Jimat Sakti Mandraguna
Jimat Sakti Mandraguna
Standar NAB faktor fisika dan faktor kimia di tempat kerja di atur dalam
C. Permenaker Nomor 5 Tahun 2018
2. Pengukuran dan Pengendalian Lingkungan Kerja dilakukan oleh petugas atau pihak yang
berkompeten dan berwenang dari dalam perusahaan atau dari luar perusahaan, hal ini
diatur dalam
C. Permenaker No.5 Tahun 2018
5. Tempat Kerja untuk melakukan jenis pekerjaan administratif, pelayanan umu, dan fungsi
manajerial harus mmenuhi Kualitas udaea dalam ruangan (KUDR) yang sehat dan bersih,
yang meliputi :
A. Suhu, Kelembaban, Kadar Oksigen, dan Kadang Kontaminasi Udara
9. Bekerja pada ketinggian adalah kegiatan atau aktifitas pekerjaan yang dilakukan oleh
Tenaga Kerja pada Tempat Kerja di permukaan tanh atau perairan yang terdapat :
A. perbedaan ketinggian, memiliki potensi jatuh dan yang menyebabkan
tenaga kerja atau orang lain yang berada di tempat kerja cedera atau meninggal
dunia atau menyebabkan kerusakan harta benda
11. Tabung apar dilakukan percobaan tekan secara berkala dalam jangka waktu :
D. Enam bulan sekali
12. Kondisi tempat kerja yang berbahaya sangat erat kaitannya dengan :
D. Jawaban a,b dan c benar
13. Pengamanan instalasi listrik untuk mencegah terjadinya kebakaran dibawah ini kecuali
:
15. Berdasarkan Permenaker No. Per 01/Men/1980, pekerja harus menggunakan full body
harness jika bekerja pada ketinggian minimal :
A. 1,8 m
18. Pengurus atau pengusaha wajib mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran
serta melakukan pelatihan penanggulangan kebakaran ditempat kerja, hal ini diatur
berdasarkan :
C. Kepmenaker 186 tahun 1999
23. Dasar Hukum penerapan k3 bejana tekanan dan tangki timbun adalah :
C. permenaker nomor 37 tahun 2016
24. Menurut permenaker nomor 37 tahun 2016, pengangkutan bejana tekan dan tangki
timbun dilakukan oleh :
A, Operator pesawat angkat dan angkut
28. Dalam mengoperasikan pesawat mesin produksi dan perkakas harus dilakukan oleh :
D. Operator yang memiliki Lisensi K3 / SiO (Surat Ijin Operasi)
30. Alat pengaman adalah suatu alat perlengkapan yang digunakan untuk pengamanan :
D. jawaban a,b dan c benar
31. Beberapa dasar hukum yang terkait dengan k3 pesawat angkat dan angkut seperti
tertera dibawah ini :
A. Permenaker No.38 Tahun 2016
32. Berikut ini adalah beberapa syarat pemasangan sebuah gondola, kecuali :
C. Wajib menggunakan motor diesel sebagai penggerak
33. Berikut yang bukan merupakan usaha mencegah terjadi kecelakaan kerja adalah :
C. Asuransi
34. Kejadian kecelakaan yang disebabkan oleh perbuatan yang tidak aman dari pekerja
merupakan :
A. Unsafe Action
35. Tempat kerja yang diawasi berdasarkan Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang
keselamatan kerja adalah sebagaimana disebutkan dibawah ini, kecuali :
B. Adanya hanya tenaga kerja tetap saja
36. Keputusan penunjukan ahli K3 oleh menteri ketenagakerjaan dinyatakan tidak berlaku
apabila yang bersangkutan ?
B. pindah tugas ke perusahaan lain atau instansi lain
37. Keputusan penunjukan ahli keselamatan dan kesehatan kerja di cabut kecuali ?
D. terlalu taat dan disiplin dalam menjalankan tugasnya
39. pimpinan tertinggi Perusahaan harus membuat komitmen tentang k3. Bentuk
komitmen tersebut adalah ?
C. tertulis, bertanggal dan ditandatangani pimpinan dan disebarluaskan kepada
karyawan
41. Tenaga pokok pelayanan kesehatan kerja sesuai permenaker no 3 tahun 1982 yaitu ?
d. benar semua
44. dari hasil epidomologi menunjukan bahwa sebagian besar yang menggunakan narkoba
pada umumnya berusia ?
45. yang termasuk dalam upaya preventif program pelayanan kesehatan kerja yaitu ?
d. a dan b benar
48. dokter yang dapat melakukan pemeriksaan kesehatan tenaga kerja berdasarkan
permennakertrans no. Permen 02/men/1980 ?
a. dokter yang bekerja pada PJK3
1. Pengertian keselamatan kerja secara filosofis ialah: 9. Keputusan penunjukan Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja
a. Suatu pemikiran dan upaya penerapannya untuk menjamin dicabut apabila:
keutuhan dan kesempurnaan khussusnya tenaga kerja baik a. Tidak memenuhi peraturan perundang-undangan K3.
jasmani, maupun rohani, baik karya dan budaya menuju b. Melakukan kesalahan dan kecerobohan sehingga menimbulkan
masyarakat adil makmur dan sejahtera. keadaan berbahaya.
b. Upaya untuk menjamin agar sumber produksi dapat digunakan c. Dengan sengaja atau karena kekhilafannya menyebabkan
secara efisien. terbukanya rahasia perusahaan/instansi yang karena jabatannya
c. Upaya untuk mencegah dan mengurangi timbulnya kecelakaan wajib untuk dirahasiakan.
dan penyakit akiibat kerja. d. Smua jawaban benar.
d. Upaya untuk menekan cost dan berupaya untuk menghasilkan
produktifitas yang tinggi. 10. Yang bukan merupakan kewajiban Ahli K3 menurut peraturan
perundangan-undangan adalah:
2. Dalam rangka pembinaan kepada tenaga kerja, didalam Undang- a. Memberikan gaji karyawan.
Undang Nomor 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja ialah satu b. Memberikan laporan kepada Menteri Tenaga Kerja atau pejabat
kewajiban pengurus antara lain: yang ditunjuk mengenai hasil pelaksanaan tugasnya.
a. Melakukan audit K3. c. Memintai keterangan atau informasi mengenai pelaksanaan
b. Mengadakan pemantauan lingkungan. syarat-syarat K3 di tempat kerja.
c. Menunjukan dan menjelaskan kondisi dan bahaya yang dapat d. Membuat surat teguran terhadap pelanggaran ketentuan
timbul ditempat kerja kepada tenaga kerja baru. perundangan-undangan K3 di tempat kerja.
d. Mengadakan penyuluhan kepada masyarakat sekitar mengenai
kemungkinan bahaya yang dapat timbul. 11. Sesuai dengan peraturan perundang-undangan Ahli K3 berwenang
untuk, antara lain:
3. Yang masuk didalam ruang lingkup obyek pengawasan k3 a. Melakukan audit external SMK3.
berdasarkan Undang-Undang No. 01 tahun 1970 tentang b. Mengadakan analisa kecelakaan kerja dimanapun.
keselamatan kerja adalah: c. Memasuki tempat kerja sesuai dengan keputusan penunjukan.
a. Tempat kerja. d. Semua jawaban benar.
b. Perusahaan swasta.
c. Tempat kerja milik Negara. 12. Setiap instalasi dan pesawat yang digunakan ditempat kerja harus
d. Tempat usaha apa saja. memiliiki izin pemakaian, hal tersebut bertujuan:
a. Agar efektif, efesien dan aman dalam pemakaiannya.
4. Pengurus diwajibkan melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi b. Semua jawaban benar.
ditempat kerja yang dipimpinnya, pada pejabat yang ditunjuk oleh c. Memenuhi peraturan perundangan.
Menteri Tenaga Krja. Ketentuan tersebut terdapat didalam d. Memperpanjang umur pesawat.
Undang-Undang No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja pada
pasal: 13. Dalam pelaksanaan K3 di tempat kerja, upaya pengendalian resiko
a. Pasal 3 dilakukan dengan uruan sebagai berikut:
b. Pasal 8 a. Identifikasi, monitoring, pengendalian.
c. Pasal 11 b. Monitoring, evaluasi, pengendalian.
d. Pasal 15 c. Identifikasi, evaluasi, pengen Dalian, monitoring.
d. Identifikasi, monitoring, evaluasi dan pengendalian.
5. Yang dimaksud dengan “ pe ngurus” berdasarkan
Undang- Undang 14. Badan atau lembaga di tingkat perusahaan yang bertugas memberi
No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja adalah: pertimbangan dan dapat membantu pelaksanaan usaha pencegahan
a. Pengusaha. kecelakaan serta dapat memberikan penerangan yang efektif kpada
b. Orang yang memimpin langsung suatu tempat kerja. par pekerja adalah:
c. Pemegang saham. a. Panitia Pembna Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3)
d. Setingkat manajemen perusahaan. b. Forum bipartite
c. Forum tripartite
6. Pasal 13 Undang-Undang No. 1 tahun 1970 menyatakan “Barang d. Forum komunikasi serikat pekerja perusahaan
siapa akan memasuki suatu tempat kerja, diwajibkan menaati semua
petunjuk keselamatan kerja dan memakai alat pelindung diri yang 15. Pada pasal 86 Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 ayat (1)
diwajibkan”. Ketentuan ini mengikat kepada: menyatakan ; setiap pekerja/buruh mempunyai hak untuk
a. Orang yang terkait langsung dengan pekerjaan di tempat kerja. memperoleh perlindungan atas, kecuali:
b. Hanya pada instalasi-instalasi yang dianggap sangat berbahaya. a. Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
c. Hanya untuk tamu atau orang lain yang bukan pekerja. b. Penghidupan yang layak.
d. Setiap orang baik yang bersangkutan maupun tidak brsangkutan c. Moral dan kesusilaan.
dengan pekerjaan ditempat kerja. d. Perlakuan yang sesuai dengan hasrat dan martabat manusia
serta nilai-nilai agama.
7. Berdasarkan pasal 14 Undang-Undang No. 1 tahun 1970 yang bukan
kewajiban pengurus perusahaan adalah: 16. Dokter yang bertanggung jawab terhadap Pelayanan Kesehatan
a. Memberikan kebebasan berserikat. Kerja di perusahaan (dokter perusahaan) wajib mendapatkan
b. Menyediakan alat pelindung diri. pelatihan Hyperkes. Hal ini tersebut diatur dalam:
c. Memasang gambar poster k3 ditempat kerja. a. Permenaker No. Per-02/Men/1992
d. Menempatkan semua syarat-syarat K3 dan lembaran Undang- b. Permenaker No. Per-03/Men/1982
Undang No. 1 tahun 1970 ditempat kerja. c. Permenaker No. Per-05/Men/1985
d. Permenaker No. Per-01/Men/1976
8. Pengawasan K3 yang bersifat preventif dan represif mliputi:
a. Perencanaan. 17. Salah satu bentuk pengendalian bahan kimia berbahaya sesuai
b. Parencanaan dan modifikasi. Kepmenakertrans No. Kep.187/Men/1999 adalah:
c. Prencanaan, pembuatan dan pemakaian. a. Penetapan Nilai Ambang Kuantitas.
d. Pemakaian dan peredaran. b. Penyediaan Lembar Data Keselamatan Bahaya dan Label.
c. Penetapan Kategori Potensi Bahaya Perusahaan. 26. Beban kerja fisik yang diberikan kepada tenaga kerja tidak boleh
d. Penetapan Nilai Ambang Batas. melebihi:
a. 10-15% dari kemampuan kerja maksimum.
18. Untuk menjamin kemampuan fisik dan kesehatan kerja yang sebaik- b. 25-30% dari kemampuan kerja maksimum.
baiknya perlu diadakan pemeriksaan tenaga kerja yang terarah. c. 30-50% dari kemampuan kerja maksimum.
Pemeriksaan tersebut meliputi: d. 30-40% dari kemampuan kerja maksimum.
a. Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja, pemeriksaan kesehatan
awal dan pemeriksaan khusus. 27. Manfaat penilaian lingkungan kerja:
b. Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja dan pemeriksaan khusus. a. Sebagai dasar untuk menentukan dana perbaikan dan rencana
c. Pemeriksaan sebelum kerja, pemeriksaan kesehatan berkala dan selanjutnya.
pemeriksaan kerja khusus. b. Sebagai dasar untuk menyatakan kondisi lingkungan kerja
d. Semua jawaban benar. membahayakan atau tidak.
c. Sebagai dasar untuk menentukan tingkat kecelakaan terjadi.
19. Permenaker No.Per-03/Men/1982 mengatur tentang pelayanan d. Tenaga kerja mendapat informasi kondisi lingkungan.
kesehatan kerja. Tujuan dari pelayanan kesehatan kerja antara lain:
a. Jawaban b dan c benar. 28. Penyakit akibat kerja merupakan penyakit yang disebabkan oleh
b. Memberikan bantuan kepada tenaga kerja dalam penyesuaian
pekerjaan dan lingkungan kerja. Untuk menghindari kejadian tersebut
diri baik fisik, mental terutama dalam penyesuaian pekerjaan
perlu dilakukan usaha-usaha preventif yang berupa jaminan
dengan tenaga kerja.
c. Memberikan pengobatan dan perawatan serta rehabilitasi bagi pelayanan kesehatan yang merupakan salah satu dari 4 (empat)
tenaga kerja yang menderita sakit. program Jamsostek. Peraturan yang mengatur hak tersebut adalah:
d. Jawaban b dan c salah. a. Permenaker No.Per-03/Men/1982
b. Undang-undang No. 1 tahun 1970
20. Setiap perusahaan catering yang mengelola makanan pada c. Undnag-undang No. 3 tahun 1992
perusahaan, sesuai Surat Edaran Dirjen Binawas SE No.86/BW/1989 d. Permenaker No.Per-03/Men/1985
harus terlebih dahulu mendapatkan:
a. Surat Keputusan Penunjukan dari Dirjen Binawas. 29. Kewajiban pengusaha atau pengurus instalasi bahaya besar sesuai
b. Surat Izin Catering di tempat kerja. Kepmenakertrans Nomor: Kep.187/Men/1999 adalah sebagai
c. Jawaban a, b dan d benar. berikut, kecuali:
d. Rekomendasi dari Disnaker setempat. a. Mempekerjakan Ahli K3 kimia
b. Pengujian instalasi sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun sekali.
21. Yang termasuk kategori bahan berbahaya adalah jenis bahan yang c. Membuat dokumen pngendalian instalasi bahaya besar.
mempunyai sifat antara lain: d. Pembuatan dokumen job safety.
a. Oksidator, mudah meledak, mudah menyala atau terbakar.
b. Memancarkan radiasi. 30. Pemeriksaan kesehatan tenaga kerja secara awal, berkala dan
c. Semua jawaban benar. khusus merupakan kewajiban dari pada pengusaha terhadap tenaga
d. Korosif, iritasi karsinogenik. kerjanya. Peraturan yang mengaturnya adalah:
a. Permenaker No.Per-03/Men/1982
22. Penerapan norma-norma ergonomik di tempat kerja meliputi b. Permenaker No.Per-02/Men/1980
norma-norma: c. Permenaker No.Per-51/Men/1997
a. Pembebanan kerja fisik, sikap tubuh dalam bekerja, mengangkut d. Permenaker No.Per-04/Men/1998
dan mengangkat.
b. Pemberian gizi kerja. 31. Kesehatan tenaga kerja merupakan dasar dari tenaga kerja untuk
c. Pemberian alat pelindung diri. meningkatkan produktivitas dan lingkungan kerja yang aman dan
d. Jawaban a, b dan c benar. nyaman. Upaya tersebut meliputi tindakan preventif dengan jalan
pelaksanaan pelayanan kesehatan kerja di perusahaan. Hal tersebut
23. Jalan terakhir untuk menghindari keracunan akibat polusi udara
diatas diatur dalam:
25. Pengaruh bahan kimia berbahaya terhadap kesehatan tergantung 33. Tugas dan kewajiban Ahli K3 Kimia antara lain:
kepada konsentrasi dan lamanya paparan terjadi, pengaruh tersebut a. Merahasiakan segala keterangan yang berkaitan dengan rahasia
dapat menyebabkan hal sebagai berikut, kecuali: perusahaan atau instansi yang diddapat karena jabatannya.
a. Menyebabkan iritasi, korosif, sulit bernafas, menimbulkan b. Memberikan laporan kepada menteri atau pejabat yang ditunjuk
alergi, keracunan sistematik. mengenai hasil pelaksanaan tugasnya.
b. Menyebabkan kanker, kerusakan/kelainan janin. c. Jawaban a dan b salah.
c. Menyebabkan kebakaran dan peledakan. d. Jawaban a dan b benar.
d. Pneumoconiosis dan menyebabkan efek bius.
34. Berdasarkan Peraturan Menteri Perburuhan NO. 07 tahun 1964 43. Pemeriksaan berkala pada bejana uap dilakukan setiap:
tentang syarat-syarat kesehatan, kebersihan serta penerangan dalam a. Selambat-lambatnya setiap 3 (tiga) tahun sekali.
tempat kerja, maka dalam suatu tempat kerja dengan tenaga kerja b. Selambat-lambatnya setiap 4 (empat) tahun sekali
sejmlah 60 orang, jumlah kakus/W minimal yang harus disediakan: c. Selambat-lambatnya setiap 2 (dua) tahun sekali.
a. 1 d. Selambat-lambatnya setiap 1 (satu) tahun sekali.
b. 4
c. 3 44. Tingkat pengamanan pada pesawat uap dan bejana tekan berfungsi
d. 2 untuk:
a. Menahan tekanan.
35. Akte izin Pemakaian Pesawat Uap diberikan kepada pemakai b. Untuk mengatur tekanan.
bilamana: c. Membuang air berlebih.
a. Semua jawaban benar. d. Membuat tekanan secara otomatis apabila terjadi tekanan lebih.
b. Hasil pemeriksaan dan pengujian alat-alat perlengkapan
pengamanan dan alat-alat pembakaran memenuhi syarat. 45. Pemeriksaan bahan pada pesawat uap dapat dilakukan apabila telah
c. Hasil pemeriksaan dan pengujian pesawat uap dan alat-alat berumur:
perlengkapan otomatisnya memenuhi syarat. a. 25 tahun.
d. Hasil pemeriksaan dan pengujian pesawat uap dan alat-alat b. 35 tahun.
perlengkapan pengamanannya memenuhi syarat. c. 30 tahun.
d. 40 tahun.
36. Peledakan pada ketel uap dapat tejadi karena:
a. Tinggi air didalam ketel uap dibawah batas aman. 46. Kapan suatu pesawat uap harus dilakukan pemeriksaan secara
b. Tidak memilliki thermometer. khusus (secara keseluruhan):
c. Jawaban a dan b benar. a. Sesudah berumur 50 tahun.
d. Peledakan hanya dapat tejadi bila tingkap pengaman tidak b. Sesudah terjadi kecelakaan.
bekerja. c. Sesudah dilakukan pemeriksaan bahan (PB) sebanyak 3 (tiga)
kali.
37. Yang bukan merupakan tujuan pemeriksaan visual pada setiap d. Sebelum pemeiksaan bahan (PB) sebanyak 3 (tiga) kali.
pesawat uap baru yaitu untuk mengetahui:
a. Kondisi seluruh alat perlengkapan pengamannya. 47. Yang tidak termasuk bejana tekan berdasarkan Permenaker No.
b. Kapasistas produksi uap kering yang dapat digunakan Per.01/Men/1982 adalah:
sesungguhya. a. Botol-botol baja yang mempunyai volume air paling rendah 60
c. Kondisi seluruh bagian konstruksi dan seluruh alat perlengkapan liter.
pengamanannya. b. Botol-botol baja yang mempunyai volume air paling tinggi 60
d. Kondisi sisi luar dan seluruh alat perlengkapan pengamanannya. liter.
c. Bejana transport yang mempunyai volume air lebih dari 60 liter.
38. Kekurangan air didalam ketel uap pada saat sedang dioperasikan d. Bejana penyimpanan gas atau campuran dalam keadaan padat
tidak dapat mengakibatkan: dikempa menjadi cair terlarut atau beku.
a. Terjadinya kenaikan temperature air.
b. Terjadinya kenaikan tekanan kerja. 48. Ruang lingkup Permenaker No. Per.05/Men/1985 meliputi:
c. Semua jawaban salah. a. Pesawat tenaga dan produksi.
d. Terjadinya overheating dan peledakan. b. Peralatan angkat, pita transport, pesawat angkutan diatas
landasan dan diatas permukaan, alat angkutan jalan rel.
39. Yang dimaksud dengan ketel uap adalah: c. Pesawat lift.
a. Pesawat yang menghasilkan uap yang dipergunakan diluar d. Semua jawaban benar.
pesawatnya.
b. Pesawat yang menghasilkan uap yang dipergunakan diluar 49. Pengertian dari pesawat angkat dan angkut adalah suatu pesawat
pesawatnya dan harus ada disetiap perusahaan. atau alat yang digunakan untuk:
c. Pesawat yang menghasilkan uap yang dipergunakan diluar a. Memindahkan muatan pada jarak tertentu.
pesawatnya dan harus ada disetiap perusahaan. b. Memindahkan, mengangkut muatan vertical dan horizontal.
d. Jawban a, b dan c benar. c. Memindahakan, mengangkut muatan vertical dan horizontal
dalam jarak yang ditentukan.
40. Ketel uap yang mengalami temperature berebihan (overheating) d. Semua jawaban benar.
adalah disebabkan oleh:
a. Tingkat pengaman tidak bekerja. 50. Pengawasan K3 bidang mekanik yang bersifat prevent meliputi:
b. Kapasitas pembakaran terlalu besar. a. Perencanaan, pembuatan, prosedur pemakaian dan perawatan.
c. Tinggi air didalam ketel uap dibawah batas aman. b. Perencanaan dan pemakaian.
c. Perencanaan, reparasi da modifikasi.
d. Smua jawaban benar.
d. Jawaban a, b dan c salah.
41. Pesawat Uap dan Bejana Tekan, baru dapat dibuat apabila:
a. Mempunyai gambaran rencana. 51. Pernyataan yang benar sesuai dengan peraturan yang berlaku
b. Jawaban a, c dan d telah terpenuhi. mengenai setiap pesawat angkat dan angkut yang akan dibuat dan
c. Mempunyai perhitungan kekuatan konstruksi. dipasang:
d. Telah mempunyai pengesahan gambar rencana. a. Pembuat dan pemasang tidak perlu mendapat pengesahan.
b. Jawaban a, c dan d benar.
c. Pemilik/pemakai dapat menentukan persyaratan.
42. Pemeriksaan berkala pada ketel uap darat berpindah dilakukan d. Pembuat dan pemasang harus mendapat pengesahan.
setiap:
a. Selambat-lambatnya setiap 1 (satu) tahun sekali.
b. Selambat-lambatnya setiap 3 (tiga) tahun sekali.
c. Selambat-lambatnya setiap 2 (dua) tahun sekali.
d. Selambat-lambatnya setiap 4 (empat) tahun sekali.
52. Sesuai Permenaker No. Per.05/Men/1985 setiap pesawat dan c. 5 (lima) tahun dan dapat diperbaharui kembali.
angkut wajib dilakukan pengujian setelah pegujian pertama. d. Semua jawaban salah.
Pengujian tersebut selambat-lambatnya :
a. 4 (empat) tahun setelah pengujian pertama. 62. Instalasi penyalur petir secara umum harus memenuhi persyaratan:
b. 2 (dua) tahun setelah pengujian pertama. a. Kemampuan perlindungan secara tehnis.
c. 1 (satu) tahun setelah pengujian pertama. b. Ketahanan mekanis.
d. 3 (tiga) tahun setelah pengujian pertama. c. Semua jawaban benar.
d. Ketahanan terhadap korosi.
53. Pesawat angkut diatas landasan dan diatas permukaan adalah:
a. Dongkrak, pneumatic, gondola, keran tower dan takel. 63. Instalasi proteksi petir internal misalnya dengan memasang arrester
b. Escalator, rantai berjalan dan ban berjalan. pada instalasi listrik untuk memotor arus petir dan menyamakan
c. Truk, trakto, kereta gantung, truk derek dan forklift. tegangan diatur dalam peraturan:
d. Semua jawaban benar. a. Permenaker No.Per.02/Men/1989.
b. Permenaker No. 12 tahun 2015 SNI 0225-2011 PUIL 2011
54. Dalam melayani pesawat tenaga dan produksi yang sedang c. Kepmenaker No.Kep.75/2002.
beroperasi, seorang operator dapat: d. Jawaban a, b dan d salah.
a. Dilarang meninggalkan tempat kerja.
b. Mewakilan kepada orang lain. 64. Alat untuk mengatur tahanan isolasi kabel listrik adalah:
c. Meninggalkan tempat kerjanya untuk keperluan penting. a. Insulation Resistan tester.
d. Jawban a, b dan c benar. b. Multi tester.
c. Ohm meter.
55. Pengujian unit pesawat tenaga dan produksi dilakukan selambat- d. Volt meter.
lambatnya:
a. 2 (dua) tahun sekali. 65. Besarnya nilai tahanan pembumian (grounding) keseluruhan pada instalasi
b. 3 (tiga) tahun sekali. penyalur petir yang diatur dalam Permenaker No.Per.02/Men/1989
c. 10 (sepuluh) tahun sekali. adalah:
d. 5 (lima) tahun sekali. a. Maksimal 0,5 Ω.
b. Maksimal 5 Ω .
56. Berdasarkan Permenaker No. Per-05/Men/1985 setiap pesawat c. Maksimal 50 Ω.
angkat dan angkut harus uji terlebih dahulu antara lain dengan d. Jawaban a, b dan c salah.
pengujian beban lebih sebesar:
a. 110% dari jumlah beban maksimum. 66. Setiap jenis penyalur petir harus dilengkapi dengan embumian sekurang-
b. 125% dari jumlah beban maksimum. kurangnya:
c. 120% dari jumlah beban maksimum. a. 4 (empat) buah.
d. 135% dari jumlah beban maksimum. b. 3 (tiga) buah.
c. 2 (dua) buah.
57. Berdasarkan Surat Edaran Menaker No.SE.06/Men/1990 tentang d. 5 (lima) buah.
Perwarnaan Botol Baja/Tabung gas betekanan antara lain sebagai
beikut kecuali: 67. Apa yang dimaksud dengan bahaya sentuh langsung?
a. Kelompok gas beracun berwarna kuning tua. a. Sentuh pada bagian konduktif yang dalam keadaan kerja normal
b. Kelompok gas yang menyengat warna kuning muda. umumya bertegangan dan atau dialiri arus.
c. Kelompok gas untuk kesehatan warna biru. b. Sentuh pada bagian kondukif terbuka perlengkapan atau
d. Kelompok gas yang dapat menyebabkan tercekik warna abu- instalasi listrik yang menjadi bertegangan akibat kegagalan
abu. kegagalan isolasi.
c. Sentuh pada bagian yang tidak konduktif dari perlengkapan atau
58. Tahapan pelaksanaan konstruksi bangunan terdiri dari: instalasi listrik.
a. Rancangan teknis pelaksanaan. d. Semua jawaban a, b dan c benar.
b. Rancangan pasca konstruksi.
c. Rancangan teknis pelaksanaan dan pasca konstruksi. 68. Kegagalan isolasi dari suatu instalasi listrik harus dicegah terutama
d. Semua jawaban salah. dengan cara:
a. Perlengkapan listrik harus dirancang dan dibuat dengan baik.
59. Syarat-syarat keselamatan kerja ditetapkan melalui peraturan b. Bagian aktif harus diisolasi dengan bahan yang tepat.
perundangan, salah satunya persyaratan untuk mencegah terkena c. Instalasi listrik harus dipasang dengan baik.
aliran listrik yang berbahaya. Hal tersebut tertuang dalam: d. Semua jawaban benar.
a. UU No.1 Tahun 1970 pasal 3 ayat (1) huruf q.
b. UU No.1 Tahun 1970 pasal 3 ayat (1) huruf a. 69. Dalam kejadian kebakaran didalam gedung dapat terjadi peristiwa
c. Kepmenakertrans No.Kep.75/Men/2002. yang disebut back draft. Back draft dapat terjadi apabila:
d. Semua jawaban salah. a. Kebakaran didalam ruang tertutup dengan oksigen yang cukup
dan terdapat bahan yang mudah meledak.
60. Penggunaan lift yang salah yaitu: b. Kebakaran dalam ruang tertutup kehabisan oksigen, bila ada
a. Kapasitas angkut harus sesuai dengan izin lift. kesempatan udara masuk akan terjadi ledakan.
b. Kapasitas angkut lift dicantumkan dan dipasang dalam kereta c. Jawaban a dan d benar.
lift. d. Jawaban a dan d salah.
c. Kapasitas angkut lift tidak dicantumkan dan dipasang didalam
kereta lift. 70. Terdapat 3 (tiga) jenis pompa hidran/springkler yaitu:
d. Penetapan jumlah orang yang diangkut berdasarkan SNI yang a. Pompa listrik, pompa diesel, pompa air.
berlaku. b. Pompa listrik, pompa diesel, pompa jockey.
c. Pompa utama, pompa jockey dan pompa cadangan.
61. Surat Izin Operasi pemakaian lift berlaku selama: d. Jawaban a, b dan c benar.
a. 2 (dua) tahun dan dapat diperbaharui kembali.
b. 3 (tiga) tahun dan dapat diperbaharui kembali.
2. Apa yang dimaksud dengan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja?
a. Kecelakaan Kerja: Suatu kejadian yang tidak direncanakan, dan tidak diinginkan, gangguan dari pekerjaan berakibat cedera pada
manusia, kerusakan barang, dan pencemaran lingkungan. (Bab II Dasar Hukum Dan Pengertian Hal.3 Kumpulan Modul K3)
b. Kecelakaan: adalah peristiwa yang tidak dikehendaki dan tidak diduga yang mengganggu jalannya proses aktivitas yang telah
ditentukan dari semula dan dapat mengakibatkan kerugian jiwa atau harta benda (Bab II Dasar Hukum dan Pengertian Kumpulan Modul
K3)
5. Sebutkan fungsi dan tugas P2K3 serta sebutkan landasan hukum pemebentukan
P2K3! Landasan hukum P2K3: Per No.04/MEN/1987 tentang P2 K3 serta tata cara
penunjukan AK3 Fungsi P2K3:
a. Menghimpun dan mengolah data tentang K3 di tempat kerja
b. Membantu menunjukan dan menjelaskan kepada setiap tenaga kerja:
- Berbagai faktor bahaya di tempat kerja yang dapat menimbulkan gangguan K3 termasuk bahaya kebakaran dan peledakan serta
cara penanggulangannya
- Faktor yang dapat mempengaruhi efisiensi dan produktifitas kerja
- APD bagi tenaga kerja yang bersangkutan
- Cara dan sikap yang benar dan aman dalam melaksanakan pekerjaannya
c. Membantu pengusaha atau pengurus dalam:
- Mengevaluasi cara kerja, proses dan lingkungan kerjMenentukan tindakan koreksi dengan alternatif terbaik
- Mengevaluasi penyebab timbulnya kecelakaan, PAK serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan
- Mengembangkan penyuluhan dan penelitian dibidang keselamatan kerja, hygiene perusahaan, kesehatan kerja dan ergonomic
- Melaksanakan pemantauan terhadap gizi kerja dan menyelenggarakan makanan di perusahaan
- Memeriksa kelengkapan peralatan keselamatan kerja
- Mengembangkan pelayanan kesehatan tenaga kerja
- Mengembangkan laboratorium K3, melakukan pemeriksaan laboratorium dan melaksanakan intepretasi hasil pemeriksaan
- Menyelenggarakan administrasi keselamatan kerja, hygiene perusahaan dan kesehatan kerja
d. Membantu pimpinan perusahaan menyusun kebijaksanaan manajemen dan pedoman kerja dalam rangka upaya meningkatkan
keselamatan kerja, hygiene perusahaan, kesehatan kerja, ergonomi dan gizi kerja
7. Jelaskan objek pengawasan lingkungan kerja serta sebutkan peraturan perundangan terkait!
- Landasan hukum Objek pengawasan lingkungan kerja: Permen N0.7 tahun 1964 tentang syarat kesehatan, kebersihan, serta
penerangan dalam tempat kerja.
Pasal 2
Setiap bangunan perusahaan harus memenuhi syarat-syarat untuk:
a. Menghindarkan kemungkinan bahaya kebakaran dan kecelakaan
b. Menghindarkan kemungkinan bahaya keracunan, penularan penyakit atau timbulnya penyakit jabatan
c. Memajukan kebersihan dan ketertiban
d. Mendapat penerangan yang cukup dan memenuhi syarat untuk melakukan pekerjaan
e. Mendapat suhu yang layak dan peredaran udara yang cukup
f. Menghindarkan gangguan debu, gas, uap dan bauan yang tidak menyenangkan
- Landasan hukum pengawasan lingkungan kerja:
1. UU No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja pasal 2, pasal 3 ayat 1, pasal 5, pasal 8, pasal 9 dan pasal 14
2. UU No.3 tahun 1969 tentang persetujuan konvensi ILO No.120 Hygiene dalam perniagaan dan kantor-kantor, pasal 7
3. PP No.7 tahun 1973 tentang pengawasan atas peredaran, penyimpanan dan penggunaan pestisida
4. PP No.11 tahun 1875 tentang keselamatan kerja terhadap radiasi
5. PP Perburuhan No.7 tahun 1964 tentang syarat kesehatan, kebersihan serta penerangan dalam tempat kerja
6. Permanker No.3 tahun 1985 tentang K3 pemakaian asbes
7. Permenaker No.3 tahun 1986 tentang syarat keselamatan dan kesehatan di tempat kerja mengelola pestisida
8. Kepmenaker No.51 tahun 1986 tentang NAB faktor fisika di tempat kerja
9. Kepmenaker No. 187 tahun 1999 tentang Pengendalian bahan kimia berbahaya di tempat kerja
10. Instruksi menteri tenaga kerja N0.2/M/BW/BK/1984 tentang pengesahan APD
11. SE Menteri tenaga kerja No.01/1997 tentang NAB faktor kimia, udara lingkungan kerja, dll
- Objek pengawasan lingkungan kerja :
a. Faktor-faktor bahaya lingkungan kerja
b. Hygiene perusahaan
c. Pengendalian bahaya besar
d. Pestisida
e. Bahan kimia berbahaya
f. Sanitasi lingkungan
g. APD
h. Limbah industry
9. Apa yang disebut dengan bahan kimia berbahaya? Sebutkan faktor-faktor yang memengaruhi tingkat bahaya dari bahan
kima berbahaya!
- Bahan kimia berbahaya menurut Kepmenaker
187/MEN/1999 Pasal 1
Bahan kimia berbahaya adalah bahan kimia dalam bentuk tunggal atau campuran yang berdasarkan sifat kimia dan fisika dan/attau
toksikologi berbahaya terhadap tenaga kerja, instalasi dan lingkungan
- Faktor yang memengaruhi tingkat bahaya: daya racun, cara bahan kimia masuk dalam tubuh, konsentrasi, macam, dan lama paparan
bahan kimia, efek kombinasi bahan kimia, kerentanan calon korban paparan bahan kimia
11. Jelaskan ruang lingkup pengawasan K3 konsruksi bangunan dan sebutkan peraturan terkait!
- Ruang lingkup K3 Konstruksi bangunan:
a. Pekerjaan penggalian
b. Pekerjaan pondasi
c. Pekerjaan konstruksi beton
d. Pekerjaan konstruksi baja
e. Pekerjaan pembongkaran
- Ruang lingkup K3 sarana bangunan:
1. Perancah bangunan
2. Plumbing
3. Penanganan bahan
4. Peralatan bangunan
- Peraturan terkait:
a. UU No.1 tahun1970
b. Permenakertrans RI No. Per-01/MEN/1980 tentang K3 pada konstuksi bangunan
c. Keputusan bersama menteri tenaga kerja dan menteri pekerjaan umum No.KEP 174/MEN/86, No Kep 104/KPTS/1986
tentang keselamatan dan kesehatan kerja pada tempat kegiatan konstruksi
12. Sebutkan dan jelaskan kewajiban pengurus dalam mengurangi, mencegah dan memadamkan kebakaran sesuai
Kepmenakertrans No 186/1999!
Pasal 2:
(1) Pengurus / pengusaha wajib mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran, latihan penggulangan kebakaran di tempat kerja
(2) Meliputi:
a. Pengendalian setiap bentuk energy
b. Penyediaan sarana deteksi, alarm, pemadam kebakaran dan saran evakuasi
c. Pengendalian penyebaran asap, panas dan gas
d. Pembentukan unit penggulangan kebakaran di tempat kerja
e. Penyelenggaraan latihan dan gladi penanggulangan kebakaran secara berkala
f. Memiliki buku rencana penanggulangan keadaan darurat kebakaran, bagi tempat kerja yang mempekerjakan lebih dari 50 orang
tenaga kerja dan/atau tempat kerja yang berpotensi bahaya kebakaran sedang dan berat.
13. Dalam identifikasi masalah bahaya kebakaran ditempat kerja saudara terdapat beberapa apar telah berakhir masa pakai,
coba jelaskan tindakan anda sebagai AK3!
Jika apar telah berakhir masa pakainya, segera hubungi bagian purchasing agar menghubungi suplier untuk pengisian kembali apar. Selain
itu jangan lupa dilakukan pemeriksaan jangka 6 bulan dan 12 bulan. Pengisian tabung apar harus diisi kembali dengan cara sebagai
berikut:
a) Untuk asam soda, busa, bahan kimia harus diisi setiap setahun sekali.
b) Untuk jenis cairan busa yang dicampur lebih dahulu harus diisi setiap 2 tahun sekali
c) Untuk jenis tabung gas hydrocarbon berhalogen, tabung diisi setiap 3 tahun sekali.
d) Jenis-jenis lainnya diisi setiap 5 tahun sekali.
14. Sebutkan hal-hal yang berkaitan dengan instalasi penyalur petir!
Pengawasan instalasi penyalur petir diatur dalam Permenaker No.2 tahun 1989. Instalasi penyalur petir berdasarkan pasal 2, harus
direncanakan, dibuat, dipasang dan dipelihara sesuai dengan ketentuan dalam permen dan/atau standar. Persyaratan yang harus diikuti
antara lain:
a) Kemampuan perlindungan secara teknis
b) Ketahanan mekanis
c) Ketahanan terhadap korosi
16. Mengapa seorang operator suatu peralatan / pesawat yang membahayakan dalam mengoperasikan harus mendapat lisensi
dari Depnaker?
- Sesuai Permenakertras RI no Per-09/MEN/VII/2010 tentang operator dan petugas pesawat angkat-angkut butir 10: Lisensi K3
adalah kartu tanda kewenangan seorang operator untuk penanganan pesawat angkat-angkut.
- Untuk menentukan kelayakan si operator dalam mengoperasikan alat angkat-angkut sesuai dengan Permenker RI No Per-
05/MEN/1985 tentang pesawat angkat-angkut perlu adanya perlindungan atas keselamatan kerja setiap tenaga kerja yang melakukan
perbuatan, pemasangan, pemakaian, persyaratan pesawat angkat-angkut.
- Untuk memastikan kompetensi operator dalam menjalankan suatu peralatan / pesawat dapat beroperasi dengan baik dan tanpa
masalah/kecelakaan maka harus ada lisensi
17. Jelaskan ruang lingkup pengawasan norma keselamtan dan kesehatan kerja mekanik dan sebutkan peraturan perundangan
K3 terkait!
Peraturan perundangan terkait:
- Permenaker RI No. Per-04/MEN/1985 tentang pesawat tenaga
produksi - Permenaker RI No. Per-05/MEN/1985 tentang pesawat
angkat-angkut
Ruang lingkup K3 mekanik:
a. Penggerak mula: mengubah suatu bentuk energi menjadi tenaga mekanik
1. Mesin Kalor: motor pembakar luar, motor pembakar dalam
Turbin: Memutar roda (dengan uap, air dan/atau gas
2. Kincir Angin
b. Perlengkapan transmisi tenaga mekanik: peralatan yang berfungsi untuk memindahkan daya/gerakan mekanik dari penggerak
mula ke pesawat lainnya; antara lain:
1. Pully dengan ban mesin
2. Roda gigi dengan roda gigi
3. Rantai dengan piringan roda gigi
4. Batang berulir dengan roda gigi
5. Roda-roda gesek
c. Mesin perkakas kerja: Pesawat atau alat untuk membentuk suatu bahan, barang, produk teknis dengan cara memotong,
mengepres, menarik dan/atau menumbuk; antara lain:
mesin asah, poles, pelicin, alat tuang-tempa, pelubang, mesin rol, gerigi, mesin ayak dan pemisah, mesin guntuing, mesing
pengeping dan pembelah
d. Mesin Produksi: Semua mesin peralatan kerja yang digunakan untuk menyiapkan, membentuk, membuat, merakit, finishing
barang
produksi / teknis; antara lain: mesin pak & bungkus, mesin jahit dan rajut, mesin pintal dan tenun
e. Dapur: Pesawat yang dengan cara pemanasan digunakan untuk mengolah, memperbaiki sifat barang/produk barang teknis;
antara
lain: dapur tinggi, dapur baja, covertor, oven
18. Sebutkan sumber-sumber bahaya yang terdapat di perusahaan saudara khususnya dibidang mekanik, pesawat uap dan
bejana tekan!
