Navigasi Radar Elektronik
Navigasi Radar Elektronik
Oleh :
KURNIAWAN ADI WIBOWO, S.Kel
Guru Mata Pelajaran
SMK NEGER 1 PURING
2022
MODUL AJAR
1 IDENTITAS MODUL AJAR
NAMA SEKOLAH : SMK NEGERI 1 PURING
BIDANG KEAHLIAN : KEMARITIMAN
PROGRAM KEAHLIAN : NAUTIKA KAPAL PENANGKAP IKAN
KONSENTRASI KEAHLIAN : NAUTIKA KAPAL PENANGKAP IKAN
Kemampuan akhir fase 3 : Peserta didik mampu mengoperasikan Global Position System
(GPS)
3.1. siswa dapat memahami prinsip kerja GPS
3.2.Siswa dapat menjelaskan fungsi GPS
3.3. Siswa dapat menjelaskan gangguan GPS
3.4. Siswa dapat memasukkan titik fishing ground di GPS
3.5. Siswa dapat membuat rute pelayaran
3.6. Siswa dapat merencanakan pelayaran dari data di GPS
KEGIATAN INTI
Pertemuan 4
- Guru melakukan kuis atas materi sebelumnya
- Guru menjelaskan kepada siswa materi cara berbagai gangguan radar dan
cara mengatasinya
- Guru membagi siswa menjadi 6 kelompok
- Setiap kelompok bergiliran untuk mendengarkan demonstrasi cara
pengoperasian radar untuk mengatasi gangguan
- Guru menjelaskan tampilan radar dengan mengubah settingan gain, anti
clutter rain, anti clutter sea
- Siswa mempraktekkan cara pengoperasian tombol gain, anti clutter rain,
anti clutter sea dan pengaruhnya terhadap tampilan radar
c. PENUTUP
- Dengan tanya jawab, guru dan siswa merefleksi kegiatan-kegiatan 30 menit
pembelajaran yang sudah dilakukan
- Guru memberikan apresiasi kepada kelompok terbaik dalam rangkaian
diskusi pertemuan 1 sampai 4
- Guru memberikan penekanan pada hal-hal yang penting pada setiap
pertemuan sesuai tujuan-tujuan pembelajaran pada fase 1
- Guru memberikan rancangan kegiatan penilaian pada akhir fase 1 pada
pertemuan yang akan dating
.8. ASESMEN
LEMBAR KERJA 1
Ilustrasi Permasalahan
Langkah Kerja :
1. Mengumpulkan infomasi/ literasi
Sumber Data : ………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
Uraian hasil pencarian/ riset data :
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
2. Pengolahan Data dan Pembahasan (associating)
Berdasarkan hasil riset data maka uraian langkah kerja penyelesaian masalah di atas
adalah sebagai berikut :
a. ……………………………………………………………………………………………………..
b. ……………………………………………………………………………………………………..
c. ……………………………………………………………………………………………………..
d. ……………………………………………………………………………………………………..
e. ……………………………………………………………………………………………………..
f. ……………………………………………………………………………………………………..
g. ……………………………………………………………………………………………………..
3. Simpulan (generalisasi)
a. ……………………………………………………………………………………………………..
b. ……………………………………………………………………………………………………..
c. ……………………………………………………………………………………………………..
……………………………. ……………………………
NIP. NIS.
Fungsi RADAR
1. DETECTION : Mendeteksi yakni mendeteksi keberadaan “objek” yang berada
disekitar kapal/pesawat kita.
2. RANGING : Mengukur yakni Mengukur jarak “objek” yang berada disekitar
kapal/pesawat kita
Radar di atas kapal dibagi menjadi dua, yaitu X band dan S band.
1. X band disebut juga sebagai short wave /gelombang pendek .adalah radar yang
memiliki antena pendek dengan rentang frekuensi 8.0 – 12.0 GHz dan panjang
gelombang 2.5 – 3.75 cm.
2. S band disebut juga long wave / gelombang panjang antenanya lebih panjang, rentang
frekuensinya 2 – 4 GHz dan panjang gelombang 7.5 – 15 cm.
- Karena ukuran dan frekuensi radar S band / long wave lebih besar maka produksi
gelombang radio dengan kekuatan penetrasi juga lebih besar. Radar jenis ini mampu
menjangkau jarak yang lebih jauh. Dengan demikian radar S band dapat digunakan untuk
observasi objek ataupun cuaca dengan jarak yang jauh.
- Sebaliknya, X band /short wave yang memiliki antena pendek, lebih sensitif dan cocok untuk
mendeteksi objek yang kecil. Objek yang di tampilkan di layar radar juga lebih detail, hal ini
cocok apabila di gunakan area pelayaran yang ramai /saling berdekatan
cara mengatasinya gangguan false echoes : dengan menyetel pada tombol tunning dan gain
sampai gangguan itu hilang
b. rain clutter adalah gangguan yang di sebabkan oleh adanya benda-benda dari pantulan air
hujan . cara mengatasi rain clutter : aktifkan tombol rain clutter sampai gangguan itu hilang
3. radar interreference
gangguan yang di sebabkan adanya dua target, dengan jarak dan baringan yang sama di dalam
layar radar akan nampak bayangan dan hanya nampak satu target saja cara mengatasi
gangguan radar interreference stel tombol running dan gain, hingga bayangan itu hilang
4. shadow factor
tidak terdeteksinya suatu target yang di sebabkan tertutupnya target tersebut oleh target di luar
kapal yang lebih tinggi, target tersebut mempunyai jarak yang dekat dengan kapal yang sama.
hal ini juga menyebabkan adanya bayangan pada layar radar
cara mengatasinya shadow factor : atur tombol tombol running, gain dan range sampai target
dapat di lihat jelas dan kurangi sensitivitas hingga bayangan target pada layar radar hilang
Mudiharso, S.Pd.
