Anda di halaman 1dari 22

BAB1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sesuai dengan amanat UU 23/2014, pembangunan daerah ditujukan
selain untuk mengejar pertumbuhan ekonomi, juga untuk menciptakan
pemerataan atas hasil pembangunan itu sendiri. Terkait hal tersebut, Pasal 18
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, mengingatkan agar Pemerintah Daerah
memprioritaskan pelaksanaan Urusan Pemerintahan yang berkaitan dengan
Pelayanan Dasar dengan berpedoman pada standar pelayanan minimal yang
ditetapkan dengan peraturan pemerintah. Selain itu, Pasal 298 menyebutkan
juga bahwa Belanja Daerah diprioritaskan untuk mendanai Urusan Pemerintahan
Wajib yang terkait Pelayanan Dasar yang ditetapkan dengan standar pelayanan
minimal (SPM).Hal tersebut dimaksudkan untuk memberi pedoman bagi
Pemerintah Daerah dalam rangka menjamin hak masyarakat untuk menerima
suatu Pelayanan Dasar dari Pemerintahan Daerah dengan mutu tertentu, serta
mendorong transparansi dan partisipasi masyarakat dalam proses
penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.
Sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah maka SPM tidak lagi dimaknai dalam kontekstual sebagai
norma, standar, prosedur, dan kriteria. Batasan pengertian SPM secara tekstual
memang tidak berubah, yaitu bahwa SPM merupakan ketentuan mengenai Jenis
Pelayanan Dasar dan Mutu Pelayanan Dasar yang berhak diperoleh setiap Warga
Negara secara minimal, namun terdapat perubahan mendasar dalam pengaturan
mengenai Jenis Pelayanan Dasar dan Mutu Pelayanan Dasar, kriteria penetapan
SPM, dan mekanisme penerapan SPM. Penyelenggaraan SPM di Daerah bukan
lagi tentang target kinerja atau bagaimana menjalankan tugas pemerintahan
sehari-hari (Standar Operasional Prosedur/SOP), melainkan suatu pemenuhan
kebutuhan dasar warga negara.

Perubahan penting lainnya mengenai SPM yaitu dalam konteks belanja


Daerah. Terhadap belanja Daerah maka kemudian ditentukan secara tegas dan
jelas bahwa belanja Daerah diprioritaskan untuk mendanai pelaksanaan SPM.
Atas prioritas tersebut dan terlaksananya SPM maka SPM telah menjamin hak
konstitusional masyarakat, sehingga bukan kinerja Pemerintah Daerah yang
menjadi prioritas utama apalagi kinerja kementerian tetapi prioritas utamanya
yaitu terpenuhinya kebutuhan dasar Warga Negara.

Oleh karena itu, Jenis Pelayanannya bersifat mutlak dan individual serta
belanja daerah pun diprioritaskan untuk mendanai Urusan Pemerintahan Wajib
yang terkait Pelayanan Dasar, sebagaimana dalam ketentuan umum dalam
peraturan pemerintah No. 2 Tahun 2018 tentang Standar pelayanan Minimal
(SPM), sedangkan standar teknis dan petunjuk teknis operasionalnya ditetapkan
oleh masing-masing kementerian/lembaga pengampu SPM.
Penerapan SPM sesuai dengan PP Nomor 2 Tahun 2018 dimulai pada
tahun 2019. Pemerintah daerah sejak tahun 2019 akan dinilai dan dievaluasi
dengan melihat tingkat pemenuhan SPM-nya di daerah masing-masing.
Pelaksanaan penerapan SPM tahun 2019 dimaksud dievaluasi terkait pemenuhan
tuntutan regulasi, karena perencanaan tahun 2019 yang disusun pada tahun
2018 belum memakai PP 2/2018 dan Permendagri 100/2018. Akan tetapi, sudah
barang tentu mulai tahun 2019 Pemerintah Daerah sudah harus mulai
melaksanakan rangkaian penerapan SPM sebagaimana diatur dalam Permendagri
100/2018 tentang Penerapan SPM.
Pemerintah Daerah menerapkan SPM dalam rangka pemenuhan Jenis dan
Mutu Pelayanan Dasar yang berhak diperoleh setiap warga negara Indonesia.
Dalam penerapan SPM tersebut didasarkan pada prinsip kesesuaian kewenangan,
ketersediaan, keterjangkauan, kesinambungan, keterukuran, dan ketepatan
sasaran.
Untuk mengetahui perkembangan dan menemukenali permasalahan
dalam pelaksanaan penerapan Standar Pelayanan Minimal di daerah maka dirasa
penting dan perlu dilakukan kegiatan monitoring dan evaluasi secara terpadu.
1.2 Tujuan dan hasil yang diharapkan
1.2.1 Tujuan penyusunan Instrumen Monitoring dan evaluasi Penerapan
Standar Pelayanan Minimal
Tujuan disusunya instrumen monitoring dan evaluasi adalah sebagai salah
satu alat (sarana) yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan
monitoring dan evaluasi terpadu penerapan Standar pelayanan minimal
didaerah, sehingga diharapkan dapat mengetahui data dan informasi
perkembangan dan kemajuan pelaksanaan penerapan SPM di daerah,dan
identifikasi permasalahan serta upaya pemecahannya.

