0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
111 tayangan17 halaman

Kel. 5 Aspek Amdal

Makalah ini membahas tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang merupakan alat penting dalam pengelolaan lingkungan untuk mendeteksi, mengevaluasi, dan mengendalikan dampak lingkungan dari kegiatan proyek. Makalah ini menjelaskan pengertian, dasar hukum, tujuan dan kegunaan, manfaat dan fungsi, pemangku kepentingan, serta dampak yang ditimbulkan dari pelaksanaan AMDAL.

Diunggah oleh

Su sarman
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
111 tayangan17 halaman

Kel. 5 Aspek Amdal

Makalah ini membahas tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang merupakan alat penting dalam pengelolaan lingkungan untuk mendeteksi, mengevaluasi, dan mengendalikan dampak lingkungan dari kegiatan proyek. Makalah ini menjelaskan pengertian, dasar hukum, tujuan dan kegunaan, manfaat dan fungsi, pemangku kepentingan, serta dampak yang ditimbulkan dari pelaksanaan AMDAL.

Diunggah oleh

Su sarman
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ASPEK ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN (AMDAL)

“Makalah ini diusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Studi Kelayakan
Bisnis”

Dosen Pengampu :

SRI HARIYANTI, S.HI, M.M

Disusun Oleh :

Vina Klarista Agustin (21404043)


Wulandari (21404061)
Restiana Dwi Rahmawati (21404064)
Dodi Setiawan (21404076)

PRODI AKUNTANSI SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) KEDIRI

2023/2024
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua dalam bentuk ilmu dan
amal. Berkat rahmat dan karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan Makalah Aspek
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) tepat pada waktunya, yang
diridhoi Allah.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Sri Hariyanti, M.M selaku
dosen mata kuliah Studi Kelayakan Bisnis atas bimbingannya dalam pengerjaan
makalah ini. Tanpa bimbingannya, kami mungkin tidak dapat menyelesaikan tugas
ini dalam format yang ditentukan.

Kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu,
kritik dan saran dari pembaca sangat kami harapkan untuk perbaikan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Kediri, 1 Februari 2024

Penulis

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................................... ii


DAFTAR ISI ...................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ..................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ................................................................................ 2
C. Tujuan Pembahasan .............................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian AMDAL .............................................................................. 3
B. Dasar hukum AMDAL .......................................................................... 4
C. Tujuan dan kegunaan AMDAL ............................................................. 5
D. Manfaat dan Fungsi AMDAL................................................................ 6
E. Pemangku kepentingan AMDAL .......................................................... 8
F. Dampak yang ditimbulkan..................................................................... 10
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan .......................................................................................... 13
B. Saran ..................................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 14

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Alat penting dalam pengelolaan lingkungan adalah Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), yang dimaksudkan untuk
mendeteksi, mengevaluasi, dan mengendalikan dampak lingkungan dari
kegiatan proyek. Amdal dibuat untuk memastikan bahwa upaya manusia
seperti membangun infrastruktur, bisnis, pertanian, perjalanan, dan
sebagainya dapat dilakukan dengan tetap mengurangi dampak buruknya
terhadap lingkungan—alam, sosial, dan ekonomi. Amerika Serikat
memperkenalkan konsep Amdal pada tahun 1969 untuk mengatasi dampak
lingkungan dari inisiatif pembangunan. Ketika masyarakat menjadi lebih
sadar akan perlunya menjaga lingkungan, penggunaan AMDAL meluas ke
negara-negara lain. Amdal pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada
tahun 1977 melalui Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1980.
Mencegah dan mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan
akibat aktivitas manusia, seperti pencemaran udara, air, dan tanah serta
kerusakan ekosistem, merupakan salah satu tujuan utama Amdal. Amdal
memberikan informasi menyeluruh kepada para pengambil keputusan di
sektor publik dan swasta mengenai kemungkinan dampak lingkungan dari
suatu proyek. Untuk menjamin keberlanjutan proyek, metode Amdal
melibatkan partisipasi masyarakat dan pemangku kepentingan dalam proses
pengambilan keputusan. Diperkirakan bahwa pembangunan berkelanjutan
yang mempertimbangkan faktor lingkungan, sosial, dan ekonomi dapat
dicapai dengan mempertimbangkan konsekuensi lingkungan selama
perencanaan, pelaksanaan, dan pengoperasian suatu proyek.
Pembuatan rencana proyek, yang mencakup deskripsi proyek,
lokasi, skala, dan teknologi yang akan digunakan, merupakan langkah
pertama dalam proses penilaian dampak lingkungan. Untuk mengetahui
kondisi lingkungan awal sebelum proyek dimulai, data lingkungan hidup di
lokasi proyek dikumpulkan. Potensi dampak proyek, baik positif maupun

