Anda di halaman 1dari 17

SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN PERBAIKAN RUANG KERJA ESELON I LT.

2 GEDUNG TOWER DEPARTEMEN LUAR NEGERI RI

Pasal 1 Syarat Umum 1.1. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan persiapan ini meliputi penyediaan tenaga kerja,bahan-bahan, peralatan dan alat-alat Bantu yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Peraturan-Peraturan Yang Dipakai : 1. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia : NI-5. 2. Petunjuk-petunjuk dan peringatan lisan maupun tertulis yang diberikan Pengawas. 3. Pekerjaan-pekerjaan Keramik harus sesuai dengan peraturan ASTM, NI-19, PUBI 1982 Pasal 31 dan SII-0023-81. 4. Mutu dan kualitas kayu yang dipakai sesuai dengan persyaratan dalam NI-5 (PPKI tahun 1961), PUBI 82 pasal 37 dan memenuhi persyaratan pada PUBI 1982 pasal 54 dan NI-4. 5. Pengendalian seluruh pekerjaan Cat, harus memenuhi ketentuan-ketentuan dari Pabrik yang bersangkutan dan memenuhi persyaratan pada PUBI 1982 pasal 54 dan NI-4. 6. Bahan cat yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam PUBI 1982 pasal 533, BS NI.3900 : 1970/1971, AS. K-41. Serta mengikuti ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan.

1.2.

Pasal 2 Pekerjaan Persiapan 2.1. Pemberitahuan. Sebelum memulai pekerjaan pembongkaran, pelaksana pekerjaan harus memberitahukan kepada pemberi tugas dan tembusan kepada pemilik bangunan beserta konsultan pengawas guna pemeriksaan awal dan izin pelaksanaan pekerjaan. Pemeriksaan tempat kerja. Pelaksanaan pembongkaran sebelumnya harus yakin akan kesiapan dan segala akibat yang mungkin dapat timbul dalam proses pelaksanaan pekerjaan pembongkaran, persetujuan izin mulai pelaksanaan pekerjaan setelah pemeriksaan kondisi lokasi bersama-sama dengan konsultan pengawas dan pelaksanaan pekerjaan. Perizinan menjadi tanggung jawab dari Kontraktor. 1

2.2.

2.3.

2.4.

Pengamanan/pemutusan jalur-jalur instalasi. Amankan jalur-jalur air, air conditioning (AC) atau instalasi lain yang dapat menutup jalur dengan izin konsultan pengawas, pemilik bangunan dan pihak-pihak lain yang berkepentingan. Pengamanan Barang-barang kantor/peralatan lainnya dalam tempat kerja. Pelaksanaan pekerjaan wajib mengamankan / melindungi peralatan kantor yang ada di dalam ruang dari kerusakan atau cacat lainnya, akibat pekerjaan pembongkaran. Jika hal tersebut diatas terjadi, maka segala perbaikan / penggantian menjadi tanggung jawab pelaksana pekerjaan. Karena sifat bangunan yang dilindungi, maka dalam melakukan pemasangan batas-batas perlindungan sementara maupun pemasangan scaffolding atau tangga untuk melakukan pekerjaan konstruksi harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Scaffolding atau bekisting harus sedapat mungkin tidak boleh dipakukan ke dinding/keramik.

Pasal 3 Pekerjaan Pembongkaran 3.1. Pemutusan jalur-jalur instalasi. Amankan jalur-jalur instalasi air, listrik,dan instalasi lain di lapangan sebelum pekerjaan pembongkaran dimulai. Cara memutus aliran dan menutup jalur dengan izin Konsultan Pengawas, Penguasa setempat dan pihak-pihak lain yang berkepentingan. Pengamanan Peralatan. Pelaksanaan pekerjaan wajib mengamankan/melindungi peralatan kantor yang ada di dalam ruang dari kerusakan atau cacat lainnya, akibat pekerjaan pembongkaran. Jika hal tersebut di atas terjadi, maka segala perbaikan/penggantian menjadi tanggung jawab pelaksana pekerjaan. Pembongkaran. a. Pembongkaran dilakukan dengan alat-alat yang mencukupi, tepat guna dan aman, Pengawasan dilakukan terhadap timbulnya debu, suara, atau getaran yang mempengaruhi lingkungan sekelilingnya. Pembongkaran harus mencapai syarat-syarat yang telah ditentukan, kebersihan, keamanan dan persyaratan lainnya. b. Agar diusahakan alat-alat atau cara-cara pengamanan baik untuk bagian bangunan yang tidak dibongkar atau kesiapan pekerjaan-pekerjaannya. Bagian-bagian yang tidak dibongkar harus tetap utuh dan bila terjadi kerusakan menjadi tanggung jawab pelaksana pembongkaran. c. Puing-puing hasil bongkaran harus segera dibuang keluar dari lokasi Pekerjaan (Proyek). d. Semua bongkaran seperti seperti lampu dan lain sebagainya yang masih utuh dan dapat dipergunakan kembali, diserahkan kepada Pemberi Tugas. Pemindahan Barang-barang. Pemindahan barang-barang di ruangan harus disetujui dan disaksikan oleh orangorang yang ditunjuk dan Konsultan Pengawas. Apabila barang-barang 2

3.2.

3.3.

