0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
691 tayangan290 halaman

Jimat Sakti Mandraguna

1. Peraturan tentang standar NAB faktor fisika dan kimia di tempat kerja diatur dalam Permenaker Nomor 5 Tahun 2018. 2. Pengukuran dan pengendalian lingkungan kerja serta penunjukan pihak yang melakukannya diatur dalam Permenaker No.5 Tahun 2018. 3. Dokumen tersebut membahas berbagai peraturan terkait keselamatan dan kesehatan kerja.

Diunggah oleh

alfa
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
691 tayangan290 halaman

Jimat Sakti Mandraguna

1. Peraturan tentang standar NAB faktor fisika dan kimia di tempat kerja diatur dalam Permenaker Nomor 5 Tahun 2018. 2. Pengukuran dan pengendalian lingkungan kerja serta penunjukan pihak yang melakukannya diatur dalam Permenaker No.5 Tahun 2018. 3. Dokumen tersebut membahas berbagai peraturan terkait keselamatan dan kesehatan kerja.

Diunggah oleh

alfa
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Standar NAB faktor fisika dan faktor kimia di tempat kerja di atur dalam
C. Permenaker Nomor 5 Tahun 2018

2. Pengukuran dan Pengendalian Lingkungan Kerja dilakukan oleh petugas atau pihak yang
berkompeten dan berwenang dari dalam perusahaan atau dari luar perusahaan, hal ini
diatur dalam
C. Permenaker No.5 Tahun 2018

3. Nilai Ambang Kuantitas/NAK adalah :


D. Standar kuantitas Bahan Kimia berbahaya untuk menetapkan potensi
bahaya bahan kimia di tempat kerja

4. Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja diatur dalam :


D. Permenaker No.5 Tahun 2018

5. Tempat Kerja untuk melakukan jenis pekerjaan administratif, pelayanan umu, dan fungsi
manajerial harus mmenuhi Kualitas udaea dalam ruangan (KUDR) yang sehat dan bersih,
yang meliputi :
A. Suhu, Kelembaban, Kadar Oksigen, dan Kadang Kontaminasi Udara

6. Alat untuk mengukur intensitas pencahayaan meliputi :


C. Luxmeter

7. Yang termasuk dalam faktor bahaya fisika lingkungan kerja adalah :


A. Iklim kerja, kebisingan, getaran, radiasi gelombang mikro, radiasi ultra
ungu (ultra violet), radiasi medan magnet statis, tekanan udara dan pencahayaan

8. Kewajiban pengurus dalam mengelola pestisida sebagai berikut, kecuali :


D. Fasilitas olah raga

9. Bekerja pada ketinggian adalah kegiatan atau aktifitas pekerjaan yang dilakukan oleh
Tenaga Kerja pada Tempat Kerja di permukaan tanh atau perairan yang terdapat :
A. perbedaan ketinggian, memiliki potensi jatuh dan yang menyebabkan
tenaga kerja atau orang lain yang berada di tempat kerja cedera atau meninggal
dunia atau menyebabkan kerusakan harta benda

10. Alat untuk melakukan pengujian ventilasi sebutkan?


A. anemometer

11. Tabung apar dilakukan percobaan tekan secara berkala dalam jangka waktu :
D. Enam bulan sekali

12. Kondisi tempat kerja yang berbahaya sangat erat kaitannya dengan :
D. Jawaban a,b dan c benar
13. Pengamanan instalasi listrik untuk mencegah terjadinya kebakaran dibawah ini kecuali
:

14. Lingkup pekerjaan dibidang konstruksi bangunan, meliputi :


D. Dikerjakan pembangunan, perbaikan, perawatan, pembersihan, atau
pembongkaran rumah, gedung atau bangunan lainnya termasuk bangunan perairan
saluran, atau terowogan dibawah tanah dan sebagainya

15. Berdasarkan Permenaker No. Per 01/Men/1980, pekerja harus menggunakan full body
harness jika bekerja pada ketinggian minimal :
A. 1,8 m

16. Bahaya listrik sentuhan tidak langsung adalah bahaya :


B. Tersentuh bagian konduktor perlatan listrik yang normalnya tidak
bertegangan

17. Job safety Analisi bertujuan untuk :


A. Menganalisa potensi bahaya proses pekerjaan

18. Pengurus atau pengusaha wajib mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran
serta melakukan pelatihan penanggulangan kebakaran ditempat kerja, hal ini diatur
berdasarkan :
C. Kepmenaker 186 tahun 1999

19. Terjadinya peristiwa kebakaran disebkan oleh :


B. Adanya unsur bahan bakar, oksigen, dan panas pada suatu kondisi tertentu
yang disertai dengan reaksi rantai yang berlangsung secara terus menerus

20. Penyebab kebakaran karena listrik adalah :

21. Pengujian k3 listrik secara berkala dilakukan paling sedikit :


A. 5 tahun sekali

22. Adanya gas beracun akibat peristiwa kebakaran disebabkan oleh :


B. Adanya bahan beracun yang berasal dari bahan-bahan maupun bahan yang
ikut terbakar

23. Dasar Hukum penerapan k3 bejana tekanan dan tangki timbun adalah :
C. permenaker nomor 37 tahun 2016

24. Menurut permenaker nomor 37 tahun 2016, pengangkutan bejana tekan dan tangki
timbun dilakukan oleh :
A, Operator pesawat angkat dan angkut

25. Suatu peralatan disebut sebagai Ketel Uap apabila :


D. Menghasilkan uap dan uapnya digunakan diluar pesawatnya
26. Tingkap pengaman yang dipasang pada Pesawat Uap berfungsi untuk :
B. Membuang tekanan secara otomatis apabila tekanan lebih

27. Lisensi k3 operator pesawat tenaga dan produksi berlaku selama :


B. 3 tahun dan dapat diperpanjang

28. Dalam mengoperasikan pesawat mesin produksi dan perkakas harus dilakukan oleh :
D. Operator yang memiliki Lisensi K3 / SiO (Surat Ijin Operasi)

29. Mesin produksi adalah mesin untuk :


B. menyiapkan, membentuk, memotong dan atau memproduksi barang,
bahan, dan produk teknis.

30. Alat pengaman adalah suatu alat perlengkapan yang digunakan untuk pengamanan :
D. jawaban a,b dan c benar

31. Beberapa dasar hukum yang terkait dengan k3 pesawat angkat dan angkut seperti
tertera dibawah ini :
A. Permenaker No.38 Tahun 2016

32. Berikut ini adalah beberapa syarat pemasangan sebuah gondola, kecuali :
C. Wajib menggunakan motor diesel sebagai penggerak

31. Yang dapat menjadikan kecelakan kerja adalah :


D. Jawaban a dan b benar

32. Manajemen K3 merupakan integral dari manajemen perusahaan adalah mutlak


diperlukan untuk pengam masalah k3:
A. Sejak dibentuk P2K3

33. Berikut yang bukan merupakan usaha mencegah terjadi kecelakaan kerja adalah :
C. Asuransi

34. Kejadian kecelakaan yang disebabkan oleh perbuatan yang tidak aman dari pekerja
merupakan :
A. Unsafe Action

35. Tempat kerja yang diawasi berdasarkan Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang
keselamatan kerja adalah sebagaimana disebutkan dibawah ini, kecuali :
B. Adanya hanya tenaga kerja tetap saja

36. Keputusan penunjukan ahli K3 oleh menteri ketenagakerjaan dinyatakan tidak berlaku
apabila yang bersangkutan ?
B. pindah tugas ke perusahaan lain atau instansi lain

37. Keputusan penunjukan ahli keselamatan dan kesehatan kerja di cabut kecuali ?
D. terlalu taat dan disiplin dalam menjalankan tugasnya

38. Audit SMK3 tidak dapat dilakukan oleh ?


B. semua pimpinan perusahaan

39. pimpinan tertinggi Perusahaan harus membuat komitmen tentang k3. Bentuk
komitmen tersebut adalah ?
C. tertulis, bertanggal dan ditandatangani pimpinan dan disebarluaskan kepada
karyawan

40. audit smk3 ekternal dilaksanakan sekurang-kurangnya ?


a. satu tahun sekali

41. Tenaga pokok pelayanan kesehatan kerja sesuai permenaker no 3 tahun 1982 yaitu ?
d. benar semua

42. Konseling dan testing HIV harus dilakukan secara ?


C. sukarela

43. berikut adalah peraturan perundangan terkait kesehatan kerja, kecuali ?


d. permenaker no. 5 tahun 2018

44. dari hasil epidomologi menunjukan bahwa sebagian besar yang menggunakan narkoba
pada umumnya berusia ?

45. yang termasuk dalam upaya preventif program pelayanan kesehatan kerja yaitu ?
d. a dan b benar

46. efek samping pengguna ganja yaitu ?


c. a dan b benar
47. bila dalam penyampaian status laik kerja seorang pekerja dengan TB di katakan bahwa
pekerja dapat melakukan tugas pekerjaan nya dan perlu dilakukan penyesuian di tempat
kerja nya, maka hasil penilaian ?
b. laik kerja dengan catatan

48. dokter yang dapat melakukan pemeriksaan kesehatan tenaga kerja berdasarkan
permennakertrans no. Permen 02/men/1980 ?
a. dokter yang bekerja pada PJK3

49. HIV ada dalam cairan tubuh manusia terutama ?


c. air susu ibu
Soal Try Out Pembinaan Ahli K3 Umum Sertifikasi KEMNAKER RI

1. Pengertian keselamatan kerja secara filosofis ialah: 9. Keputusan penunjukan Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja
a. Suatu pemikiran dan upaya penerapannya untuk menjamin dicabut apabila:
keutuhan dan kesempurnaan khussusnya tenaga kerja baik a. Tidak memenuhi peraturan perundang-undangan K3.
jasmani, maupun rohani, baik karya dan budaya menuju b. Melakukan kesalahan dan kecerobohan sehingga menimbulkan
masyarakat adil makmur dan sejahtera. keadaan berbahaya.
b. Upaya untuk menjamin agar sumber produksi dapat digunakan c. Dengan sengaja atau karena kekhilafannya menyebabkan
secara efisien. terbukanya rahasia perusahaan/instansi yang karena jabatannya
c. Upaya untuk mencegah dan mengurangi timbulnya kecelakaan wajib untuk dirahasiakan.
dan penyakit akiibat kerja. d. Smua jawaban benar.
d. Upaya untuk menekan cost dan berupaya untuk menghasilkan
produktifitas yang tinggi. 10. Yang bukan merupakan kewajiban Ahli K3 menurut peraturan
perundangan-undangan adalah:
2. Dalam rangka pembinaan kepada tenaga kerja, didalam Undang- a. Memberikan gaji karyawan.
Undang Nomor 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja ialah satu b. Memberikan laporan kepada Menteri Tenaga Kerja atau pejabat
kewajiban pengurus antara lain: yang ditunjuk mengenai hasil pelaksanaan tugasnya.
a. Melakukan audit K3. c. Memintai keterangan atau informasi mengenai pelaksanaan
b. Mengadakan pemantauan lingkungan. syarat-syarat K3 di tempat kerja.
c. Menunjukan dan menjelaskan kondisi dan bahaya yang dapat d. Membuat surat teguran terhadap pelanggaran ketentuan
timbul ditempat kerja kepada tenaga kerja baru. perundangan-undangan K3 di tempat kerja.
d. Mengadakan penyuluhan kepada masyarakat sekitar mengenai
kemungkinan bahaya yang dapat timbul. 11. Sesuai dengan peraturan perundang-undangan Ahli K3 berwenang
untuk, antara lain:
3. Yang masuk didalam ruang lingkup obyek pengawasan k3 a. Melakukan audit external SMK3.
berdasarkan Undang-Undang No. 01 tahun 1970 tentang b. Mengadakan analisa kecelakaan kerja dimanapun.
keselamatan kerja adalah: c. Memasuki tempat kerja sesuai dengan keputusan penunjukan.
a. Tempat kerja. d. Semua jawaban benar.
b. Perusahaan swasta.
c. Tempat kerja milik Negara. 12. Setiap instalasi dan pesawat yang digunakan ditempat kerja harus
d. Tempat usaha apa saja. memiliiki izin pemakaian, hal tersebut bertujuan:
a. Agar efektif, efesien dan aman dalam pemakaiannya.
4. Pengurus diwajibkan melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi b. Semua jawaban benar.
ditempat kerja yang dipimpinnya, pada pejabat yang ditunjuk oleh c. Memenuhi peraturan perundangan.
Menteri Tenaga Krja. Ketentuan tersebut terdapat didalam d. Memperpanjang umur pesawat.
Undang-Undang No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja pada
pasal: 13. Dalam pelaksanaan K3 di tempat kerja, upaya pengendalian resiko
a. Pasal 3 dilakukan dengan uruan sebagai berikut:
b. Pasal 8 a. Identifikasi, monitoring, pengendalian.
c. Pasal 11 b. Monitoring, evaluasi, pengendalian.
d. Pasal 15 c. Identifikasi, evaluasi, pengen Dalian, monitoring.
d. Identifikasi, monitoring, evaluasi dan pengendalian.
5. Yang dimaksud dengan “ pe ngurus” berdasarkan
Undang- Undang 14. Badan atau lembaga di tingkat perusahaan yang bertugas memberi
No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja adalah: pertimbangan dan dapat membantu pelaksanaan usaha pencegahan
a. Pengusaha. kecelakaan serta dapat memberikan penerangan yang efektif kpada
b. Orang yang memimpin langsung suatu tempat kerja. par pekerja adalah:
c. Pemegang saham. a. Panitia Pembna Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3)
d. Setingkat manajemen perusahaan. b. Forum bipartite
c. Forum tripartite
6. Pasal 13 Undang-Undang No. 1 tahun 1970 menyatakan “Barang d. Forum komunikasi serikat pekerja perusahaan
siapa akan memasuki suatu tempat kerja, diwajibkan menaati semua
petunjuk keselamatan kerja dan memakai alat pelindung diri yang 15. Pada pasal 86 Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 ayat (1)
diwajibkan”. Ketentuan ini mengikat kepada: menyatakan ; setiap pekerja/buruh mempunyai hak untuk
a. Orang yang terkait langsung dengan pekerjaan di tempat kerja. memperoleh perlindungan atas, kecuali:
b. Hanya pada instalasi-instalasi yang dianggap sangat berbahaya. a. Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
c. Hanya untuk tamu atau orang lain yang bukan pekerja. b. Penghidupan yang layak.
d. Setiap orang baik yang bersangkutan maupun tidak brsangkutan c. Moral dan kesusilaan.
dengan pekerjaan ditempat kerja. d. Perlakuan yang sesuai dengan hasrat dan martabat manusia
serta nilai-nilai agama.
7. Berdasarkan pasal 14 Undang-Undang No. 1 tahun 1970 yang bukan
kewajiban pengurus perusahaan adalah: 16. Dokter yang bertanggung jawab terhadap Pelayanan Kesehatan
a. Memberikan kebebasan berserikat. Kerja di perusahaan (dokter perusahaan) wajib mendapatkan
b. Menyediakan alat pelindung diri. pelatihan Hyperkes. Hal ini tersebut diatur dalam:
c. Memasang gambar poster k3 ditempat kerja. a. Permenaker No. Per-02/Men/1992
d. Menempatkan semua syarat-syarat K3 dan lembaran Undang- b. Permenaker No. Per-03/Men/1982
Undang No. 1 tahun 1970 ditempat kerja. c. Permenaker No. Per-05/Men/1985
d. Permenaker No. Per-01/Men/1976
8. Pengawasan K3 yang bersifat preventif dan represif mliputi:
a. Perencanaan. 17. Salah satu bentuk pengendalian bahan kimia berbahaya sesuai
b. Parencanaan dan modifikasi. Kepmenakertrans No. Kep.187/Men/1999 adalah:
c. Prencanaan, pembuatan dan pemakaian. a. Penetapan Nilai Ambang Kuantitas.
d. Pemakaian dan peredaran. b. Penyediaan Lembar Data Keselamatan Bahaya dan Label.

PT. DUTA SELARAS


SOLUSINDO
Soal Try Out Pembinaan Ahli K3 Umum Sertifikasi KEMNAKER RI

c. Penetapan Kategori Potensi Bahaya Perusahaan. 26. Beban kerja fisik yang diberikan kepada tenaga kerja tidak boleh
d. Penetapan Nilai Ambang Batas. melebihi:
a. 10-15% dari kemampuan kerja maksimum.
18. Untuk menjamin kemampuan fisik dan kesehatan kerja yang sebaik- b. 25-30% dari kemampuan kerja maksimum.
baiknya perlu diadakan pemeriksaan tenaga kerja yang terarah. c. 30-50% dari kemampuan kerja maksimum.
Pemeriksaan tersebut meliputi: d. 30-40% dari kemampuan kerja maksimum.
a. Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja, pemeriksaan kesehatan
awal dan pemeriksaan khusus. 27. Manfaat penilaian lingkungan kerja:
b. Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja dan pemeriksaan khusus. a. Sebagai dasar untuk menentukan dana perbaikan dan rencana
c. Pemeriksaan sebelum kerja, pemeriksaan kesehatan berkala dan selanjutnya.
pemeriksaan kerja khusus. b. Sebagai dasar untuk menyatakan kondisi lingkungan kerja
d. Semua jawaban benar. membahayakan atau tidak.
c. Sebagai dasar untuk menentukan tingkat kecelakaan terjadi.
19. Permenaker No.Per-03/Men/1982 mengatur tentang pelayanan d. Tenaga kerja mendapat informasi kondisi lingkungan.
kesehatan kerja. Tujuan dari pelayanan kesehatan kerja antara lain:
a. Jawaban b dan c benar. 28. Penyakit akibat kerja merupakan penyakit yang disebabkan oleh
b. Memberikan bantuan kepada tenaga kerja dalam penyesuaian
pekerjaan dan lingkungan kerja. Untuk menghindari kejadian tersebut
diri baik fisik, mental terutama dalam penyesuaian pekerjaan
perlu dilakukan usaha-usaha preventif yang berupa jaminan
dengan tenaga kerja.
c. Memberikan pengobatan dan perawatan serta rehabilitasi bagi pelayanan kesehatan yang merupakan salah satu dari 4 (empat)
tenaga kerja yang menderita sakit. program Jamsostek. Peraturan yang mengatur hak tersebut adalah:
d. Jawaban b dan c salah. a. Permenaker No.Per-03/Men/1982
b. Undang-undang No. 1 tahun 1970
20. Setiap perusahaan catering yang mengelola makanan pada c. Undnag-undang No. 3 tahun 1992
perusahaan, sesuai Surat Edaran Dirjen Binawas SE No.86/BW/1989 d. Permenaker No.Per-03/Men/1985
harus terlebih dahulu mendapatkan:
a. Surat Keputusan Penunjukan dari Dirjen Binawas. 29. Kewajiban pengusaha atau pengurus instalasi bahaya besar sesuai
b. Surat Izin Catering di tempat kerja. Kepmenakertrans Nomor: Kep.187/Men/1999 adalah sebagai
c. Jawaban a, b dan d benar. berikut, kecuali:
d. Rekomendasi dari Disnaker setempat. a. Mempekerjakan Ahli K3 kimia
b. Pengujian instalasi sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun sekali.
21. Yang termasuk kategori bahan berbahaya adalah jenis bahan yang c. Membuat dokumen pngendalian instalasi bahaya besar.
mempunyai sifat antara lain: d. Pembuatan dokumen job safety.
a. Oksidator, mudah meledak, mudah menyala atau terbakar.
b. Memancarkan radiasi. 30. Pemeriksaan kesehatan tenaga kerja secara awal, berkala dan
c. Semua jawaban benar. khusus merupakan kewajiban dari pada pengusaha terhadap tenaga
d. Korosif, iritasi karsinogenik. kerjanya. Peraturan yang mengaturnya adalah:
a. Permenaker No.Per-03/Men/1982
22. Penerapan norma-norma ergonomik di tempat kerja meliputi b. Permenaker No.Per-02/Men/1980
norma-norma: c. Permenaker No.Per-51/Men/1997
a. Pembebanan kerja fisik, sikap tubuh dalam bekerja, mengangkut d. Permenaker No.Per-04/Men/1998
dan mengangkat.
b. Pemberian gizi kerja. 31. Kesehatan tenaga kerja merupakan dasar dari tenaga kerja untuk
c. Pemberian alat pelindung diri. meningkatkan produktivitas dan lingkungan kerja yang aman dan
d. Jawaban a, b dan c benar. nyaman. Upaya tersebut meliputi tindakan preventif dengan jalan
pelaksanaan pelayanan kesehatan kerja di perusahaan. Hal tersebut
23. Jalan terakhir untuk menghindari keracunan akibat polusi udara
diatas diatur dalam:

ruangan kerja adalah: a. SE Menaker No.02/1986


a. Mengeluarkan udara kotor dalam ruangan. b. Permenaker No.Per-03/Men/1986
b. Mengganti bahan tersebut dengan bahan yang lebih baik. c. Permenaker No.Per-03/Men/1982
c. Memasang ventilasi lebih banyak. d. Permenaker No.Per-02/Men/1980
d. Memakai respirator.

32. Pengendalian bahan kimia berbahaya di tempat kerja merupakan


24. Penerangan/pencahayaan yang cukup dalam suatu ruangan tempat suatu usaha untuk mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
kerja, dapat memberikan: Dasar hukumnya adalah:

a. Keletihan mata yang cepat. a. Kepmenaker No. Kep-187/Men/1999


b. Kenyamanan bekerja. b. Permenaker No. Per-03/Men/1986
c. Produktivitas kerja rendah. c. Kepmenaker No. Kep-51/Men/1999
d. Absensi menurun. d. SE No. 01 tahun 1999

25. Pengaruh bahan kimia berbahaya terhadap kesehatan tergantung 33. Tugas dan kewajiban Ahli K3 Kimia antara lain:
kepada konsentrasi dan lamanya paparan terjadi, pengaruh tersebut a. Merahasiakan segala keterangan yang berkaitan dengan rahasia
dapat menyebabkan hal sebagai berikut, kecuali: perusahaan atau instansi yang diddapat karena jabatannya.
a. Menyebabkan iritasi, korosif, sulit bernafas, menimbulkan b. Memberikan laporan kepada menteri atau pejabat yang ditunjuk
alergi, keracunan sistematik. mengenai hasil pelaksanaan tugasnya.
b. Menyebabkan kanker, kerusakan/kelainan janin. c. Jawaban a dan b salah.
c. Menyebabkan kebakaran dan peledakan. d. Jawaban a dan b benar.
d. Pneumoconiosis dan menyebabkan efek bius.

PT. DUTA SELARAS


SOLUSINDO
Soal Try Out Pembinaan Ahli K3 Umum Sertifikasi KEMNAKER RI

34. Berdasarkan Peraturan Menteri Perburuhan NO. 07 tahun 1964 43. Pemeriksaan berkala pada bejana uap dilakukan setiap:
tentang syarat-syarat kesehatan, kebersihan serta penerangan dalam a. Selambat-lambatnya setiap 3 (tiga) tahun sekali.
tempat kerja, maka dalam suatu tempat kerja dengan tenaga kerja b. Selambat-lambatnya setiap 4 (empat) tahun sekali
sejmlah 60 orang, jumlah kakus/W minimal yang harus disediakan: c. Selambat-lambatnya setiap 2 (dua) tahun sekali.
a. 1 d. Selambat-lambatnya setiap 1 (satu) tahun sekali.
b. 4
c. 3 44. Tingkat pengamanan pada pesawat uap dan bejana tekan berfungsi
d. 2 untuk:
a. Menahan tekanan.
35. Akte izin Pemakaian Pesawat Uap diberikan kepada pemakai b. Untuk mengatur tekanan.
bilamana: c. Membuang air berlebih.
a. Semua jawaban benar. d. Membuat tekanan secara otomatis apabila terjadi tekanan lebih.
b. Hasil pemeriksaan dan pengujian alat-alat perlengkapan
pengamanan dan alat-alat pembakaran memenuhi syarat. 45. Pemeriksaan bahan pada pesawat uap dapat dilakukan apabila telah
c. Hasil pemeriksaan dan pengujian pesawat uap dan alat-alat berumur:
perlengkapan otomatisnya memenuhi syarat. a. 25 tahun.
d. Hasil pemeriksaan dan pengujian pesawat uap dan alat-alat b. 35 tahun.
perlengkapan pengamanannya memenuhi syarat. c. 30 tahun.
d. 40 tahun.
36. Peledakan pada ketel uap dapat tejadi karena:
a. Tinggi air didalam ketel uap dibawah batas aman. 46. Kapan suatu pesawat uap harus dilakukan pemeriksaan secara
b. Tidak memilliki thermometer. khusus (secara keseluruhan):
c. Jawaban a dan b benar. a. Sesudah berumur 50 tahun.
d. Peledakan hanya dapat tejadi bila tingkap pengaman tidak b. Sesudah terjadi kecelakaan.
bekerja. c. Sesudah dilakukan pemeriksaan bahan (PB) sebanyak 3 (tiga)
kali.
37. Yang bukan merupakan tujuan pemeriksaan visual pada setiap d. Sebelum pemeiksaan bahan (PB) sebanyak 3 (tiga) kali.
pesawat uap baru yaitu untuk mengetahui:
a. Kondisi seluruh alat perlengkapan pengamannya. 47. Yang tidak termasuk bejana tekan berdasarkan Permenaker No.
b. Kapasistas produksi uap kering yang dapat digunakan Per.01/Men/1982 adalah:
sesungguhya. a. Botol-botol baja yang mempunyai volume air paling rendah 60
c. Kondisi seluruh bagian konstruksi dan seluruh alat perlengkapan liter.
pengamanannya. b. Botol-botol baja yang mempunyai volume air paling tinggi 60
d. Kondisi sisi luar dan seluruh alat perlengkapan pengamanannya. liter.
c. Bejana transport yang mempunyai volume air lebih dari 60 liter.
38. Kekurangan air didalam ketel uap pada saat sedang dioperasikan d. Bejana penyimpanan gas atau campuran dalam keadaan padat
tidak dapat mengakibatkan: dikempa menjadi cair terlarut atau beku.
a. Terjadinya kenaikan temperature air.
b. Terjadinya kenaikan tekanan kerja. 48. Ruang lingkup Permenaker No. Per.05/Men/1985 meliputi:
c. Semua jawaban salah. a. Pesawat tenaga dan produksi.
d. Terjadinya overheating dan peledakan. b. Peralatan angkat, pita transport, pesawat angkutan diatas
landasan dan diatas permukaan, alat angkutan jalan rel.
39. Yang dimaksud dengan ketel uap adalah: c. Pesawat lift.
a. Pesawat yang menghasilkan uap yang dipergunakan diluar d. Semua jawaban benar.
pesawatnya.
b. Pesawat yang menghasilkan uap yang dipergunakan diluar 49. Pengertian dari pesawat angkat dan angkut adalah suatu pesawat
pesawatnya dan harus ada disetiap perusahaan. atau alat yang digunakan untuk:
c. Pesawat yang menghasilkan uap yang dipergunakan diluar a. Memindahkan muatan pada jarak tertentu.
pesawatnya dan harus ada disetiap perusahaan. b. Memindahkan, mengangkut muatan vertical dan horizontal.
d. Jawban a, b dan c benar. c. Memindahakan, mengangkut muatan vertical dan horizontal
dalam jarak yang ditentukan.
40. Ketel uap yang mengalami temperature berebihan (overheating) d. Semua jawaban benar.
adalah disebabkan oleh:
a. Tingkat pengaman tidak bekerja. 50. Pengawasan K3 bidang mekanik yang bersifat prevent meliputi:
b. Kapasitas pembakaran terlalu besar. a. Perencanaan, pembuatan, prosedur pemakaian dan perawatan.
c. Tinggi air didalam ketel uap dibawah batas aman. b. Perencanaan dan pemakaian.
c. Perencanaan, reparasi da modifikasi.
d. Smua jawaban benar.
d. Jawaban a, b dan c salah.
41. Pesawat Uap dan Bejana Tekan, baru dapat dibuat apabila:
a. Mempunyai gambaran rencana. 51. Pernyataan yang benar sesuai dengan peraturan yang berlaku
b. Jawaban a, c dan d telah terpenuhi. mengenai setiap pesawat angkat dan angkut yang akan dibuat dan
c. Mempunyai perhitungan kekuatan konstruksi. dipasang:
d. Telah mempunyai pengesahan gambar rencana. a. Pembuat dan pemasang tidak perlu mendapat pengesahan.
b. Jawaban a, c dan d benar.
c. Pemilik/pemakai dapat menentukan persyaratan.
42. Pemeriksaan berkala pada ketel uap darat berpindah dilakukan d. Pembuat dan pemasang harus mendapat pengesahan.
setiap:
a. Selambat-lambatnya setiap 1 (satu) tahun sekali.
b. Selambat-lambatnya setiap 3 (tiga) tahun sekali.
c. Selambat-lambatnya setiap 2 (dua) tahun sekali.
d. Selambat-lambatnya setiap 4 (empat) tahun sekali.

PT. DUTA SELARAS


SOLUSINDO
Soal Try Out Pembinaan Ahli K3 Umum Sertifikasi KEMNAKER RI

52. Sesuai Permenaker No. Per.05/Men/1985 setiap pesawat dan c. 5 (lima) tahun dan dapat diperbaharui kembali.
angkut wajib dilakukan pengujian setelah pegujian pertama. d. Semua jawaban salah.
Pengujian tersebut selambat-lambatnya :
a. 4 (empat) tahun setelah pengujian pertama. 62. Instalasi penyalur petir secara umum harus memenuhi persyaratan:
b. 2 (dua) tahun setelah pengujian pertama. a. Kemampuan perlindungan secara tehnis.
c. 1 (satu) tahun setelah pengujian pertama. b. Ketahanan mekanis.
d. 3 (tiga) tahun setelah pengujian pertama. c. Semua jawaban benar.
d. Ketahanan terhadap korosi.
53. Pesawat angkut diatas landasan dan diatas permukaan adalah:
a. Dongkrak, pneumatic, gondola, keran tower dan takel. 63. Instalasi proteksi petir internal misalnya dengan memasang arrester
b. Escalator, rantai berjalan dan ban berjalan. pada instalasi listrik untuk memotor arus petir dan menyamakan
c. Truk, trakto, kereta gantung, truk derek dan forklift. tegangan diatur dalam peraturan:
d. Semua jawaban benar. a. Permenaker No.Per.02/Men/1989.
b. Permenaker No. 12 tahun 2015 SNI 0225-2011 PUIL 2011
54. Dalam melayani pesawat tenaga dan produksi yang sedang c. Kepmenaker No.Kep.75/2002.
beroperasi, seorang operator dapat: d. Jawaban a, b dan d salah.
a. Dilarang meninggalkan tempat kerja.
b. Mewakilan kepada orang lain. 64. Alat untuk mengatur tahanan isolasi kabel listrik adalah:
c. Meninggalkan tempat kerjanya untuk keperluan penting. a. Insulation Resistan tester.
d. Jawban a, b dan c benar. b. Multi tester.
c. Ohm meter.
55. Pengujian unit pesawat tenaga dan produksi dilakukan selambat- d. Volt meter.
lambatnya:
a. 2 (dua) tahun sekali. 65. Besarnya nilai tahanan pembumian (grounding) keseluruhan pada instalasi
b. 3 (tiga) tahun sekali. penyalur petir yang diatur dalam Permenaker No.Per.02/Men/1989
c. 10 (sepuluh) tahun sekali. adalah:
d. 5 (lima) tahun sekali. a. Maksimal 0,5 Ω.
b. Maksimal 5 Ω .
56. Berdasarkan Permenaker No. Per-05/Men/1985 setiap pesawat c. Maksimal 50 Ω.
angkat dan angkut harus uji terlebih dahulu antara lain dengan d. Jawaban a, b dan c salah.
pengujian beban lebih sebesar:
a. 110% dari jumlah beban maksimum. 66. Setiap jenis penyalur petir harus dilengkapi dengan embumian sekurang-
b. 125% dari jumlah beban maksimum. kurangnya:
c. 120% dari jumlah beban maksimum. a. 4 (empat) buah.
d. 135% dari jumlah beban maksimum. b. 3 (tiga) buah.
c. 2 (dua) buah.
57. Berdasarkan Surat Edaran Menaker No.SE.06/Men/1990 tentang d. 5 (lima) buah.
Perwarnaan Botol Baja/Tabung gas betekanan antara lain sebagai
beikut kecuali: 67. Apa yang dimaksud dengan bahaya sentuh langsung?
a. Kelompok gas beracun berwarna kuning tua. a. Sentuh pada bagian konduktif yang dalam keadaan kerja normal
b. Kelompok gas yang menyengat warna kuning muda. umumya bertegangan dan atau dialiri arus.
c. Kelompok gas untuk kesehatan warna biru. b. Sentuh pada bagian kondukif terbuka perlengkapan atau
d. Kelompok gas yang dapat menyebabkan tercekik warna abu- instalasi listrik yang menjadi bertegangan akibat kegagalan
abu. kegagalan isolasi.
c. Sentuh pada bagian yang tidak konduktif dari perlengkapan atau
58. Tahapan pelaksanaan konstruksi bangunan terdiri dari: instalasi listrik.
a. Rancangan teknis pelaksanaan. d. Semua jawaban a, b dan c benar.
b. Rancangan pasca konstruksi.
c. Rancangan teknis pelaksanaan dan pasca konstruksi. 68. Kegagalan isolasi dari suatu instalasi listrik harus dicegah terutama
d. Semua jawaban salah. dengan cara:
a. Perlengkapan listrik harus dirancang dan dibuat dengan baik.
59. Syarat-syarat keselamatan kerja ditetapkan melalui peraturan b. Bagian aktif harus diisolasi dengan bahan yang tepat.
perundangan, salah satunya persyaratan untuk mencegah terkena c. Instalasi listrik harus dipasang dengan baik.
aliran listrik yang berbahaya. Hal tersebut tertuang dalam: d. Semua jawaban benar.
a. UU No.1 Tahun 1970 pasal 3 ayat (1) huruf q.
b. UU No.1 Tahun 1970 pasal 3 ayat (1) huruf a. 69. Dalam kejadian kebakaran didalam gedung dapat terjadi peristiwa
c. Kepmenakertrans No.Kep.75/Men/2002. yang disebut back draft. Back draft dapat terjadi apabila:
d. Semua jawaban salah. a. Kebakaran didalam ruang tertutup dengan oksigen yang cukup
dan terdapat bahan yang mudah meledak.
60. Penggunaan lift yang salah yaitu: b. Kebakaran dalam ruang tertutup kehabisan oksigen, bila ada
a. Kapasitas angkut harus sesuai dengan izin lift. kesempatan udara masuk akan terjadi ledakan.
b. Kapasitas angkut lift dicantumkan dan dipasang dalam kereta c. Jawaban a dan d benar.
lift. d. Jawaban a dan d salah.
c. Kapasitas angkut lift tidak dicantumkan dan dipasang didalam
kereta lift. 70. Terdapat 3 (tiga) jenis pompa hidran/springkler yaitu:
d. Penetapan jumlah orang yang diangkut berdasarkan SNI yang a. Pompa listrik, pompa diesel, pompa air.
berlaku. b. Pompa listrik, pompa diesel, pompa jockey.
c. Pompa utama, pompa jockey dan pompa cadangan.
61. Surat Izin Operasi pemakaian lift berlaku selama: d. Jawaban a, b dan c benar.
a. 2 (dua) tahun dan dapat diperbaharui kembali.
b. 3 (tiga) tahun dan dapat diperbaharui kembali.

PT. DUTA SELARAS


SOLUSINDO
ESSAY
1. Sebutkan kewajiban pengurus sesuai UU 1/1970!
a. Secara tertulis menempatkan dalam tempat kerja yang dipimpinnya, semua syarat keselamatan kerja yang diwajibkan, sehelai
Undang-undang ini dan semua peraturan pelaksanaannya yang berlaku bagi tempat kerja yang bersangkutan, pada tempat –tempat
yang mudah dilihat dan terbaca dan menurut petunjuk pegawai pengawas attau ahli keselamatan kerja.
b. Memasang dalam tempat kerja yang dipimpinnya, semua gambar keselamatan kerja yang diwajibkan dan semua bahan pembinaan
lainnya, pada tempat-tempat yang mudah dilihat dan terbaca menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja.
c. Menyediakan secara cuma-Cuma, semua alat pelindung diri yang diwajibkan pada tenaga kerja yang berada dibawah pimpinannya
dan menyediaakan bagi setiap orang lain yang memasuki tempat kerja tersebut, disertai dengan peyunjuk-petunjuk yang diperlukan
menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja. (Bab X Kewajiban Pengurus Hal. 132 Kitab UU K3)

2. Apa yang dimaksud dengan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja?
a. Kecelakaan Kerja: Suatu kejadian yang tidak direncanakan, dan tidak diinginkan, gangguan dari pekerjaan berakibat cedera pada
manusia, kerusakan barang, dan pencemaran lingkungan. (Bab II Dasar Hukum Dan Pengertian Hal.3 Kumpulan Modul K3)
b. Kecelakaan: adalah peristiwa yang tidak dikehendaki dan tidak diduga yang mengganggu jalannya proses aktivitas yang telah
ditentukan dari semula dan dapat mengakibatkan kerugian jiwa atau harta benda (Bab II Dasar Hukum dan Pengertian Kumpulan Modul
K3)

3. Mengapa setiap karyawan harus dilakukan pemeriksaan awal, berkala maupun


khusus? Permen No. Per-02/1980 :
Pasal 2 ayat (1)
Pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja agar tenaga kerja yang diterima berada dalam kondisi kesehatan yang setinggi-tingginya, tidak
mempunyai penyakit menular yang akan mengenai tenaga kerja lainnya, dan cocok untuk pekerjaan yang akan dilakukan sehingga
keselamatan dan kesehatan tenaga kerja yang bersangkutan dan tenaga kerja lain dapat terjamin.
Pasal 3 ayat (1)
Pemeriksaan kesehatan berkala dimaksudkan untuk mempertahankan derajat kesehatan tenaga kerja sesudah berada dalam pekerjaannya,
serta memiliki kemungkinan adanya pengaruh-pengaruh dari pekerjaan seawal mungkin yang perlu dikendalikan dengan usaha-usaha
pencegahan.
Pemeriksaan kesehatan khusus dimaksudkan untuk menilai adanya pengaruh-pengaruh dari pekerjaan tertentu terhadap tenaga kerja atau
golongan-golongan tenaga kerja tertentu.

4. Sebutkan tugas, kewajiban dan wewenang ahli K3


umum! - Tugas AK3 Umum:
Membantu pimpinan perusahaan atau pengurus menyelenggarakan dan meningkatkan usaha keselamatan kerja, hygiene perusahaan
dan kesehatan kerja, membantu pengawasan ditaatinya ketentuan-ketentuan perundang-udangan bidang K3
- Kewajiban AK3 Umum:
a. Membantu mengawasi pelaksanaan peraturan perundangan K3 sesuai dengan bidang yang ditentukan dalam keputusan
penunjukannya
b. Memberikan laporan kepada menteri tenaga kerja atau pejabat yang ditunjuk mengenai hasil pelaksanaan tugas dengan ketentuan
sebagai berikut:
1) Untuk AK3 di tempat kerja satu kab dalam 3 bulan kecuali ditentukan lain
2) Untuk AK3 di perusahaan yang memberikan jasa dibidang K3 setiap saat setelah selesai melaksanakan kegiatannnya
3) Merahasiakan segala keterangan tentang rahasia perusahaan /instansi yang didapat berhubungan jabatannya
- Wewenang AK3 Umum:
a. Memasuki tempat kerja sesuai keputusan penunjukan
b. Meminta keterangan dan/atau informasi mengenai pelaksanaan syarat-syarat K3 ditempat kerja dengan keputusan
penunjukannya
c. Memonitor, memeriksa, menguji, menganalisa, mengevaluasi dan memberikan persyaratan serta pembinaan K3 yang meliputi:
1) Keadaan dan fasilitas tenaga kerja
2) Keadaan mesin-mesin, pesawat, alat-alat kerja, instalasi serta peralatan lainnya
3) Penanganan bahan-bahan
4) Proses produksi
5) Sifat pekerjaan
6) Lingkungan kerja

5. Sebutkan fungsi dan tugas P2K3 serta sebutkan landasan hukum pemebentukan
P2K3! Landasan hukum P2K3: Per No.04/MEN/1987 tentang P2 K3 serta tata cara
penunjukan AK3 Fungsi P2K3:
a. Menghimpun dan mengolah data tentang K3 di tempat kerja
b. Membantu menunjukan dan menjelaskan kepada setiap tenaga kerja:
- Berbagai faktor bahaya di tempat kerja yang dapat menimbulkan gangguan K3 termasuk bahaya kebakaran dan peledakan serta
cara penanggulangannya
- Faktor yang dapat mempengaruhi efisiensi dan produktifitas kerja
- APD bagi tenaga kerja yang bersangkutan
- Cara dan sikap yang benar dan aman dalam melaksanakan pekerjaannya
c. Membantu pengusaha atau pengurus dalam:
- Mengevaluasi cara kerja, proses dan lingkungan kerjMenentukan tindakan koreksi dengan alternatif terbaik
- Mengevaluasi penyebab timbulnya kecelakaan, PAK serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan
- Mengembangkan penyuluhan dan penelitian dibidang keselamatan kerja, hygiene perusahaan, kesehatan kerja dan ergonomic
- Melaksanakan pemantauan terhadap gizi kerja dan menyelenggarakan makanan di perusahaan
- Memeriksa kelengkapan peralatan keselamatan kerja
- Mengembangkan pelayanan kesehatan tenaga kerja
- Mengembangkan laboratorium K3, melakukan pemeriksaan laboratorium dan melaksanakan intepretasi hasil pemeriksaan
- Menyelenggarakan administrasi keselamatan kerja, hygiene perusahaan dan kesehatan kerja
d. Membantu pimpinan perusahaan menyusun kebijaksanaan manajemen dan pedoman kerja dalam rangka upaya meningkatkan
keselamatan kerja, hygiene perusahaan, kesehatan kerja, ergonomi dan gizi kerja

6. Bagaimana cara penyelenggaraan pelayanan kesehatan kerja sesuai dengan peraturan


terkait? Penyelenggaraan pelayanan kesehatan kerja (Permen No.03/MEN/1982)
Pasal 4 ayat 1
Penyelenggaraan pelayanan kesehatan kerja dapat:
a. Diselenggarakan sendiri oleh pengurus
b. Diselenggarakan oleh pengurus dengan mengadakan ikatan dengan dokter atau pelayanan kesehatan
c. Pengurus dari beberapa perusahaan secara bersama-sama menyelenggarakan suatu pelayanan kesehatan kerja

7. Jelaskan objek pengawasan lingkungan kerja serta sebutkan peraturan perundangan terkait!
- Landasan hukum Objek pengawasan lingkungan kerja: Permen N0.7 tahun 1964 tentang syarat kesehatan, kebersihan, serta
penerangan dalam tempat kerja.
Pasal 2
Setiap bangunan perusahaan harus memenuhi syarat-syarat untuk:
a. Menghindarkan kemungkinan bahaya kebakaran dan kecelakaan
b. Menghindarkan kemungkinan bahaya keracunan, penularan penyakit atau timbulnya penyakit jabatan
c. Memajukan kebersihan dan ketertiban
d. Mendapat penerangan yang cukup dan memenuhi syarat untuk melakukan pekerjaan
e. Mendapat suhu yang layak dan peredaran udara yang cukup
f. Menghindarkan gangguan debu, gas, uap dan bauan yang tidak menyenangkan
- Landasan hukum pengawasan lingkungan kerja:
1. UU No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja pasal 2, pasal 3 ayat 1, pasal 5, pasal 8, pasal 9 dan pasal 14
2. UU No.3 tahun 1969 tentang persetujuan konvensi ILO No.120 Hygiene dalam perniagaan dan kantor-kantor, pasal 7
3. PP No.7 tahun 1973 tentang pengawasan atas peredaran, penyimpanan dan penggunaan pestisida
4. PP No.11 tahun 1875 tentang keselamatan kerja terhadap radiasi
5. PP Perburuhan No.7 tahun 1964 tentang syarat kesehatan, kebersihan serta penerangan dalam tempat kerja
6. Permanker No.3 tahun 1985 tentang K3 pemakaian asbes
7. Permenaker No.3 tahun 1986 tentang syarat keselamatan dan kesehatan di tempat kerja mengelola pestisida
8. Kepmenaker No.51 tahun 1986 tentang NAB faktor fisika di tempat kerja
9. Kepmenaker No. 187 tahun 1999 tentang Pengendalian bahan kimia berbahaya di tempat kerja
10. Instruksi menteri tenaga kerja N0.2/M/BW/BK/1984 tentang pengesahan APD
11. SE Menteri tenaga kerja No.01/1997 tentang NAB faktor kimia, udara lingkungan kerja, dll
- Objek pengawasan lingkungan kerja :
a. Faktor-faktor bahaya lingkungan kerja
b. Hygiene perusahaan
c. Pengendalian bahaya besar
d. Pestisida
e. Bahan kimia berbahaya
f. Sanitasi lingkungan
g. APD
h. Limbah industry

8. Sebutkan apa yang dimaksud dengan pengendalian lingkungan kerja!


Pengendalian lingkungan dimaksudkan sebagai penerapan metode teknik tertentu untuk menurunkan tingkat faktor bahaya
lingkungansampai batas yang masih dapat ditoleransi oleh manusia dan lingkungannya.

9. Apa yang disebut dengan bahan kimia berbahaya? Sebutkan faktor-faktor yang memengaruhi tingkat bahaya dari bahan
kima berbahaya!
- Bahan kimia berbahaya menurut Kepmenaker
187/MEN/1999 Pasal 1
Bahan kimia berbahaya adalah bahan kimia dalam bentuk tunggal atau campuran yang berdasarkan sifat kimia dan fisika dan/attau
toksikologi berbahaya terhadap tenaga kerja, instalasi dan lingkungan

- Faktor yang memengaruhi tingkat bahaya: daya racun, cara bahan kimia masuk dalam tubuh, konsentrasi, macam, dan lama paparan
bahan kimia, efek kombinasi bahan kimia, kerentanan calon korban paparan bahan kimia

10. Sebutkan kewajiban pengusaha dalam mengendalikan bahan kimia


berbahaya! Kewajiban pengusaha atau pengurus:
Pasal 16
(1) Perusahaan yang dikategorikan punya potensi bahaya besar:
a. Mempekerjakan petugas K3 kimia dengan ketentuan apabila dipekerjakan dengan sistem kerja non shift sekurang-kurangnya dua
orang dan apabila dipekerjakan dengan sistem shift sekurang-kurangnya dipekerjakan 5 orang.
b. Mempekerjakan ahli K3 kimia sekurang-kurangnya 1 orang
c. Membuat dokumen pengendalian potensi bahaya besar
d. Melaporkan setiap perubahan nama bahan kimia dan kuantitas bahan kimia, proses dan modifikasi instalasi yang digunakan
e. Melakukan pemeriksaan dan pengujian faktor kimia yang ada di tempat kerja sekurang-kurangnya 6 bulan sekali
f. Melakukan pemeriksaan dan pengujian instalasi yang ada di tempat kerja sekurang-kurangnya 2 tahun sekali
g. Melakukan pemeriksaan kesehatan tenaga kerja sekurang-kurangnya 1 tahun sekali.
Pasal 17
(1) Perusahaan yang dikategorikan mempunyai potensi bahaya menengah:
a. Mempunyai petugas K3 kimia dengan ketentuan apabila dipekerjakan dengan sistem kerja non shift sekurang-kurangnya satu
orang dan apabila dipekerjakan dengan sistem shift sekurang-kurangnya dipekerjakan 3 orang
b. Membuat dokumen pengendalian potensi bahaya menengah
c. Melaporkan setiap perubahan nama bahan kimia dan kuantitas bahan kimia, proses dan modifikasi instalasi yang digunakan
d. Melakukan pemeriksaan dan pengujian faktor kimia yang ada di tempat kerja sekurang-kurangnya 1 tahun sekali
e. Melakukan pemeriksaan dan pengujian instalasi yang ada di tempat kerja sekurang-kurangnya 3 tahun sekali
f. Melakukan pemeriksaan kesehatan tenaga kerja sekurang-kurangnya 1 tahun sekali

11. Jelaskan ruang lingkup pengawasan K3 konsruksi bangunan dan sebutkan peraturan terkait!
- Ruang lingkup K3 Konstruksi bangunan:
a. Pekerjaan penggalian
b. Pekerjaan pondasi
c. Pekerjaan konstruksi beton
d. Pekerjaan konstruksi baja
e. Pekerjaan pembongkaran
- Ruang lingkup K3 sarana bangunan:
1. Perancah bangunan
2. Plumbing
3. Penanganan bahan
4. Peralatan bangunan
- Peraturan terkait:
a. UU No.1 tahun1970
b. Permenakertrans RI No. Per-01/MEN/1980 tentang K3 pada konstuksi bangunan
c. Keputusan bersama menteri tenaga kerja dan menteri pekerjaan umum No.KEP 174/MEN/86, No Kep 104/KPTS/1986
tentang keselamatan dan kesehatan kerja pada tempat kegiatan konstruksi

12. Sebutkan dan jelaskan kewajiban pengurus dalam mengurangi, mencegah dan memadamkan kebakaran sesuai
Kepmenakertrans No 186/1999!
Pasal 2:
(1) Pengurus / pengusaha wajib mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran, latihan penggulangan kebakaran di tempat kerja
(2) Meliputi:
a. Pengendalian setiap bentuk energy
b. Penyediaan sarana deteksi, alarm, pemadam kebakaran dan saran evakuasi
c. Pengendalian penyebaran asap, panas dan gas
d. Pembentukan unit penggulangan kebakaran di tempat kerja
e. Penyelenggaraan latihan dan gladi penanggulangan kebakaran secara berkala
f. Memiliki buku rencana penanggulangan keadaan darurat kebakaran, bagi tempat kerja yang mempekerjakan lebih dari 50 orang
tenaga kerja dan/atau tempat kerja yang berpotensi bahaya kebakaran sedang dan berat.

13. Dalam identifikasi masalah bahaya kebakaran ditempat kerja saudara terdapat beberapa apar telah berakhir masa pakai,
coba jelaskan tindakan anda sebagai AK3!
Jika apar telah berakhir masa pakainya, segera hubungi bagian purchasing agar menghubungi suplier untuk pengisian kembali apar. Selain
itu jangan lupa dilakukan pemeriksaan jangka 6 bulan dan 12 bulan. Pengisian tabung apar harus diisi kembali dengan cara sebagai
berikut:
a) Untuk asam soda, busa, bahan kimia harus diisi setiap setahun sekali.
b) Untuk jenis cairan busa yang dicampur lebih dahulu harus diisi setiap 2 tahun sekali
c) Untuk jenis tabung gas hydrocarbon berhalogen, tabung diisi setiap 3 tahun sekali.
d) Jenis-jenis lainnya diisi setiap 5 tahun sekali.
14. Sebutkan hal-hal yang berkaitan dengan instalasi penyalur petir!
Pengawasan instalasi penyalur petir diatur dalam Permenaker No.2 tahun 1989. Instalasi penyalur petir berdasarkan pasal 2, harus
direncanakan, dibuat, dipasang dan dipelihara sesuai dengan ketentuan dalam permen dan/atau standar. Persyaratan yang harus diikuti
antara lain:
a) Kemampuan perlindungan secara teknis
b) Ketahanan mekanis
c) Ketahanan terhadap korosi

15. Sebutkan dasar hukum


lift! Dasar hukum lift:
- Permenker No. Per-03/MEN/1999 tentang syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja lift untuk pengangkutan orang dan barang
- Keputusan direktur jendral pembinaan hubungan industrial dan pengawasan ketenagakerjaan no Kep-407/BW/1999 tentang
persyaratan, penunjukan, hak dan kewajiban teknisi lift
- Pemenaker No.32/2015 tentang perubahan atas Permenker No. Per-03/MEN/1999 tentang syarat-syarat keselamatan dan kesehatan
kerja lift untuk pengangkutan orang dan barang

16. Mengapa seorang operator suatu peralatan / pesawat yang membahayakan dalam mengoperasikan harus mendapat lisensi
dari Depnaker?
- Sesuai Permenakertras RI no Per-09/MEN/VII/2010 tentang operator dan petugas pesawat angkat-angkut butir 10: Lisensi K3
adalah kartu tanda kewenangan seorang operator untuk penanganan pesawat angkat-angkut.
- Untuk menentukan kelayakan si operator dalam mengoperasikan alat angkat-angkut sesuai dengan Permenker RI No Per-
05/MEN/1985 tentang pesawat angkat-angkut perlu adanya perlindungan atas keselamatan kerja setiap tenaga kerja yang melakukan
perbuatan, pemasangan, pemakaian, persyaratan pesawat angkat-angkut.
- Untuk memastikan kompetensi operator dalam menjalankan suatu peralatan / pesawat dapat beroperasi dengan baik dan tanpa
masalah/kecelakaan maka harus ada lisensi

17. Jelaskan ruang lingkup pengawasan norma keselamtan dan kesehatan kerja mekanik dan sebutkan peraturan perundangan
K3 terkait!
Peraturan perundangan terkait:
- Permenaker RI No. Per-04/MEN/1985 tentang pesawat tenaga
produksi - Permenaker RI No. Per-05/MEN/1985 tentang pesawat
angkat-angkut
Ruang lingkup K3 mekanik:
a. Penggerak mula: mengubah suatu bentuk energi menjadi tenaga mekanik
1. Mesin Kalor: motor pembakar luar, motor pembakar dalam
Turbin: Memutar roda (dengan uap, air dan/atau gas
2. Kincir Angin
b. Perlengkapan transmisi tenaga mekanik: peralatan yang berfungsi untuk memindahkan daya/gerakan mekanik dari penggerak
mula ke pesawat lainnya; antara lain:
1. Pully dengan ban mesin
2. Roda gigi dengan roda gigi
3. Rantai dengan piringan roda gigi
4. Batang berulir dengan roda gigi
5. Roda-roda gesek
c. Mesin perkakas kerja: Pesawat atau alat untuk membentuk suatu bahan, barang, produk teknis dengan cara memotong,
mengepres, menarik dan/atau menumbuk; antara lain:
mesin asah, poles, pelicin, alat tuang-tempa, pelubang, mesin rol, gerigi, mesin ayak dan pemisah, mesin guntuing, mesing
pengeping dan pembelah
d. Mesin Produksi: Semua mesin peralatan kerja yang digunakan untuk menyiapkan, membentuk, membuat, merakit, finishing
barang
produksi / teknis; antara lain: mesin pak & bungkus, mesin jahit dan rajut, mesin pintal dan tenun
e. Dapur: Pesawat yang dengan cara pemanasan digunakan untuk mengolah, memperbaiki sifat barang/produk barang teknis;
antara
lain: dapur tinggi, dapur baja, covertor, oven

18. Sebutkan sumber-sumber bahaya yang terdapat di perusahaan saudara khususnya dibidang mekanik, pesawat uap dan
bejana tekan!
Sumber bahaya bidang mekanik, pesawat uap dan bejana
tekan: a. mekanik:
- Bagian yang bergerak - suhu fungsi - peledakan - kebisingan - listrik
- getaran - debu - gas buang - benda tajam
b. Pesawat Uap:
- listrik - getaran - peledakan
- kebisingan - terjatuhnya benda - bagian yang mempunyai beban
- suhu tinggi - bagian yang menanggung beban - terpapar zat kimia berbahaya
c. Bejana Tekan

- Peledakan - gas buang


- Suhu tinggi - terkena cairan dingin [(crygenic) mengakibatkan luka bakar]

19. Jelaskan norma ruang lingkup pengawasan K3 pesawat uap dan bejana tekan!
Ruang lingkup pengawasan bejana tekan sesuai Permenakertras No Per-01/MEN/1982 tentang bejana tekan:
- Perencanaan
- Pembuatan, perakitan, pemasangan
- Pengangkutan
- Peredaran/perdagangan
- Pemakaian/penggunaan (harus ada akte ijin)
- Pemeliharaan/perbaikan/reparasi/modifikasi
- Penyimpanan
- Pemusnahan

20. Jelaskan dasar hukum dan tujuan dari pelaksanaan sistem manajemen K3 pada setiap tempat
kerja! Dasar hukum SMK3:
- Permenakertrans RI No. Per-18/MEN/XI/2008 tentang penyelenggara audit sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja
- PP No. 50 tahun 2012 tentang penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan
kerja Tujuan SMK3 menurut PP no. 50 tahun 2012:
a. Meningkatkan efektifitas perlindungan K3 yang terencana, terukur, terstruktur dan terintegrasi
b. Mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja dan PAK dengan melibatkan unsur manajemen, pekerja/buruh dan/atau serikat
pekerja/serikat buruh\
c. Menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman dan efisien untuk mendorong produktifitas

21. Jelaskan 5 prinsip dasar SMK3! Dan sebutkan peraturan perundangan sebagai landasan hukum yang mewajibkan setiap
perusahaan menerapkan SMK3!
Lima prinsip dasar SMK3:
1. Kebijakan K3 dan komitmen penerapan K3
2. Perencanaan pemenuhan kebijakan, tujuan dan sasaran penerapan K3
3. Penerapan kebijakan K3
4. Pengukuran, pemantauan dan evaluasi kinerja K3
5. Tinjauan ulang dan perbaikan terus menerus
Dasar hukum : PP No. 50 tahun 2012 pasal 5
(1) Setiap perusahaan wajib menerpakan SMK3 di perusahaan
(2) Berlaku bagi perusahaan : a) mempekerjakan lebih dari 100 orang (minimal 100 orang); b) mempunyai potensi bahaya tinggi

22. Sebutkan dan jelaskan hirarki penegendalian risiko


K3! Hirarki pengendalian
-Eliminasi : Menghilangkan sumber bahaya dari tempat kerja
-Subtitusi : Mengganti alat / bahan yang memiliki potensi bahaya tinggi dengan yang potensi bahayanya lebih rendah
-Engineering Control : Melakukan rekayasa teknis untuk mengurangi potensi bahaya
-Administrative Control : Melakukan kontrol secara sistematis terhadap hal-hal yang ada di tempat kerja (orang, barang, prosedur kerja)
-APD : Memberikan alat pelindung diri pada pekerja

23. Jelaskan pengertian SMK3 dan audit SMK3!


- SMK3 : bagian dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan
kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien, dan produktif. (PP no. 50 tahun 2012)
- Audit SMK3: Pemeriksaan secara sistematis dan independen terhadap pemenuhan kriteria yang telah ditetapkan untuk mengukur
suatu hasil kegiatan yang telah direncanakan dan dilaksanakan dalam penerapan SMK3 di perusahaan.

24. Sebutkan syarat-syarat perusahaan yang wajib menerapkan


SMK3! Berlaku bagi perusahaan (PP No. 50 tahun 2012) :
a) mempekerjakan lebih dari 100 orang (minimal 100 orang);
b) mempunyai potensi bahaya tinggi

STUDI KASUS

1. Kelembangaan/organisasi K3 dan Keahlian K3:


Jawaban: Berdasarkan kondisi dilapangan yang terdiri dari 101 pekerja, maka perusahaan perlu membentuk P2K3 dan menunjuk atau
mengadakan ahli K3, sesuai dalil.
  Permenaker No 4 Tahun 1987 Pasal 2 (hal 596)
1. Setiap tempat kerja dengan kriteria tertentu pengusaha atau pengurus wajib membentuk P2K3
2. Tempat Kerja dimana pengusaha atau pengawas memperkerjakan 100 orang atau lebih
  Permenaker No 4 Tahun 1987 Pasal 3 (hal 597)
1. Keanggotaan P2K3 terdiri dari unsur pengusaha dan pekerja yang susunannya terdiri dari ketua, sekretaris dan anggota.
2. Sekretaris P2K3 ialah ahli Keselamatan Kerja dari perusahaan yang bersangkutan.

2. Pengendalian Lingkungan kerja dan bahan kimia berbahaya


Jawaban: Pabrik tersebut memiliki bahan kimia sodium picramate dengan kuantitas 60 ton per hari, sesuai, Lampiran III Nama &
NAK bahan kimia berbahaya (hal 930). Maka pabrik ini termasuk ke perusahaan potensi bahaya besar sehingga perlu upaya untuk
mencegah terjadi kecelakaan kerja & PAK (Kepmen 187/1999 pasal 2). Meliputi (Pasal3):
- Penyediaan lembar data keselamatan bahan (LDKB) & Label
- Penunjukan petugas K3 Kimia dan Ahli K3 Kimia
Karna termasuk kategori potensi bahaya besar maka (pasal 16)
a. Mempunyai petugas K3 Kimia dst.
b. Memperkerjakan ahli K3 kimmia sekurang-kurngnya 1 orang
c. Membuat dokumen pengendalian potensi bahaya besar
d. Dst.

3. Pengendalian Listrik dan penanggulangan


kebakaran? Jawaban:
  Pengendalian Listrik
Perusahaan menggunakan listrik dengan kapasitas 5 MW, jika 1 MW = 1.000 KW = 1.000 KVA, maka 5 MW = 5.000 KVA.
Berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia No. 12 Tahun 2015 Tentang Keselamatan dan Kesehatan
Kerja Listrik di Tempat Kerja Pasal 7, bahwa: “Untuk perusahaan yang memiliki pembangkitan listrik lebih dari 200 (dua ratus) kilo
 Volt-Ampere wajib mempunyai Ahli K3 Bidang Listrik”.
Berdasarkan Keputusan Direktur Jendral Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan No: KEP. 89/PPKI/XIII/2012 Tentang
 Pembinaan Calon Ahli K3 Spesialis Listrik, menetapkan:
“Pelakasanaan pemeriksaan, pengujian, pengukuran dan pengawasan instalasi listrik yang aman di tempat kerja harus dilakukan
 oleh Ahli K3 Spesialis Listrik yang ditunjuk oleh Menteri atau pejabat yang ditunjuk, sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga
Kerja No. PER.02/MEN/1992 Tentang tata cara penunjukan, kewajiban, dan wewenang Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja”.
(PerUU K3 Hal. 1217-1219)
  Penanggulangan Kebakaran
Sesuai dengan Kepmenaker No:Kep-186/MEN/1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja Pasal 2 ayat (1)
dan (2) dikatakan bahwa pengurus atau pengusaha wajib mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran, latihan
penanggulangan kebakaran di tempat kerja yang meliputi:
a. Pengendalian setiap bentuk energy
b. Penyediaan sarana deteksi, alarm, pemadam kebakaran dan sarana evakuasi
c. Pengendalian penyebaran asap, panas, dan gas
d. Pembentukkan unit penanggulangan kebakarandi tempat kerja
e. Penyelenggaraan pelatihan dan gladi penanggulangan kebakaran secara berkala
f. Memiliki buku rencana penanggulangan keadaan darurat kebakaran, bagi tempat kerja yang mempekerjakan lebih dari 50 (lima
puluh) orang tenaga kerja dan atau tempat kerja yang berpotensi bahaya kebakaran sedang dan berat.
Perusahaan menggunakan bahan kimia Sodium Picramate yang merupakan bahan kimia yang mudah meledak.
Pasal 4 ayat (1), Perusahaan termasuk kedalam klasifikasi tingkat resiko bahaya kebakaran berat.
Unit Penanggulangan kebakaran dalam pasal 5 terdiri dari :
a. Petugas peran kebakaran
b. Regu penanggulangan kebakaran
c. Koordinator unit penanggulangan kebakaran
d. Ahi K3 spesialis penanggulangan kebakaran sebagai penaanggungjawab teknis.
Dalam pasal 6, regu penanggulangan kebakaran dan Ahi K3 spesialis penanggulangan kebakaran ditetapkan untuk tempat kerja
tingkat resiko bahaya kebakaran ringan dan sedang I yang mempekerjakan tenaga kerja 300 orang, atau lebih, atau setiap
tempat kerja tingkat resiko bahaya kebakaran sedang II, sedang III dan berat.
Artinya perusahaan ini wajib memiliki regu penanggulangan kebakaran dan Ahi K3 spesialis penanggulangan kebakaran.

