0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
49 tayangan3 halaman

Cinta Terlarang Anak Yakuza

Cerita fiksi ini menceritakan kisah cinta antara Rika dan Jake yang berakhir tragis. Rika dan Jake bertemu di sekolah dan mulai pacaran, namun Jake tidak pernah memperkenalkan Rika kepada orangtuanya atau membawanya ke rumah. Keluarga Jake ternyata terlibat dengan yakuza. Akibat hubungannya dengan Rika, Jake dimintai pertanggungjawaban oleh ayahnya. Rika akhirnya dibunuh oleh pria bersenjata di

Diunggah oleh

Nicholas Luis
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
49 tayangan3 halaman

Cinta Terlarang Anak Yakuza

Cerita fiksi ini menceritakan kisah cinta antara Rika dan Jake yang berakhir tragis. Rika dan Jake bertemu di sekolah dan mulai pacaran, namun Jake tidak pernah memperkenalkan Rika kepada orangtuanya atau membawanya ke rumah. Keluarga Jake ternyata terlibat dengan yakuza. Akibat hubungannya dengan Rika, Jake dimintai pertanggungjawaban oleh ayahnya. Rika akhirnya dibunuh oleh pria bersenjata di

Diunggah oleh

Nicholas Luis
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Cinta Indah Bertanduk Rusa

Cerita ini bersifat fiksi. Jika ada kesamaan alur, tempat, dan waktu kejadian, maka itu terjadi
hanya karena kebetuan.

“Hari ini cerah ya” Kata Jake murid SMA kelas 3 di ruang osis. “Emang iya? Menurutku biasa
aja” Jawab Emilia seorang bendahara osis. “Iya, hari ini lumayan cerah lho. Padahal baru jam 6
pagi.” balas seorang gadis berusia 16 tahun yang menjabat sebagai wakil ketua osis sekaligus
bunga mawar ketua osis. Ia bernama Rika, gadis paling cantik dan pintar di sekolahnya.
Rumornya Rika memiliki IQ 185 saat berusia 15 tahun. “Oh iya, aku tadi disuruh bu Anti buat
serahin laporan keuangan kelas 9D, aku pergi dulu ya” kata Rika.

“Sini aku bantu, ke ruangan bu Anti kan?” minta Jake. “Engga gak usah, aku sendiri udah cukup
kok, kamu focus belajar buat besok aja, besok kan ulangan.” Jawab Rika. “engga, gpp kok. Kalo
soal kayak ginian aku juga udh bisa, sini aku bawain.” Kata Jake. “yakin mau ngomong gitu?
Waktu itu pas mau ulangan inggris kamu juga ngomong kyk gitu, akhirnya karna kebanyakan
bantuin kerjaan aku. Aku sampe harus begadang buat belajar. Kali ini kamu gk boleh begadang
ya, nanti aku ngambek loh” jawab Rika dengan muka serius dan sedikit khawatir. “Iya deh, tapi
kalau ada apa apa, langsung telefon aku aja ya. Aku pasti langsung kesana” kata jake dengan
ekspresi serius. “iya, yaudah bye bye” jawab Rika. “hari ini gelap ya” kata Jake dengan muka
menatap ke luar jendela. “iya lah, kan cerahnya baru aja keluar buat serahin laporan keuangan”
jawab Emilia dengan nada sebal dan cemburu.

Ya, begitulah hubungan kedua remaja tersebut. Jake dan Rika selalu mengumbar keromantisan
keduanya di tempat umum tanpa mereka sadari. Kali ini korban yang menjadi nyamuk adalah
Emilia, namun bukan hanya Emilia saja, satu sekolah sudah dubuat geram dan iri oleh kemesraan
mereka berdua. “Dunia ini seperti punya mereka berdua saja” itulah kalimat yang sering
terdengar oleh mereka yang cemburu oleh kemesraan mereka berdua. Namun dibalik
keromantisan mereka berdua, ada hal yang disembunyikan. Engga, lebih tepatnya, ada hal yang
disembunyikan oleh Jake.

