Anda di halaman 1dari 12

Facebook 

Twitter Youtube Instagram

Pengertian Essay: Tujuan, Struktur, Cara


Membuat dan Contoh Lengkapnya
Pengertian Essay, Tujuan, Struktur – Cara membuat, dan contoh lengkap essay yang benar seperti
apa? Essay menjadi salah satu karya ilmiah yang sering ditemui.

Jenis tulisan essay bahkan banyak digunakan untuk sebuah kompetisi antar siswa, mahasiswa, hingga
masyarakat umum. Kemudian pertanyaannya, apa sih essay itu? Apa perbedaannya dengan tulisan ilmiah
lainnya? 

Jika Anda mencari jawaban atas pertanyaan di atas, maka sangat tepat jika Anda membaca artikel ini sampai
habis. Maka mari kita simak dulu pengertian essay, struktur, tujuan dan cara membuat dan contoh  yang
benar. 

Pengertian Essay
Pengertian essay. Sebelum mengetahui lebih lanjut tentang essay, alangkah lebih baiknya kita pahami
dahulu pengertian essay. Apa itu essay? Essay adalah salah satu jenis karya tulis yang berisi kombinasi
antara fakta dan opini. Essay lebih bersifat subjektif dari sudut pandang penulisnya yang bersifat analitis,
spekulatif, dan interpretatif. Essay mencakup narasi yang bisa berupa kritik, argumen, sastra dari
pengamatan kehidupan sehari-hari dan refleksi penulis.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) V, esai merupakan karangan prosa suatu masalah secara
sepintas lalu dari sudut pandang penulisnya. Perlu diketahui bahwa bentuk penulisan essay adalah “esai”,
bukan “essay” atau “esay” atau “essai”.

Sedangkan menurut ilmu jurnalistik, pengertian essay adalah tulisan yang memuat pendapat seseorang
tentang suatu persoalan ditinjau secara subjektif.
Bagaimana, sekarang sudah lebih jauh memahami tentang pengertian essay, bukan?

Tujuan Menulis Essay

Setalah memahami tentang pengertian essay, sekarang saatnya Anda memahami tentang tujuannya. Sebab,
tentu saja kita menulis sebuah essay bukan tanpa alasan. Sebuah essay dibuat bisa digunakan untuk tiga
tujuan sebagai berikut: 

1. Meyakinkan Pembaca
Argumen yang dituliskan dalam essay bertujuan untuk meyakinkan pembaca agar percaya terhadap
pendapat penulis mengenai sebuah fenomena tertentu.

Data-data atau fakta yang menunjang harus selalu disertakan guna memperkuat opini yang dipaparkan.

2. Menerima Pendapat Penulis


Setiap essay yang dibuat tentu memiliki sudut pandang berbeda tergantung pada penulisnya.

Penulisan essay juga bertujuan untuk membuat pembaca bisa menerima pemikiran penulis yang tertuang
dalam essay. Sehingga sekali lagi, data dan fakta menjadi hal yang wajib untuk dicantumkan dalam sebuah
essay.

3. Memberikan Informasi Mengenai Topik yang Dibicarakan


Essay dapat menjadi sumber informasi terhadap suatu opini atau penelitian yang telah dilakukan. Dengan
penelitian atau tinjauan terhadap kondisi atau temuan yang diungkapkan di dalam tulisan essay, pembaca
bisa mendapatkan informasi baru sesuai dengan topik yang dibicarakan. 

Struktur Essay
Setelah mempelajari pengertian essay dan tujuannya, kini saatnya Anda belajar tentang strukur esai. Seperti
tulisan ilmiah pada umumnya, essay memiliki struktur yang bisa Anda jadikan patokan dalam penulisan.
Struktur essay terdiri dari pendahuluan, isi atau pembahasan, penutup atau kesimpulan. Secara lebih jelas,
mari kita ulas. 

1. Pendahuluan
Sama dengan tujuan pendahuluan pada tulisan ilmiah, dalam pendahuluan cara membuat essay, penulis
dapat memberikan sedikit pendapatnya mengenai tema yang akan di bahas.

Secara singkat, pengantar atau gambaran agar dapat memahami topik yang akan di bawakan suatu essay
ada pada pendahuluan.

Adanya pendahuluan membuat pembaca lebih mudah untuk memahami isi essay yang akan di sampaikan.
Maka pendahuluan juga dapat di katakan sebagai awalan essay.

