Laporan Hipertensi di RSDH Cianjur 2024
Laporan Hipertensi di RSDH Cianjur 2024
Tugas ini disusun sebagai salah satu bentuk penugasan dalam Praktik Klinik Keperawatan Dasar
Profesi (KDP)
NIM : 18230500008
2024
A. Konsep Penyakit Hipertensi
1. Pengertian Hipertensi
2. Klasifikasi Hipertensi
Menurut (WHO, 2018) batas normal tekanan darah adalah tekanan darah sistolik
kurang dari 120 mmHg dan tekanan darah diastolik kurang dari 80 mmHg. Seseorang
yang dikatakan hipertensi bila tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan
diastolik lebih dari 90 mmHg.
Faktor predisposisi
Pelepasan renin
Gangguan Sirkulasi
Penurunan Fatigue
Respon RAA Curah jantung
Nyeri
Intoleransi
akut
Rangsang aldosteron aktivitas
Retensi Na KELEBIHAN
VOLUME CAIRAN
4. Etiologi
Berdasarkan buku Brunner & Suddarth (2016) Hipertensi berdasarkan penyebabnya dapat
dibedakan menjadi 2 golongan besar yaitu :
a. Hipertensi Primer
Meskipun hipertensi primer belum diketahui dengan pasti penyebabnya, data-data
penelitian telah menemukan beberapa faktor yang sering menyebabkan terjadinya
hipertensi. Pada umunya hipertensi tidak mempunyai penyebab yang spesifik.
Hipertensi terjadi sebagai respon peningkatan cardiac output atau peningkatan tekanan
perifer. Namun ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi:
- Genetik: Respon nerologi terhadap stress atau kelainan eksresi atautransport Na.
- Obesitas: terkait dengan level insulin yang tinggi yang mengakibatkantekanan
darah meningkat.
- Stress Lingkungan.
Penyebab hipertensi pada orang dengan lanjut usia adalah terjadinya perubahan –
perubahan pada :
a) Anamnesis
Anamnesis menyeluruh diperlukan untuk penegakan diagnosis, penilaian progresi
penyakit serta risiko komplikasi penyakit kardiovaskular dan pemilihan terapi
antihipertensi. Anamnesis sebaiknya meliputi hal berikut.
b) Gejala
Sebagian besar pasien tidak bergejala. Jika bergela, gejala yang sering dikeluhkan
pasien berupa nyeri kepala. Gejala yang dialami terkait komplikasi seperti fatigue,
sesak nafas saat beraktifitas, kaki bengkak, kelemahan tubuh satu sisi, dan penglihatan
buram.
c) Riwayat Kejadian Kardiovaskular
Tanyakan kepada pasien apakah sebelumnya sudah didiagnosis hipertensi. Selain itu
tanyakan riwayat penyakit kardiovaskular sebelumnya yakni sindrom koroner akut,
gagal jantung, penyakit ginjal kronis, penyakit arteri perifer, sleep apneu, stroke,
transient ischemic attack, demensia.
d) Faktor Risiko
Faktor risiko perlu ditanyakan untuk menilai risiko komplikasi penyakit
kardiovaskular serta perencanaan terapi. Hal yang perlu ditanya yakni komorbid
terkait risiko penyakit kardiovaskular seperti diabetes, hiperkolesterol, gaya hidup
(inaktivitas fisik, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol)
e) Riwayat Konsumsi Obat
Hal ini perlu ditanyakan untuk penyesuaian jenis dan dosis antihipertensi pada pasien
yang sudah sering berobat untuk masalah hipertensi. Selain itu untuk penilaian ada
tidaknya konsumsi obat yang memiliki efek memicu kenaikan tekanan darah.
f) Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik utama yakni pengukuran tekanan darah. Pemeriksaan fisik secara
lengkap juga perlu dilakukan untuk menilai ada tidaknya komorbid serta komplikasi.
7. Manifestasi Klinis Hipertensi
Menurut Tambayong (dalam Nurarif A.H., & Kusuma H., 2016), tanda dan gejala
pada hipertensi dibedakan menjadi :
1. Tidak ada gejala
Tidak ada gejala yang spesifik yang dapat dihubungkan dengan peningkatan tekanan
darah, selain penentuan tekanan arteri oleh dokter yang memeriksa. Hal ini berarti
hipertensi arterial tidak akan pernah terdiagnosa jika tekanan darah tidak teratur.
