0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan23 halaman

Metode Hagiwara dan GRM dalam Seismik

(1) Tujuan praktikumnya adalah mengolah dan menginterpretasikan data seismik refraksi dengan metode Hagiwara dan GRM serta membandingkan hasilnya (2) Metode Hagiwara digunakan untuk struktur dua lapisan, menghitung waktu bias gelombang dan membuat penampang. Metode GRM dapat diaplikasikan pada medium tidak homogen, dengan menggambar kurva waktu datang gelombang. (3) Hasilnya berupa penampang

Diunggah oleh

Akhmad Khoirunnas
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan23 halaman

Metode Hagiwara dan GRM dalam Seismik

(1) Tujuan praktikumnya adalah mengolah dan menginterpretasikan data seismik refraksi dengan metode Hagiwara dan GRM serta membandingkan hasilnya (2) Metode Hagiwara digunakan untuk struktur dua lapisan, menghitung waktu bias gelombang dan membuat penampang. Metode GRM dapat diaplikasikan pada medium tidak homogen, dengan menggambar kurva waktu datang gelombang. (3) Hasilnya berupa penampang

Diunggah oleh

Akhmad Khoirunnas
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN AKHIR

METODE SEISMIK TG3105

MODUL KE – 03
PROCESSING DAN INTERPRETASI SEISMIK REFRAKSI DENGAN
METODE HAGIWARA DAN GRM
Oleh:
Akhmad Khoirunnas 121120140
Asisten :
Surya Catur Febrian 118120046
Ravika Glori O. Hutagalung 120120069
Yoel Sanove H. Sebayang 120120075
Zaliya Ragina 120120091
Hilaludin Akbar 120120114
Natal Hutajulu 120120121
Muhamad Arif Samsudin 120120158
Josma Hardianto Damanik 120120183

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOFISIKA


JURUSAN TEKNOLOGI PRODUKSI DAN INDUSTRI
INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA
2023
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ........................................................................................................... 2

DAFTAR GAMBAR .............................................................................................. 3

DAFTAR TABEL ................................................................................................... 4

I. TUJUAN PRAKTIKUM ................................................................................. 5

II. DASAR TEORI ............................................................................................... 5

2.1 Seismik Refraksi....................................................................................... 5

2.2 Metode Delay time ................................................................................... 6

2.3 Metode Hagiwara ..................................................................................... 6

2.4 Metode GRM ............................................................................................ 7

III. LANGKAH PENGERJAAN ......................................................................... 10

3.1 Metode Hagiwara................................................................................... 10

3.1.1 Langkah kerja .................................................................................. 10

3.1.2 Diagram Alir ................................................................................... 11

3.2 Metode GRM .......................................................................................... 12

3.2.1 Langkah Kerja ................................................................................. 12

3.2.2 Diagram Alir ................................................................................... 13

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN...................................................................... 14

4.1 HASIL .................................................................................................... 14

4.2 PEMBAHASAN .................................................................................... 19

V. KESIMPULAN .............................................................................................. 22

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 23

2
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Proses penjalaran Direct wave dan gelombang refraksi ...................... 5
Gambar 2. Ilustrasi Metode delay time pada single shot ....................................... 6
Gambar 3. Lintasan gelombang bias untuk struktur dua lapis .............................. 7
Gambar 4. Model Seismic Bias dua lapis .............................................................. 8
Gambar 5. Diagram Alir Hagiwara ..................................................................... 11
Gambar 6. Diagram alir penampang GRM ......................................................... 13
Gambar 7. Kurva tV ............................................................................................ 15
Gambar 8. Penampang Hagiwara ........................................................................ 15
Gambar 9. Kurva tV. ........................................................................................... 18
Gambar 10. Penampang GRM ............................................................................ 18

3
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Perhitungan Boundary ............................................................................ 14
Tabel 2. Perhitungan Elevasi Z dan Cos i ............................................................ 15
Tabel 3. TAB ........................................................................................................ 16
Tabel 4. Perhitungan XY ...................................................................................... 16
Tabel 5. Perhitungan Boundary ............................................................................ 17
Tabel 6. Perhitungan V1 dan V2 .......................................................................... 17