2. Pembahasan (Isi)
Pembahasan atau isi merupakan bagian yang menjelaskan mengenai tema atau topik essay secara detail
dan terperinci. Penulis akan menjabarkan pendapat secara berturut-turut dengan ide yang disusun dalam
kerangka.

Pada bagian ini akan dibahas dan dijelaskan secara lebih rinci dan mendetail mengenai topik atau tema yang
telah dipilih sebelumnya.

Dasar-dasar dari penyusun argumentasi juga dijelaskan di bagian isi. Misalnya saja teori atau pendapat para
ahli yang dikombinasikan dengan data serta fakta  yang ada di lapangan. Pembaca akan mempercayai opini
penulis yang disampaikan dalam essay melalui teori, data, dan fakta yang dituliskan.

3. Penutup (Kesimpulan)
Menjadi bagian akhir dalam sebuah essay, penutup atau kesimpulan ini menjadi poin berupa kalimat yang
merangkum hal-hal penting yang sudah diulas pada bab pendahuluan dan pembahasan.

Pada bagian ini seharusnya penulis dapat menuliskan dengan singkat, padat, dan tidak melebar ke topik
lainnya.

Di bagian ini juga penulis juga dapat memberikan saran di beberapa essay untuk penulis pihak etika guna
menyikapi permasalahan yang dibahas pada bagian penutup.

Jenis-Jenis Essay
Dalam menulis essay meskipun merupakan pandangan pribadi, bukan berarti kamu bisa seenaknya
memberikan opini tanpa data yang jelas. Pandangan pribadi ini harus logis dan dapat dipahami dengan baik.
Ya, argumen yang kamu sajikan harus didukung oleh fakta, sehingga essay yang kamu buat enggak menjadi
tulisan fiktif atau sekadar imajinasi dari sang penulis. 

Harapannya pembaca yang membaca essay mu dapat mempercayai sudut pandang permasalahan yang
kamu tulis dalam essay. Ada beragam jenis essay yang bisa kita baca berdasarkan tujuan kontennya, sepert
essay cerita, essay argumentatif, essay deskriptif, tajuk, cukilan watak, pribadi, reflektif, dan kritik. Berikut
detail penjelasannya. 

1. Essay Cerita
Essay cerita merupakan essay yang bertujuan untuk melukiskan, atau menghadirkan baik barang, seseorang,
maupun sesuatu lainnya agar mampu dibayangkan oleh pembaca. Essay ini bertujuan agar pembaca seolah-
olah melihat bentuk, mendengar suara, mengecap rasa, maupun mencium bau dari suatu barang, atau
seseorang, atau sesuatu lainnya yang dihadirkan dalam isi essay. 

2. Essay Argumentatif
Essay jenis ini, bertujuan untuk meyakinkan pembaca untuk menerima ide, pandangan, sikap, maupun
kepercayaan penulis terhadap suatu isu atau permasalahan. Essay argumentative akan berusaha
mengungkapkan kebenaran dari suatu ide dengan motif agar nantinya pembaca pada akhirnya akan berpihak
pada penulis dan berbuat sesuatu berdasarkan opini yang terdapat dalam essay tersebut.

3. Deskriptif
Pengertian essay deskriptif merupakan essay yang mendeskripsikan seseorang atau benda. Permasalahan
atau hal yang diangkat pada essay ini adalah sebuah benda, seperti rumah, alat elektronik, hewan, maupun
seseorang.

4. Tajuk
Tajuk, merupakan jenis essay yang dimuat di dalam surat kabar yang menjadi tempat untuk menyalurkan
pendapat masyarakat guna menyatakan pandangannya terhadap suatu peristiwa yang sedang berkembang
di lingkungan masyarakat tersebut. Essay jenis ini mengangkat isu isu yang sedang hangat diperbincangkan
di masyarakat seperti gejolak politik, keadaan perekonomian saat ini dan lain sebagainya. 

Tajuk tidak hanya memuat isu isu berat, namun apa saja yang sedang menjadi tren saat ini di masyarakat
juga dapat menjadi pokok bahasan dalam tajuk, misal model fashion terkini, bahkan hingga fenomena “Om
Telolet, Om” yang marak diperbincangkan akhir akhir ini.

