PKP Pangandaran
Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran
PROSES PENGOLAHAN PEMINDANGAN IKAN TONGKOL DI
KAWALI , CIAMIS, JAWA BARAT.
Laporan Praktik Kerja Lapangan 1
Andika Danuarta
22.4.08.037
Dosen Pembimbing:
Deden Yusman Maulid,S.Pi.,M.Si
Arpan Nasri Siregar M.S.T.Pi
PROGRAM STUDI PENGOLAHAN HASIL LAUT
POLITEKNIK KELAUTAN DAN PERIKANAN PANGANDARAN
2024
PKP Pangandaran
Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran
PROSES PEMINDANGAN IKAN TONGKOL DI KAWALI, CIAMIS
JAWA BARAT
Laporan Praktik Kerja Lapangan 1
Andika Danuarta
22.4.08.037
Dosen Pembimbing:
Deden Yusman Maulid,S.Pi.,M.Si
Arpan Nasri Siregar M.S.T.Pi
PROGRAM STUDI PENGOLAHAN HASIL LAUT
POLITEKNIK KELAUTAN DAN PERIKANAN PANGANDARAN
2024
LEMBAR PENGESAHAN
Judul: PROSES PENGOLAHAN PEMINDAHAN IKAN
TONGKOL,CIAMIS,JAWA BARAT.
Nama : Andika Danuarta
NIT : 22.4.08.037
Disetujui oleh,
Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II
Deden Yusman Maulid, Arpan Nasri Siregar,M.S.T.Pi
S.Pi., M.Si
NIP. 199105112019022007 NIP. 196810301993031002
Mengesahkan,
Ketua Prodi Pengolahan Hasil Laut
Deden Yusman Maulid, S.Pi., M.Si
NIP. 198710312018011003
i
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas segala rahmat
dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan Praktik Kerja Lapangan
I (PKL I) dengan judul
Laporan ini disusun dalam rangka kegiatan Praktik Kerja Lapangan I (PKL 1)
ini tidak lepas dari dukungan materil dan moril dari semua pihak. Melalui kesempatan
ini, penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa yang
telah memberikan rahmat karunia-Nya serta kasih kepada:
1. Bapak Arpan Nasri Siregar, S.Pi., M.S.T.Pi selaku Direktur Politeknik
Kelautan dan Perikanan Pangandaran
2. Bapak Deden Yusman Maulid, S.Pi., M.Si selaku Ketua Program Studi
Pengolahan Hasil Laut
3. Bapak Deden Yusman Maulid, S.Pi., M.Si selaku dosen pembimbing 1
4. Bapak Arpan Nasri Siregar, S.Pi., M.S.T.Pi selaku pembimbing 2
5. Semua pihak yang telah membantu selama pembuatan Laporan Praktik
Kerja Lapangan I (PKL I).
Demikian laporan yang dapat kami sampaikan dan kami juga menyadari
dalam penyusunan proposal ini memiliki banyak kekurangan, untuk itu maka kami
harap ada kritik dan saran yang membangun dari semua pihak. Semoga laporan ini
dapat bermanfaat.
Pangandaran, Juni 2024
Penulis
ii
iii
DAFTAR ISI
1
DAFTAR GAMBAR
2
3
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Loogbook kegiatan PKL
Lampiran 2. Dokumentasi Kegiatan
Lampiran 3. Lembar penilain Uji Hedonik
Lampiran 4. Data Keungan
Lampiran 5. Logo Produk
4
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pengolahan kerupuk merupakan salah satu metode pengawetan dan diversifikasi
produk ikan yang populer di Indonesia, terutama untuk ikan nila. Metode ini tidak hanya
bertujuan untuk memperpanjang masa simpan ikan, tetapi juga untuk meningkatkan cita
rasa dan nilai ekonomisnya. Oleh karena itu, pengolahan kerupuk ikan nila menjadi topik
yang relevan dan bermanfaat untuk dipelajari lebih lanjut dalam rangkaian Praktik Kerja
Lapangan (PKL).
1.2 Tujuan
1. Memahami proses pengolahan kerupuk ikan nila secara menyeluruh.
2. Meningkatkan keterampilan dan pengetahuan praktis dalam teknik pengolahan ikan.
3. Mengidentifikasi dan memecahkan masalah yang muncul dalam proses pengolahan kerupuk.
4. Menganalisis dampak ekonomi dari usaha pengolahan kerupuk ikan nila
5
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Definisi dan Sejarah Pengolahan Kerupuk
Pengolahan kerupuk adalah metode pengawetan dan diversifikasi produk ikan yang
menggunakan tepung dan bumbu untuk menciptakan makanan ringan yang renyah. Menurut
Susanti (2016), pengolahan kerupuk telah dikenal di Indonesia sejak lama dan menjadi salah satu
cara tradisional untuk memanfaatkan ikan dengan lebih efisien.
