Anda di halaman 1dari 9

PENGEMBANGAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

(KTSP)

Oleh:

Veronica Lapeng (8420219010)


Kristina Ribu Belang (8420219005)
Ignasius Irwan H. Hayon (8420219015)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

INSTITUT KEGURUAN DAN TEKNOLOGI LARANTUKA

2022
A. Pengertian KTSP
Menurut BNSP, KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanaknan
di masing-masing satuan pendidikan. KTSP merupakan kurikulum berbasis kompetensi yang
disusun dan dilaksanakan di sekolah sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah
untuk memenuhi kebutuhan dan perkembangan siswa.
KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan
kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan dan silabus. KTSP dikembangkan
sesuai dengan tuntutan otonomi pendidikan. Pengembangan KTSP oleh sekolah sesuai
dengan situasi dan konteks yang dimilikinya. Akan tetapi sekolah tetap harus mengacu pada
lingkup standar nasional pendidikan.
B. Prinsip-Prinsip dan Acuan Pengembangan KTSP
1. Prinsip-Prinsip Pengembangan KTSP
a) Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta
didik dan lingkungannya
Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki
posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang
beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,
berilmu, cakap, kratif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta
bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut, pengembangan
kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan dan
kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan.
b) Beragam dan Terpadu
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik
peserta didik, kondisi daerah, dan jenjang serta jenis pendidikan, tanpa membedakan
agama, suku, budaya, dan adat istiadat, serta status sosial ekonomi dan gender.
Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan
pengembangan diri secara terpadu, kurikulum tersebut disusun secara berkaitan dan
berkesinambungan yang bermakna dan tepat antar substansi.
c) Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.

Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan,


teknologi dan seni berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, isi kurikulum
mendororng peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat
perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni

d) Relevan dengan kebutuhan kehidupan


Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan
(stakeholders) untuk menjamin relevansi di pendidikan dengan kebutuhan
kehidupan, termasuk didalamnya kehidupan kemasyaraakatan, dunia usaha dan
dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan
berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik dan keterampilan vokasional
merupakan keniscayaan.
e) Menyeluruh dan berkesinambungan
Substansi kurikulum mencakup keseluruhan, dimensi kompetensi, bidang kajian
keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara
berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan.
f) Belajar sepanjang hayat
Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan pembudayaan dan
pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum
mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal dan
informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu
berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.
g) Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan
kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan
memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka NKRI.
2. Acuan pengembangan KTSP
Acuan atau dasar penngembangan KTSP meliputi:
 Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
 Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
 Peraturan Menteri No. 20 tahun 2006 tentang Standar Isi
 Peraturan Menteri No. 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan
 Peraturan Menteri No. 24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan PP No. 19 tahun 2005
 Panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP)
C. Komponen-Komponen KTSP

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dikembangkan oleh satuan pendidikan
harus memuat komponen-komponen berikut (Masnur Muslich, 2007: 29):

1. Tujuan Pendidikan Sekolah

Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah dirumuskan dengan
mengacu kepada tujuan umum pendidikan sebagai berikut:

Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan,


kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti
pendidikan lebih lanjut.
Tujuan pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan,
kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti
pendidikan lebih lanjut.
Tujuan pendidikan menengah kejuruan adalah meningkatkan kecerdasan,
pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri
dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.
2. Struktur dan Muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
Struktur dan Muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) meliputi:
a) Mata Pelajaran
Berisi “Struktur Kurikulum Tingkat Sekolah” yang disusun berdasarkan
kebutuhan siswa dan sekolah terkait dengan pencapaian Standar Kompetensi
Lulusan (SKL).
b) Muatan Lokal
Berisi tentang jenis, strategi pemilihan dan pelaksanaan mulok yang
diselenggarakan oleh sekolah.
c) Pengembangan Diri
Bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan
dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, bakat, minat,
peserta didik, dan kondisi sekolah. Pengembangan diri dapat dilaksanakan dalam
bentuk bimbingan konseling dan ekstrakurikuler.
d) Pengaturan Beban Belajar
Berisikan tentang jumlah beban belajar per mata pelajaran, per minggu per
semester dan per tahun pelajaran yang dilaksanakan di sekolah, sesuai dengan
alokasi waktu yang tercantum dalam Struktur Kurikulum.
e) Ketuntasan Belajar
Berisi tentang kriteria ketuntasan minimal (KKM) per mata pelajaran yang
ditetapkan oleh sekolah.
f) Kenaikan Kelas dan Kelulusan
Berisi tentang kriteria dan mekanisme kenaikan kelas dan kelulusan, serta
penanganan siswa ya ng tidak naik atau tidak lulus yang diberlakukan oleh
sekolah
g) Penjurusan di SMA/MA
Berisikan tentang kriteria dan mekanisme penjurusan serta strategi/kegiatan
penelusuran bakat, minat dan prestasi yang diberlakukan oleh sekolah, yang
disusun dengan mengacu pada panduan penjurusan yang akan disusun oleh
direktorat terkait.
h) Pendidikan Kecakapan Hidup
Bukan mata pelajaran tetapi substansinya merupakan bagian integral dari semua
mata pelajaran.
i) Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global
Program yang dikembangkan dengan memanfaatkan keunggulan lokal dan
kebutuhan daya saing global.
3. Menyusun Kalender Pendidikan
Kalender pendidikan adalah penngaturan waktu kegiatan pembelajaran peserta
didik selama satu tahun ajaran. Kalender pendidikan mencakup tahun ajaran, minggu
efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur.
Setiap permulaan tahun pelajaran, sekolah/madrasah menyususn kalender pendidikan
untuk mengatur waktu kegiatan pembelajaran selama satu tahun ajaran. Pengaturan
waktu belajar di sekolah/madrasah mengacu pada standar isi dan disesuaikan dengan
kebutuhan daerah, karakteristik sekolah/madrasah, kebutuhan peserta didik dan
masyarakat, serta ketentuan dari pemerintah /pemerintah daerah.
4. Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan atau sekelompok mata
pelajaraan/tema tertentu yag mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi
pokok pembelajaran, indikator penilaian, alokasi waktu serta sumber/bahan/alat belajar.
Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam
materi pokok pembelajaraan, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian
kompetensi untuk penilaian.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan


prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang
ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus. Rencana Pelaksanaan
Pembelajaraan memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi pembelajaran,
metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar

D. Pengembangan Silabus
Mekanisme dalam pengembangan silabus meliputi:
Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
Mengkaji SK dan KD mata pelajaran sebagaimana tercantum dalam SI, dengan
memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu atau tingkat kesulitan materi, tidak
harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI
2. Keterkaitan antara SK dan KD dalam pelajaran
3. Keterkaitan antara KD pada mata pelajaran
4. Keterkaitan antara SK dan KD antar mata pelajaran.
Mengidentifikasi Materi Pembelajaran
Mengidentifikasi materi pembelajaran yang menunjang pencapaian KD dengan
mempertimbangkan:
1. Potensi peserta didik;
2. Karakteristik mata pelajaran;
3. Relevansi dengan karakteristik daerah;
4. Tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spiritual peserta
didik;
5. Kebermanfaatan bagi peserta didik
6. Struktur keilmuan
7. Aktualitas, kedalaman dan keleluasaan materi pembelajaran;
8. Relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan
9. Alokasi waktu
Melakukan Pemetaan Kompetensi
1. Mengidentifikasi SK, KD dan materi pembelajaran
2. Mengelompokkan SK, KD dan materi pembelajaran
3. Meyusun SK, KD sesuai dengan keterkaitan
Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang
melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik, peserta didik
dan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian KD.
Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengembangan kegiatan pembelajaran adalah
sebagai berikut:
 Disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik (guru) agar dapat
melaksanakan proses pembelajaran secara profesional
 Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh
peserta didik secara berurutan untuk mencapai KD
 Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep
materi pembelajaran
 Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur
penciri yang encerminkan pengelolaan pengalaman belajar peserta didik, yaitu
kegiatan dan materi.
Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi
Indikator merupakan penanda pencapaian KD yag ditandai oleh perubahan perilaku
yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Indikator
dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan
pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang dapat
diukur dan atau diobservasi. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun
penilaian.
Kata Kerja Operasional (KKO) indikator dimulai dari tingkatan berpikir mudah ke
sukar, sederhana ke kompleks, dekat ke jauh, dan konkret ke abstrak.
Penentuan Jenis Penilaian
Penilaian pencapaian KD peserta didik dilakukan dengan berdasarkan indicator.
Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun
lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek
dan atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri.
Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan
menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara
sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam
pengambilan keputusan.
Menetukan Alokasi Waktu
Penetuan alokasi waktu pada setiap KD didasarkan pada jumlah minggu efektif dalam
alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah KD,
keluasan, kedalaman, tingkat kesulitan, dan tingkat kepentingan KD. Alokasi waktu
yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai
KD yang dibutuhkan oleh peserta didik.
Menentukan Sumber Belajar
Sumber belajar adalah rujukan obyek atau kegiatan pembelajaran, yag berupa media
cetak dan elektronik, narasumber, lingkungan fisik alam, sosial dan budaya. Penulisan
buku sumber hrus sesuai kaidah yang berlaku dalam bahasa Indonesia.
Penetuan sumber belajar didasarkan pada SK dan KD serta mmateri pembelajaran,
kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.

Anda mungkin juga menyukai