5. Cukilan Watak
Essay jenis ini, memungkinkan seorang penulis untuk menyisipkan cukilan (cuplikan) dari watak seseorang
terhadap isu terkait kepada pembaca. Essay ini tidak menjabarkan secara lengkap biografi seorang tokoh,
melainkan hanya mengungkapkan sepenggal watak atau sifat yang dimiliki seorang tokoh yang terkait dalam
isu atau cerita yang diangkat dalam essay tersebut.
6. Pribadi
Essay pribadi hampir mirip dengan essay cukilan watak. Hanya saja yang membedakan essay jenis ini
dengan essay cukilan watak ialah watak atau sifat yang dihadirkan dalam essay merupakan sepenggal watak
atau sifat dari penulis itu sendiri. Pada essay pribadi, penulis secara frontal mengungkapkan pendapatnya
terhadap isu yang diangkat dalam essay.

7. Reflektif
Essay ini merupakan essay yang ditulis untuk merenungkan suatu isu politik, kebijakan pemerintah, dan
lainnya yang biasanya ditulis oleh seorang pakar/ahlinya guna menanggapi isu isu tersebut.

8. Kritik
Essay kritik merupakan essay yang menilai baik atau buruk, bermanfaat atau tidaknya, kelebihan atau
kekurangan suatu hal, baik berupa karya seni maupun karya sastra. Kritik akan membicarakan dan menilai
berbagai unsut yang membentuk karya tersebut dan dikemas dalam sebuah essay.

9. Artikel Penelitian
Artikel penelitian merupakan jenis essay yang berisi tentang hasil hasil yang diperoleh dari sebuah penelitian.
Artikel jenis ini umumnya akan menambah pengetahuan baru di bidangnya atau mencek ulang penelitian
yang ada sebelumnya dengan kondisi riil saat ini.

Perbedaan Essay dengan Karya Ilmiah Yang Lainnya

Kemudian sebenarnya pembeda essay dengan tulisan ilmiah lain? Jika Anda cermati baik-baik, sebagai
berikut:

 Essay adalah karya tulis yang berisikan sebuah argumen permasalahan terhadap sesuatu yang disertai
dengan fakta didalamnya (dalam hal ini boleh berupa data dan literatur dari referensi terpercaya), tetapi
disamping memberikan argument, essay ilmiah juga mencakup solusi terhadap permasalahan yang
diberikan.
 Essay ilmiah biasanya terdiri dari beberapa format kepenulisan yang lebih singkat dan padat, dan
tentunya dengan jumlah halaman yang hanya berkisar antara 3 sampai 7 halaman. 
Cara Mudah Membuat Essay
Cara membuat essay itu mudah kok. Selama Anda mau belajar, pasti akan terbiasa. Tidak perlu khawatir dan
bingung, kita akan membahas cara membuat essay lewat langkah-langkah praktis.

Cara membuat essay ini akan memandu kita agar bisa menghasilkan essay yang menarik. Apa saja itu?
Sebagai berikut.

1. Menentukan Topik 
Sama halnya menulis biasa, satu hal yang perlu diperhatikan adalah topik yang Anda pilih. Tipsnya
menentukan topik ini adalah carilah topik dengan tema khusus agar essay tampak menarik.

Topik yang menarik adalah topik dengan tema khusus yang memiliki kekhasan tersendiri atau memiliki
karakter kuat yang ada pada penulisnya.

Semakin fokus topiknya, semakin baik. Begitu pun, semakin kuat karakternya, semakin baik. sebuah essay
yang baik, harus memiliki satu ide yang jelas. Jangan berada pada sudut pandang yang tidak jelas karena
akan mengurangi kualitas essay.

2. Siapkan Outline
Cara membuat essay selanjutnya adalah mempersiapkan outline supaya Anda lebih mudah mapping tulisan
apa saja yang patut Anda sertakan dalam essay. outline membantu untuk memberikan gambaran umum yang
memuat poin-poin khusus dari topik yang ingin diuraikan.

3. Kumpulan materi
Dari outline yang sudah dibuat sebagai panduan menulis essay, kita bisa mulai mengumpulkan materi untuk
menguraikan poin-poin dalam outline.

Pilih materi yang relevan dan mendukung satu gagasan utama essay. Pastikan agar materi yang dipilih dapat
memperkuat karakter essay. Alangkah baiknya bila essay dilengkapi dengan data faktual untuk mendukung
argumen.

4. Uraikan isi
Setelah mendapatkan materi sesuai outline, cara membuat essay selanjutnya adalah menguraikan poin
utama tersebut. Uraikan setiap poin yang hendak dijabarkan sesuai konsep outline tadi. Pastikan tiap-tiap
paragraf harus memiliki satu topik utama yang jelas untuk diuraikan.