3.4.

berhubungan dengan penarikan/pencopotan kabel-kabel terutama kabel data/computer harus dilaksanakan oleh orang-orang yang diberi wewenang. 3.5. Perapihan. Perapihan dan pembersihan barang-barang akibat bongkaran harus dilaksanakan oleh kontraktor.Untuk jenis bongkaran yang tidak berharga dan tidak digunakan lagi harus segera dikeluarkan dari lokasi, sedangkan pada waktu jalannya proyek sampai selesainya proyek tidak ada bekas maupun tumpukan puing akibat bongkaran di lokasi proyek. Pasal 4 Pekerjaan Plafond Gypsum 4.1. Syarat Kualitas. 4.1.1. Plafond gypsum board. a. Gypsum Board Ukuran sesuai dengan gambar ditujukan pada gambar rancangan. Ketebalan : 9 mm per panel. Bahan : Plaster board type Fire Stop berfungsi sebagai bahan Sound Proof, memenuhi standar spesifikasi untuk Gypsum Wall Board ASTM C-36. Fire Resistance : 3 jam Type : JAYA BOARD atau setara (kontraktor wajib mengajukan contoh disetujui oleh Konsultan Perencana). b. Rangka Plafond. Bahan : Besi Hollow 40x40 mm (rangka utama). Besi Hollow 20x40 mm (bila diperlukan). c. Tipe Serat Fibre. Bahan : Serat Fibre memenuhi persyaratan sesuai ketentuan manufacture untuk kebutuhan menutup alur yang terjadi pada pertemuan lembaranlembaran gypsum board ex. JAYA BOARD atau setara. d. Pasta Plester : Bahan : Pasta putih, memenuhi persyaratan sebagai plester cement untuk membuat rata seluruh permukaan gypsum board Joint Multibond M 400. e. Finishing. Bahan finishing plafond gypsum adalah cat setara Dulux warna putih White 300. Syarat Pemasangan. 4.2.1. Contoh Bahan : Sebelum memulai pekerjaan, kontraktor terlebih dahulu harus menyerahkan contoh-contoh bahan yang akan digunakan pada pekerjaan ini untuk mendapatkan persetujuan perencana. Contoh-contoh bahan tersebut harus disertai brosur-brosur dan sertifikat-sertifikat (dari produsen) yang berisi keterangan-keterangan tentang kualitas bahan. 3

4.2.

4.2.2. Tenaga Peralatan. a. Pemasangan harus dilaksanakan oleh Kontraktor yang mempunyai pengalaman spesialis dibidang pekerjaan ini dan tenaga-tenaga ahli khusus pekerjaan tersebut. b. Kontraktor harus mempunyai workshop lengkap dengan peralatan/mesin-mesin khusus untuk pekerjaan sehingga dapat menghasilkan pekerjaan bermutu baik dan mempunyai gudang untuk penyimpanan barang-barang yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan ini. Bila diperlukan workshop dapat ditinjau oleh Perencana. 4.2.3. Persiapan. a. Sebelum dimulai pelaksanaan pekerjaan, Kontraktor lebih dahulu wajib membuat shop drawing untuk mendapat persetujuan Perencana sebelum pelaksanaan dimulai. Shop drawing dilengkapi : Ukuran dan lay-out peletakan arah lembaran gypsum board serta penyesuaian gambar rancangan terhadap kondisi lapangan. Detai-detail penjelas pekerjaan plafond. Detail mainhole/access panel. Detai penjelas hubungan pekerjaan plafond terhadap M&E, dan pekerjaan finishing lainnya yang terkait baik pada permukaan plafond maupun yang berada di dalam ruangan di dalam plafond. b. Sebelum memulai pekerjaan, kontraktor harus memperhatikan/mengamati kondisi ruangan yang akan dilakukan untuk pekerjaan plafond ini. Pekerjaan persiapan (ketetapan peil permukaan plafond, pemasangan rangka) dilakukan dengan pengarahan dan mendapatkan persetujuan dari Perencana. c. Sebelum dilaksanakan pemasangan lembaran gypsum board, pekerjaan lain yang terletak diatas plafond harus sudah terpasang dengan sempurna (Sparing, MSE, outlet, dan sebagainya). 4.2.4. Pelaksanaan. a. Seluruh material yang dipasang pada pekerjaan ini sesuai dengan contoh-contoh bahan yang telah ditetapkan pada persyaratan bahan dan telah mendapat persetujuan Perencana. b. Pelaksanaan oleh tenaga ahli terampil dan dapat selalu menjaga kebersihan dan kerapihan terhadap mutu hasil pekerjaan. c. Bila diperlukan material tambahan untuk terlaksananya pekerjaan ini dengan baik, maka pemborong wajib mengadakan peralatan / material tambahan itu dan melaksanakannya sesuai dengan kebutuhan di lapangan. d. Type lembaran gypsum board yang dipasang pada penutup plafond adalah gypsum board dalam bentuk utuh dengan jalur sambungan harus rapat membentuk garis lurus. Celah yang terjadi pada pertemuan lembaran gypsum board ditutup dengan tape yang khusus dibuat untuk pekerjaan ini dari bahan yang mengandung serat fiber. Untuk melaksanakan rata permukaan, dipergunakan pasta semen sesuai dengan standar pabrik untuk pelaksanaan gypsum board. 4