4. Penerapan kesehatan kerja bagi tenaga


kerja Jawaban:
a. Hal 396. Permenakertrans 3 / 1982 pasal 3: Pengurus wajib memberikan pelayanan kesehatan kerja sesuai dengan kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi.
b. Dengan tugas pokok pelayanan kesehatan kerja meliputi: Hal 396. Permenakertrans 3 / 1982 pasal 2:
1. Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja, pemeriksaan berkala dan pemeriksaan khusus.
2. Pembinaan dan pengawasan atas penyesuaian pekerjaan terhadap tenaga kerja
3. Pembinaan dan pengawasan terhadap lingkungan kerja
4. Pembinaan dan pengawasan pembinaan seni-tair
5. Pembinaan dan pengawasan perlengkapan untuk kesehatan tenaga kerja
6. Pencegahan dan pengobatan terhadap penyakit umum dan penyakit akibat kerja
7. Pertolongan pertama pada kecelakaan
8. Pendidikan kesehatan untuk tenaga kerja dan latihan untuk petugas pertolonngan pertama pada kecelakaan
9. Memberikan nasehat mengenai perencanaan dan pembuatan tempat kerja, pemilihan alat pelindung diri yang diperlukan dan
gizi serta penyelenggaraan makanan di tempat kerja.
10. Membantu usaha rehabilitasi akibat kecelakaan atau penyakit akibat kerja
11. Pembinaan dan pengawasan terhadap tenaga kerja yang mempunyai kelainan tertentu dalam kesehatannya
12. Memberikan laporan berkala tentang pelayanan kesehatan kerja kepada pengurus.

5. Pemakaian boiler dan pesawat angkat dan angkut


Jawaban:
Boiler (Hal 159 Peraturan UAP 1930) dan (Hal 152 didalam Modul)
- Pengendalian pada periode perencanaan
1. Permohonan (Kepala dinas setempat)
2. Gambar rencana
3. Sertif material (bila ada)
4. Perhitungan kekuatan kontruksi

- Pengendalian padaperiode pembuatan/perakitan/pemasangan


1. Penilaian pengesahan gambar rencana 3. Pengendalian Pada Perioda Pemakaian
- Cek dokumen teknik a. Adanya ijin / pengesahan pemakaian
- Penilaian kontruksi b. Operator pesawat uap memenuhi syarat
- Prosedur pemberian pegesahan gambar rencana c. Ketentuan lain
2. Pengawasan pelaksanaan - Pemeriksaan BERKALA
pembuatan/perakitan/pemasangan - Pemeriksaan KHUSUS
- Pemeriksaan status perusahaan pembuat - Pemeriksaan ULANG
- Pemeriksaan status juru las - Prosedur REPARASI / MODIFIKASI
- Pemeriksaan visual bahan baku / komponen - Mutasi / Pemindahan
- Pemeriksaan visual hasil lasan
- Pemeriksaan ketebalan
- Pemeriksaan dimensi
- Pemeriksaan ketidakbulatan
- Pemeriksaan tidak merusak (ndt)
- Pengujian hydrotest / padat dengan air
- Pemeriksaan pengembangan menetap (b. baja)
- Pemeriksaan berat (b. baja)
- Pengujian pecah (b. baja)

6. Apakah perusahaan tersebut wajib menerapkan


SMK3? Jawaban:
Ya, perusahaan wajib menerapkan SMK3 Karena pekerja pada perusahaan tersebut lebih dari 100 orang, sesaui “PP 50 tahun 2012
pasal 5 (hal 236). Selain itu dengan adanya SMK3 akan bermanfaat pada perusahaan
1. Mencegah kecelakaan kerja melalui eliminasi potensi bahaya
2. Meningkatkan tingkat kesadaran terhadap pelaksaan K3 melalui perbaikan berkelanjutan
3. Mendapat pengakuan sebagai perusahaan bebas kecelakaan kerja
4. Meningkatkan peluang bisnis
Pilihan Ganda

1. (51) Setelah melakukan pemeriksaan dan pengujian yang dilakuka oleh ahli muda K3
Lingkungan Kerja dituangkan kedalam format hasil pemeriksaan dan pengujian
awal/berkala/khusus sesuai dengan :
B. Permenaker nomor 5 tahun 2018

2. (35) Peraturan perundangan, yang mengatur pelaksanaan P3K ditempat kerja merupakan
tugas pokok pelayanan kesehatan kerja:
C. Permenaker No. Per 01/Men/1982 (pasal 2 ayat G)

3. (41) Faktor yang diperhatikan dalam penyediaan fasilitas P3K ditempat kerja, kecuali :
B. Nama perusahaan
(Yang berpengaruh penyediaan p3k : jumlah pekerja, faktor resiko ditempat kerja,
ukuran layout perusahaan)

4. (47) Sifat virus HIV yaitu, kecuali :


B. Termasuk virus yang kuat karena dapat bertahan hidup di luar tubuh manusia
(Kepmen 68/2004 ttg pencegahan dan penanggulangan hiv aids)

5. (64) Bentuk pengendalian bahan kimia berbahaya dalam keputusan menteri tenaga kerja
Ri nomo 187/MEN/1999 tentang pengendalian bahan kimia berbahaya ditempat kerja
adalah :
D. Penyediaan LDKB dan label (pasal 3)

6. (13) Pemimpin tertinggi perusahaan harus membuat komitmen tentang K3. Bentuk
komitmen tersebut adalah :
C. Tertulis, bertanggal dan ditandatangani pimpinan dan disebarluaskan kepada
karyawan (SMK 3 PP 50 tahun 2012 pasal 8)

7. (10) Perusahaan jasa K3 yang mendapatkan penunjukkan dibidang pesawat angkat dan
angkut, didalam kegiatannya memeriksa dan menguji pesawat uap dan bejana tekan.
Bagaimana pendapat saudara tentang hal tersebut:
A. Boleh (PERMEN 4/95 pasal 3, 4)

8. (12) Setiap instalasi dan pesawat yang digunakan ditempat kerja harus memiliki izin
pemakaian, yang bukan tujuan dari hal tersebut adalah :
D. Agar instalasi pesawat tersebut selalu baru.

9. (20) pengusaha dan/atau pengurus wajib melaksanakan syarat-syarat K3 lingkungan kerja


dengan cara melakukan :
D. A dan B benar (permen 5/2018 ttg K3 lingkungan kerja pasal 3)
10. (28) Pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan dan peredaran felap narkotika
ditempat kerja diperaturan Kepmenakertrans Nomer? :
A. 11/MEN/VI/2005 (pasal 1 ayat 6)

11. (49) Perturan perundang-undangan terkait P3K di tempat kerja adalah :


B. Permenakertrans No. Per.15/MEN/2008

12. (40) Yang wajib melaporkan pekerjaan/proyek konstruksi bangunan sesuai permenaker
no. per/01/men/1980 adaah:
A. Pemilik (seharusnya pengusaha)

13. (73) Alat untuk mengukur tahanan isolasi kabel listrik adalah:
c. Mega Ohm Meter

14. (79) Penerapan syarat_syarat keselamatandan kesehatankerja di bidang konstruksi


bangunan pada UU No.1 Tahun 1970 adalah:

C. Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan (pasal 3 ayat 1 huruf O)

15. (51) Setelah melakukan pemeriksaan dan pengujian yang dilakukan oleh ahli muda K3
Lingkungan kerja dituangkan ke dalam format hasil pemeriksaan dan pengujian
awal/berkala/khusus sesuai dengan:
B. Permenaker 5 tahun 2018

16. (67) Peraturan pelaksana yang mengatur tentang penunjukkan petugas utama dan madya
ruang terbatas/confined space adalah :
C. Surat Keputusan Dirjen PPK No. 113/DJPPK/2006

17. (30) Berikut pernyataan terkait ruang P3K yang harus memenuhi ketentuan sebagai
berikut, kecuali :
D. Ruang P3K sekurang-kurangnya dilengkapi dengan toilet, kertas tisue, tandu,
kotak P3K

18. (43) Pengobatan dan perawatan bagi pekerja yang mengidap TB harus memenuhi prinsip:
d. Semua jawaban benar

19. (16) Penerapan SMK3 ditempat kerja bersifat:


C. Wajib bagi setiap perusahaan
20. (12) Perusahaan dianjurkan menyediakan ruang makan yang mempekerjakan :
B. 50-200 orang (surat edaran mentri no. 1 tahun 1979)

21. (48) Permenaker No. Per 03/men/1982 mengatur tentang pelayanan kesehatan kerja.
Tujuan dari pelayanan kesehatan kerja antara lain :
B. Jawaban a dan c benar (pasal 1)

22. (71) Yang dimaksud sebagai petugas madya dalam ruang terbatas adalah :
D. Petugas yang berada diluar ruang terbatas

23. (9) Peraturan perundang-undangan terkait P3K ditempat kerja adalah :


B. Permenaker No. Per. 15/men/VI/2008

24. (81) Syarat-syarat keselamatan kerja ditetapkan melalui peraturan perundang-undangan,


salah satunya persyaratan untuk mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya. Hal
tersebut tertuang dalam :

B. UU No. 1 Tahun 1970 pasal 3 ayat (1) huruf q

25. (96) menurut Permenaker No. 37 tahun 2016, yang dimaksud dkategori tangki penimbum
cairan selain cairan bahan mudah terbakar dan cairan bahan berbahaya, mempunyai
volume paling sedikit :
C. 450 (pasal 6 ayat 3)

26. (44) Berdasarkan SE Menakertrans No. SE 01/MEN/1979 tentang pengadaan kantin dan
ruang makan, perusahaan denga pekerja antara 50 sampai 200 orang supaya
menyediakan:
D. Ruang makan

27. (56) peraturan perundang yang mengatur tentang alat pelindung diri adalah :
C. UU No. 1 tahun 1970 pasal 3 ayat 1 huruf f, pasal 9 ayat 1 huuruf c, pasal 12
huruf b, pasal 12 huruf e, pasal 12, dan pasal 14 huruf c dab Permenaker nomor
8/men/VII/2010

28. (11) berikut adalah pemeriksaan kesehatan khusus, kecuali :


B. Pemeriksaan audiometri dan spirometri (Permen 02/1980)

29. ( ) Berdasarkan peraturan menaker no. 37 tahun 2016 tentang k3 bejana tekan dan
E. Kelompok gas yang dapat menyebabkan tercekik warna abu-abu
30. (90) kegiatan yang dilaksanakan berupa pemasangan dan pemeliharaan pada
pembangkitan. Transmisi, distribusi dan pemanfaatan listrik dapat dilakukann oleh :
C. Teknisi K3 Listrik pada perusahaan atau Teknisi K3 Listrik pada PJK3

31. (58) Yang dimaksud sebagai petugas utama dalam ruang terbatas adalah :
C. Petugas yang masuk dan bekerja di dalam ruang terbatas

32. (80) Setiap jenis penyalur petir harus dilengkapi dengan pembumian sekurang-
kurangnya:
C. 2 buah (permenaker 31/15 pasal 19)

33. (24) Tenaga kerja yang kompeten dan berwenang yang bekerja di ketinggian meliputi
tingkatan sebagai berikut :
C. Tenaga kerja bangunan tinggi tingkat 1 dan 2, serta tenaga kerja pada
ketinggian tingkat 1,2 dan 3

34. (40) masa pemeriksaan berkala untuk penggunaan lift adalah :


A. 1 Tahun sekali (permen 5/1985 pasal 138)

35. (10) Berdasarkan Permenaker no. 15/men/vviii/2008 tentang P3K ditempat kerja, rasio
jumlah petugas P3K di tempat kerja yang tepat,kecuali :

c. Tempat kerja potensi bahaya rendah, jumlah petugas P3K adalah 1 orang untuk
setiap kurang dari 25 orang pekerja.

36. (18) pengendalian bahan kimia berbahaya ditempat kerja merupakan suatu usaha untuk
mencegah kecelakaan penyakit akibat kerja. Dasar hukumnya adalah :
c. Kepmenaker No. Kep 187/men/1999

37. (74) pengurus atau pengusaha wahib mencegah, mengurangi dan memadamkan
kebakaran serta melakukan latihan penanggulangan kebakaran di tempat kerja. Hal ini
diatur berdasarkan :
c. kepmenaker no. kep 186/men/1999

38. (21) yang masuk didalam ruang lingkup objek pengawasan K3 berdasarkan UU no. 1
tahun 1970 tentang keselamatan kerja adalah :
c. Tempat Kerja

39. (9) dibawah ini yang tidak termasuk dalam pentingnya pencegahan dan penanggulangan
HIV yang ditujukan pada usia kerja melalui tempat kerja antara lain :
A. Upaya penjangkauan pelanggan secara langsung dilokalisasi prostitusi hingga
saat ini masih sulit dilakukan

40. (29) pengusaha wajib melaksanakan program pencegahan dan pengendalian HIV dan
AIDS di tempat kerja tertuang di peraturan :
A. Kepnakertrans no. 68 tahun 2004

41. (44) menurut permenaker no. 37 tahun 2016, tangki timbun harus memiliki tanggul atau
tembok untuk menahan dan menampung cairan dalam tangki timbun sebesar :
A. 80 persen dari jumlah isi tangki untuk pemasangan 1 tangki timbun. (pasal
58)

42. (43) sebuah ketel uap dengan kapasitas 18 ton/jam harus mempunyai operator pesawat
uap :
a. 1 (satu) orang kelas I (Permenaker 1 tahun 88 pasal 8)

43. (19) yang termasuk dalam tugas pokok pelayanan kesehatan kerja berdasarkan
permenaker no. 3 tahun 1982 adalah :
d. semua benar (pasal 2)

44. (23) ketentuan tentang p2k3 diatur dalam undang-undang no 1 tahun 1970 pada pasal :
d. Pasal 10

45. (33) Pemadam api dengan APAR efektif dilakukan pada periode :
d. awal penyalaan hingga sebelum masa flash over

46. (22) perusahaan dengan kategori potensi bahaya besar, jika :


d. maksimum kuantitas bahan kimia di perusahaan > dari NAK

47. (41) menurut Permenaker no. 37 tahun 2016, penunjuk tekanan pada bejana tekanan,
oaling sedikit harus dapat menunjukkan :

c. 1,5 kali tekanan desain (pasal 22 ayat 2)

48. (20) pengusaha dan/pengurus wajib melaksanakan syarat-syarat K3 lingkungan kerja


dengan cara melakukan :
d. A dan B benar
49. (15) pengurus diwajibkan melaporkan tiap ekcelakaan yang terjadi ditempat kerja yang
dipimpinya, pada pejabat yang ditunjuk oleh Menteri tenaga kerja. Ketentuan tersebut
terdapat dalam UU no. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja pada pasal :

c. Pasal 11 (ayat 1)

50. (46) kewanangan operator mesin produksi dan perkakas dibagi menjadi :
A. 2 Kelas, yaitu kelas 1 dan kelas 2 (permen 1 tahun 88 pasal 8 ayat 1 dan 2,
permen 38 2016 pasal 116 ayat 62)

51. (43) menurut permenaker no. 37 tahun 2016, yang dimaksud kategori bejana tekanan,
yaitu ;
b. Jawaban a dan b benar (pasal 5 ayat 2)

52. (76) sertifikasi dan kompetensi supervisi perancah diatur dalam ;


d. Kepdirjen 74/djppk/VI/2013

53. (31) berikut ini dampat sosial dan ekonomi akibat meningkatnya kasus TB dikalangan
pekerja, kecuali :
a. diskriminasi

54. (14) dalam penerapan pengendalian TB ditempat kerja, untuk membangun komitmen
pimpinan di tempat kerja yang menjamin terselenggaranya pengendalian TB ditempat
kerja sesuai standar perlu dilakukan advokasi oleh :

d. Semua benar

55. (19) pengertian dari Nilai Ambang Batas (NAB) adalah :


a. Standar faktor bahaya ditempat kerja sebagai kadar/intensitas rata2 tertimbang
waktu yang dapat diterima tenaga kerja tanpa mengakibatkan penyakit atau
gangguan kesehatan, dalam pekerjaan sehari-hari untuk waktu tidak melebihan
8 jam sehari atau 40 jam seminggu. (permenaker 51 tahun 1999 pasal 1 ayat 3)

56. (24) setelah melakukan pemeriksaan dan pengujian yang dilakukan oleh ahli muda K3
lingkungan kerja dituangkan ke dalam fomat hasil pemeriksaan dan pengujian
awal/berkala/khusus sesuai dengan:
b. Permenaker nomor 5 tahun 2018 (pasal 50 ayat 1 huruf e)

57. (21) usaha kesehatan preventif yang menitik beratkan kegitannya kepada usaha kesehatan
individu maupun usaha pribadi hidup manusia adalah pengertian dari :
c. Higiene (permen 05 tahun 2018 pasal 3)
58. (44) ketel uap tekanan rendah memiliki perlengkapan antara lain:

c. Sekurang-kurangnya 2 gelas pedoman air dan 1 alat pengisi (uu uap tahun 1930
pasal 12)

59. (45) sesuai permenaker no. 38 tahun 2016. Unit mesin produksi dan perkakas wajib
dilakukan pengujian ulang setelah pengujian pertama. Pengujian tersebut selambat-
lambatnya :
a. 5 (lima) tahun setelah pengujian pertama (pasal 133 ayat 2)

60. (2) kapan P2K3 melaporkan kegiatanya ke kantor disnaker setempat :


a. 3 (tiga) bulan sekali

61. (21) perusahaan dengan kategori potensi bahaya besar, jika :


d. Maksimum kuantitas bahan kimia di perusahaan > dari NAK
ESSAY

1. Sebutkan syarat-syarat K3 di tempat kerja yang mengelola pestisida !


Jawab : Permenaker 3/1986 pasal 3-7
- Pasal 3
Ayat (1) Pada tempat kerja harus dipasang tanda-tanda peringatan tentang
bahaya-bahaya yang dapat ditimbulkan dengan cara yang sederhana dan mudah
dimengerti serta jelas dan mudah dibaca.
Ayat (2) pada tempat kerja tertentu harus dipasang gambar alat pelindung diri
yang wajib dipakai.
- Pasal 4
Tempat kerja harus dijaga bersih agar selalu dalam keadaan bersih, bebas dari
ceceran bahan pestisida ataupun bahan kimia lain yang berbahaya sehingga tenaga
kerja terhindar dari kontak bahan-bahan tersebut baik melalui kulit, pernafasan
maupun kulit.
- Pasal 5
Ayat (1) kadar pestisida di tempat kerja tidak boleh melebihi nilai ambang batas
yang telah ditentukan.
Ayat (2) pada tempat-tempat pengelola pestisida harus dipasangi alat pengendalian
bahaya yang diperlukan alat deteksi dan alarm, ventilasi, instalasi pemadam
kebakaran.
- Pasal 6
Tempat kerja dimana dikelola pestisida harus menyediakan fasilitas pelayanan
kesehatan kerja.
- Pasal 7
Ayat (1) tenaga kerja dimana terdapat pestisida harus mendapatkan pemeriksaan
kesehatan berkala I (satu) kali dalam setahun dan pemeriksaan khusus sekurang-
kurangnya I (satu) kali dalam 6 (Enam) bulan.
Ayat (2) pemeriksaan khusus seperti tersebut ayat (1) dilakukan sesuai dengan
jenis pestisida yang digunakan.

2. Perusahaan saudara mempunyai 2 buah tangki penyimpanan bahan bakar minyak


dengan volume masing-masing 300 liter. Sebutkan dan jelaskan pemenuhan norma
dan persyaratan K3 nya. Lengkap dengan dasar hukumnya!
Jawab: Permenaker nomor 37 tahun 2016 pasal 6 ayat (2) dan (3)
- Pasal 6
Ayat (2) tangki timbun sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a memiliki
volume paling sedikit 200 (dua ratus) liter.
Ayat (3) tangki timbun sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c memiliki
volume paling sedikit 450 liter dan/atau temperatur lebih dari 99 derjat celcius.
3. Perusahaan saudara mempunyai overhead crane kapasitas 100 ton. Sebutkan dan
jelaskan pemenuhan norma dan persyaratan K3 nya. Lengkap dengan dasar
hukumnya.
Jawab: Permenaker 8 tahun 2020 pasal 148 ayat 3 dan Lampiran 1 Kualifikasi
Operator
- Pasal 148
Ayat (3) Operator keran angkat kelas I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 147
ayat (1) huruf c harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. berpendidikan paling rendah SMA atau sederajat;
b. berpengalaman paling singkat 2 (dua) tahun membantu pelayanan di
bidangnya;
c. surat keterangan sehat bekerja dari dokter;
d. berusia paling rendah 20 (dua puluh) tahun;
e. memiliki sertifikat kompetensi di bidangnya; dan
f. memiliki Lisensi K3.

- Lampiran 1 kualifiasi Operator


Untuk crane kapasitas 100 ton harus memiliki 1 (satu) orang operator kelas 1 (satu)

4. Sebutkan dan jelaskan objek pengawasan K3 bahan berbahaya !


Jawab: Kepmenaker 187 tahun 1999 pasal 1 huruf f sampai j
- Pasal 1
Huruf (f) pengusaha adalah:
1. Orang, perseorangan, persekutuan atau badan hukum yang menjalankan
suatu perusahaan milik sendiri.
2. Orang, perseorangan, persekutuan atau badan hukum yang secara berdiri
sendiri menjalankan perusahaan bukan miliknya.
3. Orang, perseorangan, persekutuan atau badan hukum yang berada di
Indonesia mewakili perusahaan sebagaimana dimaksud dalam angka 1 dan 2
yang berkedudukan di luar wilayah Indonesia.
- Huruf (g) pengurus adalah orang yang ditunjuk untuk memimpin langsung suatu
kegiatan kerja atau bagiannya yang berdiri sendiri.
- Huruf (h) tenaga kerja adalah setiap orang yang melakukan pekerjaan baik di
dalam maupun diluar hubungan kerja, guna menghasilkan jasa atau barang untuk
memenuhi kebutuhan masyarakat.
- Huruf (i) tempat kerja adalah tiap ruangan atau lapangan, tertutup atau terbuka,
bergerak atau tetap, dimana tenaga kerja, melakukan pekerjaann atau yang sering
dimasuki tenaga kerja untuk keperluan suatu usaha, dan dimana terdapat sumber
atau sumber-sumber bahaya.
- Huruf (j) ahli keselamatan dan kesehatan kerja adalah tenaga kerja berkeahlian
khusus dari luar departmen tenaga kerja yang ditunjuk oleh menteri tenaga kerja.
5. Jelaskan definisi gizi kerja dan sebutkan jenis-jenis zat gizi yang dibutuhkan bagi
pekerja!
Jawab:
a. karbohidrat
b. lemak
c. protein
d. vitamin
e. mineral
f. air
(sumber : buku oren. Sub bab Pengawasan norma kesehatan kerja, hal 43)

6. Sebutkan ruang lingkup pengawasan K3 konstruksi bangunan dan sebutkan peraturan


terkait
Jawab:
- Identitas perencana
- Penanggung jawab
- Perkembangan jamsostek
- Jenis pekerjaan
- Waktu pelaksanaan
- Jumlah pekerjaan
- Pesawat / mesin / peralatan
- Bahan berbahaya
- Fasilitas K3
- Unit K3
- Usaha-usaha K3
(Sumber : Buku oren. Sub bab Konstruksi Bangunan, hal 19)

7. Sebutkan dan jelaskan 3 (tiga) kategori temuan audit berdasarkan PP 50 tahun 2012!
Jawab :
1. Kritikal: mengakibatkan terjadinya kematian/fatality
2. Major: melanggar perundang-undangan, tidak menjalankan kaidah SMK3, atau
terdapat beberapa temuan dalam kriteria yang sama di tempat berbeda
3. Minor: terdapat temuan yang tidak konsisten dengan peraturan perundangan

8. Sebutkan kriteria bahan kimia berbahaya berdasarkan kepmenaker no. 187 tahun
1999 !
Jawab :Pada pasal 9
a. Bahan beracun
b. Bahan sangat beracun
c. Cairan mudah terbakar
d. Cairan sangat mudah terbakar
e. Gas mudah terbakar
f. Bahan mudah meledak
g. Bahan reaktif
h. Bahan oksidator

9. Sebutkan persyaratan ruang kerja untuk pesawat tenaga produksi !


Jawab: Permenaker No. 38 tahun 2016 pasal 14
- Pasal 14 tempat kerja yang mengandung uap, gas, asap yang menggangu atau
berbahaya harus dilengkapi dengan alat penghisap.

10. Sebutkan dan jelaskan macam-macam pemeriksaan kesehatan tenaga kerja!


Jawab: Permenaker nomor 2 tahun 1980 pasal 2,3,5
- Pasal 2
(1) Pemeriksaan Kesehatan sebelum bekerja ditujukan agar tenaga kerja yang
diterima berada dalam kondisi kesehatan yang setinggi-tingginya, tidak
mempunyai penyakit menular yang akan mengenai tenaga kerja lainnya, dan
cocok untuk pekerjaan yang akan dilakukan sehingga keselamatan dan kesehatan
tenaga kerja yang bersangkutan dan tenaga kerja yang lain-lainnya dapat
dijamin.
(2) Semua perusahaan sebagaimana tersebut dalam pasal 2 ayat (2) Undang-undang
No. 1 tahun 1970 harus mengadakan Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Kerja.
(3) Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Kerja meliputi pemeriksaan fisik lengkap,
kesegaran jasmani, rontgen paru-paru (bilamana mungkin) dan laboratorium
rutin, serta pemeriksaan lain yang dianggap perlu.
(4) Untuk pekerjaan-pekerjaan tertentu perlu dilakukan pemeriksaan yang sesuai
dengan kebutuhan guna mencegah bahaya yang diperkirakan timbul.
(5) Pengusaha atau pengurus dan dokter wajib menyusun pedoman pemeriksaan
Kesehatan Sebelum Kerja yang menjamin penempatan tenaga kerja sesuai
dengan kesehatan dan pekerjaan yang akan dilakukannya dan pedoman tersebut
harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu oleh Direktur.
(6) Pedoman Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Kerja dibina dan dikembangkan
mengikuti kemampuan perusahaan dan kemajuan kedokteran dalam keselamatan
kerja.
(7) Jika 3 (tiga) bulan sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh
dokter yang dimaksud pasal 1 (sub d), tidak ada keraguan-raguan maka tidak
perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan sebelum kerja.
- Pasal 3

(1) Pemeriksaan Kesehatan Berkala dimaksudkan untuk mempertahankan derajat


kesehatan tenaga kerja sesudah berada dalam pekerjaannya, serta menilai
kemungkinan adanya pengaruh-pengaruh dari pekerjaan seawal mungkin yang
perlu dikendalikan dengan usaha-usaha pencegahan.
(2) Semua perusahaan sebagaimana dimaksud pasal 2 ayat (2) tersebut di atas
harusmelakukan pemeriksaan kesehatan berkala bagi tenaga kerja sekurang-
kurangnya 1 tahun sekali kecuali ditentukan lain oleh Direktur Jenderal
Pembinaan Hubungan Perburuhan dan Perlindungan Tenaga Kerja.
(3) Pemeriksaan Kesehatan Berkala meliputi pemeriksaan fisik lengkap, kesegaran
jasmani, rontgen paru-paru (bilamana mungkin) dan laboratoriuin rutin serta
pemeriksaan lain yang dianggap perlu.
(4) Pengusaha atau pengurus dan dokter wajib menyusun pedoman pemeriksaan
kesehatan berkala sesuai dengan kebutuhan menurut jenis-jenis pekerjaan yang
ada.
(5) Pedoman Pemeriksaan kesehatan berkala dikembangkan mengikuti kemampuan
perusahaan dan kemajuan kedokteran dalam keselamatan kerja.
(6) Dalam hal ditemukan kelainan-kelainan atau gangguan-gangguan kesehatan
padatenaga kerja pada pemeriksaan berkala, pengurus wajib mengadakan tindak
lanjut untuk memperbaiki kelainan-kelainan tersebut dan sebab-sebabnya untuk
menjamin terselenggaranya keselamatan dan kesehatan kerja.
(7) Agar pemeriksaan kesehatan berkala mencapai sasaran yang luas, maka
pelayanan kesehatan diluar perusahaan dapat dimanfaatkan oleh pengurus
menurut keperluan.
(8) Dalam melaksanakan kewajiban pemeriksaan kesehatan berkala Direktur
JenderalPembinaan Hubungan Perburuhan dan Perlindungan Tenaga Kerja dapat
menunjuk satu atau beberapa Badan sebagai penyelenggara yang akan
membantu perusahaan yang tidak mampu melakukan sendiri pemeriksaan
kesehatan berkala.
- Pasal 5
(1) Pemeriksaan Kesehatan khusus dimaksudkan untuk menilai adanya
pengaruhpengaruh dari pekerjaan tertentu terhadap tenaga kerja atau golongan-
golongan tenaga kerja tertentu.
(2) Pemeriksaan Kesehatan Khusus dilakukan pula terhadap:
a. tenaga kerja yang telah mengalami kecelakaan atau penyakit yang
memerlukan perawatan yang lebih dari 2 (dua minggu).
b. tenaga kerja yang berusia diatas 40 (empat puluh) tahun atau tenaga kerja
wanita dan tenaga kerja cacat, serta tenaga kerja muda yang melakukan
pekerjaan tertentu.
c. tenaga kerja yang terdapat dugaan-dugaan tertentu mengenai
gangguangangguan
kesehatannya perlu dilakukan pemeriksaan khusus sesuai dengan
kebutuhan.
(3) Pemeriksaan Kesehatan Khusus diadakan pula apabila terdapat keluhan-keluhan
diantara tenaga kerja, atau atas pengamatan pegawai pengawas keselamatan dan
kesehatan kerja, atau atas penilaian Pusat Bina Hyperkes dan Keselamatan dan
Balaibalainya atau atas pendapat umum dimasyarakat.
(4) Terhadap kelainan-kelainan dan gangguan-gangguan kesehatan yang disebabkan
akibat pekerjaan khusus ini berlaku ketentuan-ketentuan Asuransi Sosial Tenaga
Kerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

11. Apa keuntungan menyelenggarakan makan di tempat kerja bagi perusahaan!


Jawab:

1. Meningkatkan dan mempertahankan kemampuan kerja


2. Meningkatkan produktivitas
3. Meningkatkan derajat kesehatan
4. Menurunkan absensi
5. Terciptanya hubungan timbal balik pengusaha dan pekerja maupun antar pekerja
6. Suasana kerja menyenangkan dan meningkatkan motivasi dan gairah kerja
7. Mengatasi kelelahan dan persiapan tenaga untuk kerja kembali
8. Pengawasan relatif lebih mudah

12. Apa tujuan dari audit SMK3? Jelaskan !


Jawab:
a. Menilai secara kritis dan sistematis semua potensi bahaya potensial dalam
sistem kegiatan operasi perusahaan yang meliputi:
1. Tenaga manusia meliputi kemampuan dan sikapnya dalam kaitannya
dengan K3.
2. Perangkat keras meliputi sarana/peralatan proses produksi dan
operasi, sarana pemadam kebakaran, kebersihan dan tata lingkungan.
3. Perangkat lunak (manajemen) meliputi sikap manajemen, organisasi,
prosedur, standar dan hal lain yang terkait dengan pengaturan
manusia serta perangkat keras unit operasi.
b. Memastikan bahwa pengelolan K3 di perusahaan telah dilaksanakan sesuai
ketentuan pemerintah, standar teknis, standar K3 yang berlaku dan kebijakan
yang ditentukan oleh manajemen perusahaan.
c. Menentukan langkah untuk mengendalikan bahaya potensisebelum timbul
gangguan atau kerugian terhadap tenaga kerja, harta, lingkungan maupun
gangguan operasi serta rencana respon (tanggap) terhadap keadaan
gawat/darurat, sehingga mutu pelaksanaan K3 dapat meningkat.
1. Pemadaman api dengan APAR efektif dilakukan pada periode ?
A. Surut
B. Flash over
C. Pertumbuhan
D. Awal Menyala hinggal sebelum masa flashover
2. Yang termasuk dalam tugas pokok pelayanan kesehatan kerja berdasarkan permenaker No. 3
tahun 1982 adalah ?
a. Pembinaan dan pengawasan terhadap perlengkapan Kesehatan kerja
b. Pencegahan dan pengobatan terhadap penyakit umum dan penyakit akibat kerja
c. Pertolongan pertama kecelakaan (P3K)
d. Semua benar
3. Dokumen yang diperiksa dalam pengawasan norma penyelenggaraan pelayanan kesehatan kerja
adalah ?
a. Surat keterangan dari pimpinan perusahaan
b. Dokumen nota Kerjasama (MOU) antara perusahaan dengan provider pelayanan
Kesehatan kerja.
c. Laporan hasil produksi perusahaan
d. Struktur organisasi perusahaan
4. Pengendalian bahan kimia berbahaya di tempat kerja merupakan suatu usaha untuk mencegah
kecelakaan penyakit akibat kerja. Dasar hukum nya adalah ?
a. Permenaker no. per-03/Men/1986
b. Permenaker no. kep-51/Men/1999
c. Permenaker no. kep-187/Men/1999
d. SE. no. 01 tahun 1999
5. Tenaga kerja yang kompeten dan berwenang yang bekerja di ketinggian meliputi tingkatan
sebagai berikut ?
a. Tenaga kerja bangunan tinggi tingkat 1 dan 2, serta tenaga kerja pada ketinggian
b. Tenaga kerja bangunan tinggi dan tenaga kerja pada ketinggian
c. Tenaga kerja bangunan tinggi tingkat 1 dan 2, serta tenaga kerja pada ketinggian 1,2, dan
3
d. Teknisi bekerja pada ketinggian tingkat 1 dan 2, serta teknisi akses tali tingkat 1,2, dan 3
6. Berdasarkan permenakertrans No. 15/MEN/VII/2008 tentang P3K di tempat kerja, rasio jumlah
petugas P3K di tempat kerja yang tepat, kecuali ?
A. Tempat kerja potensi bahaya rendah, jumlah petuga p3k adalah 1 orang untuk setiap 25-100
pekerja
B. Tempat kerja potensi bahaya tinggi jumlah petugas P3K adalah 1 orang untuk setiap 100
orang pekerja atau kurang
C. Tempat kerja potensi bahaya rendah, jumlah petugas P3K adalah 1 orang untuk setiap
kurang dari 25 orang pekerja
D. Jawaban a dan b benar
7. Perusahaan di anjurkan menyediakan ruang makan Yang mempekerjakankan
a. 100-220 buruh
b. 50-200 buruh
c. 30-180 buruh
d. 20-150 buruh
1. Sebuah ketel uap dengan kapasitas 18 ton/jam harus menpunyai operator pesawat uap
A. 1 (satu) orang kelas I
B. 1 (satu) orang kelas II
C. masing-masing 1 (satu) orang kelas I dan II
D. 2 (dua) orang kelas II

2. Menurut Permenaker No. 37 tahun 2016, penunjuk tekanan pada bejana tekanan,
paling sedikit harus bisa menunjukan
A. 1 kali tekanan desain
B. 1,3 kali tekanan desain
C. 1,5 kali tekanan desain
D. Jawaban a,b,dan c benar

3. Besrdasarkan peraturan Menaker No. 37 tahun 2016 tentang K3 bejana tekanan dan
tanpa bejana tekanan antara lain sebagai berikut kecuali:
A. Kelompok gas mudah terbakar berwarna merah
B. Kelompok gas beracun berwarna kuning
C. Kelompok gas pengoksidasi warna biru muda
D. Kelompok gas yang dapat menyebabkan tercekik warna abu-abu

4. Setelah melakukan pemeriksaan dan pengujian yang dilakukan oleh ahli muda K3
lingkungan kerja dituangkan kedalam format hasil pemeriksaan dan pengujian
awal/berkala/khusus dengan:
A. Permenaker No.9 tahun 2016
B. Permanaker No.5 tahun 2018
C. Permenaker No. 13 tahun 2011
D. Semua salah.

5. Menurut permenaker No.37 tahun 2016, yang dimasukan kategori bejana tekanan,
yaitu:
A. Tekanan lebih dari 1kg/cm²
B. Volume lebih dari 2,25 liter
C. Jawaban A dan B benar.
D. Jawaban A dan B salah

1. Usaha kesehatan prevetif yang menitikberatkan kegiatannya kepada usaha kesehatan individu
maupun usaha pribadi hidup manusia adalah pengertian dari ?
a. Sanitasi
b. Higine
c. Welfare facility
d. Preventif exposure
2. Pengusaha dan/atau pengurus wajib melaksanakan syarat-syarat k3 lingkungan kerja dengan
cara melakukan ?
a. pengendalian factor fisika dan factor kimia berada dibawah NAB dan pengendalian
factor biologi, factor ergonomic, dan faktir psikologi kerja agar sesuai dengan standard
b. penyediaan fasilitas kebersihan dan sarana higine di tempat kerja yang bersih dan sehat
dan penyediaan personi k3 yang memiliki kompetensi dan kewenangan k3 dibidang
lingkungan kerja
c. mewujudkan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan nyaman dalam rangka mencegah
kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja
d. a dan b benar
3. Perusahaan dengan kategori potensi bahaya besar, jika ?
a. Maksimum kuantitas bahan kimia di perusahaan <dari>
b. Maksimum kuantitas bahan kimia di perusahaan = dari NAK
c. Jawaban a,b dan d saah
d. Maksimum kuantitas bahan kimia di perusahaan > dari NAK
4. Ketel uap tekanan rendah harus memiliki perlengkapan antara lain ? (
a. Sekurang-kurangnya 1 gelas pedoman air dan 1 alat pengisi
b. Sekurang-kurangnya 1 gelas pedoman air dan 2 alat pengisi
c. Sekurang-kurangnya 2 gelas pedoman air dan 1 alat pengisi
d. Sekurang-kurangnya 2 gelas pedoman air dan 2 alat pengisi
5. Masa pemeriksaan berkala untuk penggunaan lift adalah ?
a. 1 (satu) tahun sekali
b. 2 (dua) tahun sekali
c. 3 (tiga) tahun sekali
d. 5 (lima) tahun sekali
6. Berikut adalah Pemeriksaan kesehatan khusus, kecuali ?
a. Pemeriksaan kadar kimia dalam darah
b. Pemeriksaan audiometri dan spirometry
c. Pemeriksaan EKG
d. Pemeriksaan papsmear

6. Sebuah ketel uap dengan kapasitas 18 ton/jam harus menpunyai operator pesawat uap
A. 1 (satu) orang kelas I
B. 1 (satu) orang kelas II
C. masing-masing 1 (satu) orang kelas I dan II
D. 2 (dua) orang kelas II

7. Menurut Permenaker No. 37 tahun 2016, penunjuk tekanan pada bejana tekanan,
paling sedikit harus bisa menunjukan
A. 1 kali tekanan desain
B. 1,3 kali tekanan desain
C. 1,5 kali tekanan desain
D. Jawaban a,b,dan c benar
8. Besrdasarkan peraturan Menaker No. 37 tahun 2016 tentang K3 bejana tekanan dan
tanpa bejana tekanan antara lain sebagai berikut kecuali:
A. Kelompok gas mudah terbakar berwarna merah
B. Kelompok gas beracun berwarna kuning
C. Kelompok gas pengoksidasi warna biru muda
D. Kelompok gas yang dapat menyebabkan tercekik warna abu-abu

9. Setelah melakukan pemeriksaan dan pengujian yang dilakukan oleh ahli muda K3
lingkungan kerja dituangkan kedalam format hasil pemeriksaan dan pengujian
awal/berkala/khusus dengan:
A. Permenaker No.9 tahun 2016
B. Permanaker No.5 tahun 2018
C. Permenaker No. 13 tahun 2011
D. Semua salah.

10. Menurut permenaker No.37 tahun 2016, yang dimasukan kategori bejana tekanan,
yaitu:

A. Tekanan lebih dari 1kg/cm²

B. Volume lebih dari 2,25 liter


C. Jawaban A dan B benar.
D. Jawaban A dan B salah

11. Yang wajib melaporkan pekerjaan/proyek kontruksi sesuai Permenaker


No.Per.01/Men/1980 adalah:
A. Pemilik.
B. Kontraktor.
C. Perencana.
D. Konsultan pengawas.

1. Sebutkan dan jelaskan 3 kategori temuan audit berdasarkan PP no.50 tahun 2012
Jawab: - kategori kritikal : temuan yang mengakibatkan fatality/kematian.
- kategori mayor : tidak memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.
- kategori minor : ketidakkonsistenan dalam penuhan persaratan perundang-undangan,
standar, pedoman, dan acuan lainnya.
2. Perusahaan saudara mempunyai forklift kapasitas 15 ton dan 50 ton. Sebutkan dan
jelaskan norma dan persyaratan k3 nya. Lengkap dengan dasar hukumnya.
Jawab : dalam peraturan Menteri tenaga kerja No.9/Men/VII/2010 tentang operator petugas
pasawat angkat dan angkut, maka perusahaan harus memiliki 1 operator kelas I dan 1 Operator
kelas II. Kemudian selanjutnya mengenai Pesawat angkat angkut diatur dalam Permen
No.5/MEN/1985 Tentang Pesawat angkat dan angkut, yang harus dipenuhi persyaratannya oleh
Pengurus/pengusaha.
3. Sebutkan kriteria bahan kimia berbahaya berdasarkan kepmenaker.187 tahun
1999
Jawab : -Bahan beracun
- bahan sangat beracun
- cairan mudah terbakar
- cairan sangat mudah terbakar
- gas mudah terbakar
- bahan mudah meledak
-bahan reaktif
- bahan oksidator

4. Perusahaan saudara mempunyai overhead crane kapasitas 100 ton. Sebutkan dan
jelaskan pemenuhan norma dan persyaratan k3 nya. Lengkap dengan dasar hukumnya.
Jawab :
5. Sebutkan dan jelaskan objek pengawasan norma k3 bahan berbahaya
Jawab: - Tempat kerja : Apakah Terdapat Sumber Bahaya Lingkungan Kerja Berupa, FAKTOR:
FISIKA;KIMIA;BIOLOGI;ERGONOMI;PSIKOLOGI
- Pengurus/pengusaha wajib: melaksanakan Syarat K3 Lingkungan Kerja (Ps.3)
a. Pengendalian Faktor Fisika dan Faktor Kimia agar berada di bawah NAB;
b. Pengendalian Faktor Biologi, Faktor Ergonomi, dan Faktor Psikologi Kerja agar
memenuhi standar;
c. Penyediaan fasilitas Kebersihan dan sarana Higiene di Tempat Kerja yang bersih dan
sehat; dan
d. Penyediaan personil K3 yang memiliki kompetensi dan kewenangan K3 di bidang
Lingkungan Kerja
6. Perusahaan saudara mempunyai turbin uap kapasitas 215HP. Sebutkan dan
jelaskan pemenuhan norma dan persyaratan k3 nya. Lengkap dengan dasar hukumnya.
Jawab : Peraturan Menteri no.38/2016 tentang keselamatan dan Kesehatan kerja pesawat tenaga
dan produksi, maka pengusaha harus mempekaerjakan 1 orang operator kelas I dan 1 orang
operator kelas II (Lampiran, tabel E). dan selanjutnya pemenuhan peraturan perundang-undangan
mengenai operator diatur dalam Bagian ketiga tentang operator penggerak mula. Dan juga harus
memenuhi syarat-syarat keselamatan dan Kesehatan kerja pesawat tenaga dan produksi.
7. Perusahaan saudara mempunyai kiln kapasitas 2 ton/jam. Sebutkan dan jelaskan
pemenuhan norma dan persyaratan k3 nya, lengkap dengan dasar hukumnya.
Jawab : Peraturan Menteri no.38/2016 tentang keselamatan dan Kesehatan kerja pesawat tenaga
dan produksi, maka pengusaha harus mempekerjakan 1 orang operator kelas II (lampiran, Tabel
E). yang kemudian operator harus memiliki kompetensi dibidang keahliannya yang telah diatur
pada bagian kelima tentang operator tanur/(furnace).
8. Sebutkan ruang lingkup pengawasan k3 konstruksi bangunan dan sebutkan
peraturan yang terkait.
Jawab : Jawab : Ruang lingkup pengawasan K3 kontruksi bangunan didasari oleh Undang –
Undang No 1 Tahun 1970 BAB II Pasal 2 Point 1 dan 2.
Point 1
Keselamatan kerja dalam segala tempat kerja baik didarat, didalam tanah, dipermukaan air,
didalam air maupun diudara yang berada didalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia
Point 2
Ketentuan – ketentuan dalam ayat (1) terebut berlaku dalam tempat kerja dimana :
a. Dibuat, dicoba, dipaki atau dipergunakan mesin, pesawat, alat perkakas, peralatan atau
instalasi yang berbahaya atau dapat menimbulkan kecelakaan, kebakaran dan peledakan;
b. Dibuat, diolah, dipakai, dipergunakan, diperdagangkan, diangkut, atau disimpan bahan
atau barang yang dapat meledak, mudah terbakat, menggigit, beracun, menimbulkan
infeksi, bersuhu tinggi;
c. Dikerjakan, pembangunan, perbaikan, perawatan, pembersihan, atau pembongkaran
rumah, gedung atau bangunan lainnya termasuk bangunan pengairan, saluran, atau
terowongan dibawah tanah dan sebagainya atau dimana dilakukan pekerjaan persiapan;
d. Dilakukan usaha : pertanian, perkebunan, pembukaan hutan, pengerjaan hutan,
pengolahan kayu atau hasil hutan lainya, peternakan, perikanan dan lapangan kesehatan;
e. Dilakukan usaha pertambangan dan pengolahan : emas, perak, atau bijih logam lainnya,
batu – batuan, gas, minyak, atau mineral lainnya, baik dipermukaan atau didalam bumi,
maupun didasar perairan;
f. Dilakukan pengangkutan barang, binatang atau manusia, baik didaratan, melalui
terowongan, dipermukaan air, dalam air maupun udara;
g. Dikerjakan bongkar muat barang muatan dikapal, perahu, dermaga, dok stasiun dan
gudang
h. Dilakukan penyelaman, pengambilan benda dan pekerjaan lain didalam air;
i. Dilakukan pekerjaan dalam ketinggian diatas permukaan tanah atau perairan;
j. Dilakukan pekerjaan dibawah tekanan udara atau suhu yang tinggi atau rendah;
k. Dilakukan pekerjaan yang mengandung bahaya tertimbun tanah, kejatuhan, terkena
pelantingan benda, terjatuh atau terperosok, hanyut atau terpelanting;
l. Dilakukan pekerjaan dalam tangki, sumur atau lubang;
m. Terdapat atau menyebar suhu, kelembapan, debu, kotoran, api, asap, gas, hembusan
angin, cuaca, sinar atau radiasi, suara atau getaran.

38. Sebutkan klasifikasi tingkat potensi bahaya kebakaran berdasarkan peraturan yang ?
Jawab :
Kepmenaker No. KEP. 186/ MEN/ 1999
• Klasifikasi tingkat resiko bahaya kebakaran ringan adalah tempat kerja yang
mempunyai jumlah dan kemudahan terbakar rendah, dan apabila terjadi
kebakaran melepaskan panas rendah, sehingga menjalarnya api lambat.
• Klasifikasi tingkat resiko bahaya kebakaran sedang 1 adalah tempat kerja
yang mempunyai jumlah dan kemudahan terbakar sedang, menimbun bahan
dengan tinggi tidak lebih dari 2,5 meter dan apabila terjadi kebakaran
melepaskan panas sedang, sehingga menjalarnya api sedang.
• Klasifikasi tingkat resiko bahaya kebakaran sedang II Adalah tempat kerja
yang mempunyai jumlah dan kemudahan terbakar sedang, menimbun bahan
dengan lebih dari 4 meter, dan apabila terjadi kebakaran melepaskan panas
sedang, sehingga menjalarnya api sedang.
• Klasifikasi tingkat resiko bahaya kebakaran sedang III Adalah tempat kerja
yang mempunyai jumlah dan kemudahan terbakar tinggi, dan apabila terjadi
kebakaran melepaskan panas tinggi, sehingga menjalarnya api cepat.
• Klasifikasi tingkat resiko bahaya kebakaran berat Adalah tempat kerja yang
mempunyai jumlah dan kemudahan terbakar tinggi, menyimpan bahan cair,
serat atau bahan lainnya dan apabila terjadi kebakaran apinya cepat
membesar dengan melepaskan panas tinggi, sehingga menjalarnya api cepat.

39. Sebutkan dan jelaskan tugas personil-personil yang dibutuhkan pada pekerjaan di
ruang terbatas ?
Jawab :
a. Pengawas pekerjaan ruang terbatas (Entry Supervisor)
• Meyakinkan kecukupan proteksi tersedia untuk pekerja yang masuk
dengan melakukan pemeriksaan LOTO dan semua bahaya sudah
terisolasi denganaman
• Mendukung petugas penunggu luar yang berwenang dalam
pengendalianmasuk ruang tertutup
• Bertanggung jawab terhadap proses kegiatan bekerja di ruang terbatas
baiksebelum masuk, pada saat berada didalam maupun setelah selesai
• Meyakinkan semua personil yang terlibat memahami dan peduli
terhadapbahaya dan risiko yang terkait dengan ruang tertutup.
• Mencegah orang tidak berwenang masuk kedalam ruang terbatas
b. Petugas madya/ pendamping (attendant). Pekerja yang berjaga di luar satu
atau lebih ruang terbatas dan bertugas mengawasi petugas utama.
• Memantau entrans saat pekerjaan berjalan dan saat masuk dan keluar
serta meyakinkan keselamatan mereka, Attendant tidak boleh
meninggalkanposnya apapun alasannya saat pekerja ada di dalam
kecuali diganti olehattendant yang berkualifikasi
• Memantau kondisi atmosfer dalam ruang sebelum dan saat orang
masuk
• Memantau jalan masuk/keluar dari ruang tertutup
• Menjadi pembantu tanggap darurat bila diperlukan
• Menilai bahaya di dalam dan sekitar ruang, dan melakukan tindakan
padawaktu yang sama
• Menjaga catatan dari keperluan pekerjaan ruang tertutup, seperti
hasilpengujian udara, personil yang masuk/keluar, dll.
c. Petugas utama (entrant)/ pekerja yang secara fisik masuk ke dalam ruang
terbatas untuk melaksanakan pekerjaannya.
• Pekerja dimana secara fisik masuk kedalam ruang tetutup untuk
melaksanakan pekerjaan.
• Memastikan bahwa ruang tertutup tersebut telah diventilasi,
diisolasi,dikosongkan, atau membuat aman untuk masuk
• Segera keluar ruang, tanpa bertanya, sesuai peringatan attendant,
tidak peduli alasannya.
• Mengikuti semua aturan dan prosedur keselamatan yang diterapkan
• Mampu melakukan isolasi terhadap sumber-sumber energi
yang teridentifikasi sebelum melakukan pekerjaan.
• Memahami pekerjaan yang akan dilakukan dan prosedur yang
diterapkanuntuk pekerjaan tersebut.
d. Petugas penyelamat dan tanggap darurat.
• Prosedur penyelamatan dan peralatan yang digunakan.
• Keselamatan kebakaran.
• Pengendalian sekitar lokasi.
• Pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) dan Cardiopulmonary
Resuscitation (CPR).
• Pelayanan gawat darurat.
• Pelatihan.

40. Sebutkan tugas dan tanggung jawab petugas P3K di tempat kerja ?
Jawaban :
Dasar Hukum Permenaker No. 15 tahun 2008 pasal 6, Tugas dan tanggung jawab
petugas P3K adalah :
• Melaksanakan tindakan P3K di tempat kerja.
• Merawat fasilitas P3K di tempat kerja.
• Mencatat setiap kegiatan P3K dalam buku kegiatan.
• Melaporkan kegiatan P3K kepada pengurus.

41. Perusahaan saudara mempunyai forklift kapasitas 15 ton dan 50 ton. Sebutkan dan
jelaskan pemenuhan norma dan persyaratan K3 nya. Lengkap dengan dasar hukum
nya.
Jawab :
Dasar Hukum PER.09/MEN/VII/2010
Pasal 5 : Pesawat angkat dan angkut harus dioperasikan oleh operator pesawat angkat
dan angkut yang mempunyai Lisensi K3 dan buku kerja sesuai jenis dan kualifikasinya.
Pasal 12 : Operator forklift dan/atau lift truk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11
diklasifikasikan sebagai berikut :
a. operator kelas I dengan syarat (Pasal 14 ayat 1) :
• sekurang-kurangnya berpendidikan SLTA/sederajat;
• berpengalaman sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun membantu pelayanan
bidangnya;
• berbadan sehat menurut keterangan dokter;
• umur sekurang-kurangnya 21 tahun; dan
• memiliki Lisensi K3 dan buku kerja.
b. operator kelas II dengan syarat (pasal 14 ayat 2) :
• sekurang-kurangnya berpendidikan SLTP/sederajat;
• berpengalaman sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun membantu pelayanan
di bidangnya;
• berbadan sehat menurut keterangan dokter;
• umur sekurang-kurangnya 19 tahun; dan
• memiliki Lisensi K3 dan buku kerja.
Pasal 30 Ayat 2 : Operator forklift dan/atau lift truk kelas I sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 12 huruf a berwenang:
a. mengoperasikan forklift dan/atau lift truk sesuai dengan jenisnya dengan
kapasitas lebih dari 15 ton; dan
b. mengawasi dan membimbing kegiatan operator Kelas II.
Pasal 30 Ayat 3 : Operator forklift dan/atau lift truk kelas II sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 12 huruf b berwenang mengoperasikan forklift dan/atau lift truk sesuai
jenisnya dengan kapasitas maksimum 15 ton.

Jadi, perusahaan kami untuk forklip kapasitas 15 ton harus di operasikan minimal
operator yang sudah mempunyai lisensi K3 kelas II , sedangkan untuk forklip kapasitas
50 ton harus di operasikan oleh operator dengan lisesni K3 kelas I.

42. Jelaskan definisi gizi kerja dan sebutkan jenis-jenis zat gizi yang dibutuhkan pagi
pekerja ?
Jawab :
Gizi kerja adalah bagian ilmu gizi yang diterapkan pada lingkungan kerja untuk
memenuhi kebutuhan gizi pekerja, memelihara dan meningkatkan status gizi dan
kesehatan pekerja sehingga dapat meningkatkan daya kerja dan produktivitas
kerja.

Gizi yang dibutuhkan pekerja karbohidrat, protein, lemak, mineral, dan air.

43. Apa tujuan dari audit SMK3 ? Jelaskan ?


Jawaban :
Menurut PP No.50 Tahun 2012, audit SMK3 adalah pemeriksaan secara sistematis
dan independen terhadap pemenuhan kriteria yang telah ditetapkan untuk
mengukur suatu hasil kegiatan yang telah direncanakan dan dilaksanakan dalam
penerapan SMK3 di perusahaan.
Pelaksanaan audit SMK3 bertujuan untuk membuktikan tingkat pencapaian
penerapan dan pengembangan dan kinerja K3 di sebuah perusahaan sesuai dengan
SMK3 dan ketentuan-ketentuan hukum yang berlaku. Sederhananya, audit SMK3
dilakukan untuk mengukur efektivitas dari pelaksanaan suatu sistem untuk jangka
panjang.
44. Apa keuntungan menyelenggarakan makan ditempat kerja bagi perusahaan ?
Jawab :
• Meningkatkan dan mempertahankan kemampuan kerja
• Meningkatkan produktivitas
• Meningkatkan derajat kesehatan
• Menurunkan absensi
• Terciptanya hubungan timbal balik pengusaha dan pekerja maupun antar
pekerja
• Suasana kerja menyenangkan dan meningkatkan motivasi dan gairah kerja
• Mengatasi kelelahan dan persiapan tenaga untuk kerja kembali
• Pengawasan relatif lebih mudah

Tugas dan kewajiban Ahli K3 Kimia antara lain:


a. Merahasiakan segala keterangan yang berkaitan dengan rahasia perusahaan atau instansi
yang diddapat karena jabatannya
b. Memberikan laporan kepada menteri atau pejabat yang ditunjuk mengenai hasil pelaksanaan
tugasnya
c. Jawaban a dan b salah
d. Jawaban a dan b benar

Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. Kep.187/Men/1999 mengatur tentang


a. Bahan kimia berbahaya
b. Bahan kimia berbahaya di tempat kerja
c. Pengendalian bahan kimia berbahaya di tempat kerja
d. Semua jawaban salah

Standar faktor-faktor lingkungan kerja yang dianjurkan tempat kerja agar tenaga kerja
masih dapat mnerimanya tanpa mengakibatkan penyakit atau gangguan kesehatan,
dalam pekerjaan sehari-hari untuk waktu tidak mlebihi 8 jam sehari atau 40 jam
seminggu, sering disebut sebagai:
a. Nilai Ambang Batas
b. Nilai Ambang Kualitas (NAK)
c. Nilai Baku Mutu Lingkungan
d. Semua Jawaban benar

Dokter yang bertanggung jawab terhadap Pelayanan Kesehatan Kerja di perusahaan


(dokter perusahaan) wajib mendapatkan pelatihan Hyperkes. Hal ini tersebut diatur
dalam:
a. Permenaker No. Per-02/Men/1992
b. Permenaker No. Per-03/Men/1982
c. Permenaker No. Per-05/Men/1985
d. Permenaker No. Per-01/Men/1976

Salah satu bentuk pengendalian bahan kimia berbahaya sesuai Kepmenakertrans No.
Kep.187/Men/1999 adalah:
a. Penetapan Nilai Ambang Kuantitas
b. Penyediaan Lembar Data Keselamatan Bahaya dan Label
c. Penetapan Kategori Potensi Bahaya Perusahaan
d. Penetapan Nilai Ambang Batas

Untuk menjamin kemampuan fisik dan kesehatan kerja yang sebaik- baiknya perlu
diadakan pemeriksaan tenaga kerja yang terarah. Pemeriksaan tersebut meliputi:
a. Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja, pemeriksaan kesehatan awal dan pemeriksaan khu sus
b. Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja dan pemeriksaan khusus
c. Pemeriksaan sebelum kerja, pemeriksaan kesehatan berkala dan pemeriksaan kerja khusus
d. Semua jawaban benar

Permenaker No.Per-03/Men/1982 mengatur tentang pelayanan kesehatan kerja.


Tujuan dari pelayanan kesehatan kerja antara lain:
a. Jawaban b dan c benar
b. Memberikan bantuan kepada tenaga kerja dalam penyesuaian diri baik fisik, mental terutama
dalam penyesuaian pekerjaan dengan tenaga kerja
c. Memberikan pengobatan dan perawatan serta rehabilitasi bagi tenaga kerja yang menderita
sakit
d. Jawaban b dan c salah

Setiap perusahaan catering yang mengelola makanan pada perusahaan, sesuai Surat
Edaran Dirjen Binawas SE No.86/BW/1989 harus terlebih dahulu mendapatkan:
a. Surat Keputusan Penunjukan dari Dirjen Binawas
b. Surat Izin Catering di tempat kerja
c. Jawaban a, b dan d benar
d. Rekomendasi dari Disnaker setempat

Faktor-faktor lingkungan kerja yang dapat menyebabkan kecelakaan atau penyakit


akibat kerja adalah:
a. Faktor fisiologis
b. Semua jawaban benar
c. Faktor psikologi
d. Faktor kimia

Yang termasuk kategori bahan berbahaya adalah jenis bahan yang mempunyai sifat
antara lain:
a. Oksidator, mudah meledak, mudah menyala atau terbakar
b. Memancarkan radiasi
c. Semua jawaban benar
d. Korosif, iritasi karsinogenik

Penerapan norma-norma ergonomik di tempat kerja meliputi norma- norma:


a. Pembebanan kerja fisik, sikap tubuh dalam bekerja, mengangkut dan mengangkat
b. Pemberian gizi kerja
c. Pemberian alat pelindung diri
d. Jawaban a, b dan c benar

Jalan terakhir untuk menghindari keracunan akibat polusi udara ruangan kerja adalah:
a. Mengeluarkan udara kotor dalam ruangan
b. Mengganti bahan tersebut dengan bahan yang lebih baik
c. Memasang ventilasi lebih banyak
d. Memakai respirator

Penerangan/pencahayaan yang cukup dalam suatu ruangan tempat kerja, dapat


memberikan:
a. Keletihan mata yang cepat
b. Kenyamanan bekerja
c. Produktivitas kerja rendah
d. Absensi menurun

Pengaruh bahan kimia berbahaya terhadap kesehatan tergantung kepada konsentrasi


dan lamanya paparan terjadi, pengaruh tersebut dapat menyebabkan hal sebagai
berikut, kecuali:
a. Menyebabkan iritasi, korosif, sulit bernafas, menimbulkan alergi, keracunan sistematik
b. Menyebabkan kanker, kerusakan/kelainan janin
c. Menyebabkan kebakaran dan peledakan
d. Pneumoconiosis dan menyebabkan efek bius

Manfaat penilaian lingkungan kerja:


a. Sebagai dasar untuk menentukan dana perbaikan dan rencana selanjutnya
b. Sebagai dasar untuk menyatakan kondisi lingkungan kerja membahayakan atau tidak
c. Sebagai dasar untuk menentukan tingkat kecelakaan terjadi
d. Tenaga kerja mendapat informasi kondisi lingkungan

Penyesuaian pekerjaan, sikap dan peralatan disebut:


a. Ilmu biologi
b. Ilmu fisika
c. Ilmu ergonomi
d. Ilmu psikomotorik

Kewajiban pengusaha atau pengurus instalasi bahaya besar sesuai Kepmenakertrans


Nomor: Kep.187/Men/1999 adalah sebagai berikut, kecuali:
a. Mempekerjakan Ahli K3 Kimia
b. Pengujian instalasi sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun sekali
c. Membuat dokumen pngendalian instalasi bahaya besar
d. Pembuatan dokumen job safety

Pemeriksaan kesehatan tenaga kerja secara awal, berkala dan khusus merupakan
kewajiban dari pada pengusaha terhadap tenaga kerjanya. Peraturan yang
mengaturnya adalah:
a. Permenaker No.Per-03/Men/1982
b. Permenaker No.Per-02/Men/1980
c. Permenaker No.Per-51/Men/1997
d. Permenaker No.Per-04/Men/1998

Kesehatan tenaga kerja merupakan dasar dari tenaga kerja untuk meningkatkan
produktivitas dan lingkungan kerja yang aman dan nyaman. Upaya tersebut meliputi
tindakan preventif dengan jalan pelaksanaan pelayanan kesehatan kerja di
perusahaan. Hal tersebut diatas diatur dalam:
a. SE Menaker No.02/1986
b. Permenaker No.Per-03/Men/1986
c. Permenaker No.Per-03/Men/1982
d. Permenaker No.Per-02/Men/1980

Pengendalian bahan kimia berbahaya di tempat kerja merupakan suatu usaha untuk
mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Dasar hukumnya adalah:
a. Kepmenaker No. Kep-187/Men/1999
b. Permenaker No. Per-03/Men/1986
c. Kepmenaker No. Kep-51/Men/1999
d. SE No. 01 tahun 1999

1. Dokter yang bertanggung jawab terhadap Pelayanan Kesehatan Kerja di perusahaan


(dokter perusahaan) wajib mendapatkan pelatihan Hyperkes. Hal ini tersebut diatur
dalam :
a. Permenaker No. Per-02/Men/1992
b. Permenaker No. Per-03/Men/1982
c. Permenaker No. Per-05/Men/1985
d. Permenaker No. Per-01/Men/1976

2. Untuk menjamin kemampuan fisik dan kesehatan kerja yang sebaik-baiknya perlu
diadakan pemeriksaan tenaga kerja yang terarah. Pemeriksaan tersebut meliputi :
a. Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja, pemeriksaan kesehatan awal dan pemeriksaan khusus.
b. Pemeriksaan sebelum kerja, pemeriksaan kesehatan berkala dan pemeriksaan kerja khusus.
c. Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja dan pemeriksaan kesehatan khusus.
d. Jawaban a, b dan c benar.
3. Permenaker No.Per-03/Men/1982 mengatur tentang pelayanan kesehatan kerja.
Tujuan dari Pelayanan Kesehatan Kerja antara lain :
a. Memberikan bantuan kepada tenaga kerja dalam penyesuaian diri baik fisik, men tal terutama
dalam penyesuaian pekerjaan dengan tenaga kerja.
b. Memberikan pengobatan dan perawatan serta rehabilitasi bagi tenaga kerja yang menderita
sakit.
c. Jawaban a dan b benar.
d. Jawaban a dan b salah.