“kamu enak ya punya pacar. Udah ganteng, tinggi, pinter, perhatian lagi” kata Yui seorang
pelajar SMA yang sekelas dengan Rika. “Engga lah, kamu nanti juga bakal dapet cowo idaman
kamu sendiri” jawab Rika dengan senyum kecil. Namun dibalik senyuman itu ada rasa bangga
yang luar biasa karena memiliki pacar yang sangat diimpi impikan para teman temannya. “Tapi,
gitu gitu Jake itu sedikit aneh tau.” Kata Rika. “Hah? maksudnya” Tanya Yui penasaran. “iya,
kalo gak salah itu pas hari senin. Kamu tau kan kalau kepala sekolah itu tegas banget sama
disiplin banget murid muridnya. Tapi pas itu, Pas Jake mau Bolos dari kelas karena urusan
mendadak. Kepala sekolah malah langsung izinin Jake pergi tanpa banyak basa basi, malahan
kepala sekolah malah keliatan kyk ketakutan berususan ama Jake. Pas aku Tanya ke Jake, dia
malah bilang ‘itu perasaan kamu aja kali’ gitu” Kata Rika dengan penuh rasa penasaran.
“Iya sih itu aneh banget” Jawab Yui yang sedang berusaha memecahkan teka teki dari cerita
tersebut. “udah, ayo dimakan makanannya. Bentar lagi waktu Istirahat habis loh” kata Rika. “oh
iya” jawab Yui yang langsung mengambil sendoknya dan makan dengan buru buru. Rika yang
melihat tindakan Yui pun hanya bisa duduk manis melihat Yui sambil menunggu waktu istirahat
habis.

Keesokan harinya, saat jam pulang sekolah. Mereka memutuskan untuk pulang dengan berjalan
kaki bersama. “Beb, kamu kapan mau ajak aku ke rumah kamu” Tanya Rika dengan rasa penu
harapan namun juga disertai kegelisahan. Jake yang mendengar pertanyaan itu pun memilih diam
dan tidak berkata apa apa. Rika pun lanjut bertanya “beb, kamu kapan mau kenalin aku ke orang
tua kamu” Rika yang mulai emosi karena pertanyaanya tidak dijawab pun berkata “kamu
sebenarnya serius gak sih sama aku. Pas aku Tanya kapan kamu mau ajak aku ke rumah kamu,
kamu pasti langsung diem. Aku aja udah kenalin kamu ke orang tua aku, mereka juga suka suka
aja kok sama kamu. Kamu takut apa lagi, kalau boleh jujur, aku lumayan cantik, trus pinter, aku
juga punya usaha sendiri trus mandiri. Apa aku masih kurang pantes buat direstui sama orang tua
kamu? “engga bukan begitu, kamu Cuma salah paham, aku juga sebenarnya mau kamu dateng
kerumah aku, tapi..” kata Jake dengan muka menunduk ke bawah. “hhhh, aku gk mau tau,
pokoknya minggu depan aku mau kamu kenalin aku sama orang tua kamu.” Kata Rika dengan
memaksa. “iya, bakal aku usahain” jawab jake dengan pasrah dan khawatir.

Kesokan harinya saat jam istirahat pertama, Rika dan Yui makan bersama seperti biasa. “Rika,
kamu kenapa, kok dari tadi murung terus.” Tanya Yui. “Iya, aku habis berantem sama Jake.”
Jawab Rika. “Hah, serius? Kok bisa? Padahal kalian selama ini gk pernah berantem sama
sekali”. “Iya. Nih , kamu coba denger. Cewe mana coba yang gk bakal marah kalo udah pacaran
3 tahun tapi masih belum dikenalin ke orang tua pasangannya.” Oceh Rika dengan nada marah
dan egois. “Iya juga sih, kalau aku jadi kamu sih udh langsung aku putusin soalnya udh keliatan
banget kalo dia gk serius.” Kata Yui. Mereka pun diam sejenak. Yui yang ingin mencairkan
suasana pun bertanya kepada Rika. “Rika, jake hari ini gak masuk sekolah ya?” “Iya ,palingan
dia udah gk mau liat muka aku lagi” jawab Rika. Yui yang malah memperburuk suasana pun
langsung mencoba untuk memperbaiki kesalahannya. “Rika, ceritain dong kapan pertama kali
kalian kenal terus gimana pacarannya.”