e. Rangka plafond digantungkan pada plat beton menggunakan penggantung dari bahan galvanized suspension yang dapat diatur ketinggiannya (standard original fabric). Seluruh rangka dipasang dengan baik, kuat serta digantung pada plat beton dan memenuhi persyaratan konstruktif. Modul/jarak peletakan rangka dan penggantung dilaksanakan sesuai standar manufacturer. f. Ukuran dari material/bahan yang dipasang sesuai dengan yang ditunjukkan dalam gambar dan dari produk yang telah disetujui perencana. g. Setelah seluruh rangka plafond dipasang, seluruh permukaan rangka rata, lurus dan waterpass (tidak bergelombang). h. Lembaran gypsum board adalah gypsum board yang telah dipilih dan dilaksanakan pemasangannya, dengan syarat bentuk serta ukuran setiap lembaran harus sama, tidak ada bagian yang cacat atau gompal. Pelaksanaan pemasangan gypsum board sesuai dengan cara/instruksi yang diterbitkan oleh pabrik. i. Pada tempat tertentu dibuat manhole/access panel pada plafond dapat dibuka tanpa merusak lembaran gypsum board disekitarnya. Ukuran disesuaikan dilapangan. j. Penyelesaian plafond dengan pasangan dinding tegak diselesaikan dengan gambar rancangan. k. Finishing plafond dilaksanakan dengan pengecatan, cat acrylic emulsion. Pengecatan dilaksanakan dengan mempergunakan roll dari bahan wool (sesuai peralatan khusus untuk cat Acrylic Emulsion). 4.3. Syarat Penerimaan. Penerimaan pekerjaan ini dapat dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan sebagai berikut : 4.3.1. Hasil pelaksanaan memenuhi persyaratan standar toleransi pemasangan permukaan : penurunan maksimum 1 mm untuk luasan 1 m x 2 m pada titik tengah. 4.3.2. Hasil pekerjaan plafond yang terpasang harus rapi, rata untuk seluruh permukaan tidak terdapat flek/kotor/gompal dan retak pada permukaan. Profil yang dipasang dalam kondisi baik dan mulus tanpa cacat. 4.3.3. Semua kegiatan pelaksanaan telah memenuhi persyaratan gambar perancangan, shop drawing, dan pengarahan yang diterbitkan oleh Perencana.

Pasal 5 Pekerjaan Partisi Gypsum 5.1. Gypsum Board 5.1.1. ukuran 5.1.2. tebal 5.1.3. Lokasi : 1200X2400 mm. : 12 mm. : semua dinding penyekat ruangan yang bukan Dinding kaca atau pasangan tembok 5

5.1.4. Type 5.1.5. Mutu 5.1.6. Berat 5.1.7. Standart/material 5.1.8. pemasangan

: recessed edge untuk type sambungan rata (flush) : Ketahanan terhadap api minimal 1 jam. : 10,5 kg/m2 : jayaboard atau yang setara dengan persetujuan Konsultan perencana : kontraktor harus memberikan contoh bahan kepada konsultan untuk mendapat persetujuan bahan yang masuk ke lapangan harus sudah kering. Pemasangan harus menggunakan rangka hollow. Penyambungan antara 2 panel dan pemotongan panel harus rata (flush joint).

5.2.

Rangka Hollow 40 X 40 mm Rangka hollow dimaksud adalah untuk pemasangan panel gypsum, dimana seluruhnya terbuat dari metal. Jarak pemasangan rangka vertical adalah 60 cm, setiap pelubangan harus diberi rangka. Tebal : untuk floor dan ceiling : runner hollow section (SWG standart) t=0,6 mm untuk vertical. Pekerjaan Pelapis Dinding Bagian ini meliputi pengadaan dan pemasangan wallpaper. Wallpaper yang dipakai untuk pekerjaan ini seluruhnya harus setara Colorado. Kontraktor harus mengajukan contoh bahan untuk mendapatkan persetujuan dari pemberi tugas/pengawas lapangan. Semua material dan peralatan yang dipasang harus dalam keadaan baru, dari mutu terbaik, bebas dari cacat akibat pembuatan, transportasi dan pemasangan serta harus memenuhi ketentuan spesifikasi, gambar rencana dan peraturan yang berlaku.

5.3.

5.4.

Pekerjaan Pelengkap Dinding 1. Plint Lantai (Skirting) Lokasi : bagian bawah dinding Ukuran : tinggi = 15 cm Bahan : kayu sungkai tanpa cacat, finishing melamik, bentuk sesuai Gambar rencana Pemasangan : sebelum pemasangan kontraktor harus memberikan contoh Bahan dan warna untuk persetujuan pengawas

Pasal 6 Pekerjaan Lantai 6.1. Pekerjaan Waterprofing 6.1.1. Yang termasuk dalam pekerjaan ini adalah penyediaan tenaga kerja, bahanbahan peralatan dan alat-alat Bantu lainnya yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan ini sesuai dengan yang dinyatakan dalam gambar rencana dan spesifikasi. 6

6.1.2. Waterprofing harus dipasang dan digunakan pada seluruh area pekerjaan yang berhubungan dengan air dengan jenis waterproofing yang sesuai. 6.1.3. Standart bahan dan prosedur adalah yang ditentukan pabrik seperti NI.3, ASTM 828, ASTME, TAPP I 803 dan 407. Kontraktor tidak dibenarkan merubah standart dengan cara apaun tanpa ijin dari Pengawas Lapangan. 6.1.4. Jenis waterproofing adalah coating system. Bila ada perbedaan dalam hal apapun antara gambar, spesifikasi dan lainnya, kontraktor harus segera melaporkan kepada pengawas lapangan sebelum pekerjaan dimulai. 6.1.5. Kontraktor wajib mengajukan contoh dari semua bahan, brosur lengkap dan jaminan dari pabrik. 6.1.6. Pelaksanaan pemasangan harus dikerjakan oleh ahli yang berpengalaman. 6.1.7. kontraktor diwajibkan melakukan percobaan-percobaan/pengetesan terhadap hasil pekerjaan atas biaya sendiri, seperti dengan cara memberi siraman diatas permukaan yang telah diberi lapisan kedap air. 6.1.8. Pekerjaan percobaan dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan tertulis dari pengawas. 6.1.9. Pada waktu penyerahan maka Kontraktor harus memberikan jaminan atas semua pekerjaan perlindungan terhadap kemungkinanbocor, pecah dan cacat lainnya, akibat kegagalan dari bahan maupun hasil pekerjaan yang berlaku, selama 10 (sepuluh) tahun termasuk mengganti dan memperbaiki segala jenis kerusakan yang terjadi.

