0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
102 tayangan30 halaman

Prinsip dan Jenis Turbin Uap

Turbin uap berfungsi mengubah energi panas uap menjadi energi mekanik berupa putaran poros. Uap dengan tekanan dan suhu tinggi membentur sudu-sudu turbin untuk memutar porosnya. Uap yang telah bekerja kemudian menjadi uap basah dan didinginkan menjadi air kondensat. Tenaga putar digunakan untuk memutar generator listrik.

Diunggah oleh

kualitascetak
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
102 tayangan30 halaman

Prinsip dan Jenis Turbin Uap

Turbin uap berfungsi mengubah energi panas uap menjadi energi mekanik berupa putaran poros. Uap dengan tekanan dan suhu tinggi membentur sudu-sudu turbin untuk memutar porosnya. Uap yang telah bekerja kemudian menjadi uap basah dan didinginkan menjadi air kondensat. Tenaga putar digunakan untuk memutar generator listrik.

Diunggah oleh

kualitascetak
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

T U R B I N.

Habib Rochani e learning 2012 1


Prinsip Kerja Turbin Uap
• Turbin uap berfungsi untuk mengubah energi panas yang
terkandung dalam uap menjadi energi mekanik dalam bentuk
putaran.
• Uap dengan tekanan dan temperatur tinggi mengalir melalui nosel
sehingga kecepatannya naik dan mengarah dengan tepat untuk
mendorong sudu-sudu turbin yang dipasang pada poros.
• Akibatnya poros turbin bergerak menghasilkan putaran (energi
mekanik).
• Uap yang telah melakukan kerja di turbin tekanan dan temperatur
turun hingga kondisinya menjadi uap basah. Uap keluar turbin ini
kemudian dialirkan kedalam kondensor untuk didinginkan agar
menjadi air kondensat.
• tenaga putar yang dihasilkan digunakan untuk memutar generator

Habib Rochani e learning 2012 2


PRINSIP KERJA TURBIN

a) Kecepatan uap keluar nozzle Ct= Kecepatan relatif uap membentur


196,2m/det, maka besarnya gaya sudu oleh karena sudu bergerak
dorong P1=m(C1t-C2)=1/9,81(196,2- w1=C1t-U, dan jika U=98,1m/det maka
0)=20kg. gaya dorong
a) P1’= 1/9,81(196,2-98,1)=10kg
b) P2= 1/9,81(196,2+196,2)=40kg
b) P2’= 2/9,81(196,2-98,1)=20kg
c) P3 =1/9,81(196,2cos300+ c) P3’= 2/9,81(196,2cos300 -
196,2cos300)=34,7kg. 98,1cos300)=17,35kg.
Habib Rochani e learning 2012
HR/STT/AUG 2006
JENIS TURBIN UAP
- Berdasarkan proses transformasi energi:
- Turbin impulse
- Turbin reaksi
- Berdasarkan tekanan uap keluar turbin
- Back pressure
- Condensing.
- Berdasarkan tekanan uap masuk turbin
- Tekanan super kritis ( 225 bar )
- Tekanan sangat tinggi ( 170 bar keatas )
- Tekanan tinggi ( diatas 40 bar ).
- Tekanan menengah ( s/d 40 bar ).
- Tekanan rendah ( 1,2 – 2bar abs )
- Berdasarkan pengaturan uap masuk
- Constant pressure with throttle control.
- Constant pressure with Nozzle control.
- Sliding pressure
• Berdasarkan jumlah silinder:
- Single cylinder
- Multi cylinder
- Berdasarkan jumlah aliran uap masuk :
- Single flow
- Double flow

Habib Rochani e learning 2012 4


HR/STT/AUG 2006
IMPULSE & REAKSI

Impulse Reaksi

Habib Rochani e learning 2012 5


Prinsip turbin uap
• Turbin impuls atau turbin tekanan tetap, adalah turbin yang
ekspansi uapnya hanya terjadi pada sudu-sudu tetap atau
nosel. Ketika uap melewati sudu tetap, maka tekanan turun
dan uap mengalami peningkatan ( energi kinetik ). Sudu-sudu
tetap berfungsi sebagai nosel (saluran pancar) dan
mengarahkan aliran uap ke sudu-sudu gerak.
• Turbin reaksi penurunan tekanan terjadi pada sudu tetap dan
sudu gerak.

