Anda di halaman 1dari 24

Pengaruh Pembangunan Apartemen Terhadap Lingkungan Sekitar

MAKALAH PENGARUH PEMBANGUNAN APARTEMEN PANCORAN RECIDENCE TERHADAP LINGKUNGAN SEKITAR

BAB I PENDAHULUAN
AMDAL ini sangat penting bagi negara berkembang khususnya Indonesia, karena Indonesia sedang giat melakasanakan pembangunan, dan untuk melaksanakan pembangunan maka lingkungan hidup banyak berubah, dengan adanya AMDAL maka perubahan tersebut dapat diperkirakan. Dampak kegiatan terhadap lingkungan hidup dapat berupa dampak positif maupun dampak negatif, hampir tidak mungkin bahwa dalam suatu kegiatan / pembangunan tidak ada dampak negatifnya. Dampak negatif yang kemungkinan timbul harus sudah diketahui sebelumnya (dengan AMDAL), di samping itu AMDAL juga membahas cara-cara untuk menanggulangi atau mengurangi dampak negatif. Agar supaya jumlah masyarakat yang dapat ikut merasakan hasil pembangunan meningkat, maka dampak positif perlu dikembangkan di dalam AMDAL. Berdasarkan hal tersebut banyak saat ini banyak dibangun gedung-gedung berikngkat yang digunakan sebagai kantor maupun sebagai tempat tinggal atau yang biasa dikenal dengan sebutan apartemen. Gaya hidup dari luar sedikit banyak mempengaruhi gaya hidup orang Indonesia. Banyaknya orang yang lebih memilih tinggal diapartemen menjadikan peluang bisinis bagi para pengusaha untuk mengembangkan proyek ini. Perkembangan ini memiliki nilai positif dan juga nilai negatif, hal positif dari pembangunan apartemen adalah dengan hal ini kita dapat memajukan perekonomian bangsa karna pajak dari pembangunan apartemen dan dari segala aspek lainya. Dibalik nilai positif dari pembangunan ini tentulah banyak hal negatif yang ditemui didaerah sekitar pembangunan seperti hal-nya sumber air tanah yang semakin berkurang kualitasnya, lalu kebisingan, kebersihan dan keadaan sosial pada saat pembangunan. Makalah ini akan dibahas tentang dampak yang ditimbulkan dari pembangunan apartemen pancoran resinden yang berlokasi di JL Pengadegan Timur 1 kelurahan Pengadegan Jak-sel. Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah mengetahui dampak-dampak yang ditimbulkan dari pembangunan apartemen pancoran residence baik itu hal positif maupun hal negative. Sumber informasi didapat dari warga sekitar yang tinggal didekat proyek ini, dalam hal ini dilakukan wawancara dengan lima orang warga yang dipilih secara acak.

BAB II LANDASAN TEORI


2.1 Penjelasan AMDAL
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, yang sering disingkat AMDAL, merupakan reaksi terhadap kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia yang semakin meningkat. Reaksi ini mencapai keadaan ekstrem sampai menimbulkan sikap yang menentang pembangunan dan penggunaan teknologi tinggi. Dengan ini timbullah citra bahwa gerakan lingkungan adalah anti pembangunan dan anti teknologi tinggi serta menempatkan aktivis lingkungan sebagai lawan pelaksana dan perencana pembangunan. Karena itu banyak pula yang mencurigai AMDAL sebagai suatu alat untuk menentang dan menghambat pembangunan. Dengan diundangkannya undang-undang tentang lingkungan hidup di Amerika Serikat, yaitu National Environmental Policy Act (NEPA) pada tahun 1969. NEPA mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 1970. Dalam NEPA pasal 102 (2) (C) menyatakan, Semua usulan legilasi dan aktivitas pemerintah federal yang besar yang akan diperkirakan akan mempunyai dampak penting terhadap lingkungan diharuskan disertai laporan Environmental Impact Assessment (Analsis Dampak Lingkungan) tentang usulan tersebut. AMDAL mulai berlaku di Indonesia tahun 1986 dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 1086. Karena pelaksanaan PP No. 29 Tahun 1986 mengalami beberapa hambatan yang bersifat birokratis maupun metodologis, maka sejak tanggal 23 Oktober 1993 pemerintah mencabut PP No. 29 Tahun 1986 dan menggantikannya dengan PP No. 51 Tahun 1993 tentang AMDAL dalam rangka efektivitas dan efisiensi pelaksanaan AMDAL. Dengan diterbitkannya Undang-undang No. 23 Tahun 1997, maka PP No. 51 Tahun 1993 perlu disesuaikan. Oleh karena itu, pada tanggal 7 Mei 1999, pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999. Melalui PP No. 27 Tahun 1999 ini diharapkan pengelolaan lingkungan hidup dapat lebih optimal. Pembangunan yang tidak mengorbankan lingkungan dan/atau merusak lingkungan hidup adalah pembangunan yang memperhatikan dampak yang dapat diakibatkan oleh beroperasinya pembangunan tersebut. Untuk menjamin bahwa suatu pembangunan dapat beroperasi atau layak dari segi lingkungan,

perlu dilakukan analisis atau studi kelayakan pembangunan tentang dampak dan akibat yang akan muncul bila suatu rencana kegiatan/usaha akan dilakukan. AMDAL adalah singkatan dari analisis mengenai dampak lingkungan. Dalam peraturan pemerintah no. 27 tahun 1999 tentang analisis mengenai dampak lingkungan disebutkan bahwa AMDAL merupakan kajian mengenai dampak besar dan penting untuk pengambilan keputusan suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan. Kriteria mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan terhadap lingkungan hidup antara lain: a. b. c. d. e. f. jumlah manusia yang terkena dampak luas wilayah persebaran dampak intensitas dan lamanya dampak berlangsung banyaknya komponen lingkungan lainnya yang terkena dampak sifat kumulatif dampak berbalik (reversible) atau tidak berbaliknya (irreversible) dampak