1.2.2 Hasil yang diharapkan


Hasil yang diharapkan dari penyusunan instrumen monitoring dan
evaluasi adalah untuk mendukung kegiatan monitoring dan evaluasi
terpadu penerapan Standar pelayanan Minimal (SPM) di daerah tahun
2020sebagai panduan didalam mendapatkan data& Informasi penerapan
SPM, yaitu:
a. Hasil Capaian SPM Tahun 2019;
b. Perkembangan Penerapan SPM Tahun 2020;
c. Data Perencanaan SPM Thn 2020 untuk pelaksanaan Tahun 2021; dan
d. Data Permasalahan.

1.3 Dasar Hukum Penerapan SPM 2020

Standar Pelayanan Minimal (SPM) adalah ketentuan mengenai Jenis dan Mutu
Pelayanan Dasar yang merupakan Urusan Pemerintahan Wajib yang berhak
diperoleh setiap Warga Negara secara minimal, yang mengacu pada batas
minimal jenis dan mutu pelayanan dasar yang harus diterima oleh warga negara
sesuai ketetapan Pemerintah. Untuk mewujudkan pelaksanaan Standar
Pelayanan Minimal bagi masyarakat secara operasional didasarkan pada
peraturan sebagai berikut :

1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah


2) Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 Tentang Standar Pelayanan
Minimal.
3) Peraturan Menteri Dalam Negeri No.100 Tahun 2018 tentang Penerapan
Standar Pelayanan Minimal.
4) Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor
32 Tahun 2018 tentang Standar Teknis Pelayanan Minimal Pendidikan.
5) Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2019
tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar Pada Standar
Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan.
6) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Republik
Indonesia Nomor 29/Prt/M/2018 tentang Standar Teknis Standar Pelayanan
Minimal Pekerjaan Umum.
7) Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 101 Tahun
2018 Tentang Standar Teknis Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan
Minimal Sub-Urusan Bencana Daerah Kabupaten/Kota.
8) Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 114 Tahun
2018 tentang Standar Teknis Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan
Minimal Sub Urusan Kebakaran Daerah Kabupaten/Kota.
9) Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 121 Tahun
2018 tentang Standar Teknis Mutu Pelayanan Dasar Sub Urusan
Ketenteraman Dan Ketertiban Umum Di Provinsi Dan Kabupaten/Kota.
10) Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2018 tentang
Standar Teknis Pelayanan Dasar Bidang Sosial Pada Standar Pelayanan
Minimal di Provinsi dan di Kabupaten/Kota
BAB2
PENERAPAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL

2.1. Pengertian Standar pelayanan minimal (SPM)

Berdasarkan ketentuan umum Peraturan Pemerintah No.2 tahun 2018 tentang


Standar Pelayanan Minimal, yang dimaksud dengan Standar Pelayanan Minimal,
yang selanjutnya disingkat SPM adalah ketentuan mengenai Jenis dan Mutu
Pelayanan Dasar yang merupakan Urusan Pemerintahan Wajib yang berhak
diperoleh setiap Warga Negara secara minimal. Adapun yang dimaksud dengan
Pelayanan Dasar adalah pelayanan publik untuk memenuhi kebutuhan dasar
Warga Negara, jenis Pelayanan Dasar adalah jenis pelayanan dalam rangka
penyediaan barang dan/atau jasa kebutuhan dasar yang berhak diperoleh oleh
setiap Warga Negara secara minimal. Sedangkan Mutu Pelayanan Dasar
merupakan ukuran kuantitas dan kualitas barang dan/atau jasa kebutuhan dasar
serta pemenuhannya secara minimal dalam Pelayanan Dasar sesuai standar teknis
agar hidup secara layak.