Habib Rochani e learning 2012 6


TURBIN IMPULSE & REAKSI
Impuls reaksi impuls bertingkat reaksi bertingkat

Habib Rochani e learning 2012 7


Single flow, double flow, multi silinder

Habib Rochani e learning 2012 8


Konstruksi dan Bagian Utama Turbin
Uap
Casing
Casing adalah bagian yang diam
merupakan rumah atau wadah
dari rotor. Pada casing terdapat
sudu-sudu diam (stationary
balade) yang dipasang
melingkar dan berjajar terdiri
dari beberapa baris yang
merupakan pasangan dari sudu
gerak pada rotor. Sudu diam
berfungsi untuk mengarahkan
aliran uap agar tepat dalam
mendorong sudu gerak pada
rotor.

Habib Rochani e learning 2012 9


Konstruksi dan Bagian Utama Turbin
Uap
Rotor
❑ Rotor adalah bagian yang berutar terdiri dari
poros dan sudu-sudu gerak yang terpasang
mengelilingi poros. Jumlah baris sudu gerak
pada rotor sama dengan jumlah baris sudu
diam pada casing.
❑ Pasangan antara sudu diam dan sudu gerak
disebut tingkat (stage).
❑ Sudu gerak (rotor) berfungsi untuk mengubah
energi kinetik uap menjadi energi mekanik.

Habib Rochani e learning 2012 10


Casing & rotor

Habib Rochani e learning 2012 11


Konstruksi dan Bagian Utama Turbin
Uap
Bantalan
• Fungsi bantalan adalah untuk menopang dan menjaga rotor turbin agar
tetap pada posisi normalnya. Ada dua macam bantalan pada turbin,
yaitu
• Bantalan journal yang berfungsi untuk menopang dan mencegah
poros turbin dari pergeseran arah radial
• Bantalan aksial (thrust bearing) yang berfungsi untuk mencegah
turbin bergeser kearah aksial.

Habib Rochani e learning 2012 12


BANTALAN JOURNAL DAN AXIAL

Habib Rochani e learning 2012 13


Konstruksi dan Bagian Utama Turbin
Uap
Katup Utama
Katup utama turbin terdiri dari Main Stop Valve (MSV) dan Governor Valve (GV).
Pada turbin dengan kapasitas > 100 MW dilengkapi dengan katup uap reheat,
yaitu Reheat Stop Valve (RSV) dan Interceptor Valve (ICV).
• Main Stop Valve (MSV ), Katup ini berfungsi sebagai katup penutup cepat jika
turbin trip atau sebagai katup pengisolasi turbin terhadap uap masuk. MSV
bekerja dalam dua posisi yaitu menutup penuh atau membuka penuh. Pada
saat turbin beroperasi maka MSV membuka penuh. Sebagai penggerak untuk
membuka MSV digunakan tekanan minyak hidrolik. Sedangkan untuk
menutupnya digunakan kekuatan pegas.

• Governor Valve (GV).Turbin harus dapat beroperasi dengan putaran yang


konstan pada beban yang berubah ubah. Untuk membuat agar putaran turbin
selalu tetap digunakan governor valve yang bertugas mengatur aliran uap
masuk turbin sesuai dengan bebannya. Sistem governor valve yang digunakan
umumnya adalah mechanic hydraulic (MH) atau electro hydraulic (EH).

Habib Rochani e learning 2012 14


Katup Utama

Habib Rochani e learning 2012 15


MSV, GV, RSV dan ICV dalam sistim
uap PLTU Suralaya unit 5 -7

Habib Rochani e learning 2012 16


DAYA TURBIN

➢ Ditentukan oleh jumlah uap yang


mengalir dan besarnya heat drop (
turun entalpi ) uap.
➢ Jika proses heat drop digambarkan
didalam diagram h-S, maka secara ideal
proses yang terjadi didalam turbin
adalah proses adiabatic atau proses
dengan entropy konstan 1-2
➢ Oleh karena adanya kerugian kerugian
didalam turbin ( k1 , k2 , k3 , k4 ) maka
heat drop ideal tersebut tidak bisa
terpenuhi. Heat drop aktual menjadi
H = h1 – h2a