Berikut merupakan penjelasan mengenai bentuk kajian AMDAL. 1. Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan Hidup (KA-ANDAL)

KA-ANDAL yaitu suatu dokumen yang berisi tentang ruang lingkup serta kedalaman kajian ANDAL. Ruang lingkup kajian ANDAL meliputi penentuan dampak-dampak penting yang akan dikaji secara lebih mendalam dalam ANDAL dan batas-batas studi ANDAL. Sedangkan kedalaman studi berkaitan dengan penentuan metodologi yang akan digunakan untuk mengkaji dampak. Penentuan ruang lingkup dan kedalaman kajian ini merupakan kesepakatan antara Pemrakarsa Kegiatan dan Komisi Penilai AMDAL melalui proses yang disebut dengan proses pelingkupan. 2. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL) ANDAL yaitu dokumen yang berisi telaahan secara cermat terhadap dampak penting dari suatu rencana kegiatan. Dampakdampak penting yang telah diindetifikasi di dalam dokumen KAANDAL kemudian ditelaah secara lebih cermat dengan menggunakan metodologi yang telah disepakati. Telaah ini bertujuan untuk menentukan besaran dampak. Setelah besaran dampak diketahui,

selanjutnya dilakukan penentuan sifat penting dampak dengan cara membandingkan besaran dampak terhadap kriteria dampak penting yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Tahap kajian selanjutnya yaitu evaluasi terhadap keterkaitan antara dampak yang satu dengan yang lainnya. Evaluasi dampak ini bertujuan untuk menentukan dasar-dasar pengelolaan dampak yang akan dilakukan untuk meminimalkan dampak negatif dan memaksimalkan dampak positif. 3. Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) RKL yaitu dokumen yang memuat upaya-upaya untuk mencegah, mengendalikan dan menanggulangi dampak penting lingkungan hidup yang bersifat negatif serta memaksimalkan dampak positif yang terjadi akibat rencana suatu kegiatan. Upaya-upaya tersebut dirumuskan berdasarkan hasil arahan dasar-dasar pengelolaan dampak yang dihasilkan dari kajian ANDAL. 4. Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) RPL yaitu dokumen yang memuat program-program pemantauan untuk melihat perubahan lingkungan yang disebabkan oleh dampak-dampak yang berasal dari rencana kegiatan. Hasil pemantauan ini digunakan untuk mengevaluasi efektifitas upaya-upaya pengelolaan lingkungan yang telah dilakukan, ketaatan pemrakarsa terhadap peraturan lingkungan hidup dan dapat digunakan untuk mengevaluasi akurasi prediksi dampak yang digunakan dalam kajian ANDAL. 5. Ringkasan Eksekutif Ringkasan Eksekutif yaitu dokumen yang meringkas secara singkat dan jelas hasil kajian ANDAL. Hal hal yang perlu disampaikan dalam ringkasan eksekutif biasanya yaitu uraian secara singkat tentang besaran dampak dan sifat penting dampak yang dikaji di dalam ANDAL dan upaya-upaya pengelolaan dan pemantuan lingkungan hidup yang akan dilakukan untuk mengelola dampakdampak tersebut. 2.2

Fungsi dan Peran AMDAL


Amdal dilakukan untuk menjamin tujuan proyek-proyek pembangunan yang bertujuan untuk

kesejahteraan masyarakat tanpa merusak kualitas lingkungan hidup. Amdal bukanlah suatu proses yang berdiri sendiri, tetapi merupakan bagian dari proses Amdal yang lebih besar dan lebih penting sehingga Amdal merupakan bagian dari beberapa hak berikut :

1.Pengelolaan lingkungan 2. Pemantauan proyek 3. Pengelolaan proyek 4. Pengambilan keputusan 5. Dokumen yang penting AMDAL bukan suatu proses yang berdiri sendiri melainkan bagian dari proses AMDAL yang lebih besar dan penting, menyeluruh dan utuh dari perusahaan dan lingkungannya, sehingga AMDAL dapat dipakai untuk mengelola dan memantau proyek dan lingkuangannya deengan menggunakan dokumen yang benar. Selanjutnya, beberapa peran AMDAL dijelaskan sebagai berikut : Peran AMDAL dalam pengelolaan lingkuangan.Aktivitas pengelola lingkungan baru dapat dilakukan apabila rencana pengelolaan lingkungan telah disusun berdasarkan perkiraan dampak lingkungan yang akan timbul akibat dari proyek yang akan dibangun.Dalam kenyataan nanti,apabila dampak lingkungan yang telah diperkirakan jauh berbeda dengan kenyataan, ini dapat saja terjadi karena kesalahan-kesalahan dalam menyusun AMDAL atau pemilik proyek tidak menjalankan proyeknya sesuai AMDAL. Agar dapat dihindari kegagalan ini maka pemantauan haruslah dilakukan sedini mungkin,sejak awal pembangunan,secara terus menerus dan teratur. AMDAL sebagai dokumen penting. Laporan AMDAL merupakan dokumen penting sumber informasi yang detail mengenai keadaan lingkungan pada waktu penelitian proyek dan gambaran keadaan lingkungan di masa setelah proyek dibangun.Dokumen ini juga penting untuk evaluasi,untuk membangun proyek yang lokasinya berdekatan dan dapat digunakan sebagai alat legalitas. AMDAL dimaksudkan sebagai alat untuk merencanakan tindakan preventif terhadap kerusakanlingkungan yang mungkin akan ditimbulkan oleh suatu aktivitas pembangunan yang sedang direncanakan. Dampak, adalah suatu perubahan yang terjadi sebagai akibat suatu aktivitas, yang dapat bersifat alamiah, baik kimia, fisik maupun biologi. Dalam konteks AMDAL, penelitian dampak dilakukan karena adanya rencana aktivitas manusia dalam pembangunan.