5. Tulis Pendahuluan
Setelah ide atau isi essay dituliskan, barulah kita bisa menuliskan pendahuluan. Menulis pendahuluan dalam
essay memang sebaiknya dilakukan setelah kita selesai menguraikan isi paragraf , bukan sebaliknya.

Sebab, ketika kita sudah selesai menguraikan isi essay, kita lebih memahami isi essay tersebut sehingga kita
bisa membuat pendahuluan yang lebih tepat guna mendukung isi essay beserta mengantarkan pembaca
untuk memahami isi dalam menulis essay.

6. Tulis Kesimpulan
Setelah isi dan pendahuluan ditulis, Anda bisa dituliskan mengenai kesimpulan essay. Ini memungkinkan
Anda bisa membuat kesimpulan essay yang tepat karena kita sudah memahami dan selesai menguraikan
seluruh bagian menulis essay lainnya. Pastikan pada kesimpulan ini Anda tidak bertele-tele dalam
menjelaskannya. 
7. Baca Ulang dan Beri Sentuhan Akhir
Jika seluruh bagian essay sudah selesai ditulis. Jangan lupa untuk melakukan self editing. Self editing
dilakukan dengan membaca ulang seluruh essay dari awal sampai akhir secara cermat.

Perhatikan setiap kata, kalimat dan paragrafnya. Cermati dan pahami apakah tulisan sudah padu, utuh dan
mudah dipahami.

Contoh Essay
Kesulitan dalam membuat essay. Terutama kesulitan menentukan tema dan kesulitan bagaimana mengawali
dan memulai menuliskannya. Nah, pada kesempatan kali ini, saya berikan contoh essai yang pernah saya
tulis. Semoga contoh esai ini sedikit banyak memberikan gambaran. 

Sampah menjadi isu Internasional. Selama ini kita hanya berkutat mempermasalahkan isu sampah yang ada di
bumi. Mungkin saja tidak sampai berpikiran bahwa ada isu sampah yang juga perlu menjadi perhatian. Yaitu
sampah Antariksa.

Kita tahu, kini era dan jamannya teknologi mendominasi kehidupan sehari-hari. Setiap jam, manusia bergantung
dengan elektronik dan teknologi canggih. Contoh sederhana, kita selalu berkomunikasi menggunakan internet,
dalam ekonomi kita juga bertransaksi menggunakan m-banking, hingga dalam penyimpanan uang di bank-pun
juga bergantung dengan teknologi.

Dimana semua aktivitas tersebut membutuhkan satelit di luar angkasa sana. Tanpa sadar, banyaknya satelit
yang diterbangkan terjadi sampah antariksa. Belum lagi Negara-negara maju, yang mereka bersaing di bidang
teknologi. Maka sudah hal yang biasa mereka menerbangkan satelit ke luar angkasa untuk sebuah misi Negara
ataupun misi manusia.

Ketika roket itu diterbangkan angkasa, mereka akan menghasilkan sampah. Satu satelit saja, bisa
meninggalkan beberapa sampah, sebelum akhirnya satelit intinya dari material atau badan roket.

Dengan kata lain, isu sampah internasional tingkat tinggi tidak hanya mempermasalah sampah plastik atau
sampah yang ada di bumi. Tetapi juga sudah mengalami kecemasan sampah di antariksa. Mungkin sudah
banyak orang yang tahu bahwa bumi kita dikelilingi ratusan satelit.

Orbit bumi dikelilingi banyak sekali satelit bekas roket dan pecahan-pecahan lain. Ketika di orbit terlalu banyak
sampah, maka risiko terjadinya tabrakan antar satelit semakin besar. Jadi setiap terjadi satu tabrakan, dapat
menimbulkan serpihan angkasa yang meningkatkan kemungkinan tabrakan-tabrakan lainya. Terjadinya kasus
inilah yang kemudian disebut dengan Sindrom Kessler.

Kepadatan sampah antariksa inilah yang menjadi kekhawatiran bagi misi luar angkasa di masa depan. Di masa
depan, tentu jika tidak dibersihkan akan semakin banyak sampah di luar angkasa. Sehingga setiap kali ingin
menerbangkan roket, harus dinavigasi melalui koridor sempit yang dikelilingi sampah satelit.