4
I. TUJUAN PRAKTIKUM
Tujuan praktikum kali ini adalah sebagai berikut:

1. Dapat mengolah data dan menginterpretasikan seismik refraksi dengan


menggunakan metode Hagiwara dan GRM
2. Dapat membandingkan hasil yang diperoleh dengan metode hagiwara
dan metode GRM

II. DASAR TEORI


2.1 Seismik Refraksi
Seismik refraksi merupakan salah satu dari metode seismik
aktif yang bekerja berdasarkan gelombang seismik yang
direfraksikan mengikuti lapisan-lapisan bumi di bawah permukaan.
Metode ini hanya memanfaatkan gelombang langsung dan gelombang
P refraksi yang menjalar pada bidang batas lapisan batuan seperti pada
gambar dibawah ini

Gambar 1. Proses penjalaran Direct wave dan gelombang refraksi

Metode seismik refraksi melakukan pengukuran waktu tempuh


gelombang P (pada setiap titik sepanjang bidang batas lapisan) yang
dihasilkan dari sumber energi impulsive. Suatu sumber gelombang
(palu, drop weight, dinamit, air gun, dll) dibangkitkan di
permukaan bumi. Karena material bumi bersifat elastik maka
gelombang seismik yang terjadi akan menjalar ke dalam bumi
dalam berbagai arah. Pada bidang batas antar lapisan, gelombang
ini sebagian dipantulkan dan sebagian lain dibiaskan. Di permukaan
bumi gelombang tersebut diterima oleh serangkaian detektor

5
(geophone) kemudian dicatat atau direkam oleh suatu alat di atas
permukaan.

2.2 Metode Delay time


Metode delay time digunakan pada bidang batas lapisan dangkal
dengan kontras kecepatan yang besar (untuk mencari ketebalan
lapisan lapuk). Disebut waktu tunda karena terdapat perbedaan waktu
yang diperlukan untuk perambatan pulsa gelombang ke arah atas (up-
ward) atau ke arah bawah (down-ward) yang melalui lapisan atas
terhadap waktu yang digunakan untuk merambat di permukaan lapisan
kedua (pembias) sepanjang proyeksi lintasan normal tersebut pada
bidang batas. Delay time (waktu tunda) ialah waktu penjalaran
gelombang dari AB padaV1 ke BC pada V2 (waktu tunda pada
source) atau dari DE pada V1 ke DF padaV2(waktu tunda pada
Geophone).

Gambar 2. Ilustrasi Metode delay time pada single shot

Persamaan delay time di geophone dapat dicari dengan;

1
∆𝑇𝑔 = (𝑇 + 𝑇𝐵𝐺 − 𝑇𝑡 )
2 𝐴𝐺

2.3 Metode Hagiwara


metode Hagiwara dikembangkan untuk struktur bawah
permukaan yang terdiri dari dua lapisan. Bidang batas lapisan yang
akan diperlihatkan oleh hasil perhitungan merupakan rata-rata
kedalaman yang memiliki kerapatan yang berbeda. Bila kerapatan
berbeda maka kecepatan gelombang seismiknya juga akan

6
berbeda,sehingga arah penjalaran gelombang seismik akan mengalami
pembiasan (refraksi). Dengan hukum Snellius pada bidang batas dua
medium saat terjadi sudut kritis i adalah

𝑉
sin 𝑖 = 𝑉1
2

(1)

Gambar 3. Lintasan gelombang bias untuk struktur dua lapis

Bila dinotasikan waktu perambatan gelombang bias dari titik


tembak A ke titik penerima P dengan T’AP waktu perambatan dari B
ke P dengan TBP dan waktu perambatan dari A ke B dengan TAB. T’AP
ditunjukkan oleh persamaan:

(𝑇𝐴𝑃 +𝑇𝐵𝑃 −𝑇𝐴𝐵 )