4. Setiap perusahaan catering yang mengelola makanan pada perusahaan, sesuai


Surat Edaran Dirjen Binawas SE. No. 86/BW/1989 harus terlebih dahulu mendapatkan
a. Surat Keputusan Penunjukan dari Dirjen Binwasnaker.
b. Surat Izin Catering di tempat kerja.
c. Rekomendasi/Surat Keterangan dari Disnaker setempat.
d. Jawaban a,b dan c benar.

5. Penyakit akibat kerja merupakan penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan dan
lingkungan kerja. Untuk menghindari kejadian tersebut perlu dilakukan
penyelenggaraan pelayanan kesehatan kerja yang terdiri atas upaya promotif,
preventif, kuratif dan rehabilitatif. Peraturan yang mengatur 4 (empat) upaya tersebut
adalah :
a. Undang-Undang No. 1 tahun 1970
b. Permenaker No. Per-03/Men/1982
c. Kepdirjen Binwasnaker No. KEP. 22/DJPPK/V/2008
d. Permenaker No. Per-01/Men/1981

6. Faktor-faktor lingkungan kerja yang dapat menyebabkan penyakit akibat kerja


adalah :
a. Faktor fisiologi
b. Faktor psikologi
c. Faktor kimia
d. Semua jawaban benar

7. Sumber bahaya kesehatan di tempat kerja adalah;


a. Bahaya biologi: bakteri, virus
b. Bahaya fisiologi/ergonomi: kerja monoton, buruknya hubungan kerja
c. Bahaya psikologis: penerangan, sikap kerja
d. Semua jawaban a, b, dan c salah

8. Berdasarkan permenakertrans No. 15/MEN/VIII/2008 tentang P3K di Tempat Kerja,


rasio jumlah petugas P3K di tempat kerja yang tepat kecuali ;
a. Tempat kerja potensi bahaya rendah, jumlah petugas P3K adalah 1 orang untuk setiap 25-150
orang pekerja
b. Tempat kerja potensi bahaya tinggi, jumlah petugas P3K adalah 1 orang untuk setiap 100
orang pekerja atau kurang
c. Tempat kerja potensi bahaya rendah, jumlah petugas P3K adalah 1 orang untuk setiap kurang
dari 25 orang pekerja
d. Jawaban a dan b benar

9. Berikut pernyataan terkait kotak P3K yang harus memenuhi ketentuan sebagai
berikut, kecuali :
a. Pada tempat yang mudah dilihat dan dijangkau, diberi tanda arah yang jelas, cukup cahaya
serta mudah diangkat apabila akan digunakan
b. Disesuaikan dengan jumlah pekerja/buruh, jenis dan jumlah kotak P3K sebagaimana
tercantum dalam Lampiran III Peraturan Menteri ini
c. Isi kotak P3K di tempat kerja antara lain kasa steril, perban, kain segitiga, bidai, pinset,
gunting, dan lain-lain;
d. Dalam hal tempat kerja dengan unit kerja berjarak 500 meter atau lebih dan tempat kerja pada
lantai yang berbeda di gedung bertingkat harus menyediakan kotak P3K sesuai jumlah
pekerja/buruh

10. Peran pihak pengusaha dan pekerja dalam pencegahan dan penanggulangan
HIV/AIDS di tempat kerja adalah, kecuali :
a. Tidak melakukan stigma dan diskriminasi terhadap pekerja yang terinfeksi HIV/AID S
b. Melakukan pemeriksaan HIV/AIDS pada pemeriksaan kesehatan berkala
c. Memfasilitasi untuk mendapat pelayanan (konseling, pemeriksaan/tes HIV, pengobatan ARV
dan perawatan)
d. Meningkatkan kewaspadaan

11. Melakukan upaya untuk menghindari sikap dan tindakan stigma dan diskriminasi
terhadap HIV-AIDS dibuktikan dengan, kecuali :
a. Dapat melakukan test HIV dengan tanpa prinsip Konsultasi dan Tes HIV Sukarela (VCT)
b. Memiliki sistem atau prosedur baku untuk menjaga kerahasiaan (confidentiality) status HIV
pekerja
c. Pekerja dengan HIV dan AIDS diperlakukan sama
d. Pekerja dengan HIV dan AIDS diberi dukungan & difasilitasi untuk mendapatkan
pengobatan/perawatan

12. Tindakan P3K dan Sosialisasi Kesehatan Kerja pada pekerja termasuk dalam
upaya-upaya yang dilakukan ditempat kerja yang berhubungan dengan pengelolaan
kesehatan kerja;
a. Upaya kuratif dan preventif
b. Upaya promotif dan preventif
c. Upaya kuratif dan promotif
d. Upaya preventif dan kuratif
13. Berikut ini yang termasuk Zat Gizi Makro (Makro Nutrient) yang merupakan
sumber energi bagi tubuh pekerja;
a. Lemak
b. Serat
c. Air
d. Vitamin

14. Menilai terhadap tenaga kerja atau golongan tenaga kerja tertentu seperti pekerja
yang baru sembuh dari penyakit yang lama atau parah termasuk tujuan dari :
a. Pemeriksaan Kesehatan Awal
b. Pemeriksaan Kesehatan Berkala
c. Pemeriksaan Kesehatan Khusus
d. Jawaban a, b, dan c salah

15. Diagnosis Penyakit Akibat Kerja berdasarkan Surat Keterangan yang dapat
dikeluarkan oleh:
a. Dokter umum yang telah mengikuti Peltihan Hyperkes dan K3
b. Dokter spesialis yg berkompeten di bidang Kesehatan Kerja
c. Jawaban a dan b benar
d. Jawaban a dan b salah.

16. Alasan diperlukannya program pencegahan dan penanggulangan Tuberkulosis di


tempat kerja:
a. Tempat kerja merupakan lingkungan spesifik, populasi terkonsentrasi tempat dan waktu yang
sama sehingga merupakan salah satu lingkungan potensial dalam penularan Tuberkulosis
b. Pengobatan Tuberkulosis tidak tersedia pada perusahaan
c. Jawaban a dan b benar
d. Jawaban a dan b salah

17. Covid-19 pada pekerja non medis termasuk dalam kategori:


a. Penyakit Akibat Kerja
b. Penyakit Terkait Kerja
c. Penyakit Umum
d. Jawaban a dan b benar

18. Berikut yang bukan termasuk Personil K3 bidang Kesehatan Kerja adalah :
a. Paramedis Hyperkes
b. Dokter Pemeriksa Kesehatan Tenaga Kerja
c. Petugas P3K di Tempat Kerja
d. Ahli K3 Spesialis Kesehatan Kerja

19. Berikut yang termasuk Kelembagaan K3 bidang Kesehatan Kerja adalah :


a. Panitia Pembina K3
b. Dewan K3 Nasional
c. Konsultan K3
d. Perusahaan Jasa K3 bidang Kesehatan Kerja

20. Berikut yang bukan termasuk Program terkait Kesehatan Kerja adalah :
a. Pengukuran/pengujian lingkungan kerja
b. Tata ruang, kebersihan dan kesehatan tempat kerja (House Keeping)
c. Alat Pelindung Diri
d. Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja

Akte izin Pemakaian Pesawat Uap diberikan kepada pemakai bilamana:


a. Semua jawaban benar.
b. Hasil pemeriksaan dan pengujian alat-alat perlengkapan pengamanan dan alat-alat
pembakaran memenuhi syarat.
c. Hasil pemeriksaan dan pengujian pesawat uap dan alat-alat perlengkapan otomatisnya
memenuhi syarat.
d. Hasil pemeriksaan dan pengujian pesawat uap dan alat-alat perlengkapan pengamanannya
memenuhi syarat.

Peledakan pada ketel uap dapat tejadi karena:


a. Tinggi air didalam ketel uap dibawah batas aman.
b. Tidak memilliki thermometer.
c. Jawaban a dan b benar.
d. Peledakan hanya dapat tejadi bila tingkap pengaman tidak bekerja.

Yang bukan merupakan tujuan pemeriksaan visual pada setiap pesawat uap baru yaitu
untuk mengetahui:
a. Kondisi seluruh alat perlengkapan pengamannya.
b. Kapasistas produksi uap kering yang dapat digunakan sesungguhya.
c. Kondisi seluruh bagian konstruksi dan seluruh alat perlengkapan pengamanannya.
d. Kondisi sisi luar dan seluruh alat perlengkapan pengamanannya.

Kekurangan air didalam ketel uap pada saat sedang dioperasikan tidak dapat
mengakibatkan:
a. Terjadinya kenaikan temperature air.
b. Terjadinya kenaikan tekanan kerja.
c. Semua jawaban salah.
d. Terjadinya overheating dan peledakan.

Ketel uap yang mengalami temperature berebihan (overheating) adalah disebabkan


oleh:
a. Tingkat pengaman tidak bekerja.
b. Kapasitas pembakaran terlalu besar.
c. Tinggi air didalam ketel uap dibawah batas aman.
d. Semua jawaban benar.
Pesawat Uap dan Bejana Tekan, baru dapat dibuat apabila:
a. Mempunyai gambaran rencana.
b. Jawaban a, c dan d telah terpenuhi.
c. Mempunyai perhitungan kekuatan konstruksi.
d. Telah mempunyai pengesahan gambar rencana.

Pemeriksaan berkala pada ketel uap darat berpindah dilakukan setiap:


a. Selambat-lambatnya setiap 1 (satu) tahun sekali.
b. Selambat-lambatnya setiap 3 (tiga) tahun sekali.
c. Selambat-lambatnya setiap 2 (dua) tahun sekali.
d. Selambat-lambatnya setiap 4 (empat) tahun sekali.

Pemeriksaan berkala pada bejana uap dilakukan setiap:


a. Selambat-lambatnya setiap 3 (tiga) tahun sekali.
b. Selambat-lambatnya setiap 4 (empat) tahun sekali
c. Selambat-lambatnya setiap 2 (dua) tahun sekali.
d. Selambat-lambatnya setiap 1 (satu) tahun sekali.

Tingkat pengamanan pada pesawat uap dan bejana tekan berfungsi untuk:
a. Menahan tekanan.
b. Untuk mengatur tekanan.
c. Membuang air berlebih.
d. Membuat tekanan secara otomatis apabila terjadi tekanan lebih.

Pemeriksaan bahan pada pesawat uap dapat dilakukan apabila telah berumur:
a. 25 tahun.
b. 35 tahun.
c. 30 tahun.
d. 40 tahun.

Kapan suatu pesawat uap harus dilakukan pemeriksaan secara khusus (secara
keseluruhan):
a. Sesudah berumur 50 tahun.
b. Sesudah terjadi kecelakaan.
c. Sesudah dilakukan pemeriksaan bahan (PB) sebanyak 3 (tiga) kali.
d. Sebelum pemeiksaan bahan (PB) sebanyak 3 (tiga) kali.

Yang tidak termasuk bejana tekan berdasarkan Permenaker No. Per.01/Men/1982


adalah:
a.Botol-botol baja yang mempunyai volume air paling rendah 60 liter.
b. Botol-botol baja yang mempunyai volume air paling tinggi 60 liter.
c. Bejana transport yang mempunyai volume air lebih dari 60 liter.
d. Bejana penyimpanan gas atau campuran dalam keadaan padat dikempa menjadi cair terlarut
atau beku.
Pengertian dari pesawat angkat dan angkut adalah suatu pesawat atau alat yang
digunakan untuk:
a. Memindahkan muatan pada jarak tertentu.
b. Memindahkan, mengangkut muatan vertical dan horizontal.
c. Memindahakan, mengangkut muatan vertical dan horizontal dalam jarak yang ditentukan.
d. Semua jawaban benar.

Pengawasan K3 bidang mekanik yang bersifat preventif meliputi:


a. Perencanaan, pembuatan, prosedur pemakaian dan perawatan.
b. Perencanaan dan pemakaian.
c. Perencanaan, reparasi da modifikasi.
d. Jawaban a, b dan c salah.

Sesuai Permenaker No. Per.08/Men/2020 setiap pesawat dan angkut wajib dilakukan
pengujian setelah pegujian pertama. Pengujian tersebut selambat-lambatnya :
a. 4 (empat) tahun setelah pengujian pertama.
b. 2 (dua) tahun setelah pengujian pertama.
c. 1 (satu) tahun setelah pengujian pertama.
d. 3 (tiga) tahun setelah pengujian pertama.

Berdasarkan pasal 14 Undang-Undang No. 1 tahun 1970 yang bukan kewajiban


pengurus perusahaan adalah
a. Memberikan kebebasan berserikat.
b. Menyediakan alat pelindung diri.
c. Memasang gambar poster k3 ditempat kerja.
d. Menempatkan semua syarat-syarat K3 dan lembaran Undang- Undang No. 1 tahun 1970
ditempat kerja.

Dalam rangka pembinaan kepada tenaga kerja, didalam Undang-Undang Nomor 1


tahun 1970 tentang keselamatan kerja ialah satu kewajiban pengurus antara lain:
a. Melakukan Audit K3.
b. Mengadakan pemantauan lingkungan.
c. Menunjukan dan menjelaskan kondisi dan bahaya yang dapat timbul ditempat kerja kepa da
tenaga kerja baru.
d. Mengadakan penyuluhan kepada masyarakat sekitar mengenai kemungkinan bahaya yang
dapat timbul.

Yang dimaksud dengan “pengurus” berdasarkan Undang-Undang No. 1 tahun 1970


tentang keselamatan kerja adalah:
a. Pengusaha.
b. Orang yang memimpin langsung suatu tempat kerja.
c. Pemegang saham.
d. Setingkat manajemen perusahaan.
Pasal 13 Undang-Undang No. 1 tahun 1970 menyatakan “Barang siapa akan
memasuki suatu tempat kerja, diwajibkan menaati semua petunjuk keselamatan kerja
dan memakai alat pelindung diri yang diwajibkan”. Ketentuan ini mengikat kepada:
a. Orang yang terkait langsung dengan pekerjaan di tempat kerja.
b. Hanya pada instalasi-instalasi yang dianggap sangat berbahaya.
c. Hanya untuk tamu atau orang lain yang bukan pekerja.
d. Setiap orang baik yang bersangkutan maupun tidak brsangkutan dengan pekerjaan ditempat
kerja.

Yang masuk didalam ruang lingkup obyek pengawasan k3 berdasarkan Undang-


Undang No. 01 tahun 1970 tentang keselamatan kerja adalah:
a. Tempat kerja.
b. Perusahaan swasta.
c. Tempat kerja milik Negara.
d. Tempat usaha apa saja.

Pengurus diwajibkan melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi ditempat kerja yang
dipimpinnya, pada pejabat yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Krja. Ketentuan tersebut
terdapat didalam Undang- Undang No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja pada
pasal:
a. Pasal 3.
b. Pasal 8.
c. Pasal 11.
d. Pasal 15.

Latar belakang dikeluarkannya Undang-undang No. 1 tahun 1970 ?


a. Makin berkembangnya teknologi mesin-mesin, alat-alat, pesawat-pesawat, bahan-bahan teknis
baru yang diolah dan dipergunakan.
b. VR Stbl No. 406 tahun 1910 dinilai sudah tidak memadai didalam menghadapi kemajuan dan
perkembangan yang ada.
c. Majunya industrialisasi, mekanisasi, elektrifikasi dan modernisasi.
d. Semua Benar

Sebutkan manfaat pelaksanaan K3 bagi masyarakat


a. Menumbuhkembangkan pengetahuan, pengertian, kesadaran dan kepedulian mengenai K3
b. Menjadi perilaku dalam hidup masyarakat dan mulai di tanamkan pada keluarga
c. Masyarakat hidup sehat dan disiplin
d. Semua Benar

Sebutkan manfaat pelaksanaan K3 bagi pekerja


a. Meningkatkan kinerja tenaga kerja dan bekerja setelah yakin akan jaminan perlindungan K3
b. Mengetahui kinerja K3 di perusahaan
c. Meningkatkan image perusahaan yang pada akhirnya akan meningkatkan daya saing
perusahaan
d. Mendapatkan bahan umpan balik bagi tinjauan manajemen dalam rangka meningkatkan
kinerja SMK3

Apa tugas dan fungsi DK3N?


a. Memberikan saran dan pertimbangan baik diminta ataupun tidak kepada menteri mengenai
masalah-masalah dibidang keselamatan dan kesehatan kerja
b. Membantu pembinaan keselamatan dan kesehatan kerja secara nasional.
c. Menghimpun dan mengelola segala data dan atau permasalahan keselamatan dan kesehatan
kerja ditingkat nasional
d. Melaksanakan penelitian, pendidikan, pelatihan, pengembangan, dan upaya memasyarakatkan
dan membudayakan K3
e. Semua Benar

1. Dasar hukum pengawasan K3 Konstruksi Bangunan:


a. UU No. 1 tahun 1970.
b. Permenaker No.Per-01/Men/1980.
c. SKB Menaker dan Menteri PU No. Kep.174/Men/1986 No.104/Kepts/1986.
d. Semua jawaban benar.

2. Pengurus atau pengusaha wajib mencegah, mengurangi dan memadamkan


kebakaran serta melakukan latihan penanggulangan kebakaran di tempat
kerja. Hal ini diatur berdasarkan:
a. Kepmenaker No.Kep-187/Men/1999.
b. Kepmenaker No.Kep-186/Men/1999.
c. Kepmenaker No.Kep-75/Men/2002.
d. Kepmenaker No.Kep-51/Men/1999.

3. Instalasi penyalur petir diatur berdasarkan:


a. Permenaker No.Per.30/Men/2015 perubahan atas Permenaker
No.Per.04/Men/1987.
b. Permenaker No.Per.31/Men/2015 perubahan atas Permenaker
No.Per.02/Men/1989.
c. Permenaker No.Per.32/Men/2015 perubahan atas Permenaker
No.Per.04/Men/1985.
d. Permenaker No.Per.31/Men/2015 perubahan atas Permenaker
No.Per.01/Men/1987.
4. Besarnya nilai tahanan pembumian (grounding) keseluruhan pada instalasi
penyalur petir yang diatur dalam Permenaker No.Per.02/Men/1989 adalah:
a. Maksimal 0,5 Ω.
b. Maksimal 5 Ω.
c. Maksimal 50 Ω.
d. Jawaban a, b dan c salah.

5. Penanggulangan K3 Listrik dan Kebakaran dilaksanakan dengan pola


preventif, apakah yang dimaksud dengan pola tersebut:
a. Dilakukan perawatan rutin.
b. Dimulai saat pelaksanaan.
c. Dilaksanakan setelah ada kejadian kecelakaan.
d. Dimulai dari saat perencanaan.

6. Keselamatan dan Kesehatan Kerja Listrik di tempat kerja diatur dalam:


a. Permenaker No.15 tahun 2012.
b. Kepmenakertrans No.Kep.75/Men/2002.
c. Permenaker No.12 tahun 2015.
d. Kepmenakertrans No.Kep75/Men/2000.

7. Dalam kejadian kebakaran didalam gedung dapat terjadi peristiwa yang


disebut back draft. Back draft dapat terjadi apabila:
a. Kebakaran didalam ruang tertutup dengan oksigen yang cukup dan
terdapat bahan yang mudah meledak.
b. Kebakaran dalam ruang tertutup kehabisan oksigen, bila ada kesempatan
udara masuk akan terjadi ledakan.
c. Jawaban a dan d benar.
d. Jawaban a dan d salah.

8. Yang termasuk system proteksi kebakaran pasif antara lain:


a. Sarana Evakuasi.
b. Kualitas bahan bangunan.
c. Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
d. Jawban a, b dan c benar.

9. Pengujian kualitas alat pemadam api ringan (APAR) antara lain berupa:
a. Kondisi tabung APAR nya saja.
b. Cara penempatan dan peralatannya.
c. Kondisi tabung APAR dan kualitas bahan pemadamnya.
d. Cara penggunaan dengan benar.

10. Terdapat 3 (tiga) jenis pompa hidran/springkler yaitu:


a. Pompa listrik, pompa diesel, pompa air.
b. Pompa listrik, pompa diesel, pompa jockey.
c. Pompa utama, pompa jockey dan pompa cadangan.
d. Jawaban a, b dan c benar.

11. Instalasi penyalur petir secara umum harus memenuhi persyaratan:


a. Kemampuan perlindungan secara teknis.
b. Ketahanan mekanis.
c. Semua jawaban benar.
d. Ketahanan terhadap korosi.

12. Penggunaan lift yang salah yaitu:


a. Kapasitas angkut harus sesuai dengan izin lift.
b. Kapasitas angkut lift dicantumkan dan dipasang dalam kereta lift.
c. Kapasitas angkut lift tidak dicantumkan dan dipasang didalam kereta lift.
d. Penetapan jumlah orang yang diangkut berdasarkan SNI yang berlaku.

13. Surat Izin Operasi pemakaian lift berlaku selama:


a. 2 (dua) tahun dan dapat diperbaharui kembali.
b. 3 (tiga) tahun dan dapat diperbaharui kembali.
c. 5 (lima) tahun dan dapat diperbaharui kembali.
d. Semua jawaban salah.
14. Apa yang dimaksud dengan bahaya sentuh langsung:
a. Sentuh pada bagian konduktif yang dalam keadaan kerja normal umumya
bertegangan dan atau dialiri arus.
b. Sentuh pada bagian kondukif terbuka perlengkapan atau instalasi listrik
yang menjadi bertegangan akibat kegagalan kegagalan isolasi.
c. Sentuh pada bagian yang tidak konduktif dari perlengkapan atau instalasi
listrik.
d. Semua jawaban a, b dan c benar.

15. Penanggulangan K3 Listrik dan Kebakaran dilaksanakan dengan pola


preventif, apakah yang dimaksud dengan pola tersebut:
a. Dilakukan perawatan rutin.
b. Dimulai saat pelaksanaan.
c. Dilaksanakan setelah ada kejadian kecelakaan.
d. Dimulai dari saat perencanaan.
16. Apa yang dimaksud dengan pemeriksaan?
Pemeriksaan merupakan kegiatan penilaian dan pengukuran terhadap
instalasi, perlengkapan dan peralatan listrik untuk memastikan terpenuhinya
standar bidang kelistrikan dan ketentuan peraturan perundang – undangan.
Permenaker RI No. 12 Tahun 2015 (1)
17. Apa yang dimaksud dengan pengujian?
Pengujian merupakan penilaian, perhitungan, pengetesan dan pengukuran
terhadap instalasi, perlengkapan dan peralatan listrik untuk memastikan
terpenuhinya standar bidang kelistrikan dan ketentuan peraturan perundang –
undangan. Permenaker RI No. 12 Tahun 2015 (2)
18. Berapa lama pemeriksaan dan pengujian listrik dilakukan?
Pemeriksaan secara berkala dilakukan paling sedikit 1 (satu) tahun sekali
Pengujian secara berkala dilakukan paling sedikit 5 (lima) tahun sekali
Hasil pemeriksaan dan pengujian harus dilaporkan kepada Kepala Dinas
Propinsi Permenaker RI No. 12 Tahun 2015 pasal 11
19. Berapa lama pemeriksaan dan pengujian elevator eskalator dilakukan?
Pemeriksaan dan/atau pengujian berkala elevator dan/atau eskalator
dilakukan paling sedikit 1 tahun sekali Permenaker RI No. 6 Tahun 2017
20. Berapa lama pemeriksaan dan pengujian penyalur petir dilakukan?
Sebagaimana peraturan pemerintah RI NO. PER. 02/MEN/1989 TENTANG PENGAWASAN
INSTALASI PENYALUR PETIR maka pemeriksaan berkala oleh instansi terkait dalam hal ini
adalah Disnaker, dilakukan setiap 2 tahun,

Pengertian keselamatan kerja secara filosofis ialah:


a. Suatu pemikiran dan upaya penerapannya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan
khussusnya tenaga kerja baik jasmani, maupun rohani, baik karya dan budaya menuju
masyarakat adil makmur dan sejahtera.
b. Upaya untuk menjamin agar sumber produksi dapat digunakan secara efisien.
c. Upaya untuk mencegah dan mengurangi timbulnya kecelakaan dan penyakit akiibat kerja.
d. Upaya untuk menekan cost dan berupaya untuk menghasilkan produktifitas yang tinggi.

Yang menjadi batasan pengertian kecelakaan kerja adalah suatu kejadian yang
mengakibatkan:
a. Adanya korban luka-luka dan atau meninggal dunia.
b. Adanya kerusakan peralatan produksi.
c. Lingkungan tercemar.
d. Terganggunya proses pekerjaan/produksi walaupun tidak terjadi korban yang cidera maupun
kerusakan peralatan.

Yang bukan merupakan kewajiban Ahli K3 menurut peraturan perundangan-undangan


adalah:
a. Memberikan gaji karyawan.
b. Memberikan laporan kepada Menteri Tenaga Kerja atau pejabat yang ditunjuk mengenai hasil
pelaksanaan tugasnya.
c. Memintai keterangan atau informasi mengenai pelaksanaan syarat-syarat K3 di tempat kerja.
d. Membuat surat teguran terhadap pelanggaran ketentuan perundangan-undangan K3 di tempat
kerja.

Sesuai dengan peraturan perundang-undangan Ahli K3 berwenang untuk, antara lain:


a. Melakukan audit external SMK3.
b. Mengadakan analisa kecelakaan kerja dimanapun.
c. Memasuki tempat kerja sesuai dengan keputusan penunjukan.
d. Semua jawaban benar.

Keputusan penunjukan Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja dicabut apabila:


a. Tidak memenuhi peraturan perundang-undangan K3.
b. Melakukan kesalahan dan kecerobohan sehingga menimbulkan keadaan berbahaya.
c. Dengan sengaja atau karena kekhilafannya menyebabkan terbukanya rahasia
perusahaan/instansi yang karena jabatannya wajib untuk dirahasiakan.
d. Semua jawaban benar.

Kondisi tempat kerja yang berbahaya sangat erat kaitannya dengan:


a. Cara kerja.
b. Jawaban a,c dan d benar.
c. Mesin, pesawat, alat.
d. Proses produksi.

Yang dapat menjadikan kecelakaan kerja adalah:


a. Perbuatan manusia yang tidak aman.
b. Kondisi yang tidak aman.
c. Hanya jawaban b yang benar.
d. Jawaban a dan b benar.

Sebagai dasar hukum penunjukan Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah:
a. Permenaker No. Per-04/Men/1987.
b. Permenaker No. Per-02/Men/1992.
c. Permenaker No. Per-02/Men/1988.
d. Permenaker No. Per-01/Men/1988.
Pengawasan K3 yang bersifat preventif dan represif mliputi:
a. Perencanaan.
b. Parencanaan dan modifikasi.
c. Prencanaan, pembuatan dan pemakaian.
d. Pemakaian dan peredaran.

Yang termasuk fungsi P2K3 adalah


a. Menghimpun dan mengolah data tentang K3 di tempat kerja
b. Membantu menunjukkan dan menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan K3
c. Membantu dalam mengevaluasi menenttukan tindakan/pedoman di bidang K3
d. Semua Benar

Peraturan yang mengatur SMK3 adalah:


a. Peraturan Pemerintah No.50/2012
b. Permenaker No. Per-05/Men/1995
c. Permenaker No. Per-04/Men/1997
d. Permenaker No. Per-02/Men/1992

Audit SMK3 eksternal, dilaksanakan sekurang-kurangnya:


a. Satu kali setahun
b. Satu kali dalam 2 (dua) tahun
c. Satu kali dalam 4 (empat) tahun
d. Satu kali dalam 3 (tiga) tahun

Dalam pelaksanaan K3 di tempat kerja, upaya pengendalian resiko dilakukan dengan


uruan sebagai berikut:
a. Identifikasi, monitoring, pengendalian
b. Monitoring, evaluasi, pengendalian
c. Identifikasi, evaluasi, pengendalian, monitoring
d. Identifikasi, monitoring, evaluasi dan pengendalian

Penerapan SMK3 di tempat kerja bersifat:


a. Wajib bagi tenaga kerja
b. Wajib bagi setiap perusahaan
c. Suka rela bagi perusahaan yang berorientasi ekspor
d. Wajib bagi perusahaan besar dan beresiko bahaya tinggi

Audit SMK3 bertujuan untuk:


a. Memiliki administrasi K3
b. Mengetahui pelaksanaan K3 di perusahaan besar dan beresiko tinggi
c. Membukti pelaksanaan K3 sesuai peraturan perundangan K3
d. Membuktikan kesesuaian penerapan sistem manajemen K3
Badan atau lembaga di tingkat perusahaan yang bertugas memberi pertimbangan dan
dapat membantu pelaksanaan usaha pencegahan kecelakaan serta dapat
memberikan penerangan yang efektif kpada par pekerja adalah:
a. Panitia Pembna Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3)
b. Forum bipartite
c. Forum tripartite
d. Forum komunikasi serikat pekerja perusahaan

Sesuai dengan Permenaker No. Per.04/Men/1987pengusaha atau pengurus wajib


membentuk P2K3 di:
a. Setiap perusahaan
b. Kantor pusat suatu grup perusahaan
c. Setiap tempat kerja yang mempekerjakan 100 orang atau lebih
d. Setiap unit kerja di perusahaan besar

Audit SMK3 dapat dilakukan oleh:


a. Auditor internal
b. Jawaban a dan d benar
c. Anggota P2K3
d. Auditor eksternal

Pada pasal 86 Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 ayat (1) menyatakan ; setiap
pekerja/buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas, kecuali:
a. Keselamatan dan Kesehatan Kerja
b. Penghidupan yang layak
c. Moral dan kesusilaan
d. Perlakuan yang sesuai dengan hasrat dan martabat manusia serta nilai-nilai agama

-
1. Usaha kesehatan preventif yang menitikberatkan kegiatannya kepada usaha kesehatan
individu maupun usaha pribadi hidup manusia adalah pengertian dari:

Higiene

2. Pengusaha dan atau pengurus wajib melaksanakan syarat-syarat k3 di lingkungan kerja


dengan cara melakukan: d. a dan b benar (pasal 03 permen 05’18)

Pengendalian factor fisika dan factor kimia agar berada dibawah NAB & pengendalian factor biologi,
factor ergonomic dan factor psikologi kerja agar memenuhi standard penyedian fasilitas kebersihan
dan sarana hygiene di tempat kerja yg bersih dan sehat dan penyediaan personil k3 yg memiliki
kompetensi dan kewenangan k3 di bidang lingker

3. ketel uap tekanan rendah harus memiliki perlengkapan antara lain:

sekurang-kurangnya 2 gelas pedoman air dan 1 alat pengisi

4. perusahaan dengan kategori potensi bahaya besar, jika:

Berdasarkan Kepmenaker no 17/men/1999 (pasal 16)


Perusahaan yang dikategorikan mempunyai potensi bahaya besar sebagai mana dimaksud pada
pasal 15 ayat (1) wajib :
• mempekerjakan pentugas Kimia dengan ketentuan apabila diperkerjakan dengan sistem
kerja non shift sekurang0kurangnya 2 (dua) orang dan apabila diperkerjakan dengan sistem
kerja shift sekurang-kurangnya 5(lima)orang.
• Memperkerjakan ahli K3 Kimia sekurang-kurangnya 1(satu) orang.
• Membuat dokumen pengendalian potensi bahaya besar.
• Melaorkan setiap perubahan nama bahan kimia dan kuantitas bahan kimia proses dan
modifikasi instalasi yang digunakan.
• Melakukan pmeriksaan dan pengujian faktor kimia yang ada di tempat kerja sekurang-
kurangnya 6 (enam) bulan sekali.
• Melakukan pemeriksaan dan pengujian instalasi yang ada di tempat kerja sekurang-
kurangnya 2 (dua) tahun sekali.
• Melakukan pemeriksan kesehatan tenaga kerja sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun sekali.
• Pengujian faktor kimia dan instalasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e dapat
dilakukan oleh perusahaan jasa K3 atau instalasi yang berwenang.
(maksimum kuantitas bahan kimia di perusahaan > nak)

5. Masa pemeriksaan berkala untuk penggunaan lift adalah


Permen 03/1999 Pasal 30

6. berikut adalah pemeriksaan kesehatan khusus, kecuali

Permen 02/1980

Audiometri & spirometri pemeriksaan umum

6. Berdasarkan permenakertrans no. 15/men/viii/2008 tentang p3k ditempat kerja, rasio


jumlah petugas p3k di tempat kerja kecuali:
Buku halaman 438
Rasio jumlah p3k di tempat kerja
Potensi rendah 25-150 (1 orang)
Potensi rendah >150 org (setiap 150 butuh 1)

Potensi bahaya tinggi <100 org = petugas 1 org


>100 org, kelipatan 100 butuh 1
Dibawah 25 orang tidak perlu petugas p3k

7. Pengertian nilai ambang batas adalah

Kepmen 51/1999 pasal 1 ayat 3

8. Dalam penerapan pengendalian TB di tempat kerja untuk membangun komitmen pimpinan


di tempat kerja yang menjamin terselenggaranya pengendalian tb di tempat kerja yang
sesuai standard perlu dilakukan advokasi oleh
Tema Hari TBC Sedunia tahun 2018 yaitu “Wanted: Leader for a TB Free World” yang
bertujuan pada
pembangunan komitmen dalam mengakhiri TBC, tidak hanya pada kepala negara dan
menteri tetapi
juga di semua level baik bupati, gubernur, parlemen, pemimpin suatu komunitas, jajaran
kesehatan,
NGO, dan partner lainnya. Setiap orang dapat menjadi pemimpin dalam upaya mengakhiri
TBC baik
di tempat kerja maupun di wilayah tempat tinggal masing-masing

9. Kewenangan operator mesin produksi dan perkakas dibagi menjadi

Permen 01/88

2 kelas kelas 1 kelas 2

10. Sesuai permenaker no. 38 tahun 2016 unit mesin produksi dan perkakas wajib dilakukan
pengujian ulang setelah pengujian pertama pengujian tsb selambat-lambatnya:
5 tahun sekali

11. Menurut permenaker no. 37 ’16 tangki timbun harus memiliki tanggul atau tembok untuk
menahan dan menampung isi cairan dalam tangki timbun sebesar:

a. 80 persen
12. Peraturan perundang-undangan terkait p3k di tempat kerja adalah:
Permenaker no.15/men /vii/2008

13. Dibawah ini yang tidak termasuk dalam pentingnya pencegahan dan penanggulangan hiv yg
ditunjukan pada usia kerja melalui tempat kerja antara lain:
a.upaya peninjauan pelanggan secara langsung

14. sebuah ketel uap 18 ton/jam harus mempunyai operator pesawat uap:

1 orang kelas 1
Permenaker 1’88

15. Menurut permenaker 37’16 penunjuk tekanan pada bejana tekanan paling sedikit harus
dapat menunjukan

1,5 kali tekanan desain


Pasal 22 no 2

16. Berdasarkan peraturan menaker no.37 ’16 tentang bejana tekan antara lain
Warna abu2
17. Menurut permenaker 37’16 yang dimasukan kategori bejana tekanan yaitu:

c. A dan B benar

Pasal 5 no.2

18. Setelah melakukan pemeriksaan dan pengujian yang dilakukan oleh ahli uda k3 lingker
dituangkan kedalam format hasil pemeriksaan dan pengujian awal berkala khusus sesuai
dengan permenaker 5’2018
19. Yang wajib melaporkan pekerjaan/proyek konstruksi bangunan sesuai permenaker 01/1980
adalah
a. Pemilik (pengusaha)
20. Pemadaman api dengan APAR efektif dilakukan pada periode :
A. Awal menyala hingga sebelum flash over
21. Dokumen yang diperiksa dalam pengawasan norma penyelenggara pelayanan kesehatan
kerja adalah?
b. Dokumen nota kerjasama (MOU) antara perusahaan dengan provider pelayan
kesehatan kerja.
22. Yang termasuk tugas pokok pelayan kesehatan kerja berdasarkan permenaker 3/1982
adalah

d.. Semua benar

23. Tenaga kerja yang kompeten dan berwenang yang bekerja diketinggian meliputi tingkatan
sebagai berikut
c. Tenaga kerja bangunan tinggi tingkat 1,dan 2, serta tenaga kerja pada ketinggian
tingkat 1,2 dan 3 (Permenaker 9/2016)

24. Pengendalian bahan kimia berbahaya ditempat kerja merupakan salah satu usaha untuk
mencegah kecelakaan penyakit akibat kerja . dasar hukumnya adalah
d. Kepmenaker 187/1999

26.Perusahaan dianjurkan menyediakan ruang makan yang mempekerjakan:

b. 50-200
I. PILIHAN BERGANDA b. Kondisi yang tidak aman.
c. Hanya jawaban b yang benar.
1. Yang menjadi batasan pengertian kecelakaan kerja adalah suatu kejadian d. Jawaban a dan b benar.
yang mengakibatkan:
a. Adanya korban luka-luka dan atau meninggal dunia. 6. Yang masuk didalam ruang lingkup obyek pengawasan k3 berdasarkan
b. Adanya kerusakan peralatan produksi. Undang-Undang No. 01 tahun 1970 tentang keselamatan kerja adalah:
c. Lingkungan tercemar. a. Tempat kerja.
d. Terganggunya proses pekerjaan/produksi walaupun tidak terjadi korban b. Perusahaan swasta.
yang cidera maupun kerusakan peralatan. c. Tempat kerja milik Negara.
d. Tempat usaha apa saja.
2. Pengertian keselamatan kerja secara filosofis ialah:
a. Suatu pemikiran dan upaya penerapannya untuk menjamin keutuhan 7. Pengurus diwajibkan melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi ditempat
dan kesempurnaan khussusnya tenaga kerja baik jasmani, maupun rohani, kerja yang dipimpinnya, pada pejabat yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga
baik karya dan budaya menuju masyarakat adil makmur dan sejahtera. Krja. Ketentuan tersebut terdapat didalam Undang-Undang No. 1 tahun
b. Upaya untuk menjamin agar sumber produksi dapat digunakan secara 1970 tentang keselamatan kerja pada pasal:
efisien. a. Pasal 3
c. Upaya untuk mencegah dan mengurangi timbulnya kecelakaan dan b. Pasal 8
penyakit akiibat kerja. c. Pasal 11
d. Upaya untuk menekan cost dan berupaya untuk menghasilkan d. Pasal 15
produktifitas yang tinggi.
8. Yang dimaksud dengan “pengurus” berdasarkan Undang-Undang No. 1
3. Dalam rangka pembinaan kepada tenaga kerja, didalam Undang-Undang tahun 1970 tentang keselamatan kerja adalah:
Nomor 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja ialah satu kewajiban a. Pengusaha.
pengurus antara lain: b. Orang yang memimpin langsung suatu tempat kerja.
a. Melakukan audit K3. (ket : UU. No. 1/1970 pasal 1 ayat 2)
b. Mengadakan pemantauan lingkungan. c. Pemegang saham.
c. Menunjukan dan menjelaskan kondisi dan bahaya yang dapat timbul d. Setingkat manajemen perusahaan.
ditempat kerja kepada tenaga kerja baru.
d. Mengadakan penyuluhan kepada masyarakat sekitar mengenai 9. Pasal 13 Undang-Undang No. 1 tahun 1970 menyatakan “Barang siapa
kemungkinan bahaya yang dapat timbul. akan memasuki suatu tempat kerja, diwajibkan menaati semua petunjuk
keselamatan kerja dan memakai alat pelindung diri yang diwajibkan”.
4. Kondisi tempat kerja yang berbahaya sangat erat kaitannya dengan: Ketentuan ini mengikat kepada:
a. Cara kerja. a. Orang yang terkait langsung dengan pekerjaan di tempat kerja.
b. Jawaban a,c dan d benar. b. Hanya pada instalasi-instalasi yang dianggap sangat berbahaya.
c. Mesin, pesawat, alat. c. Hanya untuk tamu atau orang lain yang bukan pekerja.
d. Proses produksi. d. Setiap orang baik yang bersangkutan maupun tidak brsangkutan dengan
pekerjaan ditempat kerja.
5. Yang dapat menjadikan kecelakaan kerja adalah:
a. Perbuatan manusia yang tidak aman.
10. Berdasarkan pasal 14 Undang-Undang No. 1 tahun 1970 yang bukan c. Memintai keterangan atau informasi mengenai pelaksanaan syarat-syarat
kewajiban pengurus perusahaan adalah: K3 di tempat kerja.
a. Memberikan kebebasan berserikat. d. Membuat surat teguran terhadap pelanggaran ketentuan perundangan-
b. Menyediakan alat pelindung diri. undangan K3 di tempat kerja.
c. Memasang gambar poster k3 ditempat kerja.
d. Menempatkan semua syarat-syarat K3 dan lembaran Undang-Undang No. 15. Sesuai dengan peraturan perundang-undangan Ahli K3 berwenang
1 tahun 1970 ditempat kerja. untuk, antara lain:
a. Melakukan audit external SMK3.
11. Pengawasan K3 yang bersifat preventif dan represif mliputi: b. Mengadakan analisa kecelakaan kerja dimanapun.
a. Perencanaan. c. Memasuki tempat kerja sesuai dengan keputusan penunjukan.
b. Parencanaan dan modifikasi. (ket : Permenaker No. 2 tahun 1992 bab III ps 9-10)
c. Prencanaan, pembuatan dan pemakaian. d. Semua jawaban benar.
(ket: Pemenaker No. 3 tahun 1982 ttg penyelenggaraan K3, Kepdirjen
WasNaker 22 tahun 2008) 16. Setiap instalasi dan pesawat yang digunakan ditempat kerja harus
d. Pemakaian dan peredaran. memiliiki izin pemakaian, hal tersebut bertujuan:
a. Agar efektif, efesien dan aman dalam pemakaiannya.
12. Sebagai dasar hukum penunjukan Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja b. Semua jawaban benar.
adalah: c. Memenuhi peraturan perundangan.
a. Permenaker No. Per-04/Men/1987 d. Memperpanjang umur pesawat.
b. Permenaker No. Per-02/Men/1992
c. Permenaker No. Per-02/Men/1988 17. Audit SMK3 eksternal, dilaksanakan sekurang-kurangnya:
d. Permenaker No. Per-01/Men/1988 a. Satu kali setahun.
b. Satu kali dalam 2 (dua) tahun.
13. Keputusan penunjukan Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja dicabut c. Satu kali dalam 4 (empat) tahun.
apabila: d. Satu kali dalam 3 (tiga) tahun.
a. Tidak memenuhi peraturan perundang-undangan K3.
b. Melakukan kesalahan dan kecerobohan sehingga menimbulkan keadaan 18. Peraturan yang mengatur SMK3 adalah:
berbahaya. a. Peraturan Pemerintah No.50/2012
c. Dengan sengaja atau karena kekhilafannya menyebabkan terbukanya b. Permenaker No. Per-05/Men/1995
rahasia perusahaan/instansi yang karena jabatannya wajib untuk c. Permenaker No. Per-04/Men/1997
dirahasiakan. d. Permenaker No. Per-02/Men/1992
d. Smua jawaban benar.
19. Dalam pelaksanaan K3 di tempat kerja, upaya pengendalian resiko
14. Yang bukan merupakan kewajiban Ahli K3 menurut peraturan dilakukan dengan uruan sebagai berikut:
perundangan-undangan adalah: a. Identifikasi, monitoring, pengendalian.
a. Memberikan gaji karyawan. b. Monitoring, evaluasi, pengendalian.
(ket : permenaker No. 2 Thn 1992 bab III ps. 9-10) c. Identifikasi, evaluasi, pengendalian, monitoring.
b. Memberikan laporan kepada Menteri Tenaga Kerja atau pejabat yang d. Identifikasi, monitoring, evaluasi dan pengendalian.
ditunjuk mengenai hasil pelaksanaan tugasnya.
25. Pada pasal 86 Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 ayat (1) menyatakan ;
20. Penerapan SMK3 di tempat kerja bersifat: setiap pekerja/buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan
a. Wajib bagi tenaga kerja. atas, kecuali:
b. Wajib bagi setiap perusahaan. a. Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
c. Suka rela bagi perusahaan yang berorientasi ekspor. b. Penghidupan yang layak.
d. Wajib bagi perusahaan besar dan beresiko bahaya tinggi. c. Moral dan kesusilaan.
(ket : PP no. 50/2012 bab 2 Ps. 5 ayat 2 point a) d. Perlakuan yang sesuai dengan hasrat dan martabat manusia serta nilai-
nilai agama.
21. Audit SMK3 bertujuan untuk:
a. Memiliki administrasi K3. 26. Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. Kep.187/Men/1999 mengatur
b. Mengetahui pelaksanaan K3 di perusahaan besar dan beresiko tinggi. tentang:
c. Membukti pelaksanaan K3 sesuai peraturan perundangan K3. a. Bahan kimia berbahaya.
d. Membuktikan kesesuaian penerapan sistem manajemen K3. b. Bahan kimia berbahaya di tempat kerja.
(ket : PP no. 50/2012 bab 2 Ps. 5) c. Pengendalian bahan kimia berbahaya di tempat kerja.
d. Semua jawaban salah.
22. Badan atau lembaga di tingkat perusahaan yang bertugas memberi
pertimbangan dan dapat membantu pelaksanaan usaha pencegahan 27. Standar faktor-faktor lingkungan kerja yang dianjurkan tempat kerja
kecelakaan serta dapat memberikan penerangan yang efektif kpada par agar tenaga kerja masih dapat mnerimanya tanpa mengakibatkan penyakit
pekerja adalah: atau gangguan kesehatan, dalam pekerjaan sehari-hari untuk waktu tidak
a. Panitia Pembna Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) mlebihi 8 jam sehari atau 40 jam seminggu, sering disebut sebagai:
b. Forum bipartite a. Nilai Ambang Batas.
c. Forum tripartite b. Nilai Ambang Kualitas (NAK).
d. Forum komunikasi serikat pekerja perusahaan c. Nilai Baku Mutu Lingkungan.
d. Semua Jawaban benar.
23. Sesuai dengan Permenaker No. Per.04/Men/1987pengusaha atau
pengurus wajib membentuk P2K3 di: 28. Dokter yang bertanggung jawab terhadap Pelayanan Kesehatan Kerja di
a. Setiap perusahaan. perusahaan (dokter perusahaan) wajib mendapatkan pelatihan Hyperkes.
b. Kantor pusat suatu grup perusahaan. Hal ini tersebut diatur dalam:
c. Setiap tempat kerja yang mempekerjakan 100 orang atau lebih. a. Permenaker No. Per-02/Men/1992
(ket : pasal 22) b. Permenaker No. Per-03/Men/1982
d. Setiap unit kerja di perusahaan besar. c. Permenaker No. Per-05/Men/1985
d. Permenaker No. Per-01/Men/1976
24. Audit SMK3 dapat dilakukan oleh:
a. Auditor internal. 29. Salah satu bentuk pengendalian bahan kimia berbahaya sesuai
b. Jawaban a dan d benar Kepmenakertrans No. Kep.187/Men/1999 adalah:
c. Anggota P2K3. a. Penetapan Nilai Ambang Kuantitas.
d. Auditor eksternal. b. Penyediaan Lembar Data Keselamatan Bahaya dan Label.
c. Penetapan Kategori Potensi Bahaya Perusahaan.
d. Penetapan Nilai Ambang Batas.
30. Untuk menjamin kemampuan fisik dan kesehatan kerja yang sebaik- d. Korosif, iritasi karsinogenik.
baiknya perlu diadakan pemeriksaan tenaga kerja yang terarah.
Pemeriksaan tersebut meliputi: 35. Penerapan norma-norma ergonomik di tempat kerja meliputi norma-
a. Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja, pemeriksaan kesehatan awal dan norma:
pemeriksaan khusus. a. Pembebanan kerja fisik, sikap tubuh dalam bekerja, mengangkut dan
b. Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja dan pemeriksaan khusus. mengangkat.
c. Pemeriksaan sebelum kerja, pemeriksaan kesehatan berkala dan b. Pemberian gizi kerja.
pemeriksaan kerja khusus. c. Pemberian alat pelindung diri.
d. Semua jawaban benar. d. Jawaban a, b dan c benar.

31. Permenaker No.Per-03/Men/1982 mengatur tentang pelayanan 36. Jalan terakhir untuk menghindari keracunan akibat polusi udara ruangan
kesehatan kerja. Tujuan dari pelayanan kesehatan kerja antara lain: kerja adalah:
a. Jawaban b dan c benar. a. Mengeluarkan udara kotor dalam ruangan.
b. Memberikan bantuan kepada tenaga kerja dalam penyesuaian diri baik b. Mengganti bahan tersebut dengan bahan yang lebih baik.
fisik, mental terutama dalam penyesuaian pekerjaan dengan tenaga kerja. c. Memasang ventilasi lebih banyak.
c. Memberikan pengobatan dan perawatan serta rehabilitasi bagi tenaga d. Memakai respirator.
kerja yang menderita sakit.
d. Jawaban b dan c salah. 37. Penerangan/pencahayaan yang cukup dalam suatu ruangan tempat
kerja, dapat memberikan:
32. Setiap perusahaan catering yang mengelola makanan pada perusahaan, a. Keletihan mata yang cepat.
sesuai Surat Edaran Dirjen Binawas SE No.86/BW/1989 harus terlebih b. Kenyamanan bekerja.
dahulu mendapatkan: c. Produktivitas kerja rendah.
a. Surat Keputusan Penunjukan dari Dirjen Binawas. d. Absensi menurun.
b. Surat Izin Catering di tempat kerja.
c. Jawaban a, b dan d benar. 38. Pengaruh bahan kimia berbahaya terhadap kesehatan tergantung
d. Rekomendasi dari Disnaker setempat. kepada konsentrasi dan lamanya paparan terjadi, pengaruh tersebut dapat
menyebabkan hal sebagai berikut, kecuali:
33. Faktor-faktor lingkungan kerja yang dapat menyebabkan kecelakaan a. Menyebabkan iritasi, korosif, sulit bernafas, menimbulkan alergi,
atau penyakit akibat kerja adalah: keracunan sistematik.
a. Faktor fisiologis b. Menyebabkan kanker, kerusakan/kelainan janin.
b. Semua jawaban benar c. Menyebabkan kebakaran dan peledakan.
c. Faktor psikologi d. Pneumoconiosis dan menyebabkan efek bius.
d. Faktor kimia
39. Nilai Ambang Batas (NAB) kebisingan untuk pemajanan 8 jam per hari,
34. Yang termasuk kategori bahan berbahaya adalah jenis bahan yang sesuai Permenakertrans No.Per 13/Men/2011 adalah:
mempunyai sifat antara lain: a. 85 dBA
a. Oksidator, mudah meledak, mudah menyala atau terbakar. b. 90 dBA
b. Memancarkan radiasi. c. 80 dBA
c. Semua jawaban benar. d. 95dBA
40. Beban kerja fisik yang diberikan kepada tenaga kerja tidak boleh 45. Pemeriksaan kesehatan tenaga kerja secara awal, berkala dan khusus
melebihi: merupakan kewajiban dari pada pengusaha terhadap tenaga kerjanya.
a. 10-15% dari kemampuan kerja maksimum. Peraturan yang mengaturnya adalah:
b. 25-30% dari kemampuan kerja maksimum. a. Permenaker No.Per-03/Men/1982
c. 30-50% dari kemampuan kerja maksimum. b. Permenaker No.Per-02/Men/1980
d. 30-40% dari kemampuan kerja maksimum. c. Permenaker No.Per-51/Men/1997
d. Permenaker No.Per-04/Men/1998
41. Manfaat penilaian lingkungan kerja:
a. Sebagai dasar untuk menentukan dana perbaikan dan rencana 46. Kesehatan tenaga kerja merupakan dasar dari tenaga kerja untuk
selanjutnya. meningkatkan produktivitas dan lingkungan kerja yang aman dan nyaman.
b. Sebagai dasar untuk menyatakan kondisi lingkungan kerja Upaya tersebut meliputi tindakan preventif dengan jalan
membahayakan atau tidak. pelaksanaan pelayanan kesehatan kerja di perusahaan. Hal tersebut diatas
c. Sebagai dasar untuk menentukan tingkat kecelakaan terjadi. diatur dalam:
d. Tenaga kerja mendapat informasi kondisi lingkungan. a. SE Menaker No.02/1986
b. Permenaker No.Per-03/Men/1986
42. Penyesuaian pekerjaan, sikap dan peralatan disebut: c. Permenaker No.Per-03/Men/1982
a. Ilmu biologi d. Permenaker No.Per-02/Men/1980
b. Ilmu fisika
c. Ilmu ergonomi 47. Pengendalian bahan kimia berbahaya di tempat kerja merupakan suatu
d. Ilmu psikomotorik usaha untuk mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Dasar
hukumnya adalah:
43. Penyakit akibat kerja merupakan penyakit yang disebabkan oleh a. Kepmenaker No. Kep-187/Men/1999
pekerjaan dan lingkungan kerja. Untuk menghindari kejadian tersebut perlu b. Permenaker No. Per-03/Men/1986
dilakukan usaha-usaha preventif yang berupa jaminan pelayanan kesehatan c. Kepmenaker No. Kep-51/Men/1999
yang merupakan salah satu dari 4 (empat) program Jamsostek. Peraturan d. SE No. 01 tahun 1999
yang mengatur hak tersebut adalah:
a. Permenaker No.Per-03/Men/1982 48. Tugas dan kewajiban Ahli K3 Kimia antara lain:
b. Undang-undang No. 1 tahun 1970 a. Merahasiakan segala keterangan yang berkaitan dengan rahasia
c. Undnag-undang No. 3 tahun 1992 perusahaan atau instansi yang didapat karena jabatannya.
d. Permenaker No.Per-03/Men/1985 b. Memberikan laporan kepada menteri atau pejabat yang ditunjuk
mengenai hasil pelaksanaan tugasnya.
44. Kewajiban pengusaha atau pengurus instalasi bahaya besar sesuai c. Jawaban a dan b salah.
Kepmenakertrans Nomor: Kep.187/Men/1999 adalah sebagai berikut, d. Jawaban a dan b benar.
kecuali:
a. Mempekerjakan Ahli K3 kimia 49. Berdasarkan Peraturan Menteri Perburuhan NO. 07 tahun 1964 tentang
b. Pengujian instalasi sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun sekali. syarat-syarat kesehatan, kebersihan serta penerangan dalam tempat kerja,
c. Membuat dokumen pngendalian instalasi bahaya besar. maka dalam suatu tempat kerja dengan tenaga kerja sejmlah 60 orang,
d. Pembuatan dokumen job safety. jumlah kakus/W minimal yang harus disediakan:
a. 1 b. Terjadinya kenaikan tekanan kerja.
b. 4 (ket : kepmen 17/1999) c. Semua jawaban salah.
c. 3 d. Terjadinya overheating dan peledakan.
d. 2
55. Yang dimaksud dengan ketel uap adalah:
50. Bahan kimia dalam bentuk tunggal atau campuran yang berdasarkan a. Pesawat yang menghasilkan uap yang dipergunakan diluar pesawatnya.
sifat kimia, fisika, atau toksikologi berbahaya terhadap tenaga kerja, b. Pesawat yang menghasilkan uap yang dipergunakan diluar pesawatnya
instalasi dan lingkungan, kecuali: dan harus ada disetiap perusahaan.
a. Bahan beracun, bahan beraktif. c. Pesawat yang menghasilkan uap yang dipergunakan diluar pesawatnya
b. Cairan mudah larut. dan harus ada disetiap perusahaan.
c. Bahan mudah meledak, bahan oksidator. d. Jawban a, b dan c benar.
d. Cairan mudah terbakar, gas mudah terbakar.
56. Ketel uap yang mengalami temperature berebihan (overheating) adalah
51. Akte izin Pemakaian Pesawat Uap diberikan kepada pemakai bilamana: disebabkan oleh:
a. Semua jawaban benar. (UU tahun 1930 Pasal 8) a. Tingkat pengaman tidak bekerja.
b. Hasil pemeriksaan dan pengujian alat-alat perlengkapan pengamanan dan b. Kapasitas pembakaran terlalu besar.
alat-alat pembakaran memenuhi syarat. c. Tinggi air didalam ketel uap dibawah batas aman.
c. Hasil pemeriksaan dan pengujian pesawat uap dan alat-alat perlengkapan d. Semua jawaban benar.
otomatisnya memenuhi syarat.
d. Hasil pemeriksaan dan pengujian pesawat uap dan alat-alat perlengkapan 57. Pesawat Uap dan Bejana Tekan, baru dapat dibuat apabila:
pengamanannya memenuhi syarat. a. Mempunyai gambaran rencana.
b. Jawaban a, c dan d telah terpenuhi.
52. Peledakan pada ketel uap dapat tejadi karena: c. Mempunyai perhitungan kekuatan konstruksi.
a. Tinggi air didalam ketel uap dibawah batas aman. d. Telah mempunyai pengesahan gambar rencana.
b. Tidak memilliki thermometer.
c. Jawaban a dan b benar. 58. Pemeriksaan berkala pada ketel uap darat berpindah dilakukan setiap:
d. Peledakan hanya dapat tejadi bila tingkap pengaman tidak bekerja. a. Selambat-lambatnya setiap 1 (satu) tahun sekali.
b. Selambat-lambatnya setiap 3 (tiga) tahun sekali.
53. Yang bukan merupakan tujuan pemeriksaan visual pada setiap pesawat c. Selambat-lambatnya setiap 2 (dua) tahun sekali.
uap baru yaitu untuk mengetahui: d. Selambat-lambatnya setiap 4 (empat) tahun sekali.
a. Kondisi seluruh alat perlengkapan pengamannya.
b. Kapasistas produksi uap kering yang dapat digunakan sesungguhya. 59. Pemeriksaan berkala pada bejana uap dilakukan setiap:
c. Kondisi seluruh bagian konstruksi dan seluruh alat perlengkapan a. Selambat-lambatnya setiap 3 (tiga) tahun sekali.
pengamanannya. b. Selambat-lambatnya setiap 4 (empat) tahun sekali
d. Kondisi sisi luar dan seluruh alat perlengkapan pengamanannya. (selain ketel uap, pemeriksaan 4tahun sekali)
c. Selambat-lambatnya setiap 2 (dua) tahun sekali.
54. Kekurangan air didalam ketel uap pada saat sedang dioperasikan tidak d. Selambat-lambatnya setiap 1 (satu) tahun sekali.
dapat mengakibatkan:
a. Terjadinya kenaikan temperature air.
60. Tingkat pengamanan pada pesawat uap dan bejana tekan berfungsi b. Peralatan angkat, pita transport, pesawat angkutan diatas landasan dan
untuk: diatas permukaan, alat angkutan jalan rel.
a. Menahan tekanan. c. Pesawat lift.
b. Untuk mengatur tekanan. d. Semua jawaban benar.
c. Membuang air berlebih.
d. Membuat tekanan secara otomatis apabila terjadi tekanan lebih. 66. Pengertian dari pesawat angkat dan angkut adalah suatu pesawat atau
alat yang digunakan untuk:
61. Pemeriksaan bahan pada pesawat uap dapat dilakukan apabila telah a. Memindahkan muatan pada jarak tertentu.
berumur: b. Memindahkan, mengangkut muatan vertical dan horizontal.
a. 25 tahun. c. Memindahakan, mengangkut muatan vertical dan horizontal dalam
b. 35 tahun. jarak yang ditentukan.
c. 30 tahun. d. Semua jawaban benar.
d. 40 tahun.
67. Pengawasan K3 bidang mekanik yang bersifat prevent meliputi:
62. Kapan suatu pesawat uap harus dilakukan pemeriksaan secara khusus a. Perencanaan, pembuatan, prosedur pemakaian dan perawatan.
(secara keseluruhan): b. Perencanaan dan pemakaian.
a. Sesudah berumur 50 tahun. c. Perencanaan, reparasi da modifikasi.
b. Sesudah terjadi kecelakaan. (UU 37 thn 2016) d. Jawaban a, b dan c salah.
c. Sesudah dilakukan pemeriksaan bahan (PB) sebanyak 3 (tiga) kali.
d. Sebelum pemeiksaan bahan (PB) sebanyak 3 (tiga) kali. 68. Pernyataan yang benar sesuai dengan peraturan yang berlaku mengenai
setiap pesawat angkat dan angkut yang akan dibuat dan dipasang:
63. Yang tidak termasuk bejana tekan berdasarkan Permenaker No. a. Pembuat dan pemasang tidak perlu mendapat pengesahan.
Per.01/Men/1982 adalah: b. Jawaban a, c dan d benar.
a. Botol-botol baja yang mempunyai volume air paling rendah 60 liter. c. Pemilik/pemakai dapat menentukan persyaratan.
b. Botol-botol baja yang mempunyai volume air paling tinggi 60 liter. d. Pembuat dan pemasang harus mendapat pengesahan.
c. Bejana transport yang mempunyai volume air lebih dari 60 liter.
d. Bejana penyimpanan gas atau campuran dalam keadaan padat dikempa 69. Sesuai Permenaker No. Per.05/Men/1985 setiap pesawat dan angkut
menjadi cair terlarut atau beku. wajib dilakukan pengujian setelah pegujian pertama. Pengujian tersebut
selambat-lambatnya :
64. Cara mengambil/memotong pelat badan pesawat uap yang akan diuji a. 4 (empat) tahun setelah pengujian pertama.
dengan cara: b. 2 (dua) tahun setelah pengujian pertama.
a. Digergaji. c. 1 (satu) tahun setelah pengujian pertama.
b. Dipotong dengan alat potong las listrik. d. 3 (tiga) tahun setelah pengujian pertama.
c. Dipotong dengan brander las.
d. Dibor. 70. Pesawat angkut diatas landasan dan diatas permukaan adalah:
a. Dongkrak, pneumatic, gondola, keran tower dan takel.
65. Ruang lingkup Permenaker No. Per.05/Men/1985 meliputi: b. Escalator, rantai berjalan dan ban berjalan.
a. Pesawat tenaga dan produksi. c. Truk, trakto, kereta gantung, truk derek dan forklift.
d. Semua jawaban benar.
71. Dalam melayani pesawat tenaga dan produksi yang sedang beroperasi, 76. Dasar hukum pengawasan K3 Konstruksi Bangunan:
seorang operator dapat: a. UU No. 1 tahun 1970.
a. Dilarang meninggalkan tempat kerja. b. Permenaker No.Per-01/Men/1980.
b. Mewakilan kepada orang lain. c. SKB Menaker dan Menteri PU
c. Meninggalkan tempat kerjanya untuk keperluan penting. No. Kep.174/Men/1986
d. Jawban a, b dan c benar. No.104/Kepts/1986
d. Semua jawaban benar.
72. Pengujian unit pesawat tenaga dan produksi dilakukan selambat-
lambatnya: 77. Tahapan pelaksanaan konstruksi bangunan terdiri dari:
a. 2 (dua) tahun sekali. a. Rancangan teknis pelaksanaan.
b. 3 (tiga) tahun sekali. b. Rancangan pasca konstruksi.
c. 10 (sepuluh) tahun sekali. c. Rancangan teknis pelaksanaan dan pasca konstruksi.
d. 5 (lima) tahun sekali. d. Semua jawaban salah.
(ket : permenaker 04 thn 1985, pasal 135 : 2)
78. Penanggulangan K3 Listrik dan Kebakaran dilaksanakan dengan pola
73. Berdasarkan Permenaker No. Per-05/Men/1985 setiap pesawat angkat preventif, apakah yang dimaksud dengan pola tersebut:
dan angkut harus uji terlebih dahulu antara lain dengan pengujian beban a. Dilakukan perawatan rutin.
lebih sebesar: b. Dimulai saat pelaksanaan.
a. 110% dari jumlah beban maksimum. c. Dilaksanakan setelah ada kejadian kecelakaan.
b. 125% dari jumlah beban maksimum. d. Dimulai dari saat perencanaan.
c. 120% dari jumlah beban maksimum.
d. 135% dari jumlah beban maksimum. 79. Syarat-syarat keselamatan kerja ditetapkan melalui peraturan
perundangan, salah satunya persyaratan untuk mencegah terkena aliran
74. Beberapa dasar hukum yang terkait dengan K3 Mekanik seperti tertera listrik yang berbahaya. Hal tersebut tertuang dalam:
dibawah ini kecuali: a. UU No.1 Tahun 1970 pasal 3 ayat (1) huruf q.
a. Permenaker No. Per-04/Men/1985. b. UU No.1 Tahun 1970 pasal 3 ayat (1) huruf a.
b. Permenaker No. Per-05/Men/1985. c. Kepmenakertrans No.Kep.75/Men/2002.
c. Permenaker No. Per-04/Men/1987. (ttg P2K3) d. Semua jawaban salah.
d. Permenakertrans No. Per-09/Men/VII/1985.
80. Instalasi penyalur petir diatur berdasarkan:
75. Berdasarkan Surat Edaran Menaker No.SE.06/Men/1990 tentang a. Permenaker No.Per.30/Men/2015 perubahan atas Permenaker
Perwarnaan Botol Baja/Tabung gas betekanan antara lain sebagai beikut No.Per.04/Men/1987.
kecuali: b. Permenaker No.Per.31/Men/2015 perubahan atas Permenaker
a. Kelompok gas beracun berwarna kuning tua. No.Per.02/Men/1989.
b. Kelompok gas yang menyengat warna kuning muda. c. Permenaker No.Per.32/Men/2015 perubahan atas Permenaker
c. Kelompok gas untuk kesehatan warna biru. (ket : harusnya putih) No.Per.04/Men/1985.
d. Kelompok gas yang dapat menyebabkan tercekik warna abu-abu. d. Permenaker No.Per.31/Men/2015 perubahan atas Permenaker
No.Per.01/Men/1987.
81. Penggunaan lift yang salah yaitu: 87. Setiap jenis penyalur petir harus dilengkapi dengan embumian sekurang-
a. Kapasitas angkut harus sesuai dengan izin lift. kurangnya:
b. Kapasitas angkut lift dicantumkan dan dipasang dalam kereta lift. a. 4 (empat) buah.
c.Kapasitas angkut lift tidak dicantumkan dan dipasang didalam kereta lift. b. 3 (tiga) buah.
d. Penetapan jumlah orang yang diangkut berdasarkan SNI yang berlaku. c. 2 (dua) buah.
d. 5 (lima) buah.
82. Surat Izin Operasi pemakaian lift berlaku selama:
a. 2 (dua) tahun dan dapat diperbaharui kembali. 88. Potensi bahaya pada instalasi listrik diantaranya:
b. 3 (tiga) tahun dan dapat diperbaharui kembali. a. Peledakan.
c. 5 (lima) tahun dan dapat diperbaharui kembali. b. Beban lebih (overload).
d. Semua jawaban salah. c. Panas (thermal).
d. Kebakaran.
83. Instalasi penyalur petir secara umum harus memenuhi persyaratan:
a. Kemampuan perlindungan secara tehnis. 89. Lantai kerja yang aman adalah lantai kerja yang memiliki resistansi
b. Ketahanan mekanis. isolasi sekurang-kurangnya sebesar:
c. Semua jawaban benar. a. 20 kΩ.
d. Ketahanan terhadap korosi. b. 10 kΩ.
c. 50 kΩ.
84. Instalasi proteksi petir internal misalnya dengan memasang arrester d. 70 kΩ.
pada instalasi listrik untuk memotor arus petir dan menyamakan tegangan
diatur dalam peraturan: 90. Pemasangan instalasi listrik di Indonesia pada saat ini dapat
a. Permenaker No.Per.02/Men/1989. berpedoman kepada:
b. Permenaker No. 12 tahun 2015 SNI 0225-2011 PUIL 2011 a. Standar Nasional Indonesia.
c. Kepmenaker No.Kep.75/2002. b. Semua benar.
d. Jawaban a, b dan d salah. c. Standar Internasional.
d. Standar nasional negara lain yang ditentukan pengawas ketenagakerjaan
85. Alat untuk mengatur tahanan isolasi kabel listrik adalah: spesialis K3 listrik.
a. Insulation Resistan tester. (ket : nama lainnya juga magger/ hypotester)
b. Multi tester. 91. Apa yang dimaksud dengan bahaya sentuh langsung?
c. Ohm meter. a. Sentuh pada bagian konduktif yang dalam keadaan kerja normal
d. Volt meter. umumya bertegangan dan atau dialiri arus.
b. Sentuh pada bagian kondukif terbuka perlengkapan atau instalasi listrik
86. Besarnya nilai tahanan pembumian (grounding) keseluruhan pada yang menjadi bertegangan akibat kegagalan kegagalan isolasi. (ket : kalo ini
instalasi penyalur petir yang diatur dalam Permenaker No.Per.02/Men/1989 katanya kebocoran listrik)
adalah: c. Sentuh pada bagian yang tidak konduktif dari perlengkapan atau instalasi
a. Maksimal 0,5 Ω. listrik.
b. Maksimal 5 Ω. d. Semua jawaban a, b dan c benar.
c. Maksimal 50 Ω.
d. Jawaban a, b dan c salah.
92. Keselamatan dan Kesehatan Kerja Listrik di tempat kerja diatur dalam: 97. Yang termasuk system proteksi kebakaran pasif antara lain:
a. Permenaker No.15 tahun 2012 a. Sarana Evakuasi.
b. Kepmenakertrans No.Kep.75/Men/2002 b. Kualitas bahan bangunan.
c. Permenaker No.12 tahun 2015 c. Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
d. Kepmenakertrans No.Kep75/Men/2000 d. Jawban a, b dan c benar.

