0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
73 tayangan11 halaman

Analisis Hari Kebangkitan Yesus

Teks tersebut membahas perbedaan pandangan mengenai hari di mana Yesus disalib dan mati. Ada yang meyakini Yesus disalib pada hari Jumat atau Rabu, sementara teks menjelaskan bahwa Alkitab hanya menyebutkan hari persiapan tanpa menyebutkan hari tertentu. Teks ini juga membandingkan waktu makan Paskah oleh Yesus dan murid-muridnya dengan orang-orang Yahudi lain.

Diunggah oleh

HANDOKO SIDABUTAR
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
73 tayangan11 halaman

Analisis Hari Kebangkitan Yesus

Teks tersebut membahas perbedaan pandangan mengenai hari di mana Yesus disalib dan mati. Ada yang meyakini Yesus disalib pada hari Jumat atau Rabu, sementara teks menjelaskan bahwa Alkitab hanya menyebutkan hari persiapan tanpa menyebutkan hari tertentu. Teks ini juga membandingkan waktu makan Paskah oleh Yesus dan murid-muridnya dengan orang-orang Yahudi lain.

Diunggah oleh

HANDOKO SIDABUTAR
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KEBAKTIAN PASKAH

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’
(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)

Minggu, tgl 8 April 2012, pk 08.00

PDT. BUDI ASALI, M. DIV.

RABU AGUNG???
Saya akan membahas sebuah tulisan dari internet, yang rasanya dikeluarkan oleh kelompok Suhento /
Steven Liauw, berkenaan dengan hari kematian dan kebangkitan Yesus.

KAPAN YESUS KRISTUS DISALIB?

Alkitab tidak menulis bahwa Yesus Kristus disalib dan mati pada hari Jumat ataupun menulis hari Rabu
dalam Alkitab. Tulisan ini menjawab beberapa keberatan dari golongan yang mempercayai Yesus
disalib hari Jumat ataupun hari Rabu. Dan dari kedua golongan ini seringkali kita jumpai perdebatan
diantara keduanya, atau bahkan menjawab tuduhan kalangan muslim yang mempersoalkan lamanya
Yesus disalib tiga hari-tiga malam :

Tanggapan Budi Asali:


Jangan ceroboh, tak ada yang berkata Yesus disalib 3 hari 3 malam. Mereka mengatakan
Yesus mati 3 hari 3 malam! Di salib, Ia cuma sekitar 6 jam.
Tulisan ini tidak menjawab keberatan dari golongan yang mempercayai Yesus mati / disalib
hari Rabu, tetapi hanya membahas keberatan dari golongan yang mempercayai Yesus mati /
disalib hari Jumat!

Matius, Markus, dan Lukas hanya menulis hari persiapan (Yunani: παρασκευη - paraskeuê), sedangkan
Yohanes menulis bahwa Yesus Kristus disalib pada hari persiapan Paskah (παρασκευη του πασχα -
paraskeuê tou paskha, Yohanes 19:14) berarti sehari sebelum Pesakh (Paskah Yahudi) yang jatuh pada
tanggal 14 bulan Nisan.

* Matius 27:62
LAI TB, Keesokan harinya, yaitu sesudah hari persiapan, datanglah imam-imam kepala dan orang-
orang Farisi bersama-sama menghadap Pilatus,
KJV, Now the next day, that followed the day of the preparation, the chief priests and Pharisees came
together unto Pilate,
TR, τη δε επαυριον ητις εστιν μετα την παρασκευην συνηχθησαν οι αρχιερεις και οι φαρισαιοι προς
πιλατον
Translit, tê de epaurion êtis estin meta tên paraskeuên sunêkhthêsan hoi arkhiereis kai hoi pharisaioi
pros pilaton

* Markus 15:42
LAI TB, Sementara itu hari mulai malam, dan hari itu adalah hari persiapan, yaitu hari menjelang
Sabat.
KJV, And now when the even was come, because it was the preparation, that is, the day before the
sabbath,
TR, και ηδη οψιας γενομενης επει ην παρασκευη ο εστιν προσαββατον
Translit, kai êdê opsias genomenês epei ên paraskeuê ho estin prosabbaton

* Lukas 23:54
LAI TB, Hari itu adalah hari persiapan dan sabat hampir mulai.
KJV, And that day was the preparation, and the sabbath drew on.
TR, και ημερα ην παρασκευη και σαββατον επεφωσκεν
Translit, kai hêmera ên paraskeuê kai sabbaton epephôsken
Bandingkan dengan :

* Yohanes 19:14
LAI TB, Hari itu ialah hari persiapan Paskah, kira-kira jam dua belas. Kata Pilatus kepada orang-orang
Yahudi itu: "Inilah rajamu!"
KJV, And it was the preparation of the passover, and about the sixth hour: and he saith unto the Jews,
Behold your King!
HaBrit HaKhadasya, VAYOMAR 'EL-HAYEHÛDÛM BA'EREV HAPESAKH HAHÛ' KASYÂ'ÂH
HASYISYÎT HINÊH MALKEKHEM
TR, ην δε παρασκευη του πασχα ωρα δε ωσει εκτη και λεγει τοις ιουδαιοις ιδε ο βασιλευς υμων
Translit, ên de paraskeuê tou paskha hôra de hôsei hektê kai legei tois ioudaiois ide ho basileus humôn

Yesus Kristus disalib pada hari Jumat adalah anggapan sebagian orang karena menurut mereka hari
persiapan itu adalah sehari sebelum Sabat mingguan atau hari Sabtu, thus sehari sebelum hari Sabtu
adalah hari Jumat. Bagaimana pula dengan hari persiapan Paskah? Apakah Paskah Yahudi saat itu
jatuh pada hari Sabtu?

Paskah Yahudi senantiasa diusahakan tidak jatuh pada hari Sabtu, jika seandainya bakal jatuh pada hari
Sabtu, maka mereka akan menggeser hari tersebut dalam penanggalan. Suatu ketika di tahun 2001 yang
lalu bertepatan dengan tahun Yahudi 5761, pernah terjadi hal serupa yaitu Paskah jatuh pada Minggu
sore, setelah Sabat Mingguan dan merupakan suatu hal yang rumit, saling tabrakan, karena persiapan
Paskah tidak dapat dilakukan pada hari Sabat Sabtu, oleh karena itu persiapan Paskah justru dilakukan
pada hari Kamis.

