Kel. 5 Aspek Amdal
Kel. 5 Aspek Amdal
“Makalah ini diusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Studi Kelayakan
Bisnis”
Dosen Pengampu :
Disusun Oleh :
2023/2024
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua dalam bentuk ilmu dan
amal. Berkat rahmat dan karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan Makalah Aspek
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) tepat pada waktunya, yang
diridhoi Allah.
Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Sri Hariyanti, M.M selaku
dosen mata kuliah Studi Kelayakan Bisnis atas bimbingannya dalam pengerjaan
makalah ini. Tanpa bimbingannya, kami mungkin tidak dapat menyelesaikan tugas
ini dalam format yang ditentukan.
Kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu,
kritik dan saran dari pembaca sangat kami harapkan untuk perbaikan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.
Penulis
ii
DAFTAR ISI
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Alat penting dalam pengelolaan lingkungan adalah Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), yang dimaksudkan untuk
mendeteksi, mengevaluasi, dan mengendalikan dampak lingkungan dari
kegiatan proyek. Amdal dibuat untuk memastikan bahwa upaya manusia
seperti membangun infrastruktur, bisnis, pertanian, perjalanan, dan
sebagainya dapat dilakukan dengan tetap mengurangi dampak buruknya
terhadap lingkungan—alam, sosial, dan ekonomi. Amerika Serikat
memperkenalkan konsep Amdal pada tahun 1969 untuk mengatasi dampak
lingkungan dari inisiatif pembangunan. Ketika masyarakat menjadi lebih
sadar akan perlunya menjaga lingkungan, penggunaan AMDAL meluas ke
negara-negara lain. Amdal pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada
tahun 1977 melalui Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1980.
Mencegah dan mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan
akibat aktivitas manusia, seperti pencemaran udara, air, dan tanah serta
kerusakan ekosistem, merupakan salah satu tujuan utama Amdal. Amdal
memberikan informasi menyeluruh kepada para pengambil keputusan di
sektor publik dan swasta mengenai kemungkinan dampak lingkungan dari
suatu proyek. Untuk menjamin keberlanjutan proyek, metode Amdal
melibatkan partisipasi masyarakat dan pemangku kepentingan dalam proses
pengambilan keputusan. Diperkirakan bahwa pembangunan berkelanjutan
yang mempertimbangkan faktor lingkungan, sosial, dan ekonomi dapat
dicapai dengan mempertimbangkan konsekuensi lingkungan selama
perencanaan, pelaksanaan, dan pengoperasian suatu proyek.
Pembuatan rencana proyek, yang mencakup deskripsi proyek,
lokasi, skala, dan teknologi yang akan digunakan, merupakan langkah
pertama dalam proses penilaian dampak lingkungan. Untuk mengetahui
kondisi lingkungan awal sebelum proyek dimulai, data lingkungan hidup di
lokasi proyek dikumpulkan. Potensi dampak proyek, baik positif maupun
1
buruk, diperiksa secara rinci. Strategi pengelolaan dampak lingkungan
dibuat berdasarkan analisis dampak dan akan dilaksanakan selama dan
setelah proyek. Untuk mendapatkan masukan dan persetujuan, dilakukan
proses konsultasi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan. Sebelum
proyek dapat dimulai, Amdal perlu disetujui oleh lembaga terkait setelah
melalui prosedur analisis dan konsultasi.
Dengan demikian, Amdal menjadi alat penting dalam menciptakan
proyek-proyek berkelanjutan, yang menjamin kemajuan dapat dicapai
dengan tetap menjaga lingkungan, yang merupakan sumber daya yang tak
ternilai harganya bagi generasi mendatang.
B. Rumusan Masalah
1. Apa itu Pengertian AMDAL?
2. Apa Dasar Hukum AMDAL?
3. Bagaimana Tujuan dan Kegunaan AMDAL?
4. Apa Manfaat dan Fungsi AMDAL?
5. Siapa saja Pemangku Kepentingan AMDAL?
6. Bagaimana Dampak yang ditimbulkan?
C. Tujuan Pembahasan
1. Untuk mengetahui Pengertian AMDAL.
2. Untuk mengetahui Dasar Hukum AMDAL.
3. Untuk mengetahui Tujuan dan Kegunaan AMDAL.
4. Untuk mengetahui Manfaat dan Fungsi AMDAL.
5. Untuk mengetahui siapa Pemangku Kepentingan AMDAL.
6. Untuk mengetahui Dampak yang ditimbulkan dari AMDAL.
2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian AMDAL
1
I Made Adnyana, Studi Kelayakan Bisnis I, Lembaga Penerbitan Universitas Nasional (LPU-
UNAS), 2020. h.203
3
B. Dasar Hukum AMDAL
1. UU Nomor 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok
Pengelolaan Lingkungan Hidup.