AMDAL (Analisis Mengenai Danpak Lingkungan) merupakan alat untuk merencanakan tindakan preventif terhadap kerusakan lingkungan yang mungkin akan ditimbulkan oleh suatu aktifitas pembangunan yang direncanakan. Undang-undang No. 4 Tahun 1982 Pasal 1 menyatakan : Analisis mengenai dampak lingkungan adalah hasil studi mengenai dampak suatu kegiatan yang direncanakan terhadap lingkungan hidup, yang diperlukan bagi proses pngambilan keputusan. AMDAL harus dilakukan untuk proyek yang diperkirakan akan menimbulkan dampak penting, karena ini memang yang dikehendaki baik oleh Peraturan Pemerintah maupun oleh Undang-undang, dengan tujuan agar kualitas lingkungan tidak rusak karena adanya proyek-proyek pembangunan. Oleh karena itu pemilik proyek atau pemrakarsa akan melanggar perundangan bila tidak menyusun AMDAL, semua perizinan akan sulit didapat dan di samping itu pemilik proyek dapat dituntut dimuka pengadilan. Keharusan membuat AMDAL merupakan cara yang efektif untuk memaksa para pemilik proyek memperhatikan kualitas lingkungan, tidak hanya memikirkan keuntungan proyek sebesar mungkin tanpa memperhatikan dampak lingkungan yang timbul. Dampak dari suatu kegiatan, baik dampak negatif maupun dampak positif harus sudah diperkirakan sebelum kegiatan itu dimulai. Dengan adanya AMDAL, pengambil keputusan akan lebih luas wawasannya di dalam melaksanakan tugasnya. Karena di dalam suatu rencana kegiatan, banyak sekali hal-hal yang akan dikerjakan, maka AMDAL harus dapat membatasi diri, hanya mempelajari hal-hal yang penting bagi proses pengambilan keputusan. AMDAL ini sangat penting bagi negara berkembang khususnya Indonesia, karena Indonesia sedang giat melakasanakan pembangunan, dan untuk melaksanakan pembangunan maka lingkungan hidup banyak berubah, dengan adanya AMDAL maka perubahan tersebut dapat diperkirakan. Dampak kegiatan terhadap lingkungan hidup dapat berupa dampak positif maupun dampak negatif, hampir tidak mungkin bahwa dalam suatu kegiatan / pembangunan tidak ada dampak negatifnya. Dampak negatif yang kemungkinan timbul harus sudah diketahui sebelumnya (dengan AMDAL), di samping itu AMDAL juga membahas cara-cara untuk menanggulangi atau mengurangi dampak negatif. Agar supaya jumlah masyarakat yang dapat ikut merasakan hasil pembangunan meningkat, maka dampak positif perlu dikembangkan di dalam AMDAL. Nurkin, (2002) mengemukakan bahwa penerapan AMDAL di negara-negara berkembang ditujukan untuk:

a.

Mengidentifikasi kerugian dan keuntungan terhadap lingkungan alam dan ekonomi yang dapat dialami oleh masyarakat akibat kegiatan pembangunan

b.

Mengidentifikasi masalah lingkungan yang kritis yang memerlukan kajian lebih dalam dan pemantauannya.

c. d.

Mengkaji dan mencari pilihan alternatif yang baik dari berbagai pilihan pembangunan. Mewujudkan keterlibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan berkaitan dengan pengelolaan lingkungan.

e.

Memabantu pihak-pihak terkait yang terlibat dalam pembangunan dan pihak pengelola lingkungan untuk memahami tanggung jawab, dan keterkaitannya satu sama lain.

2.3

Tujuan AMDAL
AMDAL bertujuan untuk : 1. Mengidentifikasikan rencana usaha dan/atau kegiatan yang akan dilakukan terutama yang berpotensi menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup. 2. Mengidentifikasikan komponen-komponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak besar dan penting 3. Memprakirakan dan mengevaluasi rencana usahan dan atau kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup. 4. Merumuskan RKL dan RPL.

2.4

Manfaat AMDAL
Berikut merupakan penjelasan mengenai manfaat AMDAL: a. Bagi masyarakat Masyarakat dapat mengetahui rencana pembangunan di daerahnya, sehingga dapat mempersiapkan diri di dalam penyesuaian kehidupannya apabila diperlukan; Masyarakat dapat mengetahui perubahan lingkungan di masa sesudah proyek dibangun sehingga dapat memanfaatkan kesempatan yang dapat menguntungkan dirinya dan menghindarkan diri dari kerugian-kerugian yang dapat diderita akibat adanya proyek tersebut;

Masyarakat dapat ikut berpartisipasi di dalam pembangunan di daerahnya sejak dari awal, khususnya di dalam memberikan informasi-informasi ataupun ikut langsung di dalam membangun dan menjalankan proyek.