Umi Rokhayatun, S.Pd., M.Si., Ak., CA. NIP. 9760528 200903 1 003
NIP. 19710509 199903 2 006
MODUL AJAR
1 IDENTITAS MODUL AJAR
NAMA SEKOLAH : SMK NEGERI 1 PURING
BIDANG KEAHLIAN : KEMARITIMAN
PROGRAM KEAHLIAN : NAUTIKA KAPAL PENANGKAP IKAN
KONSENTRASI KEAHLIAN : NAUTIKA KAPAL PENANGKAP IKAN
e. KEGIATAN INTI
Pertemuan 1
Stimulus 135 menit
- Siswa dibagi dalam 6 kelompok yang heterogen
- Kelompok tersebut diberikan lembar kerja
- Guru menginginkan siswa siswa dapat menemukan cara untuk
menyelesaikan permasalahan yang diberikan pada lembar kerja
- Dalam lembar kerja terdapat permasalahan “apakah kita bisa memprediksi
adanya potensi tubrukan kapal ? “
- Siswa diminta mencari buku diperpustakaan sebagi sumber literasi atas
masalah yang ada
- Siswa diminta diskusi dengan alokasi waktu yang ditentukan
- Guru memantau keaktifan kelompok dalam diskusi
- Guru memberikan bimbingan pada kelompok yang memerlukan
- Setelah selesai alokasi waktu diskusi, salah satu kelompok diminta untuk
presentasi
KEGIATAN INTI
Pertemuan 3
- Guru membagi siswa menjadi 6 kelompok diskusi
- Guru memberikan Lembar kerja siswa
- Guru memberikan sebuah permasalahan ada tidaknya potensi tubrukan
dari 2 kapal melalui sebuah soal
- Siswa menghitung potensi tubrukan yang mungkin terjadi
- Guru membimbing proses diskusi dan perhitungan
- Siswa mempresentasikan hasil perhitungannya dan analisis terhadapa
tindakan yang akan dilakukan
Refleksi kegiatan pembelajaran pertemuan 3:
- Kendala apa sajakah yang ditemui saat diskusi ?
- Apakah ada kendala ketika melakukan riset data yang diperlukan ?
- Guru memberikan apresiasi kepada kelompok atau individu yang aktif dalam
diskusi dan demonstrasi penyelesaian masalah
- Guru dan siswa menarik kesimpulan tentang hasil diskusi
KEGIATAN INTI
Pertemuan 4
- Guru melakukan kuis atas materi sebelumnya
- Guru menjelaskan kepada siswa materi cara mengetahui haluan, kecepatan
target, aspect ratio dan tindakan yang diperlukan
- Guru membagi siswa menjadi 6 kelompok
- Setiap kelompok ada seorang pemimpin yang sebelumnya sudah di training
/dilatih terlebih dahulu untuk memandu teman lainnya
- Guru menjelaskan tiap tahapan dalam mencari haluan, kecepatan target
dan aspek ratio
- Siswa mempraktekkan tahapan tahapan mencari haluan, kecepatan target
dan aspek ratio
f. PENUTUP
- Dengan tanya jawab, guru dan siswa merefleksi kegiatan-kegiatan 30 menit
pembelajaran yang sudah dilakukan
- Guru memberikan apresiasi kepada kelompok terbaik dalam rangkaian
diskusi pertemuan 1 sampai 4
- Guru memberikan penekanan pada hal-hal yang penting pada setiap
pertemuan sesuai tujuan-tujuan pembelajaran pada fase 1
- Guru memberikan rancangan kegiatan penilaian pada akhir fase 1 pada
pertemuan yang akan dating
.8. ASESMEN
LEMBAR KERJA 1
1. Sebuah kapal berlayar dengan haluan 3400 pada pukul 08.00 tampak sebuah kapal lain
berada pada baringan 200 , pada jarak 12 mil. Pada pukul 08.12 kapal tersebut dibaring
kembali dengan baringan 170 pada jarak 09 mil.
Pertanyaan :
Adakah potensi tubrukan antara kedua belah kapal tersebut ?
Metode apa yg akan kalian gunakan untuk memprediksi potensi tubrukan tersebut
Ilustrasi Permasalahan
Langkah Kerja :
4. Mengumpulkan infomasi/ literasi
Sumber Data : ………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
Uraian hasil pencarian/ riset data :
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
5. Pengolahan Data dan Pembahasan (associating)
Berdasarkan hasil riset data maka uraian langkah kerja penyelesaian masalah di atas
adalah sebagai berikut :
a. ……………………………………………………………………………………………………..
b. ……………………………………………………………………………………………………..
c. ……………………………………………………………………………………………………..
d. ……………………………………………………………………………………………………..
e. ……………………………………………………………………………………………………..
f. ……………………………………………………………………………………………………..
g. ……………………………………………………………………………………………………..
6. Simpulan (generalisasi)
a. ……………………………………………………………………………………………………..
b. ……………………………………………………………………………………………………..
c. ……………………………………………………………………………………………………..
……………………………. ……………………………
NIP. NIS.