2.2. Jenis Standar Pelayanan Minimal (SPM)


1) Standar Pelayanan MinimalBidang Pendidikan
2) Standar Pelayanan MinimalBidang kesehatan
3) Standar Pelayanan MinimalBidang pekerjaan umum
4) Standar Pelayanan MinimalBidangperumahan rakyat
5) Standar Pelayanan MinimalBidangketenteraman, ketertiban pelindungan
masyarakat; dan
6) Standar Pelayanan MinimalBidang Sosial.

2.3. Prinsip –prinsip penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM)


SPM ditetapkan dan diterapkan berdasarkan prinsip kesesuaian kewenangan,
ketersediaan, keterjangkauan, kesinambungan, keterukuran, dan ketepatan
sasaran;
a. Kesesuaian kewenangan, SPM diterapkan sesuai dengan kewenangan
Daerah provinsi dan Daerah kabupaten/kota menurut pembagian Urusan
Pemerintahan Wajib yang berkaitan dengan Pelayanan Dasar;
b. Ketersediaan, SPM ditetapkan dan diterapkan dalam rangka menjamin
tersedianya barang dan/atau jasa kebutuhan dasar yang berhak diperoleh
oleh setiap Warga Negara secara minimal;
c. Keterjangkauan, SPM ditetapkan dan diterapkan dalam rangka menjamin
barang dan/atau jasa kebutuhan dasar, mudah diperoleh oleh setiap Warga
Negara;
d. Kesinambungan, SPM ditetapkan dan diterapkan untuk memberikan jaminan
tersedianya barang dan/atau jasa kebutuhan dasar Warga Negara secara
terus-menerus;
e. Keterukuran, SPM ditetapkan dan diterapkan dengan barang dan/atau jasa
yang terukur untuk memenuhi kebutuhan dasar Warga Negara; dan
f. Ketepatan sasaran, SPM ditetapkan dan diterapkan untuk pemenuhan
barang dan/atau jasa kebutuhan dasar yang berhak diperoleh setiap Warga
Negara secara minimal dan pemenuhan oleh Pemerintah Daerah ditujukan
kepada Warga Negara dengan memprioritaskan bagi masyarakat miskin atau
tidak mampu.

2.4. Tahapan Penerapan Standar Pelayanan Minimal Tahun 2020


Untuk melaksanakan ketentuan Pasal 16 Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun
2018 tentang Standar Pelayanan Minimal, perlu menetapkan Peraturan Menteri
DalamNegeri tentang Penerapan Standar Pelayanan Minimal sebagai payung
hukum dalam penerapan SPM didaerah sebagaimana Peraturan Menteri
DalamNegeri No100 tahun 2018 tentang Penerapan SPM.

Pemerintah Daerah menerapkan SPM untuk pemenuhan Jenis Pelayanan Dasar


dan Mutu Pelayanan Dasar yang berhak diperoleh setiap warga negara secara
minimal, dimana penerapan SPM diprioritaskan bagi warga negara yang berhak
memperoleh Pelayanan Dasar secara minimal sesuai dengan Jenis Pelayanan
Dasar dan Mutu Pelayanan Dasar. Penerapanstandar pelayanan minimal (SPM)
adalahpelaksanaanStandar Pelayanan Minimalyangdilakukan secara bertahap
yaitu ;

2.4.1 Pengumpulan data


1) Pengumpulan data dilakukan oleh Pemerintah Daerah secara berkala
untuk memperoleh data tentang jumlah dan kualitas barang dan/atau
jasa kebutuhan dasar yang berhak diperoleh setiap Warga Negara
secara minimal.
2) Pengumpulan data dilakukan berdasarkan prinsip: kesesuaian
kewenangan, ketersediaan, keterjangkauan, kesinambungan,
keterukuran, dan ketepatan sasaran. dan sesuai dengan standar teknis
SPM yang bersangkutan.
3) Pengumpulan data mencakup:
a. jumlah dan identitas lengkap Warga Negara yang berhak
memperoleh barang dan/atau jasa kebutuhan dasar secara minimal
sesuai dengan Jenis Pelayanan Dasar dan Mutu Pelayanan
Dasarnya serta khusus pengumpulan data untuk penerapan SPM
pendidikan Daerah kabupaten/kota mencakup jumlah dan identitas
lengkap seluruh Warga Negara yang berhak memperoleh barang
dan/atau jasa kebutuhan dasar secara minimal; dan
b. jumlah barang dan/atau jasa yang tersedia, termasuk jumlah
sarana dan prasarana yang tersedia.
4) Pengumpulan data diintegrasikan dengan sistem informasi
pembangunan Daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.

