GANGGUAN PENDENGARAN

Oleh : Dr.Markus Rambu,Sp.THT SMF THT RSU MATARAM

POKOK BAHASAN :
1.Tuli koklea dan tuli retrokoklea. 2.Gangguan pendengaran pada bayi dan anak. 3.Gangguan pendengaran pada geriatri 4.Tuli mendadak. 5.Gangguan pendengaran akibat bising 6.Gangguan pendengaran akibat obat ototoksik.

1.Tuli koklea & tuli retrokoklea :
Untuk membedakannya diperlukan pemeriksaan audiologi khusus yang t.a: - Audiometri khusus. - Audiometri obyektif. - Pem. Tuli anorganik. - Pem. Audiologi anak.

Audiometri khusus :

Istilah recruitment : Peningkatan sen sitifitas pendengaran dapat membedakan 1 dB pada kelainan koklea (normal 5 dB). Istilah decay/fatigue : Merupakan adaptasi abnormal dimana saraf pendengaran cepat lelah bila dirangsang terus menerus, merupakan tanda khas pada tuli retrokoklea.

Audiometri khusus :
Tes SISI (short increment sensitivity index)  Tes ABLB (alternate binaural loudnes balans test)  Tes kelelahan (Tone decay)  Audiometri tutur  Audiometri Bekesy

 .  Evoke Respons Audiometri. = BERA (Brainstem Evoke Respons Audiometry).  Elektrokokleografi. * Otoacoustic Emision = OAE.Audiometri objektif : Audiometri impedans.

 BERA.  .  PTA berulang dalam 1 minggu. Tuli anorganik : Cara Stenger.Pem.  Impedans.

 OAE.  BERA.Audiologi anak : Free field test.  Play audiometry.  .

Tuli total (deaf). .Gangguan pendengaran pada bayi dan anak : Dibedakan : . .Tuli sebahagian (hearing impaired).2.

Perkembangan auditorik : Perkembangan auditorik sangat erat hubungannya dgn perkemb.otak.  12 bulan pertama perkemb.  3 tahun pertama kehidupan mengalami pematangan neuron di bagian korteks.otak sangat cepat.  .

Pada masa tsb janin dlm kandungan telah dapat memberikan respons ter hadap suara disekitarnya.auditorik pranatal:  Koklea mencapai fungsi normal seperti orang dewasa setelah usia gestasi 20 minggu. .Perkemb.

. Usia 2-3 bulan tertawa dan mengoceh tanpa arti. menunjukkan bagian tubuh. Usia 18 bulan mampu mengucapkan 6 – 10 kata. Usia 12-14 bulan mengerti instruksi sederhana.Perkembangan wicara :     Perkembangan bicara erat kaitannya dgn perkembangan mendengar.

Perkiraan ada ggn pendengaran: Usia 12 bulan belum dapat mengoceh atau meniru bunyi.  Usia 30 bulan belum dapat merangkai 2 kata.  Usia 24 bulan perbendaharaan kata kurang dari 10 kata.  .  Usia 18 bulan tidak dapat menyebutkan 1 kata yang mempunyai arti.

Etiologi ggn.  Postnatal.  Perinatal.bayi & anak : Saat terjadinya :  Prenatal.pend. .

)  Prenatal : .Defisiensi jodium.Infeksi : TORCHS. .Etiologi …… (samb.Non genetik : . .Genetik herediter. .Obat ototoksik. .

Prematuritas.Hiperbilirubinemia. . .Etiologi …….Asfiksia. . (samb.. .)  Perinatal : .BBLR ( < 2500 gr ).

Rubela.Trauma. . . .Infeksi otak.Campak.Parotitis.Etiologi ……. . (samb.)  Postnatal : .. .Infeksi : .

Dgn ketulian. Perwtan NICU 48 jam atau lebih. 2. 4. 5. 3. . Infeksi intrauterin. Anomali kraniofasial.2000) : Untuk bayi 0-28 hari : 1. Rwyt kel.SNHL sejak anak2.Pedoman registrasi resiko tinggi (Joint Committee on Infant Hearing. Keadaan hub.

