akhirnya
dipantulkan kembali ke bumi dengan frekuensi tertentu oleh lapisan gas terion (lapisan ionosfera)
yang terdapat disekeliling bumi.
Gain control adalah kontrol yang berfungsi untuk mengatur kecerahan target yang muncul di skrin
radar.

Gema Hujan adalah keadaan bintik-bintik halus yang tampil pada screen radar yang disebabkan oleh
adanya hujan di areal jangkauan radar yang dapat mengaburkan gema kapal, pulau dan target lain.

Global Positioning System (GPS) adalah system navigasi radio dan penentuan posisi
menggunakan satelit yang dapat digunakan dalam segala cuaca, didesain untuk memberikan posisi,
kecepatan yang teliti serta informasi waktu secara kontinyu diseluruh dunia.

Ionosfir adalah lapisan gas terion yang melindungi permukaan bumi yang jaraknya sekitar 100 km
atau lebih dari permukaan bumi.

Jarak maksimum (maximum range) adalah batas maksimum dimana sasaran dapat dideteksi yang
tergantung pada panjang gelombang, kekuatan pancaran, keinggian dan disain antenna, ukuran dan
jenis objek serta sensitifitas alat penerima.

Jarak minimum (minimum range) adalah jarak terdekat suatu sasaran yang dapat dideteksi oleh
radar dan dapat ditampilkan dalam skrin radar.

NAVSTAR GPS kependekan dari NAVigation Satellite and Ranging Global Positioning System
adalah nama formal untuk system GPS

North-up stabilization adalah penampilan Radar dimana arah utara selalu berada pada skala 0
sedangkan tanda haluan kapal berada pada haluan yang dikemudikanRadar singkatan dari Radio
Detection and Ranging adalah peralatan navigasi elektronik yang pada dasarnya berfungsi untuk
mendeteksi dan mengukur jarak suatu obyek di sekeliling kapal seperti kapal lain, pelampung,
kedudukan pantai dan obyek lainnya.

Penekanan Gema Laut (Suppression of Sea-echoes) adalah gangguan yang disebabkan oleh
rekaman gema laut dari ombak yang kuat walaupun gemanya lebih lemah dari gema kapal atau
sasaran lain. Gema ini biasa disebut sea return atau sea clutter)

Pulse repetition rate (PRR) adalah jumlah pulsa yang dipancarkan perdeti

Radar (Radio Detection and Rangin)g adalah peralatan navigasi elektronik yang pada dasarnya
berfungsi untuk mendeteksi dan mengukur jarak suatu obyek di sekeliling kapal seperti kapal lain,
pelampung, kedudukan pantai dan obyek lainnya.

Relatif Motion Radar adalah penampilan target kapal di PPI dimana kapal kita (own ship) berada
pada pusat layar Radar sedangkan gambar-gambar objek benda disekitarnya tampak bergerak pada
saat kapal memiliki laju.

Ship head up adalah pergerakan kapal relative motion dimana penanda haluan kapal (heading
marker) mengarah pada angka 0 mawar pedoman Radar dan kapal kita (own ship) berada ditengah-
tengah layar Radar sehingga baringan terhadap objek lain terhadap haluan dan pergerakannya kapal
lain terhadap kapal kita bersifat relative.

Sistem pelayaran satelit “ Navy Navigation Satelite System “ (NNSS), SATNAV atau TRANSIT adalah
sistem pelayaran dengan menggunakan satelit.

Tranceiver adalah gabungan dari unit pemancar (transmitter) dan penerima (receiver) Radar yang
berfungsi untuk memancarkan gelombang radio pada unit transmitter dan menerima kembali gema
radio pada unit receiver.

True Motion Radar adalah penampilan target di PPI dimana spot kapal kita (own ship) tidak berada
pada pusat layar Radar melainkan bergerak sesuai dengan arah pergerakan kapal, sedangkan
gambar objek disekitar kapal tidak bergerak.

Common questions

Didukung oleh AI

Educators integrate the values of Pancasila into maritime education by fostering mutual respect, good moral interactions, and critical thinking among students. The training encourages students to appreciate cultural differences, show empathy, and engage constructively with others during the navigation training. These values are upheld through group work, discussions, and practical exercises in radar navigation .

The discovery learning model in maritime education encourages students to engage in hands-on problem-solving, fosters critical thinking, and enhances their ability to learn independently. In skills such as radar operation and GPS usage, this model allows students to explore and understand the equipment's functionality deeply, leading to improved retention of techniques and greater readiness to handle real-life navigation challenges .

The process of reflection is incorporated through structured activities where students and teachers analyze and discuss the outcomes of learning sessions, noting challenges encountered and drawing lessons from them. This reflective practice helps students consolidate their understanding, identify learning gaps, and adapt their strategies for future tasks, thus enhancing overall comprehension and skill acquisition in maritime courses .

Educational assessments in the Nautika Kapal Penangkap Ikan program address theoretical knowledge through written online and paper-based tests, as well as interviews. Practical skills are assessed through demonstrations, product portfolios, and competency certifications. These assessments ensure students are proficient both in understanding theoretical concepts and applying practical skills crucial for maritime navigation .

During practical demonstrations of radar plotting, the instructor uses methods such as demonstrations, group discussions, and problem-solving tasks to deepen student understanding. Challenges often include encountering difficulties in data research required for plotting, as well as technical issues during the practical application of radar plotting .

The key learning objectives for students in the Nautika Kapal Penangkap Ikan program concerning electronic radar navigation include operating radar systems to prevent collisions, understanding potential collision scenarios using radar plotting, calculating CPA (Closest Point of Approach) and TCPA (Time to Closest Point of Approach), determining the course and speed of the target, and applying P2TL to take evasive actions to avoid collisions .

In a problem-solving session to determine a potential collision between two ships, the group can follow these steps: collect relevant radar data including bearings and distances at different times, calculate changes in these parameters over time, assess CPA (Closest Point of Approach) and TCPA (Time to CPA) to evaluate collision risk, and determine necessary adjustments in course or speed to avoid collision .

The Nautika Kapal Penangkap Ikan program emphasizes discovery learning, direct instruction, and methods like lectures, discussions, question-and-answer sessions, assignments, and demonstrations. These approaches ensure students actively engage with the material, develop problem-solving skills, and apply learned concepts practically, thereby enhancing effective understanding and retention of maritime navigation skills .

To reduce shadow effects and improve target visibility on the radar screen, one can adjust the shadow factor by fine-tuning the running, gain, and range controls until the target is clearly visible. Additionally, reducing the sensitivity can help eliminate the shadow of the target on the radar screen .

GPS technology is integrated into the nautical training curriculum through practical exercises on the operation of GPS devices. By the end of the phase, students are expected to understand GPS principles, explain its functions and limitations, input fishing grounds into the system, create and plan routes, and navigate effectively using GPS data. These competencies ensure students can utilize modern navigation tools in their maritime operations .

Anda mungkin juga menyukai