0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
317 tayangan28 halaman

LPJ SIMULASI MOTION CORP Radio Fathir MMTC

Laporan ini membahas kegiatan tim kreatif dalam simulasi siaran talkshow radio. Tim kreatif bertanggung jawab mencari aset seperti gambar, video, dan membuat unsur grafis seperti VT, ID stasiun, bumper, dan lowerthird. Laporan ini juga menjelaskan proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi simulasi siaran talkshow radio.

Diunggah oleh

Fathir Rohman
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
317 tayangan28 halaman

LPJ SIMULASI MOTION CORP Radio Fathir MMTC

Laporan ini membahas kegiatan tim kreatif dalam simulasi siaran talkshow radio. Tim kreatif bertanggung jawab mencari aset seperti gambar, video, dan membuat unsur grafis seperti VT, ID stasiun, bumper, dan lowerthird. Laporan ini juga menjelaskan proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi simulasi siaran talkshow radio.

Diunggah oleh

Fathir Rohman
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN INDIVIDU

SIMULASI SIARAN MOTION RADIO

PROGRAM TALKSHOW “SAATNYA OBROLAN SANTAI”

OLEH :

NAMA : Fathir Rohman

NIM : 02019143941

PROFESI : Tim Kreatif

PROGRAM STUDI : Manarita 7A

JURUSAN PENYIARAN

SEKOLAH TINGGI MULTIMEDIA “MMTC”

YOGYAKARTA

TAHUN 2023
KATA PENGANTAR

Puji syukur senantiasa penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,
karena atas limpahan anugerah-Nya, Laporan Simulasi Siaran Motion Radio
Program Talkshow “Saatnya Obrolan Santai” ini dapat penulis selesaikan tepat
pada waktunya. Laporan Individu ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan
mahasiswa selama melaksanakan simulasi siaran dan memastikan bahwa
mahasiswa benar-benar memahami teori dan melaksanakan simulasi siaran dengan
baik.

Laporan Pertanggungjawaban ini berisi tentang rangkaian kegiatan tim


kreatif simulasi Siaran Motion Radio Program Talkshow “Saatnya Obrolan Santai”.
Dalam Kegiatan ini, penulis sebagai tim kreatif yang bertanggung jawab atas visual,
mencari aset gambar dan video untuk VT (Video Teaser) pengantar talkshow,
ID Station program, bumper, dan lowerthird.

Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya penulis ucapkan untuk semua


dosen pembimbing simulasi siaran yang senantiasa memberikan arahan dan
membimbing penulis selama melaksanakan kegiatan simulasi siaran. Penulis yang
masih dalam proses belajar memahami betul akan banyaknya kekurangan dalam
Laporan ini. Oleh karena itu, dengan tangan terbuka penulis menerima segala saran
dan kritik dari dosen penguji agar penulis dapat mengevaluasi dan memperbaiki
Laporan Individu selanjutnya.

Sekian dan terima kasih.

Yogyakarta, 17 November 2023

Penulis

Fathir Rohman

NIM. 02019143941

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................... ii

DAFTAR ISI .............................................................................................. iii

LEMBAR PERSETUJUAN ..................................................................... iv

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang .......................................................................... 5


1.2 Landasan Teori .......................................................................... 6
1.3 Tujuan ....................................................................................... 7
1.4 Manfaat ..................................................................................... 7

BAB II PELAKSAAAN KEGIATAN SIMULASI SIARAN

2.1 Perencanaan............................................................................... 9
2.2 Pelaksanaan ............................................................................... 10
2.3 Evaluasi ..................................................................................... 11

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan ............................................................................... 12


3.2 Saran .......................................................................................... 12

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................ 13

LAMPIRAN ............................................................................................... 14

iii
LEMBAR PERSETUJUAN

Laporan individu Simulasi Siaran Motion Radio Program Talkshow


“Saatnya Obrolan Santai” ini disusun sebagai kewajiban untuk melengkapi tugas
simulasi siaran mahsiswa Program Studi Manajemen Produksi Pemberitaan
Sekolah Tinggi Multi Media “MMTC” Yogyakarta.