6.2.

Pekerjaan Lantai Keramik a. Lingkup Pekerjaan. Pekerjaan ini mencakup penyediaan bahan dan pemasangan berbagai jenis keramik pada tempat-tempat sesuai petunjuk gambar kerja dan Spesifikasi Teknis. Jenis keramik yang digunakan haruslah sama dengan jenis, type dan motif yang ada dalam Spesifikasi Teknis. Prosedur Umum. Contoh bahan dan data teknis. Contoh bahan dan data teknis atau brosur yang akan digunakan harus diserahkan kepada MK untuk disetujui terlebih dahulu sebelum dikirimkan ke lokasi proyek. Contoh Bahan ubin harus diserahkan sebanyak 3 (tiga) buah dengan 4 (empat) gradasi warna untuk setiap bahan. Biaya pengadaan contoh bahan menjadi tanggung jawab kontraktor. Pengiriman dan penyimpanan. Pengiriman ubin ke lokasi proyek harus terbungkus dalam kemasan pabrik yang belum dibuka dan dilindungi dengan label atau merk dagang yang utuh dan jelas. Kontraktor wajib menyediakan cadangan sebanyak 2,5 % dari keseluruhan bahan terpasang untuk diserahkan kepada Pemilik Proyek. b. Persyaratan Bahan. Ubin Keramik. Ubin keramik harus dari kualitas baik menggunakan setara Roman. Ubin yang tidak rata permukaannya dan warnanya, sisinya tidak lurus, sudutsudutnya tidak siku, retak atau cacat-cacat lainnya tidak boleh dipasang atau harus dikembalikan. Adukan. Adukan terdiri dari campuran semen dan pasir yang diberi tambahan penguat dalam jumlah sesuai petunjuk dari Pabrik Pembuat. Bahan-bahan adukan tambahan harus memenuhi ketentuan Spesifikasi Teknis. 7

Bahan Perekat. Menghasilkan lapisan perekat ubin yang kedap air, tahan getaran,serta muai susut yang mengakibatkan perubahan temperatur. 1. Setara AM Product AM 40 Cerama Cement dengan lapisan awal AM 100 Cementtious Waterproofing atau setara. Bahan Pengisi Celah. 1. Tidak mengatur pasir cilica untuk naad ubin sampai dengan 3 mm. 2. Mengandung bahan anti jamur, tahan terhadap sinar sinar ultra violet (UV) serat bersifat lentur dan berdaya lekat tinggi. 3. Grouting untuk ubin keramik : AM Product AM 50 Colored Ceramic Grout + AM 54 Liqiuid Grout Additive atau yang setara dengan warna yang sama/mirip dengan warna keramik. Syarat Pelaksanaan. 1. Persiapan. a. Pekerjaan pasangan keramik baru boleh dilakukan setelah pekerjaan lainnya benar-benar selesai. b. Pemasangan keramik harus menunggu sampai semua alat penggantung, dan semua pekerjaan pemipaan air bersih/air kotor atau pekerjaan lainnya terletak di belakang atau di bawah pasangan ubin ini telah terselesaikan terlebih dahulu. c. Pemasangan ubin keramik. d. Sebelum pemasangan ubin keramik pada lantai, dinding luar dan bagian lain harus kedap air yang terdiri dari campuran 1 semen : 2 pasir dan sejumlah bahan tambahan, kecuali bila ditentukan lain dalam gambar kerja. e. Adukan untuk pasangan ubin keramik pada dinding harus diberikan pada permukaan plesteran dan permukaan belakang ubin, kemudian dilekatkan pada tempat sesuai petunjuk gambar kerja. f. Tebal adukan untuk semua pasangan tidak kurang dari 2,5 cm, kecuali bila ditentukan lain dalam gambar kerja. g. Adukan untuk pasangan ubin keramik pada lantai harus ditempatkan di atas lapisan pasir dengan ketebalan sesuai gambar kerja. h. Ubin keramik harus kokoh menempel pada alasnya dan tidak boleh berongga. Harus dilakukan pemeriksaan untuk menjaga agar bidang keramik yang terpasang tetap lurus/rata. Ubin keramik yang salah letaknya,cacat atau pecah harus dibongkar dan diganti. i. Sambungan atau celah-celah antara ubin keramik harus lurus,rata dan seragam, saling tegak lurus. Lebar celah tidak boleh lebih dari 1,6 mm. Adukan harus rapih, tidak boleh keluar dari celah sambungan. j. Pemotongan ubin keramik harus dengan keahlian dan dilakukan hanya pada satu sisi, bila tidak terhindarkan. Pada pemasangan khusus seperti pada sudut-sudut pertemuan, pengakhiran dan bentuk-bentuk lainnya harus dikerjakan serapih dan sesempurna mungkin. k. Siar antara keramik di cor dengan semen pengisi atau grout yang berwarna sama dengan warna keramiknya dan disetujui Konsultan Pengawas. l. Pengecoran dilakukan sedemikian rupa sehingga mengisi penuh garis garis siar. 8

m. Setelah semen pengisi cukup mengeras, bekas-bekas pengecoran segera dibersihkan dengan kain lunak yang baru dan bersih.

6.3.