A2
A3 Dan seterusnya
ASESMEN KETRAMPILAN
Uji kompetensi radar plotting
1. mencari CPA dan TCPA
2. mencari haluan dan kecepatan target
3. mencari aspek ratio dan tindakan yang diperlukan
9. MATERI PEMBELAJARAN
1. Fungsi plotting
Menurut Supriyono (2005), bagi seorang navigator, tujuan utama
melakukan plotting adalah untuk menentukan ada/tidaknya resiko tubrukan dengan kapal
lain. Oleh karena itu fungsi utama Radar-plotting adalah untuk mencegah sedini mungkin
resiko tubrukan di laut. Aturan-aturan dalam PIMTL 1972 yang erat kaitannya
dengan Radar-plotting terutama terdapat pada Bagian B (Mengemudikan dan Melayarkan
Kapal), antara lain:
- Seksi I:
Aturan 5 (Pengamatan keliling),
Aturan 6 (Kecepatan aman),
Aturan 7 (Menentukan resiko tubrukan), dan
Aturan 8 (Menghindari tubrukan).
- Seksi II:
Aturan 13 (Penyusulan),
Aturan 14 (Berhadap-hadapan),
Aturan 15 (Bersilangan),
Aturan 16 (Tindakan kapal yang menyimpang), dan
Aturan 17 (Tindakan kapal yang bertahan)
- Seksi III
Aturan 19 (Tindakan kapal-kapal dalam tampak terbatas)
Selain itu, radar-plotting juga dapat digunakan untuk memperkirakan arah dan kuat
arus di suatu perairan, serta dapat memberikan kontribusi pengambilan keputusan
Nakhoda dalam kaitannya dengan analisa arah dan kecepatan pergerakan relatif awan.
1. Jenis-jenis plotting
Radar plotting ada 2 macam yaitu:
1) True plotting (plotting sejati) atau juga disebut Geographical Radar plotting
Yaitu plotting dengan melukiskan seolah-olah kapal sendiri bergerak dari satu titik ke titik
lain di layar Radar. Ini akan lebih efektif apabila Radar memiliki fungsi ‘True Motion
Display’ (Tampilan Gerakan Sejati). Apabila tidak, maka plotting sebaiknya dilakukan
diatas kertas lembar kerja plotting (Plotting Sheet)
Dengan ‘true-plotting’ ini haluan dan kecepatan target dapat diketahui secara langsung.
Namun untuk menentukan ada dan tidaknya resiko tubrukan dan kapan waktu pendekatan
antara kapal sendiri dengan target, kurang dapat diperoleh informasi yang rinci seketika,
yaitu masih dengan menggunakan perkiraan. Plotting sejati ini lebih banyak
dikembangkan dalam navigasi angkatan laut (navy-plotting) yang bertujuan untuk
pengejaran (pursuit) atau memperkirakan sudut tembakan peluru kendali dan sejenisnya.
h. KEGIATAN INTI
Pertemuan 1
Stimulus 135 menit
- Siswa dibagi dalam 6 kelompok yang heterogen
- Kelompok tersebut diberikan lembar kerja
- Guru menginginkan siswa siswa dapat menemukan cara untuk
menyelesaikan permasalahan yang diberikan pada lembar kerja
- Dalam lembar kerja terdapat permasalahan “bagaimanan orang dahulu bisa
menentukan posisinya ditengah tengah laut?”
- Siswa diminta mencari buku diperpustakaan sebagi sumber literasi atas
masalah yang ada
- Siswa diminta diskusi dengan alokasi waktu yang ditentukan
- Guru memantau keaktifan kelompok dalam diskusi
- Guru memberikan bimbingan pada kelompok yang memerlukan
- Setelah selesai alokasi waktu diskusi, salah satu kelompok diminta untuk
presentasi
KEGIATAN INTI
Pertemuan 3
- Guru melakukan kuis atas materi sebelumnya
- Guru menjelaskan kepada siswa materi cara Pengoperasian GPS Furuno
GP 32
- Guru membagi siswa menjadi 6 kelompok
- Setiap kelompok bergiliran untuk mendengarkan demonstrasi cara
pengoperasian GPS Furuno GP 32 dengan memasukkan titik fishing ground
di GPS
- Guru menjelaskan cara pembacaan tampilan GPS Furuno GP 32
- Siswa mempraktekkan cara pengoperasian GPS Furuno GP 32
KEGIATAN INTI
Pertemuan 4
- Guru melakukan kuis atas materi sebelumnya
- Guru menjelaskan kepada siswa materi cara berbagai gangguan GPS
- Guru membagi siswa menjadi 6 kelompok
- Setiap kelompok bertugas mencari literasi penyebab gangguan GPS
- Siswa berdiskusi tentang penyeabab gangguan GPS dan akibatnya
terhadap GPS
- Guru membimbing jalannya diskusi
- Siswa menyampaikan hasil diskusi ke depan kelas
i. PENUTUP
- Dengan tanya jawab, guru dan siswa merefleksi kegiatan-kegiatan 30 menit
pembelajaran yang sudah dilakukan
- Guru memberikan apresiasi kepada kelompok terbaik dalam rangkaian
diskusi pertemuan 1 sampai 4
- Guru memberikan penekanan pada hal-hal yang penting pada setiap
pertemuan sesuai tujuan-tujuan pembelajaran pada fase 1
- Guru memberikan rancangan kegiatan penilaian pada akhir fase 1 pada
pertemuan yang akan dating
.8. ASESMEN
LEMBAR KERJA 1
Langkah Kerja :
7. Mengumpulkan infomasi/ literasi
Sumber Data : ………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
Uraian hasil pencarian/ riset data :
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
8. Pengolahan Data dan Pembahasan (associating)
Berdasarkan hasil riset data maka uraian langkah kerja penyelesaian masalah di atas
adalah sebagai berikut :
a. ……………………………………………………………………………………………………..
b. ……………………………………………………………………………………………………..
c. ……………………………………………………………………………………………………..
d. ……………………………………………………………………………………………………..
e. ……………………………………………………………………………………………………..
f. ……………………………………………………………………………………………………..
g. ……………………………………………………………………………………………………..