𝑇′𝐴𝑃 = 𝑇𝐴𝑃 − 𝑑𝑒𝑡𝑖𝑘
2

(2)

ℎ∆ 𝑐𝑜𝑠𝑖 𝑋
𝑇 ′𝐴𝑃 = + 𝑉 𝑑𝑒𝑡𝑖𝑘
𝑉1 2

(3)

2.4 Metode GRM


Metode GRM merupakan penggambaran terakhir dari metode
waktutunda (plus minus). Inteerpretasi dapat diterapkan pada medium
yang memiliki kecepatan tidak homogen. Grafik waktu datang
gelombang pertama seismic pada masing-masing geophone
memberikan informasi mengenai kedalaman dan kondisi bawah

7
permukaan. Informasi ini kemudia nakan diolah dan di interpretasi
sehingga menggambarkan suatu penampang silang untuk
menunjukkan kedalaman dari lapisan yang dilalui gelombang seismic
(Wiley, 1997)

Gambar 4. Model Seismic Bias dua lapis


Besarnya time depth untuk dapat dihitung menggunakan
persamaan berikut:

√𝑉22 − 𝑉12
𝑇𝐷 = ℎ1
𝑉1 𝑉2

Ketebalan lapisan pertama dapat dihitung menggunakan


persamaan berikut:

𝑇𝐷𝑣2 𝑣3 ℎ1 𝑣2 √𝑣32 − 𝑣12


ℎ2 = −
√𝑣32 − 𝑣22 𝑣1 √𝑣32 − 𝑣22

TD adalah waktu tempuh gelombang yang berkaitan dengan


ketebalan medium di atasrefraktor yang disebut time depth (TD),maka

𝑉1 𝑉2
ℎ1 = 𝑇𝐷
√𝑣22 − 𝑣12

8
lapisan pertama dan v2 adalah kecepatan lapisan kedua.
Ketebalan lapisan keduadapat dihitung menggunakan persamaan
berikut:

𝑉1 𝑉2 𝑇𝐴𝑃 + 𝑇𝐵𝑃 − 𝑇𝐴𝐵


ℎ1 = ( )
√𝑣22 − 𝑣12 2

dengan h2 adalah ketebalan lapisan kedua, TD adalah time depth


pada shot point, v1 adalah kecepatan lapisan pertama,v2 adalah
kecepatan lapisan kedua, v3 adalah kecepatan lapisan ketiga dan h1
adalah ketebalan lapisan pertama (Telford, 1990)

9
III. LANGKAH PENGERJAAN
3.1 Metode Hagiwara
3.1.1 Langkah kerja
1. Pertama inputkan data near dan far gelombang seismik
permodelan sintetik miring pada excel
2. Masukkan nilai near kedalam kolom TAP dan nilai far
kedalam kolom TBP
3. Cari nilai C dan D, nilai C didapat dari TAP+TBP dan nilai
D didapat dari C-TAB, namun nilai D yang dicari hanya
pada gelombang refractnya saja
4. Kemudian cari nilai E, nilai E ini didapat dari D / 2
5. Lalu hitung nilai TAP’dan TBP’, didapat dari TAP-E untuk
nilai TAP’ dan TBP-E untuk TBP’
6. Lalu kita bisa menghitung nilai E pada gelombang direct
menggunakan rumus TBP-TBP’
7. Setelah mendapatkan nilai TAP’ dan TBP’ kita bisa
mendapatkan kurva TX
8. Dari kurva tersebut kita bisa mengetahui nilai gradien dan
interceptnya
9. Setelah itu hitunglah nilai hp menggunakan persamaan E*V1
rata-rata dibagi dengan cos i
10. Setelah mendapatkan hp kita bisa menentukan boundary
karena boundary didapat dari topografi dikurang hp
11. Setelah itu kita bisa membuat penampang hagiwara dari nilai
topografi dan boundary

