0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan12 halaman

Sejarah Kerajaan Turki Utsmani

Diunggah oleh

Fanni Fachruddin
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan12 halaman

Sejarah Kerajaan Turki Utsmani

Diunggah oleh

Fanni Fachruddin
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SEJARAH PERADABAN ISLAM

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah sejarah peradaban islam


Dosen:
Yusni Amru Ghazali

Disusun oleh:
Kelompok 7

Muhammad Hasan Albana


22130067
Ahmad Nur zaeni
22130070
Fatmawati
22130042

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA
2023

KATA PENGANTAR
Assalamua’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Segala puji bagi Allah SWT. yang telah memberi kami kemudahan sehingga
kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Tanpa pertolongan-Nya
tentunya kami tidak akan sanggup untuk menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada manusia terbaik sepanjang masa
yang sangat kita cintai yakni Nabi Muhammad SAW yang sangat kita harapkan
syafa’atnya di yaumil akhirat nanti. Kami mengucapkan syukur kepada Allah SWT.
atas limpahan nikmat sehat-Nya, baik itu berupa sehat fisik maupun akal pikiran,
sehingga kami mampu untuk menyelesaikan makalah tugas mata kuliah “ SEJARAH
PERADABAN ISLAM”.
Bagi kami sebagai penyusun merasa bahwa masih banyak kekurangan dalam
penyusunan makalah ini karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman kami.
Untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca
demi kesempurnaan makalah ini. Aamiin ya robbal’alaamiin.

Jakarta, 20 Oktober 2023


Oleh: kelompok 7
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...........................................................................................
DAFTAR ISI..........................................................................................................
BAB I. PENDAHULUAN.....................................................................................
A. Latar Belakang Masalah.......................................................................
B. Rumusan Masalah.................................................................................
C. Tujuan Penulisan...................................................................................
BAB II. PEMBAHASAN......................................................................................
A. Sejarah berdirinya kerajaan Turki Utsmani..........................................
B. Periodesasi khalifah yang berkuasa di Turki Utsmani..........................
C. Ekspansi yang dilakukan oleh Turki Utsmani......................................
D. Kemajuan-kemajuan pada masa Turki Utsmani...................................
BAB III. PENUTUP..............................................................................................
A. Kesimpulan...........................................................................................
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Setelah Khilafah Abbasiyah di Baghdad runtuh akibat serangan tentara
Mongol, kekuatan politik Islam mengalami kemunduran secara drastis. Wilayah
kekuasaannya tercabik-cabik dalam beberapa kerajaan kecil yang satu sama lain
bahkan saling memerangi. Beberapa peninggalan budaya dan peradaban Islam banyak
yang hancur akibat serangan bangsa Mongol itu. Namun kemalangan tidak berhenti
disitu, Timur Lenk pun menghancurkan pusat-pusat kekuasaan Islam yang lain.
Dalam suasana infreoritas seperti itu, muncul kesadaran politik umat Islam
secara kolektif, kesadaran kolektif ini mengalami kemajuan dengan ditandai oleh
berdirinya tiga kerajaan besar, Usmani di Turki, Mughal di India, dan Safawi di
Persia. Kerajaan Utsmani inilah yang paling pertama berdiri dan paling lama bertahan
dibandingkan dua lainnya. Dalam perjalannya, Turki Utsmani dijalankan oleh tidak
kurang dari 38 sultan dengan berbagai macam corak kepamimpinnya masing-masing.
Salah satu serangan dan penaklukan terpenting yang dilakukannya adalah penaklukan
Konstantinopel. Walau demikian, hukum sejarah sebagai sunnatullah juga belaku,
bahwa masa pertumbuhan yang diiringi dengan kejayaan-kejayaan pun akan habis
dengan datang masa kemunduran dan kehancuran.
Sehubungan dengan hal diatas, sejarah yang ditulis didalam buku-buku sejarah
Islam tentang kerajaan Turki Utsmani di Indonesia memang sering tidak mendapatkan
porsi sebanyak yang diperoleh diperoleh Dinasti Umayyah dan Abbasiyah. Bila
dilihat dari budaya yang telah dipersembahkan dipermukaan, kerajaan Turki Utsmani
memang tidak bisa disamakan dengan kedua dinasti diatas, akan tetapi melihat
perannya dalam menangkal ekspansi dan serangan bangsa Eropa ke Timur, maka apa
yang dilakukan oleh Turki Utsmani tidaklah bisa ditinggalkan begitu saja dalam
kajian sejarah.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana Sejarah berdirinya kerajaan Turki Utsmani?
2. Siapa sajakah Periodesasi khalifah yang berkuasa di Turki Utsmani?
3. Apa saja Ekspansi yang dilakukan oleh Turki Utsmani?
4. Bagaimana Kemajuan-kemajuan pada masa Turki Utsmani?