2. UU Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan hidup.
3. UU Nomor 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian.
4. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup nomor 2 Tahun 2000
tentang Panduan Evaluasi Doumen AMDAL.
5. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup nomor 3 Tahun 2000
tentang jenis usaha dan/atau kegiatan yang wajib dilengkapi dengan
AMDAL.
6. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup nomor 4 Tahun 2000
tentang panduan penyusunan AMDAL kegiatan pembangunan
permukiman warga.
7. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup nomor 5 Tahun 2000
tentang panduan penyusunan AMDAL kegiatan Pembangunan di
daerah lahan basah.
8. Keputusan kepala BAPEDAL nomor 8 Tahun 2000 tentang keterlibatan
Masyarakat dan keterbukaan informasi dalam proses AMDAL.
9. Keputusan Kepala BAPEDAL nomor 9 Tahun 2000 tentang pedoman
penyusunan AMDAL.
10. Keputusan Menteri Negara LIngkungan Hidup Nomor 86 Tahun 2002
tentang Pedoman Pelaksanaan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup
dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup.
11. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 1994
tanggal 30 April 1994 tentang Pengelolaan Limbah Berbahaya dan
Beracun.
12. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1995
tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 1994
tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.2
2
Agus Sucipto, "Studi Kelayakan Bisnis : Analisis Integratif dan Studi Kasus", ( Malang : Uin-Maliki
Press 2017), h.222
4
C. Tujuan dan Kegunaan AMDAL
Tujuan AMDAL adalah menduga kemungkinan terjadinya dampak dari
suatu rencana bisnis atau usaha. Sedangkan kegunaan diadakannya studi
AMDAL yaitu:
1. Sebagai bahan bagi perencanaan pembangunan wilayah.
2. Membantu proses pengambilan keputusan tentang kelayakan
lingkungan hidup dari rencana bisnis atau usaha yang akan
dijalankan.
3. Memberi masukan untuk penyusunan desain rinci teknis dari
rencana bisnis atau usaha.
4. Memberi masukan untuk penyusunan rencana pengelolaan dan
pemantauan lingkungan hidup.
5. Memberikan informasi kepada masyarakat sekitar lokasi bisnis atau
usaha tentang dampak yang ditimbulkan dari suatu rencana bisnis
atau usaha yang akan dijalankan.3
3
Agus Sucipto, "Studi Kelayakan Bisnis : Analisis Integratif dan Studi Kasus", ( Malang : Uin-Maliki
Press 2017), h.223
4
Sumadi Kamarol Yakin, ‘Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) Sebagai Instrumen
Pencegahan Pencemaran Dan Perusakan Lingkungan’, Badamai Law Journal, 2.1 (2017), 113
<https://doi.org/10.32801/damai.v2i1.3393>.
5
D. Manfaat dan Fungsi AMDAL
1. Bagi masyarakat
a. Masyarakat dapat mengetahui rencana pembangunan di daerahnya,
sehingga dapat mempersiapkan diri di dalam penyesuaian
kehidupannya apabila diperlukan.
b. Masyarakat dapat mengetahui perubahan lingkungan di masa
sesudah proyek dibangun sehingga dapat memanfaatkan
kesempatan yang dapat menguntungkan dirinya dan
menghindarkan diri dari kerugian-kerugian yang dapat diderita
akibat adanya proyek tersebut.
c. Masyarakat dapat ikut berpartisipasi di dalam pembangunan di
daerahnya sejak dari awal, khususnya di dalam memberikan
informasi-informasi ataupun ikut langsung di dalam membangun
dan menjalankan proyek.
d. Masyarakat dapat memahami hal-ihwal mengenai proyek secara
jelas sehingga kesalahfahaman dapat dihindari dan kerja sama
yang menguntungkan dapat digalang.
e. Masyarakat dapat mengetahui hak dan kewajibannya di dalam
hubungannya dengan proyek tersebut khususnya hak dan
kewajiban di dalam ikut dan mengelola lingkungan.