Pekerjaan Lantai Parket a. Lingkup Pekerjaan. Pekerjaan ini mencakup penyediaan bahan dan pemasangan parket pada tempat-tempat sesuai petunjuk gambar kerja dan Spesifikasi Teknis. Jenis parket yang digunakan haruslah sama dengan jenis, type dan motif yang sesuai dengan rencana. b. Prosedur Umum. Contoh bahan dan data teknis. Contoh bahan dan data teknis atau brosur yang akan digunakan harus diserahkan kepada MK untuk disetujui terlebih dahulu sebelum dikirimkan ke lokasi proyek. Contoh Bahan Parket harus diserahkan sebanyak 3 (tiga) buah untuk setiap bahan. Biaya pengadaan contoh bahan menjadi tanggung jawab kontraktor. Pengiriman dan penyimpanan. Pengiriman Parket ke lokasi proyek harus terbungkus dalam kemasan pabrik yang belum dibuka dan dilindungi dengan label atau merk dagang yang utuh dan jelas. Kontraktor wajib menyediakan cadangan sebanyak 2,5 % dari keseluruhan bahan terpasang untuk diserahkan kepada Pemilik Proyek. c. Persyaratan Bahan. Parket. Parket harus dari kualitas baik menggunakan parket Teka Jatoba Quick LHD 155 ukuran 10 X 155 X 1800 mm/220mm atau setara. Parket yang tidak rata permukaannya, sisinya tidak lurus, sudut-sudutnya tidak siku, retak atau cacat-cacat lainnya tidak boleh dipasang. Bahan Perekat. Menghasilkan lapisan perekat parket yang kedap air, tahan getaran,serta muai susut yang diakibatkan perubahan temperatur. Syarat Pelaksanaan. 1. Persiapan. a. Pekerjaan pasangan parket baru boleh dilakukan setelah pekerjaan lainnya benar-benar selesai. b. Pemasangan parket harus menunggu sampai semua alat penggantung, dan semua pekerjaan pemipaan air bersih/air kotor atau pekerjaan lainnya yang terletak di belakang atau di bawah pasangan parket ini telah terselesaikan terlebih dahulu. 2. Pemasangan parket. 1. Sebelum pemasangan parket pada lantai, dinding luar dan bagian lain harus kedap air terdiri dari campuran 1 semen : 2 pasir dan sejumlah bahan tambahan, kecuali bila ditentukan lain dalam gambar kerja.

b. Lapisan bawah parket harus terdiri atas foam setebal 3mm, diatas foam terdapat plywood tebal 6 mm, kemudian masing-masing dilekatkan pada tempat sesuai petunjuk gambar kerja. b. Sistem pemasangan parket pada lantai harus diberikan dengan menggunakan lem atau Glue Down System. kemudian dilekatkan pada tempat sesuai petunjuk gambar kerja. c. Parket harus kokoh menempel pada alasnya dan tidak boleh berongga. Harus dilakukan pemeriksaan untuk menjaga agar bidang parket yang terpasang tetap lurus/rata. Parket yang salah letaknya,cacat atau pecah harus dibongkar dan diganti. d. Sambungan atau celah-celah antara parket harus lurus,rata dan seragam, saling tegak lurus. Lem harus rapih, tidak boleh keluar dari celah sambungan. e. Pemotongan parket harus dengan keahlian dan dilakukan hanya pada satu sisi. Pada pemasangan khusus seperti pada sudut-sudut pertemuan, pengakhiran dan bentuk-bentuk lainnya harus dikerjakan serapih dan sesempurna mungkin.

Pasal 7 Pekerjaan Kusen dan Kelengkapannya 7.1. Kusen. 7.1.1 Mutu kayu yang digunakan harus kayu dengan mutu A sesuai dengan P.K.K.I. 7.1.2 Semua kayu harus bebas dari getah-getah, cacat-cacat kayu seperti mata kayu, retak-retak, bengkok dan sebagainya dan harus sudah mengalami proses pengeringan udara minimum tiga bulan. 7.1.3 Bahan kusen pintu dibuat dari balok kayu sungkai. 7.1.4 Ukuran dan bentuk dari pada kusen pintu disesuaikan dengan gambar pelaksanaan. 7.1.5 Hasil akhir pembuatan kusen pintu harus benar-benar siku dan rapi. 7.1.6 Pemasangan kusen pintu harus benar-benar rata (waterpas) dan tegak lurus terhadap dinding. 7.2. Daun Pintu 7.2.1 Bentuk dan ukuran daun pintu harus disesuaikan dengan gambar rencana atau gambar-gambar detail. 7.2.2 Pelaksanaan pekerjaan daun pintu harus baik, halus dan disetujui oleh Direksi. 7.2.3 Semua permukaan daun pintu harus rata di semua bidang dan bebas dari cacat-cacat yang disebabkan oleh penggergajian serta siap untuk di finishing. Pemasangan daun pintu harus dipasang pada kusen-kusen dengan baik. Antara daun-daun pintu dan kusen-kusen harus ada jarak untuk menjamin agar mudah dibuka atau ditutup. 10

7.3.

Kunci, Engsel, Grendel dan Door Closer. 7.3.1 Kunci pintu dipasang sedemikian rupa memakai baut dan skrup atau kelengkapan lainnya yang diperlukan harus dari mutu yang disetujui oleh Direksi atau setara paloma 7.3.2 Engsel, grendel dan door closer dipasang disetiap pintu terdiri dari galvanized steel, untuk engsel-engsel yang menerus dipakai besi yang terbuat dari kuningan. 7.3.3 Seluruh material kunci harus dilindungi dari kerusakan yang diakibatkan proses pemasangan.

