100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
3K tayangan9 halaman

CPKB Juknis

Petunjuk teknis ini memberikan panduan penyusunan dokumen Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB) untuk industri kosmetik golongan B. Dokumen ini menjelaskan ruang lingkup, dasar hukum, dan tata urut dalam penyusunan dokumen CPKB untuk memenuhi persyaratan perizinan kosmetik.

Diunggah oleh

Anisa Fitria
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
3K tayangan9 halaman

CPKB Juknis

Petunjuk teknis ini memberikan panduan penyusunan dokumen Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB) untuk industri kosmetik golongan B. Dokumen ini menjelaskan ruang lingkup, dasar hukum, dan tata urut dalam penyusunan dokumen CPKB untuk memenuhi persyaratan perizinan kosmetik.

Diunggah oleh

Anisa Fitria
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PETUNJUK TEKNIS

PENYUSUNAN DOKUMEN
CARA PEMBUATAN KOSMETIK YANG BAIK (CPKB)
UNTUK INDUSTRI KOSMETIK GOLONGAN B

Oleh:
Kelompok Substansi
Pemberdayaan UMKM Kosmetik

DIREKTORAT PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PELAKU USAHA


OBAT TRADISIONAL, SUPLEMEN KESEHATAN DAN MASYARAKAT
BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN
2021
PETUNJUK TEKNIS DIT. PMPU OTSKK
NOMOR : JUKNIS/XI/21/UMKMKOS
TANGGAL : November 2021

PETUNJUK TEKNIS
------------------------------------------------
Nomor: JUKNIS/XI/21/UMKMKOS

Tentang
PETUNJUK TEKNIS
PENYUSUNAN DOKUMEN CARA PEMBUATAN KOSMETIK YANG BAIK (CPKB)
UNTUK INDUSTRI KOSMETIK GOLONGAN B

BAB I
PENDAHULUAN

1. Umum

a. Sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 80 Tahun 2017 tentang Badan
Pengawas Obat dan Makanan, ditetapkan bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan, yang
selanjutnya disingkat BPOM adalah lembaga pemerintah non departemen yang
menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pengawasan Obat dan Makanan;

BPOM mempunyai tugas menyelenggarakan tugas pemerintahan di bidang pengawasan Obat dan
Makanan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan. Obat dan Makanan, termasuk
Kosmetik;

b. Mengingat kosmetik merupakan sediaan farmasi, penanggung jawab teknis industry kosmetik
golongan B adalah Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK). Pemenuhan persyaratan perizinan kosmetik
setelah diterbitkannya persetujuan denah dilanjutkan dengan penyusunan dokumen Cara
Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB) untuk industri kosmetik golongan B.

Penyusunan dokumen CPKB untuk industri kosmetik golongan B dibuat dengan maksud dan
tujuan untuk konsistensi mutu, menghindari kontaminasi dan kontaminasai silang, meningkatkan
daya saing serta meningkatkan kepercayaan konsumen.

c. Dalam rangka pelaksanaan fungsi pendampingan penyusunan Dokumen CPKB untuk industri
kosmetik golongan B yang efektif perlu dibuat Petunjuk Teknis (Juknis) Penyusunan Dokumen
CPKB untuk Industri Kosmetik Golongan B.

2. Maksud dan Tujuan

a. Maksud Juknis Penyusunan Dokumen CPKB untuk Industri Kosmetik Golongan B ini adalah
untuk memberikan pedoman pelaksanaan penyusunan dokumen CPKB untuk industri kosmetik
golongan B;

b. Tujuan Juknis Penyusunan Dokumen CPKB untuk Industri Kosmetik Golongan B ini adalah

Petunjuk Teknis Penyusunan Dokumen CPKB untuk Industri Kosmetik Golongan B


PETUNJUK TEKNIS DIT. PMPU OTSKK
NOMOR : JUKNIS/XI/21/UMKMKOS
TANGGAL : November 2021

untuk digunakan sebagai panduan agar terdapat pemahaman dan pengertian yang sama dalam
melaksanakan fasilitasi penyusunan dokumen CPKB untuk industri kosmetik golongan B.