9. Simpulan (generalisasi)
a. ……………………………………………………………………………………………………..
b. ……………………………………………………………………………………………………..
c. ……………………………………………………………………………………………………..
……………………………. ……………………………
NIP. NIS.
9. MATERI PEMBELAJARAN
Apa itu GPS?
Global Positioning System (GPS) adalah sistem navigasi berbasis satelit yang terdiri dari
setidaknya 24 satelit. GPS berfungsi dalam segala kondisi cuaca, di mana pun di dunia, 24 jam
sehari, tanpa biaya berlangganan atau biaya penyiapan. Departemen Pertahanan AS (USDOD)
awalnya menempatkan satelit ke orbit untuk penggunaan militer, tetapi mereka dibuat tersedia
untuk digunakan sipil pada 1980-an.
Setelah posisi Anda ditentukan, unit GPS dapat menghitung informasi lain, seperti:
Kecepatan Arah
Jalur
Jarak Perjalanan
Jarak ke tujuan
Matahari Terbit & Matahari Terbenam
dan lebih lagi
Ada sistem lain yang serupa dengan GPS di dunia, yang semuanya diklasifikasikan sebagai
Sistem Satelit Navigasi Global (GNSS). GLONASS adalah sistem konstelasi satelit yang
dibangun oleh Rusia. Badan Antariksa Eropa menciptakan Galileo, sementara Cina
menciptakan BeiDou. Kebanyakan penerima Garmin melacak GLONASS dan GPS, dan
beberapa bahkan melacak BeiDou. Anda dapat mengharapkan solusi yang lebih andal ketika
Anda melacak lebih banyak satelit. Anda bisa melacak hampir 20 dengan produk Garmin yang
lebih baru.
31 satelit yang saat ini membentuk segmen ruang GPS mengorbit bumi sekitar 12.000 mil di
atas kita. Satelit-satelit ini terus bergerak, membuat dua orbit lengkap dalam waktu kurang dari
24 jam. Mereka melakukan perjalanan dengan kecepatan kira-kira 7.000 mil per jam. Penguat
roket kecil menjaga setiap satelit terbang di jalur yang benar.
Faktor-faktor yang dapat memengaruhi sinyal dan akurasi GPS meliputi hal-hal berikut:
Penundaan ionosfer dan troposfer: Sinyal satelit lambat saat melewati atmosfer. Sistem GPS
menggunakan model built-in untuk sebagian benar untuk jenis kesalahan ini.
Signal multipath: Sinyal GPS dapat memantulkan objek seperti gedung tinggi atau permukaan
batu besar sebelum mencapai penerima, yang akan meningkatkan waktu perjalanan sinyal dan
menyebabkan kesalahan.
Kesalahan clock receiver: Jam built-in receiver mungkin memiliki sedikit kesalahan pengaturan
waktu karena kurang akurat dibandingkan jam atom pada satelit GPS.
Kesalahan orbital: Lokasi yang dilaporkan satelit mungkin tidak akurat.
Jumlah satelit yang terlihat: Semakin banyak satelit, penerima GPS dapat "melihat", semakin
baik akurasinya. Ketika sinyal diblokir, Anda mungkin mendapatkan kesalahan posisi atau
mungkin tidak ada posisi membaca sama sekali. Unit GPS biasanya tidak akan bekerja di bawah
air atau di bawah tanah, tetapi penerima sensitivitas tinggi baru dapat melacak beberapa sinyal
ketika berada di dalam gedung atau di bawah penutup pohon.
Geometri satelit / bayangan: Sinyal satelit lebih efektif ketika satelit berada pada sudut lebar
relatif satu sama lain, bukan dalam garis atau pengelompokan yang ketat.
Ketersediaan selektif: Departemen Pertahanan AS sekali menerapkan Selective Availability
(SA) untuk satelit, membuat sinyal kurang akurat untuk menjaga 'musuh' dari menggunakan
sinyal GPS yang sangat akurat. Pemerintah mematikan SA pada Mei 2000, yang meningkatkan
akurasi penerima GPS sipil.
10. VERIFIKASI MODUL AJAR
Puring, 23 Juni 2022
Verifikator 1 Penyusun Modul
Ketua Program Keahlian Guru Mata Pelajaran
b. KEGIATAN INTI
Pertemuan 1
Stimulus 135 menit
- Siswa dibagi dalam 6 kelompok yang heterogen
- Kelompok tersebut diberikan lembar kerja
- Guru menginginkan siswa siswa dapat menemukan cara untuk
menyelesaikan permasalahan yang diberikan pada lembar kerja
- Dalam lembar kerja terdapat permasalahan “bagaimana cara kita
mengetahui ikan yang berada di kapal kita?
- Siswa diminta mencari buku diperpustakaan sebagi sumber literasi atas
masalah yang ada
- Siswa diminta diskusi dengan alokasi waktu yang ditentukan
- Guru memantau keaktifan kelompok dalam diskusi
- Guru memberikan bimbingan pada kelompok yang memerlukan
- Setelah selesai alokasi waktu diskusi, salah satu kelompok diminta untuk
presentasi
KEGIATAN INTI
Pertemuan 2
- Guru melakukan kuis atas materi sebelumnya
- Guru menjelaskan kepada siswa materi cara pengoperasian fish finder
- Guru membagi siswa menjadi 6 kelompok
- Setiap kelompok bergiliran untuk mendengarkan demonstrasi cara
pengoperasian fish finder
- Guru menjelaskan cara pembacaan tampilan fish finder dari kedalaman,
spectrum warna di fish finder, gerombolan ikan
- Siswa mempraktekkan cara pengoperasian fish finder dan pembacaan fish
finder
KEGIATAN INTI
Pertemuan 3
mene c. PENUTUP
- Dengan tanya jawab, guru dan siswa merefleksi kegiatan-kegiatan 30 menit
pembelajaran yang sudah dilakukan
- Guru memberikan apresiasi kepada kelompok terbaik dalam rangkaian
diskusi pertemuan 1 sampai 4
- Guru memberikan penekanan pada hal-hal yang penting pada setiap
pertemuan sesuai tujuan-tujuan pembelajaran pada fase 1
- Guru memberikan rancangan kegiatan penilaian pada akhir fase 1 pada
pertemuan yang akan dating
.8. ASESMEN
LEMBAR KERJA 1
Ilustrasi Permasalahan
Langkah Kerja :
1. Mengumpulkan infomasi/ literasi
Sumber Data : ………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
Uraian hasil pencarian/ riset data :
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
2. Pengolahan Data dan Pembahasan (associating)
Berdasarkan hasil riset data maka uraian langkah kerja penyelesaian masalah di atas
adalah sebagai berikut :
a. ……………………………………………………………………………………………………..