Tanggapan Budi Asali:


Apa buktinya, baik tentang tradisi itu (Paskah diusahakan tidak jatuh pada hari Sabtu) maupun tentang
Paskah tahun 2001 itu? Dan kalau itu memang terjadi, apakah orang-orang Yahudi itu melakukan
secara benar?
Juga penulis ini tadinya mempersoalkan tradisi Paskah kalau jatuh pada hari Sabtu, tetapi yang
dijadikan contoh tahun 2001 itu adalah Paskah yang jatuh pada hari Minggu! Ini tidak cocok!
Kalau Paskah jatuh pada hari Minggu maka memang persiapannya nabrak Sabat Sabtu, tetapi kalau
jatuh pada hari Sabat Sabtu, maka persiapannya hari Jumat, dan sama sekali tak ada masalah dengan
hal itu. Jadi, adalah aneh kalau mereka mengusahakan supaya Paskah jangan jatuh pada hari Sabat
Sabtu.

Saya berpendapat tradisi yang diberikan penulis ini tidak benar; yang jelas berbeda dengan tradisi
Yahudi yang saya dapatkan dari sumber saya.

Sekarang mari kita perhatikan dan bandingkan saat perayaan Paskah yang dilakukan Yesus dengan
murid-muridNya dan saat perayaan Paskah yang dilakukan orang-orang Yahudi yang lain.
Yesus dan para murid mengadakan Paskah pada saat yang berbeda dengan orang-orang Yahudi yang
lain.

Yesus makan paskah Yesus mulai disalib


Yesus mati

A B
-------------|-----------------|----------------|-----------------|----------------|----------------|------------
18.00 24.00 6.00 12.00 18.00 24.00

Kamis---><----------------------------Jum’at-----------------------------><---------------Sabtu-----------

Yesus dan murid-muridNya makan Paskah pada hari Kamis malam (bagi orang Yahudi ini sudah
termasuk hari Jum’at, karena pergantian hari bagi mereka adalah pk 18.00! - lihat gambar di atas!).
Tetapi dari Yoh 18:28 dan Yoh 19:14, terlihat bahwa pada saat Yesus diadili (hari Jum’at), orang-orang
Yahudi yang lain belum makan Paskah.
Yoh 18:28 - “Maka mereka membawa Yesus dari Kayafas ke gedung pengadilan. Ketika itu hari masih
pagi. Mereka sendiri tidak masuk ke gedung pengadilan itu, supaya jangan menajiskan diri, sebab mereka
hendak makan Paskah”.
Yoh 19:14 - “Hari itu ialah hari persiapan Paskah, kira-kira jam dua belas (jam 6). Kata Pilatus kepada
orang-orang Yahudi itu: ‘Inilah rajamu!’”.

Karena itu jelas bahwa Yesus dan murid-muridNya memang makan Paskah sebelum orang-orang yang
lain. Tetapi berapa banyak perbedaan waktunya? Ada 2 pandangan:

a) Ada orang-orang yang berpendapat bahwa orang-orang lain makan Paskah pada titik A (lihat
gambar di atas). Ini berarti bahwa sekalipun Yesus dan murid-muridNya makan Paskah lebih dulu
dari orang-orang lain, tetapi Yesus tetap makan Paskah pada hari yang sama dengan mereka,
yaitu hari Jum’at.
Catatan: karena saya takut gambar bergeser pada waktu dicopy ke komputer lain atau dimasukkan
ke internet, saya beri keterangan bahwa titik A terletak pada hari Jumat antara pk 3 siang (saat
Yesus mati) dan pk 6 sore (saat pergantian hari memasuki Sabat Sabtu.

b) Ada juga penafsir yang menganggap bahwa orang-orang lain makan Paskah pada titik B, yang
sudah termasuk hari Sabtu (lihat gambar di atas). Itu berarti bahwa Yesus dan murid-muridNya
makan Paskah 1 hari lebih dahulu dibandingkan dengan orang-orang yang lain.
Catatan: titik B terletak pada hari Jumat malam, antara pk 18 dan pk 24. Jadi bagi orang-orang
Yahudi ini sudah masuk hari Sabtu. Kalau ini yang benar, maka Yesus yang makan Paskah pada
Kamis malam (Jumat bagi orang Yahudi) mendahului 1 hari dibandingkan dengan orang-orang
Yahudi lain yang makan Paskah pada Jumat malam (Sabtu bagi orang-orang Yahudi).

Kalau yang kedua ini yang benar, apa alasan Yesus untuk makan Paskah 1 hari lebih dulu dari
orang-orang yang lain? Perlu diingat bahwa hari untuk makan Paskah ditentukan oleh Tuhan
sendiri (bdk. Kel 12:2-6 Im 23:5 Bil 9:4-5), dan karena itu tidak boleh diubah semaunya sendiri.

Kel 12:2-6 - “(2) ‘Bulan inilah akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan
pertama bagimu tiap-tiap tahun. (3) Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: Pada tanggal sepuluh
bulan ini diambillah oleh masing-masing seekor anak domba, menurut kaum keluarga, seekor anak
domba untuk tiap-tiap rumah tangga. (4) Tetapi jika rumah tangga itu terlalu kecil jumlahnya untuk
mengambil seekor anak domba, maka ia bersama-sama dengan tetangganya yang terdekat ke
rumahnya haruslah mengambil seekor, menurut jumlah jiwa; tentang anak domba itu, kamu buatlah
perkiraan menurut keperluan tiap-tiap orang. (5) Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela,
berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing. (6) Kamu harus mengurungnya sampai
hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya
PADA WAKTU SENJA”.
Im 23:5 - “Dalam bulan yang pertama, pada tanggal empat belas bulan itu, PADA WAKTU SENJA,
ada Paskah bagi TUHAN”.
Bil 9:4-5 - “(4) Lalu Musa menyuruh orang Israel merayakan Paskah. (5) Maka mereka merayakan
Paskah pada bulan yang pertama, pada hari yang keempat belas bulan itu, PADA WAKTU SENJA, di
padang gurun Sinai; tepat seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, demikianlah dilakukan
orang Israel”.
Catatan: kata ‘senja’ diterjemahkan ‘evening’ (= malam) oleh KJV/RSV. NIV/NASB: ‘twilight’ (= ).

