0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan13 halaman

R.meeting RKS Int 22072020

Dokumen ini berisi rencana teknis pekerjaan interior untuk ruang meeting dan masjid di kantor unit Dieng. Termasuk pekerjaan pemasangan partisi, panel kayu, wall cover, dan perbaikan lantai beton.

Diunggah oleh

Sidik Arzachel
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan13 halaman

R.meeting RKS Int 22072020

Dokumen ini berisi rencana teknis pekerjaan interior untuk ruang meeting dan masjid di kantor unit Dieng. Termasuk pekerjaan pemasangan partisi, panel kayu, wall cover, dan perbaikan lantai beton.

Diunggah oleh

Sidik Arzachel
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA KERJA

DAN
SYARAT TEKNIS
INTERIOR

PERENCANAAN [Link] DAN MASJID


KANTOR UNIT DIENG

20 JULI 2020
RKS INTERIOR - [Link] DAN MASJID
KANTOR UNIT DIENG

PEKERJAAN INTERIOR

1. Pekerjaan Pemasangan Dinding Partisi Gypsum


a. Lingkup Pekerjaan. Pekerjaan ini dilakukan meliputi pemasangan dinding
partisi gypsum. Termasuk pemasangan rangka sesuai yang
disebutkan/ditunjukkan dalam gambar dan sesuai petunjuk konsultan
pengawas.
b. Persyaratan Bahan:
1) Rangka. Rangka vertical dari besi hollow 4 x 4 cm/ 2 x 4 cm, tebal
pelat besi hollow minimal 0,3 mm dan diberi meni. Rangka horizontal
atas dan bawah dari metal runner berbahan steel galvanized, berupa
profil kanal C (C-Channal);
2) Penutup partisi. Digunakan Gymsum Board yang bermutu baik
produk JAYA plasterboard atau produk lain yang setara, tebal = 12
mm;
3) Bahan penutup sambungan partisi. Compound atau bahan plester ex
UB400 atau produk lain yang setara. Paper tape yang
berpori/berlubang dan bergaris tengah, serta corner bead berbahan
metal, yaitu untuk penutup bagian sudut dinding partisi;
4) Bahan insulin glasswool, tebal 4 cm density 28kg/m3; dan
5) Ke semua bahan di atas harus disetujui oleh konsultan pengawas,
perencanaan dan pemberi tugas;
c. Syarat-syarat Pelaksanaan:
1) Sebelum melaksanakan pekerjaan, kontraktor diwajibkan untuk
meneliti gambar-gambar yang ada dan kondisi di lapangan (ukuran
dan peil), termasuk mempelajari bentuk, pola lay-out/penempatan,
cara pemasangan, mekanisme dan detail-detail sesuai gambar. Juga
terlebih dahulu harus memeriksa untuk dikoordinasikan dengan
pekerjaan-pekerjaan yang terkait dengan partisi gymsum,
diantaranya adalah:
a) Pekerjaan instalasi pada dinding; dan
b) Pekerjaan kosen, dan lain sebagainya yang terkait dalam
terlaksananya pekerjaan ini.
2) Gypsum board yang dipasang adalah gypsum board yang telah
dipilih dengan baik, bentuk dan ukuran masing-masing unit sama,
tidak ada bagian yang retak, gompal, atau cacat-cacat lainnya dan
telah mendapat persetujuan dari konsultan pengawas;
3) Sebelum pemasangan metal runner, dibuat tanda/marking terlebih
dahulu di atas bidang lantai sesuai gambar rencana dan diajukan
untuk diperiksa terlebih dahulu olek konssultan pengawas dan
perencana;
Page 2
RKS INTERIOR - [Link] DAN MASJID
KANTOR UNIT DIENG