3. Dasar Hukum

a. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Tambahan Lembaran


Negara Republik Indonesia Nomor 22);
b. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5063);
c. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 6573);
d. Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis
Risiko (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6617);
e. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan dan Pemberdayaan
Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 6619);
f. Peraturan Pemerintah No 8 Tahun 2021 tentang modal dasar perseroan serta pendaftaran
pendirian, perubahan, dan pembubaran perseroan yang memenuhi kriteria untuk usaha mikro dan
kecil;
g. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2017 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara
Bukan Pajak yang Berlaku pada Badan Pengawas Obat dan Makanan (Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 198);
h. Peraturan Pemerintah No. 72 Tahun 1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat
Kesehatan;
i. Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2017 tentang Badan Pengawas Obat dan Makanan
(Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 180);
j. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1175/MENKES/PER/VIII/2010 tentang Izin Produksi
Kosmetika (Berita Negara Republik Indonesia Nomor Tahun 2010 Nomor 396);
k. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1176/MENKES/PER/VIII/2010 tentang Notifikasi
Kosmetika (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 397);
l. Peraturan Kepala Badan POM RI No. 19 Tahun 2015 tentang Persyaratan Teknis Kosmetika;
m. Peraturan Kepala Badan POM RI No. 11 Tahun 2016 tentang Pedoman Penerapan Higiene
Sanitasi dan Dokumen pada Industri Kosmetika Golongan B;
n. Peraturan Badan POM RI No. 26 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi
Secara Elektronik Sektor Obat dan Makanan;
o. Peraturan Badan POM RI No. 12 Tahun 2019 tentang Cemaran dalam Kosmetika;
p. Peraturan Badan POM No. 23 Tahun 2019 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika;
q. Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 21 Tahun 2020 Tentang Organisasi dan
Tata Kerja Badan Pengawas Obat dan Makanan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020
Nomor 1002);
r. Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 22 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata
Kerja Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan Badan Pengawas Badan Obat dan Makanan (Berita
Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 1003) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 23 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 22 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 1151);
s. Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 31 Tahun 2020 tentang Pedoman Cara
Pembuatan Kosmetika yang Baik (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 1663);
t. Peraturan Badan POM No. 8 Tahun 2021 tentang Bentuk dan Jenis Sediaan Kosmetika tertentu
yang dapat Diproduksi oleh Industri Kosmetika yang Memiliki Sertifikat Produksi Kosmetika
Golongan B;

Petunjuk Teknis Penyusunan Dokumen CPKB untuk Industri Kosmetik Golongan B


PETUNJUK TEKNIS DIT. PMPU OTSKK
NOMOR : JUKNIS/XI/21/UMKMKOS
TANGGAL : November 2021

u. Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 10 Tahun 2021 Tentang Standar Kegiatan
Usaha dan Produk Pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Obat dan
Makanan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 292);
v. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2021 Tentang Standar
Kegiatan Usaha dan Produk pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor
Kesehatan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 316);
w. Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 14 Tahun 2021 tentang Sertifikasi Cara
Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor
474);
x. Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 33 Tahun 2021 tentang Sertifikasi Cara
Pembuatan Kosmetika yang Baik (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 1506);
y. Peraturan Kepala Badan POM RI No. HK.03.42.06.4556 Tahun 2010 tentang Petunjuk
Operasional Pedoman Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik.
z. Keputusan Kepala Badan POM No. HK.02.02.1.2.20.428 Tahun 2020 tentang Penetapan Bentuk
Sediaan Kosmetika;
aa. Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor Nomor HK.02.01.1.2.03.21.125
Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penerbitan Rekomendasi Sebagai Pemohon
Notifikasi Kosmetika;

4. Ruang Lingkup

Ruang lingkup Petunjuk Teknis Penyusunan Dokumen CPKB untuk Industri Kosmetik Golongan B
mencakup:
a. Setiap fasilitator pada Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Obat
Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, Badan POM;
b. Setiap fasilitator pada setiap Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan POM di seluruh Indonesia;
c. Setiap fasilitator di seluruh Indonesia yang melakukan fasilitasi penyusunan dokumen CPKB
untuk industri kosmetik golongan B.