2.4.2 Penghitungan kebutuhan pemenuhanPelayanan Dasar


1) Penghitungan kebutuhan pemenuhan Pelayanan Dasar dilakukan
dengan menghitung selisih antara jumlah barang dan/atau jasa yang
dibutuhkan untuk pemenuhan Pelayanan Dasar dengan jumlah barang
dan/atau jasa yang tersedia, termasuk menghitung selisih antara
jumlah sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk pemenuhan
Pelayanan Dasar dengan jumlah sarana dan prasarana yang tersedia.
2) Dalam hal terdapat penghitungan biaya, penghitungan
kebutuhanpemenuhan Pelayanan Dasar menggunakan standar biaya
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
3) Hasil Penghitungan kebutuhan pemenuhan Pelayanan Dasar menjadi
Dasardalam Penyusunan rencana pemenuhan pelayanan dasar

2.4.3 Penyusunan rencana pemenuhanPelayanan Dasar


1) Penyusunan rencana pemenuhan Pelayanan Dasar dilakukan oleh
Pemerintah Daerah agar Pelayanan Dasar tersedia secara cukup dan
berkesinambungan
2) Rencana pemenuhan Pelayanan Dasar ditetapkan dalam dokumen
perencanaan dan penganggaran pembangunan Daerah sebagai
prioritas belanja Daerah sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.

2.4.4 Tahap Pelaksanaan pemenuhan Pelayanan Dasar


1) Pelaksanaan pemenuhan Pelayanan Dasar dilakukan sesuai dengan
rencana pemenuhan Pelayanan Dasar.
2) Pelaksanaan pemenuhan Pelayanan Dasar dilakukan oleh Pemerintah
Daerah berupa: a. menyediakan barang dan/atau jasa yang dibutuhkan;
dan/atau b. melakukan kerja sama Daerah sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
3) Dalam pelaksanaan pemenuhan Pelayanan Dasar Pemerintah Daerah
dapat:
a. Membebaskan biaya untuk memenuhi kebutuhan dasar bagi Warga
Negara yang berhak memperoleh Pelayanan Dasar secara minimal,
dengan memprioritaskan bagi masyarakat miskin atau tidak mampu
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan/atau
b. Memberikan bantuan pemenuhan barang dan/jasa kebutuhan dasar
yang berhak diperoleh Warga Negara secara minimal, dengan
memprioritaskan bagi masyarakat miskin atau tidak mampu sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
2.5. Monitoring Dan Evaluasi
Monitoring merupakan upaya yang dilakukan secara rutin untuk
mengidentifikasi pelaksanaan dari berbagai komponen program sebagaimana
telah direncanakan, waktu pelaksanaan program sebagaimana telah dijadwalkan,
dan kemajuan dalam mencapai tujuan program.
Monitoring merupakan fungsi manajemen yang berkesinambungan yang
mempunyai tujuan utama menyediakan umpan balik dan indikasi awal tentang
bagaimana kegiatan-kegiatan dilaksanakan, perkembangan atau pencapaian
kinerja dari waktu ke waktu serta pencapaian hasil yang diharapkan. Untuk itu
diperlukan suatu alat ukur yang berupa indikator-indikator yang sesuai dengan
kebutuhan yang dituangkan kedalam instrumen monitoring. Disamping itu
monitoring diperlukan agar dapat diketahui apakah pelaksanaan kegiatan sesuai
atau tidak sesuai dengan rencana sehingga dapat dilakukan tindakan perbaikan
atau preventif jika diperlukan.
Sementara Evaluasi diperlukan agar dapat diketahui taraf pencapaian
tujuan dari kegiatan, sehingga dapat diambil suatu keputusan atau kebijakan lebih
lanjut mengenai program tersebut.
BAB 3
MONITORING DAN EVALUASI TERPADU
STANDAR PELAYANAN MINIMAL

3.1. Tujuan Monitoring dan Evaluasi Terpadu SPM


Tujuan dilaksanakan monitoring dan evaluasi terpadu penerapan Standar
pelayanan minimal didaerah adalah untuk mengetahui perkembangan dan
kemajuan pelaksanaan penerapan SPM di daerah,dan identifikasi permasalahan
serta upaya pemecahannya dari seluruh bidang SPM yang dilaksanakan oleh
Pemerintah Daerah.