Masyarakat dapat memahami hal-ihwal mengenai proyek secara jelas sehingga kesalahfahaman dapat dihindarkai dan kerja sama yang menguntungkan dapat digalang. Masyarakat dapat mengetahui hak den kewajibannya di dalam hubungannya dengan proyek tersebut khususnya hak dan kewajiban di dalam ikut dan mengelola lingkungan.

b. Bagi pemilik proyek Proyek terhindar dari perlanggaran terhadap undang-undang atau peraturan yang berlaku. Proyek terhindar dari tuduhan pelanggaran pencemaran atau perusakan lingkungan. Pemilik proyek dapat melihat masalah-masalah lingkungan yang akan dihadapi di masa yang akan datang. Pemilik proyek dapat mempersiapkan cara-cara pemecahan masalah di masa yang akan datang. Analisis dampak lingkungan merupakan sumber informasi lingkungan di sekitar lokasi proyeknya secara kuantitatif, termasuk informasi sosial ekonomi dan sosial budaya. Analisis dampak lingkungan merupakan bahan penguji secara komprehensif dari perencanaan proyeknya, sehingga dapat diketahui kelemahan-kelemahannya untuk segera dapat dilakukan penyempurnaannya. Dengan adanya analisis dampak lingkungan, pemilik proyek dapat mengetahui keadaan lingkungan yang membahayakan (misalnya banjir, tanah longsor, gempa bumi dan lainlain) sehingga dapat dicari keadaan lingkungan yang aman bagi proyek. c. Bagi pemerintah Untuk mencegah agar potensi sumberdaya alam yang dikelola tersebur tidak rusak (khusus untuk sumberdaya alam yang dapat diperbaharui). Untuk mencegah rusaknya sumberdaya alam lainnya yang berada di luar lokasi proyek baik yang dioleh olrh proyek lain, diolah masyarakat atau yang belum diolah; Untuk menghindari perusakan lingkungan hidup seperti timbulnya pencemaran air, pencemaran udara, kebisingan dan lain sebagainya, sehingga tidak mengganggu kesehatan, kenyamanan dan keselamatan masyarakat;

Untuk menghindari terjadinya pertentangan-pertentangan yang mungkin timbul khususnya dengan masyarakat dan proyek-proyek lainnya; Untuk menjamin agar proyek yang dibangun sesuai dengan rencana pembangunan daerah, nasional ataupun internasional serta tidak mengganggu proyek lain; Untuk menjamin agar proyek tersebut mempunyai manfaat yang jelas bagi negara dan masyarakat; Analisis dampak lingkungan diperlukan bagi pemerintah sebagai alat pengambil keputusan.

BAB III FLOWCHART


3.1 Flowchart Penulisan
flowchart merupakan penjelasan tatacara yang dilakukan untuk menyelesaikan penulisan ini. berikut ini adalah gambar flowchart dalam penulisan ini.

Gambar 3.1 Flowchart

3.2

Penjelasan Flowchart
Penjelasan flowchart ini adalah penjelasan dari gambar flowchart diatas. Hal yang pertama

dilakukan dalam penulisan ini diawali dengan memulai yaitu menentukan tema penulisan, lalu dilanjukan dengan studi literatur yaitu mengumpulkan teori-teori untuk mendukung penulisan ini. Setelah teori-teori terkumpul dilanjutkan dengan mengidentifikasi masalah yang akan dibahas, hal yang dilakukan disini adalah menentukan lokasi pengamatan. hal selanjutnya adalah melakukan survey lokasi untuk melihat langsung keadaan yang sebenarnya. hal selanjutnya adalah melakukan wawancara pada warga sekitar lokasi, apabila data wawancara sudah cukup barulah dilakukan pengkajian atau analisis. setelah dilakukan analisis hal selanjutnya yang dilakukan adalah menarik kesimpulan dan selesai

BAB IV PEMBAHASAN
4.1 HASIL WAWANCARA
Wawancara ini dilakukan guna mengetahui hal yang dialami oleh warga sekitar apartemen pancoran recindence. Adapun hasil wawancara tersebut adalah sebagai berikut: Sumber 1: narasumber pertama bernama ibu wariem. Beliau mengatakan dampak pertama yang dirasakan adalah kebisingan suara yang ditimbulkan pada saat proses pembangunan terutama pada saat pemsangan paku bumi. Dampak lainya adalah kotornya jalan sekitar akibat mobil pengangkut bahan material dan juga kemacetan apabila mobil container pengangkut bahan baku sedang mendistribusikan barang. Sumber 2: narasumber kedua bernama bapak eko. Beliau mengatakan dampak yang dirasakan pembangunan apartemen sering banjir di kawasan pemukiman warga, suara bising yang meresahkan warga, serta hilangnya kepastian masa depan lingkungan hidup yang baik dan aman. Menurut dia, hal ini merupakan bukti model pembangunan Jakarta yang masih terkesan asal bangun dan hanya mengejar keuntungan tanpa memperhatikan aspek lingkungan hidup. Sumber 3:` narasumber ketiga bernama bapak samsudin. bapak samsudin mengatakan semenjak di bangunya apartemen beliau sangat terganggu dengan suara pekerja. selain kebisingan masalah air bersih juga jadi salah satu masalah, karna apartemen tersebut mengambil sumber mata air dari tanah. Sumber4: narasumber yang terakhir bernama ibu tarmijah, beliau mengkwatirkan semenjak dibangunnya apartemen ini apabila terjadi banjir tebing yang dahulu menahan air kali ketika banjir sekarang mulai tergerus akibat pembangunan dan beliau juga mengawatirkan di sekitar proyek tersebut tidak dibangun tanggul untuk menahan air apabila ada banjir, sehingga bisa saja suatu ketika banjir dikwatirkan air akan meluap dengan mudah.

BAB V KESIMPULAN
Setelah melakukan wawancara kepada beberapa narasumber dapat ditarik beberapa kesimpulan. adapun kesimpulan yang dapat ditarik adalah sebagai berikut. 1. Pembangunan proyek apartemen menimbulkan kebisingan, apalagi proyek kebanyakan dilakukan pada malam hari. 2. Pengambilan sumber mata air yang langsung menggunakan sumber air tanah menyebabkan kualitas air tanah untuk warga sekitar menurun. 3. Pembangunan apartemen juga dinilai kurang aman, karna letak apartemen yang tepat berada di tepian aliran sungai ciliwung yang apabila saat banjir dapat mengatirkan masyarakat dan juga calon penghuni apartemen.

