TA POMADE Samuel pdf-1
TA POMADE Samuel pdf-1
TUGAS AKHIR
Disusun Oleh
Disusun Oleh
Tugas Akhir ini adalah hasil karya saya sendiri, dan semua
sumber baik yang dikutip maupun dirujuk
telah saya nyatakan dengan benar.
NIM : 202111048
Tanda Tangan :
Tanggal :
i
LEMBAR PENGESAHAN
Laporan Tugas Akhir ini telah disetujui dan disahkan sebagai salah satu
syarat kelulusan Program Diploma – III Politeknik Kampar
Dewan Penguji
Pembimbing I Pembimbing II
Penguji I Penguji II
Mengetahui,
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Atas rahmatNya
sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir yang berjudul “Pengaruh
Perbandingan RBDPO dan VCO Terhadap Karakteristik Pomade”. Laporan
tugas akhir ini disusun berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakasanakan di
Laboratorium Program Studi Teknik Pengolahan Sawit Politeknik Kampar. Laporan
Tugas Akhir ini dibuat dan diajukan untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan
Diploma III Politeknik Kampar. Untuk kesempurnaan laporan tugas akhir ini,
penulis mengharapkan kritik dan saran. Penulis berharap laporan tugas akhir ini
berguna untuk menambah wawasan serta pengetahuan. Semoga laporan ini
bermanfaat bagi penulis khususnya. Mahasiswa Politeknik Kampar. Atas
perhatianya, Penulis ucapkan terima kasih kepada:
1. Kepada kedua orang tua saya yaitu Bapak Juliston Nainggolan dan Ibu Hotmauli
br Sirait. Yang telah memberi doa restu serta dukungan penuh kepada penulis
untuk terus termotivasi dalam menyelesaikan penelitian ini.
2. Ibu Sri Wahyuni, S.P., M.Si selaku dosen pembimbing I saya yang telah
memberikan motivasi dorongan, arahan, dan masukan selama penelitian dan
penyusunan Tugas Akhir.
3. Ibu Hanifah Khairiah, S.ST.,M.T selaku dosen pembimbing II dan wali dosen
saya yang telah memberikan motivasi dorongan, arahan, dan masukan selama
penelitian dan penyusunan Tugas Akhir.
4. Ibu Nina Veronika, S.T., M.Sc sebagai Direktur Politeknik Kampar.
5. Ibu Fatmayati, ST., M.Si selaku Ketua Program Studi Teknik Pengolahan Sawit
yang telah memberikan motivasi dan masukan selama penelitian Tugas Akhir.
6. Ibu Ferafat, A. Md. T selaku Instruktur Laboratorium Teknik Pengolahan Sawit
Politeknik Kampar.
iii
7. Damaiyona br Nainggolan dan Eben Haezer Nainggolan selaku adik penulis
yang menjadi penyemangat dalam menyelesaikan tugas akhir ini.
8. Terima Kasih kepada Sapri Pardede dan Rosa Situmorang sahabat saya yang
sangat menyemangati dalam mengerjakan Tugas Akhir.
9. Terima kasih kepada teman push rank game (Mahendra, Doiwan, dan Milleven)
yang telah membantu saya mencapai rank glory, dan menghilangkan lelah dalam
menyelesaikan Tugas Akhir.
10. Terima kasih kepada Iyan dan Windu yang telah membantu dalam proses
pembuatan tugas akhir.
11. Terimakasih kepada teman-teman kelas TPS B mahasiswa Politeknik Kampar
angkatan 2021 atas doa dan juga semangatnya kepada penulis.
Penulis
iv
ABSTRAK
Pomade merupakan suatu sediaan kosmetik yang masuk dalam kategori wax based
cream yang sedang diminati para pria untuk dapat membuat penampilan rambut yang
rapi. Pomade yang dibuat menggunakan bahan alam memberikan rasa aman pada
penggunaannya. Pada penelitian kali ini menggunakan bahan baku berupa minyak
sawit hasil rafinasi dan fraksinasi atau RBDPO (Refined Bleached Deodorized Palm
Oil) dan VCO (Virgin Coconut Oil). Penelitian ini bertujuan mengatuhi cara
pembuatan pomade dari RBDPO dan VCO, mengetahui apakah pomade yang di
produksi telah sesuai dengan SNI 06-2578-1992, mengetahui formula terbaik
perbandingan RBDPO dan VCO terhadap karakteristik pomade dan mengetahui
tanggapan dari responden terhadap pomade yang dihasilkan. Pada penelitian ini
proses pembuatan pomade ini dilakukan dengan cara pencampuran bahan, pemanasan
dan pengadukan menggunakan variabel RBDPOO dan VCO, yaitu variabel 1
(0%:10%), variabel 2 (2,5%:7,5%), variabel 3 (5%:5%), variabel 4 (7,5%:2,5%),
variabel 5 (10%:%). Pomade yang dihasilkan sudah sesuai dengan SNI 06-2578-
1992. Berdasarkan SNI dan uji organoleptik formula terbaik diperoleh dari variabel 3
dengan karakteristik sebagai berikut, yaitu kadar pH 5, kadar abu 0,0099%, titik cair
45°C dan uji organoleptik dengan hasil ratarata warna 83%, tekstur 67% dan aroma
97%.
v
ABSTRACT
vi
DAFTAR ISI
ABSTRAK .................................................................................................................... v
ABSTRACT ................................................................................................................... vi
BAB I ............................................................................................................................ 1
PENDAHULUAN ........................................................................................................ 1
BAB II ........................................................................................................................... 4
vii
2.2.2 Pembuatan Pomade ............................................................................... 10
BAB IV ....................................................................................................................... 22
viii
HASIL DAN PEMBAHASAN ................................................................................... 22
4.3.2 Tekstur................................................................................................... 28
BAB V......................................................................................................................... 30
PENUTUP ................................................................................................................... 30
LAMPIRAN ................................................................................................................ 35
ix
DAFTAR TABEL
Tabel 2. 1 Karakteristik Pomade (SNI 06-2578-1992) ................................................. 8
Tabel 2. 2 Kandungan asam lemak RBDPO ............................................................... 12
Tabel 2. 3 Kandungan asam lemak VCO .................................................................... 13
Tabel 2. 4 Kandungan asam lemak minyak zaitun ..................................................... 14
Tabel 2. 5 Kandungan asam lemak castor oil (minyak jarak) ..................................... 15
Tabel 3. 1 Variabel Bebas ........................................................................................... 21
Tabel 3. 2 Variabel Tetap ............................................................................................ 21
Tabel 4. 1 Pengujian Terhadap pH .............................................................................. 24
x
DAFTAR GAMBAR
xi
BAB I
PENDAHULUAN
1
adalah water based yang mengandung larut air dan wax/minyak (Dewi, 2016).
Kualitas Pomade dipengaruhi oleh bahan baku Pomade yang digunakan
Produksi pomade dapat menggunakan bahan baku Refined Bleached
Deodorized Palm Oil (RBDPO) dan Virgin Coconut Oil (VCO). RBDPO ialah
produk hasil rafinasi dan fraksinasi Crude Palm Oil (CPO) yang digunakan sebagai
minyak goreng sawit. RBDPO memiliki manfaat untuk melembabkan rambut,
membuat rambut lebih lembut dan mudah diatur, membuat rambut berkilau, dan
melindungi rambut agar tidak rusak akibat terlalu kering. VCO adalah minyak yang
diperoleh dari daging buah kelapa (Cocos nucifera L.) tua yang segar dan diproses
dengan diperas dengan atau tanpa penambahan air, tanpa pemanasan atau pemanasan
tidak lebih dari 60°C. VCO memiliki manfaat untuk menutrisi rambut, meningkatkan
pertumbuhan rambut dan membuatnya menjadi elastis dan kuat, sehingga rambut
tidak mudah patah.
Pembuatan pomade umumnya menggunakan bahan dasar dari petroleum
seperti lanolin, beeswax dan petroleum jelly. Saat ini telah banyak dilakukan
penelitian pembuatan pomade dengan menggunakan bahan dasar dari minyak nabati
diantaranya, Palm Kernel Oil, Refined Bleached Deodorized Palm Oil, Vurgin
Coconut Oil, Castor Oil minyak zaitun, dan minyak kemiri. Sebagai bahan dasar,
pomade minyak nabati yang dapat digunakan tidak hanya dari jenis PKO dan minyak
kemiri, RBDPO dan VCO dapat juga digunakan minyak nabati jenis lainnya yang
memiliki manfaat untuk kesehatan rambut.
Berdasarkan latar belakang, maka penulis tertarik membuat tugas akhir yang
berjudul “Pengaruh Perbandingan RBDPO dan VCO Terhadap Karekteristik
Pomade”
2
3. Bagaimana karakteristik Pomade yang dihasilkan berdasarkan Standar Nasional
Indonesia (SNI 062578-1992)?
3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Rambut
2.1.1 Definisi Rambut (Barigina,E dan Zahida 2001)
Rambut adalah struktur epidermal khusus yang terdiri satu akar di dalam
dermis dan satu batang yang menonjol keluar permukaan. Ada dua jenis rambut yaitu
rambut terminal dan rambut velus. Rambut terminal adalah rambut kasar yang
mengandung pigmen, terdapat di kepala, alis, bulu mata, ketiak, dan alat kelamin.
Sedangkan rambut velus adalah rambut halus yang sedikit mengandung pigmen
terdapat hamper di seluruh bagian tubuh. Potongan melintang rambut dari luar ke
dalam dapat dibagi menjadi: Kutikutel, Korteks medulla, Korteks medulla, Bulbus
dan Sel matriks, Papilla dermis.
Rambut terdiri dari akar yang terdiri dari sel sel tanpa keratin, batang rambut
terdiri dari bagian rambut yang muncul dari permukaan kulit, akar dan bagian bawah
kandung rambut mengandung selsel matriks, rambut bagian dermis yang masuk
kedalam kandung rambut yang disebut dengan papil. Melanosit yang terdapat di
bagian atas kandung rambut menghasilkan pigmen yang memberikan warna pada
rambut.
Pigmen yang memberi warna pada rambut adalah melanin yang memberikan
warna coklat hitam dan phemelanin yang memberikan warna kuning dan merah,
warna setiap batang rambut seseorang tidak sama tergantung konsentrasi granul
pigmen yang dikandungnya. Komposisi rambut terdiri dari karbon 50,60%, hydrogen
6,36%, nitrogen 17.14%, sulfur 5%, dan oksigen 20,80 Kandungan kimia rambut:
Karbohidrat, Lipid, Senyawa senyawa organik seperti( Ca,Zn, Fe), Zat-zat pigmen,
Triptofen dan Sistein.
Kelainan kelainan pada rambut dapat terjadi pada batang rambut atau pada
akar rambut dimana penyebabnya dapat berasal dari luar maupun dari dalam tubuh.
Apabila kelainan tersebut kurang diperhatikan maka akan dapat menyebabkan
4
terjadinya penyakit pada kulit kepala.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan rambut adalah Keadaan
fisiologikmeliputi Hormone (androgen estrogen, tiroksin dan kortikosteroid),
Metabolisme, Nutrisi sangat menpengaruhi pada pertumbuhan rambut terutama
nutrisi protein dan kalor). Selanjutnya adalah keadaan patologik yang meliputi:
Peradangan system atau setempat, dan obat-obatan.
2. Batang rambut
Batang rambut adalah bagian rambut yang berbeda diatas permukaan kulit
berupa benang benang halus yang terdiri dari zar tanduk (keratin). Pada potongan
melintang batang rambut dapat dibedakan menjadi tiga lapisan yang tersususn teratur
secara konsentris, yaitu:
a. Selaput rambut (kutikula)
Kutikula adalah lapisan paling luar rambut yang terdiri dari atas sel-sel tanduk
yang gepeng atau pipih yang tersusun seperti sisik ikan, bagian bawah menutupi
bagian yang atas, kutikula berfungsi melindungi bugim dalam dari batang rambut.
b. Kulit rambut (korteks)
Kulit rambut adalah lapisan tengah dari rambut yang terdiri atas sel-sel tanduk
yang membentuk kumparan, tersusun secara memanjang dan mengandung butir-butir
melamin, komposisinya mempengaruhi warna, kekuatan, elastisitas, pertumbuhan,
dan besar tekstur rambut.
5
c. Sumsum rambut (medulla)
Medulla adalah lapisan terdalam dari rambut yang tersusun dari keratin-
keratin halus yang sangat renggang sehingga terdapat rongga- rongga yang berisi
udara, tetapi tidak memiliki peran penting.
3. Akar rambut
Akar rambut adalah rambut yang tertenam didalam di dalam kulit. Akar
rambut tertanam miring di dalam kulit dan terselubung oleh kantong rambut (folikel).
Bagian-bagian dari akar rambut adalah sebagai berikut:
a. Kantong rambut (folikel)
Kantong rambut merupakan suatu saluran yang mempinyai tabung dan
berfungsi untuk melindungi akar rambut.
b. Papil rambut
Papil rambut adalah bulatan kecil yang bentuknya melengkung terletak
dibagian terbawah dari folikel rambut dan menjorok masuk ke dalam umbi rambut.
Papil rambut berfungsi dan bertugas memproduksi atau membuat bermacam-macam
zat yang dibutuhkan untuk pertumbuhan rambut, misalnya sel-sel tunas rambut, zat
protein pembentuk keratin, zat makanan untuk rambut, zat melanosit untuk
memmbentuk melanin, oksigen, karbon, zat lemak dan lain-lain.
2.2 Pomade
Pomade berasal dari istilah bahasa Perancis “pommade” yang artinya salep.
Pada zaman modern pomade sudah banyak dicampur dengan pewangi. Penggunaan
pomade dimulai sejak tahun 1800-an dan bahan dasar yang digunakan pada saat itu
adalah minyak beruang. Pada tahun 1900-an minyak babi digunakan sebagai bahan
dasar pembuatan pomade. Pada tahun 2000 sampai sekarang penggunaan minyak
babi diganti bahan alami seperti petroleum jelly dan beeswax sebagai bahan dasarnya.
Sifat kaku pomade digunakan untuk membuat style rambut seperti pompadour atau
quiff (Shafat, 2015).
6
Pomade merupakan suatu sediaan kosmetik yang berkaitan dengan perawatan
rambut, pomade adalah suatu produk berbentuk semi padat dari bahan utama mineral
lilin (wax) dengan penambahan bahan lain dan digunakan untuk merapikan rambut
(BSN, 1992). Secara garis besar pembuatan pomade tidak memiliki formula baku,
pada umumnya dalam pomade terdapat mineral lilin (wax), emulsifier, minyak,
aroma, dan pewarna. Efek tahan lama dan bersinar atau klimis dari kosmetik yang
pertama kali muncul pada awal abad ke 19 ini, lelaki kembali beralih ke produk
pomade (Aminuloh, 2016).
Bahan pembuatan pomade yang selama ini digunakan adalah parffin wax
sintetis dan bahan kimia lainnya. Namun, paraffin wax dan bahan kimia lainnya
memiliki dampak negatif pada kesehatan apabila terjadi proses penguapan. Sekarang
bahan pembuatan pomade dapat menggunakan bahan alami yang bisa digunakan
sebagai pengganti kimia, seperti PKO, VCO, minyak zaitun, castor oil, beeswax,
petroleum jelly, microwax, pewarna, dan pewangi (Prasetyo, 2018).
Mujiono (2020) menyatakan pomade dapat bertahan lebih lama dalam
penataan rambut dari kebanyakan produk perawatan rambut lainnya. Pembuatan
pomade saat ini telah menggunakan lanolin, beeswax, vaselin putih dan bahan-bahan
organik lain sebagai bahan dasarnya. Pomade yang dibuat menggunakan bahan alam
memberikan rasa aman pada penggunaannya. Liquid oil yang digunakan sebagai
dasar utama pembuatan pomade yang dapat diperoleh dari tumbuh-tumbuhan.
Syarat pomade telah diatur oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN) pada
tahun 1992. Syarat mutu tersebut dapat dilihat pada SNI 06-2578-1992 dengan
parameter sebagai berikut.
7
Tabel 2. 1 Karakteristik Pomade (SNI 06-2578-1992)
No Uraian Persyaratan
1 Reaksi Terhadap Lakmus Netral
2 Kadar Abu Maks. 0,1%
3 Cemaran Logam (Pb,Cu,Hg) Negatif
4 Arsen Negatif
5 Titik Cair 38 C-48 C
(Sumber: BSN 1992).
8
based, pomade ini sangat mudah dibersihkan. Hanya sekali keramas dengan shampo
dan dibilas dengan air, rambut akan kembali normal.
4. Soft
Teksturnya yang lembut membuatnya sangat mudah diambil dari wadah dan
diratakan di tangan. Begitu pula saat diaplikasikan, tidak perlu harus menjambak
rambut dan sangat mudah ketika disisir. Soft pomade juga menghasilkan shine atau
daya klimis yang sangat tinggi. Karakteristik lainnya dari soft pomade adalah tingkat
holdnya yang lemah dalam arti tidak mampu menahan tatanan rambut dalam waktu
yang relatif lama. Itu sebabnya pomade jenis ini lebih cocok untuk dipakai oleh
mereka yang berambut pendek.
1. Medium hold
Sesuai dengan namanya pomade jenis ini memiliki tingkat hold yang sedang,
tingkat ketahanannya tidak terlalu lemah dan juga tidak terlalu kuat. Pomade varian
ini cocok untuk orang-orang yang suka dengan gaya simple namun tetap dapat
menunjukkan gaya dari tampilan rambutnya. Pomade rambut ini memiliki tekstur
padat dipermukaannya namun terasa lembut saat disentuh. Karena padat, saat
diratakan di telapak tangan terasa cukup susah namun relatif masih mudah. Begitu
9
juga dengan pemakaiannya, memiliki tingkat kesulitan yang sedang dengan sesekali
melakukan jambakan pada rambut agar penataannya sesuai dengan yang diinginkan.
Tingkat shine yang dihadirkan pomade tipe medium hold juga pada kategori sedang,
sehingga tidak terlalu mengkilap tapi juga tidak terlalu natural.
2. Heavy hold
Tipe pomade jenis ini memiliki tingkat hold dan ketahanannya yang paling
tinggi dibandingkan dua varian yang telah disebutkan sebelumnya. Karena itu tipe
heavy lebih cocok untuk mereka yang menginginkan efek hold yang maksimal bagi
rambut mereka. Tekstur yang dimiliki tipe heavy hold terutama pomade yang
berbahan dasar minyak dan sangat keras, sehingga butuh sedikit tenaga untuk
mengambilnya dari wadah serta saat meratakannya di telapak tangan. Begitu juga
dalam pemakaiannya, diperlukan jambakan pada rambut yang lumayan sering untuk
bisa memperoleh tatanan rambut sesuai dengan yang diinginkan, termasuk saat proses
penyisiran karena rambut dalam keadaan kesat. Untuk efek klimis yang dihasilkan,
tipe heavy hold cenderung menghasilkan efek matte finish alias natural.
10
memberhentikan pengadukan sampai semua bahan tercampur homogen. Tuangkan
bahan yang telah tercampur homogen kedalam wadah pomade yang telah disediakan.
11
Tabel 2. 2 Kandungan asam lemak RBDPO
12
sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan rambut dan mencegahnya dari
kerontokan. Kandungan asam lemak yang terkandung didalam VCO dapat di lihat
pada tabel 2.3.
13
Minyak zaitun adalah minyak yang didapat dari buah zaitun (Olea Europaea)
yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan rambut. Manfaat yang bisa diperoleh
dari minyak zaitun di antaranya yaitu mengangkat kotoran pada rambut, mengatasi
kulit kepala kering, melembapkan rambut, mengatasi rambut yang susah diatur,
mengatasi rambut patah dan bercabang, mengurangi ketombe, menguatkan rambut,
mencegah kerontokan, menghilangkan gatal pada rambut, merawat kulit kepala, dan
memperhalus rambut (Kinanthi, 2009). Jimenez-lopez (2020), menyatakan
kandungan asam lemak di dalam minyak zaitun dapat dilihat pada tabel 2.4.
14
Tabel 2. 5 Kandungan asam lemak castor oil (minyak jarak)
15
Julaiha (2003), menyatakan awalnya petroleum dipasarkan sebagai salep luka
bakar tetapi sebenarya lebih bermanfaat menghindari kontaminasi atau infeksi dari
luka bakar terbuka. Dalam perkembangan petroleum jelly dapat digunakan sebagai
bahan dasar kosmetik. Dalam pembuatan pomade yang akan dilakukan, manfaat
petroleum jelly ini untuk pelembab dan membuat tekstur pomade menjadi lembut,
dan kental, bila terlalu banyak digunakan, petroleum akan merusak kandungan murni
pada beeswax.
2.3.8 Pewarna
Pewarna pada pomade dibagi menjadi dua, yaitu pewarna alami dan pewarna
sintetis. Pewarna alami lebih aman jika dibandingkan dengan pewarna sintetis, tetapi
kekuatan pewarnanya lebih lemah, tidak tahan cahaya dan pembuatannya sulit.
Intensitas warna zat sintetis lebih kuat tetapi memiliki derajat toksisitas yang perlu
diperhatikan. Toksisitas dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu zat pewarna yang hanya
16
boleh digunakan di dalam kosmetik dan makanan, hanya digunakan pada kosmetik,
dan hanya digunakan pada kosmetik untuk pemakaian luar (Tranggano dan Latifah,
2007). Pewarna ditambahkan pada proses pembuatan minyak rambut pomade untuk
menghasilkan produk yang beraneka warna, bahan pewarna yang digunakan adalah
berupa bahan pewarna untuk kosmetik (Khairiah, 2015).
2.3.9 Pewangi
Pada umumnya parfume yang digunakan dalam pembuatan pomade adalah
minyak esensial (essential oil) dan bibit parfume. Minyak esensial merupakan bahan
yang sensitif terhadap panas, sehingga harus ditambahkan pada temperatur yang
rendah. Pencampuran antara parfume dengan sample harus tetap dengan komposisi
yang sewajarnya. Karena apabila parfume yang diberikan itu terlalu banyak atau
berlebihan, maka dapat menimbulkan masalah pada kulit kepala. Menurut (Rieger
2000) Minyak ini biasanya digunakan dalam jumlah yang kecil sehingga tidak
menyebabkan iritasi.
17
Tekstur produk merupakan parameter penting untuk berbagai jenis produk.
Tekstur merupakan salah faktor yang menentukan mutu produk makanan. Kisaran
mutu dalam produk pangan sangatlah luas, dan berawal dari kualitas pangan yang
buruk (Yuwono, 2014). Penelitian Rahayu (2004) menyebutkan bahwa penambahan
malam lebah kuning dalam krim tangan dan badan dapat meningkatkan viskositas
dan kestabilan emulsi.
Uji bau bertujuan untuk melihat kemampuan panelis dalam mengenali dan
membedakan rasa dasar dan aroma sederhana. Penelitian Rahayu (2004) peningkatan
konsentrasi 19 malam lebah yang ditambahkan pada formulasi krim tangan tidak
mengubah kesukaan panelis terhadap bau.
2.4.2 Uji pH
Uji pH dilakukan pada suhu kamar (25 ℃-30 ℃). pH pomade mendekati pH
rambut dan minyak pada kulit kepala manusia (sebum) yaitu 4,5 - 5,5 (BPOM RI,
2011).
18
BAB III
METODE PELAKSANAAN
19
Tambahkan pewangi dan pewarna sesuai pada tabel variabel tetap, tanpa
memberhentikan pengadukan menggunakan mixer dengan kecepatan 200 rpm sampai
semua bahan tercampur hingga homogen. Tuangkan bahan yang telah tercampur
hingga homogen kedalam wadah pomade yang telah disediakan. Lakukan pembuatan
pomade untuk variabel berikutnya dengan prosedur yang sama. Setelah semua
prosedur telah selesai, lakukan pengujian sesuai parameter yang telah ditentukan.
Beeswax Microwax
Petroleum jelly Castor oil
Pomade
20
3.3.2 Rancangan Percobaan
Pada penelitian menggunakan Rancangan Penelitian dengan menggunakan
beberapa variabel, yaitu variabel bebas dan variabel tetap. Formula bahan baku dapat
dilihat pada tabel 3.1 dan tabel 3.2.
21
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
22
seperti mencegah terjadinya rambut kering, mengatasi masalah ketombe,
melembutkan rambut, mengatasi rambut bercabang dan untuk menjaga kesuburan
rambut. Kemudian yang terakhir penambahan pewangi dan pewarna. Pewangi
berguna untuk memberi kesan aroma khas pada pomade dan pewarna sebagai daya
tarik agar memberi kesan warna yang diinginkan. Pomade yang dihasilkan pada
percobaan ini dapat dilihat pada gambar berikut.
4.2.1 Uji pH
Uji pH bertujuaan untuk mengetahui nilai pH suatu sediaan pomade apakah
dapat diterima oleh kulit. pH rambut dan minyak kulit kepala manusia (sebum)
berkisar antara 4,5 hingga 5,5.
Pemeriksaan pH dilaksanakan untuk memeriksa kadar keasaman produk
pomade guna menjamin produk tersebut tidak memicu iritasi pada kulit kepala. Jika
kadar keasaman terlalu tinggi, kulit akan mengalami iritasi, sedangkan jika terlalu
rendah, kulit akan mengalami pengelupasan (Mujiono dan Ismedsyah, 2020; Riyanta
dan Amananti, 2020). Berikut adalah hasil pengujian pH dapat dilihat pada tabel 4.1.
23
Tabel 4. 1 Pengujian Terhadap pH
24
beratnya (Budiman, 2008). Hasil pengujian kadar abu pada percobaan ini dapat
dilihat dilampiran dan gambar berikut ini gambar 4.2.
0,018
0,015
Kadar Abu (%)
0,0119 0,0119
0,012 0,0099
0,0099 0,0099
0,009
0,006
0,003
0
Variabel 1 Variabel 2 Variabel 3 Variabel 4 Variabel 5
Gambar 4. 1 Pengaruh rasio formula RBDPO dan VCO terhadap kadar abu
pomade
Berdasarkan gambar 4.1 hasil pengujian dari kelima variabel pomade kadar
abu yang dihasilkan 0,0099-0,0119%. Kandungan abu yang lebih tinggi menandakan
banyak mineral yang terkandung dalam sampel, mineral yang berlebih tidak
disarankan ada di dalam pomade. Berdasarkan hasil diatas untuk pengujian kadar abu
pada Variabel 1,2,3,4, dan 5 sangat memenuhi persyaratan SNI 06-2578-1992
pomade yaitu dengan hasil maksimal 0,1%.
25
48
47 46 46
Titik Cair (0C) 46 45 45 45
45
44
43
42
41
40
Variabel 1 Variabel 2 Variabel 3 Variabel 4 Variabel 5
Gambar 4. 2 Pengaruh rasio formula RBDPO dan VCO terhadap titik cair
pomade
Berdasarkan gambar 4.2 dapat dilihat titik cair dari seluruh sampel nilainya
dari suhu 45°C sampai suhu 46°C. Pomade dengan variabel 4 dan 5 memiliki titik
cair lebih tinggi dibandingkan dengan titik cair variabel 1, 2, dan 3 karena kandungan
asam stearat pada RBDPO dan VCO mempengaruhi titik cair pomade. Farmakope
(1979) menyatakan bahwa titik cair asam stearat 54°C. Semakin banyak jumlah
kandungan asam stearat maka titik cair pomade semakin tinggi (Hilmarni, 2021).
Kandungan asam oleat juga berpengaruh terhadap titik cair pomade. Menurut Sulastri
(2011) asam oleat memiliki titik cair yang rendah, yaitu 16°C. Kandungan asam oleat
yang berjumlah banyak sehingga titik cair pada pomade lebih rendah (Sandri dkk,
2016). Syarat mutu pengujian pomade berdasarkan SNI 06-2578-1992 yaitu, 38°C-
48°C, yang berarti pomade dengan bahan baku RBDPO dan VCO ini telah sesuai
SNI 06-2578-1992 dengan hasil 45°C-46°C.
26
4.3 Uji Organoleptik
Uji organoleptik atau uji indra atau uji sensori merupakan cara pengujian
dengan menggunakan indra manusia sebagai alat utama untuk pengukuran daya
penerimaan terhadap produk. Pengujian organoleptik mempunyai peranan penting
dalam penerapan mutu. Hasil uji Organoleptik warna, tekstur, dan aroma pada
pomade yang didapat dari penilaian 30 orang panelis yang sesuai dengan kriteria.
4.3.1 Warna
Warna merupakan salah satu parameter mutu secara fisik yang tentukan.
Warna juga menjadi faktor utama yang dipertimbangkan manusia dalam memilih
suatu produk. Pewarna yang digunakan adalah warna merah muda dengan kadar 2,5%
dari keseluruhan bahan sehingga dihasilkan produk yang memiliki warna orange.
Hasil pengujian kadar abu pada percobaan ini dapat dilihat dilampiran dan gambar
berikut ini.
90 83
80
77 77
Jumlah Responden (%)
80 73
70
60
50
40
30 27
23
20 20
20 17
10 3
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
0
Variabel 1 Variabel 2 Variabel 3 Variabel 4 Variabel 5
Sangat Tidak Suka Tidak Suka Cukup Suka Suka Sangat Suka
27
Hasil keselurhan organoleptik warna pada semua variable, yaitu variabel 1
80%, variabel 2 80%, variabel 3 83%, variabel 4 77%, variabel 5 73%. Tanggapan
terbaik pada parameter penilaian organoleptik tekstur adalah variabel 3 dengan hasil
ratarata 83%
4.3.2 Tekstur
Tekstur adalah nilai raba pada suatu permukaan, suatu permukaan mungkin
kasar, halus, keras, lunak, kasar atau lembut. Tekstur merupakan karakter nilai raba
yang bisa dirasakan secara fisik.
80
67
Jumlah Responden (%)
70 63
60
60 57
50
50 47
40 40
40 37
33
30
20
10 3 3
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
0
Variabel 1 Variabel 2 Variabel 3 Variabel 4 Variabel 5
Sangat Tidak Suka Tidak Suka Cukup Suka Suka Sangat Suka
28
4.3.3 Aroma
Aroma adalah wewangian yang dirasakan oleh hidung akibat adanya
rangsangan yang diberikan sehingga tercium oleh syaraf-syaraf olfaktori dalam
rongga hidung. Aroma atau bau merupakan hal subyektif serta tak dapat diukur,
karena setiap individu mempunyai sensitivitas yang berbeda. Aroma yang digunakan
pada produk ini yaitu fragrance apple.
90 83
80 80 80
80
Jumlah Responden (%)
70
60
60
50
40
30 23
20
20 17 17 17
10
10 7
3 3
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
0
Variabel 1 Variabel 2 Variabel 3 Variabel 4 Variabel 5
Sangat Tidak Suka Tidak Suka Cukup Suka Suka Sangat Suka
29
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
1. Proses pembuatan pomade ini dilakukan dengan tahapan pencampuran bahan
PKO, VCO, beeswax, petroleum jelly, castor oil, minyak zaitun, microwax,
pewangi dan pewarna. Pemanasan dengan suhu 80°C , dan pengadukan dengan
kecepatan 200 rpm.
2. Formula terbaik terdapat pada variabel 3 dengan hasil uji reaksi terhadap pH 5,
kadar abu 0,0099%, titik cair 45°C, dan uji organoleptik warna 83%, tekstur
67%, aroma 97%.
3. Pomade yang dihasilkan sesuai dengan SNI 06-2578-1992. Dengan hasil
pengujian reaksi terhadap kertas pH 5, kadar abu 0,0099%-0,0119%, dan titik
cair 45°C-46°C dan uji organoleptik meliputi parameter warna, tekstur, dan
aroma pada semua variabel dengan rata rata, yaitu variabel 1 (warna 80%, tektur
60%, aroma 83%), variabel 2 (warna 80%, tekstur 63%, aroma 90%), variabel 3
(warna 83%, tekstur 67%, aroma 97%), variabel 4 (warna 77%, tekstur 60%,
aroma 96%), variabel 5 (warna 73%, tekstur 50%, aroma 83%).
5.2 Saran
Sebaiknya dilakukan pengujian lanjutan terhadap judul “Pengaruh
Perbandingan RBDPO dan VCO Terhadap Karekteristik Pomade” pengujian
arsen , dan cemaran logam (Pb, Cu, Hg).
30
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad MH, Ibrahim WA, Sazali J, Izhab I, Hassan Z., 2020. Thermal process of
castor and plant based oil. Indones J Chem. 20(1):238–40.
Aminuloh, Faisal., 2016. Pengembangan formulasi herbal cousmeceutical pomade
dari minyak kemiri sebagai penyubur rambut, Bandung: Sekolah Tinggi
Farmasi Bandung, 1-12.
Auliasari, N., Akmal, A., & Efendi, C., 2019. Formulasi Dan Uji Stabilitas Fisik
Sediaan Pomade Yang Mengandung Minyak (Olea europaea). Jurnal Ilmiah
Farmako Bahari, 9(2), 45-561.
Badan Pusat Statistika, “Produksi, Konsumsi, Ekspor dan Impor RBD Olein,” 2018.
[Online]. Available: https://www.bps.go.id/all_newtemplate.php.
Badan Standardisasi Nasional., 1992. Minyak Rambut Jenis Pomade (SNI 06- 2578-
1992). BSN. Jakarta.
Barigina, E dan Zahida, 2001, Perawatan dan Penataan Rambut, Adicita, Jakarta.
(BPOM RI, 2011). Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor:
HK. 03.1.23.07.11. 6662 Tentang Analisis Kosmetika. Jakarta.
Budiman, H., 2008. Uji Stabilitas Kosmetika,. Jakarta A UI.
Departemen Kesehatan RI, 1979, Farmakopi edisi III, Jakarta.
Departemen Kesehatan RI, 1985, Formularium Kosmetika Indonesia, Jakarta.
Dewi, D. P.M.S., 2016. Pengaruh Konsentrasi Pengawet Natrium Benzoat Terhadap
Karakteristik, Stabilitas Fisika & pH Pada Water Based Pomade Yang
Mengandung Ekstrak Aloe Vera. Calyptra: Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Universitas Surabaya, 5(1), 1–12.
Eckey, S.W. (1955). Vegetable fat and oil. dalam Mukarromah (2017): Komposisi
Asam Lemak Minyak Kelapa Sawit Dan Minyak Inti Kelapa Sawit.
Fadlisyah T. 2023. Pengaruh Perbandingan PKO dan VCO Terhadap Kualitas
Pomade. unpload.
31
Fanani N., Ningsih E. 2018. Analisis Kualitas Minyak Goreng Habis Pakai yang
Digunakan oleh Pedagang Penyetan didaerah Rungkut Surabaya Ditinjau dari
Kadar Air dan Kadar Asam Lemak Bebas (ALB). Jurnal IPTEK – Volume 22
Nomer 2, Desember 2018: 59-66. DOI: 10.31284/j.iptek.2018.v22i2 .436
Farmakope Indonesia., 1979. Edisi III, Departemen Kesehatan Republik Indonesia,
Jakarta. 6-7, 93-94, 265, 338-339, 691.
Fauzi, Y., Y, E, Widyastuti., I, Satyawibawa., dan R. Hartono. 2008. Kelapa sawit
Budi Daya Pemanfaatan Hasil & Limbah Analisis Usaha & Pemasaran. Edisi
Revisi. Jakarta: Penebar Swadaya.
Hilmarni., Suci Fauzana., dan Riki Ranova., 2021. Formulasi Sediaan Lilin
Aromaterapi dari Ekstrak Kecombrang (Etlingera elatior), Sereh Wangi
(Cymbopogon nardus L), dan Cengkeh (Syzygium Aromaticum). Journal Of
Pharmacy.
Ismarani, Muharam S, Nomosatryo S., 2011. Karakterisasi dan Komposisi Biodiesel
dari Minyak Jarak Pagar (jatropha curcas L .). Jurnal Agribisnis dan
Pengembangan Wilayah. 2(2):24.
Jimenez-lopez C, Carpena M, Lourenço-lopes C, Gallardo-gomez M, Lorenzo JM,
Barba FJ,. 2020. Bioactive Compounds and Quality of Extra Virgin Olive Oil.
Food 9(8):1–31.
Julaiha., 2003. Efektifitas Penggunaan White Petroleum Jelly Unuk Perawatan Iuka
Tekan Stage I di Ruang Dirawat Inap Siloham Hopitals Lippo Village.
Jakarta: Universitas Esa Unggul.
Kementrian Perindustrian. (2015). Ekspor Kosmetik Indonesia Rp 11 Triliun.
https://www.wartaekonomi.co.id. Diakses pada tanggal 3 Maret 2018
Ketaren, S., 1995. Pengantar Teknologi Atsiri. Balai Pustaka Jakarta.
Ketaren, S., 2003. Minyak dan Lemak Pangan. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
Khairiah, H., 2015. Penuntunan Praktikum Praktek Produksi I. Program Studi Teknik
Pengolahan Sawit, Bangkinang: Politeknik Kampar.
32
Kinanthi., 2009. Minyak Zaitun (Sumber Lemak Nabati),.Retrieved September Rabu,
2016, from http://kinanthidiah.multiply.com/journal/item/4.htm.
Lucida., 2008. Uji daya peningkat penetrasi virgin coconut oil (VCO) dalam basis
krim. Jurnal Sains & Teknologi Farmasi, 13 (1).
Mangoensoekarjo, S. dan H. Semangun., 2005. Manajemen Agrobisnis Kelapa
Sawit. Jakarta: Gadjah Mada University Press.
Mishra, A.K., Krishnapriya, N.V. Ramesh., 2017. Therapeutic uses bees wax in
ayurveda and its physico chemical analyses: a review. International Journal
Res.
Mujiono, R. A. and Ismedsyah., I. 2020. Formulasi Dan Uji Stabilitas Pomade Lidah
Buaya (Aloe vera var.chinensis), in Seminar Nasional Teknologi Komputer &
Sains (SAINTEKS), pp. 549–552.
Ogunniyi, D.S., 2006. Castor oil: A vital industrial raw material, Bioresour Technol.,
97 (9), 1086–1091.
Pontoh, J, & Buyung, N.T., 2011. Analisa Asam Lemak Dalam Minyak Kelapa
Murni (Vco) Dengan Dua Peralatan Kromatografi Gas. Jurnal Ilmiah Sains,
15(1).
Prasetyo, G., 2018. Pengaruh Persentase Penggunaan Malam Lebah (Beeswax)
Terhadap Mutu Organoleptik Pomade Propolis, Malang: Universitas
Brawijaya.