3.2. Hasil yang diharapkan dari Pelaksanaan Monitoring Terpadu SPM


Hasil yang diharapkan dari kegiatan monitoring dan evaluasi terpadu penerapan
Standar pelayanan Minimal (SPM) di daerah tahun 2019 adalah diperolehnya data
& Informasi penerapan SPM, yaitu:
a. Hasil Capaian SPM Tahun 2019;
b. Perkembangan Penerapan SPM Tahun 2020;
c. Data Perencanaan SPM Thn 2020 untuk pelaksanaan Thn 2021; dan
d. Data Permasalahan.

3.3. Pelaksanaan Monitoring Terpadu Penerapan SPM


Pelaksanaan Monitoring Dan Evaluasi Terpadu Penerapan Standar Pelayanan
Minimal (SPM) Di Daerah Provinsi dan Kabupaten/kotatahun anggaran 2020 akan
dilaksanakan secara bersama (terpadu) dengan para pemangku Standar Pelayanan
Minimal (SPM) di Pusat yang terdiri dari unsur Kementerian Dalam Negeri ( Ditjen
Bina Bangda, Ditjen Adwil), Bappenas, Kementerian Pendidikan, Kementerian
Kesehatan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian
Sosial.
Adapun substansi pelaksanaan kegiatan Monitoring dan evaluasi terpadu
penerapan standar pelayanan minimal tahun 2020 ini dengan cakupan muatan
substansi terkait dengan tahapan penerapan standar pelayanan minimal didaerah
yaitu dari aspek kelembagaan,aspek penerapan serta menemukenali permasalahan
dan solusi yang dihadapi dan dilakukan oleh Pemerintah daerah.
3.1.1 Aspek Kelembagaan
Dalam aspek kelembagaan penerapan standar pelayanan minimal didaerah,
untuk memperoleh data dan informasi, antara :
- Kebijakan Pemerintah Daerah didalam mendukung pelaksanaan
penerapan Standar Pelayanan Minimal.
- Kemajuan proses pembentukan tim koordinasi penerapan SPM di tingkat
daerah
- Tingkat pemahaman pemerintah daerah terkait dengan peraturan dan
kebijakan didalam pelaksanaan penerapan standar pelayanan minimal
didaerah (sosialisasi).
- Status pelaporan pelaksanaan SPM tahun 2019 dari Pemerintah Daerah
kepada pemerintah pusat.
- Untuk menemukenali peran kementerian/lembaga didalam mendukung
pelaksanaan penerpan SPM di daerah melalui pelatihan/bimtek dll.
3.1.2 Aspek Penerapan
Dalam aspek penerapan SPM di daerah intrumen diarahkan/difokuskan
untuk melihat kepada tingkat kesiapan Pemerintah daerah dalam
menyelesaiakan tahapan perencanaan hingga tahap pelaksanaan penerapan
Standar Pelayanan Minimal.
- Status pelaksanaan pendataan awal (pengumpulan data)
- Penghitungan
- Penyusunan rencana pemenuhan kebutuhan
- Pengintegrasian Standar Pelayanan Minimal kedalam dokumen
perencanaan daerah, dengan melakukan inputing program/kegiatan,
alokasi anggaran dan target capaian dimasing-masing dokumen
perencanaan daerah sesuai dengan bidang masing-masing.
3.1.3 Permasalahan

Identifikasi dan inventarisasi permasalahan yang terjadi didalam pelaksanaan


penerapan SPM didaerah, dapat memberikan gambaran untuk menjadi
pertimbangan oleh pemerintah pusat didalam mengambil keputusan.
Adapun permasalahan solusi dan tindak lanjut yang dilakukan oleh daerah
didalam pelaksanaan penerapan SPM yaitu pada ;
- Kegiatan perencanaan
- Koordinasi
- Pendanaan
- Dan lainnya yang terkait
BAB 4
INSTRUMEN MONITORING DAN EVALUASI TERPADU
PENERAPAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL

4.1.1 Instrumen Monitoring dan Evaluasi Tiim Penerapan SPM Tingkat


Kabupaten/kota
Meliputi Standar Pelayanan Minimal bidang Pendidikan, Kesehatan, Pekerjaan
Umum, Perumahan Rakyat, Ketenteraman Ketertiban Umum dan
perlindungan masyarakat serta Sosial di tingkat Kabupaten/kotai sebagai
berikut.

