METODOLOGI AMDAL
Kelompok 2
-Hasna Nafiah (P23133115018)
- M. Ilham N (P23133115024)
- Restia Dwi K (P23133115037)
- Siti Nurjanah (P23133113000)
METODE cara yang tepat untuk
melakukan sesuatu
METODOLOGI
ilmu atau
LOGOS pengetahuan
cara melakukan sesuatu
dengan menggunakan pikiran
secara saksama untuk Metodologi AMDAL adalah
mencapai suatu tujuan cara melakukan kajian
mengenai dampak penting
suatu usaha dan / atau
Menurut Undang UU No 32 Tahun 2009 kegiatan yang direncanakan
AMDAL adalah kajian mengenai dampak pada lingkungan hidup
penting suatu usaha dan / atau kegiatan dengan menggunakan pikiran
yang direncanakan pada lingkungan hidup secara saksama untuk
yang diperlukan bagi proses pengambilan mencapai suatu tujuan.
keputusan tentang penyelenggaraan usaha
dan/atau kegiatan
KRITERIA METODOLOGI AMDAL YANG BAIK:
MEMENUHI SYARAT PENDEKATAN SECARA ILMIAH
MEYAKINKAN PEMAKAI BAHWA TIDAK ADA KOMPONEN LINGKUNGAN PENTING
YANG TERLEWATKAN
DAPAT DIGUNAKAN UNTUK MENETAPKAN DATA DAN INFORMASI APA YANG
DIPERLUKAN DALAM PENDUGAAN DAMPAK
DAPAT DIGUNAKAN UNTUK MENGEVALUASI SELURUH DAMPAK YANG AKAN
TERJADI
DAPAT MENUNJUKKAN USAHA-USAHA APA YANG DIPERLUKAN UNTUK DAPAT
MENEKAN DAMPAK NEGATIF
METODE YANG BAIK MEMUDAHKAN SIAPA SAJA UNTUK DENGAN CEPAT MENGETAHUI
DAMPAK APA YANG AKAN TERJADI DAN USAHA APA YANG HARUS DILAKUKAN
PROSEDUR KERJA
• Pembentukan dokumen AMDAL meliputi serangkaian
tahapan kegiatan yang dilakukan secara berurutan
• Prosedur pelaksanaan AMDAL berdasarkan PP 51 Tahun
1993 terdiri atas beberapa langkah yaitu sebagai
berikut :
- Penapisan
- Pelingkupan
- Kerangka acuan
- Implementasi
1. Penapisan (Screening)
untuk memilih (seleksi) kegiatan/usaha
Tujuan tertentu yang perlu dianalisis dampaknya
terhadap lingkungan
Metode Dengan uraian
Dengan daftar positif
Langkah Satu Tahap
Penapisan
Dua Tahap
Penapisan Satu Langkah
Penapisan Bertahap
2. Pelingkupan
untuk menetapkan batas wilayah studi,
Tujuan mengidentifikasi dampak penting terhadap
Iingkungan, menetapkan tingkat kedalaman
studi, menetapkan lingkup studi, menelaah
kegiatan lain yang terkait dengan rencana
kegiatan yang dikaji
Hasil Akhir Dokumen KA-AMDAL
3. Kerangka Acuan
Kerangka Acuan didasarkan dari pelingkupan sehingga KA memuat tugas-
tugas yang relevan dengan dampak penting
Pembuatan KA-AMDAL harus melalui persetujuan Tim Teknis AMDAL di
daerah tingkat II/ propinsi/ pusat
Kerangka Acuan dapat disusun dalam 3 cara :
1. KA telah disusun oleh komisi yang bertanggung jawab atau bersama-sama
dengan pemrakarsa proyek( sesuai dengan Peraturan Pemerintah)
2. KA disusun bersama antara komisi yang bertanggungjawab, pemrakarsa
proyek dan pelaksana AMDAL atau konsultan AMDAL.
3. KA disusun oleh pelaksana AMDAL kemudian diajukan kepada pemrakarsa
proyek
Hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam
penyusunan KA antara lain :
• Judul, latar belakang studi AMDAL dan tujuan dari studi
AMDAL
• Dasar pendekatan studi AMDAL dan analisisnya
• Metodologi penelitian
• Jadwal penelitian
• Organisasi tim
• Biaya penelitian
4. Implementasi
Penyusunan RKL dan RPL :
• Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL).