Habib Rochani e learning 2012 17


CONTOH SOAL DAYA TURBIN

S −Sf 6,4451 − 0,6492 5,7959


= = 0,7728
Sg − S f 8,1488 − 0,6492 7,4996

Habib Rochani e learning 2012 18


KERUGIAN KERUGIAN DIDALAM
TURBIN
• Kerugian karena throtling
• Kerugian didalam nozzle atau sudu tetap.
• Kerugian didalam sudu jalan.
• Kerugian karena uap lolos pada celah antara poros
dan sudu tetap.
• Kerugian karena uap bergerak membalik.
• Kerugian karena kebasahan uap.
• Kerugian karena kecepatan uap meninggalkan sudu
terakhir.
KERUGIAN THROTLING

Hi = nilai heat drop uap sebelum masuk


throtle valve.
Hi‘ = nilai heat drop uap setelah sebe-
lum masuk nozzle / sesudah throt-
tle dan governing valve.
ΔH= kerugian akibat throtling pada
throtle valve dan governing valve

20
KERUGIAN LABIRINT
Tekanan uap sebelum no-zel
yang lebih tinggi dari
tekanan sesudahnya me-
nyebabkan uap mengalir
melalui celah diantara ca-kra
nozel dan poros. Un-tuk
memperkecil kebocor-an ini
dipasang perapat yang
dikenal dengan na-ma
labirint seal, namun
demikian perapatan ini tidak
dapat menghilang-kan
sepenuhnya kebo-coran
tersebut

21
HR/STT/AUG 2006
KERUGIAN DLM SUDU

Ketebalan sudu baik pada sisi masuk maupun pada sisi keluar atau
kekasaran permukaan sudu akan menyebabkan uap mengalir
turbulen/ berpusar pusar

22
HR/STT/AUG 2006
KERUGIAN KARENA UAP BERGERAK
MEMBALIK.

Kecepatan uap keluar nozel


menyebabkan vakuum pada sela sela
antara sudu tetap ( nozel ) dan sudu
jalan. Akibatnya uap bekas keluar
sudu jalan kembali lagi tersedot oleh
aliran uap baru

23
HR/STT/AUG 2006
KERUGIAN KEBASAHAN UAP
• Pada sudu sudu akhir akan terjadi peng-
embunan sebagian uap menjadi butir butir air
• Butir butir air ini jalannya akan lebih lam-bat
dari uap karena itu ia menghambat aliran uap.

24
KEBASAHAN UAP

Uap basah atau uap yang mengandung air akan menyebabkan erosi, pada
sudu turbin, karena itu butir butir air harus dikeluarkan dari laluan uap
melalui saluran extraction dan khususnya pada sudu tetap tingkat terakhir
diberi saluran pengkap dan pembuang air.
25
HR/STT/AUG 2006
KERUGIAN KECEPATAN UAP MENINGGALKAN SUDU
TERACHIR

Uap meninggalkan
sudu terakhir memi-liki
kecepatan ter-tentu,
yang menun-jukkan
adanya per-bedaan
tekanan an-tara sisi
keluar sudu terakhir
dan sisi masuk
kondensor.

26
EFFISIENSI INTERNAL TURBINE

H a h0 − h2 a
= =
H i h0 − h2i

27
TURBINE HEAT RATE
• Penggunaan jumlah kalor didalam turbin
dibanding dengan besarnya output yang
dihasilkan disebut sebagai Turbin Heat Rate.
Gu hu − Gap hap
Turbin Heat Rate =
kwh dibangkitkan
231 600  1453 ,1-231600  339 ,1
=
26860
= 9605 Btu/kwh
( lihat slide berikut )
SOAL PR
1. Tunjukkan catatan kuliah sdr ( tulis tangan ) dari session ini,
dan nyatakan bahwa sdr dapat menangkap materi kuliah ini
sebesar <50%, 51-75%,75%-100% dan sampaikan slide no
berapa yang harus diulang.
2. Uap masuk turbin dengan tekanan (50 + digit terakhir NIM x
10) bara, suhu 450 + digit terakhir NIM x 10), tekanan keluar
turbin o,1 bara, aliran uap 500 ton perjam, hitung berapa
besar:
a) Daya turbin ideal?
b) Jika effisiensi turbin = 75%, berapa besar daya actual
turbin ?

Anda mungkin juga menyukai