A. IDENTITAS RESPONDEN

Nama : MIRNAWATI, S.E


Instansi : DINAS SOSIAL
Jabatan : KASUBBAG PERENCANAAN, MONITORING, EVALUASI DAN
PELAPORAN
Provinsi : LAMPUNG
Alamat e-mail : dinsos.tanggamus@gmail.com
No HP : 0852 6930 1605
Tanggal : 20 Oktober 2020

B. Petunjuk Pengisian
1. Jawablah pertanyaan dengan singkat dan jelas pada tempat yang telah
disediakan sesuai dengan bidang SPM masing-masing pengampu.
2. Jika ada pilihan jawaban, berikan tanda ‘V’ pada dengan jawaban yang
sesuai.
3. Isilah data pada tabel sesuai dengan bidang SPM masing-masing pengampu.

C. ISIAN DATA

1. Kelembagaan

1. Apakah sudah mendapatkan sosialisasi tentang Peraturan Pemerintah


Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal?
Sudah,darimana ................................................................

V Belum, jelaskan ..................................................................

2. Apakah sudah mendapatkan sosialisasi tentang Peraturan Menteri Dalam


Negeri Nomor 100 Tahun 2018 tentang Penerapan Standar Pelayanan
Minimal?

Sudah,darimana ................................................................

V Belum, jelaskan ..................................................................

3. Apakah sudah mendapatkan sosialisasi tentang peraturan menteri


teknisterkait SPM berikut ini? (pilih peraturan sesuai bidang SPM yang di
tangani)
No. Peraturan Menteri Sudah Belum
1. Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor 32 Tahun 2018
2. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4
Tahun 2019
3. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan
Perumahan Rakyat Nomor 29/Prt/M/2018
4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor
101 Tahun 2018
5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor
114 Tahun 2018
6. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor
121 Tahun 2018
7. Peraturan Menteri Sosial Nomor 9 Tahun V
2018

Jawab :
Bila sudah, instansi mana yang melaksanakan?............................

4. Apakah sudah dibentuk Tim Penerapan SPM daerah Provinsi?

V Sudah, lampirkan SK Tim

Belum, jelaskan ..................................................................

5. Apakah pemerintah Daerah sudah melaporkan pelaksanaan SPM 2019?

V Sudah, Bagian Organisasi Setdakab Kab. Tanggamus

belum, lampirkan/sampaikan laporan dimaksud


6. Apakah pemerintah daerah (Dinas yang membidangi/menangani SPM)
sudah mendapatkan bimbingan teknis penerapan SPM Tahun 2020?

No. Peraturan Menteri Sudah Belum


1. Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor 32 Tahun 2018
2. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4
Tahun 2019
3. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat Nomor 29/Prt/M/2018
4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor
101 Tahun 2018
5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor
114 Tahun 2018
6. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor
121 Tahun 2018
7. Peraturan Menteri Sosial Nomor 9 Tahun V
2018
Jawab :
Bila sudah, instansi mana yang melaksanakan?...................

7. Apakah Pemerintah Daerah sudah menyusun rencana aksi terkait


penerapan SPM?

Sudah, lampirkan..........................................................