4) Modul rangka vertical besi hollow adalah setiap berjalak per as = 60


cm;
5) Rangka besi hollow dan metal runner harus siku, tegak, kaku, dan
kuat, kecuali bila dinyatakan lain, missal permukaan mnerupakan
bidang miring sesuai yang ditunjukkan dalam gambar;
6) Bahan penutup langit-langit adaalah gypsum dengan mutu bahan
seperti yang telah dipersyaratkan dengan pola pemasangan sesuai
yang ditunjukkan dalam gambar. Gypsum board dipasang dengan
sekrup khusus, dengan menggunakan alat bor listrik dan setiap
pemasangan masing-masing sekrup sejajar minimal berjarak 300
mm;
7) Kepala sekrup yang terlihat diberi compound agar tertutup dan
diamplas;
8) Sambungan partisi gypsum board diberi compound dengan
sebelumnya diberi paper type khusus gypsum. Setelah compound
kering, diamplas sampai rata dan garis sambungan setiap unit
gypsum board hilang;
9) Bagian sudut partisi gypsumboard yang tidak terlindung oleh material
lain, diberi corner bead dan dicompund dan diamplas dengan baik;
10) Setelah panel gypsum board terpasang, bidang permukaan partisi
harus rata, lurus dan siku, dan antara unit-unit gypsum board tidak
terlihat bergelombang dan sambungan. Kecuali bila dinyatakan lain,
missal permukaan merupakan bidang miring atau melengkung sesuai
yang ditunjukkan dalam gambar; dan
11) Untuk menguji kesikuan/kerataan bidang partisi gypsum, dilakukan
dengan menggunakan waterpass khusus, dan diperiksa bersama-
sama konsultan pengawas/mk.

2. Pekerjaan Pemasangan Panel Kayu


a. Lingkup Pekerjaan. Pekerjaan ini dilakukan meliputi pemasangan panel
kayu/plywood veneer dan panel MDF pada partisi gypsum dan
plafon/celling/langit-langit, juga panel back-dropped sesuai yang
disebutkan/ditunjukkan dalam gambar dan sesuai petunjuk konsultan
pengawas/MK.
b. Persyaratan Bahan.
1) Bahan panel kayu/plywood veneer yang digunakan pada partisi
adalah:
a) Plywood veneer nyatoh dan mega sungkai tebal 3-4 mm bermutu
baik;
b) MDF tebal minimal 9 mm sebagai backing atau alas/dasar
plywood veneer;

Page 3
RKS INTERIOR - [Link] DAN MASJID
KANTOR UNIT DIENG

c) Rangka plywood atau mdf sebagai penebal dan pengaku;


d) Bahan perekat adalah lem putih setara rakol atau di-stapler; dan
e) Kayu solid sungkai yang kering dan bermutu baik untuk edging
sekeliling panel.
2) Bahan panel kayu MDF yang digunakan adalah:
a) MDF dengan tebal 12 mm yang bermutu baik;
b) Rangka plywood atau MDF sebagai penebal dan pengaku; dan
c) Kayu solid sungkai yang kering dan bermutu baik untuk edging
sekeliling panel.
3) Bahan panel back-dropped adalah polyester resin ketebalan 10mm
motif alabaster.
c. Syarat-Syarat Pelaksanaan.
1) Alas backing dasar untuk dipasangi panel, baik partisi maupun
plafon/ceiling, harus merupakan permukaan yang bersih dan rata.
2) Bahan plywood veneer harus diplih motif yang rata-rata sama dan
tidak ada cacat serta bebas dari mata kayu.
3) Panel kayu/plywood adalah di finish dengan melamic (lihat pasal
melamic), sedangkan panel mdfdi Finish wall cover).
4) Panel kayu/plywood setelah selesai di finish, diberi perlindungan agar
tidak rusak/cacat oleh pekerjaan lainnya.
5) Panel polyester resin untuk back-dropped harus dikerjakan oleh
tenaga yang ahli dan berpengalaman.
6) Panel polyester resin tidak terlalu pekat dan masih bias ditembus
oleh sinar cahaya lampu.

3. Pekerjaan Pemasangan Wall Cover


a. Lingkup Pekerjaan. Pekerjaan ini dilakukan meliputi pemasangan wall
cover pada bidang partisi, panel, dan plafon/ceiling sesuai yang
disebutkan/ditunjukkan dalam gambar dan sesuai petunjuk konsultan
pengawas/MK.
b. Persyaratan Bahan.
1) Bahan wall cover adalah ex Arbrite, untuk Wall Feature 1;
2) Bahan wall cover adalah ex Arbrite, untuk Wall Feature 2;
3) Bahan wall cover adalah ex Arbrite, untuk Wall Feature 3;
4) Bahan wall cover adalah ex Goodrich, tipe Symphoni Intermezzo AZ
506921 MZ, untuk Wall Feature 3;