C. Tujuan Penulisan
1. Mahasiswa dapat memahami Sejarah berdirinya kerajaan Turki Utsmani
2. Mahasiswa dapat memahami siapa sajakah Periodesasi khalifah yang berkuasa di
Turki Utsmani
3. Mahasiswa dapat memahami apa saja Ekspansi yang dilakukan oleh Turki
Utsmani
4. Mahasiswa dapat memahami Kemajuan-kemajuan pada masa Turki Utsmani
BAB II
PEMBAHASAN

A. Sejarah berdirinya kerajaan Turki Utsmani


Kerajaan Turki Utsmani berdiri pada tahun 1281 di Asia Kecil. Pendirinya
adalah Ustman bin Ertoghril. Wilayah kekuasaannya meliputi Asia Kecil dan daerah
Trace (1354), kemudian menguasai selat Dardaneles (1361), Casablanca (1389), lalu
kemudian menaklukkan kerajaan Romawi (1453).
Kata Utsmani diambil dari nama kekek mereka yang pertama dan pendiri
kerajaan ini, yaitu Utsman bin Ertoghril bin Sulaiman Syah dari suku Qayigh, salah
satu cabang dari keturunan Oghus Turki. Sulaiman Syah dengan 1000 pengikutnya
mengembara ke Anatolia dan singgah di Azerbaijan, namun sebelum sampai ke
tujuan, dia meninggal dunia.
Kedudukannya digantikan oleh puteranya yaitu Ertoghril untuk melanjutkan
perjalanan sesuai tujuan semula. Sesampai di Anatolia, mereka diterima oleh
penguasa Seljuk, Sultan Alauddin yang sedang berperang melawan kerajaan
Bizantium. Berkat bantuan mereka, Sultan Alauddin
mendapatkan kemenangan. Atas jasa baiknya itu, Sultan Alauddin
menghadiahkan sebidang tanah di Asia Kecil yang berbatasan dengan Bizantium.
Sejak saat itu mereka terus membina wilayah barunya dan memilih kota Syukud
sebagai ibu kota. Selain itu, Sultan Alauddin pun memberikan wewenang kepada
mereka untuk memperluas wilayahnya dengan mengadakan ekspansi.
Ertoghril meninggal dunia pada tahun 1289 M. Kepemimpinannya dilanjutkan
oleh puteranya, Utsman. Putera Ertoghril inilah yang dianggap sebagai pendiri
kerajaan Utsmani. Utsman memerintah berkisar antara tahun 1290 – 1326 M.
Sebagaimana ayahnya, dia banyak berjasa kepada Sultan Alauddin II dengan
keberhasilannya mendududki benteng-benteng Bizantium yang berdekatan dengan
kota Broessa. Pada tahun 1300 M, bangsa Mongol menyerang kerajaan Seljuk dan
Sultan Alauddin II terbunuh. Kerajaan Seljuk Rum ini kemudian terpecah-pecah
dalam beberapa kerajaan kecil. Utsman pun menyatakan kemerdekaan dan berkuasa
penuh atas daerah yang didudukinya. Sejak itulah kerajaan Utsmani dinyatakan
berdiri. Penguasa pertamanya adalah Utsman atau yang sering disebut dengan Utsman
I.
B. Periodesasi khalifah yang berkuasa di Turki Utsmani
Raja- raja pada kerajaan Turki Utsmani merupakan kekuasaan yang
didapatkan secara turun-temurun. Dengan adanya hal yang demikian tidak serta-merta
yang menajadi pewaris kerajaan adalah anak pertama, tidak ada aturan yang mengatur
hal yang demikian. Melainkan dalam perkembangnya, anak kedua bisa saja jadi
pewaris kepemimpinan pada kerjaan bahkan pergantian sultan juga diserahkan kepada
saudara Sultan bukan dari anaknya.
Berikut daftar lengkap para sultan pada kerajaan Utsmani yang dibagi lima
periode oleh Syafiq A. Mughni :
a. Periode Pertama,
1) Usman I (1290 – 1326 M) pendiri kerajaan Usmani
2) Orkhan (726 H/1326M¬ – 761 H/1359M)
3) Murad I (761 H/1359 M -789 H/1389 M)
4) Bayazid I (1389 - 1403 M)
b. Periode Kedua,
1) Muhammad I (1403 -1421 M)
2) Murad II (1421 – 1451 M)
3) Muhammad al-Fatih/ putra Murad II (1451 – 1484 M)
4) Bayzid II (1481-1512M)
5) Salim I (1512 – 1520 M)
6) Sulaiman al-Qanuni (1520 – 1566 M) puncak kejayaannya
c. Periode Ketiga
1) Salim I (1566-1574)
2) Murad III (1574-1595)
3) Mehmed III (1595-1603)
4) Ahmed I (1603-1617)
5) Mustafa I (1617-1618)
6) Osman II (1618-1622)
7) Mustafa I (1622-1623)
8) Murad IV (1623-1640)
9) Ibrahim I (1640-1648)
10) Mehmed IV (1648-1687)