V Belum, Masih Dalam Proses Pengumpulan Data SPM

2. Penerapan SPM

1. Apakah PD saudara sudah menerapkan Permen teknis dalam


Pelaksanaan SPM? (pilih Permen teknis berikut ini sesuai PD saudara)
No. Peraturan Menteri Sudah Belum
1. Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor 32 Tahun 2018
tentang Standar Teknis Pelayanan Minimal
Pendidikan
2. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4
Tahun 2019 tentang Standar Teknis
Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar Pada
Standar Pelayanan Minimal Bidang
Kesehatan
3. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat Nomor 29/Prt/M/2018
tentang Standar Teknis Standar Pelayanan
No. Peraturan Menteri Sudah Belum
Minimal Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat
4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor
101 Tahun 2018tentang Standar Teknis
Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan
Minimal Sub-Urusan Bencana Daerah
Kabupaten/Kota
5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor
114 Tahun 2018 tentang Standar Teknis
Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan
Minimal Sub Urusan Kebakaran Daerah
Kabupaten/Kota
6. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor
121 Tahun 2018 tentang Standar Teknis
Mutu Pelayanan Dasar Sub Urusan
Ketenteraman dan Ketertiban Umum di
Provinsi dan Kabupaten/Kota
7. Peraturan Menteri Sosial Nomor 9 Tahun V
2018 tentang Standar Teknis Pelayanan
Dasar Pada Standar Pelayanan Minimal
Bidang Sosial di Daerah Provinsi dan
Daerah Kabupaten/Kota

2. Apakah ada kendala/hambatan dalam menerapkan Permenteknis yang


sesuai PD Saudara?

V Tidak
Ya, sebutkan Permen teknisnya:..................…………………………

Hambatannya:….....................................................................

3. Apakah Dinas yang membidangi/menangani SPM sudah melakukan


pengumpulan data sesuai dengan tahapan penerapan SPM?

V Sudah, lampirkan hasil pengumpulan data


Belum, sebutkan permasalahannya………………………

4. Apakah Dinas yang membidangi/menangani SPM sudah melakukan


kegiatan Penyusunan Rencana Pemenuhan Pelayanan Dasar Tahun 2020?

V sudah, lampirkan data


belum,apa permasalahannya?...........................
5. Apakah pemerintah daerah sudah melaksanakan pengintegrasian SPM
kedalam Dokumen perencanaan daerah (DOKRENDA)?:

Dokumen Perencanaan 2020 2021


No.
Daerah Sudah Belum Sudah Belum

1. Dokumen RPJMD V V

2. Dokumen RENSTRA V V

3. Dokumen RKPD V V

4. Dokumen RENJA V V
f. Jika sudah melakukan integrasi SPM kedalam Dokrenda, sebutkan program/kegiatan SPM pada tabel berikut ini?

Tahun 2020
Dokumen RPJMD/Renstra PDdan RKPD/Renja PD

Tabel 6. SPM Bidang Sosial

Alokasi Anggaran % Target Capian


Sub
No Isu SPM Bidang Sosial Program Kegiatan
Kegiatan Renstra Renja
RPJMD Renstra PD RKPD Renja PD RPJMD RKPD
PD PD
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
1 Jumlah penyandang
disabilitas Rehabilitasi Sosial
terlantar,anak Pelayanan dan Penyandang Disabilitas
terlantar, lanjut usia Rehabilitasi Terlantar, Anak Terlantar, 2.851 2.851 2.851 2.851
- 998.561.200 998.561.200 998.561.200 998.561.200
terlantar dan tuna Kesejahteraan Lansia Terlantar serta Orang Orang Orang Orang
sosial yang terpenuhi Sosial Gelandangan dan
kebutuhan dasar di Pengemis di luar panti.
luar panti
2 Jumlah korban Penyediaan Buffer Stock
bencana kab/kota Bantuan dan Bencana Alam Dan 1 1
- 212.977.400 212.977.400 212.977.400 212.977.400 1 Paket 1 Paket
yang dilayani Jaminan Sosial Bencana Sosial Paket Paket
Kabupaten Tanggamus
Tahun 2021
Dokumen RPJMD/Renstra PDdan RKPD/Renja PD

Tabel 12. SPM Bidang Sosial

Alokasi Anggaran % Target Capian


No Isu SPM Bidang Sosial Program Kegiatan Sub Kegiatan
Renstra
RPJMD Renstra PD RKPD Renja PD RPJMD RKPD Renja
PD
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
1 Jumlah penyandang
disabilitas Rehabilitasi Sosial
terlantar,anak Penyandang Disabilitas
terlantar, lanjut usia Terlantar, Anak Terlantar, Penyediaan 100 100 100 10
Rehabilitasi Sosial 840.010.900 840.010.900 840.010.900 100 Orang
terlantar dan tuna Lansia Terlantar serta Permakanan Orang Orang Orang Ora
sosial yang terpenuhi Gelandangan dan
kebutuhan dasar di Pengemis di luar panti.
luar panti