10
3.1.2 Diagram Alir

Gambar 5. Diagram Alir Hagiwara

11
3.2 Metode GRM
3.2.1 Langkah Kerja
1. Pertama Masukkan nilai near dan far dari gelombang
seismik refraksi permodelan sintetik miring
2. Hitung nilai TAB XY=0 sampai XY=20
3. Hitung nilai XY dari nilai near dikurang far dibagi dengan
TAB
4. Plot kurva tV dari nilai XY
5. Dari kurva kita bisa mendapat nilai v’ karena nilai v’ didapat
dari 1 dibagi gradien kurva tV
6. Hitung nilai TG dan HG
7. Hitung nilai w dan z
8. Hitung nilai boundary yang didapat dari topografi dikurang z
9. Dari nilai boundary dan topografi kita bisa membuat
penampang GRM

12
3.2.2 Diagram Alir

Gambar 6. Diagram alir penampang GRM

13
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 HASIL
Tabel 1. Perhitungan Boundary
Stasiun A 1 2 3 4 5
Jarak dari stasiun A 0 5 10 15 20 25
(a) Tap 4 16.5 26.5 38.5 51
(b) Tbp 138.5 136.5 135.5 133.5 131.5
(c) = a + b
(d) = c - Tab
(e) = d / 2 14.22 15.28085 17.3417 18.40255 19.4634
(f) =Tap' = (a) -€
(g) Tbp' =(b) - € 124.28 121.21915 118.1583 115.09745 112.0366
(h) hp = € x V1/cos i 5.815752 6.249623108 7.092477778 7.526348451 7.960219124
topografi 120 120 120 120 120
boundary 114.1842 113.7503769 112.9075222 112.4736515 112.0397809

6 7 8 9 10 11 12 13 14
30 35 40 45 50 55 60 65 70
55.5 60.5 64.5 69 74 78.5 82.5 87 91.5
129.5 128.5 126.5 125 123.5 121 120 117.5 116
185 189 191 194 197.5 199.5 202.5 204.5 207.5
48 52 54 57 60.5 62.5 65.5 67.5 70.5
24 26 27 28.5 30.25 31.25 32.75 33.75 35.25
31.5 34.5 37.5 40.5 43.75 47.25 49.75 53.25 56.25
105.5 102.5 99.5 96.5 93.25 89.75 87.25 83.75 80.75
9.815616 10.63358 11.04257 11.65604 12.37177 12.78075 13.39423 13.80321 14.41669
120 120 120 120 120 120 120 120 120
110.1844 109.3664 108.9574 108.344 107.6282 107.2193 106.6058 106.1968 105.5833

15 16 17 18 19 20 21 22 23 24
75 80 85 90 95 100 105 110 115 120
96 100.5 104.5 109.5 114 118 122 127.5 131.5 135.5
112.5 104.5 91.5 79 66.5 54.5 42 29.5 17 4
208.5 205 196 188.5 180.5 172.5
71.5 68 59 51.5 43.5 35.5
35.75 34 29.5 25.75 21.75 17.75 45.00015 47.4393 48.37845 49.3176
60.25 66.5 75 83.75 92.25 100.25 76.99985 80.0607 83.12155 86.1824
76.75 70.5 62 53.25 44.75 36.75
14.62118 13.90546 12.06503 10.53134 8.895402 7.259466 18.40434 19.40191 19.78601 20.17011
120 120 120 120 120 120 120 120 120 120
105.3788 106.0945 107.935 109.4687 111.1046 112.7405 101.5957 100.5981 100.214 99.82989

14
Tabel 2. Perhitungan Elevasi Z dan Cos i
Near Direct Near Refract Far Direct Far Refract
A B A B A B A B
2.495 8.375 0.8904 29.098 2.4967 303.94 0.3484 133.47