DAFTAR PUSTAKA
http://akas-astina-industrial-class.blogspot.com/2013/07/pengaruh-pembangunan-apartementerhadap.html

Peranan AMDAL Terhadap Pembangunan Mall La Piazza


Deskripsi Mall La Piazza
La Piazza Kelapa Gading merupakan mall yang dibangun di atas lahan seluas 2 ha dengan luas bangunan mencapai 20.000m2. La Piazza terletak di jalan Bulevard Kelapa Gading Blok M Kelapa Gading Permai, Jakarta. Mall ini berada di kawasan sentral kelapa gading dan terhubung dengan ancol. Mal ini dibuka pada tanggal 31 Desember 2004 sekaligus diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta pada saat itu Sutiyoso. Pembangunan La Piazza ini merupakan bagian dari proyek Kelapa Gading oleh perusahaan pemgembang Summarecon Agung. Nama La Piazza berasal dari bahasa Italia yang bila diartikan dalam Bahasa Inggris berarti "The Plaza". Tepat di tengah-tengah dari La Piazza ada sebuah Mini Square yang sering dijadikan tempat dilangsungkannya event-event yang cukup besar misalnya konser band. La Piazza juga berperan dalam suksesnya acara Jakarta Fashion And Food Festival atau JFFF yang selalu diadakan setiap tahun untuk mengenalkan Jakarta khususnya Kelapa Gading dengan makanan dan pakaiannya yang khas dan beragam. Mall La Piazza terdiri dari beberapa bagian gedung sesuai dengan fasilitas yang ditujukan. Fasilitas yang melengkapi La Piazza adalah sebuah plaza seluas 5000 m2 dengan roof top yang biasanya tempat digelarnya konser musik. Selain itu, para pengunjung juga dapat duduk santai menikmati atmosfer terbuka sambil menikmati hiburan live music di Alfresco Dining Area, sebuah konsep semi outdoor dengan gaya arsitektur Avant Garde. Jajaran anak tangga yang sangat lebar atau Spanish Steps bisa juga menjadi alternatif tempat melepas lelah sambil menikmati suasana senja. Juga terdapat bangunan segitiga yang dinamakan La Prisma, sebuah bangunan unik berbentuk prisma dengan dinding kaca yang biasa digunakan untuk berbagai kegiatan acara seperti gathering perusahaan, ulang tahun, reuni, dan lain-lain.

Survei Lapangan Mall La Piazza


Pembangunan mall La Piazza ini akan menimbulkan beberapa dampak lingkungan, baik dampak negatif maupun dampak positif. Untuk mengetahui dampak negatif dan dampak positif yang diperoleh dari pembangunan mall La Piazza, maka dilakukan wawancara kepada narasumber yang memiliki kaitan dengan mall La Piazza. Wawancara dilakukan kepada enam narasumber, diantaranya masyarakat yang tinggal di daerah sekitarnya dan pihak dari mall La Piazza atau pihak dari perusahaan pengembang Summarecon. Pertanyaan beserta jawaban yang diperoleh dari masing masing narasumber akan dilampirkan sebagai berikut.

Pertanyaan yang diajukan ke masyarakat di sekitar mall La Piazza: 1. Siapa nama anda? 2. Berapa umur anda? 3. Apa pekerjaan anda sehari-hari? 4. Sudah berapa lama anda tinggal di daerah mall La Piazza? 5. Setuju atau tidak anda atas pembangunan mall La Piazza? 6. Menurut anda, dampak apa yang ditimbulkan dari pembangunan mall La Piazza? 7. Menurut anda, perbedaan apa yang terjadi sebelum dan sesudah adanya pembangunan mall La Piazza? 8. Pengaruh lingkungan apa yang terjadi setelah adanya pembangunan mall La Piazza? 9. Perbaikan apa yang diharapkan dari dampak yang ditimbulkan oleh pembangunan mall La Piazza? Pertanyaan yang diajukan ke pihak dari mall La Piazza atau pihak pengembang: 1. Siapa nama anda? 2. Berapa umur anda? 3. Sudah berapa lama anda bekerja dan posisi apa yang anda duduki saat ini? 4. Apa yang anda ketahui tentang daerah ini sebelum adanya pembangunan mall La Piazza? 5. Sudahkah mall ini dilengkapi dengan AMDAL? 6. Menurut anda, dampak apa yang ditimbulkan dari pembangunan mall La Piazza? 7. Menurut anda, perbedaan apa yang terjadi sebelum dan sesudah adanya pembangunan mall La Piazza? 8. Pengaruh lingkungan apa yang terjadi setelah adanya pembangunan mall La Piazza? 9. Solusi apa yang sudah dilakukan pihak mall atau pihak pengembang untuk mengatasi dampak lingkungan yang timbul? Narasumber pertama 1. Ade Maulana. 2. 44 tahun. 3. 20 tahun, sebagai Dept .Project Manager di PT. Summarecon Agung, Tbk. 4. Walaupun La Piazza proyek baru tapi summarecon sendiri punya proyek di kepala gading sudah lama dari mulai artha gading sampe sekarang saya lagi nanganin sherwood yang letaknya di daerah kelapa gading juga. Dulunya la piazza lahan biasa. 5. Sudah

6. Semua orang juga tau kawasan kelapa gading langganannya macet sama banjir. Sebelum adanya la piazza kelapa gading juga sudah banjir jadi ga heran kalo tambah kesini tambah banjir. Macet juga dampak yang kelihatan sekali akibat adanya la piazza, saya sendiri males dan kadangkadang kesel sama macet di kelapa gading. 7. Perbedaannya, yaa itu macetnya tambah parah bulevard kelapa gading udah semraut kalo jamjam pulang kantor. Saya bisa menghabiskan 1 sampai 1,5 jam di jalan tiap hari padahal saya naik motor. Banjirnya juga tambah parah. 8. Sebenernya masalah di jakarta ini yaa itu-itu aja macet sama banjir. Di kelapa gading sendiri dulu tahun 2000an paling kalau banjir cuma semata kaki tapi tahun ini sudah sampai sepinggang. Ada juga kasus tanah ambles saat pembangunan mungkin itu karena pembangunan secara terus menerus dan kondisi tanah yang semakin lama semakin menurun. 9. Perusahaan juga tidak mau punya kasus saat banjir, seperti kasus yang terjadi di salah satu gedung di daerah thamrin pas banjir waktu itu. Kalo ada kasus kayak gitu pasti pengembang yang dicari. Kalo penganggulangan banjir, kita udah pake pompa yang ada dibawah tanah jadi ga ada kasus basementnya tenggelam. Kita juga udah membuat Waduk yang berfungsi untuk menampung air hujan saat musim hujan dan untuk pencegahan banjir. Nantinya air itu dialirkan dari waduk ke kali sunter, Selain itu juga ada pompa yang mengalirkan air ke kali sunter. Narasumber ke-dua 1. Rukmiyati 2. 48 tahun

3. Pedagang 4. Udah cukup lama sih yaa 10tahun-an ada kali 5. Kalo saya sih ga setuju, banjirnya udah parah banget macetnya juga jadinya banyak polusi terus juga ini kan udah kawasan mall semua yaa jadi gitu deh pedagang-pedagang kecil kayak gini ga dilihat lagi. Takutnya mah lebih parah lagi rumah saya bakal digusur buat dibangun mall. 6. Dampaknya, macet banjir. Buat orang-orang yang rumahnya gede sih kali banjir ga masalah yaa ga takut kenapa-kenapa, kalo rumahnya tingkat bisa ngungsi di lantai atas. buat orang kayak saya, kalo rumah kelelep mau tidur dimana lagi 7. Kalo dulu udah ada sih mall tapi ga sebanyak sekarang, sekarang mah tambah ribet macetnya tambah parah, banjirnya juga. Kalo jam pulang kerja yaa macetnya udah dari depan sana tuh.

8. Dulu masih ada tanah-tanah kosong gitu sekarang udah mall sama gedung-gedung tinggi semua. Air bersih di kawasan sini juga makin susah. Kalo beli air bersih mahal. Kalo banjir juga airnya kotor banget dari got-got gitu kali 9. Kalo harapannya, yaa kalo bisa orang-orang kecil kayak gini lebih diperhatikan. Terutama banjirnya lah jangan tambah deh, apa-apanya terganggu kalo banjir, semua barang-barang kelelep mau tidur aja susah. Jadi semoga aja ada perbaikan dari pihak mana aja yang mau ngebantu orang-orang kecil deh. Narasumber ke-tiga 1. Mahmud 2. 55 tahun 3. Pengurus Masjid AlMusyawaroh

4. Asli sini saya de, asli betawi. 5. Kalo saya sih kurang setuju de, kalo inget jaman dulu disini masih daerah rawa sama sawah, masih asri banyak sawah ga kayak sekarang kanan kiri mall, ruko, perumahan. Macet dimanamana banjir pula. 6. Siapa yang ga tau kelapa gading si de, udah terkenal banget sama banjirnya. Disini mah udah berkali-kali banjir parah, ada kali 3 kali. Macet juga bikin polusi udah gitu mana ga ada lahan hijau sekarang. 7. Bedanya, dulu mah enak masih seger kalo sekarang sih panas daerah sini. Air bersih sekarang susah disini. Dulu rata-rata penduduknya yaa orang betawi, jakarta sekarang banyakan orang cina. 8. Banyak pengaruhnya, banjir parah, polusi dimana-mana, macetnya udah ga ketolongan, makin panas daerah sini, air bersih susah. Ga cuma lingkungan aja pengaruh sosial juga ada, kan tinggal di daerah elit begini ada aja kesenjangan sosial. 9. Harapannya yaa semoga banjir bisa ditanggulangi buat pemerintah sama pihak-pihak mall. Kalo bisa juga dibangun lahan hijau supaya menanggulangi banjir dan mengurangi polusi. Saya sih berharap supaya pembangunan mall atau gedung-gedung bertingkat lainnya segini aja karena menurut saya sih udah cukup dimana-mana mall.

Narasumber ke-empaT 1. Wina Ayu 2. 38 tahun 3. Pegawai Swasta 4. Sekitar 10tahuan-an 5. Setuju dan tidak setuju. Setujunya karena saya tinggal di kawasan dekat sini, dengan adanya fasilitas yang lengkap di daerah sini jadi segalanya terbantu. Tidak setujunya yaa karena macet dan banjirnya, walaupun disini kawasan yang cukup elit tapi kalau banjir yaa kemana-mana jadi terganggu aksesnya kan jadi tertutup. Masalah macet yaa mau ga mau karena saya tinggal di daerah sini yaa cukup dijalani saja macetnya 6. Kalo banjir sih sebelum ada la piazza saya rasa kelapa gading juga sudah banjir yaa. Paling macetnya itu karena keluar masuk mobil dari la piazza 7. Bedanya dulu dan sekarang mungkin sebelum ada la piazza ga begitu macet banget kali yaa tapi sekarang tambah macet 8. Pengaruh lingkungan polusinya kali yaa karena macet dimana-mana itu sih negatifnya, kalo positifnya mungkin kawasan sini jadi makin ramai. 9. Karena saya tinggal di daerah sini sih harapannya semoga banjirnya ga semakin parah deh, polusinya juga bisa ditanggulangi. Dibuat taman-taman atau ada penanaman pohon-pohon kali yaa buat mengurangi polusi dan mencegah banjir Narasumber ke-lima 1. Puji Astusi 2. 25 tahun 3. Pegawai Swasta 4. Lahir di sini sih 5. Setuju ga setuju sih soalnya terkenal macet dan kalo musim hujan banjir. Katanya pernah sampe banjir parah di daerah sini. Setujunya soalnya saya kerja di daerah sini jadi ngebantu saya lah 6. Menurut saya sih ada dampak negatif positifnya, yaa karena saya bekerja di daerah sekitar sini buat saya itu dampat positif karena walaupun banyak mall-mall yang menjamur itu dapat mengurangi pengangguran udah gitu jakarta juga semakin maju. Dampak negatifnya yaa