Page 4
RKS INTERIOR - [Link] DAN MASJID
KANTOR UNIT DIENG

5) Bahan wall coveradalah ex Goodrich, tipe GU 2536 Leather, untuk


Wall Feature 4;
c. Syarat-Syarat Pelaksanaan.
1) Pada permukaan dinding yang akan dilapisi wall covering,
permukaanya harus rata, kering, dan bersih (bebas debu dan kotoran
lainya);
2) Harus mengikuti aturan/persyaratan pabrik dalam mencampur dan
menggunakan bahan pelapis dan perekat.Y;
3) Sebelum pemotongan pola dan warna harus diperiksa dan
dicocokkan dengan contoh yang telah disetujui konsultan
pengawas/MK, dan perencana;
4) Semua bagian wall cover, terutama pada bagian tepi dan antar
sambungan vertical dengan wall cover selanjutnya, terpasang sama
rekat dan hasilnya tidak bergelembung;
5) Pemotongan wall cover harus dilakaukan secara hati-hati dan rapih
dengan menggunakan alat potong (cutter) yang tajam; dan
6) Awal pemasangan dan sisa buangan harus dikoordinasikan dan
disetujui oleh konsultan pengawas/MK.

4. Pekerjaan Perbaikan Lantai Beton Rusak


a. Lingkup Pekerjaan. Pekerjaan ini dilakukan meliputi area seluruh lantai
beton yang tidak rata/level dan rusak sesuai yang disebut/ditujukan dalam
gambar atau sesuai petunjuk konsultan pengawas/MK.
b. Persyaratan. Bahan semen portland (PC) yang bermutu I dan dari satu
produk. Pasir bermutu baik dan air pencampur/pelarut/pengencer yang
disetujui oleh konsultan pengawas/MK.
c. Syarat-Syarat Pelaksanaan.
1) Screeding lantai dilakukan bila dasar lantai yang merupakan beton
plat lantai, dibersihkan dari segala bongkaran, kotoran, debu, dan
bebas dari pengaruh pekerjaan yang lain;
2) Bahan screeding merupakan campuran dari bahan pc dan pasir yang
sudah diayak halus dan dilarutkan dengan air;
3) Tebal screeding disesuaikan dengan finishing pelapis lantai yang
ditunjukkan oleh gambar rencana. Dan tergantung dari toleransi
kerataan keseluruhan lantai beton;
4) Sebelum dilakukan screeding, alas/dasar lantai harus dibersihkan
dengan air bersih. Setelah dibersihkan, lalu disiram dengan cairan
air semen maksimum ditunggu selama 20 menit, setelah itu baru
dilakukan pekeerjaan screeding;

Page 5
RKS INTERIOR - [Link] DAN MASJID
KANTOR UNIT DIENG

5) Pekerajaan dilakukan secara sekaligus pada masing-masing lokasi


pemasangan/ruangan;
6) Permukaan lapisan screed harus dibasahi selama beberapa hari
untuk kesempurnaan pengeringan; dan
7) Untuk pemasangan bahan-bahan finishing lantai dapat dilakukan
setelah screeding benar-benar kering atau setelah mendapat
persetujuan konsultan pengawas/MK.

5. Pekerjaan Custom Made Furniture


a. Lingkup Pekerjaan. Penyediaan tenaga kerja, bahan, peralatan, disiapkan
untuk membuat custom made furniture, seperti yang dispesifikasikan dan
tertera dalam gambar desain.
b. Produk
Bahan/Material
1) Jenis. Jenis bahan/material yang digunakan dalam pembuatan
furniture adalah sebagai berikut:
a) Bahan utama 1 : plywood veneer dan kayu padat.
b) Bahan utama 2 : plywooddan MDF untuk finishing
dengan HPL
c) Bahan pengikat & perekat.
d) Bahan finishing 1: mellamic.
e) Bahan finishing 2: high pressure laminate (HPL).
f) Bahan finishing 3: pelapis kain/kulit (upholstery).
(1) Bahan pelengkap/hardware; dan
(2) Bahan/material lain seperti yang tercantum dalam gambar
rancangan/desain, seperti : marmer ex impor tipe nero
marquina dan serpegiante, kaca bening tebal minimal 8mm,
dan stainless steel (baik pelat maupun profil).
2) Persyaratan. Pemilihan jenis bahan/material dan sumbernya harus
sesuai dengan spesifikasi.
3) Pengajuan alternatif. Apabila Karena suatu hal, pelaksana akan
mengganti jenis bahan/material atau sumber yang telah
dispesifikasikan, pengajuan alternative tersebut harus memenuhi
persyaratan yang ada dan mendapat persetujuan konsultan
pengawasan/MK dan perencana. Syarat-Syarat Pelaksanaan.
c. Syarat Pelaksanaan
1) Plywood veneer dan kayu padat:

Page 6
RKS INTERIOR - [Link] DAN MASJID
KANTOR UNIT DIENG

a) Persyaratan. Jenis plywood veneer yang dipakai adalah plywood


nyatoh dan plywood mega sungkai atau sesuai yang tercantum
dalam gambar desain;
b) Kayu padat/solid yang dipakai adalah sama/sejenis dengan
polywood veneer yang dipakai dalam satu barang/item tersebut;
c) Ukuran-ukuran yang tertera pada gambar desain adalah ukuran
jadi artinya ukuran kayu sesudah diserut dan diproses atau diberi
finishing; dan
d) Kedap air. Kayu harus melalui proses tertentu supaya
mempunyai kedap air yang cukup, terutama bila digunakan untuk
jenis furniture.
2) Kualitas/mutu kayu. Kayu yang digunakan harus memiliki
kualitas/mutu yang sesuai standard. Yang ada dan sesuai dengan
tujuan penggunaanya.
a) Kelembaban kayu. Persyaratan kelembaban kayu yang dipakai
harus memenuhi syarat NI-5 (PPKI tahun 1961). Untuk
pekerjaan ini, kelembaban kayu yang dijinkan, baik kayu padat
maupun kayu lapis tidak boleh melebihi 12% WMC. Khusus
untuk kayu kamper atau kayu kapur tidak diperkenankan
melebihi 10% WMC;
b) Pola serat kayu. Harus diperhatikan pola serat kayu pada
pekerjaan kayu dekoratif baik yang bersifat “veneer matching”,
“cross veneer inlay”, ataupun “banding”, harus sesuai dengan
desain dan pola yang tertera pada gambar desain, serta sesuai
contoh warna pada material color board. Pekerjaan harus
dilakukan sebaik-baiknya Bab VI. Spek Tek B2. Furniture VI –B.2
- 2 sehingga menghasilkan permukaan dekoratif yang betul-betul
rata, sejajar, halus dan menghasilkan daerah-daerah pertemuan
yang rapi; dan
c) Metode. Semua pekerjaan kayu di tempat pengerjaan harus
sebaik mungkin, dalam ruang yang kering , sirkulasi uadara baik
dan dijaga agar tidak terkena cuaca/udara langsung.
Pencegahan kerusakan oleh benturan amat mutlak, baik
sebelum maupun sesudah terpasang.
3) Alat pengikat & bahan perekat –meja.
a) Alat pengikat. Sediakan alat-alat pengikat kayu yang diperlukan
seperti angkur, paku, sekrup, baut dan jenis lain yang disetujui.
Penggunaam pengikat ini harus tampak rapi, tidak menimbulkan
keretakan dan harus menunjang konstruksi furniture agar kuat
dan kokoh. Bila perlu kayu harus dibor agar permukaannya tidak
retak;

