0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan12 halaman

Edukasi Covid-19 di Desa Jebed Selatan

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut membahas tentang edukasi masyarakat terkait Covid-19, adaptasi kebiasaan baru, dan pendataan penduduk rentan di Desa Jebed Selatan. 2. Hasil edukasi menunjukkan peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat terkait Covid-19 dan adaptasi kebiasaan baru. 3. Pendataan penduduk rentan meliputi balita, lansia, dan pen

Diunggah oleh

Amel
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan12 halaman

Edukasi Covid-19 di Desa Jebed Selatan

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut membahas tentang edukasi masyarakat terkait Covid-19, adaptasi kebiasaan baru, dan pendataan penduduk rentan di Desa Jebed Selatan. 2. Hasil edukasi menunjukkan peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat terkait Covid-19 dan adaptasi kebiasaan baru. 3. Pendataan penduduk rentan meliputi balita, lansia, dan pen

Diunggah oleh

Amel
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG MASALAH


Virus corona terbaru (COVID-19) terjadi pada akhir 2019 di Wuhan,
China. Sampai 31 Maret 2020, kasus COVID-19 di China sebanyak 81.620,
dengan 3.322 jiwa meninggal dunia, dan 76.571 jiwa berhasil sembuh. Virus
tersebut telah menyebar ke 203 negara, dengan kasus terkonfirmasi sejumlah
827.419 dengan angka kematian 40.777 jiwa. Indonesia tidak lepas dari
COVID-19, dengan data kasus positif per 28 Agustus 2020 sebanyak 165.887
jiwa, sembuh 120.900 jiwa, dan meninggal sebanyak 7.169 jiwa.
Adapun data jumlah kasus positif Covid-19 di Jawa Tengah per 28
Agustus 2020 sebanyak 13.467 jiwa, sembuh 8.701 jiwa, dan meninggal
sebanyak 965 jiwa.
Kabupaten Pemalang merupakan salah satu kabupaten dari Jawa tengah
dimana termasuk salah satu zona merah, dimana jumlah kasus positif 163
orang, dengan orang sembuh sejumlah 138, meninggal 11 orang, dan dirawat
14 orang (Update Info corona Pemalang, 28 Agustus 2020).
Secara geografis wilayah Desa Jebed Selatan berbatasan dengan beberapa
wilayah, yang meliputi :
1. Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Jebed Utara.
2. Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Penggarit.
3. Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Saradan.
4. Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Kejambon.
Desa Jebed Selatan RT 02 RW 07 terdiri dari 84 KK, dimana hasil
pengisian kuesioner Need Assessment oleh salah satu kader desa menyatakan
permasalahan kesehatan yang berkaitan dengan Covid-19 yaitu:
a. Masih jarang tempat CTPS disetiap rumah
b. Kesadaran PHBS rendah
c. Rendahnya pelaporan dan pendataan warga rentan sakit
d. Masih ada warga yang berkumpul
e. Masyarakat kurang patuh memakai masker saat keluar rumah
1.2. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan analisis sosial yang telah diuraikan, dapat diketahui rumusan
masalah sebagai berikut:
1.2.1. Bagaimana pengaruh sosialisasi terkait pengetahuan, sikap, dan perilaku
terhadap Covid-19 pada warga Dusun Karang Sembung RT 02 RW 07?
1.2.2. Bagaimana pengaruh edukasi terkait adaptasi kebiasaan baru pada warga
Dusun Karang Sembung RT 02 RW 07?
1.2.3. Bagaimana hasil pendataan pendudduk rentan sakit beserta faktor
risikonya di Dusun Karang Sembung RT 02 RW 07?
1.3. TUJUAN PENELITIAN
1.3.1. Untuk mengetahui pengaruh sosialisasi terkait pengetahuan, sikap, dan
perilaku terhadap Covid-19 pada warga Dusun Karang Sembung RT 02
RW 07.
1.3.2. Untuk mengetahui pengaruh edukasi terkait adaptasi kebiasaan baru pada
warga Dusun Karang Sembung RT 02 RW 07.
1.3.3. Untuk mengetahui hasil pendataan pendudduk rentan sakit beserta faktor
risikonya di Dusun Karang Sembung RT 02 RW 07.
1.4. MANFAAT PENELITIAN
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi sebagai berikut :

1.4.1. Bagi Pemerintah Desa


1.4.1.1. Memberikan sumbangsih pemikiran dalam upaya membantu memberikan
beragam macam jenis media yang dapat diterapkan dan disosialisasikan
kepada masyarakat desa selama pandemi Covid-19.

1.4.2. Bagi Mahasiswa

1.4.2.1. Memberikan pengalaman bagi peneliti sebagai mahasiswi dalam


mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama masa perkuliahan.

1.4.2.2. Memberikan kesempatan bagi penulis sehingga dapat melakukan


penelitian lebih lanjut terkait upaya promosi kesehatan dalam upaya
pencegahan Covid-19.