masalah banjir, macet, polusi saya rasa itu emang udah masalahnya jakarta deh. Dampak lainnya dampak sosial kali yaa karena ini kan termasuk kawasan elit 7. Kalo dulu mungkin macetnya ga separah sekarang, polusinya juga ga separah sekarang, banjirnya juga sekarang hujan dikit langsung banjir. Tapi kalo sekarang jadi lebih maju kawasan sini 8. Pengaruhnya sih banyak yaa, pengaruh segi lingkungan yaa polusi, banjir tapi ada juga pengaruh segi sosial karena kan yang tinggal di kawasan sini rata-rata menengah ke atas 9. Semoga sih ada perbaikan untuk dampak negatif dan untuk dampak positif yaa ga apa-apa supaya jakarta lebih maju juga Narasumber ke-enam 1. Devi Fitria 2. 23 tahun 3. Pegawai Swasta 4. Saya ga tinggal di deket sini, di sini cuma kerja 5. Setuju ga setuju, soalnya disini kan saya kerja karena ada la piazza ini saya dapet kerjaaan. Ga setujunya, karena di sini kawasan macet dan banjir agak males juga sih tapi mau gimana lagi 6. Dampak positifnya sih kan disini banyak mall, ruko, apartemen, ada hotel juga jadi yaa itungitung ngurangin penganggguran. Dampak negatifnya macetnya ga selesai-selesai, banjirnya ga beres-beres, polusinya makin banyak aja 7. Saya sih kurang tau jelas perbedaan dulu sama sekarang di daerah sini tapi sih setahu saya disini sekarang tambah maju dan tambah macet 8. Pengaruh lingkungan, macet, banjir sama polusi sih yang parah deh 9. Harapannya semoga walaupun semakin banyak mall tapi solusi akan macet, banjir dan polusi segera dipecahkan. Soalnya itu juga menganggu aktivitas kita. Berdasarkan hasil wawancara ari beberapa narasumber diketahui bahwa pembangunan mall La Piazza tersebut menimbulkan dampak negatif dan dampak positi. Dampak positifnya membuat jakarta semakin maju karena adanya pembangunan gedung-gedung bertingkat, mengurangi pengangguran karena banyak mall atau ruko yang membutuhkan banyak sumber daya manusia, selain itu kawasan sekitar Kelapa Gading semakin ramai. Dampak negatifnya menyebabkan banjir yang semakin parah dati tahun ke tahun, meningkatnya tingkat kemacetan di kawasan sekitar Kelapa Gading dan menimbulkan polusi. Selain itu karena kawasan Kelapa Gading terletak pada ketinggian kurang lebih 5 meter di atas

permukaan laut sehingga daerah ini sangat sering terkena banjir dan juga kondisi tanah yang semakin lama . Selain itu terdapat pompa yang mengalirkan air ke kali Sunter. Dibangunnya 2 kanal di Jakarta mem semakin mengkhawatirkan. Oleh karena itu, perlu adanya perbaikan agar dampak negatif yang timbul dapat dikurangi. Pencegahan banjir perlu dilakukan agar tidak merugikan banyak pihak, pencegahan banjir dapat dilakukan dengan pembuatan drainase resapan air di sekitar mall. Pembuatan taman-taman atau penanaman pohon juga dapat membantu pencegahan banjir karena membantu peresapan air. Selain itu hal tersebut juga dapat mengurangi polusi yang disebabkan kendaraan bermotor. Selain itu, sinar matahari tidak bisa diserap secara langsung oleh tanah karena adanya paving di mall tersebut. Terjadinya perubahan karakteristik tanah di sekitar lingkungan mall La Piazza. Timbulnya efek rumah kaca, yang dapat terjadi apabila polusi udara yang terjadi berlebihan yang ditimbulkan oleh asap kendaraan bermotor sehingga menyebabkan udara panas dan dampak negatif lainnya. Sebaiknya pemerintah dan perusahaan pengembang bekerja sama menciptakan suasana yang dapat membuat pihak tidak dirugikan. Pemerintah dan perusahaan pengembang sebaiknya sama-sama mencari solusi dari dampak negatif yang terjadi. Usaha penanggulangan yang dilakukan perusahaan pengembang Summarecon Agung bekerja sama dengan Pemerintah DKI Jakarta melakukan

pembangunan taman jogging di lahan kosong wilayah bundaran Kelapa Gading untuk mengurangi banjir. Di Kelapa Gading terdapat waduk seluas 2,5 hektar yang mampu menampung air sekitar 60.000 meter kubik. Waduk tersefut berfungsi untuk menampung air hujan terutama saat musim hujan dan untuk mencegah banjir. Air itu dialirkan dari waduk ke kali Sunterungkinkan air untuk mengalir langsung ke laut, sehingga ada kemungkinan bahwa Kelapa Gading tidak kebanjiran lagi. Peranan AMDAL Terhadap Pembangunan Mall Suatu mall tidak akan berjalan apabila tidak ada mempunyai ijin AMDAL mendirikan bangunan tersebut. Hal ini dilakukan untuk mengkaji mengenai dampak besar dan penting untuk pengambilan keputusan suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup. Menurut Penataan Pasar Modern Pasal 12 Bagian Kedua Nomor 20 Tahun 2009, syarat syarat dalam mendirikan bangunan adalah:

1.