5. Tata Urut

Tata urut Petunjuk Teknis Penyusunan Dokumen CPKB ini disusun dengan urutan sebagai berikut:

a. Bab I : Pendahuluan
b. Bab II : Ketentuan Pokok
c. Bab III : Pelaksanaan
d. Bab IV : Penutup

6. Pengertian

a. Kosmetika adalah bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar
tubuh manusia (epidermis, rambut, kuku, bibir dan organ genital bagian luar) atau gigi dan
membran mukosa mulut terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan
dan atau memperbaiki bau badan atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik;
b. Industri kosmetik golongan B adalah izin produksi untuk industri kosmetika yang dapat
membuat bentuk dan jenis sediaan kosmetika tertentu dengan menggunakan teknologi
sederhana;

Petunjuk Teknis Penyusunan Dokumen CPKB untuk Industri Kosmetik Golongan B


PETUNJUK TEKNIS DIT. PMPU OTSKK
NOMOR : JUKNIS/XI/21/UMKMKOS
TANGGAL : November 2021

c. Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik yang selanjutnya disingkat CPKB adalah seluruh aspek
kegiatan pembuatan Kosmetika yang bertujuan untuk menjamin agar produk yang dihasilkan
senantiasa memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan sesuai dengan tujuan penggunaannya;
d. Sertifikat Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik yang selanjutnya disebut Sertifikat CPKB
adalah sertifikat yang merupakan bukti bahwa industri kosmetika telah menerapkan CPKB
dalam pembuatan kosmetika;
e. Sertifikat Pemenuhan Aspek Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik yang selanjutnya disebut
SPA CPKB adalah sertifikat yang merupakan bukti bahwa Industri kosmetika Golongan B telah
menerapkan CPKB dalam pembuatan kosmetika;
f. Dokumentasi adalah seluruh prosedur tertulis, instruksi, dan catatan yang terkait dalam
pembuatan dan pemeriksaan mutu produk;
g. Higiene perorangan adalah kewajiban masing-masing personil mengamati dan menerapkan
peraturan mengenai Kesehatan kerja, pemeliharaan dan perlindungan Kesehatan personil, juga
pengawasan higiene pada proses pembuatan kosmetika yang harus diterapkan oleh personil;
h. Sanitasi adalah pengendalian kebersihan terhadap proses produksi termasuk personil, bangunan
dan fasilitas, peralatan dan perlengkapan, serta penanganan bahan;
i. Teknologi Sederhana adalah teknologi baik secara manual maupun menggunakan mesin dengan
sistem sederhana;
j. Rekomendasi sebagai pemohon notifikasi kosmetik adalah dokumen sah yang merupakan bukti
bahwa importir atau usaha perorangan/badan usaha di bidang kosmetik yang melakukan kontrak
produksi dengan industri kosmetik yang berada di wilayah Indonesia telah memenuhi
persyaratan sebagai pemohon notifikasi kosmetik;
k. Usaha perorangan adalah usaha yang dikelola secara pribadi oleh perorangan yang memiliki
perizinan dari pemerintah setempat;
l. Importir adalah badan usaha berbentuk badan hokum atau bukan badan hokum yang
memasukkan kosmetik ke dalam wilayah Indonesia.