Didalam rencana pengelolaan lingkungan menguraikan
prinsip dan persyaratan tindakan yang harus diambil
dalam penanganan dampak. Selain itu sebagai masukan
kepada konsultan rekayasa tentang suatu rencana
proyek/pembangunan.
• Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL).
Pemantauan diperlukan sebagai sarana untuk
memeriksa apakah persyaratan lingkungan dipatuhi
dalam pelaksanaan proyek.
Langkah-langkah dalam Melakukan Metode AMDAL
1. Pengumpulan Data
2. Identifikasi Dampak
3. Prediksi
4. Evaluasi
5. Mitigasi
6. Komunikasi
7. Pemantauan
KLASIFIKASI METODE AMDAL BERDASARKAN FUNGSI
FUNGSI FUNGSI FUNGSI
IDENTIFIKASI PENDUGAAN EVALUASI
Membantu menentukan Mengevaluasi
menentukan atau perubahan yang secara terpadu
mengidentifikasi akan terjadi pada kelompok-
aktivitas-aktivitas lingkungan kelompok
proyek yang dapat tersebut, ditinjau komponen dan
menimbulkan dari berbagai secara
dampak dan aspek, seperti keseluruhan
menentukan sosial, budaya, dampak, dapat
komponen- ekonomi, biologi, menunjukkan
komponen pemerintah atau biaya dan
lingkungan yang pakar. keuntungan setiap
akan terkena dampak dan
dampak besarnya
masyarakat yang
akan terkena
dampak
KLASIFIKASI METODE AMDAL BERDASARKAN CARA
DITETAPKANNYA DAMPAK
METODE AD HOCS
METODE OVERLAYS
METODE CHECKLIST
METODE MATRICES
METODE NETWORKS
METODE MODIFIKASI DAN KOMBINASI
METODE AD HOCS
Metode yang sangat sederhana dan tidak menunjukkan keistimewaan
disamping tidak mempunyai acuan tertentu sehingga hasil yang
diperoleh tidak konsisten antara satu penelitian dengan penelitian
lainnya. Diberi kebebasan kepada setiap anggota tim dalam
menggunakan keahliannya. Meskipun relatif murah dari segi biaya
yang harus dikeluarkan, komponen yang digunakan dalam metode ini
tidak detail dan singkat, sehingga kurang adanya keterpaduan antar
disiplin ilmu yang terlibat didalamnya.
CONTOH MATRIKS METODE AD HOCS
METODE OVERLAYS (PENAMPALAN)
• Overlays merupakan suatu sistem informasi dalam bentuk grafis yang dibentuk
dari penggabungan berbagai peta individu.
• Pada metode overlays, setiap dampak terhadap komponen lingkungan
digambarkan dalam peta tematik. Apabila indikator dampak negatif terhadap
berbagai ekosistem digambarkan dalam peta dengan warna terang, agak gelap
dan gelap untuk menggambarkan dampak ringan, sedang dan berat.
• Untuk memudahkan evaluasi maka besar dampak dipergunakan juga skala. Skala
yang dipergunakan dapat berupa angka 1, 2, dan 3 atau kecil, sedang dan besar.
Kelemahan dari metode overlays, yaitu :
• Memerlukan peta tematik yang banyak, padahal di
Indonesia sendiri peta jenis tersebut masih sulit
diperoleh
• Perlu keahlian khusus dalam menginterpretasikan peta
hasil overlay
• Evaluasi dampak sulit dikuantitatifkan
• Perlu biaya yang mahal.
METODE CHECKLIST
Metode dasar untuk mengembangkan metode lain, sangat
sederhana, berbentuk daftar komponen lingkungan yang
digunakan untuk menetukan komponen mana yang akan
terkena dampak.