93. Dalam persyaratan untuk Badan Pengusahaan Listrik, antara lain ialah 98. Terdapat 3 (tiga) jenis pompa hidran/springkler yaitu:
dipersyaratkan: a. Pompa listrik, pompa diesel, pompa air.
a. Harus memiliki Ahli K3 Umum. b. Pompa listrik, pompa diesel, pompa jockey.
b. Tidak harus memiliki teknisi. c. Pompa utama, pompa jockey dan pompa cadangan.
c. Harus mempunyai teknisi yang memiliki kompetensi K3 dibidang listrik d. Jawaban a, b dan c benar.
yang disyahkan oleh Kemenakertrans.
d. Semua jawaban benar. 99. Pengujian kualitas alat pemadam api ringan (APAR) antara lain berupa:
a. Kondisi tabung APAR nya saja.
94. Kegagalan isolasi dari suatu instalasi listrik harus dicegah terutama b. Cara penempatan dan peralatannya.
dengan cara: c. Kondisi tabung APAR dan kualitas bahan pemadamnya.
a. Perlengkapan listrik harus dirancang dan dibuat dengan baik. d. Cara penggunaan dengan benar.
b. Bagian aktif harus diisolasi dengan bahan yang tepat.
c. Instalasi listrik harus dipasang dengan baik. 100. Nilai ambang batas faktor fisika untuk getaran pada lengan dan tangan
d. Semua jawaban benar. adalah:
a. 2 m/det2
95. Pengurus atau pengusaha wajib mencegah, mengurangi dan b. 5 m/det2
memadamkan kebakaran serta melakukan latihan penanggulangan c. 3 m/det2
kebakaran di tempat kerja. Hal ini diatur berdasarkan: d. 4 m/det2
a. Kepmenaker No.Kep-187/Men/1999.
b. Kepmenaker No.Kep-186/Men/1999.
c. Kepmenaker No.Kep-75/Men/2002.
d. Kepmenaker No.Kep-51/Men/1999.

96. Dalam kejadian kebakaran didalam gedung dapat terjadi peristiwa yang
disebut back draft. Back draft dapat terjadi apabila:
a. Kebakaran didalam ruang tertutup dengan oksigen yang cukup dan
terdapat bahan yang mudah meledak.
b. Kebakaran dalam ruang tertutup kehabisan oksigen, bila ada
kesempatan udara masuk akan terjadi ledakan.
c. Jawaban a dan d benar.
d. Jawaban a dan d salah.
II. ESSAY Pemeriksaan kesehatan khusus dimaksudkan untuk menilai adanya
1. Sebutkan kewajiban pengurus menurut UU no 1 / 1970 (ps 14) pengaruh-pengaruh dari pekerjaan tertentu terhadap tenaga kerja
Jawab : atau golongan-golongan tenaga kerja tertentu.
a. Menyediakan APD bagi tenaga kerja atau orang lain yang memasuki
tempat kerja serta cara pemakaiannya
4. Sebutkan tugas, kewajiban dan wewenang ahli K3 umum!
b. Memasang gambar poster K3
Jawab : - Tugas AK3 Umum:Membantu pimpinan perusahaan atau
c. Menempatkan semua syarat-syarat K3 dan lembaran UU no. 1 tahun 1970
pengurus menyelenggarakan dan meningkatkan usaha keselamatan
di tempat kerja
kerja, hygiene perusahaan dan kesehatan kerja, membantu pengawasan
2. Apa yang dimaksud kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja? ditaatinya ketentuan-ketentuan perundang-udangan bidang K3
Jawab: - Kewajiban AK3 Umum:
1. Penyakit akibat kerja adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan a. Membantu mengawasi pelaksanaan peraturan perundangan K3 sesuai
atau lingkungan kerja (Permenaker no. 01/Men/ 1981) dengan bidang yang ditentukan dalam keputusanpenunjukannya
2. Kecelakaan kerja adalah suatu kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak b. Memberikan laporan kepada menteri tenaga kerja atau pejabat yang
diduga semula yang dapat menimbulkan korban manusia atau harta benda ditunjuk mengenai hasil pelaksanaan tugas dengan ketentuan sebagai
(Permenaker no. 03/Men/1998) berikut:
1) Untuk AK3 di tempat kerja satu kab dalam 3 bulan kecuali
3. Mengapa setiap karyawan harus dilakukan pemeriksaan awal, berkala ditentukan lain
maupun khusus? 2) Untuk AK3 di perusahaan yang memberikan jasa dibidang K3 setiap
Jawab : Permen No. Per-02/1980 : saat setelah selesai melaksanakan kegiatannnya
Pasal 2 ayat (1) 3) Merahasiakan segala keterangan tentang rahasia perusahaan
Pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja agar tenaga kerja yang diterima /instansi yang didapat berhubungan jabatannya
berada dalam kondisi kesehatan yang setinggi-tingginya, tidakmempunyai Wewenang AK3 Umum:
penyakit menular yang akan mengenai tenaga kerja lainnya, dan cocok a. Memasuki tempat kerja sesuai keputusan penunjukan
untuk pekerjaan yang akan dilakukan sehinggakeselamatan dan kesehatan b. Meminta keterangan dan/atau informasi mengenai pelaksanaan
tenaga kerja yang bersangkutan dan tenaga kerja lain dapat terjamin. syarat-syarat K3 ditempat kerja dengan keputusan penunjukannya
Pasal 3 ayat (1) c. Memonitor, memeriksa, menguji, menganalisa, mengevaluasi dan
Pemeriksaan kesehatan berkala dimaksudkan untuk mempertahankan memberikan persyaratan serta pembinaan K3 yang meliputi:
derajat kesehatan tenaga kerja sesudah berada dalam pekerjaannya, serta 1) Keadaan dan fasilitas tenaga kerja
memiliki kemungkinan adanya pengaruh-pengaruh dari pekerjaan seawal 2) Keadaan mesin-mesin, pesawat, alat-alat kerja, instalasi serta
mungkin yang perlu dikendalikan dengan usaha-usahapencegahan. peralatan lainnya
3) Penanganan bahan-bahan
4) Proses produksi
5) Sifat pekerjaan 6. Bagaimana cara penyelenggaraan pelayanan kesehatan kerja
berdasarkan peraturan terkait?
6) Lingkungan kerja
Jawab : Berdasarkan Permenaker 03/1982, penyelenggaraan pelayanan
kesehatan kerja harus dilaksanakan secara menyeluruh dan terpadu
5. Sebutkan fungsi dan tugas P2K3 serta sebutkan landasan hukum meliputi usaha preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif, yang hasilnya
pemebentukan P2K3!
dilaporkan kepada instansi yang membidangi ketenagakerjaan.
Jawab : Landasan hukum P2K3: Per No.04/MEN/1987 tentang P2 K3 serta
tata cara penunjukan AK3 Fungsi P2K3: Penyelenggaraan pelayanan kesehata kerja dapat dilakukan sendiri oleh
a. Menghimpun dan mengolah data tentang K3 di tempat kerja perusahaan atau melalui kerja sama dengan pihak di luar perusahaan.
b. Membantu menunjukan dan menjelaskan kepada setiap tenaga kerja: Adapun cara penyelenggaraan pelayanan kesehatan kerja dapai dilihat pada
- Berbagai faktor bahaya di tempat kerja yang dapat menimbulkan tabel 2 dan 3 Kepmenaker 22/2008 sebagai berikut:
gangguan K3 termasuk bahaya kebakaran dan peledakan serta
carapenanggulangannya
- Faktor yang dapat mempengaruhi efisiensi dan produktifitas kerja
- APD bagi tenaga kerja yang bersangkutan
- Cara dan sikap yang benar dan aman dalam melaksanakan
pekerjaannya
c. Membantu pengusaha atau pengurus dalam:
- Mengevaluasi cara kerja, proses dan lingkungan kerjMenentukan
tindakan koreksi dengan alternatif terbaik
- Mengevaluasi penyebab timbulnya kecelakaan, PAK serta
mengambil langkah-langkah yang diperlukan
- Mengembangkan penyuluhan dan penelitian dibidang keselamatan
kerja, hygiene perusahaan, kesehatan kerja dan ergonomic
- Melaksanakan pemantauan terhadap gizi kerja dan
menyelenggarakan makanan di perusahaan
- Memeriksa kelengkapan peralatan keselamatan kerja
- Mengembangkan pelayanan kesehatan tenaga kerja
- Mengembangkan laboratorium K3, melakukan pemeriksaan
laboratorium dan melaksanakan intepretasi hasil pemeriksaan
- Menyelenggarakan administrasi keselamatan kerja, hygiene
perusahaan dan kesehatan kerja
d. Membantu pimpinan perusahaan menyusun kebijaksanaan
manajemen dan pedoman kerja dalam rangka upaya
meningkatkan keselamatan kerja, hygiene perusahaan, kesehatan kerja,
ergonomi dan gizi kerja
8. Limbah industri
Peraturan perundangan terkait :
1. UU No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja pasal 2, pasal 3 ayat 1,
f, g, i, j, k, l, m pasal 5, pasal 8, pasal 9 dan pasal 14.
2. UU No. 3 tahun 1969 tentang persetujuan Konvensi ILO No.120
mengenai Hygiene dalam
3. Perniagaan dan Kantor-kantor pasal 7
4. Peraturan Menteri Perburuhan No. 7 tahun 1964 tentang syarat
kesehatan, kebersihan serta penerangan dalam tempat kerja.
5. Permenaker No. 3/Men/1985 tentang keselamatan dan kesehatan
kerja Pemakaian asbes.
6. Permenaker No. 03/Men/1986 tentang syarat keselamatan dan
kesehatan di tempat kerja yang mengelola Pestisida
7. Permenaker No. 13/Men/X/2011 tentang Nilai Ambang Batas Faktor
Fisika dan Kimia di Tempat Kerja
8. Kepmenaker No. 187/Men/1999 tentang Pengendalian Bahan Kimia
Berbahaya di Tempat Kerja.

8. Sebutkan apa yang dimaksud dengan pengendalian lingkungan kerja ?


Jawab :
• Penerapan metode teknik tertentu untuk menurunkan tingkat
7. Jelaskan objek pengawasan lingkungan kerja serta sebutkan peraturan faktor bahaya lingkungan kerja sampai batas yang masih dapat
perundangan terkait? ditolerir oleh manusia dan lingkungannya dengan Nilai Ambang
Jawab: Objek pengawasan lingkungan kerja meliputi : Batas (NAB)
• Melalui Hierarchy of control (HIRARKI) : Eliminasi, Substitusi,
1. Faktor-faktor bahaya lingkungan kerja Minimalisasi, Isolasi pengendalian teknis, Pengendalian
Faktor-faktor bahaya lingkungan kerja yang dapat menyebabkan Administrasi, dan APD.
kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja adalah :
a. Faktor kimia 9. Apa yang disebut dengan bahan kimia berbahaya? Sebutkan faktor-
b. Faktor fisika faktor yang memengaruhi tingkat bahaya dari bahan kimia berbahaya!
c. Faktor biologi Jawab :
d. Faktor psikologi
e. Faktor fisiologi - Bahan kimia berbahaya menurut Kepmenaker 187/MEN/1999
2. Hygiene perusahaan Pasal 1
3. Pengendalian bahaya besar Bahan kimia berbahaya adalah bahan kimia dalam bentuk tunggal atau
4. Pestisida campuran yang berdasarkan sifat kimia dan fisika dan/attau toksikologi
5. Bahan kimia berbahaya berbahaya terhadap tenaga kerja, instalasi dan lingkungan
6. Sanitasi lingkungan - Faktor yang memengaruhi tingkat bahaya: daya racun, cara bahan kimia
7. Alat pelindung diri (APD) masuk dalam tubuh, konsentrasi, macam, dan lama paparanbahan kimia,
efek kombinasi bahan kimia, kerentanan calon korban paparan bahan Ketentuan – ketentuan dalam ayat (1) terebut berlaku dalam tempat kerja
kimia dimana :
a. Dibuat, dicoba, dipaki atau dipergunakan mesin, pesawat, alat
10. Sebutkan kewajiban pengusaha dalam mengendalikan bahwa kimia perkakas, peralatan atau instalasi yang berbahaya atau dapat
berbahaya! menimbulkan kecelakaan, kebakaran dan peledakan;
Jawab : Berdasarkan Kepmenaker no 17/men/1999 (pasal 16) b. Dibuat, diolah, dipakai, dipergunakan, diperdagangkan, diangkut,
(1) Perusahaan yang dikategorikan mempunyai potensi bahaya besar atau disimpan bahan atau barang yang dapat meledak, mudah
sebagai mana dimaksud pada pasal 15 ayat (1) wajib : terbakat, menggigit, beracun, menimbulkan infeksi, bersuhu tinggi;
a. mempekerjakan pentugas Kimia dengan ketentuan apabila c. Dikerjakan, pembangunan, perbaikan, perawatan, pembersihan,
diperkerjakan dengan sistem kerja non shift sekurang0kurangnya 2 atau pembongkaran rumah, gedung atau bangunan lainnya
(dua) orang dan apabila diperkerjakan dengan sistem kerja shift termasuk bangunan pengairan, saluran, atau terowongan dibawah
sekurang-kurangnya 5(lima)orang. tanah dan sebagainya atau dimana dilakukan pekerjaan persiapan;
b. Memperkerjakan ahli K3 Kimia sekurang-kurangnya 1(satu) orang. d. Dilakukan usaha : pertanian, perkebunan, pembukaan hutan,
c. Membuat dokumen pengendalian potensi bahaya besar. pengerjaan hutan, pengolahan kayu atau hasil hutan lainya,
d. Melaorkan setiap perubahan nama bahan kimia dan kuantitas peternakan, perikanan dan lapangan kesehatan;
bahan kimia proses dan modifikasi instalasi yang digunakan. e. Dilakukan usaha pertambangan dan pengolahan : emas, perak, atau
e. Melakukan pmeriksaan dan pengujian faktor kimia yang ada di bijih logam lainnya, batu – batuan, gas, minyak, atau mineral
tempat kerja sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan sekali. lainnya, baik dipermukaan atau didalam bumi, maupun didasar
f. Melakukan pemeriksaan dan pengujian instalasi yang ada di tempat perairan;
kerja sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun sekali. f. Dilakukan pengangkutan barang, binatang atau manusia, baik
g. Melakukan pemeriksan kesehatan tenaga kerja sekurang-kurangnya didaratan, melalui terowongan, dipermukaan air, dalam air maupun
1 (satu) tahun sekali. udara;
h. Pengujian faktor kimia dan instalasi sebagaimana dimaksud pada g. Dikerjakan bongkar muat barang muatan dikapal, perahu, dermaga,
ayat (1) huruf e dapat dilakukan oleh perusahaan jasa K3 atau dok stasiun dan gudang
instalasi yang berwenang. h. Dilakukan penyelaman, pengambilan benda dan pekerjaan lain
didalam air;
11. Jelaskan ruang lingkup pengawasan K3 kontruksi bangunan dan i. Dilakukan pekerjaan dalam ketinggian diatas permukaan tanah atau
sebutkan peraturan terkait. perairan;
Jawab : Ruang lingkup pengawasan K3 kontruksi bangunan didasari oleh j. Dilakukan pekerjaan dibawah tekanan udara atau suhu yang tinggi
Undang – Undang No 1 Tahun 1970 BAB II Pasal 2 Point 1 dan 2. atau rendah;
Point 1 k. Dilakukan pekerjaan yang mengandung bahaya tertimbun tanah,
Keselamatan kerja dalam segala tempat kerja baik didarat, didalam tanah, kejatuhan, terkena pelantingan benda, terjatuh atau terperosok,
hanyut atau terpelanting;
dipermukaan air, didalam air maupun diudara yang berada didalam wilayah
l. Dilakukan pekerjaan dalam tangki, sumur atau lubang;
kekuasaan hukum Republik Indonesia
m. Terdapat atau menyebar suhu, kelembapan, debu, kotoran, api,
Point 2
asap, gas, hembusan angin, cuaca, sinar atau radiasi, suara atau
getaran.
5. Tiap instalasi penyalur petir hra mendapat sertif dr menteri atau bejabat
12. Sebutkan dan jelaskan kewajiban pengurus dalam mengurangi, yg ditunjuk.
mencegah dan memadamkan kebakaran sesuai kepmenakertrans No.
186/1999! 15. Sebutkan Dasar Hukum Lift !
Jawab: Tentang Unit penanggulangan kebakaran ditempat kerja pasal 2 ayat Jawab : - UU No. 1 th 1970 (Pasal: 2 (2) f
1 yg menyatakan bahwa "pengurus/pengusaha wajib mencegah, “… tempat kerja dimana : f. dilakukan pengangkutan barang, binatang, atau
mengurangi, dan memadamkan kebakaran, latihan penanggulangan manusia, baik didarat, melalui terowongan, dipermukaan air, dalam air,
kebakaran di tempat kerja. maupun udara”.
- UU no. 1 th 1970 : Bab III pasal 3 (1) n
Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja
13. Dalam identifikasi masalah bahaya kebakaran ditempat kerja saudara
untuk :
terdapat beberapa apar telah berakhir masa pakai, cobajelaskan tindakan
anda sebagai AK3! n. “Mengamankan dan memperlancarkan pengangkutan orang, binatang,
Jika apar telah berakhir masa pakainya, segera hubungi bagian tanaman atau barang”.
purchasing agar menghubungi suplier untuk pengisian kembali - Peraturan Menker No. Per. 03/Men 1999
apar. Selain itu jangan lupa dilakukan pemeriksaan jangka 6 bulan dan 12 Dasar pertimbangan : Pertimbangan teknis penetapan peraturan K3 lift
bulan. Pengisian tabung apar harus diisi kembali dengan cara (Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Pe03/men/1999) adalah bahwa
sebagai berikut:
pesawat lift dinilai mempunyai potensi bahaya yang tinggi.
a) Untuk asam soda, busa, bahan kimia harus diisi setiap setahun sekali.
Pasal 25
b) Untuk jenis cairan busa yang dicampur lebih dahulu harus diisi setiap 2
tahun sekali Pengurus yang membuat, memasang, memakai pesawat lift dan perubahan
c) Untuk jenis tabung gas hydrocarbon berhalogen, tabung diisi setiap teknis maupun administrasi harus mendapat izin dari menteri atau pejabat
3 tahun sekali. yang ditunjuknya.
d) Jenis-jenis lainnya diisi setiap 5 tahun sekali. - Kepmenaker No. : Kep. 407/M/BW/1999

14. Sebutkan hal2 yang berkaitan dg instalasi penyalur petir : 16. Mengapa seorang operator suatu peralatan / pesawat yang
Jawab :
membahayakan dalam mengoperasikan harus mendapat lisensidari
1. Landasan hukumnya adalah Peraturan Menteri Tenaga Kerja No Per 02
Men/1989 tentang pengawasan Penyalur Petir dan SNI 04- 0225 2000 (PUIL Depnaker?
2000) Sebagai rujukan untuk sistem proteksi internal/proteksi bahaya Jawab : - Sesuai Permenakertras RI no Per-09/MEN/VII/2010 tentang
sambaran tidak langsung. operator dan petugas pesawat angkat-angkut butir 10: Lisensi K3 adalah
2. Jenis instalasinya ada franklin, sangkar faraday dan elektrosatis (untuk kartu tanda kewenangan seorang operator untuk penanganan pesawat
sambaran langsung) dan menggunakan arrester (untuk sambaran tidak angkat-angkut.
langsung). - Untuk menentukan kelayakan si operator dalam mengoperasikan alat
3. Pada pembumian, elektroda bumi hrs dibuat dan dipasang sehingga
angkat-angkut sesuai dengan Permenker RI No Per- 05/MEN/1985 tentang
tahanan pembumian menjadi sekecil mungkin. Elektroda bumi hrs dipasang
sampai mencapai air dalam bumi pesawat angkat-angkut perlu adanya perlindungan atas keselamatan kerja
4. Tiap rencana instalasi penyalur petir hrs dilengkapi dengan fambar setiap tenaga kerja yang melakukanperbuatan, pemasangan, pemakaian,
rencana instlasi persyaratan pesawat angkat-angkut.
- Untuk memastikan kompetensi operator dalam menjalankan suatu 18. Sebutkan Sumber-sumber bahaya yang terdapat di perusahaan
peralatan / pesawat dapat beroperasi dengan baik dan saudara khususnya dibidang mekanik, pesawat uap dan bejana tekan!
tanpamasalah/kecelakaan maka harus ada lisensi. Jawab : 1. Pesawat tenaga dan produksis
Penggunaan pesawat-pesawat, alat-alat dan mesin-mesin di tempat
17. Jelaskan ruang lingkup pengawasan norma keselamtan dan kesehatan kerja dapat mengakibatkan kecelakaan.
kerja mekanik dan sebutkan peraturan perundangan K3 terkait! 2. Pesawat angkat dan angkut
Jawab : Peraturan perundangan terkait: Ada 2 jenis sumber bahaya pesawat angkat dan angkut, yaitu
- Permenaker RI No. Per-04/MEN/1985 tentang pesawat tenaga produksi
sumber bahaya umum dan sumber bahaya khusus.
- Permenaker RI No. Per-05/MEN/1985 tentang pesawat angkat-angkut
Ruang lingkup K3 mekanik: a. Sumber bahaya umum:
a. Penggerak mula: mengubah suatu bentuk energi menjadi – Kesalahan design
tenaga mekanik – Kesalahan pemasangan
1. Mesin Kalor: motor pembakar luar, motor pembakar dalam Turbin: – Kesalahan pemakaian
Memutar roda (dengan uap, air dan/atau gas – Kesalahan perawatan
2. Kincir Angin – Tidak pernah diperiksa dan diuji kelaikannya
b. Perlengkapan transmisi tenaga mekanik: peralatan yang berfungsi untuk
b. Sumber bahaya khusus:
memindahkan daya/gerakan mekanik dari penggerak mula ke pesawat
lainnya; antara lain: – Bagian-bagian berputar; poros, roda, puli, roda, dll
1. Pully dengan ban mesin – Bagian-bagian bergerak; Gerak vertical, horizontal, maju dan
2. Roda gigi dengan roda gigi mundur. Bagian-bagian yang menanggung beban antara lain;
3. Rantai dengan piringan roda gigi pondasi, kolom-kolom, chasis/kerangka, dll
4. Batang berulir dengan roda gigi –Tenaga penggerak; peledakan, suhu tinggi, kebisingan, getaran.
5. Roda-roda gesek
c. Mesin perkakas kerja: Pesawat atau alat untuk membentuk suatu
Pengenalan Ketel Uap
bahan, barang, produk teknis dengan cara memotong, mengepres,menarik
dan/atau menumbuk; antara lain:mesin asah, poles, pelicin, alat tuang- Ketel uap adalah pesawat yang digunakan untuk memanaskan air menjadi
tempa, pelubang, mesin rol, gerigi, mesin ayak dan pemisah, mesin uap. Peralatan pesawat penguapan ialah suatu alat yang dihubungkan pada
guntuing, mesing pengeping dan pembelah pesawat uap.
d. Mesin Produksi: Semua mesin peralatan kerja yang digunakan untuk Sumber-sumber Bahaya dan Akibatnya:
menyiapkan, membentuk, membuat, merakit, finishing barang produksi / • Mamometer tidak berfungsi dengan baik akan mengakibatkan
teknis; antara lain: mesin pak & bungkus, mesin jahit dan rajut, mesin
ledakan.
pintal dan tenun
• Safety valve tidak berfungsi mengakibatkan tertahannya tekana
e. Dapur: Pesawat yang dengan cara pemanasan digunakan untuk
mengolah, memperbaiki sifat barang/produk barang teknis; antara lain: yang berlebihan.
dapur tinggi, dapur baja, covertor, oven • Gelas duga tidak berfungsi mengakibatkan jumlah air tidak
terkontrol.
• Air pengisi ketel tidak berfungsi mengakibatkan terjadinya
pembengkaan bejana karena tidak adanya transfer panas.
• Boiler tidak dilakukan blow down dapat menimbulkan scall
• Terjadi pemanasan lebih Karena kekelebihan produksi uap. 4. 2 pompa pegisi air
• Tidak berfungsinga pompa air pengisi ketel. 5. 1 alat tanda bahaya
• Karena perubahan tidak sempurna. 6. 1 keran penutup uap induk
• Karena boilernya sudah tua sehingga sudah tidak memenuhi syarat. 7. 2 lemari katup kran penutup air pengisi
• Tidak teraturnya tekanan inspeksi sesuai peraturan yang berlaku. 8. Kran penguras sebanyak yg diperlukan
9. 1 plat nama
19. Jelaskan ruang lingkup pengawasan norma ruang lingkup pengawasan
K3 pesawat uap dan bejana tekan ? 20. Jelaskan dasar hukum dan tujuan dari pelaksanaan sistem manajemen
Jawab : (Permenaker RI no. 37 thn 2016 tentang Keselamatan dam K3 pada setiap tempat kerja!
Kesehatan kerja Bejana tekanan dan Tangki TImbun) Jawab : Dasar hukum SMK3:
Ruang lingkup : meliputi kegiatan - Permenakertrans RI No. Per-18/MEN/XI/2008 tentang penyelenggara audit
sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja
• Perencanaan
- PP No. 50 tahun 2012 tentang penerapan sistem manajemen keselamatan
• Pembuatan dan kesehatan kerja Tujuan SMK3 menurut PP no. 50 tahun 2012:
• Pemasangan a. Meningkatkan efektifitas perlindungan K3 yang terencana, terukur,
• Pengisian terstruktur dan terintegrasi
• Pengangkutan b. Mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja dan PAK dengan
• Pemakaian melibatkan unsur manajemen, pekerja/buruh dan/atau
• Pemeliharaan serikatpekerja/serikat buruh\
• Perbaikan c. Menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman
dan efisien untuk mendorong produktifitas
• Modifikasi
• Penyimpanan 21. Jelaskan 5 (lima) prinsip dasar SMK3? Dan sebutkan peraturan
• Pemeriksaan perundang-undangan sebagai landasan hukum yang mewajibkan setiap
• Pengujian perusahaan menerapkan SMK3!
Objek Pemeriksaan (Peraturan Uap 1930 pasal 6) Jawab : Yang dimaksud dengan SMK3 Berdasarkan Peraturan Pemerintah
• Prosedur penerbitan pengesahan gambar rencana pesawat No.50 Tahun 2012 Pasal 1 adalah bagian dari sistem manajemen
uap dan bejana tekanan perusahaan secara keseluruhan dalam pengendalian risiko yang berkaitan
• Prosedur penerbitan pengesahan kelayakan pembuatan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan
produktif.
pesawat uap dan bejana tekanan
Dalam penerapan SMK3, terdapat 5 prinsip dasar yang harus diterapkan
• Prosedur pemeriksaan dan pengujian pesawat uap dan
oleh perusahaan. Jika salahsatu prinsip tsb tidak diterapkan maka
bejana tekanan konsekuensinya ketika dilakukan Final Audit SMK3 oleh Lembaga Audit
Alat perlengkapan pengaman Pesawat uap dan Bejana Tekanan (Peraturan Independen akan menjadi Temuan MAJOR. Temuan Major ini berakibat
UAP 1930 pasal 12) perusahaan dinyatakan TIDAK LULUS / GAGAL dan diperlukan pembinaan
1. 2 Tingkat pengaman lanjutan oleh Disnaker setempat sebelum dilakukan Audit ulang. 5 Prinsip
2. 1 manometer dasar dalam penerapan SMK3 sesuai dengan kebijakan Nasional tsb yaitu :
3. 2 gelas pedoman air 1. Penetapan kebijakan K3
Penyusunan Kebijakan K3: 22. Sebutkan dan jelaskan hirarki pengendalian resiko K3!
Penetapan Kebijakan:
Pelaksanaan Jawab : (dalam OHSAS 18001:2007)
Peninjauan ulang
Komitmen tingkatan pimpinan • Eliminasi – memodifikasi desain untuk menghilangkan bahaya;
Peran serta pekerja & orang lain di tempat misalnya, memperkenalkan perangkat mengangkat mekanik untuk
menghilangkan penanganan bahaya manual;
2. Perencanaan K3; • Subtitusi – pengganti bahan kurang berbahaya atau mengurangi
- Rencana K3 berdasarkan: penelahaan awal, HIRA, peraturan & energi sistem (misalnya, menurunkan kekuatan, ampere, tekanan,
sumber daya suhu, dll ;
- Rencana K3 memuat: tujuan & sasaran, skala prioritas, upaya • Rekayasa Teknik – menginstal sistem ventilasi, mesin penjagaan,
pengendalian bahaya, penetapan sumber daya, jangka waktu pel, interlock, dll ;
indikator pencapaian, sistem pertanggung jawaban. • Administratif – tanda-tanda keselamatan, daerah berbahaya tanda,
3. Pelaksanaan rencana K3 tanda-tanda foto-luminescent, tanda untuk trotoar pejalan kaki,
1. Penyediaan SDM peringatan sirene / lampu, alarm, prosedur keselamatan, inspeksi
2. Penyediaan sarana & prasarana : Organisasi/unit peralatan, kontrol akses, sistem yang aman, penandaan, dan izin
K3, Anggaran, Prosedur kerja, informasi, pelaporan, kerja, dll ;
pendokumentasian, Instruksi kerja • Alat Pelindung Diri (APD) – kacamata safety, perlindungan
Kegiatan pelaksanaan meliputi: pendengaran, pelindung wajah, respirator, dan sarung tangan.
a. Tindakan pengendalian risiko kec. & PAK
b. Perancangan dan rekayasa
23. Jelaskan Pengertian SMK3 dan Audit SMK3!
c. Prosedur & instruksi kerja
Jawab :
d. Penyerahan sbg Pelaksana Pekerjaan
e. Pembelian/Pengadaan Barang dan Jasa • Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja(SMK3) adalah
f. Produk Akhir bagian dari sistem manajemen perusahaan secra keseluruhan daalm
g. Keadaan Darurat Kec. dan Bencana Industri rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja
h. Rencana & Pemulihan Keadaan Darurat guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien, dan produktif.
4. Pemantauan dan evaluasi kinerja K3; (PP 50 thn 2012)
a. Pemeriksaan, Pengujian dan Pengukuran • Audit SMK3 (PP 50 thn 2012) adalah pemeriksaan secara sistematis
b. Audit Internal SMK3 dan inpenden terhadap pemenuhan kriteria yang telah ditetapkan
5. Peninjauan dan peningkatan kinerja SMK3 untuk mengukur suatu hasil kegiatan yang telah direncanakan dan
a. Tinjauan ulang secara berkala dengan melakukan Rapat dilaksanakan dalam penerapan SMK3 di perusahaan.
b. Tinjauan Manajemen
c. Dapat mengatasi implikasi K3 24. Sebutkan syarat-syarat perusahaan yang wajib menerapkan SMK3!
Dari penjelasan diatas pada point C, Pelaksanaan Rencana K3, perusahaan Jawab : meskipun berdasarkan UUD No. 13 thn 2003 setiap perusahaan
berkewajiban untuk memiliki sumber daya manusia yang berkompeten dan wajib menerapkan SMK3, namun kewajiban dalam PP No. 50 berlaku bagi
bersertifikat sesuai peraturan perundangan. perusahaan :
1. Memperkerjakan TK/buruh > 100 orang; atau
2. < 100 orang dengan tigkat potensi bahaya tinggi sesuai dengan ketentuan 5) Sifat pekerjaan
berlaku undang-undang. 6) Lingkungan kerja

IV. ISIAN 2. Sebutkan dan jelaskan langkah penerapan SMK3 beserta landasan
1. Sebutkan tugas, kewajiban dan wewenang ahli K3 umum! hukumnya!
Jawab : Dalam penerapan SMK3, terdapat 5 prinsip dasar yang
Jawab : - Tugas AK3 Umum:Membantu pimpinan perusahaan atau
harus diterapkan oleh perusahaan. Jika salahsatu prinsip tsb tidak
pengurus menyelenggarakan dan meningkatkan usaha keselamatan diterapkan maka konsekuensinya ketika dilakukan Final Audit SMK3 oleh
kerja, hygiene perusahaan dan kesehatan kerja, membantu pengawasan Lembaga Audit Independen akan menjadi Temuan MAJOR. Temuan Major
ditaatinya ketentuan-ketentuan perundang-udangan bidang K3 ini berakibat perusahaan dinyatakan TIDAK LULUS / GAGAL dan diperlukan
- Kewajiban AK3 Umum: pembinaan lanjutan oleh Disnaker setempat sebelum dilakukan Audit ulang.
5 Prinsip dasar dalam penerapan SMK3 sesuai dengan kebijakan Nasional
a. Membantu mengawasi pelaksanaan peraturan perundangan K3 sesuai tsb yaitu :
dengan bidang yang ditentukan dalam keputusanpenunjukannya 1. Penetapan kebijakan K3
b. Memberikan laporan kepada menteri tenaga kerja atau pejabat yang Penyusunan Kebijakan K3:
ditunjuk mengenai hasil pelaksanaan tugas dengan ketentuan sebagai Penetapan Kebijakan:
Pelaksanaan
berikut:
Peninjauan ulang
1) Untuk AK3 di tempat kerja satu kab dalam 3 bulan kecuali Komitmen tingkatan pimpinan
ditentukan lain Peran serta pekerja & orang lain di tempat
2) Untuk AK3 di perusahaan yang memberikan jasa dibidang K3 setiap
2. Perencanaan K3;
saat setelah selesai melaksanakan kegiatannnya
- Rencana K3 berdasarkan: penelahaan awal, HIRA, peraturan &
3) Merahasiakan segala keterangan tentang rahasia perusahaan sumber daya
/instansi yang didapat berhubungan jabatannya - Rencana K3 memuat: tujuan & sasaran, skala prioritas, upaya
Wewenang AK3 Umum: pengendalian bahaya, penetapan sumber daya, jangka waktu pel,
a. Memasuki tempat kerja sesuai keputusan penunjukan indikator pencapaian, sistem pertanggung jawaban.
3. Pelaksanaan rencana K3
b. Meminta keterangan dan/atau informasi mengenai pelaksanaan
1. Penyediaan SDM
syarat-syarat K3 ditempat kerja dengan keputusan penunjukannya 2. Penyediaan sarana & prasarana : Organisasi/unit
c. Memonitor, memeriksa, menguji, menganalisa, mengevaluasi dan K3, Anggaran, Prosedur kerja, informasi, pelaporan,
memberikan persyaratan serta pembinaan K3 yang meliputi: pendokumentasian, Instruksi kerja
Kegiatan pelaksanaan meliputi:
1) Keadaan dan fasilitas tenaga kerja
a. Tindakan pengendalian risiko kec. & PAK
2) Keadaan mesin-mesin, pesawat, alat-alat kerja, instalasi serta b. Perancangan dan rekayasa
peralatan lainnya c. Prosedur & instruksi kerja
3) Penanganan bahan-bahan d. Penyerahan sbg Pelaksana Pekerjaan
4) Proses produksi e. Pembelian/Pengadaan Barang dan Jasa
f. Produk Akhir
g. Keadaan Darurat Kec. dan Bencana Industri Dengan peraturan perundangan diatur kewajiban dan atau hak tenaga kerja
h. Rencana & Pemulihan Keadaan Darurat untul :
4. Pemantauan dan evaluasi kinerja K3; a. Memberikan keterangan yang benar bila diminta oleh pengawas
a. Pemeriksaan, Pengujian dan Pengukuran atau tenaga ahli keselamatan kerja ;
b. Audit Internal SMK3
b. Memakai alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan;
5. Peninjauan dan peningkatan kinerja SMK3
c. Memenuhi atau mentaati semua syarat-syarat keselamatan dan
a. Tinjauan ulang secara berkala dengan melakukan Rapat
b. Tinjauan Manajemen kesehatan kerja yang diwajibkan;
c. Dapat mengatasi implikasi K3 d. Meminta pada pengurus agar dilaksanakan semua syarat-syarat
Dari penjelasan diatas pada point C, Pelaksanaan Rencana K3, perusahaan keselamatan dan kesehatan yang diwajibkan;
berkewajiban untuk memiliki sumber daya manusia yang berkompeten dan e. Menyatakan keberatan pada pekerjaan dimana syarat
bersertifikat sesuai peraturan perundangan. keselamatan dan kesehatan kerja serta alat-alat perlindungan
diri yang diwajibkan diragukan olehnya, kecuali dalam hal-hal
3. Sebutkan dan jelaskan kewajiban pengurus perusahaan untuk khusus ditentukan lain oleh pegawai pengawa dalam batas-
mencegah, mengurangi, dan memadamkan kebakaran di tempat kerja, batas yang masih dapat dipertanggungjawabkan.
jelaskan disertai landasan hukum 5. Sebutkan dan jelaskan ruang lingkup Pemnaker No. Per 05/ Men/ 1985 !
Jawab : Ruang lingkup pemnaker No. Per 05 / Men / 1985 Pasal 5 terdiri
Jawab : Berdasarkan KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK dari 2 ayat yaitu:
INDONESIA No. : KEP.186/MEN/1999 1. Ayat 1 tentang Peraturan ini berlaku untuk perencanaan, pembuatan,
TENTANG : UNIT PENANGGULANGAN KEBAKARAN DI TEMPAT KERJA pemasangan, peredaran, pemakaian, perubahan dana tau perbaikan tehnis
PASAL 2 AYAT 2 serta pemeliharaan pesawat angkat dan angkut.
Kewajiban mencegah, megurangi dan memadamkan kebakaran di tempat 2. Ayat 2 tentang pesawat angkut dan angkat dimaksud ayat 1 adalah:
kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. peralatan angkat
a. Pengendalian setiap bentuk energi; b. pita transport
b. Penyediaan sarana deteksi, alarm, pemadam kebakaran dan c. pesawat angkutan diatas landasan dan diatas permukaan
sarana evakuasi; d. alat angkutan jalan ril.
c. Pengendalian penyebaran asap, panas dan gas; (SUMBER: TENTANG PESAWAT ANGKAT DAN ANGKUT BAB 2 RUANG
d. Pembentukan unit penanggulangan kebakaran di tempat kerja; LINGKUP PASAL 5 AYAT 1 DAN 2. MODUL HAL 452).
e. Penyelenggaraan latihan dan gladi penanggulangan kebakaran
secara berkala; 6. bagaimana cara penyelenggaraan pelayanan kesehatan kerja sesuai
f. Memiliki buku rencana penanggulangan keadaan darurat dengan peraturan terkait?
kebakaran, bagi tempat kerja yang mempekerjakan lebih dari 50
Jawab : Diselenggarakan langsung oleh pengurus, mengadakan ikatan
(lima puluh) orang tenaga kerja dan atau tempat kerja yang
berpotensi bahaya kebakaran sedang dan berat. dengan dokter atau pelayanan kesehatan pengurus dari beberapa
perusahaan secara bersama sama menyelenggarakan suatu pelayanan
4. Hak dan kewajiban tenaga kerja sebagaimana diatur dalam undang- kesehatan kerja.
undang no.1 tahun 1970!
Jawab : Pasal 12 7. sebutkan objek pengawasan lingkungan kerja serta peraturan
perundangan terkait!
Jawab : Objek pengawasan ling. Kerja : kejatuhan, terkena pelantingan benda, terjatuh, terperosok, hanyut atau
a. Faktor bahaya lingkungan kerja: terpelanting.
- Faktor fisika
- Faktor kimia Dasar hukum k3 konstruksi
- Faktor biologi 1. Undang-Undang Dasar 1945
- Faktor fisiologi 2. Undang-Undang No.1 Tahun 1970
- Faktor psikologi 3. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 1/Men/1980 tentang K3 Konstruksi
b. Hygiene perusahaan : bagian dari kesehatan kerja yg mempelahari Bangunan
ttng identifikasi dan pengendalian resiko kesehatan terutama Terdiri dari : Kewajiban administrasi teknis K3 dan kewajiban teknis K3 bagi
bersifat kimiawi pelaksana konstruksi/kontraktor
c. Pengendalian bahaya besar: menyangkut soal pencegahan dan 4. Surat Keputusan Bersama Menteri Tenaga kerja dan Menteri Pekerjaan
pengurangan akibat kecelakaan besar
Umum No.Kep.174/Men/1986 dan No.104/Kpts/1986, terdiri dari;
d. Pestisida: semua zat kimia dan bahan lain serta zat renik dan virus
a. Ada pengawasan fungsional dari Depnakertrans dan Departemen
yang digunakan untuk memberantas hama tanaman
Pekerjaan Umum (Kimpraswil)
e. Bahan kimia bahaya: semua zat kimia dalam tunggal maupun
campuran yang dapat membahayakan lingkungan dan kesehatan b. Kewajiban setiap pengurus/pemimpin pelaksanaan pekerjaan atau bagian
baik scr lngsung maupun tdk lngsung pekerjaan pelaksana syarat-syarat K3
f. Sanitasi lingkungan: usaha kesehatab masyarakat lingkungan c. Pedoman pelaksanaan tentang keselamatan dan kesehatan kerja pada
industri yang mengadakan pencegahan penyebaran penyakit tempat kegiatan konstruksi.
menular atau gangguan lain terhadap pekerja
9. Jawab : bahwa perusahaan tersebut termasuk perusahaan dengan
Peraturan perundangan:
potensi bahaya besar dan kewajiban yang wajib dilakukan perusahaan
- UU No 1 Thn 1970
- UU No 3 Thn 1964 sesuai dengan keputusan menteri 16/1999 (pasal 16) :
- UU No 7 Thn 1973
a. Memperkerjakan petugas kimia dengan ketentuan apabila diperkerjakan
- PP No 11 Thn 1975
dengan sistem kerja non shift sekurang-kurangnya 2(dua) orang dan apabila
- Permen perburuhan No 7 Thn 1964
diperkerjakan dengan sistem kerja shift sekurang-kurangnya 5(lima) orang;
- Permenaker No 3/Men/1986
b. Memperkerjakan ahli K3 Kimia sekurang-kurangnya 1(satu) orang;
c. Membuat dokumen pengendalian potensi bahaya besar;
8. Sebutkan ruang lingkup pengawasan K3 kontruksi Bangunan dan
sebutkan peraturan perundangan K3 yang terkait! d. Melaporkan setiap perubahan nama bahan kimia dan kuantitas bahan
Jawab : Sesuai dengan Undang-undang No.1 Tahun 1970, ruang lingkupnya kimia, proses dan modifikasi instalasi yang digunakan;
adalah : e. Melakukan pemeriksaan dan pengujian faktor kimia yang ada di tempat
1. Dilakukan pekerjaan pembangunan, perbaikan, perawatan, pembersihan kerja sekurang-kurangnya 6 bulan sekali;
atau pembongkaran rumah, gedung atau bangunan lainnya. f. Melakukan pemeriksaan dan pengujian instalasi yang ada di tempat kerja
2. Dilakukan pekerjaan dalam ketinggian diatas permukaan tanah atau air. sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun sekali;
3. Dilakukan pekerjaan yang mengandung bahaya tertimbun tanah, g. Melakukan pemeriksaan kesehatan tenaga kerja sekurang-kurnagnya 1
(satu) tahun sekali
10. Berapa kebutuhan Ahli K3 Kontruksi berdasarkan jumlah pekerja dan 4. Penerapan kesehatan kerja bagi tenaga kerja
lama pekerjaan proyeknya? Sebutkan landasan hukumnya! 5. Pemakaian boiler dan pesawat angkat dan angkut
Jawab : Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan 6. Apakah perusahaan tersebut wajib menerapkan SMK3
Ketenagakerjaan No: KEP 20/DJPPK/VI/2004 Tentang Sertifikasi Kompetensi
Jawab :
K3 Bidang Konstruksi Bangunan 1. Kelembangaan/organisasi K3 dan Keahlian K3:
Berdasarkan kondisi dilapangan yang terdiri dari 101 pekerja, maka
Menetapkan :
perusahaan perlu membentuk P2K3 dan menunjuk atau mengadakan ahli
Pertama: setiap proyek konstruksi bangunan yg mempekerjakan tenaga
K3, sesuai dalil.
kerja lebih 100 org atau penyelenggaraan proyek diatas 6 bulan, harus
Permenaker No 4 Tahun 1987 Pasal 2 (hal 596)
memiliki sekurang-kurangnya 1 org Ahli Utama K3 Konstruksi, 1 org Ahli
1. Setiap tempat kerja dengan kriteria tertentu pengusaha atau pengurus
Madya K3 Konstruksi dan 2 org Ahli Muda K3 Konstruksi.
wajib membentuk P2K3
2. Tempat Kerja dimana pengusaha atau pengawas memperkerjakan
Kedua: setiap proyek konstruksi bangunan yg mempekerjakan tenaga kerja
100 orang atau lebih
kurang 100 org atau penyelenggaraan proyek dibawah 6 bulan, harus
Permenaker No 4 Tahun 1987 Pasal 3 (hal 597)
memiliki sekurang-kurangnya 1 org Ahli Madya K3 Konstruksi dan 1 org Ahli
1. Keanggotaan P2K3 terdiri dari unsur pengusaha dan pekerja
Muda K3 Konstruksi.
yang susunannya terdiri dari ketua, sekretaris dan anggota.
2. Sekretaris P2K3 ialah ahli Keselamatan Kerja dari perusahaan
Ketiga: setiap proyek konstruksi bangunan yg mempekerjakan tenaga kerja
yang bersangkutan.
kurang 25 org atau penyelenggaraan proyek dibawah 3 bulan, harus
memiliki sekurang-kurangnya 1 org Ahli Muda K3 Konstruksi.
2. Pengendalian Lingkungan kerja dan bahan kimia berbahaya
Pabrik tersebut memiliki bahan kimia sodium picramate dengan kuantitas
60 ton per hari, sesuai,Lampiran III Nama & NAK bahan kimia berbahaya (hal
930).Maka pabrik ini termasuk ke perusahaan potensi bahaya besar
STUDI KASUS sehingga perlu upaya untukmencegah terjadi kecelakaan kerja &
PT. XYZ bergerak dibidang manufacturing, menggunakan bahan kimia PAK(Kepmen 187/1999 pasal 2).Meliputi (Pasal3):
sebagai bahan baku, diantaranya Sodium Picramate dengan kuantitas 60 ton - Penyediaan lembar data keselamatan bahan (LDKB) & Label
per hari, mempunyai karyawan tetap 56 orang dan karyawan tidak tetap 44 - Penunjukan petugas K3 Kimia dan Ahli K3 Kimia
ornag, terdiri dari 59 oranng laki-laki dan 42 orang wanita. Di perusahaan Karna termasuk kategori potensi bahaya besar maka (pasal 16)
tersebut belum ada P2K3 dan ahli K3; menggunakan pesawat angkut berupa a. Mempunyai petugas K3 Kimia dst.
1 (satu) buah over head crane dengan kapasitas 30 ton, 2 (dua) buah forklift b. Memperkerjakan ahli K3 kimmia sekurang-kurngnya 1 orang
dengan kapasitas 25 ton; menggunakan 2(dua) buah boiler yang terletak c. Membuat dokumen pengendalian potensi bahaya besar
dala suatu ruangan dengan kapasitas masing-masing 15ton/jam. d. Dst.
Perusahaan memakai listrik untuk penerangan dan mengoperasikan mesin-
mesin produksi dengan kapasitas 5MW. Sebagai calon ahli K3 umum, 3. Pengendalian Listrik dan penanggulangan kebakaran?
baiamana upaya anda dalam pemenuhan syarat-syarat K3 sesuai dengan Pengendalian Listrik
ketentuan eraturan perundang-undangan di perusahaan tersebut terkait : Perusahaan menggunakan listrik dengan kapasitas 5 MW, jika 1 MW = 1.000
1. Kelembangaan/organisasi K3 dan Keahlian K3 KW = 1.000 KVA, maka 5 MW = 5.000 KVA.Berdasarkan Peraturan Menteri
2. Pengendalian Lingkungan kerja dan bahan kimia berbahaya Ketenagakerjaan Republik Indonesia No. 12 Tahun 2015 Tentang
3. Pengendalian Listrik dan penanggulangan kebakaran Keselamatan dan KesehatanKerja Listrik di Tempat Kerja Pasal 7, bahwa:
“Untuk perusahaan yang memiliki pembangkitan listrik lebih dari 200 (dua 300 orang, atau lebih, atau setiap tempatkerja tingkat resiko bahaya
ratus) kilo Volt-Ampere wajib mempunyai Ahli K3 Bidang Listrik” kebakaran sedang II, sedang III dan berat.
Berdasarkan Keputusan Direktur Jendral Pembinaan Pengawasan Artinya perusahaan ini wajib memiliki regu penanggulangan kebakaran dan
Ketenagakerjaan No: KEP. 89/PPKI/XIII/2012 TentangPembinaan Calon Ahli Ahi K3 spesialis penanggulangan kebakaran.
K3 Spesialis Listrik, menetapkan:
“ Pelakasanaan pemeriksaan, pengujian, pengukuran dan pengawasan 4. Penerapan kesehatan kerja bagi tenaga kerja
instalasi listrik yang aman di tempat kerja harus dilakukan oleh Ahli K3 a. Hal 396. Permenakertrans 3 / 1982 pasal 3: Pengurus wajib memberikan
Spesialis Listrik yang ditunjuk oleh Menteri atau pejabat yang ditunjuk, pelayanan kesehatan kerja sesuai dengan kemajuan ilmupengetahuan dan
sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. PER.02/MEN/1992 teknologi.
Tentang tata cara penunjukan, kewajiban, dan wewenang Ahli Keselamatan b. Dengan tugas pokok pelayanan kesehatan kerja meliputi:
dan Kesehatan Kerja ”. (PerUU K3 Hal. 1217-1219) Hal 396. Permenakertrans 3 / 1982 pasal 2:
Penanggulangan Kebakaran 1. Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja, pemeriksaan berkala dan
Sesuai dengan Kepmenaker No:Kep-186/MEN/1999 tentang Unit pemeriksaan khusus.
Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja Pasal 2 ayat (1)dan (2)dikatakan 2. Pembinaan dan pengawasan atas penyesuaian pekerjaan
bahwa pengurus atau pengusaha wajib mencegah, mengurangi dan terhadap tenaga kerja
memadamkan kebakaran, latihan penanggulangan kebakaran di tempat 3. Pembinaan dan pengawasan terhadap lingkungan kerja
kerja yang meliputi: 4. Pembinaan dan pengawasan pembinaan seni-tair
a. Pengendalian setiap bentuk energy 5. Pembinaan dan pengawasan perlengkapan untuk kesehatan tenaga ke
b. Penyediaan sarana deteksi, alarm, pemadam kebakaran dan rja
sarana evakuasi 6. Pencegahan dan pengobatan terhadap penyakit umum
c. Pengendalian penyebaran asap, panas, dan gas dan penyakit akibat kerja
d. Pembentukkan unit penanggulangan kebakarandi tempat kerja 7. Pertolongan pertama pada kecelakaan
e. Penyelenggaraan pelatihan dan gladi penanggulangan 8. Pendidikan kesehatan untuk tenaga kerja dan latihan untuk
kebakaran secara berkala petugas pertolonngan pertama pada kecelakaan
f. Memiliki buku rencana penanggulangan keadaan darurat 9. Memberikan nasehat mengenai perencanaan dan pembuatan tempat
kebakaran, bagi tempat kerja yang mempekerjakan lebih kerja, pemilihan alat pelindung diri yang diperlukan dangizi serta
dari 50 (limapuluh) orang tenaga kerja dan atau tempat kerja yang penyelenggaraan makanan di tempat kerja.
berpotensi bahaya kebakaran sedang dan berat. 10. Membantu usaha rehabilitasi akibat kecelakaan atau penyakit akibat
Perusahaan menggunakan bahan kimia Sodium Picramate yang merupakan kerja
bahan kimia yang mudah meledak.Pasal 4 ayat (1),Perusahaan termasuk 11. Pembinaan dan pengawasan terhadap tenaga kerja yang mempunyai
kedalam klasifikasi tingkat resiko bahaya kebakaran berat.Unit kelainan tertentu dalam kesehatannya
Penanggulangan kebakaran dalampasal 5terdiri dari : 12. Memberikan laporan berkala tentang pelayanan kesehatan kerja
a. Petugas peran kebakaran kepada pengurus.
b. Regu penanggulangan kebakaran
c. Koordinator unit penanggulangan kebakaran 5. Pemakaian boiler dan pesawat angkat dan angkut
d. Ahi K3 spesialis penanggulangan kebakaran sebagai penanggung Boiler (Hal 159 Peraturan UAP 1930) dan (Hal 152 didalam Modul)
jawab teknis. - Pengendalian pada periode perencanaan
Dalam pasal 6, regu penanggulangan kebakaran dan Ahi K3 spesialis 1. Permohonan (Kepala dinas setempat)
penanggulangan kebakaran ditetapkan untuk tempat kerjatingkat resiko 2. Gambar rencana
bahaya kebakaran ringan dan sedang I yang mempekerjakan tenaga kerja 3. Sertif material (bila ada)
4. Perhitungan kekuatan kontruksi
- Pengendalian padaperiode pembuatan/perakitan/pemasangan
1. Penilaian pengesahan gambar rencana
- Cek dokumen Teknik
- Penilaian kontruksi
- Prosedur pemberian pegesahan gambar rencana
2. Pengawasan pelaksanaanpembuatan/perakitan/pemasangan
- Pemeriksaan status perusahaan pembuat
- Pemeriksaan status juru las
- Pemeriksaan visual bahan baku / komponen
- Pemeriksaan visual hasil lasan
- Pemeriksaan ketebalan
- Pemeriksaan dimensi
- Pemeriksaan ketidak bulatan
- Pemeriksaan tidak merusak (ndt)
- Pengujian hydrotest / padat dengan air
- Pemeriksaan pengembangan menetap (b. baja)
- Pemeriksaan berat (b. baja)
- Pengujian pecah (b. baja)
3. Pengendalian Pada Perioda Pemakaian
a. Adanya ijin / pengesahan pemakaian
b. Operator pesawat uap memenuhi syarat
c. Ketentuan lain
- Pemeriksaan BERKALA
- Pemeriksaan KHUSUS
- Pemeriksaan ULANG
- Prosedur REPARASI / MODIFIKASI
- Mutasi / Pemindahan

6. Apakah perusahaan tersebut wajib menerapkan SMK3


Ya, perusahaan wajib menerapkan SMK3 Karena pekerja pada perusahaan t
ersebut lebih dari 100 orang, sesaui “ PP 50 tahun 2012pasal 5 (hal 236).
Selain itu dengan adanya SMK3 akan bermanfaat pada perusahaan
1. Mencegah kecelakaan kerja melalui eliminasi potensi bahaya
2. Meningkatkan tingkat kesadaran terhadap pelaksaan K3 melalui perba
ikan berkelanjutan
3. Mendapat pengakuan sebagai perusahaan bebas kecelakaan kerja
4. Meningkatkan peluang bisnis
1. Bagaimana tata cara pelaporan P2K3 ? Kelompok kelembagaan dan Keahlian K3
Menurut; Nomor : Per.04/Men/1987 Tentang Panitia Pembina Keselamatan Dan
Kesehatan Kerja Serta Tata Cara Penunjukan Ahli Keselamatan Kerja
Pasal 12
“Sekurang-kurangnya 3 bulan sekali pengurus wajib menyampaikan laporan
tentangkegiatan P2K3 kepada Menteri melalui Kantor Departemen Tenaga Kerja
setempat.”
2. Mengapa perlu penanggulangan TB di tempat kerja dan bagaimana cara
menanggulanginya ?

Terdapat beberapa alasan mengenai perlunya penanggulangan TB di tempat kerja antara lain :

 Karena tempat kerja merupakan lingkungan spesifik, populasi terkonsentrasi tempat dan
waktu yang sama sehingga merupakan salah satu lingkungan potensial dalam penularan
TB.
 TB sebagian besar menyerang pekerja pada usia yang produktif
 Pekerja umumnya tinggal di sekitar perusahaan dg perumahan padat & lingkungan tidak
sehat.
 Pelayanan kesehatan kerja di perusahaan melaksanakan upaya yankes, tetapi pelayanan
TB belum menerapkan strategi DOTS (Directly-Observed Treatment Short-course) atau
biasa disebut dengan pengobatan jangka pendek dengan pengawasan langsung.
 Sebagian manajemen masih diskriminatif terhadap pasien TB (PHK atau ditolak waktu
melamar pekerjaan).

Cara penanggulangan TB di tempat kerja yaitu dengan melakukan penerapan pengendalian TB di


tempat kerja, antara lain :

Kebijakan dan Strategi Pengendalian TB di TempatKerja :

 Kebijakan Pengendalian TB di Tempat Kerja mengacu pada Kebijakan Nasional


Pengendalian TB;

 Kebijakan diintegrasikan dengan program K3 di perusahaan;

 Penyelenggaraan Pengendalian TB (Tim TB DOTS) ditetapkan langsung oleh pimpinan


tertinggi di tempat kerja dan atau pimpinan puskesmas wilayah tempat kerja;

 Memberdayakan unit dan personel K3 di tempat kerja;

 Pengendalian TB merupakan bagian dari kegiatan surveilans nasional TB;


 Pengendalian TB di tempat kerja merupakan satu kesatuan pengendalian TB di wilayah
tempat kerja.