2.2 Teknik dan Proses Pengolahan Kerupuk
Proses pengolahan kerupuk ikan umumnya melibatkan beberapa tahap utama: persiapan
bahan baku, pencampuran adonan, pencetakan, pengukusan, penjemuran, dan penggorengan.
Setiap tahap memiliki peran penting dalam memastikan kualitas produk akhir. Menurut Winarno
(2017), pemilihan ikan yang segar dan pencampuran bahan dalam proporsi yang tepat adalah
kunci keberhasilan pengolahan kerupuk. Selain itu, proses penggorengan harus dilakukan pada
suhu yang sesuai untuk memastikan kerupuk mengembang dan renyah.
2.3 Kajian Ekonomi Pengolahan Kerupuk Ikan Nila
Pengolahan kerupuk ikan nila memiliki potensi ekonomi yang signifikan, terutama bagi
masyarakat pesisir. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Harianto et al. (2019), usaha
pengolahan kerupuk dapat meningkatkan pendapatan keluarga nelayan hingga 40%. Namun,
tantangan seperti fluktuasi harga bahan baku dan persaingan dengan produk olahan ikan lainnya
dapat mempengaruhi keuntungan usaha ini.
2.4 Aspek Gizi Kerupuk Ikan Nila
Kerupuk ikan nila merupakan sumber protein hewani yang baik dan mengandung berbagai
vitamin dan mineral yang penting bagi kesehatan. Menurut Mulyani (2020), kerupuk ikan nila
tetap mempertahankan sebagian besar kandungan gizinya, meskipun proses penggorengan
dapat mempengaruhi kadar lemaknya. Selain itu, kandungan garam pada kerupuk perlu
diperhatikan karena dapat berpengaruh pada kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah besar.
6
2.5 Inovasi dalam Pengolahan Kerupuk
Berbagai inovasi telah dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas
pengolahan kerupuk ikan. Misalnya, penggunaan teknologi vacuum frying untuk menggoreng
kerupuk telah terbukti mampu mengurangi kadar minyak tanpa mengubah rasa dan tekstur
(Putri et al., 2021). Selain itu, penelitian mengenai penggunaan bumbu alami sebagai pengganti
sebagian bahan pengawet menunjukkan potensi dalam meningkatkan cita rasa dan nilai gizi
kerupuk (Susanto et al., 2022).
2.6 Studi Kasus Usaha Pengolahan Kerupuk di Indonesia
Beberapa studi kasus menunjukkan variasi dalam praktik pengolahan kerupuk di berbagai
daerah di Indonesia. Sebagai contoh, pengolahan kerupuk di Jawa Barat menggunakan metode
pengukusan dengan rempah-rempah tradisional, sementara di Sumatra Utara lebih banyak
menggunakan metode pengeringan alami sebelum penggorengan (Nasution, 2018). Variasi ini
mencerminkan kekayaan budaya dan adaptasi lokal terhadap teknologi pengolahan kerupuk.
7
BAB III
METODOLOGI
3.1 Waktu dan Tempat
Kegiatan pkl 1dilaksanakan pada tanggal 15 juli –20 september 2024 yang bertepat di
kawali ,ciamis jawa barat
3.2 Alat dan Bahan
3.2.1 Alat
3.2.1 Alat
3.2.2 Bahan
3.3 Proses Pengolahan
3.4 Rencana Kegiatan
3.5 Tahapan Kegiatan
3.6 Metode Perolehan Data
3.7 Metode Analisis Data
8
9
DAFTAR PUSTAKA
Auliyana, T. (2014). Pengaruh Substitusi Tepung Rumput Laut (Sargassum sp)
dan Tepung Daun Singkong (Manihot Utilissima) Terhadap Kandungan
Zat Besi, Protein dan Mutu Organoleptik Biskuit (Doctoral dissertation,
Universitas Brawijaya).
Cravens, D.W. 1997.Strategic Marketing, Richard D. Irwin,Inc. Rehena, Z., &
vakdalam, L. M. (2018). Utilization of Eucheuma cottonii and Sargassum
crassifoliumin Sago Cookies to Increase Iodine Levels of Rattus
novergicus. Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan, 11(2), 74-80.
Rehena, Z., & Ivakdalam, L. M. (2018). Utilization of Eucheuma cottonii and
Sargassum crassifoliumin Sago Cookies to Increase Iodine Levels of
Rattus novergicus. Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan, 11(2), 74-80.
Erawaty, W. R. (2001). The Effect of Binders, Frying Time, and Shelf Life on
Physical and Organoleptic Properties of Broom Fish Nuggets (Hyposascus
pardalis) (Doctoral dissertation, IPB (Bogor Agricultural University).
Sakinah, N., &; Ayustaningwarno, F. (2013). The effect of substitution of wheat
flour with Sargassum SP seaweed flour on the nutritional content and
preference of iron-rich biscuit mp-asi. Journal of Nutrition College, 2(1),
154-161.
10
11