1
buruk, diperiksa secara rinci. Strategi pengelolaan dampak lingkungan
dibuat berdasarkan analisis dampak dan akan dilaksanakan selama dan
setelah proyek. Untuk mendapatkan masukan dan persetujuan, dilakukan
proses konsultasi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan. Sebelum
proyek dapat dimulai, Amdal perlu disetujui oleh lembaga terkait setelah
melalui prosedur analisis dan konsultasi.
Dengan demikian, Amdal menjadi alat penting dalam menciptakan
proyek-proyek berkelanjutan, yang menjamin kemajuan dapat dicapai
dengan tetap menjaga lingkungan, yang merupakan sumber daya yang tak
ternilai harganya bagi generasi mendatang.

B. Rumusan Masalah
1. Apa itu Pengertian AMDAL?
2. Apa Dasar Hukum AMDAL?
3. Bagaimana Tujuan dan Kegunaan AMDAL?
4. Apa Manfaat dan Fungsi AMDAL?
5. Siapa saja Pemangku Kepentingan AMDAL?
6. Bagaimana Dampak yang ditimbulkan?

C. Tujuan Pembahasan
1. Untuk mengetahui Pengertian AMDAL.
2. Untuk mengetahui Dasar Hukum AMDAL.
3. Untuk mengetahui Tujuan dan Kegunaan AMDAL.
4. Untuk mengetahui Manfaat dan Fungsi AMDAL.
5. Untuk mengetahui siapa Pemangku Kepentingan AMDAL.
6. Untuk mengetahui Dampak yang ditimbulkan dari AMDAL.

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian AMDAL

Suatu bisnis dapat menimbulkan berbagai aktivitas sehingga


mengakibatkan munulnya dampak bagi lingkungan yang ada disekitar
lokasi bisnis. Oleh karena itu, sebelum suatu bisnis atau usaha dijalankan
maka perlu dilakukan studi tentang dampak lingkungan yang nantinya akan
timbul, baik dari dampak negatif maupun positif di masa sekarang atau yang
akan datang. Studi ini kita kenal dengan nama analisis dampak lingkungan
hidup.

Suatu ide bisnis dikatakan layak dijalankan berdasarkan dari aspek


lingkungan sesuai dengan kebutuhan ide bisnis tersebut dan idenya dapat
memberikan manfaat yang lebih besar dibandinkan dengan dampak
negatifnya disekitar wilayah usaha tersebut. Perubahan kehidupan
masyarakat akibat dari adanya aktivitas bisnis dapat berupa semakin
padatnya lokasi disekitar lokasi bisnis tersebut, perubahan gaya hidup
masyarakat setempat akibat dari masuknya tenaga kerja dari luar daerah dan
juga timbulnya penyakit dikalangan masyarakat. Studi ini kita kenal dengan
nama analisis dampak lingkungan hidup (AMDAL), studi ini juga akan
mncarikan jalan keluar untuk mengatasi dampak dari kejadian tersebut.