b. ……………………………………………………………………………………………………..
c. ……………………………………………………………………………………………………..
d. ……………………………………………………………………………………………………..
e. ……………………………………………………………………………………………………..
f. ……………………………………………………………………………………………………..
g. ……………………………………………………………………………………………………..
3. Simpulan (generalisasi)
a. ……………………………………………………………………………………………………..
b. ……………………………………………………………………………………………………..
c. ……………………………………………………………………………………………………..
……………………………. ……………………………
NIP. NIS.
Oke sob...kita lanjutkan pertemuan 1 ini membahas balik tentang fish finder pada pertemuan2
sebelumnya. nah.. Fish finder ini akan mendeteksi gerombolan ikan dan menampilkan berbagai
informasi hal hal yang berada dibawah air sob... seperti kedalaman air, distribusi gerombolan
ikan, dan kondisi dasar laut pun ketika kalian berenang dibawah fish finder akan terdeteksi
lho...
Nah...Fish Finder ini bekerja dengan mengirimkan gelombang ultrasonik ke laut dan menerima
pantulannya. Bagian dari gelombang sonik atau ultrasonik,
yang telah ditransmisikan, dipantulkan kembali ke sumbernya ketika mengenai suatu objek
(misalnya gerombolan ikan atau dasar laut).
Setiap gelambang ultrasonik yang dipantulkan memiliki karakteristik tersendiri sob...misal akan
jelas beda pantulan yang dihasilkan antara benda padat (misal besi, batu dll dan benda lunak
(seperti ikan , plankton dll).
Gelombang ultrasonik dari fish finder ditransmisikan langsung di bawah perahu. Jika mereka
menabrak gerombolan ikan, pantulan yang sangat lemah akan kembali ke tempat gelombang
ultrasonik awalnya ditransmisikan. Pantulan yang diterima diubah menjadi sinyal listrik dan
selanjutnya dikirim ke rangkaian penerima fish finder.
Kemudian Sirkuit penerima memperkuat sinyal yang lemah, dan unit prosesor memprosesnya
untuk menghasilkan gambar yang akan ditampilkan di layar. Hasilnya, gambar akan
ditampilkan pada LCD berwarna.
Refleksi yang lebih kuat ditampilkan dalam warna oranye atau merah, dan pantulan yang lebih
lemah ditampilkan dalam warna hijau atau biru di layar. Kumpulan ikan dengan kepadatan
tinggi atau bebatuan di dasar laut mengembalikan sinyal yang lebih kuat, sehingga akan
ditampilkan dalam warna kemerahan, sedangkan kumpulan ikan dengan kepadatan rendah
atau ikan kecil akan ditampilkan dalam warna kebiruan. Penyajian warna dapat dengan jelas
menggambarkan kondisi bawah laut.
Fish Finder ini terdiri dari dua bagian yakni : unit utama (dengan layar) dan transduser.
Unit utama harus ditempatkan di tempat yang dapat diakses dengan mudah di kabin atau ruang
kemudi, dll.
Sedangkan Transduser harus dipasang di bagian bawah kapal baik di lambung kanan atau di
lambung kiri kapal. Harap diingat bahwa kinerja fish finder sangat bergantung pada apakah
transduser dipasang dengan benar di dasar kapal. Transduser yang tidak dipasang dengan
benar dapat mengakibatkan kegagalan dalam menangkap gelombang pantul atau cacat serius
lainnya.
Pada gambar diatas Fish Finder mentransmisikan gelombang ultrasonik dari transduser yang
dipasang di bagian bawah kapal. Gelombang ultrasonik yang ditransmisikan maju lurus ke arah
dasar laut, namun ketika ada objek, yaitu gerombolan ikan atau batu, maka gelombang
tersebut akan dipantulkan. Sebagian dari gelombang tsb akan dipantulkan kembali ke kapal,
yang kemudian akan ditangkap oleh transduser. Dengan mengukur waktu yang berlalu antara
transmisi dan penerimaan ultrasound, kedalaman dan jarak gerombolan ikan akan dihitung.
Baik suara dan ultrasound, pada prinsipnya, adalah jenis gelombang. Mereka seperti riak-riak
di permukaan air yang Anda lihat ketika Anda menjatuhkan kerikil ke dalam air. Riak air
biasanya menyebar 360 derajat, karena karakteristiknya yang omni-directional.
Fish Finder menggunakan frekuensi tinggi dari ultrasound yang terfokus tajam, yang
ditransmisikan dengan tegangan tinggi untuk menentukan arah pergerakan gerombolan ikan.
Menemukan objek di udara berbeda dengan menemukan objek di bawah air. Untuk
menemukan objek di udara, kita dapat memanfaatkan cahaya, gelombang radio atau suara.