Lalu mengapa Yesus mengubahnya menjadi 1 hari lebih dulu? Ada orang yang memberikan
alasan: karena Yesus tahu bahwa sebentar lagi Ia akan ditangkap, dan besoknya Ia sudah akan
mati.

Tetapi Calvin mengatakan bahwa adalah tradisi orang Yahudi, kalau suatu hari raya terjadi pada
hari Jum’at, maka supaya mereka tidak libur 2 hari berturut-turut (ingat bahwa hari Sabtu adalah
hari Sabat / hari libur), maka mereka mengundurkan perayaan hari raya itu 1 hari, dan mereka
menggabungkan hari raya itu dengan hari Sabat. Jadi mungkin sekali bahwa pada saat itu Paskah
seharusnya terjadi pada hari Jum’at, tetapi orang-orang Yahudi mengundurkannya 1 hari dan
merayakannya pada hari Sabat / Sabtu. Tetapi Yesus tidak mau menuruti tradisi yang tidak sesuai
dengan Firman Tuhan, dan karena itu, Ia tetap merayakan Paskah pada hari Jum’at.
Kalau ini benar, maka dari sini kita bisa belajar bahwa Kristus berusaha mentaati Firman Tuhan /
hukum Taurat sampai yang sekecil-kecilnya (bdk. Mat 5:17-19).

Calvin (tentang Mat 27:16): “But hence arises a more difficult question. How did Christ observe that cer-
emony on the day before the whole nation celebrated the public passover? For John plainly affirms that
the day on which Christ was crucified was, among the Jews, the preparation, not of the Sabbath, but of the
passover, (John 19:14;) and that they did not enter into the hall of judgment, lest they should be defiled,
because next day they were to eat the passover, (John 18:28.) I am aware that there are some who resort to
evasions, which do not, however, give them any relief; for no sophistry can set aside the fact; that, on the
day they crucified Christ, they did not keep the feast, (when it would not have been lawful to have any pub-
lic executions) and that they had, at that the a solemn preparation, so that they ate the passover after that
Christ had been buried. It comes now to be inquired, Why did Christ anticipate? For it must not be sup-
posed that, in this ceremony, he took any liberty which was at variance with the prescriptions of the Law.
As to the notion entertained by some, that the Jews, through their eagerness to put Christ to death, delayed
the passover, it is ably refuted by Bucer, and, indeed, falls to the ground by its own absurdity. I have no
doubt, therefore, that Christ observed the day appointed by the Law, and that the Jews followed a custom
which had been long in use. First, it is beyond a doubt that Christ was put to death on the day before the
Sabbath; for he was hastily buried before sunset in a sepulcher which was at hand, (John 19:42,) because
it was necessary to abstain from work after the commencement of the evening. Now it is universally admit-
ted that, by an ancient custom, when the passover and other festivals happened on Friday, they were de -
layed till the following day, because the people would have reckoned it hard to abstain from work on two
successive days. The Jews maintain that this law was laid down immediately after the return of the people
from the Babylonish captivity, and that it was done by a revelation from heaven, that they may not be
thought to have made any change, of their own accord, in the commandments of God. Now if it was the
custom, at that time, to join two festivals in one, (as the Jews themselves admit, and as their ancient writ-
ings prove,) it is a highly probable conjecture that Christ, who celebrated the passover on the day before
the Sabbath, observed the day prescribed by the Law; for we know how careful he was not to depart from a
single iota of the Law. Having determined to be subject to the Law, that he might deliver us from its yoke,
he did not forget this subjection at his latest hour; and therefore he would rather have chosen to omit an
outward ceremony, than to transgress the ordinance which God had appointed, and thus lay himself open
to the slanders of wicked men. Even the Jews themselves unquestionably will not deny that, whenever the
Sabbath immediately followed the passover, it was on one day, instead of both, that they abstained from
work, and that this was enjoined by the Rabbins. Hence it follows that Christ, in departing from the ordi-
nary custom, attempted nothing contrary to the Law” (= Merupakan sesuatu yang diakui secara univer-
sal bahwa, oleh suatu tradisi / kebiasaan kuno, pada waktu Paskah dan hari-hari raya lainnya terjadi
pada hari Jumat, maka mereka ditunda sampai hari berikutnya, karena orang-orang / bangsa itu men-
ganggap berat / sukar untuk tidak bekerja pada dua hari berturut-turut).
Catatan: saya hanya menterjemahkan bagian yang saya garis-bawahi, yang menurut Calvin
merupakan tradisi Yahudi yang diakui secara universal. Tradisi yang diberikan Calvin ini
bertentangan frontal dengan tradisi yang diberikan oleh penulis di atas. Penulis itu mengatakan
orang-orang Yahudi tak mau Paskah hari Sabtu, tetapi Calvin mengatakan mereka tak mau Paskah
hari Jumat, dan kalau jatuh pada hari Jumat mereka justru mengundurkannya menjadi Sabtu!

Yang lebih rumit lagi adalah antara membuang KHÂMETS (ragi) dengan KHÂMETS yang digunakan
untuk tiga jenis roti yang dimakan di hari Sabat Sabtu. Di satu pihak KHÂMETS tidak boleh berada di
dalam rumah di hari Paskah (lihat ketentuan Taurat/ Mitsvot tentang KHÂMETS (ragi) Mitsvot 120 -
126 ).

Di pihak lain KHÅMETS diperlukan untuk roti Sabat Sabtu yang disebut KHÂLAH, roti manis
bercampur telur DAN RAGI. Benar-benar rumit, oleh karena itulah maka para rabi Yahudi yang
menyusun penanggalan Yahudi senantiasa mengusahakan agar PESAKH (Paskah Yahudi) tidak jatuh
bertepatan dengan Sabat Sabtu.