2. Gejala yang lazim
Sering dikatakan bahwa gejala terlazim yang menyertai hipertensi meliputi nyeri
kepala dan kelelahan. Dalam kenyataanya ini merupakan gejala terlazim yang
mengenai kebanyakan pasien yang mencari pertolongan medis. Beberapa pasien
yang menderita hipertensi yaitu :
a. Mengeluh sakit kepala, pusing
b. Lemas, kelelahan
c. Sesak nafas
d. Gelisah
e. Mual
f. Muntah
g. Epistaksis
h. Kesadaran menurun
8. Penatalaksanaan
Terapeutik
● Posisikan pasien semi fowler atau
fowler dengan kaki kebawah atau
posisi nyaman
● Berikan diet jantung yang sesuai
(mis. batasi asupan kafein, natrium,
kolesterol, dan makanan tinggi
lemak)
● Fasilitasi pasien dan keluarga untuk
modifikasi gaya hidup sehat
● Berikan terapi relakasasi untul
mengurangi stress, jika perlu.
● Berikan dukungan emosional dan
spiritual
Edukasi
● Anjurkan beraktivitas fisik sesuai
toleransi
● Anjurkan beraktivitas fisik secara
bertahap
● Anjurkan berhenti merokok
● Ajarkan pasien dan keluarga
mengukur intake dan output cairan
harian
Kolaborasi
● Kolaborasi pemberian obat
hipertensi, jika perlu
2 Intoleransi aktivitas b.d kelemahan, Setelah dilakukan tindakan keperawatan Manajemen Energi
ketidakseimbangan suplai dan selama …x/24 jam diharapkan respon Observasi
kebutuhan oksigen fisiologis terhadap aktivitas yang ● Identifikasi gangguan fungsi tubuh
membutuhkan tenaga Meningkat. yang mengakibatkan kelelahan
Kriteria Hasil : ● Monitor kelelahan fisik dan
● Kemudahan melakukan aktivitas emosional
sehari – hari : Meningkat (5) ● Monitor pola dan jam tidur
● Kecepatan berjalan : Meningkat (5) ● Monitor lokasi dan
● Keluhan lelah : Menurun (5) ketidaknyamanan selama
● Dispnea saat aktivitas : Menurun (5) melakukan aktivitas
● Dispena setelah aktivitas : Menurun Terapeutik
(5) ● Sediakan lingkungan nyaman dan
● Frekuensi nadi : Membaik (5) rendah stimulus (mis. cahaya,
● Tekanan darah : Membaik (5) suara, kunjungan)
● Saturasi oksigen : Membaik (5) ● Lakukan latihan rentang gerak
● Frekuensi napas : Membaik (5) pasif dan/atau aktif
● Berikan aktivitas distraksi yang
menenangkan
● Fasilitasi duduk di sisi tempat tidur,
jika tidak dapat berpindah atau
berjalan
Edukasi
● Anjurkan tirah baring
● Anjurkan melakukan aktivitas
secara bertahap
● Ajarkan strategi koping untuk
mengurangi kelelahan
Kolaborasi
● Kolaborasi dengan ahli gizi tentang
cara meningkatkan asupan
makanan.
3 Nyeri akut b.d peningkatan tekanan Setelah dilakukan tindakan keperawatan Manajemen Nyeri
vaskuler serebral selama …x/24 jam diharapkan tingkatan Observasi
nyeri klien Menurun. ● Identifikasi lokasi, karakteristik,
Kriteria Hasil : durasi, frekuensi, kualitas,
● Keluhan nyeri : Menurun (5) intensitas nyeri.
● Meringis : Menurun (5) ● Identifikasi skala nyeri
● Sikap protektif : Menurun (5) ● Identifikasi respon nyeri non verbal
● Gelisah : Menurun (5) ● Identifikasi faktor yang
● Kesulitan tidur : Menurun (5) memperberat dan memperingan
● Frekuensi nadi : Membaik (5) nyeri
● Pola napas : Membaik (5) ● Identifikasi pengetahuan dan
● Tekanan darah : Membaik (5) keyakinan tentang nyeri
● Proses berpikir : Membaik (5)
● Nafsu makan : Membaik (5) ● Identifikasi pengaruh dan budaya
● Pola tidur : Membaik (5) terhadap respon nyeri
● Identifikasi respon nyeri pada
kualitas hidup
● Monitor keberhasilan terapi
komplementer yang sudah
diberikan
● Monitor efek samping penggunaan
analgetik
Teraputik
● Berikan teknik non farmakologis
untuk mengurangi rasa nyeri (mis.
