Gangguan Pendengaran Pada Anak
Gangguan Pendengaran Pada Anak
PENDENGARAN
PADA ANAK
Pembimbing: Dr. dr. Novi Primadewi, Sp. THTBKL., Subsp.NO(K). M.Kes.
PENDAHULUAN
Definisi
Pendengaran adalah panca indra Epidemiologi
yang memfasilitasi komunikasi dan
mendorong interaksi sosial, Berdasarkan data dari Litbang
memungkinkan orang untuk Depkes Terdapat 9 provinsi di
menjalin hubungan dan Indonesia dengan angka
berpartisipasi dalam kegiatan prevalensi gangguan
sehari-hari pendengaran melebihi angka
nasional (2,6%)
Fisiologi
Bagi anak-anak, pendengaran Preventif
adalah kunci untuk belajar bahasa
lisan, berprestasi secara akademis, Semua bayi yang baru lahir
dan terlibat secara sosial. harus menjalani skrining
gangguan pendengaran sebelum
dipulangkan dari rumah sakit.
Perkembangan Pendengaran Normal
Proses pendengaran pada anak pada prinsipnya sama
dengan proses pendengaran pada orang dewasa.
Perbedaannya terdapat pada anatomis liang telinga,
dimana pada anak lebih pendek jika dibandingkan dengan
orang dewasa.
Embriologi - Telinga
Telinga Tengah : Telinga tengah terdiri dari rongga timpani dan saluran Eustachian, yang berasal dari
sulcus tubotimpanik atau rekess tubotimpanik, ekstensi endodermal dari kantong faringalis pertama.
Pada minggu ke-5 perkembangan, sulcus tubotimpanik mengembang ke arah lateral dan terbentuk
menjadi rongga timpani yang terdiri dari ruang atas (attic) dan ruang bawah (atrium), serta saluran
Eustachian yang lebih horizontal, pendek, dan sempit pada lahir. Ossikel telinga tengah, yang berasal dari
kartilago Meckel kantong faringalis pertama dan kartilago Reichert kantong faringalis kedua, mulai
terbentuk sekitar enam minggu perkembangan. Selama perkembangan, rongga timpani mengalami
ossifikasi endokondral dan akhirnya menjadi rongga timpani yang berisi udara dengan ossikel yang
tergantung di dalamnya. Telinga tengah terus berkembang setelah lahir dan selama masa pubertas,
dengan otak tensor tympani dan otak stapedius yang diinervasi oleh saraf trigeminal dan saraf wajah,
masing-masing.
Helwany, M. and Tadi, P. (2021). Embryology, Ear. [online] PubMed. Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK557588/.
Embriologi - Telinga
Telinga Dalam : Telinga bagian dalam berasal dari ektoderm dan terbentuk dari plakode
otik yang muncul di bagian dorsolateral otak belakang sekitar minggu keempat
perkembangan. Plakode otik berinvaginasi ke dalam mesenkim untuk membentuk vesikel
otik, yang kemudian bergerak ke permukaan ektoderm dan diselimuti mesenkim untuk
membentuk kapsul otik. Vesikel otik membentuk dua daerah: bagian sakular ventral yang
membentuk struktur telinga bagian dalam yang terlibat dalam pendengaran, dan bagian
utrikular dorsal yang membentuk sistem vestibular. Pada akhirnya, vesikel otik akan
berdiferensiasi untuk membentuk semua komponen labirin membran dan struktur telinga
bagian dalam yang terkait dengan pendengaran dan keseimbangan.
Helwany, M. and Tadi, P. (2021). Embryology, Ear. [online] PubMed. Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK557588/.
TULI PADA ANAK
Tuli Konduksi
● Disebabkan oleh otitis media dengan efusi dan ● Anomali bawaan telinga diantaranya atresia
otitis media kronik. canalis auricularis, membran timpani perforasi
● Pembatasan mobilitas membran timpani dan atau deformasi, ankilosis stapes, dan beberapa
ossicles sehingga transmisi suara berkurang. yang lain.
● ACHL pada anak dapat menurunkan ● Malformasi ini sering terlewatkan pada
perkembangan bicara dan pemahaman skrining pendengaran bayi baru lahir.
bahasa. ● Disfungsi tuba paling sering terjadi pada anak
● Manifestasi nya ialah kurangnya fokus dan anak.
perhatian, volume berlebihan, perubahan ● Penanganannya dapat akan pembedahan atau
perilaku, serta kegagalan menanggapi dalam rekonstruksi aurikula.
volume normal. ● Perkembangan bahasa dan bicara menjadi
● ACHL pada anak usia sekolah tidak terlalu fokus terapi dan manajemen pada CHL
berpengaruh pada bahasa dan bicara, namun kongenital.
sangat mempengaruhi kemampuan akademik.