Komitmen Pimpinan Tempat kerja :

• Untuk membangun komitmen perlu dilakukan advokasi oleh Tim/Koordinasi (Disnaker,


Dinkes, Puskesmas, LSM, asosiasi pengusaha, SP/SB)

• Diperlukankomitmenantaralainuntuk:

• Menyediakan & mengembangkan sumber daya di tempat kerja

• Memfasilitasi pembentukan Tim TB DOTS, ketersediaan OAT

• Meningkatkan peran serta pekerja dan masyarakat dalam pencegahan, penemuan


dini kasus dan PMO (pengawas menelan obat), dll.

Strategi DOTS di TempatKerja :

 Komitmenpolitis
 Diagnosa dengan mikroskop
 Pengobatan jangka pendek dengan pengawasan langsung
 Jaminan ketersediaan OAT yang bermutu
 Monitoring dan evaluasi

Dukungan Sumber Daya :

 Sumber dana
 Sumber daya manusia
 Sarana dan prasarana
 Kebutuhan logistic

Jejaring pengendalian TB di tempat kerja :

 Keterbatasan sarana & prasarana faskes di tempat kerja perlu dikembangkan jejaring
kerja baik internal maupun eksternal
 Suatu sistem jejaring dapat dikatakan berfungsi secara baik apabila penemuan pasien dan
pengobatan berjalan baik di tempat kerja
Dasar Hukum

 Undang-undang Nomor 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja


 Undang-undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular (Lembaran
Negara Tahun 1984 Nomor 20, tambahan Lembar Negara Nomor 3273);
 Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Tahun
2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063);
 Undang-undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional;
 Undang-undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
(Lembaran Negara RI Tahun 2011, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5256);
 Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 1993 tentang Penyakit yang Timbul Akibat
Hubungan Kerja;
 Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Nasional (Lembaran
Negara RI Tahun 2012 Nomor 193);
 Peraturan Presiden RI Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan Nasional
(Lembaran Negara RI Tahun 2013 Nomor 29);
 Permenakertrans No. 02 Tahun 1980 tentang Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja;
 Permenakertrans No. 03 tahun 1982 tentang Pelayanan Kesehatan Kerja;
 Keputusan Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan No 22 Tahun 2008 tentang
Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Kerja.
KELOMPOK 3

 Argya Gilang Kusuma


 Astien Artsen Asyari
 Athia Khairiyah

3. Jenis-jenis pekerjaan apa saja di bidang konstruksi yang menggunakan surat izin :
 Menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 04 / PRT / M/2011 tentang Pedoman
Persyaratan Pemberian Izin Usaha Jasa Konstruksi Nasional. Izin Usaha Jasa Konstruksi
yang selanjutnya disingkat IUJK adalah izin untuk melakukan usaha di bidang jasa
konstruksi yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota.
 Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Jasa
Konstruksi, Izin Usaha Jasa Konstruksi yang selanjutnya disebut Izin Usaha adalah izin
yang diberikan kepada badan usaha untuk menyelenggarakan kegiatan Jasa Konstruksi.
Dan Jenis usaha Jasa Konstruksi meliputi:
a. usaha jasa Konsultansi Konstruksi;
b. usaha Pekerjaan Konstruksi; dan
c. usaha Pekerjaan Konstruksi terintegrasi.
 Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Jasa
Konstruksi, Pasal 12 sampai dengan Pasal 15 meliputi:

No. Jenis Sifat Klasifikasi Usaha Layanan Usaha


Usaha Usaha
1 Konsultansi a. umum; a. arsitektur; a. pengkajian;
Konstruksi; dan b. rekayasa; b. perencanaan;
c. rekayasa terpadu; dan c. perancangan;
d. arsitektur lanskap dan d. pengawasan; dan/atau
perencanaan wilayah. e. manajemen
penyelenggaraan konstruksi.
b. a. konsultansi ilmiah dan a. survei;
spesialis. teknis; dan b. pengujian teknis; dan/atau
No. Jenis Sifat Klasifikasi Usaha Layanan Usaha
Usaha Usaha
b. pengujian dan analisis c. analisis
teknis.
2 Pekerjaan a. umum; a. bangunan gedung; dan a. pembangunan;
Konstruksi dan b. bangunan sipil. b. pemeliharaan;
c. pembongkaran; dan/atau
d. pembangunan kembali.
b. a. instalasi; Pekerjaan bagian tertentu
spesialis. b. konstruksi khusus; Dari bangunan konstruksi
c. konstruksi atau bentuk fisik lainnya.
prapabrikasi;
d. penyelesaian
bangunan; dan
e. penyewaan peralatan.
3 Pekerjaan a. bangunan gedung; dan a. rancang bangun; dan
Konstruksi b. bangunan sipil. b. perekayasaan, pengadaan,
terintegrasi. dan pelaksanaan.

Sementara IUJK sendiri dibagi menjadi 3 yaitu:

1. IUJK Nasional
IUJK Nasional adalah Izin untuk melakukan usaha di bidang jasa konstruksi yang
diberikan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota. (Pasal 1 Angka 5). Berdasarkan Peraturan
Menteri No. 04/PRT/M/2011 tentang Pedoman Persyaratan Pemberian Izin Usaha Jasa
Konstruksi Nasional.

2. IUJK PMA (Penanam Modal Asing)


IUJK PMA adalah Izin untuk melakukan usaha yang diberikan oleh Pemerintah kepada
BUJK PMA untuk melakukan kegiatan Jasa Konstruksi di Indonesia. (Pasal 1 Angka 8).
Berdasarkan Peraturan Menteri No. 03/PRT/M/2016 tentang Petunjuk Teknis Pemberian
Izin Usaha Jasa Konstruksi Penanaman Modal Asing

3. IUJK BUJK (Badan Usaha Jasa Konstruksi Asing disebut juga IUJK Perwakilan)
IUJK BUJK adalah Izin Perwakilan adalah izin untuk melakukan usaha yang diberikan
oleh Pemerintah kepada BUJKA untuk melakukan kegiatan jasa konstruksi di Indonesia.
(Pasal 1 Angka 4). Berdasarkan Peraturan Menteri No. 10/PRT/M/2014 tentang Pedoman
Persyaratan Pemberian Izin Perwakilan Badan Usaha Jasa Konstruksi Asing
4. Masalah forklift 15 ton dan 50 ton dan peraturan yang dipakai.

Peraturan yang dipakai :


Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI No 09 Tahun 2010 tentang Operator dan Petugas
Pesawat Angkat dan Angkut.

Pasal 12
Operator forklift diklasifikasikan menjadi dua, yaitu :
a. Operator Kelas I
b. Operator Kelas II
Operator forklift kelas I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 huruf a berwenang :
 Mengoperasikan forklift dan/atau lift truk sesuai dengan jenisnya dengan kapasitas lebih dari 15
ton;
 Mengawasi dan membimbing kegiatan operator kelas II
Operator forklift kelas II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 huruf b berwenang mengoperasikan
forklift sesuai jenisnya dengan kapasitas maksimum 15 ton.

Pasal 14
Operator forklift kelas I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 huruf a harus memenuhi persyaratan
sebagai berikut :
a) Sekurang-kurangnya berpendidikan SLTA/Sederajat.
b) Berpengalaman sekurang-kurangnya 3 tahun membantu pelayanan di bidangnya.
c) Berbadan sehat menurut keterangan dokter.
d) Umur sekurang-kurangnya 21 tahun.
e) Memiliki Lisensi K3 dan buku kerja.
Operator forklift kelas I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 huruf b harus memenuhi persyaratan
sebagai berikut :
a) Sekurang-kurangnya berpendidikan SLTP/Sederajat.
b) Berpengalaman sekurang-kurangnya 1 tahun membantu pelayanan di bidangnya.
c) Berbadan sehat menurut keterangan dokter.
d) Umur sekurang-kurangnya 19 tahun.
e) Memiliki Lisensi K3 dan buku kerja.
5. Tata cara penempatan kota P3K dan jenis nya

Kotak P3K yang dimaksud harus memenuhi syarat sebagai berikut: (PERMEN 15 TAHUN
2008 PASAL 10)

a. Terbuat dari dari bahan yang kuat dan mudah dibawa, berwarna dasar putih dengan
lambang P3K berwarna hijau;
b. Isi kotak p3k sebagaimana dimaksud tercantum dalam lampiran II Permen ini dan tidak
boleh diisi bahan atau alat selain dibutuhkan untuk pelaksanaan P3K ditempat kerja;
c. Penempatan kotak P3K;
1. Pada tempat yang mudah dilihat dan dijangkau, diberi tanda arah yang jelas, cukup
cahaya serta mudah diangkat apabila akan digunakan;
2. Disesuaikan dengan jumlah pekerja/buruh, jenis dan jumlah kuotak P3K sebagaimana
tercantum dalam Lampiran III Permen ini;
3. Dalam hal ini tempet kerja dengan unit kerja berjarak 500 meter atau lebih masing-
masing unit kerja harus menyediakan kotak P3K sesuai jumlah pekerja/buruh;
4. Dalam hal tempat kerja pada lantai yang berbeda di gedung bertingkat, maka masing-
masing unit kerja harus menyediakan kotak P3K sesuai jumlah pekerja/buruh.
Tabel 1

LAMPIRAN III PERMEN 15 TAHUN 2008

JUMLAH PEKERJA/BURUH, JENIS P3K DAN JUMLAH


KOTAK P3K

Jumlah Jumlah Kotak P3K Tiap 1


Jenis Kotak P3K
Pekerja/Buruh (Satu) Unit Kerja
kurang dari 26 A
pekerja/buruh 1 kotak A
1 kotak B atau,
26 s.d 50 pekerja/buruh B/A
2 kotak A
1 kotak C atau,
51 s.d 100 2 kotak B atau,
C/B/A
pekerja/buruh 4 kotak A atau,
1 kotak B dan 2 kotak A
1 kotak C atau,
setiap 100 2 kotak B atau,
C/B/A
pekerja/buruh 4 kotak A atau,
1 kotak B dan 2 kotak A
Tabel 2

LAMPIRAN II PERMEN 15 TAHUN 2008

ISI KOTAK P3K


Jenis
No Isi
Kotak A Kotak B Kotak C
1 Kasa steril terbungkus 20 40 40
2 Perban (lebar 5 cm) 2 4 6
3 Perban (lebar 10 cm) 2 4 6
4 Plester lebar (1,25 cm) 2 4 6
5 Plester cepat 10 15 20
6 Kapas (25 gram) 1 2 3
7 Kain segitis/mittela 2 4 6
8 Gunting 1 1 1
9 Peniti 12 12 12
10 Sarung tangan sekali pakai 2 3 4
11 (Pasangan) 2 4 6
12 Masker 1 1 1
13 Pinset 1 1 1
14 Lampu senter 1 1 1
15 Gelas untuk cuci mata 1 2 3
16 Kantong plastik bersih 1 1 1
17 Aquades (100 ml air, saline) 1 1 1
18 Povidon lodin (60 ml) 1 1 1
19 Alkohol 70% 1 1 1
20 Buku panduan P3K di tempat kerja 1 1 1
21 Buku catatan 1 1 1
Daftar isi
Kelompok 6

ILHAM NOVIANDRY
IMAM MAULANA FAUZI
INDRA SUYANTO

6. Jumlah ak3 konstruksi yang dibutuhkan berdasarkan jumlah tenaga kerja dan luas area
proyek
KEP NO 20/DJPPK/VI/2004
a. Proyek > 6 bulan atau TK > 100 org
- Min. 1 org Ahli Utama
- Min. 1 org Ahli Madya
- Min. 2 org Ahli Muda
b. Proyek < 6 bulan atau TK < 100 org
- Min. 1 org Ahli Madya
- Min. 1 org Ahli Muda
c. Proyek < 3 bulan atau TK < 25 org
- Min. 1 org Ahli Muda
d. Teknisi perancah harus memiliki lisensi
TUJUAN PELAKSANAAN K3 LISTRIK

7. Menurut Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI No 12 Tahun 2015 pasal 3, tujuan


pelaksanaan K3 Listrik yaitu :
1. Melindungi keselamatan dan kesehatan tenaga kerja dan orang lain yang berada di dalam lingkungan
tempat kerja dari potensi bahaya listrik;
2. menciptakan instalasi listrik yang aman, handal dan memberikan keselamatan bangunan beserta isinya;
dan
3. Menciptakan tempat kerja yang selamat dan sehat untuk mendorong produktivitas.
8. Sebutkan kewajiban pengurus yang menggunakan bahan asbes dalam proses produksi!

Menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 03 Tahun 1985


Pasal 4,
Pengurus berkewajiban :
a) menyediakan alat-alat pelindung diri bagi tenagakerja
b) memberi penerangan kepada tenaga keria mengenai :
1) bahaya yang mungkin terjadi karena pemaparan asbes
2) cara-cara kerja yang aman
3) pemakaian alat pelindung diri yang benar.
c) memberitahukan secara tertulis kepada Menteridan menjelaskan proses produksi,
jenis asbes yang dipakai atau ditambang, barang jadi dan lokasi kegiatan-
kegiatannya selambat-lambatnya dalamwaktu 14 hari sebelumproses produksi
dimulai
d) memasang tanda atau rambu-rambu di tempat tertentu di lingkungan kerja
sedemikian rupa sehingga mudah dilihat atau dibaca,bahkan setiap orang yang
berada di lokasi tersebut harus menggunakan alat pelindung diri sesuai dengan
tanda atau rambu-rambu yang ada

Pasal 5,
“Pengurus wajib melakukan pengendalian terhadap debu asbes yang terkandung di udara
di lingkungan kerjadengan mengambil sample pada beberapa tempat yang diperkirakan
konsentrasi debu asbes nya tinggi dalam setiap 3 bulan atau pada frekwensi tertentu.”

Pasal 6,
“Pengurus harus memberikan kepada tenaga kerja yang bekerja dalam tambang atau
setiap proses yang memakai asbes sebuah buku petunjuk yang secara terperinci
menjelaskan mengenai bahaya-bahaya yang berhubungan dengan asbes dan cara-cara
pencegahannya.”
9 . Perusahaan saudara mempunyai Overhead Crane kapasitan 100 ton. Sebutkan dan jelaskan
pemenuhan Norma dan Persyaratan K3nya . Lengkap dengan dasar hukumnya

Segala upaya pengendalian yang mendasari sifat preventif yang dilakukan secara sistimatis dan
menyeluruh atas segala hal yang terkait dengan “Keberadaan” peralatan PA dan A, yaitu mulai dari
perencanaan hingga purna pakai.

1. Dalam Tahap Perencanaan PAA


 Setiap perencanaan pesawat angkat dan angkut harus mendapatkan pengesahan dari pihak
atau Pejabat yang ditunjuknya (Permenaker 5 Tahun 1985 ) ( pasal 134-135 )
 Pihak atau pejabat yang di tunjuk berhak mengadakan perubahan teknis terkait atas
permohonan yang di ajukan . (Permenaker 5 Tahun 1985 ) ( pasal 136 )
 Pembuatan dan pemasangan pesawat angkat dan angkut harus dilaksanakan oleh pembuat
dan pemasang yang telah mendapat pengesahan oleh Direktur atau Pejabat yang ditunjuknya.
(Permenaker 5 Tahun 1985 ) ( pasal 137 )
 Setelah Proses perencanaaan dan pemasangan selesai , maka dilanjutkan untuk diperiksa
dan diuji terlebih dahulu dengan standard uji yang telah ditentukan oleh pengawas k3
spesialis dan biayanya di tanggung oleh pengusaha . (Permenaker 5 Tahun 1985 ) ( pasal
138 & 139 )
 Bahan konstruksi serta perlengkapan dari pesawat angkat dan angkut harus cukup kuat, tidak
cacat dan memenuhi syarat. ((PERMENAKER 5/1985 Pasal 2 )

2. Dalam Pengoperasian PAA


 Pengusaha / Pengurus harus mempekerjakan operator dan/atau petugas pesawat angkat dan
angkut yang memiliki Lisensi K3 dan buku kerja (PERMENAKER 9/2010 Pasal 3)
 Setiap pesawat angkat dan angkut harus dilayani oleh operator yang mempunyai kemampuan
dan telah memiliki ketrampilan khusus tentang Pesawat Angkat dan Angkut.
(PERMENAKER 5/1985 Pasal 4 )
 Pesawat angkat dan angkut harus dioperasikan oleh operator pesawat angkat dan angkut yang
mempunyai Lisensi K3 dan buku kerja sesuai jenis dan kualifikasinya (PERMENAKER
9/2010 Pasal 5)
 Pengoperasian Pesawat angkat dan angkut (PERMENAKER 5/1985 Pasal 3 )
 Persyaratan operator peralatan angkat dan angkut (PERMENAKER 9/2010 Pasal 7)
 Pengoperasian pesawat angkat dan angkut dapat dibantu oleh petugas ( Juru Ikat dan Teknisi
) pesawat angkat dan angkut yang mempunyai Lisensi K3 dan buku kerja sesuai jenis dan
kualifikasinya (PERMENAKER 9/2010 Pasal 18)
 Persyaratan Juru Ikat dan Teknisi untuk pesawat angkut (PERMENAKER 9/2010 Pasal 19-
20)
 Tata cara dan persyaratan memperoleh lisensi k3 dan buku kerja bagi operator dan petugas
pesawat angkat dan angkut (PERMENAKER 9/2010 Pasal 21-27)
 Kewenangan operator dan petugas pesawat angkat dan angkut (PERMENAKER 9/2010
Pasal 28-33)
 Kewajiban Operator dan petugas pesawat angkat dan angkut (PERMENAKER 9/2010 Pasal
34)
 Pembinaan Operator dan petugas pesawat angkat dan angkut (PERMENAKER 9/2010 Pasal
35)
 Jumlah Operator Tower Crane yang di butuhkan ( Lampiran PERMENAKER 9/2010)

3. Perawatan
 Pemeriksaan dan pengujian ulang pesawat angkat dan angkut dilalksanakan selambat-
lambatnyna 2 (dua) tahun setelah pengujian pertama dan pemeriksaan pengujian ulang
selanjutnya dilaksanakan 1 (satu) tahun sekali. (PERMENAKER 5/1985 Pasal 138)
Essay
10. kapan instalasi penyalur petir harus diperiksa dan diuji ?
Jawab:
Terdapat dalam permen no 02 tahun 1989 tentang pengawasan instalasi penyalur petir.di BAB
IX pemeriksaan dan pengujian
Pasal 50
(1) Setiap instalasi penyalur petir dan bagian harus dipelihara agar selalu bekerja dengan tepat,
aman dan memenuhi syarat;
(2) Instalasi penyalur petir harus diperiksa dan diuji:
a. Sebelum penyerahan instalasi penyalur petir dan instalatir kepada pemakai;
b. Setelah ada perubahan atau perbaikan suatu bangunan dan atau instalasi penyalur petir;
c. Secara berkala setiap dua tahun sekali;
d. Setelah ada kerusakan akibat sambaran petir;
KUMPULAN REGULASI
PEMBINAAN CALON AHLI K3 UMUM
PT. GARUDA SYSTRAIN INTERINDO

K3 Secara Umum, Kelembangaan K3 dan Keahlian K3, SMK3

- UU No. 1/1970 (Keselamatan Kerja)


- Permenaker No. 3/1984 (Pengawasan Ketenagakerjaan Terpadu)
- Kepmenaker No.155/1984 (Tentang Penyempurnaan Keputusan Kemnakertrans No.
Keputusan 125/1982 Tentang Pembentukan Sususan dan Tata Kerja Dewan Keselamatan dan
Kesehatan Kerja Nasional, Dewan Keselamatan Kesehatan Kerja Wilayah dst)
- Permenaker No. 4/1987 (P2K3 Serta Tatacara Penunjukan Ahli K3)
- Kepmenaker No. Kep. 1135/1987 (Bendera Keselamatan Kerja)
- Kepmenaker No. Kep. 245/1990 (Hari Keselamatan Kerja Nasional)
- Permenakretrans No. 2/1992 (Tatacara Penunjukan Kewajiban dan Wewenang Ahli K3)
- Permenaker No. 4/1993 (Jaminan Kecelakaan Kerja)
- Permenaker No. 4/1995 (PJK3)
- Permenaker No. 3/1998 (Tatacara Pelaporan dan Pemeriksaan Kecelakaan)
- UU No. 13/2003 (Ketenagakerjaan)
- Kepmenakertrans No. Kep. 239/2003 (Pedoman Pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Calon
Ahli K3 Umum)
- Kep Dirjen PPK 20/2004 (Sertifikasi Kompetensi K3 Bidang Konstruksi Bangunan)
- Permenakertrans No. 1/2007 (Pedoman Pemberian Penghargaan K3)
- Permenakertrans No. 18/2008 (Penyelenggaraan Audit SMK3)
- Kepmenakertrans No. Kep. 372/2009 (Petunjuk Pelaksanaan Bulan K3 Nasional Tahun 2010-
2014 Kecelakaan)
- Permenakertrans No. 8/2010 (APD)
- Peraturan Presiden 21/2010 (Pengawasan Ketenagakerjaan)
- Surat Edaran Menakertrans No. SE. 02/2011 (Peningkatan Pembinaan dan Pengawasan PJK3)
- Surat Edaran Menakertrans No. SE. 03/2011 (Pelaksaan Penunjukan Ahli Kesehatan Kerja
Sebagaimana UU 1/1970 yang Selanjutnya disebut Ahli K3)
- Keputusan Dirjen Binawas No. 48/2011 (Bidang Jasa Pembinaan K3)
- PP 50/2012 (Penerapan SMK3)
- Permenaker No. 26/2014 (Penyelenggaraan Penilaian Penerapan SMK3)
- Permenaker No. 18/2016 (Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja)
- Kep Dirjen Pembinaan Pengawasan K3 No. KEP. 69/PPK&K3/X11/2015 (Pedoman
Pembinaan Calon AK3U)

PT. Garuda Systrain Interindo


HSE Consultant, Training & Certification, HSE Assessment & Man Power
KUMPULAN REGULASI
PEMBINAAN CALON AHLI K3 UMUM
PT. GARUDA SYSTRAIN INTERINDO

K3 Mekanik

- Permenaker No. 4/1985 (Pesawat Tenaga & Produksi)


- Permenaker No. 5/1985 (Pesawat Angkat & Angkut)
- Kepmenaker 452/M/BW/1996 (Pemakaian Pesawat Angkat & Angkut Jenis Rental)
- SKB Dirjen Hub & Dirjen Binawas No. PP/72/3/9-99 Kep. 507/Bw/1999 (Pemeriksaan &
Pengujian Terhadap Pesawat Angkat & Angkut, Pesawat Uap & Bejana Tekan yang Berada di
Kapal & Pelabuhan)
- Surat Edaran Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan No 1/DJPPK/VI/2009 (Petunjuk
Teknis Pelaksanaan Pembinaan dan Pengujian Lisensi K3 Bagi Petugas dan Operator Pesawat Uap,
Pesawat Tenaga & Produksi, Pesawat Angkat & Angkut)
- Permenakertrans No. 09/MEN/VII/2010 (Operator & Petugas Pesawat Angkat Angkut)
- Keputusan Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan No 75/PPK/XII/2013 (Petunjuk
Teknis Pembinaan Calon Ahli K3 Bidang Pesawat Uap & Bejana Tekan, Pesawat Angkat &
Angkut, dan Pesawat Tenaga & Produksi)
- Permenaker No. 3/2016 (K3 Pesawat Tenaga Produksi)
- Standar Nasional Atau Standar Internasional

K3 Pesawat Uap dan K3 Bejana Tekanan

- UU Uap 1930 (Stoom Ordonnantie)


- PP Uap 1930 (Stoom Verordening)
- Permenaker No. 37/2016 (K3 Bejana Tekanan dan Tangki Timbun)
- Permenakertrans No. 2/1982 (Kualifikasi dan Syarat-Syarat Juru Las)
- Permenaker No. 1/1988 (Kualifikasi dan Syarat-Syarat Operator Pesawat Uap)
- Surat Edaran Menteri No. 06/1990 (Ketentuan Pewarnaan Tabung Gas Bertekanan)
- Keputusan Bersama Dirjen Perhubungan Laut dan Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan
Pengawasan Ketenagakerjaan No. PP.72/3/9-99, Kep. 507/NW/1999 (Pemeriksaan dan
Pengujian Terhadap Pesawat Angkat Angkut, Pesawat Uap dan Bejana Tekanan yang berada di
Kapal dan di Pelabuhan)
- SE Menakertrans No. SE. 05/2011 (Lisensi/Surat Ijin Operator Pesawat Uap)

PT. Garuda Systrain Interindo


HSE Consultant, Training & Certification, HSE Assessment & Man Power
KUMPULAN REGULASI
PEMBINAAN CALON AHLI K3 UMUM
PT. GARUDA SYSTRAIN INTERINDO

K3 Kontruksi Bangunan

- Permenakertrans No. 1/1980 (K3 pada Konstruksi Bangunan)


- SKB Menaker dan Men-PU ke 174/1986 dan No. 104/KPTS/1986 (K3 pada Tempat Kegiatan
Kontruksi Beserta Pedoman Pelaksanaan K3 pada Tempat Kegiatan Kontruksi)
- Instruksi Menaker 1/1992 (Pemeriksaan Keberadaan Unit Organisasi K3)
- Surat Edaran Dirjen Binawas 13/Bin/1998/KK/IV/1997 (Wajib Lapor Pekerja Proyek
Kontruksi)
- Kep Dirjen PPK 20/2004 (Sertifikasi Kompetensi K3 Bidang Konstruksi Bangunan)
- SE Menakertrans No. SE. 3/2008 (Peningkatan Pengawasan K3 Terhadap Pemasangan dan
Penggunaan Atau Pengoperasian Gondola)
- Permenaker No. 9/2016 (K3 dalam Pekerjaan Pada Ketinggian)

K3 Listrik

- Permenaker No. 02/1989 (Pengawasan Instalasi Penyalur Petir)


- Permenaker No. 31/1995 (Perubahan Permen 2/1989)
- Permenaker No. 3/1999 (Syarat-Syarat K3 Listrik Untuk Pengangkatan Orang dan Barang)
- Kep 407/1999 (Persayaratan, Penunjukkan, Hak dan Kewajiban Teknisi Lift)
- SNI 04-0025-2000 (PUIL 2000) (Sebagai Rujukan Untuk Sitem Prod Internal, Proteksi Bahaya
Sambaran Tidak Langsung)
- Kepmenakertrans No. Kep. 75/2002 (Pemberlakuan SNI No. SNI-040-0225-2000 Mengenai
PUIL di Tempat Kerja)
- Kep 311/2002 (Sertifikasi Kompetensi K3 Teknisi Listrik)
- Permenaker No. 12/2005 (K3 Listrik di Tempat Kerja)
- Keputusan 47/PPK&K3/VIII/2015 (Pembinaan Calon Ahli K3 Bidang Listrik)
- Keputusan 48/PPK&K3/VIII/2015 (Pembinaan Teknik K3 Listrik)
- Permenaker No. 33/2015 (Perubahan Atas Peraturan Menteri UU 12/2015 Tentang
Keselamatan dan Kesehatan Kerja Listrik di Tempat Kerja)
- Permenaker No. 31/2015 (Perubahan atas Permenaker 2/1989 ttg Pengawasan Instalasi
Penyalur Petir)
- Permenaker No. 32/2015 (Perubahan atas Permenaker 3/1999 ttg Syarat-Syarat K3 Lift untuk
Pengangkutan Orang dan Barang)

PT. Garuda Systrain Interindo


HSE Consultant, Training & Certification, HSE Assessment & Man Power
KUMPULAN REGULASI
PEMBINAAN CALON AHLI K3 UMUM
PT. GARUDA SYSTRAIN INTERINDO
- Permenaker No. 33/2015 (Perubahan atas Permenaker 12/2015 ttg K3 Listrik di Tempat
Kerja)
- Permenaker No. 6/2017 (K3 Elevator dan Eskalator)

K3 Penanggulangan Kebakaran

- Permenakertrans No. 4/1980 (Syarat-Syarat Pemasangan dan Pemiliharaan APAR)


- Permenaker No. 2/1983 (Instalasi Alarm Pemadan Kebakaran Otomatis)
- Kepmenaker No. 4/1986 (Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja)
- Instruksi Menteri II/M/B/1997 (Pegawasan Khusus K3 Penanggulangan Kebakaran)
- Kepmenaker No. 186/1999 Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja)
- Kepmen 75/2002 (Pemberlakuan SNI No. SNI-04-0225-2000 Mengenai PUIL 2000 di Tempat
Kerja)

Kesehatan Kerja

- PMP No. 7/1964 (Syarat Kesehatan, Kebersihan serta Penerangan Tempat Kerja)
- UU 3/1969 (Persetujuan Higiene dalam Kantor)
- Permenakertrans No. 1/1976 (Kewajiban Hygiene Perusahaan, K3 Bagi Dokter Perusahaan)
- Permenakertrans No. 1/1979 (Kewajiban Latihan Hygiene Perusahaan K3 Bagi Tenaga
Paramedis Perusahaan)
- Surat Edaran (SE) Menaker No. 01/1979 (Pengadaan Kantin dan Ruang Makan)
- Permenakertrans No. 2/1980 (Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja dalam Penyelenggaraan
Keselamatan Kerja)
- Permenakretrasn No. 1/1981 (Kewajiban Melapor Penyakit Akibat Kerja (PAK))
- Permenakertrans No. 3/1982 (Pelayanan Kesehatan Tenaga Kerja)
- Kepmenaker No. Kep. 333/1989 (Diagnosa dan Pelaporan PAK)
- SE 86/BW/1989 ( Mengelola Makan Bagi Tenaga Kerja)
- Kepres No. 22/1993 (Penyakit yang Timbul Karena Hubungan Kerja)
- Permenaker No. 1/1998 (Penyelenggaraan Pemeliharaan Kesehatan Bagi Tenaga Kerja dengan
Manfaat Lebih Baik dari Jaminan Pemeliharaan Dasar Jamsostek)
- Permen 4/1998 (Pengangkatan, Pemberhentian dan Tata Kerja Dokter Penasihat)
- Kepmenakertrans No. Kep. 79/2003 (Pedoman Diagnosis dan Penialaian Cacat karena KAK
dan PAK)
- Kepmenakertrans No. Kep. 68/2004 (Pencegahan HIV/AIDS di Tempat Kerja)

PT. Garuda Systrain Interindo


HSE Consultant, Training & Certification, HSE Assessment & Man Power
KUMPULAN REGULASI
PEMBINAAN CALON AHLI K3 UMUM
PT. GARUDA SYSTRAIN INTERINDO
- Permenakertrans No. 11/2005 (Pencegahan & Penanggulangan Penyalahgunaan NAPZA di
Tempat Kerja)
- Permen 25/2008 (Pedoman Diagnosis dan Penilaian Cacat Karena Kecelakaan dan PAK)
- Permenakertrans No. 15/2008 (P3K di Tempat Kerja)
- Surat Edaran Binwasnaker (Pengujian Hepatitis B dan Pemeriksaan Tempat Kerja)
- SE 280/2010 (Pandemi Influenza)

K3 Lingkungan Kerja dan Bahan Kimia Berbahaya

- Peraturan Menteri Perburuan (PMP) No. 07/1964 (Syarat Kesehatan Kebersihan serta
Penerangan di Tempat Kerja)
- UU No. 3/1969 (Persetujuan Konvensi Organisaasi Perburuan Internasional No. 120 Mengenai
Hygiene dalam Perniagaan dan Kantor-Kantor)
- PP No. 7/1973 (Pengawasan Atas Peredaran, Ppenyimpanan dan Penggunaan Pestisida)
- Permenaker No. 03/Men/1985 (K3 Pemakaian Asbes)
- Permenaker No. 03/Men/1986 (Syarat-Syarat K3 di Tempat Kerja yang Mengelola Pestisida)
- Kepmenaker No. 187/1999 (Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya)
- SE Menakertrans No.SE. 140/2004 (Pemenuhan Kewajiban Syarat-Syarat K3 di Industri Kimia
dengan Potensi Bahaya Besar)
- Keputusan Dirjen Binwasnaker No.113/DJPPK/IX/2008 (Pedoman dan Pembinaan Teknik
Petugas K3 Ruang Terbatas)
- SK Dirjen Binwasnaker 45/DJPPK/IX/2008 (Pedoman K3 dalam Pekerja pada Ketinggian
dengan Menggunakan Akses Tali)
- Permenakertrans No. 13/MEN/X/2011 (Nilai Ambang Batas (NAB) Faktor Fisika & Faktor
Kimia di Tempat Kerja)
- SE Menakertrans No. SE. 1/2012 (Pemenuhan Kewajiban Syarat-Syarat Keselamatan
Kewajiban Syarat-Sayarat K3 di Ruang Terbatas/Confined Space)
- Keputusan Dirjen PPK 84/PPK/X/2012 (Tatacara Penyusunan Penggunaan Dokumen
Pengendalian Potensi Bahaya Besar dan Menengah)
- Kep Dirjen PPK No.64/PPK/XI/2013 (Pedoman Pembinaan K3 Pekerja Penyelam dalam Air)
- Permenaker No. 9/2016 (K3 dalam Pekerjaan Ketinggian)
- Permenaker No. 5 Tahun 2018 (K3 Lingkungan Kerja).

PT. Garuda Systrain Interindo


HSE Consultant, Training & Certification, HSE Assessment & Man Power
LATIHAN SOAL
POST TEST
CALON AHLI K3 UMUM
KEMNAKER RI
1. Berdasarkan pasal 14 Undang-Undang No. 1 tahun 1970 yang bukan 8. Yang dimaksud dengan “pengurus” berdasarkan Undang-Undang
kewajiban pengurus perusahaan adalah: No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja adalah:
a. Memberikan kebebasan berserikat. a. Pengusaha.
b. Menyediakan alat pelindung diri. b. Orang yang memimpin langsung suatu tempat kerja.
c. Memasang gambar poster k3 ditempat kerja. c. Pemegang saham.
d. Menempatkan semua syarat-syarat K3 dan lembaran Undang- d. Setingkat manajemen perusahaan
Undang No. 1 tahun 1970 ditempat kerja.
9. Pasal 13 Undang-Undang No. 1 tahun 1970 menyatakan “Barang
2. Pengurus diwajibkan melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi siapa akan memasuki suatu tempat kerja, diwajibkan menaati
ditempat kerja yang dipimpinnya, pada pejabat yang ditunjuk oleh semua petunjuk keselamatan kerja dan memakai alat pelindung
Menteri Tenaga Krja. Ketentuan tersebut terdapat didalam Undang- diri yang diwajibkan”. Ketentuan ini mengikat kepada:
Undang No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja pada pasal: a. Orang yang terkait langsung dengan pekerjaan di tempat
a. Pasal 3 kerja.
b. Pasal 8 b. Hanya pada instalasi-instalasi yang dianggap sangat
c. Pasal 11 berbahaya.
d. Pasal 15 c. Hanya untuk tamu atau orang lain yang bukan pekerja.
d. Setiap orang baik yang bersangkutan maupun tidak
3. Yang masuk didalam ruang lingkup obyek pengawasan k3 brsangkutan dengan pekerjaan ditempat kerja.
berdasarkan Undang-Undang No. 01 tahun 1970 tentang
keselamatan kerja adalah: 10. Pengertian keselamatan kerja secara filosofis ialah:
a. Tempat kerja. a. Suatu pemikiran dan upaya penerapannya untuk menjamin
b. Perusahaan swasta. keutuhan dan kesempurnaan khussusnya tenaga kerja baik
c. Tempat kerja milik Negara. jasmani, maupun rohani, baik karya dan budaya menuju
d. Tempat usaha apa saja. masyarakat adil makmur dan sejahtera.
b. Upaya untuk menjamin agar sumber produksi dapat
4. Kondisi tempat kerja yang berbahaya sangat erat kaitannya dengan: digunakan secara efisien.
a. Cara kerja. c. Upaya untuk mencegah dan mengurangi timbulnya
b. Jawaban a,c dan d benar. kecelakaan dan penyakit akiibat kerja.
c. Mesin, pesawat, alat. d. Upaya untuk menekan cost dan berupaya untuk
d. Proses produksi. menghasilkan produktifitas yang tinggi.

5. Dalam rangka pembinaan kepada tenaga kerja, didalam Undang- 11. Keputusan penunjukan Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Undang Nomor 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja ialah satu dicabut apabila:
kewajiban pengurus antara lain: a. Tidak memenuhi peraturan perundang-undangan K3.
a. Melakukan audit K3. b. Melakukan kesalahan dan kecerobohan sehingga
b. Mengadakan pemantauan lingkungan. menimbulkan keadaan berbahaya.
c. Menunjukan dan menjelaskan kondisi dan bahaya yang dapat c. Dengan sengaja atau karena kekhilafannya menyebabkan
timbul ditempat kerja kepada tenaga kerja baru. terbukanya rahasia perusahaan/instansi yang karena
d. Mengadakan penyuluhan kepada masyarakat sekitar mengenai jabatannya wajib untuk dirahasiakan.
kemungkinan bahaya yang dapat timbul d. Semua jawaban benar.

6. Yang menjadi batasan pengertian kecelakaan kerja adalah suatu 12. Yang bukan merupakan kewajiban Ahli K3 menurut peraturan
kejadian yang mengakibatkan: perundangan-undangan adalah:
a. Adanya korban luka-luka dan atau meninggal dunia. a. Memberikan gaji karyawan.
b. Adanya kerusakan peralatan produksi. b. Memberikan laporan kepada Menteri Tenaga Kerja atau
c. Lingkungan tercemar. pejabat yang ditunjuk mengenai hasil pelaksanaan tugasnya.
d. Terganggunya proses pekerjaan/produksi walaupun tidak terjadi c. Memintai keterangan atau informasi mengenai pelaksanaan
korban yang cidera maupun kerusakan peralatan syarat-syarat K3 di tempat kerja.
d. Membuat surat teguran terhadap pelanggaran ketentuan
7. Yang dapat menjadikan kecelakaan kerja adalah: perundangan-undangan K3 di tempat kerja.
a. Perbuatan manusia yang tidak aman.
b. Kondisi yang tidak aman. 13. Audit SMK3 eksternal, dilaksanakan sekurang-kurangnya:
c. Hanya jawaban b yang benar. a. Satu kali setahun.
d. Jawaban a dan b benar. b. Satu kali dalam 2 (dua) tahun.
c. Satu kali dalam 4 (empat) tahun.
d. Satu kali dalam 3 (tiga) tahun.
14. Sebagai dasar hokum penunjukan Ahli Keselamatan dan Kesehatan a. Nilai Ambang Batas.
Kerja adalah: b. Nilai Ambang Kualitas (NAK).
a. Permenaker No. Per-04/Men/1987 c. Nilai Baku Mutu Lingkungan.
b. Permenaker No. Per-02/Men/1992 d. Semua Jawaban benar.
c. Permenaker No. Per-02/Men/1988
d. Permenaker No. Per-01/Men/1988 23. Pada pasal 86 Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 ayat (1)
menyatakan ; setiap pekerja/buruh mempunyai hak untuk
15. Sesuai dengan peraturan perundang-undangan Ahli K3 berwenang memperoleh perlindungan atas, kecuali:
untuk, antara lain: a. Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
a. Melakukan audit external SMK3. b. Penghidupan yang layak.
b. Mengadakan analisa kecelakaan kerja dimanapun. c. Moral dan kesusilaan.
c. Memasuki tempat kerja sesuai dengan keputusan penunjukan. d. Perlakuan yang sesuai dengan hasrat dan martabat manusia
d. Semua jawaban benar. serta nilai-nilai agama.

16. Peraturan yang mengatur SMK3 adalah: 24. Dalam pelaksanaan K3 di tempat kerja, upaya pengendalian
a. Peraturan Pemerintah No.50/2012 resiko dilakukan dengan uruan sebagai berikut:
b. Permenaker No. Per-05/Men/1995 a. Identifikasi, monitoring, pengendalian.
c. Permenaker No. Per-04/Men/1997 b. Monitoring, evaluasi, pengendalian.
d. Permenaker No. Per-02/Men/1992 c. Identifikasi, evaluasi, pengen Dalian, monitoring.
d. Identifikasi, monitoring, evaluasi dan pengendalian.
17. Pengawasan K3 yang bersifat preventif dan represif mliputi:
a. Perencanaan. 25. Badan atau lembaga di tingkat perusahaan yang bertugas
b. Parencanaan dan modifikasi. memberi pertimbangan dan dapat membantu pelaksanaan usaha
c. Prencanaan, pembuatan dan pemakaian. pencegahan kecelakaan serta dapat memberikan penerangan
d. Pemakaian dan peredaran. yang efektif kpada par pekerja adalah:
a. Panitia Pembna Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3)
18. Setiap instalasi dan pesawat yang digunakan ditempat kerja harus b. Forum bipartite
memiliiki izin pemakaian, hal tersebut bertujuan: c. Forum tripartite
a. Agar efektif, efesien dan aman dalam pemakaiannya. d. Forum komunikasi serikat pekerja perusahaan
b. Semua jawaban benar.
c. Memenuhi peraturan perundangan. 26. Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. Kep.187/Men/1999
d. Memperpanjang umur pesawat. mengatur tentang:
a. Bahan kimia berbahaya.
19. Audit SMK3 bertujuan untuk: b. Bahan kimia berbahaya di tempat kerja.
a. Memiliki administrasi K3. c. Pengendalian bahan kimia berbahaya di tempat kerja.
b. Mengetahui pelaksanaan K3 di perusahaan besar dan beresiko d. Semua jawaban salah.
tinggi.
c. Membukti pelaksanaan K3 sesuai peraturan perundangan K3. 27. Penerapan SMK3 di tempat kerja bersifat:
d. Membuktikan kesesuaian penerapan sistem manajemen K3. a. Wajib bagi tenaga kerja.
b. Wajib bagi setiap perusahaan.
20. Audit SMK3 dapat dilakukan oleh: c. Suka rela bagi perusahaan yang berorientasi ekspor.
a. Auditor internal. d. Wajib bagi perusahaan besar dan beresiko bahaya tinggi.
b. Jawaban a dan d benar
c. Anggota P2K3. 28. Dokter yang bertanggung jawab terhadap Pelayanan Kesehatan
d. Auditor eksternal. Kerja di perusahaan (dokter perusahaan) wajib mendapatkan
pelatihan Hyperkes. Hal ini tersebut diatur dalam:
21. Sesuai dengan Permenaker No. Per.04/Men/1987pengusaha atau a. Permenaker No. Per-02/Men/1992
pengurus wajib membentuk P2K3 di: b. Permenaker No. Per-03/Men/1982
a. Setiap perusahaan. c. Permenaker No. Per-05/Men/1985
b. Kantor pusat suatu grup perusahaan. d. Permenaker No. Per-01/Men/1976
c. Setiap tempat kerja yang mempekerjakan 100 orang atau lebih.
d. Setiap unit kerja di perusahaan besar. 29. Salah satu bentuk pengendalian bahan kimia berbahaya sesuai
Kepmenakertrans No. Kep.187/Men/1999 adalah:
22. Standar faktor-faktor lingkungan kerja yang dianjurkan tempat kerja a. Penetapan Nilai Ambang Kuantitas.
agar tenaga kerja masih dapat mnerimanya tanpa mengakibatkan b. Penyediaan Lembar Data Keselamatan Bahaya dan Label.
penyakit atau gangguan kesehatan, dalam pekerjaan sehari-hari c. Penetapan Kategori Potensi Bahaya Perusahaan.
untuk waktu tidak mlebihi 8 jam sehari atau 40 jam seminggu, sering d. Penetapan Nilai Ambang Batas.
disebut sebagai:
30. Tugas dan kewajiban Ahli K3 Kimia antara lain: 37. Penerapan norma-norma ergonomik di tempat kerja meliputi
a. Merahasiakan segala keterangan yang berkaitan dengan norma- norma:
rahasia perusahaan atau instansi yang diddapat karena a. Pembebanan kerja fisik, sikap tubuh dalam bekerja,
jabatannya. mengangkut dan mengangkat.
b. Memberikan laporan kepada menteri atau pejabat yang b. Pemberian gizi kerja.
ditunjuk mengenai hasil pelaksanaan tugasnya. c. Pemberian alat pelindung diri.
c. Jawaban a dan b salah. d. Jawaban a, b dan c benar.
d. Jawaban a dan b benar.
38. Untuk menjamin kemampuan fisik dan kesehatan kerja yang
31. Jalan terakhir untuk menghindari keracunan akibat polusi udara sebaik- baiknya perlu diadakan pemeriksaan tenaga kerja yang
ruangan kerja adalah: terarah. Pemeriksaan tersebut meliputi:
a. Mengeluarkan udara kotor dalam ruangan. a. Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja, pemeriksaan
b. Mengganti bahan tersebut dengan bahan yang lebih baik. kesehatan awal dan pemeriksaan khusus.
c. Memasang ventilasi lebih banyak. b. Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja dan pemeriksaan
d. Memakai respirator. khusus.
c. Pemeriksaan sebelum kerja, pemeriksaan kesehatan berkala
32. Pengaruh bahan kimia berbahaya terhadap kesehatan dan pemeriksaan kerja khusus.
tergantung kepada konsentrasi dan lamanya paparan terjadi, d. Semua jawaban benar.
pengaruh tersebut dapat menyebabkan hal sebagai berikut,
kecuali: 39. Faktor-faktor lingkungan kerja yang dapat menyebabkan
a. Menyebabkan iritasi, korosif, sulit bernafas, menimbulkan kecelakaan atau penyakit akibat kerja adalah:
alergi, keracunan sistematik. a. Faktor fisiologis
b. Menyebabkan kanker, kerusakan/kelainan janin. b. Semua jawaban benar
c. Menyebabkan kebakaran dan peledakan. c. Faktor psikologi
d. Pneumoconiosis dan menyebabkan efek bius. d. Faktor kimia

33. Yang termasuk kategori bahan berbahaya adalah jenis bahan 40. Setiap perusahaan catering yang mengelola makanan pada
yang mempunyai sifat antara lain: perusahaan, sesuai Surat Edaran Dirjen Binawas SE
a. Oksidator, mudah meledak, mudah menyala atau terbakar. No.86/BW/1989 harus terlebih dahulu mendapatkan:
b. Memancarkan radiasi. a. Surat Keputusan Penunjukan dari Dirjen Binawas.
c. Semua jawaban benar. b. Surat Izin Catering di tempat kerja.
d. Korosif, iritasi karsinogenik. c. Jawaban a, b dan d benar.
d. Rekomendasi dari Disnaker setempat.
34. Pengendalian bahan kimia berbahaya di tempat kerja merupakan
suatu usaha untuk mencegah kecelakaan dan penyakit akibat 41. Beban kerja fisik yang diberikan kepada tenaga kerja tidak boleh
kerja. Dasar hukumnya adalah: melebihi:
a. Kepmenaker No. Kep-187/Men/1999 a. 10-15% dari kemampuan kerja maksimum.
b. Permenaker No. Per-03/Men/1986 b. 25-30% dari kemampuan kerja maksimum.
c. Kepmenaker No. Kep-51/Men/1999 c. 30-50% dari kemampuan kerja maksimum.
d. SE No. 01 tahun 1999 d. 30-40% dari kemampuan kerja maksimum.

35. Bahan kimia dalam bentuk tunggal atau campuran yang 42. Kewajiban pengusaha atau pengurus instalasi bahaya besar
berdasarkan sifat kimia, fisika, atau toksikologi berbahaya sesuai Kepmenakertrans Nomor: Kep.187/Men/1999 adalah
terhadap tenaga kerja, instalasi dan lingkungan, kecuali: sebagai berikut, kecuali:
a. Bahan beracun, bahan beraktif. a. Mempekerjakan Ahli K3 kimia
b. Cairan mudah larut. b. Pengujian instalasi sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun sekali.
c. Bahan mudah meledak, bahan oksidator. c. Membuat dokumen pngendalian instalasi bahaya besar.
d. Cairan mudah terbakar, gas mudah terbakar d. Pembuatan dokumen job safety.

36. Permenaker No.Per-03/Men/1982 mengatur tentang pelayanan 43. Pemeriksaan kesehatan tenaga kerja secara awal, berkala dan
kesehatan kerja. Tujuan dari pelayanan kesehatan kerja: khusus merupakan kewajiban dari pada pengusaha terhadap
a. Jawaban b dan c benar. tenaga kerjanya. Peraturan yang mengaturnya adalah:
b. Memberikan bantuan kepada tenaga kerja dalam a. Permenaker No.Per-03/Men/1982
penyesuaian diri baik fisik, mental terutama dalam b. Permenaker No.Per-02/Men/1980
penyesuaian pekerjaan dengan tenaga kerja. c. Permenaker No.Per-51/Men/1997
c. Memberikan pengobatan dan perawatan serta rehabilitasi d. Permenaker No.Per-04/Men/1998
bagi tenaga kerja yang menderita sakit.
d. Jawaban b dan c salah.
44. Penyesuaian pekerjaan, sikap dan peralatan disebut: 51. Yang dimaksud dengan ketel uap adalah:
a. Ilmu biologi a. Pesawat yang menghasilkan uap yang dipergunakan diluar
b. Ilmu fisika pesawatnya.
c. Ilmu ergonomi b. Pesawat yang menghasilkan uap yang dipergunakan diluar
d. Ilmu psikomotorik pesawatnya dan harus ada disetiap perusahaan.
c. Pesawat yang menghasilkan uap yang dipergunakan diluar
45. Penerangan/pencahayaan yang cukup dalam suatu ruangan pesawatnya dan harus ada disetiap perusahaan.
tempat kerja, dapat memberikan: d. Jawban a, b dan c benar.
a. Keletihan mata yang cepat.
b. Kenyamanan bekerja. 52. Sesuai Permenaker No. Per.05/Men/1985 setiap pesawat dan
c. Produktivitas kerja rendah. angkut wajib dilakukan pengujian setelah pegujian pertama.
d. Absensi menurun. Pengujian tersebut selambat-lambatnya :
a. 4 (empat) tahun setelah pengujian pertama.
46. Manfaat penilaian lingkungan kerja: b. 2 (dua) tahun setelah pengujian pertama.
a. Sebagai dasar untuk menentukan dana perbaikan dan c. 1 (satu) tahun setelah pengujian pertama.
rencana selanjutnya. d. 3 (tiga) tahun setelah pengujian pertama.
b. Sebagai dasar untuk menyatakan kondisi lingkungan kerja
membahayakan atau tidak. 53. Yang bukan merupakan tujuan pemeriksaan visual pada setiap
c. Sebagai dasar untuk menentukan tingkat kecelakaan terjadi. pesawat uap baru yaitu untuk mengetahui:
d. Tenaga kerja mendapat informasi kondisi lingkungan. a. Kondisi seluruh alat perlengkapan pengamannya.
b. Kapasistas produksi uap kering yang dapat digunakan
47. Nilai Ambang Batas (NAB) kebisingan untuk pemajanan 8 jam per sesungguhya.
hari, sesuai Permenakertrans No.Per 13/Men/2011 adalah: c. Kondisi seluruh bagian konstruksi dan seluruh alat
a. 85 dBA perlengkapan pengamanannya.
b. 90 dBA d. Kondisi sisi luar dan seluruh alat perlengkapan
c. 80 dBA pengamanannya.
d. 95dBA
54. Yang tidak termasuk bejana tekan berdasarkan Permenaker No.
48. Penyakit akibat kerja merupakan penyakit yang disebabkan oleh Per.01/Men/1982 adalah:
pekerjaan dan lingkungan kerja. Untuk menghindari kejadian a. Botol-botol baja yang mempunyai volume air paling rendah 60
tersebut perlu dilakukan usaha-usaha preventif yang berupa liter.
jaminan pelayanan kesehatan yang merupakan salah satu dari 4 b. Botol-botol baja yang mempunyai volume air paling tinggi 60
(empat) program Jamsostek. Peraturan yang mengatur hak tersebut liter.
adalah: c. Bejana transport yang mempunyai volume air lebih dari 60
a. Permenaker No.Per-03/Men/1982 liter.
b. Undang-undang No. 1 tahun 1970 d. Bejana penyimpanan gas atau campuran dalam keadaan
c. Undnag-undang No. 3 tahun 1992 padat dikempa menjadi cair terlarut atau beku.
d. Permenaker No.Per-03/Men/1985
55. Peledakan pada ketel uap dapat tejadi karena:
49. Kesehatan tenaga kerja merupakan dasar dari tenaga kerja untuk a. Tinggi air didalam ketel uap dibawah batas aman.
meningkatkan produktivitas dan lingkungan kerja yang aman dan b. Tidak memilliki thermometer.
nyaman. Upaya tersebut meliputi tindakan preventif dengan jalan c. Jawaban a dan b benar.
pelaksanaan pelayanan kesehatan kerja di perusahaan. Hal tersebut d. Peledakan hanya dapat tejadi bila tingkap pengaman tidak
diatas diatur dalam: bekerja.
a. SE Menaker No.02/1986
b. Permenaker No.Per-03/Men/1986 56. Pengertian dari pesawat angkat dan angkut adalah suatu pesawat
c. Permenaker No.Per-03/Men/1982 atau alat yang digunakan untuk:
d. Permenaker No.Per-02/Men/1980 a. Memindahkan muatan pada jarak tertentu.
b. Memindahkan, mengangkut muatan vertical dan horizontal.
50. Ruang lingkup Permenaker No. Per.05/Men/1985 meliputi: c. Memindahakan, mengangkut muatan vertical dan horizontal
a. Pesawat tenaga dan produksi. dalam jarak yang ditentukan.
b. Peralatan angkat, pita transport, pesawat angkutan diatas d. Semua jawaban benar.
landasan dan diatas permukaan, alat angkutan jalan rel.
c. Pesawat lift.
d. Semua jawaban benar.
57. Berdasarkan Peraturan Menteri Perburuhan NO. 07 tahun 1964 64. Dalam melayani pesawat tenaga dan produksi yang sedang
tentang syarat-syarat kesehatan, kebersihan serta penerangan beroperasi, seorang operator dapat:
dalam tempat kerja, maka dalam suatu tempat kerja dengan a. Dilarang meninggalkan tempat kerja.
tenaga kerja sejmlah 60 orang, jumlah kakus/W minimal yang b. Mewakilan kepada orang lain.
harus disediakan: c. Meninggalkan tempat kerjanya untuk keperluan penting.
a. 1 d. Jawban a, b dan c benar.
b. 4
c. 3 65. Berdasarkan Permenaker No. Per-05/Men/1985 setiap pesawat
d. 2 angkat dan angkut harus uji terlebih dahulu antara lain dengan
pengujian beban lebih sebesar:
58. Pemeriksaan berkala pada bejana uap dilakukan setiap: a. 110% dari jumlah beban maksimum.
a. Selambat-lambatnya setiap 3 (tiga) tahun sekali. b. 125% dari jumlah beban maksimum.
b. Selambat-lambatnya setiap 4 (empat) tahun sekali c. 120% dari jumlah beban maksimum.
c. Selambat-lambatnya setiap 2 (dua) tahun sekali. d. 135% dari jumlah beban maksimum.
d. Selambat-lambatnya setiap 1 (satu) tahun sekali
66. Pengujian unit pesawat tenaga dan produksi dilakukan selambat-
59. Pemeriksaan bahan pada pesawat uap dapat dilakukan apabila telah lambatnya:
berumur: a. 2 (dua) tahun sekali.
a. 25 tahun. b. 3 (tiga) tahun sekali.
b. 35 tahun. c. 10 (sepuluh) tahun sekali.
c. 30 tahun. d. 5 (lima) tahun sekali.
d. 40 tahun.
67. Pernyataan yang benar sesuai dengan peraturan yang berlaku
60. Ketel uap yang mengalami temperature berebihan (overheating) mengenai setiap pesawat angkat dan angkut yang akan dibuat
adalah disebabkan oleh: dan dipasang:
a. Tingkat pengaman tidak bekerja. a. Pembuat dan pemasang tidak perlu mendapat pengesahan.
b. Kapasitas pembakaran terlalu besar. b. Jawaban a, c dan d benar.
c. Tinggi air didalam ketel uap dibawah batas aman. c. Pemilik/pemakai dapat menentukan persyaratan.
d. Smua jawaban benar. d. Pembuat dan pemasang harus mendapat pengesahan.

61. Akte izin Pemakaian Pesawat Uap diberikan kepada pemakai 68. Kekurangan air didalam ketel uap pada saat sedang dioperasikan
bilamana: tidak dapat mengakibatkan:
a. Semua jawaban benar. a. Terjadinya kenaikan temperature air.
b. Hasil pemeriksaan dan pengujian alat-alat perlengkapan b. Terjadinya kenaikan tekanan kerja.
pengamanan dan alat-alat pembakaran memenuhi syarat. c. Semua jawaban salah.
c. Hasil pemeriksaan dan pengujian pesawat uap dan alat-alat d. Terjadinya overheating dan peledakan.
perlengkapan otomatisnya memenuhi syarat.
d. Hasil pemeriksaan dan pengujian pesawat uap dan alat-alat 69. Pesawat Uap dan Bejana Tekan, baru dapat dibuat apabila:
perlengkapan pengamanannya memenuhi syarat. a. Mempunyai gambaran rencana.
b. Jawaban a, c dan d telah terpenuhi.
62. Kapan suatu pesawat uap harus dilakukan pemeriksaan secara c. Mempunyai perhitungan kekuatan konstruksi.
khusus (secara keseluruhan): d. Telah mempunyai pengesahan gambar rencana.
a. Sesudah berumur 50 tahun.
b. Sesudah terjadi kecelakaan. 70. Tingkat pengamanan pada pesawat uap dan bejana tekan
c. Sesudah dilakukan pemeriksaan bahan (PB) sebanyak 3 (tiga) berfungsi untuk:
kali. a. Menahan tekanan.
d. Sebelum pemeiksaan bahan (PB) sebanyak 3 (tiga) kali. b. Untuk mengatur tekanan.
c. Membuang air berlebih.
63. Pemeriksaan berkala pada ketel uap darat berpindah dilakukan d. Membuat tekanan secara otomatis apabila terjadi tekanan
setiap: lebih.
a. Selambat-lambatnya setiap 1 (satu) tahun sekali.
b. Selambat-lambatnya setiap 3 (tiga) tahun sekali. 71. Cara mengambil/memotong pelat badan pesawat uap yang akan
c. Selambat-lambatnya setiap 2 (dua) tahun sekali. diuji dengan cara:
d. Selambat-lambatnya setiap 4 (empat) tahun sekali. a. Digergaji.
b. Dipotong dengan alat potong las listrik.
c. Dipotong dengan brander las.
d. Dibor.
72. Pengawasan K3 bidang mekanik yang bersifat prevent meliputi:
a. Perencanaan, pembuatan, prosedur pemakaian dan perawatan. 80. Penggunaan lift yang salah yaitu:
b. Perencanaan dan pemakaian. a. Kapasitas angkut harus sesuai dengan izin lift.
c. Perencanaan, reparasi da modifikasi. b. Kapasitas angkut lift dicantumkan dan dipasang dalam kereta
d. Jawaban a, b dan c salah. lift.
c. Kapasitas angkut lift tidak dicantumkan dan dipasang didalam
73. Pesawat angkut diatas landasan dan diatas permukaan adalah: kereta lift.
a. Dongkrak, pneumatic, gondola, keran tower dan takel. d. Penetapan jumlah orang yang diangkut berdasarkan SNI yang
b. Escalator, rantai berjalan dan ban berjalan. berlaku.
c. Truk, trakto, kereta gantung, truk derek dan forklift.
d. Semua jawaban benar. 81. Surat Izin Operasi pemakaian lift berlaku selama:
a. 2 (dua) tahun dan dapat diperbaharui kembali.
74. Beberapa dasar hukum yang terkait dengan K3 Mekanik seperti b. 3 (tiga) tahun dan dapat diperbaharui kembali.
tertera dibawah ini kecuali: c. 5 (lima) tahun dan dapat diperbaharui kembali.
a. Permenaker No. Per-04/Men/1985. d. Semua jawaban salah.
b. Permenaker No. Per-05/Men/1985.
c. Permenaker No. Per-04/Men/1987. 82. Potensi bahaya pada instalasi listrik diantaranya:
d. Permenakertrans No. Per-09/Men/VII/1985 a. Peledakan.
b. Beban lebih (overload).
75. Berdasarkan Surat Edaran Menaker No.SE.06/Men/1990 tentang c. Panas (thermal).
Perwarnaan Botol Baja/Tabung gas betekanan antara lain sebagai d. Kebakaran.
beikut kecuali:
a. Kelompok gas beracun berwarna kuning tua. 83. Penanggulangan K3 Listrik dan Kebakaran dilaksanakan dengan
b. Kelompok gas yang menyengat warna kuning muda. pola preventif, apakah yang dimaksud dengan pola tersebut:
c. Kelompok gas untuk kesehatan warna biru. a. Dilakukan perawatan rutin.
d. Kelompok gas yang dapat menyebabkan tercekik warna abu- b. Dimulai saat pelaksanaan.
abu. c. Dilaksanakan setelah ada kejadian kecelakaan.
d. Dimulai dari saat perencanaan.
76. Dasar hukum pengawasan K3 Konstruksi Bangunan:
a. UU No. 1 tahun 1970. 84. Besarnya nilai tahanan pembumian (grounding) keseluruhan
b. Permenaker No.Per-01/Men/1980. pada instalasi penyalur petir yang diatur dalam Permenaker
c. SKB Menaker dan Menteri PU No. Kep.174/Men/1986 No.Per.02/Men/1989 adalah:
No.104/Kepts/1986 a. Maksimal 0,5 Ω
d. Semua jawaban benar. b. Maksimal 5 Ω.
c. Maksimal 50 Ω.
77. Tahapan pelaksanaan konstruksi bangunan terdiri dari: d. Jawaban a, b dan c salah.
a. Rancangan teknis pelaksanaan.
b. Rancangan pasca konstruksi. 85. Instalasi penyalur petir secara umum harus memenuhi
c. Rancangan teknis pelaksanaan dan pasca konstruksi. persyaratan:
d. Semua jawaban salah. a. Kemampuan perlindungan secara tehnis.
b. Ketahanan mekanis.
78. Syarat-syarat keselamatan kerja ditetapkan melalui peraturan c. Semua jawaban benar.
perundangan, salah satunya persyaratan untuk mencegah terkena d. Ketahanan terhadap korosi.
aliran listrik yang berbahaya. Hal tersebut tertuang dalam:
a. UU No.1 Tahun 1970 pasal 3 ayat (1) huruf q. 86. Alat untuk mengatur tahanan isolasi kabel listrik adalah:
b. UU No.1 Tahun 1970 pasal 3 ayat (1) huruf a. a. Insulation Resistan tester.
c. Kepmenakertrans No.Kep.75/Men/2002. b. Multi tester.
d. Semua jawaban salah. c. Ohm meter.
d. Volt meter
79. Instalasi penyalur petir diatur berdasarkan:
a. Permenaker No.Per.30/Men/2015 perubahan atas 87. Instalasi proteksi petir internal misalnya dengan memasang
Permenaker No.Per.04/Men/1987. arrester pada instalasi listrik untuk memotor arus petir dan
b. Permenaker No.Per.31/Men/2015 perubahan atas menyamakan tegangan diatur dalam peraturan:
Permenaker No.Per.02/Men/1989. a. Permenaker No.Per.02/Men/1989.
c. Permenaker No.Per.32/Men/2015 perubahan atas b. Permenaker No. 12 tahun 2015 SNI 0225-2011 PUIL 2011
Permenaker No.Per.04/Men/1985. c. Kepmenaker No.Kep.75/2002.
d. Permenaker No.Per.31/Men/2015 perubahan atas d. Jawaban a, b dan d salah.
Permenaker No.Per.01/Men/1987.
88. Apa yang dimaksud dengan bahaya sentuh langsung?
a. Sentuh pada bagian konduktif yang dalam keadaan kerja normal 95. Pengurus atau pengusaha wajib mencegah, mengurangi dan
umumya bertegangan dan atau dialiri arus. memadamkan kebakaran serta melakukan latihan
b. Sentuh pada bagian kondukif terbuka perlengkapan atau penanggulangan kebakaran di tempat kerja. Hal ini diatur
instalasi listrik yang menjadi bertegangan akibat kegagalan berdasarkan:
kegagalan isolasi. a. Kepmenaker No.Kep-187/Men/1999.
c. Sentuh pada bagian yang tidak konduktif dari perlengkapan b. Kepmenaker No.Kep-186/Men/1999.
atau instalasi listrik. c. Kepmenaker No.Kep-75/Men/2002.
d. Semua jawaban a, b dan c benar. d. Kepmenaker No.Kep-51/Men/1999.