Page 7
RKS INTERIOR - [Link] DAN MASJID
KANTOR UNIT DIENG

b) Metode. Pembuatan, persiapan, dan pemasangan alat-alat


pengikat yang terbuat dari logam /”iron monger” pada kayu harus
dikerjakan dengan mesin kayu sehingga tercapai kerapian dan
ketepatan yang setinggi-tingginya; dan
c) Bahan perekat. Perekat yang digunakan harus disetujui dan tidak
berpengaruh bagi kesehatan. Penggunaan perekat ini harus
menunjang konstruksi furniture agar kuat dan kokoh, permukaan
kayu harus tampak rapid an tidak meninggalkan noda (terutama
bila dispesifikasikan bahwa permukaan kayu diberi
“clear/transparent finish”).
4) Bahan finishing 1- melamic
a) Persyaratan : finishing melamicyang dipakai adalah warna yang
sesuai dengan skema warna dan material yang dikeluarkan oleh
Perencanaan dengan syarat intensitas warna sama antara
masing-masing bagian bidang permukaan kayu/plywood. Contoh
warna melamic, harus diajukan terlebih dulu oleh kontraktor,
untuk disetujui Konsultan Pengawas/MK dan Perencana;
b) Lapisan akhir : seluruh kayu/plywoodbagian top harus diberi
lapisan akhir dengan jenis polyrenthane, atau sesuai dengan
ditunjukan dalam gambar rencana;
c) Semua bagian kayu yang terlihat (exposed) harus difinish,
termasuk semua permukaan yang terlihat bila pintu dan laci
dibuka dan ditutup; dan
d) Pekerjaan finishingkayu harus dilaksanakan sebagai berikut:
Digosok dengan amplas no.2 sampai 0 . Diberi wood filler, ICI
atau Nippon paint dan dikerjakan spray gun. Digosok dengan
amplas duco. Diberi bahan pewarna (wood stain) dengan
tehnik spray gun sesuai dengan warna yang ditentukan
Perencana. Bahan pewarna : IMPRA, NIPPON PAINT atau
sejenis. Sanding sealer dengan spray gun. Bahan sanding
sealer: IMPRA, NIPPON PAINT atau sejenis. Digosok atau
amplas ducco – Melamic coating dengan spray gun, ICI, NIPPON
PAINT atau sejenis.
5) Bahan finishing 2- HPL
a) [Link] Pressure Laminate (HPL) yang dipakai adalah
ex grassmerino motif kayu dan warna solid atau setara warna
sesuai dengan skema warna dan material yang dikeluarkan oleh
perencana;
b) Tebal HPL yang disyaratkan adalah minimum 0,8 mm. Untuk
finishing HPL dengan profil post forming adalah dengan
ketebalan maksimal 0,8 mm;

Page 8
RKS INTERIOR - [Link] DAN MASJID
KANTOR UNIT DIENG

c) Proses laminasi sebaiknya dipress secara hydrolis (high pressure


system) di bengkel/work shop kontraktor;
d) Arah serat dari HPL, sesuai dengan ditunjukkan dalam gambar
rencana/desain;
e) Permukaan HPL dilarang keras diamplas2; dan
f) Bagian tepi (edging) dari daun pintu, bidang atas/top
meja/credenza, diberi edging berbahan PVC tebal minimal 2mm.
Warna disesuaikan dengan warna HPL nya atau sesuai petunjuk
gambar rencana/desain.
6) Bahan finishing 3- pelapis/upholstery
a) Persyaratan. Tekstur bahan pelapis harus konsisten, polanya
rapid dan teratur tidak bercacat. Kondisinya harus kuat, tidak
menyusut. Mempunyai warna yang awet, tidak luntur/colorfast,
dan mempunyai daya tahan terhadap sinar matahari/UV
resistant. BAB VI. Spek Tek B2. Furniture VI-B.2-;
b) Tahan api. Harus mempunyai daya tahan terhadap api dan
memenuhi standard keselamatan. 3.5.3; dan
c) Anti noda. Bahan pelapis tersebut harus sudah diberi lapisan
anti noda yang sesuai dan memenuhi standard.
7) Bahan pelengkap/hardware
a) Jenis. Bahan pelengkap/hardware yang digunakan untuk
furniture ini adalah produk hafele ex Jerman, blum ex Austria
atau Stanley;
b) Untuk handel laci/pintu lemari digunakan ex Vogel atau setara,
metal/besi dengan diameter handle 12mm panjang+15cm,
kecuali disebutkan lain dalam gambar rencana/desain (misal
dengan finger pull, dll);
c) Glides untuk kaki meja/kursi/sofa/credenze. Berbahan plastic
atau karet keras harus berasal dari sumber yang disetujui
perencana/kp dan dianggap memenuhi persyaratan penggunaan
setelah pihak pelaksana mengajukan contohnya;
d) Tacon. Bila digunakan plastic dalam bentuk tacon ex Jerman
atau setara untuk bahan penutup permukaan bagian bawah
meja, lemari simpan dan lain-lain, dipersyaratkan dengan kualitas
yang baik dan warna merata;
e) [Link] rel laci, engsel, handle, dan kunci dll,
harus kuat dan tepat, sehingga mudah digunakan dan mudah
dibuka-tutup; dan
f) Elemen lepasan. Pemasangan elemen lepasan harus tepat dan
sesuai dengan ukuran yang telah ditetapkan. Kesalahan dalam