Pasal 8 Pekerjaan Cat & Melamik 8.1. Lingkup Pekerjaan 8.1.1 Termasuk dalam pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan, penyediaan tenaga kerja, peralatan dan alat-alat Bantu lainnya yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan ini, sehingga dapat tercapainya hasil pekerjaan yang bermutu baik. 8.1.2 Meliputi pekerjaan pengecatan plafond, partisi,dinding dan dilakukan pada bagian seluruh detail yang disebutkan / ditunjukkan dalam gambar. Persyaratan Bahan. Semua bahan yang digunakan adalah : Setara dengan ICI-Dulux untuk semua plafond. Syarat-syarat Pelaksanaan. 2. Bahan. a. Semua bidang pengecatan harus betul-betul rata, tidak terdapat cacat kayu, retak lubang dan pecah-pecah. b. Sebelum bahan dikirim ke lokasi pekerjaan, kontraktor harus menyerahkan / mengirimkan contoh bahan dari beberapa macam hasil produk dengan warna sesuai table atau petunjuk Perencana atau pengawas, selanjutnya akan diputuskan jenis bahan dan warna yang akan digunakan, dan akan menginstruksikan kepada Kontraktor selama tidak lebih dari 7 (tujuh) hari kalender setelah contoh bahan diserahkan. c. Pengecatan dilakukan setelah mendapat persetujuan dari pengawas. d. Contoh bahan yang telah disetujui, dipakai sebagai standar untuk pemeriksaan / penerimaan bahan yang dikirim oleh kontraktor ke tempat pekerjaan. e. Hasil pengerjaan yang baik, warna dan pola tekstur merata, permukaan benar-benar halus dan licin, tidak terlihat noda-noda kotoran dan tidak terdapat debu pasir atau serbuk kayu yang tertempel pada permukaan pengecatan. Harus dihindarkan terjadinya kerusakan akibat dari pekerjaan-pekerjaan lain. Pengecatan akhir dengan berulang kali (2 atau 3 kali) sampai 11

f. g.

h.

i.

mencapai warna yang dikehendaki. Pekerjaan pengecatan dilakukan dengan roller. Setelah selesai dalam pengerjaan finishing cat permukaan dan daerah sekitarnya harus dibersihkan kembali. Kontraktor harus bertanggung jawab atas kesempurnaan dalam pengerjaan dan perawatan/kebersihan pekerjaan sampai penyerahan pekerjaan. Bila terjadi ketidaksempurnaan dalam pengerjaan atau kerusakan, Kontraktor harus memperbaiki / mengganti dengan bahan yang sama mutunya tanpa adanya tambahan biaya. Kontraktor harus menggunkan tenaga-tenaga kerja terampil / berpengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan pengecatan tersebut, sehingga dapat tercapainya mutu pekerjaan yang baik dan sempurna.

8.2.

Melamik 8.2.1. Sebelum pekerjaan melamik dilaksanakan terlebih dahulu harus menyiapkan peralatan Bantu dan material yang dibutuhkan. 8.2.2. Bidang yang akan dilaksanakan dalam pekerjaan melamik adalah bidang kayu seperti kusen dan daun pintu. 8.2.3. Kontraktor Pelaksana harus memeriksa kembali permukaan yang akan dimelamik dan harus diperbaiki atau di finishing sampai sempurna apabila masih terdapat permukaan yang cacat. 8.2.4. Pekerjaan dasar memakai dempul impra sampai rata dan di amplas sampai halus. Setelah pekerjaan dempul impra selesai warna dasar dilaksanakan. 8.2.5. Warna dari pada pekerjaan melamik ditentukan kemudian setelah mendapat persetujuan dari Direksi. 8.2.6. Pekerjaan Melamik baru akan dikerjakan setelah permukaan seluruh kayu benar-benar telah selesai. 8.2.7. Kontraktor Pelaksana harus melaksanakan pekerjaan melamik dalam kondisi cuaca yang baik hasil pekerjaan yang benar-benar rapi dan halus.

8.3.

Pekerjaan Duco 8.4.1 Sebelum pekerjaan duco dilaksanakan terlebih dahulu harus menyiapkan peralatan Bantu dan material yang dibutuhkan. 8.4.2 Bidang yang akan dilaksanakan dalam pekerjaan duco adalah bidang kayu seperti kusen dan daun pintu. 8.4.3 Kontraktor Pelaksana harus memeriksa kembali permukaan yang akan diduco dan harus diperbaiki atau di finishing sampai sempurna apabila masih terdapat permukaan yang cacat. 8.4.4 Pekerjaan dasar memakai dempul polyester lengkap dengan bahan campuran untuk pengenceran dari merk sanpolac atau merk lain yang setara dan disetujui. Dempul tidak boleh mengandung bahan beracun/berbahaya seperti timah, air raksa dan sebagainya 8.4.5 Semua permukaan bidang yang akan dilapisi cat harus dalam keadaan halus, bersih, kering serta rata atau datar 12

8.4.6 Pelaksanaan pengecatan harus sesuai dengan aturan yang dikeluarkan dari pabriknya, baik mengenai aturan pakai, tahapan maupun kondisi permukaan bidang pengecatannya. 8.4.7 Prinsip dasar tahapan pengecatan pada permukaan kayu yang menggunakan cat adalah sebagai berikut : Pembersihan permukaan bidang cat Dicat dasar Didempul dengan sanpolac dan diamplas, epoxy Dicat dasar Dicat akhir minimal 3 lapisan tebal lapisan cat minimal 3 mikron, doff produk setara danagloss Hasil pengecatan harus rata dan halus serta kuat dan tahan terhadap cuaca atau keadaan sekelilingnya Hasil terakhir pengerjaaan coating anti gores, dilakukan seperti diisyaratkan pada fabrikannya dan dikerjakan ditempat tertentu saja yang dijelaskan dalam dokumen spesifikasi ataupun gambar

Pasal 9 Pekerjaan Furniture dan Glass Board

9.1.

