ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN
DOSEN PENGAMPU:
Dr. Ir. Fadjar Goembira
OLEH:
KELOMPOK 2
Monica Zahari (1710941011)
Mita Afriyanif (1710941017)
Rifka Indriani (1710941018)
Najla Afifah Amni (1710941020)
Debby Dwi Chintya (1710941023)
Fatma Lisna (1710941025)
Naura Familya Umar (1710941026)
Salsabila Tifany (1710941028)
JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN
FAKULTAS TEKNIK-UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2019
1
KATA PENGANTAR
Puja dan puji syukur tak lupa kita panjatkan kepada Allah SWT atas berkat dan
rahmatnya saya dapat menyusun makalah mengenai “AMDAL” ini dapat terselesaikan.
Shalawat dan salam tak lupa kita junjung kepada baginda nabi Muhammad SAW yang telah
membimbing kita dari zaman jahiliyah ke jalan yang benar.
Makalah ini di susun mengingat semakin meningkatnya intensitas kegiatan penduduk
dan industri yang meningkatkan kadar kerusakan lingkungan. Selain itu makalah ini di susun
sebagai bahan referensi khususnya bagi mahasiswa maupun masyarakat umum mengenai
amdal demi tercapainya stabilitas lingkungan.
Ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan
makalah ini sehingga dapat terselesaikan.
Akhirnya apabila terdapat kata-kata yang kurang berkenan, baik dari segi isi maupun
penulisan. Jadi besar harapan kami sudilah pembaca memberikan kritik dan sara-saran yang
konstruktif sehinnga dapat menjadi masukan demi perbaikan makalah ini. Semoga makalah
ini bermanfaat bagi paras pembaca
Padang, 19 Agustus 2019
Penulis
2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.i
DAFTAR ISI .............................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN.........................................................................................................1
1.1 Latar Belakang.............................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah.......................................................................................................2
1.3 Tujuan...........................................................................................................................2
1.4 Manfaat.........................................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN...........................................................................................................3
2.1 Pengertian AMDAL.....................................................................................................3
2.2 Pihak-pihak yang terlibat dalam AMDAL................................................................3
2.3 Tempat Pelaksanaan AMDAL....................................................................................4
2.4 Waktu Pelaksanaan AMDAL.....................................................................................5
2.5 Alasan Pelaksanaan AMDAL.....................................................................................5
2.6 Prosedur AMDAL........................................................................................................6
BAB III PENUTUP ..................................................................................................................8
3.1 Kesimpulan...................................................................................................................8
3.2 Saran.............................................................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................................................9
3
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Lingkungan hidup merupakan suatu kesatuan di mana di dalamnya terdapat berbagai
macam kehidupan yang saling ketergantungan. Lingkungan hidup juga merupakan penunjang
yang sangat penting bagi kelangsungan hidup semua makhluk hidup yang ada. Lingkungan
yang sehat akan terwujud apabila manusia dan lingkungannya dalam kondisi yang baik.
Di indonesia pembangunan nasional disusun atas dasar pembangunan jangka pendek dan
jangka panjang. Keduanya dilaksanakan secara sambung menyambung untuk dapat
menciptakan kondisi sosial ekonomi yang lebih baik. Pembangunan sumberdaya alam dan
lingkungan hidup seyogyanya menjadi acuan bagi kegiatan berbagai sektor pembangunan
agar tercipta keseimbangan dan kelestarian fungsi sumber daya alam dan lingkungan hidup
sehingga keberlanjutan pembangunan tetap terjamin. Pola pemanfaatan sumberdaya alam
seharusnya dapat memberikan akses kepada segenap masyarakat, bukan terpusat pada
beberapa kelompok masyarakat dan golongan tertentu, dengan demikian pola pemanfaatan
sumberdaya alam harus memberi kesempatan dan peran serta aktif masyarakat, serta
memikirkan dampak–dampak yang timbul akibat pemanfaatan sumber daya alam tersebut.
Seringkali pembangunan suatu usaha dibuat dalam porsi ruang lingkup yang sangat luas
tetapi disusun kurang cermat. Seluruh program mungkin saja dapat diananlisis sebagai suatu
proyek, tetapi pada umumnya akan lebih baik bila proyek dibuat dalam ruang lingkup yang
lebih kecil yang layak ditinjau dari segi sosial, administrasi, teknis, ekonomis, dan
lingkungan. Oleh karena itu lingkungan hidup di Indonesia perlu ditangani di karenakan
adanya beberapa faktor yang mempengaruhinya, salah satunya yaitu adanya masalah
mengenai keadaan lingkungan hidup seperti kemerosotan atau degradasi yang terjadi di
berbagai daerah.
