LAPORAN STUDI KASUS
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PjBL)
PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA UNTUK
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK
Diajukan Guna Memenuhi Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (UKMPPG)
Disusun oleh :
Nama : Eni Resmawati, S.Pd.
NIM : 23102260006
Prodi : Pendidikan Profesi Guru
Bisang Studi : Pendidikan Pancasila
PPG DALAM JABATAN ANGKATAN 2 KATEGORI I
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PANCASILA – PPG
FAKULTAS ILMU SOSIAL, HUKUM DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
TAHUN 2023
Penggunaan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL)
Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar
Peserta Didik
A. Deskripsi Studi Kasus
Pada proses pembelajaran di sekolah saya SMK Muhammadiyah 3 Wates, khususnya
di kelas XI pada mata Pelajaran Pendidikan Pancasila materi Penerapan Nilai-nilai Pancasila
dalam Kehidupan Sehari- hari, saya belum mampu merencanakan pembelajaran yang
inovatif., disebabkan karena penggunaan model yang digunakan saat pembelajaran masih
membosankan dan tidak membuat peserta didik aktif dalam pembelajaran seperti
pembelajaran masih berpusat kepada guru dan media pembelajaran yang digunakan oleh
guru belum menarik.
Berdasarkan permasalahan tersebut ,saya memutuskan untuk menyusun laporan studi kasus
untuk menganalisis kasus pembelajaran yang terjadi. Berdasarkan hasil pengamatan
saya,terdapat beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya motivasi belajar peserta didik,
yaitu :
1. Kurangnya Penggunaan media teknologi dalam kegiatan pembelajaran
2. Kurangnya pemahaman literasi peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.
3. Kurangnya Penerapan berbagai model pembelajaran yang inovatif.
B. ANALISIS SITUASI
Situasi saat pembelajaran adalah belum adanya pengetahuan terkait karakteristik
peserta didik. Adapun evaluasi yang saya lakukan adalah melakukan observasi terlebih
dahulu untuk mengamati bagaimana kebiasaan peserta didik, hal apa yang mereka sukai dan
bagaimana respon peserta didik terhadap tindakan yang dilakukan guru model sebelumnya.
Hal ini sangat membantu saya untuk merancang dan merencanakan pembelajaran
dikemudian hari. Peran saya untuk mengatasi permasalahan rendahnya motivasi peserta
didik, saya mencoba memberikan media pembelajaran yang menarik sehingga
menimbulkan keingintahuan siswa dalam belajar, contohnya adalah diawal pembelajaran
saya menampilkan materi berupa PPT canva yang berisi gambar dan menayangkan video.
kombinasikan dengan pemanfaatan media PPT dan LKPD.
Peran dan tanggung jawab guru dalam praktik ini adalah mengembangkan dan
menerapkan model pembelajaran yang menarik dan Inovatif, sehingga bisa meningkatkan
minat peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Model pembelajaran yang di
pilih dalam praktik ini adalah Pembelajaran Project Based Learning (PjBL). Adapun yang
terlibat dalam perancangan dan evaluasi yang dilakukan diantaranya adalah saya sendiri
sebagai guru yang merancang dan melaksanakan pembelajaran, dosen pembimbing, guru
pamong dan rekan sejawat yang membantu melakukan observasi dan evaluasi serta
membantu dalam merancang perbaikan dalam pembelajaran, dan peserta didik yang
menjadi target sasaran observasi.
Tantangan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang menyenangkan dengan
memanfaatkan teknologi dan menggunakan model pembelajaran inovatif adalah
1. Guru belum memiliki kemampuan untuk menggunakan aplikasi terbaru yang dapat
digunakan untuk pembelajaran.
2. Guru belum melibatkan peserta didik dalam penggunaan gadget sebagai alat bahan
untuk pembelajaran.
C. ALTERNATIF SOLUSI
Langkah nyata yang saya lakukan dalam mengahadapi tantangan tersebut adalah
dengan menerapkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, adapun model
pembelajaran yang saya gunakan yaitu model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL).
Berdasarkan analisis yang telah saya lakukan, saya memutuskan untuk melakukan
beberapa hal berikut untuk mengatasi permasalahan tersebut,yaitu :
1. Mempersiapkan model pembelajaran yang kreatif dan inovatif.
2. Membuat menejemen waktu dan ruang berdiskusi baik dengan rekan guru PPG,
Dosen dan Guru Pamong.
3. Perlu melakukan latihan dalam menerapkan metode pembelajaran yang digunakan
dan media pendukung dengan menyesuaikan alokasi waktu yang ada.
4. Menyajikan materi pembelajaran melalui vidio dan PPT semenarik mungkin
sehingga tidak membosankan bagi siswa.
5. Menggunakan sarana dan prasarana alternatif yang dapat menjangkau kelas yang
diajar dengan memberikan hotspot pribadi guru kepada peserta didik.
Strategi yang digunakan dalam menghadapi permasalahan ini dengan menerapkan
model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) kemudian dengan menggunakan LKPD
sebagai alat bantu yang dapat membantu siswa cepat memahami materi dan cepat
menyelesaikan tugas-tugas yang dikerjakan. Proses penerapan strategi dengan
melaksanakan tahapan dari model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) adalah
mulai dari kegiatan pendahuluan, kegiatan Inti hingga kegiatan penutup. Sedangkan proses
pelaksanaannya antara lain menyiapkan peserta didik untuk mengikuti proses pembelajaran,
menyiapkan seluruh media dan sarana yang dibutuhkan, melaksanakan praktek
pembelajaran dengan menerapkan metode dan media yang sudah dirancang serta melakukan
evaluasi dan refleksi. Selain itu guru harus menyiapkan evaluasi pengetahuan, sikap dan
keterampilan peserta didik serta adanya refleksi untuk perbaikan pembelajaran berikutnya.
Perlu dilakukan juga dengan kepala sekolah dan teman sejawat untuk diskusi terkait model
pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik dan model yang mampu
meningkatkan keaktifan dan motivasi peserta didik.
D. EVALUASI
Refleksi hasil dan dampak dari aksi dan langkah-langkah yang saya lakukan dengan
menggunakan model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) hasilnya sangat efektif.
Dengan media pembelajaran berupa PPT, Video, dan Proyek peserta didik lebih aktif, dan
tertarik dalam mengikuti pembelajaran dan pelajaran berpusat pada peserta didik. Bagi guru
sangat berdampak baik untuk melakukan proses pembelajaran selanjutnya dengan
melakukan kegiatan yang belum pernah guru lakukan. Contohnya : menayangkan PPT
canva yang berisi materi dan video. Keseluruhan proses kegiatan pembelajaran
dipersiapankan sebelum pelaksanaan kegiatan pembelajaran dengan menentukan model
pembelajaran, metode, perangkat pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta
didik, LKPD, evaluasi dan sumber belajar.
Dari Uraian diatas dapat disimpulkan melalui model Pembelajaran Project Based
Learning yang dikombinasikan dengan media PPT, Video dan Proyek di SMK
Muhammadiyah 3 Wates efektif dan layak dijadikan praktik baik pembelajaran, karena
mampu meningkatkan minat dan motivasi belajar peserta didik dilihat dari tingkat
pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran.
Daftar Pustaka
https://www.academia.edu/download/71949975/pdf.pdf
https://journal.unesa.ac.id/index.php/jpap/article/view/9902