Furniture Permanen. 9.1.1 Pekerjaan Show case. a. Ketentuan. 1. Semua pekerjaan kayu finishing harus dilaksanakan di pabrik yang memenuhi standard dikerjakan secara masinal, pekerjaan perbaikan kecil-kecilan serta penyetelan boleh dilakukan di site. 2. Jangan mengukur dengan skala gambar-gambar yang ada, pergunakanlah ukuran-ukuran yang sudah tercantum di gambar detail, semua ukuran harus di cek di lapangan oleh Kontraktor. Apabila terdapat perbedaan terhadap lay out dengan gambar detail dan kondisi lapangan, maka kontraktor wajib memberitahukan kepada Konsultan Perencana/Pengawas untuk dapat dipecahkan bersama. 3. Kontraktor wajib membuat mock-up untuk setiap satu model furniture dan harus dilihat dan disetujui oleh Perencana dan Pengawas sebelum melanjutkan pekerjaan. b. Lingkup Pekerjaan. Pekerjaan yang dimaksud dengan spesifikasi ini mencakup pengadaan barang-barang, tenaga kerja, perabotan, serta perlengkapan pengiriman serta instalasi dari furniture / mebelair di site sesuai dengan lay out. c. Pengiriman, Penyimpanan serta Pengamanan. Pengiriman, penyimpanan serta pengamanan satuan mebelair harus dilakukan sehingga tidak mengakibatkan kerusakan. Mebelair harus disimpan hingga pekerjaan fisik sudah siap untuk menerimanya. 13

Lindungi semua permukaan mebelair untuk mencegah kotoran, goresan serta panas matahari dan hujan selama pengirimannya. Simpan di tempat yang bersih dan kering hingga tidak akan merusak mebelair.

9.1.2 Kualitas. a. Kayu yang dipakai harus sudah dikeringkan, melalui proses pengawetan dan pengeringan baik secara alami maupun mesin hingga mencapai kelembaban antara 10 % - 12 % (WMC), dan bebas dari cacat. Demikian pula plywood yang akan digunakan harus berkualitas baik (tidak cacat). Yang dimaksud dengan plywood adalah kayu lapis bukan woodblock, kontraktor harus dapat menunjukkan contoh kepada pengawas maupun pemberi tugas sebelum melaksanakan tugas. b. Plywood yang digunakan harus tidak cacat, pecahan pinggiran rusak, menggelembung dan lain kerusakan. c. Rel laci dari besi type double shock dengan ball bearing yang tidak akan menimbulkan bunyi. d. Semua laci dan daun pintu dari plywood (finishing lihat gambar detail rancangan). e. Kayu solid yang dipakai harus bebas dari cacat retak dan pecah. f. Ukuran laci file harus mengikuti standar. Apabila terdapat perbedaan ukuran standar dengan gambar detail rancangan. Kontraktor wajib memberi tahukan Konsultan Perencana.

9.1.3 Bahan. a. Kayu sungkai (ukuran ketebalan sesuai dengan gambar detail) b. Pengencangan sekrup, lem haverin, aica aibon atau sejenis yang telah disetujui. c. Kunci Central Lock Havele untuk laci atau setara yang telah disetujui. d. Kayu dan material : Plywood 1.5 mm untuk samping-samping laci. Plywood 9 mm untuk dasar laci. e. Rel Laci : Double Shock Havele atau sejenis yang telah disetujui. f. Tarikan laci dan pintu U Type, chrome finish, atau yang lain sesuai dengan spesifikasi. g. Engsel : 168 derajat, 360 derajat Havele Scharniere ; Ferari atau sejenis yang telah disetujui. h. Flap, Bracket : Havele atau yang disetujui. i. Handle/detail lain : Custom made.

9.1.4 Ukuran / Dimensi a. Untuk dimensi furniture lihat gambar-gambar detail dan Kontraktor diwajibkan untuk mengecek dengan ukuran terakhir di site sebelum mengerjakan furniture. b. Kontraktor wajib menunjukkan semua pekerjaan sebelum melakukan pekerjaan finishing. 14

9.1.5 Fabrikasi. General. a. Kontraktor harus menyediakan semua bahan komplit dengan peralatan, perlengkapannya serta instalasinya. b. Semua pekerjaan konstruksi harus secara mekanikal, dipotong secara ukuran-ukuran yang uniform, komplit dengan finishing material dan joint. Dan hindari penggunaan paku sebagai alat sambung. c. Kayu yang dipakai harus searah tanpa sambungan, kecuali bila diakhiri dengan bagian yang lain. d. Hasil pekerjaan mebelair harus dijamin kerapihan, kekuatan dan kepresisiannya. e. Hasil finishing terakhir harus mempunyai derajat kesamaan warna yang sama antara satu sama lainnya (kualitas yang sama). 9.2.5. Pengerjaan a. Instalasi. Perabot harus diletakkan dan diatur tempatnya masing-masing sesuai dengan lay-out yang telah disetujui. 9.2.6. Penyetelan dan Pembersihan. a. Semua permukaan kayu harus bebas dari goresan-goresan, noda-noda dan cacat. b. Semua perabot harus dilindungi/ditutup dari kemungkinan kerusakan, hingga saat serah terima. c. Pembungkus serta lindungan harus digunakan untuk menjaga di dalam pengiriman. d. Semua bagian-bagian lain harus bebas dari kotoran dan flek. e. Semua sampah akibat pekerjaan instalasi dan perabot harus dikumpulkan dan disingkirkan dari lokasi setiap hari. f. Setiap ruangan atau area yang telah siap instalasi perabotnya harus dibersihkan secara teratur dan siap pakai dalam tempo yang minimal. g. Kontraktor harus menyetel semua perabotan sesuai perencanaan.