BAB II
KETENTUAN POKOK

II.1. CPKB
Industri Kosmetik dalam melakukan kegiatan pembuatan kosmetik wajib menerapkan
pedoman CPKB. Penerapan pedoman dibuktikan dengan:
a. Sertifikat CPKB; atau
b. Sertifikat Pemenuhan Aspek CPKB selanjutnya ditulis SPA CPKB.
SPA CPKB terdiri atas:
a. Sertifikat Pemenuhan Aspek CPKB secara bertahap golongan A; atau
b. Sertifikat Pemenuhan Aspek CPKB golongan B.
Sertifikat CPKB atau Sertifikat Pemenuhan Aspek CPKB diterbitkan oleh Kepala Badan
POM.
Sertifikat CPKB diterbitkan bagi:
a. Industri Kosmetika penerima kontrak produksi; atau

Petunjuk Teknis Penyusunan Dokumen CPKB untuk Industri Kosmetik Golongan B


PETUNJUK TEKNIS DIT. PMPU OTSKK
NOMOR : JUKNIS/XI/21/UMKMKOS
TANGGAL : November 2021

b. Industri Kosmetika yang tidak menerima kontrak produksi.


SPA CPKB hanya diterbitkan bagi Industri Kosmetika yang tidak menerima kontrak
produksi.
Sertifikat CPKB atau SPA CPKB berlaku untuk jangka waktu 5 (lima) tahun terhitung
sejak tanggal diterbitkan dan dapat diperpanjang melalui pembaharuan.

II.2. Fasilitas Bersama


Industri Kosmetik dapat memproduksi Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT)
menggunakan fasilitas produksi Kosmetik bersama dengan PKRT. Ketentuan tersebut dapat
dilaksanakan setelah Industri Kosmetik memperoleh persetujuan dari Badan POM. Untuk
memperoleh persetujuan fasilitas produksi kosmetik bersama dengan PKRT, salah satunya adalah
industri kosmetik wajib memiliki sertifikat CPKB.

II.3. Rekomendasi sebagai Pemohon Notifikasi Kosmetik (Maklon)


Importir atau usaha perorangan/badan usaha di bidang kosmetik yang berada di wilayah
Indonesia, dalam mengajukan permohonan penerbitan notifikasi kosmetik harus terlebih dahulu
memperoleh Rekomendasi sebagai pemohon notifikasi kosmetik yang diterbitkan oleh UPT
Badan POM setempat.

BAB III
PELAKSANAAN

III.1. Daftar Dokumen Penerapan 12 (Dua Belas) Aspek Sistem Mutu Dalam Rangka
Pengajuan Permohonan Penerbitan Sertifikat CPKB terdiri dari:

1. Sistem Manajemen Mutu


Visi dan Misi Perusahaan
2. Personalia
2.1 Struktur Organisasi Perusahaan
2.2 Uraian Jabatan Personil Kunci (Kepala Bagian Pengawasan Mutu dan Kepala
Bagian Produksi)
2.3 Protap dan Program Pelatihan CPKB bagi karyawan
2.4 Catatan tentang Pelatihan CPKB bagi karyawan
3. Bangunan dan Fasilitas
3.1 Rancang Bangun (tata ruang) sesuai persetujuan denah bangunan
3.2 Ventilasi untuk kegiatan dalam bangunan
3.3 Fasilitas penunjang (misal sistem pengolahan air), jika ada
4. Peralatan
4.1 Protap kalibrasi peralatan dan catatannya
4.2 Jadwal perawatan peralatan dan catatan pelaksanaan (termasuk perbaikan)
4.3 Sistem penandaan pipa saluran, jika ada
4.4 Tersedia peralatan sesuai dengan bentuk sediaan yang diajukan
4.5 Catatan pemakaian dan pembersihan peralatan