Untuk itu di perlukan suatu pemahaman yang cukup dalam menganalisis mengenai
dampak tehadap lingkungan. Meningkatnya intensitas kegiatan penduduk dan industri perlu
dikendalikan untuk mengurangi kadar kerusakan lingkungan di banyak daerah antara lain
pencemaran industri, pembuangan limbah yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan
kesehatan, penggunaan bahan bakar yang tidak aman bagi lingkungan, kegiatan pertanian,
penangkapan ikan dan pengelolaan hutan yang mengabaikan daya dukung dan daya tampung
lingkungan.
1
Agar pembangunan tidak menyebabkan menurunya kemampuan lingkungan yang
disebabkan karena sumber daya yang terkuras habis dan terjadinya dampak negatif, maka
sejak tahun 1982 telah diciptakan suatu perencanaan dengan mempertimbangkan lingkungan.
Hal ini kemudian digariskan dalam Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 1986 tentang Anlisis
Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL). Peraturan Pemerintah ini kemudian diganti
dan disempurnakan oleh Peraturan Pemerintah No. 51 Tahun 1993 dan terakhir Peraturan
Pemerintah No. 27 Tahun 1999 tentan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup
(AMDAL).
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah :
1. Apa itu AMDAL?
2. Siapa saja pihak-pihak yang terlibat dalam AMDAL?
3. Dimanakah AMDAL dilaksanakan?
4. Kenapa AMDAL dilaksanakan?
5. Bagaimanakah AMDAL dilaksanakan?
1.3 Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dari makalah ini yaitu:
1. Untuk memahami apa yang dimaksud dengan AMDAL.
2. Untuk mengetahui siapa saja yang dapat terlibat dalam proses pembuatan AMDAL.
3. Untuk mengetahui dimana sajakah AMDAL dilaksanakan.
4. Untuk memahami mengapa AMDAL tersebut penting untuk dilaksanakan.
5. Untuk mengetahui proses AMDAL tersebut dilaksanakan.
1.4 Manfaat
Manfaat yang didapat dalam pembuatan makalah ini adalah dapat dijadikan sebagai
bacaan yang bisa menjadi sarana untuk menambah wawasan pembaca khususnya tentang
AMDAL.
2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Amdal
AMDAL adalah singkatan dari “Analisis Dampak Lingkungan”. AMDAL adalah suatu
proses studi formal yang digunakan untuk memperkirakan dampak terhadap lingkungan oleh
rencana kegiatan proyek yang bertujuan memastikan adanya masalah dampak lingkungan
yang perlu dianalisis pada tahap awal perencanaan dan perancangan proyek sebagai bahan
pertimbangan pembuat keputusan.
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, yang sering disingkat AMDAL, merupakan
reaksi terhadap kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia yang semakin meningkat.
Reaksi ini mencapai keadaan ekstrem sampai menimbulkan sikap yang menentang
pembangunan dan penggunaan teknologi tinggi.Dengan ini timbullah citra bahwa gerakan
lingkungan adalah anti pembangunan dan anti teknologi tinggi serta menempatkan aktivis
lingkungan sebagai lawan pelaksana dan perencana pembangunan.Karena itu banyak pula
yang mencurigai AMDAL sebagai suatu alat untuk menentang dan menghambat
pembangunan.