1.4.3. Bagi Masyarakat

2
1.4.3.1. Menambah pengetahuan bagi masyarakat mengenai informasi pencegahan
Covid-19.

1.4.3.2. Pendataan penduduk rentan sakit lebih diketahui secara akumulatif

3
BAB II

HASIL DAN PEMBAHASAN

2.1 HASIL DAN PEMBAHASAN


2.1.1. Edukasi Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Tentang Covid-19

Hasil pretest tentang pengetahuan terhadap covid-19 rata-rata skor yaitu


77,33. Berdasarkan hasil tersebut sebelum dilakukan edukasi pengetahuan terkait
covid-19 masih kurang. Hasil post test tentang pengetahuan terhadap covid-19
rata-rata skor yang diperoleh 94,29. Nilai tersebut menunjukkan adanya
perubahan tingkat pengetahuan sasaran terkait covid-19 dengan dibuktikan
kenaikan rata-rata sebesar 17%.

Hasil pretest tentang sikap terhadap covid-19 rata-rata skor yaitu 84.
Berdasarkan hasil tersebut sebelum dilakukan edukasi sikap terkait covid-19
masih kurang Hasil post test tentang pengetahuan terhadap covid-19 rata-rata skor
yang diperoleh 86,67. Nilai tersebut menunjukkan adanya perubahan tingkat sikap
sasaran terkait covid-19 dengan dibuktikan kenaikan rata-rata sebesar 3%.

Hasil pretest tentang perilaku terhadap covid-19 rata-rata skor yaitu 78,67.
Berdasarkan hasil tersebut sebelum dilakukan edukasi perilaku terkait covid-19
masih kurang. Hasil post test tentang pengetahuan terhadap covid-19 rata-rata
skor yang diperoleh 95,71. Nilai tersebut menunjukkan adanya perubahan tingkat
perilaku sasaran terkait covid-19 dengan dibuktikan kenaikan rata-rata sebesar
17%.

2.1.2. Edukasi Adaptasi Kebiasaan Baru

Sasaran sudah cukup memahami terkait adaptasi kebisaan baru di


lingkungan Desa Jebed Selatan. Hasil post test tentang pengetauan terkait adaptasi
kebiasaan baru yang dikerjakan sebelum edukasi yaitu rata-rata skor yang
diperoleh 72. . Sedangkan untuk skor rata-rata setelah edukasi yaitu sebesar 82,67.
Nilai tersebut menunjukkan adanya perubahan tingkat pengetahuan sasaran terkait
adaptasi kebiasaan baru dengan dibuktikan kenaikan rata-rata sebesar 11%.

4
Berdarkan analisa tersebut terjadi perubahan skor pretest dan post test secara
signifikan.

Hasil post test tentang sikap terkait adaptasi kebiasaan baru yang dikerjakan
sebelum edukasi 76. Sedangkan untuk distribusi rata-rata nilai sikap anggota
keluarga sesudah diberi intervensi adalah 92. Nilai tersebut menunjukkan adanya
perubahan tingkat pengetahuan sasaran terkait adaptasi kebiasaan baru dengan
dibuktikan kenaikan rata-rata sebesar 16%. Berdarkan analisa tersebut terjadi
perubahan skor pretest dan post test secara signifikan.

Hasil post test tentang perilaku terkait adaptasi kebiasaan baru yang
dikerjakan sebelum edukasi 77,33. Sedangkan untuk distribusi rata-rata nilai
perilaku anggota keluarga sesudah diberi intervensi adalah 98,67. Nilai tersebut
menunjukkan adanya perubahan tingkat pengetahuan sasaran terkait adaptasi
kebiasaan baru dengan dibuktikan kenaikan rata-rata sebesar 21%. Berdarkan
analisa tersebut terjadi perubahan skor pretest dan post test secara signifikan.

2.1.3. Pendataan Penduduk Rentan Sakit

Pendataan penduduk rentan sakit dilakukan di RT 02 RW 07 Desa Jebed


Selatan, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang. Belum adanya pendataan
penduduk rentan sakit dari pihak pelayanan kesehatan setempat dimasa pandemi
seperti ini menjadi salah satu faktor penyebab virus COVID-19 semakin
bertambah terutama pada penduduk lanjut usia, orang yang memiliki riwayat
penyakit menahun dan balita.

Jumlah balita dengan penyakit kronis tidak ada. Perbedaan presentase


jumlah balita berdasarkan jenis kelamin yaitu laki-laki 37,5% dan perempuan
62,5%.