Yogyakarta, 17 November 2023

Ketua Program Studi Manarita Penulis

Drs. Basirun, M.Pd Fathir Rohman


NIP. 196111061990031004 NIM. 02019143941

Ketua Program Studi Manarita

Ari Mintarti M., S.PT., M.SN


NIP. 196601211994032003

iv
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Bidang komunikasi mengalami kemajuan teknologi yang pesat,


diperhatikan telah banyak membantu manusia dalam bertukar pengalaman dan
informasi. Di era globalisasi pada masa sekarang dibutuhkan penyampaian
informasi yang sangat cepat. Tidak hanya cepat namun penyampaian informasi
dengan berbobot dan berimbang sesuai dengan gambar hidup yang bertutur serta
penulisan berita yang mudah dimengerti dan komunikatif akan menjadi alternatif
pilihan baru bagi masyarakat dalam mendapatkan informasi. Tidak hanya televisi,
namun dewasa ini banyak akses media untuk mendapatkan informasi terdiri dari
radio, media cetak serta media online. Beberapa informasi tersebut dikemas sesuai
dengan target pemasaran media masing – masing. Stasiun penyiaran harus mampu
menghadirkan program acara yang memberikan informasi terpercaya dan menarik.

Dari sekian banyak program yang disiarkan, program berita tetap menjadi
andalan. Berita merupakan buah karya jurnalisme salah satunya di stasiun radio.
Saat ini program talkshow menjadi salah satu ciri khas dan identitas program berita
di stasiun- stasiun penyiaran dengan menghadirkan berbagai variasi format
penyajian data didalamnya. Pada dasarnya talkshow adalah salah satu jenis dari
program radio. Seiring dengan perkembangan siaran radio di Indonesia, program
acara talkshow merupakan suatu program acara yang banyak diminati khalayak
Indonesia. Hal ini menarik karena di dalamnya terdapat berbagai tema yang
dibicarakan.

Program acara talkshow diproduksi dengan format diskusi atau wawancara


dan kedua bentuk format tersebut ada pula yang dilengkapi dengan hiburan agar
tidak membosankan khalayak. Bagi sebagian besar stasiun penyiaran radio,
program talkshow menjadi suatu pilihan yang menarik disamping sebagai sumber
informasi juga dipandang sebagai media hiburan dan media komunikasi yang
efektif.

5
Dalam Praktik Simulasi Siaran Motion Radio Program Talkshow “Saatnya
Obrolan Santai” kali ini dikerjakan bersma dengan prodi matekstosi. Dalam praktik
ini manarita bertugas untuk mebuat konsep dari talkshow dan matekstosi membantu
dalam eksekusi tekniknya. Dengan hal ini diharapkan bisa membuat program
talkshow dengan hasil sesuai standar.

B. Landasan Teori

A. Talkshow

Wibowo (2007:8) Talk Show adalah program pembicaraan tiga orang atau
lebih mengeani suatu permasalahan. Dalam program ini narasumber yang diundang
dapat saling berbicara mengemukakan pendapat dan dipandu oleh host sebagai
moderator. Melalui moderator pendapat yang dilontarkan dapat berjalan dengan
sistematis.

B. Tim Kreatif

Definisi konsep dalam penelitian ini adalah mengenai Peran Tim Kreatif
dalam proses produksi acara Talk Show Mtv Zipper di Global Tv periode Desember
2007-Februari 2008. Adapun definisi konsepnya sebagai berikut : Peran adalah
fungsi atau kegunaan. Menurut Budiono, MA dalam bukunya kamus lengkap
Indonesia peran adalah suatu yang menjadi bagian atau yang memegang pimpinan
yang terutama dalam terjadinya hal atau peristiwa.