V1 Near 0.400802 V1 Rata-rata 0.400665151 400.6651505


V2 Near 1.123091 V2 Rata-rata 1.996677405 1996.677405

V1 Far 0.400529 Z 6.262201546


V2 Far 2.870264

GRADIEN INTERCEPT COS i


TAP' 0.61217 12.722 0.97966
TBP' -0.61217 124.28

Gambar 7. Kurva tV

Gambar 8. Penampang Hagiwara

15
Tabel 3. TAB
Tab Xy
133.75 0
130.75 5
127.75 10
124.375 15
121.5 20

Tabel 4. Perhitungan XY
X Xy=0 Xy=5 Xy=10 Xy=15 Xy=20
30 33 31.5 30 28.3125 26.875
35 36.875 35.375 33.875 32.1875 30.75
40 39.25 37.75 36.25 34.5625 33.125
45 42.375 40.875 39.375 37.6875 36.25
50 46.125 44.625 43.125 41.4375 40
55 48.875 47.375 45.875 44.1875 42.75
60 52.125 50.625 49.125 47.4375 46
65 55.25 53.75 52.25 50.5625 49.125
70 58.125 56.625 55.125 53.4375 52
75 60.625 59.125 57.625 55.9375 54.5
80 64.875 63.375 61.875 60.1875 58.75
85 73.375 71.875 70.375 68.6875 67.25
90 82.125 80.625 79.125 77.4375 76
95 90.625 89.125 87.625 85.9375 84.5
100 98.625 97.125 95.625 93.9375 92.5
105 105.375 103.875 102.1875 100.75
110 112.875 111.1875 109.75
115 119.4375 118
120 126.5

X(m) TG-0 TG-1 TG-2 TG-3 TG-4


30 8.2869 9.7869 11.2869 12.9744 14.4119
35 7.742938 9.242938 10.74294 12.43044 13.86794
40 8.345025 9.845025 11.34503 13.03253 14.47003
45 8.374088 9.874088 11.37409 13.06159 14.49909
50 8.008963 9.508963 11.00896 12.69646 14.13396
55 8.574537 10.07454 11.57454 13.26204 14.69954
60 7.924763 9.424763 10.92476 12.61226 14.04976
65 7.953825 9.453825 10.95383 12.64133 14.07883
70 8.340563 9.840563 11.34056 13.02806 14.46556
75 9.263813 10.76381 12.26381 13.95131 15.38881
80 7.683337 9.183337 10.68334 12.37084 13.80834
85 0.477613 1.022387 2.522387 4.209887 5.647387
90 7.996238 6.496238 4.996238 3.308738 1.871238
95 15.65719 14.15719 12.65719 10.96969 9.532187
100 23.10279 21.60279 20.10279 18.41529 16.97779
105 16.625 18.125 19.8125 21.25
110 14.625 16.3125 17.75
115 12.0625 13.5
120 9

16
Tabel 5. Perhitungan Boundary
G HG W Z Topografi Boundary
30 39.65239 0.591168 7.008925 120 112.9910754
35 37.04956 0.591168 6.54885 120 113.45115
40 39.93052 0.591168 7.058086 120 112.9419142
45 40.06958 0.591168 7.082666 120 112.9173336
50 38.32248 0.591168 6.77385 120 113.2261504
55 41.02872 0.591168 7.252204 120 112.7477963
60 37.91958 0.591168 6.702635 120 113.2973654
65 38.05865 0.591168 6.727215 120 113.2727848
70 39.90917 0.591168 7.054311 120 112.9456885
75 44.32687 0.591168 7.835181 120 112.1648188
80 36.76438 0.591168 6.498441 120 113.5015587
85 2.285351 0.591168 0.403957 120 119.5960432
90 38.26159 0.591168 6.763087 120 113.236913
95 74.91884 0.591168 13.24259 120 106.7574066
100 110.5457 0.591168 19.53996 120 100.4600398