5
Persentase Jumlah Balita di RT 02 RW 07
Desa Jebed Selatan

Laki-Laki
37,5% Perempuan

62.5%

Gambar 2.1 Persentase Jumlah Balita di RT 02 RW 07 Desa Jebed Selatan

Persentase Jumlah Lansia di RT 02 RW 07


Desa Jebed Selatan

28,7%
Laki-Laki
Perempuan

71,43

Gambar 2.2 Persentase Jumlah Lansia di RT 02 RW 07 Desa Jebed Selatan

6
Jumlah Penduduk dengan Penyakit
Menahun

Hipertensi
Asam Urat
Lain-Lain

Gambar 2.3 Jumlah Penduduk denagn Penyakit Menahun di RT 02 RW 07


Desa Jebed Selatan

Data lansia menunjukkan bahwa terdapat 70% dengan penyakitmenahun


hipertensi sedangkan yang lainnya terdapat diabetes, asam urat dan lainnya.

2.2. LUARAN KEGIATAN

2.2.1 Edukasi Terkait Covid-19


Luaran yang dicapai dalam kegiatan edukasi rutin terkait terkait covid-19
baik gejala, cara penularan, langkah-langkah pencegahan, isu deskriminasi, berita
palsu, dan info penting yaitu data perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku
yang ditunjukan berdasarkan hasil pretest dan post test. Selain itu terdapat luaran
media yang digunakan yaitu booklet dan poster, serta video dokumentasi.

7
Gambar 2.4. Media edukasi informasi COVID-19

2.2.2. Edukasi Adaptasi Kebiasaan Baru


Luaran yang dicapai dalam kegiatan edukasi rutin terkait adaptasi kebiasaan
baru yang ditunjukan berdasarkan hasil pretest dan post test. Selain itu terdapat
luaran media yang digunakan yaitu leaflet dan video, serta video dokumentasi.

8
Gambar 2.5. Media edukasi Adaptasi Kebiasaan Baru
2.2.2 Pendataan Penduduk rentan Sakit
Luaran yang dicapai dalam kegiatan pendataan penduduk rentan sakit yaitu
laporan pendataan penduduk, video dokumentasi, dan policy brief.

9
Gambar 2.6. Hasil pendataan dan Policy Brief

10
BAB III

PENUTUP

5.1. SIMPULAN

Berdasarkan penjelasan laporan di atas maka dapat disimpulkan bahwa :

1. Identifikasi masalah kesehatan yang ada di RT 02 RW 07 Desa Jebed Selatan,


Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang menggunakan Diagram Fishbone
dan metode hanlon kuantitatif yang didiskusikan bersama ketua RT
diwakilkan kader desa sehingga mendapat prioritas masalah kesehatan
edukasi pengetahuan, sikap dan perilaku tentang COVID-19 serta adaptasi
kebiasaan baru (New Normal) dan pendataan penduduk rentan sakit.
2. Penyebab kurangnya pengetahuan, sikap dan perilaku tentang COVID-19
serta belum adanya pendataan penduduk rentan sakit yaitu belum adanya
edukasi serta pendataan penduduk rentan sakit dari pihak pelayanan
kesehatan setempat.

a. Prioritas alternatif pemecahan masalah di RT 02 RW 07 Desa Jebed


Selatan berdasarkan hasil metode analisis SWOT yaitu Edukasi
masyarakat mengenai informasi Covid-19 dan adaptasi kebiasaan baru
secara door to door.
b. Masyarakat diajak untuk mengadakan CTPS disetiap rumahnya, terutama
bagi warga yang memiliki anggota keluarga rentan sakit.
c. Masyarakat diajak untuk melakukan beberapa upaya pencegahan agar
terhindar dari Covid-19 dan dapat dilakukan mandiri sesuai waktu yang
bisa dilakukan.
d. Pemerintah desa membuat program desa sehat sebagai upaya pencegahan
sesuai kelompok umur warga Desa Jebed Selatan.
3. Hasil dari pelaksanaan intervensi permasalahan kurangnya pengetahuan,
sikap dan perilaku serta belum adanya pendataan penduduk rentan sakit di RT
02 RW 07, Desa Jebed Selatan yaitu meningkatnya pengetahuan, dan perilaku
anggota keluarga mengenai COVID-19 sedangkan pada sikap tidak ada
perbedaan, dan meningkatnya sikap dan perilaku anggota keluarga mengenai

11
adaptasi kebiasaan baru sedangkan pada pengetahuan tidak ada perbedaan
serta adanya pendataan penduduk rentan sakit di lingkungan masyarakat RT
02 RW 07 Desa Jebed Selatan.
5.2. SARAN

5.2.1 Bagi Masyarakat Desa Jebed Selatan RT 02 RW 07

1. Masyarakat diharapkan dapat lebih sadar dan memperhatikan status


kesehatan.
2. Masyarakat diharapkan mampu merubah perilaku hidupnya ke arah pola
hidup yang sehat
3. Perlu adanya tindak lanjut dari warga Desa Jebed Selatan dan perangkat desa
mengenai program upaya pencegahan COVID-19
5.2.2 Bagi Mahasiswa Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat

Mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat diharapkan mampu melanjutkan


program intervensi yang sudah ada agar capaian intervensi dapat terlaksana.

12

Anda mungkin juga menyukai