0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
576 tayangan6 halaman

Sifat Huruf dalam Ilmu Tajwid

Rangkuman dari materi RHG Gowa

Diunggah oleh

nureqb
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
576 tayangan6 halaman

Sifat Huruf dalam Ilmu Tajwid

Rangkuman dari materi RHG Gowa

Diunggah oleh

nureqb
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SHIFATUL HURUF (SIFAT HURUF)

PENGERTIAN :

Menurut Bahasa : Apa2 yang melekat pada sesuatu, baik itu indrawi maupun maknawi yang
Menjadikan ciri terhadapnya. ( Maa Qaama bissyai imin....dst)

Menurut Istilah : Cara yang nampak pada suatu huruf saat keluar dari makhrajnya, yg dengannya
Ia bisa dikenali , baik berupa jahr, hams, syiddah, qalqalah atau yang lainnya.
( Kaefiyyatun tadzharufi..dst)

Manfaat mengenal sifat huruf :

1. Dapat membedakan huruf-huruf yang makhrajnya sama

2. Dapat mengetahui lemah kuatnya suatu huruf

3. Dapat membaguskan/memperbaiki pengucapan huruf

SIFAT HURUF TERBAGI 2 , yaitu : Dzatiyah dan ‘Aradiyah

1. SIFAT DZATIYAH, yaitu sifat asli yang selalu melekat pada huruf, tidak akan terpisah dalam
keadaan apapun juga.

SIFAT DZATIAH ini terbagi lagi menjadi 2 bagian :

A. Sifat dzatiah yang berlawanan ( ada 5) yaitu :

a. Dari segi Nafas >>> HAMS (mengalirnya nafas) >>><<< JAHR (Tertahannya Nafas)

Hams artinya Samar / tersembunyi. Mengalirnya udara/nafas saat mengucapkan huruf2


hijaiyah. Hurufnya ada 10 yaitu :

Terkumpul dalam kalimat :

Artinya : Maka seseorang mendorong pada kebaikan.

Selain huruf itu adalah termasuk JAHR

JAHR artinya Tertahannya udara/nafas saat mengucapkan huruf. Jahr artinya terang/jelas.
Huruf-hurufnya ada 18 huruf selain dari HAMS :

Terkumpul dalam kalimat :

b. Dari Segi Suara >>> SYIDDAH >>>><<<< TAWASSUTH >>>><<<< RAKHWANAH


( Tertahannya Suara) (Pertengahan) ( Mengalirnya suara)

SYIDDAH artinya kuat, tertahannya suara ketika mengucapkan huruf krn ditekan dengan kuat.
Hurufnya ada 8 yaitu :

Terkumpul dalam kalimat :

TAWASSUTH ( Bainiyyah ) artinya sifat pertengahan antara Syiddah dan Rakhawah.


Tertahannya suara seperti Syiddah da mengalirnya suara seperti Rakhawah.

Hurufnya ada 5 yaitu :

Di rangkai menjadi :

RAKHAWAH artinya Lunak atau lemah lembut. Mengalirnya suara ketika pengucapan huruf karena
lemahnya tekanan terhadap makhraj.

Hurufnya ada 15 yaitu :

Terkumpul menjadi :

c. Dari Posisi Lidah >>>> ISTI’LA >>>>>>>>>>><<<<<<<<<<<< ISTIFAL


(Terangkatnya lidah ke langit2 mulut) (Terhamparnya sebagian lidah )

ISTI’LA : Bunyi huruf bulat dan tebal. Sifat Isti”la mengakibatkan TAFKHIM yaitu mengucapkan huruf
Dengan tebal hingga suara memenuhi mulut.