11) Suleiman II (1687-1691)
12) Ahmed II (1691-1695)
13) Mustafa II (1695-1703)
d. Periode Keempat
1) Ahmed III (1703-1730)
2) Mahmud I (1730-1754)
3) Osman III (1754-1757)
4) Mustafa III (1757-1774)
5) Abdul Hamid I (1774-1789)
6) Selim III (1789-1807)
7) Mustafa IV (1807-1808)
8) Mahmud II (1808-1839)
e. Periode Kelima
1) Abdul Mejid I (1839-1861)
2) Abdul Aziz I (1861-1876)
3) Murad V (1876-1876)
4) Abdul Hamid II (1876-1909)
5) Mehmed V (1909-1918)
6) Mehmed VI (1918-1922)
7) Abdul Majid II (1922-1924)1
Ahli sejarah menyatakan bahwa masa kerajaan Khalifah Sulaiman al-Qanuni
merupakan kejayaan dan kebesaran Kerajaan Turki Utsmani, hal ini dibuktikan bahwa
pada masa kerajaan Turki Utmani masa Kesultanan Sulaiman Al Qanuni kerajaan
telah meninggalkan jauh negara-negra eropa pada bidang militer, politik, dan
keilmuan.
C. Ekpansi yang dilakukan oleh Turki Utsmani
Ertugrul meninggal pada 1289 M. Kepemimpinan dilanjutkan oleh puteranya
yaitu Utsman. Utsman bin Ertugrul inilah yang dianggap sebagai pendiri kerajaan
Utsmani. Utsman memerintah antara tahun 1290-1326. Sebagaimana ayahnya,
Utsman Ertugrul mengabdikan dirinya untuk Sultan Alauddin II dalam peperangan
melawan Bizantium hingga dapat menduduki beberapa wilayah Bizantium. Setelah
beberapa saat menikmati kemenangan atas Bizantium, serbuan tentara Monggol telah
1
Pulungan Suyuthi, “Sejarah Peradaban Islam”, Hlm. 259-261
memporak-porandakan tentara Saljuk bahkan Sultan Alauddin II terbunuh di tangan
Mongolia. Kekalahan ini telah menjadikan kesultanan Saljuk tercabik-cabik.
Pada saat itu, maka Utsman bin Ertugrul memproklamirkan berdirinya sebuah
dinasti Islam dan mengumumkan dirirnya sebagai Padisyah Al-Utsman yang artinya
Raja Besar Keluarga Utsman hingga dinastinya dinamakan dinasti Utsmani pada
tahun 699 H (1300 M). Dan ia menjadi penguasa pertama yang sering disebut Utsman
I. Setapak demi setapak wilayah kerajaan dapat diperluasnya. Ia menyerang daerah
perbatasan Bizantium dan menaklukkan kota Broessa tahun 1317 M, kemudian tahun
1326 M dijadikan sebagai ibu kota kerjaan. Wilayahnya mencakup Eropa Timur, Asia
Kecil, negeri-negeri Arab di Asia Barat dan Afrika Utara. 2 Dengan modal wilayah
sempit di Anatolia Tengah dan bekas wilayah Saljuk Rum, Turki Utsmani mampu
mengembangkan sayapnya ke Eropa Timur, Asia kecil, Asia Barat, dan Afrika Utara.
Hal ini disebabkan karena kuatnya manajemen politik dan militer yang tertata rapi dan
di dukung oleh kekuatan ekonomi yang mapan.
Ekspansi yang dilakukan Utsman dilanjutkan oleh Orkhan. Pada masa
pemerintahan Sultan Orkhan (726-761 H/ 1326-1359 M), kerajaan Turki Utsmani ini
dapat menaklukkan Azmir (Smirna) tahun 1327 M, Thawasyanli tahun 1330 M,
Uskandar tahun 1338 M, Ankara tahun 1354 M, dan Gallipoli tahun 1356 M. Daerah
ini adalah bagian dari benua Eropa yang pertama kali diduduki kerajaan Turki
Utsmani.
Ekspansi ke Eropa dilanjutkan oleh Sultan Murad I, penganti Orkhan yang
berkuasa pada tahun 761-189 H/ 1359-1389 M. Disamping itu ia juga memantapkan
keamanan dalam negeri. Dalam ekspansinya ia berhasil menaklukkan Adrianopel
yang kemudian dijadikannya sebagai ibu kota kerajaan yang baru, Macedonia, Sopia,
Salonia dan seluruh wilayah bagian utara Yunani. Merasa cemas terhadap kemajuan
dan perkembangan Turki Utsmani yang ekspansinya ke Eropa, membuat Paus
mengobarkan semangat perang. Sejumlah pasukan besar sekutu Eropa disiapkan
untuk memukul mundur Turki Utsmani. Pasukan tersebut dipimpin oleh Sijisman, raja
Hongaria. Namun, saat itu Sultan Bayazid I (1389-1403 M) penganti sultan Murad I,
dapat menghancurkan pasukan sekutu Kristen Eropa tersebut. Peristiwa ini
merupakan catatan sejarah yang amat gemilang bagi umat Islam.3