Tim Kreatif adalah orang yang merancang dan mempersiapkan bahanbahan


atau material untuk materi suatu produksi dan bertanggung jawab dalam membuat
konsep dan mengenmbangkan suatu program acara. Proses Produksi adalah suatu
proses membuat suatu acara dari mulai tahap pra produksi dan produksi sampai
pada tahap pasca produksi. Acara Talk Show Mtv Zipper adalah suatu acara ment
talk show yang membahas segala sesuatu mengenai anak muda.

6
C. Video Teaser

Teaser yang dalam bahasa Indonesia berarti ‘penggoda’. Teaser memang


dirilis dengan tujuan untuk menggoda atau membuat orang bertanyatanya atau
penasaran apa yang akan dia tonton di film tersebut. Dengan durasi kurang lebih 1
menit, teaser memuat cuplikan-cuplikan adegan dalam sebuah film, ciri khasnya
disini adalah minim keterangan tentang film tersebut. Teaser film biasanya dirilis
sebelum trailer dan dibuat untuk promosi awal mengenalkan sebuah film yang akan
tayang, bertujuan untuk membuat film itu menjadi bahan perbincangan di khalayak
ramai.

D. Teori Warna

Pengertian

Teori warna adalah ilmu yang mempelajari sifat dan interaksi warna. Teori warna
memiliki peran penting dalam berbagai bidang, termasuk desain grafis, desain
interior, dan desain produk.

Teori dasar warna

Teori dasar warna dibagi menjadi dua, yaitu:

• Warna primer adalah warna yang tidak dapat dihasilkan dari campuran
warna lain. Warna primer terdiri dari merah, kuning, dan biru.

• Warna sekunder adalah warna yang dihasilkan dari campuran dua warna
primer. Warna sekunder terdiri dari jingga, hijau, dan ungu.

• Warna tersier adalah warna yang dihasilkan dari campuran satu warna
primer dengan satu warna sekunder.

Psikologi warna

Warna memiliki pengaruh psikologis yang kuat terhadap manusia. Setiap warna
memiliki makna dan kesan yang berbeda-beda.

7
Berikut adalah beberapa contoh makna dan kesan warna:

• Merah melambangkan cinta, gairah, dan bahaya.

• Kuning melambangkan kegembiraan, optimisme, dan kreativitas.

• Hijau melambangkan kesegaran, pertumbuhan, dan ketenangan.

• Biru melambangkan ketenangan, kepercayaan, dan kecerdasan.

• Ungu melambangkan kemewahan, misteri, dan spiritualitas.

E. Logo

Pengertian

Logo adalah elemen visual yang mewakili sebuah merek atau organisasi. Logo
biasanya berupa gambar, simbol, atau tulisan yang dirancang dengan unik dan
menarik.

Fungsi logo

Logo memiliki beberapa fungsi, yaitu:

• Menjadi identitas sebuah merek atau organisasi.

• Membantu konsumen untuk mengingat merek atau organisasi.

• Menciptakan kesan positif terhadap merek atau organisasi.

Komponen logo

Logo terdiri dari beberapa komponen, yaitu:

• Gambar adalah komponen utama logo yang dapat berupa simbol, ikon,
atau gambar abstrak.

• Tulisan adalah komponen logo yang berupa nama merek atau organisasi.

• Warna adalah komponen logo yang dapat digunakan untuk menyampaikan


pesan atau kesan tertentu.

8
Desain logo

Desain logo yang baik harus memenuhi beberapa kriteria, yaitu:

• Unik dan menarik

• Mudah diingat

• Relevan dengan merek atau organisasi

F. Video Editor

Pengertian

Video editor adalah orang yang bertanggung jawab untuk mengedit video. Video
editor bertugas untuk mengedit video agar menjadi lebih menarik, informatif, dan
sesuai dengan tujuannya.