Pengertian analisis dampak lingkungan hidup (AMDAL) menurut PP


no. 27 Tahun 1999 Pasal 1 adalah telaah secara cermat dan mndalam tentang
dampak besar dan penting suatu rencana usaha dan kegiatan. Pengertian lain
dari AMDAL adalaah teknik untuk menganalisis apakah proyek yang akan
dijalankan dapat mencemarkan lingkungan atau tidak. Apabila pelaksanaan
proyek usaha dinilai akan mencemarkan lingkungan maka perlu dicari jalan
alternatif untuk pencegahannya.1

1
I Made Adnyana, Studi Kelayakan Bisnis I, Lembaga Penerbitan Universitas Nasional (LPU-
UNAS), 2020. h.203
3
B. Dasar Hukum AMDAL
1. UU Nomor 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok
Pengelolaan Lingkungan Hidup.
2. UU Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan hidup.
3. UU Nomor 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian.
4. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup nomor 2 Tahun 2000
tentang Panduan Evaluasi Doumen AMDAL.
5. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup nomor 3 Tahun 2000
tentang jenis usaha dan/atau kegiatan yang wajib dilengkapi dengan
AMDAL.
6. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup nomor 4 Tahun 2000
tentang panduan penyusunan AMDAL kegiatan pembangunan
permukiman warga.
7. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup nomor 5 Tahun 2000
tentang panduan penyusunan AMDAL kegiatan Pembangunan di
daerah lahan basah.
8. Keputusan kepala BAPEDAL nomor 8 Tahun 2000 tentang keterlibatan
Masyarakat dan keterbukaan informasi dalam proses AMDAL.
9. Keputusan Kepala BAPEDAL nomor 9 Tahun 2000 tentang pedoman
penyusunan AMDAL.
10. Keputusan Menteri Negara LIngkungan Hidup Nomor 86 Tahun 2002
tentang Pedoman Pelaksanaan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup
dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup.
11. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 1994
tanggal 30 April 1994 tentang Pengelolaan Limbah Berbahaya dan
Beracun.
12. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1995
tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 1994
tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.2

2
Agus Sucipto, "Studi Kelayakan Bisnis : Analisis Integratif dan Studi Kasus", ( Malang : Uin-Maliki
Press 2017), h.222
4
C. Tujuan dan Kegunaan AMDAL
Tujuan AMDAL adalah menduga kemungkinan terjadinya dampak dari
suatu rencana bisnis atau usaha. Sedangkan kegunaan diadakannya studi
AMDAL yaitu:
1. Sebagai bahan bagi perencanaan pembangunan wilayah.
2. Membantu proses pengambilan keputusan tentang kelayakan
lingkungan hidup dari rencana bisnis atau usaha yang akan
dijalankan.
3. Memberi masukan untuk penyusunan desain rinci teknis dari
rencana bisnis atau usaha.
4. Memberi masukan untuk penyusunan rencana pengelolaan dan
pemantauan lingkungan hidup.
5. Memberikan informasi kepada masyarakat sekitar lokasi bisnis atau
usaha tentang dampak yang ditimbulkan dari suatu rencana bisnis
atau usaha yang akan dijalankan.3

Selanjutnya dalam menjaga kualitas lingkungan di sekitar lokasi bisnis,


secara khusus AMDAL berguna dalam hal:

1. Mencegah agar tidak merusak potensi sumber daya alam yang


dikelola, terutama sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui.
2. Menghindari efek samping dari pengolahan sumber daya terhadap
sumber daya alam, proyek-proyek dan masyarakat lainnya agar
tidak menimbulkan pertentangan.
3. Mencegah terjadinya perusakan lingkungan akibat pencemaran
sehingga tidak mengganggu kesehatan, kenyamanan, dan
keselamatan masyarakat.
4. Agar dapat diketahui manfaatnya yang berdaya guna dan berhasil
bagi bangsa, negara dan masyarakat.4

3
Agus Sucipto, "Studi Kelayakan Bisnis : Analisis Integratif dan Studi Kasus", ( Malang : Uin-Maliki
Press 2017), h.223
4
Sumadi Kamarol Yakin, ‘Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) Sebagai Instrumen
Pencegahan Pencemaran Dan Perusakan Lingkungan’, Badamai Law Journal, 2.1 (2017), 113
<https://doi.org/10.32801/damai.v2i1.3393>.
5
D. Manfaat dan Fungsi AMDAL

Analisis mengenai dampak lingkungan bermanfaat untuk menjamin


suatu usaha atau kegiatan pembangunan dapat beroperasi secara
berkelanjutan tanpa merusak dan mengorbankan lingkungan atau dengan
kata lain usaha atau kegiatan tersebut layak dari aspek lingkungan hidup.