Tanggapan Budi Asali:


Apa yang dimaksudkan dengan ‘tiga jenis roti’ yang dimakan di hari Sabat Sabtu??? Juga dari mana
ada keharusan makan roti manis bercampur telur dan ragi???
Saya mencari dalam konkordansi dan tak dapat menemukan keharusan makan roti yang beragi pada
hari Sabat atau kapanpun! Juga saya tak bisa menemukan tentang keharusan makan roti manis
bercampur telur dan ragi!

Yang saya temukan dalam konkordansi tentang roti beragi hanyalah dalam Im 7:13 dan Amos 4:5,
tetapi ini dilakukan dalam memberikan korban syukur dan tak ada hubungannya dengan Sabat!
Im 7:13 - “Ia harus mempersembahkan persembahannya itu beserta dengan roti bundar yang beragi, di
samping korban syukur yang menjadi korban keselamatannya”.
Amos 4:5 - “Bakarlah korban syukur dari roti yang beragi dan maklumkanlah persembahan-
persembahan sukarela; siarkanlah itu! Sebab bukankah yang demikian kamu sukai, hai orang Israel?’
demikianlah firman Tuhan ALLAH”.

Juga kalau kita melihat Kel 12:19-20 maka ragi hanya dilarang dalam rumah dan pemberian korban
syukur jelas tak dilakukan di dalam rumah!
Kel 12:19-20 - “(19) Tujuh hari lamanya tidak boleh ada ragi dalam rumahmu, sebab setiap orang yang
makan sesuatu yang beragi, orang itu harus dilenyapkan dari antara jemaah Israel, baik ia orang asing,
baik ia orang asli. (20) Sesuatu apapun yang beragi tidak boleh kamu makan; kamu makanlah roti yang
tidak beragi di segala tempat kediamanmu.’”.
Jewish New Testament Commentary: “The first day for MATZAH (‘unleavened bread’). PESACH is also
known as the Festival of MATZAH because an essential element in it is eating only unleavened bread
throughout its seven days (Exodus 12:15-20). Furthermore, during that period, ‘no CHAMETZ [yeast, leaven]
must be found in your houses’ (Exodus 12:19). Traditionally, the day before the Festival begins is the day
when the last CHAMETZ must be removed from the house and burned, and from that moment on the only
bread found in the house will be MATZAH” [= Hari pertama untuk MATZAH (‘roti tak beragi’). Paskah
juga dikenal sebagai hari raya roti tak beragi karena suatu elemen yang hakiki / penting di dalamnya
adalah makan hanya roti tidak beragi selama 7 hari (Kel 12:15-20). Selanjutnya, selama masa itu, ‘tak ada
CHAMETZ (ragi) boleh ditemukan dalam rumah-rumahmu’ (Kel 12:19). Secara tradisionil, hari sebelum
hari raya itu dimulai adalah hari dimana ragi yang terakhir harus disingkirkan dari rumah dan dibakar,
dan sejak saat itu roti yang ditemukan dalam rumah hanyalah roti tidak beragi].
Catatan: perhatikan bahwa buku tafsiran ini ditulis oleh orang Yahudi Kristen!

Kesimpulan tentang hal ini: tak ada problem berkenaan dengan roti beragi atau tak beragi kalau
Paskah terjadi pada hari Sabat Sabtu!

* Keluaran 12:15
LAI TB, Kamu makanlah roti yang tidak beragi tujuh hari lamanya; pada hari pertamapun kamu
buanglah segala ragi dari rumahmu, sebab setiap orang yang makan sesuatu yang beragi, dari hari
pertama sampai hari ketujuh, orang itu harus dilenyapkan dari antara Israel.
KJV, Seven days shall ye eat unleavened bread; even the first day ye shall put away leaven out of your
houses: for whosoever eateth leavened bread from the first day until the seventh day, that soul shall be
cut off from Israel.
Hebrew,
‫ִׁש ְבַעת ָיִמ ים ַמ ֹּצות ֹּתאֵכלּו ַא ְך ַּבֹּיום ָהִר אֹׁשון ַּת ְׁש ִּביתּו ְּׂש ֹאר ִמ ָּבֵּת יֶכם ִּכי ׀ ָּכל־ֹאֵכל ָחֵמ ץ ְוִנְכְר ָת ה ַהֶּנֶפׁש ַהִהוא ִמ ִּיְׂש ָר ֵאל‬
‫ִמ ֹּיום ָהִר אֹׁשן ַעד־ֹיום ַהְּׁש ִבִֽעי׃‬
Translit, SYIV'AT YÂMÎM MATSÔT TO'KHÊLÛ 'AKH BAYÔM HÂRI'SYÔN TASYBÎTÛ SE'OR
MIBÂTÊYKHEM KÎ KOL-'OKHÊL KHÂMÊTS VENIKHRETÂH HANEFESY HAHIV'
MÎYISRÂ'ÊL MÎYÔM HÂRI'SYON 'AD-YÔM HASYEVI'Î

Dengan perkataan lain, Paskah Yahudi bukan hari Sabtu (Sabat Mingguan), dan hari persiapan Paskah
tentu saja bukan hari Jumat.
Jika seandainya Yesus Kristus disalib dan mati pada hari Jumat, kapan wanita-wanita menurut ayat di
bawah ini membeli dan menyiapkan rempah-rempah?

* Markus 16:1
LAI TB, Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli
rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus.
KJV, And when the sabbath was past, Mary Magdalene, and Mary the mother of James, and Salome,
had bought sweet spices, that they might come and anoint him.
TR, και διαγενομενου του σαββατου μαρια η μαγδαληνη και μαρια η του ιακωβου και σαλωμη
ηγορασαν αρωματα ινα ελθουσαι αλειψωσιν αυτον
Translit, kai diagenomenou tou sabbatou maria hê magdalênê kai maria hê tou iakôbou kai salômê
êgorasan arômata hina elthousai aleipsôsin auton

Note:
"διαγενομενου του σαββατου ; diagenomenou tou sabbatou, kata "διαγενομενου - diagenomenou adalah
bentuk aorist kedua, deponen medial, partisip dari kata "διαγιομαι - diaginomai", melewati. Contoh lain:

* Kisah Para Rasul 25:13


LAI TB, Beberapa hari kemudian datanglah raja Agripa dengan Bernike ke Kaisarea untuk mengadakan
kunjungan kehormatan kepada Festus.
KJV, And after certain days king Agrippa and Bernice came unto Caesarea to salute Festus.
TR, ημερων δε διαγενομενων τινων αγριππας ο βασιλευς και βερνικη κατηντησαν εις καισαρειαν
ασπασομενοι τον φηστον
Translit, hêmerôn de diagenomenôn tinôn agrippas ho basileus kai bernikê katêntêsan eis kaisareian
aspasomenoi ton phêston

Jika seandainya hari Sabat yang dimaksud adalah Sabtu, maka wanita-wanita itu membeli rempah-
rempah di antara Sabtu sore hingga Minggu sore, karena ditulis setelah lewat hari Sabat, "διαγενομενου
του σαββατου ; diagenomenou tou sabbatou. Hari Minggu menurut kalangan Yahudi dimulai sejak
Sabtu sore setelah matahari terbenam hingga Minggu sore. Jadi, mereka shopping di malam Minggu.

* Lukas 23:56
LAI TB, Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur. Dan pada hari
Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat,
KJV, And they returned, and prepared spices and ointments; and rested the sabbath day according to the
commandment.
TR, υποστρεψασαι δε ητοιμασαν αρωματα και μυρα και το μεν σαββατον ησυχασαν κατα την εντολην
Translit, hupostrepsasai de hêtoimasan arômata kai mura kai to men sabbaton êsukhasan kata tên
entolên

Kali ini timbul masalah baru, ternyata mereka menyediakan ("ητοιμαζω - hetoimazô", dapat saja
mencakup makna membeli) rempah-rempah setelah pulang dari Golgota, dan pada hari Sabat (jika
seandainya adalah hari Sabtu), ternyata mereka beristirahat. Jadi, membeli rempah-rempah sebelum hari
Sabat.
Pertanyaan, kapan mereka membeli rempah-rempah, sebelum hari Sabat (menurut Lukas) atau sesudah
hari Sabat (menurut Markus)?
Markus menulis bahwa para wanita membeli rempah-rempah setelah hari Sabat, jika Sabat dimaksud
adalah Sabtu, berarti mereka membeli rempah-rempah antara Sabtu sore mingga Minggu sore,
sedangkan Yesus Kristus sudah bangkit di Minggu pagi.
Perhitungan hari Yahudi adalah sejak matahari terbenam hari yang bersangkutan hingga matahari
terbenam keesokan harinya. Sabat mingguan dimulai sejak Jumat sore hingga Sabtu sore.
Lukas pula menulis bahwa para wanita itu mempersiapkan (termasuk dalam pengertian membeli)
rempah-rempah setelah pulang dari Golgota, dan mereka beristirahat pada hari Sabat. Jadi, mereka
membeli rempah-rempah itu sebelum hari Sabat, atau antara tenggang waktu sebelum Jumat sore.

Tanggapan Budi Asali:


Penulis itu menafsirkan bahwa kata ‘menyediakan’ dalam Luk 23:56 dapat mencakup makna ‘membeli’.
Ia sendiri menggunakan kata ‘dapat’, berarti ‘tidak pasti’, lalu mengapa ia tidak memperhitungkan
alternatif sebaliknya?
Kalau saya melihat dalam Bible Works 7 maka dalam bahasa Yunaninya kata ‘menyediakan’ itu artinya
memang ‘menyediakan’, dan harus dibedakan dengan ‘membeli’!

Jumat sore hingga Sabtu sore adalah Sabat Mingguan, tidak boleh berbelanja. Maka, para wanita itu
tidak membeli rempah-rempah di antara tenggang waktu itu.

Jika kedua ayat di atas dipadukan, kemudian ditafsirkan bahwa Sabat dimaksud adalah hari Sabtu, maka
kedua ayat ini bakal bertentangan satu sama lain, karena di satu pihak mereka membeli rempah-rempah
sebelum hari Sabtu, di pihak lain mereka membeli rempah-rempah setelah hari Sabtu.

Tanggapan Budi Asali:


Ini saya tak setuju lagi. Kapan mereka membeli rempah-rempah?
Mark 16:1 - “Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli
rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus”.

Untuk kata ‘membeli’ dalam Mark 16:1, KJV menterjemahkan dalam bentuk past perfect ‘had bought’
(= telah membeli). Tetapi RSV/NIV/NASB/ASV/NKJV menterjemahkan ‘bought’, karena tense yang
digunakan memang adalah aorist / past / lampau. Rupanya KJV mengubahnya menjadi bentuk past
perfect untuk menyesuaikan dengan cerita versi Lukas di bawah ini.

Luk 23:55-24:1 - “(23:55) Dan perempuan-perempuan yang datang bersama-sama dengan Yesus dari
Galilea, ikut serta dan mereka melihat kubur itu dan bagaimana mayatNya dibaringkan. (23:56) Dan
setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur. Dan pada hari Sabat mereka
beristirahat menurut hukum Taurat, (24:1) tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka
pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka”.

Jamieson, Fausset & Brown mengatakan bahwa KJV mungkin bisa dibenarkan, karena dari cerita
Lukas, mereka sudah menyediakan rempah-rempah dan minyak mur itu sebelum Sabat, atau setelah
mereka menguburkan Yesus. Jadi, mungkin itu terjadi pada Jumat sore sebelum pk 6 sore. Dan
setelah Sabat, pada minggu pagi mereka hanya membawa apa yang telah mereka siapkan
sebelumnya itu ke kubur Yesus.
Calvin menganggap bahwa Markus tidak menceritakan cerita ini secara akurat dalam persoalan waktu.
Tetapi apakah ini tak berarti menyalahkan Alkitab?

J. A. Alexander (hal 434) mengatakan bahwa Luk 23:56, tidak secara jelas menunjukkan kapan
perempuan-perempuan itu membeli rempah-rempah itu. Bisa sebelum Sabat mulai, bisa juga sesudah
Sabat selesai, dan kalau yang kedua ini yang benar, maka cerita Lukas menjadi sama dengan cerita
Markus. Harus diingat bahwa Lukas memang sering menceritakan tanpa mempedulikan khronologis,
misalnya dalam Luk 4:1-13, dimana ia membalik pencobaan kedua dan ketiga (bdk. Mat 4:1-11).

Bisa juga kita membedakan kata ‘membeli’ dalam Mark 16:1 dengan kata ‘menyediakan’ dalam Luk
23:56. Jadi, mungkin mereka sudah menyediakan sebelum Sabat (ini yang diceritakan oleh Lukas),
tetapi setelah Sabat mereka membeli lagi apa yang mereka anggap masih kurang (ini yang diceritakan
oleh Markus).

Mengapa terjadi pertentangan? Pertentangan itu terjadi karena hanya ada satu hari Sabat, tetapi jika ada
dua hari Sabat, niscaya tidak akan terjadi pertentangan.

PESAKH atau Paskah Yahudi merupakan hari Sabat yang tidak jatuh pada hari Sabtu. Berdasarkan
penelitian sebagian pakar Alkitab, Paskah Yahudi di zaman itu jatuh pada hari Rabu, tanggal 14 bulan
Nisan. Maka, Rabu sore hingga Kamis sore adalah Sabat Paskah. Dengan demikian maka cerita menurut
Markus dan Lukas dapat dirangkum begini:

Tanggapan Budi Asali:


Berdasarkan penelitian sebagian pakar Alkitab? Pakar yang mana? Penelitian apa? Mana buktinya?
Seandainya Natal bisa diketahui saatnya / tahunnya, maka mungkin sekali bisa dihitung kapan Paskah
pada jaman Yesus itu. Tetapi karena dalam faktanya Natal tak diketahui bukan hanya tanggal dan
bulannya, tetapi juga tahunnya, maka mustahil bisa meneliti Paskah saat itu jatuh pada hari apa!
Dan seandainya Paskahnya jatuh pada hari Rabu, lalu kapan Yesus merayakan Paskah? Hari
Selasa?

Satu hal yang terlihat dipaksakan adalah: kata penulis ini Paskah itu jatuh pada hari Rabu, tetapi
istirahatnya (Sabat Paskah) adalah Rabu sore sampai Kamis sore. Itu hari Kamis! Jadi, Paskahnya
Rabu atau Kamis? Sabatnya / istirahatnya harus pada hari Paskah itu sendiri!!!

Juga kalau Paskah dianggap sebagai Sabat dan itu adalah hari Rabu, lalu bagaimana penulis ini
menafsirkan ayat-ayat yang menunjukkan bahwa hari setelah Sabat itu adalah hari pertama dalam
minggu itu, yang berarti hari Minggu??
Mat 28:1 - “Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu,
pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu”.
Mark 16:1-2 - “(1) Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome
membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus. (2) Dan pagi-pagi benar pada hari
pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur”.

Sekalipun saya tahu bahwa hari-hari raya Yahudi sering disebut sebagai ‘Sabat’ seperti dalam Kol
2:16, tetapi dari ayat-ayat di atas sudah kelewat jelas bahwa Sabat ini adalah Sabat yang umum, yaitu
hari Sabtu!

Juga kalau Paskah dan kematian Yesus terjadi hari Rabu, apa alasannya perempuan-perempuan itu
beristirahat? Kalau Paskah dan kematian Yesus jatuh pada hari Jumat, maka Jumat sore pk 18 sudah
termasuk Sabtu dan itu hari Sabat, sehingga mereka memang harus beristirahat. Tetapi kalau Paskah
dan kematian Yesus jatuh pada hari Rabu, apa alasannya sehingga mulai sorenya (pk 18) mereka
beristirahat?

Luk 23:56-24:1 - “(23:56) Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur.
Dan pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat, (24:1) tetapi pagi-pagi benar pada hari
pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka”.

Jelas bahwa peristiwanya sebetulnya adalah sebagai berikut: Jumat pk 3 siang Yesus mati, lalu mayat
diturunkan, dan diberi rempah-rempah seadanya dan dikuburkan, lalu Jumat sore pk 18, itu sudah
masuk Sabtu (Sabat) dan karena itu mereka harus beristirahat. Sabtu sore sebetulnya sudah bisa
memberikan rempah-rempah lagi, tetapi mungkin dianggap terlalu malam, maka hal itu dilakukan
minggu pagi!
1. Rabu pagi hingga sore, Yesus Kristus disalib, 'EREV PESAKH
2. Rabu sore hingga Kamis sore, PESAKH (Paskah Yahudi) disebut juga SYÂBAT GADÔL, sabat
besar.
3. Kamis sore hingga Jumat sore, para wanita membeli rempah-rempah setelah Sabat Paskah (Markus
16:1) tetapi sebelum Sabat Mingguan (Sabtu).
4. Jumat sore hingga Sabtu sore, Sabat Mingguan (Sabtu), para wanita beristirahat (Lukas 23:56).
5. Sabtu sore hingga Minggu sore, Yesus Kristus bangkit.

Tanggapan Budi Asali:


Seperti di atas sudah saya katakan, ada sesuatu yang sangat tak cocok di point no 2. Yesus tersalib
harus pada Paskah, makanya Ia disebut anak domba Paskah (1Kor 5:7)

Rangkuman di atas membuktikan perkataan Yesus Kristus dalam Matius 12:40, "Sebab seperti Yunus
tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam
rahim bumi tiga hari tiga malam." Tenggang waktu antara Rabu sore dengan Sabtu sore merupakan
tenggang waktu tiga hari dan tiga malam.
24 jam pertama, Rabu sore hingga Kamis sore;
24 jam kedua: Kamis sore hingga Jumat sore;
24 jam ketiga: Jumat sore hingga Sabtu sore.

Tanggapan Budi Asali:


Sama sekali tak perlu dilakukan penghitungan hari seperti itu, karena bagi mereka tradisinya untuk
mengatakan ‘3 hari’, bahkan ‘3 hari 3 malam’, adalah ‘sebagian dari hari pertama, seluruh hari kedua,
dan sebagian hari ketiga’.

Contoh:

1. Ester 4:16-5:1 - “(4:16) ‘Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan
berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu
malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangkupun akan berpuasa demikian, dan kemudian
aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa
aku mati, biarlah aku mati.’ (4:17) Maka pergilah Mordekhai dan diperbuatnyalah tepat seperti yang
dipesankan Ester kepadanya. (5:1) Pada hari yang ketiga Ester mengenakan pakaian ratu, lalu
berdirilah ia di pelataran dalam istana raja, tepat di depan istana raja. Raja bersemayam di atas
takhta kerajaan di dalam istana, berhadapan dengan pintu istana itu”.
Perhatikan bahwa Ester 4:16 mengatakan bahwa orang-orang Yahudi itu diminta untuk berpuasa 3
hari penuh, kemudian Ester akan menghadap raja. Tetapi Ester 5:1 mengatakan ‘pada hari yang
ketiga’ (bukan ‘setelah hari ketiga’), Ester sudah menghadap raja. Ini menunjukkan bahwa pada
hari ke 3 mereka hanya berpuasa dalam sebagian dari hari itu, tetapi toh dianggap sebagai satu
hari penuh.

2. Kej 42:17-18 - “(17) Dan dimasukkannyalah mereka bersama-sama ke dalam tahanan tiga hari
lamanya. (18) Pada hari yang ketiga berkatalah Yusuf kepada mereka: ‘Buatlah begini, maka kamu
akan tetap hidup, aku takut akan Allah”.
Penjelasannya sama dengan tentang Ester di atas.

3. Mat 27:63-64 - “(63) dan mereka berkata: ‘Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidupNya
berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit. (64) Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur
itu sampai hari yang ketiga; jikalau tidak, murid-muridNya mungkin datang untuk mencuri Dia, lalu
mengatakan kepada rakyat: Ia telah bangkit dari antara orang mati, sehingga penyesatan yang
terakhir akan lebih buruk akibatnya dari pada yang pertama.’”.
Penjelasannya sama dengan yang di atas.

4. 2Taw 10:5,12 - “(5) Tetapi ia menjawab mereka: ‘Datanglah kembali kepadaku lusa.’ Lalu pergilah
rakyat itu. ... (12) Lusanya datanglah Yerobeam dengan segenap rakyat kepada Rehabeam, seperti
yang dikatakan raja: ‘Kembalilah kepadaku lusa.’”.
KJV: ‘after three days ... on the third day ... on the third day’ (= setelah 3 hari ... pada hari yang ke 3
... pada hari yang ke 3).
RSV: ‘in three days ... the third day ... the third day’ (= dalam 3 hari ... hari yang ke 3 ... hari yang ke
3).
NIV: ‘in three days ... three days later ... in three days’ (= dalam 3 hari ... 3 hari lagi ... dalam 3 hari).
NASB: ‘in three days ... on the third day ... on the third day’ (= dalam 3 hari ... pada hari ke 3 ...
pada hari ke 3).
Yesus mati hari Jum’at. Biarpun Ia mati hari Jum’at pada 15.00, tetapi Jum’at pk 15.00-18.00 (hanya 3
jam) dianggap / dihitung sebagai satu hari. Seluruh hari Sabtu Ia ada dalam kubur, dan itu dianggap /
dihitung sebagai hari kedua. Lalu sebagian dari hari Minggu (pk 18.00 - pk 4 atau 5 pagi, ini hanya kira-
kira 10 atau 11 jam) Ia masih ada dalam kubur dan itu dianggap sebagai hari ketiga. Jadi, kata-kata
Yesus dalam Mat 12:40 cocok dengan apa yang Ia alami.

Satu hal yang harus diperhatikan adalah: orang-orang Yahudi tidak menganggap bahwa kata-kata
Yesus dalam Mat 12:40 tidak cocok dengan fakta bahwa Yesus mati / ada dalam kubur hanya sekitar
37-38 jam. Kalau mereka menganggap tidak cocok, pasti mereka akan menuduh Yesus sebagai
pendusta / nabi palsu karena nubuat / kata-kataNya salah.

Barnes’ Notes (tentang Mat 12:40): “‘Three days and three nights.’ It will be seen in the account of the
resurrection of Christ that he was in the grave but two nights and a part of three days. See Matt 28:6. This
computation is, however, strictly in accordance with the Jewish mode of reckoning. If it had ‘not’ been, the
Jews would have understood it, and would have charged our Saviour as being a false prophet, for it was well
known to them that he had spoken this prophecy, Matt 27:63. Such a charge, however, was never made” (=
‘Tiga hari dan tiga malam’. Akan terlihat dalam cerita tentang kebangkitan Kristus bahwa Ia ada dalam
kubur hanya dua malam dan sebagian dari 3 hari. Lihat Mat 28:6. Tetapi perhitungan ini secara ketat
sesuai dengan cara perhitungan Yahudi. Seandainya tidak demikian, orang-orang Yahudi akan sudah
mengertinya, dan akan sudah menuduh Juruselamat kita sebagai seorang nabi palsu, karena mereka tahu
bahwa Ia telah mengucapkan nubuat ini, Mat 27:63. Tetapi tuduhan seperti itu tidak pernah dibuat; dan
karena itu adalah jelas bahwa apa yang dimaksud oleh ramalan ini tercapai / digenapi).

Oleh karena Sabat Mingguan berakhir pada petang hari, maka Sabtu malam sudah mulai hari pertama.
Yesus Kristus bangkit pada hari pertama, entah pada jam berapa, mungkin tengah malam. Yang jelas
adalah pada waktu fajar, para wanita yang datang ke kubur-Nya, mereka menemukan kubur yang
kosong. YESUS KRISTUS SUDAH BANGKIT.

Tanggapan Budi Asali:


Kok bisa tak tahu jam berapa? Tadi di atas penulis ini menekankan ‘3 hari 3 malam’ berarti 72 jam!
Di atas penulis ini mengatakan bahwa Yesus bangkit antara Sabtu sore sampai minggu sore, jadi tetap
hari Minggu. Tetapi ini berarti Ia dalam kubur selama lebih dari 72 jam.

Alkitab mengatakan bahwa Yesus mati pk 3 siang.


Mark 15:34-37 - “(34) Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: ‘Eloi, Eloi, lama
sabakhtani?’, yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (35) Mendengar itu,
beberapa orang yang berdiri di situ berkata: ‘Lihat, Ia memanggil Elia.’ (36) Maka datanglah seorang
dengan bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam lalu mencucukkannya pada sebatang
buluh dan memberi Yesus minum serta berkata: ‘Baiklah kita tunggu dan melihat apakah Elia datang
untuk menurunkan Dia.’ (37) Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawaNya”.