6
2. Bagi pemilik proyek
a. Proyek terhindar dari pelanggaran terhadap undang-undang atau
peraturan yang berlaku.
b. Proyek terhindar dari tuduhan pelanggaran pencemaran atau
perusakan lingkungan.
c. Pemilik proyek dapat melihat masalah-masalah lingkungan yang
akan dihadapi di masa yang akan datang.
d. Pemilik proyek dapat mempersiapkan cara-cara pemecahan
masalah di masa yang akan datang.
e. Analisis dampak lingkungan merupakan sumber informasi
lingkungan di sekitar lokasi proyeknya secara kuantitatif,
termasuk informasi sosial ekonomi dan sosial budaya.
f. Analisis dampak lingkungan merupakan bahan penguji secara
komprehensif dari perencanaan proyeknya, sehingga dapat
diketahui kelemahan-kelemahannya untuk segera dapat
dilakukan penyempurnaannya.
g. Dengan adanya analisis dampak lingkungan, pemilik proyek
dapat mengetahui keadaan lingkungan yang membahayakan
(misalnya banjir, tanah longsor, gempa bumi dan lain- lain)
sehingga dapat dicari keadaan lingkungan yang aman bagi
proyek.
3. Bagi pemerintah
a. Untuk mencegah agar potensi sumberdaya alam yang dikelola
tersebut tidak rusak (khusus untuk sumberdaya alam yang dapat
diperbaharui).
b. Untuk mencegah rusaknya sumberdaya alam lainnya yang
berada di luar lokasi proyek baik yang diolah oleh proyek lain,
diolah masyarakat atau yang belum diolah.
c. Untuk menghindari perusakan lingkungan hidup seperti
timbulnya pencemaran air, pencemaran udara, kebisingan dan
lain sebagainya, sehingga tidak mengganggu kesehatan,
kenyamanan dan keselamatan masyarakat.
7
d. Untuk menghindari terjadinya pertentangan-pertentangan yang
mungkin timbul khusus nya dengan masyarakat dan proyek-
proyek lainnya.
e. Untuk menjamin agar proyek yang dibangun sesuai dengan
rencana pembangunan daerah, nasional ataupun internasional
serta tidak mengganggu proyek lain.
f. Untuk menjamin agar proyek tersebut mempunyai manfaat yang
jelas bagi negara dan masyarakat.
g. Analisis dampak lingkungan diperlukan bagi pemerintah sebagai
alat pengambil keputusan.
1. Pemerintah
Pemerintah memiliki kewajiban memberikan keputusan apakah suatu
rencana kegiatan layak atau tidak layak lingkungan. Keputusan kelayakan
lingkungan ini ditujukan untuk melindungi kepentingan rakyat dan kesesuaian
dengan kebijakan pembangunan berkelanjutan. Pemerintah dalam mengambil
keputusan memerlukan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan baik yang
berasal dari pemilik kegiatan atau pemrakarsa maupun dari pihak-pihak lain
yang berkepentingan. Informasi tersebut disusun secara sistematis dalam
dokumen AMDAL. Dokumen ini dinilai oleh komisi penilai AMDAL untuk
menentukan apakah informasi yang terdapat didalamnya telah dapat digunakan
untuk pengambilan keputusan dan untuk menilai apakah rencana kegiatan
tersebut dapat dinilai layak atau tidak layak berdasarkan suatu kriteria kelayakan
lingkungan yang telah ditetapkan oleh peraturan pemerintah.5
5
Agus Sucipto, "Studi Kelayakan Bisnis : Analisis Integratif dan Studi Kasus", ( Malang : Uin-Maliki
Press 2017), h.225
8
2. Pemrakarsa
Pemrakarsa merupakan orang atau badan hukum yang bertanggung
jawab atas suatu rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan.6
Pemrakarsa inilah yang berkewajiban melaksanakan kajian AMDAL. Meskipun
pemrakarsa dapat merujuk pihak lain seperti konsultan lingkungan hidup untuk
membantu melaksanakan kajian AMDAL, namun tanggung jawab terhadap
hasil kajian dan pelaksanaan ketentuan-ketentuan AMDAL tetap di tangan
pemrakarsa kegiatan.
6
M. Munir, Dkk, "Studi Kelayakan Bisnis Dalam Aspek Lingkungan Hidup", Labatila : Jurnal Ilmu
Ekonomi Islam, Vol.03 No.02, (2019) h. 166
7
Agus Sucipto, "Studi Kelayakan Bisnis : Analisis Integratif dan Studi Kasus", ( Malang : Uin-Maliki
Press 2017), h.226
9
F. Dampak yang ditimbulkan
10
f) Menimbulkan berbagai penyakit akibat pencemaran terhadap air bila
dikonsumsi atau digunakan untuk berbagai keperluan.