Petunjuk Teknis Penyusunan Dokumen CPKB untuk Industri Kosmetik Golongan B


PETUNJUK TEKNIS DIT. PMPU OTSKK
NOMOR : JUKNIS/XI/21/UMKMKOS
TANGGAL : November 2021

5. Sanitasi dan Higiene Personalia


5.1 Protap penerapan higiene perorangan
5.2 Program pemeriksaan kesehatan karyawan dan catatannya Bangunan
5.3 Protap pembersihan dan sanitasi bangunan beserta catatannya
5.4 Protap pengendalian hama dan catatannya Peralatan
5.5 Protap pembersihan dan sanitasi peralatan beserta catatannya
5.6 Label kebersihan peralatan sebelum penggunaan
6. Produksi
6.1 Spesifikasi air yang digunakan untuk produksi
6.2 Protap penimbangan
6.3 Protap pengolahan induk dan catatannya
6.4 Protap pengemasan induk dan catatannya
6.5 Protap pemberian nomor batch/lot
6.6 Daftar periksa kesiapan sebelum produksi
7. Pengawasan Mutu
7.1 Protap pengambilan sampel bahan baku, bahan pengemas, produk ruahan dan
produk jadi beserta catatannya
7.2 Protap pengujian bahan baku, bahan pengemas, produk ruahan dan produk jadi
beserta catatannya
7.3 Protap pelulusan produk jadi
7.4 Protap pengolahan ulang dan catatannya
7.5 Protap uji ulang bahan baku
7.6 Program stabilitas
7.7 Protap penilaian pemasok/penyalur bahan awal dan catatannya
7.8 Protap penanganan sampel pertinggal dan catatannya
8. Dokumentasi
8.1 Spesifikasi bahan baku, bahan pengemas, produk ruahan dan produk jadi
8.2 Protap pembuatan protap, penomoran dan pengendaliannya
9. Audit Internal
9.1 Protap, Jadwal, Tim dan Laporan Audit Internal.
10. Penyimpanan
10.1 Protap penerimaan, penyimpanan dan penyerahan bahan baku, bahan
pengemas dan produk jadi
10.2 Kartu stok
10.3 Catatan distribusi kosmetika
11. Kontrak Produksi dan Pengujian
11.1 Protap kontrak produksi dan pengujian
11.2 Pelaksanaan kontrak produksi
12. Penanganan Keluhan dan Penarikan Produk
12.1 Protap penanganan keluhan dan catatannya
12.2 Protap penarikan produk dan catatannya
12.3 Protap pemusnahan produk dan catatannya

III.2. Daftar Dokumen Penerapan Sistem Mutu Cpkb Dalam Rangka Pengajuan
Permohonan Penerbitan Sertifikat Pemenuhan Aspek CPKB Golongan B

1. Higiene dan Sanitasi


1.1 Protap penerapan higiene perorangan
1.2 Program pemeriksaan kesehatan untuk personil produksi beserta catatannya
1.3 Protap pembersihan dan sanitasi ruangan beserta catatannya
1.4 Protap pembersihan dan sanitasi peralatan beserta catatannya
1.5 Label status kebersihan peralatan sebelum penggunaan

Petunjuk Teknis Penyusunan Dokumen CPKB untuk Industri Kosmetik Golongan B


PETUNJUK TEKNIS DIT. PMPU OTSKK
NOMOR : JUKNIS/XI/21/UMKMKOS
TANGGAL : November 2021

2. Dokumentasi
2.1 Spesifikasi bahan baku, bahan pengemas, produk ruahan/ produk antara dan
produk jadi
2.2 Struktur organisasi dilengkapi dengan nama personil yang menjabat
2.3 Uraian jabatan Personil Kunci (Kepala Bagian Pengawasan Mutu dan Kepala Bagian
Produksi)
2.4 Program pelatihan higiene dan sanitasi bagi karyawan beserta catatannya
2.5 Protap pengoperasian peralatan utama beserta catatan pelaksanaannya
2.6 Protap penimbangan bahan baku
2.7 Protap kalibrasi alat ukur beserta catatannya, minimal peneraan timbangan
2.8 Protap penomoran batch
2.9 Protap pengolahan batch dan pengawasan selama proses beserta catatannya
2.10 Protap pengemasan batch dan pengawasan selama proses beserta catatannya
2.11 Protap pengambilan sampel bahan baku, bahan pengemas dan produk jadi
beserta catatannya
2.12 Protap pemeriksaan/pengujian bahan baku, bahan pengemas, produk ruahan
dan produk jadi beserta catatannya
2.13 Protap penerimaan, penyimpanan dan pengeluaran bahan baku, bahan
pengemas dan produk jadi
2.14 Kartu stok bahan baku, bahan pengemas, produk ruahan/ produk antara dan
produk jadi
2.15 Protap penanganan keluhan beserta catatannya
2.16 Protap penarikan produk beserta catatannya
2.17 Protap pemusnahan bahan baku, bahan pengemas dan produk jadi beserta
catatannya