Pusat Penelitian Kelapa Sawit., 2009. Teknologi Pengolahan Kelapa Sawit dan
Produk Turunannya. Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Medan.
R.H.V. Corley & P.B. Tinker., 2003. The Oil Palm (Fourth edition). WileyBlackwell.
ISBN 0-632-05212-0.
Rieger M.., 2000. Harry’s Cosmeticology 8th Edition. New York: Chemical
Publishing Co Inc.
Rindengan., 2007. Minyak Kelapa Murni: Pembuatan dan Pemanfaatan. Jakarta:
Swadaya.
Salirawati, Das., 2005. Kontekstual Sains Kimia SMP. Jakarta: Erlangga.
33
Sandri, Dwi., Fatimah, Erfan al dhani., Lisda Erlinda, 2016. Optimasi
PenambahanMinyak Atsiri Bunga Kamboja terhadap Lilin Aromaterapi dari
Lilin Sarang Lebah. Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol. 3 No.1.
Saputri, A.M., 2019. Pengaruh Peningkatan Volume Penjualan Kosmetik Impor
Tehadap Pendapatan Pedagang Kosmetik Lokal di Kota Palangkaraya.
Skripsi. IAIN Palangkaraya.
Setiaji, Bambang., dan Prayugo, Surip., 2006. Membuat VCO Berkualitas Tinggi,
Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta.
Shafat, Y.A.S., 2015. Proses Pembuatan Pomade dari Minyak Kelapa dengan
Menggunakan Alat Screw Press. Skripsi: 7. Fakultas Teknik. Universitas
Diponegoro.
Sujadi, Hasibuan, H. A. & Rivani, M., 2017. Karakterisasi minyak selama pematagan
buah pada tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) varietas D X P
Simalungun. J. Pen. Kelapa Sawit, 25(2), 5970.
Sulastri., 2011. Uji Sifat Fisiko-Kimia dan Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Biji
Mahoni (Swietenia mahagoni (L). Jacq). Tesis. Fakultas MIPA. Universitas
Indonesia. Depok.
Tranggano, R.I.S. & Latifah, F., 2007. Buku Pegangan Ilmu Pengetahuan Kosmetik,
PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, hal 90-92, 100-101.
Winarno, FG. 2002. Kimia Pangan dan Gizi. Gramedia. Jakarta.
34
LAMPIRAN
1. Uji pH
Syarat mutu Penentuan uji pH dilakukan berdasarkan acuan (BPOM RI, 2011)
yaitu 4,5 - 5,5
Prosedur Pengujian:
1. Tuangkan Pomade yang masih mencair dan panas kedalam wadah
2. Masukkan ketas ph kedalam wadah
3. Warna kertas pH akan Berubah
4. Samakan warna pada kertas dengan indicator pH
Prosedur Pengujian:
35
Prosedur pengujian:
1. Ambil bahan secukupnya.
2. Masukan bahan kedalam pipa kapiler.
3. Masukan pipa kapiler kedalam electrothermal.
4. Setting suhu electrothermal 2-5 di bawah titik cair bahan.
5. Kemudian tekan tombol GO TO. Tunggu sampai bunyi beep 3 kali.
6. Massukkan pipa kapiler berisikan sampel kedalam oven tepat ditengah
7. Tekan tombol enter sekali, masukkan angka range rate atau nilai kenaikan suhu
dengan kenaikan 10C, kemudian tekan GO TO
8. Amati perubahan sampel dimulai dari mulai mencair, mencair sebagian, dan
mencair seluruhnya. Setiap perubahan biarkan dengan menekan tombol GO TO
sebanyak 3 kali.
9. Jika bahan sudah mencair seluruhnya, hentikan pemanasan dengan menekan
tombol clear 2 kali. Kemudian tekan tombol GO TO untuk melihat rekaman.
10. Catat suhu titik cair sampel.
4. Uji Organoleptik
Pengujian organoleptik dapat memberikan indikasi penerapan mutu yang
diinginkan konsumen terhadap suatu produk. Hasil uji Organoleptik warna, bau, dan
tekstur pada pomade yang didapat dari penilaian 30 orang panelis yang sesuai dengan
kriteria.
Prosedur pengujian:
1. Panelis menuliskan identitas pada form pengujian.
2. Panelis atau responden diberikan produk yang akan di uji.
3. Panelis memberikan pernyataan mengenai penilaian terhadap produk dengan
jujur menggunakan indra dengan rentang nilai 1-5 dari sangat tidak baik sampai
dengan sangat baik.
36
Lampiran 2. Hasil Pengujian Pomade
1. Uji pH
No Variabel Bahan pH SNI 06-2578-1992 BPOM RI 2011
1 Variabel 1 5 Netral
2 Variabel 2 5 Netral
4 Variabel 4 5 Netral
5 Variabel 5 5 Netral
Berat (Gram)
Berat Cawan
3 25,3049 10,1678 18,6011 17,9932 14,3920
Dipanaskan
37
Rumus perhitungan:
Berat Abu
Kadar abu V1 (%) = Berat Bahan 𝑥 100
0.0006
= 5,0023 𝑥 100%
= 0,0119 %
1 Variabel 1 45
2 Variabel 2 45
3 Variabel 3 45
4 Variabel 4 46
5 Variabel 5 46
4. Uji Organoleptik
Pengujian organoleptik pada pomade oil based dari RBDPO dan VCO
38
Rumus nilai rata- rata uji organoleptik:
Jumlah Penilaian warna pomade
V1= 𝑥 100%
Jumlah Panelis
23
V1= 30 𝑥 100%
V1= 77%
Keterangan:
39
Lampiran 3. Dokumentasi
40