2.2 Pihak-pihak yang terlibat dalam AMDAL
Pihak-pihak yang berkepentingan dalam proses AMDAL adalah Pemerintah, pemrakarsa,
masyarakat yang berkepentingan. Peran masing-masing pihak yang berkepentingan tersebut
secara lebih lengkap adalah sebagai berikut:
1. Pemerintah
Pemerintah berkewajiban memberikan keputusan apakah suatu rencana kegiatan layak atau
tidak layak lingkungan. Keputusan kelayakan lingkungan ini dimaksudkan untuk melindungi
kepentingan rakyat dan kesesuaian dengan kebijakan pembangunan berkelanjutan. Untuk
mengambil keputusan, pemerintah memerlukan informasi yang dapat
dipertanggungjawabkan, baik yang berasal dan pemilik kegiatan/pemrakarsa maupun dari
pihak-pihak lain yang berkepentingan. Informasi tersebut disusun secara sistematis dalam
dokumen AMDAL. Dokumen ini dinilai oleh Komisi Penilai AMDAL untuk menentukan
apakah informasi yang terdapat didalamnya telah dapat digunakan untuk pengambilan
keputusan dan untuk menilai apakah rencana kegiatan tersebut dapat dinyatakan layak atau
tidak layak berdasarkan suatu kriteria kelayakan lingkungan yang telah ditetapkan oleh
Peraturan Pemerintah.
3
2. Pemrakarsa
Orang atau badan hukum yang bertanggung jawab atas suatu rencana usaha dan atau kegiatan
yang akan dilaksanakan. Pemrakarsa inilah yang berkewajiban melaksanakan kajian AMDAL.
Meskipun pemrakarsa dapat menunjuk pihak lain (seperti konsultan lingkungan hidup) untuk
membantu melaksanakan kajian AMDAL, namun tanggung jawab terhadap hasil kajian dan
pelaksanaan ketentuan-ketentuan AMDAL tetap di tangan pemrakarsa kegiatan.
3. Masyarakat yang Berkepentingan
Masyarakat yang berkepentingan adalah masyarakat yang terpengaruh oleh segala bentuk
keputusan dalam proses AMDAL. Masyarakat mempunyai kedudukan yang sangat penting
dalam AMDAL yang setara dengan kedudukan pihak-pihak lain yang terlibat dalam AMDAL.
Di dalam kajian AMDAL, masyarakat bukan obyek kajian namun merupakan subyek yang
ikut serta dalam proses pengambilan keputusan tentang hal-hal yang berkaitan dengan
AMDAL. Dalam proses ini masyarakat menyampaikan aspirasi, kebutuhan, nilai-nilai yang
dimiliki masyarakat dan usulan-usulan penyelesaian masalah untuk memperoleh keputusan
terbaik. Dalam proses AMDAL masyarakat dibedakan menjadi dua kategori, yaitu:
a. Masyarakat terkena dampak: masyarakat yang akan merasakan dampak dan adanya
rencana kegiatan (orang atau kelompok yang diuntungkan(beneficiary groups), dan
orang atau kelompok yang dirugikan (at-risk groups)
b. Masyarakat Pemerhati: masyarakat yang tidak terkena dampak dari suatu rencana
kegiatan, tetapi mempunyai perhatianterhadap kegiatan maupun dampak-dampak
lingkungan yang ditimbulkan.
2.3 Tempat Pelaksanaan AMDAL
Aktivitas pembangunan yang dilakukan dalam berbagai bentuk Usaha dan/ atau Kegiatan
pada dasarnya akan menimbulkan dampak terhadap lingkungan. Dengan diterapkannya
prinsip berkelanjutan dan berwawasan lingkungan dalam proses pelaksanaan pembangunan,
dampak terhadap lingkungan yang diakibatkan oleh berbagai aktivitas pembangunan tersebut
dianalisis sejak awal perencanaannya, sehingga langkah pengendalian dampak negatif dan
pengembangan dampak positif dapat disiapkan sedini mungkin. Perangkat atau instrumen
yang dapat digunakan untuk melakukan hal tersebut adalah Amdal dan UKL-UPL.
Proses penapisan (screening) atau kerap juga disebut proses seleksi kegiatan wajib
AMDAL, adalah proses yang menentukan apakah suatu rencana kegiatan wajib menyusun
AMDAL atau tidak. Ketentuan atau Tata cara penapisan telah ditetapkan pada Lampiran II
Permenlh Jenis Kegiatan Wajib Amdal. Menurut Pasal 22 UUPPLH Ayat (1), Setiap usaha
4
dan/atau kegiatan yang berdampak penting terhadap lingkungan hidup wajib memiliki amdal.
Kemudian dalam Pasal 24 UUPPLH Dokumen amdal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22
merupakan dasar penetapan keputusan kelayakan lingkungan hidup.