Namun, ketika menemukan objek di bawah air, cahaya dan gelombang radio dilemahkan
dengan cepat saat bergerak melalui air, itulah sebabnya ultrasound adalah pilihan paling tepat
untuk menemukan objek bawah air. Ultrasound memiliki tingkat toleransi yang tinggi terhadap
redaman bawah air.
Kecepatan rambat ultrasound di bawah air kira-kira 1.500 meter/detik, yang lima kali lebih cepat
dari kecepatan rambat ultrasound di udara (340 meter/detik). Kecepatan rambat ultrasound ini
digunakan untuk menghitung kedalaman di mana gerombolan ikan berada. Misalnya, jika
gema kembali dari sekolah ikan diamati satu detik setelah transmisi, dapat ditafsirkan bahwa
sekolah ikan terletak di kedalaman 750 meter di bawah perahu (USG yang ditransmisikan
mengenai objek bawah air dan kembali dalam satu kedua, ketika mempertimbangkan
kecepatan rambat ultrasound, yaitu 1500 meter/detik, Anda mendapatkan kedalaman di mana
sekolah ikan berada). Ini adalah prinsip dasar echo-sounding dari pencari ikan.
Sumber : https://www.furuno.com/special/en/fishfinder/topic3.html
Gelombang Ultrasonic dalam fish finder dipancarkan langsung di bawah transduser, yang
dipasang di bagian bawah kapal. Transduser memiliki karakteristik arah sendiri, yaitu
karakteristik sinar yang dipancarkan akan berpeengaruhi kemampuan deteksi di bawah air.
Karakteristik arah transduser sangat ditentukan oleh frekuensi ultrasound yang ditransmisikan
dan diterima oleh transduser, dan ini memengaruhi sudut dan area yang dapat dicari.
Frekuensi yang biasa digunakan oleh pencari ikan konvensional untuk perahu rekreasi adalah
50 kHz (frekuensi rendah) dan 200 kHz (frekuensi tinggi). Frekuensi yang lebih rendah memiliki
sudut dan area pencarian yang lebih luas. Umumnya, sudut pencarian sinar 50 kHz kira-kira
50 derajat dan sudut 200 kHz kira-kira 15 derajat. Area yang dapat dicari oleh kedua jenis sinar
diilustrasikan di bawah ini. Seperti yang Anda lihat, pancaran frekuensi yang lebih rendah
cocok untuk pencarian area luas pada satu contoh, dan pancaran frekuensi yang lebih tinggi
cocok untuk pencarian area sempit. Pemancing dapat memanfaatkan karakteristik ini untuk
menemukan sekolah ikan.
Nelayan komersial juga memanfaatkan karakteristik ini. Mereka melakukan pencarian dengan
frekuensi rendah (yaitu, 15 kHz) terlebih dahulu untuk menangkap lokasi umum kumpulan ikan
di sekitar kapal. Selanjutnya, mereka mempersempit area pencarian gerombolan ikan,
menggunakan sinar frekuensi tinggi (200 kHz), untuk mendeteksi lokasi gerombolan ikan yang
tepat dan mengoperasikan perahu tepat di atas gerombolan ikan yang ditargetkan.
Mari kita lihat informasi seperti apa yang ditampilkan di layar pencari ikan. Gambar di bawah
menunjukkan layar pencari ikan yang khas. Layar pencari ikan biasanya menampilkan
permukaan laut, dasar laut, dan kumpulan ikan di antaranya. Berdasarkan data yang diterima
oleh pencari ikan dan pengaturan pencari ikan, tampilan permukaan laut, dasar laut dan
gerombolan ikan akan bervariasi dalam bentuk, konsentrasi, rona dan distribusi.
Pertama-tama, di bagian paling atas grafik kita melihat penanda menit, garis kuning tipis. Garis
kuning ini dikombinasikan dengan garis kosong yang mengikutinya mewakili tepat satu menit.
Tepat di bawah penanda menit kami menemukan saluran transmisi. Saluran transmisi sesuai
secara kasar dengan permukaan laut, sehingga selanjutnya dapat dianggap sebagai
permukaan laut. Sebenarnya, ini menunjukkan posisi transduser yang mentransmisikan
gelombang pulsa ultrasonik yang dipasang di bagian bawah kapal. Ukuran saluran transmisi
bervariasi tergantung pada jenis transduser yang digunakan dan frekuensi transmisi
transduser. Jika garisnya tebal, ada risiko tumpang tindih gerombolan ikan di dekat permukaan
laut, sehingga sulit dibedakan.
Di bawah saluran transmisi adalah kolom air, di mana gerombolan ikan berenang di sekitar
dapat terlihat. Ketika kumpulan ikan terdeteksi oleh pencari ikan, mereka dapat ditampilkan
dalam berbagai cara; seperti awan yang menggumpal, formasi berbentuk gunung atau bulat,
atau sebagai titik sporadis. Salah satu fitur yang berguna dari pencari ikan adalah kemampuan
untuk membedakan antara tonjolan normal di dasar laut dan kumpulan ikan yang
dikelompokkan dekat dengan dasar laut. Dimungkinkan juga untuk menentukan lokasi tali
pancing yang tergantung dari perahu Anda sendiri, seperti yang ditunjukkan di sisi kiri ilustrasi.
Dekat dengan permukaan laut di sisi kanan ilustrasi, kita dapat melihat plankton dan seperti
apa gelembung udara (aerasi) dari baling-baling di layar pencari ikan.
Pencari ikan juga dapat menampilkan jarak ke dasar laut, skala jangkauan, frekuensi
gelombang pulsa ultrasonik, mode A-scope dan banyak lagi. Tergantung pada jenis pencari
ikan, ada juga fungsi yang memungkinkan penentuan posisi GPS, menyediakan data bujur dan
lintang kapal sendiri di layar.