Page 9
RKS INTERIOR - [Link] DAN MASJID
KANTOR UNIT DIENG

ukuran yang berakibat pada kerpihan bentuk dan desain harus


dihindari. Bila hal itu terjadi, pelaksana harus mengganti
sebagian atau seluruh bagian yang tidak sesuai.
8) Mock up
a) Penyerahan. Bila jenis furniture yang dibuat berjumlah 10
(sepuluh) buah/unit atau lebih, maka dalam pelaksanaanya
diwajibkan untuk membuat 1 (satu) contoh/mock up;
b) Penilaian. Mock up tersebut dinilai dan diuji oleh perencana dan
konsultan pengawas/MK. Hasil penilaian mengikat didalam
proses pengerjaan selanjutnya; dan
c) Revisi. Bila diperlukan, maka revisi yang menyangkut pekerjaan
konstruksi, metode pelaksanaan atau ukuran-ukuran masih dapat
dilaksanakan oleh pelaksana, dengan mempertimbangkan
penilaian dan pengarahan dari perencana dan konsultan
pengawas/MK.
9) Penyesuaian dan pembersihan
a) Penyesuaian. Sebelum dan setelah pengiriman ke site, perlu
dilakukan penyesuaian/penyetelan untuk menguatkan konstruksi
furniture yang sudah dibuat;
b) [Link] penyetelan selesai dilakukan dan sebelum
penyerahan barang, pelaksana harus membersihkan seluruh
noda, bekas goresan maupun kotoran bekas tangan pekerja.
Penyerahan furniture harus dalam kondisi yang baik dan
sempurna.
d. Syarat Pemeliharaan
1) Perbaikan. Pelaksana diwajibkan memperbaiki furniture yang rusak,
cacat, atau ternoda;
2) Pengamanan. Harus diberi perlindungan agar tidak rusak, karena
pekerjaan lain yang mungkin dapat menyebabkan rusaknya furniture;
3) Pelaksana bertanggung jawab untuk menyimpan dan memelihara
seluruh furniture, sebelum dilakukan penyerahan resi kepada pihak
pemberi tugas; dan
4) Finishing ulang. Adanya perbedaan suhu dibengkel dan
diproyek/site akan mempengaruhi kadar kelembaban dan finishing
dari furniture. Apabila setelah ditempatkan di site diperlukan finishing
kembali, maka biaya yang timbul ditanggung oleh pelaksana.

Page 10
RKS INTERIOR - [Link] DAN MASJID
KANTOR UNIT DIENG

6. Pekerjaan Melamin Kayu


a. Lingkup Pekerjaan. Digunakan pada semua finishing kayu pintu/jendela,
panel-panel atau pada bagian-bagian sesuai yang ditunjukkan pada
gambar kerja untuk pelaksanaan.
b. Persyaratan Bahan
1) Wood filler, stain, base coat dan top coat : ex IMPRA atau produk lain
yang setara;
2) Thinner dengan kualitas no.1;
3) Warna dari mellamic adalah ditentukan dalam tabel/skema material
yang ditunjukkan oleh perencana;
4) Tingkat kilap dari mellamic adalah semi gloss (tidak terlalu
mengkilap); dan
5) Kontraktor wajib membuat contoh/sample mellamic diatas material
yang akan dipakai dalam proyek ini dan diajukan dan disetujui
konsultan pengawas/MK, perencana dan pemberi tugas.
c. Syarat-Syarat Pelaksanaan.
1) Mellamic harus dilaksanakan oleh tenaga-tenaga yanga terampil
dalam pkerjaan ini dan pekerjaan ini harus dipimpin oleh seorang
mandor yang betul-betul ahli dan berpengalaman;
2) Sebelum pekerjaan finishing mellamic/polyurethane dimulai harus
dipastikan bahwa tersedia ventilasi/sirkulasi udara bersih dalam
ruangan yang akan dicat;
3) Permukaan kayu yang retak-retak, lubang-lubang atau bercelah
harus digosok dengan amplas kayu, dicat dasar, didempul, kemudian
diamplas kembali sehingga benar-benar halus permukaanya;
4) Permukaan plywood veneer sebaiknya diamplas secukupnya agar
serat kayu pada lembaran veneer tidak habis dan serat masih terlihat
baik;
5) Setiap mata kayu yang besarnya lebih dari 1 cm harus dipotong dan
diganti dengan kayu yang mulus, atau permukaanya diperbaiki
dengan potongan kayu;
6) Mata kayu yang besarnya kurang dari 1 cm cukup diberi 2 lapis
plamir yang tipis;
7) Setiap lubang paku dan lubang-lubang atau cacat-cacat lainya harus
didempul;
8) Semua permukaan kayu/plywood yang hendak dimellamic
dibersihkan dari debu minyak dan kotoran yang mungkin melekat
disitu;