3. Dilihat dari segi Udara
a) Udara disekitar lokasi menjadi berdebu, misalnya akibat proyek-proyek
tertentu, seperti proyek batu kapur atau semen, sehingga udara di
sekitarnya menjadi tidak sehat.
b) Dapat menimbulkan radiasi-radiasi yang tidak dapat dilihat oleh mata
seperti proyek bahan kimia.
c) Pada proyek tertentu dapat menimbulkan suara yang bising, seperti
proyek perbengkelan.
d) Menimbulkan aroma yang tidak sedap, seperti berbau tajam, menyengat,
busuk, misalnya usaha peternakan atau industri makanan.
e) Dapat menyebabkan suhu udara menjadi panas akibat keluaran industri
tertentu.
4. Dilihat dari segi Manusia
a) Akan menimbulkan berbagai penyakit terhadapkaryawan perusahaan
yang bersangkutan dan masyarakat sekitar lokasi proyek.
b) Berubahnya budaya dan perilaku masyarakat sekitar lokasi akibat
berubahnya struktur penduduk.
c) Rusaknya adat istiadat masyarakat setempat seiring dengan perubahan
perkembangan di daerah tersebut.8
Adapun dari adanya dampak yang timbul sebagaimana yang telah
diuraikan di atas perlu adanya alternatif penyelesaian. Alternatif penyelesaian
ini harus dipenuhi atau dilengkapi oleh perusahaan yang dinilai kurang baik
atau kurang layak. Berikut alternatif yang dapat dilakukan antara lain:
8
I Made Adnyana, "Studi Kelayakan Bisnis", ( LPU-UNAS : Jakarta Selatan 2020), h.204-206
11
c. Melakukan pengurukan atau penimbunan terhadap berbagai penggalian
yang menyebabkan tanah menjadi berlubang-lubang
2. Dilihat dari segi air
a. Memasang filter/saringan air sehingga air yang keluar dari pembuangan
sudah bersih dan sehat tentunya.
b. Membuat saluran pembuangan yang teratur ke daerah tertentu sehingga
tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
c. Memberikan semacam obat untuk menetralisir air yang tercemar, seperti
bahan-bahan kimia yang dapat mematikan makhluk yang mengonsumsi
atau hidup di dalam air tersebut.
3. Dilihat dari segi udara
12
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Analisis mengenai dampak lingkungan, atau AMDAL, merupakan
langkah penting sebelum meluncurkan suatu perusahaan atau usaha.
Tujuannya adalah untuk memahami potensi dampak lingkungan dan
mengidentifikasi cara untuk memitigasinya. Landasan hukum AMDAL di
Indonesia dituangkan dalam undang-undang yang mengutamakan
pelestarian lingkungan hidup. Berbagai penerapannya mencakup membantu
rencana bisnis agar dapat beroperasi tanpa merusak lingkungan dan
menawarkan keuntungan bagi pemerintah, pemilik proyek, dan masyarakat.
Pemangku kepentingan dalam proses AMDAL meliputi masyarakat,
pemrakarsa, dan pemerintah. Eksekusi yang tidak memadai dapat
menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan
masyarakat secara umum, termasuk pencemaran udara, pencemaran air, dan
kerusakan lahan. Dunia usaha harus menciptakan alternatif pengganti,
seperti perlindungan kesehatan dan perbaikan lahan. AMDAL tidak
B. Saran
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL)
merupakan langkah kritis sebelum menjalankan suatu proyek bisnis. Dalam
rangka menjaga keberlanjutan lingkungan hidup, implementasi AMDAL
harus dilakukan dengan cermat dan bertanggung jawab.
Tentunya penulis sudah menyadari jika dalam penyusunan makalah
di atas masih banyak ada kesalahan serta jauh dari kata sempurna. Adapun
nantinya penulis akan segera melakukan perbaikan susunan makalah itu
dengan menggunakan pedoman dari beberapa sumber dan kritik yang bisa
membangun dari para pembaca.
13
DAFTAR PUSTAKA
Dkk, Munir, ‘Studi Kelayakan Bisnis Dalam Aspek Lingkungan Hidup’, Labatila :
Jurnal Ilmu Ekonomi Islam, 03.02 (2019)
Sucipto, Agus, Studi Kelayakan Bisnis : Analisis Integratif Dan Studi Kasus
(Malang: UIN- Maliki Press, 2017)
14