Tabel 6. Perhitungan V1 dan V2

Near
V1 Near 0.440529
V2 Near 1.123091

Far
V1 far 0.400529
V2 far 2.822467

V1 rat 0.420529
V2 rat 1.972779

V' 1.160901
V rata-rata 1.196654
V'j 4.784949

17
Gambar 9. Kurva tV.

Gambar 10. Penampang GRM

18
4.2 PEMBAHASAN
Metode Intercept Time merupakan metode interpretasi seismic
refraksi yang digunakan untuk menentukan kedalaman lapisan
tanah/batuan. Lapisan tersebut dianggap sebagai lapisan yang
homogen (relatif seragam) serta batas lapisan atau reflektor cenderung
datar. Metode ini sangat sederhana dan hasilnya relatif kasar karena
hanya dapat digunakan untuk menghitung kedalaman pada lapisan di
bawah titik tertentu pada gelombang refraksi pertama untuk mewakili
kedalaman model di bawah lintasan seismik refraksi, sehingga
kelemahan pada metode ini adalah hanya akurat apabila dilakukan
untuk kondisi geologi yang tidak kompleks. Sedangkan Metode Plus-
Minus merupakan turunan dari metode delay time untuk kasus yang
lebih kompleks seperti bidang batas lapisan yang tidak rata, mencari
tebal lapisan lapisan lapuk, menghitung static correction pada data
seismik refleksi. Metode ini menggunakan asumsi bahwa bidang batas
lapisan adalah lurus, kemiringan refraktor < 10°.

Salah satu metode perhitungan waktu tiba gelombang seismik


untuk mencerminkan lapisan bawah permukaan adalah Metode
Hagiwara. Metode ini merupakan metode waktu tunda (delay time)
yang berdasarkan asumsi bahwa undulasi bawah permukaan tidak
terlalu besar. Kelebihan dari metode Hagiwara adalah lapisan bawah
permukaan dapat ditampilkan mengikuti kontur bawah permukaan itu.
Berbeda dengan metode interceptime yang menganggap lapisan
dibawah permuaan adalah flat (rata). Terutama untuk lapisan bawah
permukaan yang harus detail, maka metode Hagiwara adalah metode
perhitungan yang menjadi pilihan utama, asumsi yang digunakan pada
metode ini adalah undulasi bawah permukaan tidak terlalu besar atau
sudut kemiringan mendekati nol (< 20°

Pemodelan bawah permukaan dengan menggunakan metode


ITM akan mendapatkan hasil gambaran bawah permukaan dengan
sederhana danmasih bentuk gambaran kasar, maka sesuai dengan
pengertiannya bahwasanya metode ITM salah satu metode interpretasi
19
seismik refraksi yang sangat sederhana dan hasilnya relatif kasar
karena hanya dapat digunakan untuk menghitung kedalaman pada
lapisan di bawah titik tertentu saja pada gelombang refraksi pertama
untuk mewakili kedalaman model di bawah lintasan seismik refraksi,
sehingga metode ini hanya akurat apabila dilakukan untuk kondisi
geologi yang tidak kompleks.

Pada Metode Plus-Minus mendapatkan hasil gambaran


permukaan yang tidak jauh berbeda dengan metode ITM, bisa kita
lihat sendiri memiliki struktur permukaaan yang datar seperti pada
pemodelan ITM. Hal ini didapat dari data yang hanya sedikit atau
hanya 2 data saja, jika kita melihat pada boundary tersebut akan
terlihat perbedaan hasil dengan metode ITM. Jika data yang dihasilkan
banyak maka permukaan akan terlihat jelas bergelombang sesuai
dengan nilai boundary. Dari kedua pemodelan penampang terhadap
masing-masing metode, keduanya memiliki nilai boundary yang
berbeda-beda. Hal ini disebabkan karena perbedaan nilai kecepatan
dan nilai intercept time yang digunakan pada perhitungan kedalaman.
Sedangkan pada metode Hagiwara terdapat undulasi pada lapisan hasil
interpretasi, hal ini disebabkan karena dua metode tersebut
menggunakan asusmsi yang berbeda, dimana ITM menganggap
bahwa lapisan pengukuran adalah homogen sedangkan metode
Hagiwara menganggap bahwa terdapat undulasi tidak terlalu besar,
jika kita meninjau objek yang dilewati gelombang yaitu bumi yang
terdiri dari lapisan dengan karakteristik yang berbeda, maka hasil dari
Metode Hagiwara dapat lebih akurat karena pada metode ini akan
mengikuti kontur bawah permukaan akibat ketidak-kontinuan pada
lapisan bumi.