89. Setiap jenis penyalur petir harus dilengkapi dengan embumian 96. Pengujian kualitas alat pemadam api ringan (APAR) antara lain
sekurang-kurangnya: berupa:
a. 4 (empat) buah. a. Kondisi tabung APAR nya saja.
b. 3 (tiga) buah. b. Cara penempatan dan peralatannya.
c. 2 (dua) buah. c. Kondisi tabung APAR dan kualitas bahan pemadamnya.
d. 5 (lima) buah. d. Cara penggunaan dengan benar.

90. Keselamatan dan Kesehatan Kerja Listrik di tempat kerja diatur 97. Yang termasuk system proteksi kebakaran pasif antara lain:
dalam: a. Sarana Evakuasi.
a. Permenaker No.15 tahun 2012 b. Kualitas bahan bangunan.
b. Kepmenakertrans No.Kep.75/Men/2002 c. Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
c. Permenaker No.12 tahun 2015 d. Jawban a, b dan c benar.
d. Kepmenakertrans No.Kep75/Men/2000
98. Nilai ambang batas faktor fisika untuk getaran pada lengan dan
91. Lantai kerja yang aman adalah lantai kerja yang memiliki resistansi tangan adalah:
isolasi sekurang-kurangnya sebesar: a. 2 m/det2
a. 20 kΩ. b. 5 m/det2
b. 10 kΩ. c. 3 m/det2
c. 50 kΩ. d. 4 m/det2
d. 70 kΩ.
99. Dalam kejadian kebakaran didalam gedung dapat terjadi
92. Kegagalan isolasi dari suatu instalasi listrik harus dicegah terutama peristiwa yang disebut back draft. Back draft dapat terjadi
dengan cara: apabila:
a. Perlengkapan listrik harus dirancang dan dibuat dengan baik. a. Kebakaran didalam ruang tertutup dengan oksigen yang
b. Bagian aktif harus diisolasi dengan bahan yang tepat. cukup dan terdapat bahan yang mudah meledak.
c. Instalasi listrik harus dipasang dengan baik. b. Kebakaran dalam ruang tertutup kehabisan oksigen, bila ada
d. Semua jawaban benar. kesempatan udara masuk akan terjadi ledakan.
c. Jawaban a dan d benar.
93. Pemasangan instalasi listrik di Indonesia pada saat ini dapat d. Jawaban a dan d salah.
berpedoman kepada:
a. Standar Nasional Indonesia. 100. Terdapat 3 (tiga) jenis pompa hidran/springkler yaitu:
b. Semua benar. a. Pompa listrik, pompa diesel, pompa air.
c. Standar Internasional. b. Pompa listrik, pompa diesel, pompa jockey.
d. Standar nasional negara lain yang ditentukan pengawas c. Pompa utama, pompa jockey dan pompa cadangan.
ketenagakerjaan spesialis K3 listrik. d. Jawaban a, b dan c benar

94. Dalam persyaratan untuk Badan Pengusahaan Listrik, antara lain


ialah dipersyaratkan:
a. Harus memiliki Ahli K3 Umum.
b. Tidak harus memiliki teknisi.
c. Harus mempunyai teknisi yang memiliki kompetensi K3
dibidang listrik yang disyahkan oleh Kemenakertrans.
d. Semua jawaban benar.
SOAL ISIAN

1. Sebutkan tugas, kewajiban dan wewenang Ahli K3 Umum berdasarkan landasan hukumnya!
Landasan hukum: Permennaker No. 02 Tahun 1992
- Tugas AK3 Umum:
Membantu pimpinan perusahaan atau pengurus menyelenggarakan dan meningkatkan usaha
keselamatan kerja, hygiene perusahaan dan kesehatan kerja, membantu pengawasan ditaatinya
ketentuan-ketentuan perundang-udangan bidang K3
- Kewajiban AK3 Umum:
a. Membantu mengawasi pelaksanaan peraturan perundangan K3 sesuai dengan bidang yang
ditentukan dalam keputusan penunjukannya
b. Memberikan laporan kepada menteri tenaga kerja atau pejabat yang ditunjuk mengenai hasil
pelaksanaan tugas dengan ketentuan sebagai berikut:
1) Untuk AK3 di tempat kerja satu kab dalam 3 bulan kecuali ditentukan lain
2) Untuk AK3 di perusahaan yang memberikan jasa dibidang K3 setiap saat setelah selesai
melaksanakan kegiatannnya
3) Merahasiakan segala keterangan tentang rahasia perusahaan /instansi yang didapat
berhubungan jabatannya
- Wewenang AK3 Umum:
a. Memasuki tempat kerja sesuai keputusan penunjukan
b. Meminta keterangan dan/atau informasi mengenai pelaksanaan syarat-syarat K3 ditempat kerja
dengan keputusan penunjukannya
c. Memonitor, memeriksa, menguji, menganalisa, mengevaluasi dan memberikan persyaratan serta
pembinaan K3 yang meliputi:
1) Keadaan dan fasilitas tenaga kerja
2) Keadaan mesin-mesin, pesawat, alat-alat kerja, instalasi serta peralatan lainnya
3) Penanganan bahan-bahan
4) Proses produksi
5) Sifat pekerjaan
6) Lingkungan kerja

2. Sebutkan hak dan kewajiban tenaga kerja sebagaimana diatur dalam Undang-undang No. 01 Tahun 1970!
Menurut Pasal 12, UU No. 01 Tahun 1970 tetnatng Keselamatan Kerja, Hak dan Kewajiban tenaga kerja
yaitu:
a. Memberikan keterangan yang benar bila diminta oleh pegawai pengawas dan atau keselamatan kerja
b. Memakai alat perlindungan diri yang diwajibkan
c. Memenuhi dan mentaati semua syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan
d. Meminta pada Pengurus agar dilaksanakan semua syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang
diwajibkan
e. Menyatakan keberatan kerja pada pekerjaan dimana syarat kesehatan dan keselamatan kerja serta alat-
alat perlindungan diri yang diwajibkan diragukan olehnya kecuali dalam hal-hal khususditentukan lain
oleh pegawai pengawas dalam batas-batas yang masih dapat dipertanggung jawabkan.

3. Sebutkan kewajiban pengurus sesuai UU 1/1970!


a. Secara tertulis menempatkan dalam tempat kerja yang dipimpinnya
b. Memasang dalam tempat kerja yang dipimpinnya, semua gambar keselamatan kerja yang diwajibkan
dan semua bahan pembinaan lainnya, pada tempat-tempat yang mudah dilihat dan terbaca menurut
petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja.
c. Menyediakan secara cuma-Cuma, semua alat pelindung diri yang diwajibkan pada tenaga kerja yang
berada dibawah pimpinannya dan menyediaakan bagi setiap orang lain yang memasuki tempat kerja
tersebut, disertai dengan peyunjuk-petunjuk yang diperlukan menurut petunjuk pegawai pengawas
atau ahli keselamatan kerja.
4. Apa yang dimaksud dengan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja?
a. Kecelakaan Kerja adalah suatu kejadian yang tidak direncanakan, dan tidak diinginkan, gangguan dari
pekerjaan berakibat cedera pada manusia, kerusakan barang, dan pencemaran lingkungan yang dampak
kerugaiannya dapat dirasakan saat itu juga.
b. Penyakit akibat kerja (PAK) adalah penyakit yang disebabkan pajanan / keterdadahan atas faktor yang
timbul dari aktivitas pekerjaan (Perpres No. 07 Tahun 2019 tentang PAK).

5. Sebutkan fungsi dan tugas P2K3 dan sebutkan landasan hokum pembentukan P2K3!
Landasan hukum : Permennaker No. 04/MEN/1987 tentang P2K3 dan tata cara penunjukkan P2K3.
Fungsi P2K3
a. Menghimpun dan mengolah data tentang K3 di tempat kerja
b. Membantu menunjukan dan menjelaskan kepada setiap tenaga kerja:
- Berbagai faktor bahaya di tempat kerja yang dapat menimbulkan gangguan K3 termasuk bahaya
kebakaran dan peledakan serta cara penanggulangannya
- Faktor yang dapat mempengaruhi efisiensi dan produktifitas kerja
- APD bagi tenaga kerja yang bersangkutan
- Cara dan sikap yang benar dan aman dalam melaksanakan pekerjaannya
c. Membantu pengusaha atau pengurus dalam:
- Mengevaluasi cara kerja, proses dan lingkungan kerja
- Menentukan tindakan koreksi dengan alternatif terbaik
- Mengevaluasi penyebab timbulnya kecelakaan, PAK serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan
- Mengembangkan penyuluhan dan penelitian dibidang keselamatan kerja, hygiene perusahaan,
kesehatan kerja dan ergonomic
- Melaksanakan pemantauan terhadap gizi kerja dan menyelenggarakan makanan di perusahaan
- Memeriksa kelengkapan peralatan keselamatan kerja
- Mengembangkan pelayanan kesehatan tenaga kerja
- Mengembangkan laboratorium K3, melakukan pemeriksaan laboratorium dan melaksanakan
intepretasi hasil pemeriksaan
- Menyelenggarakan administrasi keselamatan kerja, hygiene perusahaan dan kesehatan kerja
d. Membantu pimpinan perusahaan menyusun kebijaksanaan manajemen dan pedoman kerja dalam
rangka upaya meningkatkan keselamatan kerja, hygiene perusahaan, kesehatan kerja, ergonomi dan gizi
kerja.

6. Sebutkan dan jelaskan macam-macam pemeriksaan tenaga kerja!


Dasar hukum : Permennaker No. 02/MEN/1980 tentang Pemeriksaan Tenaga Kerja
1. Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja (awal) adalah pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh
dokter sebelum seorang tenaga kerja diterima untuk melakukan pekerjaan.
2. Pemeriksaan kesehatan berkala adalah pemeriksaan kesehatan pada waktu-waktu tertentu terhadap
tenaga kerja yang dilakukan oleh dokter.
3. Pemeriksaan Kesehatan Khusus adalah pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh dokter secara
khusus terhadap tenaga kerja tertentu.

7. Bagaimana cara penyelenggaraan pelayanan kesehatan kerja sesuai dengan peraturan perundangan?
Landasan Hukum : Permennaker Nomor 03/MEN/1982 tentang Pelayanan Kesehatan Tenaga Kerja
Penyelenggaraan pelayanan kesehatan kerja dapat:
a. Diselenggarakan sendiri oleh pengurus
b. Diselenggarakan oleh pengurus dengan mengadakan ikatan dengan dokter atau pelayanan kesehatan
c. Pengurus dari beberapa perusahaan secara bersama-sama menyelenggarakan suatu pelayanan
kesehatan kerja
8. Sebutkan kewajiban pengusaha dalam mengendalikan bahan kimia berbahaya!
Landasan Hukum : Permennaker No. 187/MEN/1999 tentang Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya
Kewajiban pengusaha atau pengurus:
Pasal 16
(1) Perusahaan yang dikategorikan punya potensi bahaya besar:
a. Mempekerjakan petugas K3 kimia dengan ketentuan apabila dipekerjakan dengan sistem kerja non
shift sekurang-kurangnya dua orang dan apabila dipekerjakan dengan sistem shift sekurang-
kurangnya dipekerjakan 5 orang.
b. Mempekerjakan ahli K3 kimia sekurang-kurangnya 1 orang
c. Membuat dokumen pengendalian potensi bahaya besar
d. Melaporkan setiap perubahan nama bahan kimia dan kuantitas bahan kimia, proses dan modifikasi
instalasi yang digunakan
e. Melakukan pemeriksaan dan pengujian faktor kimia yang ada di tempat kerja sekurang-kurangnya 6
bulan sekali
f. Melakukan pemeriksaan dan pengujian instalasi yang ada di tempat kerja sekurang-kurangnya 2
tahun sekali
g. Melakukan pemeriksaan kesehatan tenaga kerja sekurang-kurangnya 1 tahun sekali.
(2) Pengujian factor kimia dan instalasi sebagaimana dimaksud dilakukan oleh PJK3 atau instansi yang
berwenang.
Pasal 17
(1) Perusahaan yang dikategorikan mempunyai potensi bahaya menengah:
a. Mempunyai petugas K3 kimia dengan ketentuan apabila dipekerjakan dengan sistem kerja non
shift sekurang-kurangnya satu orang dan apabila dipekerjakan dengan sistem shift sekurang-
kurangnya dipekerjakan 3 orang
b. Membuat dokumen pengendalian potensi bahaya menengah
c. Melaporkan setiap perubahan nama bahan kimia dan kuantitas bahan kimia, proses dan
modifikasi instalasi yang digunakan
d. Melakukan pemeriksaan dan pengujian faktor kimia yang ada di tempat kerja sekurang-kurangnya
1 tahun sekali
e. Melakukan pemeriksaan dan pengujian instalasi yang ada di tempat kerja sekurang-kurangnya 3
tahun sekali
f. Melakukan pemeriksaan kesehatan tenaga kerja sekurang-kurangnya 1 tahun sekali.

9. Jelaskan ruang lingkup pengawasan K3 konsruksi bangunan dan sebutkan peraturan perundangannya!
Dasar hukum : Permennaker No. Per-01/MEN/1980 tentang K3 pada konstuksi bangunan
- Ruang lingkup K3 Konstruksi bangunan:
a. Pekerjaan penggalian
b. Pekerjaan pondasi
c. Pekerjaan konstruksi beton
d. Pekerjaan konstruksi baja
e. Pekerjaan pembongkaran

10. Sebutkan dasar hukum lift!


Dasar hukum lift:
- Permenker No. Per-03/MEN/1999 tentang syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja lift untuk
pengangkutan orang dan barang
- Keputusan direktur jendral pembinaan hubungan industrial dan pengawasan ketenagakerjaan no Kep-
407/BW/1999 tentang persyaratan, penunjukan, hak dan kewajiban teknisi lift
- Pemenaker No.32/2015 tentang perubahan atas Permenker No. Per-03/MEN/1999 tentang syarat-
syarat keselamatan dan kesehatan kerja lift untuk pengangkutan orang dan barang
11. Sebutkan hal-hal yang berkaitan dengan instalasi penyalur petir!
Dasar Hukum: Permennaker No. 02/MEN/1989.
Instalasi penyalur petir harus direncanakan, dibuat, dipasang dan dipelihara sesuai dengan ketentuan
dalam permen dan/atau standar. Persyaratan yang harus diikuti antara lain:
a) Kemampuan perlindungan secara teknis
b) Ketahanan mekanis
c) Ketahanan terhadap korosi

12. Jelaskan ruang lingkup pengawasan K3 Listrik!


Ruang lingkup obyek pengawasan tersirat dalam Bab II pasal 2 ayat (2) huruf q UU 1/70, yaitu tertulis; Di
setiap tempat dimana dibangkitkan, diubah, dikumpulkan dan disimpan, dibagi-bagikan atau disalurkan
listrik, gas, minyak atau air.

13. Jelaskan norma ruang lingkup pengawasan K3 pesawat uap dan bejana tekan!
Dasar Hukum: Permennaker No. 01/MEN/1982 tentang bejana tekan
- Perencanaan
- Pembuatan, perakitan, pemasangan
- Pengangkutan
- Peredaran/perdagangan
- Pemakaian/penggunaan (harus ada akte ijin)
- Pemeliharaan/perbaikan/reparasi/modifikasi
- Penyimpanan
- Pemusnahan

14. Jelaskan 5 prinsip dasar SMK3! Dan sebutkan peraturan perundangannya!


Dasar Hukum: PP No. 50 Tahun 2012
Lima prinsip dasar SMK3:
1. Kebijakan K3 dan komitmen penerapan K3
2. Perencanaan pemenuhan kebijakan, tujuan dan sasaran penerapan K3
3. Penerapan kebijakan K3
4. Pengukuran, pemantauan dan evaluasi kinerja K3
5. Tinjauan Ulang

15. Sebutkan syarat-syarat perusahaan yang wajib menerapkan SMK3!


Berlaku bagi perusahaan (PP No. 50 tahun 2012) :
a) mempekerjakan lebih dari 100 orang,
b) mempunyai potensi bahaya tinggi.

16. Sebutkan tiga tingkatan audit SMK3!


a. Tingkat awal dengan pemenuhan 64 kriteria audit SMK3
b. Tingkat transisi dengan pemenuhan 122 kriteria audit SMK3
c. Tingkat lanjutan dengan pemenuhan 166 kriteria audit SMK3

17. Sebutkan dan jelaskan hirarki penegendalian resiko K3!


Hirarki pengendalian
- Eliminasi : Menghilangkan sumber bahaya dari tempat kerja
- Subtitusi : Mengganti alat / bahan yang memiliki potensi bahaya tinggi dengan yang potensi bahayanya
lebih rendah
- Engineering Control : Melakukan rekayasa teknis untuk mengurangi potensi bahaya
- Administrative Control : Melakukan kontrol secara sistematis terhadap hal-hal yang ada di tempat
kerja (orang, barang, prosedur kerja)
- APD : Memberikan alat pelindung diri pada pekerja
18. Berapa kebutuhan Ahli K3 Konstruksi berdasarkan jumlah pekerja dan lama pekerjaan proyeknya? Sebutkan
landasan hukumnya!
Landasan Hukum: Kepdirjen PPK No. 20/DJPKK/VI/2004
a. Proyek > 6 bulan; atau TK > 100 org
▪ Min. 1 org Ahli Utama
▪ Min. 1 org Ahli Madya
▪ Min. 2 org Ahli Muda
b. Proyek < 6 bulan; atau TK < 100 org
- Min. 1 org Ahli Madya
- Min. 1 org Ahli Muda
c. Proyek < 3 bulan atau TK < 25 org
- Min. 1 org Ahli Muda

19. Sebutkan golongan kebakaran dan jenis alat pemadam api ringan!
- Golongan kebakaran
a. Kebakaran bahan padat kecuali logam (Golongan A);
b. Kebakaran bahan cair atau gas yang mudah terbakar (Golongan B);
c. Kebakaran instalasi listrik bertegangan (Golongan C);
d. Kebakaran logam (Golongan D)
- Jenis alat pemadam api ringan terdiri:
a. Jenis cairan (air);
b. Jenis busa;
c. Jenis tepung kering;
d. Jenis gas (hydrocarbon berhalogen dan sebagainya);

20. Apa yang dimaksud dengan confined space dan bekerja pada ketinggian!
- Confined Space atau ruang terbatas, yaitu suatu tempat kerja dengan kriteria:
a. Cukup luas dan memiliki konfigurasi sedemikian rupa sehingga pekerja dapat masuk dan melakukan
pekerjaan di dalamnya;
b. Mempunyai akses keluar masuk yang terbatas.
c. Tidak dirancang untuk tempat kerja secara berkelanjutan atau terus-menerus di dalamnya.
- Bekerja pada ketinggian pekerjaan dengan perbedaan ketinggian di atas permukaan tanah
maupun perairan dengan minimum tinggi 1.5 meter, 1.8 meter atau 2 meter yang memiliki resiko
terjatuh yang mengakibatkan cedera atau fatality.
SOAL STUDI KASUS

Sebagai calon Ahli K3 Umum, bagaimana upaya anda dalam pemenuhan syarat-syarat K3 di perusahaan di
bawah ini terkait:

1. Kelembagaan/organisasi K3 dan keahlian K3


2. Pengendalian lingkungan kerja, bahan berbahaya dan beracun
3. Pengendalian listrik dan penanggulangan kebakaran
4. K3 Konstruksi dan bangunan
5. Penerapan kesehatan kerja bagi tenaga kerja
6. Pemakaian boiler & pesawat angkat dan angkut
7. Apakah perusahaan tersebut wajib menerapkan SMK3? Jelaskan!

Disertai landasan peraturan perundangan K3

PT. Tidak Mau Rugi (TMR) merupakan perusahaan bergerak di bidang manufacturing yang beralamat di
Kawasan Industri Karawang, Jawa Barat. Perusahaan didukung 132 orang karyawan, yang terdiri dari 100
wanita dan 32 laki-laki. Sudah terdapat organisasi P2K3 yang diketuai oleh manajer SDM dan sekretarisnya
yang belum pernah mengikuti pelatihan K3. Perusahaan mempunyai klinik yang belum mendapatkan
pengesahan dari DISNAKER setempat, pemeriksaan kesehatan secara berkala sebanyak 50 orang tenaga
kerja telah dilaksanakan oleh dokter spesialis yang belum tersertifikasi HIPERKES. Perusahaan menyimpan
bahan kimia Ethylene oxide dengan kuantitas 75 ton dalam tangki timbun, menggunakan pesawat angkat
angkut berupa 1 (satu) buah over head crane dengan kapasitas 30 ton, 1 (satu) buah mobile crane dengan
kapasitas 15 ton, 2 (dua) buah forklift dengan kapasitas 10 ton; menggunakan 2 (dua) buah boiler yang
terletak dalam satu ruangan, dengan kapasitas masing-masing 15 ton/jam. Perusahaan memakai listrik
untuk penerangan dan mengoprasikan mesin-mesin produksi dengan kapasitas 4 MW. Perusahaan juga
sedang merenovasi gudang dengan menggunakan scaffolding setinggi 8,2 m dengan mempekerjakan 40
orang pekerja bangunan dengan lama waktu pekerjaan 7 bulan. Untuk menanggulangi kebakaran,
perusahaan sudah memiliki 7 petugas peran kebakaran, 1 regu penanggulangan kebakaran, namun belum
memiliki Ahli K3 Spesialis Penanggulangan Kebakaran.

- Selamat Mengerjakan -
SOAL QUIZ

MATERI UU NOMOR 1 TAHUN 1970

1. Yang dimaksud dengan “Pengurus” berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970


tentang Keselamatan Kerja adalah :
a. Setingkat manajemen perusahaan;
b. Pemegang Saham;
c. Pengusaha;
d. Orang yang memimpin langsung suatu tempat kerja
2. Dalam rangka pembinaan kepada tenaga kerja, di dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun
1970 tentang Keselamatan Kerja diatur mengenai salah satu kewajiban pengurus antara lain :
a. Menunjukkan dan menjelaskan kondisi dan bahaya yang dapat timbul di tempat kerja
kepada tenaga kerja baru;
b. Melakukan Audit K3;
c. Mengadakan pemantauan lingkungan;
d. Mengadakan penyuluhan kepada masyarakat sekitar mengenai kemungkinan bahaya
yang dapat timbul.
3. Yang dimaksud dalam ruang lingkup obyek pengawasan K3 berdasarkan Undang-Undang
Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja adalah :
a. Perusahaan Swasta;
b. Tempat Kerja;
c. Tempat Kerja milik Negara;
d. Tempat usaha yang memiliki potensi bahaya tinggi.
4. Yang tidak termasuk unsur tempat kerja menurut penjelasan Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang
Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja adalah :
a. Adanya Sumber Bahaya;
b. Adanya Tenaga Kerja;
c. Adanya kegiatan usaha;
d. Adanya pengusaha.
5. Kondisi tempat kerja yang berbahaya sangat erat kaitannya dengan :
a. Cara Kerja;
b. Proses Produksi;
c. Mesin, Pesawat, alat;
d. Jawaban A, B dan C benar
6. Pengurus diwajibkan melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi di tempat kerja yang
dipimpinnya, pada pejabat yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja. Ketentuan tersebut
terdapat didalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja pada
pasal :
a. Pasal 11
b. Pasal 3
c. Pasal 8
d. Pasal 15
7. Pasal 13 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 menyatakan “Barang siapa akan memasuki
suatu tempat kerja, diwajibkan menaati semua petunjuk keselamatan kerja dan memakai alat
pelindung diri yang diwajibkan”. Ketentuan ini mengikat kepada :
a. Orang yang terkait langsung dengan pekerjaan di tempat kerja;
b. Setiap orang, baik yang bersangkutan maupun tidak bersangkutan dengan pekerjaan di
tempat kerja;
c. Hanya pada instalasi-instalasi yang dianggap sangat berbahaya;
d. Hanya untuk tamu atau orang lain yang bukan pekerja.
8. Beradasarkan pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja,
yang bukan kewajiban pengurus perusahaan adalah :
a. Menyediakan Alat Pelindung Diri;
b. Memasang Gambar Poster K3 di tempat kerja;
c. Memberikan kebebasan berserikat;
d. Menempatkan semua syarat-syarat K3 dan lembaran Undang-Undang Nomor 1 Tahun
1970 di tempat kerja.
9. “Pengurus diwajibkan memeriksa semua tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya,
secara berkala pada dokter yang ditunjuk oleh Pengusaha dan dibenarkan oleh Direktur”, hal
ini diatur dalam :
a. Pasal 6 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja;
b. Pasal 8 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja;
c. Pasal 8 ayat 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja;
d. Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
10. “Pengurus diwajibkan menunjukkan dan menjelaskan pada tiap tenaga kerja baru tentang :
Kondisi-kondisi dan bahaya-bahaya serta yg dapat timbul di tempat kerja. Semua pengaman
dan alat-alat perlindungan yang diharuskan di tempat kerja. Alat perlindungan diri bagi tenaga
kerja ybs, Cara-cara dan sikap yang aman dalam melaksanakan pekerjaannya. Pengurus hanya
dapat mempekerjakan tenaga kerja ybs setelah ia yakin bahwa tenaga kerja tsb telah
memahami syarat-syarat tsb diatas, hal ini diatur dalam :
a. Pasal 8 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja;
b. Pasal 9 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja;
c. Pasal 10 ayat 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja;
d. Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja

Jawaban :
1. D
2. A
3. B
4. D
5. D
6. A
7. B
8. C
9. C
10. B
SOAL LATIHAN PEMBINAAN AHLIK K3, MATERI BIDANG
PENGAWASAN K3 LISTRIK

SOAL PILIHAN GANDA!


1. Kepanjangan dari AC dan DC berturut-turut adalah :…
a. Alternating Current dan Drop Current.
b. Ancient Current dan Dash Current.
c. Aktif Current dan Demo Current.
d. Alternating Current dan Direct Current.

2. Satuan tegangan, arus, dan daya nyata dalam kelistrikan sistem AC berturut-turu adalah
:…
a. Henry, Tesla, dan Lux.
b. dB, Farad, dan Ohm.
c. Volt, Ampere, dan Watt.
d. Power, Current, dan Joule.

3. Tegangan rendah yang digunakan pada sistem kelistrikan AC di Indonesia saat ini yang
dipakai sebesar :…
a. 110/190 Volt.
b. 220/380 Volt.
c. 250/430 Volt.
d. 400/690 Volt.

4. Berikut yang merupakan alat yang digunakan untuk membatasi arus beban lebih pada
sistem kelistrikan AC tegangan rendah adalah :...
a. Miniature Circuit Breaker.
b. Watt meter.
c. Sekring.
d. kWH Meter.

5. Berikut yang merupakan alat yang digunakan untuk mengamankan arus hubung singkat
pada sistem kelistrikan AC tegangan rendah adalah :…
a. Fuse.
b. Resistor.
c. Capasitor.
d. Relay.

1
Oleh : Aditia Putra Kurniawan
6. Berikut yang merupakan alat yang dapat mengamankan arus hubung singkat dan arus
beban lebih pada sistem kelistrikan AC tegangan rendah adalah :…
a. MCB.
b. Sekring.
c. Relay.
d. Resistor.

7. Fungsi penyalur petir adalah :…


a. Menangkal arus petir ke bumi.
b. Menghilangkan arus petir ke bumi.
c. Menyalurkan arus petir ke bumi.
d. Menetralkan arus petir ke bumi.

8. Berdasarkan Permenaker nomer 2 tahun 1989, berapakah nilai maksimal nilai tahanan
tanah sistem penyalur petir?
a. 2 ohm.
b. 3 ohm.
c. 4 ohm.
d. 5 ohm.

9. Apakah kegunaan passenger elevator?


a. Mengangkat manusia.
b. Mengangkat barang.
c. Mengangkat manusia dan barang.
d. Mengangkat peralatan.

10. Apakah kegunaan service elevator?


a. Mengangkat manusia.
b. Mengangkat barang.
c. Mengangkat manusia dan barang.
d. Mengangkat peralatan.

SOAL ESSAY!
1. Apakah yang dimaksud dengan listrik statis?
2. Jelaskan cara kerja Sekring!
3. Jelaskan cara kerja MCB!
4. Jelaskan cara kerja sistem penyalur petir!
5. Jelaskan cara kerja elevator!

2
Oleh : Aditia Putra Kurniawan
KUNCI JAWABAN SOAL LATIHAN PEMBINAAN AHLIK K3, MATERI
BIDANG PENGAWASAN K3 LISTRIK

SOAL PILIHAN GANDA!


1. d. Alternating Current dan Direct Current.
2. c. Volt, Ampere, dan Watt.
3. b. 220/380 Volt.
4. a. Miniature Circuit Breaker.
5. a. Fuse.
6. a. MCB.
7. c. Menyalurkan arus petir ke bumi.
8. d. 5 ohm.
9. a. Mengangkat manusia.
10. c. Mengangkat manusia dan barang.

SOAL ESSAY!
1. Listrik statis adalah listrik yang hanya diam pada suatu tempat kemudian habis setelah
dikonversikan atau disalurkan. Dengan kata lain tidak berlanjut.
2. Sekring adalah pengaman arus hubung singkat. Ketika terjadi hubung singkat antara
penghantar positif dan negative atau fasa dan netral maka filament yang terdapat didalam
sekring akan merasakan adanya arus yang meningkat sangat besar kemudian filament
tersebut mengalami pemanasan akibat meningkatnya arus kemudian putus. Dengan
putusnya filament maka instalasi listrik telah aman dari arus hubung singkat yang dapat
menyebabkan kebakaran.
3. Terdapat 2 macam gangguan yang dapat diamankan oleh MCB. Pertama adalah
gangguan arus hubung singkat, kedua adalah arus beban lebih. Didalam MCB terdapat
dua komponen penting yaitu bimetal dan relay magnetic. Bimetal digunakan untuk
mengamankan arus beban lebih dan relay magnetic digunakan untuk mengamankan arus
hubung singkat. Ketika terjadi hubung singkat maka dengan waktu singkat arus
meningkat sangat besar, kemudian arus yang sangat besar tersebut mengaktifkan relay
magnetic sehingga tuas digerakkan oleh relay tersebut kemudian listrik padam. Ketika
terjadi arus beban lebih maka dalam waktu yang relative lama mengakibatkan bimetal
bekerja sehingga menggerakkan tuas kemudian listrik padam.
4. Cara kerja sistem penyalur petir adalah menyalurkan arus sambaran petir yang
disebabkan oleh awan yang akan menyambar bangunan tertinggi diatas bumi. Arus petir
disalurkan melalui air terminal kemudian dihubungkan ke bumi melalui penghantar
penurunan. Ketika nilai tahanan tanah sangat kecil maka arus yang mengalir ke bumi
sangat besar dan cepat. Dengan demikian bangunan diatas bumi terlindungi.

3
Oleh : Aditia Putra Kurniawan
5. Penumpang memanggil sangkar elevator dengan menekan tombol. Kemudian sangkar
menghampiri penumpang pada lantai dimana penumpang memanggil sangkar elevator
tersebut. Setelah penumpang memasuki sangkar elevator maka penumpang
mengendalikan elevator dengan cara menekan tombol lantai dimana penumpang akan
naik atau turun. Setelah pintu tertutup, kemudian motor elevator akan mengangkat atau
menurunkan sangkar berdasarkan tombol yang ditekan oleh penumpang. Setelah sangkar
sampai pada lantai yang dituju oleh penumpang, maka motor elevator akan berhenti,
kemudian pintu lift akan membuka. Setelah beberapa saat pintu lift akan tertutup secara
otomatis.

4
Oleh : Aditia Putra Kurniawan
SOAL LATIHAN K3 BKB 7. Yang termasuk kategori bahan berbahaya adalah jenis
bahan yang mempunyai sifat antara lain :
1. Dalam lingkungan kerja, faktor bahaya yang ber- a. Oksidator, mudah meledak, mudah menyala atau
pengaruh terhadap kesehatan tenaga kerja adalah terbakar.
faktor fisik, kimia, fisiologi dan psikologi. Agar b. Memancarkan radiasi.
lingkungan kerja aman dari potensi bahan kimia c. Korosif, iritasi karsinogenik.
yang timbul dan untuk menjaga lingkungan kerja d. Jawaban a, b dan c benar.
tersebut aman dibatasi dengan Nilai Ambang Batas
(NAB). Dasar hukum NAB faktor kimia ditempat 8. Masuknya bahan kimia ke dalam tubuh manusia seba-
kerja diatur pada : gian besar melalui :
a. Kepmenaker No. Kep-51/Men/1999 a. Ingesti
b. Kepmenaker No. Kep-187/Men/1999 b. Pernafasan.
c. SE No. 01 tahun 1997 c. Jawaban a dan b benar.
d. Permenaker No.05 Tahun 2018 d. Jawaban a dan b salah.

2. Standar faktor-faktor lingkungan kerja yang di- 9. Jalan terakhir untuk menghindari keracunan akibat
anjurkan di tempat kerja agar tenaga kerja masih polusi udara ruangan kerja adalah :
dapat menerimanya tanpa mengakibatkan penyakit a. Mengganti bahan tersebut dengan bahan yang
atau gangguan kesehatan, dalam pekerjaan sehari- lebih baik.
hari untuk waktu tidak melebihi 8 jam sehari atau b. Memakai respirator.
40 jam seminggu, sering disebut sebagai : c. Memasang ventilasi lebih banyak.
a. Nilai Ambang Kuantitas (NAK). d. Mengeluarkan udara kotor dalam ruangan.
b. Nilai Ambang Batas.
c. Nilai Baku Mutu Lingkungan. 10. Kewajiban pengusaha atau pengurus yang mempunyai
d. Jawaban a, b dan c benar. instalasi dengan potensi bahaya besar sesuai
Kepmenakertrans No.Kep.187/Men/1999 adalah se-
3. Salah satu bentuk pengendalian bahan kimia ber- bagai berikut, kecuali:
bahaya sesuai Kepmenakertrans No. Kep. a. pembuatan dokumen job safety.
187/Men/1999 adalah : b. pengujian instalasi sekurang-kurangnya 2
a. Penetapan Nilai Ambang Kuantitas. (dua) tahun sekali.
b. Penetapan Katagori Potensi Bahaya Perus- c. membuat dokumen pengendalian instalasi ba-
ahaan. haya besar.
c. Penyediaan Lembar Data Keselamatan d. mempekerjakan Ahli K3 kimia.
Bahan dan Label.
d. Penetapan Nilai Ambang Batas.

4. Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. Kep.


187/Men/1999 mengatur tentang :
a. Pengendalian bahan kimia berbahaya di
tempat kerja .
b. Bahan kimia berbahaya.
c. Bahan kimia berbahaya di tempat kerja.
d. Jawaban a, b dan c salah.

5. Alat Pelindung Diri (APD) sebagai sarana perlin-


dungan harus memenuhi syarat-syarat antara lain :
a. Mampu memberikan perlindungan efektif.
b. Model yang tepat dan baik.
c. Harga terjangkau dan kuat.
d. Meningkatkan rasa percaya diri pemakai.

6. Pekerja berhak menyatakan keberatan kerja pada


pekerjaan dimana syarat-syarat K3 serta alat-alat
pelindung diri yang diwajibkan diragukan olehnya.
Pernyataan ini terdapat di dalam Undang-Undang
No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja pasal :
a. Pasal 8
b. Pasal 12
c. Pasal 3
d. Pasal 14

1
SOAL LATIHAN K3 LINGKUNGAN KERJA sejumlah 180 orang, jumlah jamban/WC minimal
yang harus disediakan :
1. Nilai Ambang Batas (NAB) Faktor fisika diatur a. 12
dalam Permenaker No.05 Tahun 2018 meliputi an- b. 10
tara lain: c. 6
a. Iklim kerja, kebisingan dan getaran pada d. 8
lengan dan tangan.
b. Iklim kerja, gelombang elektromagnetik dan 9. Faktor psikologi sangat dipengaruhi oleh beberapa
pencahayaan. faktor dibawah ini, terkecuali:
c. Radiasi mengion, getaran dan frekuensi radio. a. Beban kerja
d. Radiasi ultra violet, radiasi nuklir. b. Beban tambahan
c. Kapasitas kerja
2. Faktor-faktor lingkungan kerja yang dapat me- d. Postur tubuh
nyebabkan kecelakaan atau penyakit akibat kerja
adalah : 10. Terdapat beberapa cara/metoda pengendalian
a. Faktor fisiologi kecuali :
b. Faktor psikologi a. Pengendalian rekayasa
c. Faktor kimia b. Pengendalian administrasi
d. Jawaban a, b dan c benar c. Seleksi karyawan
d. Penggunaan APD
3. Pengaliran udara bersih untuk menggantikan udara
kotor dalam lingkungan kerja dapat dilakukan
dengan cara :
a. Ventilasi alamiah
b. Ventilasi mekanik
c. Jawaban a dan b benar
d. Jawaban a dan b salah

4. Penerangan/pencahayaan yang cukup dalam suatu


ruangan tempat kerja, dapat memberikan :
a. Keletihan mata yang cepat.
b. Kenyamanan bekerja.
c. Produktivitas kerja rendah.
d. Absensi menurun.

5. Nilai Ambang Batas (NAB) kebisingan untuk


pemajanan 2 jam per hari, sesuai Permenaker
No.05 Tahun 2018 adalah :
a. 91 dBA
b. 85 dBA
c. 80 dBA
d. 95 dBA

6. Penerapan ergonomi berkaitan dengan hal-hal


dibawah ini, kecuali :
a. Peningkatan produktivitas kerja.
b. Upaya perlindungan tenaga kerja.
c. Upaya keselamatan dan kesehatan kerja.
d. Semua salah.

7. Penerapan ergonomi di perusahaan merupakan


tanggung jawab :
a. Pengusaha
b. Tenaga kerja
c. P2K3
d. Dokter perusahaan

8. Berdasarkan Permenaker No.05 Tahun 2018, maka


dalam suatu tempat kerja dengan tenaga kerja

2
SOAL LATIHAN BKB
1. Jelaskan kewajiban pengusaha yang mempunyai
potensi bahaya menengah berdasarkan
Kepmenakertrans No.Kep.187/Men/1999!
2. Perusahaan menggunakan acrylonitrile dengan jumlah
25 Ton dan sistem kerja 3 shift. Jelaskan penerapan
K3 bidang BKB!
3. Jelaskan pengertian ruang terbatas yang membutuhkan
ijin masuk dan/atau ijin kerja!

SOAL LATIHAN LINGKER


1. Jelaskan kewajiban perusahaan yang mempunyai
potensi bahaya dari lingkungan kerja sesuai
Permenaker No.05 Tahun 2018!
2. Jelaskan hierarki pengendalian risiko pada saat di
tempat kerja kita mengalami kebisingan yang
mencapai 97 dBA!
3. Jelaskan pembagian wilayah kerja pada saat kita
bekerja di ketinggian sesuai Permenaker No.09 tahun
2016!

3
Soal Pilihan Ganda K3 Lingkungan Kerja

1. Standar faktor bahaya di Tempat Kerja sebagai kadar/intensitas rata-rata


tertimbang waktu (time weighted average) yang dapat diterima Tenaga Kerja
tanpa mengakibatkan penyakit atau gangguan kesehatan, dalam
pekerjaansehari-hari untuk waktu tidak melebihi 8 jam sehari atau 40 jam
semingu,sering disebut sebagai :
a. Nilai Ambang Kuantitas (NAK)
b. Nilai Baku Mutu Lingkungan
c. Nilai Ambang Batas (NAB)
d. Standart kuantitas lingkungan

2. Jalan terakhir untuk Pengendalian i lingkungan keja adalah :


a. Eleminasi
b. Administrasi
c. Alat Pelindung Diri
d. Rekayasa teknik

3. Dalam lingkungan kerja, faktor bahaya yang berpengaruh terhadap kesehatan


tenaga kerja adalah faktor fisik, kimia, fisiologi dan psikologi. Agar lingkungan
kerja aman dari potensi bahan kimia berbahaya yang timbul dan untuk
menjaga lingkungan kerja tersebut aman dibatasi dengan Nilai Ambang Batas
(NAB). Dasar hukum NAB factor kimia ditempat kerja diatur pada :
a. Permenaker No. 5 /Men/2018
b. Kepmenaker No. 187/Men/1999
c. SE No. 01 tahun 1997
d. SE No. 86 tahun 1989
4. Nlai Ambang Batas (NAB) kebisingan untuk pemajanan 8 jam per hari, sesuai
Permneker 05/Men/2018 adalah :
a. 90 dBA
b. 85 dBA
c. 80 dBA
d. 95 dBA
5. Berikut ini merupakan pernyataan yang tepat dari syarat K3 Lingkungan Kerja
adalah :
a. Pengendalian Faktor Fisika dan Faktor Kimia agar berada di bawah NAB;
b. Pengendalian Faktor Biologi, Faktor Ergonomi, dan Faktor Psikologi Kerja
agar dibawah NAB;
c. Penyediaan fasilitas Kebersihan dan sarana Higiene di Tempat Kerja yang
Memenuhi Standard; dan
d. Penyediaan personil K3 yang memiliki kompetensi dan kewenangan K3
Umum
6. Tempat kerja yang melakukan jenis pekerjaan apasajakah yang harus memenuhi
Kualitas udara dalam ruangan (KUDR)?
a. Administrasi, Pelayanan umum dan kegiatan manajerial
b. Administrasi, Pelayanan umum dan ruang Produksi
c. Pelayanan umum, ruang produksi dan Satpam
d. Kegiatan manejerial. Ruang produksi dan Gudang

7. Berikut ini yang tidak menentukan kualitas udara dalam ruangan adalah:
a. Suhu c.. Pencahayaan
b. Kelembabab Udara d. Kadar Oksigen

8. Berapakah Ruang Udara/Cubic Space minimal orang dapat bekerja dengan


nyaman?
a. 15 Meter kubic c. 20 meter cubic
b. 5 Meter Cubic d. 10 meter cubic

9. Kapan Pemeriksaan ulang terhadap lingkungan kerja dilakukan?


a. Aapabila diduga melebih Nilai Ambang batas
b. Ababila hasil pengujian sebelumnya diragukan
c. Apabila terjadi kasus kecelakaan atau penyakit akibat kerja
d. Dilakukan setahun sekali

10. K3 pada Pekerjaan Ketinggian diatur dalam Paraturan Menteri Nomor:


a. Prmenaker No. 4 tahun 1987
b. Permanekr No. 5 Tahun 2018
c. Permenaker No. 9 tahun 2016
d. Permenaker No. 3 Tahun 1986

11. Apabila perusahaan mempekerjakan 340 orang pekerja, berapa toilet yang
harus disediakan?
a. 20 Jamban c. 23 jamban
b. 12 jamban d. 15 jamban

12. Tujuan dari Pengendalian lingkungan kerja adalah mewujudkan Lingkungan


Kerja yang aman, sehat, dan nyaman dalam rangka:
a. mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja
b. Mencegah pencemaran Lingkungan
c. Menjamin alat-alat produksi baik
d. Jawaban a, b dan c benar
Soal K3 Lingkungan Kerja Esay

1. Sebutkan Hirarqi pengendalian terhadap lingkungan kerja!


Jawab:

2. Sebutkan Faktor ingkungan Kerja yang dapat mempengaruhi Kesehatan


tenaga kerja !
Jawab

3. Sebutkan cara pemenuhan kebutuhan udara di tempat kerja !


Jawab

4. Sebutkan syarat-syarat K3 Lingkungan kerja menurut Permenaker No. 5


tahun 2018 !
Jawab :

5. Siapa sajakah yang berwenang melakukan pengujian external b terhadap


lingkungan kerja ?
Jawab :
Soal K3 Bahan Kimia Berbahaya

1. Pengendalian bahan kimia berbahaya ditempat kerja merupakan suatu usaha


untuk mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Dasar hukumnya adalah :
a. Kepmenaker No. 187/Men/1999
b. Kepmenaker No. 05/Men/2018
c. Permenaker No. 03/Men/1986
d. Permenaker No. 03/Men/1982

2.. Yang dimaksud dengan Letlal Doses 50 (LD 50) adalah :


a. Adalah dosis yang menyebabkan kematian pada 50 % binatang percobaan.
b. Adalah dosis yang menyebabkan keracunan pada 50 % binatang percobaan.
c. Adalah dosis sebanyak 50% yang dapat mnyebabkan kematian.
d. Adalah dosis yang dapat menyebabkan 50 % kematian dan 50 % keracunan
pada binatang.
3. .Salah satu bentuk pengendalian bahan kimia berbahaya sesuai
Kepmenakertrans No. Kep. 187/Men/1999 tentang pengendalian bahan kimia
Berbahaya ditempat kerja adalah :
a. Penetapan Nilai Ambang Kuantitas
b. Penetapan katagori Potensi bahaya perusahaan
c. Penetapan Nilai Ambang Batas
d. Penyediaan Lembar Data Keselamatan Bahan dan Label.
4. Sesuai Permenaker No 3 tahun 1985 material asbes yang dilarang pemakainnya
di Indonesia adalah:
a. Asbes Putih b. Asbes Plafon
c. Asbes Biru d. Asbes Plastik solartuf
5. Berikut ini cara Masuknya bahan kiia ke tubuh manusia, kecuali?
a. Inhalasi b. Ingesti
c. Sekresi d. Injeksi
6. Barapakan Usia Minimal pekerja diperkenankan mengelola Pestisida ?
a. 20 Tahun b. 18 Tahun
c. 15 tahun d. 17 Tahun
7. Berpakah kadar Oksigen diperkenankan untuk dapat bekerja di Tempat Terbatas
(Confined Space)?
a. 20 % s/d 22 % c. 19,5 % s/d 23,5 %
b. 19 % s/d 21 % d. 18 % s/d 22 %
8. Perusahaan yang wajib Mempekerjakan Ahli K3 Kimia dan Petugas Kimia adalah
:
a. Yang mempunyai Potensi Bahaya Besar
b. Yang Menggunakan Bahan Kimia
c. Bahan Kimia yang dipergunakan sama dengan NAK
d. Yang mempunyai angka kecelakaan tinggi
9. Berikut ini yang ini yang bukan merupakan Kriteria Bahan Kimia berbahaya
menurut Kepmenaker No. 187 tahun 1999 adaalh ?
a. Beracun c. Oksidator
b. Reduktor d. Mudah Meledak
10. Waktu Paparan ang diperkenankan bagi pekerja yang mengelola Pestisida
adalah:
a. 7 jam sehari dan 40 jam seminggu
b. 8 Jam sehari dan 40 jam seminggu
c. 5 Jam sehari atau 30 Jam seminggu
d. 5 jam sehari dan 30 jam seminggu
13. Dimanakah Lembar Data Keselamatan bahan sebaiknya ditempatkan?
a. Mudah diketahui oleh Tamu
b. Mudah diketahui oleh Tenaga kerja dan Tamu
c. Mudah iketahui oleh Tenaga kerja a dan Pimpinan
d. Mudah diketahui oleh Tenaga kerja dan pegawai Pengawas

14. Lembar Data keselamatan Bahan terdiri dari berapa Section ?


a. 12 Section c. 10 Section
b. 16 Section d. 18 Section
Soal Esay Bahan Kimia Berbahaya
1. Bagaimanakah cara pengendalian bahan kimia di tempat kerja sesuai
dengan Kepmenaker No. 187 tahun 1999?
Jawab :

2. Kategori Potensi bahaya di tempat kerja ditentukan oleh?


Jawab :

3. Sebutkan Kewajiban perusahaan yang mempunyai potensi bahaya besar ?


Jawab :
4. Sebutkan Kewajiban Petugas K3 Kimia?
Jawab:

5. Sebutkan Kriteria bahan berbahaya menurut Kepmanaker No. 187 tahun


1999?
Jawab :
1/13/2021 TRY OUT MANAJEMEN RISIKO

TRY OUT MANAJEMEN RISIKO


Total points 95/100

Email address *

diniarya1997@gmail.com

0 of 0 points

Nama *

Dini Arya Puspita Ningrum

MATERI *

Manajemen Resiko dan Analisis Kecelakaan Kerja

QUIZ Materi Sistem Manajemen Risiko & Penilaian Risiko 45 of 50 points

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSeSEX8GykS3HkCedhWyMJYzfMayePSqVx-mwHOipFqV6Lc1AA/viewscore?viewscore=AE0zAgBZURG… 1/8
1/13/2021 TRY OUT MANAJEMEN RISIKO

Definisi Incident Adalah ? * 5/5

Kejadian-kejadian yang berhubungan dengan pekerjaan dimana telah terjadi


kecederaan atau penyakit akibat kerja (tanpa memendang parahnya) atau dapat
terjadi

Kejadian-kejadian yang tidak berhubungan dengan pekerjaan dimana telah terjadi


kecederaan atau penyakit akibat kerja (tanpa memendang parahnya) atau dapat
terjadi

Kejadian-kejadian yang berhubungan dengan pekerjaan dimana telah terjadi


kecederaan atau penyakit akibat kerja (tanpa memendang parahnya) atau tidak dapat
terjadi

Kejadian-kejadian yang berhubungan dengan pekerjaan dimana belum terjadi


kecederaan atau penyakit akibat kerja (tanpa memendang parahnya) atau dapat
terjadi

Hirarki pengendalian Risiko yang pertama adalah ? * 5/5

Administrasi

Eliminasi

Rekaya Engginering

APD

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSeSEX8GykS3HkCedhWyMJYzfMayePSqVx-mwHOipFqV6Lc1AA/viewscore?viewscore=AE0zAgBZURG… 2/8
1/13/2021 TRY OUT MANAJEMEN RISIKO

Contoh Pengendalian Risiko Secara Administrasi adalah ? * 5/5

Memakai Helm Untuk Melindungi Kepala Pekerja

Menambah Ruangan Untuk Mengurangi Kebisingan Genset

Memasang Tanda Bahaya di Ruang Travo

Semua jawaban salah

Cara untuk menilai risiko adalah ? * 5/5

Semua Benar

Tingkat Kelas X Tingkat Kemungkinan

Tingkat kemungkinan X Tingkat konsekuensi (Bahaya)

Tingkat Konsekuensi X Besar Cintaku Pada mu

Tujuan Investigasi Incident adalah ? * 5/5

Menambah Tingkat Kematian

Iseng

Semua Salah

Agar Kejadian tidak berulang kembali

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSeSEX8GykS3HkCedhWyMJYzfMayePSqVx-mwHOipFqV6Lc1AA/viewscore?viewscore=AE0zAgBZURG… 3/8
1/13/2021 TRY OUT MANAJEMEN RISIKO

Tahapan Penyelidikan Kecelakaan yang Benar adalah ? * 0/5

Mengamankan Lokasi Kecelakaan

Mengumpulan Fakta

Semua Benar

Melaporkan Max 1x24 Jam

Correct answer

Semua Benar

Di bawah Ini merupakan teknik identifikasi Bahaya * 5/5

FTA

FMEA

JSA

BETOOOL SEMUA

Standar yang mengatur terkait manajemen risiko * 5/5

ISO 31000

Jawaban a, b dan c salah

ISO 14001

ISO 9001

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSeSEX8GykS3HkCedhWyMJYzfMayePSqVx-mwHOipFqV6Lc1AA/viewscore?viewscore=AE0zAgBZURG… 4/8
1/13/2021 TRY OUT MANAJEMEN RISIKO

Suatu tempat kerja dimana pengurus mempekerjakan tenaga kerja lebih dari 5/5
100 orang atau mempekerjakan tenaga kerja kurang dari 100 orang akan
tetapi menggunakan bahan, proses, alat dan atau instalasi yang besarrisiko
bahaya terhadap keselamatan dan kesehatan kerja wajib memiliki ... *

Ahli K3 Listrik

Ahli K3 Kebakaran

Ahli Muda K3 Konstruksi

Ahli K3 Umum

Kewajiban dan wewenang Ahli K3 tercantum pada PERMENAKER 02 Tahun 5/5


1992 pasal ... *

7 dan 8

11 dan 12

9 dan 10

3 dan 4

QUIZ Materi Sistem Manajemen Risiko & Penilaian Risiko 50 of 50 points

Jawablah pernyataan di bawah ini dengan Benar atau Salah sesuai dengan pengetahuan Anda!

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSeSEX8GykS3HkCedhWyMJYzfMayePSqVx-mwHOipFqV6Lc1AA/viewscore?viewscore=AE0zAgBZURG… 5/8
1/13/2021 TRY OUT MANAJEMEN RISIKO

Pendidikan minimal menjadi seorang Ahli K3 Umum adalah D3 * 5/5

Benar

Salah

Anda dinyatakan sebagai Ahli K3 Umum (bukan Calon) ketika memiliki SKP dan 5/5
Kartu Lisensi AK3U yang dikeluarkan oleh KEMNAKER RI *

Benar

Salah

JSA = JOB SAFETY ANALYSIS * 5/5

Salah

Benar

Hirarki pengendalian risiko yang pertama adalah APD * 5/5

Salah

Benar

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSeSEX8GykS3HkCedhWyMJYzfMayePSqVx-mwHOipFqV6Lc1AA/viewscore?viewscore=AE0zAgBZURG… 6/8
1/13/2021 TRY OUT MANAJEMEN RISIKO

Hirarki Pengendalian Risiko Terakhir adalah Subtitusi * 5/5

Salah

Benar

Hirarki Pengendalian Risiko ada 5 * 5/5

Salah

Benar

APD = ALAT PELINDUNG DIRI * 5/5

Benar

Salah

Setiap pekerjaan yang berbahaya diperlukan Penilaian Risiko terlebih dahulu * 5/5

Benar

Salah

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSeSEX8GykS3HkCedhWyMJYzfMayePSqVx-mwHOipFqV6Lc1AA/viewscore?viewscore=AE0zAgBZURG… 7/8
1/13/2021 TRY OUT MANAJEMEN RISIKO

Walaupun tidak mandi ka bovi tetap cantik * 5/5

Benar

Benar Banget

Penilaian risiko dilakukan dengan mengkali kan nilai tingkat kemungkinan 5/5
dengan nilai tingkat bahaya *

Benar

Salah

This content is neither created nor endorsed by Google. - Terms of Service - Privacy Policy

Forms

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSeSEX8GykS3HkCedhWyMJYzfMayePSqVx-mwHOipFqV6Lc1AA/viewscore?viewscore=AE0zAgBZURG… 8/8
1/12/2021 TRY OUT DASAR K3

TRY OUT DASAR K3 Total points 100/100

Email address *

diniarya1997@gmail.com

0 of 0 points

Nama *

Dini Arya Puspita Ningrum

Materi *

Dasar-dasar K3, Kelembagaan dan Keahlian K3

Bagian Tanpa Judul 50 of 50 points

Salah satu faktor terjadinya kecelakaan kerja adalah adanya unsafe condition, 5/5
contohnya yaitu: *

Pekerja yang tidak menggunakan full body harness saat bekerja pada ketinggian

Pekerja yang bermain ponsel saat bekerja

Pilot yang tidak berkoordinasi dengan ATC saat akan melakukan pendaratan darurat

Adanya kabel listrik yang terkelupas bagian isolatornya

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfrTc1UEucv5LsaSqKxb72pRVtCkLwqoeQK8lGjS_V1vlI2tw/viewscore?viewscore=AE0zAgCCmpQtw… 1/7
1/12/2021 TRY OUT DASAR K3

Salah satu faktor yang menyebabkan kecelakaan adalah “Penyebab 5/5


Langsung”. Di bawah ini merupakan faktor dari penyebab langsung yaitu: *

Faktor kerja

Faktor pribadi

Kondisi tidak aman

Lemahnya pengendalian

Berikut ini yang merupakan Penyebab Dasar dalam teori domino, yaitu: * 5/5

Perbuatan yang tidak aman

Kondisi yang tidak aman

Faktor pribadi

Lack of control

Salah satu peristiwa dalam sejarah besar dunia yang mempengaruhi 5/5
berkembangnya penerapan K3, yaitu: *

Bencana Chernobyl pada tahun 1986

Revolusi Amerika

Revolusi Medis

Revolusi Industri dan Teknologi

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfrTc1UEucv5LsaSqKxb72pRVtCkLwqoeQK8lGjS_V1vlI2tw/viewscore?viewscore=AE0zAgCCmpQtw… 2/7
1/12/2021 TRY OUT DASAR K3

Berikut ini yang tidak termasuk dalam hirarki pengendalian bahaya dan resiko 5/5
yaitu *

Rekayasa Administrasi

Subtitusi

Risk Scoring

Eliminasi

Tata cara pembentukan P2K3 diatur dalam peraturan: * 5/5

Permennaker No. 19/MEN/2012

Permennaker No. 04/MEN/1987

Undang-undang Nomor 1 Tahun 1970

Permennaker No. 02/MEN/1992

Berikut yang merupakan contoh program kerja P2K3 yang sesuai yaitu: * 5/5

Payroll Karyawan, reward dan punishment

Executive summary, customer target dan unique selling preposition

Monthly safety meeting, safety patrol, dan Audit Eksternal SMK3

Diklat, rekrutmen dan interview karyawan

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfrTc1UEucv5LsaSqKxb72pRVtCkLwqoeQK8lGjS_V1vlI2tw/viewscore?viewscore=AE0zAgCCmpQtw… 3/7
1/12/2021 TRY OUT DASAR K3

PT. Mutiara Mutu Sertifikasi dalam menyelenggarakan pembinaan dan 5/5


sertifikasi Calon Ahli K3 Umum merupakan salah satu PJK3 dengan ruang
lingkup sebagai: *

Lingkungan Kerja

Jasa Pembinaan K3

Pemeriksaan dan Pengujian

Jasa Audit K3

Keputusan penunjukan Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja dicabut apabila: 5/5
*

Semua jawaban benar.

Tidak memenuhi peraturan perundang-undangan K3.

Dengan sengaja atau karena kekhilafannya menyebabkan terbukanya rahasia


perusahaan/instansi yang karena jabatannya wajib untuk dirahasiakan

Melakukan kesalahan dan kecerobohan sehingga menimbulkan keadaan berbahaya.

Anggota dan struktur organisasi P2K3 di perusahaan disahkan oleh: * 5/5

Dinas ESDM

Menteri Ketanagakerjaan

Dinas Tenaga Kerja

Menteri ESDM

QUIZ Materi Dasar-dasar K3 dan Kelembagaan K3 50 of 50 points

Silakan Anda mengisi pertanyaan di bawah ini dengan tepat!

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfrTc1UEucv5LsaSqKxb72pRVtCkLwqoeQK8lGjS_V1vlI2tw/viewscore?viewscore=AE0zAgCCmpQtw… 4/7
1/12/2021 TRY OUT DASAR K3

Frank Bird merupakan salah satu ahli yang turut serta dalam mengembangkan 5/5
Teori Domino *

Benar

Salah

Menurut Teori Gunung Es, biaya kerugian langsung atau yang terlihat 5/5
jumlahnya jauh lebih besar jika dibandingkan dengan biaya tidak langsung atau
biaya yang tidak terlihat. *

Salah

Benar

Jika suatu perusahaan memiliki tenaga kerja berjumlah 105 orang, maka 5/5
jumlah anggota P2K3-nya sekurang-kurangnya adalah berjumlah 12 orang
yang terdiri atas 6 orang perwakilan pimpinan dan 6 orang perwakilan tenaga
kerja. *

Benar

Salah

Perusahaan dengan jumlah tenaga kerja 20 orang yang bergerak dalam bidang5/5
kimia dengan potensi bahaya ledakan yang tinggi, boleh membentuk P2K3
secara sukarela. *

Salah

Benar

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfrTc1UEucv5LsaSqKxb72pRVtCkLwqoeQK8lGjS_V1vlI2tw/viewscore?viewscore=AE0zAgCCmpQtw… 5/7
1/12/2021 TRY OUT DASAR K3

Ketua P2K3 seharusnya merupakan pimpinan perusahaan yang mempunyai 5/5


kewenangan dalam menerapkan kebijakan di perusahaan tersebut. *

Salah

Benar

Tata cara penunjukan Ahli Keselamatan Kerja diatur dalam Permennaker 5/5
Nomor Per 12/MEN/1992. *

Benar

Salah

Seorang Ahli Keselematan Kerja di PT. Yang Setia akan tidak berlaku surat 5/5
keputusan penunjukannya (SKP) jika ybs pindah ke PT. Yang Selalu Ada. *

Salah

Benar

Dalam melakukan pemeriksaan alat penyalur petir di perusahaan, dapat 5/5


dilakukan oleh PJK3 bidang pemeriksaan dan pengujian. *

Salah

Benar

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfrTc1UEucv5LsaSqKxb72pRVtCkLwqoeQK8lGjS_V1vlI2tw/viewscore?viewscore=AE0zAgCCmpQtw… 6/7
1/12/2021 TRY OUT DASAR K3

Batas waktu maksimal yang diperbolehkan dalam melaporkan kecelakaan 5/5


kerja menurut Permennaker Nomor 03/MEN/1998 adalah 7 x 24 Jam *

Benar

Salah

Sekretaris P2K3 menurut Permennaker Nomor 04/MEN/1987 harus dijabat oleh 5/5
seorang perempuan. *

Benar

Salah

This content is neither created nor endorsed by Google. - Terms of Service - Privacy Policy

Forms

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfrTc1UEucv5LsaSqKxb72pRVtCkLwqoeQK8lGjS_V1vlI2tw/viewscore?viewscore=AE0zAgCCmpQtw… 7/7
1/16/2021 TRY OUT MPUBT

TRY OUT MPUBT Total points 100/100

Email address *

diniarya1997@gmail.com

0 of 0 points

Nama *

Dini Arya Puspita Ningrum

MATERI *

Mekanik, Pesawat Uap dan Bejana Tekanan

Bagian Tanpa Judul 50 of 50 points

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScTvVMsjgP6_DWjipvjWl7fZOeo4a_VYxQurcBax9ONTzALLg/viewscore?viewscore=AE0zAgBWEQhkJL… 1/8
1/16/2021 TRY OUT MPUBT

Sesuai Permenaker No. Per.08/Men/2020 setiap pesawat angkat dan angkut 5/5
wajib dilakukan pengujian setelah pegujian pertama. Pengujian tersebut
selambat-lambatnya: *

1 (satu) tahun setelah pengujian pertama.

2 (dua) tahun setelah pengujian pertama.

4 (empat) tahun setelah pengujian pertama.

3 (tiga) tahun setelah pengujian pertama.