Page 11
RKS INTERIOR - [Link] DAN MASJID
KANTOR UNIT DIENG

9) Apabila seluruh permukaan kayu/plywood sudah licin, pori-pori kayu


harus ditutup dengan wood filler secukupnya dengan menggunakan
kape, sampai pori-pori tertutup sempurna. Bab vi. Spek tek b1.
Interior vi-b.1-10;
10) Permukaan kayu/plywood yang telah diplamur dengan wood filler
tersebut, setelah kering dihaluskan dengan amplas duco yang halus,
kemudian debu bekas amplas tersebut dibersihkan;
11) Setelah bersih permukaan kayu/plywood diberi stain (pewarna),
demgan menggunakan spray gun atau kuas, dan diratakan dengan
kain bal setelah kurang lebih 30 detik mongering. Warna akan
ditentukan kemudian oleh perencana;
12) Setelah itu diberi base coat/cat dasar atau sanding sealer.
Dibutuhkan minimal 2 lapis cat dasar setiap lapisan, dan setiap
lapisan harus diamplas sempurna sehingga diperoleh permukaan
yang halus dan rata;
13) Lapis pertama top coat/cat diulaskan dengan rata sampai sempurna
dan diamplas sempurna, kemudian ulaskan top coat lapis ke 2 dan
yang terakhir lapis 3 adalah lapisan finished tidak perlu diamplas;
14) Hasil pekerjaan mellamic ini harus merupakan suatu hasil pekerjaan
yang rata dan jelas menunjukkan serat kayunya serta tidak cacat;
15) Setelah pekerjaan mellamic kayu selesai harus dijaga terhadap
kemungkinan kerusakan terkena benda lain atau noda-noda dan
sebagainya; dan
16) Lindungi pekerjaan ini dan juga pekerjaan atau material lain yang
dekat dengan pekerjaan ini seperti fitting-fitting, kusen-kusen, dan
sebagainya dengan cara menutup/melindungi bagian tersebut
selama pekerjaan pengecatan berlangsung.

7. Pekerjaan Anti Rayap


a. Lingkup Bagian [Link] rayap merupakan bahan campuran
cair berfungsi untuk mematikan rayap dengan tujuan konstruksi
berbahan kayu bisa terhindar dari rayap dan material/konstruksi
dapat tahan lama, sebelum melaksanakan pekerjaaan anti rayap
pelaksana atau penyedia jasa konstruksi menyediakan, melengkapi
semua alat peralatan, perlengkapan semua bahan material serta
tenaga kerja yang dibutuhkan untukmelaksanakan pekerjaan anti
rayap,sehingga sesuai dengan persyaratan dan gambar- gambar
yang sah.
b. Bahan. Bahan yang digunakan adalah
1) Obat anti rayap merk dildreen atau menurut petunjuk direksi; dan
2) Minyak tanah.

Page 12
RKS INTERIOR - [Link] DAN MASJID
KANTOR UNIT DIENG

c. Pelaksanaan Pekerjaan.
1) Pekerjaan urugan tanah pondasi baru dapat dilaksanakan setelah
seluruh permukaan pondasi dibasahi obat anti rayap;
2) Setelah plat beton alas lantai dilaksanakan, permukaan pasir urug
disiram obat anti rayap; dan
Untuk pekerjaan kayu yang diawetkan dengan meresidu, campuran obat
rayap dengan minyak tanah, dengan perbandingan 1 : 15, dapat campurkan
pada residu sebelum pekerjaan residu dilaksanakan. Pelaksanaan pekerjaan
dapat dengan dikeraskan sampai rata atau direndam

Page 13

Anda mungkin juga menyukai