Sehingga direkomendasikan untuk
pemantauan pada preferensi tempat duduk
selama belajar.
TULI PADA ANAK
Tuli Sensorineural
● dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti ● SNHL kongenital berdasarkan faktor penyebab
intensitas, karakteristik, durasi, dan sensitivitas dibagi menjadi genetik dan non genetik.
individu. ● Genetik : mutasi gen GJB2 (gap junction
● Gangguan pendengaran akibat pajanan bising protein beta2)
ditandai adanya penurunan pendengaran ● Non genetik : Infeksi
pada frekuensi 4000-6000Hz dan seiring waktu
penurunan pendengaran tersebut menyebar
ke frekuensi lainnya.
● Tata laksana gangguan pendengaran akibat
bising pada anak anak dapat diberikan terapi
medikamentosa berupa steroid dan oksigen
hiperbarik untuk menghambat apoptosis.
● Selain itu, dapat diberikan alat bantu dengan
dan dilakukan implan koklea pada pasien
dengan pengunaan alat bantu lebih dari 6
bulan
Infeksi
● Saat lahir bayi tidak menangis ● Bayi tidak tersenyum ketika ada
● Minggu-minggu berikutnya, bayi orang yang berbicara atau ada
tidak merespon terhadap suara, mainan yang berbunyi
seperti merespon dengan ● Bayi tidak menoleh ketika ada
senyuman, diam ketika ditenangkan suara di sekitarnya
dengan suara lembut ● Bayi tidak bisa “babbling”. Tidak
bisa mengetahui Gerakan tangan
seperti lambaian “bye-bye”
TANDA DAN GEJALA GANGGUAN
PENDENGARAN
15-24
9-15 Bulan
Bulan
● Bayi masih tidak bisa “babbling” atau ● Anak tidak bisa menggunakan kata
mengikuti kata-kata yang simpel. simple bermakna dan tidak bisa
● Bayi tidak bisa menggunakan suaranya menunjuk bagian tubuhnya ketika
untuk menarik perhatian diperintah
● Bayi tidak merespon ketika namanya ● Tidak bisa menyebutkan nama
dipanggil objek di sekitarnya
● Tidak bisa mendengarkan lagu dan
cerita
● Tidak bisa mengikuti perintah dasar
TANDA DAN GEJALA GANGGUAN
PENDENGARAN
24-36
3-5 Tahun
Bulan
01 02
Behavioral Reflex Audiometry Behavioral Response Audiometry
Mengamati respons behavioral yang bersifat ● Tes Distraksi
refleks sebagai reaksi terhadap stimulus Dilakukan di dalam ruang kedap suara,
bunyi berupa: mengejapkan mata menggunakan stimulus nada murni..
(auropalpebral reflex), melebarkan mata (eye Diperlukan 2 orang pemeriksa untuk menjaga
widening, mengerutkan wajah (grimacing, konsentrasi bayi dan memberikan stimulus
berhenti menyusu (cessation reflex), denyut bunyi → dengan audiometer yang terhubung
jantung meningkat, refleks Moro (paling dengan pengeras suara. Respons terhadap
konsisten). stimulus bunyi adalah menggerakkan bola
mata atau menoleh ke arah sumber bunyi.
SKRINING GANGGUAN PENDENGARAN
02
Behavioral Response Audiometry
● Visual Reinforcement Audiometry (VRA)
VRA dilakukan untuk bayi atau anak berusia 6-36
bulan. Sebelum pemeriksaan, bayi / anak dilatih
(conditioned) untuk menoleh ke arah “hadiah”
(reward berupa boneka / mainan yang
mengeluarkan cahaya iluminasi atau tayangan
video) ketika bayi / anak merespons stimulus bunyi.
Stimulus bunyi berasal dari loud speaker atau
headphone, yang terhubung dengan audiometer
atau langsung dari alat yang menghasilkan bunyi
(noise maker). Bayi akan memberi respons orientasi
atau melokalisir bunyi dengan cara menoleh ke
arah sumber bunyi. Dengan intensitas yang sama
diberikan stimulus bunyi saja (tanpa stimulus
visual), bila bayi memberi respons diberi hadiah
berupa stimulus visual.
SKRINING GANGGUAN PENDENGARAN
1. 0 - 12 bulan
Timpanometri
● Pemeriksaan ini diperlukan untuk menilai kondisi telinga tengah. Gambaran
timpanometri yang abnormal (adanya cairan atau tekanan negatif di telinga tengah)
merupakan petunjuk adanya gangguan pendengaran konduktif. Melalui probe tone
(sumbat liang telinga) yang dipasang pada liang telinga dapat diketahui besarnya tekanan
di liang telinga berdasarkan energi suara yang dipantulkan kembali (ke arah luar) oleh
gendang telinga.