Dengan AMDAL, suatu rencana usaha dan/atau kegiatan


pembangunan diharapkan dapat meminimalkan kemungkinan dampak
negatif terhadap lingkungan hidup, dan mengembangkan dampak positif,
sehingga sumber daya alam dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan
(sustainable).

Fungsi AMDAL antara lain adalah sebagai berikut :

1. Bagi masyarakat
a. Masyarakat dapat mengetahui rencana pembangunan di daerahnya,
sehingga dapat mempersiapkan diri di dalam penyesuaian
kehidupannya apabila diperlukan.
b. Masyarakat dapat mengetahui perubahan lingkungan di masa
sesudah proyek dibangun sehingga dapat memanfaatkan
kesempatan yang dapat menguntungkan dirinya dan
menghindarkan diri dari kerugian-kerugian yang dapat diderita
akibat adanya proyek tersebut.
c. Masyarakat dapat ikut berpartisipasi di dalam pembangunan di
daerahnya sejak dari awal, khususnya di dalam memberikan
informasi-informasi ataupun ikut langsung di dalam membangun
dan menjalankan proyek.
d. Masyarakat dapat memahami hal-ihwal mengenai proyek secara
jelas sehingga kesalahfahaman dapat dihindari dan kerja sama
yang menguntungkan dapat digalang.
e. Masyarakat dapat mengetahui hak dan kewajibannya di dalam
hubungannya dengan proyek tersebut khususnya hak dan
kewajiban di dalam ikut dan mengelola lingkungan.

6
2. Bagi pemilik proyek
a. Proyek terhindar dari pelanggaran terhadap undang-undang atau
peraturan yang berlaku.
b. Proyek terhindar dari tuduhan pelanggaran pencemaran atau
perusakan lingkungan.
c. Pemilik proyek dapat melihat masalah-masalah lingkungan yang
akan dihadapi di masa yang akan datang.
d. Pemilik proyek dapat mempersiapkan cara-cara pemecahan
masalah di masa yang akan datang.
e. Analisis dampak lingkungan merupakan sumber informasi
lingkungan di sekitar lokasi proyeknya secara kuantitatif,
termasuk informasi sosial ekonomi dan sosial budaya.
f. Analisis dampak lingkungan merupakan bahan penguji secara
komprehensif dari perencanaan proyeknya, sehingga dapat
diketahui kelemahan-kelemahannya untuk segera dapat
dilakukan penyempurnaannya.
g. Dengan adanya analisis dampak lingkungan, pemilik proyek
dapat mengetahui keadaan lingkungan yang membahayakan
(misalnya banjir, tanah longsor, gempa bumi dan lain- lain)
sehingga dapat dicari keadaan lingkungan yang aman bagi
proyek.
3. Bagi pemerintah
a. Untuk mencegah agar potensi sumberdaya alam yang dikelola
tersebut tidak rusak (khusus untuk sumberdaya alam yang dapat
diperbaharui).
b. Untuk mencegah rusaknya sumberdaya alam lainnya yang
berada di luar lokasi proyek baik yang diolah oleh proyek lain,
diolah masyarakat atau yang belum diolah.
c. Untuk menghindari perusakan lingkungan hidup seperti
timbulnya pencemaran air, pencemaran udara, kebisingan dan
lain sebagainya, sehingga tidak mengganggu kesehatan,
kenyamanan dan keselamatan masyarakat.
7
d. Untuk menghindari terjadinya pertentangan-pertentangan yang
mungkin timbul khusus nya dengan masyarakat dan proyek-
proyek lainnya.
e. Untuk menjamin agar proyek yang dibangun sesuai dengan
rencana pembangunan daerah, nasional ataupun internasional
serta tidak mengganggu proyek lain.
f. Untuk menjamin agar proyek tersebut mempunyai manfaat yang
jelas bagi negara dan masyarakat.
g. Analisis dampak lingkungan diperlukan bagi pemerintah sebagai
alat pengambil keputusan.