Rika pun menjawab “Owhhhh, kalau itu aku masih inget banget. Itu pas aku pertama kali masuk
ke sekolah ini. Aku itu murid pindahan dari sekolah Ayah mulia yang ada di dideket
perpustakaan kota. Pas itu, aku ketemu sama Jake yang sama sama murid pindahan dari sekolah
lain juga. Cuma dia gak pernah cerita tentang sekolah lamanya. Pas itu, aku lagi kebingungan
mencari kelas baru aku terus gak sengaja ketemu Jake yang juga lagi kebingungan nyari kelas.
“Permisi, aku lagi kebingungan nyari kelas, boleh bantuin gak?” “Iya, boleh” itu percakapan
pertama kami. Dari situ aku udah mulai tertarik sama jake. Bisa dibilang jatuh cinta pada
pandangan pertama dan terus ternyata aku sama Jake itu sekelas. Semenjak itu aku mulai
berusaha ngedekatin Jake. Awalnya aku dihindarin sama dijauhin bahkan aku sempet ditolak
sama Jake. Dia bilang kalau kita berada di dunia yang berbeda.”
Untuk yang ke dua kalinya, Yui pun langsung menyela cerita Rika “tapi kamu gak menyerah dan
akhirnya cinta kamu dterima dan sampe sekarang masih pacaran kan” “Iya bener. Tapi pas aku
nembak dia, muka dia keliatan kyk takut terus kesannya kayak dia udh sering ditembak gitu.
Cuma karena aku takut nyinggung dia, aku gk pernah Tanya ke dia tentang hal itu.” Kata Rika.
Waktu istrirahat pertama pun habis, mereka pun terpaksa mengakhiri pembicaraan mereka.

Di sisi lain, Jake sedang berada di suatu ruangan berdua bersama ayahnya. “Ayah, silahkan” kata
Jake sambil menyuguhkan air dengan penuh hati hati. “Jake, papa dengar kamu sekarang punya
pacar ya” Jake yang mendengar perkataan tersebut pun kaget dan hanya bisa terdiam. “kamu tau
kan akibatnya kalau dia melanggarnya?” lanjut ayah Jake. Jake pun hanya terdiam

Seminggu kemudian, Jake dan Rika pun bertemu di lorong kelas 9D pada jam 4 sore. “Udah siap
belum? Ayo pergi” Tanya rika dengan senyum yang dipaksakan. “Rika, maaf aku..” belum
sempat menyelesaikan kata katanya, Rika langsung “Jake, ternyata kita emang gk cocok ya. Kita
putus aja.” Rika pun pergi dari hadapan Jake tanpa meneteskan air mata seakan akan telah siap
menerima keputusan itu. Seminggu kemudian, Rika yang sedari tadi mengurung diri di kamar
pun akhirnya memutuskan untuk mengajak Jake balikan. Ia merasa bahwa ia seharusnya masih
mempunyai kesempatan untuk berbaikan dengan jake. ‘Hanya satu kalimat kecil harusnya gak
akan mempengaruhi hubungan kita kan’ itu lah 1 kalimat yang menggambarkan isi pikiran Rika
saat itu.

Saat ia membuka pintu kamarnya, ia terkejut ada dengan bercak darah dimana mana. Seorang
pria yang mengenakan jas hitam berkemeja putih pun menunjukan mukanya dari arah dapur.
Tangan kirinya menggenggam pisau dan tangan kanannya memegang kepala Ibu Rika yang telah
terpotong. “Jadi lu yang berani nyentuh keluarga yakuza. Kamu kira kamu siapa, bisa bisanya
pacaran sama anak dari kepala keluarga cabang yakuza.” Kata pria tersebut. “ma-maksud anda
apa, maksudnya jake? Ha?” Tanya Rika dengan nada super panic dan hamper pingsan. “Berisik,
buat apa aku harus menjawab pertanyaan orang yang bentar lagi mau mati.” Pisau yang
diarahkan ke Rika pun menancap tepat di kepalanya. Sedetik sebelum mengalami kematian.
Semua pertanyaan Rika pun terjawab “jadi ini sebabnya kepala sekolah takut sama jake, jadi ini
sebabnya jake gk mau ceritain masa lalunya, jadi ini sebabnya jake gk mau kenalin aku ke orang
tuanya. Jadi ini kenapa Jake bilang kalau kita itu berada di dunia yang berbeda. Tuntas semua
pertanyaan ku, Rika pun meninggal dengan mengenaskan.

3 bulan kemudian, Jake pun sudah lulus dari SMA. Ia pun masuk ke universitas Podomoro Suci.
Disana Jake sedang berjalan mencari ruang kelas dia yang baru. Tiba tiba, ada seorang gadis
yang lewat dan bertanya kepada Jake. “Permisi, aku lagi kebingungan nyari kelas, boleh bantuin
gak?”

Anda mungkin juga menyukai