● Pada orang dewasa atau bayi berusia diatas 7 bulan digunakan probe tone frekuensi 226
Hz.
● JCIH merekomendasikan penggunaan penggunaan timpanometri frekuensi tinggi pada
bayi berusia kurang dari 9 bulan dengan probe tone 900-1000 Hz karena sensitivitas dan
spesifisitas yang tinggi karena tidak terjadi resonansi pada liang telinga sehingga harus
digunakan probe tone frekuensi tinggi
SKRINING GANGGUAN PENDENGARAN
1. 0 - 12 bulan
Otoacoustic emission (OAE)
● Tujuan pemeriksaan OAE adalah mengetahui fungsi koklea dengan menilai kondisi sel-sel
rambut luar koklea (outer hair cells).
● Terdapat 2 jenis OAE yaitu: (1) Spontaneous OAE (SPOAE) dan (2) Evoked OAE.
● Spontaneous OAE adalah mekanisme aktif koklea unluk memproduksi OAE tanpa herus
diberikan stimulus, namun tidak semua orang dengan pendengaran nomal mempunyai
SPOAE.
● Evoked OAE hanya akan timbul bila diberikan stimulus ekustik yang dibedakan menjadi
(1) Transient Evoked OAE (TEOAE) dan (2) Distortion Product OAE (DPOAE).
● Pada TEOAE stimulus akustik berupa click sedangkan DPOAE menggunakan stimulus
berupe 2 buah nada murni yang berbeda frekuensi dan intensitasnya. Pemeriksaan OAE
mulai dapat dilakukan pada bayi baru lahir hingga usia 3 tahun.
SKRINING GANGGUAN PENDENGARAN
1. 0 - 12 bulan
Brainstem Evoked Response Audiometry (BERA)
● Istilah lain: Auditory Brainstem Response (ABR).
● BERA merupakan cara pengukuran evoked potential (aktivitas listrik yang dihasilkan N. VIII,
pusat-pusat neural, dan traktus di dalam batang otak) sebagai respons terhadap stimulus
auditorik.
● Respons terhadap stimulus auditorik benupa evoked potential yang sinkron, direkam melalui
elektrod surface electrode yang ditempelkan pada kulit kepala (dahi dan prosesus mastoid) →
diproses melalui program komputer dan ditampilkan sabagai 5 gelombang defleksi positif
(gelombang I sampai V) yang terjadi sekitar 2-12 ms setelah stimulus diberikan.
Auditory Automatic
BERA
BERA Tone Brain Stem Auditory Brain
Hantaran
Brust Response Stem Response
Tulang
test (ABR) test (ABR)
SKRINING GANGGUAN PENDENGARAN
2. 1 - 2 tahun
● Pada bayi normal, kemampuan melokalisir sumber bunyi dari segala arah akan tercapai
pada usia 13-15 bulan. Pemeriksaan-pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan pada
bayi usia 6-12 bulan juga dapat dilakukan pada bayi usia 1-2 tahun.
● Pada anak usia 6-24 bulan, dapat digunakan audiometri visual re-enforcement untuk
menilai pendengaran. Variasi lain adalah play audiometry yang dapat digunakan pada
anak usia 2-4 tahun.
3. 2 - 5 tahun
● Conditioned Play Audiometri (CPA)
CPA merupakan pemeriksaan pendengaran behavioural untuk anak berusia antara 2-5
tahun. Sebelum pemeriksaan, anak dilatih melakukan aktivitas bermain seperti
memasukkan suatu benda ke dalam kotak ketika mendengar bunyi. Stimulus suara yang
diberikan dimulai dari intensitas yang cukup besar, lalu diturunkan sampai diperoleh
intensitas terkecil yang masih memberikan respons. Stimulus biasanya diberikan melalui
headphone (spesifik).
Tatalaksana dan Pencegahan
● Gangguan pendengaran pada anak usia dini memengaruhi proses perkembangan anak maka dari
itu perlu dilakukan deteksi dini gangguan pendengaran pada anak usia dini sehingga pemberian
intervensi lebih awal dapat dilakukan apabila ditemukan adanya gangguan pendengaran.
● Keterlambatan dalam melakukan deteksi dini akan menimbulkan keterlambatan untuk memulai
intervensi dan berdampak negatif dalam perkembangan anak selanjutnya
● Edukasi terkait deteksi dini gangguan pendengaran pada anak dinilai sangat penting untuk
masyarakat. Untuk melakukan deteksi dini gangguan pendengaran pada anak dilakukan dengan
memberikan rangsangan suara pada anak tersebut dan responnya dapat dijadikan acuan
penilaian.