2
Ira M. Lapidus, Sejarah Sosial Umat Islam., 478-479.
3
Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam (Jakarta: Rajawali Press, 2008), 131.
Pada era sultan Bayazid I meneruskan ekspansinya ke Konstantinopel namun
berpapasan dengan tentara Timur Lenk yang sedang menyerbu Asia kecil dan terjadi
pertempuran yang membawa kekalahan bagi tentara Turki Utsmani. Pertempuran
tersebut terjadi di Angkara tahun 1402 M. Sultan Bayazid bersama puteranya Musa
tertawan dan wafat dalam tawanan pada tahun 1403 M. Sehingg ekspansi kerjaan
Turki Utsmani terhenti selang beberapa tahun. 4 Hal ini berimplikasi pada
kemerdekaan penguasa-penguasa Saljuk dari gengaman Turki Utsmani.
Wilayahwilayah Serbia dan Bulgaria juga memproklamirkan kemerdekaan. Kemudian
Secara intern, kekuasaan Turki Utsmani juga tidak stabil karena terjadi perbutan
kekuasaan di antara keluarga Sultan Bayazid sampai Sultan Mahammad I (1403-1421
M) mampu menguasai keadaan yang genting itu dan berusaha keras menyatukan
negaranya serta mengembalikan kekuatan dan kekuasaan seperti sediakala.
Pasca meninggalnya Timur Lenk pada tahun 1405 M, muncul keberanian
kerajaan Turki Utsmani untuk melepaskan diri dari Mongolia (kekuasaan Timur
Lenk) yang ketika menikmati keberhasilan justru terjadi perebutan kekuasaan di
antara keluarga dan putera-puteranya. Sehingga hal tersebut dimanfaatkan oleh Sultan
Muhammad I untuk memenangkan perseteruan dan menciptakan stabilitas politik
dalam negerinya. Namun disamping itu, juga terjadi perselisihan dalam tubuh Turki
Utsmani yakni adanya perselisihan antara putera-putera sultan Bayazid (Muhammad I,
Isa dan Sulaiman). Setelah 10 tahun perebutan kekuasaan terjadi, akhirnya sultan
Muhammad I berhasil mengalahkan saudara-saudaranya. Sehingga sultan Muhammad
I menjadi sultan Turki Utsmani yang sah. Usaha dia yang pertama kali adalah
mengadakan perbaikan-perbaikan dan meletakkan dasar-dasar keamanan dalam
negeri.
Usaha tersebut diteruskan oleh pengantinya yaitu Sultan Murad II (1421-1451
M) hingga mencapai puncak kejayaan pada era Sultan Muhammad al-Fatih
(Muhammad II) pada tahun 1451-1484 M. Sultan Muhammad II berhasil
mengalahkan tentara Bizantium dan menaklukkan Konstantinopel. Hal tersebut
merupakan prestasi yang gemilang karena benteng Eropa Timur sudah dikuasai. Hal
tersebut terjadi pada tahun 1453 M.5 Dengan terbukanya Konstantinopel sebagai
benteng pertahanan terkuat Kerajaan Bizantium, sehingga lebih mudahlah arus
ekspansi Turki Utsmani ke Benua Eropa.

4
Syalabi, Sejarah., 7.
5
Harun Nasution, Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya, jilid I (Jakarta: UI Press, 1985), 84.
Pada masa Sultan Salim I (1512-1520 M), Turki Utsmani tidak melakukan
ekspansi ke Eropa tetapi justru mengerahkan tentaranya ke Mesir (dinasti Mamluk),
Persia dan Syiria.15 Usaha sultan Salim I ini diteruskan oleh Sultan Sulaiman
alQanuni (1520-1566 M). Ia tidak mengarahkan ekspansinya ke salah satu arah timur
atau barat, tetapi ke seluruh wilayah yang berada disekitar Turki Utsmani seperti
Tunisia, Irak, Yaman, Budapest, Belgrado, Pulau Rodhes. Dengan demikian, luas
wilayah Turki Utsmani pada masa sultan Sulaiman al-Qanuni mencakup Asia Kecil,
Armenia, Irak, Siria, Hijaz, Yaman (semua itu termasuk wilayah Asia), Mesir, Libia,
Tunis, al-Jazair (semuanya wilayah Afrika), Hongaria, Rumania, Yunani, Yugoslavia,
Albania, (semuanya wilayah di Eropa. 6 Pada era Sultan Sulaiman I inilah
undangundang dasar atau al-Qanun kerjaan Turki Utsmani terbentuk sehingga ia
diberi gelar al-Qanuni.
Perebutan kekuasaan kembali terjadi setelah Sultan Sulaiman wafat yang
dilakukan oleh putera-puteranya, sehingga menyebabkan kemunduran Kerajaan Turki
Utsmani. Akan tetapi, meskipun terus mengalami kemuduran, kerajaan ini untuk masa
beberapa abad masih dipandang sebagai negara yang kuat, terutama dalam bidang
militer. Turki Utsmani masi bertahan lima abad lagi setelah peristiwa ini.