E. Pemangku Kepentingan AMDAL

Pihak-pihak yang berkepentingan dalam proses AMDAL antara lain


pemerintah, pemrakarsa dan masyarakat yang berkepentingan. Adapun peran
masing-masing pemangku kepentingan AMDAL sebagai berikut :

1. Pemerintah
Pemerintah memiliki kewajiban memberikan keputusan apakah suatu
rencana kegiatan layak atau tidak layak lingkungan. Keputusan kelayakan
lingkungan ini ditujukan untuk melindungi kepentingan rakyat dan kesesuaian
dengan kebijakan pembangunan berkelanjutan. Pemerintah dalam mengambil
keputusan memerlukan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan baik yang
berasal dari pemilik kegiatan atau pemrakarsa maupun dari pihak-pihak lain
yang berkepentingan. Informasi tersebut disusun secara sistematis dalam
dokumen AMDAL. Dokumen ini dinilai oleh komisi penilai AMDAL untuk
menentukan apakah informasi yang terdapat didalamnya telah dapat digunakan
untuk pengambilan keputusan dan untuk menilai apakah rencana kegiatan
tersebut dapat dinilai layak atau tidak layak berdasarkan suatu kriteria kelayakan
lingkungan yang telah ditetapkan oleh peraturan pemerintah.5

5
Agus Sucipto, "Studi Kelayakan Bisnis : Analisis Integratif dan Studi Kasus", ( Malang : Uin-Maliki
Press 2017), h.225

8
2. Pemrakarsa
Pemrakarsa merupakan orang atau badan hukum yang bertanggung
jawab atas suatu rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan.6
Pemrakarsa inilah yang berkewajiban melaksanakan kajian AMDAL. Meskipun
pemrakarsa dapat merujuk pihak lain seperti konsultan lingkungan hidup untuk
membantu melaksanakan kajian AMDAL, namun tanggung jawab terhadap
hasil kajian dan pelaksanaan ketentuan-ketentuan AMDAL tetap di tangan
pemrakarsa kegiatan.

3. Masyarakat yang berkepentingan


Masyarakat yang berkepentingan merupakan masyarakat yang terdapat
pengaruh oleh segala bentuk keputusan dalam proses AMDAL. Masyarakat
mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam AMDAL. Yang setara
dengan kedudukan pihak-pihak lain yang terlibat dalam AMDAL. Di dalam
kajian AMDAL, masyarakat bukan objek kajian namun merupakan subjek yang
ikut serta dalam proses pengambilan keputusan tentang hal-hal yang berkaitan
dengan AMDAL. Dalam proses ini masyarakat menyampaikan aspirasi,
kebutuhan, nilai-nilai yang dimiliki masyarakat serta usulan-usulan penyelesaian
masalah untuk memperoleh keputusan terbaik. Dalam proses AMDAL
masyarakat dibedakan menjadi dua kategori yakni:
a) Masyarakat terkena dampak : masyarakat yang merasakan dampak dari
adanya rencana kegiatan (orang atau kelompok yang diuntungkan
(beneficiary groups), dan orang atau kelompok yang dirugikan (at-risk
groups)).
b) Masyarakat pemerhati : masyarakat yang tidak terkena dampak dari suatu
rencana kegiatan, tetapi mempunyai perhatian terhadap kegiatan maupun
dampak-dampak lingkungan yang ditimbulkan.7

6
M. Munir, Dkk, "Studi Kelayakan Bisnis Dalam Aspek Lingkungan Hidup", Labatila : Jurnal Ilmu
Ekonomi Islam, Vol.03 No.02, (2019) h. 166
7
Agus Sucipto, "Studi Kelayakan Bisnis : Analisis Integratif dan Studi Kasus", ( Malang : Uin-Maliki
Press 2017), h.226