9.2 Pekerjaan Glassboard Pekerjaan yang dimaksud adalah pekerjaan papan tulis Lokasi : di Ruang Rapat Eselon I lt. 2 Ukuran : 120 X 240 cm Bahan : kaca tempered tebal 10 mm asahi atau setara, finish glasscoat Pemasangan : sebelum pemasangan kontraktor harus memberikan contoh Bahan dan warna untuk persetujuan pengawas, pemasangan ditempel didinding dengan menggunakan paku fisher dilapis stainless (lihat dansesuaikandengan gambar kerja).

15

Pasal 10 Instalasi Listrik dan Armature 10.1 10.2 Sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai terlebih dahulu Kontraktor Pelaksana harus membuat gambar pelaksanaan. Semua kabel yang dipergunakan untuk instalasi listrik harus memenuhi persyaratan PUIL/LMK/SNI yaitu : supreme, tranka, kabelindo, kabel metal dan semua kabel harus baru dan harus jelas pintalannya. Ukuran kabel 3X2,5 mm dan jenis kabel yang digunakan adalah jenis NYM. Penyambungan kabel harus dilakukan dalam kotak-kotak penyambungan khusus (misalnya junction box dan lain-lain). Kabel-kabel harus disambung sesuai dengan warna-warna atau namanya masingmasing dan harus diadakan pengetesan tahanan isolasi sebelum dan sesudah penyambungan hasil pengetesan harus tertulis dan disaksikan oleh Direksi. Lampu utama yang digunakan adalah lampu halogen 50w dan TL 1 x 36 w dengan armature. Stop kontak dinding, saklar memakai material setara Clipsal dengan pengaman. Pemasangan lampu, stop kontak dan saklar harus kuat dan rapi tidak terdapat celah-celah. Jumlah gantungan-gantungan, stop kontak, saklar disesuaikan dengan gambar dipakai yang berkwalitas baik. Demikian pula sekeringnya boxnya harus build-in dan memenuhi Standart Industri Indonesia (SII). Perletakan stop kontak dan saklar harus sesuai dengan gambar yang telah ada / sesuai dengan kebutuhan. Stop kontak dinding terletak pada ketinggian 0,35 m dari lantai, dan saklar terletak pada ketinggian 1,50 m. Instalasi harus dilengkapi dengan dop-dopnya, sampai dengan dapat dinyalakan. Pipa-pipa pelindung kabel yang tertanam di dalam tembok harus terpasang dengan rapi (hingga tidak terlihat / permukaan dinding rata). Dalam kaitan ini tidak diperkenankan adanya sambungan kabel di dalam pipa. Instalasi Telephone menggunakan kabel 4 pair setara supreme yang dilindungi dengan pipa conduit setara clipsal. Outlet telephone menggunakan material setara clipsal.

10.3 10.4

10.5 10.6 10.7 10.8

10.9 10.10 10.11 10.12

10.13

Pasal 11 Pekerjaan Instalasi Air dan Sanitair

11.1.

Instalasi Air kotor. 11.1.1 Sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai terlebih dahulu Kontraktor Pelaksana harus membuat gambar pelaksanaan. 11.1.2 Material yang dipakai untuk instalasi air kotor adalah setara Wavin, sedangkan untuk fitting dipakai setara Rucika, apabila kombinasi fitting dipasaran tidak memungkinkan maka Kontraktor Pelaksana diperbolehkan memakai material spesifikasi yang ada. 11.1.3 Instalasi pipa-pipa dipasang sedemikian kuat agar pada waktu terjadi tekanan atau dorongan sambungan pipa tidak berubah. 11.1.4 Apabila memungkinkan untuk ditambah material Bantu seperti tahanan besi maka Kontraktor Pelaksana harus membuat tahanan tersebut. 16

11.1.5 Harus diperhitungkan volume air terhadap daya tampung diameter pipa agar aliran air lancar.

11.2.

Instalasi Air Bersih. 11.2.1. Sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai terlebih dahulu Kontraktor Pelaksana harus membuat gambar pelaksanaan. 11.2.2. Material pipa air bersih terbuat dari pipa GIP dengan ukuran diameter disesuaikan dengan kubikasi air yang akan mengalir dalam pipa. 11.2.3. Sambungan pipa harus dibuat drat dalam dan luar sebagaimana ukuran pipa. 11.2.4. Apabila dianggap memerlukan material tambahan demi kekuatan instalasi maka Kontraktor Pelaksana harus memasang alat Bantu tambahan tersebut.

11.3.

Closet duduk, Shower. 11.3.1. Material closet duduk dan Shower dipakai setara Toto standard. 11.3.2. Sebelum mendatangkan material Kontraktor Pelaksana harus menyerahkan brosur material yang akan dipakai kepada Direksi. 11.3.3. Harus diperhatikan cara pemasangan terutama sambungan antara closet dengan permukaan lantai agar tidak terjadi rembesan air. 11.3.4. Hasil akhir pemasangan closet duduk harus kuat dan rapi.

11.4.

Floor Drain. 11.4.1. Floor Drain dipasang pada setiap kamar mandi dan disesuaikan dengan gambar rencana. 11.4.2. Apabila dalam gambar pelaksanaan kurang jelas maka Kontraktor Pelaksana harus minta persetujuan kepada Direksi. 11.4.3. Type floor drain adalah Toto atau setara TX 1 B

11.5.

Jet Washer. 11.6.1 jet washer adalah setara toto tipeTHX 20 NPIV

17