D. Kemajuan-kemajuan pada masa Turki Utsmani


Kemajuan pada masa kerajaan Turki Utsmani (1300-1923) dapat dilihat dalam
berbagai aspek, seperti politik, militer, keagamaan, pengetahuan, budaya, dan lainnya.
Berikut adalah beberapa kemajuan utama yang dicapai oleh Turki Utsmani:
1. Kebudayaan : Kerajaan Turki Utsmani memainkan peran besar dalam lapangan
sosial dan politik. Masyarakat digolongkan berdasarkan agama, dan kerajaan
sendiri sangat terikat dengan syarat sehingga fatwa ulama menjadi hukum yang
berlaku.
2. Kekuasaan : Kemajuan Turki Utsmani membawa kejayaan dalam meningkatkan
kekuasaan negara. Pada masa kepemimpinan kerajaan Usmani, para sultan yang
berkuasa tidak terlalu memperhatikan perkembangan di bidang ilmu pengetahuan,
tetapi mereka lebih fokus pada kegiatan militernya.
3. Wilayah kekuasaan : Kemajuan Turki Utsmani memungkinkan perluasan wilayah
kerajaan hingga mencapai wilayah perbatasan Iran, propinsi-propinsi Arab di
Timur Tengah dan Afrika Ara, serta perluasan kekuasaan di Asia Kecil.
6
Harun, Islam., 84.
4. Perekonomian : Pada masa kepemimpinan Kerajaan Usmani, sistem irigasi di
Mesir diperbaiki, kegiatan pertanian meningkat pesat, dan kegiatan perdagangan
dikembangkan melalui pembukaan kembali beberapa jalur perdagangan antara
India dan Mesir.
5. Kemajuan dalam dunia Islam : Kekuatan Turki Utsmani sangat besar ketika itu,
dan mereka memiliki kekuasaan yang sangat kuat di dunia Islam. Rezim Usmani
juga merupakan salah satu pejuang muslim terbesar dalam penyebaran agama

BAB III
PENUTUP

E. Kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA
Muvid, Muhamad Basyrul. "Sejarah Kerajaan Turki Utsmani dan Kemajuannya
Bagi Dunia Islam." Tsaqofah & Tarikh 7.01 (2022): 1-12.
Uliyah, T. (2021). Kepemimpinan Kerajaan Turki Utsmani: Kemajuan Dan
Kemundurannya. JURNAL AN-NUR: Kajian Ilmu-Ilmu Pendidikan dan
Keislaman, 7(02), 324-333.
Megawati, B. (2020). Kerajaan Turki Usmani. Tarbiyah Bil Qalam: Jurnal
Pendidikan Agama Dan Sains, 4(1).
Ratnasari, Dwi. "Sulaiman Al-Qanuni: Sultan Terbesar Kerajaan Turki Utsmani."
Jurnal Thaqafiyyat 14 (2013): 70-88.
Nofrianti, Mami, and Kori Lilie Muslim. "Kemajuan Islam pada Masa Kekaisaran
Turki Utsmani." Jurnal Fuaduna: Jurnal Kajian Keagamaan dan
Kemasyarakatan 3.1 (2019): 22- 32.

Anda mungkin juga menyukai