Koordinator ESA, Thomas Reiter menegaskan bahwa sampah yang begitu banyak di orbit akan banyak
bertabrakan. Jadi, hampir tidak mungkin menggunakan orbit diketinggian 400 sampai 1200 km. Padahal,
sekarang hidup manusia sangat bergantung dengan kerja satelit. Satelit sangat membantu dibanyak bidang,
mulai dibidang perekonomian, studi iklim, navigasi pesawat terbang, kemajuan teknologi mesin dan banyak
lainnya.

Tidak banyak orang tahu bahwa sampah antariksa menjadi kekhawatiran bagi Negara-negara maju. Karena
masa aktif atau usia satelit yang diterbangkan hanya beroperasi selama 7 tahun sampai 10 tahun. Setelah itu,
satelit-satelit tersebut harus segera diganti dengan yang baru. Jika tidak diganti dengan satelit baru, akan
ketinggalan jaman.

Kemunculan satelit baru inilah yang menjadi isu dan problem baru lagi. Karena akan menambah jumlah sampah
antariksa. Maka, para ilmuwan kini sedang berfikir dan mengembangkan cara lain, bagaimana mengurangi
sampah. Menurut Thomas Reiter banyak ide brilian yang lahir, tapi tidak ada langkah konkret mengurangi
sampah antariksa tersebut.

Maka kini para ilmuwan pun tengah mengembangkan bagaimana cara agar satelit yang tidak lagi beroperasi
bisa kembali lagi ke bumi, dengan cara manuver rumit. Sayangnya, setiap satelit yang pulang ke bumi akan
terbakar karena gesekan atmosfer dan akhirnya pecah. Tetapi ada struktur bagian dalam yang disebut pitan
yang tidak akan hancur, dan biasa nya pitan itu akan jatuh ke bumi.
Meskipun sudah ada upaya, upaya ini belumlah menjadi solusi fundamental. Tetap saja sampah antariksa di
luar angkasa masih banyak. Jika dilihat, bumi pun tampak dikelilingi material kecil. Kesimpulannya, ditengah
kemudahan teknologi dan kepraktisan hidup manusia, ada dampak negatif yang manusia timbulkan, dimana ini
pula yang menjadi tanggungjawab kita bersama. Dan semoga, dengan lahirnya masalah dan isu ini, semakin
banyak regenerasi yang lahir memberi solusi.

Dipublikasikan di Tabloid BIAS, Edisi 1, 2019


Berdasarkan contoh essay di atas, ada beberapa poin yang harus digarisbawahi, antara lain:

1. Penulisan Nama Pada Essay


Dari contoh essay di atas, ada beberapa catatan yang perlu anda ketahui. Setiap penulisan essai wajib
disertai penulisan nama si penulis yang diletakan dibawah judul. Penulisan nama essai ini sifatnya wajib.
Karena itu bentuk dari pertanggungjawaban penulis terhadap karya atau tulisannya.

2. Panjang Tulisan
Panjang penulisan essay memang bervariasi. Tergantung dari kebutuhannya dan aturan essay. Jika essay
yang disegmentasikan untuk kepentingan surat kabar, mulai 600 kata sampai 1000 kata. Sedangkan essay
yang sifatnya untuk kebutuhan website atau portal blogger pribadi, tentu saja panjangnya dapat
menyesuaikan keinginan dari si penulis, si pemilik website itu sendiri. 

3. Penggunaan Bahasa yang Mudah Dipahami


Selain memperhatikan jumlah halaman, penting juga memperhatikan dan memahami bahwasanya contoh
essay ditulis menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Jika ingin menggunakan bahasa ilmiah, lihat dulu
segmentasi pembaca. Jika konteksnya diperuntukan untuk masyarakat umum, alangkah lebih baik jika
menggunakan pemilihan kata yang juga umum-umum saja. 
Jika contoh essay tersebut dibuat untuk kalangan akademisi, menggunakan bahasa ilmiah sangat
direkomendasikan. Jadi, semua tergantung dari kebutuhan dan peruntukannya.

Pertanyaan Seputar Essay :

Apa yang dimaksud dengan essay?


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) V, esai merupakan karangan prosa suatu masalah secara
sepintas lalu dari sudut pandang penulisnya. Lihat pengertian essay dari berbagai pendapat selengkapnya!

Format essay seperti apa?


Format penulisan essay adalah pembukaan, pembahasan (isi), dan penutup (kesimpulan). Baca detail
penjelasan format selengkapnya!

Sumber: Penerbitdeepublish.com. Maret 14, 2023 Information 60,562 views/ di unduh 6 April 2023.

Anda mungkin juga menyukai