Dalam perhitungan metode Hagiwara untuk memperoleh bawah


permukaan ini membutuhkan perhitungan waktu perambatan
gelombang bias dari titik A ke titik penerima P dengan Tap yang mana
menggunakan hasil picking near, sedangkan waktu perambatan dari B
ke P dengan Tbp yang mana menggunakan data hasil picking far.
20
Kemudian perhitungan nilai Tap’ dan Tbp’, perhitunganke dalaman
hp namun jika harga cos i diketahui, untuk mendapatkan nilai cos i
diperlukan komponen dari V rata-rata. Dapat terlihat dalam lampiran
excel banyak komponen nilai yang perlu dilakukan perhitungan. Pada
metode GRM Jarak optimum XY menjadi hal terpenting, dimana XY
Distance adalah jarak pisah di permukaan dimana gelombang seismik
dari forward dan reverse diukur dari titik refraktor yang sama. Titik X
dan Y sendiri adalah sebaran geophone. Metode ini akan membagi
data menjadi gelombang direct dan refract. Dimana untuk mengukur
nilai ditiap xy diperlukan nilai Tab, Tab diperoleh dengan
penjumlahan antara nilai near dan far secara berurutan. Nilai Tab akan
membantu dalam mencari nilai xy pada tiap offset gelombang refract.

Dari penampang yang didapat dari kedua metode yang telah


dilakukan, penampang hagiwara memiliki penampang dengan
ketinggian lapisan kedua yang sangat tinggi hampir menyentuh
lapisan pertama yaitu topografinya, dan terlihat juga undulasi yang
terbentuk saat gelombang seismik terekam pada geophone ke 20,
sementara itu penampang GRM memiliki penampang yang cukup
stabil dan tidak adanya undulasi yang signifikan namun masih terlihat
adanya undulasi disana.

21
V. KESIMPULAN
Setelah melakukan praktikum mengenai “Simulasi Akuisisi 2D
Seismik Refraksi Dan Interpretasi Model Kedalaman” dapat disimpulkan
bahwa :

1. Model penampang sintetik didasarkan pada rekaman data sintetik,


maka jika terjadi perubahan pada rekaman data maka hasil model
penampang akan berubah juga
2. Interpretasi model ITM didasarkan pada asumsi bahwa lapisan
pengukuran relatif homogen sehingga penampang yang dihasilkan
akan relatif lurus.
3. Interpretasi model Plus-Minus didasarkan pada analisis Plus Time
untuk menghitung kedalaman, pada analisis plus time jumlah waktu
rambatan gelombang dari geophone pada sumber forward dan
geophone dari sumber reverse di kurang dengan travel time antara
sumber keduanya.
4. Interpretasi metode Hagiwara menggunakan metode waktu tunda
(delay time) yang berdasarkan asumsi bahwa undulasi bawah
permukaan tidak terlalu besar, sehingga lapisan bawah permukaan
dapat ditampilkan mengikuti kontur bawah permukaan.
5. Interpretasi metode GRM digunakan fungsi Time Depth untuk
mencari kedalaman dibawah geophone pada metode ini jarak optimum
antara x dan y yang merupaka geophone adalah hal paling penting

22
DAFTAR PUSTAKA
Gosar, A. (2007). Microtremor HVSR Study for Assesing Site Effects in the
Brovec Basin (NW Slovenia) Related to 1998 MW 5.6 and 2004 Mw 5.2
Earthquake. engineering geology, 91(2-4), 178-193.

Sismanto. (1999). Eksplorasi dengan Menggunakan Seismik Refraksi.


Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Telford, W. G. (1990). Appliled Geophysich Second Edition. New york:


Cambridge University Press.

Wiley, J. S. (1997). An Introduction to Applied and Environmental Geophysics.


london: Baffins Lane.

23

Anda mungkin juga menyukai