TENS, hypnosis, akupresur, terapi
music, biofeedback, terapi pijat,
aromaterapi, teknik imajinasi
terbimbing, kompres hangat/dingin,
terapi bermain)
● Kontrol lingkungan yang
memperberat rasa nyeri (mis. suhu
ruangan, pencahayaan, kebisingan)
● Fasilitasi istirahat dan tidur
● Pertimbangkan jenis dan sumber
nyeri dalam pemilihan strategi
meredakan nyeri
Edukasi
● Jelaskan penyebab, periode, dan
pemicu nyeri
● Jelaskan strategi meredakan nyeri
● Anjurkan memonitor nyeri secara
mandiri
● Anjurkan menggunakan analgetik
secara tepat
● Ajarkan teknik nonfarmakologis
untuk mengurangi rasa nyeri
Kolaborasi
● Kolaborasi pemberian analgetik,
jika perlu
4 Resiko cedera b.d defisit lapang Setelah dilakukan tindakan keperawatan Manajemen Keselamatan Lingkungan
pandang, motorik atau persepsi selama …x/24 jam diharapkan risiko cedera Observasi
klien Menurun ● Identifikasi kebutuhan keselamatan
Kriteria Hasil : (mis. kondisi fisik, fungsi kognitif,
● Kejadian cedera : Menurun (5) dan riwayat perilaku)
● Luka/lecet : Menurun (5)
● Ekspresi wajah kesakitan : Menurun ● Monitor perubahan status
(5) keselamatan lingkungan
● Agitasi : Menurun (5) Terapeutik
● Iritabilitas : Menurun (5) ● Hilangkan bahaya keselamatan
● Gangguan mobilitas : Menurun (5) lingkungan (mis. fisik, biologi,
● Tekanan darah : Membaik (5) kimia), jika memungkinkan
● Frekuensi nadi : Membaik (5) ● Modifikasi lingkungan untuk
● Frekuensi napas : Membaik (5) meminimalkan bahaya dan risiko
● Pola istirahat/tidur : Membaik (5) Edukasi
● Nafsu makan : Membaik (5) ● Ajarkan individu, keluarga, dan
kelompok risiko tinggi bahaya
lingkungan
5 Kurang pengetahuan b.d kurangnya Setelah dilakukan tindakan keperawatan Edukasi Kesehatan
informasi tentang proses penyakit selama …x/24 jam diharapkan tingkat Observasi
pengetahuan klien Meningkat ● Identifikasi kesiapan dan
kemampuan menerima informasi
Kriteria Hasil : ● Identifikasi faktor-faktor yang
● Perilaku sesuai anjuran : Meningkat dapat meningkatkan dan
(5) menurunkan motivasi perilaku
● Verbalisasi minat dalam belajar : hidup bersih dan sehat
Meningkat (5) Terapeutik
● Kemampuan menjelaskan ● Sediakan materi dan media
pengetahuan tentang suatu topik : pendidikan kesehatan
Meningkat (5) ● Jadwalkan pendidikan kesehatan
● Perilaku sesuai dengan pengetahuan: sesuai kesepakatan
Meningkat (5) ● Berikan kesempatan untuk bertanya
● Pertanyaan tentang masalah yang Edukasi
dihadapi : Menurun (5) ● Jelaskan faktor risiko yang dapat
● Persepsi yang keliru terhadap mempengaruhi kesehatan
masalah : Menurun (5) ● Ajarkan perilaku hidup bersih dan
sehat
● Ajarkan strategi yang dapat
digunakan untuk meningkatkan
perilaku hidup bersih dan sehat
d. Implementasi Keperawatan
Implementasi keperawatan adalah realisasi tindakan untuk mencapai
tujuan yang telah ditetapkan. Kegiatan dalam pelaksanaan juga meliputi
pengumpulan data berkelanjutan, mengobservasi respon klien selama dan
sesudah pelaksaan tindakan, serta menilai ata yang baru.
e. Evaluasi Keperawatan
Evaluasi keperawatan merupakan aspek penting dari proses
keperawatan untuk mengambil kesimpulan apakah perencanaan harus
dihentikan, dirubah, atau dilanjutkan (Kozier dan Erb’s, 2018). Tahap evaluasi
merupakan penilaian keberhasilan dalam penggunaan proses keperawatan.
Evaluasi dibagi menjadi dua, yaitu : Tinjauan laporan klien harus mencakup
riwayat perawatan, riwayat pemeriksaan Kesehatan dan semua laporan
observasi, pengkajian Kembali terhadap klien berdasarkan tujuan kriteria yang
dapat diukur seperti mengukur tekanan darah, suhu, dan lain-lain.
DAFTAR PUSTAKA
Doenges, EM., Mary, FM., Alice, CG. (2012) Rencana Asuhan Keperawatan
Pedoman Untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien, Jakarta :
EGC
Kozier & Erb’s. (2016) Fundamental of Nursing : Concept, Process, Practice,
Elsevier
Nurarif .A.H. dan Kusuma. H. (2018). APLIKASI Asuhan Keperawatan
Berdasarkan. Diagnosa Medis & NANDA NIC-NOC. Jogjakarta: Media Action.
Wijaya, Andra Saferi & Yessie Mariza Putri. (2017). Keperawatan Medikal Bedah.
Yogyakarta: Nuha Medik