9
F. Dampak yang ditimbulkan

Berikut dampak-dampak yang mungkin akan timbul jika tidak


dilakukannya AMDAL secara baik dan benar antara lain:

1. Dilihat Dari Segi Tanah dan Kehutanan


a) Menjadi tidak subur, gersang, atau tandus, sehingga sangat merugikan
sektor pertanian.
b) Berkurang jumlahnya apabila terjadi pengerukan atau bahkan hilang,
seperti untuk sektor pertambangan yang pada akhirnya akan membentuk
danau-danau kecil.
c) Menimbulkan terjadinya erosi atau bahkan banjir apabila hutan yang ada
di sekitar proyek ditebang secara tidak teratur
d) Tailing bekas pembuangan hasil pertambangan akan merusak aliran
sungai berikut hewan dan tanaman di sekitarnya.
e) Pembabatan hutan yang tidak terencana akan merusak lingkungan secara
keseluruhan dan rusaknya hutan sebagai sumber resapan air.
f) Punahnya keanekaragaman hati, baik fauna maupun flora, akibat
rusaknya hutan alam yang terkena dampak dengan adanya proyek/usaha.
2. Dilihat dari segi Air
a) Mengubah warna, dari yang semula bening dan jernih menjadi kuning
atau hitam, sehingga tidak dapat digunakan lagi untuk keperluan, seperti
air minum, mencuci, dan keperluan lainnya.
b) Berubah rasa, dalam arti bahwa mungkin warnanya tidak berubah, akan
tetapi rasanya menjadi berubah, sehingga juga berbahaya untuk dijadikan
air minum karena mungkin mengandung zat-zat yang berbahaya.
c) Berbau busuk atau menyengat, sehingga sangat mengganggu lingkungan
disekitarnya.
d) Mengering, yakni apabila proyek yang dijalankan menggunakan air
sungai atau air tanah secara berlebihan, sehingga air di sekitar lokasi
menjadi berkurang.
e) Matinya binatang air dan tanaman di sekitar lokasi akibat daripada air
berubah warna dan rasa.

10
f) Menimbulkan berbagai penyakit akibat pencemaran terhadap air bila
dikonsumsi atau digunakan untuk berbagai keperluan.
3. Dilihat dari segi Udara
a) Udara disekitar lokasi menjadi berdebu, misalnya akibat proyek-proyek
tertentu, seperti proyek batu kapur atau semen, sehingga udara di
sekitarnya menjadi tidak sehat.
b) Dapat menimbulkan radiasi-radiasi yang tidak dapat dilihat oleh mata
seperti proyek bahan kimia.
c) Pada proyek tertentu dapat menimbulkan suara yang bising, seperti
proyek perbengkelan.
d) Menimbulkan aroma yang tidak sedap, seperti berbau tajam, menyengat,
busuk, misalnya usaha peternakan atau industri makanan.
e) Dapat menyebabkan suhu udara menjadi panas akibat keluaran industri
tertentu.
4. Dilihat dari segi Manusia
a) Akan menimbulkan berbagai penyakit terhadapkaryawan perusahaan
yang bersangkutan dan masyarakat sekitar lokasi proyek.
b) Berubahnya budaya dan perilaku masyarakat sekitar lokasi akibat
berubahnya struktur penduduk.
c) Rusaknya adat istiadat masyarakat setempat seiring dengan perubahan
perkembangan di daerah tersebut.8
Adapun dari adanya dampak yang timbul sebagaimana yang telah
diuraikan di atas perlu adanya alternatif penyelesaian. Alternatif penyelesaian
ini harus dipenuhi atau dilengkapi oleh perusahaan yang dinilai kurang baik
atau kurang layak. Berikut alternatif yang dapat dilakukan antara lain:

1. Dilihat dari segi tanah


b. Melakukan terhabilitas terhadap lahan kritis melalui penghijauan
(reboisasi) untuk menghindari dampak banjir, longsor, atau mengatasi
tanah gersang.

