PPI PADA PEMBERIAN
TERAPI INHALASI
(NEBULIZER)
KLINIK No Dokumen :
No Revisi :
PRATAM SOP
Tanggal Terbit :
A
Halaman : 2/2
ORINDA
dr. H. Agah Nugraha, M.K.M
SIP.446.1/KPTS.030/DPMPTSP/III/2023
1. Pengertian Meningkatkan kualitas pemberian terapi inhalasi (nebulizer) yang diberikan
kepada pasien melalui upaya pencegahan dan pengendalian infeksi,
melindungi sumber daya manusia dan masyarakat dari risiko kejadian
infeksi, serta mencegah kejadian
infeksi saluran pernafasan.
2. Tujuan Mencegah terjadinya transmisi penularan penyakit infeksi akibat
penggunaan Nebulizer yang tidak sesuai dengan standar.
3. Kebijakan Keputusan Direktur Klinik Orinda nomor:
4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 27 tahun 2017
Referensi tentang pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di
Fasilitas Pelayanan Kesehatan.
5. Prosedur 1. Petugas memastikan peralatan nebulizer dalam kondisi siap pakai dan
bersih dan dilakukan tes kelayakan penggunaan.
2. Petugas melakukan kebersihan tangan.
3. Petugas memakai APD.
4. Petugas memastikan slang oksigen, masker dan nebulizer kit dapat
dipergunakan kembali oleh pasien yang sama namun dibersihkan
terlebih dahulu dengan dekontaminasi melalui perendaman cairan
ezymatik 0,8 % atau detergen selama 10-15 menit keringkan kemudian
bungkus dengan plastik transparan simpan di tempat kering dan tertutup
dan alkohol swab 70 %.
5. Petugas memastikan penggunakan cairan dan obat yang dicampurkan
dalam cairan nebulizer idealnya sekali pakai, namun jika harus berbagi
dengan pasien yang lain maka lakukan tehnik aseptik lalu segera
membagikannya pada waktu yang sama.
6. Petugas membuang semua limbah yang telah digunakan pada limbah
infesius.
6. Unit terkait Ruang tindakan
8. Dokumen SOP kebersihan tangan, SOP pemakaian APD, SOP pengelolaan
terkait limbah
1/2
9. Rekaman
No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai
Historis
diberlakukan
Perubahan
2/2