Tugas dan tanggung jawab

Tugas dan tanggung jawab video editor meliputi:

• Melakukan proses editing video, mulai dari pengeditan gambar, suara,


hingga efek

• Memastikan kualitas video yang dihasilkan sesuai dengan standar

• Berkoordinasi dengan tim produksi untuk menghasilkan video yang sesuai


dengan kebutuhan

Keterampilan dan kualifikasi

Keterampilan dan kualifikasi yang dibutuhkan untuk menjadi video editor


meliputi:

• Pengetahuan tentang teknik editing video

• Kemampuan menggunakan perangkat editing video

• Kemampuan berpikir kreatif

9
• Kemampuan bekerja sama

G. Motion Grafis

Pengertian

Motion graphics adalah animasi yang dibuat dengan menggunakan perangkat


komputer. Motion graphics sering digunakan dalam berbagai bidang, seperti
media massa, periklanan, dan hiburan.

Jenis-jenis motion graphics

Ada beberapa jenis motion graphics, antara lain:

• Animated graphics: Motion graphics yang menggunakan gambar atau


grafik yang bergerak.

• Typographic animation: Motion graphics yang menggunakan teks atau


huruf yang bergerak.

• Data visualization: Motion graphics yang digunakan untuk


memvisualisasikan data atau informasi.

Prinsip-prinsip motion graphics

Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pembuatan motion graphics,
antara lain:

• Keseimbangan: Motion graphics harus memiliki keseimbangan antara


elemen visual dan elemen audio.

• Kontras: Motion graphics harus memiliki kontras antara elemen-elemen


visualnya.

• Aliran: Motion graphics harus memiliki aliran yang mengalir dan tidak
kaku.

• Kesatuan: Motion graphics harus memiliki kesatuan antara elemen-elemen


visualnya.

10
H. Videografer

Pengertian

Videografer adalah orang yang bertanggung jawab untuk memproduksi video.


Videografer bertugas untuk mengambil gambar, merekam suara, dan mengedit
video.

Tugas dan tanggung jawab

Tugas dan tanggung jawab videografer meliputi:

• Mengambil gambar dengan menggunakan kamera video

• Merekam suara dengan menggunakan alat perekam suara

• Mengedit video agar menjadi lebih menarik, informatif, dan sesuai dengan
tujuannya

Keterampilan dan kualifikasi

Keterampilan dan kualifikasi yang dibutuhkan untuk menjadi videografer


meliputi:

• Pengetahuan tentang teknik pengambilan gambar video

• Pengetahuan tentang teknik perekaman suara

• Pengetahuan tentang teknik editing video

• Kemampuan menggunakan perangkat videografi

• Kemampuan berpikir kreatif

• Kemampuan bekerja sama

11
C. Tujuan

1. Memberikan pembelajaran bagaimana mempertanggung jawabkan jobdesk


dalam sebuah tim

2. Memberikan informasi membuat suatu berita yang benar

3. Memberikan pembelajaran mengenai produksi sebuah berita

4. Memberikan pembelajaran mengenai riset tentang data yang faktual dan aktual

D. Manfaat

1. Manfaat bagi individu

a. Memberikan pembelajaran bagi penulis tetang bertanggung jawab terhadap berita


yang diliput

b. Mendapatkan pembelajaran baru tentang bagaimana cara membuat suatu


program talkshow

c. Mendapatkan pembelajaran bagaimana cara berkerjasama dengan tim

d. Mendapatkan pembelajaran baru mengenai riset tentang hal kreatif

2. Manfaat bagi lembaga

a. Menjadi bahan referensi dan pembelajaran mahasiswa STMM MMTC


Yogyakarta

b. Menjadikan bahan referensi untuk semester berikutnya dan dapat digunakan


menjadi bahan evaluasi untuk kegiatan simulasi siaran penulisan talkshow radio

c. Mencetatak mahasiswa yang siap kerja dan membanggakan almameter STMM


MMTC Yogyakarta

12
3. Manfaat bagi masyarakat

a. Masyarakat mendapatkan berita talkshow yang aktual, faktual, berimbang


dandapat dipertanggung jawabkan

b. Masyarakat lebih nyaman menonotn siaran talkshow on demand karena


didukung dengan visual yang baik

13
BAB II

PELAKSANAAN KEGIATAN SIMULASI SIARAN

A. Perencanaan

Sebagai tim kreatif disini penulis bertanggungg jawab atas visual yang akan
dieksekusi oleh editor dari matekstosi. Penulis meriset beberapa referensi visual
mulai dari logo, lowerthird, ID Station program, dan bumper. Penulis melakukan
risetnya dengan menonton podcast, serta menganalisis elemen apa saja yang
membuat podcast itu menarik. Awalnya penulis ingin membuat podcast ini dengan
format video vertikal namun, setelah dikonsultasikan dengan dosen ternyata tidak
bisa diaplikasikan akrena format video yang lain sudah landscape/horizontal.
Dosen memberi saran agar lebih baik video promosinya saja yang berbentuk
landscape seperti pada podcast SuaraSurabaya dan Kasisolusi.

Referensi yang sudah penulis dapatkan, penulis masukkan dalam PPT


kelompok untuk preview sehingga semua anggota tahu visual seperti apa nanti yang
akan dihasilkan. Untuk pertama penulis menentukan visual logo dari program SOS
yang dimana dalam logo itu penulis ingin mengkobinasikan gambar mic, pop up
dialog, frekuensi menjadi satu dalam logo. Selain logo penulis juga mencari aset
visual dalam VT (Video Teaser) yang nanti akan digunakan sebagai pengantar
materi talkshow. Lalu untuk ID Station, bumper, lowerthird penulis menyesuaikan
dengan visual yang sesuai target audience seperti menerapkan animasi yang simple
namun tetap menarik dan informatif.

Dengan kerja sama bersama tim kreatif penulis membuat time table yang
berisi deadline, siapa yang memberi brief pada tim mateks, kebutuhan visual apa
saja yang diperluakan dalam satu episode, dan siapa yang mengerjakan. Dalam tim
ada 3 editor visual, rencananya dari 3 editor ini diberi tanggung jawab untuk
mengedit 1 episode talkshow karena ada 3 episode. Selain mengedit talkshow editor
juga ada tugas tambahan mengedit logo, lowerthird, video teaser, dan ID station.
Pembuatan time table juga dengan diskusi dan persetujuan tim visual mateks yang

14
sesuai kemampuan dan jadwal mereka untuk mengerjakan aset visual. Penulis
berharap time tabel ini berfungsi agar semua video talkshow bisa upload tepat
waktu.

B. Pelaksanaan

Penulis memberikan briefing untuk tim visual dari matekstosi. Aset visual
yang pertama kali dan penting adalah logo. Untuk logo ini penulis juga sempat
mencoba membuat beberapa kali untuk referensi agar dari matekstosi tidak terlalu
lama. Setelah ada beberapa logo hasil dari editan penulis, akhir dari visual logo
adalah tulisan SOS dengan logo mic di tengah, tulisan singkatan “SAATNYA
OBROLAN SANTAI” dibawahnya, serta ada 4 elemen kilat disamping hurus S.
Warna yang diterapkan pada logo adalah warna yang sudah ada dari atasan Motion
Corp.

Selanjutnya untuk pembutan ID Station dibedakan mejadi 2, yakni IDS


untuk episode 1, 2 dan IDS untuk episode on air. Hal ini karena dari 3 episode 2
episode awal ditayangkan secara reguler, dan episode 3 tayang bersama siaran on
air. Secara durasi juga berbeda, episode 1 dan 2 hanya berdurasi 10 detik lalu
episode 3 berdurasi 30 detik. Konsep awalnya dari IDS pertama matekstosi
menggunakan animasi 2d seperti kasi solusi, namun karena hasilnya kurang bagus,
maka dari mateks penulis arahkan untuk membuat kembali dengan konsep baru.
IDS episode 3 pembutannya memakan waktu paling lama, karena dikerjan
menggukan banyak banyak aset baik gambar maupun video. Konsep yang dipakai
di IDS kedua ini adalah stop motion seperti opening pada podscast youtube
VINDES.

Selain briefing untuk tim visual, penulis juga beberapa kali melakukan
editing karena tim matekstosi ada jobdesc lain. Penulis juga ikut dalam
pengambilan gambar VT pada episode SOS PREMIERE “Ubah Mindset Warga,
Buang Sampah Bisa Jadi Cuan”. Setelah mengambil gambar penulis juga
melakukan editing VT pengantar di episode pertama ini.

15
Selama pengerjaan aset visual penulis setiap 2 atau 3 hari sekali
melakakukan follow up sampai mana progres aset visual yang dikerjakan. Dalam
pengerjaan aset ini penulis juga turut membantu mencari aset. Aset gambar dan
video didapat dari envato.com. Begitu aset sudah selesai penulis membuat foldering
di google drive kelompok agar saat dibutuhkan tidak sulit untuk mencari file yang
dibutuhkan.

Pada hari taping episode satu dan dua penulis memastikan file dengan
format apa nantinya diedit dalam Premier Pro. Ternyata file yang dihasilkan
berformat MTS. Proses taping episode satu berjalan lancar, baik dari host narsum
audio dan visualnya aman. Namun tidak dengan episode dua, tiba tiba di tengah
taping host berkata “Anjir”. Hal ini akan membuat kesulitan di editing karena kata
kata tersebut tidak diperbolehkan dan harus dipotong. Bukan hanya itu narsum juga
sempat menyebut brand minuman.

Selang seminggu, taping episode tiga. Persiapan yang dilakukan hampir


sama seperti episode sebelumnya. Bedanya di episode tiga ini ada narasumber juru
bicara IKN yang hadir secara online. Dengan adanya narsum online penulis perlu
menyiapkan tampilan split screen ketika di editing nanti. Tiga puluh menit sebelum
taping dimulai sempat ada kendala kursi patah. Set lighting dan kamera yang sudah
disetting terpaksa harus diubah. Di episode ini terbagi menjadi 3 segmen, yang
dimana setiap segmen akan diberi jeda bumper dua kali.

Setelah 3 episode selesai taping, maka mulai dilakukan rough cut. Dalam
proses editing, penulis awalnya kebingungan bagaimana cara agar audio dari
recorder Zoom dan 2 kamera bisa sinkron. Setelah mencoba beberapa kali,
akhirnya penulis menemukan teknik multicam dimana 2 video dari kamera di nest
dalam satu layer dan bisa dipotong menggunakan toggle multi camera di Premiere
Pro. Selesai proses rough cut, editor memasukkan grafis seperti, IDS, bumper,
lowerthird dan juga VT pengantar. Bagian yang sulit menurut penulis adalah ketika
memotong kata “anjir” di episode dua. Perlu berulang kali mengulang klipnya. Tak
hanya itu, penulis juga perlu penonton di luar kelompok untuk menilai apakah cut-
nya sudah halus sehingga seakan akan terdengar tidak ada yang salah.

16
Hasil editor ini, akan diberikan ke manajer siar radio dan tim QC matekstosi
untuk quality control apakah sudah memenuhi standar atau belum. Memang sempat
ada revisi terutama pada hasil awal yang dinilai cut to cut-nya terlalu lama. Namun
setelah sekali revisi, revisi berikutnya hanya revisi minor seperti perubahan ukuran
logo saja. Saat tayang di youtube Motion Corp, video sudah bagus, tidak ada
kesalahan karena sudah melawati quality control dengan baik.

Pada promosi program penulis membuat video sesuai dengan arahan dari
dosen diawal. Penulis membuat potongan video dari VT pengantar agar penonton
penasaran siapa narasumbernya dan pemabahasan apa yang ada dalam talkshow.
Selain itu penulis juga membuat video vertikal, kapan talk show ini tayang.

C. Evaluasi

Secara kesuluruhan mulai dari pembagian tugas tim kreatif sampai pada
pengerjaan, setiap orang dari tim sudah melakukan usaha terbaik. Penulis sendiri
sebagai penanggung jawab visual, bisa melakukan quality control aset dengan baik
karena memang paham dengan aplikasi maupun teknik editing. Namun terkadang
karena tim dari mateksotsi tidak bisa datang editing bersama Program Director
akhirnya penulis juga ikut mengedit beberapa bagian dari podcast. Kerja sama antar
tim kreatif juga sudah cukup baik. Anggota tim kreatif juga turut memberikan
masukan pada hasil dari visual serta memberikan referensi.

17
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa proses produksi podcast SOS berjalan dengan


lancar secara keseluruhan. Tim kreatif telah melakukan perencanaan yang matang,
pelaksanaan yang terorganisir, dan evaluasi yang efektif.

Pada tahap perencanaan, tim kreatif telah melakukan riset untuk


menentukan visual yang sesuai dengan target audience. Mereka juga membuat time
table untuk memastikan semua video talkshow dapat diunggah tepat waktu.

Pada tahap pelaksanaan, tim kreatif telah bekerja sama dengan tim visual
dari matekstosi untuk menghasilkan aset visual yang berkualitas. Mereka juga ikut
terlibat dalam proses pengambilan gambar dan editing.

Pada tahap evaluasi, tim kreatif telah melakukan quality control terhadap
hasil editing untuk memastikan tidak ada kesalahan. Mereka juga menerima
masukan dari pihak lain untuk menyempurnakan hasil produksi.

Keberhasilan proses produksi podcast SOS ini tidak terlepas dari kerja keras
dan dedikasi semua anggota tim. Mereka telah menunjukkan profesionalitas dan
komitmen yang tinggi dalam menyelesaikan tugasnya.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat dipelajari dari proses produksi podcast
SOS:

• Pentingnya melakukan riset untuk menentukan visual yang sesuai dengan


target audience.

• Pentingnya membuat time table untuk memastikan semua pekerjaan dapat


diselesaikan tepat waktu.

• Pentingnya kerja sama yang baik antar tim untuk menghasilkan produk yang
berkualitas.

18
• Pentingnya melakukan quality control untuk memastikan tidak ada
kesalahan.

• Pentingnya menerima masukan dari pihak lain untuk menyempurnakan


hasil produksi.

B. Saran

Saran penulis berharap semoga ilmu yang didapat dari simulasi siaran
Talkshow Radio bermanfaat bagi penulis di masa depan. Secara keselurahan
memang kerjasama saat produsksi sudah beerjalan baik. Selain itu, diharapkan ke
depannya penulis dapat melaksanakan tugas sesuai jobdesk yang diberikandengan
lebih baik dan maksimal.

19
DAFTAR PUSTAKA

- Wibowo, Arief Yuniaji. 2008. “Peran Tim Kreatif Dalam Proses Produksi Acara
Talk Show “Mtv Zipper” Di Global Tv” Jakarta : Fakultas Ilmu Komunikasi
Universitas Mercu Buana

- Giwangkara, Gilang (2017) “LKP : Perancangan Video Teaser Acara Festival


Video Edukasi (FVE) di Balai Pengembangan Media Televisi Pendidikan dan
Kebudayaan (BPMTPK).” Surabaya : Undergraduate thesis, Institut Bisnis dan
Informatika Stikom Surabaya

- Fred Wibowo. 2007. TEKNIK PRODUKSI PROGRAM SIARAN. Yogyakarta:


Yogyakarta G.

- Rustan, S. (2013). Dasar-dasar Desain Komunikasi Visual. Jakarta: PT


Gramedia Pustaka Utama.

- Sumadiria, E. (2006). Dasar-dasar Jurnalistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

- Mukmin, A. (2018). Motion Graphics: Teori dan Praktik. Yogyakarta: Pustaka


Pelajar.

- Prasetyo, A. (2012). Jurnalistik Dasar. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

20
LAMPIRAN

Hasil akhir video taping talkshow

21
Hasil akhir logo SOS

22
Timeline editing video teaser episode pertama

23
Proses editing talkshow

24
25
26
27
28

Anda mungkin juga menyukai