Biasanya ketika kita melihat ikan di layar fish finder , ikan tersebut membentuk gerombolan
ikan besar. Kelompok ikan ini menunjukkan banyak variasi saat ditampilkan. Bentuknya bisa
dikatakan menyerupai awan berbulu halus, awan petir yang menjulang tinggi dan formasi
buram yang tipis.
Pola seperti awan ini tergantung pada spesies ikan, perilaku dan cara gerombolan ikan
berenang di air. Cara individu ikan dan gerombolan ikan ditampilkan di layar sangat berbeda,
membuatnya mudah bahkan bagi nelayan pemula untuk melihat perbedaannya.
Misalnya, ikan sarden cenderung berkelompok bersama dalam kelompok ikan yang sangat
besar dan kompak. gerombolan ikan ini kemudian akan ditampilkan sesuai, besar dengan
intensitas warna yang menunjukkan konsentrasi. Ikan tenggiri berenang pada kedalaman yang
berbeda dibandingkan dengan ikan sarden, tetapi cara mereka membentuk gerombolan sangat
mirip. Spesies ikan yang membentuk gerombolan sangat bervariasi dalam hal bentuk dan
ukuran, tetapi elemen umumnya adalah tampilan fish finder menunjukkan gerombolan ikan
berupa lekukan yang menggembung.
Ikan yang berenang tunggal sangat mudah dikenali karena mereka memiliki bentuk bumerang
atau bulan sabit yang sangat berbeda. Saat mengamati ikan tunggal, orang dapat melihat
bahwa mereka bergerak tanpa tujuan di mana mereka mencari makanan yang mungkin
ditemukan.
https://www.sportfishingmag.com/answers-to-your-top-fish-finder-questions/
10. VERIFIKASI MODUL AJAR
Puring, 23 Juni 2022
Verifikator 1 Penyusun Modul
Ketua Program Keahlian Guru Mata Pelajaran
Anonim. Furuno Operators Manual of Marine Radar. Model 1721 Mark-2. Nishinomiya Japan. 2002.
Anonim. Koden Operation Manual of Color LCD Fish Finder. Model CVS – 118. Koden Electronics
Co., Ltd. Japan.
Anonim. Furuno Operators of Color Video Sounder. Model FCV – 667. Furuno Eltric Co., LTD.
Nishinomiya. Japan. 1999.
Martopo, Arso. Capt. 1992. Navigasi Elektronik I. Balai Pendidikan dan Latihan Pelayaran.
Semarang.
Palumian, M.L. 1992. Intisari Alat-alat Navigasi. Yayasan Pendidikan Pelayaran “Djadajat” 1963.
Jakarta.
Tim BPLP Semarang. Ilmu Pelayaran Elektronik untuk Perwira Pelayaran Niaga. Balai Pendidikan
dan Latihan Pelayaran Semarang. Semarang.
Tim FIP – IKIP Semarang. Pesawat Navigasi. Fakultas Ilmu Pendidikan Institut Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Semarang. Semarang.
Briliance Control adalah kontrol yang berfungsi untuk mengatur kecerahan skrin radar.
Course-up stabilization adalah penampilan radar dimana haluan dikemudikan menunjukkan pada
angka 0 dari skala kursor layar radar bukan arah utara.
Diskriminasi jarak (Range discrimination) adalah kemampuan sebuah radar untuk membedakan
jarak pemisahan sasaran yang terletak pada baringan yang sama dan satu sama lain berdekatan.
Display unit adalah bagian dari Radar yang berfungsi untuk menampilkan data yang diterima oleh
receiver unit.
Gangguan Radar (Radar Jamming, Radar Interference) adalah gangguan yang terjadi apabila
ada kapal lain yang berdekatan menggunakan jalur radar yang sama. Gangguan ini akan
menimbulkan bintik-bintik cerah (bright dots) bertaburan diseluruh permukaan skrin radar.
Gelombang bumi (Ground wave) adalah gelombang radio yang dipancarkan bergerak sejajar
dengan permukaan bumi. Gelombang ini terbagi dua yaitu gelombang ruang (space wave) dan
gelombang permukaan (surface wave).
Gelombang langit (Sky wave) adalah gelombang radio yang bergerak ke langit pada sudut-sudut
tertentu. Gelombang ini ini terpancar dari permukaan bumi ke langit yang dibiaskan dan akhirnya
dipantulkan kembali ke bumi dengan frekuensi tertentu oleh lapisan gas terion (lapisan ionosfera)
yang terdapat disekeliling bumi.
Gain control adalah kontrol yang berfungsi untuk mengatur kecerahan target yang muncul di skrin
radar.
Gema Hujan adalah keadaan bintik-bintik halus yang tampil pada screen radar yang disebabkan oleh
adanya hujan di areal jangkauan radar yang dapat mengaburkan gema kapal, pulau dan target lain.
Global Positioning System (GPS) adalah system navigasi radio dan penentuan posisi
menggunakan satelit yang dapat digunakan dalam segala cuaca, didesain untuk memberikan posisi,
kecepatan yang teliti serta informasi waktu secara kontinyu diseluruh dunia.
Ionosfir adalah lapisan gas terion yang melindungi permukaan bumi yang jaraknya sekitar 100 km
atau lebih dari permukaan bumi.
Jarak maksimum (maximum range) adalah batas maksimum dimana sasaran dapat dideteksi yang
tergantung pada panjang gelombang, kekuatan pancaran, keinggian dan disain antenna, ukuran dan
jenis objek serta sensitifitas alat penerima.