III.3. Ruang Lingkup Dokumen Teknis dan Ruang Lingkup Sarana dalam rangka
Rekomendasi sebagai Pemohon Notifikasi Kosmetik (Maklon)

III.3.1. Ruang Lingkup Dokumen Teknis

1. Personalia a. Surat Perjanjian Kerjasama Penanggungjawab teknis dengan


Direktur
b. KTP Penanggungjawab teknis
c. Kualifikasi Penanggungjawab teknis

2 Produksi a. Prosedur Tertulis Pelabelan


b. Form Catatan Pelabelan
c. Prosedur tertulis pengemasan sekunder
d. Form catatan pengemasan sekunder

3 Pengawasan Mutu a. Prosedur Tertulis Penanganan Sampel Pertinggal


b. Form catatan Penanganan Sampel Pertinggal
c. Prosedur penanganan produk kembalian
d. Form catatan penanganan produk kembalian

4 Penyimpanan a. Prosedur tertulis pengadaan, peneriman dan penyimpanan


kosmetika
b. Form catatan pengadaan, peneriman dan penyimpanan
kosmetika
c. Form catatan persediaan

Petunjuk Teknis Penyusunan Dokumen CPKB untuk Industri Kosmetik Golongan B


PETUNJUK TEKNIS DIT. PMPU OTSKK
NOMOR : JUKNIS/XI/21/UMKMKOS
TANGGAL : November 2021

5 Penanganan a. Prosedur tertulis penangan keluhan


Keluhan, b. Form catatan penanganan keluhan
Penarikan Produk c. Prosedur tertulis penarikan produk
dan Pemusnahan d. Form catatan penarikan produk
e. Prosedur tertulis pemusnahan produk
f. Form catatan pemusnahan produk

III.3.2. Ruang Lingkup Sarana

1 Pengawasan Mutu Tersedia tempat penyimpanan sampel pertinggal sesuai dengan


kondisi penyimpanan yang tercantum dalam penandaan

2 Penyimpanan a. Tempat penyimpanan dirancang dan disesuaikan untuk


memastikan kondisi dan kapasitasn penyimpanan memadai
b. Kosmetik disimpan sesuai dengan kondisi penyimpanan
yang tercantum dalam penandaan
c. Tempat penyimpan kering, tidak panas, tidak lembab, suhu
kamar dan terhindari dari sinar matahari langsung

6 Sanitasi a. Prosedur tertulis pembersihan sarana


b. Form catatan pembersihan sarana
c. Prosedur pengendalian hama
d. Form catatan pengendalian hama

BAB IV

PENUTUP

Demikian Petunjuk Teknis ini disusun agar dapat digunakan sebagai panduan dalam melaksanakan fasilitasi
Penyusunan Dokumen CPKB untuk Industri Kosmetik Golongan B. Hal-hal yang belum diatur dalam
Petunjuk Teknis ini disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.

Jakarta, 3 November 2021

Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Obat


Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik

Dra. Asih Liza Restanti, Apt., M.Kes.

Petunjuk Teknis Penyusunan Dokumen CPKB untuk Industri Kosmetik Golongan B

Anda mungkin juga menyukai