Sumber bahaya bidang mekanik, pesawat uap dan bejana
tekan: a. mekanik:
- Bagian yang bergerak - suhu fungsi - peledakan - kebisingan - listrik
- getaran - debu - gas buang - benda tajam
b. Pesawat Uap:
- listrik - getaran - peledakan
- kebisingan - terjatuhnya benda - bagian yang mempunyai beban
- suhu tinggi - bagian yang menanggung beban - terpapar zat kimia berbahaya
c. Bejana Tekan
19. Jelaskan norma ruang lingkup pengawasan K3 pesawat uap dan bejana tekan!
Ruang lingkup pengawasan bejana tekan sesuai Permenakertras No Per-01/MEN/1982 tentang bejana tekan:
- Perencanaan
- Pembuatan, perakitan, pemasangan
- Pengangkutan
- Peredaran/perdagangan
- Pemakaian/penggunaan (harus ada akte ijin)
- Pemeliharaan/perbaikan/reparasi/modifikasi
- Penyimpanan
- Pemusnahan
20. Jelaskan dasar hukum dan tujuan dari pelaksanaan sistem manajemen K3 pada setiap tempat
kerja! Dasar hukum SMK3:
- Permenakertrans RI No. Per-18/MEN/XI/2008 tentang penyelenggara audit sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja
- PP No. 50 tahun 2012 tentang penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan
kerja Tujuan SMK3 menurut PP no. 50 tahun 2012:
a. Meningkatkan efektifitas perlindungan K3 yang terencana, terukur, terstruktur dan terintegrasi
b. Mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja dan PAK dengan melibatkan unsur manajemen, pekerja/buruh dan/atau serikat
pekerja/serikat buruh\
c. Menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman dan efisien untuk mendorong produktifitas
21. Jelaskan 5 prinsip dasar SMK3! Dan sebutkan peraturan perundangan sebagai landasan hukum yang mewajibkan setiap
perusahaan menerapkan SMK3!
Lima prinsip dasar SMK3:
1. Kebijakan K3 dan komitmen penerapan K3
2. Perencanaan pemenuhan kebijakan, tujuan dan sasaran penerapan K3
3. Penerapan kebijakan K3
4. Pengukuran, pemantauan dan evaluasi kinerja K3
5. Tinjauan ulang dan perbaikan terus menerus
Dasar hukum : PP No. 50 tahun 2012 pasal 5
(1) Setiap perusahaan wajib menerpakan SMK3 di perusahaan
(2) Berlaku bagi perusahaan : a) mempekerjakan lebih dari 100 orang (minimal 100 orang); b) mempunyai potensi bahaya tinggi
STUDI KASUS
1. (51) Setelah melakukan pemeriksaan dan pengujian yang dilakuka oleh ahli muda K3
Lingkungan Kerja dituangkan kedalam format hasil pemeriksaan dan pengujian
awal/berkala/khusus sesuai dengan :
B. Permenaker nomor 5 tahun 2018
2. (35) Peraturan perundangan, yang mengatur pelaksanaan P3K ditempat kerja merupakan
tugas pokok pelayanan kesehatan kerja:
C. Permenaker No. Per 01/Men/1982 (pasal 2 ayat G)
3. (41) Faktor yang diperhatikan dalam penyediaan fasilitas P3K ditempat kerja, kecuali :
B. Nama perusahaan
(Yang berpengaruh penyediaan p3k : jumlah pekerja, faktor resiko ditempat kerja,
ukuran layout perusahaan)
5. (64) Bentuk pengendalian bahan kimia berbahaya dalam keputusan menteri tenaga kerja
Ri nomo 187/MEN/1999 tentang pengendalian bahan kimia berbahaya ditempat kerja
adalah :
D. Penyediaan LDKB dan label (pasal 3)
6. (13) Pemimpin tertinggi perusahaan harus membuat komitmen tentang K3. Bentuk
komitmen tersebut adalah :
C. Tertulis, bertanggal dan ditandatangani pimpinan dan disebarluaskan kepada
karyawan (SMK 3 PP 50 tahun 2012 pasal 8)
7. (10) Perusahaan jasa K3 yang mendapatkan penunjukkan dibidang pesawat angkat dan
angkut, didalam kegiatannya memeriksa dan menguji pesawat uap dan bejana tekan.
Bagaimana pendapat saudara tentang hal tersebut:
A. Boleh (PERMEN 4/95 pasal 3, 4)
8. (12) Setiap instalasi dan pesawat yang digunakan ditempat kerja harus memiliki izin
pemakaian, yang bukan tujuan dari hal tersebut adalah :
D. Agar instalasi pesawat tersebut selalu baru.
12. (40) Yang wajib melaporkan pekerjaan/proyek konstruksi bangunan sesuai permenaker
no. per/01/men/1980 adaah:
A. Pemilik (seharusnya pengusaha)
13. (73) Alat untuk mengukur tahanan isolasi kabel listrik adalah:
c. Mega Ohm Meter
15. (51) Setelah melakukan pemeriksaan dan pengujian yang dilakukan oleh ahli muda K3
Lingkungan kerja dituangkan ke dalam format hasil pemeriksaan dan pengujian
awal/berkala/khusus sesuai dengan:
B. Permenaker 5 tahun 2018
16. (67) Peraturan pelaksana yang mengatur tentang penunjukkan petugas utama dan madya
ruang terbatas/confined space adalah :
C. Surat Keputusan Dirjen PPK No. 113/DJPPK/2006
17. (30) Berikut pernyataan terkait ruang P3K yang harus memenuhi ketentuan sebagai
berikut, kecuali :
D. Ruang P3K sekurang-kurangnya dilengkapi dengan toilet, kertas tisue, tandu,
kotak P3K
18. (43) Pengobatan dan perawatan bagi pekerja yang mengidap TB harus memenuhi prinsip:
d. Semua jawaban benar
21. (48) Permenaker No. Per 03/men/1982 mengatur tentang pelayanan kesehatan kerja.
Tujuan dari pelayanan kesehatan kerja antara lain :
B. Jawaban a dan c benar (pasal 1)
22. (71) Yang dimaksud sebagai petugas madya dalam ruang terbatas adalah :
D. Petugas yang berada diluar ruang terbatas
25. (96) menurut Permenaker No. 37 tahun 2016, yang dimaksud dkategori tangki penimbum
cairan selain cairan bahan mudah terbakar dan cairan bahan berbahaya, mempunyai
volume paling sedikit :
C. 450 (pasal 6 ayat 3)
26. (44) Berdasarkan SE Menakertrans No. SE 01/MEN/1979 tentang pengadaan kantin dan
ruang makan, perusahaan denga pekerja antara 50 sampai 200 orang supaya
menyediakan:
D. Ruang makan
27. (56) peraturan perundang yang mengatur tentang alat pelindung diri adalah :
C. UU No. 1 tahun 1970 pasal 3 ayat 1 huruf f, pasal 9 ayat 1 huuruf c, pasal 12
huruf b, pasal 12 huruf e, pasal 12, dan pasal 14 huruf c dab Permenaker nomor
8/men/VII/2010
29. ( ) Berdasarkan peraturan menaker no. 37 tahun 2016 tentang k3 bejana tekan dan
E. Kelompok gas yang dapat menyebabkan tercekik warna abu-abu
30. (90) kegiatan yang dilaksanakan berupa pemasangan dan pemeliharaan pada
pembangkitan. Transmisi, distribusi dan pemanfaatan listrik dapat dilakukann oleh :
C. Teknisi K3 Listrik pada perusahaan atau Teknisi K3 Listrik pada PJK3
31. (58) Yang dimaksud sebagai petugas utama dalam ruang terbatas adalah :
C. Petugas yang masuk dan bekerja di dalam ruang terbatas
32. (80) Setiap jenis penyalur petir harus dilengkapi dengan pembumian sekurang-
kurangnya:
C. 2 buah (permenaker 31/15 pasal 19)
33. (24) Tenaga kerja yang kompeten dan berwenang yang bekerja di ketinggian meliputi
tingkatan sebagai berikut :
C. Tenaga kerja bangunan tinggi tingkat 1 dan 2, serta tenaga kerja pada
ketinggian tingkat 1,2 dan 3
35. (10) Berdasarkan Permenaker no. 15/men/vviii/2008 tentang P3K ditempat kerja, rasio
jumlah petugas P3K di tempat kerja yang tepat,kecuali :
c. Tempat kerja potensi bahaya rendah, jumlah petugas P3K adalah 1 orang untuk
setiap kurang dari 25 orang pekerja.
36. (18) pengendalian bahan kimia berbahaya ditempat kerja merupakan suatu usaha untuk
mencegah kecelakaan penyakit akibat kerja. Dasar hukumnya adalah :
c. Kepmenaker No. Kep 187/men/1999
37. (74) pengurus atau pengusaha wahib mencegah, mengurangi dan memadamkan
kebakaran serta melakukan latihan penanggulangan kebakaran di tempat kerja. Hal ini
diatur berdasarkan :
c. kepmenaker no. kep 186/men/1999
38. (21) yang masuk didalam ruang lingkup objek pengawasan K3 berdasarkan UU no. 1
tahun 1970 tentang keselamatan kerja adalah :
c. Tempat Kerja
39. (9) dibawah ini yang tidak termasuk dalam pentingnya pencegahan dan penanggulangan
HIV yang ditujukan pada usia kerja melalui tempat kerja antara lain :
A. Upaya penjangkauan pelanggan secara langsung dilokalisasi prostitusi hingga
saat ini masih sulit dilakukan
40. (29) pengusaha wajib melaksanakan program pencegahan dan pengendalian HIV dan
AIDS di tempat kerja tertuang di peraturan :
A. Kepnakertrans no. 68 tahun 2004
41. (44) menurut permenaker no. 37 tahun 2016, tangki timbun harus memiliki tanggul atau
tembok untuk menahan dan menampung cairan dalam tangki timbun sebesar :
A. 80 persen dari jumlah isi tangki untuk pemasangan 1 tangki timbun. (pasal
58)
42. (43) sebuah ketel uap dengan kapasitas 18 ton/jam harus mempunyai operator pesawat
uap :
a. 1 (satu) orang kelas I (Permenaker 1 tahun 88 pasal 8)
43. (19) yang termasuk dalam tugas pokok pelayanan kesehatan kerja berdasarkan
permenaker no. 3 tahun 1982 adalah :
d. semua benar (pasal 2)
44. (23) ketentuan tentang p2k3 diatur dalam undang-undang no 1 tahun 1970 pada pasal :
d. Pasal 10
45. (33) Pemadam api dengan APAR efektif dilakukan pada periode :
d. awal penyalaan hingga sebelum masa flash over
47. (41) menurut Permenaker no. 37 tahun 2016, penunjuk tekanan pada bejana tekanan,
oaling sedikit harus dapat menunjukkan :
c. Pasal 11 (ayat 1)
50. (46) kewanangan operator mesin produksi dan perkakas dibagi menjadi :
A. 2 Kelas, yaitu kelas 1 dan kelas 2 (permen 1 tahun 88 pasal 8 ayat 1 dan 2,
permen 38 2016 pasal 116 ayat 62)
51. (43) menurut permenaker no. 37 tahun 2016, yang dimaksud kategori bejana tekanan,
yaitu ;
b. Jawaban a dan b benar (pasal 5 ayat 2)
53. (31) berikut ini dampat sosial dan ekonomi akibat meningkatnya kasus TB dikalangan
pekerja, kecuali :
a. diskriminasi
54. (14) dalam penerapan pengendalian TB ditempat kerja, untuk membangun komitmen
pimpinan di tempat kerja yang menjamin terselenggaranya pengendalian TB ditempat
kerja sesuai standar perlu dilakukan advokasi oleh :
d. Semua benar
56. (24) setelah melakukan pemeriksaan dan pengujian yang dilakukan oleh ahli muda K3
lingkungan kerja dituangkan ke dalam fomat hasil pemeriksaan dan pengujian
awal/berkala/khusus sesuai dengan:
b. Permenaker nomor 5 tahun 2018 (pasal 50 ayat 1 huruf e)
57. (21) usaha kesehatan preventif yang menitik beratkan kegitannya kepada usaha kesehatan
individu maupun usaha pribadi hidup manusia adalah pengertian dari :
c. Higiene (permen 05 tahun 2018 pasal 3)
58. (44) ketel uap tekanan rendah memiliki perlengkapan antara lain:
c. Sekurang-kurangnya 2 gelas pedoman air dan 1 alat pengisi (uu uap tahun 1930
pasal 12)
59. (45) sesuai permenaker no. 38 tahun 2016. Unit mesin produksi dan perkakas wajib
dilakukan pengujian ulang setelah pengujian pertama. Pengujian tersebut selambat-
lambatnya :
a. 5 (lima) tahun setelah pengujian pertama (pasal 133 ayat 2)
7. Sebutkan dan jelaskan 3 (tiga) kategori temuan audit berdasarkan PP 50 tahun 2012!
Jawab :
1. Kritikal: mengakibatkan terjadinya kematian/fatality
2. Major: melanggar perundang-undangan, tidak menjalankan kaidah SMK3, atau
terdapat beberapa temuan dalam kriteria yang sama di tempat berbeda
3. Minor: terdapat temuan yang tidak konsisten dengan peraturan perundangan
8. Sebutkan kriteria bahan kimia berbahaya berdasarkan kepmenaker no. 187 tahun
1999 !
Jawab :Pada pasal 9
a. Bahan beracun
b. Bahan sangat beracun
c. Cairan mudah terbakar
d. Cairan sangat mudah terbakar
e. Gas mudah terbakar
f. Bahan mudah meledak
g. Bahan reaktif
h. Bahan oksidator
2. Menurut Permenaker No. 37 tahun 2016, penunjuk tekanan pada bejana tekanan,
paling sedikit harus bisa menunjukan
A. 1 kali tekanan desain
B. 1,3 kali tekanan desain
C. 1,5 kali tekanan desain
D. Jawaban a,b,dan c benar
3. Besrdasarkan peraturan Menaker No. 37 tahun 2016 tentang K3 bejana tekanan dan
tanpa bejana tekanan antara lain sebagai berikut kecuali:
A. Kelompok gas mudah terbakar berwarna merah
B. Kelompok gas beracun berwarna kuning
C. Kelompok gas pengoksidasi warna biru muda
D. Kelompok gas yang dapat menyebabkan tercekik warna abu-abu
4. Setelah melakukan pemeriksaan dan pengujian yang dilakukan oleh ahli muda K3
lingkungan kerja dituangkan kedalam format hasil pemeriksaan dan pengujian
awal/berkala/khusus dengan:
A. Permenaker No.9 tahun 2016
B. Permanaker No.5 tahun 2018
C. Permenaker No. 13 tahun 2011
D. Semua salah.
5. Menurut permenaker No.37 tahun 2016, yang dimasukan kategori bejana tekanan,
yaitu:
A. Tekanan lebih dari 1kg/cm²
B. Volume lebih dari 2,25 liter
C. Jawaban A dan B benar.
D. Jawaban A dan B salah
1. Usaha kesehatan prevetif yang menitikberatkan kegiatannya kepada usaha kesehatan individu
maupun usaha pribadi hidup manusia adalah pengertian dari ?
a. Sanitasi
b. Higine
c. Welfare facility
d. Preventif exposure
2. Pengusaha dan/atau pengurus wajib melaksanakan syarat-syarat k3 lingkungan kerja dengan
cara melakukan ?
a. pengendalian factor fisika dan factor kimia berada dibawah NAB dan pengendalian
factor biologi, factor ergonomic, dan faktir psikologi kerja agar sesuai dengan standard
b. penyediaan fasilitas kebersihan dan sarana higine di tempat kerja yang bersih dan sehat
dan penyediaan personi k3 yang memiliki kompetensi dan kewenangan k3 dibidang
lingkungan kerja
c. mewujudkan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan nyaman dalam rangka mencegah
kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja
d. a dan b benar
3. Perusahaan dengan kategori potensi bahaya besar, jika ?
a. Maksimum kuantitas bahan kimia di perusahaan <dari>
b. Maksimum kuantitas bahan kimia di perusahaan = dari NAK
c. Jawaban a,b dan d saah
d. Maksimum kuantitas bahan kimia di perusahaan > dari NAK
4. Ketel uap tekanan rendah harus memiliki perlengkapan antara lain ? (
a. Sekurang-kurangnya 1 gelas pedoman air dan 1 alat pengisi
b. Sekurang-kurangnya 1 gelas pedoman air dan 2 alat pengisi
c. Sekurang-kurangnya 2 gelas pedoman air dan 1 alat pengisi
d. Sekurang-kurangnya 2 gelas pedoman air dan 2 alat pengisi
5. Masa pemeriksaan berkala untuk penggunaan lift adalah ?
a. 1 (satu) tahun sekali
b. 2 (dua) tahun sekali
c. 3 (tiga) tahun sekali
d. 5 (lima) tahun sekali
6. Berikut adalah Pemeriksaan kesehatan khusus, kecuali ?
a. Pemeriksaan kadar kimia dalam darah
b. Pemeriksaan audiometri dan spirometry
c. Pemeriksaan EKG
d. Pemeriksaan papsmear
6. Sebuah ketel uap dengan kapasitas 18 ton/jam harus menpunyai operator pesawat uap
A. 1 (satu) orang kelas I
B. 1 (satu) orang kelas II
C. masing-masing 1 (satu) orang kelas I dan II
D. 2 (dua) orang kelas II
7. Menurut Permenaker No. 37 tahun 2016, penunjuk tekanan pada bejana tekanan,
paling sedikit harus bisa menunjukan
A. 1 kali tekanan desain
B. 1,3 kali tekanan desain
C. 1,5 kali tekanan desain
D. Jawaban a,b,dan c benar
8. Besrdasarkan peraturan Menaker No. 37 tahun 2016 tentang K3 bejana tekanan dan
tanpa bejana tekanan antara lain sebagai berikut kecuali:
A. Kelompok gas mudah terbakar berwarna merah
B. Kelompok gas beracun berwarna kuning
C. Kelompok gas pengoksidasi warna biru muda
D. Kelompok gas yang dapat menyebabkan tercekik warna abu-abu
9. Setelah melakukan pemeriksaan dan pengujian yang dilakukan oleh ahli muda K3
lingkungan kerja dituangkan kedalam format hasil pemeriksaan dan pengujian
awal/berkala/khusus dengan:
A. Permenaker No.9 tahun 2016
B. Permanaker No.5 tahun 2018
C. Permenaker No. 13 tahun 2011
D. Semua salah.
10. Menurut permenaker No.37 tahun 2016, yang dimasukan kategori bejana tekanan,
yaitu:
1. Sebutkan dan jelaskan 3 kategori temuan audit berdasarkan PP no.50 tahun 2012
Jawab: - kategori kritikal : temuan yang mengakibatkan fatality/kematian.
- kategori mayor : tidak memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.
- kategori minor : ketidakkonsistenan dalam penuhan persaratan perundang-undangan,
standar, pedoman, dan acuan lainnya.
2. Perusahaan saudara mempunyai forklift kapasitas 15 ton dan 50 ton. Sebutkan dan
jelaskan norma dan persyaratan k3 nya. Lengkap dengan dasar hukumnya.
Jawab : dalam peraturan Menteri tenaga kerja No.9/Men/VII/2010 tentang operator petugas
pasawat angkat dan angkut, maka perusahaan harus memiliki 1 operator kelas I dan 1 Operator
kelas II. Kemudian selanjutnya mengenai Pesawat angkat angkut diatur dalam Permen
No.5/MEN/1985 Tentang Pesawat angkat dan angkut, yang harus dipenuhi persyaratannya oleh
Pengurus/pengusaha.
3. Sebutkan kriteria bahan kimia berbahaya berdasarkan kepmenaker.187 tahun
1999
Jawab : -Bahan beracun
- bahan sangat beracun
- cairan mudah terbakar
- cairan sangat mudah terbakar
- gas mudah terbakar
- bahan mudah meledak
-bahan reaktif
- bahan oksidator
4. Perusahaan saudara mempunyai overhead crane kapasitas 100 ton. Sebutkan dan
jelaskan pemenuhan norma dan persyaratan k3 nya. Lengkap dengan dasar hukumnya.
Jawab :
5. Sebutkan dan jelaskan objek pengawasan norma k3 bahan berbahaya
Jawab: - Tempat kerja : Apakah Terdapat Sumber Bahaya Lingkungan Kerja Berupa, FAKTOR:
FISIKA;KIMIA;BIOLOGI;ERGONOMI;PSIKOLOGI
- Pengurus/pengusaha wajib: melaksanakan Syarat K3 Lingkungan Kerja (Ps.3)
a. Pengendalian Faktor Fisika dan Faktor Kimia agar berada di bawah NAB;
b. Pengendalian Faktor Biologi, Faktor Ergonomi, dan Faktor Psikologi Kerja agar
memenuhi standar;
c. Penyediaan fasilitas Kebersihan dan sarana Higiene di Tempat Kerja yang bersih dan
sehat; dan
d. Penyediaan personil K3 yang memiliki kompetensi dan kewenangan K3 di bidang
Lingkungan Kerja
6. Perusahaan saudara mempunyai turbin uap kapasitas 215HP. Sebutkan dan
jelaskan pemenuhan norma dan persyaratan k3 nya. Lengkap dengan dasar hukumnya.
Jawab : Peraturan Menteri no.38/2016 tentang keselamatan dan Kesehatan kerja pesawat tenaga
dan produksi, maka pengusaha harus mempekaerjakan 1 orang operator kelas I dan 1 orang
operator kelas II (Lampiran, tabel E). dan selanjutnya pemenuhan peraturan perundang-undangan
mengenai operator diatur dalam Bagian ketiga tentang operator penggerak mula. Dan juga harus
memenuhi syarat-syarat keselamatan dan Kesehatan kerja pesawat tenaga dan produksi.
7. Perusahaan saudara mempunyai kiln kapasitas 2 ton/jam. Sebutkan dan jelaskan
pemenuhan norma dan persyaratan k3 nya, lengkap dengan dasar hukumnya.
Jawab : Peraturan Menteri no.38/2016 tentang keselamatan dan Kesehatan kerja pesawat tenaga
dan produksi, maka pengusaha harus mempekerjakan 1 orang operator kelas II (lampiran, Tabel
E). yang kemudian operator harus memiliki kompetensi dibidang keahliannya yang telah diatur
pada bagian kelima tentang operator tanur/(furnace).
8. Sebutkan ruang lingkup pengawasan k3 konstruksi bangunan dan sebutkan
peraturan yang terkait.
Jawab : Jawab : Ruang lingkup pengawasan K3 kontruksi bangunan didasari oleh Undang –
Undang No 1 Tahun 1970 BAB II Pasal 2 Point 1 dan 2.
Point 1
Keselamatan kerja dalam segala tempat kerja baik didarat, didalam tanah, dipermukaan air,
didalam air maupun diudara yang berada didalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia
Point 2
Ketentuan – ketentuan dalam ayat (1) terebut berlaku dalam tempat kerja dimana :
a. Dibuat, dicoba, dipaki atau dipergunakan mesin, pesawat, alat perkakas, peralatan atau
instalasi yang berbahaya atau dapat menimbulkan kecelakaan, kebakaran dan peledakan;
b. Dibuat, diolah, dipakai, dipergunakan, diperdagangkan, diangkut, atau disimpan bahan
atau barang yang dapat meledak, mudah terbakat, menggigit, beracun, menimbulkan
infeksi, bersuhu tinggi;
c. Dikerjakan, pembangunan, perbaikan, perawatan, pembersihan, atau pembongkaran
rumah, gedung atau bangunan lainnya termasuk bangunan pengairan, saluran, atau
terowongan dibawah tanah dan sebagainya atau dimana dilakukan pekerjaan persiapan;
d. Dilakukan usaha : pertanian, perkebunan, pembukaan hutan, pengerjaan hutan,
pengolahan kayu atau hasil hutan lainya, peternakan, perikanan dan lapangan kesehatan;
e. Dilakukan usaha pertambangan dan pengolahan : emas, perak, atau bijih logam lainnya,
batu – batuan, gas, minyak, atau mineral lainnya, baik dipermukaan atau didalam bumi,
maupun didasar perairan;
f. Dilakukan pengangkutan barang, binatang atau manusia, baik didaratan, melalui
terowongan, dipermukaan air, dalam air maupun udara;
g. Dikerjakan bongkar muat barang muatan dikapal, perahu, dermaga, dok stasiun dan
gudang
h. Dilakukan penyelaman, pengambilan benda dan pekerjaan lain didalam air;
i. Dilakukan pekerjaan dalam ketinggian diatas permukaan tanah atau perairan;
j. Dilakukan pekerjaan dibawah tekanan udara atau suhu yang tinggi atau rendah;
k. Dilakukan pekerjaan yang mengandung bahaya tertimbun tanah, kejatuhan, terkena
pelantingan benda, terjatuh atau terperosok, hanyut atau terpelanting;
l. Dilakukan pekerjaan dalam tangki, sumur atau lubang;
m. Terdapat atau menyebar suhu, kelembapan, debu, kotoran, api, asap, gas, hembusan
angin, cuaca, sinar atau radiasi, suara atau getaran.
38. Sebutkan klasifikasi tingkat potensi bahaya kebakaran berdasarkan peraturan yang ?
Jawab :
Kepmenaker No. KEP. 186/ MEN/ 1999
• Klasifikasi tingkat resiko bahaya kebakaran ringan adalah tempat kerja yang
mempunyai jumlah dan kemudahan terbakar rendah, dan apabila terjadi
kebakaran melepaskan panas rendah, sehingga menjalarnya api lambat.
• Klasifikasi tingkat resiko bahaya kebakaran sedang 1 adalah tempat kerja
yang mempunyai jumlah dan kemudahan terbakar sedang, menimbun bahan
dengan tinggi tidak lebih dari 2,5 meter dan apabila terjadi kebakaran
melepaskan panas sedang, sehingga menjalarnya api sedang.
• Klasifikasi tingkat resiko bahaya kebakaran sedang II Adalah tempat kerja
yang mempunyai jumlah dan kemudahan terbakar sedang, menimbun bahan
dengan lebih dari 4 meter, dan apabila terjadi kebakaran melepaskan panas
sedang, sehingga menjalarnya api sedang.
• Klasifikasi tingkat resiko bahaya kebakaran sedang III Adalah tempat kerja
yang mempunyai jumlah dan kemudahan terbakar tinggi, dan apabila terjadi
kebakaran melepaskan panas tinggi, sehingga menjalarnya api cepat.
• Klasifikasi tingkat resiko bahaya kebakaran berat Adalah tempat kerja yang
mempunyai jumlah dan kemudahan terbakar tinggi, menyimpan bahan cair,
serat atau bahan lainnya dan apabila terjadi kebakaran apinya cepat
membesar dengan melepaskan panas tinggi, sehingga menjalarnya api cepat.
39. Sebutkan dan jelaskan tugas personil-personil yang dibutuhkan pada pekerjaan di
ruang terbatas ?
Jawab :
a. Pengawas pekerjaan ruang terbatas (Entry Supervisor)
• Meyakinkan kecukupan proteksi tersedia untuk pekerja yang masuk
dengan melakukan pemeriksaan LOTO dan semua bahaya sudah
terisolasi denganaman
• Mendukung petugas penunggu luar yang berwenang dalam
pengendalianmasuk ruang tertutup
• Bertanggung jawab terhadap proses kegiatan bekerja di ruang terbatas
baiksebelum masuk, pada saat berada didalam maupun setelah selesai
• Meyakinkan semua personil yang terlibat memahami dan peduli
terhadapbahaya dan risiko yang terkait dengan ruang tertutup.
• Mencegah orang tidak berwenang masuk kedalam ruang terbatas
b. Petugas madya/ pendamping (attendant). Pekerja yang berjaga di luar satu
atau lebih ruang terbatas dan bertugas mengawasi petugas utama.
• Memantau entrans saat pekerjaan berjalan dan saat masuk dan keluar
serta meyakinkan keselamatan mereka, Attendant tidak boleh
meninggalkanposnya apapun alasannya saat pekerja ada di dalam
kecuali diganti olehattendant yang berkualifikasi
• Memantau kondisi atmosfer dalam ruang sebelum dan saat orang
masuk
• Memantau jalan masuk/keluar dari ruang tertutup
• Menjadi pembantu tanggap darurat bila diperlukan
• Menilai bahaya di dalam dan sekitar ruang, dan melakukan tindakan
padawaktu yang sama
• Menjaga catatan dari keperluan pekerjaan ruang tertutup, seperti
hasilpengujian udara, personil yang masuk/keluar, dll.
c. Petugas utama (entrant)/ pekerja yang secara fisik masuk ke dalam ruang
terbatas untuk melaksanakan pekerjaannya.
• Pekerja dimana secara fisik masuk kedalam ruang tetutup untuk
melaksanakan pekerjaan.
• Memastikan bahwa ruang tertutup tersebut telah diventilasi,
diisolasi,dikosongkan, atau membuat aman untuk masuk
• Segera keluar ruang, tanpa bertanya, sesuai peringatan attendant,
tidak peduli alasannya.
• Mengikuti semua aturan dan prosedur keselamatan yang diterapkan
• Mampu melakukan isolasi terhadap sumber-sumber energi
yang teridentifikasi sebelum melakukan pekerjaan.
• Memahami pekerjaan yang akan dilakukan dan prosedur yang
diterapkanuntuk pekerjaan tersebut.
d. Petugas penyelamat dan tanggap darurat.
• Prosedur penyelamatan dan peralatan yang digunakan.
• Keselamatan kebakaran.
• Pengendalian sekitar lokasi.
• Pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) dan Cardiopulmonary
Resuscitation (CPR).
• Pelayanan gawat darurat.
• Pelatihan.
40. Sebutkan tugas dan tanggung jawab petugas P3K di tempat kerja ?
Jawaban :
Dasar Hukum Permenaker No. 15 tahun 2008 pasal 6, Tugas dan tanggung jawab
petugas P3K adalah :
• Melaksanakan tindakan P3K di tempat kerja.
• Merawat fasilitas P3K di tempat kerja.
• Mencatat setiap kegiatan P3K dalam buku kegiatan.
• Melaporkan kegiatan P3K kepada pengurus.
41. Perusahaan saudara mempunyai forklift kapasitas 15 ton dan 50 ton. Sebutkan dan
jelaskan pemenuhan norma dan persyaratan K3 nya. Lengkap dengan dasar hukum
nya.
Jawab :
Dasar Hukum PER.09/MEN/VII/2010
Pasal 5 : Pesawat angkat dan angkut harus dioperasikan oleh operator pesawat angkat
dan angkut yang mempunyai Lisensi K3 dan buku kerja sesuai jenis dan kualifikasinya.
Pasal 12 : Operator forklift dan/atau lift truk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11
diklasifikasikan sebagai berikut :
a. operator kelas I dengan syarat (Pasal 14 ayat 1) :
• sekurang-kurangnya berpendidikan SLTA/sederajat;
• berpengalaman sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun membantu pelayanan
bidangnya;
• berbadan sehat menurut keterangan dokter;
• umur sekurang-kurangnya 21 tahun; dan
• memiliki Lisensi K3 dan buku kerja.
b. operator kelas II dengan syarat (pasal 14 ayat 2) :
• sekurang-kurangnya berpendidikan SLTP/sederajat;
• berpengalaman sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun membantu pelayanan
di bidangnya;
• berbadan sehat menurut keterangan dokter;
• umur sekurang-kurangnya 19 tahun; dan
• memiliki Lisensi K3 dan buku kerja.
Pasal 30 Ayat 2 : Operator forklift dan/atau lift truk kelas I sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 12 huruf a berwenang:
a. mengoperasikan forklift dan/atau lift truk sesuai dengan jenisnya dengan
kapasitas lebih dari 15 ton; dan
b. mengawasi dan membimbing kegiatan operator Kelas II.
Pasal 30 Ayat 3 : Operator forklift dan/atau lift truk kelas II sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 12 huruf b berwenang mengoperasikan forklift dan/atau lift truk sesuai
jenisnya dengan kapasitas maksimum 15 ton.
Jadi, perusahaan kami untuk forklip kapasitas 15 ton harus di operasikan minimal
operator yang sudah mempunyai lisensi K3 kelas II , sedangkan untuk forklip kapasitas
50 ton harus di operasikan oleh operator dengan lisesni K3 kelas I.
42. Jelaskan definisi gizi kerja dan sebutkan jenis-jenis zat gizi yang dibutuhkan pagi
pekerja ?
Jawab :
Gizi kerja adalah bagian ilmu gizi yang diterapkan pada lingkungan kerja untuk
memenuhi kebutuhan gizi pekerja, memelihara dan meningkatkan status gizi dan
kesehatan pekerja sehingga dapat meningkatkan daya kerja dan produktivitas
kerja.
Gizi yang dibutuhkan pekerja karbohidrat, protein, lemak, mineral, dan air.
Standar faktor-faktor lingkungan kerja yang dianjurkan tempat kerja agar tenaga kerja
masih dapat mnerimanya tanpa mengakibatkan penyakit atau gangguan kesehatan,
dalam pekerjaan sehari-hari untuk waktu tidak mlebihi 8 jam sehari atau 40 jam
seminggu, sering disebut sebagai:
a. Nilai Ambang Batas
b. Nilai Ambang Kualitas (NAK)
c. Nilai Baku Mutu Lingkungan
d. Semua Jawaban benar
Salah satu bentuk pengendalian bahan kimia berbahaya sesuai Kepmenakertrans No.
Kep.187/Men/1999 adalah:
a. Penetapan Nilai Ambang Kuantitas
b. Penyediaan Lembar Data Keselamatan Bahaya dan Label
c. Penetapan Kategori Potensi Bahaya Perusahaan
d. Penetapan Nilai Ambang Batas
Untuk menjamin kemampuan fisik dan kesehatan kerja yang sebaik- baiknya perlu
diadakan pemeriksaan tenaga kerja yang terarah. Pemeriksaan tersebut meliputi:
a. Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja, pemeriksaan kesehatan awal dan pemeriksaan khu sus
b. Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja dan pemeriksaan khusus
c. Pemeriksaan sebelum kerja, pemeriksaan kesehatan berkala dan pemeriksaan kerja khusus
d. Semua jawaban benar
Setiap perusahaan catering yang mengelola makanan pada perusahaan, sesuai Surat
Edaran Dirjen Binawas SE No.86/BW/1989 harus terlebih dahulu mendapatkan:
a. Surat Keputusan Penunjukan dari Dirjen Binawas
b. Surat Izin Catering di tempat kerja
c. Jawaban a, b dan d benar
d. Rekomendasi dari Disnaker setempat
Yang termasuk kategori bahan berbahaya adalah jenis bahan yang mempunyai sifat
antara lain:
a. Oksidator, mudah meledak, mudah menyala atau terbakar
b. Memancarkan radiasi
c. Semua jawaban benar
d. Korosif, iritasi karsinogenik
Jalan terakhir untuk menghindari keracunan akibat polusi udara ruangan kerja adalah:
a. Mengeluarkan udara kotor dalam ruangan
b. Mengganti bahan tersebut dengan bahan yang lebih baik
c. Memasang ventilasi lebih banyak
d. Memakai respirator
Pemeriksaan kesehatan tenaga kerja secara awal, berkala dan khusus merupakan
kewajiban dari pada pengusaha terhadap tenaga kerjanya. Peraturan yang
mengaturnya adalah:
a. Permenaker No.Per-03/Men/1982
b. Permenaker No.Per-02/Men/1980
c. Permenaker No.Per-51/Men/1997
d. Permenaker No.Per-04/Men/1998
Kesehatan tenaga kerja merupakan dasar dari tenaga kerja untuk meningkatkan
produktivitas dan lingkungan kerja yang aman dan nyaman. Upaya tersebut meliputi
tindakan preventif dengan jalan pelaksanaan pelayanan kesehatan kerja di
perusahaan. Hal tersebut diatas diatur dalam:
a. SE Menaker No.02/1986
b. Permenaker No.Per-03/Men/1986
c. Permenaker No.Per-03/Men/1982
d. Permenaker No.Per-02/Men/1980
Pengendalian bahan kimia berbahaya di tempat kerja merupakan suatu usaha untuk
mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Dasar hukumnya adalah:
a. Kepmenaker No. Kep-187/Men/1999
b. Permenaker No. Per-03/Men/1986
c. Kepmenaker No. Kep-51/Men/1999
d. SE No. 01 tahun 1999
2. Untuk menjamin kemampuan fisik dan kesehatan kerja yang sebaik-baiknya perlu
diadakan pemeriksaan tenaga kerja yang terarah. Pemeriksaan tersebut meliputi :
a. Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja, pemeriksaan kesehatan awal dan pemeriksaan khusus.
b. Pemeriksaan sebelum kerja, pemeriksaan kesehatan berkala dan pemeriksaan kerja khusus.
c. Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja dan pemeriksaan kesehatan khusus.
d. Jawaban a, b dan c benar.
3. Permenaker No.Per-03/Men/1982 mengatur tentang pelayanan kesehatan kerja.
Tujuan dari Pelayanan Kesehatan Kerja antara lain :
a. Memberikan bantuan kepada tenaga kerja dalam penyesuaian diri baik fisik, men tal terutama
dalam penyesuaian pekerjaan dengan tenaga kerja.
b. Memberikan pengobatan dan perawatan serta rehabilitasi bagi tenaga kerja yang menderita
sakit.
c. Jawaban a dan b benar.
d. Jawaban a dan b salah.
5. Penyakit akibat kerja merupakan penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan dan
lingkungan kerja. Untuk menghindari kejadian tersebut perlu dilakukan
penyelenggaraan pelayanan kesehatan kerja yang terdiri atas upaya promotif,
preventif, kuratif dan rehabilitatif. Peraturan yang mengatur 4 (empat) upaya tersebut
adalah :
a. Undang-Undang No. 1 tahun 1970
b. Permenaker No. Per-03/Men/1982
c. Kepdirjen Binwasnaker No. KEP. 22/DJPPK/V/2008
d. Permenaker No. Per-01/Men/1981
9. Berikut pernyataan terkait kotak P3K yang harus memenuhi ketentuan sebagai
berikut, kecuali :
a. Pada tempat yang mudah dilihat dan dijangkau, diberi tanda arah yang jelas, cukup cahaya
serta mudah diangkat apabila akan digunakan
b. Disesuaikan dengan jumlah pekerja/buruh, jenis dan jumlah kotak P3K sebagaimana
tercantum dalam Lampiran III Peraturan Menteri ini
c. Isi kotak P3K di tempat kerja antara lain kasa steril, perban, kain segitiga, bidai, pinset,
gunting, dan lain-lain;
d. Dalam hal tempat kerja dengan unit kerja berjarak 500 meter atau lebih dan tempat kerja pada
lantai yang berbeda di gedung bertingkat harus menyediakan kotak P3K sesuai jumlah
pekerja/buruh
10. Peran pihak pengusaha dan pekerja dalam pencegahan dan penanggulangan
HIV/AIDS di tempat kerja adalah, kecuali :
a. Tidak melakukan stigma dan diskriminasi terhadap pekerja yang terinfeksi HIV/AID S
b. Melakukan pemeriksaan HIV/AIDS pada pemeriksaan kesehatan berkala
c. Memfasilitasi untuk mendapat pelayanan (konseling, pemeriksaan/tes HIV, pengobatan ARV
dan perawatan)
d. Meningkatkan kewaspadaan
11. Melakukan upaya untuk menghindari sikap dan tindakan stigma dan diskriminasi
terhadap HIV-AIDS dibuktikan dengan, kecuali :
a. Dapat melakukan test HIV dengan tanpa prinsip Konsultasi dan Tes HIV Sukarela (VCT)
b. Memiliki sistem atau prosedur baku untuk menjaga kerahasiaan (confidentiality) status HIV
pekerja
c. Pekerja dengan HIV dan AIDS diperlakukan sama
d. Pekerja dengan HIV dan AIDS diberi dukungan & difasilitasi untuk mendapatkan
pengobatan/perawatan
12. Tindakan P3K dan Sosialisasi Kesehatan Kerja pada pekerja termasuk dalam
upaya-upaya yang dilakukan ditempat kerja yang berhubungan dengan pengelolaan
kesehatan kerja;
a. Upaya kuratif dan preventif
b. Upaya promotif dan preventif
c. Upaya kuratif dan promotif
d. Upaya preventif dan kuratif
13. Berikut ini yang termasuk Zat Gizi Makro (Makro Nutrient) yang merupakan
sumber energi bagi tubuh pekerja;
a. Lemak
b. Serat
c. Air
d. Vitamin
14. Menilai terhadap tenaga kerja atau golongan tenaga kerja tertentu seperti pekerja
yang baru sembuh dari penyakit yang lama atau parah termasuk tujuan dari :
a. Pemeriksaan Kesehatan Awal
b. Pemeriksaan Kesehatan Berkala
c. Pemeriksaan Kesehatan Khusus
d. Jawaban a, b, dan c salah
15. Diagnosis Penyakit Akibat Kerja berdasarkan Surat Keterangan yang dapat
dikeluarkan oleh:
a. Dokter umum yang telah mengikuti Peltihan Hyperkes dan K3
b. Dokter spesialis yg berkompeten di bidang Kesehatan Kerja
c. Jawaban a dan b benar
d. Jawaban a dan b salah.