● Deteksi dini gangguan pendengaran pada anak terdapat 4 indikasi yaitu berdasarkan respons
orientasi, vokalisasi dan produksi bunyi, perhatian visual, dan hubungan sosial dan adaptasi serta
perilaku emosional
1. Perkuat Program dan Organisasi Terkait
a. Memperkuat program imunisasi untuk mencegah infeksi yang dapat menyebabkan gangguan
pendengaran seperti rubella kongenital, campak, dan meningitis. Berdasarkan penelitian
Mason (2007) sekitar 19% gangguan pendengaran pada anak-anak dapat dicegah melalui
imunisasi terhadap campak, rubella.
2. Program Skrining dan Intervensi
a. Menerapkan skrining pendengaran bayi baru lahir dan bayi dengan pelacakan, dan memulai
intervensi yang tepat untuk mengidentifikasi dan merawat anak-anak dengan gangguan
pendengaran kongenital atau gangguan pendengaran onset dini. Program skrining pendengaran
bayi baru lahir harus mengikuti pendekatan yang berpusat pada keluarga, di mana keluarga
diberi hak untuk membuat keputusan bagi anak-anak mereka. (WHO, 2016)
b. Menerapkan skrining pendengaran berbasis sekolah dengan tujuan mengidentifikasi, merujuk,
dan mengelola penyakit telinga umum dan gangguan pendengaran. (WHO, 2016)
3. Pelatihan
a. Melatih dokter tingkat primer dan petugas kesehatan tentang relevansi penyakit telinga,
perlunya intervensi dini untuk mengatasi gangguan pendengaran dan pilihan
pengobatan yang tersedia.
4. Meningkatkan Awareness
a. Meningkatkan kesadaran tentang praktik perawatan telinga yang sehat yang dapat
mengurangi infeksi telinga. Misalnya, menghindari penyisipan atau penanaman zat apa
pun (misalnya cotton bud) ke dalam telinga dapat membantu mengurangi masalah
telinga.
Tatalaksana dan Terapi pada Ggn,
Pendengaran pada Anak Usia Dini
Penanganan dini gangguan pendengaran dapat memungkinkan banyak bayi untuk
mengembangkan keterampilan bahasa yang normal. Imunisasi dengan vaksin konjugat pneumokokus
dan vaksin influenzae tampaknya menurunkan frekuensi otitis media akut. Miringotomi dan
timpanosentesis atau pemasangan tabung timpani dan adenoidektomi dan/atau tonsilektomi
direkomendasikan dalam penanganan otitis media efusif.
670,000
Mercury is the closest planet to
the Sun and the smallest one
3,450
Venus has a beautiful name and is
the second planet from the Sun
RISK FACTORS
To modify this graph, click on it, follow the link,
change the data and paste the new graph here 60% 45%
MERCURY VENUS
Mercury is the Venus has a
smallest planet beautiful name
500,000
Big numbers catch your audience’s attention
CONCEPTS AND TYPOLOGIES
TYPE A TYPE B
Despite being red, Jupiter is a gas giant
Mars is a cold place and the biggest planet
TYPE C GESTATIONAL
SYMPTOMS OF THE DISORDER
SYMPTOM DESCRIPTION
MARS
Despite being red, Mars is a
cold place, not hot
JUPITER
Jupiter is the biggest planet
in the Solar System
SUN
The Sun is the star at the
center of the Solar System
AWESOME
WORDS
“This is a quote, words full of
wisdom that somebody
important said and can make
the reader get inspired”
—SOMEONE FAMOUS
02
DIAGNOSIS
You could enter a subtitle
here if you need it
DIAGNOSIS
● They’re simple
● You can organize your ideas clearly
● You’ll never forget to buy milk!
WOR
O
DS
TH
RECOMMENDATIONS
● Here you can describe what ● Here you can describe what
the patient shouldn’t do the patient should do
● Here you can describe what ● Here you can describe what
the patient shouldn’t do the patient should do
● Here you can describe what ● Here you can describe what
the patient shouldn’t do the patient should do
PREVALENCE
MERCURY
Mercury is the
smallest planet
JUPITER
Jupiter is the
biggest planet
OUR TEAM
PHOTOS ●
●
Happy people holding speech bubbles
Young woman teaching sign language
● Young man and woman holding speech ● Friends showing symbols of three
bubbles wise monkeys
● Sign language hand showing letter d ● Man gesturing can’t hear sign
● Portrait of a young woman teaching sign
language VECTORS
● Sign language hand showing letter o
● Sign language hand showing letter c ● Abstract business card template
● Portrait of man teaching sign language ● Mouth with speech bubbles
● Portrait of woman teaching sign ● Red lips collection with flat design
language ● Pack of green speech bubbles in flat
● Portrait of woman teaching sign design
language I