2.4 Waktu Pelaksanaan AMDAL
AMDAL dibuat saat perencanaan suatu proyek yang diperkirakan akan memberikan
pengaruh terhadap lingkungan hidup disekitarnya. AMDAL bersifat menyeluruh, meliputi
dampak biologi, sosial, ekonomi, fisika, kimia maupun budaya. Jadi, AMDAL ini tidak hanya
berfokus pada lingkungan hidup saja tetapi juga komponen lainnya yang terlibat. Analisis ini
biasanya dilakukan ketika akan dilakukan suatu proyek baru, dengan kriteria (Pasal 23 UU
PPLH):
1. Pengubahan bentuk alam dan bentang alam;
2. Eksploitasi sumber daya alam;
3. Proses dan kegiatan yang secara potensial dapat menimbulkan pencemaran dan/atau
kerusakan lingkungan hidup serta pemborosan dan kemerosotan sumber daya alam
dalam pemanfaatannya;
4. Proses dan kegiatan yang hasilnya dapat mempengaruhi lingkungan alam, lingkungan
buatan, serta lingkungan sosial budaya;
5. Proses dan kegiatan yang hasilnya akan mempengaruhi pelestarian kawasan
konservasi sumber daya alam dan/atau perlindungan cagar budaya;
6. Introduksi jenis tumbuh-tumbuhan, hewan, dan jasad renik;
7. Pembuatan dan penggunaan bahan hayati dan nonhayati;
8. Kegiatan yang mempunyai risiko tinggi dan/atau mempengaruhi pertahanan negara;
9. Penerapan teknologi yang diperkirakan mempunyai potensi besar untuk
mempengaruhi lingkungan hidup.
2.5 Alasan Pelaksanaan AMDAL
Amdal dibuat untuk menjaga kemungkinan dan dampak dari suatu rencana usaha atau
kegiatan tertentu. Amdal ini sangat diperlukan karena harus ada studi kelayakan di dalam
undang-undang atau peraturan pemerintah, untuk menjaga lingkungan dari sebuah operasi
proyek pada kegiatan industri atau kegiatan yang dapat menyebabkan kerusakan di suatu
lingkungan, sehingga dengan dibuatnya suatu analisis maka kerusakan disuatu lingkungan
dapat teratasi dengan baik.
5
Ada beberapa faktor kenapa amdal dibuat, yaitu:
a. Pemerintah
1. Membantu dalam proses suatu perencanaan yang bertujuan untuk mencegah
pencemaran dan kerusakan lingkungan;
2. Mencegah konflik yang muncul di kelompok masyarakat karena dampak dari kerusakan
lingkungan yang ditimbulkan;
3. Menjaga suatu proses pembangunan yang berjalan sesuai dengan prinsip pembangunan
yang telah berkelanjutan;
4. Membantu mewujudkan suatu pemerintahan yang bertanggung jawab di dalam bidang
pengelolaan lingkungan hidup.
b. Pemilik proyek/pelaksana usaha
1. Membantu mewujudkan sebuah usaha dan kegiatan menjadi lebih terjamin dan juga
aman;
2. Dapat dijadikan sebuah referensi dalam pengajuan kredit atau pengajuan usaha
misalnya pengajuan ke bank;
3. Sebagai sarana interaksi dengan masyarakat yang berada disekitarnya.
c. Masyarakat
1. Dapat menjelaskan secara langsung kepada masyarakat sekitar tentang dampak dari
sebuah usaha atau kegiatan yang telah dijalankan;
2. Masyarakat juga bisa ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan sebuah kegiatan serta dapat
mengontrol kegiatan tersebut, melalui amdal;
3. Masyarakat dibolehkan untuk ikut terlibat didalam proses pengambilan suatu
keputusan, yang nantinya akan berpengaruh pada lingkungan di tempat tinggalnya.
2.6 Prosedur AMDAL
Prosedur AMDAL biasanya terdiri dari beberapa poin, diantaranya yaitu:
1. Proses Penapisan:
Proses penapisan (Proses Seleksi) wajib AMDAL adalah proses untuk menentukan apakah
suatu rencana kegiatan wajib menyusun AMDAL atau tidak. Di Indonesia, proses penapisan
dilakukan dengan sistem penapisan satu langkah. Ketentuan apakah suatu rencana kegiatan
perlu menyusun dokumen AMDAL atau tidak dapat dilihat pada Peraturan Menteri Negara
Lingkungan Hidup Nomor 11 Tahun 2006 tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan
yang Wajib dilengkapi dengan AMDAL.