Hurufnya ada 7 yaitu :

Terkumpul dalam kalimat :

ISTIFAL : Sifat Istifal mengakibatkan TARQIQ yaitu mengucapkan huruf dengan tipis , suara tidak
memenuhi mulut
Hurufnya ada : 21 huruf yaitu selain huruf ISTI’LA. Terkumpul dalam kalimat :
d. Rapat & Terbukanya Lidah dan Langit-langit

ITHBAQ >>>>>>>>>>>>>>>><<<<<<<<<<<<<< INFITAH


( Merapatnya lidah ke langit2 atas ) ( Terbukanya /renggangnya antara lidah dan langit2)

ITHBAQ : Setiap ITHBAQ adalah ISTI’LA

Hurufnya ada : 4 yaitu :

INFITAH : huruf2nya selain huruf ITHBAQ, ada 24 terkumpul dalam kalimat :

e. Ringan dan Beratnya Huruf

IDZLAQ >>>>>>>>>>><<<<<<<<<<<<< ISHMAT


(Ringan dan cepat saat mengucapkan huruf) ( Berat dan sulitnya saat mengucapkan huruf)

IDZLAQ : Hurufnya ada 6 yaitu :

Terkumpul dalam kalimat :

ISHMAT : hurufnya ada 22 selain dari huruf IDZLAQ.

B. SIFAT ZATIYAH YANG TIDAK BERLAWANAN

Ada 8 sifat zariyah yang tidak berlawanan yaitu : Shafir, Qalqalah, Lin, Inhiraf, Takrir, Tafasysyi,
Istithalah dan Ghunnah.
( Saqalin-InhTakTAf-IsthitGhu)

1. SHAFIR ( mahkraj Lidah >> Ujung lidah bertemu gigi seri bawah bagian dalam))

> Suara seperti suara burung


> Suara Tambahan yang keluar diantara ujung lidah dan gigi seri
> Cara mengucapkan dengan desis yang kuat
> Hurufnya ada 3 yaitu :

(sho”) masuk ke sifat : Hams, Rakhawah, Isti’la, Ithbaq, Ishmat, Shaafir


(Zay) masuk ke dalam sifat : Jahr, Rakhawah,Istifal,Infitah,Ishmat,Shafir
( Siin) masuk ke dalam sifat : Hams, Rakhawah, Istifal, Infitah, Idzlaq,Shafiir
2. QALQALAH ( Masuk Syiddah)

Adalah suara memantul.

> Qalqalah secara bahasa bermakna Guncang atau bergetar (memantul)

> Secara Istilah ber dan makna suara tambahan (getaran) yang kuat dan jelas, efek pantul
Saat hurufnya disukunkan (mati)

> Huruf qalqalah ada 5 :

> Cara mengucapkan Qalqalah :

>> Pantulan Tarqiq ( tipis ) pada huruf : ba’, jim dan dal
>> Pantulan Tafkhim (tebal) pada huruf : Qaf dan Tha’
>> Panjang suara pantulan adalah setengah harakat
>> Volumenya sama kuat dengan ketika berharakat
>> Suara pantulan mengalir dan tidak terhentak, khususnya pada qalqalah Shugra
(pada tengah kalimat)

> Tingkatan Qalqalah :

> QALQALAH SHUGRA, terjadi pada huruf qalqalah yang berada di tengah kalimat.
Seperti kata :

> QALQALAH KUBRA , terjadi pada huruf qalqalah yang berada di akhir kalimat,
Seperti kata :

> QALQALAH AKBAR, terjadi pada huruf qalqalah bertasydid ( ) berada di akhir bacaan, seperti kata :

3. LIN

> Secara bahasa bermakna lembut atau mudah


> Secara Istilah bermakna pengucapan huruf yang lembut dan mudah tanpa dipaksakan.
> Hurufnya ada 2 yaitu : wau sukun ( ) dan Ya sukun ( ) dengan syarat jika kedua huruf tsb
Di dahului dengan harakat fathah. Kalau sebelumnya kasrah atau dammah = mad)
> Cara mengucapkannya dengan suara lunak, lemas dan tidak menekan makhraj huruf,

4. INHIRAF

> Secara bahasa bermakna melenceng atau menyimpang


> Secara istilah bermakna bergesernya makhraj satu ke makhraj huruf yang lain
> Hukum asal inhiraf adalah terlarang, kecuali huruf Lam ( ) yang bergeser ke makhraj Nun ( )
Huruf Ra ( ) yg bergeser ke makhraj Lam ( )
> Inhiraf bermakna pergeserah sifat dan suara
5. TAKRIR
> Secara bahasa bermakna berulang-ulang
> Secara Istilah bermakna bergetarnya ujung lidah lebih dari sekali saat mengucapkan huruf Ra” ( )
( Tidak terlalu bergetar).
> Huruf TAKRIR yaitu : Ra ( )
> Adapun cara mengucapkannya dengan menggetarkan ujung lidah, getarannyabmaksimal 2 kali saja
> Getaran huruf Ra’ sedikit tersembunyi dan disesuaikan dengan keadaan tebal tipisnya.
> Pada saat huruf Ra di tasydidkan, maka sifat Takrir yang melekat pada huruf Ra mesti
disembunyikan. (imam Ibnul Jazary).

6. TAFASYSYI
> Secara Bahasa berarti menyebar
> Secara Istilah bermakna menyebarnya angin/udara saat mengucapkan huruf
> Huruf Tafasysyi hanya ada 1 yaitu : SYIN ( )
> Cara membunyikannya yaitu dengan disertai desis yang kuat sehingga angin menyebar dalam mulut
>> Kuat saat bertasydid (jelas)
>> Sedang pada saat Sukun
>> Ringan/kurang pada saat berharakat

7. ISTITHALAH
> Seacara Bahasa bermakna memanjang
> Secara Istilah bermakna bergeraknya lidah ke depan sepanjang makhraj dhad dari awal sis ilidah
Hingga akhirnya bersambung pada makhraj Lam ( ).
> Cara mengucapkan dengan menempelkan ujung sisi lidah ke gigi geraham dari pangkal lidah hingga
Ke ujung sisi lidah pada makhraj yang lain.
> Huruf Istithalah hanya ada 1 yaitu : Dhad ( ) dan merupakan huruf yang paling panjang
Makhrajnya.

8. GHUNNAH ( DENGUNG)
> Secara Bahasa berarti : suara yang keluar dari pangkal rongga hidung
> Secara Istilah tajwid bermakna : suara yang indah dan teratur pada huruf Nun termasuk Tanwim
Dan Mim ( dalam segala macam kondisinya, baik itu tasydid, sukun dan berharakat).

>> KESEMPURNAAN GHUNNAH


>>> Suara sempurna keluar melalui rongga hidung, artinya kalo hidung di tutup maka suara
Tidak akan keluar
>>> Terjadi getaran di atas kepala akan memberi dampak positif bagi kesehatan. Yaitu untuk
Menguatkan ingatan dan mencegah pikun.

>> TINGKATAN GHUNNAH

a. Ghunnah Akmal (paling sempurna), pada saat NUN atau MIM di tasydidkan dan Idgham
bighunnah. Panjang nya 3 ketukan lambat atau 4 ketukan cepat.
Jika NUN bertemu dengan huruf Ya, Mim dan Wauw adalah paling sempurna Ghunnahnya.

b. Ghunnah Kamila (Sempurna)


Terjadi pada IKHFA (samar2) dan QALB. Panjangnya juga 3 ketukan lambat atau 4 ketukan cepat
c. Ghunnah Naqishah ( Tidak Sempurna/Kurang ).
Terjadi pada saat NUN atau MIM dibaca IZH – HAR yaitu jelas bila bertemu huruf2 AL Halqi
( Mahkraj Tenggorokan yaitu : Ha, Hamzh, Haa, Ain, Kho’ dan Ghoin.

d. Ghunnah Anqash (Paling Kurang).


Terjadi pada saat NUN atau MIM berharakat.

Cat. Ghunnah AK MILA NAQI ANQASH

Anda mungkin juga menyukai