18. Berikut yang bukan termasuk Personil K3 bidang Kesehatan Kerja adalah :
a. Paramedis Hyperkes
b. Dokter Pemeriksa Kesehatan Tenaga Kerja
c. Petugas P3K di Tempat Kerja
d. Ahli K3 Spesialis Kesehatan Kerja
20. Berikut yang bukan termasuk Program terkait Kesehatan Kerja adalah :
a. Pengukuran/pengujian lingkungan kerja
b. Tata ruang, kebersihan dan kesehatan tempat kerja (House Keeping)
c. Alat Pelindung Diri
d. Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja
Yang bukan merupakan tujuan pemeriksaan visual pada setiap pesawat uap baru yaitu
untuk mengetahui:
a. Kondisi seluruh alat perlengkapan pengamannya.
b. Kapasistas produksi uap kering yang dapat digunakan sesungguhya.
c. Kondisi seluruh bagian konstruksi dan seluruh alat perlengkapan pengamanannya.
d. Kondisi sisi luar dan seluruh alat perlengkapan pengamanannya.
Kekurangan air didalam ketel uap pada saat sedang dioperasikan tidak dapat
mengakibatkan:
a. Terjadinya kenaikan temperature air.
b. Terjadinya kenaikan tekanan kerja.
c. Semua jawaban salah.
d. Terjadinya overheating dan peledakan.
Tingkat pengamanan pada pesawat uap dan bejana tekan berfungsi untuk:
a. Menahan tekanan.
b. Untuk mengatur tekanan.
c. Membuang air berlebih.
d. Membuat tekanan secara otomatis apabila terjadi tekanan lebih.
Pemeriksaan bahan pada pesawat uap dapat dilakukan apabila telah berumur:
a. 25 tahun.
b. 35 tahun.
c. 30 tahun.
d. 40 tahun.
Kapan suatu pesawat uap harus dilakukan pemeriksaan secara khusus (secara
keseluruhan):
a. Sesudah berumur 50 tahun.
b. Sesudah terjadi kecelakaan.
c. Sesudah dilakukan pemeriksaan bahan (PB) sebanyak 3 (tiga) kali.
d. Sebelum pemeiksaan bahan (PB) sebanyak 3 (tiga) kali.
Sesuai Permenaker No. Per.08/Men/2020 setiap pesawat dan angkut wajib dilakukan
pengujian setelah pegujian pertama. Pengujian tersebut selambat-lambatnya :
a. 4 (empat) tahun setelah pengujian pertama.
b. 2 (dua) tahun setelah pengujian pertama.
c. 1 (satu) tahun setelah pengujian pertama.
d. 3 (tiga) tahun setelah pengujian pertama.
Pengurus diwajibkan melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi ditempat kerja yang
dipimpinnya, pada pejabat yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Krja. Ketentuan tersebut
terdapat didalam Undang- Undang No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja pada
pasal:
a. Pasal 3.
b. Pasal 8.
c. Pasal 11.
d. Pasal 15.
9. Pengujian kualitas alat pemadam api ringan (APAR) antara lain berupa:
a. Kondisi tabung APAR nya saja.
b. Cara penempatan dan peralatannya.
c. Kondisi tabung APAR dan kualitas bahan pemadamnya.
d. Cara penggunaan dengan benar.
Yang menjadi batasan pengertian kecelakaan kerja adalah suatu kejadian yang
mengakibatkan:
a. Adanya korban luka-luka dan atau meninggal dunia.
b. Adanya kerusakan peralatan produksi.
c. Lingkungan tercemar.
d. Terganggunya proses pekerjaan/produksi walaupun tidak terjadi korban yang cidera maupun
kerusakan peralatan.
Sebagai dasar hukum penunjukan Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah:
a. Permenaker No. Per-04/Men/1987.
b. Permenaker No. Per-02/Men/1992.
c. Permenaker No. Per-02/Men/1988.
d. Permenaker No. Per-01/Men/1988.
Pengawasan K3 yang bersifat preventif dan represif mliputi:
a. Perencanaan.
b. Parencanaan dan modifikasi.
c. Prencanaan, pembuatan dan pemakaian.
d. Pemakaian dan peredaran.
Pada pasal 86 Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 ayat (1) menyatakan ; setiap
pekerja/buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas, kecuali:
a. Keselamatan dan Kesehatan Kerja
b. Penghidupan yang layak
c. Moral dan kesusilaan
d. Perlakuan yang sesuai dengan hasrat dan martabat manusia serta nilai-nilai agama
-
1. Usaha kesehatan preventif yang menitikberatkan kegiatannya kepada usaha kesehatan
individu maupun usaha pribadi hidup manusia adalah pengertian dari:
Higiene
Pengendalian factor fisika dan factor kimia agar berada dibawah NAB & pengendalian factor biologi,
factor ergonomic dan factor psikologi kerja agar memenuhi standard penyedian fasilitas kebersihan
dan sarana hygiene di tempat kerja yg bersih dan sehat dan penyediaan personil k3 yg memiliki
kompetensi dan kewenangan k3 di bidang lingker
Permen 02/1980
Permen 01/88
10. Sesuai permenaker no. 38 tahun 2016 unit mesin produksi dan perkakas wajib dilakukan
pengujian ulang setelah pengujian pertama pengujian tsb selambat-lambatnya:
5 tahun sekali
11. Menurut permenaker no. 37 ’16 tangki timbun harus memiliki tanggul atau tembok untuk
menahan dan menampung isi cairan dalam tangki timbun sebesar:
a. 80 persen
12. Peraturan perundang-undangan terkait p3k di tempat kerja adalah:
Permenaker no.15/men /vii/2008
13. Dibawah ini yang tidak termasuk dalam pentingnya pencegahan dan penanggulangan hiv yg
ditunjukan pada usia kerja melalui tempat kerja antara lain:
a.upaya peninjauan pelanggan secara langsung
14. sebuah ketel uap 18 ton/jam harus mempunyai operator pesawat uap:
1 orang kelas 1
Permenaker 1’88
15. Menurut permenaker 37’16 penunjuk tekanan pada bejana tekanan paling sedikit harus
dapat menunjukan
16. Berdasarkan peraturan menaker no.37 ’16 tentang bejana tekan antara lain
Warna abu2
17. Menurut permenaker 37’16 yang dimasukan kategori bejana tekanan yaitu:
c. A dan B benar
Pasal 5 no.2
18. Setelah melakukan pemeriksaan dan pengujian yang dilakukan oleh ahli uda k3 lingker
dituangkan kedalam format hasil pemeriksaan dan pengujian awal berkala khusus sesuai
dengan permenaker 5’2018
19. Yang wajib melaporkan pekerjaan/proyek konstruksi bangunan sesuai permenaker 01/1980
adalah
a. Pemilik (pengusaha)
20. Pemadaman api dengan APAR efektif dilakukan pada periode :
A. Awal menyala hingga sebelum flash over
21. Dokumen yang diperiksa dalam pengawasan norma penyelenggara pelayanan kesehatan
kerja adalah?
b. Dokumen nota kerjasama (MOU) antara perusahaan dengan provider pelayan
kesehatan kerja.
22. Yang termasuk tugas pokok pelayan kesehatan kerja berdasarkan permenaker 3/1982
adalah
23. Tenaga kerja yang kompeten dan berwenang yang bekerja diketinggian meliputi tingkatan
sebagai berikut
c. Tenaga kerja bangunan tinggi tingkat 1,dan 2, serta tenaga kerja pada ketinggian
tingkat 1,2 dan 3 (Permenaker 9/2016)
24. Pengendalian bahan kimia berbahaya ditempat kerja merupakan salah satu usaha untuk
mencegah kecelakaan penyakit akibat kerja . dasar hukumnya adalah
d. Kepmenaker 187/1999
b. 50-200
I. PILIHAN BERGANDA b. Kondisi yang tidak aman.
c. Hanya jawaban b yang benar.
1. Yang menjadi batasan pengertian kecelakaan kerja adalah suatu kejadian d. Jawaban a dan b benar.
yang mengakibatkan:
a. Adanya korban luka-luka dan atau meninggal dunia. 6. Yang masuk didalam ruang lingkup obyek pengawasan k3 berdasarkan
b. Adanya kerusakan peralatan produksi. Undang-Undang No. 01 tahun 1970 tentang keselamatan kerja adalah:
c. Lingkungan tercemar. a. Tempat kerja.
d. Terganggunya proses pekerjaan/produksi walaupun tidak terjadi korban b. Perusahaan swasta.
yang cidera maupun kerusakan peralatan. c. Tempat kerja milik Negara.
d. Tempat usaha apa saja.
2. Pengertian keselamatan kerja secara filosofis ialah:
a. Suatu pemikiran dan upaya penerapannya untuk menjamin keutuhan 7. Pengurus diwajibkan melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi ditempat
dan kesempurnaan khussusnya tenaga kerja baik jasmani, maupun rohani, kerja yang dipimpinnya, pada pejabat yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga
baik karya dan budaya menuju masyarakat adil makmur dan sejahtera. Krja. Ketentuan tersebut terdapat didalam Undang-Undang No. 1 tahun
b. Upaya untuk menjamin agar sumber produksi dapat digunakan secara 1970 tentang keselamatan kerja pada pasal:
efisien. a. Pasal 3
c. Upaya untuk mencegah dan mengurangi timbulnya kecelakaan dan b. Pasal 8
penyakit akiibat kerja. c. Pasal 11
d. Upaya untuk menekan cost dan berupaya untuk menghasilkan d. Pasal 15
produktifitas yang tinggi.
8. Yang dimaksud dengan “pengurus” berdasarkan Undang-Undang No. 1
3. Dalam rangka pembinaan kepada tenaga kerja, didalam Undang-Undang tahun 1970 tentang keselamatan kerja adalah:
Nomor 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja ialah satu kewajiban a. Pengusaha.
pengurus antara lain: b. Orang yang memimpin langsung suatu tempat kerja.
a. Melakukan audit K3. (ket : UU. No. 1/1970 pasal 1 ayat 2)
b. Mengadakan pemantauan lingkungan. c. Pemegang saham.
c. Menunjukan dan menjelaskan kondisi dan bahaya yang dapat timbul d. Setingkat manajemen perusahaan.
ditempat kerja kepada tenaga kerja baru.
d. Mengadakan penyuluhan kepada masyarakat sekitar mengenai 9. Pasal 13 Undang-Undang No. 1 tahun 1970 menyatakan “Barang siapa
kemungkinan bahaya yang dapat timbul. akan memasuki suatu tempat kerja, diwajibkan menaati semua petunjuk
keselamatan kerja dan memakai alat pelindung diri yang diwajibkan”.
4. Kondisi tempat kerja yang berbahaya sangat erat kaitannya dengan: Ketentuan ini mengikat kepada:
a. Cara kerja. a. Orang yang terkait langsung dengan pekerjaan di tempat kerja.
b. Jawaban a,c dan d benar. b. Hanya pada instalasi-instalasi yang dianggap sangat berbahaya.
c. Mesin, pesawat, alat. c. Hanya untuk tamu atau orang lain yang bukan pekerja.
d. Proses produksi. d. Setiap orang baik yang bersangkutan maupun tidak brsangkutan dengan
pekerjaan ditempat kerja.
5. Yang dapat menjadikan kecelakaan kerja adalah:
a. Perbuatan manusia yang tidak aman.
10. Berdasarkan pasal 14 Undang-Undang No. 1 tahun 1970 yang bukan c. Memintai keterangan atau informasi mengenai pelaksanaan syarat-syarat
kewajiban pengurus perusahaan adalah: K3 di tempat kerja.
a. Memberikan kebebasan berserikat. d. Membuat surat teguran terhadap pelanggaran ketentuan perundangan-
b. Menyediakan alat pelindung diri. undangan K3 di tempat kerja.
c. Memasang gambar poster k3 ditempat kerja.
d. Menempatkan semua syarat-syarat K3 dan lembaran Undang-Undang No. 15. Sesuai dengan peraturan perundang-undangan Ahli K3 berwenang
1 tahun 1970 ditempat kerja. untuk, antara lain:
a. Melakukan audit external SMK3.
11. Pengawasan K3 yang bersifat preventif dan represif mliputi: b. Mengadakan analisa kecelakaan kerja dimanapun.
a. Perencanaan. c. Memasuki tempat kerja sesuai dengan keputusan penunjukan.
b. Parencanaan dan modifikasi. (ket : Permenaker No. 2 tahun 1992 bab III ps 9-10)
c. Prencanaan, pembuatan dan pemakaian. d. Semua jawaban benar.
(ket: Pemenaker No. 3 tahun 1982 ttg penyelenggaraan K3, Kepdirjen
WasNaker 22 tahun 2008) 16. Setiap instalasi dan pesawat yang digunakan ditempat kerja harus
d. Pemakaian dan peredaran. memiliiki izin pemakaian, hal tersebut bertujuan:
a. Agar efektif, efesien dan aman dalam pemakaiannya.
12. Sebagai dasar hukum penunjukan Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja b. Semua jawaban benar.
adalah: c. Memenuhi peraturan perundangan.
a. Permenaker No. Per-04/Men/1987 d. Memperpanjang umur pesawat.
b. Permenaker No. Per-02/Men/1992
c. Permenaker No. Per-02/Men/1988 17. Audit SMK3 eksternal, dilaksanakan sekurang-kurangnya:
d. Permenaker No. Per-01/Men/1988 a. Satu kali setahun.
b. Satu kali dalam 2 (dua) tahun.
13. Keputusan penunjukan Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja dicabut c. Satu kali dalam 4 (empat) tahun.
apabila: d. Satu kali dalam 3 (tiga) tahun.
a. Tidak memenuhi peraturan perundang-undangan K3.
b. Melakukan kesalahan dan kecerobohan sehingga menimbulkan keadaan 18. Peraturan yang mengatur SMK3 adalah:
berbahaya. a. Peraturan Pemerintah No.50/2012
c. Dengan sengaja atau karena kekhilafannya menyebabkan terbukanya b. Permenaker No. Per-05/Men/1995
rahasia perusahaan/instansi yang karena jabatannya wajib untuk c. Permenaker No. Per-04/Men/1997
dirahasiakan. d. Permenaker No. Per-02/Men/1992
d. Smua jawaban benar.
19. Dalam pelaksanaan K3 di tempat kerja, upaya pengendalian resiko
14. Yang bukan merupakan kewajiban Ahli K3 menurut peraturan dilakukan dengan uruan sebagai berikut:
perundangan-undangan adalah: a. Identifikasi, monitoring, pengendalian.
a. Memberikan gaji karyawan. b. Monitoring, evaluasi, pengendalian.
(ket : permenaker No. 2 Thn 1992 bab III ps. 9-10) c. Identifikasi, evaluasi, pengendalian, monitoring.
b. Memberikan laporan kepada Menteri Tenaga Kerja atau pejabat yang d. Identifikasi, monitoring, evaluasi dan pengendalian.
ditunjuk mengenai hasil pelaksanaan tugasnya.
25. Pada pasal 86 Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 ayat (1) menyatakan ;
20. Penerapan SMK3 di tempat kerja bersifat: setiap pekerja/buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan
a. Wajib bagi tenaga kerja. atas, kecuali:
b. Wajib bagi setiap perusahaan. a. Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
c. Suka rela bagi perusahaan yang berorientasi ekspor. b. Penghidupan yang layak.
d. Wajib bagi perusahaan besar dan beresiko bahaya tinggi. c. Moral dan kesusilaan.
(ket : PP no. 50/2012 bab 2 Ps. 5 ayat 2 point a) d. Perlakuan yang sesuai dengan hasrat dan martabat manusia serta nilai-
nilai agama.
21. Audit SMK3 bertujuan untuk:
a. Memiliki administrasi K3. 26. Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. Kep.187/Men/1999 mengatur
b. Mengetahui pelaksanaan K3 di perusahaan besar dan beresiko tinggi. tentang:
c. Membukti pelaksanaan K3 sesuai peraturan perundangan K3. a. Bahan kimia berbahaya.
d. Membuktikan kesesuaian penerapan sistem manajemen K3. b. Bahan kimia berbahaya di tempat kerja.
(ket : PP no. 50/2012 bab 2 Ps. 5) c. Pengendalian bahan kimia berbahaya di tempat kerja.
d. Semua jawaban salah.
22. Badan atau lembaga di tingkat perusahaan yang bertugas memberi
pertimbangan dan dapat membantu pelaksanaan usaha pencegahan 27. Standar faktor-faktor lingkungan kerja yang dianjurkan tempat kerja
kecelakaan serta dapat memberikan penerangan yang efektif kpada par agar tenaga kerja masih dapat mnerimanya tanpa mengakibatkan penyakit
pekerja adalah: atau gangguan kesehatan, dalam pekerjaan sehari-hari untuk waktu tidak
a. Panitia Pembna Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) mlebihi 8 jam sehari atau 40 jam seminggu, sering disebut sebagai:
b. Forum bipartite a. Nilai Ambang Batas.
c. Forum tripartite b. Nilai Ambang Kualitas (NAK).
d. Forum komunikasi serikat pekerja perusahaan c. Nilai Baku Mutu Lingkungan.
d. Semua Jawaban benar.
23. Sesuai dengan Permenaker No. Per.04/Men/1987pengusaha atau
pengurus wajib membentuk P2K3 di: 28. Dokter yang bertanggung jawab terhadap Pelayanan Kesehatan Kerja di
a. Setiap perusahaan. perusahaan (dokter perusahaan) wajib mendapatkan pelatihan Hyperkes.
b. Kantor pusat suatu grup perusahaan. Hal ini tersebut diatur dalam:
c. Setiap tempat kerja yang mempekerjakan 100 orang atau lebih. a. Permenaker No. Per-02/Men/1992
(ket : pasal 22) b. Permenaker No. Per-03/Men/1982
d. Setiap unit kerja di perusahaan besar. c. Permenaker No. Per-05/Men/1985
d. Permenaker No. Per-01/Men/1976
24. Audit SMK3 dapat dilakukan oleh:
a. Auditor internal. 29. Salah satu bentuk pengendalian bahan kimia berbahaya sesuai
b. Jawaban a dan d benar Kepmenakertrans No. Kep.187/Men/1999 adalah:
c. Anggota P2K3. a. Penetapan Nilai Ambang Kuantitas.
d. Auditor eksternal. b. Penyediaan Lembar Data Keselamatan Bahaya dan Label.
c. Penetapan Kategori Potensi Bahaya Perusahaan.
d. Penetapan Nilai Ambang Batas.
30. Untuk menjamin kemampuan fisik dan kesehatan kerja yang sebaik- d. Korosif, iritasi karsinogenik.
baiknya perlu diadakan pemeriksaan tenaga kerja yang terarah.
Pemeriksaan tersebut meliputi: 35. Penerapan norma-norma ergonomik di tempat kerja meliputi norma-
a. Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja, pemeriksaan kesehatan awal dan norma:
pemeriksaan khusus. a. Pembebanan kerja fisik, sikap tubuh dalam bekerja, mengangkut dan
b. Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja dan pemeriksaan khusus. mengangkat.
c. Pemeriksaan sebelum kerja, pemeriksaan kesehatan berkala dan b. Pemberian gizi kerja.
pemeriksaan kerja khusus. c. Pemberian alat pelindung diri.
d. Semua jawaban benar. d. Jawaban a, b dan c benar.
31. Permenaker No.Per-03/Men/1982 mengatur tentang pelayanan 36. Jalan terakhir untuk menghindari keracunan akibat polusi udara ruangan
kesehatan kerja. Tujuan dari pelayanan kesehatan kerja antara lain: kerja adalah:
a. Jawaban b dan c benar. a. Mengeluarkan udara kotor dalam ruangan.
b. Memberikan bantuan kepada tenaga kerja dalam penyesuaian diri baik b. Mengganti bahan tersebut dengan bahan yang lebih baik.
fisik, mental terutama dalam penyesuaian pekerjaan dengan tenaga kerja. c. Memasang ventilasi lebih banyak.
c. Memberikan pengobatan dan perawatan serta rehabilitasi bagi tenaga d. Memakai respirator.
kerja yang menderita sakit.
d. Jawaban b dan c salah. 37. Penerangan/pencahayaan yang cukup dalam suatu ruangan tempat
kerja, dapat memberikan:
32. Setiap perusahaan catering yang mengelola makanan pada perusahaan, a. Keletihan mata yang cepat.
sesuai Surat Edaran Dirjen Binawas SE No.86/BW/1989 harus terlebih b. Kenyamanan bekerja.
dahulu mendapatkan: c. Produktivitas kerja rendah.
a. Surat Keputusan Penunjukan dari Dirjen Binawas. d. Absensi menurun.
b. Surat Izin Catering di tempat kerja.
c. Jawaban a, b dan d benar. 38. Pengaruh bahan kimia berbahaya terhadap kesehatan tergantung
d. Rekomendasi dari Disnaker setempat. kepada konsentrasi dan lamanya paparan terjadi, pengaruh tersebut dapat
menyebabkan hal sebagai berikut, kecuali:
33. Faktor-faktor lingkungan kerja yang dapat menyebabkan kecelakaan a. Menyebabkan iritasi, korosif, sulit bernafas, menimbulkan alergi,
atau penyakit akibat kerja adalah: keracunan sistematik.
a. Faktor fisiologis b. Menyebabkan kanker, kerusakan/kelainan janin.
b. Semua jawaban benar c. Menyebabkan kebakaran dan peledakan.
c. Faktor psikologi d. Pneumoconiosis dan menyebabkan efek bius.
d. Faktor kimia
39. Nilai Ambang Batas (NAB) kebisingan untuk pemajanan 8 jam per hari,
34. Yang termasuk kategori bahan berbahaya adalah jenis bahan yang sesuai Permenakertrans No.Per 13/Men/2011 adalah:
mempunyai sifat antara lain: a. 85 dBA
a. Oksidator, mudah meledak, mudah menyala atau terbakar. b. 90 dBA
b. Memancarkan radiasi. c. 80 dBA
c. Semua jawaban benar. d. 95dBA
40. Beban kerja fisik yang diberikan kepada tenaga kerja tidak boleh 45. Pemeriksaan kesehatan tenaga kerja secara awal, berkala dan khusus
melebihi: merupakan kewajiban dari pada pengusaha terhadap tenaga kerjanya.
a. 10-15% dari kemampuan kerja maksimum. Peraturan yang mengaturnya adalah:
b. 25-30% dari kemampuan kerja maksimum. a. Permenaker No.Per-03/Men/1982
c. 30-50% dari kemampuan kerja maksimum. b. Permenaker No.Per-02/Men/1980
d. 30-40% dari kemampuan kerja maksimum. c. Permenaker No.Per-51/Men/1997
d. Permenaker No.Per-04/Men/1998
41. Manfaat penilaian lingkungan kerja:
a. Sebagai dasar untuk menentukan dana perbaikan dan rencana 46. Kesehatan tenaga kerja merupakan dasar dari tenaga kerja untuk
selanjutnya. meningkatkan produktivitas dan lingkungan kerja yang aman dan nyaman.
b. Sebagai dasar untuk menyatakan kondisi lingkungan kerja Upaya tersebut meliputi tindakan preventif dengan jalan
membahayakan atau tidak. pelaksanaan pelayanan kesehatan kerja di perusahaan. Hal tersebut diatas
c. Sebagai dasar untuk menentukan tingkat kecelakaan terjadi. diatur dalam:
d. Tenaga kerja mendapat informasi kondisi lingkungan. a. SE Menaker No.02/1986
b. Permenaker No.Per-03/Men/1986
42. Penyesuaian pekerjaan, sikap dan peralatan disebut: c. Permenaker No.Per-03/Men/1982
a. Ilmu biologi d. Permenaker No.Per-02/Men/1980
b. Ilmu fisika
c. Ilmu ergonomi 47. Pengendalian bahan kimia berbahaya di tempat kerja merupakan suatu
d. Ilmu psikomotorik usaha untuk mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Dasar
hukumnya adalah:
43. Penyakit akibat kerja merupakan penyakit yang disebabkan oleh a. Kepmenaker No. Kep-187/Men/1999
pekerjaan dan lingkungan kerja. Untuk menghindari kejadian tersebut perlu b. Permenaker No. Per-03/Men/1986
dilakukan usaha-usaha preventif yang berupa jaminan pelayanan kesehatan c. Kepmenaker No. Kep-51/Men/1999
yang merupakan salah satu dari 4 (empat) program Jamsostek. Peraturan d. SE No. 01 tahun 1999
yang mengatur hak tersebut adalah:
a. Permenaker No.Per-03/Men/1982 48. Tugas dan kewajiban Ahli K3 Kimia antara lain:
b. Undang-undang No. 1 tahun 1970 a. Merahasiakan segala keterangan yang berkaitan dengan rahasia
c. Undnag-undang No. 3 tahun 1992 perusahaan atau instansi yang didapat karena jabatannya.
d. Permenaker No.Per-03/Men/1985 b. Memberikan laporan kepada menteri atau pejabat yang ditunjuk
mengenai hasil pelaksanaan tugasnya.
44. Kewajiban pengusaha atau pengurus instalasi bahaya besar sesuai c. Jawaban a dan b salah.
Kepmenakertrans Nomor: Kep.187/Men/1999 adalah sebagai berikut, d. Jawaban a dan b benar.
kecuali:
a. Mempekerjakan Ahli K3 kimia 49. Berdasarkan Peraturan Menteri Perburuhan NO. 07 tahun 1964 tentang
b. Pengujian instalasi sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun sekali. syarat-syarat kesehatan, kebersihan serta penerangan dalam tempat kerja,
c. Membuat dokumen pngendalian instalasi bahaya besar. maka dalam suatu tempat kerja dengan tenaga kerja sejmlah 60 orang,
d. Pembuatan dokumen job safety. jumlah kakus/W minimal yang harus disediakan:
a. 1 b. Terjadinya kenaikan tekanan kerja.
b. 4 (ket : kepmen 17/1999) c. Semua jawaban salah.
c. 3 d. Terjadinya overheating dan peledakan.
d. 2
55. Yang dimaksud dengan ketel uap adalah:
50. Bahan kimia dalam bentuk tunggal atau campuran yang berdasarkan a. Pesawat yang menghasilkan uap yang dipergunakan diluar pesawatnya.
sifat kimia, fisika, atau toksikologi berbahaya terhadap tenaga kerja, b. Pesawat yang menghasilkan uap yang dipergunakan diluar pesawatnya
instalasi dan lingkungan, kecuali: dan harus ada disetiap perusahaan.
a. Bahan beracun, bahan beraktif. c. Pesawat yang menghasilkan uap yang dipergunakan diluar pesawatnya
b. Cairan mudah larut. dan harus ada disetiap perusahaan.
c. Bahan mudah meledak, bahan oksidator. d. Jawban a, b dan c benar.
d. Cairan mudah terbakar, gas mudah terbakar.
56. Ketel uap yang mengalami temperature berebihan (overheating) adalah
51. Akte izin Pemakaian Pesawat Uap diberikan kepada pemakai bilamana: disebabkan oleh:
a. Semua jawaban benar. (UU tahun 1930 Pasal 8) a. Tingkat pengaman tidak bekerja.
b. Hasil pemeriksaan dan pengujian alat-alat perlengkapan pengamanan dan b. Kapasitas pembakaran terlalu besar.
alat-alat pembakaran memenuhi syarat. c. Tinggi air didalam ketel uap dibawah batas aman.
c. Hasil pemeriksaan dan pengujian pesawat uap dan alat-alat perlengkapan d. Semua jawaban benar.
otomatisnya memenuhi syarat.
d. Hasil pemeriksaan dan pengujian pesawat uap dan alat-alat perlengkapan 57. Pesawat Uap dan Bejana Tekan, baru dapat dibuat apabila:
pengamanannya memenuhi syarat. a. Mempunyai gambaran rencana.
b. Jawaban a, c dan d telah terpenuhi.
52. Peledakan pada ketel uap dapat tejadi karena: c. Mempunyai perhitungan kekuatan konstruksi.
a. Tinggi air didalam ketel uap dibawah batas aman. d. Telah mempunyai pengesahan gambar rencana.
b. Tidak memilliki thermometer.
c. Jawaban a dan b benar. 58. Pemeriksaan berkala pada ketel uap darat berpindah dilakukan setiap:
d. Peledakan hanya dapat tejadi bila tingkap pengaman tidak bekerja. a. Selambat-lambatnya setiap 1 (satu) tahun sekali.
b. Selambat-lambatnya setiap 3 (tiga) tahun sekali.
53. Yang bukan merupakan tujuan pemeriksaan visual pada setiap pesawat c. Selambat-lambatnya setiap 2 (dua) tahun sekali.
uap baru yaitu untuk mengetahui: d. Selambat-lambatnya setiap 4 (empat) tahun sekali.
a. Kondisi seluruh alat perlengkapan pengamannya.
b. Kapasistas produksi uap kering yang dapat digunakan sesungguhya. 59. Pemeriksaan berkala pada bejana uap dilakukan setiap:
c. Kondisi seluruh bagian konstruksi dan seluruh alat perlengkapan a. Selambat-lambatnya setiap 3 (tiga) tahun sekali.
pengamanannya. b. Selambat-lambatnya setiap 4 (empat) tahun sekali
d. Kondisi sisi luar dan seluruh alat perlengkapan pengamanannya. (selain ketel uap, pemeriksaan 4tahun sekali)
c. Selambat-lambatnya setiap 2 (dua) tahun sekali.
54. Kekurangan air didalam ketel uap pada saat sedang dioperasikan tidak d. Selambat-lambatnya setiap 1 (satu) tahun sekali.
dapat mengakibatkan:
a. Terjadinya kenaikan temperature air.
60. Tingkat pengamanan pada pesawat uap dan bejana tekan berfungsi b. Peralatan angkat, pita transport, pesawat angkutan diatas landasan dan
untuk: diatas permukaan, alat angkutan jalan rel.
a. Menahan tekanan. c. Pesawat lift.
b. Untuk mengatur tekanan. d. Semua jawaban benar.
c. Membuang air berlebih.
d. Membuat tekanan secara otomatis apabila terjadi tekanan lebih. 66. Pengertian dari pesawat angkat dan angkut adalah suatu pesawat atau
alat yang digunakan untuk:
61. Pemeriksaan bahan pada pesawat uap dapat dilakukan apabila telah a. Memindahkan muatan pada jarak tertentu.
berumur: b. Memindahkan, mengangkut muatan vertical dan horizontal.
a. 25 tahun. c. Memindahakan, mengangkut muatan vertical dan horizontal dalam
b. 35 tahun. jarak yang ditentukan.
c. 30 tahun. d. Semua jawaban benar.
d. 40 tahun.
67. Pengawasan K3 bidang mekanik yang bersifat prevent meliputi:
62. Kapan suatu pesawat uap harus dilakukan pemeriksaan secara khusus a. Perencanaan, pembuatan, prosedur pemakaian dan perawatan.
(secara keseluruhan): b. Perencanaan dan pemakaian.
a. Sesudah berumur 50 tahun. c. Perencanaan, reparasi da modifikasi.
b. Sesudah terjadi kecelakaan. (UU 37 thn 2016) d. Jawaban a, b dan c salah.
c. Sesudah dilakukan pemeriksaan bahan (PB) sebanyak 3 (tiga) kali.
d. Sebelum pemeiksaan bahan (PB) sebanyak 3 (tiga) kali. 68. Pernyataan yang benar sesuai dengan peraturan yang berlaku mengenai
setiap pesawat angkat dan angkut yang akan dibuat dan dipasang:
63. Yang tidak termasuk bejana tekan berdasarkan Permenaker No. a. Pembuat dan pemasang tidak perlu mendapat pengesahan.
Per.01/Men/1982 adalah: b. Jawaban a, c dan d benar.
a. Botol-botol baja yang mempunyai volume air paling rendah 60 liter. c. Pemilik/pemakai dapat menentukan persyaratan.
b. Botol-botol baja yang mempunyai volume air paling tinggi 60 liter. d. Pembuat dan pemasang harus mendapat pengesahan.
c. Bejana transport yang mempunyai volume air lebih dari 60 liter.
d. Bejana penyimpanan gas atau campuran dalam keadaan padat dikempa 69. Sesuai Permenaker No. Per.05/Men/1985 setiap pesawat dan angkut
menjadi cair terlarut atau beku. wajib dilakukan pengujian setelah pegujian pertama. Pengujian tersebut
selambat-lambatnya :
64. Cara mengambil/memotong pelat badan pesawat uap yang akan diuji a. 4 (empat) tahun setelah pengujian pertama.
dengan cara: b. 2 (dua) tahun setelah pengujian pertama.
a. Digergaji. c. 1 (satu) tahun setelah pengujian pertama.
b. Dipotong dengan alat potong las listrik. d. 3 (tiga) tahun setelah pengujian pertama.
c. Dipotong dengan brander las.
d. Dibor. 70. Pesawat angkut diatas landasan dan diatas permukaan adalah:
a. Dongkrak, pneumatic, gondola, keran tower dan takel.
65. Ruang lingkup Permenaker No. Per.05/Men/1985 meliputi: b. Escalator, rantai berjalan dan ban berjalan.
a. Pesawat tenaga dan produksi. c. Truk, trakto, kereta gantung, truk derek dan forklift.
d. Semua jawaban benar.
71. Dalam melayani pesawat tenaga dan produksi yang sedang beroperasi, 76. Dasar hukum pengawasan K3 Konstruksi Bangunan:
seorang operator dapat: a. UU No. 1 tahun 1970.
a. Dilarang meninggalkan tempat kerja. b. Permenaker No.Per-01/Men/1980.
b. Mewakilan kepada orang lain. c. SKB Menaker dan Menteri PU
c. Meninggalkan tempat kerjanya untuk keperluan penting. No. Kep.174/Men/1986
d. Jawban a, b dan c benar. No.104/Kepts/1986
d. Semua jawaban benar.
72. Pengujian unit pesawat tenaga dan produksi dilakukan selambat-
lambatnya: 77. Tahapan pelaksanaan konstruksi bangunan terdiri dari:
a. 2 (dua) tahun sekali. a. Rancangan teknis pelaksanaan.
b. 3 (tiga) tahun sekali. b. Rancangan pasca konstruksi.
c. 10 (sepuluh) tahun sekali. c. Rancangan teknis pelaksanaan dan pasca konstruksi.
d. 5 (lima) tahun sekali. d. Semua jawaban salah.
(ket : permenaker 04 thn 1985, pasal 135 : 2)
78. Penanggulangan K3 Listrik dan Kebakaran dilaksanakan dengan pola
73. Berdasarkan Permenaker No. Per-05/Men/1985 setiap pesawat angkat preventif, apakah yang dimaksud dengan pola tersebut:
dan angkut harus uji terlebih dahulu antara lain dengan pengujian beban a. Dilakukan perawatan rutin.
lebih sebesar: b. Dimulai saat pelaksanaan.
a. 110% dari jumlah beban maksimum. c. Dilaksanakan setelah ada kejadian kecelakaan.
b. 125% dari jumlah beban maksimum. d. Dimulai dari saat perencanaan.
c. 120% dari jumlah beban maksimum.
d. 135% dari jumlah beban maksimum. 79. Syarat-syarat keselamatan kerja ditetapkan melalui peraturan
perundangan, salah satunya persyaratan untuk mencegah terkena aliran
74. Beberapa dasar hukum yang terkait dengan K3 Mekanik seperti tertera listrik yang berbahaya. Hal tersebut tertuang dalam:
dibawah ini kecuali: a. UU No.1 Tahun 1970 pasal 3 ayat (1) huruf q.
a. Permenaker No. Per-04/Men/1985. b. UU No.1 Tahun 1970 pasal 3 ayat (1) huruf a.
b. Permenaker No. Per-05/Men/1985. c. Kepmenakertrans No.Kep.75/Men/2002.
c. Permenaker No. Per-04/Men/1987. (ttg P2K3) d. Semua jawaban salah.
d. Permenakertrans No. Per-09/Men/VII/1985.
80. Instalasi penyalur petir diatur berdasarkan:
75. Berdasarkan Surat Edaran Menaker No.SE.06/Men/1990 tentang a. Permenaker No.Per.30/Men/2015 perubahan atas Permenaker
Perwarnaan Botol Baja/Tabung gas betekanan antara lain sebagai beikut No.Per.04/Men/1987.
kecuali: b. Permenaker No.Per.31/Men/2015 perubahan atas Permenaker
a. Kelompok gas beracun berwarna kuning tua. No.Per.02/Men/1989.
b. Kelompok gas yang menyengat warna kuning muda. c. Permenaker No.Per.32/Men/2015 perubahan atas Permenaker
c. Kelompok gas untuk kesehatan warna biru. (ket : harusnya putih) No.Per.04/Men/1985.
d. Kelompok gas yang dapat menyebabkan tercekik warna abu-abu. d. Permenaker No.Per.31/Men/2015 perubahan atas Permenaker
No.Per.01/Men/1987.
81. Penggunaan lift yang salah yaitu: 87. Setiap jenis penyalur petir harus dilengkapi dengan embumian sekurang-
a. Kapasitas angkut harus sesuai dengan izin lift. kurangnya:
b. Kapasitas angkut lift dicantumkan dan dipasang dalam kereta lift. a. 4 (empat) buah.
c.Kapasitas angkut lift tidak dicantumkan dan dipasang didalam kereta lift. b. 3 (tiga) buah.
d. Penetapan jumlah orang yang diangkut berdasarkan SNI yang berlaku. c. 2 (dua) buah.
d. 5 (lima) buah.
82. Surat Izin Operasi pemakaian lift berlaku selama:
a. 2 (dua) tahun dan dapat diperbaharui kembali. 88. Potensi bahaya pada instalasi listrik diantaranya:
b. 3 (tiga) tahun dan dapat diperbaharui kembali. a. Peledakan.
c. 5 (lima) tahun dan dapat diperbaharui kembali. b. Beban lebih (overload).
d. Semua jawaban salah. c. Panas (thermal).
d. Kebakaran.
83. Instalasi penyalur petir secara umum harus memenuhi persyaratan:
a. Kemampuan perlindungan secara tehnis. 89. Lantai kerja yang aman adalah lantai kerja yang memiliki resistansi
b. Ketahanan mekanis. isolasi sekurang-kurangnya sebesar:
c. Semua jawaban benar. a. 20 kΩ.
d. Ketahanan terhadap korosi. b. 10 kΩ.
c. 50 kΩ.
84. Instalasi proteksi petir internal misalnya dengan memasang arrester d. 70 kΩ.
pada instalasi listrik untuk memotor arus petir dan menyamakan tegangan
diatur dalam peraturan: 90. Pemasangan instalasi listrik di Indonesia pada saat ini dapat
a. Permenaker No.Per.02/Men/1989. berpedoman kepada:
b. Permenaker No. 12 tahun 2015 SNI 0225-2011 PUIL 2011 a. Standar Nasional Indonesia.
c. Kepmenaker No.Kep.75/2002. b. Semua benar.
d. Jawaban a, b dan d salah. c. Standar Internasional.
d. Standar nasional negara lain yang ditentukan pengawas ketenagakerjaan
85. Alat untuk mengatur tahanan isolasi kabel listrik adalah: spesialis K3 listrik.
a. Insulation Resistan tester. (ket : nama lainnya juga magger/ hypotester)
b. Multi tester. 91. Apa yang dimaksud dengan bahaya sentuh langsung?
c. Ohm meter. a. Sentuh pada bagian konduktif yang dalam keadaan kerja normal
d. Volt meter. umumya bertegangan dan atau dialiri arus.
b. Sentuh pada bagian kondukif terbuka perlengkapan atau instalasi listrik
86. Besarnya nilai tahanan pembumian (grounding) keseluruhan pada yang menjadi bertegangan akibat kegagalan kegagalan isolasi. (ket : kalo ini
instalasi penyalur petir yang diatur dalam Permenaker No.Per.02/Men/1989 katanya kebocoran listrik)
adalah: c. Sentuh pada bagian yang tidak konduktif dari perlengkapan atau instalasi
a. Maksimal 0,5 Ω. listrik.
b. Maksimal 5 Ω. d. Semua jawaban a, b dan c benar.
c. Maksimal 50 Ω.
d. Jawaban a, b dan c salah.
92. Keselamatan dan Kesehatan Kerja Listrik di tempat kerja diatur dalam: 97. Yang termasuk system proteksi kebakaran pasif antara lain:
a. Permenaker No.15 tahun 2012 a. Sarana Evakuasi.
b. Kepmenakertrans No.Kep.75/Men/2002 b. Kualitas bahan bangunan.
c. Permenaker No.12 tahun 2015 c. Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
d. Kepmenakertrans No.Kep75/Men/2000 d. Jawban a, b dan c benar.
93. Dalam persyaratan untuk Badan Pengusahaan Listrik, antara lain ialah 98. Terdapat 3 (tiga) jenis pompa hidran/springkler yaitu:
dipersyaratkan: a. Pompa listrik, pompa diesel, pompa air.
a. Harus memiliki Ahli K3 Umum. b. Pompa listrik, pompa diesel, pompa jockey.
b. Tidak harus memiliki teknisi. c. Pompa utama, pompa jockey dan pompa cadangan.
c. Harus mempunyai teknisi yang memiliki kompetensi K3 dibidang listrik d. Jawaban a, b dan c benar.
yang disyahkan oleh Kemenakertrans.
d. Semua jawaban benar. 99. Pengujian kualitas alat pemadam api ringan (APAR) antara lain berupa:
a. Kondisi tabung APAR nya saja.