Berikut ini pernyataan yang benar terkait perbedaan kewenangan antara 5/5
operator pesawat uap kelas I dan kelas II sesuai dengan Permennaker Nomor
01/MEN/1988, yaitu: *

Operator kelas I berwenang melayani ketel uap dengan kapasitas uap lebih besar dari
10 ton/ jam, sedangkan operator kelas II melayani kapasitas uap sampai dengan 10
ton/jam

Operator kelas II dapat mendampingi dan mengawasi pekerjaan operator kelas I

Operator kelas II berwenang dalam mengatur pesawat uap selain ketel uap dengan
ukuran tertentu saja

Operator kelas II berwenang melayani ketel uap dengan kapasitas uap lebih besar dari
10 ton/ jam, sedangkan operator kelas I melayani kapasitas uap sampai dengan 10
ton/jam

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScTvVMsjgP6_DWjipvjWl7fZOeo4a_VYxQurcBax9ONTzALLg/viewscore?viewscore=AE0zAgBWEQhkJL… 2/8
1/16/2021 TRY OUT MPUBT

Di bawah ini termasuk pernyataan yang benar terkait perbedaan bejana 5/5
tekanan dan tangki timbun, yaitu: *

Pemeriksaan bejana tekanan dan tangki timbun dilakukan selambat-lambatnya setiap


5 (lima) tahun sekali

Bejana tekanan berisi cairan yang dikempa menjadi gas sedangkan tangki timbun
berisi gas atau cairan gas tertentu

Tangki timbun selalu dikubur di bawah permukaan tanah

Bejana tekanan berisi gas atau cairan gas yang dikempa menjadi cair sedangkan
tangki timbun berisi cairan kimia tertentu

Pengujian unit pesawat tenaga dan produksi dilakukan selambat- lambatnya * 5/5

1 (satu) tahun sekali

2 (dua) tahun sekali

3 (tiga) tahun sekali

5 (lima) tahun sekali

Salah satu dari dasar hukum yang terkait dengan K3 Mekanik seperti tertera 5/5
dibawah ini, yaitu: *

Permenakertrans No. Per-2/Men/1992

Permenaker No. Per-04/Men/1985

Permenaker No. Per-08/Men/2020

Permenaker No. Per-04/Men/1987

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScTvVMsjgP6_DWjipvjWl7fZOeo4a_VYxQurcBax9ONTzALLg/viewscore?viewscore=AE0zAgBWEQhkJL… 3/8
1/16/2021 TRY OUT MPUBT

Peraturan tentang K3 pesawat uap, sampai saat ini diatur dalam: * 5/5

Permennaker Nomor 01/MEN/1988

Peraturan Uap dan Undang-undang Uap Tahun 1930

Permennaker Nomor 38 Tahun 2016

Permennaker Nomor 36 Tahun 2016

Jumlah operator untuk satu ketel uap dengan kapasitas sebesar 30 ton per 5/5
jam yang sesuai dengan Permennaker Nomor 01 Tahun 1988, yaitu: *

Hanya butuh operator kelas II minimal 2 orang

Operator kelas I sebanyak 1 orang, operator kelas II sebanyak 1 orang

Hanya butuh operator kelas I sebanyak 1 orang

Operator kelas I sebanyak 1 orang, operator kelas II sebanyak 2 orang

Pemeriksaan dan pengujian khusus pada pesawat tenaga dan produksi 5/5
dilakukan apabila *

Telah dilakukan modifikasi atau reparasi akibat terjadinya kecelakaan

Baru dibeli dari pabrik

Hasil pengujian dan pemeriksaan sebelumnya diragukan kebenaran datanya

Telah dilakukan pemeriksaan setidaknya 1 tahun sebelumnya

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScTvVMsjgP6_DWjipvjWl7fZOeo4a_VYxQurcBax9ONTzALLg/viewscore?viewscore=AE0zAgBWEQhkJL… 4/8
1/16/2021 TRY OUT MPUBT

Di bawah ini yang bukan merupakan dokumen K3 yang wajib dimiliki oleh 5/5
pemakai pesawat angkat dan angkut yaitu *

Lisensi personil

Instruksi kerja

Nota jual-beli PAA

Surat keterangan pemenuhan syarat K3

Manakah di bawah ini yang bukan contoh pesawat angkat dan angkut? * 5/5

Lift

Conveyor di pabrik pengolahan kelapa sawit

Tower crane

Forklift

QUIZ Materi K3 Mekanik, Pesawat Uap dan Bejana Tekanan 50 of 50 points

Gas elpiji merupakan salah satu contoh bejana tekanan * 5/5

Salah

Benar

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScTvVMsjgP6_DWjipvjWl7fZOeo4a_VYxQurcBax9ONTzALLg/viewscore?viewscore=AE0zAgBWEQhkJL… 5/8
1/16/2021 TRY OUT MPUBT

Tangki timbun selalu terkubur di bawah permukaan tanah * 5/5

Salah

Benar

Operator peralatan angkat terdiri atas operator kelas I, operator kelas II dan 5/5
operator kelas III *

Benar

Salah

Operator forklift kelas I berwenang mengoperasikan forklift dengan kapasitas 5/5


lebih dari 15 ton *

Benar

Salah

Sebuah forklift telah dilakukan pengujian pertama pada Bulan Januari 2020, 5/5
maka pengujian selanjutnya harus dilakukan maksmial pada Bulan Januari
2025 *

Salah

Benar

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScTvVMsjgP6_DWjipvjWl7fZOeo4a_VYxQurcBax9ONTzALLg/viewscore?viewscore=AE0zAgBWEQhkJL… 6/8
1/16/2021 TRY OUT MPUBT

APAR adalah salah satu contoh bejana tekanan * 5/5

Benar

Salah

Untuk pengujian beban lebih pada peswat angkat dan angkut, harus 5/5
dilaksanakan sebesar 125% dari jumlah beban maksimum yang diujikan *

Salah

Benar

Pengujian unit pesawat tenaga dan produksi dilakukan selambat-lambatnya 5/5


selama 5 (lima) tahun sekali *

Salah

Benar

Bejana tekanan yang berisi bahan mudah terbakar (flammable), harus diberi 5/5
warna kuning pada bagian bahu bejana *

Benar

Salah

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScTvVMsjgP6_DWjipvjWl7fZOeo4a_VYxQurcBax9ONTzALLg/viewscore?viewscore=AE0zAgBWEQhkJL… 7/8
1/16/2021 TRY OUT MPUBT

Menurut Permennaker Nomor 37/Men/2016, bejana yang berisi gas oksigen 5/5
harus diberi warna putih pada bagian bahu bejana *

Benar

Salah

This content is neither created nor endorsed by Google. - Terms of Service - Privacy Policy

Forms

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScTvVMsjgP6_DWjipvjWl7fZOeo4a_VYxQurcBax9ONTzALLg/viewscore?viewscore=AE0zAgBWEQhkJL… 8/8
1/15/2021 TRY OUT ELKBB

TRY OUT ELKBB Total points 95/100

Email address *

diniarya1997@gmail.com

0 of 0 points

Nama *

Dini Arya Puspita Ningrum

MATERI *

Kebijakan K3 dan Undang-undang No 1 Thn 1970

Dasar-dasar K3 dan Kelembagaan K3

SMK3 dan Audit SMK3

Manajemen Resiko dan Analisis Kecelakaan Kerja

Mekanik, Pesawat Uap dan Bejana Tekanan

Konstruksi, Penanggulangan Kebakaran dan Listrik

Kesehatan Kerja

Ergonomi, Lingkungan Kerja dan Bahan Berbahaya

Bagian Tanpa Judul 45 of 50 points

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdPaUqICWQBvCg0iF6Bal2U1ia71GRexF1Wm9uDNa1MCY9etA/viewscore?viewscore=AE0zAgDI9G1L… 1/8
1/15/2021 TRY OUT ELKBB

Tugas dan kewajiban Ahli K3 Kimia antara lain: * 0/5

Semua jawaban benar

Semua jawaban salah

Merahasiakan segala keterangan yang berkaitan dengan rahasia perusahaan atau


instansi yang diddapat karena jabatannya

Memberikan laporan kepada menteri atau pejabat yang ditunjuk mengenai hasil
pelaksanaan tugasnya

Correct answer

Semua jawaban benar

Pengaruh bahan kimia berbahaya terhadap kesehatan tergantung kepada 5/5


konsentrasi dan lamanya paparan terjadi, pengaruh tersebut dapat
menyebabkan hal sebagai berikut, kecuali: *

Menyebabkan kebakaran dan peledakan

Pneumoconiosis dan menyebabkan efek bius

Menyebabkan iritasi, korosif, sulit bernafas, menimbulkan alergi, keracunan sistematik

Menyebabkan kanker, kerusakan/kelainan janin

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdPaUqICWQBvCg0iF6Bal2U1ia71GRexF1Wm9uDNa1MCY9etA/viewscore?viewscore=AE0zAgDI9G1L… 2/8
1/15/2021 TRY OUT ELKBB

Yang termasuk kategori bahan berbahaya adalah jenis bahan yang mempunyai 5/5
sifat antara lain *

Semua jawaban benar

Memancarkan radiasi

Oksidator, mudah meledak, mudah menyala atau terbakar

Korosif, iritasi karsinogenik

Pengendalian bahan kimia berbahaya di tempat kerja merupakan suatu usaha 5/5
untuk mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Dasar hukumnya
adalah: *

Kepmenaker No. Kep-51/Men/1999

SE No. 01 tahun 1999

Permenaker No. Per-03/Men/1986

Kepmenaker No. Kep-187/Men/1999

Bahan kimia dalam bentuk tunggal atau campuran yang berdasarkan sifat 5/5
kimia, fisika, atau toksikologi berbahaya terhadap tenaga kerja, instalasi dan
lingkungan, kecuali: *

Bahan mudah meledak, bahan oksidator

Cairan mudah terbakar, gas mudah terbakar

Cairan mudah larut

Bahan beracun, bahan beraktif

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdPaUqICWQBvCg0iF6Bal2U1ia71GRexF1Wm9uDNa1MCY9etA/viewscore?viewscore=AE0zAgDI9G1L… 3/8
1/15/2021 TRY OUT ELKBB

Penerapan norma-norma ergonomik di tempat kerja meliputi norma- norma: * 5/5

Semua jawaban benar

Pemberian gizi kerja

Pembebanan kerja fisik, sikap tubuh dalam bekerja, mengangkut dan mengangkat

Pemberian alat pelindung diri

Faktor-faktor lingkungan kerja yang dapat menyebabkan kecelakaan atau 5/5


penyakit akibat kerja adalah: *

Faktor psikologi

Faktor fisika

Semua jawaban benar

Faktor kimia

Beban kerja fisik yang diberikan kepada tenaga kerja tidak boleh melebihi: * 5/5

30-50% dari kemampuan kerja maksimum

25-30% dari kemampuan kerja maksimum

10-15% dari kemampuan kerja maksimum

30-40% dari kemampuan kerja maksimum

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdPaUqICWQBvCg0iF6Bal2U1ia71GRexF1Wm9uDNa1MCY9etA/viewscore?viewscore=AE0zAgDI9G1L… 4/8
1/15/2021 TRY OUT ELKBB

Kewajiban pengusaha atau pengurus instalasi bahaya besar sesuai 5/5


Kepmenakertrans Nomor: Kep.187/Men/1999 adalah sebagai berikut, kecuali: *

Mempekerjakan Ahli K3 kimia

Pengujian instalasi sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun sekali

Pembuatan dokumen job safety

Membuat dokumen pngendalian instalasi bahaya besar

Sudahkah kamu berterima kasih dengan orang-orang yang selalu support 5/5
kamu hari ini? *

Belum, aku suka lupa diri hiks

Sudah dong, yeeaayy

QUIZ Materi K3 Ergonomi, Lingkungan, B3 50 of 50 points

Jawablah pernyataan di bawah ini dengan Benar atau Salah sesuai dengan pengetahuan Anda!

Penyesuaian pekerjaan, sikap dan peralatan disebut ilmu psikomotorik * 5/5

Benar

Salah

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdPaUqICWQBvCg0iF6Bal2U1ia71GRexF1Wm9uDNa1MCY9etA/viewscore?viewscore=AE0zAgDI9G1L… 5/8
1/15/2021 TRY OUT ELKBB

Penerangan/pencahayaan yang cukup dalam suatu ruangan tempat kerja, 5/5


dapat memberikan kenyamanan bekerja *

Salah

Benar

Salah satu manfaat penilaian lingkungan kerja adalah sebagai dasar untuk 5/5
menyatakan kondisi lingkungan kerja membahayakan atau tidak *

Salah

Benar

Nilai Ambang Batas (NAB) kebis8ingan untuk pemajanan 8 jam per hari, sesuai 5/5
Permenakertrans No.Per 05/Men/2018 adalah 80 dBA *

Salah

Benar

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdPaUqICWQBvCg0iF6Bal2U1ia71GRexF1Wm9uDNa1MCY9etA/viewscore?viewscore=AE0zAgDI9G1L… 6/8
1/15/2021 TRY OUT ELKBB

Penyakit akibat kerja merupakan penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan 5/5
dan lingkungan kerja. Untuk menghindari kejadian tersebut perlu dilakukan
usaha-usaha preventif yang berupa jaminan pelayanan kesehatan yang
merupakan salah satu dari 4 (empat) program Jamsostek. Peraturan yang
mengatur hak tersebut adalah Permenaker No.Per-03/Men/1982 *

Salah

Benar

Salah satu bentuk pengendalian bahan kimia berbahaya sesuai 5/5


Kepmenakertrans No. Kep.187/Men/1999 adalah Penyediaan Lembar Data
Keselamatan Bahaya dan Label *

Salah

Benar

PERMENAKER No 5 Tahun 2018 berisi tentang K3 Lingkungan Kerja * 5/5

Benar

Salah

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdPaUqICWQBvCg0iF6Bal2U1ia71GRexF1Wm9uDNa1MCY9etA/viewscore?viewscore=AE0zAgDI9G1L… 7/8
1/15/2021 TRY OUT ELKBB

Penerapan higiene dan sanitasi berdasarkan PERMENKER No 5 Tahun 2018 5/5


meliputi gedung, halaman dan bangunan bawah tanah *

Benar

Salah

Personil K3 Lingkungan Kerja menurut PERMENAKER Nomor 5 Tahun 2018 5/5


terdiri dari Ahli K3 Muda dan Madya Lingkungan Kerja *

Benar

Salah

Pengendalian lingkungan kerja sesuai PERMENAKER No 5 Tahun 2018 5/5


berdasarkan urutannya adalah eliminasi-substitusi-administratif-rekayasa
teknis-penggunaan APD *

Benar

Salah

This content is neither created nor endorsed by Google. - Terms of Service - Privacy Policy

Forms

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdPaUqICWQBvCg0iF6Bal2U1ia71GRexF1Wm9uDNa1MCY9etA/viewscore?viewscore=AE0zAgDI9G1L… 8/8
1/14/2021 TRY OUT SMK3

TRY OUT SMK3 Total points 95/100

Email address *

diniarya1997@gmail.com

0 of 0 points

Nama *

Dini Arya Puspita Ningrum

MATERI *

SMK3 dan Audit SMK3

QUIZ Materi Sistem Manajemen K3 & Audit SMK3 50 of 50 points

Dasar hukum yang mengatur penerapan Sistem Manajemen K3 di tempat 5/5


kerja adalah *

PP No 50 th 2012

Permenaker No 05 th 2018

Standard ISO 45001:2018

UU No 32 th 2009

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdJPwVWnneTG16YTaAJrzZ4HhLpZzlonGrVFCS9TdtGVxd4sg/viewscore?viewscore=AE0zAgAeGbh5G… 1/7
1/14/2021 TRY OUT SMK3

SMK3 menurut PP No 50 th 2012 terdiri dari kecuali : * 5/5

166 Kriteria

10 Klausa

5 Prinsip Dasar

12 Elemen

Kombinasi dari kemungkinan terjadinya kejadian berbahaya dengan 5/5


keparahan suatu cidera dikenal dengan istilah : *

Hierarchy of Control

Severity/keparahan

Hazard/bahaya

Risk/resiko

Kotak P3K di tempat kerja sesuai Permenaker No 15 th 2008 harus terdiri dari, 5/5
kecuali *

Obat sakit perut

Gunting

Plester Cepat

Povidon Iodin

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdJPwVWnneTG16YTaAJrzZ4HhLpZzlonGrVFCS9TdtGVxd4sg/viewscore?viewscore=AE0zAgAeGbh5G… 2/7
1/14/2021 TRY OUT SMK3

Kecelakaan kerja yang menyebabkan ,korban tidak dapat masuk kerja selama 5/5
3 hari disebut : *

Fisrt Aid (P3K)

Lost Time Injury (LTI)

Fatality

Restricted Duty Injury (RDI)

Yang termasuk dalam klasifikasi ”biological hazard’ adalah, kecuali: * 5/5

Gigitan ular berbisa

Keracunan makanan

Virus

Heat Stress

Berapakah nilai ambang batas (NAB) kebisingan di tempat kerja menurut 5/5
Permenaker No 05 th 2018 ? *

85 db(A) selama 4 jam

80 – 85 db(A)

Semua salah

85 db(A) selama 8 jam

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdJPwVWnneTG16YTaAJrzZ4HhLpZzlonGrVFCS9TdtGVxd4sg/viewscore?viewscore=AE0zAgAeGbh5G… 3/7
1/14/2021 TRY OUT SMK3

Pengendalian bahaya haruslah memenuhi hirarki, yang termasuk dalam contoh 5/5
rekayasa teknik adalah : *

Pembuatan Instruksi Kerja

Pemasangan Pelindung Mesin

Pemasangan Rambu Bahaya

Penggunaan Safety Shoes

Ketidaksesuai saat dilakukan audit SMK3 terdiri dari 3 kategori, kecuali: * 5/5

Mayor

Minor

Kritikal

Opportunity for improvement

Terdapat 3 teknik dalam mengumpulkan bukti saaat dilakukan Audit SMK3, 5/5
kecuali : *

Observasi

Wawancara

Online Audit

Periksa Dokumen

QUIZ Materi Sistem Manajemen K3 & Audit SMK3 45 of 50 points

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdJPwVWnneTG16YTaAJrzZ4HhLpZzlonGrVFCS9TdtGVxd4sg/viewscore?viewscore=AE0zAgAeGbh5G… 4/7
1/14/2021 TRY OUT SMK3

Jawablah pernyataan di bawah ini dengan Benar atau Salah sesuai dengan pengetahuan Anda!

Audit SMK3 dapat dilakukan oleh Auditor internal dan Auditor eksternal * 5/5

Salah

Benar

Sesuai dengan Permenaker No. Per.04/Men/1987pengusaha atau pengurus 5/5


wajib membentuk P2K3 di kantor pusat suatu grup perusahaan *

Salah

Benar

Audit SMK3 bertujuan untuk membuktikan kesesuaian penerapan sistem 5/5


manajemen K3 *

Benar

Salah

Peraturan yang mengatur SMK3 adalah Permenaker No. Per-05/Men/1995 * 5/5

Salah

Benar

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdJPwVWnneTG16YTaAJrzZ4HhLpZzlonGrVFCS9TdtGVxd4sg/viewscore?viewscore=AE0zAgAeGbh5G… 5/7
1/14/2021 TRY OUT SMK3

Audit SMK3 eksternal, dilaksanakan sekurang-kurangnya satu kali dalam 3 5/5


(tiga) tahun. *

Benar

Salah

Penerapan SMK3 di tempat kerja bersifat wajib bagi tenaga kerja * 5/5

Benar

Salah

Sesuai dengan Permenaker No. Per.04/Men/1987 pengusaha atau pengurus 5/5


wajib membentuk P2K3 di Setiap tempat kerja yang mempekerjakan 100
orang atau lebih. *

Salah

Benar

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdJPwVWnneTG16YTaAJrzZ4HhLpZzlonGrVFCS9TdtGVxd4sg/viewscore?viewscore=AE0zAgAeGbh5G… 6/7
1/14/2021 TRY OUT SMK3

Dalam pelaksanaan K3 di tempat kerja, upaya pengendalian resiko dilakukan 0/5


dengan urutan identifikasi, evaluasi, pengendalian, monitoring *

Benar

Salah

Correct answer

Benar

Badan atau lembaga di tingkat perusahaan yang bertugas memberi 5/5


pertimbangan dan dapat membantu pelaksanaan usaha pencegahan
kecelakaan serta dapat memberikan penerangan yang efektif kpada para
pekerja adalah Panitia Pembna Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) *

Benar

Salah

Sertifikat Calon Ahli K3 Umum yang dikeluarkan oleh KEMNAKER RI berlaku 5 5/5
tahun *

Benar

Salah

This content is neither created nor endorsed by Google. - Terms of Service - Privacy Policy

Forms

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdJPwVWnneTG16YTaAJrzZ4HhLpZzlonGrVFCS9TdtGVxd4sg/viewscore?viewscore=AE0zAgAeGbh5G… 7/7
1/18/2021 TRY OUT KBLPK

TRY OUT KBLPK Total points 95/100

Email address *

diniarya1997@gmail.com

0 of 0 points

Nama *

Dini Arya Puspita Ningrum

MATERI *

Konstruksi, Penanggulangan Kebakaran dan Listrik

Bagian Tanpa Judul 45 of 50 points

Dasar hukum pengawasan K3 Konstruksi Bangunan: * 5/5

Semua jawaban benar

SKB Menaker dan Mentri PU No. Kep.174/Men/1986 No.104/Kpts/1986

Permenaker No. Per-01/Men/1980

UU No 1 Tahun 1970

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfT3ShemkuLakDH85Sg6if8W8y60TNLZLACHrfNojnkVSwp0Q/viewscore?viewscore=AE0zAgBO4F-VmJ… 1/8
1/18/2021 TRY OUT KBLPK

Tahapan pelaksanaan konstruksi bangunan: * 5/5

Rancangan teknis pelaksanaan

Rancangan pasca konstruksi

Rancangan teknis pelaksanaan dan pasca konstruksi

Semua jawaban salah

Syarat-syarat keselamatan kerja ditetapkan melalui peraturan perundangan, 5/5


salah satunya persyaratan untuk mencegah terkena aliran listrik yang
berbahaya. Hal tersebut tertuang dalam: *

Kepmenakertrans No.Kep.75/Men/2002

UU No.1 Tahun 1970 pasal 3 ayat (1) huruf q

Semua jawaban salah

UU No.1 Tahun 1970 pasal 3 ayat (1) huruf a

Instalasi penyalur petir diatur berdasarkan: * 5/5

Permenaker No.Per.31/Men/2015 perubahan atas Permenaker No.Per.01/Men/1987

Permenaker No.Per.31/Men/2015 perubahan atas Permenaker No.Per.02/Men/1989

Permenaker No.Per.32/Men/2015 perubahan atas Permenaker No.Per.04/Men/1985

Permenaker No.Per.30/Men/2015 perubahan atas Permenaker No.Per.04/Men/1987

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfT3ShemkuLakDH85Sg6if8W8y60TNLZLACHrfNojnkVSwp0Q/viewscore?viewscore=AE0zAgBO4F-VmJ… 2/8
1/18/2021 TRY OUT KBLPK

Penggunaan lift yang salah yaitu: * 5/5

Kapasitas angkut harus sesuai dengan izin lift

Penetapan jumlah orang yang diangkut berdasarkan SNI yang berlaku

Kapasitas angkut lift tidak dicantumkan dan dipasang didalam kereta lift

Kapasitas angkut lift dicantumkan dan dipasang dalam kereta lift

Pemeriksaan dan/atau pengujian lift berlaku selama: * 5/5

2 (dua) tahun

Semua jawaban salah

5 (lima) tahun

3 (tiga) tahun

Potensi bahaya pada instalasi listrik diantaranya: * 5/5

Beban lebih (overload)

Peledakan

Kebakaran

Panas (thermal)

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfT3ShemkuLakDH85Sg6if8W8y60TNLZLACHrfNojnkVSwp0Q/viewscore?viewscore=AE0zAgBO4F-VmJ… 3/8
1/18/2021 TRY OUT KBLPK

Penanggulangan K3 Listrik dan Kebakaran dilaksanakan dengan pola preventif, 0/5


apakah yang dimaksud dengan pola tersebut: *

Dilaksanakan setelah ada kejadian kecelakaan

Dilakukan perawatan rutin

Dimulai saat pelaksanaan

Dimulai dari saat perencanaan

Correct answer

Dimulai dari saat perencanaan

Besarnya nilai tahanan pembumian (grounding) keseluruhan pada instalasi 5/5


penyalur petir yang diatur dalam Permenaker No.Per.02/Men/1989 adalah: *

Jawaban a, b dan c salah

Maksimal 0,5 Ω

Maksimal 5 Ω.

Maksimal 50 Ω

Sudahkah kamu senyum dan bersyukur atas kesempatan masih bisa mengikuti5/5
pembinaan dengan nyaman seperti hari ini? *

Sudah dong, yeeaayy

Belum, aku suka ga sadar hiks

QUIZ Materi Konstruksi Bangunan, Listrik, Penanggulangan 50 of 50

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfT3ShemkuLakDH85Sg6if8W8y60TNLZLACHrfNojnkVSwp0Q/viewscore?viewscore=AE0zAgBO4F-VmJ… 4/8
1/18/2021 TRY OUT KBLPK

Kebakaran points

Jawablah pernyataan di bawah ini dengan Benar atau Salah sesuai dengan pengetahuan Anda!

Alat untuk mengatur tahanan isolasi kabel listrik adalah Ohm meter * 5/5

Salah

Benar

Lantai kerja yang aman adalah lantai kerja yang memiliki resistansi isolasi 5/5
sekurang-kurangnya sebesar 50 kΩ *

Benar

Salah

Keselamatan dan Kesehatan Kerja Listrik di tempat kerja diatur dalam 5/5
Kepmenakertrans Nomor 02/MEN/1992 *

Benar

Salah

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfT3ShemkuLakDH85Sg6if8W8y60TNLZLACHrfNojnkVSwp0Q/viewscore?viewscore=AE0zAgBO4F-VmJ… 5/8
1/18/2021 TRY OUT KBLPK

Manurut PER.04/MEN/1980 tinggi pemberian tanda pemasangan APAR adalah 5/5


125 cm dari dasar lantai *

Benar

Salah

Unit penanggulangan kebakaran terdiri dari petugas peran kebakaran, regu 5/5
penanggulangan kebakaran, koordinator unit penanggulangan kebakaran dan
Ahli K3 spesialis penanggulangan kebakaran *

Benar

Salah

Menurut Kep-186/MEN/1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di 5/5


Tempat Kerja, petugas peran kebakaran sebagaimana sekurang-kurangnya 2
orang untuk setiap jumlah tenaga kerja 50 orang *

Benar

Salah

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfT3ShemkuLakDH85Sg6if8W8y60TNLZLACHrfNojnkVSwp0Q/viewscore?viewscore=AE0zAgBO4F-VmJ… 6/8
1/18/2021 TRY OUT KBLPK

Menurut Kep-186/MEN/1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di 5/5


Tempat Kerja, koordinator unit penanggulangan kebakaran untuk tempat kerja
tingkat resiko bahaya kebakaran ringan dan sedang I sekurang-kurangnya 1
orang untuk setiap jumlah tenaga kerja 100 orang. *

Benar

Salah

Menurut Kep-186/MEN/1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di 5/5


Tempat Kerja, koordinator unit penanggulangan kebakaran untuk tempat kerja
tingkat resiko bahaya kebakaran sedang II dan sedang III dan berat, sekurang-
kurangnya 3 orang untuk setiap unit kerja *

Benar

Salah

Terdapat 3 (tiga) jenis pompa hidran/springkler yaitu pompa listrik, pompa 5/5
diesel, pompa jockey *

Benar

Salah

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfT3ShemkuLakDH85Sg6if8W8y60TNLZLACHrfNojnkVSwp0Q/viewscore?viewscore=AE0zAgBO4F-VmJ… 7/8
1/18/2021 TRY OUT KBLPK

Pemasangan instalasi listrik di Indonesia pada saat ini hanya berpedoman 5/5
kepada Standar Nasional Indonesia *

Salah

Benar

This content is neither created nor endorsed by Google. - Terms of Service - Privacy Policy

Forms

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfT3ShemkuLakDH85Sg6if8W8y60TNLZLACHrfNojnkVSwp0Q/viewscore?viewscore=AE0zAgBO4F-VmJ… 8/8
1/11/2021 TRY OUT KEBIJAKAN K3 DAN UU 1/70

TRY OUT KEBIJAKAN K3 DAN UU 1/70


Total points 95/100

Email address *

diniarya1997@gmail.com

0 of 0 points

Nama *

Dini Arya Puspita Ningrum

MATERI *

Kebijakan K3 dan Undang-undang No 1 Thn 1970

Dasar-dasar K3 dan Kelembagaan K3

SMK3 dan Audit SMK3

Manajemen Resiko dan Analisis Kecelakaan Kerja

Mekanik, Pesawat Uap dan Bejana Tekanan

Konstruksi, Penanggulangan Kebakaran dan Listrik

Kesehatan Kerja

Ergonomi, Lingkungan Kerja dan Bahan Berbahaya

Bagian Tanpa Judul 50 of 50 points

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScxzSRirot9g6Uu6wPdLnU0NFnaR3HiMCKvplOKDuGF1ilnyQ/viewscore?viewscore=AE0zAgBydyJ… 1/8
1/11/2021 TRY OUT KEBIJAKAN K3 DAN UU 1/70

Dasar hukum penunjukan Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah: * 5/5

Permenaker No. Per-04/Men/1987

Permenaker No. Per-01/Men/1988

Permenaker No. Per-02/Men/1992

Permenaker No. Per-02/Men/1988

Berikut ini yang dimaksud dengan “pengurus” berdasarkan Undang-Undang 5/5


No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja adalah: *

Setingkat manajemen perusahaan

Orang yang memimpin langsung suatu tempat kerja

Pemegang saham

Pengusaha

Berikut ini yang bukan merupakan kewajiban pengurus menurut UU Nomor 01 5/5
Tahun 1970 tentang keselamatan kerja, yaitu: *

Menyediakan APD bagi tenaga kerja dan orang lain yang berada di tempat kerja

Memasang dan menulis syarat-syarat keselamatan kerja di tempat kerja

Melaporkan kecelakaan kerja

Melakukan pemeriksaan HIV/AIDS kepada tenaga kerja

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScxzSRirot9g6Uu6wPdLnU0NFnaR3HiMCKvplOKDuGF1ilnyQ/viewscore?viewscore=AE0zAgBydyJ… 2/8
1/11/2021 TRY OUT KEBIJAKAN K3 DAN UU 1/70

Pasal 13 Undang-Undang No. 1 tahun 1970 menyatakan “Barang siapa akan 5/5
memasuki suatu tempat kerja, diwajibkan menaati semua petunjuk
keselamatan kerja dan memakai alat pelindung diri yang diwajibkan”.
Ketentuan ini mengikat kepada: *

Hanya pada instalasi-instalasi yang dianggap sangat berbahaya.

Hanya untuk tamu atau orang lain yang bukan pekerja.

Orang yang terkait langsung dengan pekerjaan di tempat kerja.

Setiap orang, baik yang bersangkutan maupun tidak bersangkutan dengan pekerjaan
yang berada di tempat kerja.

Tanggal dan bulan ditetapkannya undang-undang nomor 1 Tahun 1970, 5/5


merupakan cikal bakal peringatan kegiatan berikut di Indonesia, yaitu: *

Zero Accident Award

Bulan K3 Nasional

Hari kebangkitan K3 Nasional

Budaya K3 Nasional

Berikut ini yang bukan merupakan tujuan penerapan K3 berdasarkan Undang- 5/5
undang Nomor 1 Tahun 1970, yaitu: *

Meningkatkan laba perusahaan beserta gaji para tenaga kerja

Melindungi keselamatan tenaga kerja dan orang lain di tempat kerja

Meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas nasional

Menjamin setiap sumber produksi dapat digunakan secara aman dan efisien

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScxzSRirot9g6Uu6wPdLnU0NFnaR3HiMCKvplOKDuGF1ilnyQ/viewscore?viewscore=AE0zAgBydyJ… 3/8
1/11/2021 TRY OUT KEBIJAKAN K3 DAN UU 1/70

Jenis penghargaan bagi perusahaan dari Pemerintah Indonesia yang berkaitan 5/5
dengan penerapan K3, yaitu: *

Safety Awareness Award

Penghargaan Adiwiyata

Zero Accident Award

ISO 45001:2018

Sesuai dengan peraturan perundang-undangan Ahli K3 berwenang untuk, 5/5


antara lain: *

Melakukan audit external SMK3.

Mengadakan analisa kecelakaan kerja dimanapun.

Memasuki tempat kerja sesuai dengan keputusan penunjukan

Meberikan rahasia perusahaan kepada penyelidik

Pengurus diwajibkan melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi di tempat kerja 5/5
yang dipimpinnya, pada pejabat yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja.
Ketentuan tersebut terdapat dalam Undang- Undang No. 1 tahun 1970 tentang
keselamatan kerja pada pasal: *

Pasal 3

Pasal 11

Pasal 15

Pasal 8

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScxzSRirot9g6Uu6wPdLnU0NFnaR3HiMCKvplOKDuGF1ilnyQ/viewscore?viewscore=AE0zAgBydyJ… 4/8
1/11/2021 TRY OUT KEBIJAKAN K3 DAN UU 1/70

Berdasarkan pasal 14 Undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan 5/5


Kerja yang merupakan kewajiban dan hak tenaga kerja, yaitu: *

Mengajukan cuti selama kehamilan

Meminta dilakukannya tes kesehatan kepada pengurus

Menyatakan keberatan kerja pada pekerjaan dimana syarat keselamatan kerja tidak
terpenuhi dengan baik

Mengajukan diri untuk menjadi ahli keselamatan kerja

QUIZ Materi Kebijakan K3 dan UU 1/70 45 of 50 points

Isilah pernyataan di bawah ini dengan Benar atau Salah sesuai dengan pengetahuan Anda!

Undang-undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan 5/5


Kerja di Indonesia *

Benar

Salah

Pegawai pengawas merupakan pejabat yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga 0/5
Kerja untuk melaksanakan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1970 *

Benar

Salah

Correct answer

Salah

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScxzSRirot9g6Uu6wPdLnU0NFnaR3HiMCKvplOKDuGF1ilnyQ/viewscore?viewscore=AE0zAgBydyJ… 5/8
1/11/2021 TRY OUT KEBIJAKAN K3 DAN UU 1/70

Ruang lingkup pelaksanaan pengawasan K3 diatur dalam pasal 2 UU No. 1/1970 5/5
*

Benar

Salah

Alat pelindung diri (APD) hanya wajib digunakan oleh tenaga kerja yang 5/5
bekerja di perusahaan tersebut, sedangkan bagi pengunjung bersifat sukarela
*

Benar

Salah

Zero Accident Award merupakan penghargaan bagi perusahaan yang didapat 5/5
salah satunya dengan mencapai 6 juta jam tanpa kecelakaan kerja yang
menghilangkan waktu kerja *

Benar

Salah

P2K3 merupakan singkatan dari Panitia Pembinaan Keselamatan dan 5/5


Kesehatan Kerja *

Salah

Benar

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScxzSRirot9g6Uu6wPdLnU0NFnaR3HiMCKvplOKDuGF1ilnyQ/viewscore?viewscore=AE0zAgBydyJ… 6/8
1/11/2021 TRY OUT KEBIJAKAN K3 DAN UU 1/70

Ahli Keselamatan Kerja ditunjuk langsung oleh Dinas Tenaga Kerja di wilayah 5/5
perusahaan tersebut beroperasi *

Benar

Salah

Seseorang yang mendapat penunjukan sebagai ahli keselamatan kerja di 5/5


perusahaan PT. XY tidak bisa menjadi ahli keselamatan kerja di perusahaan PT.
YY *

Benar

Salah

Seseorang yang telah mendapatkan Sertifikat Calon Ahli K3 Umum tanpa 5/5
mendapatkan surat penunjukan dari kementerian ketenagakerjaan memiliki
wewenang dan hak yang sama sebagai ahli keselamatan kerja di perusahaan *

Salah

Benar

Sekretaris dari P2K3 wajib seorang ahli kesematan dan Kesehatan kerja * 5/5

Salah

Benar

This content is neither created nor endorsed by Google. - Terms of Service - Privacy Policy

Forms
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScxzSRirot9g6Uu6wPdLnU0NFnaR3HiMCKvplOKDuGF1ilnyQ/viewscore?viewscore=AE0zAgBydyJ… 7/8
1/11/2021 TRY OUT KEBIJAKAN K3 DAN UU 1/70

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScxzSRirot9g6Uu6wPdLnU0NFnaR3HiMCKvplOKDuGF1ilnyQ/viewscore?viewscore=AE0zAgBydyJ… 8/8
19/1/2021 TRY OUT KESEHATAN KERJA

TRY OUT KESEHATAN KERJA Poin total 100/100

Alamat email *

ryeslinendo05@gmail.com

0 dari 0 poin

Nama *

Ryesli Nendo Hutama Putra

MATERI *

Kesehatan Kerja

Bagian Tanpa Judul 50 dari 50 poin

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScjgPDJiknp3AW1SP-91IUSESgTXEOB7bRzri52iOKm8dl0RQ/viewscore?viewscore=AE0zAgD1lj8d6D2z… 1/9
19/1/2021 TRY OUT KESEHATAN KERJA

Dokter yang bertanggung jawab terhadap Pelayanan Kesehatan Kerja di 5/5


perusahaan (dokter perusahaan) wajib mendapatkan pelatihan Hyperkes. Hal
ini tersebut diatur dalam: *

Permenaker No. Per-05/Men/1985

Permenaker No. Per-03/Men/1982

Permenaker No. Per-02/Men/1992

Permenaker No. Per-01/Men/1976

Permenaker No.Per-03/Men/1982 mengatur tentang pelayanan kesehatan 5/5


kerja. Tujuan dari pelayanan kesehatan kerja: *

Semua jawaban salah

Memberikan pengobatan dan perawatan serta rehabilitasi bagi tenaga kerja yang
menderita sakit.

Semua jawaban benar

Memberikan bantuan kepada tenaga kerja dalam penyesuaian diri baik fisik, mental
terutama dalam penyesuaian pekerjaan dengan tenaga kerja.

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScjgPDJiknp3AW1SP-91IUSESgTXEOB7bRzri52iOKm8dl0RQ/viewscore?viewscore=AE0zAgD1lj8d6D2z… 2/9
19/1/2021 TRY OUT KESEHATAN KERJA

Untuk menjamin kemampuan fisik dan kesehatan kerja yang sebaik- baiknya 5/5
perlu diadakan pemeriksaan tenaga kerja yang terarah. Pemeriksaan tersebut
meliputi: *

Semua jawaban benar

Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja, pemeriksaan kesehatan awal dan


pemeriksaan khusus

Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja dan pemeriksaan khusus

Pemeriksaan sebelum kerja, pemeriksaan kesehatan berkala dan pemeriksaan kerja


khusus

Setiap perusahaan catering yang mengelola makanan pada perusahaan, 5/5


sesuai Surat Edaran Dirjen Binawas SE No.86/BW/1989 harus terlebih dahulu
mendapatkan: *

Surat Keputusan Penunjukan dari Dirjen Binawas

Rekomendasi dari Disnaker setempat

Surat Izin Catering di tempat kerja

Jawaban a, b dan d benar

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScjgPDJiknp3AW1SP-91IUSESgTXEOB7bRzri52iOKm8dl0RQ/viewscore?viewscore=AE0zAgD1lj8d6D2z… 3/9
19/1/2021 TRY OUT KESEHATAN KERJA

Pemeriksaan kesehatan tenaga kerja secara awal, berkala dan khusus 5/5
merupakan kewajiban dari pada pengusaha terhadap tenaga kerjanya.
Peraturan yang mengaturnya adalah: *

Permenaker No.Per-03/Men/1982

Permenaker No.Per-02/Men/1980

Permenaker No.Per-04/Men/1998

Permenaker No.Per-51/Men/1997

Penyakit akibat kerja merupakan penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan 5/5
dan lingkungan kerja. Untuk menghindari kejadian tersebut perlu dilakukan
usaha-usaha preventif yang berupa jaminan pelayanan kesehatan yang
merupakan salah satu dari 4 (empat) program Jamsostek. Peraturan yang
mengatur hak tersebut adalah: *

Undang-undang No. 1 tahun 1970

Permenaker No.Per-03/Men/1982

Undnag-undang No. 3 tahun 1992

Permenaker No.Per-03/Men/1985

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScjgPDJiknp3AW1SP-91IUSESgTXEOB7bRzri52iOKm8dl0RQ/viewscore?viewscore=AE0zAgD1lj8d6D2z… 4/9
19/1/2021 TRY OUT KESEHATAN KERJA

Kesehatan tenaga kerja merupakan dasar dari tenaga kerja untuk 5/5
meningkatkan produktivitas dan lingkungan kerja yang aman dan nyaman.
Upaya tersebut meliputi tindakan preventif dengan jalan pelaksanaan
pelayanan kesehatan kerja di perusahaan. Hal tersebut diatas diatur dalam: *

Permenaker No.Per-03/Men/1982

Permenaker No.Per-03/Men/1986

Permenaker No.Per-02/Men/1980

SE Menaker No.02/19

Beban kerja fisik yang diberikan kepada tenaga kerja tidak boleh melebihi: * 5/5

10-15% dari kemampuan kerja maksimum

25-30% dari kemampuan kerja maksimum

30-50% dari kemampuan kerja maksimum

30-40% dari kemampuan kerja maksimum

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScjgPDJiknp3AW1SP-91IUSESgTXEOB7bRzri52iOKm8dl0RQ/viewscore?viewscore=AE0zAgD1lj8d6D2z… 5/9
19/1/2021 TRY OUT KESEHATAN KERJA

Berdasarkan Peraturan Menteri Perburuhan NO. 07 tahun 1964 tentang syarat- 5/5
syarat kesehatan, kebersihan serta penerangan dalam tempat kerja, maka
dalam suatu tempat kerja dengan tenaga kerja sejmlah 60 orang, jumlah
kakus/W minimal yang harus disediakan: *

Upaya kesehatan kerja berupa pemeriksaan kesehatan, penyediaan air minum, 5/5
pengaturan/penyesuaian pekerjaan, perbaikan lingkungan kerja, APD,
ergonomi kerja, Imunisasi, dll merupakan upaya .... *

Preventif

Kuratif

Rehabilitatif

Promotif

QUIZ Materi K3 Bidang Kesehatan Kerja 50 dari 50 poin

Jawablah pernyataan di bawah ini dengan Benar atau Salah sesuai dengan pengetahuan Anda!

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScjgPDJiknp3AW1SP-91IUSESgTXEOB7bRzri52iOKm8dl0RQ/viewscore?viewscore=AE0zAgD1lj8d6D2z… 6/9
19/1/2021 TRY OUT KESEHATAN KERJA

Permennakertrans No. Per. 03/Men/1982 tentang Pelayanan Kesehatan Kerja * 5/5

Benar

Salah

Permenakertranskop No 01 tahun 1977 tentang Kewajiban latihan Hyperkes 5/5


Bagi Dokter Perusahaan *

Benar

Salah

Permenakertrans No 01 tahun 1979 tentang Kewajiban Latihan Hygiene 5/5


Perusahaan dan K3 Bagi Tenaga Para Medis *

Benar

Salah

Kepdirjen Binwasnaker No. 22 Th 2009 tentang Juknis Penyelenggaraan 5/5


Pelayanan Kesehatan Kerja *

Salah

Benar

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScjgPDJiknp3AW1SP-91IUSESgTXEOB7bRzri52iOKm8dl0RQ/viewscore?viewscore=AE0zAgD1lj8d6D2z… 7/9
19/1/2021 TRY OUT KESEHATAN KERJA

Rasio jumlah petugas P3K di tempat kerja dengan jumlah pekerja 25-100 5/5
orang berdasarkan klasifikasi tempat kerja dengan potensi bahaya rendah
adalah 1 orang *

Benar

Salah

Rasio jumlah petugas P3K di tempat kerja dengan jumlah pekerja >150 orang 5/5
berdasarkan klasifikasi tempat kerja dengan potensi bahaya rendah adalah 2
orang untuk setiap 150 orang atau kurang *

Benar

Salah

Rasio jumlah petugas P3K di tempat kerja dengan jumlah pekerja kurang dari 5/5
sama dengan 100 orang berdasarkan klasifikasi tempat kerja dengan potensi
bahaya tinggi adalah 1 orang *

Benar

Salah

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScjgPDJiknp3AW1SP-91IUSESgTXEOB7bRzri52iOKm8dl0RQ/viewscore?viewscore=AE0zAgD1lj8d6D2z… 8/9
19/1/2021 TRY OUT KESEHATAN KERJA

Rasio jumlah petugas P3K di tempat kerja dengan jumlah pekerja lebih dari 5/5
100 orang berdasarkan klasifikasi tempat kerja dengan potensi bahaya tinggi
adalah 2 orang untuk setiap 100 orang atau kurang *

Benar

Salah

Permenakertrans No. Per.15/Men/VIII/2008 tentang P3K Di Tempat Kerja, 5/5


persyaratan kotak P3K adalah terbuat dari bahan yang kuat, mudah dibawa,
berwarna dasar putih dengan lambang P3K berwarna merah *

Salah

Benar

Suatu perusahaan dengan jumlah pekerja <26 orang harus memiliki 1 kotak 5/5
P3K jenis A pada tiap 1 unit kerja *

Benar

Salah

Konten ini tidak dibuat atau didukung oleh Google. - Persyaratan Layanan - Kebijakan Privasi

Formulir

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScjgPDJiknp3AW1SP-91IUSESgTXEOB7bRzri52iOKm8dl0RQ/viewscore?viewscore=AE0zAgD1lj8d6D2z… 9/9
Definisi ruang terbatas menurut Kepdirjen 113 tahun 2006:
ruang terbatas, yaitu suatu tempat kerja dengan kriteria:
a. Cukup luas dan memiliki konfigurasi sedemikian rupa sehingga pekerja dapat masuk dan melakukan
pekerjaan di dalamnya;
b. Mempunyai akses keluar masuk yang terbatas.
c. Tidak dirancang untuk tempat kerja secara berkelanjutan atau terus-menerus di dalamnya.
- Bekerja pada ketinggian pekerjaan dengan perbedaan ketinggian di atas permukaan tanah maupun
perairan dengan minimum tinggi 1.5 meter, 1.8 meter atau 2 meter yang memiliki resiko terjatuh yang
mengakibatkan cedera atau fatality

Jelaskan tujuan Kesehatan Kerja menurut Joint ILO/WHO Commite on Occupational Health tahun 1995!
Tujuan Kesehatan Kerja menurut ILO dan WHO tahun
1995 adalah sebagai berikut :
1. Sebagai promosi dan pemeliharaan kesehatan fisik, mental, dan sosial dari pekerja.
2. Pencegahan gangguan kesehatan yang disebabkan oleh kondisi kerja.
3. Perlindungan pekerja dari resiko faktor-faktor yang mengganggu kesehatan.
4. Penempatan dan pemeliharaan pekerja dalam lingkungan kerja yang sesuai kemampuan fisik dan
psikologisnya.
5. Penyesuaian setiap orang kepada pekerjaannya.

Peran Ahli K3 Umum dalam penerapan gizi kerja:


a. melakukan identifikasi bahaya.
b. melaksanakan prosedur kerja aman.
c. melaksanakan prosedur penanggulangan keadaan darurat.
d. mengembangkan pengetahuan k3 bidang kimia.

Apa yang dimaksud dengan Bekerja pada Ketinggian, berikan contohnya dan sebutkan dasar hukumnya!
“Bekerja pada ketinggian adalah kegiatan atau aktifitas pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kerja pada
tempat kerja di permukaan tanah atau perairan yang terdapat perbedaan ketinggian dan memiliki potensi
jatuh yang menyebabkan Tenaga Kerja atau Orang Lain yang berada di tempat kerja Cidera atau
Meninggal dunia atau menyebabkan kerusakan harta benda“.
DASAR HUKUM PERMENAKER 09 TAHUN 2016
(1) Setiap satu atau kelompok alat pemadam api ringan harus ditempatkan pada posisi yang mudah dilihat
dengan jelas, mudah dicapai dan diambil serta dilengkapi dengan pemberian tanda pemasangan.
(2) Pemberian tanda pemasangan tersebut ayat (1) harus sesuai dengan lampiran I.
(3) Tinggi pemberian tanda pemasangan tersebut ayat (1) adalah 125 cm dari dasar lantai tepat diatas
satu atau kelompok alat pemadam api ringan bersangkutan.
(4) Pemasangan dan penempatan alat pemadam api ringan harus sesuai dengan jenis dan penggolongan
kebakaran seperti tersebut dalam lampiran 2.
(5) Penempatan tersebut ayat (1) antara alat pemadam api yang satu dengan lainnya atau kelompok satu
dengan lainnya tidak boleh melebihi 15 meter, kecuali ditetapkan lain oleh pegawai pengawas atau ahli
keselamatan Kerja.
(6) Semua tabung alat pemadam api ringan sebaiknya berwarna merah.
Dilarang memasang dan menggunakan alat pemadam api ringan yang didapati sudah berlubang-lubang
atau cacat karena karat.
(1) Setiap alat pemadam api ringan harus dipasang (ditempatkan) menggantung pada dinding dengan
penguatan sengkang atau dengan konstruksi penguat lainnya atau ditempatkan dalam lemari atau peti
(box) yang tidak dikunci.
(2) Lemari atau peti (box) seperti tersebut ayat (1) dapat dikunci dengan syarat bagian depannya harus
diberi kaca aman (safety glass) dengan tebal maximum 2 mm.
(1) Sengkang atau konstruksi penguat lainnya seperti tersebut pasal 6 ayat (1) tidak boleh dikunci atau
digembok atau diikat mati
(2) Ukuran panjang dan lebar bingkai kaca aman (safety glass) tersebut pasal 6 ayat (2) harus disesuaikan
dengan besarya alat pemadam api ringan yang ada dalam lemari atau peti (box) sehingga mudah
dikeluarkan. Pemasangan alat pemadam api ringan harus sedemikian rupa sehingga bagian paling atas
(puncaknya) berada pada ketinggian 1,2 m dari permukaan lantai kecuali jenis CO2 dan tepung kering (dry
chemical)

Perusahaan saudara memiliki 2 buah Tangki penyimpanan Bahan Bakar Minyak dengan volume masing-
masing 300 liter. Sebutkan dan jelaskan pemenuhan norma dan persyaratan K3 nya. Lengkap dengan
dasar hukumnya.
Pelaksanaan syarat-syarat K3 Bejana Tekanan atau Tangki Timbun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2
meliputi kegiatan perencanaan, pembuatan, pemasangan, pengisian,pengangkutan, pemakaian,
pemeliharaan, perbaikan, modifikasi, penyimpanan, dan pemeriksaan serta pengujian.
Dasar hukum Permenakertrans 37 TAHUN 2016 TENTANG KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA BEJANA
TEKANAN DAN TANGKI TIMBUN
Apa saja yang dapat menyebabkan SKP Ahli K3 menjadi tidak berlaku?
Keputusan penunjukkun Ahli K3 olch Menteri Tenaga Kerja, dinyatakan tidak berlaku apabila yang
bersangkutan:
1. Pindah tugas ke perusahaan atau instansi lainnya
2. Dimutasi oleh pimpinan perusahaan ke daerah lain
3. Dimutasi oleh pimpinan perusahaan ke unit kerja lain
4. Terjadi pergantian jabatan.
5. Tidak memenuhi peraturan perundang-undangan K3.
6. Melakukan kesalahan dan kecerobohan sehingga menimbulkan keadaan berbahaya.
7. Dengan sengaja atau karena kekhilafannya menyebabkan terbukanya rahasia
perusahaan/instansi yang karena jabatannya wajib untuk dirahasiakan.
Siapa yang berperan dalam melaksanakan upaya pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan
narkoba di tempat kerja?
PAsal 2 ayat 3 Permenaker 11 tahun 2005 Dalam melaksanakan upaya pencegahan dan penanggulangan
penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya di tempat kerja
dilakukan dengan melibatkan *pekerja/buruh, serikat pekerja/serikat buruh, pihak ketiga atau ahli di
bidang narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya*.
Sebutkan pemenuhan norma dan persyaratan k3nya. Kapasitas uap 180 ton/jam?
1. HArus memiliki operator pesawat uap Kelas 1 sebanyak 2 orang dan Operator Kelas 2 sebanyak 3 Orang
(Permenaker no 1 tahun 1988)
2. HArus memiliki Akte Ijin (UU Uap tahun 1930)
Sebutkan syarat-syarat pemasangan apar bersadarkan Permenaker No. Per. 4 Tahun 1980
1. Wewenang dan kewajiban Ahli k3 kimia (Kepmenker No. 187 Tahun 1999
Tentang Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya di Tempat Kerja)

Wewenang:
Meminta MSDS/LDKB pada bahan kimia yang akan digunakan oleh perusahaan

Kewajiban Pasal 23 Ayat 1 :


Ahli K3 Kimia sebagaimana dimaksud dalam pasal 16 ayat (1) huruf b mempunyai
kewajiban :
a. Membantu mengawasi pelaksanaan praturan perundang-undangan K3 bahan kimia
berbahaya;
b. Memberikan laporan kepada Menteri atau pejabat yang ditunjuk mengenai hasil
pelaksanaan tugasnya;
c. Merahasiakan segala keterangan yang berkaitan dengan rahasia perusahaan atau
instansi yang didapat karena jabatannya;
d. Menyusun program kerja pengendalian bahan kimia berbahaya di tempat kerja;
e. Melakukan identifikasi bahaya, penilaian dan pengendalian risiko;
f. Mengusulkan pembuatan prosedur kerja aman dan penanggulangan keadaan darurat
kepada pengusaha atau pengurus.

2. Unit Penanggulangan Kebakaran (KEPMENKER NO. KEP-186/MEN/1999


TENTANG UNIT PENANGGULANGAN KEBAKARAN DI TEMPAT KERJA)

Pasal 5
Unit penanggulangan kebakaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 terdiri dari:
a. Petugas peran kebakaran;
b. Regu penanggulangan kebakaran;
c. Koordinator unit penanggulangan kebakaran;
d. Ahli K3 spesialis penanggulangan kebakaran sebagai penanggung jawab teknis;

Pasal 6
1) Petugas peran kebakaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf a, sekurang-
kurangnya 2 (dua) orang untuk setiap jumlah tenaga kerja 25 (dua puluh lima) orang
.
2) Regu penanggulangan kebakaran dan ahli K3 spesialis penanggulangan kebakaran
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf, b dan huruf d, ditetapkan untuk tempat
kerja tingkat resiko bahaya kebakaran ringan dan sedang I yang mempekerjakan
tenaga kerja 300 (tiga ratus) orang atau lebih, atau setiap tempat kerja tingkat resiko
bahaya kebakaran sedang II, sedang II dan berat.
3) Koordinator unit penanggulangan kebakaran sebagaimana dimaksud Pasal 5 huruf
c, ditetapkan sebagai berikut:
a. Untuk tempat kerja tingkat resiko bahaya kebakaran ringan dan sedang I
sekurang-kurangnya 1 (satu) orang untuk setiap jumlah tenaga kerja 100
(seratus) orang.
b. Untuk tempat kerja tingkat resiko bahaya kebakaran sedang II dan sedang III
dan berat, sekurang-kurangnya 1 (satu) orang untuk setiap unit kerja.
3. Syarat pembentukan P2K3 (Permenaker RI Nomor PER.04/MEN/1987 tentang
Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Tata Cara
Penunjukan Ahli Keselamatan Kerja)
Pasal 2
1) Setiap tempat kerja dengan kriteria tertentu pengusaha atau pengurus wajib
membentuk P2K3.
2) Tempat kerja dimaksud ayat (1) ialah: a. tempat kerja dimana pengusaha atau
pengurus mempekerjakan 100 orang atau lebih; b. tempat kerja dimana
pengusaha atau pengurus mempekerjakan kurang dari 100 orang, akan tetapi
menggunakan bahan, proses dan instalasi yang mempunyai risiko yang besar
akan terjadinya peledakan, kebakaran, keracunan dan penyinaran radioaktif.

4. Wewenang dan Kewajiban Ahli k3 umum :


a. Membantu pimpinan perusahaan/pengurus menyelenggarakan keselamatan kerja,
hygiene perusahaan dan kesehatan kerja, membantu pengawasan ditaatinya
ketentuan" perundangan bidang K3
b. Membantu mengawasi pelaksanaan peraturan perundangan K3 sesuai dengan
bidang yang ditentukan dalam keputusan penunjukannya
c. Memberikan laporan kepada menteri tenaga kerja/pejabat yang ditunjuk mengenai
hasil pelaksanaan tugas dengan ketentuan :
1) Untuk AK3 ditempat kerja satu kab. dalam 3bulan kecuali ditentukan lain
2) untuk AK3 diperusahaan yang memberikan jasa di bidang K3 setiap setelah
selesai melaksanakan kegiatannya
3) Merahasiakan segala keterangan tentang rahasia perusahaan/instansi yang
didapat berhubungan jabatannya

5. 3 Tingkatan Audit SMK3 : PP 50 tahun 2012 tentang SMK3


a. Tingkatan awal dengan pemenuhan terhadap 64 kriteria audit SMK3
b. Tingkatan transisi dengan pemenuhan terhadap 122 kriteria audit SMK3
c. Tingkatan lanjutan dengan pemenuhan terhadap 166 kriteria audit SMK3
6. Riksa Uji Listrik (Permenaker no.12 tahun 2015 tentang K3 Listrik di tempat
kerja)
a. Pasal 10 ayat 2 pemeriksaan dan pengujian dilakukan : sebelum penyerahan kepada
pemilik/pengguna, setelah adanya perubahan perbaikan, secara berkala
b. Pasal 11 : pemeriksaan secara berkala dilakukan paling sedikit 1 tahun sekali,
pengujian secara berkala dilakukan paling sedikit 5 tahun sekali

7. Pencabutan SKP P2K3 (Permenaker no. 02 tahun 1992 tentang tata cara
penunjukan, kewajiban dan wewenang ahli keselamatan dan kesehatan kerja_
• Pasal 8 ayat 2 : tidak memenuhi peraturan perundang-undangan K3, melakukan
kesalah dan kecerobohan sehingga menimbulkan keadaan berbahaya, dengan
sengaja dan/karena khilafannya menyebabkan terbukanya rahasia suatu
perusahaan/instansi yang karena jabatannya wajib untuk dirahasiakan

8. NAK dan NAB


a. Nilai Ambang Kuantitas yang selanjutnya disebut NAK(KEPMENAKER
187/1999 tentang pengendalian bahan kimia berbahaya ditempat kerja) adalah
standar kuantitas bahan kimia berbahaya untuk menetapkan potensi bahaya bahan
kimia di tempat kerja.
b. Nilai Ambang Batas yang selanjutnya disingkat NAB ( KEPMENAKER 51/1999
tentang nilai ambang batas faktor fisika di tempat kerja) adalah standar faktor
tempat kerja yang dapat diterima tenaga kerja tanpa mengakibatkan penyakit atau
gangguan kesehatan, dalam pekerjaan sehari-hari untuk waktu tidak melebihi 8 jam
sehari atalo 40 jam seminggu.

9. Klasifikasi potensi bahaya kebakaran (KEPUTUSAN MENTERI TENAGA


KERJA REPUBLIK INDONESIA NO. KEP.186/MEN/1999 TENTANG UNIT
PENANGGULANGAN KEBAKARAN DI TEMPAT KERJA)
Pasal 4
(1) Klasifikasi tingkat potensi bahaya kebakaran sebagaimana dimaksud dalam pasal 3
terdiri:
a. Klasifikasi tingkat risiko bahaya kebakaran ringan;
b. Klasifikasi tingkat risiko bahaya kebakaran ringan sedang I;
c. Klasifikasi tingkat risiko bahaya kebakaran ringan sedang II;
d. Klasifikasi tingkat risiko bahaya kebakaran ringan sedang III dan;
e. Klasifikasi tingkat risiko bahaya kebakaran berat.

(2) Jenis tempat kerja menurut klasifikasi tingkat risiko bahaya kebakaran sebagaimana
dimaksud ayat (1) seperti tercantum dalam Lampiran I Keputusan Menteri ini.
(3) Jenis tempat kerja yang belum termasuk dalam klasifikasi tingkat risiko bahaya
kebakaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2), ditetapkan tersendiri oleh menteri atau
pejabat yang ditunjuk.

10. Setiap perusahaan wajib menerapkan SMK3 di perusahaannya (PP 50 Tahun


2012 Tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja)
(1) Setiap perusahaan wajib menerapkan SMK3 di perusahaannya
(2) Kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (l) berlaku bagi perusahaan:
a. mempekerjakan pekerja/buruh paling sedikit 100 (seratus) orang; atau
b. mempunyai tingkat potensi bahaya tinggi.

(3) Ketentuan mengenai tingkat potensi bahaya tinggi sebagaimana dimaksud pada ayat
Q) huruf b sesuai dengan ketentuan perafuran perundang-undangan.

(4) Pengusaha dalam menerapkan SMK3 wajib berpedoman pada Peraturan Pemerintah
ini dan ketentuan peraturan perundang-undangan serta dapat memperhatikan konvensi
atau standar internasional.

11. Uji Riksa penyalur Petir

PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN


1. Setiap instalasi penyalur petir harus dipelihara agar selalu bekerja dengan tepat,
aman dan memenuhi syarat.

2. Instalasi penyalur petir petir harus diperiksa dan diuji :


- Sebelum penyerahan dari instalatir kepada pemakai.
- Setelah ada perubahan atau perbaikan (bangunan atau instalasi)
- Secara berkala setiap dua tahun sekali.
- Setelah ada kerusakan akibat sambaran petir.

3. Dilakukan oleh pegawai pengawas, Ahli K3 atau PJK3 Inspeksi.

4. Pengurus atau pemilik wajib membantu (penyedian alat)

5. Dalam pemeriksaan dan pengujian hal yang perlu diperhatikan :

- Elektroda bumi, terutama pada jenis tanah yang dapat menimbulkan karat.
- Kerusakan-kerusakan dan karat dari penerima, penghantar
- Sambungan-sambungan
- Tahanan pembumian dari masing-masing elektroda maupun elektroda
kelompok.
- Setiap hasil pemeriksaan dicatat dan diperbaiki.
- Tahanan pembumian dari seluruh sistem pembumian tidak boleh lebih dari 5
ohm.
- Dilakukan pengukuran elektroda pembumian.

12. Potensi Bahaya listrik dan penanggulangannya

POTENSI BAHAYA LISTRIK Electrical Hazards

- Arus Kejut Listrik


- Efek Termal
- Efek Medan Listrik dan Medang Magnet
Arus listrik yang mengalir dalam tubuh manusia akan menghasilkan panas yang dapat
membakar jaringan dan juga menyebabkan terganggunya fungsi organ tubuh, terutama
jantung, otot, dan otak. Efek yang ditimbulkan oleh kesetrum antara lain kejang otot, nafas
berhenti, denyut jantung tidak teratur, luka bakar tingkat tiga, sampai yang terburuk
adalah kematian. Teknisi K3 Listrik perlu memiliki keterampilan P3K dalam menghadapi
kecelakaan kerja akibat dari dampak aliran listrik

- Dampak I : menghentikan fungsi jantung dan berhentinya pernafasan


- Dampak II : Luka bakar akibat listrik
- Dampak III : Potensi bahaya jatuh dari ketinggian akibat listrik
Bahaya kejut listrik dapat disebabkan oleh :

- Bahaya Sentuhan Langsung : adalah bahaya sentuhan pada bagian konduktif yang
secara normal bertegangan, baik disentuh dengan sengaja maupun tidak disengaja
- Bahaya Sentuhan Tidak Langsung : adalah bahaya sentuhan pada bagian konduktif
yang secara normal tidak bertegangan, menjadi bertegangan karena terjadi
kegagalan isolasi. Kebocoran menyebar ke seluruh alat

PROTEKSI BAHAYA SENTUHAN LANGSUNG

- Isolasi bagian Aktif


Isolasi yang baik hanya dapat dilepas/ terbuka dengan cara merusaknya. Mampu
menahan pengaruh : Mekanik, kimia, listrik, dan termal
- Penghalang atau selungkup
Tingkat Proteksi Penghalang / Selungkup dapat dinilai dengan Kode IP.
o Kode IP (International Protection) adalah sistem kode untuk menunjukan
tingkat proteksi yang diberikan oleh selungkup dari sentuh langsung ke
bagian yang berbahaya, dari benda asing padat, air dan untuk memberikan
informasi tambahan dalam hubungannya dengan proteksi tersebut.
o Kode IP (Ingrees Protection) Perlindungan pada stop kontak portable juga
dirancang dengan kriteria tertentu, misalnya dengan kode IP 2X, IP 4X, IP
XXB atau IP XXD. Angka 2 menyatakan proteksi benda asing padat ukuran
12,5 mm, sedang Angka 4 menyatakan proteksi benda asing padat ukuran
1,0mm. Angka X menyatakan tidak ada proteksi terhadap tetesan air. Kode
huruf B adalah proteksi terhadap jari tangan manusia dan Kode huruf D
menyatakan proteksi terhadap masuknya kawat.

- Rintangan
Dapat memasang palang peringatan dan pagar pembatas agar akses terhadap bahaya
listrik tidak mudah untuk dijangkau

- Jarak aman atau diluar jalur jangkauan


Membuat jarak antar sumber aliran listrik agar tidak ada terjadinya loncatan arus
antar sumber listrik, dan pembuatan sumber listrik harus jauh dari lingkungan
dengan aktifitas yang tinggi.
Jarak Aman manusia dengan medan magnet listrik berdasarkan PUIL 2000/ SNI
0225-2000
Tegangan Jarak
(KV) (cm)
1 50
12 60
20 75
70 100
150 125
220 160
500 300

- Isolasi lantai kerja


Menggunakan alas isolator pada lantai kerja akan mengurangi resiko arus listrik
mengalir melalui tubuh menuju lantai yang memiliki potensi listrik rendah
PENGENDALIAN BAHAYA SENTUH TIDAK LANGSUNG :

- Grounding
Grounding memperkecil resistansi alat dan bumiSaat ada arus kejut atau tegangan
petir, arus mengalir ke tanah, grounding melindungi arus kejut melalui tubuh
- Menggunakan perlengkapan degan Isolasi Ganda
Proteksi dg penggunaan perlengkapan klas II atau dengan isolasi ekivalen
o Perlengkapan yg proteksinya dari kejut listrik tidak hanya mengandalkan
isolasi dasarnya, tetapi juga diberikan tindakan pencegahan dengan isolasi
ganda atau isolasi diperkuat
- Menggunakan alat GFCI (ground-fault circuit interrupter)
o Melindungi arus kejut
o Mendeteksi perbedaan arus pada kawat positif dan negatif (putih – hitam)
o Jika grounding gagal, GFCI akan memutuskan arus dalam 1/40 detik
o Terapkan program menjamin penggunaan grounding pada peralatan listrik
- Penggunaan Alat Pelindung Diri
o Safety shoes yang sesuai standar
o Sarung tangan
o Topi / Hard hat (insulated - nonconductive)

13. Hirarki pengendalian ruang genset


Eliminasi
- Membuang semua bahan yang mudah terbakar dari ruangan genset
- Membuang bahan bahan konduktor yang tidak perlu di ruang genset

Subtitusi
- Mengganti genset yang berisik dengan genset yang lebih sound proof
- Mengganti alat alat bantu ruang genset dengan bahan isolator
- Mengganti kabel biasa dengan kabel berwarna agar mudah untuk dilakukannya
pengecekan pada kabel

Rekayasa Teknik
- Merapihkan jalur kabel antara genset dan rumah listrik
- Membuat Gedung genset terpisah dari bangunan utama
- Membuat akses pembatas di sekitar ruang/Gedung genset
- Membuat system pembuangan gas
- Menyediakan system ventilasi dalam ruang/Gedung genset
Adiministrasi
- Membuat SOP dan WI untuk operator genset
- Membuat dan memasang label peringatan bahaya
- Membuat jadwal shift operator genset
- Pembatasan jam kerja untuk operator genset

APD
- Sarung tangan isulator
- Earplug/pelindung telinga
- Coverall
- Helm
- Masker
- Kacamata safety
- Sepatu safety

14. Kriteria Audit SMK3?


a. Penilaian tingkat awal − penilaian penerapan SMK3 terhadap 64 kriteria
b. Penilaian tingkat transisi − penilaian penerapan SMK3 terhadap 122 kriteria
c. Penilaian tingkat lanjutan − penilaian penerapan SMK3 terhadap 166 kriteria

15. Perbedaan perusahaan potensi bahaya besar dan menengah?


(Kepmenaker 187/1999 pasal 15)
(1) Perusahaan atau industri yang mempergunakan bahan kimia berbahaya dengan
kuantitas melebihi Nilai Ambang Kuantitas (NAK) sebagaimana dimaksud dalam
pasal 13 dan 14 dikategorikan sebagai perusahaan yang mempunyai potensi bahaya
besar.
(2) Perusahaan atau industri yang mempergunakan bahan kimia berbahaya dengan
kuantitas sama atau lebih kecil dari Nilai Ambang Kuantitas (NAK) sebagaimana
dimaksud dalam pasal 13 dan 14 dikategorikan sebagai perusahaan yang
mempunyai
potensi bahaya menengah.

16. Potensi Bahaya yang ada diproyek industri?


a. Bahaya Fisik
a) Gravitasi
• Jatuh di ketinggian yang sama
• Jatuh beda ketinggian
• Benda jatuh
b) Benturan
• Tertabrak oleh benda bergerak
• Tertabrak oleh benda terbangbebas
• Menabrak benda diam
• Menabrak benda bergerak
• Dll

b. Bahaya Mesin
a) Titik oprasional pekerjaan
Dimana proses pekerjaan dilaksakan; ptong, tekuk, tekan, tusuk, dll
• Semua bagian yang bergerak
Flywheels, pulleys, belt, couplings, chain, crank, gear, etc. termaksud
mekanisme mesin dan bagian – bagian nya (Parts of The Machine)

b) Bahaya Listrik
Potensi bahaya listrik
• Shock
• Percikan dari material mudah terbakar dan ledakan
• Overheating
• Kegagalan dalam aktivasi peralatan elektronik

c) Bahaya Api

d) Bahaya Termal
• Kontak degan panas
• Terpajan panas
• Kontak dengan dingin
• Terbajan dingin

e) Bahaya Tekanan & Ledakan


Tekanan dan ledakan berasal dari energi (cairan atau gas) yang di ‘compress’
atau berada dibawah tekanan
• Overpressure
• Flammable substances
• Reactive substances
• Explosive substance
• Electrical shirt – circuits
f) Bahaya Radiasi
1) Radiasi Peng-ion
• Pajanan laser
• Pajanan x-ray
• Pajanan radiasi (α-ray, β-ray, Y-ray)

2) Radiasi Non Peng-ion


• Pajanan sinar ultra-violet
• Pajanan cahaya berlebih/cahaya kurang
• Electromagnet

g) Bahaya Kebisingan & Getaran


• Alat, mesin, perlengkapan, yang dapat menimbulkan getaran yang mampu
menimbulkan cedera/sakit pada keseluruhan/Sebagian tubuh
• Pajanan pada suara (bising) berlebih

h) Bahaya Biologi
• Terpajan bahaya/penyakit infeksius/mudah menular
• Terpapar pathogen

i) Bahaya Kimia
• Debu kimia
• Serat
• Gas
• Uap
• Fumes
• Kabut
• Cair
• Logam

j) Bahaya Ergonomi
Factor ergonomic
• Gerakan berulang
• Tekanan
• Postur janggal
• Postir statis
• Suhu yang ekstrim
• Vibrasi
k) Bahaya Psikososial
• Ketidakjelasan struktur/posisi
• Ketidakjelasan penugasan pekerjaan
• Stress (Konflik, Beban kerja, Kurang supervise)
• Kekerasan dalam bekerja
• Long shift
• Fatigue

17. Pencabutan SKP (Per-02/MEN/1992)


a. Keputusan Penunujukan ahli Keselamatan dan Kesehatan kerja dicabut
apabila yang bersangkutan terbukti :
b. Tidak mematuhi perundang undangan keselamatan dan kesehatan kerja
c. Melakukan kesalahan dan kecerobohan sehingga menimbulkan keadaan
berbahaya
d. Dengan sengaja dan atau karena keihlafannya menyebabkan terbukanya
sesuatu rahasia perusahaan/instansi yang karena jabatannya wajib untuk
dirahasiakan

18. Syarat pengelolaan Pestisida (Per-2/MEN/1986)


a. Tenaga kerja yang di pekerjakan harus memenuhi Syarat (pasal 2)
b. Tanda - tanda peringatan (Pasal 3)
c. Sanitasi dan kebersihan (Pasal 4)
d. Nilai Ambang Batas (NAB) dan Pengendalian Bahaya (Pasal 5)
e. Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kerja (Pasal 6)
f. Pemeriksaan Kesehatan Kerja (Pasal 7)
g. Syarat - syarat penyimpanan (Pasal 8)
h. Syarat - syarat pengangkutan (Pasal 9)
i. Wadah (Pasal 10)
j. Peralatan dan Alat Pelindung Diri (Pasal 11)
k. Pencampuran dan penggunaan dalam ruang tertutup (Pasal 12)
l. Limbah dan Pemusnahan (Pasal 13,14)
m. Kewajiban pengurus (Pasal 15)

19. Mengapa pihak manajemen harus mengetahui pembentukan komitmen K3


a. Karena pihak manajemen yang akan membiayai pelaksanaan K3
b. Untuk meningkatkan citra perusahaan
c. Agar pelaksanaan K3 di perusahaan berjalan dengan baik di semua bidang
d. Organisasi dapat lebih mengerti mengenai SMK3
20. Fungsi P2K3
a. Menghimpun dan mengelola data tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja di
tempat kerja
b. Membantu menunjukkan dan menjelaskan kepada setiap tenaga kerja;
a) Faktor bahaya di tempat kerja yang dapat menimbulkan gangguan K3
b) Faktor yang mempengaruhi efisiensi dan produktivitas kerja
c) APD bagi tenaga kerja
d) Cara dan sikap yang benar dan aman dalam melaksanakan pekerjaannya
c. Membantu pengusaha/pengurus dalam;
- Evaluasi cara kerja
- Menentukan tindakan koreksi dengan alternative terbaik
- Mengembangkan system pengendalian bahaya terhadap K3
- Mengevaluasi penyebab timbulnya kecelakaan dan langkah yang diperlukan
- Mengembangkan penyuluhan dibidang K3
d. Membantu pimpinan perusahaan menyusun kebijaksanaa manajemen & pedoman
kerja dalam rangka peningkatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, hygiene
perusahaan

21. Kriteria penerapan auditor SMK3


- Penilaian Tingkat awal; penilaian penerapan SMK3 terhadap 64 (enam puluh
empat) kriteria
- Penilaian Tingkat Transisi; penilaian penerapan SMK3 terhadap 122 (seratus
dua puluh dua)
- Penilaian Tingkat Lanjutan; Penilaian penerapan SMK3 terhadap 166 (seratus
enam puluh enam)

22. Siapa yang berwenang dalam pengawasan K3 kontruksi bangunan


- Ahli K3 Utama
- Ahli K3 Madya
- Ahli K3 Muda
LATIHAN SOAL
POST TEST
CALON AHLI K3 UMUM
KEMNAKER RI
1. Berdasarkan pasal 14 Undang-Undang No. 1 tahun 1970 yang bukan 8. Yang dimaksud dengan “pengurus” berdasarkan Undang-Undang
kewajiban pengurus perusahaan adalah: No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja adalah:
a. Memberikan kebebasan berserikat. a. Pengusaha.
b. Menyediakan alat pelindung diri. b. Orang yang memimpin langsung suatu tempat kerja.
c. Memasang gambar poster k3 ditempat kerja. c. Pemegang saham.
d. Menempatkan semua syarat-syarat K3 dan lembaran Undang- d. Setingkat manajemen perusahaan
Undang No. 1 tahun 1970 ditempat kerja.
9. Pasal 13 Undang-Undang No. 1 tahun 1970 menyatakan “Barang
2. Pengurus diwajibkan melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi siapa akan memasuki suatu tempat kerja, diwajibkan menaati
ditempat kerja yang dipimpinnya, pada pejabat yang ditunjuk oleh semua petunjuk keselamatan kerja dan memakai alat pelindung
Menteri Tenaga Krja. Ketentuan tersebut terdapat didalam Undang- diri yang diwajibkan”. Ketentuan ini mengikat kepada:
Undang No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja pada pasal: a. Orang yang terkait langsung dengan pekerjaan di tempat
a. Pasal 3 kerja.
b. Pasal 8 b. Hanya pada instalasi-instalasi yang dianggap sangat
c. Pasal 11 berbahaya.
d. Pasal 15 c. Hanya untuk tamu atau orang lain yang bukan pekerja.
d. Setiap orang baik yang bersangkutan maupun tidak
3. Yang masuk didalam ruang lingkup obyek pengawasan k3 brsangkutan dengan pekerjaan ditempat kerja.
berdasarkan Undang-Undang No. 01 tahun 1970 tentang
keselamatan kerja adalah: 10. Pengertian keselamatan kerja secara filosofis ialah:
a. Tempat kerja. a. Suatu pemikiran dan upaya penerapannya untuk menjamin
b. Perusahaan swasta. keutuhan dan kesempurnaan khussusnya tenaga kerja baik
c. Tempat kerja milik Negara. jasmani, maupun rohani, baik karya dan budaya menuju
d. Tempat usaha apa saja. masyarakat adil makmur dan sejahtera.
b. Upaya untuk menjamin agar sumber produksi dapat
4. Kondisi tempat kerja yang berbahaya sangat erat kaitannya dengan: digunakan secara efisien.
a. Cara kerja. c. Upaya untuk mencegah dan mengurangi timbulnya
b. Jawaban a,c dan d benar. kecelakaan dan penyakit akiibat kerja.
c. Mesin, pesawat, alat. d. Upaya untuk menekan cost dan berupaya untuk
d. Proses produksi. menghasilkan produktifitas yang tinggi.

5. Dalam rangka pembinaan kepada tenaga kerja, didalam Undang- 11. Keputusan penunjukan Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Undang Nomor 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja ialah satu dicabut apabila:
kewajiban pengurus antara lain: a. Tidak memenuhi peraturan perundang-undangan K3.
a. Melakukan audit K3. b. Melakukan kesalahan dan kecerobohan sehingga
b. Mengadakan pemantauan lingkungan. menimbulkan keadaan berbahaya.
c. Menunjukan dan menjelaskan kondisi dan bahaya yang dapat c. Dengan sengaja atau karena kekhilafannya menyebabkan
timbul ditempat kerja kepada tenaga kerja baru. terbukanya rahasia perusahaan/instansi yang karena
d. Mengadakan penyuluhan kepada masyarakat sekitar mengenai jabatannya wajib untuk dirahasiakan.
kemungkinan bahaya yang dapat timbul d. Semua jawaban benar.

6. Yang menjadi batasan pengertian kecelakaan kerja adalah suatu 12. Yang bukan merupakan kewajiban Ahli K3 menurut peraturan
kejadian yang mengakibatkan: perundangan-undangan adalah:
a. Adanya korban luka-luka dan atau meninggal dunia. a. Memberikan gaji karyawan.
b. Adanya kerusakan peralatan produksi. b. Memberikan laporan kepada Menteri Tenaga Kerja atau
c. Lingkungan tercemar. pejabat yang ditunjuk mengenai hasil pelaksanaan tugasnya.
d. Terganggunya proses pekerjaan/produksi walaupun tidak terjadi c. Memintai keterangan atau informasi mengenai pelaksanaan
korban yang cidera maupun kerusakan peralatan syarat-syarat K3 di tempat kerja.
d. Membuat surat teguran terhadap pelanggaran ketentuan
7. Yang dapat menjadikan kecelakaan kerja adalah: perundangan-undangan K3 di tempat kerja.
a. Perbuatan manusia yang tidak aman.
b. Kondisi yang tidak aman. 13. Audit SMK3 eksternal, dilaksanakan sekurang-kurangnya:
c. Hanya jawaban b yang benar. a. Satu kali setahun.
d. Jawaban a dan b benar. b. Satu kali dalam 2 (dua) tahun.
c. Satu kali dalam 4 (empat) tahun.
d. Satu kali dalam 3 (tiga) tahun.
14. Sebagai dasar hokum penunjukan Ahli Keselamatan dan Kesehatan a. Nilai Ambang Batas.
Kerja adalah: b. Nilai Ambang Kualitas (NAK).
a. Permenaker No. Per-04/Men/1987 c. Nilai Baku Mutu Lingkungan.
b. Permenaker No. Per-02/Men/1992 d. Semua Jawaban benar.
c. Permenaker No. Per-02/Men/1988
d. Permenaker No. Per-01/Men/1988 23. Pada pasal 86 Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 ayat (1)
menyatakan ; setiap pekerja/buruh mempunyai hak untuk
15. Sesuai dengan peraturan perundang-undangan Ahli K3 berwenang memperoleh perlindungan atas, kecuali:
untuk, antara lain: a. Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
a. Melakukan audit external SMK3. b. Penghidupan yang layak.
b. Mengadakan analisa kecelakaan kerja dimanapun. c. Moral dan kesusilaan.
c. Memasuki tempat kerja sesuai dengan keputusan penunjukan. d. Perlakuan yang sesuai dengan hasrat dan martabat manusia
d. Semua jawaban benar. serta nilai-nilai agama.

16. Peraturan yang mengatur SMK3 adalah: 24. Dalam pelaksanaan K3 di tempat kerja, upaya pengendalian
a. Peraturan Pemerintah No.50/2012 resiko dilakukan dengan uruan sebagai berikut:
b. Permenaker No. Per-05/Men/1995 a. Identifikasi, monitoring, pengendalian.
c. Permenaker No. Per-04/Men/1997 b. Monitoring, evaluasi, pengendalian.
d. Permenaker No. Per-02/Men/1992 c. Identifikasi, evaluasi, pengen Dalian, monitoring.
d. Identifikasi, monitoring, evaluasi dan pengendalian.
17. Pengawasan K3 yang bersifat preventif dan represif mliputi:
a. Perencanaan. 25. Badan atau lembaga di tingkat perusahaan yang bertugas
b. Parencanaan dan modifikasi. memberi pertimbangan dan dapat membantu pelaksanaan usaha
c. Prencanaan, pembuatan dan pemakaian. pencegahan kecelakaan serta dapat memberikan penerangan
d. Pemakaian dan peredaran. yang efektif kpada par pekerja adalah:
a. Panitia Pembna Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3)
18. Setiap instalasi dan pesawat yang digunakan ditempat kerja harus b. Forum bipartite
memiliiki izin pemakaian, hal tersebut bertujuan: c. Forum tripartite
a. Agar efektif, efesien dan aman dalam pemakaiannya. d. Forum komunikasi serikat pekerja perusahaan
b. Semua jawaban benar.
c. Memenuhi peraturan perundangan. 26. Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. Kep.187/Men/1999
d. Memperpanjang umur pesawat. mengatur tentang:
a. Bahan kimia berbahaya.
19. Audit SMK3 bertujuan untuk: b. Bahan kimia berbahaya di tempat kerja.
a. Memiliki administrasi K3. c. Pengendalian bahan kimia berbahaya di tempat kerja.
b. Mengetahui pelaksanaan K3 di perusahaan besar dan beresiko d. Semua jawaban salah.
tinggi.
c. Membukti pelaksanaan K3 sesuai peraturan perundangan K3. 27. Penerapan SMK3 di tempat kerja bersifat:
d. Membuktikan kesesuaian penerapan sistem manajemen K3. a. Wajib bagi tenaga kerja.
b. Wajib bagi setiap perusahaan.
20. Audit SMK3 dapat dilakukan oleh: c. Suka rela bagi perusahaan yang berorientasi ekspor.
a. Auditor internal. d. Wajib bagi perusahaan besar dan beresiko bahaya tinggi.
b. Jawaban a dan d benar
c. Anggota P2K3. 28. Dokter yang bertanggung jawab terhadap Pelayanan Kesehatan
d. Auditor eksternal. Kerja di perusahaan (dokter perusahaan) wajib mendapatkan
pelatihan Hyperkes. Hal ini tersebut diatur dalam:
21. Sesuai dengan Permenaker No. Per.04/Men/1987pengusaha atau a. Permenaker No. Per-02/Men/1992
pengurus wajib membentuk P2K3 di: b. Permenaker No. Per-03/Men/1982
a. Setiap perusahaan. c. Permenaker No. Per-05/Men/1985
b. Kantor pusat suatu grup perusahaan. d. Permenaker No. Per-01/Men/1976
c. Setiap tempat kerja yang mempekerjakan 100 orang atau lebih.
d. Setiap unit kerja di perusahaan besar. 29. Salah satu bentuk pengendalian bahan kimia berbahaya sesuai
Kepmenakertrans No. Kep.187/Men/1999 adalah:
22. Standar faktor-faktor lingkungan kerja yang dianjurkan tempat kerja a. Penetapan Nilai Ambang Kuantitas.
agar tenaga kerja masih dapat mnerimanya tanpa mengakibatkan b. Penyediaan Lembar Data Keselamatan Bahaya dan Label.
penyakit atau gangguan kesehatan, dalam pekerjaan sehari-hari c. Penetapan Kategori Potensi Bahaya Perusahaan.
untuk waktu tidak mlebihi 8 jam sehari atau 40 jam seminggu, sering d. Penetapan Nilai Ambang Batas.
disebut sebagai:
30. Tugas dan kewajiban Ahli K3 Kimia antara lain: 37. Penerapan norma-norma ergonomik di tempat kerja meliputi
a. Merahasiakan segala keterangan yang berkaitan dengan norma- norma:
rahasia perusahaan atau instansi yang diddapat karena a. Pembebanan kerja fisik, sikap tubuh dalam bekerja,
jabatannya. mengangkut dan mengangkat.
b. Memberikan laporan kepada menteri atau pejabat yang b. Pemberian gizi kerja.
ditunjuk mengenai hasil pelaksanaan tugasnya. c. Pemberian alat pelindung diri.
c. Jawaban a dan b salah. d. Jawaban a, b dan c benar.
d. Jawaban a dan b benar.
38. Untuk menjamin kemampuan fisik dan kesehatan kerja yang
31. Jalan terakhir untuk menghindari keracunan akibat polusi udara sebaik- baiknya perlu diadakan pemeriksaan tenaga kerja yang
ruangan kerja adalah: terarah. Pemeriksaan tersebut meliputi:
a. Mengeluarkan udara kotor dalam ruangan. a. Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja, pemeriksaan
b. Mengganti bahan tersebut dengan bahan yang lebih baik. kesehatan awal dan pemeriksaan khusus.
c. Memasang ventilasi lebih banyak. b. Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja dan pemeriksaan
d. Memakai respirator. khusus.
c. Pemeriksaan sebelum kerja, pemeriksaan kesehatan berkala
32. Pengaruh bahan kimia berbahaya terhadap kesehatan dan pemeriksaan kerja khusus.
tergantung kepada konsentrasi dan lamanya paparan terjadi, d. Semua jawaban benar.
pengaruh tersebut dapat menyebabkan hal sebagai berikut,
kecuali: 39. Faktor-faktor lingkungan kerja yang dapat menyebabkan
a. Menyebabkan iritasi, korosif, sulit bernafas, menimbulkan kecelakaan atau penyakit akibat kerja adalah:
alergi, keracunan sistematik. a. Faktor fisiologis
b. Menyebabkan kanker, kerusakan/kelainan janin. b. Semua jawaban benar
c. Menyebabkan kebakaran dan peledakan. c. Faktor psikologi
d. Pneumoconiosis dan menyebabkan efek bius. d. Faktor kimia

33. Yang termasuk kategori bahan berbahaya adalah jenis bahan 40. Setiap perusahaan catering yang mengelola makanan pada
yang mempunyai sifat antara lain: perusahaan, sesuai Surat Edaran Dirjen Binawas SE
a. Oksidator, mudah meledak, mudah menyala atau terbakar. No.86/BW/1989 harus terlebih dahulu mendapatkan:
b. Memancarkan radiasi. a. Surat Keputusan Penunjukan dari Dirjen Binawas.
c. Semua jawaban benar. b. Surat Izin Catering di tempat kerja.
d. Korosif, iritasi karsinogenik. c. Jawaban a, b dan d benar.
d. Rekomendasi dari Disnaker setempat.
34. Pengendalian bahan kimia berbahaya di tempat kerja merupakan
suatu usaha untuk mencegah kecelakaan dan penyakit akibat 41. Beban kerja fisik yang diberikan kepada tenaga kerja tidak boleh
kerja. Dasar hukumnya adalah: melebihi:
a. Kepmenaker No. Kep-187/Men/1999 a. 10-15% dari kemampuan kerja maksimum.
b. Permenaker No. Per-03/Men/1986 b. 25-30% dari kemampuan kerja maksimum.
c. Kepmenaker No. Kep-51/Men/1999 c. 30-50% dari kemampuan kerja maksimum.
d. SE No. 01 tahun 1999 d. 30-40% dari kemampuan kerja maksimum.

35. Bahan kimia dalam bentuk tunggal atau campuran yang 42. Kewajiban pengusaha atau pengurus instalasi bahaya besar
berdasarkan sifat kimia, fisika, atau toksikologi berbahaya sesuai Kepmenakertrans Nomor: Kep.187/Men/1999 adalah
terhadap tenaga kerja, instalasi dan lingkungan, kecuali: sebagai berikut, kecuali:
a. Bahan beracun, bahan beraktif. a. Mempekerjakan Ahli K3 kimia
b. Cairan mudah larut. b. Pengujian instalasi sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun sekali.
c. Bahan mudah meledak, bahan oksidator. c. Membuat dokumen pngendalian instalasi bahaya besar.
d. Cairan mudah terbakar, gas mudah terbakar d. Pembuatan dokumen job safety.

36. Permenaker No.Per-03/Men/1982 mengatur tentang pelayanan 43. Pemeriksaan kesehatan tenaga kerja secara awal, berkala dan
kesehatan kerja. Tujuan dari pelayanan kesehatan kerja: khusus merupakan kewajiban dari pada pengusaha terhadap
a. Jawaban b dan c benar. tenaga kerjanya. Peraturan yang mengaturnya adalah:
b. Memberikan bantuan kepada tenaga kerja dalam a. Permenaker No.Per-03/Men/1982
penyesuaian diri baik fisik, mental terutama dalam b. Permenaker No.Per-02/Men/1980
penyesuaian pekerjaan dengan tenaga kerja. c. Permenaker No.Per-51/Men/1997
c. Memberikan pengobatan dan perawatan serta rehabilitasi d. Permenaker No.Per-04/Men/1998
bagi tenaga kerja yang menderita sakit.
d. Jawaban b dan c salah.
44. Penyesuaian pekerjaan, sikap dan peralatan disebut: 51. Yang dimaksud dengan ketel uap adalah:
a. Ilmu biologi a. Pesawat yang menghasilkan uap yang dipergunakan diluar
b. Ilmu fisika pesawatnya.
c. Ilmu ergonomi b. Pesawat yang menghasilkan uap yang dipergunakan diluar
d. Ilmu psikomotorik pesawatnya dan harus ada disetiap perusahaan.
c. Pesawat yang menghasilkan uap yang dipergunakan diluar
45. Penerangan/pencahayaan yang cukup dalam suatu ruangan pesawatnya dan harus ada disetiap perusahaan.
tempat kerja, dapat memberikan: d. Jawban a, b dan c benar.
a. Keletihan mata yang cepat.
b. Kenyamanan bekerja. 52. Sesuai Permenaker No. Per.05/Men/1985 setiap pesawat dan
c. Produktivitas kerja rendah. angkut wajib dilakukan pengujian setelah pegujian pertama.
d. Absensi menurun. Pengujian tersebut selambat-lambatnya :
a. 4 (empat) tahun setelah pengujian pertama.
46. Manfaat penilaian lingkungan kerja: b. 2 (dua) tahun setelah pengujian pertama.
a. Sebagai dasar untuk menentukan dana perbaikan dan c. 1 (satu) tahun setelah pengujian pertama.
rencana selanjutnya. d. 3 (tiga) tahun setelah pengujian pertama.
b. Sebagai dasar untuk menyatakan kondisi lingkungan kerja
membahayakan atau tidak. 53. Yang bukan merupakan tujuan pemeriksaan visual pada setiap
c. Sebagai dasar untuk menentukan tingkat kecelakaan terjadi. pesawat uap baru yaitu untuk mengetahui:
d. Tenaga kerja mendapat informasi kondisi lingkungan. a. Kondisi seluruh alat perlengkapan pengamannya.
b. Kapasistas produksi uap kering yang dapat digunakan
47. Nilai Ambang Batas (NAB) kebisingan untuk pemajanan 8 jam per sesungguhya.
hari, sesuai Permenakertrans No.Per 13/Men/2011 adalah: c. Kondisi seluruh bagian konstruksi dan seluruh alat
a. 85 dBA perlengkapan pengamanannya.
b. 90 dBA d. Kondisi sisi luar dan seluruh alat perlengkapan
c. 80 dBA pengamanannya.
d. 95dBA
54. Yang tidak termasuk bejana tekan berdasarkan Permenaker No.
48. Penyakit akibat kerja merupakan penyakit yang disebabkan oleh Per.01/Men/1982 adalah:
pekerjaan dan lingkungan kerja. Untuk menghindari kejadian a. Botol-botol baja yang mempunyai volume air paling rendah 60
tersebut perlu dilakukan usaha-usaha preventif yang berupa liter.
jaminan pelayanan kesehatan yang merupakan salah satu dari 4 b. Botol-botol baja yang mempunyai volume air paling tinggi 60
(empat) program Jamsostek. Peraturan yang mengatur hak tersebut liter.
adalah: c. Bejana transport yang mempunyai volume air lebih dari 60
a. Permenaker No.Per-03/Men/1982 liter.
b. Undang-undang No. 1 tahun 1970 d. Bejana penyimpanan gas atau campuran dalam keadaan
c. Undnag-undang No. 3 tahun 1992 padat dikempa menjadi cair terlarut atau beku.
d. Permenaker No.Per-03/Men/1985
55. Peledakan pada ketel uap dapat tejadi karena:
49. Kesehatan tenaga kerja merupakan dasar dari tenaga kerja untuk a. Tinggi air didalam ketel uap dibawah batas aman.
meningkatkan produktivitas dan lingkungan kerja yang aman dan b. Tidak memilliki thermometer.
nyaman. Upaya tersebut meliputi tindakan preventif dengan jalan c. Jawaban a dan b benar.
pelaksanaan pelayanan kesehatan kerja di perusahaan. Hal tersebut d. Peledakan hanya dapat tejadi bila tingkap pengaman tidak
diatas diatur dalam: bekerja.
a. SE Menaker No.02/1986
b. Permenaker No.Per-03/Men/1986 56. Pengertian dari pesawat angkat dan angkut adalah suatu pesawat
c. Permenaker No.Per-03/Men/1982 atau alat yang digunakan untuk:
d. Permenaker No.Per-02/Men/1980 a. Memindahkan muatan pada jarak tertentu.
b. Memindahkan, mengangkut muatan vertical dan horizontal.
50. Ruang lingkup Permenaker No. Per.05/Men/1985 meliputi: c. Memindahakan, mengangkut muatan vertical dan horizontal
a. Pesawat tenaga dan produksi. dalam jarak yang ditentukan.
b. Peralatan angkat, pita transport, pesawat angkutan diatas d. Semua jawaban benar.
landasan dan diatas permukaan, alat angkutan jalan rel.
c. Pesawat lift.
d. Semua jawaban benar.
57. Berdasarkan Peraturan Menteri Perburuhan NO. 07 tahun 1964 64. Dalam melayani pesawat tenaga dan produksi yang sedang
tentang syarat-syarat kesehatan, kebersihan serta penerangan beroperasi, seorang operator dapat:
dalam tempat kerja, maka dalam suatu tempat kerja dengan a. Dilarang meninggalkan tempat kerja.
tenaga kerja sejmlah 60 orang, jumlah kakus/W minimal yang b. Mewakilan kepada orang lain.
harus disediakan: c. Meninggalkan tempat kerjanya untuk keperluan penting.
a. 1 d. Jawban a, b dan c benar.
b. 4
c. 3 65. Berdasarkan Permenaker No. Per-05/Men/1985 setiap pesawat
d. 2 angkat dan angkut harus uji terlebih dahulu antara lain dengan
pengujian beban lebih sebesar:
58. Pemeriksaan berkala pada bejana uap dilakukan setiap: a. 110% dari jumlah beban maksimum.
a. Selambat-lambatnya setiap 3 (tiga) tahun sekali. b. 125% dari jumlah beban maksimum.
b. Selambat-lambatnya setiap 4 (empat) tahun sekali c. 120% dari jumlah beban maksimum.
c. Selambat-lambatnya setiap 2 (dua) tahun sekali. d. 135% dari jumlah beban maksimum.
d. Selambat-lambatnya setiap 1 (satu) tahun sekali
66. Pengujian unit pesawat tenaga dan produksi dilakukan selambat-
59. Pemeriksaan bahan pada pesawat uap dapat dilakukan apabila telah lambatnya:
berumur: a. 2 (dua) tahun sekali.
a. 25 tahun. b. 3 (tiga) tahun sekali.
b. 35 tahun. c. 10 (sepuluh) tahun sekali.
c. 30 tahun. d. 5 (lima) tahun sekali.
d. 40 tahun.
67. Pernyataan yang benar sesuai dengan peraturan yang berlaku
60. Ketel uap yang mengalami temperature berebihan (overheating) mengenai setiap pesawat angkat dan angkut yang akan dibuat
adalah disebabkan oleh: dan dipasang:
a. Tingkat pengaman tidak bekerja. a. Pembuat dan pemasang tidak perlu mendapat pengesahan.
b. Kapasitas pembakaran terlalu besar. b. Jawaban a, c dan d benar.
c. Tinggi air didalam ketel uap dibawah batas aman. c. Pemilik/pemakai dapat menentukan persyaratan.
d. Smua jawaban benar. d. Pembuat dan pemasang harus mendapat pengesahan.

61. Akte izin Pemakaian Pesawat Uap diberikan kepada pemakai 68. Kekurangan air didalam ketel uap pada saat sedang dioperasikan
bilamana: tidak dapat mengakibatkan:
a. Semua jawaban benar. a. Terjadinya kenaikan temperature air.
b. Hasil pemeriksaan dan pengujian alat-alat perlengkapan b. Terjadinya kenaikan tekanan kerja.
pengamanan dan alat-alat pembakaran memenuhi syarat. c. Semua jawaban salah.
c. Hasil pemeriksaan dan pengujian pesawat uap dan alat-alat d. Terjadinya overheating dan peledakan.
perlengkapan otomatisnya memenuhi syarat.
d. Hasil pemeriksaan dan pengujian pesawat uap dan alat-alat 69. Pesawat Uap dan Bejana Tekan, baru dapat dibuat apabila:
perlengkapan pengamanannya memenuhi syarat. a. Mempunyai gambaran rencana.
b. Jawaban a, c dan d telah terpenuhi.
62. Kapan suatu pesawat uap harus dilakukan pemeriksaan secara c. Mempunyai perhitungan kekuatan konstruksi.
khusus (secara keseluruhan): d. Telah mempunyai pengesahan gambar rencana.
a. Sesudah berumur 50 tahun.
b. Sesudah terjadi kecelakaan. 70. Tingkat pengamanan pada pesawat uap dan bejana tekan
c. Sesudah dilakukan pemeriksaan bahan (PB) sebanyak 3 (tiga) berfungsi untuk:
kali. a. Menahan tekanan.
d. Sebelum pemeiksaan bahan (PB) sebanyak 3 (tiga) kali. b. Untuk mengatur tekanan.
c. Membuang air berlebih.
63. Pemeriksaan berkala pada ketel uap darat berpindah dilakukan d. Membuat tekanan secara otomatis apabila terjadi tekanan
setiap: lebih.
a. Selambat-lambatnya setiap 1 (satu) tahun sekali.
b. Selambat-lambatnya setiap 3 (tiga) tahun sekali. 71. Cara mengambil/memotong pelat badan pesawat uap yang akan
c. Selambat-lambatnya setiap 2 (dua) tahun sekali. diuji dengan cara:
d. Selambat-lambatnya setiap 4 (empat) tahun sekali. a. Digergaji.
b. Dipotong dengan alat potong las listrik.
c. Dipotong dengan brander las.
d. Dibor.
72. Pengawasan K3 bidang mekanik yang bersifat prevent meliputi:
a. Perencanaan, pembuatan, prosedur pemakaian dan perawatan. 80. Penggunaan lift yang salah yaitu:
b. Perencanaan dan pemakaian. a. Kapasitas angkut harus sesuai dengan izin lift.
c. Perencanaan, reparasi da modifikasi. b. Kapasitas angkut lift dicantumkan dan dipasang dalam kereta
d. Jawaban a, b dan c salah. lift.
c. Kapasitas angkut lift tidak dicantumkan dan dipasang didalam
73. Pesawat angkut diatas landasan dan diatas permukaan adalah: kereta lift.
a. Dongkrak, pneumatic, gondola, keran tower dan takel. d. Penetapan jumlah orang yang diangkut berdasarkan SNI yang
b. Escalator, rantai berjalan dan ban berjalan. berlaku.
c. Truk, trakto, kereta gantung, truk derek dan forklift.
d. Semua jawaban benar. 81. Surat Izin Operasi pemakaian lift berlaku selama:
a. 2 (dua) tahun dan dapat diperbaharui kembali.
74. Beberapa dasar hukum yang terkait dengan K3 Mekanik seperti b. 3 (tiga) tahun dan dapat diperbaharui kembali.
tertera dibawah ini kecuali: c. 5 (lima) tahun dan dapat diperbaharui kembali.
a. Permenaker No. Per-04/Men/1985. d. Semua jawaban salah.
b. Permenaker No. Per-05/Men/1985.
c. Permenaker No. Per-04/Men/1987. 82. Potensi bahaya pada instalasi listrik diantaranya:
d. Permenakertrans No. Per-09/Men/VII/1985 a. Peledakan.
b. Beban lebih (overload).
75. Berdasarkan Surat Edaran Menaker No.SE.06/Men/1990 tentang c. Panas (thermal).
Perwarnaan Botol Baja/Tabung gas betekanan antara lain sebagai d. Kebakaran.
beikut kecuali:
a. Kelompok gas beracun berwarna kuning tua. 83. Penanggulangan K3 Listrik dan Kebakaran dilaksanakan dengan
b. Kelompok gas yang menyengat warna kuning muda. pola preventif, apakah yang dimaksud dengan pola tersebut:
c. Kelompok gas untuk kesehatan warna biru. a. Dilakukan perawatan rutin.
d. Kelompok gas yang dapat menyebabkan tercekik warna abu- b. Dimulai saat pelaksanaan.
abu. c. Dilaksanakan setelah ada kejadian kecelakaan.
d. Dimulai dari saat perencanaan.
76. Dasar hukum pengawasan K3 Konstruksi Bangunan:
a. UU No. 1 tahun 1970. 84. Besarnya nilai tahanan pembumian (grounding) keseluruhan
b. Permenaker No.Per-01/Men/1980. pada instalasi penyalur petir yang diatur dalam Permenaker
c. SKB Menaker dan Menteri PU No. Kep.174/Men/1986 No.Per.02/Men/1989 adalah:
No.104/Kepts/1986 a. Maksimal 0,5 Ω
d. Semua jawaban benar. b. Maksimal 5 Ω.
c. Maksimal 50 Ω.
77. Tahapan pelaksanaan konstruksi bangunan terdiri dari: d. Jawaban a, b dan c salah.
a. Rancangan teknis pelaksanaan.
b. Rancangan pasca konstruksi. 85. Instalasi penyalur petir secara umum harus memenuhi
c. Rancangan teknis pelaksanaan dan pasca konstruksi. persyaratan:
d. Semua jawaban salah. a. Kemampuan perlindungan secara tehnis.
b. Ketahanan mekanis.
78. Syarat-syarat keselamatan kerja ditetapkan melalui peraturan c. Semua jawaban benar.
perundangan, salah satunya persyaratan untuk mencegah terkena d. Ketahanan terhadap korosi.
aliran listrik yang berbahaya. Hal tersebut tertuang dalam:
a. UU No.1 Tahun 1970 pasal 3 ayat (1) huruf q. 86. Alat untuk mengatur tahanan isolasi kabel listrik adalah:
b. UU No.1 Tahun 1970 pasal 3 ayat (1) huruf a. a. Insulation Resistan tester.
c. Kepmenakertrans No.Kep.75/Men/2002. b. Multi tester.
d. Semua jawaban salah. c. Ohm meter.
d. Volt meter
79. Instalasi penyalur petir diatur berdasarkan:
a. Permenaker No.Per.30/Men/2015 perubahan atas 87. Instalasi proteksi petir internal misalnya dengan memasang
Permenaker No.Per.04/Men/1987. arrester pada instalasi listrik untuk memotor arus petir dan
b. Permenaker No.Per.31/Men/2015 perubahan atas menyamakan tegangan diatur dalam peraturan:
Permenaker No.Per.02/Men/1989. a. Permenaker No.Per.02/Men/1989.
c. Permenaker No.Per.32/Men/2015 perubahan atas b. Permenaker No. 12 tahun 2015 SNI 0225-2011 PUIL 2011
Permenaker No.Per.04/Men/1985. c. Kepmenaker No.Kep.75/2002.
d. Permenaker No.Per.31/Men/2015 perubahan atas d. Jawaban a, b dan d salah.
Permenaker No.Per.01/Men/1987.
88. Apa yang dimaksud dengan bahaya sentuh langsung?
a. Sentuh pada bagian konduktif yang dalam keadaan kerja normal 95. Pengurus atau pengusaha wajib mencegah, mengurangi dan
umumya bertegangan dan atau dialiri arus. memadamkan kebakaran serta melakukan latihan
b. Sentuh pada bagian kondukif terbuka perlengkapan atau penanggulangan kebakaran di tempat kerja. Hal ini diatur
instalasi listrik yang menjadi bertegangan akibat kegagalan berdasarkan:
kegagalan isolasi. a. Kepmenaker No.Kep-187/Men/1999.
c. Sentuh pada bagian yang tidak konduktif dari perlengkapan b. Kepmenaker No.Kep-186/Men/1999.
atau instalasi listrik. c. Kepmenaker No.Kep-75/Men/2002.
d. Semua jawaban a, b dan c benar. d. Kepmenaker No.Kep-51/Men/1999.

89. Setiap jenis penyalur petir harus dilengkapi dengan embumian 96. Pengujian kualitas alat pemadam api ringan (APAR) antara lain
sekurang-kurangnya: berupa:
a. 4 (empat) buah. a. Kondisi tabung APAR nya saja.
b. 3 (tiga) buah. b. Cara penempatan dan peralatannya.
c. 2 (dua) buah. c. Kondisi tabung APAR dan kualitas bahan pemadamnya.
d. 5 (lima) buah. d. Cara penggunaan dengan benar.

90. Keselamatan dan Kesehatan Kerja Listrik di tempat kerja diatur 97. Yang termasuk system proteksi kebakaran pasif antara lain:
dalam: a. Sarana Evakuasi.
a. Permenaker No.15 tahun 2012 b. Kualitas bahan bangunan.
b. Kepmenakertrans No.Kep.75/Men/2002 c. Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
c. Permenaker No.12 tahun 2015 d. Jawban a, b dan c benar.
d. Kepmenakertrans No.Kep75/Men/2000
98. Nilai ambang batas faktor fisika untuk getaran pada lengan dan
91. Lantai kerja yang aman adalah lantai kerja yang memiliki resistansi tangan adalah:
isolasi sekurang-kurangnya sebesar: a. 2 m/det2
a. 20 kΩ. b. 5 m/det2
b. 10 kΩ. c. 3 m/det2
c. 50 kΩ. d. 4 m/det2
d. 70 kΩ.
99. Dalam kejadian kebakaran didalam gedung dapat terjadi
92. Kegagalan isolasi dari suatu instalasi listrik harus dicegah terutama peristiwa yang disebut back draft. Back draft dapat terjadi
dengan cara: apabila:
a. Perlengkapan listrik harus dirancang dan dibuat dengan baik. a. Kebakaran didalam ruang tertutup dengan oksigen yang
b. Bagian aktif harus diisolasi dengan bahan yang tepat. cukup dan terdapat bahan yang mudah meledak.
c. Instalasi listrik harus dipasang dengan baik. b. Kebakaran dalam ruang tertutup kehabisan oksigen, bila ada
d. Semua jawaban benar. kesempatan udara masuk akan terjadi ledakan.
c. Jawaban a dan d benar.
93. Pemasangan instalasi listrik di Indonesia pada saat ini dapat d. Jawaban a dan d salah.
berpedoman kepada:
a. Standar Nasional Indonesia. 100. Terdapat 3 (tiga) jenis pompa hidran/springkler yaitu:
b. Semua benar. a. Pompa listrik, pompa diesel, pompa air.
c. Standar Internasional. b. Pompa listrik, pompa diesel, pompa jockey.
d. Standar nasional negara lain yang ditentukan pengawas c. Pompa utama, pompa jockey dan pompa cadangan.
ketenagakerjaan spesialis K3 listrik. d. Jawaban a, b dan c benar

94. Dalam persyaratan untuk Badan Pengusahaan Listrik, antara lain


ialah dipersyaratkan:
a. Harus memiliki Ahli K3 Umum.
b. Tidak harus memiliki teknisi.
c. Harus mempunyai teknisi yang memiliki kompetensi K3
dibidang listrik yang disyahkan oleh Kemenakertrans.
d. Semua jawaban benar.
SOAL ISIAN

1. Sebutkan tugas, kewajiban dan wewenang Ahli K3 Umum berdasarkan landasan hukumnya!
Landasan hukum: Permennaker No. 02 Tahun 1992
- Tugas AK3 Umum:
Membantu pimpinan perusahaan atau pengurus menyelenggarakan dan meningkatkan usaha
keselamatan kerja, hygiene perusahaan dan kesehatan kerja, membantu pengawasan ditaatinya
ketentuan-ketentuan perundang-udangan bidang K3
- Kewajiban AK3 Umum:
a. Membantu mengawasi pelaksanaan peraturan perundangan K3 sesuai dengan bidang yang
ditentukan dalam keputusan penunjukannya
b. Memberikan laporan kepada menteri tenaga kerja atau pejabat yang ditunjuk mengenai hasil
pelaksanaan tugas dengan ketentuan sebagai berikut:
1) Untuk AK3 di tempat kerja satu kab dalam 3 bulan kecuali ditentukan lain
2) Untuk AK3 di perusahaan yang memberikan jasa dibidang K3 setiap saat setelah selesai
melaksanakan kegiatannnya
3) Merahasiakan segala keterangan tentang rahasia perusahaan /instansi yang didapat
berhubungan jabatannya
- Wewenang AK3 Umum:
a. Memasuki tempat kerja sesuai keputusan penunjukan
b. Meminta keterangan dan/atau informasi mengenai pelaksanaan syarat-syarat K3 ditempat kerja
dengan keputusan penunjukannya
c. Memonitor, memeriksa, menguji, menganalisa, mengevaluasi dan memberikan persyaratan serta
pembinaan K3 yang meliputi:
1) Keadaan dan fasilitas tenaga kerja
2) Keadaan mesin-mesin, pesawat, alat-alat kerja, instalasi serta peralatan lainnya
3) Penanganan bahan-bahan
4) Proses produksi
5) Sifat pekerjaan
6) Lingkungan kerja

2. Sebutkan hak dan kewajiban tenaga kerja sebagaimana diatur dalam Undang-undang No. 01 Tahun 1970!
Menurut Pasal 12, UU No. 01 Tahun 1970 tetnatng Keselamatan Kerja, Hak dan Kewajiban tenaga kerja
yaitu:
a. Memberikan keterangan yang benar bila diminta oleh pegawai pengawas dan atau keselamatan kerja
b. Memakai alat perlindungan diri yang diwajibkan
c. Memenuhi dan mentaati semua syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan
d. Meminta pada Pengurus agar dilaksanakan semua syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang
diwajibkan
e. Menyatakan keberatan kerja pada pekerjaan dimana syarat kesehatan dan keselamatan kerja serta alat-
alat perlindungan diri yang diwajibkan diragukan olehnya kecuali dalam hal-hal khususditentukan lain
oleh pegawai pengawas dalam batas-batas yang masih dapat dipertanggung jawabkan.

3. Sebutkan kewajiban pengurus sesuai UU 1/1970!


a. Secara tertulis menempatkan dalam tempat kerja yang dipimpinnya
b. Memasang dalam tempat kerja yang dipimpinnya, semua gambar keselamatan kerja yang diwajibkan
dan semua bahan pembinaan lainnya, pada tempat-tempat yang mudah dilihat dan terbaca menurut
petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja.
c. Menyediakan secara cuma-Cuma, semua alat pelindung diri yang diwajibkan pada tenaga kerja yang
berada dibawah pimpinannya dan menyediaakan bagi setiap orang lain yang memasuki tempat kerja
tersebut, disertai dengan peyunjuk-petunjuk yang diperlukan menurut petunjuk pegawai pengawas
atau ahli keselamatan kerja.
4. Apa yang dimaksud dengan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja?
a. Kecelakaan Kerja adalah suatu kejadian yang tidak direncanakan, dan tidak diinginkan, gangguan dari
pekerjaan berakibat cedera pada manusia, kerusakan barang, dan pencemaran lingkungan yang dampak
kerugaiannya dapat dirasakan saat itu juga.
b. Penyakit akibat kerja (PAK) adalah penyakit yang disebabkan pajanan / keterdadahan atas faktor yang
timbul dari aktivitas pekerjaan (Perpres No. 07 Tahun 2019 tentang PAK).

5. Sebutkan fungsi dan tugas P2K3 dan sebutkan landasan hokum pembentukan P2K3!
Landasan hukum : Permennaker No. 04/MEN/1987 tentang P2K3 dan tata cara penunjukkan P2K3.
Fungsi P2K3
a. Menghimpun dan mengolah data tentang K3 di tempat kerja
b. Membantu menunjukan dan menjelaskan kepada setiap tenaga kerja:
- Berbagai faktor bahaya di tempat kerja yang dapat menimbulkan gangguan K3 termasuk bahaya
kebakaran dan peledakan serta cara penanggulangannya
- Faktor yang dapat mempengaruhi efisiensi dan produktifitas kerja
- APD bagi tenaga kerja yang bersangkutan
- Cara dan sikap yang benar dan aman dalam melaksanakan pekerjaannya
c. Membantu pengusaha atau pengurus dalam:
- Mengevaluasi cara kerja, proses dan lingkungan kerja
- Menentukan tindakan koreksi dengan alternatif terbaik
- Mengevaluasi penyebab timbulnya kecelakaan, PAK serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan
- Mengembangkan penyuluhan dan penelitian dibidang keselamatan kerja, hygiene perusahaan,
kesehatan kerja dan ergonomic
- Melaksanakan pemantauan terhadap gizi kerja dan menyelenggarakan makanan di perusahaan
- Memeriksa kelengkapan peralatan keselamatan kerja
- Mengembangkan pelayanan kesehatan tenaga kerja
- Mengembangkan laboratorium K3, melakukan pemeriksaan laboratorium dan melaksanakan
intepretasi hasil pemeriksaan
- Menyelenggarakan administrasi keselamatan kerja, hygiene perusahaan dan kesehatan kerja
d. Membantu pimpinan perusahaan menyusun kebijaksanaan manajemen dan pedoman kerja dalam
rangka upaya meningkatkan keselamatan kerja, hygiene perusahaan, kesehatan kerja, ergonomi dan gizi
kerja.

6. Sebutkan dan jelaskan macam-macam pemeriksaan tenaga kerja!


Dasar hukum : Permennaker No. 02/MEN/1980 tentang Pemeriksaan Tenaga Kerja
1. Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja (awal) adalah pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh
dokter sebelum seorang tenaga kerja diterima untuk melakukan pekerjaan.
2. Pemeriksaan kesehatan berkala adalah pemeriksaan kesehatan pada waktu-waktu tertentu terhadap
tenaga kerja yang dilakukan oleh dokter.
3. Pemeriksaan Kesehatan Khusus adalah pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh dokter secara
khusus terhadap tenaga kerja tertentu.

7. Bagaimana cara penyelenggaraan pelayanan kesehatan kerja sesuai dengan peraturan perundangan?
Landasan Hukum : Permennaker Nomor 03/MEN/1982 tentang Pelayanan Kesehatan Tenaga Kerja
Penyelenggaraan pelayanan kesehatan kerja dapat:
a. Diselenggarakan sendiri oleh pengurus
b. Diselenggarakan oleh pengurus dengan mengadakan ikatan dengan dokter atau pelayanan kesehatan
c. Pengurus dari beberapa perusahaan secara bersama-sama menyelenggarakan suatu pelayanan
kesehatan kerja
8. Sebutkan kewajiban pengusaha dalam mengendalikan bahan kimia berbahaya!
Landasan Hukum : Permennaker No. 187/MEN/1999 tentang Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya
Kewajiban pengusaha atau pengurus:
Pasal 16
(1) Perusahaan yang dikategorikan punya potensi bahaya besar:
a. Mempekerjakan petugas K3 kimia dengan ketentuan apabila dipekerjakan dengan sistem kerja non
shift sekurang-kurangnya dua orang dan apabila dipekerjakan dengan sistem shift sekurang-
kurangnya dipekerjakan 5 orang.
b. Mempekerjakan ahli K3 kimia sekurang-kurangnya 1 orang
c. Membuat dokumen pengendalian potensi bahaya besar
d. Melaporkan setiap perubahan nama bahan kimia dan kuantitas bahan kimia, proses dan modifikasi
instalasi yang digunakan
e. Melakukan pemeriksaan dan pengujian faktor kimia yang ada di tempat kerja sekurang-kurangnya 6
bulan sekali
f. Melakukan pemeriksaan dan pengujian instalasi yang ada di tempat kerja sekurang-kurangnya 2
tahun sekali
g. Melakukan pemeriksaan kesehatan tenaga kerja sekurang-kurangnya 1 tahun sekali.
(2) Pengujian factor kimia dan instalasi sebagaimana dimaksud dilakukan oleh PJK3 atau instansi yang
berwenang.
Pasal 17
(1) Perusahaan yang dikategorikan mempunyai potensi bahaya menengah:
a. Mempunyai petugas K3 kimia dengan ketentuan apabila dipekerjakan dengan sistem kerja non
shift sekurang-kurangnya satu orang dan apabila dipekerjakan dengan sistem shift sekurang-
kurangnya dipekerjakan 3 orang
b. Membuat dokumen pengendalian potensi bahaya menengah
c. Melaporkan setiap perubahan nama bahan kimia dan kuantitas bahan kimia, proses dan
modifikasi instalasi yang digunakan
d. Melakukan pemeriksaan dan pengujian faktor kimia yang ada di tempat kerja sekurang-kurangnya
1 tahun sekali
e. Melakukan pemeriksaan dan pengujian instalasi yang ada di tempat kerja sekurang-kurangnya 3
tahun sekali
f. Melakukan pemeriksaan kesehatan tenaga kerja sekurang-kurangnya 1 tahun sekali.

9. Jelaskan ruang lingkup pengawasan K3 konsruksi bangunan dan sebutkan peraturan perundangannya!
Dasar hukum : Permennaker No. Per-01/MEN/1980 tentang K3 pada konstuksi bangunan
- Ruang lingkup K3 Konstruksi bangunan:
a. Pekerjaan penggalian
b. Pekerjaan pondasi
c. Pekerjaan konstruksi beton
d. Pekerjaan konstruksi baja
e. Pekerjaan pembongkaran

10. Sebutkan dasar hukum lift!


Dasar hukum lift:
- Permenker No. Per-03/MEN/1999 tentang syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja lift untuk
pengangkutan orang dan barang
- Keputusan direktur jendral pembinaan hubungan industrial dan pengawasan ketenagakerjaan no Kep-
407/BW/1999 tentang persyaratan, penunjukan, hak dan kewajiban teknisi lift
- Pemenaker No.32/2015 tentang perubahan atas Permenker No. Per-03/MEN/1999 tentang syarat-
syarat keselamatan dan kesehatan kerja lift untuk pengangkutan orang dan barang
11. Sebutkan hal-hal yang berkaitan dengan instalasi penyalur petir!
Dasar Hukum: Permennaker No. 02/MEN/1989.
Instalasi penyalur petir harus direncanakan, dibuat, dipasang dan dipelihara sesuai dengan ketentuan
dalam permen dan/atau standar. Persyaratan yang harus diikuti antara lain:
a) Kemampuan perlindungan secara teknis
b) Ketahanan mekanis
c) Ketahanan terhadap korosi

12. Jelaskan ruang lingkup pengawasan K3 Listrik!


Ruang lingkup obyek pengawasan tersirat dalam Bab II pasal 2 ayat (2) huruf q UU 1/70, yaitu tertulis; Di
setiap tempat dimana dibangkitkan, diubah, dikumpulkan dan disimpan, dibagi-bagikan atau disalurkan
listrik, gas, minyak atau air.

13. Jelaskan norma ruang lingkup pengawasan K3 pesawat uap dan bejana tekan!
Dasar Hukum: Permennaker No. 01/MEN/1982 tentang bejana tekan
- Perencanaan
- Pembuatan, perakitan, pemasangan
- Pengangkutan
- Peredaran/perdagangan
- Pemakaian/penggunaan (harus ada akte ijin)
- Pemeliharaan/perbaikan/reparasi/modifikasi
- Penyimpanan
- Pemusnahan

14. Jelaskan 5 prinsip dasar SMK3! Dan sebutkan peraturan perundangannya!


Dasar Hukum: PP No. 50 Tahun 2012
Lima prinsip dasar SMK3:
1. Kebijakan K3 dan komitmen penerapan K3
2. Perencanaan pemenuhan kebijakan, tujuan dan sasaran penerapan K3
3. Penerapan kebijakan K3
4. Pengukuran, pemantauan dan evaluasi kinerja K3
5. Tinjauan Ulang

15. Sebutkan syarat-syarat perusahaan yang wajib menerapkan SMK3!


Berlaku bagi perusahaan (PP No. 50 tahun 2012) :
a) mempekerjakan lebih dari 100 orang,
b) mempunyai potensi bahaya tinggi.

16. Sebutkan tiga tingkatan audit SMK3!


a. Tingkat awal dengan pemenuhan 64 kriteria audit SMK3
b. Tingkat transisi dengan pemenuhan 122 kriteria audit SMK3
c. Tingkat lanjutan dengan pemenuhan 166 kriteria audit SMK3

17. Sebutkan dan jelaskan hirarki penegendalian resiko K3!


Hirarki pengendalian
- Eliminasi : Menghilangkan sumber bahaya dari tempat kerja
- Subtitusi : Mengganti alat / bahan yang memiliki potensi bahaya tinggi dengan yang potensi bahayanya
lebih rendah
- Engineering Control : Melakukan rekayasa teknis untuk mengurangi potensi bahaya
- Administrative Control : Melakukan kontrol secara sistematis terhadap hal-hal yang ada di tempat
kerja (orang, barang, prosedur kerja)
- APD : Memberikan alat pelindung diri pada pekerja
18. Berapa kebutuhan Ahli K3 Konstruksi berdasarkan jumlah pekerja dan lama pekerjaan proyeknya? Sebutkan
landasan hukumnya!
Landasan Hukum: Kepdirjen PPK No. 20/DJPKK/VI/2004
a. Proyek > 6 bulan; atau TK > 100 org
▪ Min. 1 org Ahli Utama
▪ Min. 1 org Ahli Madya
▪ Min. 2 org Ahli Muda
b. Proyek < 6 bulan; atau TK < 100 org
- Min. 1 org Ahli Madya
- Min. 1 org Ahli Muda
c. Proyek < 3 bulan atau TK < 25 org
- Min. 1 org Ahli Muda

19. Sebutkan golongan kebakaran dan jenis alat pemadam api ringan!
- Golongan kebakaran
a. Kebakaran bahan padat kecuali logam (Golongan A);
b. Kebakaran bahan cair atau gas yang mudah terbakar (Golongan B);
c. Kebakaran instalasi listrik bertegangan (Golongan C);
d. Kebakaran logam (Golongan D)
- Jenis alat pemadam api ringan terdiri:
a. Jenis cairan (air);
b. Jenis busa;
c. Jenis tepung kering;
d. Jenis gas (hydrocarbon berhalogen dan sebagainya);

20. Apa yang dimaksud dengan confined space dan bekerja pada ketinggian!
- Confined Space atau ruang terbatas, yaitu suatu tempat kerja dengan kriteria:
a. Cukup luas dan memiliki konfigurasi sedemikian rupa sehingga pekerja dapat masuk dan melakukan
pekerjaan di dalamnya;
b. Mempunyai akses keluar masuk yang terbatas.
c. Tidak dirancang untuk tempat kerja secara berkelanjutan atau terus-menerus di dalamnya.
- Bekerja pada ketinggian pekerjaan dengan perbedaan ketinggian di atas permukaan tanah
maupun perairan dengan minimum tinggi 1.5 meter, 1.8 meter atau 2 meter yang memiliki resiko
terjatuh yang mengakibatkan cedera atau fatality.
SOAL STUDI KASUS

Sebagai calon Ahli K3 Umum, bagaimana upaya anda dalam pemenuhan syarat-syarat K3 di perusahaan di
bawah ini terkait:

1. Kelembagaan/organisasi K3 dan keahlian K3


2. Pengendalian lingkungan kerja, bahan berbahaya dan beracun
3. Pengendalian listrik dan penanggulangan kebakaran
4. K3 Konstruksi dan bangunan
5. Penerapan kesehatan kerja bagi tenaga kerja
6. Pemakaian boiler & pesawat angkat dan angkut
7. Apakah perusahaan tersebut wajib menerapkan SMK3? Jelaskan!

Disertai landasan peraturan perundangan K3

PT. Tidak Mau Rugi (TMR) merupakan perusahaan bergerak di bidang manufacturing yang beralamat di
Kawasan Industri Karawang, Jawa Barat. Perusahaan didukung 132 orang karyawan, yang terdiri dari 100
wanita dan 32 laki-laki. Sudah terdapat organisasi P2K3 yang diketuai oleh manajer SDM dan sekretarisnya
yang belum pernah mengikuti pelatihan K3. Perusahaan mempunyai klinik yang belum mendapatkan
pengesahan dari DISNAKER setempat, pemeriksaan kesehatan secara berkala sebanyak 50 orang tenaga
kerja telah dilaksanakan oleh dokter spesialis yang belum tersertifikasi HIPERKES. Perusahaan menyimpan
bahan kimia Ethylene oxide dengan kuantitas 75 ton dalam tangki timbun, menggunakan pesawat angkat
angkut berupa 1 (satu) buah over head crane dengan kapasitas 30 ton, 1 (satu) buah mobile crane dengan
kapasitas 15 ton, 2 (dua) buah forklift dengan kapasitas 10 ton; menggunakan 2 (dua) buah boiler yang
terletak dalam satu ruangan, dengan kapasitas masing-masing 15 ton/jam. Perusahaan memakai listrik
untuk penerangan dan mengoprasikan mesin-mesin produksi dengan kapasitas 4 MW. Perusahaan juga
sedang merenovasi gudang dengan menggunakan scaffolding setinggi 8,2 m dengan mempekerjakan 40
orang pekerja bangunan dengan lama waktu pekerjaan 7 bulan. Untuk menanggulangi kebakaran,
perusahaan sudah memiliki 7 petugas peran kebakaran, 1 regu penanggulangan kebakaran, namun belum
memiliki Ahli K3 Spesialis Penanggulangan Kebakaran.

- Selamat Mengerjakan -

Anda mungkin juga menyukai