• Checklists sederhana (simple checklists )
• Checklist dengan uraian ( descriptive checklists )
• Checklists berskala ( scaling checklists )
• Checklists berskala dengan pembobotan( scale weight checklists )
Metode Matrices(Leopold, Moore, Fisher dan Davies)
• Metode matrices adalah metode yang menggunakan daftar
uji (checklist) dua dimensi, yaitu daftar horizontal yang
membuat acuan kegiatan pembanguan yang potensial
menimbulkan dampak dan dafta vertical yang memuat daftar
komponen lingkungan hidup yang mungkin terkena dampak.
a. Metode Matriks dari Leopold
Bentuknya yaitu berupa checklist dua dimensi yang menggunakan
satu jalur (kolom) daftar komponen lingkungan dan lajurnya
(baris) daftar aktifitas proyek atau dapat pula sebaliknya.
b. Metode Matriks dari Moore
Keistimewaan dari metode ini adalah dampak lingkungan dilihat
dari sudut dampak pada kelompok daerah yang sudah atau sedang
dimanfaatkan manusia yang dapat digambarkan sebagai proyek
pembangunan lainnya.
c. Metode Matriks dari Fisher dan Davies
Terdiri dari 3 tahap yaitu
• Tahap pertama : matriks mengenai evaluasi lingkungan sebelum proyek dibangun
(Environmental Baseline),
• Tahap kedua : matriks dampak lingkungan (Environmental Compatibility Matriks) dan
• Tahap ketiga : matriks keputusan (Decision Matriks).
Contoh Metode Matrik : Evaluasi Dampak menurut Leopold
Contoh Metode Matriks : Tahap pertama Fisher and Davies
Contoh Matriks tahap kedua Fisher and Davies
Contoh Matriks tahap ketiga (Matriks keputusan) Fisher and Davies
Metode Network ( skema aliran / flowchart / bagan alir)
• Metode berupa susunan daftar aktivitas proyek yang saling berhubungan dan
komponen-komponen lingkungan yang terkena dampak. Kemudian dari kedua
daftar tersebut disusun lagi hingga dapat menunjukkan aliran dampak yang
dimulai dari suatu aktivitas proyek.
• Susunan aliran dampak ini menggambarkan adanya dampak langsung dan
tidak langsung serta hubungan antara komponen-komponen lingkungan,
sehingga dapat mengevaluasi dampak secara keseluruhan, dapat dicari
aktivitas pokok mana yang harus dikendalikan. Merupakan pengembangan
dari metode matriks.
Metode modifikasi dan kombinasi
• Dari metode-metode yang telah dijelaskan sebelumnya,
dapat dilakukan tidak hanya dengan metode itu sendiri,
melainkan dapat dilakukan penggabungan beberapa metode
agar dapat menghasilkan hasil analisis yang lebih akurat.
• Bentuk modifikasi tersebut akan dapat mengurangi atau
menutupi kelemahan masing-masing metode. Dalam
mengkombinasikan metode Amdal tentu harus disesuaikan
dengan jenis proyek/kegiatan yang dilakukan.
HAL- HAL YANG PERLU DIPERTIMBANGKAN DALAM MEMILIH
METODE AMDAL
• Memahami kelebihan dan kelemahan dari tiap metode baik dalam fungsi
maupun cara kerja
• Penguasaan tipe aktivitas proyek yang akan di Amdal
• Penguasaan ciri dan sifat umum dan khusus dari rona lingkungan
• Pemahaman dampak penting yang akan terjadi melalui skoping. Makin besar
dan makin kompleks dampak harus menggunakan metode yang lebih kompleks
pula
• Pedoman yang diberikan oleh instansi yang bertanggung jawab
mengenai bagaimana bentuk informasi yang diperlukan dan cara
penyajiannya
• Batasan-batasan waktu, keahlian, biaya, peralatan dan data serta teknik analisis
yang diperlukan
• Mempelajari metode yang digunakan tim-tim lain dan pustaka mengenai
proyek yang sejenis
DAFTAR PUSTAKA
• Raharjo, Mursid. 2007. Memahami AMDAL. Yogyakarta: Graha
Ilmu.
• Soemarwoto, Otto. 2005. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan.
Yogyakarta: UGM Press.
• Suratmo. 2004. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan.
Yogyakarta: UGM Press.
• https://www.scribd.com/doc/190091845/Metode-amdal
• https://www.academia.edu/6769569/AMDAL_03_METODE_AMDAL