Infeksi postnatal.pend.pend. Trauma kapitis. Hiperbilirubinemia +tranfusi 7. 10. Infeksi intrauterin.hub.ggn.ggn. 6.ggn. 5. 2. .pend at ggn fs tb Eu 4.Joint ……(samb) Untuk bayi 29 hari – 2 tahun : 1. Rwyt kel. Kelainan neurodegeneratif 9. 3.progresif 8. OM berulang a menetap 3 bulan. Sindr. Lambat bicara.sejak anak2. Kead.hub.

Pendengaran pd bayi & anak: Behavioral Observation Audiometri  Timpanometri  Play Audiometry  OAE  B E R A  .Pem.

pada semua bayi baru lahir. Targeted NHS. 2.pend. Program skrining pendengaran yang lebih selektif. UNHS bertujuan melakukan deteksi dini ggn. .Program Newborn Hearing Screening (NHS) : 1. Universal NHS.

Hearing aid ( 2-3 thn). . .Habilitasi :  Dilakukan sedini mungkin : .SLB – C ( tuna grahita ).SLB – B ( tuna rungu ). .

 Program rehabilitasi pasca bedah.  .Implan koklea : Indikasi.  Persiapan.  Mekanisme kerja.

Metabolik (strial p.  . 3.). 2. 4.). Mekanik (cochlear p. Neural. pd GERIATRI : Tuli konduktif. Sensorik.Klasifikasi : 1.  Tuli saraf ( Presbikusis ) : .Ggn pend.3.

 Cocktail party deafness.  .  Recruitment.Gejala klinis presbikusis : Simetri.  Tinitus nada tinggi.

 Tes penala.  Audiometri nada murni (PTA).Pemeriksaan presbikusis : Otoskop.  .  Speech audiometry.

 Auditory training.  .Penanganan presbikusis : Hearing aid.  Speech reading (lips reading).

. Definisi lain : Tuli mendadak sebagai penurunan pendengaran sensorineural 30 dB atau lebih.Tuli mendadak (Suddendeafness):   Adalah tuli yang terjadi secara tiba2 dengan jenis ketulian sensorineural dan penyebabnya tidak langsung di ketahui. biasanya terjadi pada satu telinga.4. paling sedikit tiga frekwensi berturut2 dan berlang sung kurang dari 3 hari.

 Biasanya permanen.  Kerusakan t.Tuli mendadak (Sudden deafness): Sensori-neural.u di koklea.  Satu telinga.  Darurat neurotologi.  .

Autoimmun.Etiologi sudden deafness :          ISKEMIA KOKLEA. Obat ototoksik. Neuroma akustik. Trauma bising yang keras. INFEKSI VIRUS. Perubahan tekanan atmosfer. Trauma kepala. Penyakit Meniere. .

: Tes penala.d.Pemeriksaan pendengaran s.  .  CT Scan/MRI.  BERA.  Pemeriksaan ENG.  Pemeriksaan laboratorium.  Impedans audiometry.  Pure tone audiometry.  Speech audiometry.

Dalam Sub.Konsultasi s. Saraf. Bag. Kardiologi. Radiologi.  Bag. : Peny.  Bag.d.  .  Bag. Hematologi.

C. vit.d.  Prednison. : Total bed rest 2 minggu.  . vit. Bila tidak sembuh Hearing aid.  Vasodilatasi (hati-hati). Neurotropik.  Diit rendah garam & kolesterol.Penatalaksanaan s.  Inhalasi oksigen.

Prognosis s.Viskositas darah tinggi. .d. .Pemakaian obt ototoksik lama.  .Adanya peny. .Kadar lemak darah tinggi.  Dipengaruhi oleh : . : Perlangsungan < 2 minggu baik. DM.