Lokasi pendirian pasar modern wajib mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten dan Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten, termasuk pengaturan zonasinya.

2.

Penyelengaraan dan pendirian pasar modern wajib memenuhi ketentuan,sebagai berikut: a. Memperhitungkan kondisi sosial ekonomi masyarakat dan keberadaan pasar tradisional, usaha kecil, dan usaha menengah yang ada di wilayah yang bersangkutan. b. c. Memperhatikan jarak dengan pasar tradisional maupun pasar modern lainnya. Pasar modern dapat dibangun dengan jarak radius terdekat dari pasar tradisional minimal 1000 meter. d. Menyediakan fasilitas yang menjamin pasar modern yang bersih sehat, hygienis, aman, tertib dan ruang publik yang nyaman. e. Menyediakan fasilitas tempat usaha bagi usaha kecil dan menengah,pada posisi yang samasama menguntungkan. f. Menyediakan fasilitas parkir kendaraan bermotor dan tidak bermotor yang memadai di dalam bangunan. g. Menyediakan sarana pemadam kebakaran dan jalur keselamatan bagi petugas maupun pengguna pasar modern dan toko modern. h. Pemberian ijin usaha pasar modern wajib memperhatikan pertimbangan Kepala Desa/Lurah dan BPD/LPM. i. Pendirian Pasar Modern khususnya Minimarket diutamakan untuk diberikan kepada pelaku usaha yang domisilinya sesuai dengan lokasi Minimarket tersebut.

3.

Perkulakan hanya boleh berlokasi pada akses sistem jaringan jalan arteri atau kolektor primer atau arteri sekunder.

4.

Hypermarket dan Pusat Perbelanjaan: a. b. Hanya boleh berlokasi pada akses sistem jaringan jalan arteri atau kolektor. Tidak boleh berada pada kawasan pelayanan lokal atau lingkungan di dalam kota/perkotaan.

5.

Supermarket dan Departemen Store: a. b. Tidak boleh berlokasi pada sistem jaringan jalan lingkungan. Tidak boleh berada pada kawasan pelayanan lingkungan di dalam kota/perkotaan.

6.

Minimarket a. Dapat berlokasi pada setiap sistem jaringan jalan, termasuk pada sistem jaringan lingkungan pada kawasan pelayanan lingkungan (perumahan) di dalam kota/perkotaan. b. Jumlah minimarket untuk setiap kawasan pelayanan lingkungan (perumahan) di dalam kota/perkotaan maksimal hanya ada 2 (dua) minimarket dalam jarak 2 km.

Analisis dan Solusi


Berdasarkan hasil survey yang telah dilakukan serta berdasarkan teori yang didapat mengenai peranan AMDAL dalam pembangunan mall diketahui beberapa dampak negatif setelah itu dapat dilakukan analisis dari segi kesehatan, lingkungan dan sosial. Pembangunan mall La Piazza menimbulkan dampak negatif dan dampak positif. Dampak negatif dari pembangunan dapat menyebabkan ganguan dan resiko yang besar. Untuk itu perlu dicaari solusi penganggulangannya. Dalam hal ini usaha penanggulan tidak hanya diberikan dari pihak mall La Piazza tapi pemerintah juga punya andil besar dalam mengatasi masalah ini. Solusi yang dapat diberikan dari pihak pemerintah yaitu sebaiknya pemerintah harus lebih tegas dalam menyikapi pembangunan mall di Jakarta khususnya di kawasan Kelapa Gading. Pembangunan di sekitar kawasan Kelapa Gading dirasa sudah cukup karena dilihat dari dampak negatif yang ditimbulkan dilihat dari segi kesehatan, lingkungan dan sosial. Pemerintah juga harus lebih tegas dalam memperhatikan perusahaan pengembang yang akan mendirikan bangunan apakah sudah sesuai dengan syarat-syarat AMDAL. Perusahaan pengembang sebaiknya mengambil tindakan guna mengurangi dampak negatif yang terjadi misalnya diperbanyak kawasan hijau di daerah sekitar Kelapa Gading. Perusahaan pengembang juga harus menyiapkan usaha penanggulangan banjir, kemacetan dan polusi yang terjadi.

Kesimpulan
Kesimpulan merupakan jawaban dari tujuan. Kesimpulan dari penulisan tugas ini adalah sebagai berikut: 1. Dampak yang timbul akibat pembangunan mall La Piazza yaitu dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif pembangunan mall La Piazza yaitu membuat jakarta semakin maju karena adanya pembangunan gedung-gedung bertingkat, mengurangi pengangguran karena banyak mall atau ruko yang membutuhkan banyak sumber daya manusia, selain itu kawasan sekitar Kelapa Gading semakin ramai. Dampak negatif pembangunan mall La Piazza menyebabkan banjir yang semakin parah, meningkatnya tingkat kemacetan di kawasan sekitar Kelapa Gading dan menimbulkan polusi. 2. Solusi yang dilakukan perusahaan pengembang Summarecon Agung bekerja sama dengan Pemerintah Propinsi DKI Jakarta yaitu usaha penganggulangan dengan melakukan pembangunan taman jogging di lahan kosong wilayah bundaran Kelapa Gading untuk mengurangi banjir. Selain itu, di Kelapa Gading terdapat waduk seluas 2,5 hektar yang mampu menampung air sekitar 60.000 meter kubik. Waduk tersefut berfungsi untuk menampung air hujan terutama saat musim hujan dan untuk mencegah banjir. Air itu dialirkan dari waduk ke kali Sunter. Selain itu terdapat pompa yang mengalirkan air ke kali Sunter.