6
2. Proses Pengumuman
Setiap rencana kegiatan yang diwajibkan untuk membuat AMDAL wajib mengumumkan
rencana kegiatannya kepada masyarakat sebelum pemrakarsa melakukan penyusunan
AMDAL. Pengumuman dilakukan oleh instansi yang bertanggung jawab dan pemrakarsa
kegiatan.
3. Proses Pelingkupan
Pelingkupan merupakan suatu proses awal (dini) untuk menentukan lingkup permasalahan
dan mengidentifikasi dampak penting (hipotetis) yang terkait dengan rencana kegiatan.
Tujuan pelingkupan adalah untuk menetapkan batas wilayah studi, mengidentifikasi dampak
penting terhadap lingkungan, menetapkan tingkat kedalaman studi, menetapkan lingkup studi,
menelaah kegiatan lain yang terkait dengan rencana kegiatan yang dikaji. Hasil akhir dari
proses pelingkupan adalah dokumen KA-ANDAL.
4. Proses penyusunan dan penilaian KA-ANDAL
Setelah KA-ANDAL selesai disusun, pemrakarsa dapat mengajukan dokumen kepada Komisi
Penilai AMDAL untuk dinilai. Berdasarkan peraturan, lama waktu maksimal penilaian KA-
ANDAL adalah 75 hari di luar waktu yang dibutuhkan penyusun untuk
memperbaiki/menyempurnakan kembali dokumennya.
5. Proses penyusunan dan penilaian ANDAL, RKL, dan RPL
Penyusunan ANDAL, RKL, dan RPL dilakukan dengan mengacu pada KA-ANDAL yang
telah disepakati (hasil penilaian Komisi AMDAL). Setelah selesai disusun, pemrakarsa dapat
mengajukan dokumen kepada Komisi Penilai AMDAL untuk dinilai. Berdasarkan peraturan,
lama waktu maksimal penilaian ANDAL, RKL dan RPL adalah 75 hari di luar waktu yang
dibutuhkan penyusun untuk memperbaiki/menyempurnakan kembali dokumennya.
6. Persetujuan kelayakan lingkungan
a. Keputusan kelayakan lingkungan hidup suatu rencana usaha dan/atau kegiatan diterbitkan
oleh:
- Menteri, untuk dokumen yang dinilai oleh komisi penilai pusat;
- gubernur, untuk dokumen yang dinilai oleh komisi penilai provinsi; dan
- bupati/walikota, untuk dokumen yang dinilai oleh komisi penilai kabupaten/kota.
b. Penerbitan keputusan wajib mencantumkan:
- dasar pertimbangan dikeluarkannya keputusan;
7
- pertimbangan terhadap saran, pendapat dan tanggapan yang diajukan oleh warga
masyarakat.
8
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dilakukan untuk menjaga kualitas
lingkungan supaya tidak rusak karena adanya kegiatan-kegiatan pembangunan. Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) adalah kajian mengenai dampak besar dan penting
suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi
proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan di Indonesia.
AMDAL merupakan instrumen pengelola lingkungan yang wajib disusun oleh penyelenggara
kegiatan/usaha yang melakukan kegiatan/usaha yang termasuk dalam daftar wajib AMDAL.
3.2 Saran
Semoga AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) ini dapat dijadikan secara
optimal dalam pengambilan suatu keputusan. Siapapun yang ingin melakukan pembangunan,
sebaiknya menerapkan prinsip AMDAL agar tidak ada pihak yang dirugikan dana
memperhatikan dampak dari pembangunan bagi lingkungan sekitar.
9
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2018. “Amdal, pengertian, contoh, tujuan, manfaat dan prosedur”.
https://thegorbalsla.com/pengertian-amdal/. Diakses tanggal 19 Agustus 2019
Azzarahmawati. 2014. “Wajib amdal, dokumen amdal, prosedur amda”.
http://azzarahmawati.blogspot.co.id/. Diakses tanggal 18 Agustus 2019
Fandeli, 2004. “Analisis Mengenai Dampak Linkungan Prinsip Dasar Dalam Pembangunan”.
Yogyakarta: Liberty
Zaky, 2018. “Pengertian AMDAL”. https://www.zonareferensi.com/pengertian-amdal/.
Diakses tanggal 19 Agustus 2019
10