5.  Umumnya kena kedua telinga.  .Tuli akibat bising (Noise induced hearing loss) : Tuli saraf koklea.  Kerusakan tersering pada freq. 4000 Hz (3000 – 6000 Hz).

b: Intensitas bising yang lebih tinggi.  .  Frekuensi bising yang tinggi.a.  Mendapat pengobatan ototoksik.  Lebih lama terpapar bising.Hal yg mempermudah t.

3. Peningkatan ambang dengar me netap. Akibat pajanan bising intensitas cukup tinggi. Peningkatan ambang dengar sementara. . 2. Reaksi adaptasi merupakan respons kelelahan akibat rangsa – ngan oleh bunyi 70 dB a kurang.Gejala : Secara klinis dapat menimbulkan : 1. Akibat pajanan bising intensitas sangat tinggi singkat (explosif) atau lama.

rasatidak nyaman.  Pengaruh non auditorial : ggn komunikasi.  .Pengaruh bising pd pekerja : Pengaruh auditorial berupa tuli akibat bising (Noise Induced Hearing Loss/NIHL). ggn tidur. gelisah. peningkatan tekanan darah dll.

 Juga menimbulkan efek pada sel ganglion saraf. pembuluh darah dan stria vaskularis.Patologi : Lesinya sangat bervariasi dari disosiasi organ Corti. perubahan stereosilia dan organel subseluler. ruptur membran. membran tektoria.  .

.b.Takik (notch) pd 4000 Hz Rekrutmen.Diagnosis t. .Rinne positif.Weber lateralisasi ke pendengaran yang lebih baik.Tuli saraf pd 3000-6000 Hz. . . Tes penala : .Schwabach memendek. PTA : . Cocktail party deafness. :      Anamnese lingkungan bising.a.

lip reading. ear muff.b.  Auditory training. : Pindah tempat kerja.  .  Rehabilitasi suara.  Alat bantu mendengar (hearing aid).Penatalaksanaan t.  Pakai ear plug.  Cochlear implant.a.

 Terpenting adalah pencegahan terjadinya ketulian.  .Prognosis : Prognosis kurang baik karena terjadi tuli sensorineural koklea yang sifatnya menetap.

meredam sumber bunyi  .  Terapkan Program Konservasi Pendengaran  . tutup te linga dan pelindung kepala.pakai sumbat telinga.Pencegahan : Usahakan bising lingkungan kerja kurang dari 85 dB :  .

l. Menerapkan alat pelindung diri secara ketat. Melakukan berbagai cara kontrol kebisingan. . :        Identifikasi sumber bising. Tes Audiometri secara berkala.Aktifitas Program Konservasi Pendengaran a. Melakukan pencatatan & pelaporan data. Menerapkan sistem KIE. Analisa kebisingan dengan Sound Level Meter atau Octave Band Analyzer.

.Batas pajanan bising yang diperkenankan sesuai keputusan Menteri Tenaga Kerja 1999 :     80 dB diperkenankan lama pajan 24 jam/hari. 100 dB diperkenankan lama pajan 15 menit/hari.12 detik/hari. 115 dB diperkenankan lama pajan 28. 91 dB diperkenankan lama pajan 2 jam/hari.

Tuli saraf bilateral atau unilateral. . .6. .Tuli akibat obat ototoksik : Gejala : .Vertigo. .Gangguan pendengaran.Tinitus nada tinggi (4000 – 6000 Hz).

Mekanisme ototoksik : Degenerasi stria vaskularis.  Degenerasi sel ganglion.  .  Degenerasi epitel sensoris.

 Anti tumor (CIS Platinum).Jenis obat ototoksik : Aminoglikosida  Eritromisin  Loop diuretics.  .  Anti inflamasi (salisilat).  Ear drops aminoglikosida.  Anti malaria.

Penatalaksanaan t. lips reading. : Hentikan obat ototoksik.  Cochlear implant.  .ob.ot.a.  Hearing aid.  Auditory training.

TERIMA KASIH .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful