Metode Hagiwara dan GRM dalam Seismik
Metode Hagiwara dan GRM dalam Seismik
MODUL KE – 03
PROCESSING DAN INTERPRETASI SEISMIK REFRAKSI DENGAN
METODE HAGIWARA DAN GRM
Oleh:
Akhmad Khoirunnas 121120140
Asisten :
Surya Catur Febrian 118120046
Ravika Glori O. Hutagalung 120120069
Yoel Sanove H. Sebayang 120120075
Zaliya Ragina 120120091
Hilaludin Akbar 120120114
Natal Hutajulu 120120121
Muhamad Arif Samsudin 120120158
Josma Hardianto Damanik 120120183
V. KESIMPULAN .............................................................................................. 22
2
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Proses penjalaran Direct wave dan gelombang refraksi ...................... 5
Gambar 2. Ilustrasi Metode delay time pada single shot ....................................... 6
Gambar 3. Lintasan gelombang bias untuk struktur dua lapis .............................. 7
Gambar 4. Model Seismic Bias dua lapis .............................................................. 8
Gambar 5. Diagram Alir Hagiwara ..................................................................... 11
Gambar 6. Diagram alir penampang GRM ......................................................... 13
Gambar 7. Kurva tV ............................................................................................ 15
Gambar 8. Penampang Hagiwara ........................................................................ 15
Gambar 9. Kurva tV. ........................................................................................... 18
Gambar 10. Penampang GRM ............................................................................ 18
3
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Perhitungan Boundary ............................................................................ 14
Tabel 2. Perhitungan Elevasi Z dan Cos i ............................................................ 15
Tabel 3. TAB ........................................................................................................ 16
Tabel 4. Perhitungan XY ...................................................................................... 16
Tabel 5. Perhitungan Boundary ............................................................................ 17
Tabel 6. Perhitungan V1 dan V2 .......................................................................... 17
4
I. TUJUAN PRAKTIKUM
Tujuan praktikum kali ini adalah sebagai berikut:
5
(geophone) kemudian dicatat atau direkam oleh suatu alat di atas
permukaan.
1
∆𝑇𝑔 = (𝑇 + 𝑇𝐵𝐺 − 𝑇𝑡 )
2 𝐴𝐺
6
berbeda,sehingga arah penjalaran gelombang seismik akan mengalami
pembiasan (refraksi). Dengan hukum Snellius pada bidang batas dua
medium saat terjadi sudut kritis i adalah
𝑉
sin 𝑖 = 𝑉1
2
(1)
(2)
ℎ∆ 𝑐𝑜𝑠𝑖 𝑋
𝑇 ′𝐴𝑃 = + 𝑉 𝑑𝑒𝑡𝑖𝑘
𝑉1 2
(3)
7
permukaan. Informasi ini kemudia nakan diolah dan di interpretasi
sehingga menggambarkan suatu penampang silang untuk
menunjukkan kedalaman dari lapisan yang dilalui gelombang seismic
(Wiley, 1997)
√𝑉22 − 𝑉12
𝑇𝐷 = ℎ1
𝑉1 𝑉2
𝑉1 𝑉2
ℎ1 = 𝑇𝐷
√𝑣22 − 𝑣12
8
lapisan pertama dan v2 adalah kecepatan lapisan kedua.
Ketebalan lapisan keduadapat dihitung menggunakan persamaan
berikut:
9
III. LANGKAH PENGERJAAN
3.1 Metode Hagiwara
3.1.1 Langkah kerja
1. Pertama inputkan data near dan far gelombang seismik
permodelan sintetik miring pada excel
2. Masukkan nilai near kedalam kolom TAP dan nilai far
kedalam kolom TBP
3. Cari nilai C dan D, nilai C didapat dari TAP+TBP dan nilai
D didapat dari C-TAB, namun nilai D yang dicari hanya
pada gelombang refractnya saja
4. Kemudian cari nilai E, nilai E ini didapat dari D / 2
5. Lalu hitung nilai TAP’dan TBP’, didapat dari TAP-E untuk
nilai TAP’ dan TBP-E untuk TBP’
6. Lalu kita bisa menghitung nilai E pada gelombang direct
menggunakan rumus TBP-TBP’
7. Setelah mendapatkan nilai TAP’ dan TBP’ kita bisa
mendapatkan kurva TX
8. Dari kurva tersebut kita bisa mengetahui nilai gradien dan
interceptnya
9. Setelah itu hitunglah nilai hp menggunakan persamaan E*V1
rata-rata dibagi dengan cos i
10. Setelah mendapatkan hp kita bisa menentukan boundary
karena boundary didapat dari topografi dikurang hp
11. Setelah itu kita bisa membuat penampang hagiwara dari nilai
topografi dan boundary
10
3.1.2 Diagram Alir
11
3.2 Metode GRM
3.2.1 Langkah Kerja
1. Pertama Masukkan nilai near dan far dari gelombang
seismik refraksi permodelan sintetik miring
2. Hitung nilai TAB XY=0 sampai XY=20
3. Hitung nilai XY dari nilai near dikurang far dibagi dengan
TAB
4. Plot kurva tV dari nilai XY
5. Dari kurva kita bisa mendapat nilai v’ karena nilai v’ didapat
dari 1 dibagi gradien kurva tV
6. Hitung nilai TG dan HG
7. Hitung nilai w dan z
8. Hitung nilai boundary yang didapat dari topografi dikurang z
9. Dari nilai boundary dan topografi kita bisa membuat
penampang GRM
12
3.2.2 Diagram Alir
13
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 HASIL
Tabel 1. Perhitungan Boundary
Stasiun A 1 2 3 4 5
Jarak dari stasiun A 0 5 10 15 20 25
(a) Tap 4 16.5 26.5 38.5 51
(b) Tbp 138.5 136.5 135.5 133.5 131.5
(c) = a + b
(d) = c - Tab
(e) = d / 2 14.22 15.28085 17.3417 18.40255 19.4634
(f) =Tap' = (a) -€
(g) Tbp' =(b) - € 124.28 121.21915 118.1583 115.09745 112.0366
(h) hp = € x V1/cos i 5.815752 6.249623108 7.092477778 7.526348451 7.960219124
topografi 120 120 120 120 120
boundary 114.1842 113.7503769 112.9075222 112.4736515 112.0397809
6 7 8 9 10 11 12 13 14
30 35 40 45 50 55 60 65 70
55.5 60.5 64.5 69 74 78.5 82.5 87 91.5
129.5 128.5 126.5 125 123.5 121 120 117.5 116
185 189 191 194 197.5 199.5 202.5 204.5 207.5
48 52 54 57 60.5 62.5 65.5 67.5 70.5
24 26 27 28.5 30.25 31.25 32.75 33.75 35.25
31.5 34.5 37.5 40.5 43.75 47.25 49.75 53.25 56.25
105.5 102.5 99.5 96.5 93.25 89.75 87.25 83.75 80.75
9.815616 10.63358 11.04257 11.65604 12.37177 12.78075 13.39423 13.80321 14.41669
120 120 120 120 120 120 120 120 120
110.1844 109.3664 108.9574 108.344 107.6282 107.2193 106.6058 106.1968 105.5833
15 16 17 18 19 20 21 22 23 24
75 80 85 90 95 100 105 110 115 120
96 100.5 104.5 109.5 114 118 122 127.5 131.5 135.5
112.5 104.5 91.5 79 66.5 54.5 42 29.5 17 4
208.5 205 196 188.5 180.5 172.5
71.5 68 59 51.5 43.5 35.5
35.75 34 29.5 25.75 21.75 17.75 45.00015 47.4393 48.37845 49.3176
60.25 66.5 75 83.75 92.25 100.25 76.99985 80.0607 83.12155 86.1824
76.75 70.5 62 53.25 44.75 36.75
14.62118 13.90546 12.06503 10.53134 8.895402 7.259466 18.40434 19.40191 19.78601 20.17011
120 120 120 120 120 120 120 120 120 120
105.3788 106.0945 107.935 109.4687 111.1046 112.7405 101.5957 100.5981 100.214 99.82989
14
Tabel 2. Perhitungan Elevasi Z dan Cos i
Near Direct Near Refract Far Direct Far Refract
A B A B A B A B
2.495 8.375 0.8904 29.098 2.4967 303.94 0.3484 133.47
Gambar 7. Kurva tV
15
Tabel 3. TAB
Tab Xy
133.75 0
130.75 5
127.75 10
124.375 15
121.5 20
Tabel 4. Perhitungan XY
X Xy=0 Xy=5 Xy=10 Xy=15 Xy=20
30 33 31.5 30 28.3125 26.875
35 36.875 35.375 33.875 32.1875 30.75
40 39.25 37.75 36.25 34.5625 33.125
45 42.375 40.875 39.375 37.6875 36.25
50 46.125 44.625 43.125 41.4375 40
55 48.875 47.375 45.875 44.1875 42.75
60 52.125 50.625 49.125 47.4375 46
65 55.25 53.75 52.25 50.5625 49.125
70 58.125 56.625 55.125 53.4375 52
75 60.625 59.125 57.625 55.9375 54.5
80 64.875 63.375 61.875 60.1875 58.75
85 73.375 71.875 70.375 68.6875 67.25
90 82.125 80.625 79.125 77.4375 76
95 90.625 89.125 87.625 85.9375 84.5
100 98.625 97.125 95.625 93.9375 92.5
105 105.375 103.875 102.1875 100.75
110 112.875 111.1875 109.75
115 119.4375 118
120 126.5
16
Tabel 5. Perhitungan Boundary
G HG W Z Topografi Boundary
30 39.65239 0.591168 7.008925 120 112.9910754
35 37.04956 0.591168 6.54885 120 113.45115
40 39.93052 0.591168 7.058086 120 112.9419142
45 40.06958 0.591168 7.082666 120 112.9173336
50 38.32248 0.591168 6.77385 120 113.2261504
55 41.02872 0.591168 7.252204 120 112.7477963
60 37.91958 0.591168 6.702635 120 113.2973654
65 38.05865 0.591168 6.727215 120 113.2727848
70 39.90917 0.591168 7.054311 120 112.9456885
75 44.32687 0.591168 7.835181 120 112.1648188
80 36.76438 0.591168 6.498441 120 113.5015587
85 2.285351 0.591168 0.403957 120 119.5960432
90 38.26159 0.591168 6.763087 120 113.236913
95 74.91884 0.591168 13.24259 120 106.7574066
100 110.5457 0.591168 19.53996 120 100.4600398
Near
V1 Near 0.440529
V2 Near 1.123091
Far
V1 far 0.400529
V2 far 2.822467
V1 rat 0.420529
V2 rat 1.972779
V' 1.160901
V rata-rata 1.196654
V'j 4.784949
17
Gambar 9. Kurva tV.
18
4.2 PEMBAHASAN
Metode Intercept Time merupakan metode interpretasi seismic
refraksi yang digunakan untuk menentukan kedalaman lapisan
tanah/batuan. Lapisan tersebut dianggap sebagai lapisan yang
homogen (relatif seragam) serta batas lapisan atau reflektor cenderung
datar. Metode ini sangat sederhana dan hasilnya relatif kasar karena
hanya dapat digunakan untuk menghitung kedalaman pada lapisan di
bawah titik tertentu pada gelombang refraksi pertama untuk mewakili
kedalaman model di bawah lintasan seismik refraksi, sehingga
kelemahan pada metode ini adalah hanya akurat apabila dilakukan
untuk kondisi geologi yang tidak kompleks. Sedangkan Metode Plus-
Minus merupakan turunan dari metode delay time untuk kasus yang
lebih kompleks seperti bidang batas lapisan yang tidak rata, mencari
tebal lapisan lapisan lapuk, menghitung static correction pada data
seismik refleksi. Metode ini menggunakan asumsi bahwa bidang batas
lapisan adalah lurus, kemiringan refraktor < 10°.
21
V. KESIMPULAN
Setelah melakukan praktikum mengenai “Simulasi Akuisisi 2D
Seismik Refraksi Dan Interpretasi Model Kedalaman” dapat disimpulkan
bahwa :
22
DAFTAR PUSTAKA
Gosar, A. (2007). Microtremor HVSR Study for Assesing Site Effects in the
Brovec Basin (NW Slovenia) Related to 1998 MW 5.6 and 2004 Mw 5.2
Earthquake. engineering geology, 91(2-4), 178-193.
23