94. Kegagalan isolasi dari suatu instalasi listrik harus dicegah terutama b. Cara penempatan dan peralatannya.
dengan cara: c. Kondisi tabung APAR dan kualitas bahan pemadamnya.
a. Perlengkapan listrik harus dirancang dan dibuat dengan baik. d. Cara penggunaan dengan benar.
b. Bagian aktif harus diisolasi dengan bahan yang tepat.
c. Instalasi listrik harus dipasang dengan baik. 100. Nilai ambang batas faktor fisika untuk getaran pada lengan dan tangan
d. Semua jawaban benar. adalah:
a. 2 m/det2
95. Pengurus atau pengusaha wajib mencegah, mengurangi dan b. 5 m/det2
memadamkan kebakaran serta melakukan latihan penanggulangan c. 3 m/det2
kebakaran di tempat kerja. Hal ini diatur berdasarkan: d. 4 m/det2
a. Kepmenaker No.Kep-187/Men/1999.
b. Kepmenaker No.Kep-186/Men/1999.
c. Kepmenaker No.Kep-75/Men/2002.
d. Kepmenaker No.Kep-51/Men/1999.
96. Dalam kejadian kebakaran didalam gedung dapat terjadi peristiwa yang
disebut back draft. Back draft dapat terjadi apabila:
a. Kebakaran didalam ruang tertutup dengan oksigen yang cukup dan
terdapat bahan yang mudah meledak.
b. Kebakaran dalam ruang tertutup kehabisan oksigen, bila ada
kesempatan udara masuk akan terjadi ledakan.
c. Jawaban a dan d benar.
d. Jawaban a dan d salah.
II. ESSAY Pemeriksaan kesehatan khusus dimaksudkan untuk menilai adanya
1. Sebutkan kewajiban pengurus menurut UU no 1 / 1970 (ps 14) pengaruh-pengaruh dari pekerjaan tertentu terhadap tenaga kerja
Jawab : atau golongan-golongan tenaga kerja tertentu.
a. Menyediakan APD bagi tenaga kerja atau orang lain yang memasuki
tempat kerja serta cara pemakaiannya
4. Sebutkan tugas, kewajiban dan wewenang ahli K3 umum!
b. Memasang gambar poster K3
Jawab : - Tugas AK3 Umum:Membantu pimpinan perusahaan atau
c. Menempatkan semua syarat-syarat K3 dan lembaran UU no. 1 tahun 1970
pengurus menyelenggarakan dan meningkatkan usaha keselamatan
di tempat kerja
kerja, hygiene perusahaan dan kesehatan kerja, membantu pengawasan
2. Apa yang dimaksud kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja? ditaatinya ketentuan-ketentuan perundang-udangan bidang K3
Jawab: - Kewajiban AK3 Umum:
1. Penyakit akibat kerja adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan a. Membantu mengawasi pelaksanaan peraturan perundangan K3 sesuai
atau lingkungan kerja (Permenaker no. 01/Men/ 1981) dengan bidang yang ditentukan dalam keputusanpenunjukannya
2. Kecelakaan kerja adalah suatu kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak b. Memberikan laporan kepada menteri tenaga kerja atau pejabat yang
diduga semula yang dapat menimbulkan korban manusia atau harta benda ditunjuk mengenai hasil pelaksanaan tugas dengan ketentuan sebagai
(Permenaker no. 03/Men/1998) berikut:
1) Untuk AK3 di tempat kerja satu kab dalam 3 bulan kecuali
3. Mengapa setiap karyawan harus dilakukan pemeriksaan awal, berkala ditentukan lain
maupun khusus? 2) Untuk AK3 di perusahaan yang memberikan jasa dibidang K3 setiap
Jawab : Permen No. Per-02/1980 : saat setelah selesai melaksanakan kegiatannnya
Pasal 2 ayat (1) 3) Merahasiakan segala keterangan tentang rahasia perusahaan
Pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja agar tenaga kerja yang diterima /instansi yang didapat berhubungan jabatannya
berada dalam kondisi kesehatan yang setinggi-tingginya, tidakmempunyai Wewenang AK3 Umum:
penyakit menular yang akan mengenai tenaga kerja lainnya, dan cocok a. Memasuki tempat kerja sesuai keputusan penunjukan
untuk pekerjaan yang akan dilakukan sehinggakeselamatan dan kesehatan b. Meminta keterangan dan/atau informasi mengenai pelaksanaan
tenaga kerja yang bersangkutan dan tenaga kerja lain dapat terjamin. syarat-syarat K3 ditempat kerja dengan keputusan penunjukannya
Pasal 3 ayat (1) c. Memonitor, memeriksa, menguji, menganalisa, mengevaluasi dan
Pemeriksaan kesehatan berkala dimaksudkan untuk mempertahankan memberikan persyaratan serta pembinaan K3 yang meliputi:
derajat kesehatan tenaga kerja sesudah berada dalam pekerjaannya, serta 1) Keadaan dan fasilitas tenaga kerja
memiliki kemungkinan adanya pengaruh-pengaruh dari pekerjaan seawal 2) Keadaan mesin-mesin, pesawat, alat-alat kerja, instalasi serta
mungkin yang perlu dikendalikan dengan usaha-usahapencegahan. peralatan lainnya
3) Penanganan bahan-bahan
4) Proses produksi
5) Sifat pekerjaan 6. Bagaimana cara penyelenggaraan pelayanan kesehatan kerja
berdasarkan peraturan terkait?
6) Lingkungan kerja
Jawab : Berdasarkan Permenaker 03/1982, penyelenggaraan pelayanan
kesehatan kerja harus dilaksanakan secara menyeluruh dan terpadu
5. Sebutkan fungsi dan tugas P2K3 serta sebutkan landasan hukum meliputi usaha preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif, yang hasilnya
pemebentukan P2K3!
dilaporkan kepada instansi yang membidangi ketenagakerjaan.
Jawab : Landasan hukum P2K3: Per No.04/MEN/1987 tentang P2 K3 serta
tata cara penunjukan AK3 Fungsi P2K3: Penyelenggaraan pelayanan kesehata kerja dapat dilakukan sendiri oleh
a. Menghimpun dan mengolah data tentang K3 di tempat kerja perusahaan atau melalui kerja sama dengan pihak di luar perusahaan.
b. Membantu menunjukan dan menjelaskan kepada setiap tenaga kerja: Adapun cara penyelenggaraan pelayanan kesehatan kerja dapai dilihat pada
- Berbagai faktor bahaya di tempat kerja yang dapat menimbulkan tabel 2 dan 3 Kepmenaker 22/2008 sebagai berikut:
gangguan K3 termasuk bahaya kebakaran dan peledakan serta
carapenanggulangannya
- Faktor yang dapat mempengaruhi efisiensi dan produktifitas kerja
- APD bagi tenaga kerja yang bersangkutan
- Cara dan sikap yang benar dan aman dalam melaksanakan
pekerjaannya
c. Membantu pengusaha atau pengurus dalam:
- Mengevaluasi cara kerja, proses dan lingkungan kerjMenentukan
tindakan koreksi dengan alternatif terbaik
- Mengevaluasi penyebab timbulnya kecelakaan, PAK serta
mengambil langkah-langkah yang diperlukan
- Mengembangkan penyuluhan dan penelitian dibidang keselamatan
kerja, hygiene perusahaan, kesehatan kerja dan ergonomic
- Melaksanakan pemantauan terhadap gizi kerja dan
menyelenggarakan makanan di perusahaan
- Memeriksa kelengkapan peralatan keselamatan kerja
- Mengembangkan pelayanan kesehatan tenaga kerja
- Mengembangkan laboratorium K3, melakukan pemeriksaan
laboratorium dan melaksanakan intepretasi hasil pemeriksaan
- Menyelenggarakan administrasi keselamatan kerja, hygiene
perusahaan dan kesehatan kerja
d. Membantu pimpinan perusahaan menyusun kebijaksanaan
manajemen dan pedoman kerja dalam rangka upaya
meningkatkan keselamatan kerja, hygiene perusahaan, kesehatan kerja,
ergonomi dan gizi kerja
8. Limbah industri
Peraturan perundangan terkait :
1. UU No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja pasal 2, pasal 3 ayat 1,
f, g, i, j, k, l, m pasal 5, pasal 8, pasal 9 dan pasal 14.
2. UU No. 3 tahun 1969 tentang persetujuan Konvensi ILO No.120
mengenai Hygiene dalam
3. Perniagaan dan Kantor-kantor pasal 7
4. Peraturan Menteri Perburuhan No. 7 tahun 1964 tentang syarat
kesehatan, kebersihan serta penerangan dalam tempat kerja.
5. Permenaker No. 3/Men/1985 tentang keselamatan dan kesehatan
kerja Pemakaian asbes.
6. Permenaker No. 03/Men/1986 tentang syarat keselamatan dan
kesehatan di tempat kerja yang mengelola Pestisida
7. Permenaker No. 13/Men/X/2011 tentang Nilai Ambang Batas Faktor
Fisika dan Kimia di Tempat Kerja
8. Kepmenaker No. 187/Men/1999 tentang Pengendalian Bahan Kimia
Berbahaya di Tempat Kerja.
14. Sebutkan hal2 yang berkaitan dg instalasi penyalur petir : 16. Mengapa seorang operator suatu peralatan / pesawat yang
Jawab :
membahayakan dalam mengoperasikan harus mendapat lisensidari
1. Landasan hukumnya adalah Peraturan Menteri Tenaga Kerja No Per 02
Men/1989 tentang pengawasan Penyalur Petir dan SNI 04- 0225 2000 (PUIL Depnaker?
2000) Sebagai rujukan untuk sistem proteksi internal/proteksi bahaya Jawab : - Sesuai Permenakertras RI no Per-09/MEN/VII/2010 tentang
sambaran tidak langsung. operator dan petugas pesawat angkat-angkut butir 10: Lisensi K3 adalah
2. Jenis instalasinya ada franklin, sangkar faraday dan elektrosatis (untuk kartu tanda kewenangan seorang operator untuk penanganan pesawat
sambaran langsung) dan menggunakan arrester (untuk sambaran tidak angkat-angkut.
langsung). - Untuk menentukan kelayakan si operator dalam mengoperasikan alat
3. Pada pembumian, elektroda bumi hrs dibuat dan dipasang sehingga
angkat-angkut sesuai dengan Permenker RI No Per- 05/MEN/1985 tentang
tahanan pembumian menjadi sekecil mungkin. Elektroda bumi hrs dipasang
sampai mencapai air dalam bumi pesawat angkat-angkut perlu adanya perlindungan atas keselamatan kerja
4. Tiap rencana instalasi penyalur petir hrs dilengkapi dengan fambar setiap tenaga kerja yang melakukanperbuatan, pemasangan, pemakaian,
rencana instlasi persyaratan pesawat angkat-angkut.
- Untuk memastikan kompetensi operator dalam menjalankan suatu 18. Sebutkan Sumber-sumber bahaya yang terdapat di perusahaan
peralatan / pesawat dapat beroperasi dengan baik dan saudara khususnya dibidang mekanik, pesawat uap dan bejana tekan!
tanpamasalah/kecelakaan maka harus ada lisensi. Jawab : 1. Pesawat tenaga dan produksis
Penggunaan pesawat-pesawat, alat-alat dan mesin-mesin di tempat
17. Jelaskan ruang lingkup pengawasan norma keselamtan dan kesehatan kerja dapat mengakibatkan kecelakaan.
kerja mekanik dan sebutkan peraturan perundangan K3 terkait! 2. Pesawat angkat dan angkut
Jawab : Peraturan perundangan terkait: Ada 2 jenis sumber bahaya pesawat angkat dan angkut, yaitu
- Permenaker RI No. Per-04/MEN/1985 tentang pesawat tenaga produksi
sumber bahaya umum dan sumber bahaya khusus.
- Permenaker RI No. Per-05/MEN/1985 tentang pesawat angkat-angkut
Ruang lingkup K3 mekanik: a. Sumber bahaya umum:
a. Penggerak mula: mengubah suatu bentuk energi menjadi – Kesalahan design
tenaga mekanik – Kesalahan pemasangan
1. Mesin Kalor: motor pembakar luar, motor pembakar dalam Turbin: – Kesalahan pemakaian
Memutar roda (dengan uap, air dan/atau gas – Kesalahan perawatan
2. Kincir Angin – Tidak pernah diperiksa dan diuji kelaikannya
b. Perlengkapan transmisi tenaga mekanik: peralatan yang berfungsi untuk
b. Sumber bahaya khusus:
memindahkan daya/gerakan mekanik dari penggerak mula ke pesawat
lainnya; antara lain: – Bagian-bagian berputar; poros, roda, puli, roda, dll
1. Pully dengan ban mesin – Bagian-bagian bergerak; Gerak vertical, horizontal, maju dan
2. Roda gigi dengan roda gigi mundur. Bagian-bagian yang menanggung beban antara lain;
3. Rantai dengan piringan roda gigi pondasi, kolom-kolom, chasis/kerangka, dll
4. Batang berulir dengan roda gigi –Tenaga penggerak; peledakan, suhu tinggi, kebisingan, getaran.
5. Roda-roda gesek
c. Mesin perkakas kerja: Pesawat atau alat untuk membentuk suatu
Pengenalan Ketel Uap
bahan, barang, produk teknis dengan cara memotong, mengepres,menarik
dan/atau menumbuk; antara lain:mesin asah, poles, pelicin, alat tuang- Ketel uap adalah pesawat yang digunakan untuk memanaskan air menjadi
tempa, pelubang, mesin rol, gerigi, mesin ayak dan pemisah, mesin uap. Peralatan pesawat penguapan ialah suatu alat yang dihubungkan pada
guntuing, mesing pengeping dan pembelah pesawat uap.
d. Mesin Produksi: Semua mesin peralatan kerja yang digunakan untuk Sumber-sumber Bahaya dan Akibatnya:
menyiapkan, membentuk, membuat, merakit, finishing barang produksi / • Mamometer tidak berfungsi dengan baik akan mengakibatkan
teknis; antara lain: mesin pak & bungkus, mesin jahit dan rajut, mesin
ledakan.
pintal dan tenun
• Safety valve tidak berfungsi mengakibatkan tertahannya tekana
e. Dapur: Pesawat yang dengan cara pemanasan digunakan untuk
mengolah, memperbaiki sifat barang/produk barang teknis; antara lain: yang berlebihan.
dapur tinggi, dapur baja, covertor, oven • Gelas duga tidak berfungsi mengakibatkan jumlah air tidak
terkontrol.
• Air pengisi ketel tidak berfungsi mengakibatkan terjadinya
pembengkaan bejana karena tidak adanya transfer panas.
• Boiler tidak dilakukan blow down dapat menimbulkan scall
• Terjadi pemanasan lebih Karena kekelebihan produksi uap. 4. 2 pompa pegisi air
• Tidak berfungsinga pompa air pengisi ketel. 5. 1 alat tanda bahaya
• Karena perubahan tidak sempurna. 6. 1 keran penutup uap induk
• Karena boilernya sudah tua sehingga sudah tidak memenuhi syarat. 7. 2 lemari katup kran penutup air pengisi
• Tidak teraturnya tekanan inspeksi sesuai peraturan yang berlaku. 8. Kran penguras sebanyak yg diperlukan
9. 1 plat nama
19. Jelaskan ruang lingkup pengawasan norma ruang lingkup pengawasan
K3 pesawat uap dan bejana tekan ? 20. Jelaskan dasar hukum dan tujuan dari pelaksanaan sistem manajemen
Jawab : (Permenaker RI no. 37 thn 2016 tentang Keselamatan dam K3 pada setiap tempat kerja!
Kesehatan kerja Bejana tekanan dan Tangki TImbun) Jawab : Dasar hukum SMK3:
Ruang lingkup : meliputi kegiatan - Permenakertrans RI No. Per-18/MEN/XI/2008 tentang penyelenggara audit
sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja
• Perencanaan
- PP No. 50 tahun 2012 tentang penerapan sistem manajemen keselamatan
• Pembuatan dan kesehatan kerja Tujuan SMK3 menurut PP no. 50 tahun 2012:
• Pemasangan a. Meningkatkan efektifitas perlindungan K3 yang terencana, terukur,
• Pengisian terstruktur dan terintegrasi
• Pengangkutan b. Mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja dan PAK dengan
• Pemakaian melibatkan unsur manajemen, pekerja/buruh dan/atau
• Pemeliharaan serikatpekerja/serikat buruh\
• Perbaikan c. Menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman
dan efisien untuk mendorong produktifitas
• Modifikasi
• Penyimpanan 21. Jelaskan 5 (lima) prinsip dasar SMK3? Dan sebutkan peraturan
• Pemeriksaan perundang-undangan sebagai landasan hukum yang mewajibkan setiap
• Pengujian perusahaan menerapkan SMK3!
Objek Pemeriksaan (Peraturan Uap 1930 pasal 6) Jawab : Yang dimaksud dengan SMK3 Berdasarkan Peraturan Pemerintah
• Prosedur penerbitan pengesahan gambar rencana pesawat No.50 Tahun 2012 Pasal 1 adalah bagian dari sistem manajemen
uap dan bejana tekanan perusahaan secara keseluruhan dalam pengendalian risiko yang berkaitan
• Prosedur penerbitan pengesahan kelayakan pembuatan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan
produktif.
pesawat uap dan bejana tekanan
Dalam penerapan SMK3, terdapat 5 prinsip dasar yang harus diterapkan
• Prosedur pemeriksaan dan pengujian pesawat uap dan
oleh perusahaan. Jika salahsatu prinsip tsb tidak diterapkan maka
bejana tekanan konsekuensinya ketika dilakukan Final Audit SMK3 oleh Lembaga Audit
Alat perlengkapan pengaman Pesawat uap dan Bejana Tekanan (Peraturan Independen akan menjadi Temuan MAJOR. Temuan Major ini berakibat
UAP 1930 pasal 12) perusahaan dinyatakan TIDAK LULUS / GAGAL dan diperlukan pembinaan
1. 2 Tingkat pengaman lanjutan oleh Disnaker setempat sebelum dilakukan Audit ulang. 5 Prinsip
2. 1 manometer dasar dalam penerapan SMK3 sesuai dengan kebijakan Nasional tsb yaitu :
3. 2 gelas pedoman air 1. Penetapan kebijakan K3
Penyusunan Kebijakan K3: 22. Sebutkan dan jelaskan hirarki pengendalian resiko K3!
Penetapan Kebijakan:
Pelaksanaan Jawab : (dalam OHSAS 18001:2007)
Peninjauan ulang
Komitmen tingkatan pimpinan • Eliminasi – memodifikasi desain untuk menghilangkan bahaya;
Peran serta pekerja & orang lain di tempat misalnya, memperkenalkan perangkat mengangkat mekanik untuk
menghilangkan penanganan bahaya manual;
2. Perencanaan K3; • Subtitusi – pengganti bahan kurang berbahaya atau mengurangi
- Rencana K3 berdasarkan: penelahaan awal, HIRA, peraturan & energi sistem (misalnya, menurunkan kekuatan, ampere, tekanan,
sumber daya suhu, dll ;
- Rencana K3 memuat: tujuan & sasaran, skala prioritas, upaya • Rekayasa Teknik – menginstal sistem ventilasi, mesin penjagaan,
pengendalian bahaya, penetapan sumber daya, jangka waktu pel, interlock, dll ;
indikator pencapaian, sistem pertanggung jawaban. • Administratif – tanda-tanda keselamatan, daerah berbahaya tanda,
3. Pelaksanaan rencana K3 tanda-tanda foto-luminescent, tanda untuk trotoar pejalan kaki,
1. Penyediaan SDM peringatan sirene / lampu, alarm, prosedur keselamatan, inspeksi
2. Penyediaan sarana & prasarana : Organisasi/unit peralatan, kontrol akses, sistem yang aman, penandaan, dan izin
K3, Anggaran, Prosedur kerja, informasi, pelaporan, kerja, dll ;
pendokumentasian, Instruksi kerja • Alat Pelindung Diri (APD) – kacamata safety, perlindungan
Kegiatan pelaksanaan meliputi: pendengaran, pelindung wajah, respirator, dan sarung tangan.
a. Tindakan pengendalian risiko kec. & PAK
b. Perancangan dan rekayasa
23. Jelaskan Pengertian SMK3 dan Audit SMK3!
c. Prosedur & instruksi kerja
Jawab :
d. Penyerahan sbg Pelaksana Pekerjaan
e. Pembelian/Pengadaan Barang dan Jasa • Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja(SMK3) adalah
f. Produk Akhir bagian dari sistem manajemen perusahaan secra keseluruhan daalm
g. Keadaan Darurat Kec. dan Bencana Industri rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja
h. Rencana & Pemulihan Keadaan Darurat guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien, dan produktif.
4. Pemantauan dan evaluasi kinerja K3; (PP 50 thn 2012)
a. Pemeriksaan, Pengujian dan Pengukuran • Audit SMK3 (PP 50 thn 2012) adalah pemeriksaan secara sistematis
b. Audit Internal SMK3 dan inpenden terhadap pemenuhan kriteria yang telah ditetapkan
5. Peninjauan dan peningkatan kinerja SMK3 untuk mengukur suatu hasil kegiatan yang telah direncanakan dan
a. Tinjauan ulang secara berkala dengan melakukan Rapat dilaksanakan dalam penerapan SMK3 di perusahaan.
b. Tinjauan Manajemen
c. Dapat mengatasi implikasi K3 24. Sebutkan syarat-syarat perusahaan yang wajib menerapkan SMK3!
Dari penjelasan diatas pada point C, Pelaksanaan Rencana K3, perusahaan Jawab : meskipun berdasarkan UUD No. 13 thn 2003 setiap perusahaan
berkewajiban untuk memiliki sumber daya manusia yang berkompeten dan wajib menerapkan SMK3, namun kewajiban dalam PP No. 50 berlaku bagi
bersertifikat sesuai peraturan perundangan. perusahaan :
1. Memperkerjakan TK/buruh > 100 orang; atau
2. < 100 orang dengan tigkat potensi bahaya tinggi sesuai dengan ketentuan 5) Sifat pekerjaan
berlaku undang-undang. 6) Lingkungan kerja
IV. ISIAN 2. Sebutkan dan jelaskan langkah penerapan SMK3 beserta landasan
1. Sebutkan tugas, kewajiban dan wewenang ahli K3 umum! hukumnya!
Jawab : Dalam penerapan SMK3, terdapat 5 prinsip dasar yang
Jawab : - Tugas AK3 Umum:Membantu pimpinan perusahaan atau
harus diterapkan oleh perusahaan. Jika salahsatu prinsip tsb tidak
pengurus menyelenggarakan dan meningkatkan usaha keselamatan diterapkan maka konsekuensinya ketika dilakukan Final Audit SMK3 oleh
kerja, hygiene perusahaan dan kesehatan kerja, membantu pengawasan Lembaga Audit Independen akan menjadi Temuan MAJOR. Temuan Major
ditaatinya ketentuan-ketentuan perundang-udangan bidang K3 ini berakibat perusahaan dinyatakan TIDAK LULUS / GAGAL dan diperlukan
- Kewajiban AK3 Umum: pembinaan lanjutan oleh Disnaker setempat sebelum dilakukan Audit ulang.
5 Prinsip dasar dalam penerapan SMK3 sesuai dengan kebijakan Nasional
a. Membantu mengawasi pelaksanaan peraturan perundangan K3 sesuai tsb yaitu :
dengan bidang yang ditentukan dalam keputusanpenunjukannya 1. Penetapan kebijakan K3
b. Memberikan laporan kepada menteri tenaga kerja atau pejabat yang Penyusunan Kebijakan K3:
ditunjuk mengenai hasil pelaksanaan tugas dengan ketentuan sebagai Penetapan Kebijakan:
Pelaksanaan
berikut:
Peninjauan ulang
1) Untuk AK3 di tempat kerja satu kab dalam 3 bulan kecuali Komitmen tingkatan pimpinan
ditentukan lain Peran serta pekerja & orang lain di tempat
2) Untuk AK3 di perusahaan yang memberikan jasa dibidang K3 setiap
2. Perencanaan K3;
saat setelah selesai melaksanakan kegiatannnya
- Rencana K3 berdasarkan: penelahaan awal, HIRA, peraturan &
3) Merahasiakan segala keterangan tentang rahasia perusahaan sumber daya
/instansi yang didapat berhubungan jabatannya - Rencana K3 memuat: tujuan & sasaran, skala prioritas, upaya
Wewenang AK3 Umum: pengendalian bahaya, penetapan sumber daya, jangka waktu pel,
a. Memasuki tempat kerja sesuai keputusan penunjukan indikator pencapaian, sistem pertanggung jawaban.
3. Pelaksanaan rencana K3
b. Meminta keterangan dan/atau informasi mengenai pelaksanaan
1. Penyediaan SDM
syarat-syarat K3 ditempat kerja dengan keputusan penunjukannya 2. Penyediaan sarana & prasarana : Organisasi/unit
c. Memonitor, memeriksa, menguji, menganalisa, mengevaluasi dan K3, Anggaran, Prosedur kerja, informasi, pelaporan,
memberikan persyaratan serta pembinaan K3 yang meliputi: pendokumentasian, Instruksi kerja
Kegiatan pelaksanaan meliputi:
1) Keadaan dan fasilitas tenaga kerja
a. Tindakan pengendalian risiko kec. & PAK
2) Keadaan mesin-mesin, pesawat, alat-alat kerja, instalasi serta b. Perancangan dan rekayasa
peralatan lainnya c. Prosedur & instruksi kerja
3) Penanganan bahan-bahan d. Penyerahan sbg Pelaksana Pekerjaan
4) Proses produksi e. Pembelian/Pengadaan Barang dan Jasa
f. Produk Akhir
g. Keadaan Darurat Kec. dan Bencana Industri Dengan peraturan perundangan diatur kewajiban dan atau hak tenaga kerja
h. Rencana & Pemulihan Keadaan Darurat untul :
4. Pemantauan dan evaluasi kinerja K3; a. Memberikan keterangan yang benar bila diminta oleh pengawas
a. Pemeriksaan, Pengujian dan Pengukuran atau tenaga ahli keselamatan kerja ;
b. Audit Internal SMK3
b. Memakai alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan;
5. Peninjauan dan peningkatan kinerja SMK3
c. Memenuhi atau mentaati semua syarat-syarat keselamatan dan
a. Tinjauan ulang secara berkala dengan melakukan Rapat
b. Tinjauan Manajemen kesehatan kerja yang diwajibkan;
c. Dapat mengatasi implikasi K3 d. Meminta pada pengurus agar dilaksanakan semua syarat-syarat
Dari penjelasan diatas pada point C, Pelaksanaan Rencana K3, perusahaan keselamatan dan kesehatan yang diwajibkan;
berkewajiban untuk memiliki sumber daya manusia yang berkompeten dan e. Menyatakan keberatan pada pekerjaan dimana syarat
bersertifikat sesuai peraturan perundangan. keselamatan dan kesehatan kerja serta alat-alat perlindungan
diri yang diwajibkan diragukan olehnya, kecuali dalam hal-hal
3. Sebutkan dan jelaskan kewajiban pengurus perusahaan untuk khusus ditentukan lain oleh pegawai pengawa dalam batas-
mencegah, mengurangi, dan memadamkan kebakaran di tempat kerja, batas yang masih dapat dipertanggungjawabkan.
jelaskan disertai landasan hukum 5. Sebutkan dan jelaskan ruang lingkup Pemnaker No. Per 05/ Men/ 1985 !
Jawab : Ruang lingkup pemnaker No. Per 05 / Men / 1985 Pasal 5 terdiri
Jawab : Berdasarkan KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK dari 2 ayat yaitu:
INDONESIA No. : KEP.186/MEN/1999 1. Ayat 1 tentang Peraturan ini berlaku untuk perencanaan, pembuatan,
TENTANG : UNIT PENANGGULANGAN KEBAKARAN DI TEMPAT KERJA pemasangan, peredaran, pemakaian, perubahan dana tau perbaikan tehnis
PASAL 2 AYAT 2 serta pemeliharaan pesawat angkat dan angkut.
Kewajiban mencegah, megurangi dan memadamkan kebakaran di tempat 2. Ayat 2 tentang pesawat angkut dan angkat dimaksud ayat 1 adalah:
kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. peralatan angkat
a. Pengendalian setiap bentuk energi; b. pita transport
b. Penyediaan sarana deteksi, alarm, pemadam kebakaran dan c. pesawat angkutan diatas landasan dan diatas permukaan
sarana evakuasi; d. alat angkutan jalan ril.
c. Pengendalian penyebaran asap, panas dan gas; (SUMBER: TENTANG PESAWAT ANGKAT DAN ANGKUT BAB 2 RUANG
d. Pembentukan unit penanggulangan kebakaran di tempat kerja; LINGKUP PASAL 5 AYAT 1 DAN 2. MODUL HAL 452).
e. Penyelenggaraan latihan dan gladi penanggulangan kebakaran
secara berkala; 6. bagaimana cara penyelenggaraan pelayanan kesehatan kerja sesuai
f. Memiliki buku rencana penanggulangan keadaan darurat dengan peraturan terkait?
kebakaran, bagi tempat kerja yang mempekerjakan lebih dari 50
Jawab : Diselenggarakan langsung oleh pengurus, mengadakan ikatan
(lima puluh) orang tenaga kerja dan atau tempat kerja yang
berpotensi bahaya kebakaran sedang dan berat. dengan dokter atau pelayanan kesehatan pengurus dari beberapa
perusahaan secara bersama sama menyelenggarakan suatu pelayanan
4. Hak dan kewajiban tenaga kerja sebagaimana diatur dalam undang- kesehatan kerja.
undang no.1 tahun 1970!
Jawab : Pasal 12 7. sebutkan objek pengawasan lingkungan kerja serta peraturan
perundangan terkait!
Jawab : Objek pengawasan ling. Kerja : kejatuhan, terkena pelantingan benda, terjatuh, terperosok, hanyut atau
a. Faktor bahaya lingkungan kerja: terpelanting.
- Faktor fisika
- Faktor kimia Dasar hukum k3 konstruksi
- Faktor biologi 1. Undang-Undang Dasar 1945
- Faktor fisiologi 2. Undang-Undang No.1 Tahun 1970
- Faktor psikologi 3. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 1/Men/1980 tentang K3 Konstruksi
b. Hygiene perusahaan : bagian dari kesehatan kerja yg mempelahari Bangunan
ttng identifikasi dan pengendalian resiko kesehatan terutama Terdiri dari : Kewajiban administrasi teknis K3 dan kewajiban teknis K3 bagi
bersifat kimiawi pelaksana konstruksi/kontraktor
c. Pengendalian bahaya besar: menyangkut soal pencegahan dan 4. Surat Keputusan Bersama Menteri Tenaga kerja dan Menteri Pekerjaan
pengurangan akibat kecelakaan besar
Umum No.Kep.174/Men/1986 dan No.104/Kpts/1986, terdiri dari;
d. Pestisida: semua zat kimia dan bahan lain serta zat renik dan virus
a. Ada pengawasan fungsional dari Depnakertrans dan Departemen
yang digunakan untuk memberantas hama tanaman
Pekerjaan Umum (Kimpraswil)
e. Bahan kimia bahaya: semua zat kimia dalam tunggal maupun
campuran yang dapat membahayakan lingkungan dan kesehatan b. Kewajiban setiap pengurus/pemimpin pelaksanaan pekerjaan atau bagian
baik scr lngsung maupun tdk lngsung pekerjaan pelaksana syarat-syarat K3
f. Sanitasi lingkungan: usaha kesehatab masyarakat lingkungan c. Pedoman pelaksanaan tentang keselamatan dan kesehatan kerja pada
industri yang mengadakan pencegahan penyebaran penyakit tempat kegiatan konstruksi.
menular atau gangguan lain terhadap pekerja
9. Jawab : bahwa perusahaan tersebut termasuk perusahaan dengan
Peraturan perundangan:
potensi bahaya besar dan kewajiban yang wajib dilakukan perusahaan
- UU No 1 Thn 1970
- UU No 3 Thn 1964 sesuai dengan keputusan menteri 16/1999 (pasal 16) :
- UU No 7 Thn 1973
a. Memperkerjakan petugas kimia dengan ketentuan apabila diperkerjakan
- PP No 11 Thn 1975
dengan sistem kerja non shift sekurang-kurangnya 2(dua) orang dan apabila
- Permen perburuhan No 7 Thn 1964
diperkerjakan dengan sistem kerja shift sekurang-kurangnya 5(lima) orang;
- Permenaker No 3/Men/1986
b. Memperkerjakan ahli K3 Kimia sekurang-kurangnya 1(satu) orang;
c. Membuat dokumen pengendalian potensi bahaya besar;
8. Sebutkan ruang lingkup pengawasan K3 kontruksi Bangunan dan
sebutkan peraturan perundangan K3 yang terkait! d. Melaporkan setiap perubahan nama bahan kimia dan kuantitas bahan
Jawab : Sesuai dengan Undang-undang No.1 Tahun 1970, ruang lingkupnya kimia, proses dan modifikasi instalasi yang digunakan;
adalah : e. Melakukan pemeriksaan dan pengujian faktor kimia yang ada di tempat
1. Dilakukan pekerjaan pembangunan, perbaikan, perawatan, pembersihan kerja sekurang-kurangnya 6 bulan sekali;
atau pembongkaran rumah, gedung atau bangunan lainnya. f. Melakukan pemeriksaan dan pengujian instalasi yang ada di tempat kerja
2. Dilakukan pekerjaan dalam ketinggian diatas permukaan tanah atau air. sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun sekali;
3. Dilakukan pekerjaan yang mengandung bahaya tertimbun tanah, g. Melakukan pemeriksaan kesehatan tenaga kerja sekurang-kurnagnya 1
(satu) tahun sekali
10. Berapa kebutuhan Ahli K3 Kontruksi berdasarkan jumlah pekerja dan 4. Penerapan kesehatan kerja bagi tenaga kerja
lama pekerjaan proyeknya? Sebutkan landasan hukumnya! 5. Pemakaian boiler dan pesawat angkat dan angkut
Jawab : Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan 6. Apakah perusahaan tersebut wajib menerapkan SMK3
Ketenagakerjaan No: KEP 20/DJPPK/VI/2004 Tentang Sertifikasi Kompetensi
Jawab :
K3 Bidang Konstruksi Bangunan 1. Kelembangaan/organisasi K3 dan Keahlian K3:
Berdasarkan kondisi dilapangan yang terdiri dari 101 pekerja, maka
Menetapkan :
perusahaan perlu membentuk P2K3 dan menunjuk atau mengadakan ahli
Pertama: setiap proyek konstruksi bangunan yg mempekerjakan tenaga
K3, sesuai dalil.
kerja lebih 100 org atau penyelenggaraan proyek diatas 6 bulan, harus
Permenaker No 4 Tahun 1987 Pasal 2 (hal 596)
memiliki sekurang-kurangnya 1 org Ahli Utama K3 Konstruksi, 1 org Ahli
1. Setiap tempat kerja dengan kriteria tertentu pengusaha atau pengurus
Madya K3 Konstruksi dan 2 org Ahli Muda K3 Konstruksi.
wajib membentuk P2K3
2. Tempat Kerja dimana pengusaha atau pengawas memperkerjakan
Kedua: setiap proyek konstruksi bangunan yg mempekerjakan tenaga kerja
100 orang atau lebih
kurang 100 org atau penyelenggaraan proyek dibawah 6 bulan, harus
Permenaker No 4 Tahun 1987 Pasal 3 (hal 597)
memiliki sekurang-kurangnya 1 org Ahli Madya K3 Konstruksi dan 1 org Ahli
1. Keanggotaan P2K3 terdiri dari unsur pengusaha dan pekerja
Muda K3 Konstruksi.
yang susunannya terdiri dari ketua, sekretaris dan anggota.
2. Sekretaris P2K3 ialah ahli Keselamatan Kerja dari perusahaan
Ketiga: setiap proyek konstruksi bangunan yg mempekerjakan tenaga kerja
yang bersangkutan.
kurang 25 org atau penyelenggaraan proyek dibawah 3 bulan, harus
memiliki sekurang-kurangnya 1 org Ahli Muda K3 Konstruksi.
2. Pengendalian Lingkungan kerja dan bahan kimia berbahaya
Pabrik tersebut memiliki bahan kimia sodium picramate dengan kuantitas
60 ton per hari, sesuai,Lampiran III Nama & NAK bahan kimia berbahaya (hal
930).Maka pabrik ini termasuk ke perusahaan potensi bahaya besar
STUDI KASUS sehingga perlu upaya untukmencegah terjadi kecelakaan kerja &
PT. XYZ bergerak dibidang manufacturing, menggunakan bahan kimia PAK(Kepmen 187/1999 pasal 2).Meliputi (Pasal3):
sebagai bahan baku, diantaranya Sodium Picramate dengan kuantitas 60 ton - Penyediaan lembar data keselamatan bahan (LDKB) & Label
per hari, mempunyai karyawan tetap 56 orang dan karyawan tidak tetap 44 - Penunjukan petugas K3 Kimia dan Ahli K3 Kimia
ornag, terdiri dari 59 oranng laki-laki dan 42 orang wanita. Di perusahaan Karna termasuk kategori potensi bahaya besar maka (pasal 16)
tersebut belum ada P2K3 dan ahli K3; menggunakan pesawat angkut berupa a. Mempunyai petugas K3 Kimia dst.
1 (satu) buah over head crane dengan kapasitas 30 ton, 2 (dua) buah forklift b. Memperkerjakan ahli K3 kimmia sekurang-kurngnya 1 orang
dengan kapasitas 25 ton; menggunakan 2(dua) buah boiler yang terletak c. Membuat dokumen pengendalian potensi bahaya besar
dala suatu ruangan dengan kapasitas masing-masing 15ton/jam. d. Dst.
Perusahaan memakai listrik untuk penerangan dan mengoperasikan mesin-
mesin produksi dengan kapasitas 5MW. Sebagai calon ahli K3 umum, 3. Pengendalian Listrik dan penanggulangan kebakaran?
baiamana upaya anda dalam pemenuhan syarat-syarat K3 sesuai dengan Pengendalian Listrik
ketentuan eraturan perundang-undangan di perusahaan tersebut terkait : Perusahaan menggunakan listrik dengan kapasitas 5 MW, jika 1 MW = 1.000
1. Kelembangaan/organisasi K3 dan Keahlian K3 KW = 1.000 KVA, maka 5 MW = 5.000 KVA.Berdasarkan Peraturan Menteri
2. Pengendalian Lingkungan kerja dan bahan kimia berbahaya Ketenagakerjaan Republik Indonesia No. 12 Tahun 2015 Tentang
3. Pengendalian Listrik dan penanggulangan kebakaran Keselamatan dan KesehatanKerja Listrik di Tempat Kerja Pasal 7, bahwa:
“Untuk perusahaan yang memiliki pembangkitan listrik lebih dari 200 (dua 300 orang, atau lebih, atau setiap tempatkerja tingkat resiko bahaya
ratus) kilo Volt-Ampere wajib mempunyai Ahli K3 Bidang Listrik” kebakaran sedang II, sedang III dan berat.
Berdasarkan Keputusan Direktur Jendral Pembinaan Pengawasan Artinya perusahaan ini wajib memiliki regu penanggulangan kebakaran dan
Ketenagakerjaan No: KEP. 89/PPKI/XIII/2012 TentangPembinaan Calon Ahli Ahi K3 spesialis penanggulangan kebakaran.
K3 Spesialis Listrik, menetapkan:
“ Pelakasanaan pemeriksaan, pengujian, pengukuran dan pengawasan 4. Penerapan kesehatan kerja bagi tenaga kerja
instalasi listrik yang aman di tempat kerja harus dilakukan oleh Ahli K3 a. Hal 396. Permenakertrans 3 / 1982 pasal 3: Pengurus wajib memberikan
Spesialis Listrik yang ditunjuk oleh Menteri atau pejabat yang ditunjuk, pelayanan kesehatan kerja sesuai dengan kemajuan ilmupengetahuan dan
sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. PER.02/MEN/1992 teknologi.
Tentang tata cara penunjukan, kewajiban, dan wewenang Ahli Keselamatan b. Dengan tugas pokok pelayanan kesehatan kerja meliputi:
dan Kesehatan Kerja ”. (PerUU K3 Hal. 1217-1219) Hal 396. Permenakertrans 3 / 1982 pasal 2:
Penanggulangan Kebakaran 1. Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja, pemeriksaan berkala dan
Sesuai dengan Kepmenaker No:Kep-186/MEN/1999 tentang Unit pemeriksaan khusus.
Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja Pasal 2 ayat (1)dan (2)dikatakan 2. Pembinaan dan pengawasan atas penyesuaian pekerjaan
bahwa pengurus atau pengusaha wajib mencegah, mengurangi dan terhadap tenaga kerja
memadamkan kebakaran, latihan penanggulangan kebakaran di tempat 3. Pembinaan dan pengawasan terhadap lingkungan kerja
kerja yang meliputi: 4. Pembinaan dan pengawasan pembinaan seni-tair
a. Pengendalian setiap bentuk energy 5. Pembinaan dan pengawasan perlengkapan untuk kesehatan tenaga ke
b. Penyediaan sarana deteksi, alarm, pemadam kebakaran dan rja
sarana evakuasi 6. Pencegahan dan pengobatan terhadap penyakit umum
c. Pengendalian penyebaran asap, panas, dan gas dan penyakit akibat kerja
d. Pembentukkan unit penanggulangan kebakarandi tempat kerja 7. Pertolongan pertama pada kecelakaan
e. Penyelenggaraan pelatihan dan gladi penanggulangan 8. Pendidikan kesehatan untuk tenaga kerja dan latihan untuk
kebakaran secara berkala petugas pertolonngan pertama pada kecelakaan
f. Memiliki buku rencana penanggulangan keadaan darurat 9. Memberikan nasehat mengenai perencanaan dan pembuatan tempat
kebakaran, bagi tempat kerja yang mempekerjakan lebih kerja, pemilihan alat pelindung diri yang diperlukan dangizi serta
dari 50 (limapuluh) orang tenaga kerja dan atau tempat kerja yang penyelenggaraan makanan di tempat kerja.
berpotensi bahaya kebakaran sedang dan berat. 10. Membantu usaha rehabilitasi akibat kecelakaan atau penyakit akibat
Perusahaan menggunakan bahan kimia Sodium Picramate yang merupakan kerja
bahan kimia yang mudah meledak.Pasal 4 ayat (1),Perusahaan termasuk 11. Pembinaan dan pengawasan terhadap tenaga kerja yang mempunyai
kedalam klasifikasi tingkat resiko bahaya kebakaran berat.Unit kelainan tertentu dalam kesehatannya
Penanggulangan kebakaran dalampasal 5terdiri dari : 12. Memberikan laporan berkala tentang pelayanan kesehatan kerja
a. Petugas peran kebakaran kepada pengurus.
b. Regu penanggulangan kebakaran
c. Koordinator unit penanggulangan kebakaran 5. Pemakaian boiler dan pesawat angkat dan angkut
d. Ahi K3 spesialis penanggulangan kebakaran sebagai penanggung Boiler (Hal 159 Peraturan UAP 1930) dan (Hal 152 didalam Modul)
jawab teknis. - Pengendalian pada periode perencanaan
Dalam pasal 6, regu penanggulangan kebakaran dan Ahi K3 spesialis 1. Permohonan (Kepala dinas setempat)
penanggulangan kebakaran ditetapkan untuk tempat kerjatingkat resiko 2. Gambar rencana
bahaya kebakaran ringan dan sedang I yang mempekerjakan tenaga kerja 3. Sertif material (bila ada)
4. Perhitungan kekuatan kontruksi
- Pengendalian padaperiode pembuatan/perakitan/pemasangan
1. Penilaian pengesahan gambar rencana
- Cek dokumen Teknik
- Penilaian kontruksi
- Prosedur pemberian pegesahan gambar rencana
2. Pengawasan pelaksanaanpembuatan/perakitan/pemasangan
- Pemeriksaan status perusahaan pembuat
- Pemeriksaan status juru las
- Pemeriksaan visual bahan baku / komponen
- Pemeriksaan visual hasil lasan
- Pemeriksaan ketebalan
- Pemeriksaan dimensi
- Pemeriksaan ketidak bulatan
- Pemeriksaan tidak merusak (ndt)
- Pengujian hydrotest / padat dengan air
- Pemeriksaan pengembangan menetap (b. baja)
- Pemeriksaan berat (b. baja)
- Pengujian pecah (b. baja)
3. Pengendalian Pada Perioda Pemakaian
a. Adanya ijin / pengesahan pemakaian
b. Operator pesawat uap memenuhi syarat
c. Ketentuan lain
- Pemeriksaan BERKALA
- Pemeriksaan KHUSUS
- Pemeriksaan ULANG
- Prosedur REPARASI / MODIFIKASI
- Mutasi / Pemindahan
Terdapat beberapa alasan mengenai perlunya penanggulangan TB di tempat kerja antara lain :
Karena tempat kerja merupakan lingkungan spesifik, populasi terkonsentrasi tempat dan
waktu yang sama sehingga merupakan salah satu lingkungan potensial dalam penularan
TB.
TB sebagian besar menyerang pekerja pada usia yang produktif
Pekerja umumnya tinggal di sekitar perusahaan dg perumahan padat & lingkungan tidak
sehat.
Pelayanan kesehatan kerja di perusahaan melaksanakan upaya yankes, tetapi pelayanan
TB belum menerapkan strategi DOTS (Directly-Observed Treatment Short-course) atau
biasa disebut dengan pengobatan jangka pendek dengan pengawasan langsung.
Sebagian manajemen masih diskriminatif terhadap pasien TB (PHK atau ditolak waktu
melamar pekerjaan).
• Diperlukankomitmenantaralainuntuk:
Komitmenpolitis
Diagnosa dengan mikroskop
Pengobatan jangka pendek dengan pengawasan langsung
Jaminan ketersediaan OAT yang bermutu
Monitoring dan evaluasi
Sumber dana
Sumber daya manusia
Sarana dan prasarana
Kebutuhan logistic
Keterbatasan sarana & prasarana faskes di tempat kerja perlu dikembangkan jejaring
kerja baik internal maupun eksternal
Suatu sistem jejaring dapat dikatakan berfungsi secara baik apabila penemuan pasien dan
pengobatan berjalan baik di tempat kerja
Dasar Hukum
3. Jenis-jenis pekerjaan apa saja di bidang konstruksi yang menggunakan surat izin :
Menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 04 / PRT / M/2011 tentang Pedoman
Persyaratan Pemberian Izin Usaha Jasa Konstruksi Nasional. Izin Usaha Jasa Konstruksi
yang selanjutnya disingkat IUJK adalah izin untuk melakukan usaha di bidang jasa
konstruksi yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota.
Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Jasa
Konstruksi, Izin Usaha Jasa Konstruksi yang selanjutnya disebut Izin Usaha adalah izin
yang diberikan kepada badan usaha untuk menyelenggarakan kegiatan Jasa Konstruksi.
Dan Jenis usaha Jasa Konstruksi meliputi:
a. usaha jasa Konsultansi Konstruksi;
b. usaha Pekerjaan Konstruksi; dan
c. usaha Pekerjaan Konstruksi terintegrasi.
Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Jasa
Konstruksi, Pasal 12 sampai dengan Pasal 15 meliputi:
1. IUJK Nasional
IUJK Nasional adalah Izin untuk melakukan usaha di bidang jasa konstruksi yang
diberikan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota. (Pasal 1 Angka 5). Berdasarkan Peraturan
Menteri No. 04/PRT/M/2011 tentang Pedoman Persyaratan Pemberian Izin Usaha Jasa
Konstruksi Nasional.
3. IUJK BUJK (Badan Usaha Jasa Konstruksi Asing disebut juga IUJK Perwakilan)
IUJK BUJK adalah Izin Perwakilan adalah izin untuk melakukan usaha yang diberikan
oleh Pemerintah kepada BUJKA untuk melakukan kegiatan jasa konstruksi di Indonesia.
(Pasal 1 Angka 4). Berdasarkan Peraturan Menteri No. 10/PRT/M/2014 tentang Pedoman
Persyaratan Pemberian Izin Perwakilan Badan Usaha Jasa Konstruksi Asing
4. Masalah forklift 15 ton dan 50 ton dan peraturan yang dipakai.
Pasal 12
Operator forklift diklasifikasikan menjadi dua, yaitu :
a. Operator Kelas I
b. Operator Kelas II
Operator forklift kelas I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 huruf a berwenang :
Mengoperasikan forklift dan/atau lift truk sesuai dengan jenisnya dengan kapasitas lebih dari 15
ton;
Mengawasi dan membimbing kegiatan operator kelas II
Operator forklift kelas II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 huruf b berwenang mengoperasikan
forklift sesuai jenisnya dengan kapasitas maksimum 15 ton.
Pasal 14
Operator forklift kelas I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 huruf a harus memenuhi persyaratan
sebagai berikut :
a) Sekurang-kurangnya berpendidikan SLTA/Sederajat.
b) Berpengalaman sekurang-kurangnya 3 tahun membantu pelayanan di bidangnya.
c) Berbadan sehat menurut keterangan dokter.
d) Umur sekurang-kurangnya 21 tahun.
e) Memiliki Lisensi K3 dan buku kerja.
Operator forklift kelas I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 huruf b harus memenuhi persyaratan
sebagai berikut :
a) Sekurang-kurangnya berpendidikan SLTP/Sederajat.
b) Berpengalaman sekurang-kurangnya 1 tahun membantu pelayanan di bidangnya.
c) Berbadan sehat menurut keterangan dokter.
d) Umur sekurang-kurangnya 19 tahun.
e) Memiliki Lisensi K3 dan buku kerja.
5. Tata cara penempatan kota P3K dan jenis nya
Kotak P3K yang dimaksud harus memenuhi syarat sebagai berikut: (PERMEN 15 TAHUN
2008 PASAL 10)
a. Terbuat dari dari bahan yang kuat dan mudah dibawa, berwarna dasar putih dengan
lambang P3K berwarna hijau;
b. Isi kotak p3k sebagaimana dimaksud tercantum dalam lampiran II Permen ini dan tidak
boleh diisi bahan atau alat selain dibutuhkan untuk pelaksanaan P3K ditempat kerja;
c. Penempatan kotak P3K;
1. Pada tempat yang mudah dilihat dan dijangkau, diberi tanda arah yang jelas, cukup
cahaya serta mudah diangkat apabila akan digunakan;
2. Disesuaikan dengan jumlah pekerja/buruh, jenis dan jumlah kuotak P3K sebagaimana
tercantum dalam Lampiran III Permen ini;
3. Dalam hal ini tempet kerja dengan unit kerja berjarak 500 meter atau lebih masing-
masing unit kerja harus menyediakan kotak P3K sesuai jumlah pekerja/buruh;
4. Dalam hal tempat kerja pada lantai yang berbeda di gedung bertingkat, maka masing-
masing unit kerja harus menyediakan kotak P3K sesuai jumlah pekerja/buruh.
Tabel 1
ILHAM NOVIANDRY
IMAM MAULANA FAUZI
INDRA SUYANTO
6. Jumlah ak3 konstruksi yang dibutuhkan berdasarkan jumlah tenaga kerja dan luas area
proyek
KEP NO 20/DJPPK/VI/2004
a. Proyek > 6 bulan atau TK > 100 org
- Min. 1 org Ahli Utama
- Min. 1 org Ahli Madya
- Min. 2 org Ahli Muda
b. Proyek < 6 bulan atau TK < 100 org
- Min. 1 org Ahli Madya
- Min. 1 org Ahli Muda
c. Proyek < 3 bulan atau TK < 25 org
- Min. 1 org Ahli Muda
d. Teknisi perancah harus memiliki lisensi
TUJUAN PELAKSANAAN K3 LISTRIK
Pasal 5,
“Pengurus wajib melakukan pengendalian terhadap debu asbes yang terkandung di udara
di lingkungan kerjadengan mengambil sample pada beberapa tempat yang diperkirakan
konsentrasi debu asbes nya tinggi dalam setiap 3 bulan atau pada frekwensi tertentu.”
Pasal 6,
“Pengurus harus memberikan kepada tenaga kerja yang bekerja dalam tambang atau
setiap proses yang memakai asbes sebuah buku petunjuk yang secara terperinci
menjelaskan mengenai bahaya-bahaya yang berhubungan dengan asbes dan cara-cara
pencegahannya.”
9 . Perusahaan saudara mempunyai Overhead Crane kapasitan 100 ton. Sebutkan dan jelaskan
pemenuhan Norma dan Persyaratan K3nya . Lengkap dengan dasar hukumnya
Segala upaya pengendalian yang mendasari sifat preventif yang dilakukan secara sistimatis dan
menyeluruh atas segala hal yang terkait dengan “Keberadaan” peralatan PA dan A, yaitu mulai dari
perencanaan hingga purna pakai.
K3 Mekanik
K3 Kontruksi Bangunan
K3 Listrik
K3 Penanggulangan Kebakaran
Kesehatan Kerja
- PMP No. 7/1964 (Syarat Kesehatan, Kebersihan serta Penerangan Tempat Kerja)
- UU 3/1969 (Persetujuan Higiene dalam Kantor)
- Permenakertrans No. 1/1976 (Kewajiban Hygiene Perusahaan, K3 Bagi Dokter Perusahaan)
- Permenakertrans No. 1/1979 (Kewajiban Latihan Hygiene Perusahaan K3 Bagi Tenaga
Paramedis Perusahaan)
- Surat Edaran (SE) Menaker No. 01/1979 (Pengadaan Kantin dan Ruang Makan)
- Permenakertrans No. 2/1980 (Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja dalam Penyelenggaraan
Keselamatan Kerja)
- Permenakretrasn No. 1/1981 (Kewajiban Melapor Penyakit Akibat Kerja (PAK))
- Permenakertrans No. 3/1982 (Pelayanan Kesehatan Tenaga Kerja)
- Kepmenaker No. Kep. 333/1989 (Diagnosa dan Pelaporan PAK)
- SE 86/BW/1989 ( Mengelola Makan Bagi Tenaga Kerja)
- Kepres No. 22/1993 (Penyakit yang Timbul Karena Hubungan Kerja)
- Permenaker No. 1/1998 (Penyelenggaraan Pemeliharaan Kesehatan Bagi Tenaga Kerja dengan
Manfaat Lebih Baik dari Jaminan Pemeliharaan Dasar Jamsostek)
- Permen 4/1998 (Pengangkatan, Pemberhentian dan Tata Kerja Dokter Penasihat)
- Kepmenakertrans No. Kep. 79/2003 (Pedoman Diagnosis dan Penialaian Cacat karena KAK
dan PAK)
- Kepmenakertrans No. Kep. 68/2004 (Pencegahan HIV/AIDS di Tempat Kerja)
- Peraturan Menteri Perburuan (PMP) No. 07/1964 (Syarat Kesehatan Kebersihan serta
Penerangan di Tempat Kerja)
- UU No. 3/1969 (Persetujuan Konvensi Organisaasi Perburuan Internasional No. 120 Mengenai
Hygiene dalam Perniagaan dan Kantor-Kantor)
- PP No. 7/1973 (Pengawasan Atas Peredaran, Ppenyimpanan dan Penggunaan Pestisida)
- Permenaker No. 03/Men/1985 (K3 Pemakaian Asbes)
- Permenaker No. 03/Men/1986 (Syarat-Syarat K3 di Tempat Kerja yang Mengelola Pestisida)
- Kepmenaker No. 187/1999 (Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya)
- SE Menakertrans No.SE. 140/2004 (Pemenuhan Kewajiban Syarat-Syarat K3 di Industri Kimia
dengan Potensi Bahaya Besar)
- Keputusan Dirjen Binwasnaker No.113/DJPPK/IX/2008 (Pedoman dan Pembinaan Teknik
Petugas K3 Ruang Terbatas)
- SK Dirjen Binwasnaker 45/DJPPK/IX/2008 (Pedoman K3 dalam Pekerja pada Ketinggian
dengan Menggunakan Akses Tali)
- Permenakertrans No. 13/MEN/X/2011 (Nilai Ambang Batas (NAB) Faktor Fisika & Faktor
Kimia di Tempat Kerja)
- SE Menakertrans No. SE. 1/2012 (Pemenuhan Kewajiban Syarat-Syarat Keselamatan
Kewajiban Syarat-Sayarat K3 di Ruang Terbatas/Confined Space)
- Keputusan Dirjen PPK 84/PPK/X/2012 (Tatacara Penyusunan Penggunaan Dokumen
Pengendalian Potensi Bahaya Besar dan Menengah)
- Kep Dirjen PPK No.64/PPK/XI/2013 (Pedoman Pembinaan K3 Pekerja Penyelam dalam Air)
- Permenaker No. 9/2016 (K3 dalam Pekerjaan Ketinggian)
- Permenaker No. 5 Tahun 2018 (K3 Lingkungan Kerja).
5. Dalam rangka pembinaan kepada tenaga kerja, didalam Undang- 11. Keputusan penunjukan Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Undang Nomor 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja ialah satu dicabut apabila:
kewajiban pengurus antara lain: a. Tidak memenuhi peraturan perundang-undangan K3.
a. Melakukan audit K3. b. Melakukan kesalahan dan kecerobohan sehingga
b. Mengadakan pemantauan lingkungan. menimbulkan keadaan berbahaya.
c. Menunjukan dan menjelaskan kondisi dan bahaya yang dapat c. Dengan sengaja atau karena kekhilafannya menyebabkan
timbul ditempat kerja kepada tenaga kerja baru. terbukanya rahasia perusahaan/instansi yang karena
d. Mengadakan penyuluhan kepada masyarakat sekitar mengenai jabatannya wajib untuk dirahasiakan.
kemungkinan bahaya yang dapat timbul d. Semua jawaban benar.
6. Yang menjadi batasan pengertian kecelakaan kerja adalah suatu 12. Yang bukan merupakan kewajiban Ahli K3 menurut peraturan
kejadian yang mengakibatkan: perundangan-undangan adalah:
a. Adanya korban luka-luka dan atau meninggal dunia. a. Memberikan gaji karyawan.
b. Adanya kerusakan peralatan produksi. b. Memberikan laporan kepada Menteri Tenaga Kerja atau
c. Lingkungan tercemar. pejabat yang ditunjuk mengenai hasil pelaksanaan tugasnya.
d. Terganggunya proses pekerjaan/produksi walaupun tidak terjadi c. Memintai keterangan atau informasi mengenai pelaksanaan
korban yang cidera maupun kerusakan peralatan syarat-syarat K3 di tempat kerja.
d. Membuat surat teguran terhadap pelanggaran ketentuan
7. Yang dapat menjadikan kecelakaan kerja adalah: perundangan-undangan K3 di tempat kerja.
a. Perbuatan manusia yang tidak aman.
b. Kondisi yang tidak aman. 13. Audit SMK3 eksternal, dilaksanakan sekurang-kurangnya:
c. Hanya jawaban b yang benar. a. Satu kali setahun.
d. Jawaban a dan b benar. b. Satu kali dalam 2 (dua) tahun.
c. Satu kali dalam 4 (empat) tahun.
d. Satu kali dalam 3 (tiga) tahun.
14. Sebagai dasar hokum penunjukan Ahli Keselamatan dan Kesehatan a. Nilai Ambang Batas.
Kerja adalah: b. Nilai Ambang Kualitas (NAK).
a. Permenaker No. Per-04/Men/1987 c. Nilai Baku Mutu Lingkungan.
b. Permenaker No. Per-02/Men/1992 d. Semua Jawaban benar.
c. Permenaker No. Per-02/Men/1988
d. Permenaker No. Per-01/Men/1988 23. Pada pasal 86 Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 ayat (1)
menyatakan ; setiap pekerja/buruh mempunyai hak untuk
15. Sesuai dengan peraturan perundang-undangan Ahli K3 berwenang memperoleh perlindungan atas, kecuali:
untuk, antara lain: a. Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
a. Melakukan audit external SMK3. b. Penghidupan yang layak.
b. Mengadakan analisa kecelakaan kerja dimanapun. c. Moral dan kesusilaan.
c. Memasuki tempat kerja sesuai dengan keputusan penunjukan. d. Perlakuan yang sesuai dengan hasrat dan martabat manusia
d. Semua jawaban benar. serta nilai-nilai agama.
16. Peraturan yang mengatur SMK3 adalah: 24. Dalam pelaksanaan K3 di tempat kerja, upaya pengendalian
a. Peraturan Pemerintah No.50/2012 resiko dilakukan dengan uruan sebagai berikut:
b. Permenaker No. Per-05/Men/1995 a. Identifikasi, monitoring, pengendalian.
c. Permenaker No. Per-04/Men/1997 b. Monitoring, evaluasi, pengendalian.
d. Permenaker No. Per-02/Men/1992 c. Identifikasi, evaluasi, pengen Dalian, monitoring.
d. Identifikasi, monitoring, evaluasi dan pengendalian.
17. Pengawasan K3 yang bersifat preventif dan represif mliputi:
a. Perencanaan. 25. Badan atau lembaga di tingkat perusahaan yang bertugas
b. Parencanaan dan modifikasi. memberi pertimbangan dan dapat membantu pelaksanaan usaha
c. Prencanaan, pembuatan dan pemakaian. pencegahan kecelakaan serta dapat memberikan penerangan
d. Pemakaian dan peredaran. yang efektif kpada par pekerja adalah:
a. Panitia Pembna Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3)
18. Setiap instalasi dan pesawat yang digunakan ditempat kerja harus b. Forum bipartite
memiliiki izin pemakaian, hal tersebut bertujuan: c. Forum tripartite
a. Agar efektif, efesien dan aman dalam pemakaiannya. d. Forum komunikasi serikat pekerja perusahaan
b. Semua jawaban benar.
c. Memenuhi peraturan perundangan. 26. Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. Kep.187/Men/1999
d. Memperpanjang umur pesawat. mengatur tentang:
a. Bahan kimia berbahaya.
19. Audit SMK3 bertujuan untuk: b. Bahan kimia berbahaya di tempat kerja.
a. Memiliki administrasi K3. c. Pengendalian bahan kimia berbahaya di tempat kerja.
b. Mengetahui pelaksanaan K3 di perusahaan besar dan beresiko d. Semua jawaban salah.
tinggi.
c. Membukti pelaksanaan K3 sesuai peraturan perundangan K3. 27. Penerapan SMK3 di tempat kerja bersifat:
d. Membuktikan kesesuaian penerapan sistem manajemen K3. a. Wajib bagi tenaga kerja.
b. Wajib bagi setiap perusahaan.
20. Audit SMK3 dapat dilakukan oleh: c. Suka rela bagi perusahaan yang berorientasi ekspor.
a. Auditor internal. d. Wajib bagi perusahaan besar dan beresiko bahaya tinggi.
b. Jawaban a dan d benar
c. Anggota P2K3. 28. Dokter yang bertanggung jawab terhadap Pelayanan Kesehatan
d. Auditor eksternal. Kerja di perusahaan (dokter perusahaan) wajib mendapatkan
pelatihan Hyperkes. Hal ini tersebut diatur dalam:
21. Sesuai dengan Permenaker No. Per.04/Men/1987pengusaha atau a. Permenaker No. Per-02/Men/1992
pengurus wajib membentuk P2K3 di: b. Permenaker No. Per-03/Men/1982
a. Setiap perusahaan. c. Permenaker No. Per-05/Men/1985
b. Kantor pusat suatu grup perusahaan. d. Permenaker No. Per-01/Men/1976
c. Setiap tempat kerja yang mempekerjakan 100 orang atau lebih.
d. Setiap unit kerja di perusahaan besar. 29. Salah satu bentuk pengendalian bahan kimia berbahaya sesuai
Kepmenakertrans No. Kep.187/Men/1999 adalah:
22. Standar faktor-faktor lingkungan kerja yang dianjurkan tempat kerja a. Penetapan Nilai Ambang Kuantitas.
agar tenaga kerja masih dapat mnerimanya tanpa mengakibatkan b. Penyediaan Lembar Data Keselamatan Bahaya dan Label.
penyakit atau gangguan kesehatan, dalam pekerjaan sehari-hari c. Penetapan Kategori Potensi Bahaya Perusahaan.
untuk waktu tidak mlebihi 8 jam sehari atau 40 jam seminggu, sering d. Penetapan Nilai Ambang Batas.
disebut sebagai:
30. Tugas dan kewajiban Ahli K3 Kimia antara lain: 37. Penerapan norma-norma ergonomik di tempat kerja meliputi
a. Merahasiakan segala keterangan yang berkaitan dengan norma- norma:
rahasia perusahaan atau instansi yang diddapat karena a. Pembebanan kerja fisik, sikap tubuh dalam bekerja,
jabatannya. mengangkut dan mengangkat.
b. Memberikan laporan kepada menteri atau pejabat yang b. Pemberian gizi kerja.
ditunjuk mengenai hasil pelaksanaan tugasnya. c. Pemberian alat pelindung diri.
c. Jawaban a dan b salah. d. Jawaban a, b dan c benar.
d. Jawaban a dan b benar.
38. Untuk menjamin kemampuan fisik dan kesehatan kerja yang
31. Jalan terakhir untuk menghindari keracunan akibat polusi udara sebaik- baiknya perlu diadakan pemeriksaan tenaga kerja yang
ruangan kerja adalah: terarah. Pemeriksaan tersebut meliputi:
a. Mengeluarkan udara kotor dalam ruangan. a. Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja, pemeriksaan
b. Mengganti bahan tersebut dengan bahan yang lebih baik. kesehatan awal dan pemeriksaan khusus.
c. Memasang ventilasi lebih banyak. b. Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja dan pemeriksaan
d. Memakai respirator. khusus.
c. Pemeriksaan sebelum kerja, pemeriksaan kesehatan berkala
32. Pengaruh bahan kimia berbahaya terhadap kesehatan dan pemeriksaan kerja khusus.
tergantung kepada konsentrasi dan lamanya paparan terjadi, d. Semua jawaban benar.
pengaruh tersebut dapat menyebabkan hal sebagai berikut,
kecuali: 39. Faktor-faktor lingkungan kerja yang dapat menyebabkan
a. Menyebabkan iritasi, korosif, sulit bernafas, menimbulkan kecelakaan atau penyakit akibat kerja adalah:
alergi, keracunan sistematik. a. Faktor fisiologis
b. Menyebabkan kanker, kerusakan/kelainan janin. b. Semua jawaban benar
c. Menyebabkan kebakaran dan peledakan. c. Faktor psikologi
d. Pneumoconiosis dan menyebabkan efek bius. d. Faktor kimia
33. Yang termasuk kategori bahan berbahaya adalah jenis bahan 40. Setiap perusahaan catering yang mengelola makanan pada
yang mempunyai sifat antara lain: perusahaan, sesuai Surat Edaran Dirjen Binawas SE
a. Oksidator, mudah meledak, mudah menyala atau terbakar. No.86/BW/1989 harus terlebih dahulu mendapatkan:
b. Memancarkan radiasi. a. Surat Keputusan Penunjukan dari Dirjen Binawas.
c. Semua jawaban benar. b. Surat Izin Catering di tempat kerja.
d. Korosif, iritasi karsinogenik. c. Jawaban a, b dan d benar.
d. Rekomendasi dari Disnaker setempat.
34. Pengendalian bahan kimia berbahaya di tempat kerja merupakan
suatu usaha untuk mencegah kecelakaan dan penyakit akibat 41. Beban kerja fisik yang diberikan kepada tenaga kerja tidak boleh
kerja. Dasar hukumnya adalah: melebihi:
a. Kepmenaker No. Kep-187/Men/1999 a. 10-15% dari kemampuan kerja maksimum.
b. Permenaker No. Per-03/Men/1986 b. 25-30% dari kemampuan kerja maksimum.
c. Kepmenaker No. Kep-51/Men/1999 c. 30-50% dari kemampuan kerja maksimum.
d. SE No. 01 tahun 1999 d. 30-40% dari kemampuan kerja maksimum.
35. Bahan kimia dalam bentuk tunggal atau campuran yang 42. Kewajiban pengusaha atau pengurus instalasi bahaya besar
berdasarkan sifat kimia, fisika, atau toksikologi berbahaya sesuai Kepmenakertrans Nomor: Kep.187/Men/1999 adalah
terhadap tenaga kerja, instalasi dan lingkungan, kecuali: sebagai berikut, kecuali:
a. Bahan beracun, bahan beraktif. a. Mempekerjakan Ahli K3 kimia
b. Cairan mudah larut. b. Pengujian instalasi sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun sekali.
c. Bahan mudah meledak, bahan oksidator. c. Membuat dokumen pngendalian instalasi bahaya besar.
d. Cairan mudah terbakar, gas mudah terbakar d. Pembuatan dokumen job safety.
36. Permenaker No.Per-03/Men/1982 mengatur tentang pelayanan 43. Pemeriksaan kesehatan tenaga kerja secara awal, berkala dan
kesehatan kerja. Tujuan dari pelayanan kesehatan kerja: khusus merupakan kewajiban dari pada pengusaha terhadap
a. Jawaban b dan c benar. tenaga kerjanya. Peraturan yang mengaturnya adalah:
b. Memberikan bantuan kepada tenaga kerja dalam a. Permenaker No.Per-03/Men/1982
penyesuaian diri baik fisik, mental terutama dalam b. Permenaker No.Per-02/Men/1980
penyesuaian pekerjaan dengan tenaga kerja. c. Permenaker No.Per-51/Men/1997
c. Memberikan pengobatan dan perawatan serta rehabilitasi d. Permenaker No.Per-04/Men/1998
bagi tenaga kerja yang menderita sakit.
d. Jawaban b dan c salah.
44. Penyesuaian pekerjaan, sikap dan peralatan disebut: 51. Yang dimaksud dengan ketel uap adalah:
a. Ilmu biologi a. Pesawat yang menghasilkan uap yang dipergunakan diluar
b. Ilmu fisika pesawatnya.
c. Ilmu ergonomi b. Pesawat yang menghasilkan uap yang dipergunakan diluar
d. Ilmu psikomotorik pesawatnya dan harus ada disetiap perusahaan.
c. Pesawat yang menghasilkan uap yang dipergunakan diluar
45. Penerangan/pencahayaan yang cukup dalam suatu ruangan pesawatnya dan harus ada disetiap perusahaan.
tempat kerja, dapat memberikan: d. Jawban a, b dan c benar.
a. Keletihan mata yang cepat.
b. Kenyamanan bekerja. 52. Sesuai Permenaker No. Per.05/Men/1985 setiap pesawat dan
c. Produktivitas kerja rendah. angkut wajib dilakukan pengujian setelah pegujian pertama.
d. Absensi menurun. Pengujian tersebut selambat-lambatnya :
a. 4 (empat) tahun setelah pengujian pertama.
46. Manfaat penilaian lingkungan kerja: b. 2 (dua) tahun setelah pengujian pertama.
a. Sebagai dasar untuk menentukan dana perbaikan dan c. 1 (satu) tahun setelah pengujian pertama.
rencana selanjutnya. d. 3 (tiga) tahun setelah pengujian pertama.
b. Sebagai dasar untuk menyatakan kondisi lingkungan kerja
membahayakan atau tidak. 53. Yang bukan merupakan tujuan pemeriksaan visual pada setiap
c. Sebagai dasar untuk menentukan tingkat kecelakaan terjadi. pesawat uap baru yaitu untuk mengetahui:
d. Tenaga kerja mendapat informasi kondisi lingkungan. a. Kondisi seluruh alat perlengkapan pengamannya.
b. Kapasistas produksi uap kering yang dapat digunakan
47. Nilai Ambang Batas (NAB) kebisingan untuk pemajanan 8 jam per sesungguhya.
hari, sesuai Permenakertrans No.Per 13/Men/2011 adalah: c. Kondisi seluruh bagian konstruksi dan seluruh alat
a. 85 dBA perlengkapan pengamanannya.
b. 90 dBA d. Kondisi sisi luar dan seluruh alat perlengkapan
c. 80 dBA pengamanannya.
d. 95dBA
54. Yang tidak termasuk bejana tekan berdasarkan Permenaker No.
48. Penyakit akibat kerja merupakan penyakit yang disebabkan oleh Per.01/Men/1982 adalah:
pekerjaan dan lingkungan kerja. Untuk menghindari kejadian a. Botol-botol baja yang mempunyai volume air paling rendah 60
tersebut perlu dilakukan usaha-usaha preventif yang berupa liter.
jaminan pelayanan kesehatan yang merupakan salah satu dari 4 b. Botol-botol baja yang mempunyai volume air paling tinggi 60
(empat) program Jamsostek. Peraturan yang mengatur hak tersebut liter.
adalah: c. Bejana transport yang mempunyai volume air lebih dari 60
a. Permenaker No.Per-03/Men/1982 liter.
b. Undang-undang No. 1 tahun 1970 d. Bejana penyimpanan gas atau campuran dalam keadaan
c. Undnag-undang No. 3 tahun 1992 padat dikempa menjadi cair terlarut atau beku.
d. Permenaker No.Per-03/Men/1985
55. Peledakan pada ketel uap dapat tejadi karena:
49. Kesehatan tenaga kerja merupakan dasar dari tenaga kerja untuk a. Tinggi air didalam ketel uap dibawah batas aman.
meningkatkan produktivitas dan lingkungan kerja yang aman dan b. Tidak memilliki thermometer.
nyaman. Upaya tersebut meliputi tindakan preventif dengan jalan c. Jawaban a dan b benar.
pelaksanaan pelayanan kesehatan kerja di perusahaan. Hal tersebut d. Peledakan hanya dapat tejadi bila tingkap pengaman tidak
diatas diatur dalam: bekerja.
a. SE Menaker No.02/1986
b. Permenaker No.Per-03/Men/1986 56. Pengertian dari pesawat angkat dan angkut adalah suatu pesawat
c. Permenaker No.Per-03/Men/1982 atau alat yang digunakan untuk:
d. Permenaker No.Per-02/Men/1980 a. Memindahkan muatan pada jarak tertentu.
b. Memindahkan, mengangkut muatan vertical dan horizontal.
50. Ruang lingkup Permenaker No. Per.05/Men/1985 meliputi: c. Memindahakan, mengangkut muatan vertical dan horizontal
a. Pesawat tenaga dan produksi. dalam jarak yang ditentukan.
b. Peralatan angkat, pita transport, pesawat angkutan diatas d. Semua jawaban benar.
landasan dan diatas permukaan, alat angkutan jalan rel.
c. Pesawat lift.
d. Semua jawaban benar.
57. Berdasarkan Peraturan Menteri Perburuhan NO. 07 tahun 1964 64. Dalam melayani pesawat tenaga dan produksi yang sedang
tentang syarat-syarat kesehatan, kebersihan serta penerangan beroperasi, seorang operator dapat:
dalam tempat kerja, maka dalam suatu tempat kerja dengan a. Dilarang meninggalkan tempat kerja.
tenaga kerja sejmlah 60 orang, jumlah kakus/W minimal yang b. Mewakilan kepada orang lain.
harus disediakan: c. Meninggalkan tempat kerjanya untuk keperluan penting.
a. 1 d. Jawban a, b dan c benar.
b. 4
c. 3 65. Berdasarkan Permenaker No. Per-05/Men/1985 setiap pesawat
d. 2 angkat dan angkut harus uji terlebih dahulu antara lain dengan
pengujian beban lebih sebesar:
58. Pemeriksaan berkala pada bejana uap dilakukan setiap: a. 110% dari jumlah beban maksimum.
a. Selambat-lambatnya setiap 3 (tiga) tahun sekali. b. 125% dari jumlah beban maksimum.
b. Selambat-lambatnya setiap 4 (empat) tahun sekali c. 120% dari jumlah beban maksimum.
c. Selambat-lambatnya setiap 2 (dua) tahun sekali. d. 135% dari jumlah beban maksimum.
d. Selambat-lambatnya setiap 1 (satu) tahun sekali
66. Pengujian unit pesawat tenaga dan produksi dilakukan selambat-
59. Pemeriksaan bahan pada pesawat uap dapat dilakukan apabila telah lambatnya:
berumur: a. 2 (dua) tahun sekali.
a. 25 tahun. b. 3 (tiga) tahun sekali.
b. 35 tahun. c. 10 (sepuluh) tahun sekali.
c. 30 tahun. d. 5 (lima) tahun sekali.
d. 40 tahun.
67. Pernyataan yang benar sesuai dengan peraturan yang berlaku
60. Ketel uap yang mengalami temperature berebihan (overheating) mengenai setiap pesawat angkat dan angkut yang akan dibuat
adalah disebabkan oleh: dan dipasang:
a. Tingkat pengaman tidak bekerja. a. Pembuat dan pemasang tidak perlu mendapat pengesahan.
b. Kapasitas pembakaran terlalu besar. b. Jawaban a, c dan d benar.
c. Tinggi air didalam ketel uap dibawah batas aman. c. Pemilik/pemakai dapat menentukan persyaratan.
d. Smua jawaban benar. d. Pembuat dan pemasang harus mendapat pengesahan.
61. Akte izin Pemakaian Pesawat Uap diberikan kepada pemakai 68. Kekurangan air didalam ketel uap pada saat sedang dioperasikan
bilamana: tidak dapat mengakibatkan:
a. Semua jawaban benar. a. Terjadinya kenaikan temperature air.
b. Hasil pemeriksaan dan pengujian alat-alat perlengkapan b. Terjadinya kenaikan tekanan kerja.
pengamanan dan alat-alat pembakaran memenuhi syarat. c. Semua jawaban salah.
c. Hasil pemeriksaan dan pengujian pesawat uap dan alat-alat d. Terjadinya overheating dan peledakan.
perlengkapan otomatisnya memenuhi syarat.
d. Hasil pemeriksaan dan pengujian pesawat uap dan alat-alat 69. Pesawat Uap dan Bejana Tekan, baru dapat dibuat apabila:
perlengkapan pengamanannya memenuhi syarat. a. Mempunyai gambaran rencana.
b. Jawaban a, c dan d telah terpenuhi.
62. Kapan suatu pesawat uap harus dilakukan pemeriksaan secara c. Mempunyai perhitungan kekuatan konstruksi.
khusus (secara keseluruhan): d. Telah mempunyai pengesahan gambar rencana.
a. Sesudah berumur 50 tahun.
b. Sesudah terjadi kecelakaan. 70. Tingkat pengamanan pada pesawat uap dan bejana tekan
c. Sesudah dilakukan pemeriksaan bahan (PB) sebanyak 3 (tiga) berfungsi untuk:
kali. a. Menahan tekanan.
d. Sebelum pemeiksaan bahan (PB) sebanyak 3 (tiga) kali. b. Untuk mengatur tekanan.
c. Membuang air berlebih.
63. Pemeriksaan berkala pada ketel uap darat berpindah dilakukan d. Membuat tekanan secara otomatis apabila terjadi tekanan
setiap: lebih.
a. Selambat-lambatnya setiap 1 (satu) tahun sekali.
b. Selambat-lambatnya setiap 3 (tiga) tahun sekali. 71. Cara mengambil/memotong pelat badan pesawat uap yang akan
c. Selambat-lambatnya setiap 2 (dua) tahun sekali. diuji dengan cara:
d. Selambat-lambatnya setiap 4 (empat) tahun sekali. a. Digergaji.
b. Dipotong dengan alat potong las listrik.
c. Dipotong dengan brander las.
d. Dibor.
72. Pengawasan K3 bidang mekanik yang bersifat prevent meliputi:
a. Perencanaan, pembuatan, prosedur pemakaian dan perawatan. 80. Penggunaan lift yang salah yaitu:
b. Perencanaan dan pemakaian. a. Kapasitas angkut harus sesuai dengan izin lift.
c. Perencanaan, reparasi da modifikasi. b. Kapasitas angkut lift dicantumkan dan dipasang dalam kereta
d. Jawaban a, b dan c salah. lift.
c. Kapasitas angkut lift tidak dicantumkan dan dipasang didalam
73. Pesawat angkut diatas landasan dan diatas permukaan adalah: kereta lift.
a. Dongkrak, pneumatic, gondola, keran tower dan takel. d. Penetapan jumlah orang yang diangkut berdasarkan SNI yang
b. Escalator, rantai berjalan dan ban berjalan. berlaku.
c. Truk, trakto, kereta gantung, truk derek dan forklift.
d. Semua jawaban benar. 81. Surat Izin Operasi pemakaian lift berlaku selama:
a. 2 (dua) tahun dan dapat diperbaharui kembali.
74. Beberapa dasar hukum yang terkait dengan K3 Mekanik seperti b. 3 (tiga) tahun dan dapat diperbaharui kembali.
tertera dibawah ini kecuali: c. 5 (lima) tahun dan dapat diperbaharui kembali.
a. Permenaker No. Per-04/Men/1985. d. Semua jawaban salah.
b. Permenaker No. Per-05/Men/1985.
c. Permenaker No. Per-04/Men/1987. 82. Potensi bahaya pada instalasi listrik diantaranya:
d. Permenakertrans No. Per-09/Men/VII/1985 a. Peledakan.
b. Beban lebih (overload).
75. Berdasarkan Surat Edaran Menaker No.SE.06/Men/1990 tentang c. Panas (thermal).
Perwarnaan Botol Baja/Tabung gas betekanan antara lain sebagai d. Kebakaran.
beikut kecuali:
a. Kelompok gas beracun berwarna kuning tua. 83. Penanggulangan K3 Listrik dan Kebakaran dilaksanakan dengan
b. Kelompok gas yang menyengat warna kuning muda. pola preventif, apakah yang dimaksud dengan pola tersebut:
c. Kelompok gas untuk kesehatan warna biru. a. Dilakukan perawatan rutin.
d. Kelompok gas yang dapat menyebabkan tercekik warna abu- b. Dimulai saat pelaksanaan.
abu. c. Dilaksanakan setelah ada kejadian kecelakaan.
d. Dimulai dari saat perencanaan.
76. Dasar hukum pengawasan K3 Konstruksi Bangunan:
a. UU No. 1 tahun 1970. 84. Besarnya nilai tahanan pembumian (grounding) keseluruhan
b. Permenaker No.Per-01/Men/1980. pada instalasi penyalur petir yang diatur dalam Permenaker
c. SKB Menaker dan Menteri PU No. Kep.174/Men/1986 No.Per.02/Men/1989 adalah:
No.104/Kepts/1986 a. Maksimal 0,5 Ω
d. Semua jawaban benar. b. Maksimal 5 Ω.
c. Maksimal 50 Ω.
77. Tahapan pelaksanaan konstruksi bangunan terdiri dari: d. Jawaban a, b dan c salah.
a. Rancangan teknis pelaksanaan.
b. Rancangan pasca konstruksi. 85. Instalasi penyalur petir secara umum harus memenuhi
c. Rancangan teknis pelaksanaan dan pasca konstruksi. persyaratan:
d. Semua jawaban salah. a. Kemampuan perlindungan secara tehnis.
b. Ketahanan mekanis.
78. Syarat-syarat keselamatan kerja ditetapkan melalui peraturan c. Semua jawaban benar.
perundangan, salah satunya persyaratan untuk mencegah terkena d. Ketahanan terhadap korosi.
aliran listrik yang berbahaya. Hal tersebut tertuang dalam:
a. UU No.1 Tahun 1970 pasal 3 ayat (1) huruf q. 86. Alat untuk mengatur tahanan isolasi kabel listrik adalah:
b. UU No.1 Tahun 1970 pasal 3 ayat (1) huruf a. a. Insulation Resistan tester.
c. Kepmenakertrans No.Kep.75/Men/2002. b. Multi tester.
d. Semua jawaban salah. c. Ohm meter.
d. Volt meter
79. Instalasi penyalur petir diatur berdasarkan:
a. Permenaker No.Per.30/Men/2015 perubahan atas 87. Instalasi proteksi petir internal misalnya dengan memasang
Permenaker No.Per.04/Men/1987. arrester pada instalasi listrik untuk memotor arus petir dan
b. Permenaker No.Per.31/Men/2015 perubahan atas menyamakan tegangan diatur dalam peraturan:
Permenaker No.Per.02/Men/1989. a. Permenaker No.Per.02/Men/1989.
c. Permenaker No.Per.32/Men/2015 perubahan atas b. Permenaker No. 12 tahun 2015 SNI 0225-2011 PUIL 2011
Permenaker No.Per.04/Men/1985. c. Kepmenaker No.Kep.75/2002.
d. Permenaker No.Per.31/Men/2015 perubahan atas d. Jawaban a, b dan d salah.
Permenaker No.Per.01/Men/1987.
88. Apa yang dimaksud dengan bahaya sentuh langsung?
a. Sentuh pada bagian konduktif yang dalam keadaan kerja normal 95. Pengurus atau pengusaha wajib mencegah, mengurangi dan
umumya bertegangan dan atau dialiri arus. memadamkan kebakaran serta melakukan latihan
b. Sentuh pada bagian kondukif terbuka perlengkapan atau penanggulangan kebakaran di tempat kerja. Hal ini diatur
instalasi listrik yang menjadi bertegangan akibat kegagalan berdasarkan:
kegagalan isolasi. a. Kepmenaker No.Kep-187/Men/1999.
c. Sentuh pada bagian yang tidak konduktif dari perlengkapan b. Kepmenaker No.Kep-186/Men/1999.
atau instalasi listrik. c. Kepmenaker No.Kep-75/Men/2002.
d. Semua jawaban a, b dan c benar. d. Kepmenaker No.Kep-51/Men/1999.
89. Setiap jenis penyalur petir harus dilengkapi dengan embumian 96. Pengujian kualitas alat pemadam api ringan (APAR) antara lain
sekurang-kurangnya: berupa:
a. 4 (empat) buah. a. Kondisi tabung APAR nya saja.
b. 3 (tiga) buah. b. Cara penempatan dan peralatannya.
c. 2 (dua) buah. c. Kondisi tabung APAR dan kualitas bahan pemadamnya.
d. 5 (lima) buah. d. Cara penggunaan dengan benar.
90. Keselamatan dan Kesehatan Kerja Listrik di tempat kerja diatur 97. Yang termasuk system proteksi kebakaran pasif antara lain:
dalam: a. Sarana Evakuasi.
a. Permenaker No.15 tahun 2012 b. Kualitas bahan bangunan.
b. Kepmenakertrans No.Kep.75/Men/2002 c. Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
c. Permenaker No.12 tahun 2015 d. Jawban a, b dan c benar.
d. Kepmenakertrans No.Kep75/Men/2000
98. Nilai ambang batas faktor fisika untuk getaran pada lengan dan
91. Lantai kerja yang aman adalah lantai kerja yang memiliki resistansi tangan adalah:
isolasi sekurang-kurangnya sebesar: a. 2 m/det2
a. 20 kΩ. b. 5 m/det2
b. 10 kΩ. c. 3 m/det2
c. 50 kΩ. d. 4 m/det2
d. 70 kΩ.
99. Dalam kejadian kebakaran didalam gedung dapat terjadi
92. Kegagalan isolasi dari suatu instalasi listrik harus dicegah terutama peristiwa yang disebut back draft. Back draft dapat terjadi
dengan cara: apabila:
a. Perlengkapan listrik harus dirancang dan dibuat dengan baik. a. Kebakaran didalam ruang tertutup dengan oksigen yang
b. Bagian aktif harus diisolasi dengan bahan yang tepat. cukup dan terdapat bahan yang mudah meledak.
c. Instalasi listrik harus dipasang dengan baik. b. Kebakaran dalam ruang tertutup kehabisan oksigen, bila ada
d. Semua jawaban benar. kesempatan udara masuk akan terjadi ledakan.
c. Jawaban a dan d benar.
93. Pemasangan instalasi listrik di Indonesia pada saat ini dapat d. Jawaban a dan d salah.
berpedoman kepada:
a. Standar Nasional Indonesia. 100. Terdapat 3 (tiga) jenis pompa hidran/springkler yaitu:
b. Semua benar. a. Pompa listrik, pompa diesel, pompa air.
c. Standar Internasional. b. Pompa listrik, pompa diesel, pompa jockey.
d. Standar nasional negara lain yang ditentukan pengawas c. Pompa utama, pompa jockey dan pompa cadangan.
ketenagakerjaan spesialis K3 listrik. d. Jawaban a, b dan c benar
1. Sebutkan tugas, kewajiban dan wewenang Ahli K3 Umum berdasarkan landasan hukumnya!
Landasan hukum: Permennaker No. 02 Tahun 1992
- Tugas AK3 Umum:
Membantu pimpinan perusahaan atau pengurus menyelenggarakan dan meningkatkan usaha
keselamatan kerja, hygiene perusahaan dan kesehatan kerja, membantu pengawasan ditaatinya
ketentuan-ketentuan perundang-udangan bidang K3
- Kewajiban AK3 Umum:
a. Membantu mengawasi pelaksanaan peraturan perundangan K3 sesuai dengan bidang yang
ditentukan dalam keputusan penunjukannya
b. Memberikan laporan kepada menteri tenaga kerja atau pejabat yang ditunjuk mengenai hasil
pelaksanaan tugas dengan ketentuan sebagai berikut:
1) Untuk AK3 di tempat kerja satu kab dalam 3 bulan kecuali ditentukan lain
2) Untuk AK3 di perusahaan yang memberikan jasa dibidang K3 setiap saat setelah selesai
melaksanakan kegiatannnya
3) Merahasiakan segala keterangan tentang rahasia perusahaan /instansi yang didapat
berhubungan jabatannya
- Wewenang AK3 Umum:
a. Memasuki tempat kerja sesuai keputusan penunjukan
b. Meminta keterangan dan/atau informasi mengenai pelaksanaan syarat-syarat K3 ditempat kerja
dengan keputusan penunjukannya
c. Memonitor, memeriksa, menguji, menganalisa, mengevaluasi dan memberikan persyaratan serta
pembinaan K3 yang meliputi:
1) Keadaan dan fasilitas tenaga kerja
2) Keadaan mesin-mesin, pesawat, alat-alat kerja, instalasi serta peralatan lainnya
3) Penanganan bahan-bahan
4) Proses produksi
5) Sifat pekerjaan
6) Lingkungan kerja
2. Sebutkan hak dan kewajiban tenaga kerja sebagaimana diatur dalam Undang-undang No. 01 Tahun 1970!
Menurut Pasal 12, UU No. 01 Tahun 1970 tetnatng Keselamatan Kerja, Hak dan Kewajiban tenaga kerja
yaitu:
a. Memberikan keterangan yang benar bila diminta oleh pegawai pengawas dan atau keselamatan kerja
b. Memakai alat perlindungan diri yang diwajibkan
c. Memenuhi dan mentaati semua syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan
d. Meminta pada Pengurus agar dilaksanakan semua syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang
diwajibkan
e. Menyatakan keberatan kerja pada pekerjaan dimana syarat kesehatan dan keselamatan kerja serta alat-
alat perlindungan diri yang diwajibkan diragukan olehnya kecuali dalam hal-hal khususditentukan lain
oleh pegawai pengawas dalam batas-batas yang masih dapat dipertanggung jawabkan.
5. Sebutkan fungsi dan tugas P2K3 dan sebutkan landasan hokum pembentukan P2K3!
Landasan hukum : Permennaker No. 04/MEN/1987 tentang P2K3 dan tata cara penunjukkan P2K3.
Fungsi P2K3
a. Menghimpun dan mengolah data tentang K3 di tempat kerja
b. Membantu menunjukan dan menjelaskan kepada setiap tenaga kerja:
- Berbagai faktor bahaya di tempat kerja yang dapat menimbulkan gangguan K3 termasuk bahaya
kebakaran dan peledakan serta cara penanggulangannya
- Faktor yang dapat mempengaruhi efisiensi dan produktifitas kerja
- APD bagi tenaga kerja yang bersangkutan
- Cara dan sikap yang benar dan aman dalam melaksanakan pekerjaannya
c. Membantu pengusaha atau pengurus dalam:
- Mengevaluasi cara kerja, proses dan lingkungan kerja
- Menentukan tindakan koreksi dengan alternatif terbaik
- Mengevaluasi penyebab timbulnya kecelakaan, PAK serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan
- Mengembangkan penyuluhan dan penelitian dibidang keselamatan kerja, hygiene perusahaan,
kesehatan kerja dan ergonomic
- Melaksanakan pemantauan terhadap gizi kerja dan menyelenggarakan makanan di perusahaan
- Memeriksa kelengkapan peralatan keselamatan kerja
- Mengembangkan pelayanan kesehatan tenaga kerja
- Mengembangkan laboratorium K3, melakukan pemeriksaan laboratorium dan melaksanakan
intepretasi hasil pemeriksaan
- Menyelenggarakan administrasi keselamatan kerja, hygiene perusahaan dan kesehatan kerja
d. Membantu pimpinan perusahaan menyusun kebijaksanaan manajemen dan pedoman kerja dalam
rangka upaya meningkatkan keselamatan kerja, hygiene perusahaan, kesehatan kerja, ergonomi dan gizi
kerja.
7. Bagaimana cara penyelenggaraan pelayanan kesehatan kerja sesuai dengan peraturan perundangan?
Landasan Hukum : Permennaker Nomor 03/MEN/1982 tentang Pelayanan Kesehatan Tenaga Kerja
Penyelenggaraan pelayanan kesehatan kerja dapat:
a. Diselenggarakan sendiri oleh pengurus
b. Diselenggarakan oleh pengurus dengan mengadakan ikatan dengan dokter atau pelayanan kesehatan
c. Pengurus dari beberapa perusahaan secara bersama-sama menyelenggarakan suatu pelayanan
kesehatan kerja
8. Sebutkan kewajiban pengusaha dalam mengendalikan bahan kimia berbahaya!
Landasan Hukum : Permennaker No. 187/MEN/1999 tentang Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya
Kewajiban pengusaha atau pengurus:
Pasal 16
(1) Perusahaan yang dikategorikan punya potensi bahaya besar:
a. Mempekerjakan petugas K3 kimia dengan ketentuan apabila dipekerjakan dengan sistem kerja non
shift sekurang-kurangnya dua orang dan apabila dipekerjakan dengan sistem shift sekurang-
kurangnya dipekerjakan 5 orang.
b. Mempekerjakan ahli K3 kimia sekurang-kurangnya 1 orang
c. Membuat dokumen pengendalian potensi bahaya besar
d. Melaporkan setiap perubahan nama bahan kimia dan kuantitas bahan kimia, proses dan modifikasi
instalasi yang digunakan
e. Melakukan pemeriksaan dan pengujian faktor kimia yang ada di tempat kerja sekurang-kurangnya 6
bulan sekali
f. Melakukan pemeriksaan dan pengujian instalasi yang ada di tempat kerja sekurang-kurangnya 2
tahun sekali
g. Melakukan pemeriksaan kesehatan tenaga kerja sekurang-kurangnya 1 tahun sekali.
(2) Pengujian factor kimia dan instalasi sebagaimana dimaksud dilakukan oleh PJK3 atau instansi yang
berwenang.
Pasal 17
(1) Perusahaan yang dikategorikan mempunyai potensi bahaya menengah:
a. Mempunyai petugas K3 kimia dengan ketentuan apabila dipekerjakan dengan sistem kerja non
shift sekurang-kurangnya satu orang dan apabila dipekerjakan dengan sistem shift sekurang-
kurangnya dipekerjakan 3 orang
b. Membuat dokumen pengendalian potensi bahaya menengah
c. Melaporkan setiap perubahan nama bahan kimia dan kuantitas bahan kimia, proses dan
modifikasi instalasi yang digunakan
d. Melakukan pemeriksaan dan pengujian faktor kimia yang ada di tempat kerja sekurang-kurangnya
1 tahun sekali
e. Melakukan pemeriksaan dan pengujian instalasi yang ada di tempat kerja sekurang-kurangnya 3
tahun sekali
f. Melakukan pemeriksaan kesehatan tenaga kerja sekurang-kurangnya 1 tahun sekali.
9. Jelaskan ruang lingkup pengawasan K3 konsruksi bangunan dan sebutkan peraturan perundangannya!
Dasar hukum : Permennaker No. Per-01/MEN/1980 tentang K3 pada konstuksi bangunan
- Ruang lingkup K3 Konstruksi bangunan:
a. Pekerjaan penggalian
b. Pekerjaan pondasi
c. Pekerjaan konstruksi beton
d. Pekerjaan konstruksi baja
e. Pekerjaan pembongkaran
13. Jelaskan norma ruang lingkup pengawasan K3 pesawat uap dan bejana tekan!
Dasar Hukum: Permennaker No. 01/MEN/1982 tentang bejana tekan
- Perencanaan
- Pembuatan, perakitan, pemasangan
- Pengangkutan
- Peredaran/perdagangan
- Pemakaian/penggunaan (harus ada akte ijin)
- Pemeliharaan/perbaikan/reparasi/modifikasi
- Penyimpanan
- Pemusnahan
19. Sebutkan golongan kebakaran dan jenis alat pemadam api ringan!
- Golongan kebakaran
a. Kebakaran bahan padat kecuali logam (Golongan A);
b. Kebakaran bahan cair atau gas yang mudah terbakar (Golongan B);
c. Kebakaran instalasi listrik bertegangan (Golongan C);
d. Kebakaran logam (Golongan D)
- Jenis alat pemadam api ringan terdiri:
a. Jenis cairan (air);
b. Jenis busa;
c. Jenis tepung kering;
d. Jenis gas (hydrocarbon berhalogen dan sebagainya);
20. Apa yang dimaksud dengan confined space dan bekerja pada ketinggian!
- Confined Space atau ruang terbatas, yaitu suatu tempat kerja dengan kriteria:
a. Cukup luas dan memiliki konfigurasi sedemikian rupa sehingga pekerja dapat masuk dan melakukan
pekerjaan di dalamnya;
b. Mempunyai akses keluar masuk yang terbatas.
c. Tidak dirancang untuk tempat kerja secara berkelanjutan atau terus-menerus di dalamnya.
- Bekerja pada ketinggian pekerjaan dengan perbedaan ketinggian di atas permukaan tanah
maupun perairan dengan minimum tinggi 1.5 meter, 1.8 meter atau 2 meter yang memiliki resiko
terjatuh yang mengakibatkan cedera atau fatality.
SOAL STUDI KASUS
Sebagai calon Ahli K3 Umum, bagaimana upaya anda dalam pemenuhan syarat-syarat K3 di perusahaan di
bawah ini terkait:
PT. Tidak Mau Rugi (TMR) merupakan perusahaan bergerak di bidang manufacturing yang beralamat di
Kawasan Industri Karawang, Jawa Barat. Perusahaan didukung 132 orang karyawan, yang terdiri dari 100
wanita dan 32 laki-laki. Sudah terdapat organisasi P2K3 yang diketuai oleh manajer SDM dan sekretarisnya
yang belum pernah mengikuti pelatihan K3. Perusahaan mempunyai klinik yang belum mendapatkan
pengesahan dari DISNAKER setempat, pemeriksaan kesehatan secara berkala sebanyak 50 orang tenaga
kerja telah dilaksanakan oleh dokter spesialis yang belum tersertifikasi HIPERKES. Perusahaan menyimpan
bahan kimia Ethylene oxide dengan kuantitas 75 ton dalam tangki timbun, menggunakan pesawat angkat
angkut berupa 1 (satu) buah over head crane dengan kapasitas 30 ton, 1 (satu) buah mobile crane dengan
kapasitas 15 ton, 2 (dua) buah forklift dengan kapasitas 10 ton; menggunakan 2 (dua) buah boiler yang
terletak dalam satu ruangan, dengan kapasitas masing-masing 15 ton/jam. Perusahaan memakai listrik
untuk penerangan dan mengoprasikan mesin-mesin produksi dengan kapasitas 4 MW. Perusahaan juga
sedang merenovasi gudang dengan menggunakan scaffolding setinggi 8,2 m dengan mempekerjakan 40
orang pekerja bangunan dengan lama waktu pekerjaan 7 bulan. Untuk menanggulangi kebakaran,
perusahaan sudah memiliki 7 petugas peran kebakaran, 1 regu penanggulangan kebakaran, namun belum
memiliki Ahli K3 Spesialis Penanggulangan Kebakaran.
- Selamat Mengerjakan -
SOAL QUIZ
Jawaban :
1. D
2. A
3. B
4. D
5. D
6. A
7. B
8. C
9. C
10. B
SOAL LATIHAN PEMBINAAN AHLIK K3, MATERI BIDANG
PENGAWASAN K3 LISTRIK
2. Satuan tegangan, arus, dan daya nyata dalam kelistrikan sistem AC berturut-turu adalah
:…
a. Henry, Tesla, dan Lux.
b. dB, Farad, dan Ohm.
c. Volt, Ampere, dan Watt.
d. Power, Current, dan Joule.
3. Tegangan rendah yang digunakan pada sistem kelistrikan AC di Indonesia saat ini yang
dipakai sebesar :…
a. 110/190 Volt.
b. 220/380 Volt.
c. 250/430 Volt.
d. 400/690 Volt.
4. Berikut yang merupakan alat yang digunakan untuk membatasi arus beban lebih pada
sistem kelistrikan AC tegangan rendah adalah :...
a. Miniature Circuit Breaker.
b. Watt meter.
c. Sekring.
d. kWH Meter.
5. Berikut yang merupakan alat yang digunakan untuk mengamankan arus hubung singkat
pada sistem kelistrikan AC tegangan rendah adalah :…
a. Fuse.
b. Resistor.
c. Capasitor.
d. Relay.
1
Oleh : Aditia Putra Kurniawan
6. Berikut yang merupakan alat yang dapat mengamankan arus hubung singkat dan arus
beban lebih pada sistem kelistrikan AC tegangan rendah adalah :…
a. MCB.
b. Sekring.
c. Relay.
d. Resistor.
8. Berdasarkan Permenaker nomer 2 tahun 1989, berapakah nilai maksimal nilai tahanan
tanah sistem penyalur petir?
a. 2 ohm.
b. 3 ohm.
c. 4 ohm.
d. 5 ohm.
SOAL ESSAY!
1. Apakah yang dimaksud dengan listrik statis?
2. Jelaskan cara kerja Sekring!
3. Jelaskan cara kerja MCB!
4. Jelaskan cara kerja sistem penyalur petir!
5. Jelaskan cara kerja elevator!
2
Oleh : Aditia Putra Kurniawan
KUNCI JAWABAN SOAL LATIHAN PEMBINAAN AHLIK K3, MATERI
BIDANG PENGAWASAN K3 LISTRIK
SOAL ESSAY!
1. Listrik statis adalah listrik yang hanya diam pada suatu tempat kemudian habis setelah
dikonversikan atau disalurkan. Dengan kata lain tidak berlanjut.
2. Sekring adalah pengaman arus hubung singkat. Ketika terjadi hubung singkat antara
penghantar positif dan negative atau fasa dan netral maka filament yang terdapat didalam
sekring akan merasakan adanya arus yang meningkat sangat besar kemudian filament
tersebut mengalami pemanasan akibat meningkatnya arus kemudian putus. Dengan
putusnya filament maka instalasi listrik telah aman dari arus hubung singkat yang dapat
menyebabkan kebakaran.
3. Terdapat 2 macam gangguan yang dapat diamankan oleh MCB. Pertama adalah
gangguan arus hubung singkat, kedua adalah arus beban lebih. Didalam MCB terdapat
dua komponen penting yaitu bimetal dan relay magnetic. Bimetal digunakan untuk
mengamankan arus beban lebih dan relay magnetic digunakan untuk mengamankan arus
hubung singkat. Ketika terjadi hubung singkat maka dengan waktu singkat arus
meningkat sangat besar, kemudian arus yang sangat besar tersebut mengaktifkan relay
magnetic sehingga tuas digerakkan oleh relay tersebut kemudian listrik padam. Ketika
terjadi arus beban lebih maka dalam waktu yang relative lama mengakibatkan bimetal
bekerja sehingga menggerakkan tuas kemudian listrik padam.
4. Cara kerja sistem penyalur petir adalah menyalurkan arus sambaran petir yang
disebabkan oleh awan yang akan menyambar bangunan tertinggi diatas bumi. Arus petir
disalurkan melalui air terminal kemudian dihubungkan ke bumi melalui penghantar
penurunan. Ketika nilai tahanan tanah sangat kecil maka arus yang mengalir ke bumi
sangat besar dan cepat. Dengan demikian bangunan diatas bumi terlindungi.
3
Oleh : Aditia Putra Kurniawan
5. Penumpang memanggil sangkar elevator dengan menekan tombol. Kemudian sangkar
menghampiri penumpang pada lantai dimana penumpang memanggil sangkar elevator
tersebut. Setelah penumpang memasuki sangkar elevator maka penumpang
mengendalikan elevator dengan cara menekan tombol lantai dimana penumpang akan
naik atau turun. Setelah pintu tertutup, kemudian motor elevator akan mengangkat atau
menurunkan sangkar berdasarkan tombol yang ditekan oleh penumpang. Setelah sangkar
sampai pada lantai yang dituju oleh penumpang, maka motor elevator akan berhenti,
kemudian pintu lift akan membuka. Setelah beberapa saat pintu lift akan tertutup secara
otomatis.
4
Oleh : Aditia Putra Kurniawan
SOAL LATIHAN K3 BKB 7. Yang termasuk kategori bahan berbahaya adalah jenis
bahan yang mempunyai sifat antara lain :
1. Dalam lingkungan kerja, faktor bahaya yang ber- a. Oksidator, mudah meledak, mudah menyala atau
pengaruh terhadap kesehatan tenaga kerja adalah terbakar.
faktor fisik, kimia, fisiologi dan psikologi. Agar b. Memancarkan radiasi.
lingkungan kerja aman dari potensi bahan kimia c. Korosif, iritasi karsinogenik.
yang timbul dan untuk menjaga lingkungan kerja d. Jawaban a, b dan c benar.
tersebut aman dibatasi dengan Nilai Ambang Batas
(NAB). Dasar hukum NAB faktor kimia ditempat 8. Masuknya bahan kimia ke dalam tubuh manusia seba-
kerja diatur pada : gian besar melalui :
a. Kepmenaker No. Kep-51/Men/1999 a. Ingesti
b. Kepmenaker No. Kep-187/Men/1999 b. Pernafasan.
c. SE No. 01 tahun 1997 c. Jawaban a dan b benar.
d. Permenaker No.05 Tahun 2018 d. Jawaban a dan b salah.
2. Standar faktor-faktor lingkungan kerja yang di- 9. Jalan terakhir untuk menghindari keracunan akibat
anjurkan di tempat kerja agar tenaga kerja masih polusi udara ruangan kerja adalah :
dapat menerimanya tanpa mengakibatkan penyakit a. Mengganti bahan tersebut dengan bahan yang
atau gangguan kesehatan, dalam pekerjaan sehari- lebih baik.
hari untuk waktu tidak melebihi 8 jam sehari atau b. Memakai respirator.
40 jam seminggu, sering disebut sebagai : c. Memasang ventilasi lebih banyak.
a. Nilai Ambang Kuantitas (NAK). d. Mengeluarkan udara kotor dalam ruangan.
b. Nilai Ambang Batas.
c. Nilai Baku Mutu Lingkungan. 10. Kewajiban pengusaha atau pengurus yang mempunyai
d. Jawaban a, b dan c benar. instalasi dengan potensi bahaya besar sesuai
Kepmenakertrans No.Kep.187/Men/1999 adalah se-
3. Salah satu bentuk pengendalian bahan kimia ber- bagai berikut, kecuali:
bahaya sesuai Kepmenakertrans No. Kep. a. pembuatan dokumen job safety.
187/Men/1999 adalah : b. pengujian instalasi sekurang-kurangnya 2
a. Penetapan Nilai Ambang Kuantitas. (dua) tahun sekali.
b. Penetapan Katagori Potensi Bahaya Perus- c. membuat dokumen pengendalian instalasi ba-
ahaan. haya besar.
c. Penyediaan Lembar Data Keselamatan d. mempekerjakan Ahli K3 kimia.
Bahan dan Label.
d. Penetapan Nilai Ambang Batas.
1
SOAL LATIHAN K3 LINGKUNGAN KERJA sejumlah 180 orang, jumlah jamban/WC minimal
yang harus disediakan :
1. Nilai Ambang Batas (NAB) Faktor fisika diatur a. 12
dalam Permenaker No.05 Tahun 2018 meliputi an- b. 10
tara lain: c. 6
a. Iklim kerja, kebisingan dan getaran pada d. 8
lengan dan tangan.
b. Iklim kerja, gelombang elektromagnetik dan 9. Faktor psikologi sangat dipengaruhi oleh beberapa
pencahayaan. faktor dibawah ini, terkecuali:
c. Radiasi mengion, getaran dan frekuensi radio. a. Beban kerja
d. Radiasi ultra violet, radiasi nuklir. b. Beban tambahan
c. Kapasitas kerja
2. Faktor-faktor lingkungan kerja yang dapat me- d. Postur tubuh
nyebabkan kecelakaan atau penyakit akibat kerja
adalah : 10. Terdapat beberapa cara/metoda pengendalian
a. Faktor fisiologi kecuali :
b. Faktor psikologi a. Pengendalian rekayasa
c. Faktor kimia b. Pengendalian administrasi
d. Jawaban a, b dan c benar c. Seleksi karyawan
d. Penggunaan APD
3. Pengaliran udara bersih untuk menggantikan udara
kotor dalam lingkungan kerja dapat dilakukan
dengan cara :
a. Ventilasi alamiah
b. Ventilasi mekanik
c. Jawaban a dan b benar
d. Jawaban a dan b salah
2
SOAL LATIHAN BKB
1. Jelaskan kewajiban pengusaha yang mempunyai
potensi bahaya menengah berdasarkan
Kepmenakertrans No.Kep.187/Men/1999!
2. Perusahaan menggunakan acrylonitrile dengan jumlah
25 Ton dan sistem kerja 3 shift. Jelaskan penerapan
K3 bidang BKB!
3. Jelaskan pengertian ruang terbatas yang membutuhkan
ijin masuk dan/atau ijin kerja!
3
Soal Pilihan Ganda K3 Lingkungan Kerja
7. Berikut ini yang tidak menentukan kualitas udara dalam ruangan adalah:
a. Suhu c.. Pencahayaan
b. Kelembabab Udara d. Kadar Oksigen
11. Apabila perusahaan mempekerjakan 340 orang pekerja, berapa toilet yang
harus disediakan?
a. 20 Jamban c. 23 jamban
b. 12 jamban d. 15 jamban
Email address *
diniarya1997@gmail.com
0 of 0 points
Nama *
MATERI *
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSeSEX8GykS3HkCedhWyMJYzfMayePSqVx-mwHOipFqV6Lc1AA/viewscore?viewscore=AE0zAgBZURG… 1/8
1/13/2021 TRY OUT MANAJEMEN RISIKO
Administrasi
Eliminasi
Rekaya Engginering
APD
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSeSEX8GykS3HkCedhWyMJYzfMayePSqVx-mwHOipFqV6Lc1AA/viewscore?viewscore=AE0zAgBZURG… 2/8
1/13/2021 TRY OUT MANAJEMEN RISIKO
Semua Benar
Iseng
Semua Salah
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSeSEX8GykS3HkCedhWyMJYzfMayePSqVx-mwHOipFqV6Lc1AA/viewscore?viewscore=AE0zAgBZURG… 3/8
1/13/2021 TRY OUT MANAJEMEN RISIKO
Mengumpulan Fakta
Semua Benar
Correct answer
Semua Benar
FTA
FMEA
JSA
BETOOOL SEMUA
ISO 31000
ISO 14001
ISO 9001
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSeSEX8GykS3HkCedhWyMJYzfMayePSqVx-mwHOipFqV6Lc1AA/viewscore?viewscore=AE0zAgBZURG… 4/8
1/13/2021 TRY OUT MANAJEMEN RISIKO
Suatu tempat kerja dimana pengurus mempekerjakan tenaga kerja lebih dari 5/5
100 orang atau mempekerjakan tenaga kerja kurang dari 100 orang akan
tetapi menggunakan bahan, proses, alat dan atau instalasi yang besarrisiko
bahaya terhadap keselamatan dan kesehatan kerja wajib memiliki ... *
Ahli K3 Listrik
Ahli K3 Kebakaran
Ahli K3 Umum
7 dan 8
11 dan 12
9 dan 10
3 dan 4
Jawablah pernyataan di bawah ini dengan Benar atau Salah sesuai dengan pengetahuan Anda!
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSeSEX8GykS3HkCedhWyMJYzfMayePSqVx-mwHOipFqV6Lc1AA/viewscore?viewscore=AE0zAgBZURG… 5/8
1/13/2021 TRY OUT MANAJEMEN RISIKO
Benar
Salah
Anda dinyatakan sebagai Ahli K3 Umum (bukan Calon) ketika memiliki SKP dan 5/5
Kartu Lisensi AK3U yang dikeluarkan oleh KEMNAKER RI *
Benar
Salah
Salah
Benar
Salah
Benar
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSeSEX8GykS3HkCedhWyMJYzfMayePSqVx-mwHOipFqV6Lc1AA/viewscore?viewscore=AE0zAgBZURG… 6/8
1/13/2021 TRY OUT MANAJEMEN RISIKO
Salah
Benar
Salah
Benar
Benar
Salah
Setiap pekerjaan yang berbahaya diperlukan Penilaian Risiko terlebih dahulu * 5/5
Benar
Salah
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSeSEX8GykS3HkCedhWyMJYzfMayePSqVx-mwHOipFqV6Lc1AA/viewscore?viewscore=AE0zAgBZURG… 7/8
1/13/2021 TRY OUT MANAJEMEN RISIKO
Benar
Benar Banget
Penilaian risiko dilakukan dengan mengkali kan nilai tingkat kemungkinan 5/5
dengan nilai tingkat bahaya *
Benar
Salah
This content is neither created nor endorsed by Google. - Terms of Service - Privacy Policy
Forms
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSeSEX8GykS3HkCedhWyMJYzfMayePSqVx-mwHOipFqV6Lc1AA/viewscore?viewscore=AE0zAgBZURG… 8/8
1/12/2021 TRY OUT DASAR K3
Email address *
diniarya1997@gmail.com
0 of 0 points
Nama *
Materi *
Salah satu faktor terjadinya kecelakaan kerja adalah adanya unsafe condition, 5/5
contohnya yaitu: *
Pekerja yang tidak menggunakan full body harness saat bekerja pada ketinggian
Pilot yang tidak berkoordinasi dengan ATC saat akan melakukan pendaratan darurat
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfrTc1UEucv5LsaSqKxb72pRVtCkLwqoeQK8lGjS_V1vlI2tw/viewscore?viewscore=AE0zAgCCmpQtw… 1/7
1/12/2021 TRY OUT DASAR K3
Faktor kerja
Faktor pribadi
Lemahnya pengendalian
Berikut ini yang merupakan Penyebab Dasar dalam teori domino, yaitu: * 5/5
Faktor pribadi
Lack of control
Salah satu peristiwa dalam sejarah besar dunia yang mempengaruhi 5/5
berkembangnya penerapan K3, yaitu: *
Revolusi Amerika
Revolusi Medis
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfrTc1UEucv5LsaSqKxb72pRVtCkLwqoeQK8lGjS_V1vlI2tw/viewscore?viewscore=AE0zAgCCmpQtw… 2/7
1/12/2021 TRY OUT DASAR K3
Berikut ini yang tidak termasuk dalam hirarki pengendalian bahaya dan resiko 5/5
yaitu *
Rekayasa Administrasi
Subtitusi
Risk Scoring
Eliminasi
Berikut yang merupakan contoh program kerja P2K3 yang sesuai yaitu: * 5/5
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfrTc1UEucv5LsaSqKxb72pRVtCkLwqoeQK8lGjS_V1vlI2tw/viewscore?viewscore=AE0zAgCCmpQtw… 3/7
1/12/2021 TRY OUT DASAR K3
Lingkungan Kerja
Jasa Pembinaan K3
Jasa Audit K3
Keputusan penunjukan Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja dicabut apabila: 5/5
*
Dinas ESDM
Menteri Ketanagakerjaan
Menteri ESDM
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfrTc1UEucv5LsaSqKxb72pRVtCkLwqoeQK8lGjS_V1vlI2tw/viewscore?viewscore=AE0zAgCCmpQtw… 4/7
1/12/2021 TRY OUT DASAR K3
Frank Bird merupakan salah satu ahli yang turut serta dalam mengembangkan 5/5
Teori Domino *
Benar
Salah
Menurut Teori Gunung Es, biaya kerugian langsung atau yang terlihat 5/5
jumlahnya jauh lebih besar jika dibandingkan dengan biaya tidak langsung atau
biaya yang tidak terlihat. *
Salah
Benar
Jika suatu perusahaan memiliki tenaga kerja berjumlah 105 orang, maka 5/5
jumlah anggota P2K3-nya sekurang-kurangnya adalah berjumlah 12 orang
yang terdiri atas 6 orang perwakilan pimpinan dan 6 orang perwakilan tenaga
kerja. *
Benar
Salah
Perusahaan dengan jumlah tenaga kerja 20 orang yang bergerak dalam bidang5/5
kimia dengan potensi bahaya ledakan yang tinggi, boleh membentuk P2K3
secara sukarela. *
Salah
Benar
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfrTc1UEucv5LsaSqKxb72pRVtCkLwqoeQK8lGjS_V1vlI2tw/viewscore?viewscore=AE0zAgCCmpQtw… 5/7
1/12/2021 TRY OUT DASAR K3
Salah
Benar
Tata cara penunjukan Ahli Keselamatan Kerja diatur dalam Permennaker 5/5
Nomor Per 12/MEN/1992. *
Benar
Salah
Seorang Ahli Keselematan Kerja di PT. Yang Setia akan tidak berlaku surat 5/5
keputusan penunjukannya (SKP) jika ybs pindah ke PT. Yang Selalu Ada. *
Salah
Benar
Salah
Benar
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfrTc1UEucv5LsaSqKxb72pRVtCkLwqoeQK8lGjS_V1vlI2tw/viewscore?viewscore=AE0zAgCCmpQtw… 6/7
1/12/2021 TRY OUT DASAR K3
Benar
Salah
Sekretaris P2K3 menurut Permennaker Nomor 04/MEN/1987 harus dijabat oleh 5/5
seorang perempuan. *
Benar
Salah
This content is neither created nor endorsed by Google. - Terms of Service - Privacy Policy
Forms
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfrTc1UEucv5LsaSqKxb72pRVtCkLwqoeQK8lGjS_V1vlI2tw/viewscore?viewscore=AE0zAgCCmpQtw… 7/7
1/16/2021 TRY OUT MPUBT
Email address *
diniarya1997@gmail.com
0 of 0 points
Nama *
MATERI *
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScTvVMsjgP6_DWjipvjWl7fZOeo4a_VYxQurcBax9ONTzALLg/viewscore?viewscore=AE0zAgBWEQhkJL… 1/8
1/16/2021 TRY OUT MPUBT
Sesuai Permenaker No. Per.08/Men/2020 setiap pesawat angkat dan angkut 5/5
wajib dilakukan pengujian setelah pegujian pertama. Pengujian tersebut
selambat-lambatnya: *
Berikut ini pernyataan yang benar terkait perbedaan kewenangan antara 5/5
operator pesawat uap kelas I dan kelas II sesuai dengan Permennaker Nomor
01/MEN/1988, yaitu: *
Operator kelas I berwenang melayani ketel uap dengan kapasitas uap lebih besar dari
10 ton/ jam, sedangkan operator kelas II melayani kapasitas uap sampai dengan 10
ton/jam
Operator kelas II berwenang dalam mengatur pesawat uap selain ketel uap dengan
ukuran tertentu saja
Operator kelas II berwenang melayani ketel uap dengan kapasitas uap lebih besar dari
10 ton/ jam, sedangkan operator kelas I melayani kapasitas uap sampai dengan 10
ton/jam
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScTvVMsjgP6_DWjipvjWl7fZOeo4a_VYxQurcBax9ONTzALLg/viewscore?viewscore=AE0zAgBWEQhkJL… 2/8
1/16/2021 TRY OUT MPUBT
Di bawah ini termasuk pernyataan yang benar terkait perbedaan bejana 5/5
tekanan dan tangki timbun, yaitu: *
Bejana tekanan berisi cairan yang dikempa menjadi gas sedangkan tangki timbun
berisi gas atau cairan gas tertentu
Bejana tekanan berisi gas atau cairan gas yang dikempa menjadi cair sedangkan
tangki timbun berisi cairan kimia tertentu
Pengujian unit pesawat tenaga dan produksi dilakukan selambat- lambatnya * 5/5
Salah satu dari dasar hukum yang terkait dengan K3 Mekanik seperti tertera 5/5
dibawah ini, yaitu: *
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScTvVMsjgP6_DWjipvjWl7fZOeo4a_VYxQurcBax9ONTzALLg/viewscore?viewscore=AE0zAgBWEQhkJL… 3/8
1/16/2021 TRY OUT MPUBT
Peraturan tentang K3 pesawat uap, sampai saat ini diatur dalam: * 5/5
Jumlah operator untuk satu ketel uap dengan kapasitas sebesar 30 ton per 5/5
jam yang sesuai dengan Permennaker Nomor 01 Tahun 1988, yaitu: *
Pemeriksaan dan pengujian khusus pada pesawat tenaga dan produksi 5/5
dilakukan apabila *
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScTvVMsjgP6_DWjipvjWl7fZOeo4a_VYxQurcBax9ONTzALLg/viewscore?viewscore=AE0zAgBWEQhkJL… 4/8
1/16/2021 TRY OUT MPUBT
Di bawah ini yang bukan merupakan dokumen K3 yang wajib dimiliki oleh 5/5
pemakai pesawat angkat dan angkut yaitu *
Lisensi personil
Instruksi kerja
Manakah di bawah ini yang bukan contoh pesawat angkat dan angkut? * 5/5
Lift
Tower crane
Forklift
Salah
Benar
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScTvVMsjgP6_DWjipvjWl7fZOeo4a_VYxQurcBax9ONTzALLg/viewscore?viewscore=AE0zAgBWEQhkJL… 5/8
1/16/2021 TRY OUT MPUBT
Salah
Benar
Operator peralatan angkat terdiri atas operator kelas I, operator kelas II dan 5/5
operator kelas III *
Benar
Salah
Benar
Salah
Sebuah forklift telah dilakukan pengujian pertama pada Bulan Januari 2020, 5/5
maka pengujian selanjutnya harus dilakukan maksmial pada Bulan Januari
2025 *
Salah
Benar
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScTvVMsjgP6_DWjipvjWl7fZOeo4a_VYxQurcBax9ONTzALLg/viewscore?viewscore=AE0zAgBWEQhkJL… 6/8
1/16/2021 TRY OUT MPUBT
Benar
Salah
Untuk pengujian beban lebih pada peswat angkat dan angkut, harus 5/5
dilaksanakan sebesar 125% dari jumlah beban maksimum yang diujikan *
Salah
Benar
Salah
Benar
Bejana tekanan yang berisi bahan mudah terbakar (flammable), harus diberi 5/5
warna kuning pada bagian bahu bejana *
Benar
Salah
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScTvVMsjgP6_DWjipvjWl7fZOeo4a_VYxQurcBax9ONTzALLg/viewscore?viewscore=AE0zAgBWEQhkJL… 7/8
1/16/2021 TRY OUT MPUBT
Menurut Permennaker Nomor 37/Men/2016, bejana yang berisi gas oksigen 5/5
harus diberi warna putih pada bagian bahu bejana *
Benar
Salah
This content is neither created nor endorsed by Google. - Terms of Service - Privacy Policy
Forms
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScTvVMsjgP6_DWjipvjWl7fZOeo4a_VYxQurcBax9ONTzALLg/viewscore?viewscore=AE0zAgBWEQhkJL… 8/8
1/15/2021 TRY OUT ELKBB
Email address *
diniarya1997@gmail.com
0 of 0 points
Nama *
MATERI *
Kesehatan Kerja
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdPaUqICWQBvCg0iF6Bal2U1ia71GRexF1Wm9uDNa1MCY9etA/viewscore?viewscore=AE0zAgDI9G1L… 1/8
1/15/2021 TRY OUT ELKBB
Memberikan laporan kepada menteri atau pejabat yang ditunjuk mengenai hasil
pelaksanaan tugasnya
Correct answer
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdPaUqICWQBvCg0iF6Bal2U1ia71GRexF1Wm9uDNa1MCY9etA/viewscore?viewscore=AE0zAgDI9G1L… 2/8
1/15/2021 TRY OUT ELKBB
Yang termasuk kategori bahan berbahaya adalah jenis bahan yang mempunyai 5/5
sifat antara lain *
Memancarkan radiasi
Pengendalian bahan kimia berbahaya di tempat kerja merupakan suatu usaha 5/5
untuk mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Dasar hukumnya
adalah: *
Bahan kimia dalam bentuk tunggal atau campuran yang berdasarkan sifat 5/5
kimia, fisika, atau toksikologi berbahaya terhadap tenaga kerja, instalasi dan
lingkungan, kecuali: *
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdPaUqICWQBvCg0iF6Bal2U1ia71GRexF1Wm9uDNa1MCY9etA/viewscore?viewscore=AE0zAgDI9G1L… 3/8
1/15/2021 TRY OUT ELKBB
Pembebanan kerja fisik, sikap tubuh dalam bekerja, mengangkut dan mengangkat
Faktor psikologi
Faktor fisika
Faktor kimia
Beban kerja fisik yang diberikan kepada tenaga kerja tidak boleh melebihi: * 5/5
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdPaUqICWQBvCg0iF6Bal2U1ia71GRexF1Wm9uDNa1MCY9etA/viewscore?viewscore=AE0zAgDI9G1L… 4/8
1/15/2021 TRY OUT ELKBB
Sudahkah kamu berterima kasih dengan orang-orang yang selalu support 5/5
kamu hari ini? *
Jawablah pernyataan di bawah ini dengan Benar atau Salah sesuai dengan pengetahuan Anda!
Benar
Salah
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdPaUqICWQBvCg0iF6Bal2U1ia71GRexF1Wm9uDNa1MCY9etA/viewscore?viewscore=AE0zAgDI9G1L… 5/8
1/15/2021 TRY OUT ELKBB
Salah
Benar
Salah satu manfaat penilaian lingkungan kerja adalah sebagai dasar untuk 5/5
menyatakan kondisi lingkungan kerja membahayakan atau tidak *
Salah
Benar
Nilai Ambang Batas (NAB) kebis8ingan untuk pemajanan 8 jam per hari, sesuai 5/5
Permenakertrans No.Per 05/Men/2018 adalah 80 dBA *
Salah
Benar
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdPaUqICWQBvCg0iF6Bal2U1ia71GRexF1Wm9uDNa1MCY9etA/viewscore?viewscore=AE0zAgDI9G1L… 6/8
1/15/2021 TRY OUT ELKBB
Penyakit akibat kerja merupakan penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan 5/5
dan lingkungan kerja. Untuk menghindari kejadian tersebut perlu dilakukan
usaha-usaha preventif yang berupa jaminan pelayanan kesehatan yang
merupakan salah satu dari 4 (empat) program Jamsostek. Peraturan yang
mengatur hak tersebut adalah Permenaker No.Per-03/Men/1982 *
Salah
Benar
Salah
Benar
Benar
Salah
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdPaUqICWQBvCg0iF6Bal2U1ia71GRexF1Wm9uDNa1MCY9etA/viewscore?viewscore=AE0zAgDI9G1L… 7/8
1/15/2021 TRY OUT ELKBB
Benar
Salah
Benar
Salah
Benar
Salah
This content is neither created nor endorsed by Google. - Terms of Service - Privacy Policy
Forms
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdPaUqICWQBvCg0iF6Bal2U1ia71GRexF1Wm9uDNa1MCY9etA/viewscore?viewscore=AE0zAgDI9G1L… 8/8
1/14/2021 TRY OUT SMK3
Email address *
diniarya1997@gmail.com
0 of 0 points
Nama *
MATERI *
PP No 50 th 2012
Permenaker No 05 th 2018
UU No 32 th 2009
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdJPwVWnneTG16YTaAJrzZ4HhLpZzlonGrVFCS9TdtGVxd4sg/viewscore?viewscore=AE0zAgAeGbh5G… 1/7
1/14/2021 TRY OUT SMK3
166 Kriteria
10 Klausa
5 Prinsip Dasar
12 Elemen
Hierarchy of Control
Severity/keparahan
Hazard/bahaya
Risk/resiko
Kotak P3K di tempat kerja sesuai Permenaker No 15 th 2008 harus terdiri dari, 5/5
kecuali *
Gunting
Plester Cepat
Povidon Iodin
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdJPwVWnneTG16YTaAJrzZ4HhLpZzlonGrVFCS9TdtGVxd4sg/viewscore?viewscore=AE0zAgAeGbh5G… 2/7
1/14/2021 TRY OUT SMK3
Kecelakaan kerja yang menyebabkan ,korban tidak dapat masuk kerja selama 5/5
3 hari disebut : *
Fatality
Keracunan makanan
Virus
Heat Stress
Berapakah nilai ambang batas (NAB) kebisingan di tempat kerja menurut 5/5
Permenaker No 05 th 2018 ? *
80 – 85 db(A)
Semua salah
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdJPwVWnneTG16YTaAJrzZ4HhLpZzlonGrVFCS9TdtGVxd4sg/viewscore?viewscore=AE0zAgAeGbh5G… 3/7
1/14/2021 TRY OUT SMK3
Pengendalian bahaya haruslah memenuhi hirarki, yang termasuk dalam contoh 5/5
rekayasa teknik adalah : *
Ketidaksesuai saat dilakukan audit SMK3 terdiri dari 3 kategori, kecuali: * 5/5
Mayor
Minor
Kritikal
Terdapat 3 teknik dalam mengumpulkan bukti saaat dilakukan Audit SMK3, 5/5
kecuali : *
Observasi
Wawancara
Online Audit
Periksa Dokumen
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdJPwVWnneTG16YTaAJrzZ4HhLpZzlonGrVFCS9TdtGVxd4sg/viewscore?viewscore=AE0zAgAeGbh5G… 4/7
1/14/2021 TRY OUT SMK3
Jawablah pernyataan di bawah ini dengan Benar atau Salah sesuai dengan pengetahuan Anda!
Audit SMK3 dapat dilakukan oleh Auditor internal dan Auditor eksternal * 5/5
Salah
Benar
Salah
Benar
Benar
Salah
Salah
Benar
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdJPwVWnneTG16YTaAJrzZ4HhLpZzlonGrVFCS9TdtGVxd4sg/viewscore?viewscore=AE0zAgAeGbh5G… 5/7
1/14/2021 TRY OUT SMK3
Benar
Salah
Penerapan SMK3 di tempat kerja bersifat wajib bagi tenaga kerja * 5/5
Benar
Salah
Salah
Benar
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdJPwVWnneTG16YTaAJrzZ4HhLpZzlonGrVFCS9TdtGVxd4sg/viewscore?viewscore=AE0zAgAeGbh5G… 6/7
1/14/2021 TRY OUT SMK3
Benar
Salah
Correct answer
Benar
Benar
Salah
Sertifikat Calon Ahli K3 Umum yang dikeluarkan oleh KEMNAKER RI berlaku 5 5/5
tahun *
Benar
Salah
This content is neither created nor endorsed by Google. - Terms of Service - Privacy Policy
Forms
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdJPwVWnneTG16YTaAJrzZ4HhLpZzlonGrVFCS9TdtGVxd4sg/viewscore?viewscore=AE0zAgAeGbh5G… 7/7
1/18/2021 TRY OUT KBLPK
Email address *
diniarya1997@gmail.com
0 of 0 points
Nama *
MATERI *
UU No 1 Tahun 1970
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfT3ShemkuLakDH85Sg6if8W8y60TNLZLACHrfNojnkVSwp0Q/viewscore?viewscore=AE0zAgBO4F-VmJ… 1/8
1/18/2021 TRY OUT KBLPK
Kepmenakertrans No.Kep.75/Men/2002
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfT3ShemkuLakDH85Sg6if8W8y60TNLZLACHrfNojnkVSwp0Q/viewscore?viewscore=AE0zAgBO4F-VmJ… 2/8
1/18/2021 TRY OUT KBLPK
Kapasitas angkut lift tidak dicantumkan dan dipasang didalam kereta lift
2 (dua) tahun
5 (lima) tahun
3 (tiga) tahun
Peledakan
Kebakaran
Panas (thermal)
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfT3ShemkuLakDH85Sg6if8W8y60TNLZLACHrfNojnkVSwp0Q/viewscore?viewscore=AE0zAgBO4F-VmJ… 3/8
1/18/2021 TRY OUT KBLPK
Correct answer
Maksimal 0,5 Ω
Maksimal 5 Ω.
Maksimal 50 Ω
Sudahkah kamu senyum dan bersyukur atas kesempatan masih bisa mengikuti5/5
pembinaan dengan nyaman seperti hari ini? *
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfT3ShemkuLakDH85Sg6if8W8y60TNLZLACHrfNojnkVSwp0Q/viewscore?viewscore=AE0zAgBO4F-VmJ… 4/8
1/18/2021 TRY OUT KBLPK
Kebakaran points
Jawablah pernyataan di bawah ini dengan Benar atau Salah sesuai dengan pengetahuan Anda!
Alat untuk mengatur tahanan isolasi kabel listrik adalah Ohm meter * 5/5
Salah
Benar
Lantai kerja yang aman adalah lantai kerja yang memiliki resistansi isolasi 5/5
sekurang-kurangnya sebesar 50 kΩ *
Benar
Salah
Keselamatan dan Kesehatan Kerja Listrik di tempat kerja diatur dalam 5/5
Kepmenakertrans Nomor 02/MEN/1992 *
Benar
Salah
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfT3ShemkuLakDH85Sg6if8W8y60TNLZLACHrfNojnkVSwp0Q/viewscore?viewscore=AE0zAgBO4F-VmJ… 5/8
1/18/2021 TRY OUT KBLPK
Benar
Salah
Unit penanggulangan kebakaran terdiri dari petugas peran kebakaran, regu 5/5
penanggulangan kebakaran, koordinator unit penanggulangan kebakaran dan
Ahli K3 spesialis penanggulangan kebakaran *
Benar
Salah
Benar
Salah
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfT3ShemkuLakDH85Sg6if8W8y60TNLZLACHrfNojnkVSwp0Q/viewscore?viewscore=AE0zAgBO4F-VmJ… 6/8
1/18/2021 TRY OUT KBLPK
Benar
Salah
Benar
Salah
Terdapat 3 (tiga) jenis pompa hidran/springkler yaitu pompa listrik, pompa 5/5
diesel, pompa jockey *
Benar
Salah
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfT3ShemkuLakDH85Sg6if8W8y60TNLZLACHrfNojnkVSwp0Q/viewscore?viewscore=AE0zAgBO4F-VmJ… 7/8
1/18/2021 TRY OUT KBLPK
Pemasangan instalasi listrik di Indonesia pada saat ini hanya berpedoman 5/5
kepada Standar Nasional Indonesia *
Salah
Benar
This content is neither created nor endorsed by Google. - Terms of Service - Privacy Policy
Forms
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfT3ShemkuLakDH85Sg6if8W8y60TNLZLACHrfNojnkVSwp0Q/viewscore?viewscore=AE0zAgBO4F-VmJ… 8/8
1/11/2021 TRY OUT KEBIJAKAN K3 DAN UU 1/70
Email address *
diniarya1997@gmail.com
0 of 0 points
Nama *
MATERI *
Kesehatan Kerja
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScxzSRirot9g6Uu6wPdLnU0NFnaR3HiMCKvplOKDuGF1ilnyQ/viewscore?viewscore=AE0zAgBydyJ… 1/8
1/11/2021 TRY OUT KEBIJAKAN K3 DAN UU 1/70
Dasar hukum penunjukan Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah: * 5/5
Pemegang saham
Pengusaha
Berikut ini yang bukan merupakan kewajiban pengurus menurut UU Nomor 01 5/5
Tahun 1970 tentang keselamatan kerja, yaitu: *
Menyediakan APD bagi tenaga kerja dan orang lain yang berada di tempat kerja
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScxzSRirot9g6Uu6wPdLnU0NFnaR3HiMCKvplOKDuGF1ilnyQ/viewscore?viewscore=AE0zAgBydyJ… 2/8
1/11/2021 TRY OUT KEBIJAKAN K3 DAN UU 1/70
Pasal 13 Undang-Undang No. 1 tahun 1970 menyatakan “Barang siapa akan 5/5
memasuki suatu tempat kerja, diwajibkan menaati semua petunjuk
keselamatan kerja dan memakai alat pelindung diri yang diwajibkan”.
Ketentuan ini mengikat kepada: *
Setiap orang, baik yang bersangkutan maupun tidak bersangkutan dengan pekerjaan
yang berada di tempat kerja.
Bulan K3 Nasional
Budaya K3 Nasional
Berikut ini yang bukan merupakan tujuan penerapan K3 berdasarkan Undang- 5/5
undang Nomor 1 Tahun 1970, yaitu: *
Menjamin setiap sumber produksi dapat digunakan secara aman dan efisien
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScxzSRirot9g6Uu6wPdLnU0NFnaR3HiMCKvplOKDuGF1ilnyQ/viewscore?viewscore=AE0zAgBydyJ… 3/8
1/11/2021 TRY OUT KEBIJAKAN K3 DAN UU 1/70
Jenis penghargaan bagi perusahaan dari Pemerintah Indonesia yang berkaitan 5/5
dengan penerapan K3, yaitu: *
Penghargaan Adiwiyata
ISO 45001:2018
Pengurus diwajibkan melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi di tempat kerja 5/5
yang dipimpinnya, pada pejabat yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja.
Ketentuan tersebut terdapat dalam Undang- Undang No. 1 tahun 1970 tentang
keselamatan kerja pada pasal: *
Pasal 3
Pasal 11
Pasal 15
Pasal 8
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScxzSRirot9g6Uu6wPdLnU0NFnaR3HiMCKvplOKDuGF1ilnyQ/viewscore?viewscore=AE0zAgBydyJ… 4/8
1/11/2021 TRY OUT KEBIJAKAN K3 DAN UU 1/70
Menyatakan keberatan kerja pada pekerjaan dimana syarat keselamatan kerja tidak
terpenuhi dengan baik
Isilah pernyataan di bawah ini dengan Benar atau Salah sesuai dengan pengetahuan Anda!
Benar
Salah
Pegawai pengawas merupakan pejabat yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga 0/5
Kerja untuk melaksanakan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1970 *
Benar
Salah
Correct answer
Salah
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScxzSRirot9g6Uu6wPdLnU0NFnaR3HiMCKvplOKDuGF1ilnyQ/viewscore?viewscore=AE0zAgBydyJ… 5/8
1/11/2021 TRY OUT KEBIJAKAN K3 DAN UU 1/70
Ruang lingkup pelaksanaan pengawasan K3 diatur dalam pasal 2 UU No. 1/1970 5/5
*
Benar
Salah
Alat pelindung diri (APD) hanya wajib digunakan oleh tenaga kerja yang 5/5
bekerja di perusahaan tersebut, sedangkan bagi pengunjung bersifat sukarela
*
Benar
Salah
Zero Accident Award merupakan penghargaan bagi perusahaan yang didapat 5/5
salah satunya dengan mencapai 6 juta jam tanpa kecelakaan kerja yang
menghilangkan waktu kerja *
Benar
Salah
Salah
Benar
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScxzSRirot9g6Uu6wPdLnU0NFnaR3HiMCKvplOKDuGF1ilnyQ/viewscore?viewscore=AE0zAgBydyJ… 6/8
1/11/2021 TRY OUT KEBIJAKAN K3 DAN UU 1/70
Ahli Keselamatan Kerja ditunjuk langsung oleh Dinas Tenaga Kerja di wilayah 5/5
perusahaan tersebut beroperasi *
Benar
Salah
Benar
Salah
Seseorang yang telah mendapatkan Sertifikat Calon Ahli K3 Umum tanpa 5/5
mendapatkan surat penunjukan dari kementerian ketenagakerjaan memiliki
wewenang dan hak yang sama sebagai ahli keselamatan kerja di perusahaan *
Salah
Benar
Sekretaris dari P2K3 wajib seorang ahli kesematan dan Kesehatan kerja * 5/5
Salah
Benar
This content is neither created nor endorsed by Google. - Terms of Service - Privacy Policy
Forms
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScxzSRirot9g6Uu6wPdLnU0NFnaR3HiMCKvplOKDuGF1ilnyQ/viewscore?viewscore=AE0zAgBydyJ… 7/8
1/11/2021 TRY OUT KEBIJAKAN K3 DAN UU 1/70
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScxzSRirot9g6Uu6wPdLnU0NFnaR3HiMCKvplOKDuGF1ilnyQ/viewscore?viewscore=AE0zAgBydyJ… 8/8
19/1/2021 TRY OUT KESEHATAN KERJA
Alamat email *
ryeslinendo05@gmail.com
0 dari 0 poin
Nama *
MATERI *
Kesehatan Kerja
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScjgPDJiknp3AW1SP-91IUSESgTXEOB7bRzri52iOKm8dl0RQ/viewscore?viewscore=AE0zAgD1lj8d6D2z… 1/9
19/1/2021 TRY OUT KESEHATAN KERJA
Memberikan pengobatan dan perawatan serta rehabilitasi bagi tenaga kerja yang
menderita sakit.
Memberikan bantuan kepada tenaga kerja dalam penyesuaian diri baik fisik, mental
terutama dalam penyesuaian pekerjaan dengan tenaga kerja.
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScjgPDJiknp3AW1SP-91IUSESgTXEOB7bRzri52iOKm8dl0RQ/viewscore?viewscore=AE0zAgD1lj8d6D2z… 2/9
19/1/2021 TRY OUT KESEHATAN KERJA
Untuk menjamin kemampuan fisik dan kesehatan kerja yang sebaik- baiknya 5/5
perlu diadakan pemeriksaan tenaga kerja yang terarah. Pemeriksaan tersebut
meliputi: *
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScjgPDJiknp3AW1SP-91IUSESgTXEOB7bRzri52iOKm8dl0RQ/viewscore?viewscore=AE0zAgD1lj8d6D2z… 3/9
19/1/2021 TRY OUT KESEHATAN KERJA
Pemeriksaan kesehatan tenaga kerja secara awal, berkala dan khusus 5/5
merupakan kewajiban dari pada pengusaha terhadap tenaga kerjanya.
Peraturan yang mengaturnya adalah: *
Permenaker No.Per-03/Men/1982
Permenaker No.Per-02/Men/1980
Permenaker No.Per-04/Men/1998
Permenaker No.Per-51/Men/1997
Penyakit akibat kerja merupakan penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan 5/5
dan lingkungan kerja. Untuk menghindari kejadian tersebut perlu dilakukan
usaha-usaha preventif yang berupa jaminan pelayanan kesehatan yang
merupakan salah satu dari 4 (empat) program Jamsostek. Peraturan yang
mengatur hak tersebut adalah: *
Permenaker No.Per-03/Men/1982
Permenaker No.Per-03/Men/1985
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScjgPDJiknp3AW1SP-91IUSESgTXEOB7bRzri52iOKm8dl0RQ/viewscore?viewscore=AE0zAgD1lj8d6D2z… 4/9
19/1/2021 TRY OUT KESEHATAN KERJA
Kesehatan tenaga kerja merupakan dasar dari tenaga kerja untuk 5/5
meningkatkan produktivitas dan lingkungan kerja yang aman dan nyaman.
Upaya tersebut meliputi tindakan preventif dengan jalan pelaksanaan
pelayanan kesehatan kerja di perusahaan. Hal tersebut diatas diatur dalam: *
Permenaker No.Per-03/Men/1982
Permenaker No.Per-03/Men/1986
Permenaker No.Per-02/Men/1980
SE Menaker No.02/19
Beban kerja fisik yang diberikan kepada tenaga kerja tidak boleh melebihi: * 5/5
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScjgPDJiknp3AW1SP-91IUSESgTXEOB7bRzri52iOKm8dl0RQ/viewscore?viewscore=AE0zAgD1lj8d6D2z… 5/9
19/1/2021 TRY OUT KESEHATAN KERJA
Berdasarkan Peraturan Menteri Perburuhan NO. 07 tahun 1964 tentang syarat- 5/5
syarat kesehatan, kebersihan serta penerangan dalam tempat kerja, maka
dalam suatu tempat kerja dengan tenaga kerja sejmlah 60 orang, jumlah
kakus/W minimal yang harus disediakan: *
Upaya kesehatan kerja berupa pemeriksaan kesehatan, penyediaan air minum, 5/5
pengaturan/penyesuaian pekerjaan, perbaikan lingkungan kerja, APD,
ergonomi kerja, Imunisasi, dll merupakan upaya .... *
Preventif
Kuratif
Rehabilitatif
Promotif
Jawablah pernyataan di bawah ini dengan Benar atau Salah sesuai dengan pengetahuan Anda!
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScjgPDJiknp3AW1SP-91IUSESgTXEOB7bRzri52iOKm8dl0RQ/viewscore?viewscore=AE0zAgD1lj8d6D2z… 6/9
19/1/2021 TRY OUT KESEHATAN KERJA
Benar
Salah
Benar
Salah
Benar
Salah
Salah
Benar
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScjgPDJiknp3AW1SP-91IUSESgTXEOB7bRzri52iOKm8dl0RQ/viewscore?viewscore=AE0zAgD1lj8d6D2z… 7/9
19/1/2021 TRY OUT KESEHATAN KERJA
Rasio jumlah petugas P3K di tempat kerja dengan jumlah pekerja 25-100 5/5
orang berdasarkan klasifikasi tempat kerja dengan potensi bahaya rendah
adalah 1 orang *
Benar
Salah
Rasio jumlah petugas P3K di tempat kerja dengan jumlah pekerja >150 orang 5/5
berdasarkan klasifikasi tempat kerja dengan potensi bahaya rendah adalah 2
orang untuk setiap 150 orang atau kurang *
Benar
Salah
Rasio jumlah petugas P3K di tempat kerja dengan jumlah pekerja kurang dari 5/5
sama dengan 100 orang berdasarkan klasifikasi tempat kerja dengan potensi
bahaya tinggi adalah 1 orang *
Benar
Salah
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScjgPDJiknp3AW1SP-91IUSESgTXEOB7bRzri52iOKm8dl0RQ/viewscore?viewscore=AE0zAgD1lj8d6D2z… 8/9
19/1/2021 TRY OUT KESEHATAN KERJA
Rasio jumlah petugas P3K di tempat kerja dengan jumlah pekerja lebih dari 5/5
100 orang berdasarkan klasifikasi tempat kerja dengan potensi bahaya tinggi
adalah 2 orang untuk setiap 100 orang atau kurang *
Benar
Salah
Salah
Benar
Suatu perusahaan dengan jumlah pekerja <26 orang harus memiliki 1 kotak 5/5
P3K jenis A pada tiap 1 unit kerja *
Benar
Salah
Konten ini tidak dibuat atau didukung oleh Google. - Persyaratan Layanan - Kebijakan Privasi
Formulir
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScjgPDJiknp3AW1SP-91IUSESgTXEOB7bRzri52iOKm8dl0RQ/viewscore?viewscore=AE0zAgD1lj8d6D2z… 9/9
Definisi ruang terbatas menurut Kepdirjen 113 tahun 2006:
ruang terbatas, yaitu suatu tempat kerja dengan kriteria:
a. Cukup luas dan memiliki konfigurasi sedemikian rupa sehingga pekerja dapat masuk dan melakukan
pekerjaan di dalamnya;
b. Mempunyai akses keluar masuk yang terbatas.
c. Tidak dirancang untuk tempat kerja secara berkelanjutan atau terus-menerus di dalamnya.
- Bekerja pada ketinggian pekerjaan dengan perbedaan ketinggian di atas permukaan tanah maupun
perairan dengan minimum tinggi 1.5 meter, 1.8 meter atau 2 meter yang memiliki resiko terjatuh yang
mengakibatkan cedera atau fatality
Jelaskan tujuan Kesehatan Kerja menurut Joint ILO/WHO Commite on Occupational Health tahun 1995!
Tujuan Kesehatan Kerja menurut ILO dan WHO tahun
1995 adalah sebagai berikut :
1. Sebagai promosi dan pemeliharaan kesehatan fisik, mental, dan sosial dari pekerja.
2. Pencegahan gangguan kesehatan yang disebabkan oleh kondisi kerja.
3. Perlindungan pekerja dari resiko faktor-faktor yang mengganggu kesehatan.
4. Penempatan dan pemeliharaan pekerja dalam lingkungan kerja yang sesuai kemampuan fisik dan
psikologisnya.
5. Penyesuaian setiap orang kepada pekerjaannya.
Apa yang dimaksud dengan Bekerja pada Ketinggian, berikan contohnya dan sebutkan dasar hukumnya!
“Bekerja pada ketinggian adalah kegiatan atau aktifitas pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kerja pada
tempat kerja di permukaan tanah atau perairan yang terdapat perbedaan ketinggian dan memiliki potensi
jatuh yang menyebabkan Tenaga Kerja atau Orang Lain yang berada di tempat kerja Cidera atau
Meninggal dunia atau menyebabkan kerusakan harta benda“.
DASAR HUKUM PERMENAKER 09 TAHUN 2016
(1) Setiap satu atau kelompok alat pemadam api ringan harus ditempatkan pada posisi yang mudah dilihat
dengan jelas, mudah dicapai dan diambil serta dilengkapi dengan pemberian tanda pemasangan.
(2) Pemberian tanda pemasangan tersebut ayat (1) harus sesuai dengan lampiran I.
(3) Tinggi pemberian tanda pemasangan tersebut ayat (1) adalah 125 cm dari dasar lantai tepat diatas
satu atau kelompok alat pemadam api ringan bersangkutan.
(4) Pemasangan dan penempatan alat pemadam api ringan harus sesuai dengan jenis dan penggolongan
kebakaran seperti tersebut dalam lampiran 2.
(5) Penempatan tersebut ayat (1) antara alat pemadam api yang satu dengan lainnya atau kelompok satu
dengan lainnya tidak boleh melebihi 15 meter, kecuali ditetapkan lain oleh pegawai pengawas atau ahli
keselamatan Kerja.
(6) Semua tabung alat pemadam api ringan sebaiknya berwarna merah.
Dilarang memasang dan menggunakan alat pemadam api ringan yang didapati sudah berlubang-lubang
atau cacat karena karat.
(1) Setiap alat pemadam api ringan harus dipasang (ditempatkan) menggantung pada dinding dengan
penguatan sengkang atau dengan konstruksi penguat lainnya atau ditempatkan dalam lemari atau peti
(box) yang tidak dikunci.
(2) Lemari atau peti (box) seperti tersebut ayat (1) dapat dikunci dengan syarat bagian depannya harus
diberi kaca aman (safety glass) dengan tebal maximum 2 mm.
(1) Sengkang atau konstruksi penguat lainnya seperti tersebut pasal 6 ayat (1) tidak boleh dikunci atau
digembok atau diikat mati
(2) Ukuran panjang dan lebar bingkai kaca aman (safety glass) tersebut pasal 6 ayat (2) harus disesuaikan
dengan besarya alat pemadam api ringan yang ada dalam lemari atau peti (box) sehingga mudah
dikeluarkan. Pemasangan alat pemadam api ringan harus sedemikian rupa sehingga bagian paling atas
(puncaknya) berada pada ketinggian 1,2 m dari permukaan lantai kecuali jenis CO2 dan tepung kering (dry
chemical)
Perusahaan saudara memiliki 2 buah Tangki penyimpanan Bahan Bakar Minyak dengan volume masing-
masing 300 liter. Sebutkan dan jelaskan pemenuhan norma dan persyaratan K3 nya. Lengkap dengan
dasar hukumnya.
Pelaksanaan syarat-syarat K3 Bejana Tekanan atau Tangki Timbun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2
meliputi kegiatan perencanaan, pembuatan, pemasangan, pengisian,pengangkutan, pemakaian,
pemeliharaan, perbaikan, modifikasi, penyimpanan, dan pemeriksaan serta pengujian.
Dasar hukum Permenakertrans 37 TAHUN 2016 TENTANG KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA BEJANA
TEKANAN DAN TANGKI TIMBUN
Apa saja yang dapat menyebabkan SKP Ahli K3 menjadi tidak berlaku?
Keputusan penunjukkun Ahli K3 olch Menteri Tenaga Kerja, dinyatakan tidak berlaku apabila yang
bersangkutan:
1. Pindah tugas ke perusahaan atau instansi lainnya
2. Dimutasi oleh pimpinan perusahaan ke daerah lain
3. Dimutasi oleh pimpinan perusahaan ke unit kerja lain
4. Terjadi pergantian jabatan.
5. Tidak memenuhi peraturan perundang-undangan K3.
6. Melakukan kesalahan dan kecerobohan sehingga menimbulkan keadaan berbahaya.
7. Dengan sengaja atau karena kekhilafannya menyebabkan terbukanya rahasia
perusahaan/instansi yang karena jabatannya wajib untuk dirahasiakan.
Siapa yang berperan dalam melaksanakan upaya pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan
narkoba di tempat kerja?
PAsal 2 ayat 3 Permenaker 11 tahun 2005 Dalam melaksanakan upaya pencegahan dan penanggulangan
penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya di tempat kerja
dilakukan dengan melibatkan *pekerja/buruh, serikat pekerja/serikat buruh, pihak ketiga atau ahli di
bidang narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya*.
Sebutkan pemenuhan norma dan persyaratan k3nya. Kapasitas uap 180 ton/jam?
1. HArus memiliki operator pesawat uap Kelas 1 sebanyak 2 orang dan Operator Kelas 2 sebanyak 3 Orang
(Permenaker no 1 tahun 1988)
2. HArus memiliki Akte Ijin (UU Uap tahun 1930)
Sebutkan syarat-syarat pemasangan apar bersadarkan Permenaker No. Per. 4 Tahun 1980
1. Wewenang dan kewajiban Ahli k3 kimia (Kepmenker No. 187 Tahun 1999
Tentang Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya di Tempat Kerja)
Wewenang:
Meminta MSDS/LDKB pada bahan kimia yang akan digunakan oleh perusahaan
Pasal 5
Unit penanggulangan kebakaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 terdiri dari:
a. Petugas peran kebakaran;
b. Regu penanggulangan kebakaran;
c. Koordinator unit penanggulangan kebakaran;
d. Ahli K3 spesialis penanggulangan kebakaran sebagai penanggung jawab teknis;
Pasal 6
1) Petugas peran kebakaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf a, sekurang-
kurangnya 2 (dua) orang untuk setiap jumlah tenaga kerja 25 (dua puluh lima) orang
.
2) Regu penanggulangan kebakaran dan ahli K3 spesialis penanggulangan kebakaran
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf, b dan huruf d, ditetapkan untuk tempat
kerja tingkat resiko bahaya kebakaran ringan dan sedang I yang mempekerjakan
tenaga kerja 300 (tiga ratus) orang atau lebih, atau setiap tempat kerja tingkat resiko
bahaya kebakaran sedang II, sedang II dan berat.
3) Koordinator unit penanggulangan kebakaran sebagaimana dimaksud Pasal 5 huruf
c, ditetapkan sebagai berikut:
a. Untuk tempat kerja tingkat resiko bahaya kebakaran ringan dan sedang I
sekurang-kurangnya 1 (satu) orang untuk setiap jumlah tenaga kerja 100
(seratus) orang.
b. Untuk tempat kerja tingkat resiko bahaya kebakaran sedang II dan sedang III
dan berat, sekurang-kurangnya 1 (satu) orang untuk setiap unit kerja.
3. Syarat pembentukan P2K3 (Permenaker RI Nomor PER.04/MEN/1987 tentang
Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Tata Cara
Penunjukan Ahli Keselamatan Kerja)
Pasal 2
1) Setiap tempat kerja dengan kriteria tertentu pengusaha atau pengurus wajib
membentuk P2K3.
2) Tempat kerja dimaksud ayat (1) ialah: a. tempat kerja dimana pengusaha atau
pengurus mempekerjakan 100 orang atau lebih; b. tempat kerja dimana
pengusaha atau pengurus mempekerjakan kurang dari 100 orang, akan tetapi
menggunakan bahan, proses dan instalasi yang mempunyai risiko yang besar
akan terjadinya peledakan, kebakaran, keracunan dan penyinaran radioaktif.
7. Pencabutan SKP P2K3 (Permenaker no. 02 tahun 1992 tentang tata cara
penunjukan, kewajiban dan wewenang ahli keselamatan dan kesehatan kerja_
• Pasal 8 ayat 2 : tidak memenuhi peraturan perundang-undangan K3, melakukan
kesalah dan kecerobohan sehingga menimbulkan keadaan berbahaya, dengan
sengaja dan/karena khilafannya menyebabkan terbukanya rahasia suatu
perusahaan/instansi yang karena jabatannya wajib untuk dirahasiakan
(2) Jenis tempat kerja menurut klasifikasi tingkat risiko bahaya kebakaran sebagaimana
dimaksud ayat (1) seperti tercantum dalam Lampiran I Keputusan Menteri ini.
(3) Jenis tempat kerja yang belum termasuk dalam klasifikasi tingkat risiko bahaya
kebakaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2), ditetapkan tersendiri oleh menteri atau
pejabat yang ditunjuk.
(3) Ketentuan mengenai tingkat potensi bahaya tinggi sebagaimana dimaksud pada ayat
Q) huruf b sesuai dengan ketentuan perafuran perundang-undangan.
(4) Pengusaha dalam menerapkan SMK3 wajib berpedoman pada Peraturan Pemerintah
ini dan ketentuan peraturan perundang-undangan serta dapat memperhatikan konvensi
atau standar internasional.
- Elektroda bumi, terutama pada jenis tanah yang dapat menimbulkan karat.
- Kerusakan-kerusakan dan karat dari penerima, penghantar
- Sambungan-sambungan
- Tahanan pembumian dari masing-masing elektroda maupun elektroda
kelompok.
- Setiap hasil pemeriksaan dicatat dan diperbaiki.
- Tahanan pembumian dari seluruh sistem pembumian tidak boleh lebih dari 5
ohm.
- Dilakukan pengukuran elektroda pembumian.
- Bahaya Sentuhan Langsung : adalah bahaya sentuhan pada bagian konduktif yang
secara normal bertegangan, baik disentuh dengan sengaja maupun tidak disengaja
- Bahaya Sentuhan Tidak Langsung : adalah bahaya sentuhan pada bagian konduktif
yang secara normal tidak bertegangan, menjadi bertegangan karena terjadi
kegagalan isolasi. Kebocoran menyebar ke seluruh alat
- Rintangan
Dapat memasang palang peringatan dan pagar pembatas agar akses terhadap bahaya
listrik tidak mudah untuk dijangkau
- Grounding
Grounding memperkecil resistansi alat dan bumiSaat ada arus kejut atau tegangan
petir, arus mengalir ke tanah, grounding melindungi arus kejut melalui tubuh
- Menggunakan perlengkapan degan Isolasi Ganda
Proteksi dg penggunaan perlengkapan klas II atau dengan isolasi ekivalen
o Perlengkapan yg proteksinya dari kejut listrik tidak hanya mengandalkan
isolasi dasarnya, tetapi juga diberikan tindakan pencegahan dengan isolasi
ganda atau isolasi diperkuat
- Menggunakan alat GFCI (ground-fault circuit interrupter)
o Melindungi arus kejut
o Mendeteksi perbedaan arus pada kawat positif dan negatif (putih – hitam)
o Jika grounding gagal, GFCI akan memutuskan arus dalam 1/40 detik
o Terapkan program menjamin penggunaan grounding pada peralatan listrik
- Penggunaan Alat Pelindung Diri
o Safety shoes yang sesuai standar
o Sarung tangan
o Topi / Hard hat (insulated - nonconductive)
Subtitusi
- Mengganti genset yang berisik dengan genset yang lebih sound proof
- Mengganti alat alat bantu ruang genset dengan bahan isolator
- Mengganti kabel biasa dengan kabel berwarna agar mudah untuk dilakukannya
pengecekan pada kabel
Rekayasa Teknik
- Merapihkan jalur kabel antara genset dan rumah listrik
- Membuat Gedung genset terpisah dari bangunan utama
- Membuat akses pembatas di sekitar ruang/Gedung genset
- Membuat system pembuangan gas
- Menyediakan system ventilasi dalam ruang/Gedung genset
Adiministrasi
- Membuat SOP dan WI untuk operator genset
- Membuat dan memasang label peringatan bahaya
- Membuat jadwal shift operator genset
- Pembatasan jam kerja untuk operator genset
APD
- Sarung tangan isulator
- Earplug/pelindung telinga
- Coverall
- Helm
- Masker
- Kacamata safety
- Sepatu safety
b. Bahaya Mesin
a) Titik oprasional pekerjaan
Dimana proses pekerjaan dilaksakan; ptong, tekuk, tekan, tusuk, dll
• Semua bagian yang bergerak
Flywheels, pulleys, belt, couplings, chain, crank, gear, etc. termaksud
mekanisme mesin dan bagian – bagian nya (Parts of The Machine)
b) Bahaya Listrik
Potensi bahaya listrik
• Shock
• Percikan dari material mudah terbakar dan ledakan
• Overheating
• Kegagalan dalam aktivasi peralatan elektronik
c) Bahaya Api
d) Bahaya Termal
• Kontak degan panas
• Terpajan panas
• Kontak dengan dingin
• Terbajan dingin
h) Bahaya Biologi
• Terpajan bahaya/penyakit infeksius/mudah menular
• Terpapar pathogen
i) Bahaya Kimia
• Debu kimia
• Serat
• Gas
• Uap
• Fumes
• Kabut
• Cair
• Logam
j) Bahaya Ergonomi
Factor ergonomic
• Gerakan berulang
• Tekanan
• Postur janggal
• Postir statis
• Suhu yang ekstrim
• Vibrasi
k) Bahaya Psikososial
• Ketidakjelasan struktur/posisi
• Ketidakjelasan penugasan pekerjaan
• Stress (Konflik, Beban kerja, Kurang supervise)
• Kekerasan dalam bekerja
• Long shift
• Fatigue
5. Dalam rangka pembinaan kepada tenaga kerja, didalam Undang- 11. Keputusan penunjukan Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Undang Nomor 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja ialah satu dicabut apabila:
kewajiban pengurus antara lain: a. Tidak memenuhi peraturan perundang-undangan K3.
a. Melakukan audit K3. b. Melakukan kesalahan dan kecerobohan sehingga
b. Mengadakan pemantauan lingkungan. menimbulkan keadaan berbahaya.
c. Menunjukan dan menjelaskan kondisi dan bahaya yang dapat c. Dengan sengaja atau karena kekhilafannya menyebabkan
timbul ditempat kerja kepada tenaga kerja baru. terbukanya rahasia perusahaan/instansi yang karena
d. Mengadakan penyuluhan kepada masyarakat sekitar mengenai jabatannya wajib untuk dirahasiakan.
kemungkinan bahaya yang dapat timbul d. Semua jawaban benar.
6. Yang menjadi batasan pengertian kecelakaan kerja adalah suatu 12. Yang bukan merupakan kewajiban Ahli K3 menurut peraturan
kejadian yang mengakibatkan: perundangan-undangan adalah:
a. Adanya korban luka-luka dan atau meninggal dunia. a. Memberikan gaji karyawan.
b. Adanya kerusakan peralatan produksi. b. Memberikan laporan kepada Menteri Tenaga Kerja atau
c. Lingkungan tercemar. pejabat yang ditunjuk mengenai hasil pelaksanaan tugasnya.
d. Terganggunya proses pekerjaan/produksi walaupun tidak terjadi c. Memintai keterangan atau informasi mengenai pelaksanaan
korban yang cidera maupun kerusakan peralatan syarat-syarat K3 di tempat kerja.
d. Membuat surat teguran terhadap pelanggaran ketentuan
7. Yang dapat menjadikan kecelakaan kerja adalah: perundangan-undangan K3 di tempat kerja.
a. Perbuatan manusia yang tidak aman.
b. Kondisi yang tidak aman. 13. Audit SMK3 eksternal, dilaksanakan sekurang-kurangnya:
c. Hanya jawaban b yang benar. a. Satu kali setahun.
d. Jawaban a dan b benar. b. Satu kali dalam 2 (dua) tahun.
c. Satu kali dalam 4 (empat) tahun.
d. Satu kali dalam 3 (tiga) tahun.
14. Sebagai dasar hokum penunjukan Ahli Keselamatan dan Kesehatan a. Nilai Ambang Batas.
Kerja adalah: b. Nilai Ambang Kualitas (NAK).
a. Permenaker No. Per-04/Men/1987 c. Nilai Baku Mutu Lingkungan.
b. Permenaker No. Per-02/Men/1992 d. Semua Jawaban benar.
c. Permenaker No. Per-02/Men/1988
d. Permenaker No. Per-01/Men/1988 23. Pada pasal 86 Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 ayat (1)
menyatakan ; setiap pekerja/buruh mempunyai hak untuk
15. Sesuai dengan peraturan perundang-undangan Ahli K3 berwenang memperoleh perlindungan atas, kecuali:
untuk, antara lain: a. Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
a. Melakukan audit external SMK3. b. Penghidupan yang layak.
b. Mengadakan analisa kecelakaan kerja dimanapun. c. Moral dan kesusilaan.
c. Memasuki tempat kerja sesuai dengan keputusan penunjukan. d. Perlakuan yang sesuai dengan hasrat dan martabat manusia
d. Semua jawaban benar. serta nilai-nilai agama.
16. Peraturan yang mengatur SMK3 adalah: 24. Dalam pelaksanaan K3 di tempat kerja, upaya pengendalian
a. Peraturan Pemerintah No.50/2012 resiko dilakukan dengan uruan sebagai berikut:
b. Permenaker No. Per-05/Men/1995 a. Identifikasi, monitoring, pengendalian.
c. Permenaker No. Per-04/Men/1997 b. Monitoring, evaluasi, pengendalian.
d. Permenaker No. Per-02/Men/1992 c. Identifikasi, evaluasi, pengen Dalian, monitoring.
d. Identifikasi, monitoring, evaluasi dan pengendalian.
17. Pengawasan K3 yang bersifat preventif dan represif mliputi:
a. Perencanaan. 25. Badan atau lembaga di tingkat perusahaan yang bertugas
b. Parencanaan dan modifikasi. memberi pertimbangan dan dapat membantu pelaksanaan usaha
c. Prencanaan, pembuatan dan pemakaian. pencegahan kecelakaan serta dapat memberikan penerangan
d. Pemakaian dan peredaran. yang efektif kpada par pekerja adalah:
a. Panitia Pembna Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3)
18. Setiap instalasi dan pesawat yang digunakan ditempat kerja harus b. Forum bipartite
memiliiki izin pemakaian, hal tersebut bertujuan: c. Forum tripartite
a. Agar efektif, efesien dan aman dalam pemakaiannya. d. Forum komunikasi serikat pekerja perusahaan
b. Semua jawaban benar.
c. Memenuhi peraturan perundangan. 26. Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. Kep.187/Men/1999
d. Memperpanjang umur pesawat. mengatur tentang:
a. Bahan kimia berbahaya.
19. Audit SMK3 bertujuan untuk: b. Bahan kimia berbahaya di tempat kerja.
a. Memiliki administrasi K3. c. Pengendalian bahan kimia berbahaya di tempat kerja.
b. Mengetahui pelaksanaan K3 di perusahaan besar dan beresiko d. Semua jawaban salah.
tinggi.
c. Membukti pelaksanaan K3 sesuai peraturan perundangan K3. 27. Penerapan SMK3 di tempat kerja bersifat:
d. Membuktikan kesesuaian penerapan sistem manajemen K3. a. Wajib bagi tenaga kerja.
b. Wajib bagi setiap perusahaan.
20. Audit SMK3 dapat dilakukan oleh: c. Suka rela bagi perusahaan yang berorientasi ekspor.
a. Auditor internal. d. Wajib bagi perusahaan besar dan beresiko bahaya tinggi.
b. Jawaban a dan d benar
c. Anggota P2K3. 28. Dokter yang bertanggung jawab terhadap Pelayanan Kesehatan
d. Auditor eksternal. Kerja di perusahaan (dokter perusahaan) wajib mendapatkan
pelatihan Hyperkes. Hal ini tersebut diatur dalam:
21. Sesuai dengan Permenaker No. Per.04/Men/1987pengusaha atau a. Permenaker No. Per-02/Men/1992
pengurus wajib membentuk P2K3 di: b. Permenaker No. Per-03/Men/1982
a. Setiap perusahaan. c. Permenaker No. Per-05/Men/1985
b. Kantor pusat suatu grup perusahaan. d. Permenaker No. Per-01/Men/1976
c. Setiap tempat kerja yang mempekerjakan 100 orang atau lebih.
d. Setiap unit kerja di perusahaan besar. 29. Salah satu bentuk pengendalian bahan kimia berbahaya sesuai
Kepmenakertrans No. Kep.187/Men/1999 adalah:
22. Standar faktor-faktor lingkungan kerja yang dianjurkan tempat kerja a. Penetapan Nilai Ambang Kuantitas.
agar tenaga kerja masih dapat mnerimanya tanpa mengakibatkan b. Penyediaan Lembar Data Keselamatan Bahaya dan Label.
penyakit atau gangguan kesehatan, dalam pekerjaan sehari-hari c. Penetapan Kategori Potensi Bahaya Perusahaan.
untuk waktu tidak mlebihi 8 jam sehari atau 40 jam seminggu, sering d. Penetapan Nilai Ambang Batas.
disebut sebagai:
30. Tugas dan kewajiban Ahli K3 Kimia antara lain: 37. Penerapan norma-norma ergonomik di tempat kerja meliputi
a. Merahasiakan segala keterangan yang berkaitan dengan norma- norma:
rahasia perusahaan atau instansi yang diddapat karena a. Pembebanan kerja fisik, sikap tubuh dalam bekerja,
jabatannya. mengangkut dan mengangkat.
b. Memberikan laporan kepada menteri atau pejabat yang b. Pemberian gizi kerja.
ditunjuk mengenai hasil pelaksanaan tugasnya. c. Pemberian alat pelindung diri.
c. Jawaban a dan b salah. d. Jawaban a, b dan c benar.
d. Jawaban a dan b benar.
38. Untuk menjamin kemampuan fisik dan kesehatan kerja yang
31. Jalan terakhir untuk menghindari keracunan akibat polusi udara sebaik- baiknya perlu diadakan pemeriksaan tenaga kerja yang
ruangan kerja adalah: terarah. Pemeriksaan tersebut meliputi:
a. Mengeluarkan udara kotor dalam ruangan. a. Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja, pemeriksaan
b. Mengganti bahan tersebut dengan bahan yang lebih baik. kesehatan awal dan pemeriksaan khusus.
c. Memasang ventilasi lebih banyak. b. Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja dan pemeriksaan
d. Memakai respirator. khusus.
c. Pemeriksaan sebelum kerja, pemeriksaan kesehatan berkala
32. Pengaruh bahan kimia berbahaya terhadap kesehatan dan pemeriksaan kerja khusus.
tergantung kepada konsentrasi dan lamanya paparan terjadi, d. Semua jawaban benar.
pengaruh tersebut dapat menyebabkan hal sebagai berikut,
kecuali: 39. Faktor-faktor lingkungan kerja yang dapat menyebabkan
a. Menyebabkan iritasi, korosif, sulit bernafas, menimbulkan kecelakaan atau penyakit akibat kerja adalah:
alergi, keracunan sistematik. a. Faktor fisiologis
b. Menyebabkan kanker, kerusakan/kelainan janin. b. Semua jawaban benar
c. Menyebabkan kebakaran dan peledakan. c. Faktor psikologi
d. Pneumoconiosis dan menyebabkan efek bius. d. Faktor kimia
33. Yang termasuk kategori bahan berbahaya adalah jenis bahan 40. Setiap perusahaan catering yang mengelola makanan pada
yang mempunyai sifat antara lain: perusahaan, sesuai Surat Edaran Dirjen Binawas SE
a. Oksidator, mudah meledak, mudah menyala atau terbakar. No.86/BW/1989 harus terlebih dahulu mendapatkan:
b. Memancarkan radiasi. a. Surat Keputusan Penunjukan dari Dirjen Binawas.
c. Semua jawaban benar. b. Surat Izin Catering di tempat kerja.
d. Korosif, iritasi karsinogenik. c. Jawaban a, b dan d benar.
d. Rekomendasi dari Disnaker setempat.
34. Pengendalian bahan kimia berbahaya di tempat kerja merupakan
suatu usaha untuk mencegah kecelakaan dan penyakit akibat 41. Beban kerja fisik yang diberikan kepada tenaga kerja tidak boleh
kerja. Dasar hukumnya adalah: melebihi:
a. Kepmenaker No. Kep-187/Men/1999 a. 10-15% dari kemampuan kerja maksimum.
b. Permenaker No. Per-03/Men/1986 b. 25-30% dari kemampuan kerja maksimum.
c. Kepmenaker No. Kep-51/Men/1999 c. 30-50% dari kemampuan kerja maksimum.
d. SE No. 01 tahun 1999 d. 30-40% dari kemampuan kerja maksimum.
35. Bahan kimia dalam bentuk tunggal atau campuran yang 42. Kewajiban pengusaha atau pengurus instalasi bahaya besar
berdasarkan sifat kimia, fisika, atau toksikologi berbahaya sesuai Kepmenakertrans Nomor: Kep.187/Men/1999 adalah
terhadap tenaga kerja, instalasi dan lingkungan, kecuali: sebagai berikut, kecuali:
a. Bahan beracun, bahan beraktif. a. Mempekerjakan Ahli K3 kimia
b. Cairan mudah larut. b. Pengujian instalasi sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun sekali.
c. Bahan mudah meledak, bahan oksidator. c. Membuat dokumen pngendalian instalasi bahaya besar.
d. Cairan mudah terbakar, gas mudah terbakar d. Pembuatan dokumen job safety.
36. Permenaker No.Per-03/Men/1982 mengatur tentang pelayanan 43. Pemeriksaan kesehatan tenaga kerja secara awal, berkala dan
kesehatan kerja. Tujuan dari pelayanan kesehatan kerja: khusus merupakan kewajiban dari pada pengusaha terhadap
a. Jawaban b dan c benar. tenaga kerjanya. Peraturan yang mengaturnya adalah:
b. Memberikan bantuan kepada tenaga kerja dalam a. Permenaker No.Per-03/Men/1982
penyesuaian diri baik fisik, mental terutama dalam b. Permenaker No.Per-02/Men/1980
penyesuaian pekerjaan dengan tenaga kerja. c. Permenaker No.Per-51/Men/1997
c. Memberikan pengobatan dan perawatan serta rehabilitasi d. Permenaker No.Per-04/Men/1998
bagi tenaga kerja yang menderita sakit.
d. Jawaban b dan c salah.
44. Penyesuaian pekerjaan, sikap dan peralatan disebut: 51. Yang dimaksud dengan ketel uap adalah:
a. Ilmu biologi a. Pesawat yang menghasilkan uap yang dipergunakan diluar
b. Ilmu fisika pesawatnya.
c. Ilmu ergonomi b. Pesawat yang menghasilkan uap yang dipergunakan diluar
d. Ilmu psikomotorik pesawatnya dan harus ada disetiap perusahaan.
c. Pesawat yang menghasilkan uap yang dipergunakan diluar
45. Penerangan/pencahayaan yang cukup dalam suatu ruangan pesawatnya dan harus ada disetiap perusahaan.
tempat kerja, dapat memberikan: d. Jawban a, b dan c benar.
a. Keletihan mata yang cepat.
b. Kenyamanan bekerja. 52. Sesuai Permenaker No. Per.05/Men/1985 setiap pesawat dan
c. Produktivitas kerja rendah. angkut wajib dilakukan pengujian setelah pegujian pertama.
d. Absensi menurun. Pengujian tersebut selambat-lambatnya :
a. 4 (empat) tahun setelah pengujian pertama.
46. Manfaat penilaian lingkungan kerja: b. 2 (dua) tahun setelah pengujian pertama.
a. Sebagai dasar untuk menentukan dana perbaikan dan c. 1 (satu) tahun setelah pengujian pertama.
rencana selanjutnya. d. 3 (tiga) tahun setelah pengujian pertama.
b. Sebagai dasar untuk menyatakan kondisi lingkungan kerja
membahayakan atau tidak. 53. Yang bukan merupakan tujuan pemeriksaan visual pada setiap
c. Sebagai dasar untuk menentukan tingkat kecelakaan terjadi. pesawat uap baru yaitu untuk mengetahui:
d. Tenaga kerja mendapat informasi kondisi lingkungan. a. Kondisi seluruh alat perlengkapan pengamannya.
b. Kapasistas produksi uap kering yang dapat digunakan
47. Nilai Ambang Batas (NAB) kebisingan untuk pemajanan 8 jam per sesungguhya.
hari, sesuai Permenakertrans No.Per 13/Men/2011 adalah: c. Kondisi seluruh bagian konstruksi dan seluruh alat
a. 85 dBA perlengkapan pengamanannya.
b. 90 dBA d. Kondisi sisi luar dan seluruh alat perlengkapan
c. 80 dBA pengamanannya.
d. 95dBA
54. Yang tidak termasuk bejana tekan berdasarkan Permenaker No.
48. Penyakit akibat kerja merupakan penyakit yang disebabkan oleh Per.01/Men/1982 adalah:
pekerjaan dan lingkungan kerja. Untuk menghindari kejadian a. Botol-botol baja yang mempunyai volume air paling rendah 60
tersebut perlu dilakukan usaha-usaha preventif yang berupa liter.
jaminan pelayanan kesehatan yang merupakan salah satu dari 4 b. Botol-botol baja yang mempunyai volume air paling tinggi 60
(empat) program Jamsostek. Peraturan yang mengatur hak tersebut liter.
adalah: c. Bejana transport yang mempunyai volume air lebih dari 60
a. Permenaker No.Per-03/Men/1982 liter.
b. Undang-undang No. 1 tahun 1970 d. Bejana penyimpanan gas atau campuran dalam keadaan
c. Undnag-undang No. 3 tahun 1992 padat dikempa menjadi cair terlarut atau beku.
d. Permenaker No.Per-03/Men/1985
55. Peledakan pada ketel uap dapat tejadi karena:
49. Kesehatan tenaga kerja merupakan dasar dari tenaga kerja untuk a. Tinggi air didalam ketel uap dibawah batas aman.
meningkatkan produktivitas dan lingkungan kerja yang aman dan b. Tidak memilliki thermometer.
nyaman. Upaya tersebut meliputi tindakan preventif dengan jalan c. Jawaban a dan b benar.
pelaksanaan pelayanan kesehatan kerja di perusahaan. Hal tersebut d. Peledakan hanya dapat tejadi bila tingkap pengaman tidak
diatas diatur dalam: bekerja.
a. SE Menaker No.02/1986
b. Permenaker No.Per-03/Men/1986 56. Pengertian dari pesawat angkat dan angkut adalah suatu pesawat
c. Permenaker No.Per-03/Men/1982 atau alat yang digunakan untuk:
d. Permenaker No.Per-02/Men/1980 a. Memindahkan muatan pada jarak tertentu.
b. Memindahkan, mengangkut muatan vertical dan horizontal.
50. Ruang lingkup Permenaker No. Per.05/Men/1985 meliputi: c. Memindahakan, mengangkut muatan vertical dan horizontal
a. Pesawat tenaga dan produksi. dalam jarak yang ditentukan.
b. Peralatan angkat, pita transport, pesawat angkutan diatas d. Semua jawaban benar.
landasan dan diatas permukaan, alat angkutan jalan rel.
c. Pesawat lift.
d. Semua jawaban benar.
57. Berdasarkan Peraturan Menteri Perburuhan NO. 07 tahun 1964 64. Dalam melayani pesawat tenaga dan produksi yang sedang
tentang syarat-syarat kesehatan, kebersihan serta penerangan beroperasi, seorang operator dapat:
dalam tempat kerja, maka dalam suatu tempat kerja dengan a. Dilarang meninggalkan tempat kerja.
tenaga kerja sejmlah 60 orang, jumlah kakus/W minimal yang b. Mewakilan kepada orang lain.
harus disediakan: c. Meninggalkan tempat kerjanya untuk keperluan penting.
a. 1 d. Jawban a, b dan c benar.
b. 4
c. 3 65. Berdasarkan Permenaker No. Per-05/Men/1985 setiap pesawat
d. 2 angkat dan angkut harus uji terlebih dahulu antara lain dengan
pengujian beban lebih sebesar:
58. Pemeriksaan berkala pada bejana uap dilakukan setiap: a. 110% dari jumlah beban maksimum.
a. Selambat-lambatnya setiap 3 (tiga) tahun sekali. b. 125% dari jumlah beban maksimum.
b. Selambat-lambatnya setiap 4 (empat) tahun sekali c. 120% dari jumlah beban maksimum.
c. Selambat-lambatnya setiap 2 (dua) tahun sekali. d. 135% dari jumlah beban maksimum.
d. Selambat-lambatnya setiap 1 (satu) tahun sekali
66. Pengujian unit pesawat tenaga dan produksi dilakukan selambat-
59. Pemeriksaan bahan pada pesawat uap dapat dilakukan apabila telah lambatnya:
berumur: a. 2 (dua) tahun sekali.
a. 25 tahun. b. 3 (tiga) tahun sekali.
b. 35 tahun. c. 10 (sepuluh) tahun sekali.
c. 30 tahun. d. 5 (lima) tahun sekali.
d. 40 tahun.
67. Pernyataan yang benar sesuai dengan peraturan yang berlaku
60. Ketel uap yang mengalami temperature berebihan (overheating) mengenai setiap pesawat angkat dan angkut yang akan dibuat
adalah disebabkan oleh: dan dipasang:
a. Tingkat pengaman tidak bekerja. a. Pembuat dan pemasang tidak perlu mendapat pengesahan.
b. Kapasitas pembakaran terlalu besar. b. Jawaban a, c dan d benar.
c. Tinggi air didalam ketel uap dibawah batas aman. c. Pemilik/pemakai dapat menentukan persyaratan.
d. Smua jawaban benar. d. Pembuat dan pemasang harus mendapat pengesahan.
61. Akte izin Pemakaian Pesawat Uap diberikan kepada pemakai 68. Kekurangan air didalam ketel uap pada saat sedang dioperasikan
bilamana: tidak dapat mengakibatkan:
a. Semua jawaban benar. a. Terjadinya kenaikan temperature air.
b. Hasil pemeriksaan dan pengujian alat-alat perlengkapan b. Terjadinya kenaikan tekanan kerja.
pengamanan dan alat-alat pembakaran memenuhi syarat. c. Semua jawaban salah.
c. Hasil pemeriksaan dan pengujian pesawat uap dan alat-alat d. Terjadinya overheating dan peledakan.
perlengkapan otomatisnya memenuhi syarat.
d. Hasil pemeriksaan dan pengujian pesawat uap dan alat-alat 69. Pesawat Uap dan Bejana Tekan, baru dapat dibuat apabila:
perlengkapan pengamanannya memenuhi syarat. a. Mempunyai gambaran rencana.
b. Jawaban a, c dan d telah terpenuhi.
62. Kapan suatu pesawat uap harus dilakukan pemeriksaan secara c. Mempunyai perhitungan kekuatan konstruksi.
khusus (secara keseluruhan): d. Telah mempunyai pengesahan gambar rencana.
a. Sesudah berumur 50 tahun.
b. Sesudah terjadi kecelakaan. 70. Tingkat pengamanan pada pesawat uap dan bejana tekan
c. Sesudah dilakukan pemeriksaan bahan (PB) sebanyak 3 (tiga) berfungsi untuk:
kali. a. Menahan tekanan.
d. Sebelum pemeiksaan bahan (PB) sebanyak 3 (tiga) kali. b. Untuk mengatur tekanan.
c. Membuang air berlebih.
63. Pemeriksaan berkala pada ketel uap darat berpindah dilakukan d. Membuat tekanan secara otomatis apabila terjadi tekanan
setiap: lebih.
a. Selambat-lambatnya setiap 1 (satu) tahun sekali.
b. Selambat-lambatnya setiap 3 (tiga) tahun sekali. 71. Cara mengambil/memotong pelat badan pesawat uap yang akan
c. Selambat-lambatnya setiap 2 (dua) tahun sekali. diuji dengan cara:
d. Selambat-lambatnya setiap 4 (empat) tahun sekali. a. Digergaji.
b. Dipotong dengan alat potong las listrik.
c. Dipotong dengan brander las.
d. Dibor.
72. Pengawasan K3 bidang mekanik yang bersifat prevent meliputi:
a. Perencanaan, pembuatan, prosedur pemakaian dan perawatan. 80. Penggunaan lift yang salah yaitu:
b. Perencanaan dan pemakaian. a. Kapasitas angkut harus sesuai dengan izin lift.
c. Perencanaan, reparasi da modifikasi. b. Kapasitas angkut lift dicantumkan dan dipasang dalam kereta
d. Jawaban a, b dan c salah. lift.
c. Kapasitas angkut lift tidak dicantumkan dan dipasang didalam
73. Pesawat angkut diatas landasan dan diatas permukaan adalah: kereta lift.
a. Dongkrak, pneumatic, gondola, keran tower dan takel. d. Penetapan jumlah orang yang diangkut berdasarkan SNI yang
b. Escalator, rantai berjalan dan ban berjalan. berlaku.
c. Truk, trakto, kereta gantung, truk derek dan forklift.
d. Semua jawaban benar. 81. Surat Izin Operasi pemakaian lift berlaku selama:
a. 2 (dua) tahun dan dapat diperbaharui kembali.
74. Beberapa dasar hukum yang terkait dengan K3 Mekanik seperti b. 3 (tiga) tahun dan dapat diperbaharui kembali.
tertera dibawah ini kecuali: c. 5 (lima) tahun dan dapat diperbaharui kembali.
a. Permenaker No. Per-04/Men/1985. d. Semua jawaban salah.
b. Permenaker No. Per-05/Men/1985.
c. Permenaker No. Per-04/Men/1987. 82. Potensi bahaya pada instalasi listrik diantaranya:
d. Permenakertrans No. Per-09/Men/VII/1985 a. Peledakan.
b. Beban lebih (overload).
75. Berdasarkan Surat Edaran Menaker No.SE.06/Men/1990 tentang c. Panas (thermal).
Perwarnaan Botol Baja/Tabung gas betekanan antara lain sebagai d. Kebakaran.
beikut kecuali:
a. Kelompok gas beracun berwarna kuning tua. 83. Penanggulangan K3 Listrik dan Kebakaran dilaksanakan dengan
b. Kelompok gas yang menyengat warna kuning muda. pola preventif, apakah yang dimaksud dengan pola tersebut:
c. Kelompok gas untuk kesehatan warna biru. a. Dilakukan perawatan rutin.
d. Kelompok gas yang dapat menyebabkan tercekik warna abu- b. Dimulai saat pelaksanaan.
abu. c. Dilaksanakan setelah ada kejadian kecelakaan.
d. Dimulai dari saat perencanaan.
76. Dasar hukum pengawasan K3 Konstruksi Bangunan:
a. UU No. 1 tahun 1970. 84. Besarnya nilai tahanan pembumian (grounding) keseluruhan
b. Permenaker No.Per-01/Men/1980. pada instalasi penyalur petir yang diatur dalam Permenaker
c. SKB Menaker dan Menteri PU No. Kep.174/Men/1986 No.Per.02/Men/1989 adalah:
No.104/Kepts/1986 a. Maksimal 0,5 Ω
d. Semua jawaban benar. b. Maksimal 5 Ω.
c. Maksimal 50 Ω.
77. Tahapan pelaksanaan konstruksi bangunan terdiri dari: d. Jawaban a, b dan c salah.
a. Rancangan teknis pelaksanaan.
b. Rancangan pasca konstruksi. 85. Instalasi penyalur petir secara umum harus memenuhi
c. Rancangan teknis pelaksanaan dan pasca konstruksi. persyaratan:
d. Semua jawaban salah. a. Kemampuan perlindungan secara tehnis.
b. Ketahanan mekanis.
78. Syarat-syarat keselamatan kerja ditetapkan melalui peraturan c. Semua jawaban benar.
perundangan, salah satunya persyaratan untuk mencegah terkena d. Ketahanan terhadap korosi.
aliran listrik yang berbahaya. Hal tersebut tertuang dalam:
a. UU No.1 Tahun 1970 pasal 3 ayat (1) huruf q. 86. Alat untuk mengatur tahanan isolasi kabel listrik adalah:
b. UU No.1 Tahun 1970 pasal 3 ayat (1) huruf a. a. Insulation Resistan tester.
c. Kepmenakertrans No.Kep.75/Men/2002. b. Multi tester.
d. Semua jawaban salah. c. Ohm meter.
d. Volt meter
79. Instalasi penyalur petir diatur berdasarkan:
a. Permenaker No.Per.30/Men/2015 perubahan atas 87. Instalasi proteksi petir internal misalnya dengan memasang
Permenaker No.Per.04/Men/1987. arrester pada instalasi listrik untuk memotor arus petir dan
b. Permenaker No.Per.31/Men/2015 perubahan atas menyamakan tegangan diatur dalam peraturan:
Permenaker No.Per.02/Men/1989. a. Permenaker No.Per.02/Men/1989.
c. Permenaker No.Per.32/Men/2015 perubahan atas b. Permenaker No. 12 tahun 2015 SNI 0225-2011 PUIL 2011
Permenaker No.Per.04/Men/1985. c. Kepmenaker No.Kep.75/2002.
d. Permenaker No.Per.31/Men/2015 perubahan atas d. Jawaban a, b dan d salah.
Permenaker No.Per.01/Men/1987.
88. Apa yang dimaksud dengan bahaya sentuh langsung?
a. Sentuh pada bagian konduktif yang dalam keadaan kerja normal 95. Pengurus atau pengusaha wajib mencegah, mengurangi dan
umumya bertegangan dan atau dialiri arus. memadamkan kebakaran serta melakukan latihan
b. Sentuh pada bagian kondukif terbuka perlengkapan atau penanggulangan kebakaran di tempat kerja. Hal ini diatur
instalasi listrik yang menjadi bertegangan akibat kegagalan berdasarkan:
kegagalan isolasi. a. Kepmenaker No.Kep-187/Men/1999.
c. Sentuh pada bagian yang tidak konduktif dari perlengkapan b. Kepmenaker No.Kep-186/Men/1999.
atau instalasi listrik. c. Kepmenaker No.Kep-75/Men/2002.
d. Semua jawaban a, b dan c benar. d. Kepmenaker No.Kep-51/Men/1999.
89. Setiap jenis penyalur petir harus dilengkapi dengan embumian 96. Pengujian kualitas alat pemadam api ringan (APAR) antara lain
sekurang-kurangnya: berupa:
a. 4 (empat) buah. a. Kondisi tabung APAR nya saja.
b. 3 (tiga) buah. b. Cara penempatan dan peralatannya.
c. 2 (dua) buah. c. Kondisi tabung APAR dan kualitas bahan pemadamnya.
d. 5 (lima) buah. d. Cara penggunaan dengan benar.
90. Keselamatan dan Kesehatan Kerja Listrik di tempat kerja diatur 97. Yang termasuk system proteksi kebakaran pasif antara lain:
dalam: a. Sarana Evakuasi.
a. Permenaker No.15 tahun 2012 b. Kualitas bahan bangunan.
b. Kepmenakertrans No.Kep.75/Men/2002 c. Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
c. Permenaker No.12 tahun 2015 d. Jawban a, b dan c benar.
d. Kepmenakertrans No.Kep75/Men/2000
98. Nilai ambang batas faktor fisika untuk getaran pada lengan dan
91. Lantai kerja yang aman adalah lantai kerja yang memiliki resistansi tangan adalah:
isolasi sekurang-kurangnya sebesar: a. 2 m/det2
a. 20 kΩ. b. 5 m/det2
b. 10 kΩ. c. 3 m/det2
c. 50 kΩ. d. 4 m/det2
d. 70 kΩ.
99. Dalam kejadian kebakaran didalam gedung dapat terjadi
92. Kegagalan isolasi dari suatu instalasi listrik harus dicegah terutama peristiwa yang disebut back draft. Back draft dapat terjadi
dengan cara: apabila:
a. Perlengkapan listrik harus dirancang dan dibuat dengan baik. a. Kebakaran didalam ruang tertutup dengan oksigen yang
b. Bagian aktif harus diisolasi dengan bahan yang tepat. cukup dan terdapat bahan yang mudah meledak.
c. Instalasi listrik harus dipasang dengan baik. b. Kebakaran dalam ruang tertutup kehabisan oksigen, bila ada
d. Semua jawaban benar. kesempatan udara masuk akan terjadi ledakan.
c. Jawaban a dan d benar.
93. Pemasangan instalasi listrik di Indonesia pada saat ini dapat d. Jawaban a dan d salah.
berpedoman kepada:
a. Standar Nasional Indonesia. 100. Terdapat 3 (tiga) jenis pompa hidran/springkler yaitu:
b. Semua benar. a. Pompa listrik, pompa diesel, pompa air.
c. Standar Internasional. b. Pompa listrik, pompa diesel, pompa jockey.
d. Standar nasional negara lain yang ditentukan pengawas c. Pompa utama, pompa jockey dan pompa cadangan.
ketenagakerjaan spesialis K3 listrik. d. Jawaban a, b dan c benar
1. Sebutkan tugas, kewajiban dan wewenang Ahli K3 Umum berdasarkan landasan hukumnya!
Landasan hukum: Permennaker No. 02 Tahun 1992
- Tugas AK3 Umum:
Membantu pimpinan perusahaan atau pengurus menyelenggarakan dan meningkatkan usaha
keselamatan kerja, hygiene perusahaan dan kesehatan kerja, membantu pengawasan ditaatinya
ketentuan-ketentuan perundang-udangan bidang K3
- Kewajiban AK3 Umum:
a. Membantu mengawasi pelaksanaan peraturan perundangan K3 sesuai dengan bidang yang
ditentukan dalam keputusan penunjukannya
b. Memberikan laporan kepada menteri tenaga kerja atau pejabat yang ditunjuk mengenai hasil
pelaksanaan tugas dengan ketentuan sebagai berikut:
1) Untuk AK3 di tempat kerja satu kab dalam 3 bulan kecuali ditentukan lain
2) Untuk AK3 di perusahaan yang memberikan jasa dibidang K3 setiap saat setelah selesai
melaksanakan kegiatannnya
3) Merahasiakan segala keterangan tentang rahasia perusahaan /instansi yang didapat
berhubungan jabatannya
- Wewenang AK3 Umum:
a. Memasuki tempat kerja sesuai keputusan penunjukan
b. Meminta keterangan dan/atau informasi mengenai pelaksanaan syarat-syarat K3 ditempat kerja
dengan keputusan penunjukannya
c. Memonitor, memeriksa, menguji, menganalisa, mengevaluasi dan memberikan persyaratan serta
pembinaan K3 yang meliputi:
1) Keadaan dan fasilitas tenaga kerja
2) Keadaan mesin-mesin, pesawat, alat-alat kerja, instalasi serta peralatan lainnya
3) Penanganan bahan-bahan
4) Proses produksi
5) Sifat pekerjaan
6) Lingkungan kerja
2. Sebutkan hak dan kewajiban tenaga kerja sebagaimana diatur dalam Undang-undang No. 01 Tahun 1970!
Menurut Pasal 12, UU No. 01 Tahun 1970 tetnatng Keselamatan Kerja, Hak dan Kewajiban tenaga kerja
yaitu:
a. Memberikan keterangan yang benar bila diminta oleh pegawai pengawas dan atau keselamatan kerja
b. Memakai alat perlindungan diri yang diwajibkan
c. Memenuhi dan mentaati semua syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan
d. Meminta pada Pengurus agar dilaksanakan semua syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang
diwajibkan
e. Menyatakan keberatan kerja pada pekerjaan dimana syarat kesehatan dan keselamatan kerja serta alat-
alat perlindungan diri yang diwajibkan diragukan olehnya kecuali dalam hal-hal khususditentukan lain
oleh pegawai pengawas dalam batas-batas yang masih dapat dipertanggung jawabkan.
5. Sebutkan fungsi dan tugas P2K3 dan sebutkan landasan hokum pembentukan P2K3!
Landasan hukum : Permennaker No. 04/MEN/1987 tentang P2K3 dan tata cara penunjukkan P2K3.
Fungsi P2K3
a. Menghimpun dan mengolah data tentang K3 di tempat kerja
b. Membantu menunjukan dan menjelaskan kepada setiap tenaga kerja:
- Berbagai faktor bahaya di tempat kerja yang dapat menimbulkan gangguan K3 termasuk bahaya
kebakaran dan peledakan serta cara penanggulangannya
- Faktor yang dapat mempengaruhi efisiensi dan produktifitas kerja
- APD bagi tenaga kerja yang bersangkutan
- Cara dan sikap yang benar dan aman dalam melaksanakan pekerjaannya
c. Membantu pengusaha atau pengurus dalam:
- Mengevaluasi cara kerja, proses dan lingkungan kerja
- Menentukan tindakan koreksi dengan alternatif terbaik
- Mengevaluasi penyebab timbulnya kecelakaan, PAK serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan
- Mengembangkan penyuluhan dan penelitian dibidang keselamatan kerja, hygiene perusahaan,
kesehatan kerja dan ergonomic
- Melaksanakan pemantauan terhadap gizi kerja dan menyelenggarakan makanan di perusahaan
- Memeriksa kelengkapan peralatan keselamatan kerja
- Mengembangkan pelayanan kesehatan tenaga kerja
- Mengembangkan laboratorium K3, melakukan pemeriksaan laboratorium dan melaksanakan
intepretasi hasil pemeriksaan
- Menyelenggarakan administrasi keselamatan kerja, hygiene perusahaan dan kesehatan kerja
d. Membantu pimpinan perusahaan menyusun kebijaksanaan manajemen dan pedoman kerja dalam
rangka upaya meningkatkan keselamatan kerja, hygiene perusahaan, kesehatan kerja, ergonomi dan gizi
kerja.
7. Bagaimana cara penyelenggaraan pelayanan kesehatan kerja sesuai dengan peraturan perundangan?
Landasan Hukum : Permennaker Nomor 03/MEN/1982 tentang Pelayanan Kesehatan Tenaga Kerja
Penyelenggaraan pelayanan kesehatan kerja dapat:
a. Diselenggarakan sendiri oleh pengurus
b. Diselenggarakan oleh pengurus dengan mengadakan ikatan dengan dokter atau pelayanan kesehatan
c. Pengurus dari beberapa perusahaan secara bersama-sama menyelenggarakan suatu pelayanan
kesehatan kerja
8. Sebutkan kewajiban pengusaha dalam mengendalikan bahan kimia berbahaya!
Landasan Hukum : Permennaker No. 187/MEN/1999 tentang Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya
Kewajiban pengusaha atau pengurus:
Pasal 16
(1) Perusahaan yang dikategorikan punya potensi bahaya besar:
a. Mempekerjakan petugas K3 kimia dengan ketentuan apabila dipekerjakan dengan sistem kerja non
shift sekurang-kurangnya dua orang dan apabila dipekerjakan dengan sistem shift sekurang-
kurangnya dipekerjakan 5 orang.
b. Mempekerjakan ahli K3 kimia sekurang-kurangnya 1 orang
c. Membuat dokumen pengendalian potensi bahaya besar
d. Melaporkan setiap perubahan nama bahan kimia dan kuantitas bahan kimia, proses dan modifikasi
instalasi yang digunakan
e. Melakukan pemeriksaan dan pengujian faktor kimia yang ada di tempat kerja sekurang-kurangnya 6
bulan sekali
f. Melakukan pemeriksaan dan pengujian instalasi yang ada di tempat kerja sekurang-kurangnya 2
tahun sekali
g. Melakukan pemeriksaan kesehatan tenaga kerja sekurang-kurangnya 1 tahun sekali.
(2) Pengujian factor kimia dan instalasi sebagaimana dimaksud dilakukan oleh PJK3 atau instansi yang
berwenang.
Pasal 17
(1) Perusahaan yang dikategorikan mempunyai potensi bahaya menengah:
a. Mempunyai petugas K3 kimia dengan ketentuan apabila dipekerjakan dengan sistem kerja non
shift sekurang-kurangnya satu orang dan apabila dipekerjakan dengan sistem shift sekurang-
kurangnya dipekerjakan 3 orang
b. Membuat dokumen pengendalian potensi bahaya menengah
c. Melaporkan setiap perubahan nama bahan kimia dan kuantitas bahan kimia, proses dan
modifikasi instalasi yang digunakan
d. Melakukan pemeriksaan dan pengujian faktor kimia yang ada di tempat kerja sekurang-kurangnya
1 tahun sekali
e. Melakukan pemeriksaan dan pengujian instalasi yang ada di tempat kerja sekurang-kurangnya 3
tahun sekali
f. Melakukan pemeriksaan kesehatan tenaga kerja sekurang-kurangnya 1 tahun sekali.
9. Jelaskan ruang lingkup pengawasan K3 konsruksi bangunan dan sebutkan peraturan perundangannya!
Dasar hukum : Permennaker No. Per-01/MEN/1980 tentang K3 pada konstuksi bangunan
- Ruang lingkup K3 Konstruksi bangunan:
a. Pekerjaan penggalian
b. Pekerjaan pondasi
c. Pekerjaan konstruksi beton
d. Pekerjaan konstruksi baja
e. Pekerjaan pembongkaran
13. Jelaskan norma ruang lingkup pengawasan K3 pesawat uap dan bejana tekan!
Dasar Hukum: Permennaker No. 01/MEN/1982 tentang bejana tekan
- Perencanaan
- Pembuatan, perakitan, pemasangan
- Pengangkutan
- Peredaran/perdagangan
- Pemakaian/penggunaan (harus ada akte ijin)
- Pemeliharaan/perbaikan/reparasi/modifikasi
- Penyimpanan
- Pemusnahan
19. Sebutkan golongan kebakaran dan jenis alat pemadam api ringan!
- Golongan kebakaran
a. Kebakaran bahan padat kecuali logam (Golongan A);
b. Kebakaran bahan cair atau gas yang mudah terbakar (Golongan B);
c. Kebakaran instalasi listrik bertegangan (Golongan C);
d. Kebakaran logam (Golongan D)
- Jenis alat pemadam api ringan terdiri:
a. Jenis cairan (air);
b. Jenis busa;
c. Jenis tepung kering;
d. Jenis gas (hydrocarbon berhalogen dan sebagainya);
20. Apa yang dimaksud dengan confined space dan bekerja pada ketinggian!
- Confined Space atau ruang terbatas, yaitu suatu tempat kerja dengan kriteria:
a. Cukup luas dan memiliki konfigurasi sedemikian rupa sehingga pekerja dapat masuk dan melakukan
pekerjaan di dalamnya;
b. Mempunyai akses keluar masuk yang terbatas.
c. Tidak dirancang untuk tempat kerja secara berkelanjutan atau terus-menerus di dalamnya.
- Bekerja pada ketinggian pekerjaan dengan perbedaan ketinggian di atas permukaan tanah
maupun perairan dengan minimum tinggi 1.5 meter, 1.8 meter atau 2 meter yang memiliki resiko
terjatuh yang mengakibatkan cedera atau fatality.
SOAL STUDI KASUS
Sebagai calon Ahli K3 Umum, bagaimana upaya anda dalam pemenuhan syarat-syarat K3 di perusahaan di
bawah ini terkait:
PT. Tidak Mau Rugi (TMR) merupakan perusahaan bergerak di bidang manufacturing yang beralamat di
Kawasan Industri Karawang, Jawa Barat. Perusahaan didukung 132 orang karyawan, yang terdiri dari 100
wanita dan 32 laki-laki. Sudah terdapat organisasi P2K3 yang diketuai oleh manajer SDM dan sekretarisnya
yang belum pernah mengikuti pelatihan K3. Perusahaan mempunyai klinik yang belum mendapatkan
pengesahan dari DISNAKER setempat, pemeriksaan kesehatan secara berkala sebanyak 50 orang tenaga
kerja telah dilaksanakan oleh dokter spesialis yang belum tersertifikasi HIPERKES. Perusahaan menyimpan
bahan kimia Ethylene oxide dengan kuantitas 75 ton dalam tangki timbun, menggunakan pesawat angkat
angkut berupa 1 (satu) buah over head crane dengan kapasitas 30 ton, 1 (satu) buah mobile crane dengan
kapasitas 15 ton, 2 (dua) buah forklift dengan kapasitas 10 ton; menggunakan 2 (dua) buah boiler yang
terletak dalam satu ruangan, dengan kapasitas masing-masing 15 ton/jam. Perusahaan memakai listrik
untuk penerangan dan mengoprasikan mesin-mesin produksi dengan kapasitas 4 MW. Perusahaan juga
sedang merenovasi gudang dengan menggunakan scaffolding setinggi 8,2 m dengan mempekerjakan 40
orang pekerja bangunan dengan lama waktu pekerjaan 7 bulan. Untuk menanggulangi kebakaran,
perusahaan sudah memiliki 7 petugas peran kebakaran, 1 regu penanggulangan kebakaran, namun belum
memiliki Ahli K3 Spesialis Penanggulangan Kebakaran.
- Selamat Mengerjakan -