8
I Made Adnyana, "Studi Kelayakan Bisnis", ( LPU-UNAS : Jakarta Selatan 2020), h.204-206

11
c. Melakukan pengurukan atau penimbunan terhadap berbagai penggalian
yang menyebabkan tanah menjadi berlubang-lubang
2. Dilihat dari segi air
a. Memasang filter/saringan air sehingga air yang keluar dari pembuangan
sudah bersih dan sehat tentunya.
b. Membuat saluran pembuangan yang teratur ke daerah tertentu sehingga
tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
c. Memberikan semacam obat untuk menetralisir air yang tercemar, seperti
bahan-bahan kimia yang dapat mematikan makhluk yang mengonsumsi
atau hidup di dalam air tersebut.
3. Dilihat dari segi udara

a. Memasang filter/saringan udara untuk menghindari asap dan debu atau


sumber polusi lainnya.
b. Memasang alat kedap suara untuk mencegah suara yang bising.
4. Dilihat dari Segi Karyawan

a. Menggunakan peralatan pengaman seperti masker, baju kerja yang aman,


atau alat pengaman lainnya.
b. Diberikan asuransi jiwa dan kesehatan kepada setiap pekerja yang
terlibat dalam perusahaan tersebut.
c. Menyediakan tempat kesehatan untuk pegawai perusahaan yang terlibat
dengan proyek.
5. Dilihat dari Segi Masyarakat Sekitar

a. Menyediakan tempat kesehatan secara gratis kepada masyarakat.


b. Memindahkan masyarakat ke lokasi yang lebih aman dengan
penggantian yang wajar jika diperkirakan kondisi proyek benar-benar
membahayakan kesehatan.

12
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Analisis mengenai dampak lingkungan, atau AMDAL, merupakan
langkah penting sebelum meluncurkan suatu perusahaan atau usaha.
Tujuannya adalah untuk memahami potensi dampak lingkungan dan
mengidentifikasi cara untuk memitigasinya. Landasan hukum AMDAL di
Indonesia dituangkan dalam undang-undang yang mengutamakan
pelestarian lingkungan hidup. Berbagai penerapannya mencakup membantu
rencana bisnis agar dapat beroperasi tanpa merusak lingkungan dan
menawarkan keuntungan bagi pemerintah, pemilik proyek, dan masyarakat.
Pemangku kepentingan dalam proses AMDAL meliputi masyarakat,
pemrakarsa, dan pemerintah. Eksekusi yang tidak memadai dapat
menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan
masyarakat secara umum, termasuk pencemaran udara, pencemaran air, dan
kerusakan lahan. Dunia usaha harus menciptakan alternatif pengganti,
seperti perlindungan kesehatan dan perbaikan lahan. AMDAL tidak
B. Saran
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL)
merupakan langkah kritis sebelum menjalankan suatu proyek bisnis. Dalam
rangka menjaga keberlanjutan lingkungan hidup, implementasi AMDAL
harus dilakukan dengan cermat dan bertanggung jawab.
Tentunya penulis sudah menyadari jika dalam penyusunan makalah
di atas masih banyak ada kesalahan serta jauh dari kata sempurna. Adapun
nantinya penulis akan segera melakukan perbaikan susunan makalah itu
dengan menggunakan pedoman dari beberapa sumber dan kritik yang bisa
membangun dari para pembaca.

13
DAFTAR PUSTAKA

Adnyana, I Made, Studi Kelayakan Bisnis I, Lembaga Penerbitan Universitas


Nasional (LPU-UNAS), 2020

Dkk, Munir, ‘Studi Kelayakan Bisnis Dalam Aspek Lingkungan Hidup’, Labatila :
Jurnal Ilmu Ekonomi Islam, 03.02 (2019)

Sucipto, Agus, Studi Kelayakan Bisnis : Analisis Integratif Dan Studi Kasus
(Malang: UIN- Maliki Press, 2017)

Yakin, Sumadi Kamarol, ‘Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal)


Sebagai Instrumen Pencegahan Pencemaran Dan Perusakan Lingkungan’,
Badamai Law Journal, 2.1 (2017), 113
<https://doi.org/10.32801/damai.v2i1.3393>

14

Anda mungkin juga menyukai