Jarak minimum (minimum range) adalah jarak terdekat suatu sasaran yang dapat dideteksi oleh
radar dan dapat ditampilkan dalam skrin radar.
NAVSTAR GPS kependekan dari NAVigation Satellite and Ranging Global Positioning System
adalah nama formal untuk system GPS
North-up stabilization adalah penampilan Radar dimana arah utara selalu berada pada skala 0
sedangkan tanda haluan kapal berada pada haluan yang dikemudikanRadar singkatan dari Radio
Detection and Ranging adalah peralatan navigasi elektronik yang pada dasarnya berfungsi untuk
mendeteksi dan mengukur jarak suatu obyek di sekeliling kapal seperti kapal lain, pelampung,
kedudukan pantai dan obyek lainnya.
Penekanan Gema Laut (Suppression of Sea-echoes) adalah gangguan yang disebabkan oleh
rekaman gema laut dari ombak yang kuat walaupun gemanya lebih lemah dari gema kapal atau
sasaran lain. Gema ini biasa disebut sea return atau sea clutter)
Pulse repetition rate (PRR) adalah jumlah pulsa yang dipancarkan perdeti
Radar (Radio Detection and Rangin)g adalah peralatan navigasi elektronik yang pada dasarnya
berfungsi untuk mendeteksi dan mengukur jarak suatu obyek di sekeliling kapal seperti kapal lain,
pelampung, kedudukan pantai dan obyek lainnya.
Relatif Motion Radar adalah penampilan target kapal di PPI dimana kapal kita (own ship) berada
pada pusat layar Radar sedangkan gambar-gambar objek benda disekitarnya tampak bergerak pada
saat kapal memiliki laju.
Ship head up adalah pergerakan kapal relative motion dimana penanda haluan kapal (heading
marker) mengarah pada angka 0 mawar pedoman Radar dan kapal kita (own ship) berada ditengah-
tengah layar Radar sehingga baringan terhadap objek lain terhadap haluan dan pergerakannya kapal
lain terhadap kapal kita bersifat relative.
Sistem pelayaran satelit “ Navy Navigation Satelite System “ (NNSS), SATNAV atau TRANSIT adalah
sistem pelayaran dengan menggunakan satelit.
Tranceiver adalah gabungan dari unit pemancar (transmitter) dan penerima (receiver) Radar yang
berfungsi untuk memancarkan gelombang radio pada unit transmitter dan menerima kembali gema
radio pada unit receiver.
True Motion Radar adalah penampilan target di PPI dimana spot kapal kita (own ship) tidak berada
pada pusat layar Radar melainkan bergerak sesuai dengan arah pergerakan kapal, sedangkan
gambar objek disekitar kapal tidak bergerak.
Educators integrate the values of Pancasila into maritime education by fostering mutual respect, good moral interactions, and critical thinking among students. The training encourages students to appreciate cultural differences, show empathy, and engage constructively with others during the navigation training. These values are upheld through group work, discussions, and practical exercises in radar navigation .
The discovery learning model in maritime education encourages students to engage in hands-on problem-solving, fosters critical thinking, and enhances their ability to learn independently. In skills such as radar operation and GPS usage, this model allows students to explore and understand the equipment's functionality deeply, leading to improved retention of techniques and greater readiness to handle real-life navigation challenges .
The process of reflection is incorporated through structured activities where students and teachers analyze and discuss the outcomes of learning sessions, noting challenges encountered and drawing lessons from them. This reflective practice helps students consolidate their understanding, identify learning gaps, and adapt their strategies for future tasks, thus enhancing overall comprehension and skill acquisition in maritime courses .
Educational assessments in the Nautika Kapal Penangkap Ikan program address theoretical knowledge through written online and paper-based tests, as well as interviews. Practical skills are assessed through demonstrations, product portfolios, and competency certifications. These assessments ensure students are proficient both in understanding theoretical concepts and applying practical skills crucial for maritime navigation .
During practical demonstrations of radar plotting, the instructor uses methods such as demonstrations, group discussions, and problem-solving tasks to deepen student understanding. Challenges often include encountering difficulties in data research required for plotting, as well as technical issues during the practical application of radar plotting .
The key learning objectives for students in the Nautika Kapal Penangkap Ikan program concerning electronic radar navigation include operating radar systems to prevent collisions, understanding potential collision scenarios using radar plotting, calculating CPA (Closest Point of Approach) and TCPA (Time to Closest Point of Approach), determining the course and speed of the target, and applying P2TL to take evasive actions to avoid collisions .
In a problem-solving session to determine a potential collision between two ships, the group can follow these steps: collect relevant radar data including bearings and distances at different times, calculate changes in these parameters over time, assess CPA (Closest Point of Approach) and TCPA (Time to CPA) to evaluate collision risk, and determine necessary adjustments in course or speed to avoid collision .
The Nautika Kapal Penangkap Ikan program emphasizes discovery learning, direct instruction, and methods like lectures, discussions, question-and-answer sessions, assignments, and demonstrations. These approaches ensure students actively engage with the material, develop problem-solving skills, and apply learned concepts practically, thereby enhancing effective understanding and retention of maritime navigation skills .
To reduce shadow effects and improve target visibility on the radar screen, one can adjust the shadow factor by fine-tuning the running, gain, and range controls until the target is clearly visible. Additionally, reducing the sensitivity can help eliminate the shadow of the target on the radar screen .
GPS technology is integrated into the nautical training curriculum through practical exercises on the operation of GPS devices. By the end of the phase, students are expected to understand GPS principles, explain its functions and limitations, input fishing grounds into the system, create and plan routes, and navigate effectively using GPS data. These competencies ensure students can utilize modern navigation tools in their maritime operations .