Kalau antara Mark 15:34 dan Mark 15:37 dianggap ada jangka waktu tertentu, maka Ia mati setelah pk
3 siang, tetapi tidak mungkin melewati pk 6 sore, karena itu akan masuk hari berikutnya, dan tak ada
waktu bagi Nikodemus dsb untuk menurunkan mayatNya, memberi rempah-rempah dan sebagainya.

Kalau ini ditambah dengan 72 jam dalam kubur, maka Yesus bangkit hari Sabtu antara pk 15 - pk 18.
Baik hitungan Yahudi atau Romawi, ini tetap hari Sabtu, bukan Minggu.

Tetapi Alkitab secara sangat jelas menyatakan bahwa Yesus bangkit pada hari pertama dalam minggu
itu, dan itu jelas hari Minggu!

Mat 28:1 - “Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu,
pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu”.
Mark 16:1-2 - “(1) Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome
membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus. (2) Dan pagi-pagi benar pada hari
pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur”.
Luk 24:1 - “tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa
rempah-rempah yang telah disediakan mereka”.
Yoh 20:1 - “Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria
Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur”.

Meskipun ada dua versi tentang hari kematian Yesus Kristus yaitu Rabu dan Jumat, namun hal itu bukan
mengurangi arti dan tujuan wafat atau kematian Yesus Kristus. Yang jelas bahwa Kristus sudah datang.
Dengan datangnya Anak Domba Allah yang sudah dikorbankan, maka perayaan PESAKH Yahudi tidak
diperlukan lagi, karena wujud dari apa yang dibayangkan oleh Anak Domba Paskah itu sudah datang
dan menyelesaikan misi keselamatan-Nya. Tidak penting untuk memperdebatkan pada hari apa Dia
wafat, sebaga (sebab?) yang perlu diketahui adalah bahwa Dia sudah wafat, kita dapat
memperingatinya pada hari apa pun juga seperti halnya kita dapat mengadakan Perjamuan Kudus
kapan saja untuk memperingati kematian-Nya .
Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru
yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan
akan Aku!" (1 Korintus 11:25, TB-LAI)

Jakarta, April 2006

Disalin dari :
Yohannes/ Biblika

Tanggapan Budi Asali:


Tulisan ini sedikitpun tak menggoyahkan kepercayaan saya bahwa Yesus mati pada hari Jumat (Jumat
Agung) dan bangkit pada hari Minggu dini hari (Paskah / Easter). Saya yakin bahwa argumentasi-
argumentasi saya di atas sudah cukup kuat dan jelas. Tetapi ada beberapa hal yang ingin saya
tambahkan:

1) Tulisan ini sekalipun menggunakan banyak bahasa Inggris, Ibrani dan Yunani, sehingga
kelihatannya sangat akademis, tetapi sebetulnya tak ada perlunya karena sebetulnya
argumentasinya hanya bertumpu pada hal-hal yang tak ada buktinya, yaitu:
a) Tradisi yang menurut saya salah, yaitu bahwa Paskah tak boleh jatuh pada hari Sabtu.
b) Tentang Sabat tahun 2001.
c) Penyelidikan sebagian pakar Alkitab bahwa Paskah pada jaman Yesus itu jatuh pada hari
Rabu.
d) Keharusan menggunakan roti manis dengan telur dan ragi pada hari Sabat, yang tak pernah
ada dalam Alkitab!

Jadi, bagian yang menggunakan bahasa Inggris, Ibrani dan Yunani itu sebetulnya hanya
‘kembangan’ saja sebagai kedok, seakan-akan tulisan ini sangat akademis!

2) Selama hampir 2000 tahun semua ahli Alkitab di seluruh dunia (ahli theologia, para penafsir dsb)
sepakat bahwa Yesus mati pada hari Jumat, dan bangkit pada hari Minggu. Memangnya mereka
bodoh semua? Tahu-tahu di abad 21 ada yang menemukan teori baru, seakan-akan mereka
semua salah? Jadi, istilah yang sudah begitu umum seperti ‘Good Friday’ / ‘Jumat Agung’ harus
diganti menjadi ‘Good Wednesday’ / ‘Rabu Agung’?

3) Memang Penulis ini tidak memastikan teorinya itu, dan memang persoalan hari sebetulnya tidak
terlalu penting, yang penting adalah fakta / peristiwa itu sendiri.

Bdk. Ro 14:5-6 - “(5) Yang seorang menganggap hari yang satu lebih penting dari pada hari yang lain,
tetapi yang lain menganggap semua hari sama saja. Hendaklah setiap orang benar-benar yakin dalam
hatinya sendiri. (6) Siapa yang berpegang pada suatu hari yang tertentu, ia melakukannya untuk
Tuhan. Dan siapa makan, ia melakukannya untuk Tuhan, sebab ia mengucap syukur kepada Allah.
Dan siapa tidak makan, ia melakukannya untuk Tuhan, dan ia juga mengucap syukur kepada Allah”.

Tetapi dalam hal ini saya tidak sependapat kalau semua orang boleh merayakan hari kematian dan
kebangkitan Yesus kapan saja. Berbeda dengan Natal yang memang tak bisa diketahui kapan
terjadinya (jangankan tanggal dan bulannya, tahunnyapun tidak pasti!), tetapi hari kematian dan
kebangkitan Kristus bisa diketahui dengan pasti saatnya, biarpun harus dengan penanggalan
Yahudi. Jadi, TULISAN INI BISA MEMBUAT KEKACAUAN DI ANTARA ORANG-ORANG
KRISTEN, dan memang sudah terjadi kekacauan seperti itu, karena saya tahu dengan pasti bahwa
sekarang ada orang-orang Kristen / gereja-gereja yang merayakan hari kematian dan kebangkitan
Yesus bukan pada Jumat Agung maupun Paskah / Easter tetapi pada hari lain. KELIHATANNYA
HAL KECIL, TETAPI BISA MENIMBULKAN PERPECAHAN!

-AMIN-

Anda mungkin juga menyukai