Penyediaan 100 100 100 10


151.706.000 151.706.000 151.706.000 100 Orang
Sandang Orang Orang Orang Ora

50 Orang 50 Orang 50 Orang 50 Or


Penyediaan 32.785.150 32.785.150
32.785.150 50 Orang
Alat Bantu

Pemberian 5 Orang 5 Orang 5 Orang 5 Ora


Pelayanan 12.366.000 12.366.000 12.366.000 5 Orang
dan Rujukan
2 Jumlah korban Perlindungan sosial 500 Paket 500 Paket 500 Paket 500 P
bencana kab/kota Penanganan korban Bencana Alam Penyediaan 225.552.000 225.552.000
225.552.000 500 Paket
yang dilayani Bencana dan Sosial Makanan
Kabupaten/kota
500 Paket 500 Paket 500 Paket 500 P
Penyediaan 170.610.000 170.610.000
170.610.000 500 Paket
Sandang

Penyediaan 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Pak


Tempat 73.250.000 73.250.000
73.250.000 1 Paket
Penampungan
Pengungsi
Penanganan 2 2 2 2
Khusus Bagi 19.400.000 19.400.000 Kelompok Kelompok Kelompok Kelom
19.400.000 2 Kelompok
Kelompok
Rentan

D. TABEL TARGET DAN INDIKATOR PENERIMA LAYANAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL

BIDANG : SPM SOSIAL

TAHUN 2020 TAHUN 2021 Keterangan


INDIKATOR
JENIS PELAYANAN CAPAIAN (permasalahan)
DASAR Jumlah warga negara
Jumlah warga Jumlah warga negara Target warga
yang berhak Capaian =
negara yang yg berhak negara yang akan di
mendapatkan (4) : (3)X100%
terlayani mendapatkan Layanan layani
Layanan
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1. Rehabilitasi sosial Jumlah penyandang 2.851 Orang 2.851 Orang 100 % 255 255
penyandang disabilitas disabilitas
terlantar,anak terlantar,anak
terlantar, lanjut usia terlantar, lanjut usia
terlantar dan tuna terlantar dan tuna
sosial di luar panti sosial yang terpenuhi
kebutuhan dasar di
luar panti
2. Penyediaan Buffer Jumlah korban bencana 500 64 12,8 % 500 500 Sesuai Dengan
Stock untuk Bencana kab/kota yang dilayani Kejadian
Alam Dan Bencana Bencana
Sosial Kabupaten
Tanggamus
A. PERMASALAHAN DAN SOLUSI PENERAPAN SPM 2020
Permasalahan Solusi Recana Tindak lanjut
A. Perencanaan Penambahan Personil Untuk Mengumpulkan Data Terkait SPM
1. Belum Lengkapnya Data Terkait Pengumpulan data terkait dengan Memaksimalkan Personil
SPM SPM Lapangan
2.Cakupan Wilayah yang Luas
Dst.
B. Koordinasi Bidang Pengampu SPM Mengkoordinasikan dengan
1.Koordinasi Antar Bidang yang Melakukan Pendataan Yang Bidang Pengampu SPM
Belum maksimal Lengkap
2. Sulitnya Mendapatkan Data
Terkait Penerapan SPM
3.
Dst.
C. Pendanaan Penambahan Anggaran Mengusulkan penambahan
1.Terbatasnya Anggaran terkait Anggaran ditahun Anggaran
SPM Berikutnya
2.
3.
Dst
D. Lain-Lain Kementrian Mengadakan Mengikuti Sosialisasi penyusunan
1. Belum Adanya Sosialisasi terkait Kegiatan Sosialisasi Laporan Laporan SPM jika Ada Instansi
Penyusunan Laporan SPM SPM / Sosialisasi Permen yang Mengadakan kegiatan
2. Sosial No.9 Tahun 201 Tersebut
3.
Dst

Catatan :
Isian Kuesioner dapat disampaikan melalui alamat Email sebagai berikut :
bangda.sekber.spm@bangda.kemendagri.go.id dan bangda.sekber.spm@gmail.com

Kotaagung, 27 November 2020

Mirnawati, S.E
NIP.19800612 200701 2 006

22

Anda mungkin juga menyukai